Anda di halaman 1dari 12

TUGAS

INDUSTRI PETROKIMIA

PEMILIHAN METODE PEMBUATAN PRODUK PETROKIMIA
POLYPROPILEN
















Rosianah Meida Sari 3335100063
Hanifah Azzahra 3335100175






JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
CILEGON-BANTEN
2014


I. Pendahuluan
Sumber daya alam merupakan salah satu elemen penting dalam
perkembangan sebuah industri. Sumber daya alam tersebut ada yang dapat
diperbaharui ada juga yang tidak dapat diperbaharui. Minyak bumi dan gas alam
merupakan contoh sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan sangat
melimpah di Indonesia. Hasil pengolahan minyak bumi dan gas alam banyak
digunakan oleh industri-indutri di Indonesia sehingga menghasilkan berbagai
macam produk yang bernilai dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Salah
satunya adalah perkembangan teknologi plastik di indonesia mendorong
pemerintah untuk memajukan industri plastik dengan memproduksi beraneka
ragam plastik yang dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan manusia.
Dengan demikikian seiring dengan semakin besarnya kebutuhan akan
plastik, maka kebutuhan akan bahan baku plastik pun semakin meningkat. Salah
satu bahan baku plastik yang banyak digunakan saat ini ada lah polipropilen.
Bahan Baku pembuatan Polipropilen ini adalah Propilen dan etilen yang
digunakan untuk mendapatkan kopolimer. Propilen diperoleh dari hasil
perengkahan steam nafta dan gas oil pada temperatur 700 950
o
C. Proses ini
umumnya menghasilkan propilen dengan kemurnian 90 95 %. Untuk menjadi
propilen dengan spesifikasi polimer isasi maka propilen tersebut harus dimurnikan
hingga 99,5 % dengan purif ikasi.
Polipropilena adalah polimer dengan penggunaan terbesar ketiga didunia
setelah PE dan PVC. Polimer ini memiliki sifat keseimbangan yang baik sehingga
dapat kita temui dari berbagai aplikasi, mulai dari pengemasan makanan,
perlengkapan rumah tangga, part otomotif hingga peralatan elektronik.
Berdasarkan ilmu kimia, polipropilen (PP) adalah suatu makromolekul
Thermoplastic (dapat dilelehkan) rantai jenuh (tidak memiliki ikatan rangkap)
yang terdir i dar i propilen sebagai gugus yang berulang.




II. Produk dan bahan baku
2.1 Sifat Fisik dan Kimia Bahan Baku
1. Bahan baku utama
a. Propilen (C
3
H
6
)
Sifat fisik :
Wujud : Cair
Rupa : Tidak berwarna
Berat molekul : 42,078 g/mol
Titik didih pada 101,3 kPa : -47,7
o
C
Titik leleh : -185,3
o
C
Temperatur kritik : 92
o
C
Tekanan kritik : 4,3 Mpa
Densitas kritik : 0,233 g/ml
Lower explosion limit : 2,4 % volume dalam udara
Upper explosion limit : 11,1 % volume dalam udara
Temperatur autoignition : 224
o
C
Kandungan : Propilen 99,5 % berat
Propana maksimum 0,5 % berat
Kadar air : Maksimun 5 ppm
Oksigen : Maksimum 2 ppm
Kemurnian : Maksimum 99,5 % volume

Sifat kimia :
1. Propilen diproduks i me lalui s istem cracking pada proses pemurnian minyak bumi
yang juga menghasilkan etilen, metana dan hydrogen.
Reaksi : 2CH3CH2CH3 CH3CH=CH2 + CH2=CH2 + CH
4
+ H
2

2. Rekais propilen dengan Ammonia menghasilkan akrilonitrit pada industri asam akrilit
Reaksi : CH3CH=CH2 + NH3 + 3/2 O2 CH2=CHCN + 3H
2
O
3. Pada temperature tinggi klor inasi propilen dengan klorida memproduksi gliserol
Reaksi : CH3CH=CH2 + Cl
2
770K CH=CH2Cl + HC



b. Etilena (C
2
H
4
)
Sifat Fisik :
Berat molekul : 28,052 gr/gmol
Fase : Gas
Warna : Tak berwarna
Hf
o
298K entalpi pembentukan : 12,496 kka l/gmol
Log Kf298K konstanta pembentukan : -11,9345 kkal/ gmol
Entropy (So )298K : 52.54 kka l/gmol
Titik didih : -103,8C
Titik lebur : -169,2C
Faktor kompresibilitas : 0,281

Sifat kimia :
Sifat Kimia
1. Polimer sasi
Etilen dapat dipolimer isasi dengan cara memutuskan ikatan rangkapnya dan
bergabung dengan molekul etilen yang lain membentuk molekul yang lebih besar
(polimer) pada tekanan dan temperatur tertentu dan dapat pula menggunakan
katalis.
2. Oksidasi
Etilen dapat dioks idasi menghasilkan senyawa -senyawa etilen oksida atau
etilen glikol yang banyak digunakan sebagai anti freeze.
3. Hidrogenasi
Etilen dapat dihidrogenasi secara langsung dengan katalis nikel pada
temperature 300
o
C. Reaksi yang terjadi :
C2H4 + H2 C2H
6


2. Bahan baku pendukung
a. Katalis SHAC (Shell High Actavity Catalyst)
Sifat :
Titik nyala : 49
o
C
Titik tuang : -23
o
C


Densitas padat : 1,03 gr/cm
3

Tekanan uap : < 0,005 mmHg
Spesific gravity : 1,0 -1,1
Kelarutan dalam air : < 1% berat
Kandungan bahan volatil : 5%
b. Kokatalis TEAL (Tri Etil Aluminium, (C2H
5
)
3
Al)
Sifat :
Titik didih : 185
o
C
Titik beku : -58
o
C
Tekanan uap (20
o
C) : 0,025 mmHg
Densitas (25
o
C) : 0,8324 gr/ml
c. Normal Propyl Tri Metoksi Silane (NPTMS)
Sifat :
Bentuk : Cairan, tidak berwarna, dan beraroma
Titik didih (1 atm) : 137
o
C
Titik nyala : 35
o
C
Tekanan uap (20
o
C) : 93 kPa
Densitas (20
o
C) : 0,94 gr/cm
3

Kelarutan dalam air : Tidak larut
Viskositas (20
o
C) : 0,7 . 10
-3
Pa.s
d. Cyclohexyl Methyl Di-Methaxy Silane(CMDMS)
Sifat :
Bentuk : Cairan, tidak berwarna, beraroma
Berat jenis (untuk air =1) : 0,92 gr/cm
3

Titik didih : 202
o
C
Titik nyala : 66
o
C
Tekanan uap (20
o
C) : 15,4 kPa
e. Hidrogen (H
2
)
Sifat :
Titik didih (1 atm) : -252,9
o
C
Titik beku : -259,1
o
C


Densitas uap (untuk udara=1) : 0,0695
Flammable limit : 4 75 % volume
f. Nitrogen (N
2
)
Sifat :
Rupa : Gas tidak berwarna dan berbau
Titik didih (1 atm) : -195,8
o
C
Titik beku : -209,9
o
C
Densitas (21
o
C ; 1 atm) : 1,153 kg/
3

Spesific gravity (untuk udara=1) : 0,967
Kelarutan dalam air (v/v paa 0
o
C) : 0,023
g. Karbon Monoksida (CO)
Sifat :
Titik didih : -191,5
o
C
Titik beku : -205,1
o
C
Temperatur autoignition : 638
o
C
Spesific gravity : 0,9
h. Rhodium (Rh)
Sifat :
Berat molekul : 102,9 gr/mol
Massa jenis : 12,41 gr/cm
3

Titik lebur : 2237 K
Titik didih : 3968 K
Kalor peleburan : 26,59 Kj/mol
Kalor penguapan : 494 Kj/mol
Kapasitas kalor : 2498 J/mol K
Konduktivitas thermal : 150 W/mol K

2.2 Sifat Fisik dan kimia Produk
a. Polipropilen
Sifat fisika :
Indeks bias : 1,49


Tensile strenght : 4300-5500 psi
Elongation : 200 700 %
Impact strength : 0,5 2,0 ft-lb/in of notch
Densitas : 0,885 g/cm
3

Titik leleh : 160
o
C

III. Kegunaan Produk
Kegunaan produk polipropilen antara lain adalah :
1. Polipropilena dapat dibuat Tali, anyaman karpetn / permadani , dan film.
2. Polipropilena dapat digunakan untuk pengemasan makanan dan dapat juga
digunakan sebagai bot ol minuman, kemasan makanan, rokok, plastik laminating.
3. Polipropilena lebih kuat dari poliet ilena, sehingga banyak dipakai untuk membuat
karung, tali dan sebagainya. Karena lebih kuat, botol-botol dari polipropilena dapat
dibuat lebih tipis dari pada polietilena.
4. Dalam bidang medis Polipropilena digunakan sebagai bahan pembuat benang jahit
untuk operasi yang diberi nama Prolene, yang dibuat oleh Ethicon Inc.
5. Bahan baku pembuatan karung unt uk bahan kimia , untuk bagian bawah karpet
dan tali rafia.
6. Polimer ini memiliki sifat yang licin, tidak menyerap air dan kuat. Jenis ini
digunakan untuk filamen seperti karpet, benang, dan plastik pelapis.
7. Sebagai bahan pe lapis pada logam, berupa lembaran danlembut karena sifatnya
yang fleksibel.

IV. Pemilihan Proses
Dalam pembuatan homopolimer polipropilen, bahan baku yang digunakan
adalah propilen, sedangkan dalam pembuatan kopolimer dibutuhkan etilen sebagai
ko-monomer. Berdasarkan fasa reaksinya, proses pembuatan polipropilen dapat
dikelompokan mnjadi teknologi produksi fasa gas, teknologi produksi
polipropilen fasa cair, dan teknologi produksi polipropilen fasa slurry.
Perbedaan mendasar dari ketiga proses produksi polipropilen yaitu fasa
reaksi, kondisi operasi, penggunaan pelarut dan kapasitas produksinya. Proses
fasa slurry yang telah dikembangakan menggunakan katalis beraktivitas tinggi,


generasi kedua yang memungkinkan penghilangan tahap degassing dan dapat
mengurangi jumlah polimer ataktik yang diproduksi. Pada proses fasa cair,
polimerisasi dilangsungkan dalam reactor tangki berpengaduk yang tersusun seri
dengan menggunakan pelarut hidrokarbon. Proses fasa gas merupakan proses
paling efisien, karena tidak menggunakan perlarut, sehigg proses tidak terlalu
rumit dan panjang, untuk pemisahan pelarut dari produk. Selain itu, umumnya
reactor yang digunakan tidak membutuhkan pengaduk karena memanfaatkan
prinsip fluidisasi sehingga mengheat biaya dalam mendesain peralatan. Berikut ini
dapat dilihat perbandingan proses produksi polipropilen fasa cair, gas, dan slurry
pada table 4.1.
Tabel 4.1 Perbandinga Proses Produksi Fasa Cair, Gas, dan Slurry
Fasa reaksi Fasa cair Fasa gas Fasa slurry
Tekanan 5 -50 bar 10 60 bar 12 bar
Temperature (oC) 55 80 55 100 60 65
Pemakaian pelarut Ya Tidak Ya
Kapasitas total
(ton/tahun)
400.000-
1.350.000
65.000-
1.500.000
-

4.1 Jenis jenis Proses
Proses pembuatan polipropilen fasa gas meliputi teknologi Amoco,
teknologi Borstar, teknologi Chisso, dan teknologi UNIPOL. Berikut ini uraian
dari masing-masing teknologi proses pembuatan polipropilen.
a. Teknologi Amoco
Dalam proses ini, propilen diumpakan ke dalam reactor setelah
sebelumnya mengalami perlakuan untuk menghilangkan racun katalis. Katalis
kemudian diumpankan ke dalam reactor dalam bentuk mineral oil slurry,
kokatalis, alumunium alkil diumpankan kedalam reactor langsung dari tempat
penyipanan.
System reaksi terdiri dari sebuah stirred bed reactor berfasa gas dan daur
gas dan cairan. Propilen cair disemburkan ke dalam reactor, kemudian menguap
karena mendapatkan panas dari reaksi yang terjadi. Dengan menggunkan katalis


beraktivitas sangat tinggi, Amoco dapat mengoperasikan reactor dengan waktu
tinggal kurang dari satu jam dengan ukuran reactor yang kecil.
Hal yang sangat istimewa dari proses ini adalah rancangan reactor yang
unik sehingga memungkinkan pengadukan radial yang baik dan dispersi aksial
yang rendah. Reaktor Amoco beroperasi pada temperature 65 85
o
C dan tekanan
20 23 bar. Dalam reactor Amoco, bubuk polipropilen mengalir dari unggun
teraduk menuju reactor kopolimer sebagai gas lock untuk menghindari aliran
etilen kembali ke reactor pertama atau menuju deaktivasi katalis. Nitrogen dan air
digunakan untuk agensia pembunuh dalam deactivator. Bubur kemudian dikirim
langsung dari deactivator menuju ekstruder dan pembuatan pellet. Dalam proses
ekstrusi, lelehan dari ekstruder dipotong menggunakan kukus bertekanan tinggi,
pellet kemudian dialirkan menuju resin handling system.

b. Teknologi Borstar
Propilen, katalis, kokatalis, donor, hydrogen dank ko-monomer
diumpankan ke dalam loop reactor. Propilen digunakan sebagai media
polimerisasi (polimerisasi curah). Loop reactor yang dirancang untuk kondisi
superkritik dioperasikan pada 80
o
C 100
o
C dan 50 60 bar. Propilen dan
campuran polimer dari loop rector dialirkan ke reactor fas gas unggun terfluidisasi
( fluidized bed gas-phase reactor). Reactor ini dioperasikan pada 80
o
C 90
o
C dan
25 35 bar. Fresh propilen, hydrogen dan ko-monomer diumpakan ke dalam
reactor ini.
Untuk memproduksi homopolimer atau kopolimer acak, residu hidrokabon
dipindahkan dari bubuk polimer dan kemudian bubuk polimer tersebut dimasukan
kedalam powder silo, lalu dimasukan kedalam ekstruder. Pada ekstruder
dilakukan penambahan aditif dan pembuatan pellet.

c. Teknologi Chisso
Pada reactor pertama, polipropilen terus terbentuk secara kontinyu pada
tekanan rendah dengan bantuan katalis. Monomer yang teruapkan kemudian
dikondensasi dan didaur ulang. Monomer cair dengan propilen segar disemburkan


ke dalam unggun bubuk teraduk sehingga memungkinkan pendinginan
evaporative. Bubuk kemudian dilewatkan melalui sebuah system gas-lock menuju
reactor kedua. Proses yang terjadi sama dengan reactor pertama, hanya saja
umpan bukan merupakan propilen murni melainkan propilen dan etilen. Untuk
pembentukan kopolimer. Reaktor horizontal membuat distribusi waktu tinggal
bubuk seperti pada aliran sumbat. Unggun berpengaduk digunakan untuk
menangani kopolimer dengan etilen tinggi yang tidak mengalir atau terfluidisasi
dengan baik.
Bubuk ini dilepas secara periodik kedalam system pemisahan gas-bubuk.
Bubuk ini kemudian dibersihkan melalui purge column. Pada purge column,
nitrogen lembab tertinggal. Monomer ini kemudian didaur-ulang. Bubuk
kemudian dibuat dalam bentuk pellet.

d. Teknologi UNIPOL
Proses ini sederhana, ekonomis dan tangguh. Proses Unipol menggunakan
dua buah reactor unggun terfluidakan yang tersusun secara seri. Satu reactor
digunakan untuk memproduksi homopolimer dan reactor lain berukuran lebih
kecil digunakan untuk memproduksi kopolimer. Bagian produksi utama proses ini
terdiri dari, penggunaan katalis, pemurnian propilen untuk menghilangkan
sejumlah kecil racun katalis, polimerisasi, pancucian katalis, pembuatan pellet dan
penyimpanan.
Pada proses ini, propilen segar dilewatkan ke dalam degassing column
untuk menghilangkan gas ringan dan melalui molecular sieve atau Al
2
O
3
dryer
untuk menghilangkan kandungan air sebelu memasuki reactor.
Proses polimerisasi dilangsungkan dalam system reactor yang terdiri dari
bejana tekan dengan bagian atas yang membesar. Panas reaksi dipindahkan
dengan mendinginkan gas recycle dengan alat penukar panas. Katalis digunakan
pada proses ini, adalah TiCl
4
dengan penyangga MgCl
2,
kokatalis Al-trialkil,
ditambah donor electron berupa alkylphthalate dn alkoxysilanes. Temperature
operasi polimerisasi 65
o
C dengan tekanan 30 bar pada reactor homopolimer dan
tekanan 20 bar.


Setiap reactor memiliki blower, compressor dan pendingin gas daur ulang
untuk mempertahankan fluidisasi dalam reactor. Polimer dikeluarkan dari reactor
dan dialirkan menuju degassing system. Resin dipisahkan dari gas yang tidak
bereaksi yang kemudian dikirim menuju vent recovery. Gas ini kemudian
dinaikan tekanannya dengan menggunkan kompresor dan kemudian dialirkan
menuju bagian pembuatan pellet.

Tabel 4.2 Perbandingan Proses Produksi Polipropilen Fasa Gas
Nama Proses UNIPOL Borstar Amoco Chisso
Tekanan (bar) 30 50 60 20 30 10
Temperatur
(
o
C)
65 80 100 65 85 55 65
Jenis reactor
yang digunakan
Fluidized bed
reactor
Loop reactor dan
fluidized bed
Stirred bed
reaktor
Stirred bed
reactor
Kapasitas total
(ton/tahun)
80.000-
260.000
200.000 65.000-
350.000
1.500.000
Lisensor
Union
Carbide Corp.
Borealis AS BP Amoco Chisso Chorp.

4.2 Pemilihan Proses
Dari penjelasan beberapa teknologi pembuatan polipropilen diatas, proses
polimerisasi fasa gas yang terpilih adalah Teknologi UNIPOL dengan lisensor
dari Union Carbide Corporation.
Keuntungan dari proses UNIPOL adalah sebagai berikut :
Secara mekanik sederhana dan teknologinya tanggung
Satu reaktor untuk homopolimer dan kopolimer acak, dua reaktor untuk
kopolimer blok
Kondisi operasi yang lunak (P=30 bar, T=65
o
C)
Resin mengalir dengan gravitasi
Menggunakan kembali aliran vent untuk yield yang lebih tinggi
Mempunyai pengendalian proses yang baik


Kualitas produk yang konsisten karena keseragaman kondisi operasi
fluidized bed yang tercampur sempurna
Jenis produk yang fleksibel
Operasi yang stabil yang menjamin target produksi, target mutu, sera on
stream yang baik
Tekanan dan temperatur yang rendah akan meningkatkan keselamatan
operasi

4.3 Deksripsi Proses
V. Kesimpulan