Anda di halaman 1dari 16

BAB I

TINJAUAN PUSTAKA
1.1. Definisi Tumor Medula Spinalis
Tumor Medula Spinalis adalah massa dari pertumbuhan jaringan yang baru di dalam
medula spinalis, bisa bersifat jinak (benigna) atau ganas (maligna). Tumor yang berasal dari
medula spinalis disebut tumor primer, sedangkan tumor yang berasal dari kanker di bagian
tubuh lainnya disebut tumor sekunder. Tumor medula spinalis lebih jarang ditemukan dan
jarang terjadi pada anak-anak.
Hanya sekitar 1! tumor medula spinalis primer yang berasal dari sel-sel saraf di
dalam medula spinalis. "uapertiga merupakan meningioma (berasal dari sel-sel meningen
yang melapisi otak dan medula spinalis) dan s#h$annoma (berasal dari sel Schwann, yang
membungkus persarafan).
1.2. Epidemiologi Tumor Medula Spinalis
Tulang belakang merupakan tempat metastasis tersering ketiga setelah paru dan hepar.
%ata-rata & ' (! pasien dengan kanker sistemik akan mendapat mendapat metastasis ke
medulla spinalis dan diduga hanya 1! yang menunjukkan gejala. )ebih kurang *+ ' *,!
penderita memperlihatkan gejala adanya keteribatan epidural dan atau tulang belakang.
-kstramedular intradular dan intramedular merupakan sumber kanker sistemik yang jarang
terjadi, diperkirakan . ' &! dan ,. ' 1! dari metastasis ke medulla spinalis. /nsiden sel
kanker yang menyerang leptomeningea adalah , ' 10 !. "ari hasil otopsi kasusnya
diperkirakan sebanyak 1. !.
"i 2merika Serikat , medulla spinalis merupakan tempat tersering metastasis. Sekitar
0-( ! pasien yang diketahui menderita tumor, pada otopsi ditemukan metastase ke medulla
spinalis. Metastase ke medulla spinalis lebih sering pada pria daripada $anita, lebih sering
pada usia +-&. tahun.
2ngka rata-rata ketahanan hidup pasien dengan metastasis ke medulla spinalis adalah
1 bulan. 3ejala yang ditimbulkan oleh metastasis ini harus diperhatikan seperti pasien
dengan paralisis dan atau gangguan 424 dan 425. 6uga harus diperhatikan kualitas hidup
dan dukungan dari keluarga. 5ompresi tulang belakang merupakan fase preterminal dengan
angka ketahanan hidup rata-rata 0 bulan.
1.. Klasifi!asi Tumor Medula Spinalis
Tumor medula spinalis yang sering menyebabkan nyeri radikuler adalah tumor yang
terletak intradural ekstra meduller, sedang tumor intrameduler jarang menyebabkan nyeri
radikuler. 7ada tumor ekstra dural sifat nyeri radikulernya biasanya hebat dan mengenai
beberapa radiks.
a. Tumor -kstra Meduller
- Tumor ini tumbuh di radiks danmenyebabkan nyeri radikuler kronik progresif,dapat
mendahului gejala lain.
- 5ejadiannya 8 (! dari tumor intradural, dan jenis yang terbanyak adalah neurinoma
pada laki-laki dan meningioma pada $anita.
1. 9eurinoma
4erasal dari radik dorsalis.
5ejadiannya 8 0! dri tumor ekstra meduler.
1:0 kasus keluhan pertamanya berupa nyeri radikuler, biasanya pada satu sisi dan
dialami dalam beberapa bulan sampai tahun, sedangkan gejala lanjut terdapat tanda
traktus piramidalis 0*! lokasinya disegmen thorakal.
1. Meningioma
8 ,! terletak di regio thorakalis dan 8&! pada $anita usia pertengahan.
7ertumbuhan lambat, sering beberapa tahun.
7ada 8 1.! kasus terdapat nyeri radikuler, tetapi lebih sering dengan gejala traktus
piramidalis diba$ah lesi, dan sifat nyeri radikulus biasanya bilateral dengan jarak
$aktu timbul gejala lain lebih pendek.
1. Tumor /ntrameduler
)ebih sering menyebabkan nyeri funikuler, dan sifat nyerinya difus, rasa terbakar dan
menusuk,kadang-kadang bertambah dengan rangsangan ringan seperti electric shock like
pain.
0. Tumor -kstra "ural
- Sebagian besar merupakan tumor metastase, yang menyebabkan kompresi pada medula
spinalis.
- Sebagian besar tumor metastase terletak di segmen thorakalis.
- 9yeri radikuler dapat merupakan gejala a$al pada 0! tetapi kemudian setelah
beberapa hari, minggu:bulan diikuti dengan gejala mielopati.
- 9yeri biasanya lebih dari 1 radiks, yang mulanya hilang dengan istirahat, tetapi makin
lama makin menetap:persisten, sehingga dapat merupakan gejala utama, $alaupun
terdapat gejala yang berhubungan dengan tumor primer.
- 9yeri pada tumor metastase ini dapat spontan, dan sering bertambah dengan perkusi
ringan pada ;ertebrae, nyeri demikian ebih dikenal dengan nyeri ;ertebrae.
1.". Pa#ofisiologi Tumor Medula Spinalis
7enyebaran tumor primer melalui aliran darah arteri. Teori yang berkembang adalah
penyebaran sel-sle tumor melalui 7leksus 4atson yaitu ;alsa;a manu;er. /n;asi se#ara
langsung melalui foramen inter;ertebral juga dapat terjadi. "i samping pengaruh adanya
massa, massa di epidural dapat menyebabkan distorsi tulang belakang yang berakibat
demielinasi dan destruksi aksonal. 5elainan pembuluh darah seperti bendungan ;ena dan
udem ;asogenik pada tulang belakang bisa menyebabkan infark dan perdarahan.
Sekitar (! lesi yang bersifat simptomatik dapat ditemukan pada regio torak,
sebagian besar pada T+-T(, dan sisanya 1! ditemukan pada regio ser;ikal. Metastase
intramural dan intramedular tidak sesering metastase di #orpus ;ertebra dan ruang epidural.
Sumber utama dari metastasis antara lain <
- 7aru-paru 01 !
- 7ayudara 1+ !
- Saluran pen#ernaan * !
- 7rostat , !
- )ifoma & !
- Melanoma + !
- Tidak diketahui 1 !
- 3injal 1 !
- "an lain-lain termasuk myeloma 10 !
"iperkirakan 1.! tumor terletak di segmen ser;ikal, ..! di segemen thorakal dan
1! di lumbosakral. Tumor medula spinalis umumnya bersifat jinak (onset biasanya gradual)
dan1:0 pasen dioperasi antara 1-1 tahun setelah onset gejala. 3ejala pertama dari tumor
medula spino#erebellar penting diketahui karena dengan tindakan operai sedini mungkin
dapat men#egah ke#a#atan. 7erjalanan penyakit dari tumor spinalis menurut =assierre yaitu
- 7ertama < pada jangka $aktu yang lama diketemukannya sindrom radikuler unilateral.
- 5edua < Sindroma 4ro$n Se>uard.
- 5etiga < 5ompresi dari medula spinalis yang komplit atau paralisis bilateral.
5eluhan pertama dari tumor medula spinalis dapat berupa nyeri radikuler, nyeri
;ertebrae, atau nyeri funikuler. Se#ara statistik adanya nyeri radikuler merupakan indikasi
pertama adanya S?) pada kanalis spinalis dan disebut pseudo neuralgia pre phase. 9yeri
radikuler dipikirkan disebabkan oleh tumor medula spinalis bila
- )okasi nyeri radikuler diluar daerah predileksi untuk terjadi H97 seperti =.-&,(, )0-+, ).
dan S1.
- 9yeri radikuler hebat dan berkepanjangan.
- 9yeri radikuler terdapat pada pasien dengan @on %e#kling hausenAs neurofibromatosis
harus didiagnosa sebagai neurinoma sampai terbukti sebaliknya.
- 9yeri radikuler, disertai dengan gejala traktus piramidalis.
Tumor medula spinalis yang sering menyebabkan nyeri radikuler adalah tumor yang
terletak intradural ekstra meduller, sedangkan tumor intrameduler jarang menyebabkan nyeri
radikuler. 7ada tumor ekstradural, sifat nyeri radikulernya biasanya hebat dan mengenai
beberapa radiks.
1.$. %e&ala Klinis Tumor Medula Spinalis
*! dari pasien menunjukkan gejala nyeri tulang, nyeri pungung, dan diikuti oleh
nyeri radiks. Sekitar .! mengalami disfungsi sensorik dan motorik, dan lebih dari .!
mengalami disfungsi 424 dan 425. Sekitar .-1! pasien kanker yang memiliki gejala
utama berupa kompresi tulang belakang, dan sekitar .! tidak terdiagnosis, 1.! menderita
paraplegik. 9yeri tulang pada malam hari merupakan gejala yang tidak menyenangkan.
3ejala klinis tumor medulla spinalis berdasarkan letak lesinya <
1. Mielopati trans;ersa dimana seluruh jaras asenden dan desenden terkena sehingga terjadi
gangguan motorik, sensorik dan ;egetatif yang luas. 7enyebab yang tersering adalah
trauma, tumor, multiple sklerosis, dan penyakit pembuluh darah. 7enyebab lainnya
hematom epidural, abses, hernia diskus inter;ertebralis, sindroma parainfeksi dan post
;aksinasi.
1. )esi yang mengenai bagian sentral medula spinalis. =ontohnya syringomieli, hydromieli,
tumor intramedular. Medula spinalis dapat terganggu mulai dari sentral kemudian meluas
ke struktur lain dari medula spinalis. 3ambaran khasnya adalah suatu disosiasi
sensibilitas. "engan berjalannya penyakit bagian anterior dapat terkena pada tingkat
lesinya dan mengakibatkan atrofineurogenik sentral, parese, dan arefleksia. 7erluasan ke
lateral dapat menyebabkan sindrome HornerAs ipsilateral (bila mengenai pusat siliospinal
pada lesi di =,-T1), kiposkoliosis (bila mengenai nukleus motorik dari dorsomedian dan
;entromedian yang mempersarafi otot para spinal), paralisa spastik di ba$ah lesi bila
traktus kortikospinalis terkena. 7erluasan ke dorsal akan mengakibatkan putusnya jaras
dorsalis (untuk sensasi posisi dan rasa getar ipsilateral) dan dengan terkenanya juga
daerah ;entrolateral akan menyebabkan gangguan suhu dan nyeri pada medula spinalis
di ba$ah lesi. 5arena se#ara laminasi traktus spinothalamikus sensasi ser;ikal terletak
dorsomedial dan sensasi sakral terletak ;entrolateral, pada lesi intraparenkimal dapat
terjadi sensasi sakral tidak terkena.
0. )esi di kolumna posterolateral. "apat terjadi se#ara selektif pada penyakit subacute
combine degeneration pada defisiensi @itamin 411 mielopati ;akuolar oleh sebab 2/"S,
ser;ikal spondylosis. Terjadi gangguan proprioseptif dan sensasi ;ibrarsi pada tungkai
sebagai ataksia sensorik. 3anguan traktus kortikospinal bilateral akan mengakibatkan
spasitisitas, hiperreflesi, dan refleks ekstensor bilateral. 9amun, reflek dapat negatif atau
menurun bila disertai neuropati perifer
+. )esi di kolumna posterior sering terjadi pada penyakit Tabes dorsalis (neurosyphillis).
Terjadi gangguan sensasi ;ibrasi dan posisi dan penurunan rasa raba, juga
mengakibatkan ambang sensasi mekanik, taktil, postural, halusinasi, arah gerak dan
posisi sehingga akan timbul staksia sensorik dan %omberg yang positif. =ara berjalan
yang ataksik. 7asien mengeluh nyeri Blancinating terutama tungkai. "apat terjadi
inkontinens urine, reflek 57% dan 27% yang negatif. Terdapat )hermitteAs sign yang
disebabkan peningkatan sensitifitas mekanik pada kolumna dorsalis dimana fleksi leher
akan mengakibatkan peningkatan se#ara spontan unit-unit sensoris yang aktif dan ikut
sertanya serabut saraf yang lain.
.. )esi di kornu anterior. 7enyakit yang menyerang se#ara difus kornu anterior misalnya
adalah spinal muskular atrofi (misalnya infantile spinal muscular atrophy in motor
neuron disease). 4ila bagian kornu anterior terkena se#ara difus terjadi kelemahan se#ara
difus, atrofi, fasikulasi terjadi pada otot batang tubuh dan ekstremitas. Tonus otot
menurun dan ketegangan otot dapat menurun atau hilang. 3angguan sensorik tidak
terjadi karena jaras sensorik tidak terkena.
&. 5ombinasi lesi di kornu anterior dan traktus piramidalis. Hal ini se#ara karakteristik
terjadi pada 2myotrophi# lateral s#lerosis. Terjadi gangguan se#ara difus dari lo$er
motor neuron (progressi;e mus#ular atrophy, parese, fasikulasi) yang bersamaan dengan
gejala lesi CM9 (parese, spastisitas, reflek plantar ekstensor). Tidak ada gangguan
sphin#ter urine dan rektal tidak ada.
1.'. Pemeri!saan Penun&ang Tumor Medula Spinalis
1. 7rosedur diagnostik dalam menge;aluasi metastasis ke medulla spinalis
- %ontgen foto polos, =T- s#an seluruh tulang punggung harus dilakukan, dilanjutkan
dengan M%/ dengan atau tanpa kontras. 7ada pasien dengan gejala yang progresif,
rontgen dada, pemeriksaan fisik telah dapat menjamin.
- %ontgen foto polos menunjukkan erosi pedikel atau korpus ;ertebral.
- =T s#an berguna dalam menunjukkan integritas #olumna ;ertebral.=t s#an juga dapat
memperlihatkan jaringan lunak dan limfonodus paraspinal.
- Myelografi emergensi untuk situasi dimana M%/ tidak tersedia, myelografi
menunjukkan #ontoh )=S.
- M%/ merupakan modalitas pilihan. 7emakaian dengan Dat kontras dapat membantu
dalam membedakan antara metastasis dengan degenerasi sumsum tulang.
1. 4one s#anning
- 4one s#an positif pada & ! pasien namun tidak spesifik.
- )esi yang aktif menunjukkan uptake Te#hnetium-**M yang meningkat.
1.(. Pena#ala!sanaan Tumor Medula Spinalis
a. Medikamentosa
Tidak ada terapi yang terbukti dapat meningkatkan angka harapan hidup pasien
dengan metastasis ke medulla spinalis. Tujuan dari terapi adalah untuk kontrol nyeri dan
pemeliharaan fungsi.
1. Terapi nyeri
Steroid dan anti inflamasi non steroid (9S2/"), sering digunakan untuk terapi
nyeri tulang. 7emakaian ortotik spinal dan fisioterapi berguna dalam terapi adju;ant.
Terapi steroid a$al yang digunakan adalah deksametason dosis tinggi. 4iasanya
digunakan +-1 mg tiap & jam. Sekitar &+ ! pasien dilaporkan terjadi pengurangan
nyeri antara 1+-+, jam setelah terapi dengan steroid dan .( ! mengalami peningkatan
fungsi motorik. 7ada beberapa pasien pemakaian steroid harus tetap dilakukan sampai
radioterapi selesai.
1. Terapi nyeri neuropati
Eakta terbaru menunjukkan bah$a obat anti epilepsi efektif dalam mengatasi
nyeri neuropati. 3aba pentin sering digunakan untuk mengobati nyeri neuropati. ?bat
lain yang dapat digunakan antara lain< lamotrigine, #arbamaDepine, le;etiraetam,
tiagabine dan topiramate serta anti depresan trisiklik.
7reparat topi#al seperti lidokain temple kurang efektif dibandingkan obat di
atas. 2nalgesi# opioid sangat berguna. 9eurosurgi#al seperti riDotomi diindikasikan
untuk pasien dengan nyeri sakral yang hebat dan gangguan 424 dan 425.
%adioterapi juga efektif untuk mengatasi nyeri.
0. Hiperkalsemi sering ditemukan pada pasien dengan metastasis litik. 7ada pasien
dengan dengan hiperkalsemi biasanya mun#ul dengan poliuri dan gagal ginjal. Terapi
a$al yang harus dilakukan adalah rehidrasi dan pemakaian steroid.
b. Terapi bedah
1. %adioterapi lebih efektif dalam mengontrol nyeri dibandingkan dengan pembedahan.
%egimen yang umum dipakai adalah 0 grey dalam 1 fraksi.
1. 7endekatan bedah
- Spondektomi radikal dan rekonstruksi.
- )aminektomi.
- Transpendi#ular approa#h.
- 7osterior approa#h.
- =osto trans;erse#tomi dan lateral eFtra #a;itary approa#h.
- Minimally in;asi;e endos#opi# prosedur.
- 5y;hoplasty.
1.). Kompli!asi Tumor Medula Spinalis
Metastasis dapat juga mun#ul ke struktur yang ada di sekitar medulla spinalis.
Metastasis ke neuraksis sangat jarang ditemukan dibandingkan dengan parenkim otak dan
kolumna ;ertebre. Selaput meningen dan saraf kranial juga sering dikenai. 7enyebaran ke
hipofisis pernah dilaporkan, namun hanya sekitar ,. !. 5anker paru-paru, kanker payudara
dan limfoma non hodgkin dapat bermetastasis ke pleksus brakialis.
Meningitis karsinomatous ditemukan , ! pada otopsi pasien dengan karsinoma.
5anker yang sering menyebabkan meningitis karsinomatous antara lain< payudara, paru-paru,
saluran pen#ernaan, melanoma, limfoma non Hodgkin dan leukemia.
1.*. Prognosis Tumor Medula Spinalis
Hasil akhir dari metastasis ke tulang belakang dan struktur yang berhubungan adalah
buruk. Tujuan utama dari terapi pada penyakit ini adalah mempertahankan kemandirian
pasien dan mengoptimalisasikan tingkat kenyamanan.
BAB II
I+UST,ASI KASUS
Seorang pasien perempuan berumur .1 tahun masuk bangsal 9eurologi %SC" Solok
pada tanggal 1( "esember 110 dengan
ANAMNESIS
Kelu-an U#ama .
)emah kedua tungkai sejak 1 minggu sebelum masuk %S.
,i/a0a# Pen0a!i# Se!arang .
)emah kedua tungkai sejak 1 minggu sebelum masuk %S. 5elemahan
berangsur-angsur dirasakan. Mula-mula kelemahan dirasakan pada kedua tungkai disertai
rasa baal sejak 1 bulan yang lalu tetapi pasien masih dapat berjalan, makin lama
kelemahan bertambah berat tetapi pasien masih bisa berjalan berpegangan pada dinding,
dan sejak 1 minggu yang lalu kelemahan bertambah berat sehingga pasien tidak bisa
berjalan lagi.
%asa makin berkurang sejak 1 minggu yang lalu dari ulu hati ke ba$ah
7asien tidak dapat menahan 425 sejak 1 minggu yang lalu. 5eringat
dirasakan berkurang dari ulu hati ke ba$ah
%i$ayat sakit kepala hebat tidak ada
"emam tidak ada
%i$ayat mendapat penyinaran tidak ada
,i/a0a# Pen0a!i# Da-ulu .
Tidak pernah menderita sakit seperti ini sebelumnya
7asien operasi pegangkatan payudara kiri tahun 111, dikatakan ganas oleh
dokter, dianjurkan kemoterapi tetapi pasien menolak.
,i/a0a# Pen0a!i# Keluarga .
Tidak ada anggota keluarga yang sakit seperti ini.
,i/a0a# Pe!er&aan1 Sosial E!onomi dan Ke2iasaan .
7asien seorang ibu rumah tangga.
PEME,IKSAAN 3ISIK
S#a#us %eneralis .
5eadaan umum < sedang
5esadaran < komposmentis kooperatif
Tekanan darah < 11:, mmHg
9adi < , F : menit
9afas < 11F:menit
Suhu < 0&,,
o
=
S#a#us In#ernus .
534 < )eher, aksila dan inguinal tidak membesar
)eher < 6@7 .-1 =mH1
7aru < /nspeksi < simetris kiri dan kanan
7alpasi < fremitus normal kiri sama dengan kanan
7erkusi < sonor
2uskultasi < ;esikuler, ron#hi (-), $heeDing (-)
6antung < /nspeksi < iktus tidak terlihat
7alpasi < iktus teraba 1 jari medial )M=S %/= @
7erkusi < batas-batas jantung dalam batas normal
2uskultasi < irama teratur, bising (-)
2bdomen < /nspeksi < Tidak tampak membun#it
7alpasi < Hepar dan lien tidak teraba, ballotement (-)
7erkusi < Timpani
2uskultasi < 4ising usus (G) 9ormal
=orpus @ertebrae <
/nspeksi < "eformitas (-), 3ibbus (-), Tanda radang (-)
7alpasi < 9yeri tekan (-)
S#a#us Neurologis .
1. 3=S 1. < -+ M& @.
1. Tanda rangsangan meningeal <
- 5aku kuduk (-)
- 4rudDinsky / (-)
- 4rudDinsky // (-)
- 5ernig (-)
0. Tanda peningkatan tekanan intrakranial <
- muntah proyektil (-)
- sakit kepala progresif (-)
+. 9n 5ranialis <
- 9 / < pen#iuman baik
- 9 // < reflek #ahaya G:G
- 9 ///, /@, @/ < pupil bulat, 0 mm, gerakan bola mata bebas ke segala arah
- 9 @ < bisa membuka mulut, menggerakkan rahang ke kiri dan ke kanan
- 9 @// < bisa menutup mata, mengangkat alis < simetris
- 9 @/// < fungsi pendengaran baik, nistagmus tidak ada
- 9 /H, H < ar#us faring simetris, u;ula di tengah, refleks muntah (G),
perasaan 1:0 lidah baik
- 9 H/ < bisa mengangkat bahu dan bisa melihat kiri dan kanan
- 9 H// < lidah tidak ada de;iasi
.. Motorik < . . . . . .

Tonus < hipertonus
Trofi < eutrofi
Tungkai kanan dan kiri < )ase>ue (-), =ross )ase>ue (-), 9affDiger (-), 7atri#k (-),
5ontra 7atri#k (-)
&. Sensorik
- -ksteroseptif < rasa raba, tekan dan nyeri berkurang setinggi Th @/ ke ba$ah
- 7roprioseptif < rasa getar dan posisi sendi baik
(. Eungsi otonom < 425 dengan kateter dan 424 (-), Sekresi keringat berkurang setinggi
Th @/ ke ba$ah
,. %eflek fisiologis < %eflek bi#eps GG:GG, %eflek tri#eps GG:GG, %eflek 57% GGG:GGG,
%eflek 27% GGG:GGG
*. %eflek patologis < %eflek Hoffman-Trommer -:-, %eflek 4abinsky 3roup
G:G
+a2ora#orium
Hb < 1,1 gr!
)eukosit < 1++:mm
0
Trombosit < .&*.:mm
0
Ht < 00!
9a:5:=l < 1++ mg:dl : +,+ mg:dl : 11 mg:dl
Diagnosis Ker&a .
"iagnosis 5linis < 7araplegi inferior tipe CM9
"iagnosis Topik < Medula spinalis kolumna ;ertebralis thorakal @/
"iagnosis -tiologi < Suspek S?) medula spinalis (metastasis)
"iagnosis Sekunder < (-)
,en4ana Pemeri!saan Tam2a-an .
darah rutin
kimin klinik
elektrolit
%ontgen foto ;ertebrae torakal sentral Th @,@/,@//
Terapi .
Cmum < 4ed rest
M4 1* kkal
Crine 5ateter
5husus < "eFametasone keur /@
%anitidin 1 F . mg /@
5altrofen 1 F 1 mg
35++56 UP
2) Desem2er 271
S: lemah kedua tungkai, rasa baal kedua tungkai (G), 424 (-)
?: 5C < sedang
5esadaran < #omposmentis #ooperatif
Tekanan darah < 11:, mmHg
9adi < ,&F:menit
9afas < 11F:menit
Suhu < 0&,,
o
=
T%M (-) IT/5 (-)
9n. 5ranialis < dalam batas normal
Motorik <

Sensorik < eksteroseptif dan proprioseptif berkurang setinggi Th @/
?tonom < 424 (-) 425 dengan kateter
Sekresi keringat berkurang setinggi Th @/ ke ba$ah
2: 7araplegi inferior tipe CM9
T: 4ed rest
... ...

M4 1* kkal
"eFametasone keur /@
%anitidin 1 F . mg /@
5altrofen 1 F 1 mg
"ul#olaF 1F1 po
BAB III
DISKUSI
Telah dilakukan pemeriksaan pada pasien perempuan berumur .1 tahun. 7asien
masuk ke bangsal neuro %SC" Solok dengan diagnosis klinis paraplegi inferior tipe CM9.
"iagnosis ini ditegakkan dari anamnesa yaitu adanya kelumpuhan kedua tungkai, dari
pemeriksaan fisik ditemukan motorik tungkai kiri dan kanan bernilai , hipertonus dan
eutrofi, refleks fisiologis meningkat, refleks patologis positif. "iagnosis topik Medula
spinalis kolumna ;ertebralis thorakal @/. "iagnosis ini ditegakkan dari sekresi keringat dan
eksteroseptif berkurang setinggi Th @/ ke ba$ah. "iagnosis etiologi diduga adalah S?) pada
Medulla Spinalis akibat metastasis. "iagnosis ini ditegakkan dari anamnesis pada ri$ayat
penyakit dahulu pasien pernah operasi tumor payudara yang dikatakan ganas oleh dokter,
7ada pasien ini dianjurkan dilakukan pemeriksaan %ontgen @ertebrae uuntuk
memastikan adanya tanda metastasis ke @ertebrae. Cntuk memastikan metastasis ke medulla
spinalis sebaiknya dilakukan pemeriksaan M%/.
Terapi yang diberikan pada pasien ini adalah deksametason keur, ranitidin 1 F . mg,
kaltrofen 1F1 mg, dul#olaF 1F1 tab.

Anda mungkin juga menyukai