Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Proses perubahan dalam komunitas yang berlangsung menuju ke satu arah
secara teratur disebut suksesi. Proses suksesi berakhir dengan sebuah komunitas
atau ekosistem yang disebut klimaks. Dikatakan bahwa dalam tingkat klimaks ini
komunitas telah mencapai homeostatis. Ini dapat diartikan bahwa komunitas
sudah dapat mempertahankan kestabilan internalnya sebagai akibat dari tanggap
(response) yang terkoordinasi dari komponen-komponennya terhadap setiap
kondisi atau rangsangan yang cenderung mengganggu kondisi atau fungsi normal
komunitas. Jadi bila suatu komunitas telah mencapai klimaks perubahan yang
searah tidak terjadi lagi meskipun perubahan-perubahan internal yang diperlukan
untuk mempertahankan kehadiran komunitas berlangsung secara sinambung.
!onsep yang menyatakan bahwa suksesi berlangsung secara teratur pasti
terarah dapat diramalkan dan berakhir dengan komunitas klimaks merupakan
konsep lama yang umumnya masih diikuti dan diterima. "enurut konsep
mutakhir suksesi ini tidak lebih dari pergantian jenis yang oportunis (jenis-jenis
pionir) oleh jenis-jenis yang lebih mantap dan dapat menyesuaikan secara lebih
baik dengan lingkungannya.
#khir dari suksesi ini akan mencapai titik maksimal dalam proses
perubahan-perubahan tersebut. Proses-proses pergantian ini akan menuju suatu
tahap yang disebut klimaks yaitu keadaan yang stabil dimana tidak terjadi
perubahan-perubahan yang signifikan sampai adanya gangguan pada komunitas
tumbuhan tersebut. $amun titik maksimal ini dapat saja berubah menurun bila di
kemudian hari terjadi gangguan-gangguan dalam komunitas ekosistem itu.
1.2 Rumusan Masalah
%. #pakah makna suksesi dalam ekologi&
'. #pa yang dimaksud !onsep klimaks dan apa sajakah teori klimaks&
(. #pa sajakah permasalahan dari konsep klimaks&
1.3 Tujuan
%. "ahasiswa memahami makna dari suksesi
'. "ahasiswa memahami konsep klimaks dan teori klimaks
(. "engetahui bebeberapa permasalahan dari konsep klimaks
BAB II
II
2.1 Pengert!an "asar sukses!
"enurut )dum (%*+%) suksesi adalah urutan proses pergantian komunitas
tanaman di dalam satu kesatuan habitat. #danya pergantian komunitas cenderung
mengubah lingkungan fisik sehingga habitat cocok untuk komunitas lain sampai
keseimbangan biotik dan abiotik tercapai. "enurut ,utomo ('--*) suksesi adalah
suatu proses perubahan komponen-komponen spesies suatu komunitas selama
selang waktu tertentu. "enyusul adanya sebuah gangguan suatu ekosistem
biasanya akan berkembang mulai dari tingkat organisasi sederhana hingga
komunitas yang lebih kompleks selama beberapa generasi.
.egetasi merupakan sistem yang dinamik sebentar menunjukkan
pergantian yang kompleks kemudian nampak tenang dan bila dilihat hubungan
dengan habitatnya akan nampak jelas pergantiannya setelah mencapai
keseimbangan. ,uksesi tumbuhan adalah penggantian suatu komunitas tumbuhan
oleh yang lain. /al ini dapat terjadi pada tahap integrasi lambat ketika tempat
tumbuh mula-mula sangat keras sehingga hanya sedikit tumbuhan yang dapat
tumbuh diatasnya atau suksesi tersebut dapat terjadi sangat cepat ketika suatu
komunitas dirusak oleh suatu faktor seperti api banjir atau serangga dan diganti
dengan yang lain (Daniel et al. %**').
0lements (%*%1) mendefinisikan suksesi sebagai proses alami dengan
terjadinya koloni yang bergantian biasanya dari koloni sederhana ke koloni yang
lebih kompleks. 2erdasarkan pengertian suksesi menurut para ahli suksesi dapat
diartikan sebagai suatu proses perubahan atau pergantian suatu 3egetasi oleh
3egetasi lainnya dari struktur yang sederhana menjadi lebih kompleks dalam suatu
daerah dan dalam jangka waktu tertentu.
,uksesi dibedakan menjadi dua tipe yaitu suksesi primer dan suksesi
sekunder. Perbedaan dari kedua jenis suksesi tersebut terletak pada kondisi habitat
awal proses suksesi itu terjadi. ,uksesi primer terjadi apabila komunitas asal
terganggu. 4angguan ini mengakibatkan hilangnya komunitas asal secara total
sehingga terbentuk habitat baru.
4ambar %5 suksesi perimer pada Pulau #nak !rakatau.
,uksesi sekunder terjadi apabila suatu komunitas atau ekosistem alami
terganggu baik secara alami atau buatan dan gangguan tersebut tidak merusak
habitat organisme secara total sehingga dalam komunitas tersebut masih ada
substrat lama dan masih ada kehidupan.
4ambar '5 suksesi sekunder pada penebangan hutan.
,uksesi dapat terjadi secara alami atau karena ulah manusia. ,uksesi
dikategorikan dalam tiga keadaan yaitu5
%. ,uksesi dengan urutan normal yang berasal dari adanya pengaruh
3egetasi yang terus menerus dan berlangsung cepat. "isalnya 3egetasi
rumput yang selalu terinjak-injak ternak dijadikan makanan ternak
dan tempat beristirahat ternak secara terus menerus akan mengalami
fase perubahan selama ternak masih ada di tempat itu.
'. ,uksesi dengan urutan berirama yang berasal dari gangguan secara
berulang-ulang dapat secara siklis dan memiliki inter3al waktu antara
satu gangguan dengan gangguan berikutnya. "isalnya terjadi
perubahan 3egetasi karena adanya proses rotasi dalam pemanfaatan
lahan pertanian.
(. ,uskesi dengan urutan katastrofik yang terjadi secara hebat dan tiba-
tiba tidak berirama. "isalnya terjadinya letusan gunung berapi gempa
bumi kebakaran dan sebagainya yang dapat menimbulkan dampak
katastrofik pada komunitas tumbuhan yang cepat atau lambat akan
diikuti oleh proses suksesi tumbuhan.
0lements (%*%1) membedakan enam sub-komponen dalam proses suksesi
yaitu5
%. $udasi terbukanya lahan bersih dari 3egetasi.
'. "igrasi tersebarnya biji.
(. 6ksesis proses perkecambahan pertumbuhan dan reproduksi.
7. !ompetisi adanya pergantian spesies.
8. 9eaksi perubahan habitat karena akti3itas spesies.
1. !limaks komunitas stabil.
,uksesi merupakan proses yang menyeluruh dan kompleks dengan adanya
permulaan perkembangan dan akhirnya mencapai kestabilan pada fase klimaks.
!limaks merupakan fase kematangan yang final stabil memelihara diri dari
berproduksi sendiri dari suatu perkembangan 3egetasi dalam suatu iklim. #da
beberapa macam tipe suksesi yaitu5
%. /idrosere
:ipe suksesi yang berkembang di daerah (habitat) perairan biasanya
disebut hidrarch. .egetasi yang sering berganti dalam hidrarch disebut
hidrosere.
'. /alosere
/alosere merupakan suksesi yang dimulai pada tanah bergaram atau
air asin.
(. ;erosere
,uksesi 3egetasi yang berkembang di daerah kering disebut <erarch.
;erosere ada dua macam yaitu psammosere (suksesi 3egetasi yang
dimulai pada daerah berpasir) dan lithosere (suksesi 3egetasi yang
dimulai pada batuan).
2.2 #$nse% kl!maks
!limaks merupakan puncak pertumbuhan suatu komunitas yang telah
dicapai (/oward %**'). !omunitas klimaks adalah komunitas terakhir dan stabil
(tidak berubah) yang mencapai keseimbangan dengan lingkungannya. 6wusie
(%**=) menyatakan bahwa jenis komunitas yang hampir mantap yang akhirnya
terbentuk pada sebuah proses suksesi disebut dengan komunitas puncak.
!omunitas klimaks ditandai dengan tercapainya keseimbangan yaitu suatu
komunitas yang mampu mempertahankan kestabilan komponennya dan dapat
bertahan dari berbagai perubahan dalam sistem secara keseluruhan. Dalam tingkat
klimaks ini komunitas telah mencapai homeostatis. Ini dapat diartikan bahwa
komunitas sudah dapat mempertahankan kestabilan internalnya sebagai akibat
dari tanggap (response) yang terkoordinasi dari komponen-komponennya
terhadap setiap kondisi atau rangsangan yang cenderung mengganggu kondisi atau
fungsi normal komunitas.
,uatu komunitas klimaks mempunyai beberapa sifat-sifat tertentu yaitu 5
%. >ase klimaks merupakan sistem yang stabil dalam keseimbangannya antara
lingkungan biologi dengan lingkungan non biologinya.
'. !omposisi jenis pada fasa klimaks relatif tetap atau tidak berubah
(. Pada fasa klimaks tidak ada akumulasi tahunan berlebihan dari materi
organik hal ini disebabkan karena produksi tahunan komunitas seimbang
dengan konsumsi tahunan.
7. >asa klimaks dapat mengelola diri sendiri atau mandiri.
8. "engandung lebih banyak makhluk hidup dan macam bentuk interaksi
dibandingkan komunitas suksesional.
2erdasarkan tempat terbentuknya terdapat tiga jenis komunitas klimaks
sebagai berikut 5
%. /idroser yaitu suksesi yang terbentuk di ekosistem air tawar.
'. /aloser yaitu suksesi yang terbentuk di ekosistem air payau
(. ;eroser yaitu suksesi yang terbentuk di daerah gurun.
2.2.1 Te$r! #l!maks An&angan
Pembentukkan komunitas klimaks sangat dipengaruhi oleh musim dan biasanya
komposisinya bercirikan spesies yang dominan. #dapun teori-teori yang
menyatakan tentang kondisi klimaks berdasarkan pengaruh musim yaitu5
%. :eori "onoklimaks
:eori ini dinyatakan oleh 0lements pada tahun %*%1 0lements menyatakan
bahwa pada daerah musim tertentu hanya terdapat satu komunitas klimaks. 2raun-
2lan?uet dan 0lements mengatakan bahwa klimaks merupakan perkembangan
suatu 3egetasi dan pembentukan tanah yang telah mencapai titik akhir setelah
dipengaruhi dan ditentukan oleh faktor iklim. !onsep ini disebut konsep
@monoklimaks@ sebab disini hanya satu faktor alam saja yang ditonjolkan dan
dianggap memegang peranan penting yaitu faktor iklim.
0lements dalam 6wusie (%**=)menyatakan bahwa dalam konsep monoklimaks
terdapat beberapa istilah yang berhubungan dengan tingkat-tingkat 3egetasi dalam
mencapai klimaks yaitu5
a. ,ubklimaks yaitu tingkat yang hampir berakhir dari suatu suksesi tetapi
tetap bertahan dalam keadaan tersebut dalam masa yang panjang dan pada
akhirnya tercapai juga tingkat klimaksnya. ,ubklimaks terjadi pada komunitas
sere yang berada pada satu tingkat di bawah puncaknya dan bertahan dalam
jangka waktu yang lama. Jika faktor utama yang menyebabkan tertahannya
komunitas sere adalah jenis tanahnya maka puncak tertahan itu dinamakan
puncak pengaruh tanah atau puncak edafik. ,edangkan jika keadaan tertahan itu
disebabkan oleh ulah manusia atau hewan maka puncak itu dinamakan puncak
biotik. 0ontoh puncak biotik yaitu adanya padang rumput sabana tropika.
b. Disklimaks yaitu perubahan setelah tercapainya klimaks. /al ini disebabkan
adanya gangguan terhadap lingkungan alam. ,alah satu contoh dari disklimaks
adalah 3egetasi terbakar menyebabkan tumbuh dan berkembangnya 3egetasi yang
sesuai dengan tanah bekas terbakar tersebut. )dum (%**') mengistilahkan
klimaks tersebut dengan pyri< klimaks. :umbuh-tumbuhan yang dominan pada
pyri< klimaks antara lain5 Melastoma polyanthum, Melaleuca leucadendron dan
Macaranga sp.
c. Postklimaks dan Preklimaks yaitu perubahan iklim menurut garis lintang
bumi yang menimbulkan perubahan 3egetasi meskipun kurang jelas. 2ila terjadi
suatu fluktuasi keadaan iklim maka akan timbul pula perubahan pada
3egetasinya. "isalnya bila keadaan menjadi lebih hangat dan kering akan
menimbulkan 3egetasi yang preklimaks. ,edangkan bila iklim berubah menjadi
dingin dan lebih basah dari kondisi biasa menimbulkan postklimaks.
'. :eori Poliklimaks.
:eori ini dinyatakan oleh :ansley seorang pakar botani dari Inggris pada tahun
%*(* :ensley mengemukakan bahwa komunitas klimaks dipengaruhi oleh
berbagai faktor abiotik yang salah satunya mungkin dominan. :eori poliklimaks
menyebutkan bahwa banyak komunitas klimaks yang berbeda dapat dikenali
dalam suatu area tertentu dan klimaks yang demikian itu dikendalikan oleh lengas
dalam tanah Aat hara di dalam tanah akti3itas makhluk hewan dan faktor lainnya
Perbedaan mendasar dari teori monoklimaks dan poliklimaks adalah terletak
dalam faktor waktu di dalam pengukuran nisbi. Penganut monoklimaks
mengatakan bahwa jika diberi waktu secukupnya suatu komunitas tunggal akan
berkembang bahkan dapat menguasai klimaks edafik. 2utir penting di sini adalah
bahwa iklim berfluktuasi dan tidak pernah konstan. Jadi kondisi ekuilibrium tidak
pernah tercapai sebab 3egetasi tidak di dalam iklim yang konstan tetapi di dalam
iklim yang berubah. Iklim berubah pada skala waktu ekologik dan pada skala
waktu geologik. ,uksesi terjadi secara kontinu dalam 3egetasi yang berubah dan
dalam iklim yang berubah.
(. :eori Potensi 2iotik atau Pola !limaks /ipotesis
:eori ini dinyatakan oleh 9./. Bhittaker pada tahun %*8--an. Dalam tiga dekade
terakhir para pakar menyadari bahwa komunitas klimaks tidak di tentukan oleh
hanya satu atau beberapa faktor pengontrol. Bhittaker menyatakan bahwa
sebetulnya tidak ada klimaks yang mutlak untuk tiap habitat susunan klimaks
mempunyai arti yang relatif untuk suatu keadaan lingkungan dan untuk semua
faktor-faktor ekosistem yang ada. ,ehingga baik monoklimaks dan poliklimaks
tidak memenuhi kriteria sesuai dengan kenyataan karena klimaks merupakan
suatu keadaan seimbang dari produkti3itas struktur dan populasi dengan
keseimbangan dinamis dari populasi-populasi yang menentukan. !eanekaragaman
3egetasi klimaks tergantung dari keanekaragaman lingkungan dan macam
populasi yang ada. !eseimbangan di antara pergantian populasi dengan perubahan
dalam lingkungan dan 3egetasi klimaks merupakan suatu pola dari populasi yang
berhubungan dengan pola penurunan lingkungan. ,etiap komunitas merupakan
fungsi dari semua faktor lingkungan yang berinteraksi terhadapnya seperti iklim
tanah topografi dsb. Dengan demikian sekian banyak bentuk klimaks akan
terjadi akibat kombinasi dari kondisi-kondisi tadi.
2anyak ahli berpendapat bahwa iklim klimaks pada suatu wilayah belum tentu
dapat dicapai walau komunitas yang sudah @mantapC sekalipun karena masih
menunjukkan adanya perubahan penyesuaian dan pembusukan. /al ini didasari
oleh kenyataan bahwa perubahan suatu komunitas dipengaruhi oleh kejadian-
kejadian yang terdapat dalam komunitas tersebut. Dmumnya suksesi berakhir
pada klimaks edaphik dengan hanya terkait pada masing-masing pengaruh faktor
pembatas fisik pada wilayah setempat.
2.3 Be'era%a masalah k$nse% kl!maks
#dakalanya 3egetasi terhalang untuk mencapai klimaks oleh karena beberapa
faktor selain iklim. "isalnya adanya penebangan penggembalaan ternak keterge-
nangan dan lain-lain. Dengan demikian 3egetasi dalam tahap perkembangan yang
tidak sempurna (tahap sebelum klimaks) baik oleh faktor alam atau
buatankeadaan ini disebut ,ub !limaks. !omunitas tanaman sub klimaks akan
cenderung untuk mencapai klimaks sebenarnya jika faktor
penghalangEpenghambat dihilangkan.
4angguan terhadap modifikasi klimaks yang sebenarnya dapat
menyebabkan terbentuknya sub klimaks yang berubah (termodifikasi) dan
keadaan ini disebut disklimaks. ,ebagai contoh 3egetasi terbakar menyebabkan
tumbuh dan berkembangnya 3egetasi yang sesuai dengan tanah bekas terbakar
tersebut. )dum (%**%) mengistilahkan klimaks tersebut dengan pyri< klimaks.
:umbuhan yang domi-nan pada pyri< klimaks misalnya antara lain5 Melastoma
polyanthum Macaranga sp, dan Melaleuca leucadendron.Jika pergantian iklim
secara temporer menghentikan perkem-bangan 3egetasi sebelum mencapai
klimaks yang diharapkan maka disebut preklimaks
Pada keadaan iklim dimana 3egetasi dilindungi dari manusia penyakit serangga
dan api maka kecambah yang tumbuh akan hampir sama jenisnya dengan
3egetasi dominan..egetasi berada dalam keadaan seimbang dengan iklim tanah
dan hewan herbi3ora. ,emua unsur-unsur lingkungan tidak berubah bentuk
3egetasi dengan pola jenis-jenis utamanya akan tetap demikian. .egetasi yang
berada dalam keseimbangan dinamis dengan lingkungannya kemungkinan
masuknya jenis lain hampir tidak ada karena bekerja faktor-faktor pembatas
sedangkan pertumbuhan 3egetasi dikendalikan oleh pengaruh dari faktor-faktor
pembatasnya untuk 3egetasi tertentu.
3.1 Taha%an sukses!
0lement dalam ,yafei (%**-) ia menyatakan bahwa 3egetasi dapat
disejalankan dengan @organisme superC mampu memperbaiki atau mengelola
dirinya sendiri bila terjadi gangguan atau kerusakan. Ia juga mengenalkan adanya
1 unsur yang akan terjadi sehubungan dengan proses suksesi yaitu 5
%. Penggundulan yang mengakibatkan terjadinya substrat baru. 2iasanya
berupa tumbuhan pelopor atau pionir yaitu tumbuhan yang
berkemampuan tinggi untuk hidup pada keadaan lingkungan yang
serba terbatas.
'. "igrasi merupakan proses hadirnya biji-biji tumbuhan spora dan lain-
lainnya.
(. 6ksesis merupakan proses perkecambahan pertumbuhan reproduksi
dan penyebaran
7. !ompetisi adalah persaingan sehingga adanya pengusiran satu spesies
oleh spesies lainnya.
8. 9eaksi merupakan perubahan pada ciri dan sifat habitat oleh jenis
tumbuhan.
1. ,tabilisasi merupakan proses populasi jenis tumbuhan mencapai titik
akhir kondisi yang seimbang (e?uilibrium) di dalam keseimbangan
dengan kondisi habitat lokal maupun regional.
Perubahan komunitas tumbuhan atau 3egetasi yang dikemukakan diatas
menggambarkan bertambah kayanya suatu tempat dan perubahan tersebut disebut
suksesi progresif. ,ebaliknya jika terjadi proses penurunan jumlah jenis tumbuhan
disebut dengan suksesi retrogresif atau suksesi regresif.
#pabila perkembangan dimulai didaerah yang belum pernah diduduki oleh
suatu komunitas (seperti misalnya batu yang baru muncul atau permukaan pasir
atau aliran lar3a) maka prosesnya disebut dengan suksesi primer. #pabila
perkembangan komunitas berlangsung dalam daerah yang pernah diduduki
komunitas lain (misalnya ladang pertanian yang ditinggalkan atau hutan yag telah
ditebang) prosesnya disebut suksesi sekunder. ,uksesi sekunder biasanya lebih
cepat terjadi sebab beberapa makhluk atau benih-benih telah ada dan daerah
sebelumnya yang telah diduduki itu lebih mau menerima perkembangan
komunitas daripada yang steril.
4ambar 5 ,uksesi Primer
4ambar 5 ,uksesi ,ekunder
Pada prinsipnya semua bentuk ekosistem akan mengalami perubahan baik
struktur maupun fungsinya dalam perjalanan waktu. 2eberapa perubahan
mungkin hanya merupakan fluktuasi local kecil sifatnyasehingga tidak
memberikan arti yang penting. Perubahan lainnya mungkin sangat besar atau kuat
sehingga mempengaruhi system secara keseluruhan.
!ajian perubahan ekosistem dan stabilitasnya memerlukan perhatian yang
tidak sederhanaini meliputi aspek-aspek yang sangat luas seperti siklus materi E
nutrisi produkti3itaskonsep energykaitannya dengan masalah pertanian dan juga
dengan masalah konser3asi.
Perubahan ekosistem ini pada dasarnya dapat di sebabkan berbagai penyebab
utama yaitu5
a. #kibat perubahan iklim
Perubahan atau fluktuasi iklim dalam skala dunia yang meliputi ribuan
tahun telah memberikan reaksi penyesuaian dari ekosistem di dunia ini.
2entuk perubahan ini meliputi perubahan dalam perioda waktu yang lama
dari penyebaran tumbuhan dan juga hewan.yang akhirnya sampai pada
bentuk-bentuk ekosistem sekarang.
b. Suksesi allogenik ( karena pengaruh dari luar)
>aktor luar seperti apipenginjakanatau polusi dapat menginduksi
perubahan ekosistem baik untuk sementara maupun waktu yang relati3e
lama.
c. Suksesi autogenik (karena pengaruh dari dalam). Ini merupakan suksesi
ekologiyang dapat di artikan sebagai perubahan dalam ekosistem yang
berkembang kearah pemasakan atau pematangan atau @ Steady state @.
BAB III
PENUTUP
2.2 #EIMPULAN
%. ,uksesi adalah suatu proses perubahan atau pergantian suatu
3egetasi oleh 3egetasi lainnya dari struktur yang sederhana menjadi
lebih kompleks dalam suatu daerah dan dalam jangka waktu
tertentu.
2erdasarkan kondisi habitat pada awal proses itu terjadi suksesi
dibedakan menjadi dua yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder.
'. !omunitas yang sudah mencapai kemantapan dan permanen
disebut klimaks. Proses suksesi yang berakhir dengan suatu
komunitas atau ekosistem klimaks dapat diartikan bahwa
komunitas sudah dapat mempertahankan kestabilan internalnya
sebagai akibat dari respon (tanggapan) yang terkoordinasi dari
komponennya terhadap setiap rangsangan yang cenderung
mengganggu kondisi atau fungsi normal komunitas.
(. 1 unsur yang akan terjadi sehubungan dengan proses suksesi5
%. Penggundulan yang mengakibatkan terjadinya substrat baru
'. "igrasi merupakan proses hadirnya biji-biji tumbuhan spora dan
lain-lainnya.
(. 6ksesis merupakan proses perkecambahan pertumbuhan
reproduksi dan penyebaran
7. !ompetisi adalah persaingan sehingga adanya pengusiran satu
spesies oleh spesies lainnya.
8. 9eaksi merupakan perubahan pada ciri dan sifat habitat oleh jenis
tumbuhan.
1. ,tabilisasi merupakan proses populasi jenis tumbuhan mencapai
titik akhir kondisi yang seimbang (e?uilibrium) di dalam
keseimbangan dengan kondisi habitat lokal maupun regional.
2.3 DA(TAR RU)U#AN
0lements >.6. %*%1. Plant Succession. An Analysis of The Development of
Vegetation. Bashington5 0arnegie. Inst.
Daniel :h.B. J.#. /elms >.,. 2aker. %**'. Prinsip-prinsip Silvikultur
!disi "ahasa #ndonesia, diter$emahkan oleh Dr. #r. D$oko
Marsono%. Fogyakarta5 4adjah "ada Dni3ersity Press.
6wusie J. Fanney. %**=. Pengantar !kologi Tropika. 2andung5 Institut
:eknologi 2andung.
/oward )dum :. %**'. Pengantar Sistem !kologi. Fogyakarta5 4adjah
"ada Dni3ersity.
)dum 6ugene P. %**(. Dasar &dasar !kologi . Fogyakarta 5 D4" Press
)dum P. %**%. !kologi Dasar. Fogyakarta5 4ajah "ada Press
,utomo. '--*. 'ondisi Vegetasi dan Panduan #nisiasi (estorasi !kosistem
)utan di "ekas Area 'e*akaran "ukit Pohen +agar Alam "atukahu
"ali. Jurnal 2iologi ;III (') 5 78-8-.
,yafei6.,. %**-. Pengantar !kologi Tum*uhan. 2andung 5 >"IP# I:2
,D!,6,I
"#!#G#/
Disusun Dntuk "emenuhi :ugas "atakuliah
Fang Dibina )leh 2apak >atchur 9orman
)leh5
#melia :ridiptasari %'-(7'7''7**
#rif Gailatul >aricha %'-(7'7''7+7
.irginia Hapta Dewi %'-(7'7''7*7
)ffering 4
D$I.69,I:#, $6469I "#G#$4
>#!DG:#, "#:6"#:I!# D#$ IG"D P6$46:#/D#$ #G#"
JD9D,#$ 2I)G)4I
>ebruari '-%7

Anda mungkin juga menyukai