Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM PROPERTI MATERIAL

Pemeriksaan Berat Isi dan Rongga Udara dalam Agregat Halus






KELOMPOK 15

Evelyne Kemal 1206
M. Akbar Fahreza Nugraha 1206
Prayogo Hartono Surya 1206252070
Wiena Murdianasari 1206260596


Tanggal Praktikum : 22 September 2013
Asisten Praktikum : Suryo Wijiono Pambudi
Tanggal Disetujui :
Nilai :
Paraf :


LABORATORIUM STRUKTUR DAN MATERIAL
DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
2013
Pemeriksaan Berat Isi dan Rongga Udara dalam Agregat Halus

A. Tujuan Percobaan
Pemeriksaan ini dimaksud untuk menentukan berat isi agregat halus (pasir). Berat isi adalah
perbandingan berat dengan isi.

B. Peralatan
Timbangan dengan ketelitian 0,1% berat contoh.
Talam kapasitas cukup besar untuk mengeringkan contoh agregat.
Tongkat pemadat diameter 15 mm, panjang 60 mm dengan ujung bulat sebaiknya
terbuat dari baja tahan karat.
Mistar perata (Straight Edge).
Wadah baja yang cukup kaku berbentuk silinder dengan alat pemegang, berkapasitas
sebagai berikut :
Kapasitas
(Liter)
Diameter
(mm)
Tinggi
(mm)
Tebal Wadah Minimum
(mm)
Ukuran
Butir
Maksimum
(mm)
Dasar Sisi
2.832 152.4 2.5 154.9 2.5 5.08 2.54 12.7
9.435 203.2 2.5 292.1 2.5 5.08 2.54 25.4
14.158 254.0 2.5 279.4 2.5 5.08 3.00 38.1
28.316 355.6 2.5 284.4 2.5 5.08 3.00 101.6

C. Benda Uji
Masukan contoh agregat halus (pasir) kedalam talam sekurang-kurangnya sebanyak kapasitas
wadah; keringkan dalam oven dengan suhu (110 5)
o
C sampai berat tetap.

D. Prosedur
Berat isi lepas agregat halus
1. Menimbang dan mencatat berat wadah (w
1
).
2. Memasukkan benda uji dengan hati-hatiagar tidak terjadi pemisahan butir-butir dari
ketinggian maksimum 5 cm diatas wadah dengan menggunakan sendok atau sekop
sampai penuh.
3. Meratakan permukaan benda uji dengan menggunakan mistar perata.
4. Menimbang dan mencatat berat wadah beserta benda uji ( w
2
).
5. Menghitung berat benda uji ( w
3
= w
2
- w
1
).

Berat isi padat agregat halus dengan cara penusukan
1. Menimbang dan mencatat berat wadah ( w
1
).
2. Mengisi wadah dengan benda uji dalam tiga lapis yang sama tebal setiap lapis
dipadatkan dengan tongkat pemadat sebanyak 25 kali tusukan secara merata. Pada
pemadatan tongkat harus tepat masuk sampai lapisan bagian bawah tiap-tiap lapisan.
3. Meratakan permukaan benda uji dengan menggunakan mistar perata.
4. Menimbang dan mencatat berat wadah beserta benda uji ( w
2
).
5. Menghitung berat benda uji ( w
3
= w
2
- w
1
).

Berat isi padat agregat halus dengan cara penggoyangan
1. Menimbang dan mencatat berat wadah ( w
1
).
2. Mengisi wadah dengan benda uji dalam tiga lapis yang sama tebal.
3. Memadatkan setiap lapisan dengan cara menggoyang-goyangkan wadah seperti
berikut:
Meletakkan wadah diatas tempat kokoh dan datar, mengangkat salah satu
sisinya kira-kira setinggi 5 cm kemudian melepaskan.
Mengulangi hal ini pada sisi yang berlawanan. Memadatkan lapisan sebanyak
25 kali untuk setiap sisi.
4. Meratakan permukaan benda uji dengan menggunakan mistar perata.
5. Menimbang dan mencatat berat wadah beserta benda uji ( w
2
).
6. Menghitung berat benda uji ( w
3
= w
2
- w
1
).

E. Data Praktikum
Berat wadah (talam) = 1,035 kg
Berat isi uji lepas = 3,610 kg
Berat isi padat cara penusukan = 3,948 kg
Berat isi padat cara penggoyangan = 4,010 kg
Bulk Specific Gravity (A) = 1,317

F. Perhitungan dan Pengolahan Data
Berat Isi Agregat = B =

kg/dm
3

Rongga Udara =
()
()
100 %
Keterangan : V = Isi wadah (dm
3
)


A = Bulk specific Gravity Agregat (kg/dm
3
)
B = Berat isi Agregat (kg/dm
3
)
W= Berat Isi Air (kg/dm
3
) = 1 kg /dm
3


Berat isi lepas agregat halus
Berat wadah ( w
1
) = 1,035 kg
Berat wadah + benda uji ( w
2
) = 3,610 kg
Berat benda uji = w
3
= w
2
- W
1
w
3
= (3,610- 1,035) kg
w
3
= 2,575 kg
Berat Isi Lepas Agregat Halus = B =


= 1,288 kg/dm
3
Rongga Udara =
( )
( )
x 100 %
=
( )
( )
x 100%
= 2,2 %

Berat isi padat agregat halus dengan cara penusukan
Berat wadah ( w
1
) = 1,035 kg
Berat wadah + benda uji (w
2
) = 3,948 kg
Berat benda uji = w
3
= w
2
- w
1
w
3
= 3,948 kg 1,035 kg
w
3
= 2,913 kg
Berat Isi Padat Agregat Halus = B =


= 1,457 kg/dm
3
Rongga Udara =
( )
( )
x 100 %
=
( )
( )
x 100%
= -10,63 %

Berat isi padat agregat halus dengan cara penggoyangan
Berat wadah ( w
1
) = 1,035 kg
Berat wadah + benda uji ( w
2
) = 4,010 kg
Berat benda uji = w
3
= w
2
- w
1
w
3
= 4,010 kg 1,035 kg
w
3
= 2,975 kg
Berat Isi Padat Agregat Halus = B =


= 1,488 kg/dm
3
Rongga Udara =
( )
( )
x 100 %
=
( )
( )
x 100%
= -12,98 %

G. Analisis
Analisis Percobaan
Pemeriksaan Berat Isi dan Rongga Udara dalam Agregat Halus bertujuan untuk
menetukan berat isi dan rongga udara dalam agregat halus. Berat isi merupakan
perbandingan antara berat dengan isi. Percobaan ini dilakukan dengan 3 metode untuk
mencari nilai berat isi lepas, berat isi padat dengan cara penusukan, dan berat isi padat
dengan cara penggoyangan. Pada berat isi lepas, praktikan memasukan benda uji berupa
agregat halus dalam kondisi oven dry ke dalam wadah baja silinder hingga penuh,
kemudian permukaannya diratakan dengan menggunakan mistar perata dan ditimbang
lalu dicatat beratnya. Selanjutnya praktikan melakukan metode kedua yaitu berat isi padat
agregat dengan cara penusukan. Pada metode ini, praktikan memasukkan benda uji ke
dalam wadah sebanyak 1/3 dari volume wadah, selanjutnya agregat halus dipadatkan
dengan tongkat pemadat dengan cara ditusuk sebanyak 25 kali. Kemudian praktikan
menambahkan benda uji ke dalam wadah hingga 2/3 volume wadah dan ditusuk lagi
sebanyak 25 kali. Setelah itu, benda uji ditambahkan lagi ke dalam wadah hingga penuh
dan dipadadatkan lagi dengan cara ditusuk sebanyak 25 kali dengan tongkat pemadat.
Selanjutnya praktikan menambahkan benda uji hingga full kemudian permukaannya
diratakan dan ditimbang. Pada percobaan ke-3 tentang berat isi padat agregat halus
dengan cara penggoyangan, caranya hampir sama dengan metode ke-2. Perbedaannya
pada prosedur ini benda uji dipadatkan dengan cara menggoyang-goyangkan wadah
sebanyak 25 kali untuk setiap sisi dalam setiap kenaikan 1/3 volume wadah. Setelah
wadah penuh terisi dengan benda uji, wadah berisi agregat tersebut ditimbang dan dicatat
beratnya.
Analisis Hasil
Dari praktikum ini, praktikan mendapatkan 3 buah data berupa berat benda uji dengan
tiga metode yang berbeda. Dari data tersebut praktikan dapat menghitung berat isi lepas,
berat isi padat dengan cara penusukan dan dengan cara penggoyangan dari agregat halus
yang digunakan. Berat isi dihitung dengan menggunakan rumus : B =

kg/dm
3
.
Pada praktikum ini berat isi yang didapat dari tiap prosedur percobaan yaitu :
Berat isi lepas = 1,288 kg/dm
3
Berat isi padat dengan cara penusukan = 1,457 kg/dm
3
Berat isi padat dengan cara penggoyangan = 1,488 kg/dm
3
Dari hasil di atas, didapatkan berat isi terbesar ada pada pemeriksaan berat isi dengan
cara penggoyangan. Hal ini disebabkan karena pada saat praktikum, kondisi benda uji
(agregat halus) sepenuhnya kering (oven dry) sehingga pada saat dilakukan
penggoyangan, butiran agregat halus tersebut saling memadatkan sehingga semakin padat
akibat dari kondisinya yang sudah sepenuhnya kering. Sehingga berat isinya pada
prosedur ini lebih berat dari berat isi pada pemeriksaan dengan menggunakan cara
penusukkan. Standar berat isi agregat normal untuk menghasilkan beton normal dengan
kuat tekan sebesar 15-40 MPa dengan isi 2200-2500 kg/m
3
(SK SNI.T-15-1990:1), adalah
tidak boleh kurang dari 1200 kg/m
3
. Pada hasil berat isi yang didapat, ketiga berat isinya
telah memenuhi standar yang ada. Setelah mendapatkan berat isi dari tiap metode,
praktikan dapat menghitung rongga udara pada agregat halus dengan menggunakan
rumus :
()
()
100%. Dalam menghitung rongga udara, dibutuhkan data nilai Bulk
Specific Grafity dari agregat halus, dimana nilai tersebut dalam praktikum ini adalah
sebesar 1,317.
Maka diperoleh nilai rongga udara untuk tiap metode sebagai berikut :
Rongga Udara Berat isi lepas = 2,2 %

Rongga Udara Berat isi padat dengan cara penusukan = -10,63 %

Rongga Udara Berat isi padat dengan cara penggoyangan = -12,98 %

Analisis Kesalahan
Kesalahan yang terjadi pada praktikum Pemeriksaan Berat Isi dan Rongga udara dalam
Agregat halus ini terjadi karena kondisi benda uji yang mungkin belum sesuai dengan
prosedur yang diminta sehingga mempengaruhi data yang diperoleh pada praktikum ini.
Penggunaan jenis agregat halus yang tidak sesuai juga mengakibatkan mutu yang rendah
pada saat pemeriksaan berat isi agregat. Selain itu kondisi wadah yang dalam keadaan
lembab juga mengakibatkan benda uji menempel pada permukaannya, dan
mempengaruhi berat isi pada percobaan dengan metode selanjutnya. Kesalahan pada
praktikum ini juga disebabkan karena kesalahan praktikan, dimana dalam prosedur
penusukkan dan penggoyangan praktikan menusuk dan menggoyang dengan kekuatan
yang tidak konstan dalam tiap tusukkan maupun goyangan dan mengakibatkan
persebaran agregat halus tidak merata atau dapat dikatakan agregat halus hanya mengisi
rongga-rongga pada salah satu sisi.

H. Kesimpulan
Berat isi lepas dalam agregat halus adalah 1,288 kg/dm
3
dengan rongga udara sebesar
2,2%.
Berat isi padat dengan cara penusukan dalam agregat halus adalah 1,457 kg/dm
3
dengan
rongga udara sebesar -10,63%.
Berat isi padat dengan cara penggoyangan dalam agregat halus adalah 1,488 kg/dm
3
dengan rongga udara sebesar -12,98%.
Dari praktikum ini dapat disimpulkan bahwa berat isi terbesar diperoleh pada pemerikasaan
berat isi dengan cara penggoyangan. Semakin besar berat isi yang diperoleh maka semakin
kecil rongga udara dalam agregat tersebut.

I. Referensi
American Society for Testing and Materials. Standars Test Method for Bulk Density (Unit
Weight) and Voids in Aggregate, No. ASM C 29/C 29 M 97 (Reapproved 2003).
Annual Book ASTM Standards, Vol 04.02
Badan Standarisasi Nasional. Metode pengujian berat isi dan rongga udara dalam agregat,
SNI 03-4804-1998
http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/9210219226_1693-9573.pdf