Anda di halaman 1dari 13

TINITUS

Definisi
Tinitus adalah salah satu bentuk gangguan pendengaran berupa sensasi suara tanpa
adanya rangsangan dari luar, dapat berupa sinyal mekanoakustik maupun listrik. Keluhan suara
yang di dengar sangat bervariasi, dapat berupa bunyi mendenging, menderu, mendesis,
mengaum, atau berbagai macam bunyi lainnya. Suara yang didengar dapat bersifat stabil atau
berpulsasi. Keluhan tinitus dapat dirasakan unilateral dan bilateral.
Serangan tinitus dapat bersifat periodik ataupun menetap. Kita sebut periodik jika
serangan yang datang hilang timbul. Episode periodik lebih berbahaya dan mengganggu
dibandingkan dengan yang berifat menetap. Hal ini disebabkan karena otak tidak terbiasa atau
tidak dapat mensupresi bising ini. Tinitus pada beberapa orang dapat sangat mengganggu
kegiatan sehari-harinya. Terkadang dapat menyebabkan timbulnya keinginan untuk bunuh diri
Tinitus dapat dibagi atas tinnitus objektif dan tinnitus subjektif. ikatakan tinnitus
objektif jika suaranya juga dapat di dengar oleh pemeriksa dan dikatakan tinnitus subjektif jika
tinnitus hanya dapat didengar oleh penderita
Klasifikasi Tinitus
Berdasarkan letak dari sumber masalah, tinitus dapat dibagi menjadi
- tinitus otik ! "ika kelainan terjadi pada telinga atau saraf auditoris
- tinitus somatic ! jika kelainan terjadi di luar telinga dan saraf tetapi masih di dalam area
kepala atau leher
Berdasarkan objek yang mendengar, tinitus dapat dibagi menjadi
a. Tinitus #bjektif
tinitus yang suaranya juga dapat di dengar oleh pemeriksa dengan auskultasi di sekitar
telinga. Tinitus objektif biasanya bersifat vibratorik, berasal dari transmisi vibrasi sistem
muskuler atau kardiovaskuler di sekitar telinga.
$mumnya tinitus objektif disebabkan karena kelainan vaskular, sehingga tinitusnya
berdenyut mengikuti denyut jantung. Tinitus berdenyut ini dapat dijumpai pada pasien
dengan malformasi arteriovena, tumor glomus jugular dan aneurisma. Tinitus objektif
1
juga dapat dijumpai sebagai suara klik yang berhubungan dengan penyakit sendi
temporomandibular dan karena kontraksi spontan dari otot telinga tengah atau mioklonus
palatal. Tuba Eustachius paten juga dapat menyebabkan timbulnya tinitus akibat hantaran
suara dari nasofaring ke rongga tengah.
b. Tinitus Subjektif
tinnitus yang suaranya hanya dapat didengar oleh penderita saja. "enis ini sering sekali
terjadi. tinitus subjektif bersifat nonvibratorik, disebabkan oleh proses iritatif dan
perubahan degeneratif traktus auditoris mulai sel-sel rambut getar sampai pusat
pendengaran.
Tinitus subjektif bervariasi dalam intensitas dan frekuensi kejadiannya. %eberapa pasien
dapat mengeluh mengenai sensasi pendengaran dengan intensitas yang rendah, sementara
pada orang yang lain intensitas suaranya mungkin lebih tinggi.
&

Berdasarkan kualitas suara yang didengar pasien ataupun pemeriksa, tinitus dapat dibagi
menjadi
a. Tinitus 'ulsatil
Tinitus pulsatil adalah tinitus yang suaranya bersamaan dengan suara denyut jantung. Tinitus
pulsatil jarang dimukan dalam praktek sehari-hari. Tinitus pulsatil dapat terjadi akibat adanya
kelainan dari vaskular ataupun di luar vaskular. Kelaianan vaskular digambarkan dengan
sebagai bising mendesis yang sinkron dengan denyut nadi atau denyut jantung. Sedangkan
tinitus nonvaskular digambarkan sebagai bising klik, bising goresan atau suara pernapasan
dalam telinga. 'ada kedua tipe tinitus ini dapat kita ketahui dengan mendengarkannya
menggunakan stetoskop.
b. Tinitus (onpulsatil
Tinitus jenis ini bersifat menetap dan tidak terputuskan. Suara yang dapat didengar oleh
pasien bervariasi, mulai dari suara yang berdering, berdenging, berdengung, berdesis, suara
jangkrik, dan terkadang pasien mendengarkan bising bergemuruh di dalam telinganya.
%iasanya tinitus ini lebih didengar pada ruangan yang sunyi dan biasanya paling menganggu
di malam hari se)aktu pasien tidur, selama siang hari efek penutup kebisingan lingkungan
dan aktivitas sehari-hari dapat menyebabkan pasien tidak menyadari suara tersebut.
2
Etiologi
Tinitus paling banyak disebabkan karena adanya kerusakan dari telinga dalam. Terutama
kerusakan dari koklea. Secara garis besar, penyebab tinitus dapat berupa kelainan yang bersifat
somatik, kerusakan (. *estibulokoklearis, kelainan vascular, tinitus karena obat-obatan, dan
tinitus yang disebabkan oleh hal lainnya.
+. Tinitus karena kelainan somatik daerah leher dan rahang
a. Trauma kepala dan ,eher
'asien dengan cedera yang keras pada kepala atau leher mungkin akan mengalami tinitus
yang sangat mengganggu. Tinitus karena cedera leher adalah tinitus somatik yang paling
umum terjadi. Trauma itu dapat berupa -raktur tengkorak, Whisplash injury.
b. .rtritis pada sendi temporomandibular /T0"1
%iasanya orang dengan artritis T0" akan mengalami tinitus yang berat. Hampir semua
pasien artritis T0" mengakui bunyi yang di dengar adalah bunyi menciut. Tidak
diketahui secara pasti hubungan antara artritis T0" dengan terjadinya tinitus.
&. Tinitus akibat kerusakan n. *estibulokoklearis
Tinitus juga dapat muncul dari kerusakan yang terjadi di saraf yang menghubungkan antara
telinga dalam dan korte2 serebri bagian pusat pendengaran. Terdapat beberapa kondisi yang
dapat menyebabkan kerusakan dari n. *estibulokoklearis, diantaranya infeksi virus pada
n.*333, tumor yang mengenai n.*333, dan Microvascular compression syndrome /04*1.
04* dikenal juga dengan vestibular paro2ysmal. 04* menyebabkan kerusakan n.*333
karena adanya kompresi dari pembuluh darah. Tapi hal ini sangat jarang terjadi.
5. Tinitus karena kelainan vascular
Tinitus yang di dengar biasanya bersifat tinitus yang pulsatil. .kan didengar bunyi yang
simetris dengan denyut nadi dan detak jantung. Kelainan vaskular yang dapat menyebabkan
tinitus diantaranya!
a. .therosklerosis
engan bertambahnya usia, penumpukan kolesterol dan bentuk-bentuk deposit lemak
lainnya, pembuluh darah mayor ke telinga tengah kehilangan sebagian elastisitasnya. Hal
ini mengakibatkan aliran darah menjadi semakin sulit dan kadang-kadang mengalami
turbulensi sehingga memudahkan telinga untuk mendeteksi iramanya.
b. Hipertensi
3
Tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan gangguan vaskuler pada pembuluh darah
koklea terminal.
c. 0alformasi kapiler
Sebuah kondisi yang disebut AV malformation yang terjadi antara koneksi arteri dan vena
dapat menimbulkan tinitus.
d. Tumor pembuluh darah
Tumor pembuluh darah yang berada di daerah leher dan kepala juga dapat menyebabkan
tinitus. 0isalnya adalah tumor karotis dan tumor glomus jugulare dengan ciri khasnya
yaitu tinitus dengan nada rendah yang berpulsasi tanpa adanya gangguan pendengaran.
3ni merupakan gejala yang penting pada tumor glomus jugulare.
6. Tinitus karena kelainan metabolic
Kelainan metabolik juga dapat menyebabkan tinitus. Seperti keadaan hipertiroid dan
anemia /keadaan dimana viskositas darah sangat rendah1 dapat meningkatkan aliran darah
dan terjadi turbulensi. Sehingga memudahkan telinga untuk mendeteksi irama, atau yang kita
kenal dengan tinitus pulsatil.
Kelainan metabolik lainnya yang bisa menyebabkan tinitus adalah defisiensi vitamin
%+&, begitu juga dengan kehamilan dan keadaan hiperlipidemia.
7. Tinitus akibat kelainan neurologis
8ang paling umum terjadi adalah akibat multiple sclerosis. multiple sclerosis adalah proses
inflamasi kronik dan demyelinisasi yang mempengaruhi system saraf pusat. Multiple
sclerosis dapat menimbulkan berbagai macam gejala, di antaranya kelemahan otot, indra
penglihatan yang terganggu, perubahan pada sensasi, kesulitan koordinasi dan bicara,
depresi, gangguan kognitif, gangguan keseimbangan dan nyeri, dan pada telinga akan timbul
gejala tinitus.
9. Tinitus akibat kelainan psikogenik
Keadaan gangguan psikogenik dapat menimbulkan tinitus yang bersifat sementara. Tinitus
akan hilang bila kelainan psikogeniknya hilang. epresi, an2ietas dan stress adalah keadaan
psikogenik yang memungkinkan tinitus untuk muncul.
4
:. Tinitus akibat obat-obatan
#bat-obatan yang dapat menyebabkan tinitus umumnya adalah obat-obatan yang bersifat
ototoksik. iantaranya !
a. .nalgetik, seperti aspirin dan .3(S lainnya
b. .ntibiotik, seperti golongan aminoglikosid /mycin1, kloramfenikol, tetrasiklin,
minosiklin.
c. #bat-obatan kemoterapi, seperti %elomisisn, 4isplatin, 0echlorethamine,
methotre2ate,vinkristin
d. iuretik, seperti %umatenide, Ethacrynic acid, -urosemide
e. lain-lain, seperti Kloro;uin, ;uinine, 0erkuri, Timah
<. Tinitus akibat gangguan mekanik
=angguan mekanik juga dapat menyebabkan tinitus objektif, misalnya pada tuba eustachius
yang terbuka sehingga ketika kita bernafas akan menggerakkan membran timpani dan
menjadi tinitus. Kejang klonus muskulus tensor timpani dan muskulus stapedius serta otot-
otot palatum juga akan menimbulkan tinitus.
>. Tinitus akibat gangguan konduksi
=angguan konduksi suara seperti infeksi telinga luar /sekret dan oedem1, serumen impaksi,
efusi telinga tengah dan otosklerosis juga dapat menyebabkan tinitus. %iasanya suara
tinitusnya bersifat suara dengan nada rendah.
+?. Tinitus akibat sebab lainnya
a. Tuli akibat bising
isebabkan terpajan oleh bising yang cukup keras dan dalam jangka )aktu yang cukup
lama. %iasanya diakibatkan oleh bising lingkungan kerja. $mumnya terjadi pada kedua
telinga. Terutama bila intensitas bising melebihi <7db, dapat mengakibatkan kerusakan
pada reseptor pendengaran korti di telinga dalam. 8ang sering mengalami kerusakan
adalah alat korti untuk reseptor bunyi yang berfrekuensi 5???H@ sampai dengan 9???H@.
8ang terberat kerusakan alat korti untuk reseptor bunyi yang berfrekuensi 6???H@.
b. 'resbikusis
Tuli saraf sensorineural tinggi, umumnya terjadi mulai usia 97 tahun, simetris kanan dan
kiri, presbikusis dapat mulai pada frekuensi +???H@ atau lebih. $mumnya merupakan
akibat dari proses degenerasi. iduga berhubungan dengan faktor-faktor herediter, pola
5
makanan, metabolisme, aterosklerosis, infeksi, bising, gaya hidup atau bersifat
multifaktor. 0enurunnya fungsi pendengaran berangsur dan kumulatif. 'rogresivitas
penurunan pendengaran lebih cepat pada laki-laki disbanding perempuan.
c. Sindrom 0eniere
'enyakit ini gejalanya terdiri dari tinitus, vertigo dan tuli sensorineural. Etiologi dari
penyakit ini adalah karena adanya hidrops endolimf, yaitu penambahan volume
endolimfa, karena gangguan biokimia cairan endolimfa dan gangguan klinik pada
membrane labirin
+,6,7,9
iagram singkat yang menjelaskan mengenai etiologi tinitus
Patofisiologi
'ada tinitus terjadi aktivitas elektrik pada area auditoris yang menimbulkan perasaan
adanya bunyi, namun impuls yang ada bukan berasal dari bunyi eksternal yang
ditransformasikan, melainkan berasal dari sumber impuls abnormal di dalam tubuh pasien
sendiri. 3mpuls abnormal itu dapat ditimbulkan oleh berbagai kelainan telinga. Tinitus dapat
terjadi dalam berbagai intensitas. Tinitus dengan nada rendah seperti bergemuruh atau nada
tinggi seperti berdenging. Tinitus dapat terus menerus atau hilang timbul.
6
Tinitus biasanya dihubungkan dengan tuli sensorineural dan dapat juga terjadi karena
gangguan konduksi. Tinitus yang disebabkan oleh gangguan konduksi, biasanya berupa bunyi
dengan nada rendah. "ika disertai dengan inflamasi, bunyi dengung ini terasa berdenyut /tinitus
pulsatil1.
Tinitus dengan nada rendah dan terdapat gangguan konduksi, biasanya terjadi pada
sumbatan liang telinga karena serumen atau tumor, tuba katar, otitis media, otosklerosis dan lain-
lainnya. Tinitus dengan nada rendah yang berpulsasi tanpa gangguan pendengaran merupakan
gejala dini yang penting pada tumor glomus jugulare.
Tinitus objektif sering ditimnbulkan oleh gangguan vaskuler. %unyinya seirama dengan
denyut nadi, misalnya pada aneurisma dan aterosklerosis. =angguan mekanis dapat juga
mengakibatkan tinitus objektif, seperti tuba eustachius terbuka, sehingga ketika bernapas
membran timpani bergerak dan terjadi tinitus.
Kejang klonus muskulus tensor timpani dan muskulus stapedius, serta otot-otot palatum
dapat menimbulkan tinitus objektif. %ila ada gangguan vaskuler di telinga tengah, seperti tumor
karotis /carotid body tumor1, maka suara aliran darah akan mengakibatkan tinitus juga.
'ada intoksikasi obat seperti salisilat, kina, streptomisin, dehidro-streptomisin, garamisin,
digitalis, kanamisin, dapat terjadi tinitus nada tinggi, terus menerus atupun hilang timbul. 'ada
hipertensi endolimfatik, seperti penyakit meniere dapat terjadi tinitus pada nada rendah atau
tinggi, sehingga terdengar bergemuruh atau berdengung. =angguan ini disertai dengan vertigo
dan tuli sensorineural.
=angguan vaskuler koklea terminal yang terjadi pada pasien yang stres akibat gangguan
keseimbangan endokrin, seperti menjelang menstruasi, hipometabolisme atau saat hamil dapat
juga timbul tinitus dan gangguan tersebut akan hilang bila keadaannya sudah normal kembali
Diagnosis
$ntuk mendiagnosis pasien dengan tinitus, diperlukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang yang baik
a. .namnesis
.namnesis adalah hal yang sangat membantu dalam penegakan diagnosis tinitus. alam
anamnesis banyak sekali hal yang perlu ditanyakan, diantaranya!
- Kualitas dan kuantitas tinnitus
- ,okasi, apakah terjadi di satu telinga ataupun di kedua telinga
7
- Sifat bunyi yang di dengar, apakah mendenging, mendengung, menderu, ataupun
mendesis dan bunyi lainnya
- .pakah bunyi yang di dengar semakin mengganggu di siang atau malam hari
- =ejala-gejala lain yang menyertai seperti vertigo dan gangguan pendengaran serta
gangguan neurologik lainnya.
- ,ama serangan tinitus berlangsung, bila berlangsung hanya dalam satu menit dan setelah
itu hilang, maka ini bukan suatu keadaan yang patologik, tetapi jika tinitus berlangsung
selama 7 menit, serangan ini bias dianggap patologik.
- Ai)ayat medikasi sebelumnya yang berhubungan dengan obat-obatan dengan sifat
ototoksik
- Kebiasaan sehari-hari terutama merokok dan meminum kopi
- Ai)ayat cedera kepala, pajanan bising, trauma akustik
- Ai)ayat infeksi telinga dan operasi telinga

$mur dan jenis kelamin juga dapat memberikan kejelasan dalam mendiagnosis pasien
dengan tinitus. Tinitus karena kelainan vaskuler sering terjadi pada )anita muda, sedangkan
pasien dengan myoklonus palatal sering terjadi pada usia muda yang dihubungkan dengan
kelainan neurologi.

'ada tinitus subjektif unilateral perlu dicurigai adanya kemungkinan neuroma akustik atau
trauma kepala, sedangkan bilateral kemungkinan intoksikasi obat, presbikusis, trauma bising dan
penyakit sistemik. "ika pasien susah untuk mendeskripsikan apakah tinitus berasal dari telinga
kanan atau telinga kiri, hanya mengatakan di tengah kepala, kemungkinan besar terjadi kelainan
patologis di saraf pusat, misalnya serebrovaskuler, siringomelia dan sklerosis multipel.

Kelainan patologis pada putaran basal koklea, saraf pendengar perifer dan sentral pada
umumnya bernada tinggi /mendenging1. Tinitus yang bernada rendah seperti gemuruh ombak
adalah ciri khas penyakit telinga koklear /hidrop endolimfatikus1.
+
b. 'emeriksaan fisik dan 'emeriksaan penunjang
'emeriksaan fisik dan penunjang yang baik, diharapkan sesuai dengan diagram berikut!
8
ear exam-->(audible sounds)-+-->sync w/respiration-->patent eustachian
| | tube
| |
| |
| |
| +-->sync w/pulse-->aneurysm, vascular tumor,
v | vascular malformation,
(no audible sounds) | venous hum
| |
| |
| |
| +-->continuous-->venous hum, acoustic
| emissions
|
|
v
neurological exam-->(normal)-->audiogram
| |
| |
| +-->normal-->idiopathic tinnitus
| |
| |
| +-->conductive hearing loss
v | |
(brain stem signs) | v
| | impacted cerumen, chronic
| | otitis, otosclerosis
| |
v |
multiple sclerosis, +-->sensorineural hearing loss
tumor, ischemic |
infarction v
!"# $est
|
v
+---------+--------------+
| |
| |
v v
abnormal (neural) normal cochlear
| |
| |
| |
v v
acoustic neuroma noise damage
other tumors ototoxic drugs
vascular compression labyrinthitis
%eniere&s 'isease
perilymph fistula
presbycusis
'emeriksaan fisik pada pasien dengan tinitus dimulai dari pemeriksaan auskultasi dengan
menggunakan stetoskop pada kedua telinga pasien. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk
9
menentukan apakah tinitus yang didengar pasien bersifat subjektif atau objektif. "ika suara tinitus
juga dapat didengar oleh pemeriksa, artinya bersifat subjektif, maka harus ditentukan sifat dari
suara tersebut. jika suara yang didengar serasi dengan pernapasan, maka kemungkinan besar
tinitus terjadi karena tuba eustachius yang paten. "ika suara yang di dengar sesuai dengan denyut
nadi dan detak jantung, maka kemungkinan besar tinitus timbul karena aneurisma, tumor
vaskular, vascular malformation, dan venous hum. "ika suara yang di dengar bersifat kontinua,
maka kemungkinan tinitus terjadi karena venous hum atau emisi akustik yang terganggu.

'ada tinitus subjektif, yang mana suara tinitus tidak dapat didengar oleh pemeriksa saat
auskultasi, maka pemeriksa harus melakukan pemeriksaan audiometri. Hasilnya dapat beragam,
di antaranya!
- (ormal, tinitus bersifat idiopatik atau tidak diketahui penyebabnya.
- Tuli konduktif, tinitus disebabkan karena serumen impak, otosklerosis ataupun otitis kronik.
- Tuli sensorineural, pemeriksaan harus dilanjutkan dengan %EA. /Brainstem Evoked Response
Audiometri1. Hasil tes %EA., bisa normal ataupun abnormal. "ika normal, maka tinitus
mungkin disebabkan karena terpajan bising, intoksikasi obat ototoksik, labirinitis, meniere,
fistula perilimfe atau presbikusis. "ika hasil tes %EA. abnormal, maka tinitus disebabkan
karena neuroma akustik, tumor atau kompresi vaskular.

"ika tidak ada kesimpulan dari rentetan pemeriksaan fisik dan penunjang di atas, maka
perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa 4T scan ataupun 0A3. engan pemeriksaan
tersebut, pemeriksa dapat menilai ada tidaknya kelainan pada saraf pusat. Kelainannya dapat
berupa multipel sklerosis, infark dan tumor
Penatalaksanaan
'engobatan tinitus merupakan masalah yang kompleks dan merupakan fenomena
psikoakustik murni, sehingga tidak dapat diukur. 'erlu diketahui penyebab tinitus agar dapat
diobati sesuai dengan penyebabnya. 0isalnya serumen impaksi cukup hanya dengan ekstraksi
serumen. Tetapi masalah yang sering di hadapi pemeriksa adalah penyebab tinitus yang
terkadang sukar diketahui.

10
.da banyak pengobatan tinitus objektif tetapi tidak ada pengobatan yang efektif untuk
tinitus subjektif. 'ada umumnya pengobatan gejala tinitus dapat dibagi dalam 6 cara yaitu !
+. Elektrofisiologik yaitu dengan membuat stimulus elektro akustik dengan intensitas suara
yang lebih keras dari tinitusnya, dapat dengan alat bantu dengar atau tinitus masker.
&. 'sikologik, dengan memberikan konsultasi psikologik untuk meyakinkan pasien bah)a
penyakitnya tidak membahayakan dan dengan mengajarkan relaksasi setiap hari.
5. Terapi medikamentosa, sampai saat ini belum ada kesepakatan yang jelas diantaranya untuk
meningkatkan aliran darah koklea, tran;uili@er, antidepresan, sedatif, neurotonik, vitamin,
dan mineral.
6. Tindakan bedah dilakukan pada tinitus yang telah terbukti disebabkan oleh akustik neuroma.
'ada keadaan yang berat, dimana tinitus sangat keras terdengar dapat dilakukan ochlear
nerve section! 0enurut literatur, dikatakan bah)a tindakan ini dapat menghilangkan keluhan
pada pasien. Keberhasilan tindakan ini sekitar 7?B. ochlear nerve section merupakan
tindakan yang paling terakhir yang dapat dilakukan.
'asien tinitus sering sekali tidak diketahui penyebabnya, jika tidak tahu penyebabnya,
pemberian antidepresan dan antiansietas sangat membantu mengurangi tinitus. Hal ini
dikemukakan oleh obie A., +>>>. #bat-obatan yang biasa dipakai diantaranya ,ora@epam atau
klona@epam yang dipakai dalam dosis rendah, obat ini merupakan obat golongan ben@odia@epine
yang biasanya digunakan sebagai pengobatan gangguan kecemasan. #bat lainnya adalah
amitriptyline atau nortriptyline yang digunakan dalam dosis rendah juga, obat ini adalah
golongan antidepresan trisiklik
'asien yang menderita gangguan ini perlu diberikan penjelasan yang baik, sehingga rasa
takut tidak memperberat keluhan tersebut. #bat penenang atau obat tidur dapat diberikan saat
menjelang tidur pada pasien yang tidurnya sangat terganggu oleh tinitus itu. Kepada pasien harus
dijelaskan bah)a gangguan itu sukar diobati dan dianjurkan agar beradaptasi dengan gangguan
tersebut.
'enatalaksanaan terkini yang dikemukakan oleh "astreboff, berdasar pada model
neurofisiologinya adalah kombinasi konseling terpimpin, terapi akustik dan medikamentosa bila
diperlukan. 0etode ini disebut dengan "innitus Retraining "herapy! Tujuan dari terapi ini adalah
memicu dan menjaga reaksi habituasi dan persepsi tinitus dan atau suara lingkungan yang
mengganggu. Habituasi diperoleh sebagai hasil modifikasi hubungan system auditorik ke sistem
11
limbik dan system saraf otonom. TAT )alau tidak dapat menghilangkan tinitus dengan
sempurna, tetapi dapat memberikan perbaikan yang bermakna berupa penurunan toleransi
terhadap suara.
TAT biasanya digunakan jika dengan medikasi tinitus tidak dapat dikurangi atau
dihilangkan. TAT adalah suatu cara dimana pasien diberikan suara lain sehingga keluhan telinga
berdenging tidak dirasakan lagi. Hal ini bisa dilakukan dengan mendengar suara radio -0 yang
sedang tidak siaran, terutama pada saat tidur. %ila tinitus disertai dengan gangguan pendengaran
dapat diberikan alat bantu dengar yang disertai dengan masking
TAT dimulai dengan anamnesis a)al untuk mengidentifikasi masalah dan keluhan pasien.
0enentukan pengaruh tinitus dan penurunan toleransi terhadap suara sekitarnya, mengevakuasi
kondisi emosional pasien, mendapatkan informasi untuk memberikan konseling yang tepat dan
membuat data dasar yang akan digunakan untuk evaluasi terapi.
Terapi edukasi juga dapat kita berikan ke pasien. iantaranya!
- Hindari suara keras yang dapat memperberat tinitus.
- Kurangi makanan bergaram dan berlemak karena dapat meningkatkan tekanan darah yang
merupakan salah satu penyebab tinitus.
- Hindari faktor-faktor yang dapat merangsang tinitus seperti kafein dan nikotin
- Hindari obat-obatan yang bersifat ototoksik
- Tetap biasakan berolah raga, istarahat yang cukup dan hindari kelelahan.
%erdasarkan hicago #i$$iness and %earing Association dengan versi yang telah
diperbaharui pada tanggal &9 oktober &??<, berikut diagram penatalaksaan tinitus!
Anxious,
depressed
12
Tinnitus Management Flow Sheet
4hicago i@@iness and Hearing, *ersion #ct &9, &??<
Tinnitus /noise in ear1
Had diagnostic )orkupC
3ntervie)
.udiogram,
Tinnitus matching,
#.E
.%A
E4#=
0A3 if unilateral
.n2ious, depressed, sleeplessC
Anxiolytics /Klona@epam,
.plra@olam1
Antie!"essants
/Effe2or, (ortriptyline, 'a2il1
Seati#es /,unesta, Klona@epam,
Tra@edone1
De#ices$
0asking /household noises, Tinnitus
4Ds1
Hearing aid
0asker
4onditioning device /(euromonics,
similar1
13
Sumber ! http!EE))).di@@iness-and-balance.comEdisordersEhearingEpdfsEtinnitusB&?management.pdf
'atient )ishes to try
0edication, TAT, devices
Ear meds
%etahistine
ya@ide
.nticonvulsan
(eurontin,
Topama2,
#2carbama@ine
*asoactive
(iacin 7? bid
'avabid +7? %3
'ersantine &7 T3
Trental 6?? T3
Steroid 0edrol dose pack
.lternative
=inkgo
.cupuncture
,ipoflavenoid
s
Schedule for TAT
'sychological
management
Hypnosis,
%iofeedback
Electrical stimulators
(ot appropriate for
everyone
(europrobe 7??
$ltrasonic
/$ltra;uiet,
Hisonic1
Surgery /last resort1
4ochlear nerve section
,abyrinthectomy
Electrical stimulator implant