Anda di halaman 1dari 22

I.

IDENTITAS PASIEN
Nama : An. K
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia : 11 bulan
Nama Orangtua : Tn.E
Alamat : komp. pertamina
Agama : Islam
Tanggal masuk RS : 1!"!#$1%
No. Kamar : $&
'okter (ang mera)at : *r. Omm( .Ariansi+, Sp.A
II. ALLO ANAMNESIS
Kelu+an Utama : Ke-ang *isertai *emam . 1 -am
Kelu+an Tamba+an : /atuk *an pilek *isangkal, *iare *isangkal.
Ri)a(at Pen(akit Sekarang : Pasien 0RS *engan kelu+an Ke-ang *isertai
*emam . 1 -am, *engan su+u &, 1,
ke-ang tela+ ter-a*i #2 (aitu pagi *an saat ini,
*engan )aktu .13 menit pa*a pagi +ari, ke-ang
terli+at pa*a bagian kanan tubu+, munta+ #2
*alam pagi ini, batuk, pilek, *an *iare
*isangkal
Ri)a(at Pen(akit 'a+ulu : Pasien ti*ak memiliki ri)a(at kelu+an seperti ini
sebelumn(a
Ri)a(at Pen(akit Keluarga : Pasien ti*ak memiliki ri)a(at pen(akit keluarga
(ang sama
Ri)a(at Pengobatan : Pasien belum perna+ melakukan pengobatan
seperti ini sebelumn(a
Ri)a(at Ke+amilan *an Kela+iran : AN1 Rutin, ke *okter, selama +amil ibu ti*ak
perna+ sakit, ibu mengatakan memeli+ara
burung pa*a sebelum *an saat mengan*ung
1
pasien, Pasien la+ir normal *ibantu ole+ *okter, *engan
berat ba*an &$$ gram *an pan-ang ba*an %
4m, langsung menangis
Ri)a(at Imunisasi : lengkap
Ri)a(at Tumbu+ Kembang : 0otorik Kasar miring kanan *an kiri
0otorik +alus meng+isap
/a+asa menangis, 4ooing
Ri)a(at 0akanan : Ti*ak *apat makan, pasien saat ini mengkonsumsi
ASI *an susu 5ormula
Ri)a(at Alergi : Pasien ti*ak memiliki ri)a(at alergi *ingin, *ebu,
makanan, ataupun obat!obatan.
PEMERIKSAAN FISIK
Kea*aan Umun : tampak sakit berat
Kesa*aran : sopor
Tan*a 6ital :
Su+u : &,3
o
1
Na*i : 17$ 28menit, lema+
Na5as : #7 28menit
Antropometri :
// : 7," kg
T/ : 7$ 4m
Status gi9i
//8U : 7,"8:,3 kg 2 1$$; <1$$; = gi9i baik >
T/8U : 7$8"& 4m 2 1$$; < 1$:, ; = baik8 normal>
//8T/: 7,"87 kg 2 1$$; < & ; =o?er)eig+t>
STATUS @ENERAAIS
Kepala : ubun!ubun tertutup, ti*ak tampak a*an(a trauma *an rambut
tebal,kesan +i*rosepalus.
0ata :kon-ungti?a anemis !8!, kon-ungti?a +iperemis !8!, sklera ikterik !8,
re5leks pupil menurun8menurun, Nistagmus B8B lateralisasi kiri
Telinga : normal, se4ret=!8!>
Ci*ung : normal, *e?iasi septum=!8!>
2
0ulut : mulut berbusa D E -am, bibir ti*ak kering, sianosis =!>,
stomatitis=!>, li*a+ kotor *an tremor=!>
Tenggorok : normal, pembesaran tonsil=!8!>, pera*angan=!>, li*a+ kotor=!>
Ae+er : K@/=!>
T+oraks
Paru
Inspeksi : *a*a simetris =B>, retraksi *in*ing *a*a =!>
Palpasi : ?o4al 5remitus kanan *an kiri sama
Perkusi : sonor pa*a ke*ua lapangan paru
Auskultasi : ?esikuler =B>8=B>, ronki !8!, )+ee9ing !8!
Jantung
Inspeksi : ti*ak tampak i4tus 4or*is
Palpasi : teraba i4tus 4or*is I1S!6 linea mi*kla?ikularis sinistra
Perkusi : Re*up. /atas -antung kanan linea parasternalis *e2tra
/atas -antung kiri linea mi*kla?ikula sinistra
Auskultasi : S1 *an S# murni reguler, murmur =!>, gallop =!>
Ab*omen
Inspeksi : perut 4embung =B>, luka bekas operasi =!>
Auskultasi : bising usus normal
Perkusi : timpani pa*a keempat kua*ran ab*omen
As4ites : !
3
Palpasi : ab*omen supel, +epatomegali =!>, splenomegali =!>
Ekstremitas Atas
Akral : +angat
R1T F# *etik: 1!#
E*ema : =!>
Ekstremitas /a)a+
Akral : +angat
R1T F# *etik: 1!#
E*ema : =!>
Anogenital : 'alam batas normal.
Pemeriksaan Neurologis
Klonus pa*a ekstremitas ba)a+ bagian kanan
Klonus pa*a ekstremitas atas bagian kanan
Kaku ku*uk =!>
/abinski =!>
Pemeriksaan Penun-ang
Pemeriksaan tanggal 1: G " G #$1%
Cb < 11,3 gr8*l
Ct < &7;
Aeukosit < #%.$$$ 8Hl
Trombosit < #3:$$ 8Hl
4
NaB < 1%1 mEg8A
KB < %,& mEg8A
1lB < 1,3 mEg8A
0g < 1,7
RESU0E : Pasien 0RS *engan kelu+an Ke-ang *isertai *emam . 1 -am, *engan
su+u &, 1, ke-ang tela+ ter-a*i #2 (aitu pagi *an saat ini, *engan )aktu .13 menit pa*a
pagi +ari, ke-ang terli+at pa*a bagian kanan tubu+, munta+ #2 *alam pagi ini,belum
perna+ mempun(ai kelu+an (g sama sebelumn(a
PI < tampak +i*rose5alus, mata nistagmus ke ara+ kiri, tangan *an kaki kanan
klonus, tanpa *iikuti bagian kiri, mulut berbusa, R1T 1!# *etik S<
&,3, na*i < 17$28menit,lema+, leukosit #%$$$.
Assessment : Iebris
6omitus
5
Ci*rosepalus
Status Epileptikus
Ke-ang 'emam Kompleks
Susp. Ensepalitis
'iagnosis : En4ep+alitis
Planning : I6 I' RA
Stesoli* supp #2
Proris E supp
Oksigen E liter
In-. Ienitoin 1$$mg8Na1l #3ml818# -am
In-.4e5tria2on 123$$mg8*e2 3;
In-. No?algin=0etami9ole Na.> &21$$
In-. Kalmet+ason='e2amet+asone> &2 1,3 mg
In-. 6om4eran=On*ansetron>
/ila ke-ang lagi in- sibital=5enobarbital>
Tanggal S O A P
1:8"8#$1% 'emam turun
Ke-ang =!>
@1S : E&0&6#

N<1$$28mnt
S<&", 1
RR< #%28mnt
R1T F#
susp. Ensepalitis I6RA
O# E liter
P1T *rop &2$,"!$,
Auminal 13 mg #21
1e5i2ime #2 $,
In-. No?algin &21$$
Kalmetasone &21,3
Kutoin 1$$mg *lm #344
Na1l
1e5tria2on 123$$
Stesoli* supp &mg
Neurotam
0i4rola4
6
#$8"8#$1% 'emam =!>
Ke-ang =!>
@1S :
E&0&6&:
N<1$$28mnt
S<&"1
RR< #728mnt
Susp. Ensepalitis Terapi *ilan-utkan
#18"8#$1% 'emam G
Ke-ang G
@1S: E&0%6% < 1$
N : 11$28mnt
S : &" 1
RR : #728mnt
Susp. Ensepalitis Terapi *ilan-utkan
##8"8#$1% 'emam!
Ke-ang!
N : 11$28mnt
S : &7, 128mnt
RR : #&28mnt
Susp. EnsepalitisB+i*rosepalus Terapi *ilan-utkan
#&8"8#$1% 'emam!
Ke-ang !
N : 1$$
S &7, 1
RR :#3
Susp. EnsepalitisB+i*rosepalus
Tanggal Aab
18"8#$1% Cb : 11,3
Aeukosit #%.$$$
Ct :&7;
Trombosit : 3$7
Eritrosit : %.$:
016 : "
01C : #
01C1 : &#
7
@'S : 1$&
Na : 1%1
K : %.&
1l : 1$3
0g : 1,7
#$8"8#$1% Cb : 1$,3
Aeukosit #:.7:$
Ct :&#;
Trombosit : &$7
Eritrosit : &."
016 : %
01C : #
01C1 : &&
Albumin &,% g.
Kreatinin *ara+ $,#
21/7/2014
1T S4an kepala *gn potongan a2ial sli4e % mm tanpa kontras
Tak tampak lesi +ipo8+iper*ens *ike*ua +emisp+ere 4erebri
6entrikel sistem lebar, taktampak *e?iasi mi*line
Sul4i *an 5issura 4erebri lebar
Tak tampak lesi +ipo8+iper*ens *ibatang otak *an 4erebellum
0astoi* kanan *an kiri pneumatisasi normal
Orbita kanan *an kiri normal
Kesan : Hi!"#e$%al&s e.# s&s$e#' Mening"ense$ali'is
8
TIN(A)AN P)STAKA
Angka kematian untuk ense5alitis masi+ tinggi, berkisar antara &3!3$;. Pen*erita (ang
+i*up #$!%$; mempun(ai komplikasi atau ge-ala sisa (ang melibatkan sistem sara5 pusat (ang
*apat mengenai ke4er*asan, motoris, psikiatrik, epilepsi, pengli+atan atau pen*engaran ba+kan
sampai sistem kar*io?askuler. /a(i (ang men*erita ense5alitis mengalami pen(ulit *an akibat
sisa (ang lebi+ berat. 'isamping itu belum a*a pengobatan (ang spesi5ik untuk ense5alitis.
Pengobatan (ang *ilakukan selama ini bersi5at nonspesi5ik *an empiris (ang bertu-uan untuk
memperta+ankan ke+i*upan serta menopang setiap sistem organ (ang terserang.
1. 'EIINISI
9
Ense5alitis a*ala+ in5eksi -aringan otak ole+ berbagai ma4am mikro!organisme =Anonim, 1:3>.
Ense5alitis *itegakkan melalui pemeriksaan mikroskopis -aringan otak. 'alam praktekn(a *i
klinik, *iagnosis sering *ibuat ber*asarkan mani5estasi!mani5estasi neurologis *an temuan!
temuan epi*emiologis, tanpa ba+an +istologis. =Nelson, 1::#>.
#. ETIOAO@I
I. In5eksi!in5eksi 6irus
A. Pen(ebaran +an(a *ari manusia ke manusia
1. @on*ongan, Sering, ka*ang!ka*ang bersi5at ringan.
#. 1ampak, 'apat memberikan sekuele berat.
&. Kelompok ?irus entero, Sering pa*a semua umur, kea*aann(a lebi+ berat pa*a
neonatus.
%. Rubela, JarangJ sekuele -arang, ke4uali pa*a rubela kongenital
3. Kelompok 6irus Cerpes
a. Cerpes Simpleks =tipe 1 *an #> : relati5 seringJ sekuele sering *itemukan pa*a
neonates menimbulkan kematian.
b. 6irus ?ari4ela!9osterJ -arangJ sekuele berat sering *itemukan.
4. 6irus sitomegalo!kongenital atau akuista : *apat memberikan sekuele lambat
pa*a 106 kongenital
*. 6irus E/ =mononukleosis in5eksiosa> : -arang
7. Kelompok ?irus poks, 6aksinia *an ?ariola J -arang, tetapi *apat ter-a*i kerusakan SSP
berat.
/. Agen!agen (ang *itularkan ole+ antropo*a
! 6irus arbo : men(ebar ke manusia melalui n(amuk
! 1aplak : epi*emi musiman tergantung pa*a ekologi ?ektor serangga.
1. Pen(ebaran ole+ mamalia ber*ara+ panas.
10
! Rabies : sali?a mamalia -inak *an liar
! 6irus +erpes Simiae =?irus K/L> : sali?a kera
! Keriomeningitis lim5ositik : tin-a binatang pengerat
II. In5eksi!in5eksi Non ?irus
A. Riketsia, Komponen ense5alitik *ari ?askulitis serebral.
/. 0(4oplasma pneumonia, Ter*apat inter?al beberapa +ari antara ge-ala tuber4ulosis
*an bakteri lainJ sering mempun(ai komponen
ense5alitik.
1. /akteri, Tuber4ulosa *an meningitis bakteri lainn(aJ seringkali memiliki komponen!
komponen ense5alitis.
'. Spiro4+aeta, Si5ilis, kongenital atau akuisitaJ leptospirosis
E. Jamur, Pen*erita!pen*erita *engan gangguan imunologis mempun(ai resiko k+ususJ
kriptokokosisJ +istoplasmosisJaspergilosis, mukor mikosis, moniliosisJ
koksi*ioi*omikosis
I. Proto9oa, Plasmao*ium SpJ T((panosoma SpJ naegleria SpJ A4ant+amoebaJ
To2oplasma gon*ii.
@. 0eta9oa , TrikinosisJ ekinokokosisJ sistiserkosisJ skistosomiasis.
III. Parain5eksiosa!pas4ain5eksiosa, alergi
Pen*erita!pen*erita *imana agen!agen in5eksi atau sala+ satu komponenn(a berperan
sebagai etiologi pen(akit, tetapi agen!agen in5eksin(a ti*ak *apat *iisolasi se4ara utu+ in ?itro
*ari susunan s(ara5. 'i*uga pa*a kelompok ini, kompleks antigen!antibo*i (ang *iperantarai
ole+ sel *an komplemen, terutama berperan penting *alam menimbulkan kerusakan -aringan.
A. /er+ubungan *engan pen(akit!pen(akit spesi5ik tertentu =Agen ini *apat pula se4ara langsung
men(ebabkan kerusakan SSP>
! 1ampak
11
! Rubela
! Pertusis
! @on*ongan
! 6arisela!9oster
! In5luen9a
! 0(4oplasma pneumoniae
! In5eksi riketsia
! Cepatitis
/. /er+ubungan *engan ?aksin
! Rabies
! 1ampak
! In5luen9a
! 6aksinis
! Pertusis
! Mello) 5e?er
! T(p+oi*
I6. Pen(akit!pen(akit ?irus manusia (ang lambat.
Semakin ban(ak bukti (ang menun-ukkan ba+)a berbagai ?irus (ang *i*apatkan pa*a
a)al masa ke+i*upan, (ang ti*ak +arus *isertai *engan pen(akit akut, se*ikit ban(ak ikut
berperan sebagian pa*a pen(akit neurologis kronis *i kemu*ian +ari :
! Panense5alitis sklerosis sub akut =PESS>J 4ampakJ rubela
! Pen(akit Jakob!1re?t95el*t =ense5alitis spongi5ormis>
! Aeukoense5alopati multi5okal progresi5
6. Kelompok kompleks (ang ti*ak *iketa+ui
1onto+ : Sin*rom Re(e, Ense5alitis 6on E4onomo, *an lain!lain =Nelson, 1::#>.
&. KAASIIIKASI
12
Pen(ebab ense5alitis (ang terpenting a*ala+ ?irus. In5eksi *apat ter-a*i karena ?irus
langsung men(erang otak atau reaksi ra*ang akut karena in5eksi sistemik atau ?aksinasi
ter*a+ulu.
Sesuai *engan -enis ?irus, ense5alitis *iklasi5ikasikan men-a*i &, (aitu :
1. Ense5alitis ?irus spora*i4
6irus (ang bersi5at spora*ik a*ala+ ?irus rabies, Cerpes Simpleks 6irus =CS6>, Cerpes
Noster, mumps, lim5ogranuloma *an limp+o4(ti4 4+oriomeningitis (ang *itularkan melalui
gigitan tupai *an tikus. =/ra*le(, 1::1>.
#. Ense5alitis ?irus epi*emi4
@olongan ?irus ini a*ala+ ?irus entero seperti poliom(elitis, ?irus 1o2sa4ki, ?irus E1CO,
serta golongan ?irus AR/O.
&. Ense5alitis pas4a in5eksi
Pas4a morbili, pas4a ?arisela, pas4a rubella, pas4a ?aksinasi, *an -enis!-enis ?irus (ang
mengikuti in5eksi traktus respiratorius (ang ti*ak spesi5ik =Anonim, 1:3>.
%. PATOIISIOAO@I
Rangkaian peristi)a (ang ter-a*i berbe*a!be*a, sesuai *engan agen pen(akit *an pe-amu.
Pa*a umumn(a ?irus ense5alitis termasuk sistem lim5atik, baik berasal *ari menelan entero?irus
akibat gigitan n(amuk atau serangga lain. 'i*alam sistem lim5atik ini ter-a*i perkembangbiakan
*an pen(ebaran ke *alam aliran *ara+ (ang mengakibatkan in5eksi pa*a beberapa organ. Pa*a
sta*ium ini =5ase ekstraneural>, *itemukan pen(akit *emam nonpleura, sistemis, tetapi -ika ter-a*i
perkembangbiakan lebi+ lan-ut *alam organ (ang terserang, ter-a*i pembiakan *an pen(ebaran
?irus sekun*er *alam -umla+ besar. In?asi ke susunan sara5 pusat akan *iikuti ole+ bukti klinis
a*an(a pen(akit neurologis.
Kemungkinan besar kerusakan neurologis *isebabkan ole+ =1> in?asi langsung *an
*estruksi -aringan sara5 ole+ ?irus (ang berproli5erasi akti5 atau =#> reaksi -aringan sara5 ter+a*ap
13
antigen!antigen ?irus. Perusakan neuron mungkin ter-a*i akibat in?asi langsung ?irus, se*angkan
respon -aringan pe-amu (ang +ebat mungkin mengakibatkan *emielinisasi, kerusakan pembulu+
*ara+ *an peri?askular. Kerusakan pembulu+ *ara+ mengakibatkan gangguan pere*aran *ara+
*an menimbulkan tan*a!tan*a serta ge-ala!ge-ala (ang sesuai. Penentuan besarn(a kerusakan
susunan s(ara5 pusat (ang *itimbulkan langsung ole+ ?irus *an bagaimana menggambarkan
ban(akn(a perlukaan (ang *iperantarai ole+ kekebalan, mempun(ai implikasi teraupetikJ agen!
agen (ang membatasi multiplikasi ?irus *iin*ikasikan untuk kea*aan pertama *an agen!agen
(ang menekan respons kekebalan selular pe-amu *igunakan untuk kea*aan lain. =Nelson, 1::#>.
Pa*a ense5alitis bakterial, organisme piogenik masuk ke *alam otak melalui pere*aran *ara+,
pen(ebaran langsung, komplikasi luka tembus. Pen(ebaran melalui pere*aran *ara+ *alam
bentuk sepsis atau berasal *ari ra*ang 5okal *i bagian lain *i *ekat otak. Pen(ebaran langsung
*apat melalui trombo5lebitis, osteomielitis, in5eksi telinga bagian tenga+ *an sinus paranasalis.
0ula!mula ter-a*i pera*angan supurati5 pa*a -aringan otak. /iasan(a ter*apat *i bagian
substantia alba, karena bagian ini kurang men*apat suplai *ara+. Proses pera*angan ini
membentuk eksu*at, trombosis septik pa*a pembulu+!pembulu+ *ara+ *an agregasi leukosit
(ang su*a+ mati.
'i *aera+ (ang mengalami pera*angan ta*i timbul e*ema, perlunakan *an kongesti
-aringan otak *isertai pera*angan ke4il. 'i sekeliling abses ter*apat pembulu+ *ara+ *an
in5iltrasi leukosit. /agian tenga+ kemu*ian melunak *an membentuk ruang abses. 0ula!mula
*in*ingn(a ti*ak begitu kuat, kemu*ian terbentuk *in*ing kuat membentuk kapsul (ang
konsentris. 'i sekeliling abses ter-a*i in5iltrasi leukosit P0N, sel!sel plasma *an lim5osit. Abses
*apat membesar, kemu*ian pe4a+ *an masuk ke *alam ?entrikulus atau ruang subarak+noi* (ang
*apat mengakibatkan meningitis. =Carsono, 1::7>. Proses ra*ang pa*a ense5alitis ?irus selain
ter-a*i -aringan otak sa-a, -uga sering mengenai -aringan selaput otak. Ole+ karena itu ense5alitis
?irus lebi+ tepat bila *isebut sebagai meningo ense5alitis. =Ari5, #$$$>
6irus!?irus (ang men(ebabkan parotitis, morbili, ?arisela masuk ke *alam tubu+ melalui
saluran perna5asan. 6irus polio *an entero?irus melalui mulut, 6CS melalui mulut atau mukosa
kelamin, ?irus (ang lain masuk ke tubu+ melalui inokulasi seperti gigitan binatang =rabies> atau
n(amuk. /a(i *alam kan*ungan men*apat in5eksi melalui plasenta ole+ ?irus rubella atau 106.
14
6irus memperban(ak *iri se4ara lokal, ter-a*i ?iremia (ang men(erang SSP melalui kapilaris *i
pleksus koroi*eus. 1ara lain iala+ melalui sara5 peri5er =gerakan sentripetal> misaln(a 6SC,
rabies *an +erpes 9oster.
Pertumbu+an ?irus bera*a *i -aringan ekstraneural =usus, kelen-ar geta+ bening,
poliomielitis> saluran perna5asan atas mukosa gastrointestinal =arbo?irus> *an -aringan lemak
=4o2a4kie, poliomielitis, rabies, *an ?ariola>. 'i *alam SSP ?irus men(ebar se4ara langsung atau
melalui ruang ekstraseluler.
Pa*a ense5alitis ter*apat kerusakan neuron kemu*ian ter-a*i intra4ellular in4lusion
bo*ies, pera*angan otak *an me*ulla spinalis serta e*ema otak. Ter*apat -uga pera*angan pa*a
pembulu+!pembulu+ *ara+ ke4il, trombosis *an proli5erasi astrosit *an mikroglia. Neuron (ang
rusak *imakan ole+ makro5ag *isebut neuro5agia (ang k+as bagi ense5alitis primer. =Carsono,
1::7>.
Kemampuan *ari beberapa ?irus untuk tinggal tersembun(i =latent> merupakan +al (ang
penting pa*a pen(akit sistem sara5 ole+ ?irus. 6irus +erpes simplek *an +erpes 9oster *apat
tinggal latent *i *alam sel tuan ruma+ pa*a sistem sara5 untuk *apat kembali akti5 berbulan!
bulan atau berta+un!ta+un setela+ in5eksi pertama. =K+umer, 1:">.
3. EPI'E0IOAO@I
Karena ter*apat ban(ak pen(ebab ense5alitis, maka ti*ak ter*apat pola epi*emiologi (ang
sama. Tetapi sebagian besar kasus (ang ter-a*i pa*a musim panas *an musim gugur,
men4erminkan a*an(a ?irus arbo *an ?irus entero sebagai etiologi. Ense5alitis (ang *isebabkan
karena ?irus arbo ter-a*i *alam bentuk epi*emik, *engan batas )ila(a+ (ang *itentukan ole+
batas ?ektor n(amuk serta pre?alensi binatang reser?oar alamia+.
Kasus!kasus enese5alitis (ang spora*is *apat ter-a*i setiap musim, pertimbangan
epi*emiologis (ang +arus *itin-au ulang *alam usa+a men4ari agen pen(ebab meliputi )ila(a+
geogra5is, iklim, pemaparan ole+ binatang, air, manusia, *an ba+an makanan, tana+, manusia,
*an 5aktor!5aktor +ospes =Nelson, 1::#>.
15
Angka kematian untuk ense5alitis berkisar antara &3!3$;. 'ari pen*erita (ang +i*up, #$!
%$; mempun(ai komplikasi atau ge-ala sisa =Anonim, 1:3>.
7. 0ANIIESTASI KAINIK
0eskipun pen(ebabn(a berbe*a, ge-ala klinis ense5alitis lebi+ kurang sama *an k+as
se+ingga *apat *igunakan sebagai kriteria *iagnostik. Se4ara umum ge-ala berupa trias
ense5alitis (ang ter*iri *ari *emam, ke-ang *an kesa*aran menurun. =Ari5, #$$$>.
Setela+ masa inkubasi kurang lebi+ 3!1$ +ari akan ter-a*i kenaikan su+u (ang men*a*ak,
seringkali ter-a*i +iperpireksia, n(eri kepala pa*a anak besar, men-erit pa*a anak ke4il.
'itemukan tan*a perangsangan SSP =koma, stupor, letargi>, kaku ku*uk, peningkatan re5lek
ten*on, tremor, kelema+an otot *an ka*ang!ka*ang kelumpu+an =Kempe, 1:#>.
0ani5estasi klinik ense5alitis bakterial, pa*a permulaan ter*apat ge-ala (ang ti*ak k+as seperti
in5eksi umum, kemu*ian timbul tan*a!tan*a peningkatan tekanan intrakranial (aitu n(eri kepala,
munta+!munta+, na5su makan ti*ak a*a, *emam, pengli+atan kabur, ke-ang umum atau 5okal *an
kesa*aran menurun. @e-ala *e5isit ner?i kranialis, +emiparesis, re5leks ten*on meningkat, kaku
ku*uk, a5asia, +emianopia, nistagmus *an ataksia =Carsono, 1::7>.
Pen(ebab kelainan neurologis =*e5isit neurologis> a*ala+ in?asi *an perusakan langsung
pa*a -aringan otak ole+ ?irus (ang se*ang berkembang biakJ reaksi -aringan sara5 ter+a*ap
antigen ?irus (ang akan berakibat *emielinisasi, kerusakan ?askular, *an para?askularJ *an
karena reaksi akti?asi ?irus neurotropik (ang bersi5at laten. =Ari5, #$$$>.
Pa*a ense5alitis ?iral ge-ala!ge-ala a)al n(eri kepala ringan, *emam, ge-ala in5eksi
saluran na5as atas atau gastrointestinal selama beberapa +ari kemu*ian mun4ul tan*a!tan*a
ra*ang SSP seperti kaku ku*uk, tan*a kernig positi5, gelisa+, lema+ *an sukar ti*ur. 'e5isit
neurologik (ang timbul bergantung pa*a tempat kerusakan. Selan-utn(a kesa*aran mulai
menurun sampai koma, *apat ter-a*i ke-ang 5okal atau umum, +emiparesis, gangguan koor*inasi,
kelainan kepriba*ian, *isorientasi, gangguan bi4ara *an gangguan mental =Carsono, 1::7>.
16
Temuan!temuan klinis pa*a ense5alitis *itentukan ole+ =1> berat *an lokalisasi anatomis susunan
sara5 (ang terli+at =#> patogenesitas agen (ang men(erang =&> kekebalan *an mekanisme reakti5
lain pen*erita =Nelson 1::#>.
". 'IA@NOSIS
'iagnosis pasti untuk ense5alitis iala+ ber*asarkan pemeriksaan patologi anatomi
-aringan otak. S4ara praktis *iagnostik *ibuat ber*asarkan mani5estasi neurologik *an in5ormasi
epi*emiologik =komite 0e*ik RSUP 'r. Sa*-ito, #$$$>.
Cal!+al penting *alam menegakkan *iagnosis ense5alitis a*ala+ :
1. Panas tinggi, n(eri kepala +ebat, kaku ku*uk, stupor, koma, ke-ang *an ge-ala!ge-ala
kerusakan SSP.
#. Pa*a pemeriksaan 4airan serebro spinal =1SS> ter*apat pleo4(tosis *an se*ikit peningkatan
protein =normal pa*a ESA>.
&. Isolasi ?irus *ari *ara+, 1SS atau spesimen post mortem =otak *an *ara+>
%. I*enti5ikasi serum antibo*i *ilakukan *engan # spesimen (ang *iperole+ *alam &!% minggu
se4ara terpisa+ =Kempe, 1:#>.
Sebaikn(a *iagnosis ense5alitis *itegakkan *engan :
a. Anamnesis (ang 4ermat, tentang kemungkinan a*an(a in5eksi akut atau kronis, kelu+an,
kemungkinan a*an(a peningkatan tekanan intra kranial, a*an(a ge-ala, 5okal serebral8serebelar,
a*an(a ri)a(at pemaparan selama #!& minggu terak+ir ter+a*ap pen(akit melalui kontak,
pemaparan *engan n(amuk, ri)a(at bepergian ke *aera+ en*emik *an lain!lain =Nelson, 1::#>
b. Pemeriksaan 5isik8neurologik, perlu *ikon5irmasikan *engan +asil anamnesis *an sebalikn(a
anamnesis *apat *iulang ber*asarkan +asil pemeriksaan.
! @angguan kesa*aran
! Cemiparesis
17
! Tonus otot meninggi
! Re5lek patologis positi5
! Re5lek 5iisiologis menningkat
! Klonus
! @angguan ner?us kranialis
! Ataksia =Komite 0e*ik RSUP 'r. Sar-ito, #$$$>
4. Pemeriksaan laboratorium
Pungsi lumbal, untuk men(ingkirkan gangguan!gangguan lain (ang akan memberikan
respons ter+a*ap pengobatan spesi5ik. Pa*a ense5alitis ?irus umumn(a 4airan serebro spinal
-erni+, -umla+ lekosit berkisar antara nol +ingga beberapa ribu tiap mili meter kubik, seringkali
sel!sel polimor5onuklear mula!mula 4ukup bermakna =Nelson, 1::#>. Ka*ar protein meningkat
se*ang atau normal, ka*ar protein men4apai &7$ mg; pa*a ense5alitis (ang *isebabkan ?irus
+erpes simplek *an 33 mg; (ang *isebabkan ole+ to2o4ara 4anis . Kultur "$!$ ; positi5 *an
?irus $; positi5 =Komite 0e*ik RSUP 'r. Sar*-ito, #$$$>.
O 'ara+
! Al =angka lekosit> : normal8meninggi tergantung etiologi
! Citung -enis : normal8*ominasi sel polimor5enuklear
! Kultur : $!:$ ; positi5 =Komite 0e*ik RSUP 'r. Sar*-ito, #$$$>
*. Pemeriksaan pelengkap
Isolasi ?irus
6irus ter*apat +an(a *alam *ara+ pa*a in5eksi *ini. /iasan(a timbul sebelum mun4uln(a
ge-ala. 6irus *iisolasi *ari otak *engan inokulasi intraserebral men4it *an *ii*enti5ikasi *engan
tes!tes serologik *engan antiserum (ang tela+ *iketa+ui.
Serologi
Antibo*i netralisasi *itemukan *alam beberapa +ari setela+ timbuln(a pen(akit. 'alam membuat
*iagnosis perlu untuk menentukan kenaikan titer antibo*i spesi5ik selama in5eksi *iagnosis
serologik men-a*i sukar bila epi*emi (ang *isebabkan ole+ sala+ satu anggota golongan
18
serologik ter-a*i pa*a *aera+ *imana anggota golongan lain en*emik atau bila in*i?i*u (ang
terkena in5eksi, sebelumn(a perna+ terkena in5eksi ?irus arbo (ang mempun(ai +ubungan *ekat.
'alam kea*aan tersebut, *iagnostik etiologik se4ara pasti ti*ak mungkin *ilakukan =Ja)et9,
1::1>.
EE@
1T s4an kepala
. 'IA@NOSIS /AN'IN@
'iagnosis ban*ing untuk ense5alitis meliputi kemungkinan meningitis bakterial, tumor
otak, abses ekstra*ural, abses sub*ural, in5iltrasi neoplasma =Carsono, 1::7>, trauma kepala pa*a
*aera+ epi*emik =Kempe, 1:#>, ense5alopati, sin*rom Re(e =Ari5, #$$$>
:. PENATAAAKSANAAN
Pen*erita baru *engan kemungkinan ense5alitis +arus *ira)at inap sampai
meng+ilangn(a ge-ala!ge-ala neurologik. Tu-uan penatalaksanaan a*ala+ memperta+ankan 5ungsi
organ *engan mengusa+akan -alan na5as tetap terbuka, pemberian makanan enteral atau
parenteral, men-aga keseimbangan 4airan *an elektrolit *an koreksi gangguan asam basa *ara+
=Ari5, #$$$>. Tata laksana (ang *iker-akan sebagai berikut :
1. 0engatasi ke-ang a*ala+ tin*akan ?ital, karena ke-ang pa*a ense5alitis biasan(a berat.
Pemberian Ienobarbital 3! mg8kg//8#% -am. Jika ke-ang sering ter-a*i, perlu *iberikan
'ia9epam =$,1!$,# mg8kg//> I6, *alam bentuk in5us selama & menit.
#. 0emperbaiki +omeostatis, *engan in5us 4airan '3 ! 18# S atau '3 ! 18% S =tergantung umur>
*an pemberian oksigen.
&. 0engurangi e*ema serebri serta mengurangi akibat (ang *itimbulkan ole+ anoksia serebri
*engan 'eksametason $,13!1,$ mg8kg//8+ari i.? *ibagi *alam & *osis.
19
%. 0enurunkan tekanan intrakranial (ang meninggi *engan 0anitol *iberikan intra?ena *engan
*osis 1,3!#,$ g8kg// selama &$!7$ menit. Pemberian *apat *iulang setiap !1# -am. 'apat -uga
*engan @liserol, melalui pipa nasogastrik, $,3!1,$ ml8kgbb *ien4erkan *engan *ua bagian sari
-eruk. /a+an ini ti*ak toksik *an *apat *iulangi setiap 7 -am untuk )aktu lama.
3. Pengobatan kausati5.
Sebelum ber+asil men(ingkirkan etilogi bakteri, terutama abses otak =ense5alitis
bakterial>, maka +arus *iberikan pengobatan antibiotik parenteral. =Nelson, 1::#> Pengobatan
untuk ense5alitis karena in5eksi ?irus +erpes simplek *iberikan A4(4lo?ir intra?ena, 1$ mg8kgbb
sampai &$ mg8kgbb per +ari selama 1$ +ari. Jika ter-a*i toleransi maka *iberikan A*enine
arabinosa =?i*arabin>. /egitu -uga ketika ter-a*i kekambu+an setela+ pengobatan *engan
A4(4lo?ir =/ra*le(, 1::1>. 'engan penge4ualian penggunaan A*enin arabinosi* kepa*a
pen*erita ense5alitis ole+ +erpes simplek, maka pengobatan (ang *ilakukan bersi5at non spesi5ik
*an empiris (ang bertu-uan untuk memperta+ankan ke+i*upan serta menopang setiap sistem
organ (ang terserang. E5ekti?itas berbagai 4ara pengobatan (ang *ian-urkan belum perna+ *inilai
se4ara ob-ekti5 =Nelson, 1::#>.
7. Iisioterapi *an upa(a re+abilitati5 setela+ pen*erita sembu+
". 0akanan tinggi kalori protein sebagai terapi *iet.
. Aain!lain, pera)atan (ang baik, konsultan *ini *engan a+li anestesi untuk mengantisipasi
kebutu+an pernapasan buatan
1$. @EJAAA SISA 'AN KO0PAIKASI
@e-ala sisa maupun komplikasi karena ense5alitis *apat melibatkan susunan sara5 pusat
*apat mengenai ke4er*asan, motoris, psikiatris, epileptik, pengli+atan *an pen*engaran, sistem
kar*io?askuler, intraokuler, paru, +ati *an sistem lain *apat terlibat se4ara menetap =Nelson,
1::#>.
20
@e-ala sisa berupa *e5isit neurologik =paresis8paralisis, pergerakan koreoatetoi*>,
+i*rose5alus maupun gangguan mental sering ter-a*i =Carsono, 1::7>. Komplikasi pa*a ba(i
biasan(a berupa +i*rose5alus, epilepsi, retar*asi mental karena kerusakan SSP berat =Kempe,
1:#>.
11. PRO@NOSIS
Prognosis bergantung pa*a ke4epatan *an ketepatan pertolongan. 'isamping itu perlu
*ipertimbangkan pula mengenai kemungkinan pen(ulit (ang *apat mun4ul selama pera)atan.
E*ema otak *apat sangat mengan4am ke+i*upan pen*erita.
Prognosis -angka pen*ek *an pan-ang se*ikit ban(ak bergantung pa*a etiologi pen(akit
*an usia pen*erita. /a(i biasan(a mengalami pen(ulit *an ge-ala sisa (ang berat. Ense5alitis
(ang *isebabkan ole+ 6CS memberi prognosis (ang lebi+ buruk *aripa*a pognosis ?irus entero
=Nelson, 1::#>.
Kematian karena ense5alitis masi+ tinggi berkisar antara &3!3$ ;. 'ari pen*erita (ang
+i*up #$!%$; mempun(ai komplikasi atau ge-ala sisa. Pen*erita (ang sembu+ tanpa kelainan
neurologis (ang n(ata *alam perkembangan selan-utn(a masi+ men*erita retar*asi mental,
epilepsi *an masala+ tingka+ laku =Anonim, 1:3>.
21
DAFTAR P)STAKA
Anonim 1:3, Ense5alitis *alam Casan R., Ilmu Kese+atan Anak, C : 7##!7#%, Iakultas
Ke*okteran Uni?ersitas In*onesia, Jakarta.
/ra*le(, P.@., Ense5alitis 6iral *alam 1arol C., Neurolog( in 1lini4al Pra4ti4e, p : 3::!7$&,
/utter)ort+. Ceinemann, /oston.
Anonim 1::7, Ense5alitis *alam Carsono, Neurologi Klinis, E*. I. C : 1"#!1":, @a*-a+ 0a*a
Uni?ersit( Press, Mog(akarta.
Ja)et9, E, et all, Pen(akit!pen(akit 6irus melalui Autropo*a *alam /onang @. Re?ie) o5
0e*i4al 0i4robiolog(, 1::1, 17 e*., p : %:!%:&, Aange 0e*i4al Publi4ations, Aos Atlos,
1ali5ornia.
Kempe, 1.C., 1:#, In5e4tions, ba4terial an* Spiro4+aetal In Jerr( A. Eller, 1urrent Pe*iatri4
'iagnosis an* Treatment, " e*., p : "&#!"&&, Aange 0e*i4al Publi4ations, Aos Atlos, 1ali5ornia.
Komite 0e*ik RSUP 'r. Sar*-ito, #$$$, Ense5alitis *alam Suto(o, Stan*ar Pela(anan 0e*is,
E*. #, + : 1:!#$$, 0e*ika Iakultas Ke*okteran U@0, Mog(akarta.
/e+rman RE, 6aug+an, 6.1, Ense5alitis 6iral *alam Nelson Ilmu Kese+atan Anak Nelson, e*isi
1#, /ag #, C : %#!%, E@1, Jakarta
22