Anda di halaman 1dari 19

TUGAS

KEWIRAUSAHAAN
BISNIS PLAN

KERIPIK BUAH DAN SAYUR

DI SUSUN
OLEH :

NAMA : HERMAN JAYADIN (F1C 110 037)
NAMA : ABDUL MANAP (F1C 110 057)

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MATARAM
2013
1. PEDAHULUAN
Latar Belakang
Keripik buah dan sayur adalah salah satu bentuk produk industri yang mengolah buah
dan sayur segar menjadi keripik. Keripik merupakan makanan ringan yang sangat digemari oleh
masyarakat, karena mengingat rasanya yang nikmat dan gurih. Keberadaan usaha kecil sangat
berpengaruh dalam meningkatkan ekonomi masyarakat lokal, karena dapat menyerap tenaga
kerja, memberikan nilai tambah pada buah-buahan dan dapat menjadi sumber pendapatan bagi
pemilik usaha kecil tersebut.
Keripik buah dan sayur adalah produk olahan buah yang diproses dengan penggoreng
vakum, sehingga bahan (daging buah) yang digoreng renyah dan berwarna cerah. Kondisi ini
tidak dapat diperoleh dengan penggorengan biasa. Selain itu keripik buah (nangka dan salak)
juga memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk kesehatan.
Investasi dalam industri pengolahan mempunyai beberapa tujuan, tetapi yang menjadi
tujuan utama adalah untuk mencapai laba yang maksimum guna kelangsungan hidupnya. Laba
yang maksimum akan dapat diwujudkan apabila perusahaan mampu menekan biaya produksi
dan operasi serendah mungkin, menentukan harga jual sedemikian rupa, dan meningkatkan
volume penjualan sebesar mungkin.














PERUSAHAAN YANG KAMI RENCANAKAN
DATA PERUSAHAAN

1. Nama Perusahaan MANTEP KERIPIK

2. Bidang Usaha Industri Rumahan

3. Jenis Produk / Jasa Makanan Ringan

4. Alamat Perusahaan Jl. TGH abdul karim kec. Kediri gang Himalaya LOBAR (NTB)

5. Nomor Telepon/Fax 0819 O712 5584


6. Alamat E-mail bungmantep@gmail.com


7. Bank Perusahaan Bank BNI syariah.

8. Bentuk Badan Hukum Usaha Dagang.

9. Nomor Akte Pendirian Sedanng dalam proses pembbuatan.










2. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

2.1 Produk yang Dihasilkan
Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan,
diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau
keinginan pasar yang bersangkutan. Pada bagian ini menjelaskan keseluruhan produk yang
dihasilkan. Perencanaan yang perlu dilakukan menyangkut produk (output), terutama pada usaha
yang kami rencanakan adalah:
A. Dimensi Produk
Dimensi produk berkenaan dengan sifat dan ciri-ciri produk yang meliputi bentuk,
ukuran, warna serta fungsinya. Produk yang berbahan baku buah dan sayur ini disajikan dalam
bentuk keripik yang disediakan dengan berbagai varian rasa dan harga. Berikut ini adalah
berbagai macam produk yang dihasilkan oleh keripik buah dan keripik sayur antara lain :
Keripik buah nangka
Keripik buah salak
Keripik buah mangga
Keripik buah nanas
Keripik buah pepaya
Keripik buah kentang
Keripik buah melon
Keripik sayur wortel
Keripik sayur bayam
Keripik sayur kacang panjang
Keripik sayur terung






CONTOH PRODUK YANG DI HASILKAN




B. Nilai/Manfaat Produk
Produk keripik buah dan keripik sayur yang ditawarkan memiliki manfaat yang positif
bagi kesehatan konsumen yang merupakan manfaat inti dari produk keripik buah dan keripik
sayur. Buah dan sayur yang diolah memiliki banyak kandungan gizi yang bermanfaat. Produk
keripik buah dan keripik sayur juga memiliki Potential Benefit (manfaat potensial) seperti
menjaga lingkungan dan memperdulikan kesehatan pelanggan.

C. Kegunaan/Fungsi Produk
Produk konsumsi, yaitu produk yang dibeli dan digunakan oleh konsumen akhir (pemakai
akhir). Keripik buah dan keripik sayur merupakan produk yang dapat dinikmati dengan berbagai
pilihan rasa dan harga. Selain itu kandungan gizi keripik buah dan keripik sayur yang diproses
dengan alat penggoreng sistem hampa tidak jauh berbeda dengan keadaan buah segar, karena
diproses dengan menggunakan suhu rendah.

2.2 Keunggulan Produk

Keunggulan kompetitif produk kami antara lain :
1. Rasa yang sangat renyah dan gurih.
2. Kemasan yang ramah lingkungan.
3. Kesegaran dari buah dan sayur yang masih terasa.
4. Harga terjangkau dan sesuai dengan kantong konsumen.

2.3 Gambaran Pasar
Pada tahap ini menceritakan gambaran pasar, mulai dari gambaran pasar bisnis secara
ringkas.
Perkiraan / prediksi jumlah permintaan konsumen terhadap produk.
Proyeksi penawaran dalam beberapa periode / tahun mendatang. Proyeksi penawaran
disesuaikan dengan permintaan seperti kenaikan x % per tahun sesuai pertumbuhan proyeksi
permintaan.

2.4 Target Pasar atau Segmen Pasar yang Dituju
Dalam suatu perusahaan pasti akan memiliki target atau segmentasi pasar yang dituju
untuk mengembangkan usaha yang diproduksi oleh perusahaan. Target pasar memberikan
prospek yang bagus dimana kami dapat memasarkan produk keripik buah dan keripik sayur ke
beberapa tempat misalnya saja di kedai/warung, di koperasi-koperasi, bahkan dapat dipasarkan
di supermarket-supermarket jika sudah memiliki izin usaha. Kami yakin akan melangkah ke
bisnis ini karena telah melihat target pasar sebelumnya melalui berbagai media cetak dan
elektonik.

2.5 Trend Perkembangan Pasar
Masyarakat Indonesia sangat mengikuti trend suatu produk di pasar saat ini, termasuk
keripik buah dan keripik sayur. Dengan demikian, Kami yakin ketika usaha ini telah berjalan
akan menjadi perusahaan yang dapat berkembang cepat. Hal ini dapat dilihat dari kondisi
perekonomian Indonesia yang cukup baik dan selera masyarakat untuk mencoba suatu produk
yang unik.
Dari analisis perkembangan pasar yang dilakukan, pertumbuhan ekonomi seperti inflasi
dan tingkat suku bunga mempengaruhi trend perkembangan pasar. Dari segi pertumbuhan
ekonomi dapat dilihat bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi di Indonesia sedang membaik dan
ini sangat mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat. Hal ini mempengaruhi karena dengan
tingkat pendapatan yang baik maka masyarakat akan tinggi pula untuk mengkonsumsi suatu
produk. Keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi suatu produk maka akan tinggi pula hasrat
masyarakat untuk mengkonsumsi produk dari usaha kami.

2.6 Proyeksi Penjualan
Perencanaan kapasitas produksi dilakukan untuk semua mesin, peralatan, dan faktor
produksi lainnya sesuai dengan rencana jumlah produk akhir yang akan dihasilkan. Dengan
sendirinya, kapasitas produksi sampai dengan tingkatan yang rinci semuanya akan mengacu pada
hasil dari perhitungan peluang pasar atas produk yang bersangkutan. Kapasitas produksi biasa
dinyatakan dalam unit per periode waktu tertentu (tahun, bulan, minggu, hari, atau jam). Untuk
perencanaan strategis, proyeksi kapasitas penjualan dilakukan dalam jangka minimal 3 tahun
kedepan, sesuai dengan rencana produksinya.
2.7 Analisis Pesaing
Strategi Pemasaran yang kami gunakan berdasarkan analisa 7 P menurut Kotler (2000)
yang terdiri atas :
1. Price (harga)
Strategi mengenai bagaimana produk kita lebih menarik konsumen dari segi harga
dibandingkan pesaing. Umumnya konsumen lebih tertarik kepada produk dengan harga yang
lebih murah. Pricing merupakan ekspresi nilai yang menyangkut kegunaan dan kualitas produk,
citra yang terbentuk melalui iklan dan promosi, ketersediaan produk melalui jaringan distribusi,
dan layanan yang menyertainya (Raymond Corey, 2001). Sehingga pricing bukan semata-mata
biaya produksi ditambah dengan marjin keuntungan yang akan diambil, melainkan sebuah nilai
yang mencerminkan value proposition. Harga yang tepat akan memiliki ikatan yang erat antara
pembeli dan produsen. Harga produk tidak lebih murah daripada produk pesaing, karena harga
tersebut merupakan harga yang sudah sesuai dengan ongkos produksi.

2. Product (Produk)
Strategi mengenai bagaimana produk usaha dapat menarik hati konsumen untuk
membelinya. Produk yang ditawarkan merupakan produk keripik buah dan keripik sayur yang
memiliki kualitas terbaik dengan kadar gizi yang tinggi dan menyehatkan dan sekaligus
berkhasiat obat.

3. Promotion (Promosi)
Strategi mengenai bagaimana produk dapat dikenal oleh konsumen melalui cara Personal
Selling yaitu promosi melalui penjualan langsung ke tempat konsumen berada dengan
menawarkan dan mencoba produk langsung.

4. Place (Saluran Distribusi)
Place merupakan cara untuk mendistribusikan produk untuk sampai ke tangan konsumen.
Sistem distribusi yang dilakukan secara langsung ke konsumen.

5. People
People merupakan kriteria sumber daya manusia secara umum yang dapat meningkatkan
penjualan produk ke konsumen secara langsung ataupun tidak langsung. Direncanakan, usaha ini
dilaksanakan oleh pemilik sendiri sebagai pemilik aktif. Maka sedapat mungkin pemilik
mengutamakan pelayanan dengan sikap yang ramah, sopan dan bersahabat.

6. Process
Proses yang ditampilkan kepada konsumen agar konsumen tertarik untuk membeli.
Proses yang dapat ditampilkan seperti proses produksi yang baik ataupun proses pelayanan
terhadap konsumen. Dalam proses, pelanggan dapat melihat secara langsung proses
pembuatannya. Disini operasional usaha dituntut untuk menjaga kualitas produksi seperti
mengutamakan kebersihan, langkah kerja yang efektif dan tangkas menanggapi permintaan.

7. Physical Evidence
Penampilan fisik dari fasilitas pendukung atau sarana dalam menjual produk yang dapat
dilihat langsung oleh konsumen. Logo official dari Keripik Buah dan Keripik Sayur terinspirasi
dari warna hijau yang menggambarkan pemanfaatan akan buah-buahan dan sayur-sayuran yang
ada di alam, kemudian tulisan keripik buah dan keripik sayur berwarna biru karena merupakan
warna kesukaan pemilik usaha. Kemasan produk berisi nama berikut alamat usaha. Kemasan
produk keripik buah dan keripik sayur terbuat dari plastic alumunium foil. Ini akan menghemat
ongkos produksi karena tidak menggunakan plastik-plastik yang tidak ramah lingkungan serta
menjadi indikator kepedulian terhadap lingkungan.
Dari analisis pasar dan pesaing yang penulis lihat bahwa, pesaing dari usaha keripik buah
dan keripik sayur ini merupakan produk yang sejenis yakni pesaing yang bersifat subtitusi.

3. ASPEK PRODUKSI
3.1 Bahan Baku dan Bahan Penolong
Perencanaan bahan baku dan bahan pembantu merupakan bagian utama untuk
perhitungan kebutuhan modal kerja. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah suplier, kuantitas,
harga beli, persyaratan pembelian, ketersediaan, dan persediaan. Bahan baku yang digunakan
adalah (dihitung berdasarkan kebutuhan per bulan):

No Nama Buah Kuantitas (Kg) Harga Satuan Jumlah Harga
1 Minyak goring 50 10.000 500.000
2 Buah nangka 10 7.000 70.000
3 Buah salak 10 10.000 100.000
4 Buah manga 10 10.000 100.000
5 Buah nanas 10 5.000 50.000
6 Buah papaya 10 5.000 50.000
7 Buah kentang 10 6.000 60.000
8 Buah melon 10 7.000 70.000
9 Sayur wortel 10 5.000 50.000
10 Sayur bayam 10 2.000 20.000
11 Sayur kacang panjang 10 3.000 30.000
12 Sayur terung 10 3.000 30.000
13 Bumbu 20 5.000 100.000
TOTAL 1.230.000






Contoh buah buahan dan sayur sayuran yang akan di jjadikan keripik




3.2 Proses Produksi
Perencanaan proses produksi pada dasarnya menjelaskan tahapan-tahapan proses yang
diperlukan untuk menghasilkan produk atau output yang dimaksud. Bentuk proses produk
keripik buah dan keripik sayur ini dibahas dalam bentuk resep.


Gambar mesin vaccum frying



Gambar hasil kripik yang masih di mesin.


Gambar keripik pisang yang sedang di kemas.



3.3 Peralatan yang Dibutuhkan
Baik untuk perencanaan pembelian ataupun sewa, daftar mesin dan peralatan juga harus
dirinci sedetail mungkin proyeksinya. Perencanaan ini tetap selalu berkaitan dengan kapasitas
dan kompetensi teknis wirausahawan.

Nama Mesin/Peralatan Merk Jumlah
Unit
Harga Jumlah
Harga
1. Kompor Gas

Rinnai 1 300.000 300.000
2. Tabung Gas

LPG 3kg 1 100.000 100.000
3. Mesin Vaccum Frying

Maksindo 1 24.000.000 24.000.000
4. Pisau

Kiwi 2 16.000 32.000
5. Kuali

Maxim 1 50.000 50.000
6. Baskom

Kiramas 1 10.000 10.000
7. Timbangan

Lion Star 1 30.000 30.000
8. Saringan

Lion Star 1 8.000 8.000
9. Alat pres plastic

1 4.000.000 4.000.000

10. Alat pengupas


1 200.000 200.000
11. Wadah plastic

5 25.000 125.000

Total Pembelian Mesin/Peralatan 28.855.000

3.4 Sarana Penunjang
Instalasi sarana penunjang berkaitan dengan tata letak (lay-out) yang termasuk dalam
anggaran investasi. Pemasangan sarana penunjang ini meliputi listrik, air, telepon, internet, dan
lain-lain.


4. ANALISIS SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
Kompetensi adalah ciri-ciri yang harus dimiliki oleh seseorang sehingga dapat dicapai
performansi prima dalam suatu bidang pekerjaan. Pada indikator kompetensi karyawan, kita
harus melihat tiga sisi, yaitu sisi pertumbuhan, efisiensi, dan stabilitas. Di sisi pertumbuhan, akan
memantau durasi bekerja, tingkat pendidikan, dan biaya pelatihan seorang karyawan.
Selain itu tingkat turnover karyawan dan kemampuan meraih pelanggan juga bisa
termonitor. Sementara itu, di sisi efisiensi, harus dilihat proporsi para professional (karyawan
dengan keahlian tertentu). Begitu juga dengan nilai tambah per karyawan dan professional serta
keuntungan yang dihasilkan oleh setiap karyawan atau professional. Adapun sisi stabilitas akan
terlihat dari turnover professional di sebuah perusahaan. Perencanaan tenaga kerja langsung
(TKL), juga perlu memperhatikan hal-hal mengenai kualifikasi, tarif upah, jumlah tenaga yang
dibutuhkan, dan persyaratan kerja.
Karena dalam usaha ini kami juga merupakan investor aktif yang berarti kami juga
menjalankan pekerjaan operasional, maka sistem penggajian tidak dihitung secara spesifik
melainkan menerima pembagian dari laba yang didapatkan. Sehingga untuk saat ini usaha kami
belum memerlukan tenaga kerja tambahan karena masih dapat mengelola sendiri usaha ini.

4.1 RENCANA PENGEMBANGAN PASAR
A. Strategi Produksi
Dalam strategi produksi,Kami akan meningkatkan kualitas dan kuantitas dari produk
yang dihasilkan. Namun, akan tetap menstabilkan harga dari produksi tersebut. Hal ini
direncanakan untuk lebih mengembangkan dan mengekspansi usaha ini untuk lebih berkembang.
B. Strategi Organisasi dan SDM







Gambar struktur organisasi pada usaha kripik buah dan sayur.
KETUA
ABDUL MANAP

SKERTARIS
HERMAN JAYADIN

B. PRODUKSI
CHERDI FANDI
B. KEUANGAN
ADETIA
B.PEMASARAN
SADIKIN ALI
Dalam penerapan strategi organisasi dan sumber daya manusia (SDM) juga sangat
diperhatikan karena organisasi dan SDM mempengaruhi berkembangnya usaha ini. Strategi yang
diterapkan adalah dengan memberikan motivasi dan penghargaan kepada karyawan yang
berprestasi. Dengan begitu usaha keripik buah dan keripik sayur kami dapat berkembang lebih
maju.
C. Strategi Marketing
Marketing juga mempengaruhi berkembangnya usaha ini. Strategi yang marketing yang
akan dilakukan adalah dengan lebih memasarkan usaha ini dengan membuat brosur, poster dan
flyer yang akan lebih dipasarkan kepada masyarakat umum.

D. Strategi Keuangan
Dalam mengembangkan usaha,Kami akan menambah armada untuk mengembangkan
usaha dengan modal sendiri yang telah didapat dari keuntungan didapat.

4.2 PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI
Dalam persaingan bisnis yang semakin keras dan ketat saat inI, informasi teknologi
memegang peranan penting dalam pengembangan bisnis. Yang menjadi titik point adalah
bagaimana teknologi dapat digunakan dan apa yang perlu diketahui bisnis mengenai teknologi
sehingga memberi dampak terhadap stategi bisnis dan selalu terlibat dalam berbagai perencanaan
serta pengkajian strategi bisnis. Pemanfaatan sistem teknologi informasi memberikan lima peran
utama di dalam organisasi :
Meningkatkan efisiensi, yaitu menggantikan manusia dengan teknologi di proses
produksi.
Meningkatkan efektivitas, yaitu menyediakan informasi bagi para manajer di organisasi
untuk mendukung proses pengambilan keputusan dengan lebih efektif yang didasarkan
dengan informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan sehingga mendapat hasil
produksi yang akurat dan bebas dari cacat produksi sesuai dengan sasaran produksi yang
diinginkan.
Meningkatka komunikasi, yaitu mengintegrasikan penggunaan sistem teknologi
informasi dengan menggunakan email dan chat.
Meningkatkan kolaborasi.
Meningkatkan kompetitif, yaitu system teknologi informasi digunakan untuk keunggulan
kompetisi.
Dalam pemanfaatan informasi teknologi, Keripik Buah dan Keripik Sayur menggunakan
jaringan internet untuk memasarkan usaha ini, yang memiliki alamat di internet dan dapat
dikunjungi oleh siapapun.
4.3 ANALISIS KEUANGAN
Salah satu komponen yang mendukung pembangunan nasional adalah tersedianya
lembaga intermediasi yang mempunyai fungsi menghimpun dana dari masyarakat dan
menyalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya.
Lembaga intermediasi yang ada dibedakan dalam 3 kategori yakni :
a. Berbentuk Bank tunduk pada Undang-Undang Pokok Perbankan.
b. Berbentuk Koperasi Simpan Pinjam tunduk pada Undang-Undang Koperasi
c. Lembaga Keuangan Mikro lainnya yang belum diatur undang-undang.
Lembaga keuangan mikro yang membantu mengembangkan iklim wirausaha di
Indonesia diatur dalam Surat Edaran Menteri Keuangan No. SE-31/MK/2000 tanggal 5 Mei
2000 tentang Pelaksanaan Program PUKK. Dalam hal ini Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi
mengacu kepada Surat Keputusan Menteri Keuangan No.316/KMK.016/1994 tanggal 27 Juni
1994 yang menggantikan Surat Keputusan Menteri BUMN/Kepala Badan Pembina BUMN No.
Kep.216/M-PBUMN/1999 tanggal 28 September 1999. Sumber pendanaan dari Program
Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) berasal dari penyisihan laba BUMN termasuk
saldo dana Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) tahun-tahun sebelumnya yang
merupakan sumber pendanaan utama dalam merealisir terwujudnya pemerataan kehidupan
perekonomian masyarakat melalui kemitraan dengan para pengusaha kecil dan koperasi serta
lingkungan masyarakat sekitarnya.
Pelaksanaan Program Pembinaan Usaha Kecil, Koperasi (PUKK) dan Bina Lingkungan
dilaksanakan di dalam lingkup masyarakat yang bertujuan untuk mendorong tercapainya
pertumbuhan ekonomi rakyat, melalui pemerataan di sektor ekonomi dimana anggota
masyarakat golongan pengusaha kecil dan koperasi di beri kesempatan untuk melakukan
perluasan usahanya, berdasarkan bantuan pinjaman untuk modal kerja / pinjaman lunak yang
berasal dari penyisihan laba BUMN. Namun untuk bisnis keripik buah dan keripik sayur ini,
kami menggunakan dana dari kami sendiri, agar tanggung jawab dan pembagian hasil nantinya
jauh lebih mudah, adapun bila membutuhkan pengembangan usaha, salah satu cara pendanaan
yang tertera diatas bisa menjadi bahan pertimbangan kami.

Proyeksi Keuangan
Aspek finansial dari proposal bisnis dapat memperlihatkan potensi dana yang dimiliki,
kebutuhan dana eksternal, perhitungan kelayakan usaha, termasuk di dalamnya 3 performa
laporan keuangan: neraca, rugi-laba, dan cash flow. Secara ringkas, dapat diberikan format
sederhana perhitungan kelayakan usaha secara finansial sebagai berikut:

Berikut analisa usaha bisnis makanan ringan keripik buah dan sayur :
Investasi Rp 28.855.000
Berikut ini adalah biaya operasionalnya :
Aneka buah-buahan / bahan baku Rp 7.000.000
Gaji 1 pegawai Rp 600.000
Bahan pelengkap untuk rasa dan aroma Rp 500.000
Penyusutan mesin pengering 1/48 x Rp 20.000.000 Rp 418.000
Penyusutan alat pengupas 1/48 x Rp 200.000 Rp 4.180
Penyusutan wadah plastic 1/48 x Rp 125.000 Rp 2.600
Penyusutan alat press plastic 1/48 x Rp 4.000.000 Rp 83.000
Biaya telpon Rp 100.000
Promosi Rp 200.000
Plastik kemasan Rp 500.000
Total Rp 8.707.780
Penghasilan
Jika perhari terjual 60 bungkus saja, maka omzet yang di peroleh adalah :
160 bungkus @ Rp 7.000 = 60 x Rp 7000 x 30 hari
= Rp 14.400.000
Keuntungan = Total penerimaan total biaya operasional
= Rp 14.400.000 Rp 8.707.780
= Rp 5.693.220
Nilai pengembalian modal (BEP) investasi : keuntungan x 1 bulan
= Rp 28.855.000 : Rp 5.693.220 x 1 bulan
= Rp 5.06 bulan

4.4 ANALISIS RESIKO USAHA

A. Analisis Resiko Usaha
Menggambarkan hal-hal yang mungkin mengganggu pelaksanaan investasi dan pengembalian
pinjaman.
Adanya perubahan selera pasar yang kemungkinan akan terjadi.
Kenaikan harga bahan baku diatas 25%
Kebijakan pemerintah yang sewaktu-waktu akan berubah.
Resiko yang dihadapi ketika perekonomian tidak stabil adalah akan terganggunya
produktivitas yang akan dihasilkan.
Adanya persaingan dari pihak tertentu yang mengambil keuntungan dari usaha ini.
Kenaikan upah tenaga kerja sebesar 30%
Penurunan Daya Beli Masyarakat
Kerusakan mesin mesin Peralatan

B. Antisipasi Resiko Usaha
Menggambarkan strategi / kegiatan yang dilakukan dalam mengantisipasi dan
meminimalkan resiko usaha.
Pembelian stock bahan baku dan bahan penolong.
Membuat kontrak kerja dengan tenaga kerja.
Menyediakan fasilitas pendukung untuk pekerja agar tetap loyal.
Memperluas saluran distribusi pemasaran.

Anda mungkin juga menyukai