Anda di halaman 1dari 4

GLIOBLASTOMA MULTIFORME

I. PENDAHULUAN
Glioblastoma multiforme (GBM) adalah glioma yang sangat agresif dan paling banyak
ditemukan pada manusia, secara klinis termasuk sebagai tumor grade 4. Salah satu sebab
mengapa glioma tidak dapat disembuhkan dengan cara pembedahan ialah secara topografik
tumor ini terdapat secara difus. Bahkan dengan beberapa kali tindakan bedah untuk penyakit
yang kambuh (recurrence), pasien meninggal karena tumor telah menjalar ke berbagai
bagian vital pada otak. Sel glioma tersebut dapat bermigrasi ke parenkim normal, ke subpial,
di sekitar neuron dan pembuluh darah (perineuron dan perivaskular) dan ke daerah
substansia alba.
1

Sehubungan dengan keadaan tersebut para peniliti memusatkan perhatian pada proses
yang dapat menghambat pertumbuhan sel, baik dengan meningkatkan proses apoptosis
(programmed cell death) atau mencegah pembentukan pembuluh darah baru
(angiogenesis).
1
Proses apoptosis serta berbagai faktor yang mempengaruhinya pada tumor system saraf
glioma, telah diungkapkan oleh sejumlah peneliti. Berbagai temuan hasil penelitian tersebut
menunjukkan bahwa pengendalian proses apoptosis pada sel kanker system saraf tidak
semudah seperti yang dipikirkan semula.
1
II. DIAGNOSIS
1. Klinis
Gambaran klinis pasien dengan glioblastoma multiforme, seperti tumor otak lainnya,
meliputi gejala umum peningkatan tekanan intracranial, disfungsi neurologis/gejala
fokal (localized sign) dan tanda iritatif (kejang). Gejala umum peningkatan tekanan
intracranial seperti nyeri kepala, kejang, perubahan status mental. Gejala lainnya
muntah, gangguan visus, papiledema, dan penurunan kesadaran.
2

2. Radiologi
a. CT-Scan
CT-Scan pada Glioblastoma multiforme menunjukkan pola yang khas, gambaran
densitas yang heterogen, umunya terlihat adanya perdarahan dan nekrosis
intratumoral, namun jarang terlihat kalsifikasi. Dengan kontras tampak lesi ireguler
dengan ketebalan cincin penyangatan (ring enhancement) bervariasi, dan ada efek
massa (edema dan midline shift). Biasanya mengenai kedua hemisfer, dengan
penyebaran melalui corpus callosum dan comissura.
2

Gambar 1 : CT-Scan kepala tanpa kontras menunjukkan
tumor besar pada lobus temporal kiri dengan midline shift
dan mass effect.
(Dikutip dari kepustakaan 3)

b. MRI
Gambaran glioblastoma multiforme pada MRI, nodul besar, ireguler, bentuk seperti
kupu-kupu di corpus callosum, sering terdapat perdarahan dan nekrosis.
2













Gambar 2 : MRI menunjukkan sebuah enhancement tumor
pada lobus frontalis kanan.
(Dikutip dari kepustakaan 4)
3. Patologi Anatomi
Secara makroskopik pada glioblastoma multiforme Nampak lesi bersifat infiltrate
dengan daerah perdarahan, nekrosis, dan perubahan kistik. Focus nekrosis sering
dikelilingi oleh cincin padat nucleus neoplastik, suatu pola yang disebut sebagai
palisading necrosis.
3



























DAFTAR PUSTAKA

1. Kanker otak. Accessed : March 2013. Available from URL :
http://www.scribd.com/doc/112176013/Makalah-Pa.
2. Astrositoma. Accessed : March 2013. Available from URL :
http://www.scribd.com/doc/122415678/Glioblastoma-Multiform.
3. Journal of the American Academy of Dermatology. Cutaneous metastasis from an
intracranial glioblastoma. Accessed : March 2013. Available from URL :
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0190962202307862.
4. Imaging in Glioblastoma Multiforme. Accessed : March 2013. Available from URL :
http://emedicine.medscape.com/article/340870-overview#a01.
5. Vinay Kumar, Ramzi S. Cotran, Stanley L. Robbins. Buku Ajar Patologi Robbins, Ed. 7,
Vol. 2. Jakarta : EGC. 2007 : 929.