Anda di halaman 1dari 12

DEPARTEMEN PEDIATRIK

LAPORAN PENDAHULUAN
HIPERBILIRUBINEMIA
RUANG 11 / IRNA IV RS dr. SAIFUL ANWAR MALANG
Disusun Oleh:
Dwi Yuni Kristina
Kelompok 11
PENDIDIKAN PROFESI NERS
JURUSAN ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014
LAPORAN PENDAHULUAN HIPERBILIRUBINEMIA
A. DEFINISI
Hiperbilirubin adalah suatu keadaan dimana konsentrasi bilirubin dalam darah
berlebihan sehingga menimbulkan joundice pada neonates (Dorothy R !arlon" 1##$%
Hiperbilirubin adalah kondisi dimana terjadi akumulasi bilirubin dalam darah yang
mencapai kadar tertentu dan dapat menimbulkan e&ek patologis pada neonatus ditandai
joudince pada sclera mata" kulit" membrane mukosa dan cairan tubuh ('di (mith" )"
1#$$%
Hiperbilirubin adalah peningkatan kadar bilirubin serum (hiperbilirubinemia% yang
disebabkan oleh kelainan bawaan" juga dapat menimbulkan ikterus ((u*anne +
(melt*er" ,--,%
.adi dapat disimpulkan bahwa hiperbilirubin adalah suatu keadaan dimana kadar
bilirubin dalam darah melebihi batas atas nilai normal bilirubin serum /ntuk bayi yang
baru lahir cukup bulan batas aman kadar bilirubinnya adalah 1,"0 mg1dl" sedangkan bayi
yang lahir kurang bulan" batas aman kadar bilirubinnya adalah 1- mg1dl .ika kemudian
kadar bilirubin diketahui melebihi angka2angka tersebut" maka ia dikategorikan
hiperbilirubin
B. KLASIFIKASI
a 3kterus prehepatik
Disebabkan oleh produksi bilirubin yang berlebihan akibat hemolisis sel darah
merah Kemampuan hati untuk melaksanakan konjugasi terbatas terutama pada
dis&ungsi hati sehingga menyebabkan kenaikan bilirubin yang tidak terkonjugasi
b 3kterus hepatik
Disebabkan karena adanya kerusakan sel parenkim hati 'kibat kerusakan hati
maka terjadi gangguan bilirubin tidak terkonjugasi masuk ke dalam hati serta
gangguan akibat konjugasi bilirubin yang tidak sempurna dikeluarkan ke dalam
doktus hepatikus karena terjadi retensi dan regurgitasi
c 3kterus kolestatik
Disebabkan oleh bendungan dalam saluran empedu sehingga empedu dan
bilirubin terkonjugasi tidak dapat dialirkan ke dalam usus halus 'kibatnya adalah
peningkatan bilirubin terkonjugasi dalam serum dan bilirubin dalam urin" tetapi tidak
didaptkan urobilirubin dalam tinja dan urin
d 3kterus neonatus &isiologi
4erjadi pada ,25 hari setelah bayi baru lahir dan akan sembuh pada hari ke26
penyebabnya organ hati yang belum matang dalam memproses bilirubin
e 3kterus neonatus patologis
4erjadi karena &actor penyakit atau in&eksi 7iasanya disertai suhu badan yang
tinggi dan berat badan tidak bertambah
& Kern 3kterus
'dalah suatu kerusakan otak akibat perlengketan 7ilirubin 3ndirek pada otak
terutama pada Korpus (triatum" 4alamus" 8ukleus (ubtalamus" Hipokampus"
8ukleus merah " dan 8ukleus pada dasar 9entrikulus 39
. ETIOLOGI
:tiologi hiperbilirubin antara lain:
a ;eningkatan produksi :
Hemolisis" misal pada 3nkompatibilitas yang terjadi bila terdapat ketidaksesuaian
golongan darah dan anak pada penggolongan Rhesus dan '7O
;endarahan tertutup misalnya pada trauma kelahiran
3katan 7ilirubin dengan protein terganggu seperti gangguan metabolic yang
terdapat pada bayi Hipoksia atau 'sidosis
De&isiensi )<;D ( )lukosa < ;hospat Dehidrogenase %
3kterus '(3 yang disebabkan oleh dikeluarkannya pregnan = (al&a%" ,- (beta% " diol
(steroid%
Kurangnya :n*im )lukoronil 4ranse&erase " sehingga kadar 7ilirubin 3ndirek
meningkat misalnya pada berat badan lahir rendah
Kelainan kongenital (Rotor (indrome% dan Dubin Hiperbilirubinemia
b )angguan transportasi akibat penurunan kapasitas pengangkutan misalnya pada
Hipoalbuminemia atau karena pengaruh obat2obat tertentu misalnya (ul&adiasine
c )angguan &ungsi hati yang disebabkan oleh beberapa mikroorganisme atau toksin
yang dapat langsung merusak sel hati dan darah merah seperti in&eksi"
4oksoplasmosis" (iphilis
d )angguan ekskresi yang terjadi intra atau ekstra Hepatik
e ;eningkatan sirkulasi :nterohepatik misalnya pada 3leus Obstrukti&
D. TANDA DAN GEJALA
a Kulit berwarna kuning sampai jingga
b ;asien tampak lemah
c 8a&su makan berkurang
d Re&lek hisap kurang
e /rine pekat
& ;erut buncit
g ;embesaran lien dan hati
h )angguan neurologic
i >eses seperti dempul
j Kadar bilirubin total mencapai ,# mg1dl
k 4erdapat ikterus pada sklera" kuku1kulit dan membran mukosa
l .aundice yang tampak ,5 jam pertama disebabkan penyakit hemolitik pada bayi
baru lahir" sepsis atau ibu dengan diabetik atau in&eksi
m .aundice yang tampak pada hari ke , atau = dan mencapai puncak pada hari ke
= 25 dan menurun hari ke 026 yang biasanya merupakan jaundice &isiologi
E. PATOFISIOLOGI
;eningkatan kadar 7ilirubin tubuh dapat terjadi pada beberapa keadaan
Kejadian yang sering ditemukan adalah apabila terdapat penambahan beban 7ilirubin
pada sel Hepar yang berlebihan Hal ini dapat ditemukan bila terdapat peningkatan
penghancuran :ritrosit" ;olisitemia
)angguan pemecahan 7ilirubin plasma juga dapat menimbulkan peningkatan
kadar 7ilirubin tubuh Hal ini dapat terjadi apabila kadar protein Y dan ? berkurang" atau
pada bayi Hipoksia" 'sidosis Keadaan lain yang memperlihatkan peningkatan kadar
7ilirubin adalah apabila ditemukan gangguan konjugasi Hepar atau neonatus yang
mengalami gangguan ekskresi misalnya sumbatan saluran empedu
;ada derajat tertentu 7ilirubin ini akan bersi&at toksik dan merusak jaringan
tubuh 4oksisitas terutama ditemukan pada 7ilirubin 3ndirek yang bersi&at sukar larut
dalam air tapi mudah larut dalam lemak si&at ini memungkinkan terjadinya e&ek patologis
pada sel otak apabila 7ilirubin tadi dapat menembus sawar darah otak Kelainan yang
terjadi pada otak disebut Kernikterus ;ada umumnya dianggap bahwa kelainan pada
sara& pusat tersebut mungkin akan timbul apabila kadar 7ilirubin 3ndirek lebih dari ,-
mg1dl
!udah tidaknya kadar 7ilirubin melewati sawar darah otak ternyata tidak hanya
tergantung pada keadaan neonatus 7ilirubin 3ndirek akan mudah melalui sawar darah
otak apabila bayi terdapat keadaan 7erat 7adan @ahir Rendah " Hipoksia" dan
Hipoglikemia ( 'H" !arkum"1##1%
pre
F. PEMERIKSAAN PENUNJANG
a ;emeriksaan laboratorium
Test Coomb pada tali pusat 77@
Hasil positi& test Coomb indirek menunjukkan adanya antibody Rh2positi&" anti2
'" anti27 dalam darah ibu
Hasil positi& dari test Coomb direk menandakan adanya sensitisasi ( Rh2positi&"
anti2'" anti27% (D! dari neonatus
)olongan darah bayi dan ibu : mengidenti&ikasi incompatibilitas '7O
7ilirubin total
Kadar direk (terkonjugasi% bermakna jika melebihi 1"-21"0 mg1dl yang mungkin
dihubungkan dengan sepsis
Kadar indirek (tidak terkonjugasi% tidak boleh melebihi 0 mg1dl dalam ,5 jam
atau tidak boleh lebih dari ,- mg1dl pada bayi cukup bulan atau 1"0 mg1dl pada
bayi praterm tegantung pada berat badan
;rotein serum total
Kadar kurang dari ="- gr1dl menandakan penurunan kapasitas ikatan terutama
pada bayi praterm
Hitung darah lengkap
Hb mungkin rendah (A 15 gr1dl% karena hemolisis
Hematokrit mungin meningkat (B <0C% pada polisitemia" penurunan (A 50C%
dengan hemolisis dan anemia berlebihan
)lukosa
Kadar deDtrostiD mungkin A 50C glukosa darah lengkap A=- mg1dl atau test
glukosa serum A 5- mg1dl" bila bayi baru lahir hipoglikemi dan mulai
menggunakan simpanan lemak dan melepaskan asam lemak
Daya ikat karbon dioksida
;enurunan kadar menunjukkan hemolisis
!eter ikterik transkutan
!engidenti&ikasi bayi yang memerlukan penentuan bilirubin serum
;emeriksaan bilirubin serum
;ada bayi cukup bulan" bilirubin mencapai kurang lebih <mg1dl antara ,25 hari
setelah lahir 'pabila nilainya lebih dari 1-mg1dl tidak &isiologis
;ada bayi premature" kadar bilirubin mencapai puncak 1-21, mg1dl antara 026
hari setelah lahir Kadar bilirubin yang lebih dari 15mg1dl tidak &isiologis
(mear darah peri&er
Dapat menunjukkan (D! abnormal1 imatur" eritroblastosis pada penyakit RH
atau sperositis pada incompabilitas '7O
Test Betke-Kleihauer
:Ealuasi smear darah maternal tehadap eritrosit janin
b ;emeriksaan radiology
Diperlukan untuk melihat adanya metastasis di paru atau peningkatan dia&ragma
kanan pada pembesaran hati" seperti abses hati atau hepatoma
c /ltrasonogra&i
Digunakan untuk membedakan antara kolestatis intra hepatic dengan ekstra hepatic
d 7iopsy hati
Digunakan untuk memastikan diagnosa terutama pada kasus yang sukar seperti
untuk membedakan obstruksi ekstra hepatic dengan intra hepatic selain itu juga untuk
memastikan keadaan seperti hepatitis" serosis hati" hepatoma
'8'!8:(3(:
Riwayat ikterus pada anak sebelumnya" riwayat keluarga anemi dan pembesaran hati
dan limpa" riwayat penggunaan obat selama hamil" riwayat in&eksi maternal" riwayat
trauma persalinan" as&iksia
;:!:R3K(''8 >3(3K:
/mum: keadaan umum (gangguan na&as" apnea" instabilitas suhu" dll%
Khusus: dengan cara menekan kulit ringan dengan memakai jari tangan dan dilakukan
pada pencahayaan yang memadai
7erdasarkan kramer dibagi:
G. PENATALAKSANAAN
7erdasarkan pada penyebabnya" maka manejemen bayi dengan
Hiperbilirubinemia diarahkan untuk mencegah anemia dan membatasi e&ek dari
Hiperbilirubinemia ;engobatan mempunyai tujuan :
1 !enghilangkan 'nemia
, !enghilangkan 'ntibodi !aternal dan :ritrosit 4ersensitisasi
= !eningkatkan 7adan (erum 'lbumin
5 !enurunkan (erum 7ilirubin
!etode therapi pada Hiperbilirubinemia meliputi : >ototerapi" 4rans&usi
;engganti" 3n&us 'lbumin dan 4herapi Obat
1 >ototherapi
>ototherapi dapat digunakan sendiri atau dikombinasi dengan 4rans&usi
;engganti untuk menurunkan 7ilirubin !emaparkan neonatus pada cahaya dengan
intensitas yang tinggi ( a boun o& &luorencent light bulbs or bulbs in the blue2light
spectrum% akan menurunkan 7ilirubin dalam kulit >ototherapi menurunkan kadar
7ilirubin dengan cara mem&asilitasi eksresi 7iliar 7ilirubin tak terkonjugasi Hal ini terjadi
jika cahaya yang diabsorsi jaringan mengubah 7ilirubin tak terkonjugasi menjadi dua
isomer yang disebut >otobilirubin >otobilirubin bergerak dari jaringan ke pembuluh
darah melalui mekanisme di&usi Di dalam darah >otobilirubin berikatan dengan 'lbumin
dan dikirim ke Hati >otobilirubin kemudian bergerak ke :mpedu dan diekskresi ke
dalam Deodenum untuk dibuang bersama &eses tanpa proses konjugasi oleh Hati ('Eery
dan 4aeusch 1#$5% Hasil >otodegradasi terbentuk ketika sinar mengoksidasi 7ilirubin
dapat dikeluarkan melalui urine
>ototherapi mempunyai peranan dalam pencegahan peningkatan kadar 7ilirubin"
tetapi tidak dapat mengubah penyebab Kekuningan dan Hemolisis dapat menyebabkan
'nemia
(ecara umum >ototherapi harus diberikan pada kadar 7ilirubin 3ndirek 5 20 mg 1
dl 8eonatus yang sakit dengan berat badan kurang dari 1--- gram harus di >ototherapi
dengan konsentrasi 7ilirubun 0 mg 1 dl 7eberapa ilmuan mengarahkan untuk
memberikan >ototherapi ;ropilaksis pada ,5 jam pertama pada 7ayi Resiko 4inggi dan
7erat 7adan @ahir Rendah
, 4ran&usi ;engganti
4rans&usi ;engganti atau 3mediat diindikasikan adanya &aktor2&aktor :
a% 4iter anti Rh lebih dari 1 : 1< pada ibu
b% ;enyakit Hemolisis berat pada bayi baru lahir
c% ;enyakit Hemolisis pada bayi saat lahir perdarahan atau ,5 jam pertama
d% 4es +oombs ;ositi&
e% Kadar 7ilirubin Direk lebih besar ="0 mg 1 dl pada minggu pertama
&% (erum 7ilirubin 3ndirek lebih dari ,- mg 1 dl pada 5$ jam pertama
g% Hemoglobin kurang dari 1, gr 1 dl
h% 7ayi dengan Hidrops saat lahir
i% 7ayi pada resiko terjadi Kern 3kterus
4rans&usi ;engganti digunakan untuk :
1 !engatasi 'nemia sel darah merah yang tidak (useptible (rentan% terhadap
sel darah merah terhadap 'ntibodi !aternal
, !enghilangkan sel darah merah untuk yang 4ersensitisasi (kepekaan%
= !enghilangkan (erum 7ilirubin
5 !eningkatkan 'lbumin bebas 7ilirubin dan meningkatkan keterikatan dengan
7ilirubin
;ada Rh 3nkomptabiliti diperlukan trans&usi darah golongan O segera (kurang
dari , hari%" Rh negati& whole blood Darah yang dipilih tidak mengandung antigen ' dan
antigen 7 yang pendek setiap 5 2 $ jam kadar 7ilirubin harus dicek Hemoglobin harus
diperiksa setiap hari sampai stabil
= 4herapi Obat
;henobarbital dapat menstimulasi hati untuk menghasilkan en*im yang meningkatkan
konjugasi 7ilirubin dan mengekresinya Obat ini e&ekti& baik diberikan pada ibu hamil
untuk beberapa hari sampai beberapa minggu sebelum melahirkan ;enggunaan
penobarbital pada post natal masih menjadi pertentangan karena e&ek sampingnya
(letargi% +olistrisin dapat mengurangi 7ilirubin dengan mengeluarkannya lewat urine
sehingga menurunkan siklus :nterohepatika
H. ASUHAN KEPERAWATAN
P!"#$%&'%"
a 3dentitas
7iasa ditemukan pada bayi baru lahir sampai minggu 3" Kejadian ikterus : <- C
bayi cukup bulan F $- C pada bayi kurang bulan ;erhatian utama : ikterus pada ,5
jam pertama F bila kadar bilirubin B 0mg1dl dalam ,5 jam
b Riwayat Kesehatan
1% Riwayat Kehamilan
Kurangnya antenatal care yang baik ;enggunaan obat G obat yang
meningkatkan ikterus eD: salisilat sulkaturosic oDitosin yang dapat mempercepat
proses konjungasi sebelum ibu partus
,% Riwayat ;ersalinan
;ersalinan dilakukan oleh dukun" bidan" dokter 'tau data obyekti& : lahir
prematur1kurang bulan" riwayat trauma persalinan" hipoksia dan as&iksia
=% Riwayat ;ost natal
'danya kelainan darah" kadar bilirubin meningkat kulit bayi tampak kuning
5% Riwayat Kesehatan Keluarga
(eperti ketidak cocokan darah ibu dan anak polisitemia" gangguan saluran cerna
dan hati ( hepatitis %
0% Riwayat ;ikososial
Kurangnya kasih sayang karena perpisahan" perubahan peran orang tua
<% ;engetahuan Keluarga
;enyebab perawatan pengobatan dan pemahan ortu terhadap bayi yang ikterus
c ;emeriksaan &isik dan pengkajian &ungsional
1% 'ktiEitas 1 3stirahat
@etargi" malas
,% (irkulasi
!ungkin pucat menandakan anemia
=% :liminasi
7ising usus hipoakti&
;asase mekonium mungkin lambat
>eses mungkin lunak1coklat kehijauan selama pengeluaran bilirubin
/rin gelap pekatH hitam kecoklatan (sindrom bayi bron*e%
5% !akanan 1 +airan
Riwayat perlambatan 1 makan oral buruk" mungkin lebih disusui daripada
menyusu botol ;ada umumnya bayi malas minum ( re&lek menghisap dan
menelan lemah" sehingga 77 bayi mengalami penurunan% ;alpasi abdomen
dapat menunjukkan pembesaran lim&a" hepar
0% 8euro sensori
(e&alohematoma besar mungkin terlihat pada satu atau kedua tulang parietal
yang berhubungan dengan trauma kelahiran 1 kelahiran ekstraksi Eakum
:dema umum" hepatosplenomegali" atau hidrops &etalis mungkin ada
dengan inkompatibilitas Rh berat
Kehilangan re&leks !oro mungkin terlihat opistotonus dengan kekakuan
lengkung punggung" &ontanel menonjol" menangis lirih" aktiEitas kejang
(tahap krisis%
<% ;erna&asan
Riwayat as&iksia
6% Keamanan
Riwayat positi& in&eksi 1 sepsis neonatus
Dapat mengalami ekimosis berlebihan" ptekie" perdarahan intracranial
Dapat tampak ikterik pada awalnya pada daerah wajah dan berlanjut pada
bagian distal tubuhH kulit hitam kecoklatan (sindrom bayi 7ron*e% sebagai
e&ek samping &ototerapi
$% (eksualitas
!ungkin praterm" bayi kecil untuk usia gestasi (()'%" bayi dengan retardasi
pertumbuhan intrauterus (@)'%" seperti bayi dengan ibu diabetes
4rauma kelahiran dapat terjadi berkenaan dengan stress dingin" as&iksia"
hipoksia" asidosis" hipoglikemia
4erjadi lebih sering pada bayi pria dibandingkan perempuan
#% ;enyuluhan 1 ;embelajaran
Dapat mengalami hipotiroidisme congenital" atresia bilier" &ibrosis kistik
>aktor keluarga : misal riwayat hiperbilirubinemia pada kehamilan
sebelumnya" penyakit hepar" &ibrosis kristik" kesalahan metabolisme saat
lahir (galaktosemia%" diskrasias darah (s&erositosis" de&isiensi gukosa2<2&os&at
dehidrogenase
>aktor ibu" seperti diabetes H mencerna obat2obatan (missal" salisilat"
sul&onamide oral pada kehamilan akhir atau nitro&urantoin (>uradantin%"
inkompatibilitas Rh1'7O" penyakit in&eksi (misal" rubella" sitomegaloEirus"
si&ilis" toksoplamosis%
>aktor penunjang intrapartum" seperti persalinan praterm" kelahiran dengan
ekstrasi Eakum" induksi oksitosin" perlambatan pengkleman tali pusat" atau
trauma kelahiran
R!"(%"% K!)!r%*%+%"
8o Diagnosa 1
8ama Diagnosa )angguan integritas kulit berhubungan dengan joundice yang ditandai
dengan kulit wajah dan dada tampak kuning
4ujuan (etelah dilakukan interEensi keperawatan selama ,D,5 jam" keadaan
kulit bayi membaik dan tidak kuning
Kriteria hasil 2 Kadar bilirubin dalam batas normal
2 Kulit tidak berwarna kuning
3nterEensi 1 !onitor warna dan keadaan kulit setiap 52$ jam
R: mengertahui jika selama dalam perawatan kulit tidak bayi
tidak mengalami gangguan integritas kulit
, !onitor kadar bilirubin direks dan indirek" laporkan bila ada
temuan abnormal
R: untuk mengetahui adanya peningkatan atau penurunan
kadar bilirubin
= /bah posisi miring atau tengkurap" perubahan posisi setiap ,
jam berbarengan dengan perubahan posisi" lakukan massage
dan monitor keadaan kulit
R: meningkatkan sirkulasi ke semua area kulit
5 .aga kebersihan dan kelembapan kulit
R: area lembab" terkontaminasi memberikan media yang
sangat baik untuk pertumbuhan organisme patogen
8o Diagnosa ,
8ama Diagnosa Resiko gangguan intake nutrisi berhubungan dengan penurunan
suplai nutrisi ke jaringan
4ujuan (etelah dilakukan interEensi keperawatan selama ,D,5 jam" tidak
terjadi penurunan berat badan
Kriteria hasil 2 7erat badan bayi mendekati ideal
2 4idak ada tanda2tanda malnutrisi
3nterEensi 1 /kur intake makanan dan kebutuhan nutrisi
R: mengawasi masukan kalori atau kualitas kekurangan
, 7eri asupan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan klien
R: mencegah malnutrisi
= ;antau hasil lab" seperti Hb dan lain2lainnya
R: meningkatkan e&ektiEitas program pengobatan termasuk
sumber dan diet nutrisi yang dibutuhkan
8o Diagnosa =
8ama Diagnosa Resiko gangguan tumbuh kembang
4ujuan (etelah dilakukan interEensi keperawatan selama =D,5 jam" tidak ada
tanda2tanda keterlambatan tumbuh kembang
Kriteria hasil 2 7ayi dapat beradaptasi dengan keadaan tubuhnya
3nterEensi 1 Kajilah kemampuan yang dimiliki klien
R: mencari alternati& untuk menutupi kekurangan dengan
meman&aatkan kemampuan yang ada
, :ksplorasi aktiEitas baru yang dapat dilakukan
R: mem&asilitasi bayi dengan meman&aatkan kelebihannya
DAFTAR PUSTAKA
Khosim" ! (holeh" dkk ,--$ Buku Ajar Neonatologi. :disi 3 .akarta : ;erpustakaan
8asional
@ia Dewi" 9iEian 8anny" ,-1- Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita .akarta : (alemba
!edika
!ansyoer" 'rid dkk ,--- Kapita Selekta Kedokteran .ilid , .akarta : !edia 'esculapius
!arkum" H 1##1 Ilmu Kesehatan Anak 7uku 3 >K/3: .akarta
!uslihatum" Ia&i 8ur ,-1- Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita Yogyakarta : >itramaya
;rawirohadjo" (arwono 1##6 3lmu Kebidanan :disi = .akarta : Yayasan 7ina ;ustaka
(urasmi" '" Handayani" ( F Kusuma" H8 ,--= era!atan Bayi "esiko Tinggi. +etakan 3
.akarta: :)+
(yai&uddin" 7ari 'bdul ,--- Buku Ajar Nasional elayanan Kesehatan #aternal dan
Neonatal .akarta : .8;KKR1;O)3 dan Yayasan 7ina ;ustaka