Anda di halaman 1dari 4

MIKROBIOLOGI

Nama / NIM : Soyadesita / 120342422490


OFF : G
Resume Morfologi Bakteri, Virus, dan Jamur

Morfologi Bakteri

Gambar 1. Struktur bakteri

Macam-macam bentuk morfologi dan ukuran bakteri: (a) Basil (dari bacillus)
berbentuk serupa tongkat pendek, silindris, lebarnya antara 0,2-2,0 mikro dan panjang 1-
15 mikro. (b) Kokus (dari coccus) berbentuk serupa bola-bola kecil, diameternya 0,5-2,5
mikro. (c) Spiril (dari spirillum) berbentuk bengkok atau berbengkok-bengkok serupa
spiral. Bentuk-bentuk bakteri terpengaruh oleh keadaan medium dan oleh usia
(Dwidjoseputro, 1978).

Gambar 2. A. Berbagai macam bentuk Bakteri, B. Bakteri bentuk spiril, C. Bakteri
bentuk kokus, D. Bakteri bentuk basil.
A
C D
B
Beberapa bakteri ada yang bisa bergerak menggunakan flagel. Klasifikasi
berdasarkan kedudukan flagel: (a) monotrik, yaitu flagel hanya satu, melekat pada ujung
sel. (b) lofotrik, yaitu flagel banyak, melekat pada salah satu ujung. (c) amfitrik, yaitu
flagel banyak, melekat pada kedua ujung sel. (d) peritrik, yaitu flagel banyak, tersebar
dari ujung sampai pada sisi. (e) atrik, yaitu tidak memiliki flagel sama sekali. Pada
umumnya diameter flagel kurang dari 0,1 mikro. Flagel merupakan benang-benang
protoplasma yang berpangkal pada titik-titik tepat di bawah membran sel; pangkal itu
disebut rizoblast. Flagel terdiri atas suatu protein yang disebut flagelin, yaitu semacam
myosin (Dwidjoseputro, 1978).

Gambar 3. Klasifikasi berdasarkan kedudukan flagel
Spora pada bakteri ialah bentuk bakteri yang sedang dalam usaha mengamankan
diri terdapat pengaruh buruk dari luar. Bentuk spora ada yang bulat, bulat-panjang.
Bakteri dalam bentuk spora lebih tahan terhadap desinfektan, sinar, dan terutama terdapat
kekeringan, panas,dan kedinginan (Dwidjoseputro, 1978).

Morfologi Virus
Virus lebih kecil dari bakteri, kebanyakan berukuran 2-20 mikronano, namun ada
yang berukuran 300 mikronano. Virus hidup di dalam tubuh dan tidak dapat hidup di luar
inang. Terdapat virus tanaman, virus hewan, dan virus bakteri. Penyakit yang disebabkan
oleh virus antara lain demam berdarah, poliomyelitis, influenza, campak, cacar, rabies,
herpes, dll (Dwidjoseputro, 1978).
Virus umumnya berbentuk hablur, serupa kotak berbidang banyak (polyhedron),
serupa bola, serupa batang jarum. Tubuh virus terdiri atas kulit yang berupa protein dan
isi tubuhnya berupa ADN, ARN atau keduanya. Pada virus tanaman berisi ARN, virus
hewan mengandung ARN, ADN, atau keduanya, sedangkan fage berisi ADN. Virus yang
telah banyak diselidiki yaitu fage yang hidup parasit pada bakteri E.coli. Morfologi fage
T terdiri dari kepala, ekor, dan benang-benang ekor. Diameter kepala 50-65 milimikro,
sedangkan panjangnya sampai 100 mili mikro. Panjang ekor kira-kira 100 milimikro
(Dwidjoseputro, 1978).

Gambar 4. Morfologi Fage T

Morfologi Jamur
Jamur yang dipelajari dalam mikrobiologi adalah jamur-jamur tingkat rendah,
sedangkan jamur-jamur tingkat tinggi dipelajari bidang ilmu mikologi. Tubuh jamur
memiliki ciri khas yaitu berupa benang-benang tunggal yang disebut miselium atau
berupa kumpulan benang-benang yang padat menjadi satu. Hanya pada golongan Ragi (
Saccharomycetes) tubuhnya berupa sel-sel tunggal (Dwidjoseputro, 1978).
Jamur tidak mempunyai klorofil, sehingga bersifat heterotrof. Golongan jamur
mencakup lebih dari 55000 spesies, jumlahnya jauh melebihi jumlah spesies bakteri.
Tubuh jamur tidak terdiferensiasi, sehingga disebut tumbuhan talus (thallophyta),
lengkapnya thallophyta yang tidak berklorofil. Spora pada jamur beraneka bentuk, antara
lain sporangiospora, konidiospora, klamidospora, artrospora (Dwidjoseputro, 1978).


Gambar 5. Gambar kanan jenis-jenis spora seksual pada jamur, gambar kiri jenis-jenis spora
aseksual pada jamur.


DAFTAR RUJUKAN

Dwidjoseputro, D. 1978. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan: Jakarta.