Anda di halaman 1dari 3

Sunnah Mulia Nabi Muhammad SAW

Para pembela Islam sering mengatakan bahwa alasan menikahi Aisha adalah untuk
mempererat hubungan saudara dengan Abu bakar, namun alasan ini tidak dapat diterima
karena Muhammad sendiri pun menolak saat di tawari untuk menikah dengan anak Hamzah
(yang juga adalah saudara angkat seperti halnya Abu Bakar) dengan alasan bahwa anak
Hamzah adalah keponakan angkatnya (seperti halnya Aisha juga adalah keponakannya): Apa
mungkin anaknya Hamzah tidak secantik Aisha ya?
Sahih Bukhari. 62: 37:
Dikisahkan Ibn Abbas: Hal itu dikatakan kepada Rasulullah; Mengapa anda menolak
menikahi putri Hamzah? Beliau berkata, Dia adalah keponakanku
Namun karena Muhammad sudah ngebet dengan Aisha, dia lebih lanjut mengatakan pada
Abu bakar bahwa Aisyah telah ditunjukkan padanya dua kali dalam mimpi; dimana dia
melihat seorang malaikat membawa Aisyah kecil yang dibungkus kain.
Sahih Bukhari 62: 15
Dikisahkan Aisha; Rasulullah berkata padaku, Sebelum aku menikahimu, dirimu dua kali
hadir dalam mimpiku. Aku melihat malaikat membawamu, kau memakai gaun sutra, dan ia
berkata inilah istrimu. Aku membuka gaun itu, dan ternyata itu adalah engkau. Lalu aku
berkata pada diriku, Jika mimpi ini dari Allah, biarlah mimpi ini menjadi kenyataan.
Normalkah seorang nabi memimpikan anak berumur 6 tahun? DUA KALI ! Dan si nabi
bernafsu mau menikahi bocah perempuan itu pula!
Lebih anehnya lagi, mimpi itu kata nabi Muhammad berasal dari Allah! Mungkinkah Allah
memberi mimpi kepada seorang kakek LIMA PULUH TAHUN tentang bocah perempuan
ENAM TAHUN memakai gaun sutra seperti diatas?
Beberapa hadis kemudian menceritakan pernikahan Aisha tersebut.
Sahih Muslim 3310:
Aisha mengatakan: rasulullah (saw) menikahi saya ketika saya berusia ENAM TAHUN dan
saya masuk rumahnya ketika saya SEMBILAN TAHUN
Sahih Bukhari 5: 58.
Diriwayatkan ayah Hisham: Khadijah wafat 3 tahun sebelum nabi berangkat ke Medinah. Ia
tinggal disana selama 2 tahun dan ia menikahi Aisha ketika ia gadis ENAM TAHUN dan ia
menyetubuhinya ketika ia SEMBILAN TAHUN.
Sahih Muslim 3327:
Aisha melaporkan bahwa Rasul Allah menikahinya ketika ia berusia tujuh tahun, dan ia
(Muhammad) membawanya ke rumahnya sebagai pengantin ketika ia berusia sembilan tahun,
dan boneka2nya dibawanya, dan ketika ia (Muhammad) mati, ia (Aisha) berusia
delapanbelas tahun.
Sahih Bukhari 62: 64
Diriwayahkan Aisha: bahwa nabi menikahi saya ketika saya berumur ENAM TAHUN dan
berhubungan suami istri saat saya SEMBILAN TAHUN, dan kemudian saya tinggal bersama
nabi selama sembilan tahun (yaitu sampai kematiannya)-.
Sahih Bukhari 62: 88
Diriwayahkan Ursa: Nabi menulis kontrak perkawinan dengan Aisha saat ia ENAM
TAHUN dan melangsungkan perkawinan dengannya saat ia SEMBILAN TAHUN dan ia
tinggal dengan nabi selama 9 tahun
Sunan Abu-Dawud Book 41, Number 4915
Diriwayahkan Aisha: Rasulullah menikahi saya saat saya tujuh atau enam. Ketika ia tiba ke
Medinah, beberapa wanita mendatangi. Menurut versi Bishr: Umm Ruman datang kepada
saya saat saya bermain di ayunan. Mereka membawa saya, mempersiapkan dan mendandani
saya. Saya lalu dibawa ke Rasulullah (saw) dan ia tinggal bersama saya ketika saya
SEMBILAN TAHUN .
Tidak ada keterangan yang benar2 jelas mengenai berapa umur Aisha saat disetubuhi oleh
Muhammad. Beberapa hadis menceritakan bahwa persetubuhan terjadi saat usia Aisha 9
tahun, namun muslim apologis mencoba mencari2 cara menolak pernyataan hadis tersebut.
Yang jelas, berdasar beberapa hadis diatas, yang dikisahkan oleh Aisha sendiri, mengatakan
bahwa Aisha dipinang ketika 6 tahun, lalu diboyong Muhammad kerumahnya ketika berumur
9 tahun, dan Aisha berumur 18 tahun ketika Muhammad meninggal.
Sahih Bukhari 73: 151
Dinyatakan Aisha: Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2
perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam
(tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk
bergabung dan bermain bersamaku. (Bermain dengan boneka2 atau bentuk2 yang serupa itu
dilarang, tapi dalam kasus ini diizinkan sebab Aisha saat itu masih anak kecil, belum
mencapai usia pubertas)
Sunan Abu Dawud. Book 36. no. 4914.
Diceriterakan oleh Aisha: Ketika Rasul Allah tiba setelah ekspedisi ke Tabuk atau Khaybar (
pembawa cerita ragu-ragu), ia mengangkat suatu yang tabir tergantung di depan kamarnya,
lalu bertanya mengenai beberapa boneka kepunyaanku. Ia tanya: Apa ini? Aku menjawab:
Boneka ku. Diantara boneka itu ia lihat seekor kuda dengan sayap-sayap dibuat dari kain lap,
dan ia bertanya: Apa itu yang ada dintaranya? Aku menjawab: Seekor kuda. Ia bertanya: Apa
ini yang menempel padanya? Aku menjawab: Dua sayap. Ia bertanya: Seekor kuda dengan
dua sayap? Aku menjawab: Tidak pernahkah kamu mendengar bahwa Sulaiman mempunyai
kuda dengan sayap-sayap? Setelah itu Rasul Allah tertawa dengan keras hingga aku bisa lihat
gigi geraham nya.
Dari sumber hadist yang sahih, kita bisa melihat bahwa pada usia 9 tahun saat serumah
dengan Muhammad, Aisha masih belum akil baliq. Bahkan hadis tersebut dikisahkan saat
perampokan Khaybar, dimana usia Aisha sekitar 13-14 tahun. Di usia tersebut Aisha masih
belum haid karena masih bermain dengan boneka. Dalam aturan hukum Islam yang ketat
pada jaman Nabi, bermain boneka hanya diperbolehkan bagi anak2 kecil yang belum akil
baliq.
Tapi sebenarnya, berapapun usia Aisha, sudah haid atau belum, apapun motif nya, tidaklah
etis seorang kakek menikahi gadis seusia cucunya. Muhammad lebih mirip oom-oom hidung
belang yang doyan ABG.
Ajaran pedofil dipertegas oleh seorang ulama: