Anda di halaman 1dari 21

BAB IV

PEMBAHASAN
Bab ini membahas tentang kesenjangan antara teori manajemen keperawatan dengan aplikasi
manajemen yang ada di Poli KIA Puskesmas Sukatani. Dalam bab ini akan dijelaskan pula
tentang proses manajemen keperawatan yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa sejak
minggu pertama sampai minggu keempat praktik. Proses manajemen diawali dengan
pengkajian, identifikasi masalah, penyusunan Plan of Action P!A", implementasi, dan
e#aluasi.
4.1 Kesenjangan Teori dan Penyelesaian
4.1.1 Upaya Pencapaian M!S Melal"i As"#an Kepera$a%an Ko&"ni%as
$illenium De#elopment %oals $D%&s" atau tujuan pembangunan millennium adalah upaya
untuk memenuhi hak'hak dasar kebutuhan manusia melalui komitmen bersama antara ()*
negara anggota PBB untuk melaksanakan ) delapan" tujuan pembangunan, yaitu+ ("
$enanggulangi kemiskinan dan kelaparan, ," $en-apai pendidikan dasar untuk semua, ."
$endorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, /" $enurunkan angka
kematian anak, 0" $eningkatkan kesehatan ibu, 1" $emerangi penyebaran 2I34AIDS,
malaria dan penyakit menular lainnya, 5" Kelestarian lingkungan hidup dan )" $embangun
kemitraan global dalam pembangunan.
6ujuan pembangunan kesehatan global salah satunya dengan mengurangi angka kematian
bayi AKB". Sesuai dengan target seluruh dunia dalam meningkatkan kesehatan Ibu hamil
serta mengurangi angka kematian bayi yang sebutkan dalam Millenium Development Goals
and Targets dalam Millennium Declaration yang di tandatangani oleh ()5 7egara pada
September ,888 MDGs dalam Kusmiran, ,8((". MDGS yang terdiri dari ) tujuan, () target
dan /) indikator, menegaskan bahwa pada tahun ,8(0 setiap negara menurunkan kemiskinan
dan kelaparan separuh dari kondisi pada tahun (**8. 6ujuan keempat dari $D%s adalah
menurunkan angka kematian bayi dengan mengurangi dua pertiga dari angkat tingkat
kematian anak dengan indikatornya yaitu menurunnya angka kematian bayi AKB" ./4(888
kelahiran hidup.
1
Indonesia sebagai salah satu anggota PBB, memiliki dan ikut melaksanakan komitmen
tersebut dalam upaya untuk mensejahterakan masyarakat. $ahasiswa 9akultas Ilmu
Keperawatan :ni#ersitas Indonesia 9IK:I" sebagai bagian dari generasi muda negara
kesatuan ;epublik Indonesia juga ikut serta mendukung komitmen pemerintah tersebut.
Program dan kegiatan yang sedang dilaksanakan $ahasiswa 9IK:I bertujuan untuk
men-apai target $D%&s terutama dalam bidang kesehatan melalui praktik profesi
Keperawatan Komunitas yang sedang berlangsung di Kelurahan Sukatni, Ke-amatan
<imanggis Depok saat ini.
Pembangunan $illenium yang ditargetkan untuk dapat di-apai pada tahun ,8(0 dapat
dijadikan sebagai salah satu pema-u dan semangat untuk dapat melakukan upaya yang lebih
baik dalam penanganan permasalahan yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan dasar
manusia. Salah satu upaya pemerintah dalam men-apai target $D%S menurunkan angka
kematian bayi dengan mengurangi dua pertiga dari angkat tingkat kematian anak dengan
indikatornya yaitu menurunnya angka kematian bayi dan angka kematian ibu di Indonesia.
Pemerintah berupaya untuk menurunkan Aangka Kematian Bayi dan Angka Kematian Ibu
melalui program pilar Safe Motherhood yang betujuan untuk menjamin semua wanita untuk
memperoleh pelayanan yang dibutuhkan se-ara aman dan sehat selama kehamulan dan
persalinan Kusmiran, ,8(,". Penatalaksaan Safe Motherhood di Indonesia dilaksanakan
melalui empat pilar Safe Motherhood. =mpat pilar tersebut antara lain KB, perawatan
antenatal, persalinan yang bersih dan aman, serta perawatan obstetrik esensial. Keempat
inter#ensi strategis perlu dilaksanakan lewat pelayanan dasar bersendikan kesetaraan hak dan
status wanita. Selain kehamilan yang berisiko bagi ibu, kehamilan juga dapat beresiko bagi
bayi. Sebagian besar kematian bayi baru lahir terjadi akrena infeksi pada saat kelahiran atau
segera setelah melahirkan. Sehingga safe motherhood bukan hanya untuk mrnurunkan angka
kematian ibu, naum juga untuk menurunkan angka kematian bayi.
Kesehatan bukan hanya masalah kota Depok saja maupun Indonesia, tetapi juga merupakan
masalah dunia. :paya pemerintah dalam rangka men-apai target $D%S adalah melalui
pelayanan untuk kesehatan ibu dan anak di Poli KIA diseluruh Puskesmas di Indonesia.
Dilihat dari berbagai program dan kegiatan yang sudah dilaksanakan dan besarnya usaha
masyarakat yang sudah diberdayakan, kesehatan di Kelurahan Sukatani tetap masih menjadi
permasalahan yang tidak mudah untuk diatasi, walaupun jumlah fasilitas kesehatan sudah
mulai diperbanyak dan diperbaharui. 2al tersebut dapat terjadi antara lain karena upaya
2
penanggulangan kesehatan merupakan upaya terpadu yang harus dilakukan oleh semua pihak
termasuk juga masyarakat Kelurahan Sukatani itu sendiri dengan komitmen yang kuat dari
semua unsur pimpinan baik Pemerintah, organisasi masyarakat dan kelompok masyarakat.
Puskesmas merupakan salah satu fasilitas pelayanan terdekat disebuah wilayah. Sukatani
merupakan salah satu wilayah di Depok yang terdiri dari ,1 ;> dan sangat luas. %eografis
wilayah Sukatani inilah yang membuat masyarakat sukatani memiliki keberagaman sosial,
ekonomi, dan budaya. Keper-ayaan yang dianut masyarakat pun berbeda'beda. Sebagian
besar masyarakatnya telah memahami betul bagaimana -ara menangani masalah kesehatan
dan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia di wilayah Sukatani, yakni puskesmas.
7amun luasnya wilayah Sukatani dmenjadi hambatan bagi masyarakat untuk men-apai
fasilitas kesehatan yakni Puskesmas Sukatani. Sehingga, meskipun pemerinta sudah berupaya
untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat, tetap saja masih banyak masyarakat
Sukatani yang belum mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang terjangkau. Peran
tenaga kesehatan untuk lebih aktif dalam rangka meningkatkan status kesehatan masyarakat
dengan melakukan kunjungan rumah sangat diharapkan. Selain itu, pemerintah perlu
menge#aluasi kembali program'program yang teah di buat dan diturunkan menjadi program
wajib puskesmas, apakah telah sesuai dan dijalankan dengan baik oleh tenaga kesehatan
ataukah hanya sekedar menjadi targetan kosong yang belum mampu dijalankan oleh tenaga
kesehatan.
'.1 Apli(asi Konsep Kepera$a%an Ko&"ni%as
Keperawatan merupakan suatu bentuk pelayanan professional yang merupakan bagian
integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan berbentuk
pelayanan bio'psiko'sosio'spiritual yang komprehensif yang ditujukan pada indi#idu,
keluarga, dan masyarakat baik sakit maupun sehat. A7A (*)8" menyatakan bahwa
keperawatan komunitas adalah keperawatan yang berfokus pada upaya promosi dan
pelayanan yang menyeluruh untuk meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat yang
dipengaruhi antara masyarakat dan lingkungannya. Sedangkan menurut AP2A (**/",
keperawatan komunitas berfokus pada masyarakat dengan tujuan promosi kesehatan
komunitas, hal ini yang menjadi perbedaan dengan praktek'praktek yang lainnya seperti
promosi yang berfokus pada masyarakat, kolaborasi dengan berbagai ilmu dan tindakan serta
kebijakan pengembangannya.
3
Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan yang berperan sebagai agen untuk meningkatkan
status kesehatan masyaakat. Perawat kesehatan masyarakat berfokus pada meningkatkan dan
membina status kesehatan keluarga melalui lima tugas perkembangan keluarga. 6ugas
kesehatan keluarga terkait masalah ketidakefektifan pemberian ASI meliputi, ("mengenal,
,"mengambil keputusan, ."kemampuan memberikan perawatan anggota keluarga yang
mempunyai masalah kesehatan, /"kemampuan memodifikasi lingkungan, 0"kemampuan
memanfaatkan fasilitas kesehatan, apa saja yang diperoleh dari Posyandu4Puskesmas4;umah
Sakit. ?ang selanjutkan akan die#aluasi melalui tingkat kemandirian keluarga die#aluasi
menggunakan 5 kriteria e#aluasi yakni a" keluarga menerima petugas kesehatan, b"
keluarga menerima pelayanan kesehatan sesuai ren-ana, -" keluarga menyatakan masalah
kesehatan se-ara benar, d" keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan sesuai dengan anjuran,
e" keluarga melaksanakan perawatan sederhana sesuai anjuran, f" keluarga melakukan
tindakan pen-egahan se-ara aktif, g" keluarga melaksanakan tindakan promotif se-ara aktif.
Keluarga berada di tingkat kemandirian I apabila memenuhi kriteria ( dan ,@ tingkat
kemandirian II apabila memenuhi kriteria ( sampai dengan 0@ tingkat kemandirian III apabila
memenuhi kriteria ( sampai dengan 1@ dan tingkat kemandirian I3 apabila keluarga
memenuhi kriteria ( sampai dengan 5.
$odel teori Neuman menemukan dan menggambarkan saling berhubungannya empat
konsep+ manusia, lingkungan, kesehatan, dan keperawatan yang didalamnya terdapat lima
hubungan + psikologi, fisik, sosialkultural, de#elopmental dan spiritual. $enurut >2!
(*5/", perawatan kesehatan masyarakat adalah selain men-akup perawatan kesehatan
keluarga juga memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat luas, membantu
masyarakat mengidentifikasi masalah kesehatan sendiri serta meme-ahkan masalah kesehatan
tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada pada mereka sebelum mereka meminta bantuan
kepada orang lain.
6eori keperawatan Betty 7euman Stanhoppe A Ban-haster, (**1" merupakan model
keperawatan komunitas yang menekankan pada pendekatan system untuk mengatasi masalah
kesehatan. 6eori ini merupakan model keperawatan komunitas yang dijadikan sebagai a-uan
dan disusun berdasarkan teori yang berhubungan dengan kesehatan di masyarakat. $odel
system 7euman didasari oleh teori system yang terdiri dari indi#idu, keluarga, kelompok, dan
4
komunitas yang merupakan target pelayanan kesehatan. 6eori komunitas Betty 7euman
tersebut dapat dilihat pada gambar berikut+
$odel sistem 7euman di atas menggambarkan bahwa komunitas adalah suatu system terbuka
yang mempunyai sumber energi sebagai inti yang dikelilingi oleh . lapisan lingkaran yang
berfungsi sebagai garis pertahanan. Sumber energi tersebut terdiri dari 0 #ariabel yang saling
mempengaruhi yaitu biologis, psikologis, sosial, kultural, dan spiritual. $asing'masing
#ariabel memiliki respon yang unik terhadap stressor, dimana respon yang dihasilkan dapat
menyebabkan ketidakseimbangan dalam komunitas. Inti merupakan kemampuan dasar untuk
terus bertahan, seperti kemampuan komunitas menggunakan sumber alam. 6iga lapisan
sistem pertahanan yang mengelilingi inti bertujuan untuk melindungi infrastruktur atau
sumber energi, dari stressor yang dapat mempengaruhi komunitas. Stressor dapat datang dari
lingkungan dalam maupun luar. Stressor dari dalam misalnya jumlah penduduk yang tinggi,
penghasilan penduduk yang rendah, tingkat pendidikan yang rendah, dan lain'lain, sedangkan
stressor eksternal meliputi ben-ana alam, perang, dan sebagainya.
Bingkungan eksternal dan internal juga dapat mempengaruhi derajat kesehatan komunitas.
Bingkungan internal yaitu dari dalam diri indi#idu, keluarga, dan masyarakat, seperti sumber
daya indi#idu, keluarga, maupun masyarakat, sedagkan lingkungan eksternal yaitu
lingkungan yang terdapat di luar indi#idu, keluarga, dan masyarakat, dapat berupa fasilitas
yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan derajat kesehatan, seperti fasilitas kesehatan,
sarana transportasi, fasilitas rekreasi, dan lain sebagainya. Pelayanan kesehatan dan
keperawatan yang diberikan kepada masyarakat lebih menekankan kepada upaya promotif
dan preventif dengan tidak melupakan upaya kuratif dan rehabilitatif. Ada empat tingkatan
sasaran dalam pelayanan perawatan kesehatan masyarakat yaitu indi#idu, keluarga, kelompok
khusus dan masyarakat.
;uang lingkup praktik keperawatan masyarakat meliputi upaya'upaya peningkatan kesehatan
promotif", pen-egahan preventif", pemeliharaan kesehatan dan pengobatan kuratif",
pemulihan kesehatan rehabilitatif" dan mengembalikan serta memfungsikan kembali baik
indi#idu, keluarga, kelompok dan masyarakat ke lingkungan sosial dan masyarakatnya
resosialisasi". 6ujuan dari praktik keperawatan masyarakan adalah untuk mempertahankan
dan meningkatkan status kesehatan masyarakat =ffendi, ,88*".
5
Kegiatan praktik keperawatan komunitas yang dilakukan perawat mempunyai lahan yang
luas dan tetap menyesuaikan dengan tingkat pelayanan kesehatan wilayah kerja perawat,
tetapi se-ara umum kegiatan praktik keperawatan komunitas adalah sebagai berikut+ pertama
yaitu memberikan asuhan keperawatan langsung kepada indi#idu, keluarga, kelompok khusus
baik di rumah home nursing", di sekolah school health nursing", di perusahaan, di
Posyandu, di Polindes dan di daerah binaan kesehatan masyarakat. Kegiatan kedua
memberikan penyuluhan4pendidikan kesehatan masyarakat dalam rangka merubah perilaku
indi#idu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Kegiatan ketiga melakukan konsultasi dan
peme-ahan masalah kesehatan yang dihadapi. Kegiatan keempat melalui bimbingan dan
pembinaan sesuai dengan masalah yang mereka hadapi. Kegiatan kelima dengan
melaksanakan rujukan terhadap kasus'kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Stanhope A Ban-aster, ,88/".
Kegiatan keenam yaitu penemuan kasus pada tingakat indi#idu, keluarga, kelompok dan
masyarakat. Kegiatan ketujuh sebagai penghubung antara masyarakat dengan unit pelayanan
kesehatan. Kegiatan kedelapan melaksanakan asuhan keperawatan komunitas, melalui
pengenalan masalah kesehatan masyarakat, peren-anaan kesehatan, pelaksanaan dan
penilaian kegiatan dengan menggunakan proses keperawatan sebagai suatu usaha pendekatan
ilmiah keperawatan. Kegiatan kesembilan mengadakan koordinasi di berbagai kegiatan
asuhan keperawatan komunitas. Kegiatan kesepuluh yaitu mengadakan kerja sama lintas
program dan lintas sektoral dengan instansi terkait dan terakhir memberikan ketauladanan
yang dapat dijadikan panutan oleh indi#idu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang
berkaitan dengan keperawatan dan kesehatan Stanhope A Ban-aster, ,88/".
Perawat keluarga memiliki beberapa peran dalam membantu mengatasi masalah kesehatan
yang ada di dalam keluarga. Asuhan keperawatan keluarga yang dilakukan bertujuan untuk
memberdayakan keluarga dalam pengambilan keputusan dan menangani persoalan yang
penting untuk kesehatan atau kesejahteraan di dalam keluarga. Perawat keluarga perlu
melakukan tahapan'tahapan mulai dari pengkajian, diagnosa, peren-anaan, implementasi, dan
e#aluasi tindakan dalam proses penyelesaian masalah Anderson A $-9arlane, ,885".
Sukatani merupakan wilayah yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi dan masyarakat
yang beragam heterogen". Kawasan perkotaan urban" adalah wilayah yang mempunyai
kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman
perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan
6
kegiatan ekonomi. Perkotaan memiliki karakteristik yaitu besarnya peranan kelompok
sekunder, anonimitas merupakan -iri kehidupan masyarakatnya, heterogen, mobilitas sosial
tinggi, tergantung pada spesialisasi, hubungan antara orang satu dengan yang lain lebih
didasarkan atas kepentingan daripada kedaerahan, lebih banyak tersedia lembaga atau
fasilitas untuk mendapatkan barang dan pelayanan, serta lebih banyak mengubah lingkungan
IndriCal, ,881". $asyarakat perkotaan memili
Konsep asuhan keperawatan komunitas bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan status
kesehatan indi#idu, namun juga berperan untuk meningkatkan status kesehatan keluarga
sebagai subsistem dari masyarakat wilayah Sukatani. 2al inilah yang menjadi kendala bagi
perawat di Puskesmas Sukatani untuk mengaplikasikan tujuan dari keperawatan komunitas di
wilayah Sukatani. Setelah dilakukan pengkajian, hanya terdapat ,( tenaga kesehatan yang
terdiri dari dokter, / bidan dan . perawat di Puskesmas Sukatani. Sementara itu, Sukatani
memiliki wilayah yang sangat luas yang terdiri dari ,1 ;>. Dapat dibayangkan dengan
minimnya tenaga kesehatan yang tersedia, menjadi hal uang mustahil dapat menjalankan
pogram kesehatan yang telah diturunkan oleh pemerintah serta menjangkau seluruh
masyarakat untuk meningkatkan status kesehata masyarakat di Kelurahan Sukatani.
2al inilah yeng kemudian menjadi penyebab sulitnya men-apai target $D%S dalam rangka
menurunkan AKI dan AKB di Indonesia. 6enaga kesehatan yang minim menyebabkan
ketidakmampuan tenaga kesehatan untuk menjalankan upaya pre#entif dan promotif
kemasyarakat melalui program'program yang ditelah diturunkan oleh pemerintah, khususnya
di Poli KIA. !leh karena itu, selain upaya pemerintah dan tenaga kesehatan dalam
meningkatkan status kesehatan masyarakat sangat diperlukan kerja sama dari masyarakat
untuk dapat mensukseskan program yang telah biupayakan oleh pemerintah, melalui program
pembinaan kader yang berkala yang betujuan untuk membina kader menjadi perpanjangan
tangan bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Sukatani.
4.1.' Apli(asi Konsep Manaje&en As"#an Kepera$a%an
$anajemen adalah proses koordinasi dan integrasi dari berbagai sumber daya melalui
planning peren-anaan", organiCing pengorganisasian", staffing kepegawaian", dire-ting
pengarahan", dan -ontrolling pengendalian" untuk menyelesaikan tujuan institusional yang
spesifik 2uber, ,881". $anajemen keperawatan didefinisikan sebagai koordinasi dan
integrasi sumber daya keperawatan dengan menggunakan4menerapkan proses manajemen
7
untuk men-apai tujuan asuhan keperawatan dan pelayanan 2uber, ,881". $anajemen
keperawatan adalah suatu tugas khusus yang harus dilaksanakan oleh pengelola keperawatan
untuk meren-anakan, mengorganisasikan, mengarahkan serta mengawasi sumber yang ada,
baik sumber daya maupun dana sehingga dapat memberikan pelayanan keperawatan yang
efektif baik kepada pasien, keluarga dan masyarakat Suyanto, ,88)".
Konsep manajemen dalam keperawatan telah menjadi bagian penting bagi
keberlangsungan dunia keperawatan, baik dalam pelayanan maupun asuhan keperawatan.
=fektif atau tidaknya pengaplikasian proses tersebut menjadi hal yang perlu diperhatikan,
yaitu terkait -ara menjalankan fungsi manajemen. $enurut Swanburg ,888", ketrampilan
manajemen dapat diklasifikasikan dalam tiga tingkatan yaitu+ (" Keterampilan intelektual
yang meliputi kemampuan atau penguasaan teori dan keterampilan berfikir ," Keterampilan
teknikal meliputi+ metode, prosedur atau teknik ." Keterampilan interpersonal, meliputi
kemampuan kepemimpinan dalam berinteraksi dengan indi#idu atau kelompok. Pelaksanaan
manajemen keperawatan di Puskesmas Sukatani khususnya di Poli KIA ini melalui beberapa
tahapan fungsi manajemen keperawatan yakni peren-anaan, pengorganisasian, kepegawaian,
pengarahan dan fungsi pengendalian.
1. )"ngsi Manaje&en Kepera$a%an
$anajemen memiliki lima fungsi antara lain planning peren-anaan", organiCing
pengorganisasian", staffing kepegawaian", dire-ting pengarahan", -ontrolling
pengendalian4e#aluasi". Kelima fungsi ini membentuk suatu proses manajemen
keperawatan yang dimulai dari peren-anaan, pengorganisasian, staffing, pengarahan dan
pengendalian.
a. Planning Peren-anaan"
9ungsi peren-anaan adalah fungsi terpenting dalam manajemen karena fungsi ini akan
menentukan fungsi'fungsi manajemen lainnya. Peren-anaan merupakan gambaran apa
yang akan di-apai, persiapan pen-apaian tujuan, rumusan suatu persoalan untuk
di-apai, serta persiapan tindakan'tindakan. Peren-anaan merupakan tuntutan terhadap
proses pen-apaian tujuan se-ara efektif dan efesien. Planning adalah memutuskan
seberapa luas akan dilakukan, bagaimana melakukan dan siapa yang melakukannya
Swanburg, ,888". Dibidang keperawatan peren-anaan dapat didefenisikan sebagai
proses untuk menumbuhkan, merumuskan masalah'masalah keperawatan baik dalam
pelayanan maupun asuhan, menentukan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia,
menetapkan tujuan program yang paling pokok, dan menyusun langkah'langkah
8
untuk men-apai tujuan yang telah ditetapkan tersebut. 2al'hal penting yang perlu
di-ermati dalam peren-anaan yaitu sistem yang terdiri input, proses, output, dan
out-omes. Prosesnya dimulai dengan menyusun hasil, out-omes, atau output yang
diharapkan, lalu identifikasi proses yang dibutuhkan untuk men-apai hasil tersebut,
serta kemudian identifikasi input atau sumber daya yang dibutuhkan untuk
menjalankan proses tersebut 2uber, ,881". Perumusan peren-anaan yang baik harus
meliputi penetapan #isi, misi, pernyataan filosofi, sasaran, tujuan, kebijakan, dan
prosedur atau peraturan.
Puskesmas memiliki #isi dan misi yang jelas dan ter-apai untuk meningkatkan status
kesehatan masyarakat diwilayah Sukatani. Puskesmas memiliku program'program
kesehatan yang diturunkan pada setiap bidang pelayanan kesehatan di Puskesmas
Sukatani. Peren-anaan program'program kesehatan tersebut diren-anakan setiap satu
tahun sekali diawal tahun. ;apat penyususnan dan peren-anaan program kesehatan
Puskesmas Sukatani dihadiri oleh seluruh tenaga kesehatan yang bekerja di
Puskesmas Sukatani, khususnya Kepala Bidang Kesehatan yang bertugas.
Kepala Bidang Poli KIA dipegang oleh Bidan dan terdiri dari . bidan lainnya.
Program Poli KIA di turunkan dari program pemerintah dalam rangka men-apai target
$D%S yakni menurunkan AKI dan AKB di Indonesia melalui empat pilar Safe
Motherhood. Program yang dijalankan oleh Poli KIA bertjuan untuk menjaga serta
meningkatkan status kesehatan Ibu dan Anak dari semenjak hamil sampai dengan
pas-a melahirkan.
;uangan poli KIA Puskesmas Sukatani terdiri dari dua ruangan, yaitu ruangan KIA
untuk pemeriksaan ibu hamil dan KB serta ruangan untuk imunisasi. Berdasarkan
hasil obser#asi ruangan ini belum mempunyai #isi dan misi serta nilai dan keyakinan
yang menjadi a-uan selama melaksanakan tugas. Sebagai a-uan poli KIA masih
merujuk ke #isi misi puskesmas Sukatani. 6ujuan organisasi ruang rawat belum
terkaji hingga saat ini. Peraturan yang berlaku di poli KIA lebih ke peraturan terhadap
tanggung jawab personal dari tenaga KIA selama menjalankan tugas.
;en-ana kegiatan poli KIA dibuat setiap satu tahun sekali. Kegiatan terdiri dari
kegiatan harian dan bulanan. 2arian kegiatan di Poli KIA adalah Senin+ pemeriksaan
9
Ibu hamil, Selasa+ KB, ;abu+ Imunisasi, Kamis+ Pemeriksaan Ibu hamil, Dumat+ KB,
dan Sabtu+ Konseling Kesehatan ;eproduksi ;emaja. Selain itu, terdapat pula ren-ana
kegiatan yaitu kunjungan keluarga. Kunjungan dilakukan kepada keluarga yang
mempunyai resiko baik resiko tinggi terhadap kehamilan ataupun balita. Kegiatan
bulanan yang diren-anakan adalah kelas Ibu hamil yang diren-anakan dilakukan satu
bulan sekali di akhir bulan pada hari senin atau kamis. Pembuatan ren-ana kegiatan
dilakukan bersama'sama kepala poli KIA beserta staf dan didampingi oleh kepala
puskesmas. Peren-anaan dibuat pada akhir tahun setelah rapat tahunan. Program
tahunan yang dimiliki oleh KIA adalah Kelas Ibu 2amil yang dilaksanakan setiap
bulannya. Serta pendokumentasian yang tertata rapi di buku kohor sebagai laporan
pen-apaian target dari Puskesmas Sukatani.
b. !rganiCing Pengorganisasian"
Pengorganisasian merupakan pengaturan yang meliputi mengatur dan menentukan
apa tugas pekerjaannya, ma-am, jenis, unit kerja, alat'alat, keuangan dan fasilitas.
Pengorganisasian adalah suatu langkah untuk menetapkan, menggolongkan dan
mengatur berbagai ma-am kegiatan, penetapan tugas'tugas dan wewenang seseorang,
pendelegasian wewenang dalam rangka men-apai tujuan. 9ungsi pengorganisasian
merupakan alat untuk memadukan semua kegiatan yang beraspek personil, finansial,
material dan tata -ara dalam rangka men-apai tujuan yang telah ditetapkan
$uninjaya, (***". Setelah membuat peren-anaan yang tepat, struktur
pengorganisasian perlu dibuat atau ditetapkan. Struktur yang dibuat harus berdasarkan
prinsip'prinsip pengorganisasian. Pengorganisasian merupakan tahapan setelah
peren-anaan dimana pada tahap ini peren-anaan diimplementasikan, hubungan
didefinisikan, menguraikan prosedur menurut peren-anaan, menyiapkan peralatan,
dan pembagian tugas $arEuis A 2uston, ,888". Beberapa konsep penting harus
diterapkan agar pengorganisasian menjadi efektif, antara lain spesialisasi kerja, rantai
komando, penguasa atau otoritas, delegasi, rentang kendali, dan sentralisasi #ersus
desentralisasi. Kegiatannya dalam keperawatan meliputi menetapkan struktur
organisasi, menentukan model penugasan keperawatan sesuai dengan keadaan klien
dan ketenagaan, mengelompokkan akti#itas'akti#itas untuk men-apai tujuan unit,
bekerja dalan struktur organisasi yang telah ditetapkan dan memahami serta
menggunakan kekuasaan dan otoritas yang sesuai.
10
Berdasarkan obser#asi mahasiswa ditemukan bahwa ruangan KIA sudah tertata -ukup
rapih. 7amun beberapa bagian tampak sangat padat terutama tempat pemeriksaan
antenatal sangat sempit karena kondisi rungan yang ke-il. Berdasarkan obser#asi,
ruangan KIA sudah lebih tertata dengan baik tertutama dari tempat penyimpanan alat'
alat medis dibanding ruangan yang lain
Struktur organisasi di poli KIA terdiri dari kepala4koordinator ruangan, dan
penanggungjawab dari masing'masing program. Keputusan tersebut dibuat oleh
koordinator ruangan KIA. 6idak ada kriteria khusus dalam pemilihan
penanggungjawab masing'masing program tersebut. 6ugas dari penanggungjawab
bertugas untuk menjalankan dari program yang sudah dibentuk di poli KIA,
sedangkan koordinator bertugas memantau setiap program serta turun langsung ketika
tenaga staf kurang.
Dadual dinas di poli KIA telah ditetapkan oleh koordinator ruangan untuk masuk pagi
semua, karena memang puskesmas Sukatani tidak termasuk puskesmas yang buka ,/
jam. Pada setiap dinas tidak semua tenaga kesehatan berada langsung memberikan
asuhan diruangan karena ada yang bertugas diluar puskesmas seperti datang pada
kegiatan posyandu. $inimnya tenaga kesehatan yang bertugas, sehingga bila ada
yang bertugas diluar puskesmas, pelayanan dirungan hanya terdapat satu4dua tenaga
kesehatan yang terdiri dari bidan dan4atau perawat. Apabila terjadi kekurangan staf,
koordinator poli akan langsung turun tangan melayani pasien dan minta bantuan dari
tenaga kesehatan poli lain yang sedang tidak bertugas.
-. Staffing Kepegawaian"
Staffing merupakan metodologi pengaturan staff, proses yang teratur, sistematis
berdasarkan rasional yang diterapkan untuk menentukan jumlah personil suatu
organisasi yang dibutuhkan dalam situasi tertentu Swanburg, ,888". Proses
pengaturan staff bersifat kompleks. Komponen pengaturan staff adalah sistem kontrol
termasuk studi pengaturan staff, penguasaan ren-ana pengaturan staff, ren-ana
penjadwalan, dan Sistem Informasi $anajemen Keperawatan SI$K". SI$K meliputi
lima elemen yaitu kualitas perawatan pasien, karakteristik dan kebutuhan perawatan
pasien, perkiraan suplai tenaga perawat yang diperlukan, logistik dari pola program
pengaturan staf dan kontrolnya, e#aluasi kualitas perawatan yang diberikan.
11
6enaga kesehatan yang bekerja di poli KIA ini terdiri dari . orang bidan dan ( orang
perawat. 6ingkat pendidikan bidan terdiri dari ( bidan lulusan D( dan dua bidan
lulusan D., serta satu perawat lulusan D.. 6enaga kesehatan di poli KIA juga sudah
sangat profesional selama menjalankan tugas.
d. Dire-ting pengarahan"
Pengarahan Dire-tion" adalah keinginan untuk membuat orang lain mengikuti
keinginannya dengan menggunakan kekuatan pribadi atau kekuasaan jabatan se-ara
efektif. 6ujuannya adalah agar tugas'tugas dapat terselesaikan dengan baik.
Pengarahan ini dilakukan dengan oleh seorang pemimpin. Seorang manajer yang baik
hendaknya sering memberi masukan'masukan kepada anggotanya karena hal tersebut
dapat menunjang prestasi kerja anggota. Peran dalam pengarahan meliputi pemberian
moti#asi, super#isi, mengatasi adanya konflik, pendelegasian,-ara berkomunikasi dan
fasilitasi untuk kolaborasi.
$etode penugasan yang dilakukan di poli KIA tidak terlalu khusus, maksudnya
apabila ada dua tenaga kesehatan dalam ruangan, satu orang akan bertugas melakukan
pendokumentasian, satu orang lainnya melakukan pemeriksaan atau asuhan dan saling
bekerja sama bila tindakan memerlukan asistensi. 7amun bila hanya dinas sendiri
pendokumentasian dan tindakan dilakukan langsung oleh satu orang. Setiap bidan
sudah mempunyai jobdes- masing'masing namun masih ada beberapa bidan yang
belum melaksanakan tanggung jawab dengan baik, terutama dari segi
pendokumentasian yang terlihat ada beberapa bulan yang tidak lengkap laporannya.
Pelatihan'pelatihan juga sering diikuti oleh bidan di poli KIA. Koordinator ruangan
juga selalu memberikan informasi terkait dengan hal'hal baru yang didapatkan diluar.
2al ini bertujuan untuk meningkatkan mutu tenaga kesehatan terutama di poli KIA.
Koordinator di ruangan poli juga melakukan pendelegasian kepada staf untuk
menghadiri rapat dengan puskesmas sewilayah Depok apabila itu memang diperlukan.
Biasanya pendelegasian dilakukan se-ara lisan kepada staf terkait.
Koordinator ruangan poli KIA merupakan seseorang yang sangat terbuka dan bijak
dalam membuat keputusan. Setiap staf yang mempunyai masalah dengan pekerjaan
12
yang sudah ditentukan, koordinator ruangan membuka peluang bagi staf untuk
berdiskusi untuk meme-ahkan masalah tersebut. Begitupun staf yang masih baru yang
masih membutuhkan bimbingan selama bertugas, koordinator akan membimbing staf
tersebut dengan senang hati.
e. <ontrolling pengendalian"
Pengendalian atau pengawasan merupakan fungsi pengawasan agar tujuan dapat
ter-apai sesuai dengan ren-ana, apakah orang'orangnya, -ara dan waktunya tepat.
Dalam fungsi pengendalian, meliputi penilaian kinerja staf, pertanggung jawaban
kinerja, pengendalian mutu, pengendalian aspek legal dan etik serta pengendalian
profesionalisme asuhan keperawatan.
Berdasarkan wawan-ara belum ada program khusus dari puskesmas untuk melakukan
pelatihan terhadap staf. Selama ini staf puskesmas masih mengikuti pelatihan yang
diadakan oleh pihak luar. 6imbang terima di ruangan masih belum dilakukan se-ara
rutin. Begitupun pre dan post -onferen-e juga belum pernah dilakukan. 6imbang
terima dilakukan apabila memang ada temuan'temuan kasus baru di masyarakat yang
perlu dikunjungi oleh pihak puskesmas, namun hal ini masih bersifat sharing antara
staf poli KIA.
Kebijakan'kebijakan puskesmas sudah tertulis dan dirangkum di sebuah buku, yang
mana berisi tentang SAP, program'program puskesmas, serta kebijakan puskesmas.
Pada buku tersebut sudah lengkap tertulis kebijakan dari masing'masing poli. Audit
ruangan dilakukan pada saat rapat seluruh staf puskesmas. :ntuk waktu pelaksanaan
audit belum terkaji hingga saat ini. Pelanggaran'pelanggaran yang dilakukan oleh staf
tidak ada hukuman khusus, namun akan diselesaikan oleh koordinator se-ara terbuka
dan kekeluargaan.
4.' Analisa Masala# dan Penyelesaian
4.'.1 Peng(ajian Poli KIA
Pengkajian di Puskesmas Sukatani khususnya poli KIA dilakukan pada tanggal (, $ei'(5
$ei ,8(/. Pengkajian tersebut dilakukan melalui obser#asi, wawan-ara kepada staf poli KIA,
dan menyebar kuesioner. ;uangan poli KIA Puskesmas Sukatani terdiri dari dua ruangan,
13
yaitu ruangan KIA untuk pemeriksaan ibu hamil dan KB serta ruangan untuk imunisasi.
Berdasarkan hasil obser#asi ruangan ini belum mempunyai #isi dan misi serta nilai dan
keyakinan yang menjadi a-uan selama melaksanakan tugas. Sebagai a-uan poli KIA masih
merujuk ke #isi misi puskesmas Sukatani. 6ujuan organisasi ruang rawat belum terkaji
hingga saat ini. Peraturan yang berlaku di poli KIA lebih ke peraturan terhadap tanggung
jawab personal dari tenaga KIA selama menjalankan tugas.
;en-ana kegiatan poli KIA dibuat setiap satu tahun sekali. Kegiatan terdiri dari kegiatan
harian dan bulanan. 2arian kegiatan di Poli KIA adalah Senin+ pemeriksaan Ibu hamil,
Selasa+ KB, ;abu+ Imunisasi, Kamis+ Pemeriksaan Ibu hamil, Dumat+ KB da Sabtu+ Kesehatan
;eproduksi ;emaja. 6erdapat pula ren-ana kegiatan yaitu kunjungan keluarga. Kunjungan
dilakukan kepada keluarga yang mempunyai resiko baik resiko tinggi terhadap kehamilan
ataupun balita. Kegiatan bulanan yang diren-anakan adalah kelas Ibu hamil yang
diren-anakan dilakukan satu bulan sekali di akhir bulan pada hari senin atau kamis.
Pembuatan ren-ana kegiatan dilakukan bersama'sama kepala poli KIA beserta staf dan
didampingi oleh kepala puskesmas. Peren-anaan dibuat pada akhir tahun setelah rapat
tahunan.
Dumlah pasien yang berkunjung ke poli KIA setiap hari rata'rata /'(0 pasien. Pasien yang
datang terdiri dari ibu hamil, ibu dengan bayi berusia kurang dari ( tahun, dan ibu yang akan
melakukan program KB. Selain itu ibu'ibu yang mempunyai masalah di bagian reproduksi
juga berkunjung ke poli KIA.
6enaga kesehatan yang bekerja di poli KIA ini terdiri dari . orang bidan dan ( orang perawat.
6ingkat pendidikan bidan terdiri dari ( bidan lulusan D( dan dua bidan lulusan D., serta satu
perawat lulusan D.. 6enaga kesehatan di poli KIA juga sudah sangat profesional selama
menjalankan tugas.
Berdasarkan obser#asi mahasiswa ditemukan bahwa ruangan KIA sudah tertata -ukup rapih.
7amun beberapa bagian tampak sangat padat terutama tempat pemeriksaan antenatal sangat
sempit karena kondisi rungan yang ke-il. Berdasarkan obser#asi, ruangan KIA sudah lebih
tertata dengan baik tertutama dari tempat penyimpanan alat'alat medis dibanding ruangan
yang lain.
P!A kegiatan telah dibuat dan diajukan, salah satunya P!A kelas hamil. Pengajuan dana
sudah diberikan namun dana yang diajukan tidak turun se-ara rutin, sehingga menghambat
14
ren-ana kegiatan. Peren-anaan peserta kelas ibu hamil peserta di undang satu bulan
sebelumnya ketika melakukan pemeriksaan A7<, namun karena waktu pelaksanaan kegiatan
yang tidak menentu peserta kelas ibu hamil adalah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan
A7< pada saat pelaksanaan kelas ibu hamil.
Struktur organisasi di poli KIA terdiri dari kepala4koordinator ruangan, dan
penanggungjawab dari masing'masing program. Keputusan tersebut dibuat oleh koordinator
ruangan KIA. 6idak ada kriteria khusus dalam pemilihan penanggungjawab masing'masing
program tersebut. 6ugas dari penanggungjawab bertugas untuk menjalankan dari program
yang sudah dibentuk di poli KIA, sedangkan koordinator bertugas memantau setiap program
serta turun langsung ketika tenaga staf kurang.
Dadual dinas di poli KIA telah ditetapkan oleh koordinator ruangan untuk masuk pagi semua,
karena memang puskesmas Sukatani tidak termasuk puskesmas yang buka ,/ jam. Pada
setiap dinas tidak semua tenaga kesehatan berada langsung memberikan asuhan diruangan
karena ada yang bertugas diluar puskesmas seperti datang pada kegiatan posyandu.
$inimnya tenaga kesehatan yang bertugas, sehingga bila ada yang bertugas diluar
puskesmas, pelayanan dirungan hanya terdapat satu4dua tenaga kesehatan yang terdiri dari
bidan dan4atau perawat. Apabila terjadi kekurangan staf, koordinator poli akan langsung
turun tangan melayani pasien dan minta bantuan dari tenaga kesehatan poli lain yang sedang
tidak bertugas.
$etode penugasan yang dilakukan di poli KIA tidak terlalu khusus, maksudnya apabila ada
dua tenaga kesehatan dalam ruangan, satu orang akan bertugas melakukan
pendokumentasian, satu orang lainnya melakukan pemeriksaan atau asuhan dan saling
bekerja sama bila tindakan memerlukan asistensi. 7amun bila hanya dinas sendiri
pendokumentasian dan tindakan dilakukan langsung oleh satu orang. Setiap bidan sudah
mempunyai jobdes- masing'masing namun masih ada beberapa bidan yang belum
melaksanakan tanggung jawab dengan baik, terutama dari segi pendokumentasian yang
terlihat ada beberapa bulan yang tidak lengkap laporannya.
Pelatihan'pelatihan juga sering diikuti oleh bidan di poli KIA. Koordinator ruangan juga
selalu memberikan informasi terkait dengan hal'hal baru yang didapatkan diluar. 2al ini
bertujuan untuk meningkatkan mutu tenaga kesehatan terutama di poli KIA. Koordinator di
ruangan poli juga melakukan pendelegasian kepada staf untuk menghadiri rapat dengan
15
puskesmas sewilayah Depok apabila itu memang diperlukan. Biasanya pendelegasian
dilakukan se-ara lisan kepada staf terkait.
Koordinator ruangan poli KIA merupakan seseorang yang sangat terbuka dan bijak dalam
membuat keputusan. Setiap staf yang mempunyai masalah dengan pekerjaan yang sudah
ditentukan, koordinator ruangan membuka peluang bagi staf untuk berdiskusi untuk
meme-ahkan masalah tersebut. Begitupun staf yang masih baru yang masih membutuhkan
bimbingan selama bertugas, koordinator akan membimbing staf tersebut dengan senang hati.
Berdasarkan wawan-ara belum ada program khusus dari puskesmas untuk melakukan
pelatihan terhadap staf. Selama ini staf puskesmas masih mengikuti pelatihan yang diadakan
oleh pihak luar. 6imbang terima di ruangan masih belum dilakukan se-ara rutin. Begitupun
pre dan post -onferen-e juga belum pernah dilakukan. 6imbang terima dilakukan apabila
memang ada temuan'temuan kasus baru di masyarakat yang perlu dikunjungi oleh pihak
puskesmas, namun hal ini masih bersifat sharing antara staf poli KIA.
Kebijakan'kebijakan puskesmas sudah tertulis dan dirangkum di sebuah buku, yang mana
berisi tentang SAP, program'program puskesmas, serta kebijakan puskesmas. Pada buku
tersebut sudah lengkap tertulis kebijakan dari masing'masing poli. Audit ruangan dilakukan
pada saat rapat seluruh staf puskesmas. :ntuk waktu pelaksanaan audit belum terkaji hingga
saat ini. Pelanggaran'pelanggaran yang dilakukan oleh staf tidak ada hukuman khusus,
namun akan diselesaikan oleh koordinator se-ara terbuka dan kekeluargaan.
4.'.' Iden%i*i(asi Masala#
Setelah melakukan pengkajian di Poli KIA, kami menemukan beberapa masalah manajemen
keperawatan. $asalah potensial yang ada di Poli KIA adlah ketidakefektifan pelaksanaan
program Poli KIA kelas ibu hamil dan =fektifitas penggunaan Pojok ASI. Ketidakefektifan
pelaksanaan program Kelas Ibu hamil dan ;uang Pojok ASI ini disebabkan kurangnya
taham'tahap manajemen keperawatan yang belum se-ara optimal dilaksanakan oleh tenaga
kesehatan yang bertugas di Poli KIA. Peren-aan prgram telah dilakukan diawal tahun dan
telah diren-anakan tenaga kesehatan yang bertugas menjalankan program kelas ibu hamil
serta efektifitas penggunaan pojok ASI. 7amun, setelah dilakukan pengkajian melalui
penyebaran kuesioner, obser#asi, dan wawan-ara kepada pasien yang melakukan kunjungan
ke Poli KIA.
16
Permasalahan yang terjadi ini disebabkan oleh kurangnya tenaga kesehatan yang bertugas di
Puskesmas khususnya Poli KIA. Karena selain tenaga kesehatan harus bekerja di pelayanan
yang dibuka sejak Senin sampai dengan Sabtu pukul 8).88'(/.88 >IB, tenaga kesehatan juga
harus bertugas dilapangan untuk mengikuti pelaksanaan Posyandu di Seluruh ;> di wilayah
Sukatani. Posyandu rutin dilaksanakan setiap harinya sesuai dengan tanggal yang telah diatur
dan ditetapkan selama satu bulan kedepan. Dengan tenaga kesehatan yang minim, tenaga
kesehatan harus bekerja dilayanan serta bekerja di lapangan.
Perumusan masalah pertama yaitu belum optimalnya pengadaan kelas ibu hamil. Berdasarkan
hasil wawan-ara dengan bidan Poli KIA, mengatakan bahwa program kelas ibu hamil belum
mempunyai kurikulum tertentu. Selain itu manajemen pelaksanaannya tidak menentu karena
terhalang dengan pengadaan dana dan banyaknya program kerja dari masing'masing staf,
sehingga untuk kelas ibu hamil yang seharusnya dilaksanakan satu kali sebualn menjadi tidak
terlaksana sama sekali.
Perumusan masalah yang kedua yaitu belum optimalnya pemanfaatan pojok ASI di Poli KIA.
Data obser#asi menunjukkan bahwa lokasi pojok ASI berada di lantai ,, sedangkan poli KIA
sendiri berada di lantai (. Selain itu, tidak ada papan penunjuk tentang keberadaan pojok ASI
di Poli KIA. >awan-ara yang dilakukan mahasiswa dengan beberapa pengunjung yang
membawa bayi, mereka mengatakan kesulitan ketikan akan memberikan ASI kepada
anaknya. $ereka -endrung malu ketika harus menyusui bayinya ditempat umum. Selain itu,
rata'rata mereka belum tahu bahwa puskesmas Sukatani menyediakan ruangan tempat
menyusui di lantai ,.
6enaga kesehatan yang minim itulah yang menjadi kendala bagi tenaga kesehatan di
Puskesmas khususnya tenaka kesehatan di Poli KIA untuk dapat menjalankan program
bulana yang telah di ren-anakan. 2al ini menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa 9IK :I
yang sedang melakukan praktek manajemen keperawatan di Poli KIA Puskesmas Sukatani.
Bagaimana mahasiswa men-iptakan program ino#asi dengan segala keterbatasan yang ada
untuk mengefektifitaskan program kelas ibu hamil serta pemanfaatan pojok ASI di
Puskesmas Sukatani.
4.'.+ I&ple&en%asi
17
;en-ana kegiatan yang telah disepakati di atas akan diimplementasikan oleh mahasiswa
bersama dengan petugas di Poli KIA. Dalam melaksanakan impelementasi, mahasiswa
mendapatkan pengarahan dan bimbingan dari Kepala Puskesmas Sukatani, Kepala Bidang
Poli KIA dan pembimbing klinik mahasiswa. Pengarahan ini berfungsi agar mahasiswa
memahami apa yang diharapkan oleh ruangan serta menjadi pedoman dalam bekerja se-ara
efektif dan efisien untuk men-apai tujuan bersama yaitu kebersihan dan kenyamanan
ruangan. 2al ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Douglas (*50" dalam
Swansburg ,888" bahwa pengarahan adalah pengeluaran penugasan, pesanan dan instruksi
yang memungkinkan pekerja memahami apa yang diharapkan darinya dan pedoman serta
pandangan pekerja sehingga ia dapat bekerja dan berperan se-ara efektif dan efeisien untuk
men-apai tujuan organisasi.
Bangkah awal yang dilakukan untuk mengimplementasikan ren-ana kegiatan yang telah
disepakati bersama yaitu pembuatan peren-anaa kelas ibu hamil seperti pembuatan
kurikulum, penyusunan materi untuk kelas Ibu hamil serta membuat kartu keanggotaan untuk
Ibu yang mengikuti kelas ibu hamil@ menempelkan poster ASI, pembuatan leaflet tentang Asi
=klusif@ menempelkan poster untuk mempublikasikan Pojok ASI@ serta melatih tenaga
kesehatan untuk mengaplikasikan program yang telah diren-anakan dengan menjalankan (
kali kelas ibu hamil di Puskesmas Sukatani. Implementasi kemudian dilakukan kepada
seluruh tenaga kesehatan ruangan Poli KIA.
Sebelum melakukan pertemuan dengan para tenaga kesehatan di Poli KIA, kami menyusun
kurikulum dan materi untuk pelaksanakaan kelas ibu hamil. Peren-anaan yang telah dibuat,
kelas Ibu hamil akan dilaksanakan setiap minggu pertama setiap bulannya, pelaksanaan
ditetapkan pada hari kunjungan pemeriksaan ibu hamil yakni hari Kamis. Pertemuan
dilakukan sebanyak 5 kali pertemuan materi dan diwajibkan untuk mengikuti materi ini
se-ara lengkap. $ateri yang dipilih dalam Program Kelas Ibu 2amil ini adalah Konsepsi
Kehamilan dan Adaptasi 9isiologis, 7utrisi Ibu 2amil dan $enyusui, Pentingnya ASI
=ksklusif, reast care! Persiapan melahirkan, <ara memandikan bayi dan pijat bayi, dan
Senam Ibu hamil. Bentuk kegiatan Kelas Ibu hami ini berupa Pendidikan Kesehatan oleh
petugas kesehatan dan diskusi dua arah agar Kelas Ibu 2amil lebih efektif dan bermanfaat
bagi ibu.
Setelah melakukan peren-anaan, mahasiswa mengundang para tenaga kesehatan yang
betugas di Poli KIA untuk mendiskusikan efektifitas Program Kelas 2amil. Pertemuan
dihadiri oleh / Bidan dan dilaksanakan di ;uang Poli KIA sebelum pelayanan. $ahasiswa
18
menjelaskan tentang peren-anaan yang baik untuk mengefektifitaskan program Kelas Ibu
2amil. Kurikulum dan booklet materi yang dibuat adalah berguna sebagai panduan bagi
Bidan untuk menyampaikan materi pada Kelas Ibu hamil. $ateri yang dibuat oleh mahasiswa
telah disesuaikan dengan lembar balik Depkes ;I yang tersedia di Puskesmas Sukatani. Kartu
keanggotaan diberikan pada Ibu hamil yang melakukan kunjungan pertama pada saat
pemeriksaan kehamilan trimester (, dan petugas memberitahukan bahwa kertu keanggotaan
ini perlu dibawa setiap kali mengikuti Kelas Ibu 2amil. Selain itu, tenaga kesehatan juga
telah menetapkan penanggung jawab Kelas Ibu 2amil setiap bulannya. 7ama para
penanggung jawab ini akan diletakan dalam jadwal dan ditempel di dinding agar para tenaga
kesehatan selalu ingat untuk melaksanakan Kelas Ibu 2amil.
Bangkah selanjutnya setelah menjelaskan tentang kurikulum dan penanggung jawab kelas ibu
hamil setiap bulannya, $ahasiswa melakukan implementasi Kelas ibu 2amil bersama dengan
para Bidan di Poli KIA. Kelas Ibu 2amil dilaksanakan pada hari Kamis, (, Duni ,8(/,
mahasiswa memberikan penyuluhan di kelas ibu hamil. 6ujuan penyuluhan ini adalah untuk
memberikan gambaran kepada staf di poli KIA bahwa kelas Ibu 2amil bisa terlaksana dengan
dana seminimal mungkin. Kelas ibu hamil ini dihadiri oleh (0 orang ibu hamil, ketua
Puskesmas Sukatani, dan staf poli KIA. Kegiatan berlangsung sekitar 18 menit. Antusias ibu
hamil yang datang sangat baik sekali. 2al ini ditandai dengan banyaknya pertanyaan'
pertanyaan dari ibu mengenai kehamilan dan kelahiran nanti. Selain itu ibu hamil meminta
kegiatan ini agar berlangsung setiap bulan. Selain itu, kami juga memberikan kartu kelas ibu
hamil yang berisi topik yang akan disampaikan tiap bulannya selama kelas ibu hamil.
Pada hari sabtu (/ Duni ,8(/, mahasiswa kembali melakukan diskusi dengan staf poli KIA
mengenai kurikulum ibu hamil yang sudah diran-ang oleh mahasiswa selama satu tahun ke
depan. Kurikilum yang sudah diran-ang oleh mahasiswa disambut baik oleh staf poli KIA
dan mereka sepakat untuk menggunakan kurikulum tersebut untuk pengadaan kelas ibu hamil
di bulan berikutnya. Bidan sepakat juga agar pembagian penanggung jawab setiap kelas ibu
hamil tiap bulan di tentukan dari sekarang. 2al ini bertujuan untuk meningkatkan rasa
tanggung jawab bidan tersebut terhadap amanah yang sudah diberikan.
Penyelesaian masalah belum optimalnya penggunaan pojok ASI dengan membuat plang
pojok ASI dan penunjuk arah keberadaan pojok ASI. Selain itu mahasiswa juga membuat
poster ukuran A. sebanyak dua buah yang dipasang di depan poli KIA. Isi poster tersebut
19
antara lain menjelaskan tentang pentingnya ASI bagi bayi dan penunjuk arah tempat
menyusui bayi di Puskesmas Sukatani.Selain itu, kami juga berusaha mempublikasikan Pojok
ASI melalui lisan dan pembagian leaflet kepada para ibu yang sedang melakukan kunjungan
di Poli KIA. Publikasi melalui leaflet dan lisan bertujuan untuk pengaktifan kembali
penggunaan Pojok ASI, serta untuk mendukung program pemerintah agar pemberian ASI
=kslusif berjalan dengan baik tanpa hambatan. Agar Ibu juga merasa nyaman untuk
memberikan ASI nya meski sedang di tempat umum.
Penyelesaian masalah potensial terakhir yaitu mengenai pendokumentasian di Poli KIA.
Selama praktik di poli KIA, mahasiswa sepenuhnya diberi keper-ayaan untuk melakukan
pendokumentasian asuhan. Pendokumentasian yang sudah berjalan -ukup baik. 2anya saja
masih ada beberapa bulan yang tidak ada pendokumentasiannya.
4.'.4 E,al"asi
2asil e#aluasi dari tindakan yang telah dilakukan berdasarkan obser#asi didapatkan poster
telah tertempel di bagian dinding depan ruangan Poli KIA, Poster Pojok ASI tertempel di
dekat tangga, untuk menunjukan ruangan Pojok Asi yang terletak dilantai , Puskesmas
Sukatani. Di bagian pintu Poli KIA terdapat jadwal pemeriksaan poli KIA dengan urutan
kegiatan terdiri dari kegiatan harian dan bulanan. 2arian kegiatan di Poli KIA adalah Senin+
pemeriksaan Ibu hamil, Selasa+ KB, ;abu+ Imunisasi, Kamis+ Pemeriksaan Ibu hamil, Dumat+
KB da Sabtu+ Kesehatan ;eproduksi ;emaja. Dibagian dalam ruang Poli KIA terdapat jadwal
penanggung jawab Program Kelas Ibu hamil yang telah diisi dengan nama'nama Bidan di
Poli KIA.
7amun, walaupun protap telah terpasang, masih ada pasien yang tidak mengetahui Pojok Asi
dan tetap memberikan botol susu pada bayi saat melakukan kunjungan pemeriksaan. 2asil
wawan-ara dengan keluarga pasien didapatkan bahwa keluarga bari mengetahui bahwa di
Puskesmas Sukatani terdapat Pojok Asi, tapi Ibu mengatakan malas untuk naik ke lantai ,.
Sehingga ibu tidak mau menyusui anaknya di Pojok Asi. Sedangkan ibu sudah mengetahu
dengan sangat baik tentang pentingnya ASI =kslusif bagi bayi. Bokasi ruang Pojok ASI yang
sulit untuk diakses yang menyebabkan ibu tidak ingin menggunakan ruang Pojok ASI
tersebut.
20
:ntuk Kelas Ibu hamil teah terlaksana denga baim satu kali pertemuan. Kegiatan ini
dilaksanakan dengan seluruh Bidan di Poli KIA. Pelaksanaan berupa Penkes dan 9%D untuk
menge#aluasi kembali pemahaman ibu hamil yang mengikuti kelas Ibu hamil. Kelas Ibu
hamil berjalan -ukup baik dihadiri oleh (0 Ibu hamil dengan materi pertama mengenai
Konsepsi Kehamilan, adaptasi maternal serta pentingnya mendeteksi tanda bahaya kehamilan
sesuai dengan materi yang telah diren-anakan bermasa dengan para petugas kesehatan di Poli
KIA. Kartu keanggotaan kelas ibu hamil pun telah dibagikan kepada ibu yang melakukan
kunjungan serta mengikuti kelas ibu hamil.
Belum terlaksananya proses implementasi se-ara keseluruhan disebabkan karena perubahan
membutuhkan proses dan waktu yang tidak sebentar, serta dipengaruhi oleh perilaku indi#idu
atau kelompok. 2ersey dan Bkan-hard (*55" dalam $oni-a (**)" menyebutkan bahwa
terdapat empat tingkat perubahan+ pengetahuan, sikap, perilaku indi#idu, dan perilaku
kelompok. Perilaku indi#idu maupun perilaku kelompok merupakan tahapan perubahan yang
sulit untuk diubah karena menyangkut nilai'nilai yang dianut dan melibatkan banyak orang.
Selain itu 2uston ,88(" mengatakan bahwa setiap bentuk perubahan memerlukan waktu
yang tidak -epat. Setidaknya dalam waktu tiga bulan perubahan baru terjadi. Sehingga untuk
terjadinya perubahan ke arah yang lebih baik guna ter-iptanya kebersihan dan kenyamanan
lingkungan fasilitas kesehatan perlu keterlibatan perawat untuk menjaga kefektifan program'
program yang telah diren-anakan.
21