Anda di halaman 1dari 35

KARYA ILMIAH

TEKNOLOGI MASA DEPAN


”NANOTEKNOLOGI”

Disusun Oleh :

MARIO E. POLI
020213044

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


UNIVERSITAS SAM RATULANGI
FAKULTAS TEKNIK
MANADO
2006
ABSTRAK

Nanoteknologi atau nanosains adalah ilmu pengetahuan dan teknologi


pada skala nanometer, atau sepermilyar meter. Richard Feynman dalam
ceramahnya yang berjudul “There is plenty room at the bottom” pada tahun 1959,
mengemukakan bahwa, seorang fisikawan mampu membuat senyawa dengan
struktur apapun yang diinginkan seorang kimiawan, dengan cara menyusun atom-
atom yang diperlukan, dan merangkainya berdasarkan hukum fisika untuk
membentuk senyawa baru tersebut. Berdasarkan pandangan ini, pendekatan yang
dipergunakan berbeda dengan pendekatan teknologi sekarang yaitu bersifat
bottom up atau bisa disebut molekular teknologi karena berusaha membangun
suatu produk atom demi atom atau molekul demi molekul. Pendekatan ini
memiliki keunggulan utama dibandingkan teknologi konvensional yaitu
kemampuannya untuk memanipulasi material dengan fleksibel sesuai keinginan
desainernya sebagai akibat pengontrolan pada level molekul. Hasil dari
keunggulan ini adalah produk hampir tanpa cacat, tidak adanya atau sedikit
limbah yang dihasilkan dan hemat energi.
Ilmuwan yang terkenal dalam konsep nanoteknologi adalah K.E. Drexler.
Drexler mengembangkan nanoteknologi molekular dengan meniru apa yang
terjadi pada sel. Hukum ini selanjutnya disebut Drexlerian Nanoteknologi dengan
idenya yang disebut assembler. Assembler ini bertindak seperti tangan robot pada
pabrik skala makro, yang menaruh atom/molekul pada tempat yang diinginkan.
Selanjutnya dengan menggunakan assembler-assembler level awal yang menyusul
blok bangunan berupa atom, assembler-assembler pada ukuran yang lebih besar
dibangun. Pada ukuran ini, blok bangunannya berupa molekul. Kemudian
assembler yang lebih besar dibangun, dan seterusnya hingga produk-produk biasa
berukuran makro dapat terbuat. Perbedaan dengan metode konvensional adalah,
produk nanoteknologi molekular ini lebih kuat, prosesnya hemat energi dan
presisinya hingga level atom. Untuk mempermudah prosesnya, assembler-
assembler tingkat awal dilengkapi dengan kemampuan swa-replikasi (self-
replication).
Investasi untuk nanoteknologi sangat tinggi yang didominasi oleh
amerika dan jepang menyusul negara eropa barat dengan jumlah total 434 juta
USD. Investasi tersebut dialokasikan pada bidang-bidang: manufaktur
memproduksi, elektronik, farmasi dan kesehatan dan industri kimia.
Nanoteknologi datang dengan berbagai aspek yaitu kemampuan untuk mengatasi
persoalan polusi dan merupakan teknologi yang ramah lingkungan. kemajuan
teknologi di dunia masa mendatang ditopang tiga teknologi yang saling
berhubungan dan saling mempercepat. Ketiga hal ini yaitu Nanoteknologi,
Rekayasa Biologi (bio engineering) dan Teknologi Informasi (information
technology).
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas segala rahmat
dan kasihNya kepada kita selama ini. Terlebih di dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawab sebagai mahasiswa, sehingga Karya Ilmiah ini dapat terselesaikan
dengan baik.
Karya Ilmiah ini disusun berdasarkan literatur yang ada, disamping itu
diambil dalam berbagai situs internet. Karya Ilmiah ini memberikan suatu aspirasi
bagi mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan khususnya
tentang nanoteknologi. Di sisi lain, banyak manfaat yang dapat diperoleh pada
setiap mahasiswa dalam melakukan tugas dan tanggung jawab sebagai harapan
bangsa.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Karya Ilmiah ini masih
jauh dari sempurna. Oleh karena itu, Penulis mengharapkan arahan dari seluruh
Dosen, khusususnya Dosen Pembimbing Ir. F. Marentek, MT dan G. M.ch
Mangindaan, ST dan Para Dosen yang melakukan Seleksi Mahasiswa Berprestasi
Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi dalam penyempurnaan Karya Ilmiah
ini. Dengan tangan tangan terbuka Penulis menerima berbagai saran, kritik, dan
arahan dari pembaca khususnya reken-rekan mahasiswa.
Atas bantuan dan segala dukungan dari berbagai pihak baik secara moral
maupun spiritual, penyusun ucapkan terima kasih. Semoga Karya Ilmiah ini
dapat berguna bagi kita semua
Manado, Juni 2006

Penyusun
DAFTAR ISI

ABSTRAK
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
DAFTAR GAMBAR iii
BAB I PENDAHULUAN

a. Latar Belakang...................................................................................1
b. Tujuan................................................................................................1
c. Pembatasan Masalah..........................................................................1

BAB II PENGENALAN NANOTEKNOLOGI


a. Atom dan Ion......................................................................................2
b. Molekul dan bahan.............................................................................4
c. Kenapa harus kecil?............................................................................7
d. Nano Teknologi Mengambil Contoh Dari Alam................................9
e. Alat Analisa Dan Karakterisasi Nano Teknologi...............................17

BAB III PROSPEK DAN PERKEMBANGAN NANOTEKNOLOGI


SEBAGAI TEKNOLOGI MASA DEPAN

a. Aktifitas Riset Nanoteknologi............................................................21


b. Nanoteknologi Mengatasi Persoalan Polusi.......................................23
c. Tiga Teknologi Masa Depan..............................................................24
d. Nanoteknologi, Revolusi IPTEK dan Industri....................................25
e. Perkembangan Nanoteknologi masa depan........................................26

KESIMPULAN DAN SARAN............................................................................28


DAFTAR PUSTAKA iv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Model Atom J.J Thompson 2


Gambar 2. Polimer (rantai molekul) 6
Gambar 4. susunan molekul grafit 7
Gambar 5. susunan Molekul berlian 7
Gambar 6. Bakteri Cynobacteria 10
Gambar 7. hasil cloning domba 11
Gambar 8. adenine, guanine, cytosine dan thymine dalam Molekul DNA 12
Gambar 9.Pembuktian Adleman
(Rantai DNA double-helix dengan asumsi 5 kota) 13
Gambar 10. Ilustrasi mesin yang mampu membuat dirinya sendiri (self-
reproduction) 16
Gambar 11. Robot Nano yang bekerja dengan sendirinya 16
Gambar 12. Heinrich Rohrer dan Gerd Karl 17
Gambar 13. Sistem kerja Scan Tunneling Microscopy 18
Gambar 14. Alat Scan Tunneling Microscopy 18
Gambar 15. Bentuk 3 dimensi yang dihasilakan oleh STM 19
Gambar 16. Jarum AFM yang digerakan sepanjang permukaan
stuktur atom 19
Gambar 17. Alat Atomic Force Microscope 20
Gambar 18. Perbandingan anggaran riset per tahun bidang nanoteknologi 21
PENDAHULUAN

a. Latar Belakang
Perkembangan zaman yang sangat pesat menghasilkan teknologi yang
semakin tinggi pula dan para ahli fisika, biologi, kimia dan lainnya berlomba-
lomba untuk menciptakan teknologi yang semakin tinggi, tepat guna dan bebas
polusi. Dengan ditemukannya teknologi nano tanpa disadari kita sudah berada
didepan revolusi iptek yang akan membawah dampak yang sangat berpengaruh
dalam segala aspek kehidupan manusia.
Nanoscience adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari segala sesuatu
yang berkaitan dengan materi yang berukuran 0,1 nm sampai 100 nm. Sedangkan
nano teknologi merupakan teknologi yang berusaha mengembangkan dan
memanfaatkan semua yang sudah dipelajari dalam nano science. Nano teknologi
dapat mengubah suatu bahan/ material yang tidak berguna dengan menyusun
kembali susunan unsusr-unsurnya.
Mengingat dasyatnya dampak yang akan dihasilkan oleh teknologi nano
pada masa mendatang maka perlu untuk dibahas apa sebenarnya nanoteknologi,
apa kelebihan dibandingkan teknologi konvensianal, bagaimanana penerapannya
dan bagaimana prospeknya untuk masa depan.
Setelah dibahas tentang nanoteknologi diharapkan dapat mengetahui apa
sebenarnya nano teknologi dan dapat mengetahui perkembangan yang ada, juga
agar supaya mempersiapkan diri pada revolusi iptek yang akan terjadi.

b. Metode
Untuk mencapai tujuan dari penulisan makalah ini maka metode yang
diambil dalam menyusun makalah ini adalah yaitu dengan menentukan topik serta
permasalahan yang akan dibahas. Sebagai sumber awal kemudian diadakan
pengkajian terhadap literatur yang berhubungan dengan nanoteknologi dengan
cara studi internet, studi kepustakaan yang berhubungan dengan pembahasan pada
pada penulisan karya ilmiah ini.
PENGENALAN NANO TEKNOLOGI

Sesuai dengan namanya, nanoteknologi atau nanosains adalah ilmu


pengetahuan dan teknologi pada skala nanometer, atau sepermilyar meter. Nano
teknologi merupakan suatau teknologi yang dihasilkan dari pemanfaatan sifat-
sifat molekul atau struktur atom apabila berukuran nanometer. Jadi apabila
molekul atau struktur dapat dibuat dalam ukuran nanometer maka akan
dihasilakan sifat-sifat baru yang luar biasa. Sifat-sifat baru inilah yang
dimanfaatkan untuk keperluan teknologi, sehingga teknologi ini disebut nano
teknologi.
Sebelum membahas lebih jauh tentang nano teknologi perlu dibahas
tentang apa yang dimaksud dengan atom, molekul dan elektron dan bidang ilmu
yang berkaitan dengan nano teknologi.

a. Atom dan Ion


Jika sebuah benda dibagi-bagi menjadi bagian kecil secara terus-menerus
maka pada suatu saat akan sampai pada bagian terkecil yang tidak dapat dibagi-
bagi lagi yang disebut atom. Atom adalah bagian terkecil dari suatu benda, hal ini
yang diungkapkan oleh Demokritus (460-370 SM). Kemudian para ahli
menemukan keberadaan elektron dalam atom yang diawali oleh pengamatan J.J
Thompson. Lalu disusul dengan penemuan proton, netron, dan partikel inti oleh
para ahli fisika, ternyata proton dan netron ini pun masih tersusun oleh partikel-
partikel yang lebih kecil yang dikenal sebagai quarks(kuark). Namun demikian
istilah atom tetap digunakan walaupun disadari bahwa atom bukan lagi bagian
terkecil dari suatu benda. Pengertian ini masih relevan dalam analisa fisika dan
teknik.
Gambar 1. Model Atom J.J Thompson

Dalam nano teknologi pijakan utamanya adalah atom yang didalamnya


terdapat elektron yang bergerak mengelilingi inti atom yang terdiri dari proton
dan netron yang jumlahnya tergantung dari nomor atom (sama dengan jumlah
elektron dan proton) serta nomor massa (jumlah proton + netron). Beberapa atom
membentuk unsur sebuah bahan. Unsur-unsur yang dikenal sebanyak 103 dan
telah disusun dalam tabel periodik. Unsur teringan adalah hidrogen, lalu helium
dan lainnya.
Elektron bermuatan listrik negatif dan proton bermuatan listrik positif,
itulah sebabnya elektron selalu berada mengelilingi inti atom, karena adanya gaya
tarik inti. Jika elektron atau proton berdiri sendiri maka interaksi itu dilukiskan
dengan hukum coulomb dimana gaya tarik-menarik muatan tak sejenis atau tolak-
menolak muatan sejenis berbanding lurus dengan besarnya muatan masing-
masing dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak keduanya. Artinya gaya
tarik makin kuat jika jarak muatan makin dekat dan semakin lemah jika jarak
muatan jauh. Atom akan bersifat netral secara keseluruhan dan semakin lemah
jika jarak muatan jauh.
Atom akan bersifat netral secara keseluruhan (jumlah elektron sama
dengan jumlah proton). Namun kadangkala atom bisa melepaskan elektron dan
juga bisa menangkap elektron dari sekitarnya (atom lain) tergantung pada
elektronegativitasnya. Atom Klor (Cl) misalnya selalu ingin menangkap elektron
sehingga kelebihan satu elektron dan atom natrium selalu ingin melepaskan
elektron sehingga kekurangan satu elektron. Atom yang kelebihan elektron
disebut ion negatif dan kekurangan elektron disebut ion positif. Untuk atom Cl
akan membentuk Cl- dan atom Na akan membentuk atom Na+. Ion-ion ini
memiliki sifat yang berbeda dengan atom netral.
Ke-103 atom inilah yang merupakan dasar penyusunan berbagai benda di
alam ini. Ibarat rumah-rumah disebuah kota akan tampak berbeda-beda tetapi
semuanya terbuat dari bahan-bahan dasar seperti bata, batu, pasir, semen, kayu,
besi dan lain-lain. Hanya cara membangun dan jumlah bahan yang dipakai yang
membedakan tiap-tiap rumah tersebut. Para ilmuwan kimia, fisika dan terakhir
nanoteknologi bekerja untuk membangun bahan yang merupakan kombinasi dari
103 atom (katakan begitu). Ibarat insinyur membangun rumah sesuai dengan
idenya untuk mendapatkan bangunan rumah yang bagus dan indah.

b. Molekul dan Bahan


Atom-atom dapat berikatan satu dengan yang lain membentuk molekul
lewat mekanisme yang berlain-lainan. Ada ikatan molekul ionik jika ikatan
terbentuk antara atom-atom yang kepentingannya berlawanan dalam hal
kepemilikkan elektron. Atom yang suka melepas elektron akan gampang
berikatan dengan atom yang suka menangkap elektron dan membentuk molekul
ionik. Contohnya adalah, NaCl dengan reaksi kimia Na+ + Cl- → NaCl. Ada juga
molekul dengan ikatan kovalen yang terjadi karen akepemilikan bersama elektron.
Artinya atom-atom tersebut tidak terlalu suka menerima atau melepas elektron,
namun jika diberi atau elektron ada disekitarnya, elektron tersebut dipakai
bersama-sama. Contoh untuk ini adalah ikatan antara atom karbon dengan karbon
(C-C) atau silikon dengan silikon (Si-Si). Adapula ikatan logam, van der Walls
dan jembatan hidrogen (pada air) yang juga berperan dalam pembentukan
molekul.
Mengapa atom-atom membentuk ikatan molekul? Rupanya dalam keadaan
inilah atom bisa stabil dan tidak bereaksi (menganggu) atom lain. Garam dapur
(NaCl) misalnya, tidak berbahaya untuk dikonsumsi karena molekul NaCl stabil.
Namun jika Na dan Cl berpisah membentuk Na+ dan Cl- akan berbahaya karena
ion-ion itu akan berikatan dengan atom/molekul lain dalam tubuh/darah kita. Cl-
misalnya sangat berbahaya (racun) dan menyebabkan korosi pada logam.
Makanya, kita tidak boleh mencuci mobil dengan air laut (air garam).
Para ahli kimia mempelajari bagaimana membuat molekul-molekul baru,
dengan hanya memutuskan ikatan antara molekul yang satu dengan yang lain dan
membentuk ikatan baru untuk membentuk molekul baru. Proses inilah yang
disebut reaksi kimia. Karena elektron bertanggung jawab pada terbentuknya
ikatan, dan reaksi kimia hanya merupakan proses pemutusan dan penyambungan
ikatan, maka elektronlah yang menentukan sifat kimia suatu atom atau molekul.
Keberadaan elektron (energi ikatnya) dipakai untuk menentukan jenis ikatan
dalam molekul dan sekaligus mengenal jenis senyawa kimia tertentu. Mengapa?
Karena keberadaan (energi ikat) elektron sebuah atom tergantung pada dengan
atom apa dia berikatan.
Selain ikatan antara atom tadi, ada juga ikatan antara molekul dengan
molekul. Molekul yang ikatannya dengan molekul lain sangat lemah (tidak peduli
satu terhadap yang lian) membentuk gas, sedangkan bila ikatan sedikit kuat akan
membentuk zat cair dan ikatan yang sangat kuat membentuk zat padat. Bentuk
kepedulian satu sama lain dari molekul-molekul ini sangat dipengaruhi oleh
temperatur. Makanya terjadi perubahan wujud pada benda-benda yang tampak
sehari-hari seperti air. Pada suhu di bawah 0oC air berwujud es, di atas 0oC
berwujud cair dan di atas 100oC berwujud gas (uap air).
Benda dalam wujud padat merupakan kumpulan molekul-molekul yang
terikat erat satu sama lainnya seperti terdapat pada polimer. Polimer yang banyak
kita kenal adalah plastik dan terdiri dari untaian panjang molekul C dan H yang
berbelit-belit seperti benang kusut. Kadangkala, bagi polimer keras terdapat ikatan
silang (cross link) antara rantai (benang) yang satu dengan yang lain. Ikatan itu
bisa berupa ikatan C-H dengan C-H atau ditambahkan molekul lain atau bahan
padat lain. Polimer merupakan pengulangan rantai-rantai karbon yang lebih
sederhana dan disebut monomer. Contohnya, polystiren untuk gelas minuman dan
lain-lain. Bila polimer tersusun atas monomer yang sama disebut homopolimer
dan jika dari monomer yang berbeda disebut kopolimer.

Gambar 2. Polimer (rantai molekul)

Dalam tubuh kita terdapat banyak polimer. Contohnya, molekul DNA


(Deoxyribonucleid Acid) yang merupakan informasi genetik, protein dan gula
(polisakarida). Dalam makanan terdapat serat selulosa dari tumbuhan. Selulosa
merupakan juga polimer. (Peranan polimer dalam tubuh seperti DNA menarik
perhatian dalam nanoteknologi).

Gambar 3. Molekul DNA

Zat padat yang dibentuk oleh molekul-molekul yang berikatan erat lainnya
adalah keramik. Molekul dalam keramik tidak panjang seperti pada polimer tetapi
berdiri sendiri, namun kompak (ikatan antar molekul kuat). Makanya, molekul
demikian disebut senyawa saja. Kebanyakan keramik tersusun dari senyawa
oksida logam walaupun tidak selamanya demikian. contohnya, batu lempung yang
terdiri dari senyawa alumunimum oksida, pasir terdiri dari senyawa silikon.
Nanoteknologi berkecimpung mulai dari penggabungan atom atau ion
menjadi molekul untuk membentuk struktur dalam orde nanometer yang berguna
untuk menghasilkan barang-barang dalam kehidupan sehari-hari. Tentu saja
nanoteknologi melakukan juga proses-proses seperti reaksi kimia untuk
membentuk zat cair atau padat seperti keramik, polimer, dan logam yang diatur
(dimanipulasi) sedemikian rupa sehingga menghasilkan sifat-sifat kimia atau
fisika yang baru. Bahkan lebih jauh lagi nanoteknologi mengkombinasikan semua
zat padat seperi keramik, logam dan polimer untuk membentuk material baru yang
tidak ada di alam. Material baru ini menjadi material campuran dua atau tiga
bahan dan dinamakan komposit. Bila struktur dari bahan-bahan campuran tadi
dalam orde nanometer terbentuklah nano komposit.

c. Kenapa harus Kecil


Karena semua benda kecil atau besar bahkan makhluk hidup tersusun dari
atom atom berukuran nano. Karakteristik benda sangat bergantung pada susunan
atomnya. Perbedaan struktur/ susunan atom dapat mengubah sifat molekul yang
dihasilkannya. Jika atom-atom yang sama disusun ulang membentuk stuktur yang
berbeda, molekul atau materi akan membentuk sifat yang berbeda pula.
Atom-atom yang terdapat dalam grafit sama persis dengan atom-atom
sejenis yang terdapat dalam berlian (diamond) yang indah. Yang berbeda adalah
susunan strukturnya saja. Atom-atom dalam partikel pasir sangat mirip dengan
atom-atom dalam chip komputer yang canggih. Bahkan atom-atom penyusun air,
udara, dan partikel debu sebenarnya sama dengan atom-atom dalam sebuah
kentang! Sedikit saja susunan struktur atomnya diubah, karakteristik suatu benda
bisa berubah drastis. Inilah konsep utama dalam nanoteknologi.

Gambar 4. susunan molekul grafit Gambar 5. susunan Molekul berlian


Sebenarnya prinsip yang digunakan dalam nanoteknologi sudah banyak
diterapkan dalam ukuran makro. Misalnya, manusia yang hidup pada zaman batu
membuat berbagai peralatan dan perkakas dari bebatuan yang digerinda. Untuk
membuat peralatan logam, manusia melebur bijih logam dan membentuknya
menjadi berbagai peralatan. Semua proses itu sebenarnya merupakan proses
mengatur kembali susunan (memanipulasi) atom-atom dari material alami yang
ada di Bumi. Tetapi yang disusun ulang adalah tumpukan atomnya, bukan atom-
atom individual. Seiring dengan berjalannya waktu, manusia terus
mengembangkan teknik penyusunan ulang tumpukan atom tersebut sehingga
ketepatannya semakin baik (semakin presisi) dan biaya produksi semakin murah.
Penyusunan ulang atom-atom dalam nanoteknologi mencapai tahap penyusunan
ulang struktur atom individual, jadi bukan lagi tumpukan atom.
Ide penyusunan ulang atom-atom individual dalam skala nano ini
sebenarnya sudah ada sejak beberapa dekade. Pada tahun 1959, si jenius Richard
Feynman, pemenang Nobel Fisika tahun 1965 yang juga dikenal sebagai Father of
Nanotechnology, menyatakan bahwa tidak ada satu pun Hukum Fisika yang
menunjukkan bahwa atom-atom tidak dapat kita manipulasi sesuai dengan
kemauan kita. Hanya saja kita masih belum berhasil melakukannya karena kita
terlalu besar dan atom-atom itu terlalu kecil untuk bisa kita utak-atik susunannya.
Yang penting adalah meletakkan masing-masing atom pada tempat yang tepat
sehingga terjadi interaksi antar atom sesuai dengan keinginan kita. Sama seperti
saat kita bermain dengan lego. Makin kecil blok-blok lego, makin banyak variasi
yang bisa kita buat.
Ada satu prinsip dasar yang digunakan dalam manipulasi atom. Molekul-
molekul memiliki selektivitas yang unik. Sebagai contoh, atom bermuatan positif
akan selalu menarik atom lain yang bermuatan negatif. Jika ada lebih dari satu
atom bermuatan negatif, atom yang ditariknya adalah yang memiliki
keelektronegatifan paling tinggi (gaya tarik-menariknya paling besar). Jika kita
meletakkan atom-atom/molekul-molekul yang memiliki karakteristik sesuai
dengan kemauan kita, atom-atom tersebut otomatis langsung saling berinteraksi
(self assembly). Karena menggunakan atom individual, maka produk yang kita
dapatkan tidak ada pengotor/kontaminannya. Prosesnya juga tidak menghasilkan
polusi karena tidak ada produk samping. Yang terbentuk hanyalah yang kita
inginkan, tidak lebih dan tidak kurang. Selama ini kita selalu menggunakan
tumpukan atom, yang berarti bahwa ada banyak atom-atom yang sebenarnya tidak
kita butuhkan tetapi atom-atom tersebut melekat pada atom yang kita inginkan.
Di zaman yang semakin modern ini peralatan yang bisa diproduksi
manusia sudah semakin cangih karena pengotornya semakin sedikit. Ini berarti
produknya semakin presisi. Tetapi ternyata semua produk yang dihasilkan dari
teknologi yang sudah kita kenal saat ini pun masih mengandung pengotor dan
tingkat presisinya masih jauh dari sempurna. Artinya, semua masih mengandung
eto/ molekul-molekul yang tidak diperlukan dan ada beberapa kumpulan atom
yang masih salah dalam peletakannya. Untuk dapat menghasilkan produk yang
benar-benar presesi dibutuhkan teknologi yang bisa merekayasa molekul.
Dengan melakukan rekayasa molekul kita dapat menyusun masing masing
molekul satu-persatu dan meletakkannya pada tempat yang seharusnya dengan
sangat presisi. Hasilnya akakan didapatkan kualitas terbaik sesuai dengan
keinginan dan kebutuhan.

d. Nano Teknologi Mengambil Contoh Dari Alam


Alam merupakan ahli teknologi yang sesungguhnya. Ahli biologi
sebenarnya telah meneliti proses biologis yang terjadi pada alam namun sulit
untuk menemukan rahasia kesempurnaan proses itu karena berukuran sengat kecil
dan susuah diamati. Namun dengan dikembangkannya nano teknologi para ahli
biologi bisa menguak rahasia alam itu dengan mudah. Dibawah ini akan dibahas
contoh proses biologis secara sempurna yang dilakukan oleh alam

1. Bakteri
Bakteri merupakan organisme kecil dengan ukuran 1000 nm yang
menyimpan kehebatan yang tidak bisa ditandingi oleh para ahli kimia. Hal ini
dapat dilihat dalam dunia tumbuhan.
Yang dibutuhkan oleh tumbuhan agar dapat tumbuh besar adalah nitrogen.
Jumlah gas nitrogen yang terdapat di sekitar kita tersedia sangat melimpah bahkan
jumlahnya hampir empat kali lebih banyak dari oksigen tetapi karena atom
nitrogen di udara telah memiliki pangan, maka sangat sukar diikat oleh tumbuh
tumbuhan.
Orang yang gemar bercocok tanam biasanya memberikan pupuk yang
banyak mengandung nitrogen yang bahan dasarnya amoniak. Amoniak adalah
molekul yang tersusun dari satu atom nitrogen dan dua atom hidrogen. nitrogen
dalam amoniak sangat mudah untuk dipiasahkan sehingga tumbuhan bisa
memanfaatkannya. Proses pembuatannya amoniak sangat sukar yaitu memaksa
gas nitrogen agar terlepas dangan pasangannya dengan cara menggabungkannya
dengan gas nitrogen dan metode ini disebut metode Haber-Bosh yaitu dengan
mengunakan tekanan 200 kali dari tekanan udara normal dan memberikan panas
sekitar 5000C. Hasil yang diperoleh dalam metode ini hanya 18% dari atom
nitrogen yang bisa membentuk amoniak, sangat kurang jika dibandingkan dengan
usaha yang dilakuakan.

Gambar 6. Bakteri Cynobacteria

Bakteri cyanobacteria dan rhizombium melakukan metode yang lebih


hebat dari metode Haber-Bosh, yaitu dengan melakukan manipulasi atom-atom
untuk mengikat nidrogen diudara yang sangat sukar sekali untuk terlepas dengan
atom nitrogen lainnya dan hal ini berlangsung pada suasana yang biasa. Hal ini
merupak rahasia dari bakteri yang sampai sat ini belum bisa diungkap.

2. Penyimpanan Data Nano


Salah satu aspek yang ramai dibicarakan oleh nano teknologi adalah
penyimpanan data. dimana walaupun dengan ukuran yang sangat kecil ternyata
nanoteknologi memiliki raung penyimpanan data atau informasi yang cukup
berlimpah. Teknologi yang ada saat ini tidak bisa menghasilkan ruangan
penyimpanan data sebesar nanoteknogi yaitu semua informasi yang berkaitan
dengan proses-proses biologis makhluk hidup.
Salah satu tempat penyimpanan data nano teknologi ini bernama DNA
(Deoxyribo Nucleic Acid). DNA yang berbentuk rantai panjang berpilih seperti
tangga putar ini merupakan tempat menyimpan informasi mengenai data genetik
makhluk hidup. Karena rantai DNA inilah seorang anak memiliki wajah yang
mirip dengan anaknya, bakan tidak hanya wajah tapi sifat, karakter dan
kepandaian orang tua ikut dituraunkan melalui informasi genetik yang ada dalam
DNA. Tapi kekurangannya informasi penyakit oleh orang tua juga ikut ditransfer
kepada anaknya. Hasil riset DNA kini sudah menampakan hasilnya yaitu cloning
yang pada damba yang dapat dilihat pada gambar dibawah, dimana domba hasil
cloning memiliki ciri-ciri, sifat dan karakter dari domba sumber DNA.

Gambar 7. hasil cloning domba


3. Komputer DNA
Komputer dan DNA, dua istilah yang dipergunakan dalam konteks sangat
berbeda. DNA merupakan istilah di dunia biologi dan genetik, sedangkan
komputer justru populer dalam dunia informatika dan teknologi modern. Ternyata
selain sebagai penyimpanan informasi, DNA juga dapat dimanfaatkan sebagai
mesin penghitungn yang sengat jauh lebih pandai dibandingkan dengan komputer.
Alkisah ada seorang ilmuwan komputer yang bekerja di University of
Southern California bernama Leonard M Adleman. Suatu malam Adleman sedang
asyik membaca buku biologi, Molecular Biology of the Gene, yang ditulis James
Watson, ahli biologi yang pernah memenangi Nobel pada tahun 1962 atas
penemuan struktur DNA Double-Helix pada tahun 1953. Ia sangat terpesona
dengan isi buku tersebut, sampai-sampai ia tidak bisa tidur malam itu. Bayangan
rantai DNA yang berpilin terus saja mengusik pikirannya. Tiba-tiba Adleman
lompat dari tempat tidurnya. Terjadi pencerahan, Ia menyadari sesuatu yang
sangat menarik: Sel hidup manusia mengolah dan menyimpan informasi dengan
cara yang sangat mirip dengan program komputer.
Malam itu juga Adleman langsung membuat sketsa penting tentang DNA
Computer (Komputer DNA). Komputer yang kita kenal sehari-hari menggunakan
data biner (binary data) untuk menyimpan dan mengolah informasi atau
perhitungan. Data biner ini merupakan sistem angka berbasis dua, yaitu 0 dan 1.
DNA, singkatan dari deoxyribose nucleic acid, menyimpan dan mengolah
informasi genetika manusia dalam molekul-molekul yang diberi kode huruf A, C,
T, dan G. A merupakan inisial untuk adenine, C untuk cytosine, T untuk thymine,
dan G untuk guanine.

Gambar 8. adenine, guanine, cytosine dan thymine dalam Molekul DNA

Adenine hanya bisa berpasangan dengan thymine, guanine hanya bisa


berpasangan dengan cytosine. Ini berarti bahwa jika ada satu rantai DNA yang
memiliki kode AACTAGGTC, maka pasangannya pasti TTGATCCAG. Kedua
rantai itu akan berpasangan dan membentuk struktur berpilin yang kita kenal
sebagai Double-Helix.
Enzim dalam sel hidup membaca data-data genetik yang tersimpan dalam
DNA (dalam bentuk kode A, C, T, G tadi) menggunakan cara yang sangat mirip
dengan cara komputer membaca data biner. Analogi antara keduanya inilah yang
dimanfaatkan dalam komputer DNA.
Pada tahun 1994 untuk pertama kalinya Adleman memublikasikan
perhitungan dasar komputer DNA dalam Jurnal Ilmiah Science. Sejak itu
ilmuwan-ilmuwan seluruh dunia berbondong-bondong melakukan penelitian
untuk mengembangkan komputer canggih yang sistemnya meniru dari sel
makhluk hidup ini. NASA, Pentagon, serta banyak lagi lembaga dan agen federal
berlomba-lomba mengucurkan dana untuk penelitian yang bisa menghasilkan
DNA sintetik yang kemudian digunakan untuk penelitian yang berusaha
mengembangkan sistem komputer masa depan ini.

a. DNA bisa berhitung


Adleman berhasil membuktikan pemikirannya bahwa DNA bisa
"berhitung". Ia menggunakan masalah perhitungan matematika yang dikenal
sebagai travelling salesman problem (TSP), yaitu masalah klasik yang mencoba
mencari rute terpendek yang bisa dilalui seorang salesman yang ingin
mengunjungi beberapa kota tanpa harus mendatangi kota yang sama lebih dari
satu kali. Jika jumlah kota yang harus didatangi hanya sedikit, misalnya hanya ada
5 kota, permasalahan ini dapat dipecahkan dengan sangat mudah. Kita bahkan
tidak memerlukan komputer untuk menghitungnya.

Gambar 9.Pembuktian Adleman (rantai DNA double-helix dengan asumsi 5 kota)

Tetapi, masalahnya jadi rumit jika ada lebih dari 20 kota yang harus
didatangi. Ada begitu banyak kemungkinan yang harus dicoba dan diuji untuk
menemukan jawabannya. Komputer DNA yang dibuat Adleman berhasil
memecahkan perhitungan ini dengan menggunakan tujuh kota sebagai percobaan
awal. Masing-masing kota dan semua kemungkinan rute dilambangkan oleh satu
rantai DNA yang masing-masing memiliki kode yang spesifik. Semua rantai DNA
ini kemudian direaksikan dan membentuk rantai double-helix secara alamiah.
Rantai-rantai yang sudah berpasangan ini melambangkan semua
kemungkinan rute. Untuk mencari rute yang benar, Adleman menambahkan
enzim yang secara alamiah menghancurkan molekul yang melambangkan rute
yang salah. Satu-satunya rantai yang tersisa adalah rantai yang melambangkan
jawaban yang dicari, yaitu rute terpendek yang menghubungkan ketujuh kota
tersebut tanpa harus melewati masing-masing kota lebih dari satu kali. Komputer
DNA ciptaan Adleman berhasil menyelesaikan perhitungan TSP untuk tujuh kota
ini dalam waktu beberapa hari. Padahal, komputer biasa yang kita gunakan sehari-
hari bisa menyelesaikannya hanya dalam hitungan menit. Komputer masa depan,
tetapi justru kalah dengan komputer klasik? Jadi untuk apa para ilmuwan di
seluruh dunia berlomba-lomba mengembangkan komputer DNA ini?
Ada satu rahasia yang merupakan keunggulan utama komputer DNA.
Enzim-enzim yang terlibat bekerja secara paralel. Komputer klasik membaca dan
mengolah data secara linier (berurutan). Melibatkan data dalam jumlah besar,
komputer klasik akan sangat kerepotan mengolah data-data yang luar biasa
banyaknya. Penghitungan membutuhkan waktu sangat lama karena dilakukan satu
per satu. Di sinilah keunggulan komputer DNA, Untuk jumlah data yang sangat
banyak, komputer DNA dapat melakukan penghitungan jauh lebih cepat karena
semua prosesnya dilakukan secara paralel (bersamaan).

b. DNA Gudang penyimpanan informasi


Ukuran molekul DNA yang sangat kecil juga merupakan keunggulan
komputer masa depan ini. Satu gram DNA yang sudah dikeringkan memiliki
kapasitas menyimpan informasi dalam jumlah yang sama dengan 1 triliun
compact disc (CD). Padahal, 1 gram DNA kering itu ukurannya hanya sebesar
butiran gula pasir. Dengan semakin majunya perkembangan teknologi, jumlah
data dan informasi pun semakin bertambah.
Lama-kelamaan, data yang berlimpah ini tidak dapat lagi disimpan dalam
memory chip komputer yang terbuat dari silikon seperti yang selama ini kita
gunakan. DNA merupakan alternatif yang sangat menjanjikan. Lagi pula,
microprocessor yang kita gunakan dalam komputer klasik biasanya terbuat dari
bahan-bahan yang bersifat racun sehingga mengotori udara dan lingkungan.
Biochip (chip biologis) yang terbuat dari DNA merupakan teknologi yang
"bersih". Kita juga tidak akan pernah kehabisan DNA selama masih ada sel-sel
makhluk hidup. Ini menjadikannya sumber daya yang sangat murah.
Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi komputer DNA menunjukkan
perkembangan yang sangat menggembirakan. Komputer DNA buatan Adleman
mereaksikan cairan DNA dalam tabung-tabung reaksi. Pada bulan Januari 2000,
jurnal ilmiah Nature memublikasikan keberhasilan para ilmuwan di University of
Wisconsin di Madison yang melekatkan DNA pada permukaan padat gelas dan
emas. Ini berarti komputer DNA dapat dibuat dalam bentuk chip padatan yang
mirip dengan chip komputer konvensional.
Pada tahun 2001, seorang ilmuwan dari Weizmann Institute of Science di
Israel, Ehud Shapiro, mendapatkan paten atas komputer DNA yang dibuatnya.
Komputer DNA buatan Shapiro ini hanya terdiri atas satu tetes air saja. Komputer
terkecil di dunia ini menggunakan molekul-molekul DNA dan enzim-enzimnya
dalam satu tetes air tersebut sebagai sarana input (masukan data), output (keluaran
data), software (perangkat lunak), dan hardware (perangkat keras).
Pada Februari 2003, penemuan ini akhirnya tercatat dalam Guinness
World Records sebagai "The Smallest Biological Computing Device" atau
Komputer Biologis Terkecil di Dunia. Hebatnya lagi, komputer supermini ini
memiliki kecepatan 100.000 kali lebih cepat daripada komputer konvensional
tercanggih yang ada saat ini.

4. Mesin Yang Mandiri


Hal yang dapat dipelajari dari alam adalah kemampuan dari sel biologi
untuk mandiri. Inilah kelebihan dari sel-sel bilogi yang belum bisa ditiru oleh
teknologi modern. Contohnya adalah sel darah merah yang bisa mengatur sendiri
yaitu mengangkat oksigen dalam darah untuk metaboisme tanpa harus disuruh dan
diprogram seperti mesin buatan manusia. Jika ada kerusakan mereka mampu
memperbaiki diri sendiri, sel biologi juga mandiri dalam memperbanyak diri. Sifat
ini disebut self reproduction dan self assembly, artinya bisa mereproduksi sel-sel
sejenis.

Gambar 10. Ilustrasi mesin yang mampu membuat dirinya sendiri (self-
reproduction)

Gambar 11. Robot Nano yang bekerja dengan sendirinya

Menurut ahli nanoteknologi jika bisa menguasai rekayasa tingkat atom/


molekul, maka kita dapat memprodusi mesin-mesin nano yang bisa berlaku
seperti mesin hidup, yaitu bisa mengatur dirinya dalam melaksanakan tugas dan
dapat pula memproduksi sendiri mesin-mesin nano yang sama persis. Sel-sel
hidup tersusun dari atom-atam, karena itu dengan memanipulasi atom kita bisa
membuat mesin nano dengan meniru struktur hidup. Alam sudah begitu mahir
dalam menerpakan nano teknologi, kini kita tinggal beberapa langkah lagi
didepan revolusi iptek yang sesungguhnya.

e. Alat Analisa Dan Karakterisasi Nano Teknologi


Untuk melihat suatu atom atau molekul untuk direkayasa diperlukan
peralatan yang canggih dan super sensitif. Tetapi mikroskop tidak dapat melihat
dalam ukuran skala nano. Ini disebabkan ukuran atom atau molekul yang lebih
kecil dari panjang gelombang cahaya yang tampak pada panjang gelombang
antara 500-700nm.
Tetapi dengan berasumsi bahwa ketika tidak melihat hal yang dilakukan
adalah meraba, dua ahli fisika Heinrich Rohrer dan Gerd Karl Binnig membuat
mikroskop peraba pada tahun 1981yang dikenal dengan nama Scanning Tunelling
Mikroscope (STM). Dua fisikawan ini mendapat nobel atas karyanya pada tahun
1986.

Gambar 12. Heinrich Rohrer dan Gerd Karl

STM adalah singkatan dari Scan Tunneling Microscopy yaitu suatu


peralatan yang berguna untuk melihat struktur material berdasarkan distribusi
elektron atom-atom permukaan ketika diberi medan listrik yang besar antara
permukaan sampel dengan sebuah jarum yang ukurannya dalam nanometer.
Karena muatan selalu berkumpul diujung yang tajam, maka jarum ini mesti
sekecil-kecilnya agar dihasilkan medan listrik yang besar. Jarum ini didekatkan
pada permukaan sampel lalu diberi beda potensial yang tinggi untuk
menghasilkan medan listrik yang besar antara jarum dan permukaan sampel.
Karena medan listrik yang besar ini maka elektron-elektron dari atom-atom pada
permukaan logam berusaha melompat keujung jarum tadi. Keluarnya elektron ini
dapat diamati dengan bantuan komputer sehingga distribusi elektron yang juga
menunjukan distribusi atom dapat diperoleh.

Gambar 13. Sistem kerja Scan Tunneling Microscopy

Gambar 14. Alat Scan Tunneling Microscopy

Alat ini berguna untuk menggambarkan kedudukan atom di permukaan


sampel untuk menentukan lekak lekuk permukaan bahan. Gambar yang dihasilkan
dengan STM ini mampu mencapai ketelitian sampai 1/25 dari ukuran diameter
atom tunggal sehingga membuat gambar yang dihasilkan dapat terlihat dengan
jelas meskipun objek aslinya hanya berorde beberapa nanometer saja. Dengan
ketelitian seperti itu, gambar tiga dimensi yang dihasilkan oleh STM ini mampu
menangkap permukaan sebuah material dengan baik yang sangat berguna
terutama pada penelitian dasar material nano seperti kekasaran permukaan,
observasi cacat pada permukaan, serta penentuan ukuran molekul dan agregat
pada permukaan sebuah material.

Gambar 15. Bentuk 3 dimensi yang dihasilakan oleh STM

Pada tahun 1985 Benning mengusulkan ide yang lebig sederhana lagi yaitu
untuk bahan yang memiliki konduktifitas rendah dibuatlah Atomic Force
Microscope (AFM). Mikroskop ini benar-benar menyentuh permukaan struktur
permukaan atom secara akurat. Dimana ujung jarum AFM disentuhkan dan
digerakkan perlahan-lahan sepanjang permukaan struktur dari atom molekuldapt
dilihat pada gambar. Jarum AFM mempunyai pegas yang bisa meregang dan
merapat sesuai dengan permukaan atom.

Gambar 16. Jarum AFM yang digerakan sepanjang permukaan stuktur atom.
Gambar 17. alat Atomic Force Microscope

Dengan kedua alat inilah para para peneliti akhirnya mampu merekayasa
untuk menyusun atom-atom dalam skala nano yang sangat dibutuhkan dalam
teknologi nano. Berbagai temuan yang spektakuler di banyak bidang mulai dari
semikonduktor, metalurgi, elektro kimia, bahkan biologi molekular mampu
diungkap oleh alat STM dan ATM ini.
PROSPEK DAN PERKEMBANGAN NANOTEKNOLOGI SEBAGAI
TEKNOLOGI MASA DEPAN

a. Aktifitas Riset Nanoteknologi


Negara-negara maju tengah berlomba-lomba dalam mengejar penguasaaan
nano teknologi. Amerika serikat, jepang, jerman, inggris, prancis, kanada dan
austrlia meramaikan perlombaan dalam menggembangkan nano teknologi.
Bahkan cina, korea selatan dan singapura serta Malaysia sudah mengambil
ancang-ancang untuk mengajar nanoteknologi.
Perbandingan anggaran riset per tahun bidang nanoteknologi negara-
negara didunia menurut hasil riset tahun1999. Jepang 120 juta USD (28
%),Amerika 116 juta USD (27 %), Eropa Barat (Jerman, Prancis, Inggris, Swedia,
Swiss, Belanda, Finlandia, Belgi dan Spanyol) 128 USD (29 %) dan negara lain
(Bekas Unisoviet, Cina, Canada, Australia, Korea, Taiwan dan Singapura) 70
USD (16%). Dari data National Nanotechnology Initiative, USA)

Gambar 18. Perbandingan anggaran riset per tahun bidang nanoteknologi

Aktifitas riset nanoteknologi di negara-negara maju tersebut ditandai


dengan banyaknya uang yang di infestasikan (lihat gambar). Ini baru dalam
pemerintahan, jumlahnya sudah mencapai total sebesar 434 juta USD, setara
dengan Rp.3,4 triliun. Ini menurut data tahun 1999. tahun 2000-2002 beberapa
negara maju telah menaikan jumlah dana riset tersebut berlipat-lipat kali
banyaknya. Belum termasuk dana perusahaan swasta dan perorangan.
Investasi dibidang riset nanoteknologi yang besar dari Amerika serikat
bukannya membabi-buta. Mereka sudah berpengalaman dan sangat tangguh,
penguasaan nanoteknologi akan menciptakan daya saing produktifitas yang tinggi
dan pada akhirnya mempercepat pertumbuhan ekonomi. Menurut studi yang
dilakukan lembaga ilmu pengetahuan Amerika tahun 2001 dapat diketahui, ada
pangsa pasar besar dalam kurun waktu 6-9 tahun di depan. Tepat pada era
nanoteknologi, pangsa pasar ini dapat dimenangkan dengan cara berkompetisi di
bidang nanoteknologi. Beberapa contoh dapat dikemukakan disini adalah:
Pertama di bidang manufaktur khususnya memproduksi material industri
yang berkekuatan tinggi serta memiliki sifat-sifat dan kegunaan yang khas dapat
di produksi dengan nanoteknologi. Pasar untuk material dengan struktur dalam
nanometer akan memiliki pangsa pasar samapi 340 miliar USD per tahun
(national sains foundation), maret 2001. Kedua di bidang elektronik khususnya
untuk industri semi konduktor dan industri IC (Integrated Circuit) diperkirakan
total pangsa pasar global sebesar 600 miliar USD. Ketiga di bidang farmasi dan
pemeliharaan kesehatan akan ada pangsa pasar sebesar 180 miliar USD. Keempat
di bidang industri kimia yang menghasilkan katalis berstruktur nanometer untuk
aplikasi diperminyakan dan industri proses kimia lainnya diperkirakan pangsa
pasar globalnya 100 miliar USD. Kelima di bidang transportasi yang di tandai
dengan kebutuhan akan nano material dan nano elektronik yang kuat, cepat,
ringan, tahan lama, juga akan dihasilkan material-material untuk jalan, jembatan,
landasan pacu, pipa gas dan air, rel kereta yang murah. Pangsa pasar untuk ini pun
sangat besar dan sulit untuk diperkirakan saat ini. Keenam dibidang pertanian
nanoteknologi akan memberikan pengaruh pada bagaimana tanaman yang tahan
polusi, pembuatan filter dan desalinasi air yang murah dan sumber energi yang
terbaharukan seperti solar cell unruk mengkonversi matahari. Dari sini akan
terjadi penghematan konsumsi energi sampai 100 miliar USD dan mereduksi 200
juta ton per tahun emisi karbondioksida ke udara.
b. Nanoteknologi Mengatasi Persoalan Polusi.
Nanoteknologi datang dengan berbagai aspek dan salah satunya adalah
kemampuan untuk mengatasi persoalan polusi. Pertama, dengan kemajuan
nanoteknologi akan menyebabkan berkurangnya penggunaan bahan bakar pada
teknologi transportasi. Akibatnya polusi udara dari gas hidrokarbon dapat di
minimalisir dan bahkan di tiadakan. Ini dapat terjadi karena nanoteknologi akan
menemukan produk baru yang sangat ringan tapi sangat kuat untuk menggantikan
baja jadi berat kendaraan yang berkurang akan mengurangi penggunaan bahan
bakar minyak 10-20 % per kilometer.
Kedua, industri-industri yang menerapkan nanoteknologi akan
mengemisikan gas buangan dan limbah yang sangat sedikit sekali. Ini terjadi
karena sensitivitas fabrikasi barang berbasis nanoteknologi yang sangat tinggi
terhadap gas kotor dan limbah.
Ketiga, penggunaan nanofilter akan mampu menyaring debu-debu yang
berukuran dibawah orde 1 mikron. Polusi disebabkan pengatur udara oleh gas,
debu dan partikel. Masalahnya hanya bagi debu yang berukuran dibawah 1
mikronmeter masih lolos dari filter konvensional. Dengan menggunakan
nanofilter personal ini dapat diatasi.
Keempat, pembuatan berbagai barang industri berbasis nanoteknolgi akan
memerlukan bahan yang sangat sedikit namun kualitasnya sama dengan atau lebih
dari prosduk konvensional.
Kelima, solar cell yang efisiensinya tinggi akan ditemukan lewat
nanoteknologi. Solar cell ini memiliki efisiensi tinggi dan akhirnya mengurangi
pemakaian sumber energi senyawa karbon (minyak bumi dan batu bara).
Keenam, penemuan bateray dan fuel cell berkapasitas tinggi serta daya
hidup lama dengan nanoteknologi akan membantu mengurangi tekanan polusi
pada konsumsi yang besar. Nanoteknologi akan menemukan bahan-bahan
elektroda yang memiliki potensial elektrokimia yang tinggi sehingga memiliki
daya hantar listrik yang tinggi karena tidak terjadi penumpukan muatan pada
elektroda. Hal ini memungkinkan pembuatan bateray berkapasitas tinggi dan
berdaya hidup lama. Sedangkan untuk saat ini telah ditemukan fuel cell
berkapasitas tinggi seperti dari metanol yang dipakai pada laptop NEC dengan
lama hidup 5 jam dan tahun 2005 telah mengeluarkan produk dengan lama hidup
40 jam. Kedua sumber energi diatas akan sangat optimal pada era nanoteknologi
dan menjadi ancaman bagi sumber energi minyak bumi dan batu bara.
Ketujuh, dengan nanoteknologi akan terjadi penghematan energi besar-
besaran karena akan dihasilkan konduktor listrik yang resistansinya 0. Bahan
untuk ini adalah karbon nano tube (CNT) yang diketahui memiliki resistansi
rendah sekali.
Kedelapan, penggunaan energi hidrogen sebagai sumber energi.
Penguasaan energi ini akan sangat mendorong penggunaan hidrogen sebagai
pembangkit energi baru untuk menggantikan energi dari senyawa karbon yang
ada.
Nanoteknologi memang tampak sangat menolong dalam mengatasi
persoalan polusi. Masalahnya kalau Indonesia tidak menetapkan nanoteknologi
pada produk-produk industrinya maka di suatu saat, pada saat negara maju telah
menguasai segalanya, Indonesia akan mengalami kesulitan besar. Barangkali saja
akan ada regulasi internasional untuk menghentikan pabrik-pabrik yang tidak
berbasis nanoteknologi karena tidak ramah lingkungan. Lalu Indonesia akan
menjadi pasar yang empuk bagi produk-produk luar negeri.

c. Tiga Teknologi Masa Depan


Era nanoteknologi pasti datang. Ia akan merevolusi segala pemahaman kita
tentang segala sesuatu. Nanoteknologi akan mengguncang industri, bisinis,
lingkungan, pendidikan, dan riset dan akhirnya seluruh peranata sosial kita.
Karena itu pemikiran kita tidak lagi dalam kerangkan bagaimana menjawab
pertanyaan, jika era nanoteknologi datang tetapi hanya menantikan kapan
persisnya era nanoteknologi itu akan datang.
Segala sesuatu yang telah diuraikan dalam karya ilmiah ini tentang nano
teknologi yang akan membawah pada revolusi iptek dimasa depan ini didasarakn
pada empat hal yaitu:
Pertama, riset dibidang nanosains, yaitu ilmu yang mempelajari sifat-sifat
material/bahan bila strukturnya dalam nano meter, sudah sangat matang bukan
pada tahap awal. Sudah banyak hasil-hasil riset dalm bidang ini seperti. Material
dari bahan kimia organik sampai pada biomaterial, komputer DNA, motor
molekul, membran molekul serta hasili riset lainnya.
Kedua, telah banyak dana yang dikucurkan pemerintah, industri dan
universitas diseluruh dunia. Hal ini menunjukkan keseriusan mereka dalam
pengembangan nanosains ke penerapan dala teknologi yaitu nano teknologi.
Ketiga, kemajuan teknologi di dunia masa mendatang ditopang tiga
teknologi yang saling berhubungan dan saling mempercepat. Ketiga hal ini yaitu
Nanoteknologi, Rekayasa Biologi (bio engineering) dan Teknologi Informasi
(information technology). Kemajuan di bidang nanoteknologi akan mempercepat
penemuan piranti-piranti elektronik yang menunjang kinerja komputer dalam hal
kapasitas penyimpanan data, pengolahan data dan kemampuan bateraynya. Akibat
kemajuan ini, pada akhirnya juga mempecepat riset di bidang rekayasa bioloogi
seperti pemanfaatan DNA untuk membuat komputer DNA. Sebaliknya kemajuan
di bidang rekayasa biologi akan memacu penemuan nano material baru yang
disintesa dari molekul hidup, hal ini sangat penting karena kemampuan
pengolahan material an organik menjadi nano material mengalami kendala
demisional. Penemuan DNA dan lain-lain akan memacu perkembangan
nanoteknologi dan teknologi informasi.
Keempat nanoteknologi datang dari dasar yang sudah dikuasai berabat-
abat sebut saja pengetahuan tentang atom, molekul, zat padat, keramik,logam
polimer dan lain-lain. Bahkan, dunia riset dan industri sudah sangat
berpengalaman dalam sintesa dan analisi material-material industri tersebut.
Nenoteknologi bergerak pada dasar ini hanya membutuhkan sedikit saja usaha,
maka dunia riset dan industri akan masuk dalam dunia nano teknologi.

d. Nanoteknologi, Revolusi IPTEK dan Industri


Diperkirakan, paling lambat rahun 2015 dunia akan memasuki era nano
teknologi. Pada era ini akan ada banyak industri yang ditutup. Pada saat itu akan
terjadi Revolusi Industri ke II setelah Revolusi Industri pada abat ke 18. Industri
konvensional yang ada akan gulung tikar, karna selain memakan biaya produksi
yang sangat besar, produk konvensional juga menghasilkan polusi yang cukup
besar bagi dunia. Hal inilah yang mungkin akan menjadi pertimbangan dari
organisasi dunia PBB untuk melahirkan kebijakan penyelamatan lingkungan
hidup dengan mengurangi pemanasan global demi keselamatan dunia. Pada saat
itu akan ada resolusi yang memaksa industri untuk memproduksi produk-produk
yang ramah lingkungan.
Disinilah letak kelebihan dari nanoteknologi walaupun teknologi ini masih
dalam pengembangan dan kajian, namun satu hal yang pasti dari produk ini
adalah ramah lingkungandan memiliki kepastian. Dengan demikian nanoteknologi
adalah produk iptek yang sangat tepat untuk masa yang akan datang. Jadi
bersiaplah untuk menyambut nano teknologi dan Revolusi Iptek dan Industri.

e. Produk Nanoteknologi masa depan


Beberapa produk nanoteknologi telah dipaparkan diatas yang hanya
sebagian kecildari begitu banyak produk yang sudah berhasi dikembangkan dan
sudah beredear dipasaran. Namun karena nanoteknologi akan terus berkembang
maka hal dibawah inilah yang bisa diramal untuk perkembangan teknologi
revolusioner.
• Grafit bisa diubah menjadi berlian
• Manusia bisa terbang diudara tanpa mengunaka alat bantu (yang tiadak dapat
diliha dengan mata) sebenarnya ditopang oleh atom diudara
• Hologram dimana-mana
• Semua penyakit dapat disembuhkan dengan mudah karena para dokter
seudah memiliki robot nano untuk menjelajah memperbaiki jaringan yang
rusak
• Manusia bisa awet mudah karena nanoteknologi bisa mengatur ulang
molekul-molekul kulit sehingga tetap kencang dan segar
• Bisa mengubah warna mata, rambut, warna kulit sesuai dengan keinginan
• Komputer yang digunakan jutaan kali lebih canggih dari pada komputer yang
ada saat ini juga bisa menyauth dengan kehidupan manusia
• Kita bisa menembus pintu rumah. Karena ada atom yang secara otomatis
melepaskan gandengannya dan membuka diri saat seonsornya merasakan
kehadiran kita. Rumah kita aman dari pencuri karena komputer yang
tertanam di dinding rumah tidak akan memperbolehkan orang-orang tidak
terkenal untuk menembus masuk.
• Semua orang bisa memiliki perpustakaan pribadi yang lengkap dengan
bentuk kacamata sekaligus berfungsi sebagai komputer mini
• Orang lanjut usia memiliki gigi yang sehat dan lengkap.
• Mobil bisa berubah-ubah model warna setiap saat.
• Karpet rumah dapat menelan semua kotoran yang tumpah dilantai
• Lantai kamar mandi selalu kering dan tak tergores
• Kursi dapat secara otomatis menyesuaikan bentuknya dengan bentuk tubuh
kita hingga kita bisa merasa lebih nyaman
• Pisau dapur tidak perlu diasah karena molekul-molekulnya dapat mengatur
diri supaya tajam
• Pakaian yang dikenakan dapat menyesuaikan diri dari pori-porinya menurut
perubahan suhu
• Dan, lain-lain sebagainya.

Semua ini bisa benar-benar diwujudkan asalkan kita benar-benar menguasai


cara memanipulasi atom dan molekul. Ada beberapa produk nanoteknologi
yang bisa didapatkan dalam waktu dekat tapi adapula yang membutuhkan
puluhan tahun penelitian dan pengembangan
KESIMPULAN

Nanoteknologi atau nanosains adalah ilmu pengetahuan dan teknologi


pada skala nanometer, atau sepermilyar meter dengan ukuran inilah atom dan
molekul dapat dimanipulasi disusun kembali sehingga menghasilakan sifat-sifat
yang sesuai dengan keinginan.
DNA merupakan gudang penyimpanan data yang terbesar yang ada saat
ini dan telah diciptakan komputer DNA yang kecepatannya jauh melebihi
kecepatan komputer transistor. Dengan perkembangan nanoteknologi bisa dibuat
mesin yang bisa menciptakan dan memperbaiki diri sendiri.
Alat untuk meraba dan memanipulasi atom yaitu Scanning Tunneling
Microscope (STM) dan Atomic Force Microscope (AFM).
Investasi untuk nanoteknologi sangat tinggi yang didominasi oleh amerika
dan jepang menyusul negara eropa barat dengan jumlah total 434 juta USD.
Investasi tersebut dialokasikan pada bidang-bidang: manufaktur memproduksi,
elektronik, farmasi dan kesehatan dan industri kimia.
Nanoteknologi datang dengan berbagai aspek yaitu kemampuan untuk
mengatasi persoalan polusi dan merupakan teknologi yang ramah lingkungan.
kemajuan teknologi di dunia masa mendatang ditopang tiga teknologi yang saling
berhubungan dan saling mempercepat. Ketiga hal ini yaitu Nanoteknologi,
Rekayasa Biologi (bio engineering) dan Teknologi Informasi (information
technology).

SARAN
Sebagai penutup, penulis mengajak pemerintah, pemerhati IPTEK,
akademisi, pengusaha dan seluruh komponen masyarakat Indonesia untuk mulai
menaruh perhatiannya pada nanoteknologi, mengembangkan dan merumuskan
kebijakan yang tepat untuk riset nanoteknologi yang tepat guna bagi bangsa dan
masyarakat Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA

1. http://www.nano.gov
2. http://www.cmc.ca/Events/Conferences/MRD98SIA/
3. http://www.zyvex.com/nanotech/feynman.htmlhttp://www.nobel.se/chemistry/
laureates/2000/press.html
4. http://www.englib.cornell.edu/scitech/w96/DNA.html;
5. http://www.gg.caltech.edu/~winfree/old_html/DNAresearch.html
6. John C. Miller, Ruben Serrato, Jose Miguel Represas-Cardenas, and Griffith
kundah, 2005, The Handbook Of Nanotechnology.
7. Dedy Hermawan Bagus Wicaksono,2001, Dimensi Wartasains Dan Teknologi
8. Dr. kembato, 2005, Gelombang Nano Teknologi, Jakarta, Penerbi YSM
9. Prof. Yohanes Suya, Ph.D, 2004, Nano Teknologi :Teknologi Terkini
Menyambut Masa Depan., Jakarta, Penerbit PT Bina Sumber Daya MIPA
10. R. W. Siegel, E. Hu and M.C. Roco, 1999. Nanostructure Science and
Technology. A World Wide Study.
11. Google search; Nanotechnologi
12. Google search; Nanomolekular
13. Google search; computer DNA
14. Google search; atom
15. Google search; molekul