Anda di halaman 1dari 12

BAB I

TINJAUAN PUSTAKA
A. Definisi dan epidemiologi
Kanker pankreas merupakan neoplasma ganas yang berasal dari
perubahan sel pada jaringan pankreas.Tipe yang paling sering (95%) adalah
adenokarsinoma yang berasal dari komponen eksokrin pankreas. Minoritas
berasal dari sel islet dan diklasifikasikan sebagai tumor neuroendokrin.
Neoplasma dari kelenjar eksokrin seperti pankreas biasanya ganas.
!"
#nsiden
karsinoma pankreas !$ per %&& ribu pertahun di 'ropa (arat!kira)kira *!5%
dari semua kasus baru yang terdiagnosa tumor dan 5% dari semua
kanker.Kanker pankreas merupakan penyebab nomor empat yang
menyebabkan kematian di +merika dan kedelapan diseluruh dunia. Mayoritas
berasal dari duktus ("5%) dimana pria dibanding ,anita %!5- % dengan usia
antara $&)& tahun. The +meri.an /an.er 0o.iety mengestimasi tahun *&%&
kira)kira 12.%1& kasus baru dari kanker pankreas (*%.2& pria dan *%.&
,anita) terdiagnosa dan 2$."&& orang meninggal karena kanker pankreas.
#nsiden #nternasional di dunia menempati urutan ke)%2 dan menempati urutan
ke)" yang menyebabkan kematian. Negara lain ")%* kasus per %&&.&&& orang
pertahun. #nsiden karsinoma pankreas !$ per %&&.&&& pertahun di 'ropa
(arat! kira)kira *!5% dari semua kasus tumor baru yang terdiagnosa dan 5%
dari semua kanker. 3ebih sering terjadi pada laki)laki (%!5- %) dengan usia
antara $&)& tahun.
2!9
B. Anatomi Pankreas
4ankreas berada trans5ersal dalam retroperitoneum disamping gaster!
diantara duodenum di kanan dan lien di kiri. Terbagi atas kaput dengan pro.essus
un.inatus! leher! korpus! dan tail. Kaput pankreas berjalan setinggi 5ertebra
lumbal dekat midline. 4ermukaan posterior dari kaput berhenti ke arah garis
medial ginjal kanan! pada pembuluh darah ginjal kanan dan 5ena .a5a inferior!
pro.esus un.inatus meluas ke posterior dan bagian kiri dari kaput! disamping 5ena
porta dan pembuluh darah mesenterik superior. 3eher dari pankreas bergabung
*
dengan kaput dan korpus di anterior kelenjar ke superior pembuluh darah
mesenterik dan 5ena porta. Korpus pankreas berada setinggi 5ertebra lumbal satu
dimulai pada sebelah kiri 5ena mesenterik superior. 4ermukaan posterior kontak
dengan aorta! sebelah kiri glandula adrenal dan ginjal! pembuluh darah ginjal kiri!
dan arteri 5ena splenikus dimana berjalan sepanjang tepi superior.Tail dari
pankreas berjalan sepanjang 5ertebra thorakal %*! dan ujung hilus dari lien.
"!%&
6ambar % pankreas
7uktus biliaris komunis berjalan posterior dari kaput pankreas pada
duodenum sebagian atau komplit dimana duktus masuk ke dinding duodenum
dan berjalan sepanjang %!5 .m. 7uktus pankreatikus utama 8irsungi berasal dari
tail pankreas dan masuk ke dinding duodenal kaudal dari duktus biliaris. 7ua
duktus berjalan berhadap)hadapan beberapa milimiter sebelum bergabung sebagai
saluran. 7uktus pankreatobiliari masuk ke lumen duodenum papilla 5ateri yang
berlokasi di dinding posteromedial portio kedua dari duodenum! setinggi 5ertebra
lumbal 2. +mpulla 9ateri dilatasi dari ampulla biasanya pendek (5 mm atau
kurang). 7uktus pankreatikus asesorius (0antorini) salurannya anterior dan
superior dari kaput pankreas. $&% kasus masuk ke duodenum kira)kira * .m
.ranial dan anterior papilla 9ateri! mele,ati papilla minor! karena duktus
asesorius sering berhubungan dengan minor atau mayor papilla. Minor papilla
2
ditemukan distal dari arteri gastroduodenal yang menyilang posterior duodenum.
4ada de,asa duktus pankreatikus utama kira)kira 2)1 mm diameternya pada kaput
pankreas! *)2 mm pada korpus pankreas! %)* mm pada tail. (eberapa dilatasi
terjadi normal bersama usia diameternya 5)$ mm normal pada pasien usia &
tahun. 7ilatasi duktal mengindikasikan adanya suatu obstruksi.
"
0uplai darah pada kaput pankreas berasal dari pankreatikoduodenal arteri
superior dimana berasal dari arteri gastroduodenal dan terbagi dalam .abang
anterior dan posterior! bentuk kolateral dengan .abang dari arteri pankreatiko)
duodenal inferior dimana berasal dari arteri mesenterik superior. +rteri
pankreatikodorsal berasal dari proksimal * .m dari arteri splenikus! setelah
mensuplai kaput! mele,ati bagian kiri mensuplai korpus dan tail dari kelenjar
disebut arteri pankreatik trans5ersal. 0ejumlah .abang dari arteri splenikus
beranastomose dengan arteri trans5erse dan juga mensuplai korpus dan tail.
"
4ersyarafan pada pankreas berasal dari serat simpatetik oleh ner5us
splan.hni. dan iner5asi parasimpatetik oleh ner5us 5agus. 0erat eferen mele,ati
pleksus .eliakus dari .abang .eliakus pada ner5us 5agal kanan beraskhir pada
lokasi ganglia pada interlobuler septa dari pankreas.0erat post ganglionik dari
sinaps ini menginer5asi asinus! islet dan duktus. 0erat 5is.eral afferent dari
pankreas juga berjalan dalam ner5us 5agus dan ner5us splanikus.
"!%&
4ankreas berfungsi sebagai fungsi eksokrin dimana pankreas mensekresi %)*
liter .airan alkaline (p: !&)"!2) yang mengandung lebih dari *& en;yme
pen.ernaan yang berbeda. 0ekresi distimulasi oleh hormon sekretin dan
.hole.ystokinin (//K) dan kerja dari parasimpatetik 5agal. 0ekretin dan
kolesistokinin disintesa! disimpan! dan dilepaskan dari sel mukosa duodenum
dengan rangsangan spesifik. 0ebagai fungsi endokrin! pankreas memfasilitasi
penyimpanan dan melepaskan insulin setelah makan dan memberikan suatu
mekanisme untuk mobilisasi dan melepaskan glukagon selama periode fasting.
#nsulin dan glukagon sama dengan polipeptida pankreatik dan somatostatin
diproduksi oleh sel islet 3angerhans.
%&
C. Etiologi
1
4enyebab sebenarnya dari kanker pankreas masih belum jelas. 4enelitian
epidemiologik menunjukkan adanya hubungan kanker pankreas dengan beberapa
faktor eksogen (lingkungan ) dan faktor endogen pasien. 'tiologi kanker faktor
eksogen .ontohnya kebiasaan merokok! diet tinggi lemak! alkohol! kopi! dan ;at
karsinogen industri. <aktor endogen pasien seperti usia! penyakit pankreas
(pankreatitis kronis dan diabetes mellitus) dan mutasi genetik. #nsiden kanker
meningkat pada usia lanjut.
%!"
D. Patofisiologi
0esuai dengan model patogenetik! normal duktal epitelium dapat
berkembang sampai tahap subsekuen kedalam kanker in5asif. Normal sel kuboid
berkembang ke dalam flat hiperplasia (4#N #+) kemudian duktal hiperplasia
dengan pseudostratified arsitektur (4#N #()! hiperplasia dengan atipia (4#N *)
dan berakhir menjadi karsinoma insitu! (4#N 2). 4#N 2 berhubungan dengan suatu
resiko tinggi dari perkembangan suatu karsinoma in5asif. =nkogen yang berbeda
dapat terakti5asi. (erhubungan dengan suatu reaksi desmoplastik intense dan
meluas mengobstruksi duktus pankreatikus yang berikut ke huluterjadi dilatasi
duktus dan atrophy parenkim. >ika berasal dari kaput biasanya duktus biliaris
dapat mengalami stenosis! dengan dilatasi biliari tree. Kanker pankreas
mempunyai profil imunohistologi kimia yang mirip dengan kanker hepatobilier
(yaitu .holangio.ar.inoma) dan beberapa kanker lambung! jadi mungkin tidak
selalu dapat dipastikan bah,a tumor yang ditemukan di pankreas mun.ul dari
pankreas itu sendiri. 3esi pen.etus yang berkaitan dengan tumor pankreas !
tumbuh dari epitel duktal pankreas. (entuk morfologi utama adalah pankreatik
intraepitelial neoplasia (4#N). 3esi ini timbul dari mutasi genetik spesifik dan
perubahan seluler yang semuanya berkontribusi terhadap berkembangnya
karsinoma duktal in5asif. 4erubahan a,al berkaitan dengan mutasi gen K?+0 *
dan pemendekan telomere. Kemudian 4 %$@/7KN *+ diinaktifkan! sehingga
terjadi inakti5asi T452 dan M+71. Mutasi ini berhubungan dengan
perkembangan displasia dan berkembangnya duktal karsinoma eksokrin
pankreas.
! 9
5
E. Gambaran Klinis
6ejala a,al kanker pankreas tidak spesifik dan samar sehingga sering terlambat
didiagnosis! akibatnya penyakit menjadi lanjut! penanganan sulit dan angka
kematian tinggi. 6ejala a,al dapat berupa rasa penuh! kembung di ulu hati!
anoreksia! mual! muntah! diare dan badan lemah. Keluhan ini tidak khas!karena
dapat dijumpai juga pada pankreatitis dan tumor intraabdominal lainnya.Keluhan
a,al biasanya lebih dari * bulan sebelum didiagnosa sebagai kanker.
%
6ejala klinis a,al mulai terlihat pada massa yang berasal dari kaput
pankreas dengan ukuran diameter lebih ke.il dari *)2 .m pada saat didiagnosis!
pada korpus dan tail diameter 5) .m. =bstruksi jaundi.e! dengan pasase atau
aliran urine yang gelap! dan kotoran yang pu.at merupakan gambaran klinis yang
sering terjadi pada karsinoma kaput pankreas! biasanya progresif! pruritus yang
mengganggu! kandung empedu biasanya palpabel! pada pasien dengan dengan
obstrukti5e jaundi.e! berhubungan dengan kanker pankreas. 4enurunan berat
badan ber5ariasi! bisa sampai sekitar 11 kg! karena intake yang inadekuat dan
malabsorpsi serta penurunan fungsi li5er. Nyeri abdomen kira)kira &% pada
saat terdiagnosis! infiltrasi dari neoplasma dapat menyebabkan ba.k pain
menunjukkan prognosis yang buruk. 7iabetes mellitus atau kelainan glukosa
toleran terdapat pada sepertiga pasien.Terdapat steatore dan kegagalan absorpsi
lemak menyebabkan koagulopathy.
"!%&
Tanda klinis sangat tergantung pada letak tumor dan perluasan atau stadium
kanker. 4asien umumnya gi;i kurang! anemik! ikterik! teraba tumor massa padat
pada epigastrium! sulit digerakkan karena letak tumor di retroperitoneum. 7apat
dijumpai ikterus dan massa yang dapat dipalpasi di sekitar kandung empedu pada
pasien dengan jaundi.e diduga sebagai obstruksi neoplastik pada banyak duktus
(/our5oisier 0ign) yang disebabkan oleh kanker pankreas! ditemukan pada
separuh kasus! hepatomegali! splenomegali! as.ites. Kelainan lain terdapat nodul
periumbilikus (Sister Mary Josephs nodule)! trombosis 5ena dan migratory
thrombophlebitis (Trousseaus syndrome), perdarahan gastrointestinal dan edema
tungkai.
%!%&
. Diagnosis
$
7iagnosis kanker pankreas dengan gejala klinis! laboratorium seperti
kenaikan bilirubin serum dan transaminase! ditambah dengan penunjang
diagnosis berupa penanda tumor /'+(/ar.inoembrioni. antigen) dan /a %9)
9!gastroduodenografi!ultrasonografi! /T)0.an! skintigrafi pankreas!M?# dan
'?/4!endoskopik ultrasonografi!angiografi!4'T! bedah dan biopsi.
%! %%
4ada pasien dengan jaundi.e! karena terdapat sifat dasar obstruktif dapat
dilakukan pemeriksaan urine! darah dan feses. Altrasonografi dapat mendeteksi
dilatasi daribiliari tree! memperlihatkan lesi massa dari pankreas atau metastasis
li5er. M?/4 lebih baik dibanding '?/4 karena kurang in5asif dan dapat
memperlihatkan duktus pankreatikus dan duktus biliaris! dan menentukan
kebutuhan terapeutik inter5ensi. 0uatu penemuan yang sering pada kanker
pankreas adalah double duct sign. 7imana kedua duktus pankreas dan duktus
biliaris komunis menyempit dan dile,ati oleh tumor. Tumor marker seperti /+
%9)9 kurang sensitif dan spesifik tetapi dapat digunakan untuk follo,)up
daridari pasien yang diterapi dan dapat mendeteksi rekurensi diikuti reseksi. 7apat
dilakukan pemeriksaan sitologi! histologi dan konfirmasi dari suatu keganasan.
%%
Altrasonografi transabdominal! endos.opi. dan '?/4@M?/4 mempunyai
peranan masing)masing dalam mendiagnosis adenokarsinoma duktal pankreas.
Altrasonografi Transbdominal merupakanpen.itraan a,al untuk in5estigasi
pasien dengan karsinoma pankreas khususnya dengan gejala nyeri abdomen
nonspesifik atau jaundi.e! akurasinya tinggi untuk membedakan obstruktif dari
non)obstruktif. /T menggunakan #9 kontras digunakan se.ara luas untuk
diagnosis dan menentukan staging. M?# merupakan pemeriksaan yang lebih
tinggi dibanding /T)0.an namun biayanya mahal. '?/4 masih digunakan dalam
beberapa kasus karena kemampuannya untuk 5isualisasi se.ara langsung
duodenum dan +mpulla 9ateri dan dapat dilakukan sekaligus untuk sampling
sitologi dan sebagai akses untuk insersi stent. <76 4'T mempunyai peranan yang
terbatas dalam mendiagnosis kanker pankreas! karena ketidakmampuan dalam
membedakan inflamasi atau massa pankreas tetapi dilaporkan mempunyai akurasi
yang tinggi dalam mendeteksi lokal rekuren.
!!"!#
G. Gambaran radiologis

Kira)kira &% adenokarsinoma pankreas berasal dari .aput! leher dan


pro.e.us un.inatus! sisanya di korpus dan tail.>ika massa .ukup besar akan
mendistorsi outline kelenjar tetapi massa yang ke.il hanya terdeteksi oleh
gambaran perbedaan imaging yang karakteristiknya dibandingkan dengan
jaringan pankreas yang normal. 4ada A06! tumor mempunyai e.hogenisitas yang
rendah dibanding jaringan pankreas yang berdekatan.
%%
Karsinoma pankreas gambarannya berupa massa hipoekoik dimana
morfologi kelenjar menjadi rusak. Massa homogen biasanya lebih terlihat
dibanding massa yang heterogen. Kira)kira %&% tidak menyebabkan abnormalitas
kontur kelenjar! dan ter5isualisasi hanya karena ekogenisitas tumor berbeda dari
pankreas normal.+dakalanya karsinoma pankreas hiperekoik. 3ebih dari $&%
karsinoma terjadi pada kaput pankreas! 5% difus dan 25% ditemukan pada tail
atau korpus. Kalsifikasi terjadi 5% dari massa! biasanya fokal dan s.attered! Kista
intralesi yang ke.il terjadi %5% dari pasien. 4seudo.yst berhubungan dengan
obstruksi dari suatu duktus pankreas terjadi kira)kira 5)%&% pasien. +trophy
glandular terjadi karena obstruksi yang disebabkan oleh tumor.
%%! %*
Tanda langsung adalah penemuan yang paling sering pada karsinoma
pankreas yaitu poorly defined! massa hipoe.hoi. homogen atau inhomogen pada
pankreas atau fossa pankreas. Ketika terdapat massa yang isoekoik perhatikan
ukuran pankreas dan adanya nodularitas kontur pankreas. 4ada prosessus
un.inatus terdapat suatu massa yang berubah konturnya! adanya gambaran massa
yang berlobulasi dapat membantu.4ada saat didiagnosa karsinoma pankreas
biasanya ukurannya lebih dari * .m. (iasanya ukuran menjadi lebih besar pada
hasil operasi dibanding penemuan ultrasonografi.
%2!%1
4ada indire.t sign terdapat dilatasi dari duktus pankreatikus proksimal
sampai massa pankreas. 7uktus pankreas normal ukurannya kurang dari *)2 mm
dengan dinding paralel dan lurus! ketika terjadi obstruksi terdapat turtous dan
merun.ing ke ujung. 4enemuan dilatasi duktus pankreas penting untuk
diobser5asi karena dapat mendeteksi adanya kemungkinana kanker pankreas yang
ke.il. 7ilatasi duktus biliaris biasanya terlihat dengan lesi pada .aput pankreas.
=bstruksi bisa terjadi di .aput! diatas .aput! atau di porta hepatis! tergantung dari
perluasan lesi atau berhubungan dengan lymphadenopati. Terhentinya se.ara
"
mendadak dari dilatasi duktus biliaris diduga kuat sebagai suatu malignan.y.
Tebal! ekogenik sludge dalam duktus biliaris komunis proksimal ke suatu tumor
dan bisa terdapat sludge yang tebal pada gallbladder! massa juga sering meluas ke
dalam duktus biliaris. 4embesaran dari duktus biliaris komunis! duktus pankreas!
atau keduanya. 7ouble du.t sign (kombinasi dilatasi dari duktus pankreas dan
duktus biliaris komunis) juga terlihat pada adenokarsinoma pankreas. 4ergeseran
dan keterlibatan struktur 5askuler yang berdekatan mungkin terjadi. Kompresi
dari 5ena .a5a inferior oleh kaput pankreas merupakan indikasi adanya lesi massa.
+trophy dari gland bagian proksimal dengan obstruksi massa pada kaput pankreas
hipoekoik atau hiperekoik.
%%!%*!%2!%1
/olor dan pulsed doppler dapat digunakan untuk menge5aluasi 5ena dan
struktur arteri untuk ada atau tidak adanya en.hasement! oklusi atau trombosis.
4eningkatan fokal arteri atau aliran 5ena 5elo.ity mengindikasikan adanya
kompresi dan en.hasement dari suatu pembuluh darah.
9
4ada A06 7oppler tampak kelihatan gambaran mirip dengan keganasan lain
(peningkatan 5elositi dan pengurangan aliran impedansi).Taylor dan /o,orkers
melaporkan 5elositas lebih besar dari 2 K:; dan suatu sistolik atau diastolik rasio
kurang dari 2 pada karsinoma pankreas.:asil ini mirip dengan yang dilaporkan
untuk tumor hepar primer! ginjal! dan neoplasma adrenal. 4eningkatan 5elositi
menghubungkan arterio5enous shunting dan mengurangi impedan.e untuk ruang
5as.uler yang tidak mempunyai dinding mus.ular.
%2
7ilatasi duktus pankreas dan
dilatasi duktus biliaris lebih mudah terlihat pada pasien dengan tumor pada kaput
pankreas yang menyebabkan obstruksi! limphadenopathy berhubungan tumor
pada pembuluh darah peripankreatik dan tepi tumor dengan massa irreguler yang
hipoe.hoi. yang menginfiltrasi suatu parenkim pankreas. Altrasonografi
Transabdominal kurang sensitif dibanding modalitas lain dalam mendeteksi
keganasan pankreas ukuran kurang dari * .m! tetapi sensiti5itas nya &% dan
spesifitasnya 95% dalam mendiagnosis keganasan pankreas.
9
6ambaran /T s.an pada karsinoma pankreas berupa massa yang
hipodens!poorly enhan.e fokal area dibanding jaringan yang pankreas normal
pada pemberian kontras /T! illdefined! %&)%5% isodens sehingga sulit
dideteksi.Tumor ukuran kurang dari * .m sulit dideteksi.Terdapat indire.t sign
9
berupa double du.t sign!atrophy tail pankreas dan gambaran .aput yang
membesar.
*
$. Te%ni& pemeri&saan USG Pan&reas
4asien yang akan dilakukan pemeriksaan ultrasonografi sebelumnya
berada dalam keadaan puasa. 0.an trans5ersal abdomen atas! tempatkan probe
pada posisi setinggi Byphoid. 0udut probe berlokasi pada trunkus .eliakus. Scan
transversal pada midline diba,ah Bypoid dilakukan dengan landmark 5as.uler
5ena splenikus untuk mengidentifikasi regio pankreas. 4robe membutuhkan posisi
oblik untuk 5isualisasi kelenjar keseluruhan. 0udut transduser dari .ephalad dan
.audal dari longitudinal 5ie,! dari 5ena splenikus terlihat baik untuk
memperlihatkan keseluruhan kelenjar. Kaput pankreas disebelah kanan ba,ah!tail
sebelah atas kiri.
%2!%5
0.anning sagital dari pankreas dimulai dengan transduser pada midline
diba,ah Bypoid dengan pergerakan minimal dari transduser dari kiri atau kanan
midline! sisi yang .uram ternyata lebih efektif daripada pergeseran ke lateral.
7engan menggunakan ginjal kiri sebagai acoustic indo ekor dari pankreas
ter5isualisasi anterior ke pole atas dengan koronal 5ie, kiri.4ada pasien yang
kurus! ekor pankreas dapat terlihat sampai lien dari inter.ostal lateral kiri
menggunakan suatu bidang koronal. Kaput adakalanya dapat terlihat mele,ati
lateral kanan pada bidang koronal. Antuk mendapatkan hasil gambaran pankreas
dan sekitarnya digunakan transduser 2!5 M:;.
%2
(idang trans5ersal! kaput pankreas panjang memanjang meluas beberapa
sentimeter! gambaran sonografi ber5ariasi dari .ephalad ke .audal. /ephalad ke
kaput pankreas! arteri hepatika dan duktus biliaris terlihat anterior dari 5ena porta.
Adara atau .airan yang mengisi pilorus dan portio pertama dari duodenum juga
terlihat! pada aspek superior dari kaput dua struktur sirkuler dapat teridentifikasi
pada lateral kanan aspek dari kaput yang menggambarkan .ross se.tional 5ie,
pada arteri gastroduodenal anterior dan .ommon bile du.t posterior.9ena .a5a
inferior berada di posterior dari .aput. :ubungan 5ena .a5a inferior dengan kaput
pankreas dan aorta ber5ariasi dan adakalanya dapat putus dari tengah ke kiri dari
pembuluh darah mayor! terutama pada pasien yang kurus dan pasien berada pada
posisi dekubitus sisi kiri. 7uktus pankreatikus utama dan .abangnya terlihat
%&
meluas oblik antara leher pankreas! lebih superior dan porsi kedua dari duodenum
lebih inferior dimana tidak berhubungan dengan /(7.
1
9ena .a5a inferior
berjalan di posterior .aput. 7uktus pankreatikus utama dan .abangnya terlihat
berjalan oblik antara ne.k dari pankreas lebih superior ke bagian kedua portio
duodenum lebih inferior! dimana tidak berhubungan dengan /(7 sebelum masuk
ke duodenum. 4aling sering pada bagian inferior dan medial dari kaput pankreas
merun.ing ke pro..e.us un.inatus. 4ada le5el ini menyilang! 5ena mesenteri.
superior terlihat di sebelah kanan dan superior arteri mesenteri. superior. +rteri
hepatik biasanya dapat diperlihatkan dengan ultrasonografi! berasal dari aspek
lateral arteri mesenteri.a superior dan mengelilingi ke arah li5er diantara 5ena
porta dan 5ena .a5a inferior. /auda ke .aput merupakan portio ke tiga dari
duodenum terlihat berjalan trans5ersal dari kanan ke kiri.
%2
>ika pankreas sulit ter5isualisasi bisa dilakukan s.an dengan .ara selama
inspirasi perut bagian ba,ah digembungkan (pergerakan ini merupakan a.ousti.
,indo, dari li5er bagian ba,ah dan menggeser loop usus ke lateral ba,ah).
%5
7uktus pankreatikus normal terlihat pada sebagian pasien ("$%)! pada
bidang trans5ersal ter5isualisasi pada portio sentral dari tubuh dimana duktus
tegak lurus dengan arah A06. 7asar dari resolusi ultrasound yaitu bentuk tubuh
pasien dan sudut insonation.7uktus pankreas terlihat seperti suatu struktur linear
atau garis paralel dobel. 7iameter pada pemeriksaan ultrasonografi dilaporkan
ukurannya 2 mm pada kaput! *!% mm pada korpus dan %!$ mm pada tail.7imensi
dari duktus pankreas lebih ke.il dibanding ukuran '?/4 sebagai hasil primer dari
magnifikasi dan o5erdistensi duktus. 7iameter ukuran pankreas ber5ariasi dengan
respirasi meningkat pada akhir respirasi.7uktus 0antorini dan beberapa .abang
nya dari duktus pankreatik utama dapat teridentifikasi pada kaput
pankreas.Normal duktus pankreatikus kalibernya berubah selama pemeriksaan.
%2
#. 'kostruktur pankreas.
'kogenisitas pankreas normal biasanya homogen dibanding li5er normal!
isoekoik! atau biasanya hiperekoik. Kadang)kadang gambaran mottled terlihat.
Kontur pankreas berbeda ketika ekogenisitasnya kurang dibanding fat yang
mengelilingi retroperitoneal. Kelenjar biasanya konturnya li.in! meskipun kontur
yang lobulated dapat dibedakan.Karena usia dan obesitas! pankreas menjadi lebih
%%
ekogenik karena adanya infiltrasi lemak dan lebih dari 25% kasus ekogenisitas
seperti lemak retroperitoneal yang berdekatan.4eningkatan ekogenisitas dihasilkan
dari lemak tubuh yang luas.
%2
Normal kaput pankreas se.ara umum dimensinya besar! dengan leher yang
lebih ke.il. Korpus dan tail sedikit lebih ke.il dibanding kaput. 4ada satu studi
dimensi anteroposterior dari kaput normal ukurannya *!*)&!2 .m dengan ukuran
body %!")&!2 .m. 7imensi .ephalo.audal dari kaput *.&%)&.29 .m dan korpus
%.%")&!2$ .m. 4ankreas kelihatan lebih besar pada pasien yang gemuk karena
ber.ampur dengan lemak retroperitoneal yang banyak.Akuran pankreas berkurang
bersama umur.
%2
J. Diagnosis Banding
Mayor differensial diagnosis untuk karsinoma pankreas adalah fokal
pankreatitis! kronik pankreatitis dan neoplasma ampulla 5ateri.
"!%*!%$
K. Penatala&sanaan
Terdapat berbagai metode pengobatan terhadap pasien dengan kanker
pankreas! yaitu bedah reseksi kuratif! bedah paliatif! kemoterapi paliatif dan
simptomatik.?eseksi komplit merupakan penanganan terbaik untuk karsinoma
pankreas dengan 5 tahun sur5i5al %5)*&%! namun hanya bisa pada kasus kanker
pankreas sebanyak %&)%5% biasanya dengan gejala ikterus. (edah paliatif hanya
untuk membebaskan obstruksi bilier dengan .ara bedah pintas bilier! pemasangan
sten perkutan dan perendoskopik.
%
+denokarsinoma pankreas tidak direseksi dengan pertinbangan pada kasus
dimana in5asi ekstrapankreas dari pembuluh darah mayor seperti arteri .eliakus!
arteri hepatika! 5ena porta! 0M+! atau 0M9! in5asi 5ena massi5e dengan
trombosis atau metastasis jauh ke li5er! limfonodi regional! dan peritoneum. 0uatu
tumor dengan in5asi yang terbatas kedalam 0M9 dapat diklasifikasikan sebagai
rese.tabel.Antuk kanker pankreas yang lokal! kemoterapi! radioterapi! atau
keduanya merupakan alternatif untuk tindakan pembedahan.4asien dengan
metastasis jauh dapat dipertimbangkan untuk tindakan radiasi dan kemoterapi
meskipun regimen kemoterapi untuk adenokarsinoma pankreas adalah dengan 5
%*
fluorourasil (5 <A) atau gentamisin! memberikan hanya sedikit keuntungan dan
memberikan sedikit perbaikan dalam kualitas hidup. Meskipun tumor marker /+
%9)9 sensitif tapi tidak spesifik untuk diagnosis adenokarsinoma pankreas! jarang
positif pada tumor dengan diameter ukuran kurang dari % .m. 4en.itraan
diagnostik berperan dalam penyakit ini! tehnik pen.itraan untuk diagnosis dan
staging termasuk A0! .ontrast M7/T! M?#!4'T /T!'?/4 dan endos.opi.
ultrasound ('A0). 4endekatan imaging diagnostik untuk adenokarsinoma
pankreas tergantung pada indikasi pasien yang se.ara klinis suspek kanker
pankreas dan membutuhkan pen.itraan diagnostik!pasien yang didiagnosa kanker
pankreas dan membutuhkan staging dan pasien dengan resiko tinggi untuk tumor
ini dan membutuhkan s.reening.
1
4ada beberapa pasien!diagnosis ditentukan preoperati5e oleh <N+ atau
tehnik lainnya! ketika kanker meluas ke permukaaan kelenjar! suatu simpel irisan
biopsi dari lesi aman dan reliabel. >ika lesi berlokasi dalam needle biopsi atau
<N+ dapat dilakukan. 4ankreatikoduodenektomi (8hipple rese.tion) adalah
tehnik operasi yang paling sering dilakukan untuk karsinoma kaput pankreas.
"
'. Prognosis
?ata)rata sur5i5al terapi paliatif adalah bulan. 7engan prosedure 8hipple %"
bulan. <aktor yang berhubungan dengan rekurensi tumor dan sur5i5al yang
singkat termasuk perluasan ke limfonodi! ukuran tumor lebih dari *!5 .m! in5asi
pembuluh darah! dan membutuhkan transfusi darah.>ika tepi bersih kira)kira *&%
sur5i5al lebih dari 5 tahun.(anyak pasien dengan kanker pankreas meninggal
dalam ,aktu % tahun setelah terdiagnosa. 7ari keseluruhan sur5i5al 5 tahun hanya
%&%! tetapi hanya $&% pasien ini yang se.ara aktual bebas dari tumor.
*!"! %&