Anda di halaman 1dari 8

Bab 4

Dislokasi dan Deformasi


Dislokasi adalah salah bentuk cacat atau ketidak-sempurnaan kristal yang
perlu dipelajari lebih dalam, karena cacat garis ini memegang peranan penting
dalam mengendalikan karakteristik mekanik material. Adanya dislokasi pada
susunan kristalnya, membuat logam menjadi lebih lemah pada satu sisi. Namun
pada sisi lain, berkat adanya dislokasi juga, logam bisa diperkuat. Dengan
perilaku yang unik ini, maka topik tentang dislokasi perlu mendapat perhatian
khusus.
Sementara deformasi (plastis) adalah sebuah parameter yang
berhubungan dengan kemampuan logam berubah bentuk atau disebut mampu
bentuk. Sifat mampu bentuk sangat diperlukan pada proses pembentukan (metal
forming), dimana logam yang mempunyai mampu bentuk tinggi bisa diproses
dengan mudah dan murah menjadi berbagai komponen peralatan. Sifat plastis
logam ini, dari sisi mikro, ternyata terkait erat dengan dislokasi. leh karena itu
topik tentang dislokasi dan deformasi ini dibahas dan dipahami lebih dalam.
4.1. Dislokasi
Seperti yang telah dipelajari pada pelajaran !aterial "eknik tentang cacat
kristal, dislokasi adalah cacat yang terjadi pada sebaris atom. Ada # jenis
dislokasi yakni dislokasi sisi (edge dislocation) dan dislokasi ulir (scre$
dislocation) seperti ditampilkan pada %ambar &.'. Dislokasi sisi atau disebut
juga dengan dislokasi garis adalah dislokasi yang terjadi pada bidang tegak lurus
bidang kertas (%ambar &.'a), Dislokasi ini seoleh membagi kristal menjadi #
bagian seperti akibat hilangnya sebaris atom. (ada bagian atom yang hilang ini
terjadi perubahan keseimbangan jarak atom dan menimbulkan distorsi atom.
)ila tegangan geser diterapkan pada dislokasi ini terjadi pergerakan dislokasi
secara liner. Dislokasi sisi sisi pada %ambar &.'a disimbolkan dengan tanda "
atau " terbalik ( ), tergantung posisi dislokasi sisi tersebut. "anda " menyatakan
posisi dislokasi pada bagian atas, sementara menunjukkan posisi dislokasi
bagian ba$ah.
*+
%ambar &.' (a) Dislokasi sisi, (b) dislokasi ulir. Atom $arna hitam pada (b)
berada diatas kertas, sementara atom terang berada di ba$ah kertas
Dislokasi ulir adalah dislokasi yang arah geraknya sejajar dengan garis
dislokasi, dan membuat susunan atom seperti terpuntir (%ambar &.'b). Atom
pada bidang atas (digambarkan sebagai lingkaran hitam) terpuntir searah jarum
jam, sementara atom pada bidang ba$ah terpuntir pada arah sebaliknya.
%erakan seperti ini membuat pergeseran posisi atom seperti busur sudut dimana
pada bagian ujung pergesaran besar, dan makin ke pangkal pergeseran lebih
sedikit. %erakan ini juga menimbulkan distorsi atom sehingga menimbukan
tegangan dalam pada atom-atom tersebut. Dislokasi ulir biasanya disimbolkan
dengan tanda puntiran searah jarum jam, , dan puntiran berla$anan arah
jarum jam ( ).
,ebanyakan dislokasi dalam material kristalin ditemui tidak hanya dalam
bentuk dislokasi sisi maupun dislokasi ulir, tetapi umumnya dalam bentuk
dislokasi campuran (mi-ed dislocation) seperti ditampilkan pada %ambar &.#.
Dengan demikian distorsi yang dihasilkan berupa gabungan keduanya dan
gerakan dislokasi seperti busur (%ambar &.#b).
)esar dan arah distorsi kisi yang disebakan oleh dislokasi disebut .ektor
)urger dengan simbol b. /ektor burger pada dislokasi sisi, tegak lurus terhadap
dislokasi, dan pada dislokasi sisi, .ektor )urger sejajar dengan dislokasi. (ada
dislokasi campuran, .ektor burger tidak searah maupun tegak lurus dislokasi,
tetapi akan tetap pada arah yang sama $alaupun gerakan dislokasi berubah
arah seperti terlihat pada %ambar &.#. (ada logam, .ektor )urger akan sama
dengan arah kristal susunan padat, dan besarnya sama dengan jarak antar atom
atau parameter kisi.
*'
%ambar &.# Dislokasi campuran (a) tampilan * dimensi, (b) tampilan # dimensi 0'1
4.2 Deformasi
Secara mikro, perubahan bentuk pada material baik deformasi elastis
maupun plastis disebabkan oleh bergesernya kedudukan atom-atom dari
tempatnya semula. (ada deformasi elastis adanya tegangan akan menggeser
atom-atom ke tempat kedudukannya yang baru, dan atom-atom tersebut akan
kembali ke tempatnya yang semula bila tegangan tersebut ditiadakan. 2arak
pergeseran atom secara elastis, yaitu tidak kurang dari +,34. (ada deformasi
plastis, atom-atom yang bergeser menempati kedudukannya yang baru dan
stabil, meskipun beban (tegangan) dihilangkan, atom-atom tersebut tetap
berada pada kedudukan yang baru. !odel pergeseran atom-atom tersebut
disebut slip.
)ila suatu ,ristal mengalami tegangan maka susunan atom pada kristal
itu akan mengalami perubahan posisi, perubahan ini bersifat sementara bila
tegangan yang bekerja tidak cukup besar dan akan bersifat permanen bila
tegangan sudah melampaui batas luluh (yield). )ila tegangan telah melampaui
batas luluh maka garis dislokasi sudah bergeser dan mencapai batas butir,
sehingga butir kristal mengalami perubahan bentuk yang permanen. (erubahan
bentuk pada butir kristal akibat terjadinya hal ini akan menyebabkan terjadinya
perubahan bentuk pada bentuk luar benda. Deformasi (perubahan bentuk) dapat
terjadi dengan terjadinya slip atau twinning, atau kombinasi keduanya.
4.2.1 Deformasi dengan Slip
Slip merupakan mekanisme terjadinya deformasi yang paling sering
dijumpai. Slip terjadi bila sebagian dari kristal tergeser relatif terhadap bagian
kristal lain sepanjang bidang kristalogra5 tertentu. )idang tempat terjadinya slip
dinamakan arah slip (slip direction). Slip terjadi pada bidang yang paling padat
atom dan arah slip juga pada daerah yang paling padat atom, karena untuk
menggeser atom pada posisi ini memerlukan energi paling kecil. (ada %ambar
&.*a dapat dilihat bah$a pergeseran atom akan lebih mudah terjadi bila susunan
atomnya lebih rapat. (ada gambar kristal yang susunan atomnya kurang padat
*#
(%ambar &.*b), atom-atom seolah-olah terkunci di sela-sela atom-atom lain dan
untuk menggeser atom-atom ini akan memerlukan energi lebih besar.
%ambar &.* !ekanisme Slip pada kristal logam 0#1
Seperti diketahui pada suatu sistem kristal terdapat lebih dari satu bidang
yang padat atom, bidang-bidang ini merupakan satu keluarga, demikian pula
dengan arah slip. ,arenanya slip dapat terjadi pada beberapa bidang dan arah
tertentu, ini dinamakan sistem slip dari sistem kristal kristal. "abel &.'
menunjukkan beberapa sistem slip dari berbagai kristal logam.
Slip tidak terjadi dengan menggesernya seluruh atom pada bidang slip
seecara sekaligus. Slip terjadi dengan bergesernya garis dislokasi sedikit demi
sedikit. )ila slip terjadi dengan pergeseran atom sekaligus seluruh atom pada
bidang slip, maka diperlukan gaya yang sangat besar. ,arena itulah kekuatan
logam lebih rendah daripada kekuatannya yang dihitung dengan menjumlahkan
gaya yang perlu untuk memutuskan ikatan antar atomnya.
Tabel 4.1 Sistem slip dari beberapa jenis logam 0'1
6ntuk dapat terjadi slip harus ada gaya geser yang cukup besar, bila gaya
geser itu belum cukup besar maka distorsi yang ditimbulkannya hanya bersifat
sementara, elastik. (erubahan bentuk akan terjadi bila telah terjadi slip, dan slip
**
akan dapat terjadi bila gaya geser yang bekerja pada kristal telah mencapai
critical resolved shear stress, semacam stress untuk suatu kristal.
"erjadinya slip dengan cara bergesernya garis dislokasi dapat
digambarkan dengan analogi gerakan dari ulat, cacing atau permadani. 6ntuk
menggeser permadani yang telah digelarkan di lantai dengan menarik sekaligus
seluruh permadani tentu akan sangat berat. Akan lebih mudah bila mula-mula
dibuat suatu tekukan pada tepi permadani (analog dengan garis dislokasi) dan
mendorong tekukan tersebut hingga tekukan mencapai ujung lain dari
permadani, dapat dilihat dari %ambar &.&.
%ambar &.& Analogi gerakan dislokasi pada kristal 0#1
)ila slip telah terjadi hingga ke seberang butir kristal maka slip ini akan
diteruskan ke butir berikutnya dank arena butir berikutnya mempunyai orientasi
yang berbeda, arah bidang slip akan berbeda maka dislokasi akan tertahan pada
batas butir dan untuk membuat slip berikutnya pada bidang yang sama akan
memerlukan gaya yang besar. ,arenanya slip akan mudah terjadi pada bidang
lain yang sejajar dengan bidang slip mula-mula. Sehingga dapat dimengerti
bah$a material yang telah mengalami deformasi akan menjadi lebih kuat dan
keras.
4.2.2 Deformasi dengan Twinning
7ara lain untuk terjadinya deformasi adalah dengan kembaran (t$inning).
Twinning terjadi bila satu bagian dari butir kristal berubah orientasinya
sedemikian rupa sehingga susunan atom di bagian tersebut akan membentuk
simetri dengan bagian kristal yang lain, yang tidak mengalami twinning. Susunan
atom pada bagian yang mengalami twinning ini merupakan mirror image dari
*&
bagian yang tidak mengalami twinning. )idang yang menjadi pusat simetri
antara kedua bagian itu dinamakan twinning plane.
Ada beberapa perbedaan antara slip dan twinning, yaitu bah$a pada slip
orientasi seluruh kristal tetap sama, sedangkan pada twinning sebagian kristal
akan berubah orientasinya. 2arak pergeseran atom pada slip dapat hingga
beberapa jarak atom, sedangkan pada twinning jarak pergeseran ini hanya
sedikit, tidak sampai satu jarak atom. (ada twinning pergerakkan atom terjadi
sekaligus seluruh atom bergerak bersamaan sedangkan pada slip sebagian demi
sebagian. Seperti diperlihatkan secara skematis pada %ambar &.3.
Gambar 4.5 Skematis perbedaan mekanisme Slip dan Twinning 0#1
Twinning diperlukan tenaga yang cukup besar karena itu tidak banyak
logam yang padanya dijumpai twinning sebab slip terjadi sebelum twinning.
Twinning dapat terjadi bila kemungkinan untuk slip kecil yaitu bila sistem slip
terbatas seperti pada logam dengan sistem 87( yang memiliki hanya sedikit slip
system (karena itu t$inning biasanya tidak terjadi pada )77).
9egangan yang terjadi dengan twinning kecil sekali, sehingga twinning
bukanlah suatu mekanisme deformasi yang utama, tetapi cukup penting karena
dengan twinning terjadi perubahan orientasi kristal yang memungkinkan salah
satu sistem slipnya akan bersesuaian dengan arah gaya geser yang bekerja dan
slip akan dapat terjadi.
*3
Twinning dapat terjadi akibat gaya mekanik, disebut mechanical twins,
atau dapat juga terjadi pada kristal yang telah dideformasi lalu dianil, disebut
annealing twins.
4.3 Hubungan Antara Deformasi dengan Dislokasi
Dislokasi yaitu cacat bidang atau cacat garis yang mempermudah
terjadinya slip. Dengan demikian adanya dislokasi akan menurunkan kekuatan
logam. Dislokasi tersebut digerakkan oleh tegangan geser sehingga mencapai
permukaan. Dislokasi yang mencapai permukaan tersebut dapat diartikan
menimbulkan suatu deformasi, dalam skala mikroskopis. )erhubung jumlah
dislokasi sangat banyak yakni lebih dari ' juta unit per cm
#
, maka dislokasi yang
mencapai permukaan tersebut menghasilkan tingkat deformasi yang besar, yang
bisa diamati secara makro. %erakan dislokasi yang menuju permukaan digambar
secara skematis pada %ambar &.:.
%ambar &.: "ahapan pergerakan dislokasi 0'1
8ubungan deformasi plastis dengan dislokasi yaitu ;
(emberian tegangan atau regangan pada material akan menggerakkan
semua dislokasi sehingga mencapai batas butir. !akin banyak dislokasi
yang sampai ke batas butir atau permukaan maka deformasi plastis yang
diperoleh makin besar.
Selama bergerak, dislokasi<dislokasi tersebut saling bertemu dan terjadi
reaksi satu dislokasi dengan yang lainnya. (ertemuan dislokasi sejenis akan
saling menghilangkan, dan pertemuan dislokasi sejenis menghasilkan
dislokasi baru sehingga terjadi pelipatan dislokasi.
(elipatan dislokasi lebih dominan sehingga terjadi penumpukan dislokasi
dalam butir.
"umpukan dislokasi menjadi penghalang gerakan dislokasi, dan sekaligus
menjadi sumber munculnya dislokasi baru, sehingga kerapatan dislokasi
akan bertambah pesat (dari kisaran '+
:
-'+
=
garis per cm
#
dapat naik
menjadi '+
>
sampai '+
'#
garis per cm
#
tergantung besar regangan yang
diberikan).
*:
Dengan naiknya kerapatan dislokasi, maka gerakan dislokasi selanjutnya
akan lebih sulit, atau jumlah dislokasi yang bisa mencapai permukaan
makin sedikit, artinya deformasi plastis yang diperoleh makin kecil.
,etika kerapatan dislokasi mencapai maksimum, dislokasi tak bisa lagi
bergerak, dan dengan demikian deformasi tak terjadi lagi. )ila tegangan
terus diberikan maka yang terjadi adalah pemutusan ikatan atom.
Table of Contents
)ab & Dislokasi dan Deformasi............................................................................*+
&.'. Dislokasi.................................................................................................... *+
&.# Deformasi................................................................................................... *'
&.#.' Deformasi dengan Slip.........................................................................*#
&.#.# Deformasi dengan "$inning.................................................................*&
&.* 8ubungan Antara Deformasi dengan Dislokasi...........................................*3
*=