Anda di halaman 1dari 18

1.

KLB
Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan/kematian yang bermakna
secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu (Kep. Dirjen PP!PLP "o.#$%&
'/PD.().(#/%**% Pedoman Penyelidikan +pidemiologi dan Penanggulangan KLB).
enurut ,, - # .ahun %*/#0 kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian
kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu.
Kriteria KLB
Keputusan Dirjen PP!PLP "o. #$%&'/PD.().(#/%*** tentang Pedoman Penyelidikan +pidemiologi dan
Penanggulangan KLB telah menetapkan criteria kerja KLB yaitu -
%. .imbulnya suatu penyakit/menular yang sebelumnya tidak ada/tidak dikenal.
1. Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus&menerus selama ) kurun waktu berturut&turut menurut
jenis penyakitnya (jam0 hari0 minggu0 bulan0 tahun)
). Peningkatan kejadian penyakit/kematian0 1 kali atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya
(jam0 hari0 minggu0 bulan0 tahun).
#. 2umlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih bila
dibandingkan dengan angka rata&rata perbulan dalam tahun sebelumnya.
$. 3ngka rata&rata per bulan selama satu tahun menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih
dibanding dengan angka rata&rata per bulan dari tahun sebelumnya.
4. 5ase 6atality 7ate dari suatu penyakit dalam suatu kurun waktu tertentu menunjukan kenaikan $(8
atau lebih0 dibanding dengan 567 dari periode sebelumnya.
9. Propotional 7ate (P7) penderita baru dari suatu periode tertentu menunjukkan kenaikan dua kali atau
lebih dibanding periode yang sama dan kurun waktu/tahun sebelumnya.
/. Beberapa penyakit khusus - Kholera0 :D;6/D<<:0 (a)<etiap peningkatan kasus dari periode
sebelumnya (pada daerah endemis). (b).erdapat satu atau lebih penderita baru dimana pada periode # minggu
sebelumnya daerah tersebut dinyatakan bebas dari penyakit yang bersangkutan.
*. Beberapa penyakit yg dialami % atau lebih penderita- Keracunan makanan0 Keracunan pestisida.
Klasi=ikasi KLB menurut Penyebab-
%. .oksin
1. 'n=eksi
). .oksin Biologis
#. .oksin Kimia
enurut <umber KLB
anusia misal- jalan napas0 tenggorokan0 tangan0 tinja0 air seni0 muntahan0 seperti - <almonella0 <higella0
<taphylococus0 <treptoccocus0
Proto>oa0 ?irus ;epatitis.
Kegiatan manusia0 misal - .o@in biologis dan kimia (pembuangan tempe bongkrek0 penyemprotan0
pencemaran lingkungan0 penangkapan ikan dengan racun).
Binatang seperti - binatang piaraan0 ikan0 binatang mengerat0 contoh - Leptospira0 <almonella0 ?ibrio0 5acing
dan parasit lainnya0 keracunan ikan/plankton
<erangga (lalat0 kecoa0 dan sebagainya) misal - <almonella0 <taphylokok0 <treptokok.
,dara0 misal - <taphyloccoccus0 <treptococcus0 ?irus0 pencemaran udara.
Permukaan benda&benda/alat&alat misal - <almonella.
3ir0 misalnya - ?ibrio 5holerae0 <almonella.
akanan/minuman0 misal - keracunan singkong0 jamur0 makanan dalam kaleng.
enurut Penyakit wabah
Beberapa penyakit dari sumber di atas yang sering menjadi wabah-
Penyakit Potensi KLB yang dilaporkan
%
3. Penyakit Karantina / penyakit Aabah Penting
%. Kholera ). Poliomyelitis
1. Pes #. Di=teri
B. Penyakit Potensi Aabah/KLB yang menular cepat. 3tau mempunyai ortalitas tinggi ! memerlukan tindakan
segera
%. D;6 ). 5ampak $. 7abies
1. Diare #. Pertusis
5. Panyakit Potensi Aabah/KLB lannya
%. alaria $. ;epatitis *. Keracunan
1. 'n=luen>a 4. Keracunan %(.+ncephalitis
). 3nthra@ 9. .etanus %%.6rambusia
#. eningitis /. .n&"eo %1..yph&3bdominalis
D. Penyakit .idak Potensi Aabah .etapi diprogramkan
%. 5acing #. .B5 9. dll
1. Lepra $. 6ilariasis
). <yphilis 4. Bonorhoea
<i=at epidemik -
%. +ndemic C keadaan suatu penyakit yang menetap pada suatu wilayah
1. +pidemic C keadaan jumlah penderita secara nyata melebihi jumlah yang diperkirakan
). ;yperendemic C penularan hebat yang menetap
#. ;oloendemic C tingkat in=eksi yang cukup tinggi.
$. +ndemik +pidemik C endemic ke derajat yang luar biasa tingginya
4. +ksotik +pidemik C terjadinya +pidemi yang sebelumnya tidak pernah ditemukan kasus
9. Pandemic C penularan antar negara
Point +pidemic C adanya sejumlah kasus yang menyebabkan peningkatan =rekwensi penyakit yang bersangkutan
+pidemic .ype -
%. 5ommon source epidemic - +pidemik yang biasanya ditularkan/disebabkan oleh suatu perantara
(mis C makanan0 air atau =omite lain yang digunakan oleh penderi ta). Bila banyak penderita yang terkena
secara serentak0 akan terdapat kesamaan yang relati= masa inkubasi
1. Propagated epidemic - +pidemik yang ditularkan/disebabkan oleh manusia /hewan dengan cara
kontak langsung akan tidak langsung kepada manusia/host lainnya. <umber in=eksi mungkin berada dalam
masa inkubasi.
). i@ed - merupakan penggabungan antara 5<+ ! P+
<i=at wabah dibagi dalam 1 bentuk C
%. 5ommon source epidemic
1. Propagated / ProgresisiDe +pidemic
E Dapat dibedakan dengan membuat gra=ik penyebaran kasus berdasarkan waktu mulainya sakit (Aaktu Fnset)
%. 5ommon <ource +pidemic
E <uatu letusan penyakit yang disebabkan oleh terpaparnya sejumlah orang dalam suatu kelompok secara
menyeluruh ! terjadinya dalam waktu yang relati= singkat (sangat mendadak)
E 2ika keterpaparan kelompok serta penularan penyakit berlangsung sangat cepat dalam waktu yang sangat singkat
(point o= epidemic a/ point source o= epidemic)0 maka resultan dari semua kasus berkembang hanya dalam % masa
tunas saja
1. Propagated +pidemic
E .erjadi krn adanya penularan dari orang ke orang baik secara langsung maupun tidak langsung melalui udara0
makanan maupun Dektor
E 7elati= lebih lama waktunya sesuai dengan si=at penyakit serta lamanya masa inkubasi.
E <angat dipengaruhi oleh kepadatan ! penyebaran anggota masyarakat yang rentan terhadap penyakit.
Perbedaan Karakteristik antara 5ommon source ! Propagated
E Bila membandingkan ke1nya maka perbedaan terutama pada kurDa epidemi menurut waktu
1
E Pada 5<+0 tampak kurDa epidemi meningkat scr cepat ! juga menurun sangat cepat dalam batas waktu masa tunas
saja. <ehingga serangan ke 1 tidak dijumpai
E Pada P+ berkembang lanjut ! melampaui satu masa tunas.
E Kadang terjadi Dariasi masa tunas yang dapat mengaburkan pola epidemi.
E 3da bentuk epidemi yang lain yang dihasilkan oleh P yang penyebarannya melalui ?ektor (?B+)
E +pidemi ini biasanya sama kecilnya dengan area dari 5<+0 tetapi dalam lingkaran penularan dapat dijumpai
peranan >oonosis0 manusia0 campuran ke 1nya sebagai sumber penularan kepada Dektor.
E Kebanyakan wabah Dektor borne memp lingkaran penularan berganda antr Dektor ! host sebelum cukup banyak
kasus manusia yg terserang u/ dp dinyatakan sbgt suatu wabah
Pelacakan KLB
%. Baris besar pelacakan KLB/wabah
1. 3nalisa situasi awal
a. Penentuan/penegakan diagnosis - ;arus jelas secara klinis maupun laboratorium
b. Penentuan adanya wabah - Bunakan kriteria wabah
c. ,raian keadaan wabah0 - dengan ) unsur utama - waktu0 tempat0 orang.
d.
). 3nalisa situiasi lanjutan
a. ,saha penemuan kasus tambahan
i. Pelacakan ke 7<
ii. Pelacakan intensi= pda mereka yg tanpa gejala0 ringan/tdk spesi=ik
b. 3nalisis data
c. enegakkan hipotesis
d. .indakan pemadaman wabah ! tindak lanjut
Langlah&Langkah Penyelidikan KLB
.ahapG.
'. Persiapan Kerja di lapangan
''. Penetapan adanya KLB
'''. Penetapan diagnosa
'?. Pengolahan data epidemiologi
?. .indakan penanggulangan ! pencegaha KLB
?'. Penyebaran in=ormasi hasil penyelidikan
Prosedur Penyelidikan
%. Kon=irmasi / menegakkan diagnosa
1. enentukan apakah peristiwa itu letusan/wabah a/ bukan
). ;ubungan adanya letusan/wabah dg =aktor&1 Aaktu0 .empat ! Frang
#. 7umuskan suatu hipotesa sementara
$. 7encana penyelidikan +pidemiologi yg lebih detail
4. Laksanakan wawancara dg C
& penderita yg sudah diketahui
& yg punya pengalaman (A.F0 dll)
9. 3nalisa ! 'nterpretasi Lakukan pemeriksaan Laboratorium0 buat ringkasan hasil penyelidikan.
.abulasi0 analisa ! interpretasi dari data yang terkumpul
/. .est ;ipotesa ! 7umuskan kesimpulan
*. Lakukan tindakan penanggulangan
%(. Buatlah laporan lengkap tentang penyelidikan epidemiologi tsb.
Prosedur Penyelidikan(P+DF3" <+ P+"HK +",L37)
%. enegakkan Diagnosa
a. engadakan/endapatkan riwayat pen&derita C <etiap penderita didata ttg nama0 umur0 jenkel0 pekerjaan0 kebia&
saan makan0 dll. Bejala penyakit0
b. Pengambilan <pecimen Penderita
c. Pengambilan <ample akanan
1. embuat 3sosiasi +pidemiologi
a. enentukan terjadinya suatu letusan (Fut break)
b. 6ormulasi hipotesa sementara
). Penyelidikan Lebih Lanjut
a. Permintaan bantuan
)
b. encari ! wawancara dg penderita/ org&1 yg at risk yg mungkin belum ditemukan
#. Penyelidikan di t# makanan di Proses
a. Pengambilan sample makanan
b. Aawancara dg =ood handlers (diolah0 disajikan0 disimpan0 dsb)
c. encari sumber kontaminasi
d. Pemeriksaan 6ood ;andlers (kesehatan)
e. engidenti=ikasi adanya =aktor yg mempengaruhi terjadinya komtaminasi (contributing =actors)
$. 3nalisa Data
a. embuat kurDa epidemik
b. enentukan gejala/tanda penyakit yang menonjol
c. enghitung masa inkubasi
d. enghitung =ood speci=ic attack rate
4. 'nterpretasi Data
Bandingkan data yg sudah dianalisa dg hasil laboratorium yg sudah dikerjakan.
Penanggulangan KLB
Penanggulangan KLB dikenal dengan nama <istem Kewaspadaan Dini (<KD&KLB)0 yang dapat diartikan
sebagai suatu upaya pencegahan dan penanggulangan KLB secara dini dengan melakukan kegiatan untuk
mengantisipasi KLB. Kegiatan yang dilakukan berupa pengamatan yang sistematis dan terus&menerus yang
mendukung sikap tanggap/waspada yang cepat dan tepat terhadap adanya suatu perubahan status kesehatan
masyarakat. Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data kasus baru dari penyakit&penyakit yang berpotensi
terjadi KLB secara mingguan sebagai upaya <KD&KLB. Data&data yang telah terkumpul dilakukan pengolahan dan
analisis data untuk penyusunan rumusan kegiatan perbaikan oleh tim epidemiologi (Dinkes Kota <urabaya0 1((1).
Berdasarkan ,ndang&undang "o. # tahun %*/# tentang wabah penyakit menular serta Peraturan enteri
Kesehatan "o. $4( tahun %*/*0 maka penyakit DBD harus dilaporkan segera dalam waktu kurang dari 1# jam.
,ndang&undang "o. # tahun %*/# juga menyebutkan bahwa wabah adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit
menular dalam masyarakat0 yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi dari keadaan yang la>im pada
waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka. Dalam rangka mengantisipasi wabah secara dini0
dikembangkan istilah kejadian luar biasa (KLB) sebagai pemantauan lebih dini terhadap kejadian wabah. .etapi
kelemahan dari sistem ini adalah penentuan penyakit didasarkan atas hasil pemeriksaan klinik laboratorium sehingga
seringkali KLB terlambat diantisipasi (<idemen 3.0 1(()).
Badan Litbangkes berkerja sama dengan "amru 1 telah mengembangkan suatu sistem surDeilans dengan
menggunakan teknologi in=ormasi (computeri>e) yang disebut dengan +arly Aarning Futbreak 7ecognition <ystem
(+AF7<). +AF7< adalah suatu sistem jaringan in=ormasi yang menggunakan internet yang bertujuan untuk
menyampaikan berita adanya kejadian luar biasa pada suatu daerah di seluruh 'ndonesia ke pusat +AF7< secara
cepat (Badan Litbangkes0 Depkes 7'). elalui sistem ini peningkatan dan penyebaran kasus dapat diketahui dengan
cepat0 sehingga tindakan penanggulangan penyakit dapat dilakukan sedini mungkin. Dalam masalah DBD kali ini
+AF7< telah berperan dalam hal mengin=ormasikan data kasus DBD dari segi jumlah0 gejala/karakteristik penyakit0
tempat/lokasi0 dan waktu kejadian dari seluruh rumah sakit D3.' '' di 'ndonesia (<idemen 3.0 1(())
2. Perilaku Kesehatan Masyarakat
Model Perilaku Kesehatan:
1. Level Individu
a. Behavioral Intentions
odel ini meyakini bahwa perilaku indiDidu dapat diprediksi dari sikapnya terhadap perilaku tersebut
dan persepsinya terhadap man=aat dari perilaku tersebut. (6ishbein ! 3j>en %*9$)
b. Stages of Change
Premis dasar dari model ini adalah perubahan perilaku itu sebuah proses. .ahapannya sebagai berikut-
(%) PrecontemplationC (1) 5ontemplationC ()) DecisionC (#) 3ctionC ($) aintenance
. !ealth Belief Model
#
;B awalnya dirancang untuk mengetahui kenapa orang tidak mau ikut program pencegahan penyakit.
Perceived susceptibility- the subjectiDe perception o= risk o= deDeloping a particular health conditionC
Perceived severity- =eelings about the seriousness o= the conseIuences o= deDeloping a spesi=ic health
problemC
Perceived benefits- belie=s about the e==ectiDeness o= Darious actions that might reduce susceptibility
and seDerityC
Cues to action- bodily or enDiromental eDents that trigger action
2. Level Inter"ersonal
d. Soial Cognitive #heory $SC#%
3sumsi dasar dari <5. adalah perilaku terjadi karena proses kogniti= dan interaksinya dengan orang
lain serta lingkungan di sekitarnya.
enurut <5.0 proses perubahan perilaku sebagai berikut-
Attention
Retention
Reproduction
Motivation
&. Level 'rganisasi(Ko)unitas(Masyarakat
e. 'rgani*ational Change #heory
Perubahan di leDel organisasi salah satunya diungkapkan oleh <tage .heory yang melandaskan pada
tahap&tahap sebagai berikut- (%) Problem De=inition (awareness)C (1) 'nitiation o= 3ction (adoption)C ())
'mplementationC (#) 'nstitutionali>ation
f. Co))unity 'rgani*ation #heory
.eori ini menekankan bahwa komponen kesuksesan dari perubahan di leDel komunitas adalah- (%)
Locality deDelopmentC (1) <ocial planningC ()) <ocial action.
g. +iffusion of Innovations #heory
.eori ini menekankan pada inoDasi (ide&ide baru)0 saluran komunikasi0 dan sistem sosial. Karakteristik
utamanya sebagai berikut-
Relative advantage
Compatibility
Complexity
Trialability
Observability
<umber- http-//komkes.=iles.wordpress.com/1((*/()/4Jperilaku&kesehatan.pd=
$
enurut Koentjaraningrat (1((1) kebudayaan adalah seluruh kelakuan dan hasil kelakuan manusia yang
teratur oleh tata kelakuan yang harus didapatkannya dengan belajar dan semuanya tersusun dalam kehidupan
masyarakat. 3salkan sesuatu yang dilakukan manusia memerlukan belajar maka hal itu bisa dikategorikan
sebagai budaya.
<edangkan menurut .aylor dalam bukunya Primitive Culture0 memberikan de=inisi kebudayaan sebagai
keseluruhan yang kompleks yang didalamnya terkandung ilmu pengetahuan0 kepercayaan dan kemampuan
kesenian0 moral0 hukum0 adat&istiadat dan kemampuan lain serta kebiasaan&kebiasaan yang didapat manusia
sebagai anggota masyarakat.
Koentjaraningrat membagi budaya menjadi 9 unsur0 yakni- sistem religi dan upacara keagamaan0 sistem dan
organisasi kemasyarakatan0 sistem pengetahuan0 bahasa0 kesenian0 sistem mata pencaharian hidup dan sistem
teknologi dan peralatan. Ketujuh unsur itulah yang membentuk budaya secara keseluruhan.
Manfaat bagi "etugas kesehatan )e)"ela,ari kebudayaan:
%. Didalam semua religi atau aga)a0 ada kepercayaan tertentu yang berkaitan dengan kesehatan0 gi>i0 dll.
isal- yang beragama 'slam tidak makan babi sehingga dalam rangka memperbaiki status gi>i0 seorang
petugas kesehatan dapat menganjurkan makanan lain yang bergi>i yang tidak bertentangan dengan agamanya.
1. Dengan mempelajari organisasi )asyarakat0 maka petugas kesehatan akan mengetahui organisasi apa saja
yang ada di masyarakat0 kelompok mana yang berkuasa0 kelompok mana yang menjadi panutan0 dan tokoh
mana yang disegani. <ehingga dapat dijadikan strategi pendekatan yang lebih tepat dalam upaya mengubah
perilaku kesehatan masyarakat.
). Petugas kesehatan juga perlu mengetahui "engetahuan masyarakat tentang kesehatan0 maka petugas
kesehatan akan mengetahui mana yang perlu ditingkatkan0 diubah dan pengetahuan mana yang perlu
dilestarikan dalam memperbaiki status kesehatan
#. Petugas kesehatan juga perlu mempelajari bahasa lokal agar mudah berkomunikasi0 menambah rasa
kedekatan0 rasa kepemilikan bersama dan rasa persaudaraan
$. <elain itu perlu juga mempelajari kesenian dimasyarakat setempat. Karena petugas kesehatan dapat
meman=aatkan kesenian yang ada dimasyarakat untuk menyampaikan pesan kesehatan
4. <istem )ata "enaharian juga perlu dipelajari karena pada sistem ini ada kaitannya dengan pola penyakit
yang diderita oleh masyarakat tersebut
9. #eknologi dan "eralatan masyarakat setempat. asyarakat akan lebih mudah menerima pesan yang
disampaikan petugas jika petugas menggunakan teknologi dan peralatan yang dikenal masyarakat
-s"ek sosial yang )e)"engaruhi status kesehatan dan "erilaku kesehatan
3da beberapa aspek sosial yang mempengaruhi status kesehatan0 antara lain adalah-
1. .)ur
2ika dilihat dari golongan umur maka ada perbedaan pola penyakit berdasarkan golongan umur. isalnya
balita lebih banyak menderita in=eksi0 sedangkan golongan usila lebih banyak menderita penyakit kronis
seperti hipertensi0 penyakit jantung koroner0 kanker dan lain&lain
2. /enis kela)in
Perbedaan jenis kelamin akan menghasilkan penyakit yang berbeda pula. isalnya dikalangan wanita lebih
banyak menderita kanker payudara0 sedangkan laki&laki banyak menderita kanker prostat
&. Peker,aan
4
3da hubungan antara jenis pekerjaan dengan pola penyakit. isalnya dikalangan petani banyak yang
menderita cacingan akibat kerja yang banyak dilakukan di sawah dengan lingkungan banyak cacing.
<ebaliknya buruh yang bekerja di industri0 misal di pabrik tekstil banyak yang menderita penyakit saluran
pernapasan karena terpapar dengan debu
0. Sosial 1kono)i
Keadaan sosial ekonomi juga berpengaruh pada pola penyakit. isalnya penderita obesitas lebih banyak
ditemukan pada golongan masyarakat yang berstatus ekonomi tinggi dan sebaliknya malnutrisi lebih banyak
ditemukan dikalangan masyarakat yang status ekonominya rendah
enurut ;.7ay +lling (%*9() ada 1 =aktor sosial yang berpengaruh pada perilaku kesehatan-
1. Self one"t
<el= concept kita ditentukan oleh tingkatan kepuasan atau ketidakpuasan yang kita rasakan terhadap diri kita
sendiri0 terutama bagaimana kita ingin memperlihatkan diri kita kepada oranglain. 3pabila oranglain melihat
kita positi= dan menerima apa yang kita lakukan0 kita akan meneruskan perilaku kita0 begitu pula sebaliknya
2. I)age kelo)"ok
'mage seorang indiDidu sangat dipengaruhi oleh kelompok. <ebagai contoh0 anak seorang dokter akan
terpapar oleh organisasi kedokteran dan orang&orang dengan pendidikan tinggi0 sedangkan anak buruh atau
petani tidak terpapar dengan lingkungan medis0 dan besar kemungkinan juga tidak bercita&cita untuk menjadi
dokter
-s"ek budaya yang )e)"engaruhi status kesehatan dan "erilaku kesehatan
enurut B.. 6oster (%*9))0 aspek budaya dapat mempengaruhi kesehatan adalah-
1. Pengatuh tradisi
3da beberapa tradisi didalam masyarakat yang dapat berpengaruh negati= terhadap kesehatan masyarakat
2. Sika" fatalistis
;al lain adalah sikap =atalistis yang juga mempengaruhi perilaku kesehatan. 5ontoh- beberapa anggota
masyarakat dikalangan kelompok tertentu (=anatik) yang beragama 'slam percaya bahwa anak adalah titipan
.uhan0 dan sakit atau mati adalah takdir0 sehingga masyarakat kurang berusaha untuk segera mencari
pertolongan bagi anaknya yang sakit
&. Sika" ethnosentris
<ikap yang memandang kebudayaan sendiri yang paling baik jika dibandingkan dengan kebudayaan pihak
lain
0. Pengaruh "erasaan bangga "ada statusnya
5ontoh- dalam upaya perbaikan gi>i0 disuatu daerah pedesaan tertentu0 menolak untuk makan daun singkong0
walaupun mereka tahu kandungan Ditaminnya tinggi. <etelah diselidiki ternyata masyarakat beranggapan
daun singkong hanya pantas untuk makanan kambing dan mereka menolaknya karena status mereka tidak
dapat disamakan dengan kambing
2. Pengaruh nor)a
5ontoh- upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi banyak mengalami hambatan karena ada
norma yang melarang hubungan antara dokter yang memberikan pelayanan dengan bumil sebagai pengguna
pelayanan
9
3. Pengaruh nilai
"ilai yang berlaku didalam masyarakat berpengaruh terhadap perilaku kesehatan. 5ontoh- masyarakat
memandangan lebih bergengsi berah putih daripadaberas merah0 padahal mereka mengetahui bahwa Ditamin
B% lebih tinggi diberas meras daripada beras putih.
4. Pengaruh unsur budaya yang di"ela,ari "ada tingkat a5al dari "roses sosialisasi terhada" "erilaku
kesehatan
Kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil akan berpengaruh terhadap kebiasaan pada seseorang ketika ia
dewasa. isal- manusia yang biasa makan nasi sejak kecil0 akan sulit diubah kebiasaan makannya setelah
dewasa
6. Pengaruh konsekuensi dari inovasi terhada" "erilaku kesehatan
3pabila seorang petugas kesehatan ingin melakukan perubahan perilaku kesehatan masyarakat0 makan yang
harus dipikirkan adalah konsekuensi apa yang akan terjadi jika melakukan perubahan0 menganalisis =aktor&
=aktor yang terlibat/berpengaruh pada perubahan0 dan berusaha untuk memprediksi tentang apa yang akan
terjadi dengan perubahan tersebut.
Perubahan Sosial Budaya
enurut Koentjaraningrat0 bahwa perubahan budaya yang terjadi di masyarakat dapat dibedakan ke daalam
beberapa bentuk-
%. Perubahan yang terjadi secara lambat dan cepat
1. Perubahan yang pengaruhnya kecil dan besar
). Perubahan yang direncanakan dan yang tidak direncanakan
<umber- http-//adingpintar.=iles.wordpress.com/1(%1/()/aspek&sosiobudaya&dan&kesehatan.pd=
&. Penyelidikan 1"ide)iologi
+efinisi
Penyelidikan epidemiologi adalah suatu kegiatan penyelidikan atau surDey yang bertujuan untuk mendapatkan
gambaran terhadap masalah kesehatan atau penyakit secara lebih menyeluruh.
.ujuan dalam Penyelidikan +pidemiologi - endapatkan besaran masalah yang sesunguhnya0 endapatkan
gambaran klinis dari suatu penyakit0 endapatkan gambaran kasus menurut Dariabel +pidemiology0
endapatkan in=ormasi tentang =aktor risiko (lingkungan0 Dektor0 perilaku0 dll) dan etiologi0 Dari ke empat tujuan
di tersebut dapat dianalisis sehingga dapat memberikan suatu penanggulangan atau pencegahan dari penyakit itu.
;al&hal yang penting untuk diketahui- Konsep terjadinya penyakit0 "atural history o= disease0 Dinamika
penularan atau mekanisme penularan0 3spek lingkungan0 3spek administrati= dan manajerial0 'n=ormasi yang
dibutuhkan dalam P+ berbeda untuk setiap penyakit0 3kti=itas / kegiatan P+ secara spesi=ik berbeda untuk tiap
penyakit.
<umber- http-//pianherDian.wordpress.com/1(%(/%%/%1/penyelidikan&epidemiologi&pe/
1. Caku"an Mutu Pelayanan Kesehatan
<istem adalah gabungan dari elemen&elemen (sub sistem) didalam suatu proses atau struktur dan ber=ungsi
sebagai satu kesatuan organisasi. Didalam suatu sistem terdapat elemen&elemen atau bagian&bagian dimana
didalamnya juga membentuk suatu proses didalam suatu kesatuan maka disebut sub sistem (bagian dari sistem).
<elanjutnya sub sistem tersebut juga terjadi suatu proses ber=ungsi sebagai suatu kesatuan sendiri sebagai bagian
dari sub sistem tersebut. Demikian seterusnya dari sistem yang besarnya ini0 misalnya pelayanan kesehatan
sebagai suatu sistem terdiri dari sub sistem pelayanan medik0 pelayanan keperawatan0 pelayanan rawat inap0
rawat jalan dan sebagainya0 dan masing&masing sub sistem terdiri sub&sub sistem lagi.
/
<istem terbentuk dari elemen atau bagian yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi. 3pabila salah satu
bagian atau sub sistem tidak berjalan dengan baik maka akan mempengaruhi bagian yang lain. <ecara garis besar0
elemen&elemen dalam sistem itu adalah sebagai berikut -
%. asukan ('nput) adalah sub&sub elemen yang diperlukan sebagai masukan untuk ber=ungsinya sistem.
1. Proses ialah suatu kegiatan yang ber=ungsi untuk mengubah masukan sehingga menghasilkan sesuatu
(keluaran) yang direncanakan.
). Keluaran (out put) ialah hal yang dihasilkan oleh proses.
#. Dampak (impact) adalah akibat yang dihasilkan oleh keluaran setelah beberapa waktu lamanya.
$. ,mpan balik (=eed back) ialah juga merupakan hasil dari proses yang sekaligus sebagai masukan untuk sistem
tersebut.
4. Lingkungan (enDironment) ialah dunia di luar sistem yang mempengaruhi sistem tersebut.
5ontoh
-
Didalam pelayanan puskesmas yang menjadi input adalah dokter0 perawat0 obat&obatan0 =asilitas lain0 dan
sebagainya. Prosesnya adalah kegiatan pelayanan puskesmas tersebut. Futputnya adalah pasien sembuh / tak
sembuh0 jumlah ibu hamil yang dilayani dan sebagainya. Dampaknya adalah meningkatnya status kesehatan
masyarakat. <edangkan umpan balik pelayanan puskesmas antara lain keluhan&keluhan pasien terhadap
pelayanan sedangkan lingkungan adalah masyarakat dan instansi&instansi diluar puskesmas tersebut.
De=inisi menurut pakar utama dalam manajemen mutu terpadu (total Iuality management) adalah sebagai berikut-
%. enurut 2uran (?. Daniel ;unt0 %**)-)1)0 mutu produk adalah kecocokan penggunaan produk (=itness =or use)
untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan
1. 5rosby (%*9*-$/) menyataan mutu adalah com=ormance to reIuirement0 yaitu sesuai dengan yang disyaratkan
atau di standarkan
). enurut Deming (%*/4-9)0 mutu adalah kesesuaian dengan kebutuhan pasar atau konsumen
eskipun tidak ada de=inisi mutu yang diterima secara uniDersal0 namun dari de=inisi di atas dapat diambil
beberapa elemen sebagai berikut-
%. utu mencakup usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan dalam pelayanan kesehatan
1. utu mencakup produk0 jasa manusia0 proses dan lingkungan
). utu merupakan kondisi yang selalu berubah
Hoseph . 2uran terkenal dengan konsep trilogy mutu dan mengidenti=ikasikannya dalam tiga kegiatan-
%. Perencanaan mutu meliputi- siapa pelanggan0 apa kebutuhannya0 meningkatkan produk sesuai kebutuhan dan
merencanakan proses untuk suatu produksi
1. Pengendalian mutu- mengeDaluasi kinerja untuk mengidenti=ikasi perbedaan antara kinerja aktual dan tujuan
). Peningkatan mutu- membentuk in=rastruktur dan team untuk melaksanakan peningkatan mutu. <etiap kegiatan
dijabarkan dalam langkah&langkah yang semuanya mengacu pada upaya peningkatan mutu
Dimensi mutu pelayanan kesehatan menurut 7obert dan PreDost (%*/9) adalah-
%. Bagi pemakai jasa pelayanan kesehatan
*
utu pelayanan kesehatan lebih terkait pada dimensi ketanggapan petugas dalam memenuhi kebutuhan
pasien0 kelancaran komunikasi antara petugas dengan pasien0 keprihatinan serta keramah&tamahan petugas
dalam melayani pasien atau kesembuhan penyakit yang sedang diderita oleh pasien
1. Bagi penyelenggara pelayanan kesehatan
utu pelayanan kesehatan lebih terkait pada dimensi kesesuaian pelayanan yang diselenggarakan dengan
ilmu dan teknologi kesehatan0 standar dan etika pro=esi dan adanya otonomi pro=esi pada waktu
menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien
). Bagi penyandang dana pelayanan kesehatan
utu pelayanan kesehatan lebih terkait pada dimensi e=isiensi pemakaian sumber dana0 kewajaran
pembiayaan0 atau kemampuan dari pelayanan kesehatan mengurangi kerugian
,ntuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal0 banyak syarat yang harus dipenuhi0 syarat yang dimaksud
mencakup / hal pokok yakni-
%. 3Dailable/tersedia
1. 3ppropriate/wajar
). 5ontinue/berkesinambungan
#. 3cceptable/dapat diterima
$. 3ccesible/dapat dicapai
4. 3==ordable/dapat dijangkau
9. +==icient/e=isien
/. Kuality/bermutu
enurut Parasuraman dkk (%*/$) ada $ dimensi untuk menilai mutu pelayanan kesehatan yaitu-
%. Kehandalan (Reliability)
Haitu kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat dan
terpercaya0 kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan yang berarti ketepatan waktu0 pelayanan yang
sama untuk semua pelanggan tanpa kesalahan0 sikap simpati dan dengan akurasi yang tinggi0 memberikan
in=ormasi yang akurat0 sehingga ketrampilan0 kemampuan dan penampilan dalam menyelesaikan pekerjaan
yang diberikan sesuai dengan apa yang ditetapkan sehingga menimbulkan rasa percaya pasien terhadap
pelayanan yang diberikan
1. +mpati (Emphaty)
eliputi kemudahan dalam melakukan hubungan komunikasi yang baik0 perhatian pribadi dan memahami
kebutuhan para pasien. Disamping itu empati dapat diartikan sebagai harapan pasien yang dinilai
berdasarkan kemampuan petugas dalam memahami dan menempatkan diri pada keadaan yang dihadapi atau
dialami pasien.
+mpati yakni peduli0 memberi perhatian pribadi dengan pasien atau dengan kata lain kemampuan untuk
merasakan dengan tepat perasaan orang lain dan tuk mengkomunikasikan pengertian ini kepada orang
tersebut
<ikap petugas yang sabar dan telaten dalam menghadapi pasien cukup memberikan harapan yang baik kepada
pasien0 disamping itu petugas memiliki rasa hormat0 bersahabat0 memahami keadaan yang dialami pasien
dengan baik merupakan harapan para pasien
). Berwujud (Tangibles)
Kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal0 dimana penampilan
dan kemampuan sarana dan prasarana =isik perusahaan dan keadaan lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata
pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa yaitu meliputi =asilitas =isik (gedung)0 perlengkapan dan
peralatan yang digunakan (teknologi)0 dan penampilan pegawai serta media komunikasi
#. Ketanggapan (Responsiveness)
Haitu suatu kemampuan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang tepat pada pasien0 dengan
menyampaikan in=ormasi yang jelas0 jangan membiarkan pasien menunggu tanpa adanya suatu alasan yang
jelas menyebabkan persepsi yang negati= dalam kualitas pelayanan
$. 2aninan Kepastian (assurance)
%(
Haitu mencakup pengetahuan0 kesopanan dan si=at dapat dipercaya yang dimiliki petugas kesehatan0 bebas
dari bahaya0 resiko atau keragu&raguan. 3suransi diartikan sebagai salah satu kegiatan menjaga kepastian
<umber- http-//digilib.ump.ac.id/=iles/disk%/%/jhptump&a&wilisdwipa&*&%&konsepd&n.pd=
I)unisasi- kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu
.ujuan program imunisasi - enurunkan angka kesakitan dan kematian yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Pada saat ini penyakitnya misalnya disentri0tetanus0 batuk rejan(pertusis)0campak0 polio dan tuberculosis.
.ujuan Khusus
%. .ercapainya target ,niDersal 5hild 'mmuni>ation yaitu cakupan imunisasi lengkap minimal /(8 secara
merata pada bayi di %((8 desa/kelurahan pada tahun 1(%(.
1. .ercapainya +liminasi .etanus aternal dan "eonatal (insiden dibawah % per %.((( kelahiran hidup
dalam satu tahun) pada tahun 1(($.
). .ercapainya pemutusan rantai penularan Poliomyelitis pada tahun 1((#&1(($0 serta serti=ikasi bebas polio
pada tahun 1((/.
#. .ercapainya 7eduksi campak (7+53) pada tahun 1(($.
<asaran-
Bayi dibawah umur % tahun ((&%% bulan)
'bu hamil ( awal kehamilan &/ bulan)
Aanita usia subur (calon mempelai wanita)
3nak sekolah dasar kelas ' dan ?'
2adwal pemberian imunisasi -
Pemberian Daksin bisa melalui injeksi0 misalnya Daksin B5B0 DP.0 D.0 ..0 5ampak dan ;epatitis B.
<edangkan yang diberikan secara oral yaitu Daksin polio
%. B5B - % L (bayi (&%% bulan)
1. DP. - ) L ( bayi 1&%% bulan) selang # minggu
). Polio - ) L ( bayi 1&%% bulan) selang # minggu
#. 5ampak - %L ( anak *&%% bulan)
$. .. '; -
a. % @ ( BFF<.+7) bila ibu hamil pernah menerima .. 1 L pada waktu calon pengantin atau pada
kehamilan sebelumnya)
b. 1 L (selang # minggu) bila ibu hamil belum pernah diDaksinasi .. selama kehamilan. Bila pada
waktu kontak berikutnya (saat pemberian ..1 tetap) diberikan dengan maksud untuk memberikan
perlindungan pada kehamilan berikutnya
4. D. - 1@ ( selang # minggu) anak kelas % sampai wanita
9. .. - 1@ ( # minggu ) anak kelas 4 <D sampai wanita
/. .. calon pengantin wanita - 1 L ( selang # minggu) sebelum akad nikah
%%
Persiapan alat- <puit lengkap0 alat sterilisator0 kapas air hangat.
Persiapan ?aksin- ?aksin yang sesuai dengan sasaran dimasukkan dalam termos es ( Daksin carier ).
Persiapan sasaran- Pemberitahuan kepada orang tua bayi ( sasaran ) tempat penyuntikan dan e=ek sampingnya.
Pemberian 'munisasi-
Pengambilan Daksin sesuai dengan dosisnya.
Desin=eksi pada tempat yang akan disuntik.
Pemberian 'munisasi sesuai dengan jenis Daksin sebagai berikut -
B5B - 'ntra cutan0 dosis (0($ cc.
Polio - .etes mulut0 dosis 1 tetes.
DP.0 ;B0 5ampak - <ubcutan0 dosis (0$ cc.
Pemberian obat antipiretik untuk imunisasi DP.0 dijelaskan cara dan dosis pemberian.emberikan 'n=ormasi
kepada orang tua bayi mengenai jadwal imunisasi berikutnya. Pencatatan / pelaporan - 'munisasi yang
diberikan dicatat dalam buku catatan imunisasi dan Buku K'3 / K<.
+asar7dasar Pro)osi Kesehatan
Promosi kesehatan adalah proses pemberdayaan masyarakat untuk dapat memelihara dan meningkatkan
derajat kesehatannya. Dengan promosi kesehatan diharapkan masyarakat mampu mengendalikan determinan
kesehatan. Partisipasi merupakan sesuatu yang penting dalam upaya promosi kesehatan.
Promosi kesehatan mempunyai ) strategi dasar0 yaitu-
%. -dvokasi kesehatan untuk menciptakan kondisi ideal untuk sehat. erupakan perpaduan antara aksi indiDidu
dan sosial yang dirancang untuk mendapatkan komitmen politik0 dukungan kebijakan0 penerimaan sosial0 dan
dukungan sistem untuk tujuan kesehatan atau program kesehatan
1. Pe)berdayaan )asyarakat0 untuk mencapai derajat kesehatan optimal. erupakan proses yang
mengantarkan masyarakat dalam mendapatkan kemampuan mengendalikan keputusan dan tindakannya
dalam kesehatan
). Mediator bagi berbagai kepentingan dalam masyarakat di bidang kesehatan. erupakan proses rekonsiliasi
berbagai kepentingan (personal0 sosial0 ekonomi) dari indiDidu dan komunitas0 dan berbagai sektor (publik
dan pribadi) dalam peningkatan dan perlindungan kesehatan
<trategi dasar ini didukung oleh $ kegiatan0 yaitu-
%. embangun kebijakan publik yang berwawasan sehat
<trategi ini mempunyai karakteristik berupa kebijakan yang berpihak terhadap kesehatan dan kesetaraan
dalam semua area kebijakan0 dan terukur dampak terhadap kesehatan. <trategi mempunyai tujuan membuat
lingkungan yang mendukung setiap manusia untuk hidup sehat. Kebijakan harus membuat pilihan untuk
sehat menjadi mungkin dan lebih mudah bagi setiap warga negara. Kebijakan publik dalam sektor kesehatan0
harus didukung dengan komitmen setiap kebijakan publik untuk memperhitungkan dampak terhadap
kesehatan. 'mplikasi kesehatan dari kebijakan publik seperti kebijakan tentang perumahan0 lapangan
pekerjaan0 persamaan hak0 transportasi dan hiburan. <ebagai contoh kebijakan transportasi yang baik akan
mengurangi kepadatan lalin jalan0 mengurangi polusi udara dan suara0 mengurangi pemakaian bahan bakar
karbon dan mengurangi tekanan psikologis pengguna jalan.
1. embuat lingkungan yang mendukung untuk sehat
Lingkungan harus melindungi manusia dari ancaman bagi kesehatannya. Lingkungan juga harus mendukung
manusia untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan kepercayaan diri dalam kesehatan. ;al ini
meliputi tempat tinggal0 komunitas lokal0 rumah0 tempat bekerja0 =asilitas umum0 termasuk akses pada
sumber daya kesehatan dan peluang untuk pemberdayaan
). eningkatkan partisipasi masyarakat dalam kesehatan
%1
Partisipasi dapat dilakukan dengan menghimpun sumber daya yang ada dalam masyarakat yang dapat
dijadikan modal untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengendalikan determinan kesehatan.
<ehingga masyarakat dapat membuat langkah&langkah dalam meningkatkan derajat kesehatan yang
didasarkan pada penentuan prioritas masalah0 pembuatan keputusa0 perencanaan dan penerapan
%. engembangkan ketraampilan anggota masyarakat
7eorientasi dilakukan pada organisasi pelayanan kesehatan dan pembiayaan kesehatan. <istem pelayanan
kesehatan yang mem=okuskan pada kebutuhan indiDidu0 harus diseimbangkan dengan kebutuhan populasi.
<trategi ini melibatkan pro=esi kesehatan0 institusi pelayanan kesehatan dan pemerintah. ;al ini berarti harus
ada keseimbangan antara upaya promosi kesehatan0 pencegahan penyakit0 diagnosis0 pengobatan0 perawatan
dan pelayanan rehabilitasi
Pendekatan komprehensi= dalam pembangunan kesehatan adalah langkah paling e=ekti= dalam
mengkombinasikan ) strategi dasar dan $ program prioritas. Partisipasi masyarakat berarti masyarakat menjadi
pusat kegiatan promosi kesehatan dan proses pengambilan keputusan. Partisipasi dan pemberdayaan masyarakat
dapat dicapai dengan kemudahan mengakses pendidikan dan in=ormasi.
Program promosi kesehatan yang menjadi prioritas di abad LL' adalah-
%. endorong kepedulian masyarakat pada kesehatan
1. eningkatkan inDestasi untuk pembangunan kesehatan
). emperluas kemitraan dalam promosi kesehatan
#. eningkatkan kemampuan komunitas dan kekuatan indiDidu
$. emelihara in=rastruktur dalam promosi kesehatan
<umber-
http-//medicine.uii.ac.id/upload/klinik/elearning/ikm/perilaku&dan&promosi&kesehatan&=kuii&lg.pd=
3nonim. 1(((. ;ealth promotion. http-www.who.int/health&promotion
Departmen Kesehatan 7'. %**9. Deklarasi 2akarta .entang Promosi Kesehatan pada 3bad 1%. 2akarta- PPK
D+PK+< 7'
2. Siste) 8u,ukan
<istem 7ujukan Pelayan Kesehatan (P+7+"K+< ((%/1(%1)
%. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan
1. engatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab
). .imbal balik
#. ;ori>ontal maupun Dertical
#ingkatan "elayanan kesehatan:
%. .ingkat pertama
a. Puskesmas0 7< Pratama0 Klinik
b. Praktek perorangan
1. .ingkat kedua
a. Pelayanan kesehatan spesialistik
b. Dengan pengetahuan dan teknologi kesehatan spesialistik
). .ingkat ketiga
a. Pelayanan kesehatan sub spesialitsik
b. Pengetahuan dan teknologi sub spesialistik
<istem rujukan dilaksanakan secara berjenjang0 mulai dari pelayanan kesehatan tingkat pertama. Pelayanan
kesehatan tingkat dua atau tiga hanya dapat diberikan atas tujukan pelayanan kesehatan tingkat satu atau dua.
Bidan dan perawat hanya dapat melakukan rujukan ke dokter dan atau dokter gigi pemberi pelayanan kesehatan
tingkat pertama. Dikecualikan dari pelayanan kesehatan secara berjenjang. Kecuali pada keadaan gawat darurat
seperti bencana0 kekhususan permasalahan kesehatan pasien dan pertimbangan geogra=is.
Bagi peserta jaminan/asuransi sosial- diwajibkan mengikuti sistem rujukan
%)
Bagi peserta asuransi komersial- sesuai dengan ketentuan dalam polis asuransi
Bagi yang bukan peserta jaminan/asuransi- dapat mengikuti sistem rujukan
Dalam rangka meningkatkan aksesibilitas0 pemerataan dan peningkatan e=ekti=itas pelayanan kesehatan0 rujukan
dilakukan ke =asilitas pelayanan terdekat yang memiliku kemampuan pelayanan sesuai kebutuhan pasien.
.ata cara rujukan-
%. 7ujukan Dertikal- rujukan dan komunikasi antara satu unit ke unit yang lebih lengkap0 misalnya dari rumah
sakit proDinsi atau rumah sakit tipe 5 ke rumah sakit tipe B yang lebih spesialistis =asilitas dan personalianya
1. 7ujukan hori>ontal- konsultasi dan komunikasi antar unit yang ada dalam satu rumah sakit0 misalnya bagian
penyakit kandungan dengan bagian interna
acam&macam rujukan
enurut jenis0 dapat dibedakan menjadi 1 yaitu-
%. 7ujukan medik
a. 7ujukan pasien
b. 7ujukan ilmu pengetahuan
c. 7ujukan bahan pemeriksaan laboratorium
1. 7ujukan kesehatan
a. 7ujukan tenaga
b. 7ujukan sarana
c. 7ujukan operasional
enurut model rujukan-
%. 7ujukan dini berencana
1. 7ujukan tepat waktu
.ujuan rujukan-
,mum- dihasilkannya pemerataan pelayanan kesehatan0 upaya yang optimal untuk mengatasi masalah kesehatan
yang berdaya guna dan berhasil guna
Khusus-
%. Dihasilkannya pelayanan kesehatan klinik yang bersi=at kurati= dan rehabilitati=
1. Dihasilkannya pelayanan kesehatan masyarakat yang bersi=at preDenti= dan promoti=
%#
<umber- http-//midwi=escience.wordpress.com/1(%1/%(/%$/sistem&rujukan/
<'<.+ 7,2,K3"
Bagian Kesatu
,mum
Pasal )
<istem 7ujukan pelayanan kesehatan merupakan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang mengatur
perlimpahan tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan secara timbal balik Dertikal maupun hori>ontal
Pasal #
%. Pelayanan kesehatan dilaksanakan secara berjenjang0 sesuai kebutuhan medis dimulai dari pelayanan
kesehatan tingkat pertama
1. Pelayanan kesehatan tingkat kedua hanya dapat diberikan atas rujukan dari pelayanan kesehatan tingkat
pertama
). Pelayanan kesehatan tingkat ketiga hanya dapat diberikan atas rujukan dari pelayanan kesehatan tingkat kedua
atau tingkat pertama
#. Bidan dan perawat hanya dapat melakukan rujukan ke dokter dan/atau dokter gigi pemberi pelayanan
kesehatan tingkat pertama
$. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (%)0 ayat (1)0 ayat ())0 dan ayat (#) dikecualikan pada keadaan
pasien0 dan pertimbangan geogra=is
Pasal $
%. <istem rujukan diwajibkan bagi pasien yang merupakan peserta jaminan kesehatan atau asuransi kesehatan
sosial dan pemberi pelayanan kesehatan
1. Pesert asuransi kesehatan komersial mengikuti aturan yang berlaku sesuai dengan ketentuan dalam polis
asuransi dengan tetap mengikuti pelayanan kesehatan yang berjenjang
). <etiap orang yang bukan peserta jaminan kesehatan atau asuransi kesehatan sosial0 sebagaimana dimaksud
pada ayat (%) dapat mengikuti sistem rujukan
Bagian Kedua
.ata 5ara 7ujukan
Paragra= Kesatu
,mum
Pasal 9
%. 7ujukan dapat dilakukan secara Dertikal dan hori>ontal
1. 7ujukan Dertikal sebagaimana dimaksud pada ayat (%) merupakan rujukan antar pelayanan kesehatan yang
berbeda tingkatan
). 7ujukan hori>ontal sebagaimana dimaksud pada ayat (%) merupakan rujukan antar pelayanan kesehatan dalam
satu tingkatan
#. 7ujukan Dertikal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dari tingkatan pelayanan yang lebih
rendah ke tingkatan yang lebih tinggi atau sebaliknya
Pasal /
7ujukan hori>ontal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat ()) dilakukan apabila perujuk tidak dapat
memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan pasien karena keterbatasan =asilitas0 peralatan
dan/atau ketenagaan yang si=atnya sementara atau menetap
Pasal *
7ujukan Dertikal dari tingkatan pelayanan yang lebih rendah ke tingkatan pelayanan yang lebih tinggi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (#) dilakukan apabila-
a. Pasien membutuhkan pelayanan kesehatan spesialistik atau sub spesialistik
b. Perujuk tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan pasien karena keterbatasan
=asilitas0 peralatan dan/atau ketenagaan
%$
Pasal %(
7ujukan Dertikal dari tingkatan pelayanan yang lebih tinggi ke tingkatan pelayanan yang lebih rendah
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (#) dilakukan apabila-
a. Permasalahan kesehatan pasien dapat ditangani oleh tingkatan pelayanan kesehatan yang lebih rendah sesuai
dengan kompetensi dan kewenangannya
b. Kompetensi dan kewenangan pelayanan tingkat pertama atau kedua lebih baik dalam menangani pasien
tersebut
c. Pasien membutuhkan pelayanan lanjutan yang dapat ditangani oleh tingkatan pelayanan kesehatan yang lebih
rendah dan untuk alasan kemudahan0 e=isiensi dan pelayanan jangka panjangC dan/atau
d. Perujuk tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan pasien karena keterbatasan
sarana0 prasarana0 peralatan dan/atau ketenagaan
Pasal %%
%. <etiap pemberi pelayanan kesehatan berkewajiban merujuk pasien bila keadaan penyakit atau permasalahan
kesehatan memerlukannya0 kecuali dengan alasan yang sah dan mendapat persetujuan pasien atau
keluarganya
1. 3lasan yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (%) adalah pasien tidak dapat ditransportasikan atas alasan
medis0 sumber daya0 atau geogra=is
Pasal %1
%. 7ujukan harus mendapatkan persetujuan dari pasien dan/atau keluarganya
1. Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (%) diberikan setelah pasien dan/atau keluarganya mendapatkan
penjelasan dari tenaga kesehatan yang berwenang
). Penjelasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang&kurangnya meliputi-
a. Diagnosis dan terapi dan/atau tindakan medis yang diperlukan
b. 3lasan dan tujuan dilakukan rujukan
c. 7isiko yang dapat timbul apabila rujukan tidak dilakukan
d. .ransportasi rujukanC dan
e. 7isiko atau penyulit yang dapat timbul selama dalam perjalanan
Pasal %)
Perujuk sebelum melakukan rujukan harus-
a. elakukan pertolongan pertama dan/atau tindakan stabilisasi kondisi pasien sesuai indikasi medis serta sesuai
dengan kemampuan untuk tujuan keselamatan pasien selama pelaksanaan rujukan
b. elakukan komunikasi dengan penerima rujukan dan memastikan bahwa penerima rujukan dapat menerima
pasien dalam hal keadaan pasien gawat daruratC dan
c. embuat surat pengantar rujukan untuk disampaikan kepada penerima rujukan
Pasal %#
Dalam komunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal %) huru= b0 penerima rujukan berkewajiban-
a. engin=ormasikan mengenai ketersediaan sarana dan prasarana serta kompetensi dan ketersediaan tenaga
kesehatanC dan
b. emberikan pertimbangan medis atas kondisi pasien
Pasal %$
<urat pengantar rujukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal %) huru= c sekurang&kurangnya memuat-
a. 'dentitas pasien
b. ;asil pemeriksaan (anamnesis0 pemeriksaan =isik dan pemeriksaan penunjang) yang telah dilakukan
c. Diagnosis kerja
d. .erapi dan/atau tindakan yang telah diberikan
e. .ujuan rujukanC dan
%4
=. "ama dan tanda tangan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan
Pasal %4
%. .ransportasi untuk rujukan dilakukan sesuai dengan kondisi pasien dan ketersediaan sarana transportasi
1. Pasien yang memerlukan asuhan medis terus menerus harus dirujuk dengan ambulans dan didampingi oleh
tenaga kesehatan yang kompeten
). Dalam hal tidak tersedia ambulans pada =asilitas pelayanan kesehatan perujuk0 rujukan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1)0 dapat dilakukan dengan menggunakan alat transportasi lain yang layak
Pasal %9
%. 7ujukan dianggap telah terjadi apabila pasien telah diterima oleh penerima rujukan
1. Penerima rujukan bertanggung jawab untuk melakukan pelayanan kesehatan lanjutan sejak menerima rujukan
). Penerima rujukan wajib memberikan in=ormasi kepada perujuk mengenai perkembangan keadaan pasien
setelah selesai memberikan pelayanan
<umber- Peraturan enteri Kesehatan 7' "omor ((% .ahun 1(%1 .entang <istem 7ujukan Pelayanan Kesehatan
Perorangan (http-//www.hukor.depkes.go.id/upJprodJpermenkes/PK81("o.81(((%81(ttg81(<istem
81(7ujukan81(Pelayanan81(Kesehatan81(Perorangan.pd=)
3. #u,uan Syariat Isla) dan Men,aga Kesehatan +ala) Pandangan Isla)
#u,uan $Ma9asid% Syariat Isla)
enurut Pro=. 3bdul wahab Khala=0 tujuan syariat 'slam secara global adalah untuk mewujudkan keselamatan umat
dengan menjamin berbagai kebutuhan hidupnya baik kebutuhan primer (daruriyah)0 kebutuhan sekunder (hajiyah)0
maupun kebutuhan pelengkap (tahsiniyah).
.ujuan syariat 'slam dalam memelihara kebutuhan primer manusia-
1. Me)elihara aga) $Hifdzu Dhin%
Aajib bagi manusia untuk melaksanakan $ hukum =undamental (rukun 'slam)-
a. Bersaksi tiada .uhan selain 3llah dan "abi uhammad utusan 3llah
b. elaksanakan shalat wajib lima waktu
c. enunaikan >akat bagi yang mampu
d. elaksanakan ibadah puasa pada bulan 7amadhan
e. elaksanakan ibadah haji bagi mempunyai kemampuan
2. Me)elihara ,i5a $Hifdzu Nafsi%
Dalam rangka memelihara jiwa dan menjamin kelangsungan hidup manusia0 'slam mewajibkan manusia agar
berusaha untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup manusia0 seperti-
akanan
Pakaian
.empat tinggal
Dan untuk melindungi jiwa dari tindakan semena&mena orang lain0 'slam mensyariatkan hukum-
Qisas (hukum setimpal)
iyat (denda)
!ifarat (tebusan)
&. Me)elihara akal $Hifdzu Aqli%
Dalam rangka akal syariat 'slam mengharamkan mengkonsumsi makanan atau minuman yang bere=ek pada
pengrusakan akan atau bentuk lain yang bisa membahayakan =ungsi akal secara sehat0 seperti-
akanan atau minuman yang memabukkan seperti miras
Perbuatan yang mengganggu =ungsi akal sehat seperti judi
0. Me)elihara kehor)atan $Hifdzu Irdi%
%9
;arga diri dan kehormatan tidak boleh dilecehkan apalagi dihina oleh orang lain. ,ntuk menjaga kehormatan
manusia0 syariat 'slam memberlakukan hukuman "ad (dera) bagi pelaku per>inaan dan orang yang menuduh
orang lain berbuat >ina0 tanpa ada bukti dan sanksi
2. Me)elihara harta $Hifdzu Mal%
,ntuk mendapatkan harta dengan cara yang halal dan baik0 syariat 'slam mewajibkan berusaha mencari ri>ki
dengan cara mubadalah (barter)0 ti#arah (perdagangan)0 dan mudarabah (usaha bagi hasil). <edangkan untuk
melindungi hak kepemilikan harta seseorang0 syariat 'slam mengharamkan-
Pencurian
Perampokan
Pembegalan
Dan perbuatan lain yang dapat menghilangkan0 merusak atau keselamatan harta orang lain
<umber- http-//maasshiddiIiyahkrw.=iles.wordpress.com/1(%1/%%/%&1&tujuan&syariat&islam.pd=
Men,aga kesehatan dala) Pandangan Isla)
menjaga kesehatan kesehatan jasmani dan rohani dari berbagai macam penyakit merupakan bagian dari misi
(risalah) ajaran islam0 dan merupakan bagian pelaksanaan syariat islam. 7asulullah sendiri menganjurkan
orang&orang islam untuk senang berdoa meminta kesehatan jasmani dan rohani kepada 3llah <A.0
sebagaimana yang terdapat dalam salah satu hadistnya- MHa 3llah0 sesungguhnya aku mohon pengampunan
dan kesehatan (lahir&batin) di dunia dan diakhiratN (;7.'bnu ajah).
7asulullah juga mengajak umatnya untuk dapat mencapai tingkatan orang mukmin yang kuat dan sehat0
sebagaimana disebutkan dalam sabdanya- MFrang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai 3llah
daripada ukmin yang lemah.N(;7 uslim0 'bnu ajah dan 3hmad). 'slam menganjurkan kepada ,matnya
untuk menjaga hak atas tubuhnya0 misalnya dengan cara mengonsumsi makanan halal0 menjaga kebersihan0
dan berobat saat sakit. <abda "abi <3A- M<esungguhnya tubuhmu mempunyai hak yang wajib kamu penuhi
haknya.N (;7. 3l Bukhari0 uslim0 3n&"asaOi)
'slam juga menganjurkan umatnya untuk berobat dan mendatangi dokter spesialis. ;al ini tercermin dari
nasihat 7asulullah kepada <aOad bin 3bi AaIash ketika ia menderita sakit pada hatinya untuk mendatangkan
seorang dokter 3rab0 yaitu 3l&;arist bin Kaldah. "abi kemudian berkata kepada <aOad bin 3bi AaIash-
M<esungguhnya engkau terkena penyakit hepatitis (sakit dihatinya)0 maka datangkanlah 3l&;arist bin Kaldah0
saudara bani .saIi=0 karena dia sesungguh seorang dokter yang pandai mengobati.N(;7.3bu Daud). Berikut
ini terdapat beberapa prinsip dasar menjagakesehatan dalam pandangan islam0 diantaranya-
%. 'slam memerhatikan upaya&upaya menjaga kesehatan secara preDenti= (yaitu menjaga kesehatan sebelum
sakit)0 bahkan halitu dipandang lebih utama bagi keselamatan manusia0 misalnya dengan mempersiapkan
makanan yang higienis0 baik dan halal0 menjauhi sesuatu yang menyebabkan penyakit pada alat
pencernaan0 menghidari makan terlalu kenyang.
1. 3njuran untuk segera mengobati penyakit hati (dalam pengertian jiwa atau mental)0 seperti stress0 sedih0
suka marah serta gangguan emosional lain yang sekarang sering dikenal dengan istilah menjaga
kesehatan mental (ash&shahihatu an&na=siyyah). Karena penyakit mental seperti itu sangat besar
pengaruhnya dengan penyakit badan yang sekarang dikenal dengan psikomatis
). enjaga kebersihan lingkungan dan memeliharanya dari berbagai penyakit0 sebagaimana sabda nabi
<3A0N bersihkanlah halaman kalian dan janganlah mnyerupai yahudi.N (;7. 3l&Bukhari)
#. Perhatian islam terhadap kesehatan indiDidu0 sebagaimana sabda nabi <3A0 Msesungguhnya tubuhmu
mempunyai hak dan kedua matamu juga mempunyai hak yang harus kamu penuhi.N(;7.Bukhari dan
uslim).
$. Perintah dan anjuran untuk berobat0 sebagaimana sabda "3bi <3A0 MBeribatlah kalian0 sesungguhnya
3llah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan obatnyaN (;7. 3l Bukhari dan 'bnu ajah)
<umber- http-//lib.uin&malang.ac.id/thesis/chapterJii/(4$$((11&ilmiati.ps
%/