Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA TERAPAN

VISKOSITAS

Dosen Pembimbing : Dra. Mentik Hulupi,M.Si


Nama : Yohanes Windu W
NIM : 04201021
Kelas : 1 MA
Partner :
 Alan S (04201022)
 Aulya R (04201023)
 Deden Rahayu (04201024)

POLBAN

Praktikum : 14 Desember 2004


Penyerahan : 04 Januari 2005

JURUSAN TEKNIK MESIN


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2004

I. Tujuan
1. Dapat mengukur viskositas suatu zat cair dengan menggunakan air sebagai
pembanding dan pengaruhnya terhadap temperatur.
2. Dapat menggunakan Viscometer Ostwald dengan baik dan benar sesuai dengan
prosedur.
3. Dapat menggunakan viscotester VT-04E dengan baik dan benar sesuai dengan
prosedur.

II. Dasar Teori


Viskositas adalah suatu cara untuk menyatakan berapa daya tahan dari aliran yang
diberikan oleh suatu cairan. Kebanyakan viscometer mengukur suatu kecepatan dari
suatu cairan mengalir melalui pipa gelas (gelas kapiler), bila cairan itu mengalir
cepat, maka berti viskositas dari cairan itu rendah (misalnya air). Dan cairan itu
mengalir lambat, maka cairan itu viskositasnya tinggi (misalnya madu). Viskositas
dapat diukur dengan mengukur laju aliran cairan yang melalui tabung berbentuk
silinder. Cara ini merupakan salah satu cara yang paling mudah dan dapat digunakan
baik untuk cairan maupun gas. Menurut hukum Poiseuille, jumlah volume cairan yang
mengalir melalui pipa per satuan waktu dirumuskan dengan persamaan:
v
t
 P R4
8  L

=
 : Viskositas cairan
V : volume total cairan
t : waktu yang diperlikan cairan dengan V mengalir melalui alat
P : tekanan pada cairan
R : jari-jari tabung
L : panjang pipa

Persamaan berlaku juga untuk gas dan juga pada cairan. Ada beberapa viscometer
yang sering digunakan untuk menentukan viskositas suatu larutan, yaitu:
1. viscometer Ostwald : untuk menentukan laju aliran kuat kapiler.
2. viscometer Hoppler : laju bola dalam cairan.
3. gaya yang diperlukan untuk memutar satu dari silinder yang konsentris pada
kecepatan sudut tertentu.

Pada viscometer Ostwald yang diukur adalah waktu yang dibutuhkan oleh sejumlah
cairan tertentu untuk mengalir melalui pipa kapiler dengan gaya yang disebabkan
oleh berat cairan itu sendiri.

Didalam percobaan diukur waktu aliran untuk volume (antara tanda a dan b) melalui
pipa kapiler yang vertical. Jumlah tekanan (P) dalam hukum Poiseuille adalah
perbedaan tekanan kedua permukaan cairan dan berbanding lurus dengan berat jenis
cairan ( ). Dalam praktek R dan L sukar secara teliti dalam persamaan Poiseuille.
Karenanya viskositas cairan ditetapkan dengan cara membandingkannya dengan cairan
yang mempunyai viskositas tertentu, misalnya air.

Persamaan yang digunakan :


 R4 ( Pt)
8 V L

 =

sehingga :
1
2
 R4 ( Pt)
8 V L
8 V L
 R4 ( Pt)2

= x

1 t1
2 t2

1
2
1 t1
2 t2

= =
Keterangan :
P :  x konstanta 
: berat jenis (gram/ml)
 : viskositas (centipoises / cp)
t : waktu (detik)

Bagian-bagian Alat Viscotester VT-04E dan fungsinya

Alat ukur Viscotester (VT) ada 2 jenis yaitu Viscotester untuk pengukuran
viskositas rendah (VT-03E) dan untuk pengukuran viskositas tinggi (VT-04E).
Alat Viscotester VT-04E ini terdiri dari :
1. Main unit : Bagian alat ukur utama yang memiliki bagian penunjuk skala
harga viskositas.
2. AC Adaptor : Komponen alat yang mengatur sumber arus listrik AC.
3. Rotor : Kompnen alat yang mengukur sample.
VT-04E menggunakan tiga jenis rotor yaitu :
Rotor no3 untuk pengukuran dengan harga viskositas 0,3 dPa.s sampai 13 dPa.s
Rotor no1 untuk pengukuran dengan harga viskositas 3 dPa.s sampai 150 dPa.s
Rotor no2 untuk pengukuran dengan harga viskositas100 dPa.s sampai 3000 dPa.s
4. Cup/ Beaker : Bejana untuk menampung sample.
5. Baterai : Sumber arus pengganti arus AC.
6. Rotor Extension : Batang pengaduk tambahan apabila diperlukan.
7. Klemp/Standart : Komponen untuk menyangga Main Unit pada saat pengukuran.

Rotor no 1 dan 2 untuk mengukur viskositas dengan menggunakan Beaker jenis JIS 300
mL yang menampung cairan sample sekitar 350 mL, jika digunakan Beaker yang lain
akan terjadi perbedaan daya tahan viskositas yang berbeda terhadap rotor sehingga
hasil pengukuran berbeda. Jika terpaksa harus menggunakan Beaker yang lain maka
pastikan Beaker tersebut lebih besar dari Beaker JIS 300 mL dan dalam hal ini
hasil pengukuran yang diperoleh akan lebih rendah 5%.
Jika harga viskositas sample belum diketahui, pengukuran menggunakan rotor
disesuaikan dengan prosedur berikut : Rotor No.2, Rotor No.1 kemudian baru Rotor
No.3.

Persiapan
• Jika menggunakan sumber arus AC, masukkan kabel adaptor de sumber arus DC
pada Main Unit, kemudian hubungkan ke sumber arus AC.
• Jika menggunakan baterai,pakailah jenis yang sesuai yaitu IEC R6P (size AA).
Selama pengukuran jarum penunjuk Voltage harus berada pada area hijau. Jika
voltage keluar dari area hijau maka gantilah keempat baterai tersebut dengan yang
baru. Baterai ini cukup bertahan untuk sekitar 170 pengukuran selama 180 detik
dengan interval 10 menit untuk sample cairan dengan harga viskositas 300 dPa.s.
• Pengkalibrasian skala VT-04E dengan cairan standar minyak silicon telah
dilakukan dengan satuan untuk VT-04E yaitu desipaskal-detik (dPas.s).

III. Alat dan Bahan yang Diperlukan


• Alat :
No Nama Alat Ukuran Jumlah Merek
1 Viscometer Ostwald - 1buah -
2 Termometer 100oC 2 buah Yenaco
3 Piknometer - 1 buah -
4 Gelas kimia 250 ml 1 buah -
5 Stopwatch - 1 buah Diamond
6 Hotplate - 1 buah Thermoline
7 Pipet/bola isap - 1 buah -
8 Neraca analitik digital - 1 buah -
9 Termostat - 1 buah -
10 Viscotester VT-04E - Seperangkat -
11 Botol semprot - 1 buah -
12 Gelas ukur 250ml(2buah) dan 15 ml(1 buah) 3 buah Scott/Duran

• Bahan :
No Nama Bahan Merek Keterangan
1 Alkohol - Tergantung pemakaian pada percobaan
2 Aquadest - sda
3 Aseton - sda
4 Oli Sae 140 Penzoil sda
5 Oli Sae 20 W – 50 Mesran sda

IV. Flow Chart


Penentuan Viskositas menggunakan pignometer :
1. Bilas pignometer dan tutupnya berturut-turut dengan alcohol dan aseton
kemudian keringkan.
2. Timbang pignometer kosong dan tutupnya.

Piknometer kosong beserta tutupnya.


0,485 gram

3. Masukkan sample sampai penuh kemudian tutup, isi piknometer harus terisi
penuh oleh sample dan tidak ada gelembung udara.
4. Timbang piknometer + sample, caranya adalah dengan menimbang piknometer yang
telah diisi penuh dengan cairan sample, kemudian catat masannya.
No Sample(+piknometer) Massa
1 Aquadest 74,56
2 Alcohol 64,85
3 Aseton 64,09

5. Hitung massa jenis sample dengan cara :

ρsampel = msampel = misi - mpignometer


v 50 mL

Maka akan diperoleh :


No Sample ρ sample
1 Aquadest 49,49
2 Alcohol 39,78
3 Aseton 39,01

Penentuan t laju cairan masing-masing sample.


1. Simpan viscometer Ostwald dalam termostat. Viscometer dijepit dengan klem
pada staif.
2. Masukkan sample ke dalam viscometer, kemudian isap aquadest dengan pipet
filler (bola hisap) melalui pipa kapiler sampai melewati garis a.

3. Biarkan cairan sample mengalir, pada saat permukaan aquadest tepat sjajar
dengan garis a hidupkan stopwatch. Catat waktu yang diperlukan untuk mencapai
garis b, ulangi hingga 2x.
4. Keluarkan aquadest dan bilas dengan alcohol dan keringkan, kemudian kerjakan
langkah 2-3 untuk fluida yang lain.
5. Lakukan kegiatan 1 sampai 4 pada masing-masing sample, sehingga akan
diperoleh :
No Nama sample t1 t2 t rata-rata
1 Aquadest 154 s 154s 154s
2 Alcohol 178s 168s 173s
3 Aseton 59s 70s 74s
6. Selanjutnya hitung nilai viskositas masing-masing sample dari data-data yang
telah diperoleh dengan menggunakan rumus :
ηsampel = ρsampel ¬x tlajucairan

Sehingga akan dapat diperoleh :


ηair = 2,29 gr.cm/mL
ηalkohol = 1,99 gr.cm/mL
ηaseton = 0,81 gr.cm/mL

Penentuan Viskositas menggunakan Viscotester VT-04E :


Pengukuran
1. Peganglah viscotester dan pasangkan pada klemp. Gunakan sekrup dibawah klemp
untuk membuat posisi Main Unit Horizontal, untuk mengeceknya dengan melihat posisi
Water Pas (gelembung air pada display). Posisi Water Pas berada di tengah
menunjukkan posisi Main Unit sudah horizontal.
2. Masukan sample ke dalam Beaker hingga permukaan cairan tepat pada penunjuk
batas sample pada rotor kemudian ukur suhunya.
3. Tempelkan rotor yang sesuai untuk sample dengan memutar skrup rotor pada
bagian bawah Main Unit berlawanan arah jarum jam.
4. Meletakkan rotor ditengah-tengah Beaker, aturlah agar jarak ujung rotor
dengan dasar beaker kira-kira 15mm.
5. Ubahlah klemp pengunci jarum pada Main Unit ke arah yang berlawanan.
6. Set power On.
7. Ketika rotor berputar, jarum penunjukviskositas bergerak ke arah kanan dan
menunjukkan viskositas cairan sample, bacalah meter viskositas selama rotor masih
berputar dan jarum penunjuk stabil.
8. Panaskan cairan sample 1 hingga suhu 40oC pada hot plate kemudian ulangi
langkah 3 sampai 6. Lakukan hal yang sama pada cairan sample 2.
9. Jika pengukuran selesai, set power Off kemudian setelah jarum penunjuk meter
kembali ke awal, kembalikan posisi klemppengunci jarum ke arah yang berlawanan
lagi.
10. Lepaskan rotor lebih dahulu dengan hati-hati kemudian pindahkan Beaker.

Dari hasil percobaan diatas maka didapatkan hasil sebagai berikut :


Nama sample T1 T2 η1 η2
Oli Sae 140 28ºC 40ºC 9,5 dPa.s 3,2dPa.s
Oli Sae 20 W – 50 28ºC 40ºC 1,9 dPa.s 0,99 dPa.s

Untuk penghitungan energi (∆E) dapat ditentukan dengan menggunakan rumus sebagai
berikut :
ln η2 ΔE T2 – T¬1
η1 R T1 . T2
sehingga akan diperoleh hasil :
• ΔE sae140 = 400,91 Joule
• ΔE sae20 = -127,37 Joule

V. Data Pengamatan

Viscometer Ostwald :
Menentukan harga viskositas untuk air dan sample cairan (alcohol dan aseton).
Sampel tlaju cairan
(detik) mpiknometer
(gram) misi
(gram) msampel
(gram) ρ
(gram/mL) η
(gr.cm/mL)

Aseton I II
25,007
64,090
39,013
0,78
0,81
59 70
Rata-rata 74

Alkohol I II
25,007
64,856
39,779
0,79
1,99
178 168
Rata-rata 173

Aquadest I II
25,007
74,562
49,485
0,98
2,29
154 154
Rata-rata 154

Viscotester Digital :
Menentukan jumlah energi yang dapat dihasilkan dari dua macam sample oli yang
berbeda jenisnya yang pengukurannya menggunakan viscotester VT-04E dengan
membandingkan dengan suhu yang berbeda yaitu pada suhu kamar dan suhu
40ºC,sehinnga diperoleh :

Sampel Η Δ E
T1 = 280 C T2 = 400 C
OLI 1
(Sae 140) 9,5 d Pas 3,2 d Pas 400,91 Joule
OLI 2
(Sae 20 W – 50) 1,9 d Pas 0,99 d Pas - 127,37 Joule

VI. PENGOLAHAN DATA


1. Menentukan harga viskositas untuk air dan sample cairan (alcohol dan
aseton) dengan media viscometer Ostwald.
Massa piknometer : 25,077 gram
I. aseton :
 tlaju cairan
t1 = 0,59 detik
t2 = 1,10 detik
trata-rata : 0,59 + 1,10 = 1,04 detik
2
 massa isi (aseton + piknometer) = 64,090 gram
 massa sampel (misi – mpiknometer) = 39,013 gram
 ρaseton = m → msampel
v → 50 mL
= 39,013
50
ρaseton = 0,78 gr/mL
 ηaseton = ρaseton x tlaju cairan
= 0,78 x 1,04
= 0,81 gr.cm/mL

II. Alkohol :
 tlaju cairan
t1 = 2,58 detik
t2 = 2,48 detik
trata-rata : 2,58 + 2,48 = 2,53 detik
2
 massa isi (alkohol + piknometer) = 64,856 gram
 massa sampel (misi – mpiknometer) = 39,779 gram
 ρalkohol = m → msampel
v → 50 mL
= 39,779
5
ρalkohol = 0,79 gr/mL
 ηalkohol = ρalkohol x tlaju cairan
= 0,79 x 2,53
= 1,99 gr.cm/mL

III Aquadest :
 tlaju cairan
t1 = 2,34 menit
t2 = 2,34 menit
trata-rata : 2,34 + 2,34 = 2,34 menit
2
 massa isi (air + piknometer) = 74,562 gram
 massa sampel (misi – mpiknometer) = 49,485 gram
 ρair = m → msampel
v → 50 mL
= 49,485
50
ρair = 0,98 gr/mL
 ηair = ρair x tlaju cairan
= 0,98 x 2,34
= 2,29 gr.cm/mL
1. Menentukan jumlah energi yang dihasilkan dengan menggunakan viskotester
digital. Perhitungan dilakukan dengan dua kali percobaan dalam suhu (T) yang
berbeda yaitu pada saat suhu kamar dan pada saat suhu mencapai ± 400C maka
hasilnya akan didapatkan Δ E.
η = A e-ΔE/RT dengan ; ex =ln x
ln η = ln A – ΔE 1
R T

 bandingkan η1 dan η2 dengan cara :

ln η1 = ΔE T2 – T1
ln η2 R T1.T2
dengan ; - ΔE = Energi viskositas
- R = Tetapan
- T1 = suhu kamar (280 C) = 301 K
- T2 = suhu pembanding (400 C) = 313 K
- η1 = Viskositas pada saat T1
- η2 = Viskositas pada saat T2
• Oli 1 (penzoil Sae 140)
ln η1 ΔE T2 – T1
ln η2 R T1.T2
ln 3,2 ΔE 40 - 28
ln 9,5 8,314 28 . 40
ln 3,2 ΔE 12
ln 9,5 8,314 1120
ln 3,2 12 ΔE
ln 9,5 9311,68
ln 3,2 x 9311,68 = 12 ΔE
ln 9,5
ΔE = 9311,68 x ln 3,2
12 ln 9,5
ΔE = 775,97 x 0,52
ΔE = 400,91 Joule

• Oli 2 (Mesran Sae 20 W – 50)


ln η1 ΔE T2 – T1
ln η2 R T1.T2
ln 0,9 ΔE 40 - 28
ln 1,9 8,314 28 . 40
ln 0,9 ΔE 12
ln 1,9 8,314 1120
ln 0,9 12 ΔE
ln 1,9 9311,68
ln 0,9 x 9311,68 = 12 ΔE
ln 1,9
ΔE = 9311,68 x ln 0,9
12 ln 1,9
ΔE = 775,97 x - 0,16
ΔE = - 127,37 Joule

VII. Kesimpulan
Besar kecilnya nilai viskositas ditentukan dari beberapa faktor yaitu :
Kekentalan fluida, massa jenis fluida, dan suhu fluida tersebut. Tentu saja
besarnya viskositas berbanding terbalik dengan suhu (T), jika suhunya semakin
besar maka nilai dari viskositasnya akan semakin kecil, begitu pula jika suhunya
semakin kecil maka nilai dari viskositasnya akan semakin besar, hal ini telah
dibuktikan dengan percobaan diatas yang menggunakan viscotester sebagai alat
bantunya.
Viskositas dari sebuah fluida juga mempengaruhi kecepatan laju didalam sebuah pipa
kapiler, semakin besar nilai viskositasnya, maka laju cairannya akan semakin cepat
dan semakin kecil nilai viskositasnya maka semakin lambat laju cairannya. Hal ini
berarti laju cairan berbanding lurus dengan nilai viskositas.
VIII. DAFTAR PUSTAKA
Dra. Mentik Hulupi, MS, Dra. Ari Marlina, Dra. Agustinus Ngatin, Eko andrijanto,
LRSC, Petunjuk Praktikum Kimia Fisika, Pusat Pengembangan Pendidikan Politeknik
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,
Bandung : 1996
Team, Jobsheet Praktikum Kimia Teknik Mesin, Polban, Bandung :2004/2005