Anda di halaman 1dari 41

MATRIKS INVERS

<inn

5.1. MATRIKS INVERS

DEFINlSl:

Sebuah matriks bujur sangkar A berordo n :

""

disebut mempunyai invers bilaada suatu matriks B, sehingga AB == BA = In. Matrik B disebut invers matriks A, ditulis A-I, merupakan matriks bujur sangkar berordo n.

Contoh. (5.1) :

Carilah invers dari A =

Penyelesaian :

Misalkan A-I =

=

Bila dikalikan: [2al + a3 4al + 3a3

[~ ~J

maka berlaku

[~ ~J

atau: 2al + a3 = I, 2a2 + a4 = 0

4a + 3a = 0, 4a + 3a = I dan bila kita selesaikan diperolah a, = 3/2, a2 = -1/2, a3 = -2, a, = I.

Jadi A-I =

200

Catatan (2) :

Ternyata bahwa matriks-matriks yang mempunyai invers adalah matriksmatriks yang nonsingular (determinannya 1:- 0 atau ranknya r = n). lovers bila ada, tunggal (hanya satu)

Catatan (1) :

Dapat diselidiki pada contoh di atas, bahwa AA -I = A-I A = 12•

Cara seperti di atas hanya baik untuk matriks yang berordo kecil, yaitu untuk n = 2. Untuk ordo-ordo yang lebih besar akan dibicarakan segera dalam bab ini.

Berlaku sifat : (*) (A-Itl, = A.

(**) (ABtl = B-IA-I.

5.2. MATRIKS ADJOIN (CLASSICAL ADJOINT) DAN INVERS

Pandang matriks A = (aij) di atas. Kita sebut kofaktor dari elemen lljj sebagai Aij, maka transpose dari matriks (Aij) disebut MA TRIKS ADJOIN dari A.

adj. A =

Contoh (5.2) :

Kita hendak mencari matriks adjoin dari A =

[~

3 -4

-I

201

Maka kofaktor dari kesembilan elemen dari A adalah sebagai berikut :
All = + I~ ;1 = -18 , AI2 = - I~ ;1 = 2,
AI3 = + 0 ~I = 4 , A21 = - I-~ -:1 = -11,
A22 = + 2 -4 = 14 , A23 = - 2 3 = 5 ,
5 -I
A31 = + 3 -4 = -10 , A32 = - 2 4 = -4,
-4 2 0 2
An = + I~ ~I = -8
Jadi adj. A = l~ -11 -IOJ
14 -4
5 - 8 Dengan pertolongan matriks adjoin kita dapat mencari invers suatu matriks, menggunakan rumus :

adj.A

A-I = , dengan syarat det(A) :I; O. (Lihat Soal 5.15).

det(A)

Contoh (5.3) :

Pada Contoh 5.1, kita dapat mencari A-I dengan menggunakan matriks adjoin sebagai berikut :

A=

, maka All = 3; AI2 = -4; A2I = -I; A22 = 2.

202

det(A) = 2 3 -4 = 2 -4 2 + 3 -4
0 -4 2 -1 5 -4 2
-1 5
= -36 - 10 --46
adj.A l~ -11 -~J
Jadi A-I = = 14 =
det(A) -46 5 -8
~ 'I" 11/46 5/23J
-:/23 _7/23 2/23
--/23 _5/46 2/23 adj.A = [~ -j , det(A) = 2 = 2
4 3
~ -~ l312 -;I'l
Jadi A-I = =
2 -2
Contoh (5.4) : Pada Contoh 5.2 kita dapat mencari A-I sebagai berikut :

5.3. HUBUNGAN DENGAN TRANSFORMASI ELEMENTER

(a) Bentuk Normal Suatu Matriks

Bentuk matriks A, berukuran (m x n) dengan rank r> 0, selalu dapat diubah dengan transformasi elementer menjadi salah satu bentuk di bawah ini yang sering disebut bentuk normal.

203

I,..

[I,.

o

0]

dimana I,. adalah matriks identitas berordo r dan 0 adalah matriks nol.

Contoh (5.5) :

Ubahlah matriks A =

[3 1 2]

; 0 ~

-I -I -I

mcnjadi bentuk normal, dan tunjukkan transformasi elementernya.

Petunjuk :

Kita usahakan mengubah semua elemen di bawah diagonal all' a22, <133 menjadi nol, dengan transformasi elementer baris. Setelah itu dengan transformasi elcmenter kolorn kita jadikan not elemen-elemen di atas diagonal tersebut.

Penyelesaian :

-\ - r; I ~ HI2(-I) [j -~J
. -
0 0
5 I I
-I -I -I -I
~\ -] H (-2) [~ I -J
32
-2 -2
) -4 -2 0 0
) 0 0 0 0
~ I ~1 K2(-1/2) [~ _1/2 '~l
-2 I
0 0
0 0 K (-1/2) :12

K (-1/2) 31

204

=

[~ ~ ]

Catatan (3) :

ApabiJa kita rnengalikan matriks elementer baris H (rnatriks yang didapat dari satu kali transforrnasi elementer baris terhadap matriks I) dengan suatu rnatriks A, rnaka HA = matriks hasil transforrnasi elementer terhadap A dari jenis H yang sarna.

Contoh (5.6) :

A = l~ ~

Matriks elernenter H21(1)(I) :

4 o

~]

= B

o 1 o

H,terlihat bahwa

HA =

Contoh (5.7) :

A =

[~

H (-I) 12

4 3

1 3

~J

= B.

205

Misalkan K matriks elementer kolom (yang didapat dari satu kali transformasi elementer pada kolom dari matriks I). Maka AK = matriks hasil transformasi elementer kolom terhadap matriks A dari jenis K yang sama.

HI2(-1)(I2) = [~ -~ dan HA = [~ -:] [~ 4 ~
..
3
= [: ~] = B.
3
Catatan (4) : Contoh (5.8) :
A = l~ 3 ~J K (I) l~ 3 !J sedangkan
31
0 0
K3I(1)(I2) = l~ 0 ~J = K
1
0 Terlihat bahwa AK = l ~ ~ n u : ~ J

Catatan (5) :

Matriks B disebut ekivalen dengan A(B - A), yaitu B diperoleh dari A dengan satu atau sederetan transformasi-transformasi elementer baris dan/ atau kolom dari A, maka selalu ada matriks P dan Q sedemikian sehingga PAQ = B, berdasarkan Catatan (3) dan (4) di atas.

206

Diketahui A =

I 2

Contoh (5.9) :

dan misalnya dilakukan transformasi elementer sebagai berikut :

A = [~ ~ H21(I) [ ~l K13
2
2
l~ ;j = B
2
2
Jadi A - B (atau B - A).
Sedangkan H21(l)(l) = li 0 n dan
I
0 Sebut HZ1(1)(I) = P dan K13(1) = Q, ternyata bahwa :

PAQ

=

~ ~j l~ 2 lll~ : ~j

l2 I 3j = B.

323

021

=

207

(b) Mencari lovers dengan Transformasi Elementer

Matriks bujur sangkar A berordo n yang non-singular mempunyai bentuk normal In' maka selalu ada matriks-matriks bujur sangkar P dan Q sedemikian sehingga PAQ = In. P dan Q diperoleh seperti pada Contoh 5.9 di atas, dimana P didapat dari sederetan transformasi elementer baris dan Q dengan sederetan transformasi elementer kolom terhadap matriks In.

Contoh (5.10) :
A = [1 3 ~]
4
5
kita hendak mencari P dan Q sedemikian sehingga P AQ = 1.
Kita gandengkan matriks I di muka A, akan kita jadikan nol lebih dahulu
elemen-elemen di bawah di~gonal utama, dengan transformasi elementer baris.
[~ 0 0 3 ;J H (-I) [I 0 0 3 :J H32(1)
21
1 0 4 -I 1 0 0
0 2 5 H (-2) -2 0 0 -I
31
til 0 0 1 3 ~ H3ll!7) [I 0 0 1 3 ~J
0 0 I -I I 0 0 1
-3 0 0 _3/7 1/7 1/7 0 0
Di sini P = II 0 ~J
-I
_3/7 1/7 1/7 lalu kita lanjutkan dengan transformasi elementer kolom dan menggandengkan I di bawah matriks segitiga atas tadi.

208

3 2 I 0 0 0 0
0 I 4 0 I 4 () 0
0 0 K (-3) 0 0 I K (-4) 0 0 I
21 32
I 0 0 K (-2) 1 -3 -2 I -3 10
31
0 0 0 I 0 0 I -4
0 0 0 0 0 0 I
Di sini Q = ~ -3 ~J
I
0
Jelas terlihat PAQ =
l I 0 ~J II 3 ~J l~ -3 ~
-I I 4 I = 13,
_3/7 117 1/7 5 0
Dapat dicatat bahwa :
H3(1/7)(I) H3Z(I)(I) H (-2)(1) . Hzl(-I)(I)
31
l~ 0 ,~J l~ 0 ~ li 0 ~ t~ 0 ~ = P dan
1 I I I
0 0 0
K21(-3) K31(-Z)(I) K32(-4)(I)
l~ -3 ~J l~ 0 -~] l~ 0 1 = Q
I I I
0 0 0 Jadi: H3(1/7)(I). H32(1)(I) . H31(-2)(I) . H21(-1)(I) . A, Kzl(-3)(I) . K31(-2)(I) . K32(-4)(I) = J.

209

Dari PAQ = I kita peroleh p-lpAQQ-1 = p-IIQ-I ~ A = p-IQ-I = (QPt1 atau A-I = QP-I.

Maka pada contoh di atas : A-I = QP.
[~ -3 ~ r I 0 I~J [_2/7 _11/7 10/71
I -I = 5/7 3/7 _4/7
0 _3/7 1/7 _3/7 1/7 1/7
Catatan (6) : Kita dapat pula mencan mvers dengan hanya melakukan transformasi elementer baris. Setelah matriks A menjadi matriks segitiga atas, maka baris yang lebih bawah dapat kita pakai "menyapu" semua elemen di atas diagonal utama menjadi nol. Cara seperti ini sering disebut cara Penyapuan.

Contoh (5.11) :
Dari Contoh 5.10 di atas, kita dapat mencari invers dari A = li 1 ~J
4
5
li, () 0 3 ~J H (-I) t: 0 0 3 ~J H (I)
21 32
1 () 4 0 0 1
() () 1 :2 5 H (-2) -2 0 1 0 -I
,I
~: () 0 3 t H (117) II 0 0 I 3 ~J H (-2)
3 13
I 0 0 I I 0 0 I
-3 0 0 3/7 1/7 1/7 0 0 H (-4)
23
l' _2/7 _2/7 I I 3 ~ HI2(-3) l'/I _"/7 1°/7 I I 0 ~J
< '/7 _4/7 I 0 I 5/7 3/7 - 4/7 10 I
_3/7 1/7 1/7 I 0 0 _3/7 '/7 '/7 10 0
Jadi PA = I atau P = k' = ['/7 _11/7 1O/7J
5/7 3/7 - 4/7
_3/7 1/7 1/7
210 5.4. MENeARI MATRIKS INVERS DENGAN SEKATAN (PARTlSI)

Kalau rnatriks berukuran besar, kadang-kadang lebih mudah bila dikerjakan sccara bertahap, dengan membagi matriks tersebut menjadi submatriks-submatriks (mernbuat sekatan/partisi).

Sebuah submatriks (matrik bagian) dari matriks A adalah suatu rnatrik yang diperoleh dari A dengan menghapuskan beberapa baris/kolom A (ataupun sarna :-.ekali tidak rnenghapuskannya, artinya A merupakan submatriks A sendiri).

b

, misalnya bent uk submatriks (a, b) dengan

e

h

mcuuhapuskun baris 2, baris 3, dan kolom 3, ataupun

[: n

tiq)l'J"I)kh dengan menghapuskan baris 2 dan kolom 2 .

. \pabtla suatu matriks Akita pecah-pecah menjadi submatriks-submatriks lkll~.11\ mcmbcri sekatan-sekatan garis horizontal di antara dua baris dan garis \l'lllk.lI d. antara dua kolorn, rnaka matriks A tadi dikatakan telah dipartisi.

Contohnva :
.1 b 'J
d e f
~ h J 1..1\;\ part.". nusalnya sebagai

;-a hlC:j

:~-~j_~

1~ h I

I ~ I .

,-

.uaupun

ataupun

[~ j_ ~ - ~J

-j_---

g I h j

211

(*)

dan lain-lain. Jadi kita mempunyai banyak cara untuk mernbentuk partisi-partisi dari suatu matriks.

Pemecahan

la b c~

dT-;-~

g I h J

ataupun

la b I

del ----1 g h I

(**)

bukan suatu partisi, sebab misalnya pada (*) garis vertikul ndak rnernisahkan seluruh kolom I dan 2 dan pad a (**) sekarang matriks-rnatriks yang telah dipartisi

A

=

maka:

(I) Jumlah A + B

dan B

= [: ~J

= [p + T

R+V

Q + UJ

S + W

asalkan syarat-syarat penjumlahan matriks terpenuhi (artinya ukuran-ukuran P = T, Q = U, R = V, S = W).

(2) Perkalian AB =

[PT + QV RT + SV

PU + QWl RU + SWJ

asalkan segal a syarat untuk perkalian dan penjumlahan dapat dipenuhi.

212

Contohnya:
r2 ,I 3J ~2 4 I '~
_1 _3_'- J. _!__l_~l
o 2 I 7 o 0 I 0
= [~ ~J [~ ~J +[~J (0 0) [~ ~J [~J + [~J (3)
(0 2) [~ ~J + (7) (0 0) (0 2) [~J + (7) (3)
=l~ '~ + [~ m,~ + [ ~J = [~ :~][:~]
10
(2 4) + (0 0) (6) + (21 ) (2 4) (27)
= r~ 10 ':J
10 13
L2 4 27 Perkalian dan penjumlahan seperti di atas berlaku pula untuk matriks partisi dengan ukuran-ukuran yang lain. Yang penting diperhatikan cara melakukan partisi supaya perkalian dapat dilakukan.

(3) Det(A) = det(P) det(S) - det(Q) deteR), (asalkan P, Q, R, S bujur sangkar).

Pandang sekarang matriks bujur sangkar A berordo n yang mempunyai in vers A-I = B. Kita lakukan partisi sebagai berikut :

A=

B =

BII I BI2

(p x p) I (p x q)

---T---

B21 I B22

(q x p) I (q x p)

213

~------------ --~~- ._- -

dimana p + q = n

Karena AB = BA = In maka diperoleh : (i) AlIBl1 + Al2B21 = Ip

(ii) AllB 12 + AI2B22 = 0

(iii) B21AII + B22Azl = 0

(iv) B21Al2 + B22A22 = Iq

Misalkan B22 = L -I,

dari (ii) B12 = -(AII-1AdL-I, dari (iii) B21 = _L-I(A21Alltl,

dari (i) BII = All-I - AII-IAI2BZI

= All-I + (AII-IAI2) L -1(A2IAll-l)

dan bila disubstitusikan ke (iv) :

-L-I(AzIAII-I) AJ2 + VI A22 = Iq ~ L = A22 - (A2IAII-l) AI2 = An - A21(AII-IAI2)'

Jadi harus diperhatikan bahwa All harus nonsinguiar.

Contoh (5.12) :

3 4 3

3J

3 4

Hitunglah A-I dengan partisi. Akita partisikan sebagai berikut :

II 3: 3J

.L _4_J 3

1 3 I 4

214

berarti All =

[: :J

[ :] ,A21 = (I 3), A22 = (4).

All-I = _~_~ __ -_~J_ = r 4 -3l (dengan menggunakan matriks adjoin).

1 3 ~1 d

4

[ :J

14 -3l

tl IJ

L = A" - A,,(A,,-' A,,) = (4) - (1.3) [~J = L I = (I).

= lc ~ - ~ J + [~J ( I ) (I

= ~~ -~ ] + [~ ~ ] =

(A,,-' A,,) L' = ._ [~J (I)

BI2 =

=

= (I 0)

(I) dan

0)

17 -3J

~I I

L~j

=

215

-3

B21 = -L -1(A2IAII-I) = (-I 0) B22 = L-I = (I)

Jadi A-I = [BII B2l

:::J =

r_~ l-I

o

5.5. INVERS KIRI DAN INVERS KANAN DARI MATRIKS YANG TIDAK BUJUR SANGKAR

DEFINISI:

Matriks A berukuran (m x n) disebut invers kiri, hila ada matriks B sedemikian sehingga BA = In dan disebut mempunyai invers kanan bila ada matriks C sedemikian sehingga AC = 1m.

Catatan (7) :

Matriks Amxn hanya mempunyai invers kiri, bila ranknya rCA) = n dan mempunyai invers kanan bila rCA) = m.

Catatan (8) :

Ukuran dari invers kiri maupun kanan adalah (n x m).

Catatan (9) :

Kalau matriks A tersebut mempunyai invers, maka invers tersebut salah satu : Invers kiri atau invers kanan, hal ini jelas karena kalau A mempunyai invers, rCA) harus salah satu = n atau m.

Catatan (10) :

lnvers kiri atau invers kanan tidak tunggal.

Contoh (5.13) :
Carilah invers dari A = [: 3 2 ~
4 I
3 5 Ukuran A = (3 x 4). 216

l: :3 ~l
R = 4 maka invers kanan dari A yaitu :
3
A-I = [~-J befukuran (4 x 3)
R-I = '/3 [: -9 -:] , jadi A-I = '/3 17 -9 -5
3 -4 3
-I 0 -I 0 1
0 0 0 Di sini r(A) = 3. Jadi A mempunyai invers kanan. Kita boleh mengambil suatu submatriks dari A yang nonsingular R berukuran (3 x 3) :

Kita boleh mengambil submatriks yang lain dari matriks A, misalnya :
S = r: 3 !l , asalkan submatriks tersebut nonsingular
4
3
S-I = l-~ -2 ~l ' kita tulis invers kanan dari A :
1
-I 0 A-I = 7 -2 3 (perhatikan baris dimana harus kita tulis vektor
-I 1 0 baris nol dari A-I tersebut).
0 0 0
-I 0 Jadi invers kanan dari A tidak tunggal.

217

Bukti :

(a) Misalkan B dan C adalah invers-invers dari A. Maka : AB = BA = I dan AC = CA = L sedangkan BAC = (BA)C = IC = C dan BAC = B(AC) = BI = B. Berarti C = B. Atau invers dari A adalah tunggal. (Di sini kita memakai sifat asosiatif dari perkahan matriks).

5.6. SOAL DAN PEMECAHANNYA

5.14. Matriks A adalah matriks bujur sangkar.

Buktikan :

(a) Invers dari matnks A (bila ada) adalah tunggal.

(b) (A-Irl = A.

(e) (ABrl = B-1 A-I

(b) KalauB=A-lmakaBA=AB=I (1)

Sedangkan B-1 mempunyai sifat BB--I = B-IB == I. (2)

Jnd: rnengingat sifat matriks invers yang tunggal dari (2) dan (I) dapat ditarik kesimpulan bahwa B-1 == A, atau (A-I)-I == A.

(c) r) (B-IA-I)AB == B-1(A-IA)B == B-IIB = B-IB ~ I C':') AB(B-I A-I) = A(B.B-I)A == AIA-1 == AA-I == I.

Judi (B-IA-I) adalah invers dari AB atau B-'A-I == (ABrl

5.1:\ Bukuk an bahwa bila A adalah matriks bujur sangkar ordo n : adj.A

A I = ----. dett A) =t- O. det(A)

Penyelesaian :

Misalkan A == (alJ) dan misalkan pula A (AdJ.A) = (hll). Baris ke-i dari A adalah (aJi, a,2' ... , a,n) dan karena adj.A adalah transpose dari matriks kofaktor-kofaktor dan A, kolom ke-j dari adj.A adalah basil transpose dari baris ke-j dari matriks kofaktor A tersebut : (All, A12, ... , AIIl). Jadi elemen b., dari A. (adj.A) adalah :

218

BII = CI> a12, ... , am) Ajl = ailAjl + <lj2Aj2 + ... + ainAjn Aj2







Kita ingat sifat kofaktor (pada deterrninan Bab 4, Catatab 8) :

b., = IAI untuk i = j. = 0 untuk i :t: j.

Berarti A.(adj.A) adalah sebuah rnatriks diagonal sebagai berikut :

riAl 0 0

i.O'A'O

l () () IAI

= IAI. I

Dengan cara yang sama diperoleh (adj.A).A = IAI . I

adj.A Jadi, bila IAI :t: 0 rnaka A . --IAI

adj.A

= . A = I

IAI

adj.A atau A-I = --IAI

5.16. Carilah rnatriks adjoin dari :

( i)

A = [~ ~

[~ ~l

( ii)

219

--------------

Penyelesaian :

(i) All = I, A22 = 1, Al2 = -2, A21 = -I, adj.A =

r 1 -ll

L-2 IJ

det(A) = -1 berarti A-I = r-I II

L2 -~

(ii) All = 4, A22 = 3, A12 = -2, A21 = -6

adj.A = ~: ~ ] dan karen. det(A) = [~ ~ = 0

A matriks yang singular dan tidak mempunyai invers.

5.17. Carilah x dan y dari susunan persamaan linier berikut :

X+Y:lj

2x + y = 1 dengan menggunakan invers dari matriks koefisien.

Penyelesaian :

Secara matriks, susunan persamaan di atas dapat ditulis

A

x

B

=

[ : ]

:r

dan dari Soal 5.16: ~ ~ -I = l~ _~

amu[;] = l~ _~ [:] = [~]

[:]

atau x = 0, y = 1

220

5.18. A = [~ 2 ~l
3
5 , cari :.
(a) adj.A;
(b) det(A);
(c) A-I.
Penyelesaian :
(a) All = 3 4 = 1, A12=- 2 ~I = -10.
5 7
AI3 = + 2 3 = 1
I 5
A21 = - I~ ~I = 1, A22 = + I ; ~I = 4,
A23 = - 2 = -3
5
A31 = + 2 3 = -I, A32 = - 3 = 2,
3 4 2 4
A33 = + I~ 2 = -I
3
Adj.A = ~A" A21 All ~'i -~l
AI2 A22 A32 = 4
AI3 A23 A33 -3 -I
(b) det(A) : 2 3
2 3 4
5 7 221

= -1 [~ ~J -2 [~ ~J + [~ ~J = 2
(c) A-' = '/2 t; 1 -~J = [1/2 '/2 _I:J
74 -5 2
-3 -1 7/2 _3/2 -'/2 5.19. Carilah invers dan A ~ l ~ 3 ~l
0
-3
Penyelesaian :
Karena det(A) = [~ 3 U ~ [~ 3 ~J = 0
0 0
-3 0 Maka A singular, jadi tidak mempunyai invers.

5.20. Diketahui matriks A =

[: :J

, carilah adj.A dan selidiki

bahwa adj.(adj.A) = A.

Penyelesaian :

All = d, A22 = a, AI~ = -c, A21 = -b,

jadi adj.A ~ [~ .:] adj.(adj.A) ~

~ [: :J~A

5.21. Ubahlah matriks A ~ [~

2 I

3

o

ke bentuk normal N

5

222

dan carilah matriks P dan Q sedemikian sehingga PAQ = N (bentuk normal).

PenyeIesaian :

Untuk mencari P kita gandengkan A dengan 13, lalu kita lakukan transformasi elementer baris untuk menjadikan nol elernen-elemen di bawah diagonal all - a22 :- a33'

o 0 I 2

o I I

o I I 3

o 2

ll/2 0

o I

o 0

() I

o I I

J I 3

o 2

3 5

2 3 5

o 2

o I J 010 I

I I 0

o

2

2 2

o

Untuk mencari Q kita gandengkan 14 dan dilakukan transformasi elementer kolom.

o

I 0 1/2 I 0 0 0
0 3/4 0 I 3/4
0 0 7/4 K (-I) 0 0 7/4 K (-I)
31 32
------ -------
I 0 0 0 K41(-1/2) I 0 -I .1/2
0 0 0 0 I 0 0
0 0 I 0 0 0 I 0
0 0 0 0 0 0 223

~~--------------- -

0 0 0 0 0 0
0 1 0 3/4 0 1 1 0 0
0 0 7/4 K (3/4) 0 0 0
42
------ -------
1 0 -I -'/2 K, (-7/4) 1 0 -I 5/4
3
0 1 -I 0 0 -I
0 0 I 0 0 0 1 _7/4
0 0 0 0 0 0 1
Jadi Q = 0 -1 5/4
0 1 -1 1
0 0 1 _7/4
0 0 0
Dapat diselidiki bahwa
PAQ = [~ 0 0 ~J = (130)
0
0
5.22. Carilah invers dari A = 2 4 3 2
3 6 5 2
2 5 2 -3
4 5 14 14
dengan cara penyapuan.
Peyelesaian :
I 0 0 0 2 4 3 2
0 I 0 0 3 6 5 2 (a)
0 0 I 0 2 5 2 -3
0 0 0 4 5 14 14 224

'/2 0 0 0

o 0 0

o 0 1 0

o 0 0

1 2 3/2

3 6 5 2

2 5 2 -3

4 5 14 14

1 2 3/2

o 0 '/2 -1

o -1-5

o -3 8 10

'/2 0 0 0

_3/2 1 0 0

- 1 0 0

- 2 0 0

2 3/2

o 1 -I -5

o 0 '/2 -I

o -3 8 10

II, 0 0 0

- 1 0 1 0

_1/, 1 0 0

- 2 0 0

o 7/2 II

o -1-5

<'/, 0 -2 0

-I 0 0

-3 2 0 0

-) 0 3

o 0

o 0

1 -2 5 -5

13 -7 -2 0

-4 2 1 0

-3 2 0 0

10 -10 3

100 010 001 000

-23 29 _64/~ _'8/5 I

10 -12 26/' 7/' I 0

-2 6/ 2/ I 0

5 5 I

2 -2 3/< '/< 0

., .' I

o 1 o o

o o I o

18 -7

-2

5

o o o

(b)

(c)

(d)

(e)

(t)

225

------------------ -

Jadi A-I = -23 29 _64/5 _18/5
10 -12 26/ 7/
5 5
-2 6/ 2/
5 5
2 -2 3/5 1/
5
Catatan : Transformasi-transformasi elementer baris di atas adalah : (a) HI(112);

(b) H21(-3), H31(-2), H41(-4); (c) H23;

(d) HI2(-2), H42(3);

(e) H43(-5), H23(I), HI3(-7/2)

(f) H4(1/5), HI4(-I~), H24(7), H34(2)

5.23. Carilah harga x, y, z, dan w yang memenuhi susunan persamaan linier berikut :

2x + 4y + 3z + 2w = 1 3x + 6y + 5z + 2w = 1 2x + 5y + 2z 3w = 0 4x + 5y + 14z + 14w = 0

Penyelesaian :

Persamaan-persamaan linier di atas dapat kita tulis AX = B yaitu :
2 4 3 2 x = r I
3 6 5 2 y U
2 5 2 -3 z
4 5 14 14 w Di sini dapat mencari jawab X dengan invers dari A; AX :::z B ~ X = A-lB.

226

Kita telah mendapatkan A-I pada Soal 5.22, Jadi

x=

w

=

1 o o

x

y

z

-23 _64/5

10 26/5

615

2 3/5

Jadi X = 6, y = -2, z = -1, w = o.

5.24.

=

6 -2

-1

o

12 o~

12 0 sebagai perkalian dua buah matriks segitiga.

6 4

Penyelesaian :

Kita tahu bahwa dengan sederetan transformasi elementer terhadap matriks bujur sangkar A yang nonsingular, akan didapat matriks-matriks segitiga sedemikian sehingga PAQ = I.

Jadi p-l(PAQ)Q-1 = p-IIQ-I

(P-1p)A(QQ-I) = p-IQ-l atau A = p-IQ-I

Dapat dicatat bahwa invers dari matriks segitiga, juga berupa matriks segitiga. Kita kerjakan :

o 0 I 0 o

o 0 1 0 o 1

o

o I 1

o I 0 o

4

12 0] HI(l/4) l/4 0 0

12 0 - 0 1 0

6 4 0 0 1

o o

o o

1

1

o o

1 o o

~ ~ ~ ~

3

1 3

3

1 o

H (-I) 21

H (-I) 31

H (-3) 32

H (-3) 34

227

Jadi P = ~ 'I, 0 I~J
_1/36 1/9
_1/24 _1/12
Untuk mencari Q :
1 3 0 1 0 0
0 1 0 0 1 0
0 0 0 0
------ K2IC-3) ------
1 0 0 1 -3 0
0 0 0 0
0 0 0 0
Jadi Q = [~ -3 ~l
1
0
Dengan matriks adjoin kita peroleh :
p-I = 144 [/~ 0 Itl = l: 0 ~1
1/144 1/16 9
1/144 1/48 3
dan Q-I = G 3 ~
1
0
A = p-IQ-I = [: 0 0 1 3 ~l
9 0 0 1
3 4 0 0
= U 12 ~
12
6
228 5.25. A = [~ ~l B = [~ :J dan C = 3 2 0 0
2 1 0 0
0 0 3 4
0 0 2 3
Carilah A-I, B-1 (gunakan matriks adjoin), dan C-l (dengan cara
penyapuan). Apakah hubungan antara A-I, B-1, dan c-1?
Penyelesaian :
Dengan matriks adjoin, A-I = - ~~ -:] = [-~ -~]
dan B-1 = [3 ~] , sedangkan C-I kita cari sebagai
-2
berikut :
l~ 0 0 0 3 2 0 ~l H21(-2I3)
0 0 2 1 0
0 0 0 0 3 H43(-2I3)
0 0 0 0 2
[-i' 0 0 0 3 2 0 ,~] HI(1I3)
I 0 0 0 -1/3 0 fu(-3)
0 0 0 0 3 H (113)
3
0 -2/3 0 0 0 HP)
['~ 0 0 0 1 2/3 0 4!l HI2(-213)
-3 0 0 0 1 0
0 II 0 0 0 H (-413)
3 34
0 -2 3 0 0 0
[i 2 0 0 0 0 ~l
-3 0 0 0 I 0
0 3 -4 0 0 I
0 -2 3 0 0 0
229 ---------------------------

Jadi dapat pula disimpulkan bahwa hila C =

Jadi C-I = -I 2 0 10
2 -3 0 0
0 0 3 -4
0 0 -2 3 Ternyata bahwa C-I = . [A-I 0 ]

o B-1

Maka C-I = [A-I ()]

o B-1

dan untuk buktinya dapat pembaca cari dari rumus-rurnus matriks invers dengan sekatan, dimana AI2 dan A21 diganti dengan matriks O.

5.7. SOAL-SOAL LAT/HAN

5.26. Carilah invers dari matriks-matriks berikut (bila ada).

(i) [: :J (ii) [~ ~J
(iii) [: ~J (iv) [,12 2_J
2 2~2
(v) [~ :J 5.27. Carilah adj.A dan A-I bila :
(i) A= [l :] (ii) A= [i 2 ~]
1
2
230 (ii)

o

~l

o

5.28. Dengan mempergunakan matriks-matriks invers pada Soal 5.27. Carilah jawab susunan persamaan-persamaan berikut :

(i) x + y = 3
x + y + z = 0
2y + z = 2
(i i) x + 2y + 2z = 0
3x + y = 0
x + y + z = 1
( iii) 4x + 5z = 9
y - 6z = -4
6x + 8z = 14
5.29. Carilah invers dari matriks AB bila A=

B=

5.30. Apakah matriks-matriks berikut nonsingular ? Carilah inversnya !
(i) U 7 2 -~J
4 2
3
10 1
(ii) U 2 3 jJ
6 7
10 II
14 IS 16
231 5.31. Carilah bentuk normal matriks-matriks berikut :
(i) [~ 2 0 ~
I
3
-I
(i i) l~ 2 -~
-I
( iii) [i 2 3 ~
2
0 2 :'U2. Ubahlah B ke bentuk normal N, dan carilah matriks-matriks P dan Q sedemikian sehingga PBQ = N, bila

B =

3 4 5

6 5 4

5.33. Carilah matriks-matriks P dan Q sedemikian sehingga PAQ = I, bila

(i)

1 2

o 3 3

5.34. Setelah didapat P dan Q pada Soal 5.33. Carilah A-I.

5.35. Carilah A-I dengan cara penyapuan, bila A :

(i) 2 1 -I 2
1 3 2 -3
-I 2 I -I
2 -3 -I 4 232

(ii) 1 2 3
1 4 3
1 3 4
1 I I
-2 -I 2 1

3 -1

-1

2 2

5.36. Carilah dengan sekatan, invers dari matriks :
(i) 0 2 2 (ii) 5 4 0 0
I I 2 3 6 5 0 0
2 2 2 3 0 0 1
2 3 3 3 0 0 2 5.37. Carilah jawab susunan persamaan linier berikut dengan mencari lebih dahulu matriks invers :

(i) x + y+ z+ w+ u = I
x + 2y + 3z + 4w + 5u = 0
x + 3y + 6z + lOw + 15u = 0
x + 4y + IOz + 20w + 35u = 0
x + 5y + 15z + 35w + 70u = 0
(ii) lOx + 7y + 8z + 7w = 32
7x + 5y + 6z + 5w = 23
8x + 6y + lOz + 9w = 33
7x + 5y + 9z + lOw = 31 5.38. Uraikan A menjadi perkalian 2 buah- matriks segitiga, bila :

A= [~ 2 !]
3
8
5.39. Carilah invers dari A = [: 1 ~J
0 233 _____ 1IIIIIIII

5.40. Tunjukkan bawa A :::

o

1 1 2

1

tide ak mempunyai baik invers kiri maupui i invers kanan.

5,41.

Carilah salah satu invers kiri dari A::: l'l 2~

4 \ 0

3 1

Jawab :

5.26. (i,)

(ii) [~

(iii, idan (iv) tidak ada.

(v) ['/3 -J
_1/6 1/2
5.27. (i) _1/2 II -1 ~J (ii) -1 I~ 0 -n
-1 1 -1
2 -2 1
L
(iii) 1/2 t:6 0 -5~
2 24
-6 0 4
5.28. (i) 1/2, 21/2, -3; (ii) 2, -6, 5; (iii) 1, 2, 1.
5.29. Tak ada.
5.30 . Singular.
.,- 5.'31. rI2 ~J [~ ~] [~ ~J
L_O
5.32. [~' ~J p= r I ° ~l
-., ' 1
1 -2
-3 -9 - 1
Q = 7
0' '1 -2
0 0 1 0
0 0 0 IJ
5.33. dan 5.34 :
(i) A-I = U -:5 J ' Q = [~ _1/2 -'I, j
1 ·-2 1 .1/2
1
-1 4 0 ,
p = l~ 0 ~l
1/2
-2 -I
(ii) K' ~ [J 1 -II] , Q = G 0 -'I']
3 _8/?, J _8/1f
-5 5 0
P ~ l'l, 0 ~J
_2/15 II
3
-4 -5
5.35. (I) 1/8 [-~ 5 -7 -~]
-I 5
5 11 10
-2 10 5 235

(ii) l/5 30 -20 -15 25 -5
30 -11 -18 I -8
-30 12 21 -9 6
-15 12 6 -9 6
15 -7 -6 -1 -1
5.36. (i) l; 3 -3 -~l
-4 4
-3 4 -5
2 -2 3 -2
(ii) [i -4 0 -rl
5 0
0 2
0 -1
5.37. 5 -10 10 -5 11
-10 30 -35 19 -4
10 -35 46 -27 6
-5 19 -17 17 -4
I -4 6 -4
[_;~ -41 10 ~]
68 -17 10
10 -17 5 -3
-6 10 -3 2
5, -10, 10, -5, dan I, I, 1, 1.
5.38. [i 0 ~] [~ 2 :]
I 1
2 0
5.39. [! -~ , [0'/1 31,] [! '/ ]
3
_2/~ _26
3/7
5.41. ~O 1/4 ~J
1/2 -«
236 CONTOH PROGRAM

8ab5

INVERS MATRIKS ORDO 2

10 'menghitung iovers matriks ordo 2 10 PRINr'MATRIKS: ":PRINT

30 PRINr' A B "

40 PRINT" C C ";PRINT

50 PRINT" Harga A :";:INPUT A 70 PRINT" Harga B :";:INPUT B 90 PRINT" Harga C :";:INPUT C 110 PRINT II Harga D :";:INPUT D 130 DET-A*O-B·C

140 IF oer =0 THEN PRINT"TIDAK AOA INVERS":GO TO 220 150P=D/DET

160 Q==~BlDET

170 R--C/DET

180S=AlDET

190 PR1Nr'MATRIKS lNVERS: ":PRINT

200 PRINT USING"###.##";:PRINT USING"###.W;Q 210 PRINT USING"###.##";:PRINT USING"###.##";S

220 END '

MATRIKS AJOIN

20 'program matriks ajoio

30 CLS:PRINT"MASUKKAN ORDO MATRIKS >1·:PRINT , 40 GOSUB 38()

50 IF N=2 THEN GOSUB 910:GOTO 260 60 'Mencari submatriks minor

70 W = 1 ;'baris

80 E = 1 r'kolom \

90 FOR K == 1 TO N~ 100 FOR S := 1 TO N

110 IF K<W WHEN S)=A(K.S) ~GOTO 130

120 B(K,S)=A(K+1.S) e

130 NEXT S ," 140NEXT'K

150 FOR L := ,1 TO N-1 160 FOR R .. 1 TO N·1 170 IF L<E THEN 190

237

----------- .-

180 B(R,L)==B(R,L+1) 190 NEXT R

200 NEXT L

210 'menghitung determinan 220 GOTO 450

230 KOFA(E, W)==( w 1 )"(W+E) *OET

240 IF E<N THEN E:;;;E+1:GOTO 90 250 IF W<N THEN W=W+1:GOTO 80

260 CLS:PRINT"MATRIKS AJOIN :":PRINT 270 FOR l=1 TO N

280 FOR 1=1 TO N

290 PRINT USING"###.##";KOFA(I,J); 300 NEXT J

310 PRINT

320 NEXT J

330 NEXT I

330 END

380 '

390 INPUT"ORDO MATRIKS ";N 400 IF N<2 THEN 390

410 DIM A{N,N),B(N,N),KOFA(N,N}

420 PRINT:PRINT"ELEMEN MATRIKS:":PRINT

430 FOR 1=1 TO N:FOR J=1 TO N:PRINT"BARIS";I;

"KOLOM";J;:INPUT A(l,J):NEXT J,l 440 RETURN

450 0=1 :'Nilai awal determinan 460 'menghitung determinan/minor 470 M=N-1 '

480 GOSUB 540

490 GOSUB 640

500 GOSUB 760

510 GOSUB 880

520 GOTO 480

530 DET =D :GOTO 230

540 'mencari elemen terbesar

550 'B=terbesar pada baris K kolom L'

, 560 K=1:L=1:B=B(K,L) 570 FOR I :;;; 1 TO M 580 FOR J :;;; 1 TO M

590 IF ABS(B(I,J» <= ABS(B) THEN 610 600 K=I :L==J: B:;;;B{K,L)

238

610 NEXT J 620 NEXT I

630 bET;O :GOTO 230

640 'elemen terbesar diletakkan di bans inl 650FORJ=1 TOM

660 IF K = 1 THEN 680

670 P=B(l ,J):B(l ,J)=B(K,J) :B(K,J)=P 680 NEXT J

6900=-0

700 FOR t = 1 TO M 710 IF N<3 THEN 40 720 IF L=l THEN 740

730 P=8(I,l ):B(I,l )=8(I.L):B(I,L)=P 740 NEXT t

750 D=~O : RETURN

760 'menolkan elemen sekoJom pivot

770 FOR J = 1 TO, M ' '

780 8(1,J} = 8(1,J}/B

790 NEXT J

8000 = 0*8

810 FaA' = 2 TO M 820 A=B(I,l)

830 FOR J = 1 TO M

840 B(I,J) = B(I,J) - R*B(l,J) 850 NEXT J

860 NEXT I

870 RETURN

880 'mereduksi ukuran matriks

890 IF M=2 THEN 0=0*8(2,2) : GOTO 530 900 M = M-l

910 FOR I ;:: 1 TO M 920 FOR J = 1 TO M 930 B(I,J) = B{t+ 1 ,J+ 1) 940 NEXT J

950 NEXT I

960 RETURN

970 'Khusus ordo 2

980 KOFA(l,1 )=A(2,2) 990 KOFA(l ,2)=-A(1 ,2) 1000 KOFA(2,l )=-A(2, 1) 1010 KOFA(2,2)=A{2,1) 1020 RETURN .

239