Anda di halaman 1dari 4

EKSTERNALITAS PERIKANAN

SYAFRUDIN LEWARU
230110080114
PERIKANAN B
EKONOMI SUMBERDAYA
PERAIRAN
EKSTERNALITAS
Eksternalitas adalah dampak positif atau negatif dari satu tindakan satu pihak
terhadap pihak lain, lebih spesifik lagi ekternalitas terjadi jika kegiatan produksi atau
konsumsi dari satu pihak mem[engaruhi utilitas (kegunaan) dari pohak lain secara tidak
diinginkan, dan pihak pembuat eksternalitas tidak menyediakan kompensasi kepada
yang terkena dampak.
Jenis-jenis eksternalitas yaitu :
. Efek atau dampak satu produsen terhadap produsen lain (effects of producers on
other producers).
!. Efek atau dampak samping kegiatan produsen terhadap konsumen (effects of
producers on consumers)
". Efek atau dampak dari suatu konsumen terhadap konsumen lain (effects of
consumers on consumers)
#. Efek akan dampak dari suatu konsumen terhadap produsen (effects of consumers on
producers)
$alam dunia perikanan juga terdapat eksternalitas dari berbagai bidangnya yaitu
budidaya, penangkapan, ataupun social ekonominya. Jenis-jenis eksternalitas pada
umumnya juga terjadi di perikanan, yaitu produsen ke produsen, produsen ke
konsumen, konsumen ke konsumen, dan konsumen ke produsen.
Eksternalitas secara umum dapat diartikan sebagai dampak dari suatu suatu
akti%itas atau tindakan (pihak pertama) terhadap akti%itas atau tindakan (pihak lain).
&erkait dengan pemanfaatan sumberdaya perairan khususnya perikanan, maka secara
eksternalitas dapat diartikan sebagai dampak dari suatu kegiatan produksi tertentu
terhadap utilitas atau nilai kegunaan dari kegiatan lain yang tidak diinginkan. $alam
konteks pengelolaan sumberdaya perairan, eksternalitas sangat penting
diketahui.mengingat hal tersebut akan menyebabkan terjadinya alokasi pemanfaatan
sumberdaya yang tidak efisien.
'ontoh-contoh kasus eksternalitas dalam perikanan diantaranya yaitu :
1. Produsen ke produsen
(esepakatan perdagangan bebas antara negara-negara )'*&) ()sean 'hina
*ree &rade )rea) yang menghapuskan pajak ekspor impor bagi negara-negara
)sean dan 'hina, juga +ndonesia tentunya. &elah menimbulkan persaingan
produk-produk perikanan di dalam negeri dengan produk impor yang lebih
murah, hal ini telah menurunkan keuntungan para pelaku pasar perikanan di
dalam negeri
,-engaplingan laut. yang tertuang dalam pemberlakuan -asal " dan / 00 1o.
!!2333 yang menerangkan bah4a adanya pembagian ke4enangan pengelolaan
4ilayah perairan laut sejauh l! mil dari pinggir pantai untuk -emerintah -ro%insi
dan sepertiganya, yaitu # mil untuk -emerintah $aerah, merupakan suatu
ja4aban atas kegagalan kebijakan yang berlaku selama ini, dimana pemerintah
pusat dengan kekuatan -asal "" ayat " 00$ 3#5 mempunyai 4e4enang
penuh, baik secara makro maupun ekstentif terhadap pengelolaan sumberdaya
alam selama ini. )nggapan laut sebagai milik negara (state property) dengan
model kebijakan 'entrali6ed 7o%ernment 8anagement ('78) telah
memunculkan eksternalitas di kegiatan perikanan tangkap.
8unculnya eksternalitas di perikanan tangkap tersebut diakibatkan oleh
kebijakan '78 yang dicirikan oleh ($ahuri, 333), yaitu : () doktrin milik
bersama (commont property) yang mengakibatkan laut bersifat open acces,
dimana tidak adanya batasan alat tangkap yang boleh digunakan, kapan dan
dimana boleh melakukan penangkapan ikan, berapa jumlah tangkapan yang
diperbolehkan serta siapa saja yang mempunyai hak itu. )kibat kebijakan seperti
ini, laut menjadi ajang pergulatan keserakahan para pemodal besar (kapitalis),
dimana nelayan yang selalu menjadi korban ketidakbijakan pembangunan
selama ini disertai dengan terjadinya degradasi lingkungan, o%er fishing, dan
masalah-masalah lain yang kerap memicu terjadinya konflik9 (!) sentralistis, dari
pembuatan kebijakan hingga penga4asan tidak pernah melibatkan partisipasi
masyarakat lokal9 serta (") antipluralisme hukum, padahal di beberapa 4ilayah
pesisir +ndonesia terdapat aturan-aturan lokal atau lebih dikenal :ak 0layat ;aut
(:0;) yang dapat menjamin terciptanya kelestarian <$(- yang sudah berlaku
secara turun-temurun dari generasi ke generasi dan mempunyai kekuatan hukum
yang sangat mengika
2. Produsen ke konsumen
-engunaan sunber daya milik bersama juga bisa menyababkan terjadinya
eksternalitas pada orang lain yang tidak terlibat pada kegiatan tersebut. <ebagai
contoh, pemanenan yang berlebihan menyebabkan meningkatnya erosi tanah,
yang selanjutnya menyebabkan kerusakan di sekitar sungai dan merusak
kesegaran air untuk perikanan.
3. Konsumen ke konsumen
Eksternalitas yang umum dilakukan oleh pemanfaat perikanan tangkap di 4aduk
jatiluhur adalah penggunaan alat dan teknis yang tidak ramah lingkungan,
dimana hal tersebut akan menimbulkan kerugian jangka panjang diantara sesama
pemanfaat perikanan. -enggunaan mata jaring yang terlampau kecil oleh
nelayan akan menyebabkan kepunahan dari beberapa jenis +kan maupun udang-
udangan yang hilang tersebut terjadi karena ikan-ikan kecil sebagai bakal calon
ikan de4asa terlebih dahulu tertangkap sebelum mencapai ukuran konsumsi. :al
tersebut tentu saja merugikan bagi nelayan itu sendiri. <elain itu, biaya untuk
menangkap ikan tidak sebanding dengan hasil yang didapat karena nilai
ekonomis (produksi) dari penangkapan tidak tinggi lagi.
4. Konsumen ke produsen
(emiskinan sistematis nelayan di pesisir =iau, karena penambangan pasir untuk
proyek reklamasi pantai di <ingapura telah merusak ekosistem pantai dan laut,
serta hilangnya habitat ikan ekonomis yang menjadi sandaran hidup nelayan.
<ecara jangka panjang, eksternalitas berekses pula pada kerusakan bentang alam
dan lingkungan laut yang mengarah pada abrasi dan bencana alam. +tu artinya
hilangnya sandaran hidup nelayan.