Anda di halaman 1dari 17

ANATOMI FISIOLOGI KULIT

A. ANATOMI KULIT
Kulit adalah suatu organ pembungkus seluruh permukaan luar
tubuh merupakan orgn terberat dan terbesar dari tubuh
seluruh kulit beratn!a sekitar "# $ berat tubuh pada orang
de%asa sekitar &'()# kg dan luasn!a sekitar "*("+ meter
persegi. Tebaln!a kulit ber,ariasi mulai -* mm sampai # mm
tergantung dari letak umur dan .enis kelamin. Kulit tipis
terletak pada kelopak mata penis labium minus dan kulit
bagia medial lengan atas sedangkan kulit tebal terdapat
telapak tangan telapak kaki punggung bahu dan bokong.
/embagian kulit se0ara garis besar tersusun atas tiga
lapisan uatam !aitu lapisa epidermis atau kutikel lapisan
dermis dan lapisan subkutis tidak ada garis tegas !ang
memisahkan dermis dan subkutis subkutis ditandai dengan
adan!a .aringan ikat longgar dan adan!a sel dan .aringan
lemak.
". lapisa epidermis
adalah lapisan luar kulit !ang tipis terdiri dari epitel
berlapis gepeng bertanduk mengandung sel melanosit
langerhans dan merkel tebal epidermis berbeda(beda pada
berbagai tempat di tubuh paling tebal pada telapak
tangan dan kaki ketebalan epidermis han!a sekitar *$
dari seluruh ketebalan kulit ter.adi regenerasi setiap 1(
# minggu.
2pidermis terdiri atas * lapisan 3 lapisan !ang paling
atas sampai !ang terdalam45
a. stratum korneum terdiri dari sel keratinosit !ang
bisa mengelupas dan berganti
b. stratum kusidum berupa garis translusin biasan!a
terdapat pada kulit tebal telapak tangan dan kaki
0. stratum granulosum ditandai oleh )(* lapis pol!gonal
geping !ang intin!a ditengah sitoplasma terdiri oleh
granula baso6ilik kasar !ang dinamakan granula
keratohialin !ang mengandung protein ka!a akan
histidin terdapat pada sel langerhans
d. stratum spinosum terdapat berkas(berkas 6ilament !ang
dinamakan tono6ibril dan memegang peranan penting
untuk mempertahankan kohesi sel dan melindungi
terhadap e6ek abrasi epidermis pada tempat !ang terus
mengalami gesekan dan tekanan mempun!ai stratum
spinosum dengan lebih ban!ak tono6ibril stratum
basale dan stratum spinosum disebut sebagai lapisan
malphagi terdapat sel langerhans.
e. Stratum basale 3stratum germinati,um4 terdapat
akti,itas mitosis !ang hebat dan bertanggung .a%ab
dalam pembaharuan sel epidermis se0ara konstan
epidermis diperbaharui sekitar &7 hari untuk migrasi
kepermukaan
Fungsi epidermis adalah sebagai proteksi barier
organisasi sel sintesis ,itamin 8 dan sitokin
pembelaha dan mobilisasi sel pigmentasi 3melanosit4
dan pengenalan allergen 3sel langerhans4
&. dermis
dermis merupakan bagian !ang paling penting di kulit !ang
sering dianggap true skin terdiri atas .aringan ikat !ang
men!okong epidermis dan menghubungkan!a dengan sub0utis
tebaln!a ber,ariasi !ang paling tebal pada telapak kaki
sekitar ) mm
dermis terdiri dari dua lapisan 5
a. lapisan peri6er5 tipis mengandung .aringan ikat .arang
b. lapisan reti0uler5 tebal terdiri dari .aringan ikat
padat dermis mempun!ai ban!ak pembuluh darah dermis
.uga mengandung beberapa deri,ate epidermis !aitu
6olikel rambut kelen.ar sebasea dan kelen.ar
keringat kualitas kulit tergantung ban!ak tidakn!a
deri,ate epidermis didalam dermis
6ungsi dermis adalah sebagai struktu penun.ang
me0hani0al strength suplai nutrisi menahan shearing
6or0es dan respon in6lamasi
). sub0utis
merupakan lapisan diba%ah dermis atau h!podermis !ang
etrdiri dari lapisan lemak lapisan ini terdapat .aringan
ikat !ang menghubungkan kulit se0ara longgar dengan
.aringan di ba%ahn!a .umlah dan ukuran!a berbeda(beda
menurut daerah tubuh dan keadaan nutrisiindi,idu adapun
6ungsin!a untuk menun.ang supla! darah kedermis untuk
regenerasi
6ungsi sub0utis adalah adalah melekat ke struktur dasar
isolasi panas 0adangan kalori 0ontrol bentuk tubuh dan
me0hani0al absorbe
9. 6isiologi kulit
kulit merupakan organ !ang ber6ungsi sangat penting bagi
tubuh diantaran!a adalah memungkinkan bertahan dalam
berbagai kondisi lingkungan sebagai barier in6eksi
mengontrol suhu tubuh 3termoregulasi4 sensasi ekskresidan
metabolisme
6ungsi proteksi kulit adalah melindungi dari kehilangan
0airan dan elektrolit trauma mekanik ultra,iolet dan
sebagai barier dan in,asi mikroorganisme pathogen. Sensasi
telah diketahui merupakan salah satu 6ungsi kulit dalam
merangsang raba karena ban!akn!a u.ung s!ara6 seperti pada
daerah bibir putting dan u.ung .ari. Kulit berperan pada
pengaturan suhu dan keseimbangan 0airan dan elektrolit
termoregulasi dikontrol oleh hipotalamus
temperature peri6er mengalami proses keseimbangan melalui
keringat insesssibble loss dari kulit paru(paru dam mukosa
bukal temperature kulit dikontrol dengan dilatasi atau
konstriksi pembuluh darah kulit bila temperature
meningkatter.adi ,asodilatasi pembuluh darah kemudian tubuh
akan mengurangi temperature dengan melepas panas dari kulit
dengan 0ara mengirim sin!al kimia !ang dapat meningkatkan
aliran darah dikulit pada temperature !ang menurun pembuluh
darah kulit akan ,asokonstriksi !ang kemudian akam
mempertahankan panas
LUKA 9AKA:
A. pengertian
luka baker adalah suatu trauma !ang disebabkan oleh panas
arus listrik bahan kimia dan petir !ang mengenai kulit
mukosa dan .aringan !ang lebih dalam
luka baker adalah luka !ang disebabkan karena kontak dengan
;at panas
9. pen!ebab
- 0airan panas 3air min!ak kuah sa!ur4
- api 3bensin min!ak tanah gas L/G4
- bahan kimia 3asam basa kosmetik4
- listrik 3/LN petir4
- radiasi 3matahari radioterapi ledakan
bom4
<. akibat luka bakar
- kulit rusak
- in6eksi
- kekurangan 0airan elektrolit protein
- gagal na6as
- Gagal gin.al
- Sakit lambung
- Kekurangan darah
8. Klasi6ikasi luka baker
". berdasarkan pen!ebab
- luka bakar karena api
- luka bakar karena air panas
- luka bakar karena bahan kimia
- luka bakar karena listrik
- luka bakar karena radiasi
- luka bakar karena suhu rendah
&. berdasarkan kedalaman luka bakar
a. luka bakar dera.at " 3super6i0ial thi0kness4
- kerusakan pada lapisan epidermis
- hiperestheresia dan kesemutan
- erithema 3kemerahan4 g=lister 3gelombang
0airan4
- oedem minimal tidak ada buale
- pu0at bila ditekan dengan u.ung .ari dan
berisi kembali .ika tekanan dilepas
- pen!embuhan spontan dalam *("- hari
b. luka bakar dera.at &
- kerusakan pada laipsan epidermis dan
sebagian dermis
- reaksi in6lamasi akut dan proses eksudasi
- di.umpai bulae
- pemebntukan parut dan depigmentasi
- blusters 0airan bening ketika gelembung
dipe0ah
- ter.adi edema hipesthesia
luka bakar dera.at dua dibedakan men.adi dua5
dera.at dua dangakal> & A 3partial thi0kness
super6i0ial4
- kerusakan ter.adi pada super6i0ial dari
dermis
- pen!embuhan ter.adi spontan dalam &" hari
dera.at & dalam > & 9 3partial thi0knesss deep4
- kerusakan hamper seluruh dermis
- pen!embuhan lebih lama tergantung
appendises !ang tersisa ? " bulan
luka bakar dera.at ) 36ull thi0kness4
- kerusakan pada lapisan sub0utan
- appendises kulit rusak
- tidak di.umpai bulae
- adan!a es0har kulit !ang meleleh 0airan
ber%arna
- anesthesia
- tidak pu0at bila ditekan
- rambut mudah lepas bila di0abut
- pen!embuhan @ " bulan
). berdasarkan tingkat kerusakan luka
Ameri0an burn asso0iation menggolongkan luka bakar men.adi
tiga kategori !aitu5
a. luka bakar ma!or
- luka bakar dengan luas lebih dari &*$ pada
orang de%asa dan lebih dari &- $ pada anak(anak
- luka bakar 6ullthi0kness lebih dari &-$
- terdapat luka bakar pada tangan muka
telinga kaki dan perineum
- terdapat trauma inhalasi dan multiple
in.uri tanpa memperhitungkan dera.at dan luasn!a
luka
- terdapat luka bakar listrik bertegangan
tinggi
b. luka bakar moderat
- luka bakar dengan luas "*(&*$ pada orang
de%asa dan "-(&-$ pada anak(anak
- luka bakar 6ullthi0kness kurang dari "-$
- tidak terdapat luka bakar pada tangan
muka mata telinga kaki dan perineum
0. luka bakar minor
luka bakar minor seperti dide6inisikan oleh tro6ino
3"++"4 dan griglak 3"++&4 adalah5
- luka bakar dengan luas kuarang dari "*$
pada orang de%asa dan kurang dari "-$ pada anak(
anak
- luka bakar 6ullthi0kness kurang dari &$
- tidak terdapat luka bakar didaerah %a.ah
tangan dan kaki
- luka tidak sirkum6ier
- tidak terdapat trauma inhalasi elektrik
6raktur
1. luas luka bakar
a. rule o6 nine anak usia -(" tahun
- Kepala dan leher 5"7$
- 2kstermitas atas kanan 5 +$
- 2lstermitas atas kiri 5 +$
- 8ada dan abdomen 5 "7$
- /unggung 5 "7$
- 2kstermitas ba%ah kanan 5 "1$
- 2kstermitas ba%ah kiri 5 "1$
b. rule o6 nine anak usia "(* tahun
- Kepala dan leher 5 "1$
- 2kstermitas atas kanan 5 +$
- 2lstermitas atas kiri 5 +$
- 8ada dan abdomen 5 "7$
- /unggung 5 "7$
- 2kstermitas ba%ah kanan 5 "#$
- 2kstermitas ba%ah kiri 5 "#$
0. rule o6 nine anak usia *("* tahun
- Kepala dan leher 5 "-$
- 2kstermitas atas kanan 5 +$
- 2lstermitas atas kiri 5 +$
- 8ada dan abdomen 5 "7$
- /unggung 5 "7 $
- 2kstermitas ba%ah kanan 5 "7$
- 2kstermitas ba%ah kiri 5 "7$
d. rule o6 nine de%asa
- Kepala dan leher 5 +$
- 2kstermitas atas kanan 5 +$
- 2lstermitas atas kiri 5 +$
- 8ada dan abdomen 5 "7$
- /unggung 5 "7$
- 2kstermitas ba%ah kanan 5 "7$
- 2kstermitas ba%ah kiri 5 "7$
- Genitalia 5 "$
F. 6ase luka bakar
". 6ase akut
disebut sebagai 6ase a%al atau 6ase s!ok se0ara umum pada
6ase ini seorang penderita akan berada dalam keadaan !ang
bersi6at relati6e li6e threatening. 8alam 6ase a%al
penderita akan mengalami an0aman gangguan air%a! 3.alan
napas4 breathing 3mekanisme berna6as4 dan 0ir0ulation
3sirkulasi4 gangguan air%a! tidak han!a dapat ter.adi segera
atau beberapa saat setelah terbakar namun masih dapat
ter.adi segera atau beberapa saat setelah terbakar namun
masih dapat ter.adi obstruksi saluran pernapasan akibat
0edera inhalasi dalam 17('& .am pas0a trauma 0edera
inhalasi adalah pen!ebab kematian utama penderita pada 6ase
akut
pada 6ase akut sering ter.adi gangguan keseimbangan 0airan
dan elektrolit akibat 0edera termal !ang berdampak sistemik
problema sirkulasi !ang bera%al dengan kondisi s!ok 3ter.adi
ketidakseimbangan antara pasokan O& dan tingkat kebutuhan
respirasi sel dan .aringan4 !ang bersi6at hiperdinamik !ang
masih ditingkahi dengan problema histabilitas sirkulasi
&. 6ase sub akut
berlangsung setelah 6ase s!ok teratasi masalah !ang ter.adi
adalah kerusakan atau kehilangan .aringan akibat kontak
dengan sumber panas luka !ang ter.adi men!ebabkan5
- proses in6lamasi dan in6eksi
- problem penutupan luka dengan titik perhatian
pada luka telan.ang atau tidak berba.u epitel
luas dan atau pada struktur atau organ(organ
6ungsional
- keadaan hipermetabolisme
). 6ase lan.ut
6ase lan.ut akan berlangsung hingga ter.adin!a maturasi
parut akibat luka dan pemulihan 6ungsi organ(organ
6unsional problem !ang mun0ul pada 6ase ini adalah pen!ulit
berupa parut !ang hipertropik keloid gangguan pigmentasi
de6ormitas dan kontraktur
G. komplikasi
". pneumonia
&. gagal gin.al akut
). h!pertropi .aringan parut
1. s!ok
*. dekubitus
A. pemeriksaan penun.ang
". darah lengkap
a. L285 mengka.i hemokonsentrasi
b. 2lektrolit serum mendeteksi
ketidakseimbangan 0airan dan biokimia. Ini terutama
penting untuk memeriksa kalium terdapat peningkatan
selama &1 .am pertama karena peningkatan kalium dapat
mem!ebabkam henti .antung
0. Gas darah arteri 3G8A4 dan sinar B
dada mengka.i 6unsi pulmonal khususn!a pada 0edera
inhalasi asap
d. 9UN dan Kreatinin mengka.i 6ungsi
gin.al
e. Urinalisis menun.ukkan mioglobin
dan hemokromogen mendandakan kerusakan otot pada luka
bakar ketebalan penuh luas
6. Nronkoskopi membantu memastikan
0edera inhalasi asa
g. Koagulasi memeriksa 6a0tor(6aktor
pembekuan !ang dapat menurun pada luka bakar massi6
h. Kadar karbonmonoksida serum
meningkat pada 0edera inhalasi asap
&. elektrolit
). 2KG5 tanda iskemia miokardia
disritmia dapat ter.adi pada 0ombustion listrik
1. 6otogra6i luka bakar5 memberi 0atatan
untuk pen!embuhan 0ombustion
I. penatalaksanaan
". resusitasi 0airan
a. 6ormula e,an broke
prinsip
- larutan 6isiologis keloid dan glukosa
diberikan dalam %aktu &1 .am dengan alasan ine6ekti6
Ab dan kehilangan energi
- .umlah 0airan !ang diberikan berdasarkan
luas luka bakar dan berat badan pasien
0ara pemebrian
hari I
- C .umlah kebutuhan 0airan 7 .am pertama
- C .umlah kebutuhan 0airan "# .am
berikutn!a
Aari II
C .umlah kebutuhan koloid 3larutan salin4 &1 .am kedua
:umus 2,an 9roke
6ormula 2,an5 "ml>kg 99 B $ L9 koloid
"mlBKg 99B$ L9 larutan saline
&--- ml glukosa
/emantauan diuresis 3'*- 00>.am4
Formula 9roke5 -* mlBkg 99B$ L9 koloid
" mlB kg 99B$ L9 larutan saline
&--- ml glukosa
/emantauan diuresis 3)-(*- 00>.am4
b. 6ormula 9aBter
- s!o0k !ang ter.adi .enis hipo,olemik
- han!a memerlukan :L dan elektrolit koloid
diperlukan bila sirkulasi telah pulih
- penurunan e6ekti6itas Ab karena
perlengketan eritrosit trombosit leukosit dan
komponen sel lain pada dinding pembuluh darah
- pemebrian koloid tidak e6ekti6 karena
adan!a gangguan permeabilitas dan kebo0o0ran plasma
men!ebabkan penarikan ke .aringan interstisial sulit
ditarik ke intra,askuler sehingga menambah beban ker.a
.antung paru(paru dan gin.al serta memperbesar resiko
in6lamasi
:umus
8e%asa :L
100Bkg 99B$ L9>&1 .am
<ara pemberian5
a4 &1 .am pertama 0airan dibagi &5
- 7 .am pertama diberikan C dari kebutuhan
0airan
- "# .am kedua diberikan C dari kebutuhan
0airan
- "7 .am setelah ke.adian diberikan koloid
seban!ak *-- 00 3L9 sedang4 dan "--- 00
3L9 berat4
b4 &1 .am kedua
8iberikan C dari kebutuhan 0airan &1 .am pertama
Anak(anak
& 00 B kg 99 B $ L9 D kebutuhan Faal>&1 .am
/erbandingan kebutuhan 0airan dan koloid adalah
:L5Koloid 3"'5)4
Kebutuhan 6aal
E " tahun 5 99 B "-- 00
"(* tahun 5 99 B '* 00
*("* tahun 5 99 B *- 00
<ara pemberian
- &1 .am pertama 0airan dibagi &5
7 .am pertama diberikan C dari kebutuhan 0airan
"# .am kedua diberikan C dari kebutuhan 0airan
- &1 .am kedua
8iberikan sesuai kebutuhan 6aal
&. penatalaksanaan resusitasi
a. lakuakn resusitasi dengan mempertahankan .alan
napas dan sirkulasi
- perikslah .alan naas
- bila di.umpai obstruksi .alan napas buka .alan napas
dan sirkulasi
- beri O&
- pasang kateter
b. periksalah 0edera !ang ter.adi diseluruh tubuh se0ara
s!stem
0. berikan analgetik
d. lakukan pen0u0ian luka bakar setelah sirkulasi stabil
memandikan pasien dengan menggunakan air steril dalam bak
mandi klien !ang mengandung 0airan antisepti0
e. berikan antibioti0 topi0al pas0a pen0u0ian luka dengan
tu.uan untuk men0egah ter.adin!a in6eksi pada luka
6. nutrisi diberikan 0ukup untuk men0ukupi kebutuhan klien
/:OS2S ASUAAN K2/2:AFATAN
A. pengka.ian
". data biogra6i
&. luas luka bakar5 menggunakan metode
rule o6 nine
). kedalaman luka bakar5 dera.at luka
1. lokasi>area luka
*. masalah kesehatan lain
#. data penun.ang5 darah lengkap urin
rontgen dll
9. diagnosa kepera%atan
". tidak e6ekti6n!a pertukaran gas>oksigen berhubungan
dengan kerusakan .alan napas
&. gangguan keseimbangan 0airan dan elektrolit
berhubungan dengan ban!akn!a penguapan>0airan tubuh
!ang keluar
). n!eri akut berhubungan dengan kerusakan
kulit>.aringan
1. kerusakan integritas kulit berhubungan dengan
kerusakan permukaan kulit sekunder
*. resiko tinggi in6eksi berhubungan dengan pertahanan
primer tidak adekuat kerusakan perlindungan kulit
.aringan traumati0
<. Inter,ensi
". tidak e6ekti6n!a pertukaran gas>oksigen berhubungan
dengan kerusakan .alan napas
tu.uan5 oksigenasi .aringan adekuat
Kriteria hasil5
- tidak ada tanda(tanda sianosis
- 6rekuensi napas "#(&1B>menit
- SpO& @ +* $
Inter,ensi
- ka.i tanda(tanda distress na6as bun!i
6rekuensi irama kedalaman na6as
- monitor tanda(tanda h!poBia 3agitasi
takipneastupor sianosis4
- monitor hasil laboraturium AG8 kadar
oksihemoglobin hasil oBimetri nadi
- kolaborasi dengan tim medis untuk
pemasangan endotra0heal tube atau tra0heostomi
bila diperlukan
- kolaborasi dengan tim medis untuk
pemasangan ,entilator bila diperlukan
- kolaborasi dengan tim medis untuk
pemberian inhalasi terapi bila diperlukan
&. gangguan keseimbangan 0airan dan elektrolit dan
berhubungan dengan ban!akn!a penguapan>0airan tubuh
!ang keluar
tu.uan5 pemuliahan 0airan optimal dan keseimbangan
elektrolit serta per6usi organ ,ital
ter0apai
kriteria hasil
- Tekanan darah normal "--("1->#-(+- mmAg
- /roduksi urin @ )- ml> .am 3minimal
"ml>kg>99>.am
- Aematokrit )'(1) $
- Turgor elastis
- Mukosa lembab
- Akral hangat
Inter,ensi
- berikan ban!ak minum kalau kondisi lambung
memungkinkan baik se0ara langsung maupun
melalui NGT
- monitor dan 0atat intake output 3urine
-*("00>Kg 99>.am4
- beri 0airan in6use !ang mengandung
elektrolit 3pada &1 .am ke I4
- monitor ,ital sign
- monitor kadar Ab At elektrolit minimal
setiap "& .am4
). n!eri akut berhubungan dengan kerusakan
kulit>.aringan
tu.uan5 n!eri hilang>terkontrol
Kriteria hasil5
- skala n!eri "(&
- ekspresi %a.ah tenang
- nadi #-("--B>menit
- klien tidak gelisah
inter,ensi
a. pantau kualitas n!eri !ang dirasakan klien
b. atur posisi klien sen!aman mungkin
0. a.arkan klien untuk latihan relaksasi na6as dalam
d. beri tahu klien tentang pen!ebab rasa sakit pada
luka bakar
e. kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian
analgetik
1. kerusakan integritas kulit berhubungan dengan
kerusakan permukaan kulit sekunder
tu.uan 5 regenerasi .aringan ter.adi
Kriteria hasil5 pen!embuhan area luka bakar tepat
%aktu
Inter,ensi
- ka.i ukuran %arna kedalaman luka
perhatikan .aringan nekrotik dan kondisi sekitar
luka
- lakukan pera%atan luka bakar !ang tepat
dan tindakan 0ontrol in6eksi
- pertahankan penutupan luka sesuai indikasi
DAFTAR PUSTAKA
9runner dan suddarth. &--&. kepera%atan medi0al bedah ,ol ).
Gakarta5 2G<
8oenges Moorhouse Geisler. "+++. :en0ana Asuhan Kepera%atan
2disi ) .akarta5 2G<
2ngram 9arbara."++7. :en0ana Asuhan Kepera%atan Medikal 9edah
Hol. &. Gakarta5 2G<
/ri0e S!l,ia A. &--*. /ato6isiologi konsep klinis pen!akit edisi
# .akarta5 2G<