Anda di halaman 1dari 6

Nama : St.

Hardianti
N I M : A31111291

PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS PIUTANG USAHA

Piutang meliputi jumlah yang harus dinbayar pelanggan, karyawan, dan afiliasi atas
akun terbuka, wesel, serta pinjaman, dan bungga akrual atas salso semacam itu. Pertimbangan
yang akan kita berikan di sini ditunjukan pada piutang kotor dari para pelanggan atas tran
saksi penjualan kredit dan yang berhubungan dengan akun kontrak, yaitu penyisihan untuk
piutang tak tertagih merupakan hal yang penting untuk mengingat kembali bahwa dengan
mengaudit penjualan yang berkaitan.

PENENTUAN RESIKO DETEKSI UNTUK PENGUJIAN RINCIAN
Ingat kembali bahwa untuk tingkat resiko audit tertentu, resiko pengujian rincian
berhubungan terbalik dengan penilaian tingkat resiko inheren, resiko prosedur analisi, dan
resiko pengendaliaan. Jadi, factor-faktor yang berkaitan dengan penilaian ini harus
dipertimbangkan dalam penetuan tingkat resiko pengujian rincian yang dapat diterima untuk
setiap asersi piutang usah. Penilaian resiko pengendalian untuk asersi piutang usaha
tergantung pada penilaian resiko pengendalian terkait untuk kelompok transaksi ini
(penjualan kredit, penerimaan kas, dan penyesuaian penjualan yang mempengaruhi saldo
piutang uasaha.

MERANCANG UJI SUBSTANTIF
Sebelum melakukan pengujian substantive, auditor menentukan tingkat risiko deteksi
yang diterima. Penentuan risiko deteksi dapat dilakukan apabila sudah memiliki pemahaman
yang memadai atas struktur pengendalian intern. Tingkat risiko deteksi yang diterima akan
menentukan lauasnya pengujian substantive yang akan dilakukan. Bila auditor menentukan
risiko deteksi yang rendah, auditor akan melakukan pengujian substantive secara ekstensif
untuk mencapai tingkat kepercayaan terhadap laporan keuangan sesuai dengan yang
diharapkan, demikian pula sebaliknya.

PROSEDUR AWAL
Titik awal untuk memenuhi setiap pengujian audit adalah memperoleh pemahaman
tentang bisnis dan industri klien. Prosedur awal yang penting untuk memperivikasi piutang
usaha dan akun penyelisihan terkait adalah menelusuri saldo awal periode berjalan kesaldo
akhir yang telah diaudit dalam kertas kerja tahun sebelumnya (jika dapat dilakuka).
Selanjutnya, aktivitas periode berjalan dalam akun pengendalian buku besar dan akun
penyisihan terkait harus direview untuk setiap ayat jurnal yang signifikasi, yang tidak biasa
dari segi sifat atau jumlah, yang memerlukan investigasi khusus. Sebagai contoh, auditor
harus menginvestigasi setiap piutang dan pendapatan yang belum dibukukan dengan cara
mencatat faktur penjualan dalam jurnal penjualan.
Selain itu, auditor juga dapat membuat neraca saldo piutang usaha secara langsung
dari file induk klien dengan menggunakan bperangkat lunak audit.

PROSEDUR ANALITIS
Tujuan auditor dalam melakukan prosedur analitis adalah mengembangkan ekspektasi
atas saldo piutang usaha, hubungan piutang usaha dengan penjualan, dalam marjin kotor
perusahaan.

PENGUJIAN RINCIAN TRANSAKSI
Pengujian rincian transaksi tertentu dapat dilaksanakan selama pekerjaan interim
(interim work) bersama dengan pengujian pengendalian dalam bentuk pengujian bertujuan
ganda.

Memvouching Catatan Piutang ke Transaksi Pendukung
File akan pelanggan yang diselenggarakan oleh klien harus berisi dokumen seperti
pesanan pelanggan, pesanan penjualan, dokumen pengiriman, faktur penjualan, memorandum
kredit.

Pengujian ini dapat dilaksanakan secra lebih ekstensiuf apabila tingkat resiko deteksi
yang berlaku yang akan dicapai adalah rendah, atau untuk melengkapi prosedur konfirmasi
apabila situasi tertentu terjadi.

Melakukan Pengujian Pisah Batas untuk Penjualan dan Retur Penjualan
Pengujian pisah batas penjualan (sales cut-off tests) dirancang untuk memperoleh
kepastian yang layak bahwa (1) penjualan dan piutang usaha telah dicatat dalam periode
akuntansi dimana transaksi tersebut terjadi dan (2) ayat jurnal yang berkaitan dengan
persediaan dan harga pokok penjualan telah dibuat dalam periode yang sama.
Pengujian pisah batas retur penjualan (sales return cutoff test) adalah serupa dan
terutama diarahkan langsung pada kemungkinan bahwa retur yang dilakukan sebelum akhir
tahun belum dicatat setelah akhir tahun,

Melakukan Pengujian Pisah Batas atas Penerimaan Kas
Pengujian pisah batas penerimaan kas (cash receipts cutoff test) dirancang untuk
memperoleh kepastian yang layak bahwa penerimaan kas telah dicatat dalam periode
akuntansi yang tepat.

PENGUJIAN RINCIAN SALDO
Dua bidang utama dari prosedur dalam kategori pengujian substantif untuk piutang
usaha ini akan dibahas : konfirmasi piutang dan prosedur tindak lanjut yang berkaitan serta
prosedur untuk mengevaluasi kecukupan penyisihan piutang tak tertagih.

Konfirmasi Piutang
Konfirmasi piutang usaha mencakup komunkasi tertulis secara langsung antara
pelanggan dan auditor.

Prosedur Audit Yang Berlaku Umum
Konfimasi piutang adalah prosedur sudit yang berlaku umum. AU 330, proses
konfimasi (SAS 67),
Menyatakan ada anggapan bahwa auditor akan meminta konfirmasi piutang selama
melakukan audit, kecuali:
Piutang usaha bersifat tidak material terhadap laporan keuangan
penggunaan konfirmasi akan menjadi tidak efektif

Formulir Konfirmasi
Ada dua formulir permintaan konfirmasi:
1. Konfirmasi Positif
2. Konfirmasi Negatif

Penentuan Waktu Dan Luas Permintaan Konfirnasi
Luas permintaan konfirmasi, atau ukuran sample berhubungan terbalik dengan setiap
factor-faktorr berikut:
1. Tingkat resiko deteksi yang dapat duterima untuk arsesi dimana bukti konfirmasi dipakai
2. Luas dimana pengujian sudstantif lainnya akan bermanfaat untuk mencapai tingkat
resiko tersebut
3. Salah saji piutang usaha yang dapat ditoleransi

Pengendalian atas Permintaan Konfirmasi
Mengendalikan setiap langkah dalam proses konfirmasi. Hal ini berikut:
1. Memastikan bahwa jumlah, nam, dan alamat pada konfirmasi telah sesuai dengan data
akun pelanggan
2. Menjaga peyimpanan konfirmasi sampai dikirimkan
3. Mewajibkan pengiriman jawaban langsung ke auditor

Disposisi Pengecualian
Jawaban konfirmasi mungkin akan berisi beberapa pengecualian (exeptions) yang
tidak dapat dihindarkan. Pengacualian ini dapat disebabkan oleh barang yang masih dalam
perjalanan (in transit) dari klien ke pelanggan.
Prosedur alternatif untuk konfirmasi yang tidak dijawab
Apbila tidak ada jawaban jawaban yang diterima atas permintaan konfirmasi positif kedua
atau ketiga dari pelanggan. Prosedur semacam ini dapat diterima apabila dua kondisi berikut
berlaku:
Tidak ada factor kualitatif yang tidak bisa bersangkutan dengan tidak menjawab
konfirmasi, seperti yang tidak diterima menyangkut transaksi akhir tahun.
Tidak adanya jawaban, yang diproyeksikan sebagai salah saji 100% terhadap populasi dan
ditambahkan kejumlah semua perbedaan lainnya yang belum disesuaikan, tidak akan
mempengaruhi keputusan auditor tentang apakah laporan keuangan secara material sudah
benar

Memeriksa Penagihan Berikutnya
Bukti terbaik mengenai eksistensi dan ketertagihan piutang adalah penerimaan
pembayaran dari pelanggan, sebelum mengakhiri pekerjaan lapangan audit, klien mungkin
telah menerima pembayaran dari beberapa pelanggansebagai pelunashutang pada tanggal
konfirmasi.

Memvouching Faktur-faktur terbuka yang Berisi Saldo
Satu-satunya perbedaan adalah bahwa prosedur tersebut dibatasi untuk itemitem yang
mengandung saldo akun per tanggal dimana jawaban konfirmasi tidak diterima dan bukan
keseluruhan populasi piutang usaha.
Mengikhtisarkan dan Mengevaluasi hasil
Ikhtiar tersebut harus memberikan, pada tingkat minimum, data statistik mengenai:
Jumlah dan nilai dollar dan konfirmasi yang dikirimkan serta jawaban yang diterima
Proporsi dari total populasi yang dicakup oleh sample

Aplikabilitas asersi
Konfirmasi piutang usaha merupakan sumber bukti yang utama dalam memenuhi
asersi eksistensi atau kejadian, akan tetapi jawaban atas konfirmasi itu dapat mengungkapkan
item-item yang telah dibayar sebelumnya atau item-item yang tidak sesuai yang
mempengaruhi penilaian yang tepat atas jumlah yang terhutang.

Mengevaluasi Kelayakan Penyisihan Piutang Tak Tertagih
Penggunaan perangkat lunak audit tergeneralisasi untuk menjumlah secara vertical dan
menjumlah kesamping neraca saldo umur piutang usaha.
Pengevaluasian estimasi sebelumnya atas piutang tak tertagih dengan pengalaman
berikutnya dan melihat kembali pengalaman sebelumya.

Perbandingan Penyajiaan Laporan dengan GAAP
Auditor harus memiliki pengetahuan tentang cara penyajian laporan dan persyaratan
pengungkapan untuk piutang usaha dan penjualan menurut prinsip-prinsip akuntansi yang
berlaku umumnya (GAAP). Persyaratan ini meliputu identifikasi dan klasifikasi yang tepat,
serta pihak terkait lainnya

Jasa Bernilai Tambahan
Dalam proses pelaksanaan audit, auditor dapat menetapkan tolak ukur (benchmark)
at6as kinerja purusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain, sebagai contoh auditor dapat
membicarakan:
Perusahaan telah secara efektif memanfaatkan aktiva untuk menghasilkan penjualan
berdasarkan rasio penjualan terhadap total aktiva.
Piutang telah tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan penjualan, sehingga
menghabiskan arus kas.

Setelah auditor menyelesaikan audit atas siklus penjualan, dia harus mengikhtisarkan
masalah penting yang dapat menghambat kinerja jasa bernilai tambahan. Auditor dapat
merekomendasikan bahwa klien harus mempertimbangkan untuk mendorong perputaran
lebih cepat dengan diskon tunai, auditor dapat menggunakan pengetahuan yang diperoleh
tentang aspek-aspek lain dari audit menetukan apakah utilisasi yang buruk atas total aktiva
akan meninbulkan masalah piutang. Dengan cara ini akuntan publik bersertifikat (CPA) akan
menggunakan pengetahuan yang diperoleh selama melakukan audit guna membantu klien
dalam mengidentifikasi peluang untuk memperbaiki kinerja bisnis.

Anda mungkin juga menyukai