Anda di halaman 1dari 25

BAGIAN IKM-IKK LAPORAN HASIL SURVEI

FAKULTAS KEDOKTERAN JUNI 2014


UNIVERSITAS HASANUDDIN

ASPEK KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA
KARYAWAN SUPERMARKET ALFAMART



Oleh:
Frinidya C11109364
Pritha Amelia Nuraini Pattisahusiwa C11109350


Supervisor :
dr. Sultan Buraena, MS, Sp.OK



DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN IKM-IKK
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2014
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Di negara-negara maju, kesehatan dan keselamatan kerja selalu menjadi isu
penting yang telah dimasukkan ke dalam undang-undang ataupun aturan-aturan yang
mengikat. Pihak-pihak yang terlibat dalam lingkaran kerja pun secara konsisten
menjalankan aturan yang telah diterapkan dengan penuh kesadaran. Sebaliknya, di
negara-negara berkembang, isu kesehatan dan keselamatan kerja nampaknya masih
menjadi hal yang kurang diperhatikan. Walaupun Indonesia telah memiliki undang-
undang tentang keselamatan kerja, namun pelaksanaannya belum menjadi prioritas
yang kadang-kadang diabaikan oleh perusahaan maupun pekerja.
(1)

Hal ini dibuktikan dengan masih tingginya kasus kecelakaan kerja yang terjadi di
Indonesia. Berdasarkan data pengawasan norma ketenagakerjaan Departemen Tenaga
Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans), pada 2006 terdapat 95.624 kasus kecelakaan
kerja. Masih tingginya kasus kecelakaan kerja ini disebabkan karena belum
optimalnya tingkat pemahaman dan kesadaran akan kesehatan dan keselamatan
kerja.
(1)

Pada umumnya kesehatan tenaga pekerja sangat mempengaruhi perkembangan
ekonomi dan pembangunan nasional. Hal ini dapat dilihat pada negara-negara lain
yang sudah lebih dahulu maju. Secara umum bahwa kesehatan dan lingkungan dapat
mempengaruhi pembangunan ekonomi.
Dengan makin meningkatnya perkembangan industri dan perubahan secara
global dibidang pembangunan secara umum di dunia, Indonesia juga tak mau
ketinggalan dengan melakukan perubahan-perubahan dalam pembangunan baik dalam
bidang teknologi maupun industri. Memasuki Abad 21, Indonesia telah
mencanangkan era industrialisasi.
(1)
Perkembangan di sektor industri tersebut,
menuntut dukungan penggunaan teknologi maju dan peralatan modern, yang antara
lain juga membawa konsekwensi digunakannya berbagai bahan kimia dalam proses
produksi.
(2)

Salah satu industri yang banyak di kelola oleh Pengusaha di Indonesia adalah
usaha Supermarket atau Swalayan. Dalam mengembangkan usaha Supermarket,
tentunya di butuhkan banyak karyawan. Mereka mendapat tugas yang berbeda-beda
di antaranya adalah kasir, pramuniaga, kuli pengangkat barang, maintenance
kelistrikan, dan staf lainnya. Pekerjaan seperti ini dapat memicu timbulnya dampak
negatif seperti kelelahan, keluhan muskuloskeletal, kecelakanaan kerja serta penyakit
akibat kerja.
(3)

Adapun persyaratan untuk sebuah usaha Supermarket adalah:
1. Tempat yang strategis, agar mudah dicapai oleh konsumen
2. Letak meja kasir sebaiknya dekat dengan pintu keluar
3. Sebaiknya ada akses jalan tersendiri untuk kendaraan pengantar barang
sampai ke gudang bagian belakang supermarket
4. Mempunyai jalan masuk dan keluar yang sama
Karyawan Supermarket yang bertugas di bagian apapun, sama-sama mempunyai
resiko untuk mendapat kecelakaan kerja. Karyawan yang bertugas sebagai
maintenance kelistrikan dan kuli pengangkat barang dari mobil barang ke gudang
maupun dari gudang ke dalam supermarket merupakaan karyawan yang sangat rentan
dengan kecelakaan kerja, karena mereka banyak bersentuhan dengan barang-barang
berbahaya, misalnya kabel listrik, terkena pecahan barang, atau keseleo saat
mengangkat beban berat.
Kecelakaan kerja di Supermarket dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan yang
tidak aman dan sehat, bencana, peralatan yang tidak memenuhi syarat, dan perilaku
yang tidak aman dari pekerja. Salah satu penyebab perilaku yang tidak aman ini
adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman dalam mewujudkan kesehatan dan
keselamatan kerja di Supermarket.
(3)

Berdasarkan hal tersebut di atas, penulis tertarik untuk menjelaskan mengenai
cara mewujudkan kesehatan dan keselamatan kerja di supermarket.

1.2. Tujuan Penelitian
1.2.1 Tujuan Umum
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang aspek
kesehatan dan keselamatan kerja yang dialami karyawan Supermarket.

1.2.2 Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui tentang faktor hazard yang dialami karyawan
supermarket
b. Untuk mengetahui tentang alat kerja yang digunakan yang dapat
mengganggu kesehatan karyawan supermarket
c. Untuk mengetahui tentang aspek Alat Pelindung Diri yang digunakan
petugas karyawan supermarket
d. Untuk mengetahui tentang ketersediaan obat P3K di tempat kerja karyawan
supermarket.
e. Untuk mengetahui pemeriksaan kesehatan yang pernah dilakukan sesuai
peraturan (sebelum kerja, berkala, berkala khusus).
f. Untuk mengetahui keluhan/penyakit yang dialami yang berhubungan
dengan pekerjaan pada karyawan supermarket
g. Untuk mengetahui upaya kesehatan dan keselamatan kerja lainnya yang
dijalankan.

















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Faktor hazard yang dialami karyawan supermarket
Bahaya potensial di Supermarket dapat mengakibatkan penyakit dan
kecelakaan akibat kerja. Yaitu yang disebabkan oleh faktor biologi (virus,
bakteri dan jamur), faktor kimia (antiseptik, gas anestasi), faktor ergonomi (cara
kerja yang salah), faktor fisika (suhu, cahaya, bising, listrik, getaran dan
radiasi), faktor psikososial (kerja bergilir, hubungan sesama karyawan/atasan).
(4)

Bahaya potensial yang dimungkinkan ada di Supermarket, di antaranya
adalah desain/fisik, kebakaran, mekanik, kimia/gas/karsinogen, radiasi dan
risiko hukum/keamanan.
(4)

Penyakit Akibat Kerja (PAK) di Supermarket, umumnya berkaitan dengan
faktor Fisik (kebisingan, temperature, radiasi), faktor kimia (pemaparan dalam
dosis kecil namun terus menerus seperti sabun pembersih lantai pada kulit),
faktor ergonomic (posisi kerja yang salah), faktor psikososial (hubungan
interpersonal dengan karyawan lain yang buruk, shift kerja bergilir siang dan
malam).
(4)

Berikut merupakan bahaya potensial (faktor hazard) yang dapat dialami
oleh karyawan di supermarket:

- Kasir
1. Fisik: bising (Suara AC dan Generator), Suhu yang terlalu dingin, penyakit
Carpal tunnel syndrome
2. Kimia: bahan iritan yang terkandung dalam sabun antiseptic untuk tanga
3. Biologik : terjangkit kuman yang terdapat pada uang kertas yang sudah
berpindah dari tangan ke tangan
4. Ergonomik: terlalu lama berdiri
5. Psikososial: gaji yang kurang, pekerjaan yang berulang, kerja bergilir, kerja
berlebih, pertanggung jawaban terhadap pekerjaan sangat tinggi. Hubungan
interpersonal dengan karyawan lain baik.
(1,4,5)


- Pekerja Gudang
1. Fisik : bising (suara AC dan Generator), penyakit musculoskeletal karena
mengangkat beban berat, terjatuh
2. Ergonomik : Cara mengangkat barang yang salah
3. Psikososial : Gaji sedikit, Kerja berlebih, hubungan interpersonal dengan
karyawan lain baik

- Maintenance Listik
1. Fisik: kebisingan (suara Generator), tersengat listrik, terjatuh
2. Ergonomik : cara kerja yang salah
3. Psikososial : hubungan interpersonal dengan pekerja lain baik

- Distributor barang
1. Fisik: resiko kecelakaan, mengantuk
2. Ergonomik : posisi menyetir yang terus menerus
3. Kimia : debu di jalan
4. Psikososial : kerja berlebih, shift malam, hubungan interpersonal dengan
karyawan lain baik

- Cleaning Service
1. Fisik : bising (suara generator) terjatuh, kelelahan
2. Kimia: bahan iritan yang terkandung pada sabun pembersih lantai
3. Ergonomi: posisi membungkuk yang lama saat membersihkan lantai
supermarket, terpapar debu saat membersihkan barang-barang
4. Psikososial : Gaji sedikit, Hubungan interpersonal yang baik dengan karyawan
lain

B. Alat kerja yang digunakan yang dapat mengganggu kesehatan karyawan
di Supermarket

1. Benda-benda tajam seperti gunting, barang pecah belah (dari gelas, piring,
porselen, botol sirup, dll yang dapat menyebabkan luka tergores atau
terpotong.
2. Bahan bakar untuk menyalakan Generator saat terjadi pemadaman listrik,
dapat menyebabkan terjadinya kebakaran. Bahan bakar yang di gunakan
diantaranya adalah bensin atau solar.
3. Gerobak pengangkut barang yang di gunakan oleh karyawan yang bekerja
di gudang dapat menyebabkan keluhan musculoskeletal apalagi jika barang
yang di taruh di atas gerobak tersebut sangat berat. Gerobak ini terbuat dari
besi dan jika pegangannya sudah berkarat maka dapat menyebabkan
Dermatitis kontak alergi bila tidak menggunakan sarung tangan saat
memegang dan mendorong gerobak.
4. Kecelakan karena arus listrik. Suatu alat mungkin sudah dirancang dan
dipasang sedemikian rupa sehingga aman bagi pemakai. Namun, karena
suatu keadaan yang belum diketahui dan menyebabkan alat tersebut
mengandung arus listrik terbuka. Keadaan tersebut sering menimbulkan
kaget, shock, gerak reflek ataupun kecelakaan yang fatal.
5. Kecelakaan karena bahan kimia. Beberapa bahan kimia dipergunakan juga
dalam pengolahan makanan, misalnya untuk pembersih, pengawet ataupun
pemberantas hama/tikus.
6. Terpeleset atau terjatuh karena air atau alas kaki yang tidak sesuai dengan
apa yang kita injak dapat menimbulkan sesuatu yang fatal, misalnya jika
kepala atau bagian badan yang lain terbentur sesuatu. Terpeleset juga
terjadi karena beberapa hal, yaitu karena keseimbangan yang kurang dan
lantai yang licin.
(4)


C. Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan karyawan di Supermarket
Alat pelindung diri yang digunakan di supermarket, yaitu perlengkapan
pakaian yang ditentukan dan penggunaan sarung tangan pada waktu
tertentu.Penggunaan pakaian/seragam ini memang terkesan sederhana, namum
memiliki fungsi yang sangat penting dalam melindungi diri selama
melaksanakan kegiatan di tempat kerja. Adapun perlengkapan tersebut adalah
sebagai berikut:.
1. Sarung tangan (hand gloves)
Sarung tangan digunakan oleh pekerja saat mengatur makanan-makanan
mentah seperti daging dan ikan, dan pada saat mengangkat barang pecah
belah
2. Masker (Mask)
Berfungsi untuk mencegah terhirupnya debu yang dapat menyebabkan
bersin dan penularan penyakit, khususnya untuk pekerja di Gudang.
(1)

3. Kaos kaki atau sepatu tertutup
Berfungsi untuk melindungi pekerja agar tidak jatuh saat menginjak lantai
yang licin, dan tidak terluka saat menginjak pecahan kaca atau barang
pecah belah
(5)



D. Ketersediaan obat P3K di tempat kerja karyawan Supermarket
P3K merupakan pertolongan pertama yang harus segera diberikan kepada
korban yang mendapatkan kecelakaan atau penyakit mendadak dengan cepat
dan tepat sebelum korban dibawa ke tempat rujukan. P3K sendiri ditujukan
untuk memberikan perawatan darurat pada korban, sebelum pertolongan yang
lebih lengkap diberikan oleh dokter atau petugas kesehatan lainnya.
(6)

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1969 Pasal 19: Setiap
badan, lembaga atau dinas pemberi jasa, atau bagiannya yang tunduk kepada
konvensi ini, dengan memperhatikan besarnya dan kemungkinan bahaya harus
menyediakan apotik atau pos P3K sendiri, memelihara apotik atau pos P3K
bersama-sama dengan badan, lembaga atau kantor pemberi jasa atau bagiannya
dan mempunyai satu atau lebih lemari, kotak atau perlengkapan P3K.
(6)

Dalam upaya pengawasan P3K maka perlu tersedia fasilitas dan personil
P3K.Fasilitas dapat berupa kotak P3K, isi kotak P3K, buku pedoman, ruang
P3K, perlengkapan P3K (alat perlindungan, alatdarurat, alat angkut dan
transportasi).Personil terdiri dari penanggung jawab: petugas P3K yang telah
menerima sertifikat pelatihan P3K ditempat kerja.
(6)

Rekomendasi minimum failitas yang tersedia dalam kotak P3K tipe I yaitu
kasa steril terbungkus, perban (lebar 5 cm), perban (lebar 7,5 cm), plester (lebar
1,25 cm), plester cepat, kapas (25 gram), perban segitiga/mettela, gunting,
peniti, sarung tangan sekali pakai, masker, aquades (100 ml lar saline), povidon
iodin (60 ml), alkohol 70%, buku panduan P3K umum, buku catatan, daftar isi
kotak. Sedangkan pada kotak P3K tipe II terdiri dari kasa steril terbungkus,
perban (lebar 5 cm), perban (lebar 7,5 cm), plester (lebar 1,25 cm), plester
cepat, kapas (25 gram), perban segitiga/mettela, gunting, peniti, sarung tangan
sekali pakai, masker, bidai, pinset, lampu senter, sabun, kertas pembersih
(Cleaning Tissue), aquades (100 ml lar saline), povidon iodin (60 ml), alkohol
70%, buku panduan P3K umum.
(6)

Secara umum penentuan jenis dan jumlah kotak yang disediakan tergantung
dari jumlah pekerja.
(6)


Tabel 1. Jumlah kotak P3K tiap unit kerja

Untuk jumlah personil P3K sendiri ditentukan oleh faktor risiko bahaya di
tempat kerja dan jumlah pekerja.
(6)


Tabel 2. Jumlah petugas P3K

E. Pemeriksaan kesehatan yang pernah dilakukan sesuai peraturan (sebelum
kerja,berkala,berkala khusus)
Dalam upaya pengendalian penyakit akibat kerja dan kecelakaan melalui
penerapan kesehatan dan keselamatan kerja bagi pekerja di rumah sakit
termasuk tenaga kerja di Supermarket, ada berbagai macam cara yang dilakukan
salah satunya yaitu pengendalian melalui jalur kesehatan. Upaya ini dilakukan
untuk menemukan gangguan sedini mungkin dengan cara mengenal
(recognition) kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang dapat tumbuh pada
setiap jenis pekerjaan di unit pelayanan kesehatan dan pencegahan meluasnya
gangguan yang sudah ada baik terhadap pekerja itu sendiri maupun terhadap
orang disekitarnya.Dengan deteksi dini, maka penatalaksanaan kasus menjadi
lebih cepat, mengurangi penderitaan dan mempercepat pemulihan kemampuan
produktivitas masyarakat pekerja.Disini diperlukan system rujukan untuk
menegakkan diagnosa penyakit akibat kerja secara cepat dan tepat (prompt-
treatment).Pencegahan sekunder ini dilaksanakan melalui pemeriksaan
kesehatan pekerja yang meliputi:
1. Pemeriksaan Awal
Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelum
seseorang calon / pekerja (petugas kesehatan dan non kesehatan) mulai
melaksanakan pekerjaannya. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memperoleh
gambaran tentang status kesehatan calon pekerja dan mengetahui apakah
calon pekerja tersebut ditinjau dari segi kesehatannya sesuai dengan
pekerjaan yang akan ditugaskan kepadanya. Pemerikasaan kesehatan awal
ini meliputi :
- Anamnese umum
- Anamnese pekerjaan
- Penyakit yang pernah diderita
- Alergi
- Imunisasi yang pernah didapat
- Pemeriksaan badan
- Pemeriksaan laboratorium rutin
- Pemeriksaan tertentu (Tuberkulin test, Psikotest).
(7)


2. Pemeriksaan Berkala
Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan secara
berkala dengan jarak waktu berkala yang disesuaikan dengan besarnya
resiko kesehatan yang dihadapi. Makin besar resiko kerja, makin kecil jarak
waktu antar pemeriksaan berkala Ruang lingkup pemeriksaan disini
meliputi pemeriksaan umum dan pemeriksaan khusus seperti pada
pemeriksaan awal dan bila diperlukan ditambah dengan pemeriksaan
lainnya, sesuai dengan resiko kesehatan yang dihadapi dalam pekerjaan.
(7)

3. Pemeriksaan Khusus
Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada
khusus diluar waktu pemeriksaan berkala, yaitu pada keadaan dimana ada
atau diduga ada keadaan yang dapat mengganggu kesehatan pekerja.
Sebagai unit di sektor kesehatan pengembangan K3 tidak hanya untuk
intern di Tempat Kerja Kesehatan, dalam hal memberikan pelayanan
paripurna juga harus merambah dan memberi panutan pada masyarakat
pekerja di sekitarnya, utamanya pelayanan promotif dan preventif.
Misalnya untuk mengamankan limbah agar tidak berdampak kesehatan bagi
pekerja atau masyarakat disekitarnya, meningkatkan kepekaan dalam
mengenali unsafe act dan unsafe condition agar tidak terjadi kecelakaan
dan sebagainya.
(7)


F. Penyakit yang dialami berhubungan dengan pekerjaan pada karyawan di
supermarket
Penyakit yang sering dijumpai pada karyawan di Supermarket, antara lain:
1. ganguan muskuloskeletal atau Musculoskeltal Disorder (MSD).Ada
beberapa faktor yang dapat menyebabkan MSD pada karyawan di
supermarket, namun faktor utamanya berupa tenaga yang dipaksakan
(force), posisi yang tidak sesuai (awkward postures) dan pengulangan
pekerjaan(repetition).
(8)

2. Luka tusuk dan Luka robekan, ada banyak pemicu terjadinya luka tusuk
atau luka robek pada karyawan di supermarket, di antaranya adalah
tertusuk pecahan barang-barang yang tidak sengaja dijatuhkan oleh pekerja
tersebut, atau tertimpa barang berat saat bekerja khususnya di gudang


3. Luka bakar dan tersengat listrik. Hal seperti ini paling banyak terjadi pada
pekerja di bagian maintenance kelistrikan karena sangat sering
bersentuhan dengan alat-alat listrik.


4. Carpal Tunnel Syndrome, sering terjadi pada kasir sebuah supermarket
karena setiap hari bertugas untuk menghitung uang saat selesai bekerja.
(9)

G. Upaya K3 lainnya yang dijalankan
1. Memonitor semua proses pekerjaan karyawan supermarket, yang dilakukan
untuk memberikan jaminan bahwa parameter-parameter yang ditentukan
sudah dipenuhi dengan baik.
(9)

2. Memberikan pembekalan terhadap karyawan mengenai bahaya di tempat
kerja, sanitasi lingkungan kerja serta melatih teknik-teknik bekerja secara
aman agar risiko terjadinya kecelakaan kerja dapat diturunkan secara
signifikan.
(9)
















BAB III
BAHAN, CARA, LOKASI, DAN JADWAL SURVEI

A. Bahan
Bahan yang digunakan adalah checklist (daftar temuan) bukan kuisioner
yang dikelompokkan sesuai jenis dan banyaknya tujuan khusus. Checklist
digunakan untuk mendata apa yang didapatkan dari hasil survei pada karyawan
di supermarket. Dan digunakan pula kamera untuk mendokumentasikan suasana
tempat kerja.

B. Cara
Cara yang digunakan adalah Walk Thru Survey yang merupakan teknik
utama yang penting untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi bahaya di
lingkungan kerja yang dapat memberikan efek atau gangguan pada kesehatan
pekerja yang terpajan.

C. Lokasi Survei
Survey dilakukan di Supermarket Alfamart jl. Perintis KM 9, Kota
Makassar, Sulawesi-Selatan

D. Jadwal Survei
Survei dilakukan pada hari Selasa-Rabu (24-25 Juni 2014) dengan agenda
sebagai berikut:
No. Tanggal
Kegiatan
1. 24 Juni 2014
- Melapor ke bagian K3 RS Ibnu Sina
- Pengarahan kegiatan
- Pembuatan proposal walk thru survey

- Walk thrusurvey
- Pembuatan laporan walk thru survey
2.
25 Juni 2014
- Presentasi laporan walk thru survey

DAFTAR PUSTAKA

1. Anonimous. Tugas KSK Paper Mandiri. [Online on 2010], [Cited on September
2013]. Available from:http://daincredible.files.wordpress.com/2010/01/tugas-
ksk-paper-mandiri.docx.
2. Hendrawansilondae.Hubungan Beban Kerja dan Ergonomis.[Online] 23 juni 2005
[citied 2009February 11]. Available from:
URL:http://www.hendrassiteblogger.com.
3. Astrid Sulistomo. Diagnosis Penyakit Akibat Kerja dan Sistem Rujukan. [Online]
2002 [citied 2009February 11]. Available from: URL:
http://www.cerminduniakedokteran.com
4. Sutjana I Dewa Putu. Hambatan Dalam Penerapan K3 dan Ergonomi di
Perusahaan. [Online] 29 Juli 2006 [citied 2009February 11]. Bagian Fisiologi
Fakultas Kedokteran Program Pascasarjana Universitas Udayana.
5. Anonim. Serasikan Alat, Cara dan Lingkungan Kerja. [online] 8 agustus 2008
[citied 2009February 11]. Available from http://www.unmul.ac.id
6. Staff Dosen Emergency MedicineUniversity of Sumatera Utara.Pertolongan
Pertama Pada Kecelakaan di Tempat Kerja. [Onlineon 2013], [Cited on
September 2013]. Available from: http://ocw.usu.ac.id/course/detail/pendidikan-
dokter-s1/1110000130-emergency-medicine.html.

7. Anonim. Prinsip Dasar Kesehatan Kerja.[online] [citied 2009 February 11].
Available from URL: http://www.depkes.go.id
8. Notoatmojo Soekidjo. Ilmu Kesehatan Masyarakat.Prinsip-Prinsip DasarJakarta:
Penerbit Rineka Cipta. 1996
9. Ladou Joseph. Current Occupational & Environmental Medicine.San Fransisco :
Mc Graw Hill.
LAMPIRAN:
1. CHECKLI ST K3 KARYAWAN
DISUPERMARKET ALFAMART
MAKASSAR
LAMPIRAN CHECKLIST
NO ASPEK YANG DINILAI KASIR KET. TAMBAHAN
YA TIDAK
I. HAZARD LINKUNGAN KERJA
A. Faktor Kebisingan
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja


Berlangsung pada saat
B. Faktor pencahayaan
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
C. Faktor Temperatur
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
D. Faktr Tekanan
Sumbernya (Jenis)


Jumlah pekerja


Berlangsung pada saat
E. Faktor Getaran
Sumbernya (Jenis)


Jumlah pekerja


Berlangsung pada saat


F. Faktor Kimia
Jenis bahan kimia
Nama bahan
Jumlah pekerja
G. Faktor Biologi
Sumber
Hygine perorangan
H. Faktor Ergonomi
Posisi tubuh saat bekerja
Cara bekerja
Ketata Runahtanggan (house Keeping)
I. Faktor Psikososial
Jadwal kerja
Hubungan Interpersonal
Beban kerja


Kemampuan
Gaji


II. ALAT YANG DIGUNAKAN
Jenis alat kerja: Alat tangan


Kegunaan : Terus-menerus
Alat kerja yang berhunbungan dengan
badan

Alat kerja yang berhunbungan dengan
Listrik

Alat kerja yang berhunbungan dengan cara
kerja
III. ALAT PELINDUNG DIRI
Jenis: 1. Celemek
2. Sarung Tangan (gloves)

Pemeliharaan APD
Pemakaian selama bekerja
IV. PEMERIKSAAN KESEHATAN
Bukti pemeriksaan
Pemeriksaan kesehatan: Awal.Berkala
Berkala khusus
Hasil
Peraturan Perusahaan
V.
RAMBU-RAMBU TENTANG K3 DI TEMPAT
KERJA
Peraturan
Berhubungan dengan pekerjaan
Terdapat petugas K3
Rambu-rambu tentang pengunaan APD
VI. KELUHAN KESEHATAN ATAU SAKIT

Izin kunjungan klinik / rs / balai
pengobatan


Surat cuti sakit
Jenis keluhan / penyakit yang paling seing
VII. UPAYA K3 LAINNYA
Penyuluhan:
Pelatihan:
Pemantauan hazard / pengukuran
Rambu-rambu bahaya
Rambu-rambu evakuasi
VIII. LAIN-LAIN


LAMPIRAN CHECKLIST
NO ASPEK YANG DINILAI
PEKERJA
GUDANG KET. TAMBAHAN
YA TIDAK
I. HAZARD LINKUNGAN KERJA
A. Faktor Kebisingan
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat

B. Faktor pencahayaan
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
C. Faktor Temperatur
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
D. Faktr Tekanan
Sumbernya (Jenis)


Jumlah pekerja


Berlangsung pada saat
E. Faktor Getaran
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja


Berlangsung pada saat


F. Faktor Kimia
Jenis bahan kimia

Nama bahan
Jumlah pekerja

G. Faktor Biologi
Sumber
Hygine perorangan
H. Faktor Ergonomi
Posisi tubuh saat bekerja
Cara bekerja

Ketata Runahtanggan (house Keeping)
I. Faktor Psikososial
Jadwal kerja
Hubungan Interpersonal

Beban kerja


Kemampuan
Gaji


II. ALAT YANG DIGUNAKAN
Jenis alat kerja: Alat tangan



Kegunaan : Terus-menerus

Alat kerja yang berhunbungan dengan
badan

Alat kerja yang berhunbungan dengan
Listrik

Alat kerja yang berhunbungan dengan cara
kerja
III. ALAT PELINDUNG DIRI
Jenis: 1. Celemek
2. Sarung Tangan (gloves)

Pemeliharaan APD
Pemakaiyan selama bekerja
IV. PEMERIKSAAN KESEHATAN
Bukti pemeriksaan
Pemeriksaan kesehatan: Awal.Berkala
Berkala khusus
Hasil
Peraturan Perusahaan
V.
RAMBU-RAMBU TENTANG K3 DI TEMPAT
KERJA
Peraturan
Berhubungan dengan pekerjaan
Terdapat petugas K3
Rambu-rambu tentang pengunaan APD
VI. KELUHAN KESEHATAN ATAU SAKIT

Izin kunjungan klinik / rs / balai
pengobatan
Surat cuti sakit
Jenis keluhan / penyakit yang paling seing
VII. UPAYA K3 LAINNYA
Penyuluhan:
Pelatihan:
Pemantauan hazard / pengukuran
Rambu-rambu bahaya
Rambu-rambu evakuasi
VIII. LAIN-LAIN


LAMPIRAN CHECKLIST
NO ASPEK YANG DINILAI
MAINTENANCE
LISTRIK KET. TAMBAHAN
YA TIDAK
I. HAZARD LINKUNGAN KERJA
A. Faktor Kebisingan
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
B. Faktor pencahayaan
Sumbernya (Jenis)

Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
C. Faktor Temperatur
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
D. Faktr Tekanan
Sumbernya (Jenis)


Jumlah pekerja


Berlangsung pada saat
E. Faktor Getaran
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja


Berlangsung pada saat


F. Faktor Kimia
Jenis bahan kimia
Nama bahan
Jumlah pekerja
G. Faktor Biologi
Sumber

Hygine perorangan
H. Faktor Ergonomi
Posisi tubuh saat bekerja
Cara bekerja
Ketata Runahtanggan (house Keeping)
I. Faktor Psikososial
Jadwal kerja
Hubungan Interpersonal
Beban kerja


Kemampuan

Gaji



II. ALAT YANG DIGUNAKAN
Jenis alat kerja: Alat tangan


Kegunaan : Terus-menerus

Alat kerja yang berhunbungan dengan
badan

Alat kerja yang berhunbungan dengan
Listrik

Alat kerja yang berhunbungan dengan cara
kerja
III. ALAT PELINDUNG DIRI
Jenis: 1. Celemek
2. Sarung Tangan (gloves)

Pemeliharaan APD
Pemakaiyan selama bekerja
IV. PEMERIKSAAN KESEHATAN
Bukti pemeriksaan
Pemeriksaan kesehatan: Awal.Berkala
Berkala khusus
Hasil
Peraturan Perusahaan
V.
RAMBU-RAMBU TENTANG K3 DI TEMPAT
KERJA
Peraturan
Berhubungan dengan pekerjaan
Terdapat petugas K3
Rambu-rambu tentang pengunaan APD
VI. KELUHAN KESEHATAN ATAU SAKIT

Izin kunjungan klinik / rs / balai
pengobatan
Surat cuti sakit
Jenis keluhan / penyakit yang paling seing
VII. UPAYA K3 LAINNYA
Penyuluhan:


Pelatihan:
Pemantauan hazard / pengukuran
Rambu-rambu bahaya
Rambu-rambu evakuasi
VIII. LAIN-LAIN


LAMPIRAN CHECKLIST
NO ASPEK YANG DINILAI
DISTRIBUTOR
BARANG KET. TAMBAHAN
YA TIDAK
I. HAZARD LINKUNGAN KERJA
A. Faktor Kebisingan
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
B. Faktor pencahayaan
Sumbernya (Jenis)

Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
C. Faktor Temperatur
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
D. Faktr Tekanan
Sumbernya (Jenis)


Jumlah pekerja


Berlangsung pada saat
E. Faktor Getaran
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja


Berlangsung pada saat


F. Faktor Kimia
Jenis bahan kimia
Nama bahan
Jumlah pekerja

G. Faktor Biologi
Sumber
Hygine perorangan
H. Faktor Ergonomi
Posisi tubuh saat bekerja

Cara bekerja
Ketata Runahtanggan (house Keeping)
I. Faktor Psikososial
Jadwal kerja
Hubungan Interpersonal
Beban kerja



Kemampuan

Gaji


II. ALAT YANG DIGUNAKAN
Jenis alat kerja: Alat tangan


Kegunaan : Terus-menerus

Alat kerja yang berhunbungan dengan
badan

Alat kerja yang berhunbungan dengan
Listrik

Alat kerja yang berhunbungan dengan cara
kerja
III. ALAT PELINDUNG DIRI
Jenis: 1. Celemek
2. Sarung Tangan (gloves)

Pemeliharaan APD
Pemakaiyan selama bekerja
IV. PEMERIKSAAN KESEHATAN
Bukti pemeriksaan
Pemeriksaan kesehatan: Awal.Berkala
Berkala khusus
Hasil
Peraturan Perusahaan
V.
RAMBU-RAMBU TENTANG K3 DI TEMPAT
KERJA
Peraturan
Berhubungan dengan pekerjaan
Terdapat petugas K3
Rambu-rambu tentang pengunaan APD
VI. KELUHAN KESEHATAN ATAU SAKIT

Izin kunjungan klinik / rs / balai
pengobatan
Surat cuti sakit
Jenis keluhan / penyakit yang paling seing


VII. UPAYA K3 LAINNYA
Penyuluhan:
Pelatihan:
Pemantauan hazard / pengukuran
Rambu-rambu bahaya
Rambu-rambu evakuasi
VIII. LAIN-LAIN


LAMPIRAN CHECKLIST
NO ASPEK YANG DINILAI
CLEANING
SERVICE KET. TAMBAHAN
YA TIDAK
I. HAZARD LINKUNGAN KERJA
A. Faktor Kebisingan
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
B. Faktor pencahayaan
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja

Berlangsung pada saat
C. Faktor Temperatur
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
D. Faktr Tekanan
Sumbernya (Jenis)


Jumlah pekerja


Berlangsung pada saat
E. Faktor Getaran
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja


Berlangsung pada saat


F. Faktor Kimia
Jenis bahan kimia
Nama bahan
Jumlah pekerja
G. Faktor Biologi
Sumber
Hygine perorangan

H. Faktor Ergonomi
Posisi tubuh saat bekerja
Cara bekerja
Ketata Runahtanggan (house Keeping)

I. Faktor Psikososial
Jadwal kerja
Hubungan Interpersonal
Beban kerja



Kemampuan
Gaji


II. ALAT YANG DIGUNAKAN
Jenis alat kerja: Alat tangan


Kegunaan : Terus-menerus

Alat kerja yang berhunbungan dengan
badan

Alat kerja yang berhunbungan dengan
Listrik

Alat kerja yang berhunbungan dengan cara
kerja
III. ALAT PELINDUNG DIRI
Jenis: 1. Celemek
2. Sarung Tangan (gloves)

Pemeliharaan APD
Pemakaiyan selama bekerja
IV. PEMERIKSAAN KESEHATAN
Bukti pemeriksaan
Pemeriksaan kesehatan: Awal.Berkala
Berkala khusus
Hasil
Peraturan Perusahaan
V.
RAMBU-RAMBU TENTANG K3 DI TEMPAT
KERJA
Peraturan
Berhubungan dengan pekerjaan
Terdapat petugas K3
Rambu-rambu tentang pengunaan APD
VI. KELUHAN KESEHATAN ATAU SAKIT

Izin kunjungan klinik / rs / balai
pengobatan
Surat cuti sakit
Jenis keluhan / penyakit yang paling seing
VII. UPAYA K3 LAINNYA
Penyuluhan:
Pelatihan:
Pemantauan hazard / pengukuran
Rambu-rambu bahaya
Rambu-rambu evakuasi
VIII. LAIN-LAIN