Anda di halaman 1dari 4

Anestesi pada anemia

Pada pada pasien diperoleh nilai Hb 10 g/dl. Hal ini perlu dikaji apakah anemia akan
berpengaruh terhadap anestesi yang diberikan.
Anemia dapat mengakibatkan transport oksigen oleh haemoglobin akan berkurang. Hal
ini berarti untuk mencukupi kebutuhan oksigen jaringan, jantung harus memompa darah lebih
banyak sehingga timbul takikardi, murmur, dan kadang timbul gagal jantung pada pasien
dengan anemia. Peran anestesi adalah memastikan bahwa organ vital menerima oksigen yang
cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme, selama prosedur bedah berlangsung.
Penentu transport oksigen termasuk di antara pertukaran gas di pulmo, ainitas Hb!"
#
,
konsentrasi total Hb, dan cardiac output. $eluruhnya bekerja dalam satu system dan
menyediakan kapasitas oksigen yang adekuat. Apabila ada penurunan pada satu komponen di
atas, maka menyebabkan komponen lain terpengaruh. %ari komponen tersebut, haemoglobin
mempunyai kemungkinan terbesar untuk dimanipulasi sehingga dapat meningkatkan
transport oksigen.
&
$etelah mengalami proses ventilasi, perusi dan diusi oksigen akan ditransportasikan
dari sirkulasi pulmoner ke seluruh jaringan tubuh secara isik terlarut dalam plasma dan
secara kimia terikat dengan haemoglobin
&
1. $ecara 'isika
Pada suhu &()* 1 ml plasma mengandung 0,0000& ml oksigen tiap tekanan parsial
oksigen 1 torr +1 mmHg,. -adi jika tekanan parsial oksigen arteri dianggap 100 mmHg maka
oksigen yang terlarut dalam 1 ml plasma ialah 0,00& ml atau 0,& ml tiap 100 ml plasma
#. $ecara .imia
$atu molekul hemoglobin dapat mengikat / molekul oksigen atau 0 atom oksigen dan
bentuk ikatan tersebut adalah reversibel dan berlangsung sangat cepat sekitar 0,01 detik.
.ebanyakan oksigen ditransportasi secara kimiawi.
$el darah merah dengan haemoglobin di dalamnya berungsi untuk mempertahankan
kapasitas pengangkutan oksigen dalam darah. %elivery oksigen +%"
#
, ditentukan oleh hasil
dari cardiac output dan kadar oksigen arterial +*a"
#
, dimana1
&
*a"
#
2 1.&/ 3 Hb +g/dl, 3 4 $aturasi "
#
5 +0.00& 3 Pa"
#
,

"ksigenasi jaringan yang adekuat tidak tergantung pada kadar haemoglobin normal.
Perdarahan intraoperative utamanya digantikan dengan cairan bebas eritrosit seperti cairan
kristaloid atau koloid +6inger 7aktat, %e3tran, Hydro3yethyl $tarch, gelatine,. $elama
keadaan normovolemia tercapai, keadaan anemia dilusi dan penurunan kadar oksigen arterial
+*a"
#
, akan terkompensasi tanpa timbulnya risiko hipoksia jaringan, melalui peningkatan
cardiac output. 6eduksi progresi dari *a"
#
akan menurunkan delivery oksigen pada jaringan
+%"
#
,.
/
Pada keadaan hemodilusi yang ekstrim +ketika sudah melewati %"# crit,, jumlah
oksigen yang sudah dihantarkan ke jaringan menjadi tidak sesuai dengan permintaan oksugen
dari jaringan, sebagai konsekuensinya, 8"# mulai turun. Penurunan 8"# harus
diinterpretasikan sebagai tanda indirek dari maniestasi hipoksia jaringan. 9anpa penanganan,
keadaan %"# crit akan menyebabkan kematian dalam waktu kurang dari & jam.
/
'actor yang mempengaruhi delivery oksigen antara lain1
/
1. 8olume %arah
.omponen utama untuk kompensasi eekti adalah normovolemia. $elama
hipovolemia permintaan oksigen seluruh tubuh meningkat karena release katekolamin dan
hormons stress lain dibandingakan dengan bila normovolemic.
#. .edalaman Anestesi
Pada dosis tinggi, kebanyakan anestesi menurunkan cardiac output selama hemodilusi
dan menurunkan toleransi anemia.
&. Pelemas "tot +muscle rela3ant,
"tot rangka mempunyai masa tubuh : dari total, sehingga relaksasi muscular dapat
secara eekti menurunkan permintaan oksigen dan meningkatkan toleransi anemia.
/. 9emperature 9ubuh
Pada studi model didapatkan hipotermia meningkatkan toleransi anemia karena
penurunan permintaan oksigen tubuh.
;. Perorma <iokard
Pasien dengan coronary artery disease, gagal jantung kongesti, konsumsi obat!obatan
cardiodepresan, akan menyebabkan penurunan toleransi anemia.
=dentiikasi %"
#
crit dapat dilakukan dengan1
/
1. Pulmonary Artery catheter
#. <etabolic monitoring
&. >*? +perubahan segmen $9, dan 9rans >sophageal >chocardiography +9>>,
+perubahan pergerakan dinding regional,
Apabila didapatkan perdarahan massi, dapat dilakukan transusi perioperati. 9ransusi
sel darah merah perioperati jarang diindikasikan pada pasien dengan Hb @ 10 g/dl, namun
hampir selalu diindikasikan pada pasien dengan Hb A B g/dl. Pada pasien dengan risiko
kardiovaskular, konsentrasi Hb perioperati harus dijaga antara 0 C 10 g/dl.
/
$etiap keputusan transusi harus berdasarkan1
/
1. .onsentrasi Hb aktual
#. Adanya komorbiditas penyakit kardiopulmonar
&. Penampakan keadaan anemia secara isik
/. %inamika perdarahan

.omponen darah yang dipakai adalah Packed 6ed *ell +P6*,. %apat meningkatkan
1.1 g/dl per unit, pada pasien dewasa dengan DD (0 kg. Pada perdarahan akut tanpa resusitasi
cairan, akan membutuhkan waktu beberapa jam untuk meningkatnya Hb. Pada situasi
terkontrol +cairan hilang digantikan dengan kristalloid / koloid sehingga dicapai keadaan
normovolemia,, satu unit P6* dapat menyeimbangkan Hb dalam waktu yang cepat +kurang
dari 1; menit,.
&

?uideline transusi darah *D", #00;
;
1
1. <empertimbangkan transusi darah kerika Hb A B./ g/dl 1
a. Perdarahan akut pada pasien A$A 1 dengan usia A B0 tahun
b. =ndividu sehat dengan anemia kronis asimptomatik
#. <empertimbangkan transusi darah ketika Hb A 0 g/dl1
a. Perdarahan akut pada individu sehat +A$A 1, dengan usia @ B0 tahun
b. Perdarahan akut pada keadaan multitrauma
c. Prediksi perdarahan perioperati @ ;00 cc
d. Pasien dengan demam
e. Pasien A$A # dan A$A & dengan operasi tanpa resiko komplikasi
&. <empertimbangkan transusi darah ketika Hb A 10 g/dl
a. Pasien A$A /
b. Pasien dengan penyakit gagal jantung, penyakit katup jantung
c. Pasien sepsis
d. Pasien dengan penyakit paru parah
e. Pasien dengan simptomatik cerebrovaskular disease
Kesimpulan
1. Penanganan preoperati yang perlu diperhatikan pada pasien dengan anemia adalah 1
a. %ari anamnesis perlu digali adanya riwayat perdarahan atau penyakit yang
menyebabkan anemia atau yang dapat memperburuk keadaan saat operasi.
b. Penyakit yang akan di operasi apakah berkaitan dengan anemia atau dapat
memperburuk anemia sehingga perlu dipersiapkan transusi darah pre atau post operasi.
c. .eadaan klinis pasien.
d. .adar Hb pasien.
e. Adanya perdarahan
#. <onitoring peri operati yang perlu diperhatikan pada pasien anemia 1
1. <onitoring kardiovaskular
Pada pasien ini dilakukan monitoring nadi dan tekanan darah secara non invasive, yaitu
hanya melalui monitor elektronik.
#. <onitoring respirasi
6espirasi pada pasien dapat diamati dengan memperhatikan gerakan dada C perut saat
bernaas spontan. $aturasi "
#
dapat diketahui dari monitor.
&. <onitoring blokade neuromuskuler dan sistem sara
$timulasi sara dapat dilakukan untuk mengetahui apakah relaksasi otot sudah cukup
baik saat operasi, dan apakah tonus otot kembali normal setelah selesai anestesia.
/. <onitoring suhu
<onitoring suhu penting dilakukan untuk operasi lama atau pada bayi dan anak kecil
;. <onitoring ginjal
Produksi urine normal minimal 0,; C 1,0 ml/kgDD/jam dimonitor pada bedah lama dan
sangat bermanaat untuk menghindari retensi urin atau distensi vesica urinaria.