Anda di halaman 1dari 12

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Maksila terdiri dari dua bagian, kanan dan kiri, di mana kedua bagian tersebut bersatu
pada garis tengah, dan persatuan tersebut disebut sutura intermaksilaris. Tulang rawan pada
lengkung brakialis tempat mandibula berkembang disebut tulang rawan meckel. Bagian
ujungnya turut dalam pembentukan daerah dagu. Bagian tengah hancur dan bagian posterior
membentuk dua tulang telinga tengah (maleus dan inkus). Temporo mandibular joint adalah
sendi pada tiap sisi kepala yang memungkinkan terjadinya perpindahan pada mandibula
untuk berbicara, pengunyahan, dan pernapasan. TMJ dipersarafi oleh divisi nervus
mandibula dari saraf trigeminus.
1.2 Permasalahan
Membicarakan tentang head and neck tidak terlepas dari anatomi maksila, mandibulad dan
TMJ..
1.3 Batasan Masalah
Dalam makalah ini akan dibahas beberapa tema, sebagai berikut:
1. Antomi head and neck
2. Otot-otot head and neck
3. Inervasi dan vaskularisasi head and neck

1.4 Manfaat dan Tujuan
Tujuan dan manfaat yang bisa diambil dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mampu memahami anatomi maksila, mandibula dan TMJ
2. Mampu memahami otot-otot head and neck
3. Mampu memahami inervasi dan vaskularisasi



2

BAB II
PEMBAHASAN


2.1 ANATOMI
2.1.1 Maksila
Rangka bagian muka pada periode awal adalah tulang rawan. Rangka itu berkembang
dari prosesus frontalis (kapsul nasalis). Sekitar 6 minggu masa perkembangan, maksila
berkembang melalui osifikasi intramembranosa di luar sisi kapsul nasalis di bawah dan
sebelah lateral nervus intraorbitalis. Ini adalah pusatnya yang terus berjalan ke belakang
menuju zigomaticum yang menjadi tulang sekitar 8 minggu, membentuk penonjolan pipi dan
dinding lateral orbita. Selanjutnya berlanjut ke muka kearah region premaksila dan ke atas
membentuk prosesus frontalis maksila. Selanjutnya meluas ke palatinus untuk membentuk
palatum keras (secara intramembranosa) pada usia 8 minggu. Disini osifikasi meluas menjadi
tiga prosesus tulang dan pelat horizontal yang membentuk bagian palatum keras di posterior.
Pada saat kelahiran pelat perpendicular, tulang ethmoidal, labiran ethmoidal dan menyatu
dengan kapsul nasalis melalui osifikasi endokondral. Di sini juga terjadi pada saat yang sama
penulangan pelat kribiformis. Vomer (bagian posterior inferior septum nasalis) menulang di
bawah tulang rawan kapsul nasalis sekitar minggu ke-12.
Maksila terdiri dari dua bagian, kanan dan kiri, di mana kedua bagian tersebut bersatu
pada garis tengah, dan persatuan tersebut disebut sutura intermaksilaris. Masing-masing
bagian maksila terdiri dari:
Sebuah korpus
Empat buah prosesus (frontalis, zygomatikus, alveolaris dan palatinus)
Bagian-bagian dari maksila:
1. Body
Bagian besar / mayoritas dari potongan tulang seperti piramid. Mengadung
sinus maksilaris paranasal. Terdiri empat bagian
Orbit
Rongga hidung
3

Fossa infratemporal
Face
Canal infra orbital dan foramen melewati dari orbital ke wajah
2. Procesus alveolaris
Bagian maksila yang menyokong semua gigi maksila, merupakan
perluasan infermorly dari maksila. Tulang alveolar teresosbsi saat gigi
tanggal.
1,2



2.1.2 Mandibula
Tulang rawan pada lengkung brakialis tempat mandibula berkembang disebut tulang
rawan meckel. Bagian ujungnya turut dalam pembentukan daerah dagu. Bagian tengah
hancur dan bagian posterior membentuk dua tulang telinga tengah (maleus dan inkus). Pada
4

batas
2
/
3
anterior, saraf lengkung brankialis pertama (saraf mandibular) membelah menjadi
cabang insisivus dan cabang mentalis. Pada minggu ke-6, mandibula tampak sebagai
kondensasi bilateral jaringan mesenkim di sebelah lateral nervus alveolar inferior dan cabang
insisivusnya. Mesenkim adalah tempat osifikasi intramembranosa yang meluas membentuk
ramus dan badan mandibula. Pertama-tama mandibula berkembang seperti tongkat lalu
menjadi lempeng melengkung yang mengelilingi nervus alveolar inferior dan insisivus
membentuk saluran serokan untuk gigi yang sedang berkembang.
Sebagian tulang rawan meckel tidak turut dalam pembentukan tulang mandibula,
tetapi sebagai penyokong pada pembentukan intramembranosa. Lalu tulang rawan itu akan
hancur. Hanya sebagian kecil yang dari foramen mentalis sampai bakal simfisis merupakan
tempat osifikasi endokondral.
Bagian bagian mandibula:
1. Body
Foramen mental terdapat diatas bagian anterior dan permukaan lateral
Garis eksterna oblique terlihat pada sisi lateral dari mandibula
Tepi mylohioid membagi sublingual dari submandibular fossa
Bata posterior dari garis mylohioid untuk pelekatan dari pertiga
mandibula raphe
Pada midline diatas sisi medial terdapat superior dan inferior genial
tuberkel seperti di garis fossa.
2. Ramus
Mempertemukan body mandibula ditiap sisi
Muskulus masetter melekat pada sisi lateral
Muskulus pterygoideus medial dan sphenomandibular ligamen melekat
pada sisi medial
Foramen mandibularis terdapat diatas sisi medial dan ramus
Bagian superior membagi kedalam prosesus coronoid anterior dan
procesus condilus posterior, terpisah oleh mandibula nutch.
3. Coronoid prosesus
Perluasan antero-superior dari tiap ramus.
Musculus melekat pada coronoid prosesus
5

4. Condylus prosesus
Perhubungan dengan tulang temporal pada TMJ
Memiliki leher kondil yang berasal dari kondilus supeior
Otot lateral pterigoid melekat padaptergoid atas leher.
5. Alveolar procesus
Perluasan superior dari body
Ditimbulkan oleh ketebalan bukal dan lingual plate yang tipis dari tulang
Bagian dari mandibula yang menyokong gigi namun beresorpsin ketika
gigi tanggal.
1,2



6

2.1.3 Temporomandibular Joint (TMJ)
Temporo mandibular joint adalah sendi pada tiap sisi kepala yang memungkinkan
terjadinya perpindahan pada mandibula untuk berbicara, pengunyahan, dan pernapasan. TMJ
dipersarafi oleh divisi nervus mandibula dari saraf trigeminus. Suplai darah ke sendi ini
berasal dari cabang arteri carotid comunis ( external carotid artery).
TMJ berkembang pada periode ke-11 sampai 12 perkembangan janin, begitu juga dengan
perkembangan ligamen, otot, dan tulang persendiannya. TMJ merupakan gabungan dari
tulang temporal dan tulang mandibula pada setiap sisi kepala.
Sendi ini memiliki empat komponen : kondilus mandibula, permukaan artikulasi pada
bagian pipih tulang temporal, disk(cakram) artikulasi, dan kapsul sendi.
Bagian lateral kapsul membentuk ligamen yang nyata, yaitu ligamen temporomandibular.
Dua ligamen tambahan yaitu ligamen stilomandibula dan ligamen sfenomandibula.
Sendi rahang terdiri dari5 bagian, yaitu :
1. processus condyloideus
bagian kepala dari processus ini yang di sebut capitulum, berbentuk ellips dangan sumbu
panjangnya berjalan ke medial dan sedikit ke arah belakang.
2. fossa glenoidea
fossa ini merupakan cekungan pada os temporalis di dasar cranium, bentuknya oval, dan
terletak di depan tulang telinga;batas-batasnya di sebelah muka merupakan satu tnjlan
kecil yang di sebut tuberculum articularis atau eminentia articularis.
3. ligamentum
condylus dikelilingi oleh sebuah kapsul yang di sebut capsula aricularis yang berpangkal
di sekitar fossa glenoidea dan ujungnya melekat di sekitar condylus.
4. discus articularis
discus articularis membagi sendi rahang menjadi dua bagian, yaitu:
a. bagian atas disebut menico-temporalis, yaitu sendi untuk meluncur (arthrodia atau
gliding joints) di mana meniscus bergerak meluncur pada fossa glenoidea.
b. Bagian bawah disebut menico-codylus, yaitu sendi untuk rotasi seperti pergerakan
sendi engsel, dimana terjadi pergerakan di antara capitulum condylus dengan
meniscus.
5. cairan sendi
7

di bagian dalam capsula articularis melekat sebuah membrana yang tipis disebut tunica
synovialis, dan tunica ini mengeluarkan cairan yang kental, disebut cairan sendi yang
bekerja sebagai minyak sendi supaya pergerakan rahang menjadi lancar.
Gerakan yang normal dari sendi rahang ini yaitu apabila mulut dibuka lebar maka
terjadilah pergerakan processus condyloideus kedua jurusan yaitu gerakan memutar ke
bawah dan gerakan meluncur ke depan. Akan tetapi gerakan persendian yang normal ini
sangat bergantung pada beberapa factor, yaitu :
a. hubungan anatomis yang normal dan harmonis dari kelima bagian sendi rahang di
atas.
b. Keseimbangan otot-otot yang harmonis.
c. Oklusi gigi geligi yang harmonis.
1,2





8

2.2 OTOT-OTOT HEAD AND NECK
1. Dahi, puncak kepala, dan pelipis
Musculus occipitofrontalis
Musculus temporalis
2. Rima palpebrum
Musculus orbikularis oris (di sekitar aditus otbitae yang berfungsi semacam
sphingter)
Musculus depresor supercilli (cabang pars orbitalis musculi orbiculi oculi)
Musculus currugator supercilli
Musculus procerus
3. Hidung
Musculus nasalis
Musculus depressor septi
4. Mulut
Musculus orbicularis oris
Musculus buccinator
Musculus levator labii superioris
Musculus depressor labii inferoris
Musculus mentalis
Musculus tranversusu menti
Musculus depressor anguli oris
Musculus risorius
Musculus elevator anguli oris
Musculus zygomatikus major
Musculus zygomatikus minor
Musculus levattor labii superioris alaeque nasi.
1,2




9



2.3 INERVASI DAN VASKULARISASI
Kepala dan leher dipersarafi oleh 4 nervus spinalis teratas dan 12 nervus kranialis.
1

1. Nervus spinalis
C1, mempersarafi otot-otot suboksipitalis yang kecil, ramus anteriornya bergabung
dengan nervus hipoglossus tetapi kemudian meninggalkannya dengan membentuk
desendes hipoglosi
C2, ramus posteriornya membentuk nervus oksipitalis mayor yang merupakan saraf
sensoris kulit kepala.
Rami posterior C2, 3, & 4 memberikan persarafan muskularis dan sensoris ke punggung.
Rami anteriornya merupakan saraf muskularis, termasuk desendens servikalis, juga
mempersarafi cabang sensoris; n. aurikularis minor, n. aurikularis mempersarafi kulit dan
region parotis.
2. Nervus kranialis
Ada 12 pasang saraf yang keluar dari otak dan meninggalkan tengkorak melalui foramen
dan fissure yang terdapat di basis cranii
2
. 12 pasang saraf otak itu adalah :
10

I. N. olfaktorius (sensoris)
II. N. opticus (sensoris)
III. N. occulomotorius (motoris)
IV. N. throclearis (motoris)
V. N. trigeminus (campuran)
VI. N. abducens (motoris)
VII. N. facialis (campuran)
VIII. N. bestibulocochlearis (sensoris)
IX. N. glossopharyngeus (campuran)
X. N. vagus (campuran)
XI. N. acessorius (motoris)
XII. N. hypoglossus (motoris)

Semua saraf didistribusikan ke kepala dan leher, kecuali nervus vagus, yang mempersarafi
juga struktur-struktur di dalam rongga thorax dan abdomen.
1,2

11

BAB III
KESIMPULAN

Maksila terdiri dari dua bagian, kanan dan kiri, di mana kedua bagian tersebut bersatu
pada garis tengah, dan persatuan tersebut disebut sutura intermaksilaris. Tulang rawan pada
lengkung brakialis tempat mandibula berkembang disebut tulang rawan meckel. Bagian
ujungnya turut dalam pembentukan daerah dagu. Bagian tengah hancur dan bagian posterior
membentuk dua tulang telinga tengah (maleus dan inkus). Temporo mandibular joint adalah
sendi pada tiap sisi kepala yang memungkinkan terjadinya perpindahan pada mandibula
untuk berbicara, pengunyahan, dan pernapasan. TMJ dipersarafi oleh divisi nervus
mandibula dari saraf trigeminus.































12

DAFTAR PUSTAKA

1. Mary Bath & Margareth JF, Dental Embriology, Histology, and Anatomy 2
nd
ed. USA:
Elsevier Saunders. 2006
2. Putz R, Pabst R. Sobotta Anatomi 1, ed.21. EGC. Jakarta. 2006.