Anda di halaman 1dari 100

Rangkuman

Materi Kuliah
Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif
Toufan T.A. Nurzaman
NIM F1312112
BAB I
PENGANTAR AKUNTANSI FORENSIK

Akuntansi Forensik dahulu digunakan untuk keerluan em!agian "arisan atau
engungkaan motive
em!unuhan. #ermula dari eneraan akuntansi dalam ersoalan hukum$ maka istilah %ang
diakai
adalah akuntansi &dan !ukan audit' forensik. (erkem!angan samai dengan saat ini un kadar
akuntansi
masih kelihatan. Misaln%a dalam erhitungan ganti rugi dalam engertian sengketa mauun
kerugian
aki!at kasus korusi atau se)ara sederhana akuntansi forensik menangani fraud khususn%a
dalam
engertian )orrution dan misaroriation of asset.
Akuntansi forensik daat diartikan enggunaan ilmu akuntansi untuk keentingan hukum.
Artin%a$
akuntansi %ang daat !ertahan dalam kan)ah erseteruan selama roses engadilan$ atau
dalam roses
enin*auan *udi)ial atau administratif.
#an%ak orang memahami rofesi dokter dalam eraturan diatas dikenal dengan se!utan dokter
forensik$
namun +ahli lainn%a, %ang dalam hal ini termasuk *uga akuntan !elum !an%ak dikenal
se!utann%a se!agai
akuntan forensik. Akuntan forensik !ertugas mem!erikan endaat hukum dalam engadilan
&litigation'$
namun *uga !ererran dalam !idang hukum diluar engadilan &non litigation' misaln%a dalam
mem!antu
merumuskan alternatif en%elesaian erkara dalam sengketa$ erumusan erhitungan ganti
rugi dan
ua%a menghitung damak emutusan - elanggaran kontrak.
.ntuk men*adi seorang akuntan forensik harus memerhatikan hal/hal !erikut0
Memiliki engetahuan dasar akuntansi dan audit %ang kuat.
(engenalan erilaku manusia dan organisasi &human dan organization !ehaviour'.
(engetahuan tentang assek %ang mendorong ter*adin%a ke)urangan &in)entive$ ressure$
attitudes$
rationalization$ oortunities'.
(engetahuan tentang hukum dan eraturan &standar !ukti keuangan dan !ukti hukum'.
(engetahuan tentang kriminologi dan viktimologi &ro1ling'.
(emahaman terhada engendalian internal.
Kemamuan !erikir seerti en)uri &think as a theft'.
(er!edaaan utama akuntansi forensik mauun audit konvensional le!ih terletak ada mindset
&kerangka
ikir. Metodologi kedua *enis akuntansi terse!ut tidak *auh !er!eda.
Akuntansi forensik le!ih menekankan ada keanehan &e2etion$ oddities$ irregularities' dan ola
tindakan
&rodu)t of )ondu)t' dariada kesalahan &errors' dan keteledoran &ommisions' seerti ada audit
umum.
(rosedur utama dalam akuntansi forensik menekankan ada anal%ti)al revie" dan teknik
"a"an)ara
mendalam &in deth intervie"' "alauun seringkali masih *uga menggunakan teknik audit umum
seerti
enge)ekan 1sik$ rekonsiliasi$ kon1rmasi dan lain se!again%a. Akuntansi forensik !iasan%a
memfokuskan
ada area/area tertentu &misaln%a en*ualan$ atau engeluaran tertentu' %ang ditengarai
telah ter*asi
tindak ke)urangan !aik dari laoran ihak dalam atau orang ketiga &ti o3' atau$ etun*uk
ter*adin%a
ke)urangan &red 4ag'$ etun*uk lainn%a. 5ata menun*ukkan !ah"a se!agian !esar tindak
ke)urangan
ter!ongkas karena ti o3 ata ketidaksenga*aan &a))ident'.
BAB 2
MENGAPA AKUNTANSI FORENSIK?

Fraud sangat merugikan !er!agai ihak karena daat menghan)urkan emerintahan
mauun !isnis.
Fraud !erua korusi le!ih luas da%a enghan)urn%a.
(ada dasarn%a )akuan akuntansi forensik adalah fraud dalam arti %ang luas. Asso)iation of
6erti1ed
Fraud 72aminers mengelomokkkan fraud dalam tiga kelomok %aitu corruption &korusi'$
asset
misappropriation &en*arahan aset'$ dan fraudulent fnancial statement &laoran keuangan %ang
dengan
senga*a di!uat men%esatkan'. 5alam hal ini$ akuntan forensik men*adi sesialis %ang le!ih
khusus lagi
dariada akutan ada umumn%a %ang !ersesialisasi dalam auditing. Ia men*adi fraud auditor
atau fraud
examiner %ang memiliki sesialisasi dalam !idang fraud.
8orotan utama mengenai fraud ada umumn%a dan korusi ada khususn%a adalah ada
kelemahan
corporate governance atau kelemahan di sektor kororasi$ tetai rinsi umumn%a adalah
kelemahan di
sektor governance$ !aik kororasi mauun emerintahan. 5i Indonesia hal ini sangat *elas
terlihat dalam
erkara/erkara korusi dari ara en%elenggara negara dan dari ka*ian mengenai integritas
%ang di!uat
K(K.
8alah satu damak kelemahan governance adalah adan%a fraud atau erkara korusi %ang
meli!atkan
ara en%elenggara negara. 8edangkan damak kelemahan governance di kororasi le!ih
keada
engaruh di asar modal %aitu harga saham erusahaan akan le!ih rendah dimana
seharusn%a
memun%ai nilai %ang le!ih tinggi kalau mereka kalau mereka memun%ai good corporate
governance
&tata kelola erusahaan %ang !aik'.
Ada !e!eraa ka*ian glo!al mengenai korusi %ang menilai Indonesia antara lain adalah
Corruption
Perceptions Index &6(I'$ Global Corruption Barometer &96#'$ Bribe Payers Index &#(I'$
Political and
Economic Risk Consultancy &(7R6'$ dan Global Competitiveness Index &96I'.
Survei Integritas ole KPK
8etia tahun K(K melakukan survei integritas. 8urvei ini meruakan "e"enang K(K dalam
elaksanaan
tugas koordinasi dan suervisi. K(K !er"enang melakukan enga"asan$ enelitian$ atau
enelaahan
terhada instansi %ang melaksanakan ela%anan u!lik. #er!eda dengan indeks tentang
korusi %ang
di!ahas se!elumn%a$ indeks integritas %ang diter!itkan K(K tidaklah semata/mata
didasarkan atas
ersesi.
Tu*uan survei ini adalah se!agai !erikut.
1. Menelusuri akar ermasalahan korusi di sektor ela%anan u!lik.
2. Mengu!ah ersektif la%anan dari orientasi lem!aga en%edia la%anan u!lik atau
etugasn%a &sisi
ena"aran' ke ersektif elanggan &sisi ermintaaan'.
3. Mendorong lem!aga u!lik memersiakan ua%a en)egahan korusi %ang efektif di "ila%ah
dan
la%anan %ang rentan ter*adin%a korusi.



BAB !
"INGKUP AKUNTANSI FORENSIK

#ologna dan :ind;uist$ erintis mengenai akuntansi forensik mengemukakan !e!eraa
istilah dalam
er!endaharaan akuntansi$ %akni0 fraud auditing$ forensic accounting$ investigative accounting$
litigation
support$ dan valuation analysis. Namun$ istilah terse!ut tidak dide1nisikan se)ara *elas.
Mereka
menam!ahkan !ah"a dalam enggunaan sehari/hari litigation support meruakan istilah %ang
aling luas
serta men)aku keemat istilah lainn%a.
Mereka *uga menam!ahkan !ah"a akuntan tradisional masih ingin mem!edakan
engertian fraud
auditing dan forensic accounting. Menurut kelomok akuntan ini$ fraud auditing !erurusan
dengan
endekatan dan metodologi %ang !ersifat roaktif untuk meneliti fraud. 8edangkan akuntan
forensic !aru
dianggil ketika !ukti/!ukti terkumul atau ketika ke)urigaan &suspicion' naik ke ermukaan
melalui
tuduhan &allegation'$ keluhan &complaint'$ temuan &discovery'$ atau tipo! dari "#istleblo"er.
<asa/*asa di !idang forensik antara lain0
Fraud $ fnancial investigation
%nalityc $ forensic tec#nology
Fraud risk management
FCP% revie"s and investigation
%nti money laundering service
&#istleblo"er #otline
'itigation support
Intellectual property protection
Client training
Frau# #an A$untansi Forensi$
Akuntansi forensik ada dasarn%a menangani fraud. =leh karena itu ara akuntan forensik di
Amerika
8erikat menamakan asosiasi mereka Asso)iation of 6erti1ed Fraud 72aminers &A6F7'.
A6F7 ini
memu!likasikan enelitiann%a tentang fraud $ seerti konse Fraud (ree dan Report to t#e
)ation.
Pra$ti$ #i Se$tor Pe%erintaan
(ada sektor u!lik raktik akuntan forensik serua dengan aa %ang digam!arkan ada sektor
s"asta$
er!edaann%a adalah taha/taha dalam seluruh rangkaian akuntansi forensik di antara
!er!agai
lem!aga.
5isaming itu keadaan olitik dan ma)am/ma)am kondisi lain akan memeengaruhi lingku
akuntansi
forensik %ang diterakan.termasuk endekatan hukum dan non hukum.
(er!andingan antara akuntansi forensik di sektor u!lik dan s"asta
&i%ensi Se$tor 'u(li$ Se$tor s)asta
:andasan enugasan Amanat undang/undang (enugasan tertulis se)ara
sesi1k
Im!alan :azimn%a tana im!alan Fee dan !ia%a
>ukum (idana umum dan khusus$ (erdata$ ar!itrase$ administratif$
hukum administrasi negara aturan intern erusahaan
.kuran ke!erhasilan Memenangkan erkara idana Memulihkan kerugian
dan memulihkan kerugian
(em!uktian 5aat meli!atkan instansi lain di #ukti intern$ dengan !ukti
luar lem!aga %ang !ersangkutan ekstern %ang ter!atas
Teknik audit investigatif 8angat !ervariasi karena Relatif le!ih sedikit
ke"enangan relatif !esar di!andingkan di sektor u!lik$
kreativitas dalam endekatan
le!ih menentukan
Akuntansi Tekanan ada kerugian negara (enilaian !isnis
dan kerugian keuangan negara

BAB *
ATRIBUT &AN KO&E ETIK AKUNTAN FORENSIK SERTA STAN&AR AU&IT
IN+ESTIGATIF

Atri(ut
>o"ard R. 5avia mengatakan !ah"a dalam melaksanakan investigasi terhada fraud$ auditor
emula
se!aikn%a0
Menghindari engumulan fakta dan data %ang !erle!ihan se)ara rematur.
Mamu mem!uktikan niat elaku melakukan ke)urangan.
Kreatif dan !erikir seerti elaku ke*ahatan$ *angan mudah dite!ak dalam hal arah
emeriksaan$
en%elidikan$ atau investigasi %ang dilakukan.
Tahu !ah"a !an%ak ke)urangan dilakukan dengan ersekongkolan.
5alam men%usun strategi$ erlu memertim!angkan aakah ke)urangan dilakukan di
dalam
em!ukuan atau di luar em!ukuan
5ari nasihat terse!ut daat dirumuskan se!agai !erikut.
5ari a"al ua%akan menduga siaa elaku fraud.
Fokus ada engam!ilan !ukti dan !arang !ukti untuk engadilan.
Kreatif$ *angan mudah dite!ak.
Investigator harus memiliki intuisi %ang ta*am untuk merumuskan teori mengenai
ersekongkolan.
Kenali ola fraud.
Karakteristik (emeriksa Fraud #erdasarkan %ssociation of Certifed Fraud Examine0
Memiliki kemamuan mengumulkan fakta/fakta dari !er!agai saksi se)ara fair$ tidak
memihak$ sahih
dan akurat$ serta elaoran se)ara lengka dan akurat.
Memun%ai keri!adian %ang menarik dan mamu memotivasi orang lain untuk mem!antun%a.
Mamu !erkomunikasi dalam +!ahasa, mereka.
Memiliki kemamuan teknis untuk mengerti konse/konse keuangan dan mamu untuk
menarik
kesimulan.
Kualitas Akuntan Forensik menurut Ro!ert <. :ind;uist
Kreatif?
Rasa ingin tahu?
Tak mudah men%erah?
Memiliki akal sehat
#usiness sense? dan
(er)a%a diri.
Ko#e Eti$
Kode etik !erisi nilai/nilai luhur %ang amat enting !agi eksistensi rofesi. (rofesi !isa eksis
karena ada
integritas &sika *u*ur "alauun tidak diketahui orang lain'$ rasa hormat dan kehormatan$ dan
nilai/nilai
luhur lainn%a %ang men)itakan rasa er)a%a dari engguna dan stake#olders lainn%a.
8tandar Audit Investigatif menurut K.>. 8en)er (i)kett dan <ennifer (i)kett0
8eluruh investigasi harus dilandasi raktik ter!aik %ang diakui
Kumulkan !ukti/!ukti dengan rinsi kehati/hatian sehingga !ukti tadi daat diterima di
engadilan
(astikan !ah"a seluruh dokumentasi dalam keadaan aman$ terlindungi dan diindeks$ dan *e*ak
audit
tersedia.
(astikan !ah"a ara investigator mengerti hak/hak asasi ega"ai dan senantiasa
menghormatin%a.
#e!an em!uktian ada ada %ang menduga ega"ain%a melakukan ke)urangan. dan ada
enuntut
umum %ang mendak"a ega"ai terse!ut !aik dalam kasus hukum administratif mauun
hukum
idana
Men)aku seluruh su!stansi investigasi
Meliuti seluruh tahaan kun)i dalam roses investigasi$ termasuk eren)anaan$ engumulan
!ukti
dan !arang !ukti$ "a"an)ara$ kontak dengan ihak ketiga$ engamanan mengenai hal/
hal %ang
!ersifat rahasia$ ikuti tata )ara atau rotokol$ dokumentasi dan en%elenggaraan )atatan$
keterli!atan
olisi$ ke"a*i!an hukum$ dan ers%aratan mengenai elaoran.

BAB ,
TATANAN KE"EMBAGAAN

5alam ..5 @A dise!utkan tentang lem!aga negara atau lem!aga en%elenggara negara$ !aik di
tingkat
usat mauun di daerah. (ada tingkat usat terdaat !e!eraa kelomok kelem!agaan
antara lain
kelomok lem!aga %ang men)erminkan er"akilan rak%at$ residen dan "akil residen %ang
me"akili
kekuasaan emerintahan negara$ dan kelomok %ang me"akili kekuasaan kehakiman oleh
Mahkamah
Agung dan !adan eradilan %ang !erada di !a"ahn%a. Ketiga kelomok terse!ut adalah
meruakan
er"u*udan konse trias politica dalam ketatanegaraan. #adan (emeriksa Keuangan &#(K' tidak
termasuk
dalam kekuasaan terse!ut karena #(K le!ih dikenal dalam sistem ketatanegaraan
negara/negara
demokrasi.
"e%(aga Pe%(erantasan Koru'si
Komisi (em!erantasan Korusi &K(K' %ang !erdiri ada tanggal 2B 5esem!er tahun 2CC3
!ukanlah
lem!aga em!erantasan korusi %ang ertama di Indonesia. K(K didirikan karena kelemahan
aarat
enegak hukum di !idang en%elidikan dalam menghadai tuntutan konvensi em!erantasan
korusi
(##. 8elain K(K$ dalam era emerintahan 8#D &8usilo #am!ang Dudho%ono'$ di!entuk *uga Tim
(em!uru
Korutor dan Timtas Tiikor %ang dikomandani oleh (iminan Ke*aksaan Agung.
Tugas #an -e)enang KPK
1. Koordinasi dengan instansi %ang !er"enang melakukan em!erantasan tiikor.
5alam melaksanakan tugas koordinasi$ K(K !er"enang untuk0
Mengoordinasikan en%elidikan$ en%idikan$ dan enuntutan tiikor?
Menetakan sistem elaoran dalam kegiatan em!erantasan tiikor?
Meminta informasi tentang kegiatan em!erantasan tiikor keada instansi %ang terkait?
Melaksanakan dengar endaat atau ertemuan dengan instansi %ang !er"enang
melakukan
em!erantasan tiikor? dan
Meminta laoran instansi terkait mengenai en)egahan tiikor..
2. 8uervisi terhada instansi %ang !er"enang melakukan em!erantasan tiikor.
5alam melaksanakan tugas suervisi$ K(K !er"enang untuk0
Melakukan enga"asan$ enelitian$ atau enelaahan terhada instansi %ang men*alankan
tugas dan
"e"enangn%a %ang !erkaitan dengan em!erantasan tiikor$ dan instansi %ang dalam
melaksanakan ela%anan u!lik..
Mengam!il alih en%idikan atau enuntutan terhada elaku tiikor %ang sedang
dilakukan oleh
keolisian atau ke*aksaan.
3. (en%elidikan$ en%elidikan$ dan enuntutan terhada tiikor.
K(K !er"enang melakukan en%elidikan$ en%idikan$ dan enuntutan atas kasus tiikor %ang0
Melakukan en%adaan dan merekam em!i)araan?
Memerintahkan keada instansi %ang terkait untuk melarang seseorang !eergian ke luar
negeri?
Meminta keterangan keada !ank atau lem!aga keuangan lainn%a tentang keadaan
keuangan
tersangka atau terdak"a %ang sedang dieriksa?
Memerintahkan keada !ank atau lem!aga keuangan lainn%a untuk mem!lokir rekening
%ang
diduga hasil dari korusi milik tersangka$ terdak"a$ atau ihak lain %ang terkait?
Memerintahkan keada iminan atau atasan tersangka untuk mem!erhentikan
sementara
tersangka dari *a!atann%a?
Meminta data keka%aan dan data era*akan tersangka atau terdak"a keada instansi %ang
terkait?
Menghentikan sementara suatu transaksi keuangan$ transaksi erdagangan$ dan er*an*ian
lainn%a
atau en)a!utan sementara erizinan$ lisensi serta konsesi %ang dilakukan atau
dimiliki oleh
tersangka atau terdak"a %ang diduga !erdasarkan !ukti a"al %ang )uku ada hu!ungann%a
dengan
tindak idana korusi %ang sedang dieriksa?
Meminta !antuan Interol Indonesia atau instansi enegak hukum negara lain untuk
melakukan
en)arian$ enangkaan$ dan en%itaan !arang !ukti di luar negeri?
Meminta !antuan keolisian atau instansi lain %ang terkait untuk melakukan
enangkaan$
enahanan$ enggeledahan$ dan en%itaan dalam erkara tindak idana korusi %ang
sedang
ditangani.
@. (en)egahan tiikor.
5alam melaksanakan tugas en)egahan$ K(K !er"enang untuk0
melakukan endaftaran dan emeriksaan terhada laoran harta keka%aan en%elenggara
negara?
menerima laoran dan menetakan status grati1kasi?
men%elenggarakan rogram endidikan antikorusi ada setia *en*ang endidikan?
meran)ang dan mendorong terlaksanan%a rogram sosialisasi em!erantasan tindak idana
korusi?
melakukan kaman%e antikorusi keada mas%arakat umum?
melakukan ker*a sama !ilateral atau multilateral dalam em!erantasan tindak idana
korusi.
A. (emantauan en%elenggaraan emerintahan negara.
5alam melaksanakan tugas monitor$ K(K !er"enang untuk0
melakukan engka*ian terhada sistem engelolaan administrasi di semua lem!aga
negara dan
emerintah?
mem!eri saran keada iminan lem!aga negara dan emerintah untuk melakukan
eru!ahan *ika
!erdasarkan hasil engka*ian$ sistem engelolaan administrasi terse!ut !erotensi korusi?
melaorkan keada (residen Reu!lik Indonesia$ 5e"an (er"akilan Rak%at Reu!lik
Indonesia$ dan
#adan (emeriksa Keuangan$ *ika saran Komisi (em!erantasan Korusi mengenai usulan
eru!ahan
terse!ut tidak diindahkan.
Ke)a.i(an KPK
K(K !erke"a*i!an0
mem!erikan erlindungan terhada saksi atau elaor %ang men%amaikan laoran
atauun
mem!erikan keterangan mengenai ter*adin%a tindak idana korusi?
mem!erikan informasi keada mas%arakat %ang memerlukan atau mem!erikan !antuan
untuk
memeroleh data lain %ang !erkaitan dengan hasil enuntutan tindak idana korusi
%ang
ditanganin%a?
men%usun laoran tahunan dan men%amaikann%a keada (residen Reu!lik Indonesia$
5e"an
(er"akilan Rak%at Reu!lik Indonesia$ dan #adan (emeriksa Keuangan?
menegakkan sumah *a!atan?
men*alankan tugas$ tanggung *a"a!$ dan "e"enangn%a !erdasarkan asas/asas di atas.
Anti /orru'tion Agen0ies
:em!aga sema)am K(K %ang se)ara generik dikenal se!agai %ntiCorruption %gencies &A6A'$
tidak han%a
ada di Indonesia. 5i !an%ak negara Agen)% ini dise!ut Commission atau Komisi &seerti K(K'.
Namun ada
*uga %ang men%e!utkan #iro$ seerti di 8ingaura$ atau #adan$ seerti di Mala%sia. Ada dua
model A6A$
%akni multy agency model dan singleagency model. Negara menerakan multy agency
model
memanfaatkan lem!aga/lem!aga enegak hukum %ang sudah ada dan mem!angun satu
lem!aga khusus.
Indonesia adalah )ontoh negara %ang menerakan multy agency model. Ke!an%akan negara
7roa #arat
dan Amerika 8erikat *uga menerakan multy agency model.
"an#s$a' Au#it Pe%erintaan
Terdaat !e!eraa faktor %ang daat melemahkan roses audit. (ertama$ #(K menghadai
kendala/
kendala sum!er da%a %ang arah. Kedua$ tidak adan%a undang/undang audit negara
modern %ang
men%e!a!kan !an%ak keran)uan dan men*adi temat di mana organisasi/organisasi
%ang ingin
menghindari audit !isa !ersem!un%i. #an%ak organisasi$ terutama militer$ telah menolak untuk
diaudit
#(K. Ketiga$ arlemen$ 5eartemen Keuangan$ dan deartemen/deartemen teknis tidak
memun%ai
roses %ang digariskan se)ara *elas untuk menindaklan*uti temuan/temuan audit dan
mengam!il alih
langkah er!aikan$ dan se!agai aki!atn%a tidak ter*adi tindak lan*ut sistematis. Keemat$ seerti
di)atat$
#(K tidak !er"enang mengumumkan hasil temuann%a.
#(K( mem!erikan la%anan keada instansi emerintah !aik 5eartemen-:(N5 mauun
(emerintah
5aerah. 6akuan la%anan %ang di!erikan oleh #(K( adalah0
Audit atas !er!agai kegiatan unit ker*a di lingkungan deartemen-:(N5 mauun emerintah
daerah.
(oli)% evaluation.
=timalisasi enerimaan negara.
Asistensi eneraan 8istem Akuntansi (emerintah (usat dan 5aerah.
Asistensi eneraan good )ororate governan)e.
Risk management !ased audit.
Audit investigatif atas kasus !erindikasi korusi.
Terdaat tiga endaat mengenai em!aruan landska audit emerintah$ %akni
#u!arkan #(K( dan se!arkan 85M/n%a ke Insektorat <enderal dan #a"asda.
Manfaatkan #(K( %ang melakukan fungsi Insektorat <enderal dan #a"asda.
#(K( se!agai think tank sa*a$ tidak usah !esar namun efektif dalam mema)u Insektorat
<enderal dan
#a"asda.
Penga#ilan Ti'i$or
5ari !e!eraa !utir %ang dia*ukan dalam ermohonan *udicial revie"$ han%a satu %ang
dika!ulkan oleh
Mahkamah Konstitusi$ %akni em!entukan (engadilan Tindak (idana Korusi dengan .ndang/
undang
Nomor 3C Tahun 2CC2. Mahkamah Konstitusi memutuskan (engadilan Tiikor harus di!entuk
dengan
undang/undang tersendiri se!elum akhir 5esem!er 2CCB.
5ari antauan Indonesia 6orrution Eat)h &I6E' selama lima tahun terakhir$ komitmen
engadilan
umum *ustru diertan%akan. #an%ak terdak"a kasus korusi %ang diadili engadilan
umum$ %ang
semuan%a terdiri atas hakim karier$ *ustru di!e!askan. Ini !er!eda dari (engadilan
Tiikor$ %ang
memadukan hakim karier dan hakim ad #oc$ %ang selama ini tidak ernah mem!e!askan
terdak"a
korusi dari hukuman. (emantauan I6E di se*umlah engadilan umum selama lima tahun
terakhir se*ak
2CCA$ menun*ukkan *umlah terdak"a kasus korusi %ang !e!as di engadilan umum !ukan
!erkurang$
tetai malah meningkat. 5an terdak"a %ang dihukum$ hukumann%a )enderung ringan.

BAB 1
FRAU&

Fraud #ala% Perun#angan Kita
(engumulan dan elaoran statistik tentang ke*ahatan di suatu Negara daat dilakukan sesuai
dengan
klasi1kasi ke*ahatan dan elanggaran &tindak idana' menurut ketentuan erundang/undangan
Negara
terse!ut. #an%ak faktor %ang men%e!a!kan mas%arakat enggan melaorkan ke*ahatan =leh
karena itu$
!e!eraa ka*ian luar negeri tentang data ke*ahatan di Indonesia mem!eri eringatan
+crimes may be
unreported+,
Fraud #ala% KU2P
#e!eraa asal dalam K.>( %ang men)aku engertian Fraud antara lain0
(asal 3F2 tentang en)urian
(asal 3FG tentang emerasan dan engan)aman
(asal 3H2 tentang enggelaan
(asal 3HG tentang er!uatan )urang
(asal 3BF tentang merugikan em!eri iutang dalam keadaan ailit
8elain K.>($ terdaat ketentuan erundang/undangan lain %ang mengatur er!uatan mela"an
hukum
%ang termasuk dalam kategori fraud$ seerti undang/undang tentang em!erantasan tindak
idana
korusi$ dan !er!agai undang/undang era*akan %ang mengatur tindak idana era*akan.
Fraud Tree
,ccupational fraud tree memun%ai tiga )a!ang utama0
3. Corruption
Menurut .. No. 31 tahun 1BBB$ korusi meliuti 3 tindak idana korusi dan !ukan @ !entuk
dalam
ranting/ranting0 con-icts of interest. bribery. illegal gratuities. economics extortion.
6on4i)ts of interest atau !enturan keentingan di antaran%a !isnis lat merah atau !isnis
e*a!at
dan keluarga serta kroni mereka %ang men*adi emasok di lem!aga/lem!aga emerintah
dan di
dunia !isnis.
#ri!er% atau en%uaan meruakan !agian %ang akra! dalam kehiduan !isnis dan
olitik
Indonesia.
Ki)k!a)ks meruakan salah satu !entuk en%uaan di mana si en*ual +mengikhlaskan,
se!agian
dari hasil en*ualann%a.
Ki)k!a)k !er!eda dengan !ri!er%. 5alam !ri!er% em!erin%a tidak +mengor!ankan,
suatu
enerimaan.
#id Rigging meruakan ermainan tender.
Illegal 9ratuities adalah em!erian atau hadiah %ang meruakan !entuk terselu!ung
dari
en%uaan.
2. Asset Misappropriation
Adalah engam!ilan aset se)ara ilegal atau dise!ut dengan men)uri. %sset
misappropriation dalam
!entuk en*arahan kas dilakukan dalam 3 !entuk0
/kimming$ uang di*arah se!elum uang terse!ut se)ara 1sik masuk ke erusahaan.
'arceny$ uang sudah masuk ke erusahaan dan kemudian !aru di*arah.
Fraudulent disbursement$ sekali uang arus sudah terekam dalam sistem atau sering
dise!ut
enggelaan uang.
Taha/taha se!elum Fraudulent disbursement
Billing sc#emes
Payroll sc#emes
Expense reimbursement sc#emes
C#eck tampering
Register disbursement
False voids
!. Fraudulent Statements
Ranting ertama menggam!arkan fraud dalam men%usun laoran keuangan. Fraud ini !erua
salah
sa*i. 6a!ang ranting ini ada 20 ertama$ men%a*ikan aset le!ih tinggi dari %ang
se!enarn%a. Kedua$
men%a*ikan aset le!ih rendah dari se!enarn%a. Kedua$ men%a*ikan aset le!ih rendah dari
%ang
se!enarn%a.
A$untansi Forensi$ #an 4enis Fraud
5ari ketiga )a!ang fraud tree di atas$ %akni Corruption$ %sset 0isappropriation$ Fraudulent
/tatements$
akuntan forensik memusatkan erhatian ada )a!ang Fraudulent /tatements dalam audit atas
laoran
keuangan. =leh karena itu$ akuntan forensik hamir tidak men%entuh fraud %ang men%e!a!kan
laoran
keuangan men*adi men%esatkan$ dengan dua enge)ualian.
Man5aat Fraud Tree
Fraud (ree memetakan fraud dalam lingkungan ker*a. (eta ini mem!antu akuntan forensik
mengenali dan
mendiagnosis fraud %ang ter*adi. Ada ge*ala/ge*ala en%akit fraud dalam auditing dikenal
se!agai red -ags
&indikasi'. 5engan memahami ge*ala/ge*ala ini dan menguasai teknik/teknik audit investigatif$
akuntan
forensik daat mendeteksi fraud terse!ut. Akuntan forensik %ang memeriksa tindak idana
korusi erlu
mem!uat (ohon Tindak (idana Korusi.
Fraud Triangle
1. Pressure
6resse% menemukan !ah"a nons#areable problems %ang dihadai orang %ang
di"a"an)arain%a
tim!ul dari situasi %ang daat di!agi enam kelomok$ %aitu0 1iolation of %scribed ,bligation2
Problems
Resulting from Personal Failure2 Business Reversals2 P#ysical Isolation2 /tatus Gaining2 dan
Employer
employee Relations+
2. Perceived ,pportunity
Adan%a nons#areable fnancial problem sa*a$ tidaklah akan men%e!a!kan orang
melakukan fraud.
(ersesi ini$ perceived opportunity$ meruakan sudut kedua dari fraud triangle. Ada dua
komonen
ersesi tentang eluang ini %aitu general information dan tec#nical skill atau keahlian.
3. Rationali3ation
8udut ketiga fraud triangle adalah rationali3ation atau men)ari em!enaran se!elum
melakukan
ke*ahatan$ !ukan sesudahn%a. Rationali3ation dierlukan agar si elaku daat men)erna
erilakun%a
%ang mela"an hukum untuk teta memertahankan *ati dirin%a se!agai orang %ang
dier)a%a.
Ke.aatan Kera Puti atau White Collar Crime
Ke*ahatan kerah utih ter!atas ada ke*ahatan %ang dilakukan dalam lingku *a!atan mereka
dan
karenan%a tidak termasuk ke*ahatan em!unuhan$ erzinaan$ erkosaan$ dan %ang lainn%a tidak
dalam
lingku kegiatan ara en*ahat !erkerah utih. (adahal ada !an%ak ke*ahatan !erua
em!unuhan dan
emerasan %ang dilakukan se)ara terorganisasi %ang !erdasarkan motifn%a adalah ke*ahatan
ekonomi
%ang dilakukan en*ahat !erkerah utih.

BAB 6
MEN/EGA2 FRAU&

8eerti mengangani en%akit$ le!ih !aik men)egahn%a dariada +mengo!ati,n%a. (ara ahli
memerkirakan !ah"a fraud %ang terungka meruakan !agian ke)il dari seluruh fraud %ang
ter*adi. =leh
karena itu$ ua%a utama seharusn%a adalah ada en)egahann%a. Ada ungkaan %ang se)ara
mudah ingin
men*elaskan en%e!a! atau akar ermasalahan dari fraud. .ngkaan itu adalah0 fraud by need.
fraud by
greed. and fraud by opportunity. Kata fraud dalam ungkaan terse!ut !isa diganti dengan
corruption.
fnancial crime. dan lain/lain.
Menghilangkan atau menekan need dan greed %ang menga"ali ter*adin%a fraud dilakukan se*ak
menerima
seseorang &recruitment process4. meskiun kita tahu !ah"a roses itu !ukan *aminan enuh.
Ini terus
ditanamkan melalui fraud a"areness dan )ontoh/)ontoh %ang di!erikan emimin
erusahaan atau
lem!aga. 6ontoh %ang di!erikan atasan telah ter!ukti meruakan unsur en)egah %ang enting.
.nsur
by opportunity dalam ungkaan di atas !iasan%a ditekan oleh engendalian intern.
5i saming engendalian interal$ dua konse enting lainn%a dalam en)egahan fraud$
%akni
menanamkan kesadaran tentang adan%a fraud &fraud a"areness' dan ua%a menilai risiko
ter*adin%a
fraud &fraud risk assessment7.
Ge.ala Gunung Es
Meskiun !elum ada enelitian mengenai !esarn%a fraud &termasuk korusi' di Indonesia$
sulit untuk
men%e!utkan suatu angka %ang andal. Akan tetai$ enelitian %ang dilakukan di luar negeri
&dengan
sampling' mengindikasikan !ah"a fraud %ang terungka$ sekaliun se)ara a!solut !esar$
namun
di!andingkan dengan seluruh fraud %ang se!enarn%a ter*adi$ relatif ke)il. Inilah ge*ala gunung
es.
5avia et al. mengelomokkan fraud dalam tiga kelomok se!agai !erikut.
Fraud %ang sudah ada tuntutan hukumn%a &rose)ution'$ tana memerhatikan keutusan
engadilan.
Fraud %ang ditemukan$ tetai !elum ada tuntutan hukum.
Fraud %ang !elum ditemukan.
5avia et al. memerkirakan !ah"a dari fraud universe$ Kelomok I han%alah 2CI$ sedangkan
kelomok II
dan III$ masing/masing @CI. Kesimulann%a$ :e!ih !an%ak %ang tidak kita ketahui dariada
%ang kita
ketahui tentang fraud. >al %ang le!ih ga"at lagi$ fraud ditemukan se)ara ke!etulan.
Pengen#alian Internal
(engendalian intern atau internal control mengalami erkem!angan dalam emikiran dan
raktikn%a.
=leh karena itu$ 5avia et al+ Mengingatkan kita untuk me%akinkan aa %ang dimaksud
dengan
engendalian intern$ ketika orang menggunakann%a dalam er)akaan sehari/hari. Mereka
men)atat
sedikitn%a emat de1nisi engendalian intern se!agai !erikut.
5e1nisi 1 &se!elum 8etem!er 1BB2' %aitu Kondisi %ang diinginkan$ atau meruakan hasil$ dari
!er!agai
roses %ang dilaksanakan suatu entitas untuk men)egah &prevent' dan menim!ulkan efek *era
&deter'
terhada fraud.
5e1nisi 2 &sesudah 8etem!er 1BB2'$ %aitu suatu roses %ang diran)ang untuk dan
diren)anakan oleh
de"an$ mana*emen$ dan ega"ai untuk mem!erikan keastian %ang memadai dalam
men)aai
kegatan usaha %ang efektif dan e1sien$ keandalan keuangan$ dan keatuhan terhada undang/
undang
dan eraturan lainn%a %ang relavan. &de1nisi 6=8='
5e1nisi 3 &AI6(A 1BGG'$ %aitu untuk tu*uan audit saldo laoran keuangan$ struktur
engendalian intern
suatu entitas terdiri atas tiga unsur0 lingkungan engendalian$ sistem akuntansi$ dan rosedur/
rosedur
engendalian. &8A8 No. A3'
5e1nisi @ &khusus untuk men)egah fraud'$ %aitu suatu sistem dengan roses dan
rosedur %ang
!ertu*uan khusus diran)ang dan silaksanakan untuk tu*uan utama$ kalau !ukan satu/
satun%a tu*uan$
untuk men)egah dan menghalangi &dengan mem!uat *era' ter*adi fraud
Fraud-Specifc Internal Control
(erusahaan !esar !erke!utuhan %ang !er!eda dari %ang ke)il. (erusahaan go public !er!eda
dari %ang
tertutu. Terleas dari er!edaan antar/erusahaan$ dasar/dasar utama dari desain
engendalian intern
untuk mengangani fraud !an%ak kesamaann%a. 5asar/dasar utama inilah %ang akan di!ahas.
8emua engendalian daat digolongkan dalam engendalian intern aktif dan engendalian
intern asif.
Kata kun)i untuk engendalian intern aktif adalah to prevent$ men)egah. Kata kun)i untuk
engendalian
asif adalah to deter$ men)egah karena konsekuensin%a terlalu !esar$ mem!uat *era.
Pengen#alian Intern A$ti5
(engendalian %ang mem!atasi$ menghalangi$ atau menutu akses si )alon elaku fraud+
8arana/sarana %ang digunakan antara lain0 tanda tangan? tanda tangan kaunter
5caountersigning42
pass"ord atau PI)2 emisahan tugas? engendalian aset se)ara 1sik? engendalian ersediaan
se)ara real
time? agar$ gem!ok$tem!ok dan semua !angunan engahalang 1sik? en)o)okan dokumen?
dan formulir
%ang sudah di)etak nomorn%a.
Kele%aan Pengen#alian Intern A$ti5
Kelemahan manusia meruakan musuh utama engendalian internal aktif
8angat ra"an invasi &ditem!us' elaku fraud
#ia%an%a mahal
#an%ak unsur engendalian intern aktif %ang mengham!at ela%anan
Pengen#alian Intern Pasi5
(engendalian %ang tidak menamakkan adan%a engamanan$ namun ada eredaman %ang
mem!uat
elanggar atau elaku fraud akan *era.
8arana/sarana %ang digunakan0 engendalian %ang khas untuk masalah %ang dihadai
&customi3ed
control'? *e*ak audit &audit trails'? audit %ang fokus &focused audits'? engintaian atas kegiatan
utama
&survillance of key activities'? emindahan tugas &rotation of key personel'.
Kesi%'ulan Pengen#alian Intern Pasi5
Tidak mahal.
Tidak tergantung ada manusia$ tidak people dependent.
Tidak memengaruhi rodukti1tas$ tidak mengham!at ela%anan.
Tidak ra"an untuk ditem!us atau disusui elaku fraud.
BAB 8
MEN&ETEKSI FRAU&

8e*ak ermulaan$ rofesi audit %ang di*alankan akuntan u!lik menolak mengam!il
tanggung*a"a! dalam
menemukan fraud. Namun dalam dasa"arsa terakhir eru!ahan le!ih !an%ak dalam retorika
dariada
su!stansi.
=rang a"am mengharakan suatu audit umum daat mendeteksi segala ma)am fraud$ !aik
%ang melekat
ada laoran keuangan mauun %ang !erua en)urian asset. Namun akuntan u!lik
!erua%a
memasang agar/agar %ang mem!atasi tanggung *a"a!n%a$ khususn%a mengenai
enemuan atau
engungkaan fraud. >al terse!ut dikuatkan dalam 8A seksi 11C tentang tanggung*a"a!
dan fungsi
audiror indeenen se!agai !erikut.
+%uditor bertanggung *a"ab untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperole#
keyakinan
memadai tentang apaka# laporan keuangan bebas dari sala# sa*i material. baik yang
disebabkan ole#
kekeliruan atau kecurangan+ ,le# karena sifat bukti audit dan karakterisitik kecurangan. auditor
dapat
memperole# keyakinan memadai. namun bukan mutlak. ba#"a sala# sa*i material
terdeteksi+ %uditor
tidak bertanggung *a"ab untuk merencanakan dan melaksanakan audit guna memperole#
keyakinan
ba#"a sala# sa*i terdeteksi. baik yang disebabkan ole# kekeliruan atau kecurangan. yang tidak
material
ter#adap laporan keuangan+6
Fraudulent Financial Reporting
Fraudulent Financial Reporting adalah kesenga*aan atau ke)ero!ohan dalam melakukan
sesuatu atau
tidak melakukan sesuatu %ang seharusn%a dilakukan$ %ang men%e!a!kan laoran keuangan
men*adi
men%esatkan se)ara material. (en%e!a! Fraudulent Financial Reporting %aitu keserakahan dan
adan%a
tekanan %ang dirasakan mana*emen untuk menun*ukkan restasi.
Stan#ar Au#it Untu$ Mene%u$an Frau#
Auditor dalam melaukan audit harus !erdasarkan standar$ aa!ila tidak osisi auditor
men*adi lemah.
5avia et al. mengan*urkan adan%a standar %ang se)ara sesi1k ditu*ukan untuk menemukan
fraud %ang
dise!ut dengan fraudspecifc examination.
(emahaman minimal %ang harus diketahui-disadari oleh raktisi-auditor0
Mereka tidak !isa$ karenan%a tidak !oleh$ mem!erikan *aminan !ah"a mereka !ias
menemukan fraud.
Fraud daat atau tidak dideteksi tergantung dari keahlian dan *angka "aktu elaksanaan audit.
>al ini
tentu sa*a !erengaruh keada fee %ang di!a%arkan ula.
8eluruh eker*aan didasarkan ada standar audit. 5i Indonesia standar %ang digunakan
adalah 8(A(
atau 8(KN untuk keuangan Negara.
<umlah fee !ergantung ada luasn%a ua%a emeriksaan %ang ditetakan klien.
(raktisi !ersedia memerluas *asan%a dari taha roa)tive revie" ke taha
endalaman-investigative
aa!ila ada indikasi ter*adin%a fraud.




Audit .mum 5an (emeriksaan Fraud
Issue Audit .mum Fraud 72amination
Timming Re)urring Non/re)urring
Audit dilakukan se)ara teratur$ !erkala$ (emeriksaan fraud tidak !erulang kem!ali$
dan !erulang kem!ali &re)urring'. dan dilakukan setelah ada )uku indikasi.
8)oe 9eneral 8e)i1)
:ingku audit adalah emeriksaan atas (emeriksaan diarahkan ada dugaan$
laoran keuangan se)ara umum. tuduhan$ atau sangkaan %ang sesi1k.
=!*e)tive =inion AJ2 #lame
Daitu mem!erikan endaat atas .ntuk memastikan fraud memang ter*adi$
ke"a*aran en%a*ian laoran keuangan. mengaa ter*adi$ dan siaa %ang
!ertanggung*a"a!.
Relationshi Non/adversarial Adversarial
8ifat audit tidak !ermusuhan Karena ada akhirn%a emeriksa harus
menentukan siaa %ang !ersalah.
Methodolog% Audit Te)hni;ues Fraud 72amination Te)hni;ues
Audit terutama dengan data/data (emeriksaan dilakukan dengan memeriksa
keuangan dokumen$ telaah data ekstern$ dan
"a"an)ara.
(resumtion (ro3esional 8keti)ism (roof
Auditor melakukan tugasn%a dengan #erua%a untuk mengumulkan !ukti
untuk
sketisme rofessional mendukung atau mem!antah dugaan$
tuduhan atau sangkaan ter*adin%a fraud.

Te$ni$ Pe%eri$saan Fraud
Ada !erma)am/ma)am teknik audit investigative untuk mengungka fraud$ antara lain0
(enggunaan teknik/teknik audit %ang dilakukan oleh internal mauun eksternal auditor
dalam
mengaudit laoran keuangan.
(emanfaatan teknik audit investigative dalam ke*ahatan terorganisir dan en%elunduan
a*ak
enghasilan$ %ang *uga daat diterakan terhada data keka%aan e*a!at Negara
(enelusuran *e*ak/*e*ak uang
(eneraan analisis dalam !idang hukum
(enggunaan teknik audit investigative untuk mengungka fraud engadaan !arang
(enggunaan computer forensic
(enggunaan teknik interogasi
(enggunaan teknik en%amaran
(emanfaatan "#istleblo"er
BAB 39
PROFI" PERI"AKU: KORBAN: &AN PERBUATAN FRAU&

5alam ua%a menemukan dan mem!erantas ke)urangan$ kita erlu mengetahui ro1l
elaku. (ro1l
!er!eda dengan foto %ang menggam!arkan 1sik seseorang. (ro1l mem!eri gam!aran mengenai
!er!agai
)iri dari suatu kelomok orang$ seerti 0 umur$ *en*ang endidikan$ kelomok sosial &kelas atas$
menengah$
!a"ah'$ !ahkan kelomok etnis$ dan seterusn%a.
Pro;ling
.a%a untuk mengidenti1kasi ro1l$ dalam !ahasa Inggris dise!ut profling. (ro1ling dalam
mem!erantas
ke*ahatan !ukanlah ua%a %ang !aru. 5alam kriminologi 6esare :om!roso dan rekan/rekann%a
enganut
criminal ant#ropology er)a%a !ah"a faktor keturunan meruakan en%e!a! tingkah laku
kriminal.
(ro1ling *uga !erkem!ang samai keada )iri sikologis dan sikiatris.
(ro1ling %ang dilakukan di Indonesia menemukan !ah"a enerima sua adalah e*a!at$ ega"ai
negeri
siil dan militer$ di emerintah usat atau daerah. (ro1l em!eri sua adalah engusaha.
(ro1ling !ersifat enting dan !ermanfaat$ han%a kita erlu memahami makna dari ro1l %ang
dihasilkan.
5i asar uang dan asar modal ro1l elaku fraud sering kali mengagumkan. Mereka )erdas$
memun%ai
track record %ang luar !iasa$ eker*a keras$ dan )enderung men*adi informal leader dengan
karisma %ang
melamaui "e"enang %ang di!erikan *a!atan.
Pro;ling #ala% Ke.aatan Terorganisasi
5alam mas%arakat dengan !eraneka ragam etnis seerti di Amerika 8erikat$ ro1ling dilakukan
dari segi
!uda%a atau ke!iasaan etnis %ang !ersangkutan. 8etelah mem!ahas latar !elakang !er!agai
ke*ahatan
terorganisasi$ Manning kemudian mem!ahas !e!eraa )iri en*ahat dari etnis Asia. Menurut
Manning 0
Mereka men%eelekan dan tidak mengangga enegak hukum se!agai a!di mas%arakat.
5i Asia$
enegak hukum diadakan untuk melindungi %ang !erkuasa dan artai mereka$ !ukan untuk
melindungi
mas%arakat.
Mereka men)itakan Kmata uang !a"ah tanahK &underground currency' dengan
memertukarkan
komoditas. Mereka menanamkan uang mereka dalam emas$ ermata$ dan intan !erlian.
Mereka le!ih
suka men%iman !arang !erharga di rumah atau temat usaha$ dariada menggunakan *asa
er!ankan.
Mereka men%elenggarakan Kerkumulan siman in*amK %ang sangat informal.
(erkumulan
ini terdiri dari atas 1C samai 2C orang$ umumn%a "anita. 5alam setia ertemuan$ ter*adi
ta"ar/
mena"ar untuk enggunaan uang dalam eriode tertentu. (emenangn%a adalah ena"ar
tertinggi$
%akni ena"ar %ang men*an*ikan yield atau return on investment %ang aling !esar.
Ke!an%akan orang Asia %akin !ah"a setia e*a!at memun%ai harga$ setia e*a!at daat
di!eli. 8ua
sangat !iasa di Asia. Meruakan "ay of life %ang mereka angga sekedar a*ak tam!ahan.
(eringatan dari Manning ini mengingatkan enulis ada !e!eraa ke!i*akan K(K %ang
meruakan
ke"a*i!an !agi iminan K(K$ %akni0
Mem!eritahukan keada (iminan lain mengenai ertemuan dengan ihak lain.
Menolak di!a%ari makan$ !ia%a akomodasi dan !entuk kesenangan lain oleh siaaun.
Mem!atasi ertemuan di ruang u!lik
Mem!eritahukan keada (iminan lain mengenai keluarga$ ka"an dan ihak lain %ang se)ara
intensif
masih !erkomunikasi.
(enulis/enulis #arat mengamati )iri/)iri unik !angsa Asia tertentu %ang meruakan )erminan
kelemahan
good corporate governance bisnis di Asia.
Se%a0a% Pro;ling /onto Per'a.a$an #i <a%an Pen.a.aan Belan#a
5i zaman >india #elanda$ en*a*ah mem!uat sema)am ro1l dari em!ukuan edagang
Tionghoa$ India$
Ara!$ dan <eang. (ara eleas uang$ dan kemudian ara !anker$ *uga mem!uat ro1l dari
edagang/
edagang Tionghoa dari !er!agai etnis. (ro1l ini men*elaskan !idang sesialisasi
erdagangan dan
industri masing/masing etnis? ge*ala adan%a overcro"ding karena kelomok etnis
)enderung meniru
!idang usaha sesama mereka? kondisi gagal !a%ar? )iri/)iri khas dalam !erdagang dan
emanfaatan serta
en%elesaian in*aman.
Pro;l Kor(an Frau#
(ro1ling umumn%a dilakukan terhada elaku ke*ahatan tetai daat *uga daat dilakukan untuk
kor!an
ke*ahatan. Tu*uann%a !er!eda. Kalau ro1ling terhada elaku ke*ahatan dimaksudkan
untuk
memudahkan menangka elaku$ maka ro1ling terhada kor!an ke*ahatan dimaksudkan
untuk
memudahkan target en%e!aran informasi. Ini adalah !agian dari disilin ilmu %ang dise!ut
viktimologi.
8urat/surat ka!ar sering mem!eritakan orang %ang KmudahK men*adi kor!an ke*ahatan tertentu$
seerti
pon3i sc#eme %ang dise!ut *uga pyramid sc#eme.
Pro;ling Tera#a' Per(uatan =Ke.aatan: Frau#: #an "ain>lain7
(ro1ling daat *uga dilakukan dalam ua%a mengenal er!uatann%a atau )ara
melaksanakan
er!uatann%a &modus oerandi'. (ro1l dari fraud dise!ut *uga tiologi fraud. 5irektorat <enderal
(a*ak
mengkomilasi tiologi ke*ahatan era*akan. #ank Indonesia melakukan hal %ang sama untuk
ke*ahatan
er!ankan. ((ATK melakukann%a untuk kasus/kasus en)urian uang. 5engan mengumulkan
tiologi
fraud lem!aga/lem!aga ini$ misaln%a$ daat mengantisiasi *enis fraud %ang memanfaatkan
erusahaan
di Negara surga a*ak 5tax #eaven countries'. Atau komisaris !ank %ang aktif men*alankan
usahan%a$ atau
emegang saham tidak ter)atat se!agai emegang saham$ atau ega"ai rendahan %ang
men*adi
emegang saham !oneka.
BAB 33
TU4UAN AU&IT IN+ESTIGASI

Tu*uan dari dilakukann%a Audit Investigatif antara lain untuk0
Mem!erhentikan mana*emen
Memeriksa mengumulkan dan menilai )ukun%a dan relevann%a !ukti.
Melindungi reutasi dari kar%a"an %ang tidak !ersalah
Menemukan dan mengamankan dokumen %ang relevan untuk investigasi.
Menemukan asset %ang digelakan dan mengua%akan emulihan dari kerugian %ang ter*adi
Memastikan !ah"a semua orang$ terutama mereka %ang diduga men*adi elaku ke*ahatan$
mengerti
kerangka a)uan dari investigasi terse!ut$ haraann%a adalah !ah"a mereka !ersika
kooeratif dalam
investigasi itu.
Memastikan !ah"a elaku ke*ahatan tidak !ias lolos dari er!uatann%a.
Men%au !ersih semua kar%a"an elaku ke*ahatan
Memastikan !ah"a erusahaan tidak lagi men*adi sasaran en*arahan.
Menentukan !agaimana investigasi akan dilan*utkan.
Melaksanakan investigasi sesuai standar$ sesuai dengan eraturan erusahaan$ sesuai
dengan !uku
edoman
Men%ediakan laoran kema*uan se)ara tertatur untuk mem!antu engam!ilan keutusan
mengenai
investigasi di taha !erikutn%a.
Memastikan elakun%a tidak melarikan diri atau menghilang se!elum tindak lan*ut %ang
teat daat
diam!il.
Mengumulkan )uku !ukti %ang daat diterima engadilan$ dengan sum!er da%a dan
terhentin%a
kegiatan erusahaan seminimal mungkin.
Memeroleh gam!aran %ang "a*ar tentang ke)urangan %ang ter*adi dan mem!uat
keutusan %ang
teat mengenai tindakan %ang harus diam!il
Mendalami tuduhan untuk menanggain%a se)ara teat.
Memastikan !ah"a hu!ungan dan suasana ker*a teta !aik
Melindungi nama !aik erusahaan atau lem!aga
Mengikuti seluruh ke"a*i!an hokum dan mematuhi semua ketentuan due diligen)e dan diklaim
keada
ihak ketiga
Melaksanakan investigasi dalam koridor kode etik
Menemukan siaa elaku dan mengumulkan !ukti mengenai niatn%a.
Mengumulkan !ukti %ang )uku untuk menindak elaku dalam er!uatan %ang tidak teru*i.
Mengidenti1kasi raktek mana*emen %ang tidak daat diertanggung*a"a!kan atau
erilaku %ang
melalaikan tanggung *a"a!.
Memertahankan kerahasiaan dan memastikan !ah"a erusahaan atau lem!aga ini tidak
tererangka
dalam an)aman tuntutan en)emaran nama !aik
Mengidenti1kasi saksi %ang melihat atau mengetahui ter*adin%a ke)urangan dan
memastikan !ah"a
mereka mem!erikan !ukti %ang mendukung tuduhan atas dak"aan terhada si elaku.
Mem!erikan rekomendasi mengenai !agaimana mengelola risiko ter*adin%a ke)urangan ini
dengan
teat.

BAB 32
IN+ESTIGASI &AN AU&IT IN+ESTIGATIF

A$sio%a #ala% Investigasi
Ada tiga Aksioma dalam emeriksaan fraud$ antara lain0
Fraud selalu tersem!un%i
Fraud %ang dilakukan se)ara tim!al !alik
Fraud ter*adi semata/mata meruakan ke"enangan engadilan untuk memutuskann%a.
Pe%eri$saan #ala% 2u$u% A0ara Pi#ana
.ndang/undang >ukum A)ara (idana &.ndang/.ndang Nomor G Tahun 1BG1' mengatur tahaan
hokum
a)ara idana se!agai !erikut0
(en%elidikan
(en%elidikan adalah serangkaian kegiatan en%elidik untuk men)ari dan menemukan suatu
er!uatan
%ang diduga meruakan tindak idana guna menentukan daat-tidakn%a en%idikan dilakukan.
(en%idikan
(en%idikan adalah serangkaian kegiatan en%idik untuk men)ari dan mengumulkan !ukti$ dan
dengan !ukti itu mem!uat terang tindak idana %ang ter*adi untuk menemukan tersangkan%a.
(enuntutan
(enuntutan adalah tindaan enuntut umum %ang melimahkan erkara ke (engandilan Negeri
%ang
!er"enang$ sesuai dengan )ara %ang diatur dalam hukum a)ara idana$ dengan ermintaan
agar
dieriksa dan diutus oleh >akim di sidang engadilan.
(emeriksaan di sidang engadilan
(emeriksaan di sidang engadilan memun%ai satu tu*uan %aitu men)ari alat !ukti %ang
mem!entuk
ke%akinan hakim tentang !ersalah atau tidakn%a terdak"a.
(utusan (engadilan
>akim tidak !oleh men*atuhkan idana keada seseorang ke)uali aa!ila dengan sekurang/
kurangn%a
dua alat !ukti %ang sah ia memeroleh ke%akinan !ah"a suatu tindak idana !enar/!enar
ter*adi dan
!ah"a terdak"alah %ang !ersalah.
.a%a hukum
.a%a hokum adalah hak terdak"a atau enuntut umum untuk tidak menerima utusan
engadilan
%ang !erua erla"anan atau !anding atau kasasi$ atau hak teridana untuk menga*ukan
ermohonan enin*auan kem!ali$ atau hak <aksa Agung untuk menga*ukan kasasi demi
keentingan
hukum dalam hal serta menurut )ara %ang diatur dalam undang/undang.
(elaksanaan utusan engadilan
(enga"asan terhada elaksanaan utusan engadilan.

BAB 3!
AU&IT IN+ESTIGATIF &ENGAN TEKNIK AU&IT

Te$ni$ Au#it Investigasi
Memeriksa Fisik
(engamatan 1sik dari alat !ukti atau etun*uk fraud menolong investigator untuk
menemukan
kemungkinan korusi %ang telah dilakukan.
Meminta informasi dan kon1rmasi
Meminta informasi dari auditee dalam audit investigatif harus disertai dengan informasi dari
sum!er
lain agar daat meminimalkan eluang auditee untuk !er!ohong. Meminta kon1rmasi adalah
meminta
ihak lain &selain auditee' untuk menegaskan ke!enaran atau ketidak!enaran suatu informasi.
Meminta
kon1rmasi daat diterakan untuk !er!agai informasi$ !aik keuangan mauun
nonkeuangan. >arus
dierhatikan aakah ihak ketiga %ang dimintai kon1rmasi un%a keentingan dalam audit
investigatif.
<ika ada$ kon1rmasi harus dierkuat dengan kon1rmasi keada ihak ketiga lainn%a.
Memeriksa dokumen
Tidak ada audit investigatif tana emeriksaan dokumen. 5e1nisi dokumen men*adi le!ih luas
aki!at
kema*uan teknologi$ meliuti informasi %ang diolah$ disiman$ dan diindahkan se)ara
elektronis.
Karena itu$ teknik memeriksa dokumen men)aku komuter forensik.
Revie" Analitikal
5alam revie" analitikal$ %ang enting adalah0 kuasai gam!aran !esarn%a dulu &think anal%ti)al
1rstL'.
Revie" analitikal adalah suatu !entuk enalaran %ang mem!a"a auditor ada gam!aran
mengenai
"a*ar atau antasn%a suatu data individual disimulkan dari gam!aran %ang dieroleh se)ara
glo!al.
Kesimulan "a*ar atau tidak dieroleh dari er!andingan terhada !en)hmark. Kesen*angan
antara aa
%ang dihadai dengan!en)hmark0 aakah ada kesalahan &error'$ fraud$ atau salah
merumuskan
atokan. Kenali ola hu!ungan &relationshi attern' data keuangan %ang satu dengan data
keuangan
%ang lain atau data non/keuangan %ang satu dengan data non/keuangan %ang lain.
Menghitung Kem!ali &Reerform'
Reerform dalam audit investigatif harus disuervisi oleh auditor %ang !erengalaman
karena
erhitungan %ang dihadai dalam audit investigatif umumn%a sangat komleks$ didasarkan
atas kontrak
%ang sangat rumit$ dan kemungkinan ter*adi eru!ahan dan renegosiasi !erkali/kali.
Net Eorth Method
Mem!uktikan adan%a enghasilan %ang tidak sah dan mela"an hukum. (emerikasan
daat
dihu!ungkan dengan !esarn%a a*ak %ang dilaorkan dan di!a%ar setia tahunn%a.
:aoran harta
keka%aan e*a!at meruakan dasar dari en%elidikan. (em!alikan !e!an em!ukitian
keada %ang
!ersangkutan.
Follo" The Mone%
#erarti mengikuti *e*ak %ang ditinggalkan dari arus uang samai arus uang terse!ut
!erakhir. Naluri
en*ahat selalu menutu raat identitas elaku$ !erua%a mem!eri kesan tidak terlihat atau
tidak di
temat saat ke*adian !erlangsung. 5ana !isa mengalir se)ara !ertaha dan !er*en*ang$ tai
akhirn%a
akan !erhenti di satu atau !e!eraa temat enghentian terakhir. Temat inilah %ang
mem!erikan
etun*uk kuat mengenai elaku fraud.
Kun0i Ke(erasilan Investigasi &engan Te$ni$ Au#it
Mengerti dengan !aik ersoalan %ang akan die)ahkan$ aa %ang akan diinvestigasi.
Kuasai dengan !aik tehnik/tehnik investigasi
6ermat dalam menerakan tehnik %ang diilih
6ermat dalam menarik kesimulan dari hasil eneraan tehnik %ang kita ilih.

BAB 3*
Au#it Investigati5 &engan Te$ni$ Per'a.a$an

Terdaat dua teknik audit investigatif %ang se)ara luas diraktikkan oleh IR8 &Internal Revenue
/ervices'
di Amerika 8erikat. Kedua teknik audit investigatif ini adalah net "ort# met#od dan expenditure
met#od.
Kedua teknik ini digunakan untuk menentukan enghasilan kena a*ak &(K(' %ang !elum
dilaorkan oleh
"a*i! a*ak dalam 8(T/n%a. Kedua teknik terse!ut menggunakan logika em!ukuan atau
akuntansi %ang
sederhana
Net -ort Meto#
)et "ort# met#od untuk audit investigatif a*ak digunakan untuk mem!uktikan adan%a (K( %ang
!elum
dilaorkan oleh E(. .ntuk organi3ed crime %ang ingin di!uktikan adalah terdaatn%a
enghasilan %ang
tidak sah$ mela"an hukum$ atau illegal income. #e!eraa )atatan %ang erlu dierhatikan
dalam net
"ort# met#od$ antara lain %aitu0
Rekaman
Makin !an%ak transaksi terekam$ makin amuh ula net "ort# met#od.
(en%imanan uang tunai
Istilah sehari M hari adalah siman di !a"ah !antal$ atau cas# #oarding.
Tam!ahan + enghasilan +
(en*elasan %ang di!erikan oleh elaku untuk unreported taxable income atau illegal income$
mulai dari
"arisan$ in*aman$ hadiah$ atau grati1kasi$ dan lain M lain.
(em!alikan !e!an em!uktian
8e!enarn%a net "ort# met#od mem!alikkan ke"a*i!an mem!uktikan dari emerintah
keada %ang
!ersangkutan.
6atatan em!ukaan
Dang sering kali men*adi tantangan !agi en%idik adalah tidak adan%a )atatan em!ukuan.
(en%idik kurang sa!ar
5alam menghadai elaku %ang tangguh dalam tindak idana era*akan$ en%idik mungkin
men%erah
ketika elaku !ersedia mem!a%ar dengan )eat + temuan si en%idik +.
(em!uktian tidak langsung
#erulang kali di*elaskan di atas !ah"a net "ort# met#od adalah metode em!uktian tidak
langsung dan
mem!alikkan !e!an em!uktian keada elaku.
Ke*ahatan lain
8ering kali dalam menerakan net "ort# met#od untuk tu*uan era*akan$ en%idik
daat
mengungkakan ke*ahatan lain$ *adi !ukan tindakan idana era*akan.
E?'en#iture Meto#
Expenditure met#od meruakan derivasi atau turunan dari net "ort# met#od %ang digunakan
IR8 se*ak
tahun 1B@C/an. Expenditure method harus digunakan untuk kasus era*akan seerti !erikut0
E( tidak men%elenggarakan em!ukuan atau )atatan.
(em!ukuan dan )atatan E( tidak tersedia$ misaln%a karena ter!akar.
E( men%elenggarakan em!ukuan tetai tidak memadai.
E( men%em!un%ikan em!ukuann%a.
E( tidak memun%ai aset %ang terlihat atau diidenti1kasi.

Expenditure met#od harus digunakan untuk kasus organi3ed crime seerti !erikut0
Tersangka kelihatann%a tidak mem!eli aset & rumah$ tanah$ saham$ erhiasan'.
Tersangka memun%ai ga%a hidu me"ah$ dan agakn%a di luar kemamuann%a.
Tersangka diduga mengealai *aringan ke*ahatan.
Illegal income harus ditentukan untuk menghitung denda$ kerugian keuangan negara$ dan
ungutan
negara lainn%a.
BAB 3,
FO""O- T2E MONE@

Follo" t#e money se)ara hara1ah !erarti +mengikuti *e*ak/*e*ak %ang ditinggalkan dalam suatu
arus uang
atau arus dana,. <e*ak/*e*ak ini akan mem!a"a en%idik atau akuntan forensik ke arah elaku
fraud.
(ertama kita akan melihat naluri en*ahat. Tana disadari$ nalurin%a ini akan meninggalkan
*e*ak/*e*ak
!erua gam!aran mengenai arus uang. <e*ak/*e*ak uang atau money trails inilah %ang
dietakan oleh
en%idik. Ketentuan erundang/undangan mengenai tindak idana en)u)ian uang
mengingatkan kita
!ah"a !ukan ke*ahatan utaman%a sa*a %ang meruakan tindak idana$ tetai *uga en)u)ian
uangn%a
adalah tindak idana. Teknologi informasi meruakan faktor %ang sangat menentukan dalam
teknik follo"
t#e money.
.ang sangat )air &likuid'$ mudah mengalir. Itulah se!a!n%a follo" t#e money memun%ai !an%ak
eluang
untuk digunakan dalam investigasi. Namun$ mata uang ke*ahatan atau currency of crime
!ukanlah uang
semata/mata. Mengetahui currency of crime akan mem!uka eluang !aru untuk menerakan
teknik
follo" t#e money.
Kri%inalisasi #ari Pen0u0ian Uang
(ola erilaku ke*ahatan dengan +men*auhkan, uang dari elaku dan er!uatann%a dilakukan
melalui )ara
Placement0 ua%a menematkan uang tunai hasil ke*ahatan ke dalam s%stem keuangan
atau ua%a
menematkan kem!ali dana %an sudah !erada dalam s%stem keuangan ke dalam s%stem
keuangan.
'ayering0 ua%a mentransfer harta keka%aan hasil ke*ahatan %ang telah !erhasil masuk dalam
s%stem
keuangan melalui taha la)ement.
Integration0 ua%a menggunakan keka%aan %ang !erasal dari tindak idana %ang telah !erhasil
masuk
dalam s%stem keuangan melalui la)ement dan la%ering$ seolah/olah meruakan keka%aan
halal
Tindak er!uatan ini dengan tegas dierlakukan se!agai tindak idana se!agaimana diatur
dalam .. No.
1A Tahun 2CC2 tentang Tindak (idana (en)u)ian .ang se!agaimana telah diu!ah dengan .. No.
2A Tahun
2CC3. .. tentang en)u)ian uang mendorong teknik investigasi follo" the mone%. Namun$
se!elum
keluarn%a .. ini un$ ara en%idik telah menggunakan teknik terse!ut. Kalau naluri en*ahat
mengarah
keada en%em!un%ian ke*ahatan$ naluri en%idik tertu*u keada engungkaan ke*ahatan.
Teroris%e #an Pen0u0ian Uang
(enge!oman di >otel <E Marriott dan The Ritz/6arlton di <akarta ada tanggal 1H <uli
2CCB daat
!erlangsung karena ada dukungan dana %ang )uku memadai. (olisi menduga$ !e!eraa
orang dalam
kelomok terse!ut men*adi sema)am enghu!ung antara *aringan dan sum!er dana$ %ang
!erada di
dalam mauun di luar negeri. >al terse!ut menun*ukkan adan%a hu!ungan antara terorisme
se!agai
ke*ahatan utama atau tindak idana asal &redi)ate )rime' dengan en)u)ian uang.
(en)u)ian uang %ang le!ih sulit ditelusuri atau dila)ak adalah dengan menghindari transaksi
er!ankan
%ang !erke"a*i!an melaorkan transaksi %ang men)urigakan keada otoritas &di Indonesia
((ATK'. 8alah
satu )ara emindahan dana dikenal dengan nama ha"ala.
Ke)a.i(an Mela'or (agi PenAelenggara Negara
Ke"a*i!an melaor harta keka%aan !agi en%elenggara negara$ ditetakan dalam .ndang/
undang Nomor
3C Tahun 2CC2 tentang Komisi (em!erantasan Korusi. Ketentuan K(K terse!ut mende1nisikan
+>arta
Keka%aan (en%elenggaraan Negara, se!agai harta !enda %ang dimiliki oleh en%elenggara
negara !eserta
istri dan anak %ang masih men*adi tanggungan$ !aik !erua harta !ergerak$ harta tidak
!ergerak$ mauun
hak/hak lainn%a %ang daat dinilai dengan uang %ang dieroleh en%elenggara negara se!elum$
selama
dan setelah memangku *a!atann%a. >arta keka%aan en%elenggara negara dilaorkan dalam
+:aoran
>arta Keka%aan (en%elenggara Negara, disingkat &:>K(N'. :>K(N adalah daftar seluruh >arta
Keka%aan
(en%elenggara Negara$ %ang dituangkan dalam formulir %ang ditetakan oleh K(K.
Follo) Te MoneA #an &ata Mining
Teknik investigasi ini se!enarn%a sangat sederhana. Kesulitann%a adalah datan%a %ang
sangat !an%ak
dalam hitungan tera!%tes. Kita tidak !isa mulai dengan elakun%a$ %ang ingin kita lihat *ustru
adan%a ola/
ola arus dana %ang menu*u ke suatu temat &%ang mem!eri indikasi tentang elaku atau otak
ke*ahatan'.
Mata Uang Ke.aatan
6iri dari enggunaan )urren)% of )rime %ang !ukan !erua uang adalah adan%a izin/izin atau
lisesnsi untuk
akses ke sum!er/sum!er da%a alam %ang umumn%a dialokasikan keada keluarga dan
kera!at sang
diktator. 5alam hal itu )urren)% of )rime/n%a !isa !erua intan !erlian$ min%ak !umi$ asir
laut$ ka%u
!undar &logs'$ gan*a$ dan lain se!again%a. 5isini ada dua arus %ang !isa diikuti investigator$
%akni arus dana
dan arus 1sik !arang.

BAB 31
AU&IT IN+ESTIGASI &ENGAN MENGANA"ISIS UNSUR PERBUATAN ME"A-AN
2UKUM

Akuntan forensik !eker*a sama dengan raktisi hukum dalam men%elesaikan masalah
hukum$ oleh
karenan%a akuntan forensik erlu memahami hukum em!uktian sesuai masalah/masalah
hukum %ang
dihadai$ dalam !a! ini khususn%a tindak idana khusus %aitu korusi. 5alam hal terkait korusi
!iasan%a
tindakan mela"an hukum diantaran%a terdiri dari kegiatan memerka%a diri$ en%alahgunaan
"e"enang$
sua men%ua$ grati1kasi$ enggelaan dan em!iaran enggelaan$ engrusakkan
!ukti dan
memalsukann%a$ emerasan$ enggunaan tanah negara oleh ega"ai negeri$ dan lain/lain.
.ntuk le!ih
*elasn%a tersa*i ada ta!el 1$ terkait 3C <enis tindak idana korusi menurut .ndang/.ndang
Nomor 31
Tahun 1BBB *o. 5an .ndang/.ndang Nomor 2C Tahun 2CC1.
1. (asal 20 Memerka%a diri
8etia orang %ang se)ara mela"an hukum melakukan er!uatan memerka%a diri sendiri
atau orang
lain atau suatu kororasi %ang daat merugikan keuangan negara taau erekonomian negara.
2. (asal 30 (en%alahgunaan "e"enang
8etia orang %ang dengan tu*uan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu
kororasi$
men%alahgunakan ke"enangan$ kesematan atau sarana%ang ada adan%a karena
*a!atan atau
kedudukan %ang daat merugikan keuangan negara atau erekonomian negara
3. (asal A$ a%at &1'$ a0 Men%ua ega"ai negeri
Mem!eri atau men*an*ikan sesuatu keada ega"ai negeri atau en%elenggara negara
dengan
maksud sua%a ega"ai negeri atau en%elenggara terse!ut !er!uat atau tidak !er!uat
sesuatu
dalam *a!atann%a$ %ang !ertentangan dengan ke"a*i!ann%a
@. (asal A$ a%at &1'$ !0 Men%ua ega"ai negeri
Mem!eri atau men*an*ikan sesuatu keada ega"ai negeri atau en%elenggara negara
karena atau
!erhu!ungan dengan %ang !ertentangan dengan *a!atann%a$ dilakukan atau tidak dilakukan
dalam
*a!atann%a
A. (asal 130 Mem!eri hadiah keada ega"ai negeri
8etia orang mem!eri hadiah atau *an*i keada ega"ai negeri dengan mengingat kekuasaan
atau
"e"enang %ang melekat ada *a!atan atau kedudukann%a$ atau oleh em!eri hadiah
atau *an*i
diangga melekat ada *a!atan atau kedudukanterse!ut.
F. (asal A$ a%at &2'0 (ega"ai negeri terima sua
#agi ega"ai negeri atau en%elenggara negara %ang menerima em!erian atau *an*i
H. (asal 12$ a0 (ega"ai negeri terima sua
(ega"ai negeri atau en%elenggara negara %ang menerima hadiah atau *an*i$ adahal
diketahui
hadiah atau *an*i terse!ut di!erikan untuk menggerakan atau melakukan atau tidak
melakukan
sesuatu dalam *a!atann%a %ang !ertentangan dengan ke"a*i!ann%a.
G. (asal 12$ !0 (ega"ai negeri terima sua
(ega"ai negeri atau en%elenggara negara %ang menerima hadiah$ adahal diketahui hadiah
terse!ut
di!erikan se!agai aki!at atau dise!a!kan karena telah melakukan atau tidak melakukan
sesuatu
dalam *a!atann%a %ang !ertentangan dengan ke"a*i!ann%a.
B. (asal 110 (ega"ai negeri terima hadiah
(ega"ai negeri atau en%elenggara negara %ang menerima hadiah atau *an*i$ adahal
diketahui atau
atut diduga !ah"a hadiah atau *an*i terse!ut di!erikan karena kekuasaan atau ke"enangan
%ang
!erhu!ungan dengan *a!atann%a$ atau menurut ikiran orang %ang mem!erikan hadiah
atau *an*i
terse!ut ada hu!ungan se)ara *a!atan.
1C. (asal F$ a%at &1'$ a0 Men%ua hakim
mem!eri atau menan*an*ikan sesuatu keada hakim dengan maksud untuk memengaruhi
utusan
erkara %ang diserahkan keadan%a untuk diadili.
11. (asal F$ a%at &1'$ !0 Men%ua advokat
mem!eri atau men*an*ikan sesuatu keada seseorang %ang menurut ketentuan eraturan
erundang/
undangan ditentukan men*adi advo)at untuk menghadiri sidang engadilan dengan
maksud untuk
memengaruhi nasehat atau endengar %ang akan di!erikan !erhu!ung dengan
erkara %ang
diserahkan keada engadilan untuk diadili.
12. (asal F$ a%at &2'0 >akim dan advokat terima sua
!agi hakim %ang menerima em!erian atau *an*i se!agaimana dimaksu ada a%at &1'
huruf a atau
advo)ad %ang menerima em!erian atau *an*i se!agaimana dimaksu ada a%at &1' huruf !.
13. (asal 12$ )0 >akim terima sua
>akim %ang menerima hadiah atau *an*i$ adahal diketahui atau atut diduga !ah"a hadiah
atau *an*i
terse!ut di!erikan untuk memengaruhi utusan erkara %ang diserahkan keadan%a untuk
diadili.
1@. (asal 12$ d0 Advokat terima sua
Advokat untuk menghadiri sidang$ menerima hadiah atau *an*i. (adahal diketahui atau atut
diduga
!ah"a hadiah atau *an*i terse!ut untuk memengaruhi nasihat atau endaat %ang akan
di!erikan.
1A. (asal G0 (ega"ai negeri menggelakan uang-mem!iarkan enggelaan
(ega"ai negeri atau orang selain ega"ai negeri %ang ditugaskan men*alankan suatu *a!atan
umum
se)ara terus menerus atau untuk sementara "aktu$ dengan senga*a menggelakan uang
atau surat
!erharga %ang disiman karena *a!atann%a$ atau mem!iarkan uang atau surat !erharga
terse!ut
diam!il atau digelakan oleh orang lain$ atau mem!antu dalam melakukan er!uatan
terse!ut.
1F. (asal B0 (ega"ai negeri I memalsukan !uku
(ega"ai negeri atau orang selain ega"ai negeri %ang ditugaskan men*alankan suatu *a!atan
umum
se)ara terus menerus atau untuk sementara "aktu$ dengan senga*a memalsukan !uku/
!uku atau
daftar/daftar %ang khusus untuk emeriksaan administrasi.
1H. (asal 1C$ a0 (ega"ai negeri I merusakkan !ukti
Menggelakan$ menghan)urkan$ merusakkan$ atau mem!uat tidak daat diakai !arang$
akta$ surat$
atau daftar %ang digunakan untuk me%akinkan atau mem!uktikan di muka e*a!at %ang
!er"enang$
%ang dikuasai *a!atann%a.
1G. (asal 1C$ !0 (ega"ai negeri mem!iarkan orang lain merusakkan !ukti
Mem!iarkan orang lain menghilangkan$ menghan)urkan$ merusakkan$ atau mem!uat
tidak daat
diakai !arang$ akta$ surat$ atau daftar terse!ut.
1B. (asal 1C$ )0 (ega"ai negeri mem!antu orang lain merusakkan !ukti
Mem!antu orang lain menghilangkan$ menghan)urkan$ merusakkan$ atau mem!uat tidak
daat
diakai !arang$ akta$ surat$ atau daftar terse!ut.
2C. (asal 12$ e0 (ega"ai negeri memeras
(ega"ai negeri atau en%elenggara negara %ang dengan maksud menguntungkan diri
sendiri atau
orang lain se)ara mela"an hukum$ atau dengan men%alahgunakan kekuasaann%a
memaksa
seseorang mem!erikan sesuatu$ mem!a%ar$ atau menerima em!a%aran dengan
otongan$ atau
untuk menger*akan sesuatu !agi dirin%a sendiri.
21. (asal 12$ f0 (ega"ai negeri memeras
(ega"ai negeri atau en%elenggara negara %ang ada "aktu men*alankan tugas$
meminta$ atau
eker*aan$ atau en%erahan !arang$ seolah/olah meruakan utang keada dirin%a$ adahal
diketahui
!ah"a hal terse!ut !ukan meruakan utang.

22. (asal 12$ g0 (ega"ai negeri memeras
(ega"ai negeri atau en%elenggara negara %ang ada "aktu men*alankan tugas meminta$
menerima$
memotong em!a%aran keada ega"ai negeri atau en%elenggara negara %ang lain atau
keada kas
umum$ seolah/olah ega"ai negeri atau en%elenggaranegara %ang lain atau kas umum
terse!ut
memun%ai utang keadan%a$ adahal diketahui !ah"a hal terse!ut !ukan meruakan
utang.
23. (asal H$ a%at &1'$ a0 (em!orong !er!uat )urang
(em!orong$ ahli !angunan %ang ada "aktu mem!uat !angunan$ atau en*ual !angunan
%ang ada
"aktu men%erahkan !ahan !angunan$ melakukan er!uatan )urang %ang daat
mem!aha%akan
keamanan orang atau !arang$ atau keselamatan negara dalam keadaan erang.
2@. (asal H$ a%at &1'$ !0 (enga"as ro%ek mem!iarkan er!uatan )urang
8etia orang %ang !ertugas menga"asi em!angunan atau ene%erahan !ahan !angunan$
senga*a
mem!iarkan er!uatan )urang.
2A. (asal H$ a%at &1'$ )0 Rekanan TNI-(olri !er!uat )urang
8etia orang %ang ada "aktu men%erahkan !arang keerluan Tentara Nasional Indonesia
dan atau
Keolisian Negara Reu!lik Indonesia melakukan er!uatan )urang %ang daat
mem!aha%akan
keselamatan dalam keadaan erang.
2F. (asal H$ a%at &1'$ d0 (enga"as rekanan TNI-(olri !er!uat )urang
8etia orang %ang !ertugas menga"asi en%erahan !arang keerluan Tentara Nasional
Indonesia dan
atau Keolisian Negara Reu!lik Indonesia dengan senga*a mem!iarkan er!uatan )urang.
2H. (asal H$ a%at &2'0 (erima !arang TNI-(olri mem!iarkan er!uatan )urang
#agi orang %ang menerima en%erahan !ahan !angunan atau orang %ang menerima
en%erahan
!arang keerluan Tentara Nasional Indonesia dan atau Keolisian Negara Reu!lik
Indonesia dan
mem!iarkan er!uatan )urang.
2G. (asal 12$ h0 (ega"ai negeri menggunakan tanah negara
(ega"ai negeri atau en%elenggara negara %ang ada "aktu men*alankan tugas$ telah
menggunakan
tanah negara %ang diatasn%a terdaat hak akai$ seolah/olah sesuai dengan eraturan
erundang/
undangan$ telah merugikan orang %ang !erhak$ aahal diketahuin%a !ah"a er!uatan
terse!ut
!ertentangann dengan eraturan erundang/undangan.
2B. (asal 12$ i0 (ega"ai negeri turut serta dalam engadaan %ang diurusn%a
(ega"ai negeri atau en%elenggara negara %ang dengan maksud !aik langsung
mauun tidak
langsung dengan senga*a turut serta dalam em!orongan$ engadaan$ atau erse"aan$ %ang
ada
saat dilakukan er!uatan$ u ntuk seluruh atau se!agian ditugaskan untuk mengurus
atau
menga"asin%a.
3C. (asal 12# *o.1260 (ega"ai negeri menerima grati1kasi dan tidak melaor ke K(K
8etia grati1kasi keada ega"ai negeri atau en%elenggara negara diangga
em!erian sua$
aa!ila !erhu!ungan dengan *a!atann%a dan !erla"anan dengan ke"a*i!an atau tugasn%a
8elain ke/3C tindak idana terse!ut *uga terdaat tindak idana lain %ang terkait tidak idana
korusi.
Tindak idana terse!ut menurut .ndang/.ndang Tiikor se!agai !erikut.
Men)egah$ merintangi$ atau menggagalkan se)ara langsung atau tidak langsung
en%idikan$
enuntutan$ dan emeriksaan di sidang engadilan terhada tersangka$ terdak"a$ atau
saksi dalam
erkara korusi.
Tidak mem!erikan keterangan atau mem!erikan keterangan alsu
Melanggar K.>( (asal 22C &mengadukan er!uatan idana$ adahal dia tahu er!uatan
itu tidak
dilakukan'$ (asal 231 &menarik !arang %ang disita'$ (asal @21 &e*a!at men%alahgunakan
"e"enang$
memaksa orang untuk melakukan atau tidak melakukan$ atau mem!iarkan sesuatu'$ (asal @22
&e*a!at
menggunakan aksaan untuk memerasengakuan atau mendaat keterangan'$ (asal @2B
&e*a!at
melamaui kekuasaan ... memaksa masuk ke dalam rumah atau ruangan atau ekarangan
tertutu ...
atau !erada disitu mela"an hukum' atau (asal @3C &e*a!at melamaui kekuasaan
men%uruh
memerlihatkan keadan%a atau meramas surat$ kartu os$ !arang atau aket ... atau
ka!ar le"at
ka"at'.
Konse' #ala% KU2P #an KU2AP
Alat !ukti %ang sah
(engertian alat !ukti %ang sah$ salah satun%a menurut en*elasan .ndang/.ndang Nomor
31 Tahun
1BBB$ %aitu !isa !erua informasi %ang diu)akan$ dikirim$ diterima$ atau disiman se)ara
elektronik
dengan alat otik atau %ang serua dengan itu tetai tidak ter!atas ada data enghu!ung
elektronik$
surat elektronik$ telegram$ teleks dan faksmile$ dan dari dokumen$ %akni setia rekaman
data atau
informasi %ang daat dilihat$ di!a)a atau dikirim$ dan atau didengar %ang daat dikeluarkan
dengan atau
tana !antuan suatu sarana$ !aik %ang tertuang di atas kertas atau !enda 1sik aaun selain
kertas$
mauun %ang terekam se)ara elektronik$ %ang !erua tulisan-suara$ gam!ar$ eta$
ran)angan$ foto$
huruf$ tanda$ angka$ atau erforasi %ang memilii makna.
(em!alikan !e!an em!uktian
(em!alikan !e!an em!uktian adalah eletakan !e!an em!uktian %ang tidak lagi ada diri
(enuntut
.mum$ tetai keada terdak"a. >al ini di!erlakukan ada tindak idana terkait grati1kasi dan
tuntutan
eramasan harta !enda terdak"a %ang diduga !erasal dari salah satu tindak idana.
9ugatan erdata atas harta %ang disem!un%ikan
9ugatan erdata daat dilakukan setelah adan%a kekuatan hukum teta oleh engadilan.
9ugatan
dilakukan terhada teridana atau ahli "arisn%a aa!ila masih terdaat harta hasil
ramasan atau
korusi.
(eramasan harta !enda %ang disita
5alam hal terdak"a meninggal dunia se!elum utusan di*atuhkan dan terdaat !ukti %ang
)uku kuat
!ah"a %ang !ersangkutan telah melakukan tindak idana korusi maka hakim atas tuntutan
enuntut
umum menetakan eramasan !arang/!arang %ang telah disita.
(emidanaan se)ara in absentia
Karena seringn%a korutor %ang melarikan diri dan tiak hadir selama ersidangan$
sehingga dalam
roses hukumn%a di!erlakukan se)ara in absentia$ %aitu roses mengadili seorang
terdak"a tana
dihadiri oleh terdak"a sendiri se*ak mulai emeriksaan samai di*atuhkann%a hukuman
oleh
engadilan.
Memerka%a vs menguntungkan
Istilah terse!ut dalam roses hukum !er!eda. Memerka%a !ermakna adan%a tam!ahan
keka%aan
sedangkan menguntungkan !ermakna keuntungan materiil dan immateriil. (em!uktian
+memerka%a,
le!ih sulit dariada +menguntungkan,.
(idana mati
(idana mati meruakan se!uah roses eksekusi mati terhada terdak"a %angdidasari atas
utusan
engadilan. (idana mati terkait korutor salah satun%a diatur ada asal 2 a%at &2'
.ndang/.ndang
Nomor 31 Tahun 1BBB$ %aitu dalam hal tindak idana korusi se!agaimana dimaksud dalam
a%at &1'
dikatakan dalam keadaan tertentu$ idana mati daat di*atuhkan.
)ullum delictum
Maknan%a tertuang dalam (asal 1 a%at &1' K.>($ intin%a !ah"a suatu er!uatan tidak daat
diidana
ke)uali !erdasarkan kekuatan ketentuan/ketentuan erundang/undangan idana %ang telah
ada.
Concursus idealis dan concursus realis
Concursus idealis 5eendaadsc#e samenloop4 %aitu suatu er!uatan %ang masuk ke dalam le!ih
dari satu
aturan idana. 5ise!ut *uga se!agai ga!ungan !erua satu er!uatan %akni suatu er!uatan
meliuti
le!ih dari satu asal ketentuan hukum idana. 8istem em!erian idana %ang diakai dalam
)on)ursus
idealis adalah sistem a!sor!si$ %aitu han%a dikenakan idana okok %ang ter!erat.
6on)ursus idealis
diatur dalam (asal F3 K.>(. 5alam K.>( !a! II (asal F3 tentang er!arengan eraturan.
Concursus realis
6on)ursus realis &meerdaadse samenloo' ter*adi aa!ila seseorang melakukan !e!eraa
er!uatan$
dan masing/masing er!uatan itu !erdiri sendiri se!agai suatu tindak idana &tidak erlu
se*enis dan
tidak erlu !erhu!ungan'. 6on)ursus realis diatur dalam (asal FA/H1 K.>(.
(er!uatan !erlan*ut
(er!uatan !erlan*ut ter*adi *ika !e!eraa er!uatan$ meskiun masing/masing meruakan
ke*ahatan
atau elanggaran$ ada hu!ungann%a sedemikian rua sehingga harus diandang se!agai satu
er!uatan
!erlan*ut$ sehingga diterakan an)aman idana okok aling !erat.
+:eas, vs +#e!as, dari tuntutan hukum
(er!edaan dari istilah diatas adalah dalam hal utusan leas dari segala tuntutan
hukum$ *aksa
enuntut umum daat melakukan kasasi$ namun untuk utusan !e!as murni$ maka *aksa
enuntut
umum tidak daat melakukan kasasi.






BAB 3B
IN+ESTIGASI PENGA&AAN

(engadaan meruakan salah satu sum!er korusi ter!esar dalam sektor keuangan u!lik. 8etia
tahun$
#(K dan #(K( melaorkan kasus engadaan %ang mengandung unsur tindak idana korusi.
Tidak !an%ak
%ang masuk ke ersidangan engadilan$ han%a 3C I %ang diselesaikan.
Penga#aan Pu(li$> Su%(er Uta%a Ke(o0oran Negara
8e)ara luas$ sistem engadaan u!lik Indonesia di%akini meruakan sum!er utama !agi
ke!o)oran
anggaran %ang memungkinkan korusi dan kolusi %ang mem!erikan sum!angan !esar
terhada
kemerosotan ela%anan *asa !agi rak%at miskin Indonesia. Namun$ suatu sistem engadaan
efektif harus
diusatkan ada ua%a untuk memastikan !ah"a dana u!lik di!elan*akan dengan !aik
guna
meningkatkan efektivitas em!angunan. Aa!ila suatu sistem engadaan !erfungsi !aik$
diastikan
em!elian !arang akan !ersaing dan efektif. 8ua%a !erfungsi efektif$ suatu rezim
engadaan erlu
men)aku )iri/)iri 0
Kerangka hukum %ang *elas$ komrehensif$ dan transaran diantara lain me"a*i!kan
emasangan iklan
%ang luas tentang kesematan/kesematan ena"aran$ engungkaan se!elumn%a tentang
semua
kriteria untuk mendaatkan kontrak$ em!erian kontrak %ang didasarkan atas kriteria %ang
o!*ektif !agi
ena"ar %ang dinilai aling rendah$ emaaran u!lik !agi ena"aran/ena"aran itu$ akses
terhada
mekanisme enin*auan untuk keluhan ena"ar$ engungkaan u!lik dari hasil/hasil roses
engadaan
dan emeliharaan )atatan lengka tentang seluruh roses terse!ut.
Ke*elasan tentang tanggung *a"a! dan akunta!ilitas fungsional$ termasuk enun*ukan
tanggung *a"a!
%ang *elas atas engelolaan roses engadaan$ memastikan !ah"a aturan/aturan %ang
ditaati dan
mengenakan sanksi/sanksi *ika aturan/aturan itu dilanggar.
8uatu organisasi %ang !ertanggung *a"a! untuk ke!i*akan engadaan dan enga"asan
eneraan
teat dari ke!i*akan terse!ut. 8e)ara ideal$!adan ini *angan !ertanggung *a"a! ula untuk
mengelola
roses engadaan. #adan terse!ut harus memiliki "e"enang dan indeendensi untuk
!ertindak tana
takut atau ilih kasih dalam men*alankan tanggung *a"a!n%a.
8uatu mekanisme enegakan. Tana enegakan$ ke*elasan aturan$ dan fungsi tidak ada
artin%a. #adan
audit emerintah harus dilatih untuk mengaudit engadaan u!lik dan memulai tindakan
terhada
mereka %ang melanggar aturan/aturan. (emerintah erlu menetakan mekanisme/
mekanisme %ang
memiliki keer)a%aan enuh dari ara ega"ai.
8taf engadaan %ang terlatih !aik$ kun)i untuk memastikan sistem engadaan %ang sehat.

Fa$tor PenAe(a( Kerang$a A$unta(ilitas Untu$ Penga#aan Gagal
Kerangka akuntan!ilitas untuk engadaan u!li) di Indonesia )a)at dalam !e!eraa hal 0
Kerangka hukum )a)at
Keres &.. No. 1G-2CCC' memun%ai $ele%aan>$ele%aan lain %ang !erua
memungkinkan
ke!i*aksanaan )uku !esar untuk menghindari engadaan kometitif melalui +!elan*a,
serta
+engontrakan langsung,$ tidak me"a*!kan lelang dan em!erian kontrak %ang diu!likasikan
se)ara
luas$ gagal mengun)i rosedur/rosedur !agi ena"ar %ang ke)e"a untuk mendaftarkan
keluhan$ dan
tidak me"a*i!kan sanksi/sanksi "a*i! terhada erusahaan/erusahaan %ang ditemukan
terli!at dalam
kolusi atau mal raktik lainn%a.
(emerintah tidak terorganisasi untuk menangani engadaan
(emerintah tidak memun%ai !adan %ang *elas harus !ertanggung *a"a! untuk
ke!i*akan dan
ematuhan engadaan u!lik. (engadaan itu sendiri terutama dikelola oleh mana*emen
ro%ek
&(imro'.
Insentf/insentif terdistorsi
Aki!at among ra*a %ang dikelola dengan !uruk dan eradilan %ang lemah$ kerangka
insentif
melen)eng *auh sehingga tidak ada im!alan untuk e1siensi dan ke*u*uran dan tidak ada
hukuman untuk
korusi. #aik (imro mauun anggota anitia lelang menghadai insentif/insentif kuat
untuk
!erartisiasi dalam korusi dan kolusi.
(engadaan dilakukan di !alik intu tertutu
8e!agian !esar roses terse!ut !erlangsung di !alik intu tertutu. >asil/hasil ena"aran
!erikut
em!enaran %ang sesuai dengan emenangan ena"aran tidak diumumkan.
(engauditan :emah
Auditor (emerintah kurang mengenal aturan dan rinsi engadaan. Keengganan untuk
menerakan
sanksi/sanksi administratif terhada ega"ai negeri %ang ketahuan !erkolusi dengan
lingkaran/
lingkaran ena"ar !erarti !ah"a se)ara efektif tidak ada mekanisme enegakan.
Kententuan Perun#angan>Un#angan
Ketentuan erundang/undangan mengenai engadaan !arang dan *asa %ang di!ia%ai dengan
A(#N dan
A(#5 terdaat dalam Keutusan (residen Nomor GC Tahun 2CC3. Keutusan residen ini telah
diu!ah
!e!eraa kali se!agai !erikut0 dengan Keutusan (residen Nomor F1 Tahun 2CC@$ (eraturan
(residen
Nomor 32 Tahun 2CCA$ dan (eraturan (residen Nomor HC Tahun 2CCA. Tu*uan dikeluarkann%a
ketentuan
erundangan adalah agar engadaan !arang-*asa emerintah %ang di!ia%ai dengan
A(#N-A(#5 daat
dilaksanakan dengan efektif dan e1sien dengan rinsi ersaingan sehat$ transaran$
ter!uka dan
erlakuan %ang adil !agi semua ihak$ sehingga hasiln%a daat diertanggung*a"a!kan !aik
dari segi 1sik$
keuangan mauun manfaatn%a !agi kelan)aran tugas (emerintah dan (ela%anan Mas%arakat.
5alam roses elaksanaan engadaan !arang-*asa em!orongan-*asa lainn%a %ang
memerlukan
en%edia !arang-*asa di!edakan men*adi emat )ara %aitu elelangan umum$ elelangan
ter!atas
em!elian langsung$ dan enun*ukan langsung.
Investigasi Penga#aan
6ara investigasi diterakan dalam engadaan %ang menggunakan sistem tender atau
ena"aran se)ara
ter!uka. 5alam sistem ini$ lazimn%a ada tiga tahaan !erikut 0
Taha retender &resoli)itation hase'
Taha ena"aran dan negosiasi &soli)itation and negotiation hase'
Taha elaksanaan dan en%elesaian administratif &erforman)e and administration hase'
BAB 36
/OMPUTER FORENSI/S

Computer forensics adalah eneraan teknik/teknik analitis dan investigtif untuk
mengidenti1kasi$
mengumulkan$ memeriksa$ dan melidungi &preserve' !ukti atau informasi digital.
(roses hukum %ang mengis%aratkan adan%a tindak idana$ sengketa erdata$ dan hukum
administrative
meskiun lingku %ang oular adalah tindak idana %ang dikenal se!agai cyber crime$
diantaran%a0
(en%alahgunaan dan eniuan melalui internet
(emerasan
(engungkaan rahasia erusahaan
Kegiatan mata/mata industr% &industrial esionage'
(en%imanan informasi !erkenaan dengan eren)anaan dan elaksanaan ke*ahatan
Ada tiga langkah utama dalam )omuter forensi)$ %aitu0
Imaging
8e)ara sederhana$ suatu alat dihu!ungkan ke salah satu )ommuni)ation ort &!iasan%a
arallel ort
atau s)si ort' dan alat ini akan merekam seluruh data %ang ada ada ele)troni) stroge media
&seerti
hard disk' dalam )omuter se)ara lengka$ tidak kurang tidak le!ih. >ard disk terkadang
dileas dari
rumah )omuter &)omuter housing'. 5ikoi se)ara lengka$ !%te/!%te )o% atau mengoi
!%te demi
!%te$ tana ada %ang ditam!ah atau dikurangi. >al ini enting di engadilan dan ketika
)omuter
forensi) se)ialist
Processing
8esudah mendaat +!a%angan )ermin, dari data aslin%a$ )itra atau image ini harus
diolah untuk
memulihkan 1le %ang +terlan*ur, dihaus &deleted' atau %ang ditulisi kem!ali &over"ritten'
dengan
)urrent 1le. 5engan memulihkan image hasil koian$ 1les dan folders akan tamil seerti ada
media
en%imanan data %ang asli.
(erlu di*elaskan en%e!a! )omuter umumn% tidak menghaus 1le ketika kita mem!eri
erintah
delete. 5i !agian a"al suatu hard disk$ terdaat inde2 dari lokasi semua 1le ada disk terse!ut.
Inde2
ini$ *uga dikenal se!agai 1le allo)ation ta!le$ mem!er tahu keada oerating s%stem &seerti
"indo"s'
di !agian mana dari disk suatu 1le !erada. Ketika kita memanggil suatu 1le$ etun*uk atau
identi1er
%ang ada !agian atas 1le akan diakses sesuai dengan tematn%a dalam inde2.
Ketika kita mem!eri erintah delete$ %ang sesungguhn%a ter*adi adalah entr% ada inde2
dihaus
sehingga )omuter tidak lagi daat mengakses 1le terse!ut. <uga )omuter mengerti !ah"a
ruang atau
sa)e %ang tadi teisi dengan 1le %ang kita delete$ sekarang !oleh diisi dengan 1le !aru$
atau dalam
!ahasa inggris0 is no" availa!le to !e over"ritten.
Ada rogram %ang !enar/!enar men/delete dan langsung over"ritte suatu 1le !aru di lokasi
temat 1le
lama !erada. Namun$ rogram ini tidak umum umum atau tidak digunakan dengan teat. 5ari
sudut
se)urit%$ )ara %ang aling aman menghan)ukan data sensitive ada hard disk adalah
menghan)urkan
data sensitive aad hard disk adalah menghan)urkan hard/disk se)ara 1sik.
Analyzing
(ada langkah ketiga ini memerlukan keahliann%a$ kreativitasn%a$ dan eneraan gagasan
orisinal. Ketiak
memeriksa )urrent 1le$ %ang sering men*adi erhatian adalah nama 1le$ seerti nama/nama
seksi untuk
!ahan ornogra1? de"a erang untuk en%elunduan sen*ata$ "arna/"arni untuk uang sua
keada
iminan artai$ !ahkan istilah %ang menun*ukan *a!atan seorang e*a!at siil atau militer
dalam kasus
korusi.8emua 1le dalam langkah ketiga &anal%zing' ini diuan%akan mem!angun fraud
theor%n%a.
Inilah %ang dilakukan oleh en%idik dalam kisah/kisah detektif di a"al !a! ini.
8eerti en%idik ada umun%a$ ahli )omuter forensi)s +men)ari !ukti ke*ahatan,. (erlindungan
terhada
!ukti dan !arang !ukti sangat enting. 6omuter forensi)s se)ialist akan !eker*a dengan
kehati/hatian
rofessional untuk memastikan0
1. Tidak ada kemungkinan !ukti men*adi rusak$ dihan)urkan$ atau tidak lagi +murni,
&)omromised'
karena rosedur %ang diguanakn dalam investigasi.
2. Tidak ada kemungkinan masukn%a &atau dimasukann%a' )omuter virus se*ak kedatangan
en%idik.
3. 8emua !ukti %ang dieroleh ditangani sedemikian rua sehingga terlindug dari kerusakan
mekanis dan
kerusakan ele)tromagneti)
@. Ada mata rantai en%imanan$ enga"asan$ dan dokumentasi %ang !erkesinam!ungan atas
!ukti dan
!arang !ukti.
A. Kalau tidak daat dihindari$ terhentin%a kegiatan usaha ditekan serendah mungkin.
F. 8emua informasi rahasia %ang dilindungi oleh undang/undang &seerti )lientattorne%
information di
Amerika 8erikat dan informasi %ang dieroleh seorang astor Katolik dari engakuan dosa
umatn%a$
menurut &K.>A(' tidak !oleh disada. Kalau hal itu ter*adi tidak senga*a$ maka enanganan
informasi
itu harus dilakukan se)ara hukum dan memerhatikan segi etika.
8e)ara le!ih sesi1k$ )omuter forensi) se)ialist menentukan !ukti %ang mungkin
terkandung dalam
s%stem )omuter dan !erua%a untuk mendaatkann%a &retrieve' dengan0
1. Melindungi seluruh s%stem )omuter %ang men*adi su!%ek emeriksaan forensikn%a dari
segala
eru!ahan$ erusakan$ kerusakan$ korusi data atau kemasukan dan emasukan virus.
2. Menemukan semua 1les %ang terdiri atas 1les %ang terlihat di monitor$ 1les %ang sudah di/
delete tetai
masih ada$ 1les %ang tersem!un%i &hidden 1les'$ 1les %ang dilindungi dengan ass"ord$ dan
1le %ang
dilindungi dengan sandi &en)r%ted 1les'
3. Memulihkan sedaat mungkin$ semua 1les %ang ditemukan
@. Mengungkakan isi dari 1les %ang tersem!un%i dan temorar% 1les &1le sementara' s"a
1les &1le
%ang diertukarkan' %ang diguanakan oleh rogram alikasi dan oerating s%stem.
A. Mengakses$ kalau !isa dan kalau tidak mela"an hukum? 1les %ang dilindugi dengan ass"ord$
dan 1le
%ang dilindungi dengan sandi &en)r%ted 1les'
F. Menganalisis semua data relevan %ang mungkin ada. Ini lazimn%a ditemukan ada area
khusus di disk
%ang tidak daat diakses dengan )ara !iasa. Area ini meliuti$ tetai tidak ter!atas keada
+unallo)ated
sa)e, ada disk &!erisi area %ang dahulun%a temat en%imanan data lama %ang !isa
meruakan
!ukti enting'.dan sla)k sa)e dalam 1le &area tersisa ada akhir ada akhir 1le atau ada
disk )luster
terakhir di/assigned$ %ang sekarang ini tidak terakai lagi$ tetai meruakan temat %ang
diadakan
untuk men%iman data atau !ukti enting'.
H. Men)etak hasil analisis %ang men%eluruh mengenai s%stem )omuter %ang dierisa$ daftar
dari semua
1le %ang relevan dan data relevan %ang ditemukan? s%stems la%out$ 1les stru)tures$
infomasi %ang
men)antumkan engarang atau em!uatn%a$ )atatan mengenai ua%a men%em!un%ikan
&hide'$
menghilangkan &delete'$ melindungi &rote)t'$ mem!er sandi &en)r%t'$ dan segala sesuatu
%ang %ang
terungka %ang kelihatann%a relevan dlam elaksnaan )omuter forensi)s.
G. Mem!erikan konsultasi se!agai seorang ahli !idang )omuter forensi)s dan kesaksian
engadilan.
8iaa %ang dat memanfaatkan !ukti forensi) )omuterN (emaain%a umumn%a sama dengan
emakai
*asa akuntansi forensi).
1. (ara en%idik &dalam ua%a enggeledahan dan en%itaan' dan enuntut umuum dalam
kasus
idana.
2. :itigasi dalam kasus erdata.
3. (erusahaan asuransi %ang !erusaha menghentikan klain karena adan%a unsure fraud
@. (erusahaan %ang menangani erkara tuduhan ele)ehan seksual di temat ker*a$ asset
misaroriation termasuk rahasia dagang$ korusi$ dan informasi kon1densial lainn%a.
A. Individu dalam kasus er)eraian dan ele)ehan seksual.
S'esi;$asi #ari #is$ i%aging tool
(eralatan )omuter forensi)s %ang )anggih$ akurat$ dan andal mutlak dierlukan dalam
menginvestigasi
ke*ahatan %ang meli!atkan )omuter. 5i Amerika 8erikat$ NI8T &the Natioal Institute of
8tandards and
Te)hnolog%' mengatur dan mem!erikan eu*uk %ang mem!erikan ke%akinan terhada erangkat
lunak
%ang digunaan dalam investigasi forensik. NI8T men%iakan enegak hukum dengan segala
"e"enang
untuk menentukan aakah erangkat lunak %ang diran)ang memang !oleh diterkan untuk
tu*uan %ang
ditetakan
NI8T misaln%a$ mener!itkan dokumen %ang men*adi !ahan tulisan ini. 5okumen terse!ut
memerin)i
ers%aratan dari alat/ alat en)itraan )akram digital &disk imaging tool' %ang digunakan dalam
investigasi
forensi) dan metode engu*ian untuk memastikan !ahan alat/alat itu memenuhi s%arat.
5okumen NI8T itu menetakan lingku dari sesi1kasi %ang di!ahasn%a$ %akni ter!atas ada
soft"are
tools %ang mengoi atau mem!uat en)itraan &image' hard disk drives sa*a. 8esi1kasi itu
tidak
meliuti soft"are tools %ang mem!uat en)itraan dari emova!le media seerti 4o% disks atau
zi disks$
analog media$ dan digital media lainn%a seerti teleon selular dan egers.

PersAaratan @ang -a.i( &i'enui =Man#atorA ReCuire%ents7
(ers%aratan !erikut ini "a*i! dienuhi oleh semua disks imaging tools &disingkat 5IT'
1. 5IT tidak !oleh mengu!ah o!*ek aslin%a
2. Kalau tidak ada kesalahan &eror' dalam mengakses o!*ek aslin%a$ maka 5IT akan
menghasilkan !it/
stream duli)ate atau !it/stream image dari aslin%a
3. Kalau kesalahan inut- outut &I-= errors'. Maka 5IT akan menghasilkan ;uali1ed !it/stream
duli)ate
atau ;uali1ed !it/stream image dari aslin%a. Temat %ang diidenti1kasi mengandung
kesalahan akan
di/rela)e dengan nilai %ang ditentukan oleh dokumentasi dalam 5IT.
@. 5IT akan mem!uat daftar &log' dari semua kesalahan inut-outut &I-= errors ' dalam
!entuk %ang
daat diakses dan di!a)a$ termasuk *enis da lokasi kesalahan.
A. 5IT daat daat mengakses disks drivesmelalui atau le!ih inefa)es %ang ditentuakan.
F. 5okumentasi !erkenaan dengan ers%aratan "a*i! &mandator% re;uirements' harus !enar.
Artin%a$
sean*ang seluruh rosedur 5IT menghasilkan hasil %ang diharakan$ maka
dokumentasi harus
diangga !enar.
H. Kalau 5IT mengoi sum!er &sour)e' ke tu*uan akhir &destination' %ang le!ih !esar dari
sum!ern%a$
maka 5IT akan mendokumentasikan is dari area %ag tidak meruakan !agian dari )o%/an
G. Kalau 5IT mengoi sum!er &sour)e' ke tu*uan akhir &destination' %ang le!ih ke)il dari
sum!ern%a$ maka
5IT akan mem!er tahu si emakai &user'$ memotong &trun)ate' koiann%a$ dan mem!uat log
&)atatan'
tentang aa %ang dilakukann%a.
/loning Atas &ata &ala% Ponsel
Alat untuk meng/)lone data dalam teleon selular diakai untuk mengam!il &e2tra)t' data
seerti daftar
nomor teleon &hone!ook'$ )itra atau image !erua gam!ar dan videos$ esan/esan &te2t
messages'$
daftar teleon masuk dan keluar &)all logs'$ dan informasi mengenai identitas onsel
terse!ut &IM7I/
International Mo!ile 7;uiment Indenti1)ation atas 78N/7le)troni) 8erial Num!er'
5isaming data %ang dise!ut di atas$ erlatan ini *uga daat meng/e2tra)t esan/esan
%ang sudah
dihaus &deleted te2t messages'$ rekaman audio dan video$ serta ringtones.
8eerti haln%a dengan data imaging atau data )loning untuk data di hard disk$ data dalam
onsel han%a
di!a)a$ tana modi1kasi aa un sesuai standar industr% di Amerika 8erikat untuk keerluan
engadilan

Mengenali Bu$ti &igital
6omuter dan media digital semakin sering dimanfaatkan dalam kegiatan mela"an hukum.
Ia !isa
men*adi alat atau sarana ke*ahatan &misaln%a enggunaan teleon selular untuk
memeras'$ hasil
ke*ahatan &misaln%a informasi digital hasil )urian'$ atau se!agai sarana en%iman informasi
mengenai
ke*ahatan.
<a"a!an terhada ertan%aan/ertan%aan sederhana !erikut ini akan daat menentukan
%ang
se!enarn%a eranan )omuter dalam ke*ahatan
1. Aakah )omuter digunakan untuk en%eluduan informasi atau meruakan hasil
ke*ahatanN
Misaln%a$ dalam en)urian erngkat keras &hard"are' dan erangkat lunak &soft"are'
2. Aakah s%stem )omuter digunakan untuk ke*ahatan. (elaku menggunakan s%stem
)omuter se)ra
aktif untuk ke*ahatan$ seerti identitas alsu atau identitas asli &ass"ord' %ang di)uri $
do"nloading
dari informasi %ang tersiman dalam s%stem atau data !ase$ dan lain/lain
3. Ataukah )omuter han%a digunaan untuk men%iman data$ misaln%a nama$ alamat$ erin)ian
kontrak/
kontrak %ang di!uat dengan ara en%ulai %ang mem!erikan +uang sua, atau ki)k!a)k
@. Aakah )omuter digunakan dalam ke*ahatan$ sekaligus untuk men%iman informasi.
Misaln%a$
)omuter ha)ker %ang men%erang s%stem dan data !ase dari ener!it kartu kredit untuk
men)uri
informasi mengenai mengenai kartu kredit elanggan. >a)ker ini *uga men%iman
informasi hasil
)uriann%a dalam )omuter atau media digital.
8etelah mengetahui eranan )omuter dalam ke*ahatan$ ertan%aan enting !erikut harus
di*a"a!.
1. Aakah ada alasan untuk me%ita erngakat kerasN
2. Aakah ada alasan untuk men%ita erangkat lunakN
3. Aakah ada alasan untuk men%ita dataN
@. 5i mana enggeledahan akan atau harus dilakukanN
a. Misaln%a$ aakah le!ih raktis melakukan enggeledahan di mana s%stem )omuter
!erada atau di
laanganN 6ontoh0 s%stem )omuter !erada di <akarta$ tetai temat %ang di)uragai
!erada di
lading/ladang min%ak %ang terse!ar.
!. Aa!ila enegak hukum men%ita s%stem dan mem!a"an%a ergi dari lokasi semula$
aakah s%stem
terse!ut
5isaming )omuter %ang men%iman data dan informasi digital$ ada !e!eraa eralatan
elektronis %ang
kita gunakan sehari/hari %ang *uga men%iman informasi digital.
1. Teleon nirka!el &"ireless telehones'
Teleon nirka!el men%iman data !erikut
a. Nomor teleon %ang dihu!ungi
!. Nomor teleon %ang disiman untuk akses )eat &seed dialing'
). 6aller I5 untuk teleon %ang diterima
d. Informasi lain %ang tersiman dalam memori dari teleon nirka!el0
1' Nomor teleon atau ager
2' Nama dan alamat
3' Nomor (IN
@' Nomor akses voi)e mail
A' Kode voi)e mail
F' Nomor de!it )ards
H' Nomor )alling )ards
G' Informasi mengenai akses ke e/mail atau Internet
B' Kalau ada la%ar$ maka nformasi tamilan di la%ar &on Ms)reen image' !isa !erisi
informasi
enting lainn%a
2. Alat en%eranta &ele)troni) aging devi)e'
#erikut !ukti/!ukti digital %ang mungkin tersiman dalam esa"at en%eranta
a. 5ata %ang tersiman dalam !entuk angka &untuk en%eranta %ang dise!ut numeri)
agers
komunikasi dilakukan han%a dalam !entuk angka atau kode'
!. 5ata %ang tersiman dalam !entuk angka dan huruf &untuk en%eranta %ang dise!ut alha
numeri)
agers komunikasi dilaukan dalam angka$ huruf$ dan teks enuh atau full te2t'.
). Ooi)e agers daat mengirimkan komunikasi suara$ terkadang se!agai tam!ahan atas
komunikasii
alha numeri).
d. (esan/esan masuk dan keluar dalam 2/"a% agers atau en%eranta dua arah

3. Mesi faks
Alat ini !isa !erisi nomor teleon dan informasi mengenai elanggan teleon dari teleon %ag
masuk.
9angguan atau terutusn%a arus listrik daat men%e!a!kan hilangn%a data aa!ila tidak
dilindungi
degan !aterai edukung. 5okumentasikan semua data %ang tersiman se!elum
en%itaan atau
se!elum kemungkinan hilangn%a data.
Mesin faks daat men%iman informasi !erikut
a. 5aftar nomor teleon %ang daat dihu!ungin dengan dial )eat
!. Faks masuk dan keluar %ang tersima se)ara digital
). 6atatan mengenai faks masuk dan keluar
d. <udul di faks
e. 8etelan "aktu
@. Kartu )erdas
Kartu )erdas$ lazimn%a seukuran kartu kredit$ dilengkai dengan )hi atau
mi)roro)essor %ang
men%iman se*umlah nilai uang dan informasi lain. Kartu )erdas ini digunakan untuk
a. (em!a%aran transaksi ada oint o3 sale$ misaln%a utuk ulsa teleon
!. (em!a%aran antar emegang kartu )erdas
). Melakukan em!a%aran untuk transaksi internet
d. Kemamuan ATM
e. Kemamuan men%iman data dan 1le lainn%a$ seerti ada disk )omuter
A. :ain/lain
(eme!ahasan di atas %ang diam!il dari .nited 8tates 8e)ret 8ervi)e han%alah mengenai
informasi
digital dalam !e!eraa eralatan sederhana %ang digunakan sehari/sehari. 8e)ara
terisah$ akan
di!ahas )loning dari data digital %ang tersiman dalam hard disk suatu )omuter.

Pers'e$ti5 2u$u% #ari Bu$ti &igital
Penanganan Perang$at Keras #an "una$
(en%idikan %ang diarahkan keada erangkat keras se)ara konsetual tidaklah sulit. 8eerti
haln%a
emeriksaan terhada sen*ata %ang diakai dalam ke*ahatan$ erangkat keras meruakan
!enda
!er"u*ud. #enda/!enda menggunakan ruang dan daat diindahkan dengan )ara/)ara %ang
kita kenal
se)ara tradisional. (en%elidikan terhada data$ informasi$ dan erangkat lunak le!ih
rumit dari
emeriksaan erangkat keras.
Karena itu$ untuk memudahkan em!ahasan$ *enis emeriksaan di!edakan antara0 & a '
emeriksaan di
mana informasi %ang di)ari ada ada komuter di mana emeriksaan dilakukan$ dengan & ! '
emeriksaan
atas informasi %ang disiman o3/site di temat lain di mana komuter digunakan untuk
mengakses data.



In5or%asi 2asil Ke.aatan
Informasi hasil ke*ahatan !isa !erua enggandaan erangkat lunak dengan elanggaran hak
)ita atau
harta keka%aan intelektual dan en)urian informasi erusahaan atau negara %ang dirahasiakan.
Karena
itu$ teori dan raktik %ang !erlaku untuk en%itaan !enda !er"u*ud lazimn%a *uga !erlaku untuk
informasi
%ang meruakan hasil ke*ahatan.
In5or%asi se(agai Instru%en Ke.aatan
5alam hal tertentu$ informasi daat digunakan se!agai alat atau instrumen untuk melakukan
ke*ahatan$
misaln%a erangkat lunak %ang diran)ang khusus untuk mem!uka kode atau ass"ord$
atau untuk
memeroleh daftar nomer kartu kredit %ang hilang di)uri.
Aa!ila se)ara "a*ar$ informasi terse!ut atut diduga telah atau daat digunakan se!agai
instrumen
ke*ahatan$ en%idik !oleh atau daat men%itan%a.
In5or%asi se(agai Bu$ti Ke.aatan
8e)ara umum$ di Amerika 8erikat$ informasi se!agai instrumen ke*ahatan. 8ementara itu$
informasi
+sekedar se!agai !ukti, dierlakukan se!agai tidak daat disita. 5engan erkem!angan ini$
engakuan
!ah"a dokumen dan informasi lain %ang mengkaitkan er!uatan tersangka dengan
ke*ahataann%a
umumn%a harus dilihat se!agai !ukti ke*ahatan dan !ukan instrumen ke*ahatan. #ukti
ke*ahatan !isa
!erua )etakan &hard )o% rintouts'. #ukti ini &kalau ada atau ditemukan !erada dalam
+tangan, si
elaku' meruakan !ukti %ang enting. Misaln%a elaku mengaku ia +!uta komuter,$ tidak tahu
isi dari
data !ase. Fakta !ah"a dia memun%ai hard )o% rintouts meruakan !antahan
terhada
ketidakmamuann%a menggunakan informasi dalam data !ase. #ukti ke*ahatan lainn%a adalah
)atatan
%ang di!uat !erua tulisan tangan %ang ada did dekat komuter atau eralatan elektronis
lainn%a$ seerti
)atatan mengenai ass"ord atau sandi/sandi %ang daat mem!eri etun*uk$ daftar nama
rekan/rekan
%ang ikut dalam ke*ahatan$ atau daftar nama kor!an$ dan seterusn%a.
&ata Mining atau Pena%(angan &ata
8alah satu de1nisi data mining adalah the e2tra)tion of hidden redi)tive information from large
data!ase.
Dang mengandung !e!eraa unsur !erikut0
1. 5alam data mining$ terdaat sesuatu %ang diekstraksi atau ditarik ke ermukaan.
2. Dang diekstraksi adalah hidden redi)tive information atau informasi tersem!un%i %ang
!ersifat
rediktif. Kemamuan mengekstraksi informasi seerti inilah %ang mem!uat data mining
men*adi suatu
teknologi %ang sangat amuh$ misaln%a se!agai alat marketing atau investigasi.
3. 5ata %ang ditam!ang ini !erada dalam data !ase %ang sangat !esar. 5ata !ase %ang !esar
ini daat
diga!ungkan dengan data !ase !esar lainn%a$ misaln%a %ang !erisi semua transaksi %ang
men)urigakan
menurut undang/undang tindak idana en)u)ian uang. 5ari data !ase ini sa*a$ en%idik akan
daat
menam!ang !an%ak informasi.
5ate !ase %ang !esar itulah %ang mem!uat data %ang !erlimah men*adi informasi %ang
seolah/olah
tersem!un%i$ %ang han%a !isa diangkat ke ermukaan &diekstraksi' dengan menggunakan
erangkat
lunak. .mumn%a$ dikenal erangkat luank %ang sifatn%a rerosektif$ orientasin%a adalah ada
data %ang
lalu. Informasi rediktif melihat tren ke dean$ men)o!a memrediksi aa sa*a %ang !akal
ter*adi.

Per$e%(angan &ata Mining
(adaerkem!angan terakhir$ kemamuan teknologi untuk menagrungi samudera data dalam
real time.
5ata mining melan*utkan roses evaluasi ini0 !ukan sekedar engaksesan data se)ara
retrosektif$ tetai
harus !erkem!ang samai engaksesan dan navigasi data untuk en%amaian informasi %ang
rosektif
dan roaktif. 5ata mining sia untuk alikasi !isnis$ termasuk investigasi karena didukung
oleh tiga
teknologi %ang saat ini sidah matang$ %aitu teknologi untuk mengumulkan data se)ara !esar/
!esaran$
adan%a multiro)essor )omuters %ang sagat tangguh$ dan tersedian%a data mining algorithms.
Ta!el 1
7mat 7volusioner 5ata Mining
:angkah/langkah Teknologi
7volusioner &7na!ling Te)hnologies' (rodu)t (roviders Karakteristik
5ata 6olle)tion 6omuters$ taes$ disk I#M$ 656 Retrose)tive$stati)
data deliver%
5ata A))ess Relational data!ases =ra)le$8%!ase$ Retrose)tive$d%nami)
Informi2$I#M$ data deliver% at re)ord
Mi)rosoft level
5ata Earehousing P =n/:ine anal%ti) ro)essing (ilot$6omshare$ Retrose)tive$d%nami)
5e)ision 8uort Ar!or$6ognos$ data deliver% at re)ord
Mi)rostrateg% multile level
5ata!ases$ data "arehouses
5ata Mining Advan)ed algorithms$ (ilot$:o)heed$ (rose)tive$ roa)tive
I#M$89I$ information deliver%
!erma)am/ma)am
8amai sekarang' erusahaan !aru
"ing$u' &ata Mining
5engan data!ase %ang )uku !esar dan !ermutu !aik$ data mining mem!erikan eluang dalam
investigasi
melalui kemamuan !erikut.
1. Automated redi)tion of trends an !ehavoiurs. 5ata mining memroses en)arian informasi
rediktif
se)ara otomatis dalam data!ases %ang !esar.
2. Automated dis)over% of reviousl% unkno"n atterns. 5ata mining tools seerti me%au
data!ase dan
mengidenti1kasi hidden atterns &ola/ola tersem!un%i' %ang tidak diketahui se!elumn%a$
dalam
satu langkah sa*a.
Teknik/teknik data mining mem!eri manfaat %ang !esar$ !aik untuk soft"are latforms dan
hard"are
latforms %ang ada sekarang$ mauun dalam sistem %ang !aru dengan !erkem!angn%a
latforms dan
roduk !aru. 5ata mining tools %ang diimlementasi ada sistem engolahan aralalel
dengan kiner*a
%ang tinggi mamu menganalisis data!ase maha !esar dalam hitungan menit. 5engan
engolahan data
&1BFC/an'
&1BGC/an' &R5#M8'$ 8tru)tured Quer%
:anguage &s;l'$ =5#6
&=:A('$ multidimensional
&1BBC/an'
&#erem!ang terus Multiro)essor )omuters$
massive data!ase
%ang le!ih )eat$ ara emakai daat melakukan ekserimen se)ara otomatis dan langsung
dengan model
%ang le!ih !an%ak untuk mengerti dan menafsirkan data %ang !egitu rumit dan !an%ak.
8elan*utn%a$
data!ase %ang !esar )enderung mem!uat resiksi %ang le!ih !aik.
Bagai%ana &ata Mining Be$er.a
5ata mining se!enarn%a men*em!atani dua teknologi$ %aitu teknologi %ang !erkenaan denagn
informasi
skala !esar dengan teknologi %ang !erkenaan dengan sistem transaksi dan analitikal. Kedua
teknologi ini
!erkem!ang dan dikem!angkan se)ara terisah$ dan data mining men*adi mata rantai
%ang
menghu!ungkan keduann%a. 5ata mining soft"are menganalisis hu!ungan dan ola dalam data
transaksi
%ang disman se)ara elektronis melalui oen/ended user ;ueries. (erangkat lunak analitikal
!erma)am/
ma)am0 statisti)al$ ma)hine learning$ dan neural net"orks. (erangkat lunak ini umumn%a
men)ari
hu!ungan erikut.
1. 6lasses0 data digunakan untuk menentukan suatu atau !e!eraa kelomok %ang
memun%a
karakteristik tertentu.
2. 6lusters0 data items dikelomokkan menurut hu!ungan %ang logis antara refensi tertentu.
3. Asso)iations0 data *uga daat +ditam!ang, untuk menun*ukan adan%a keterkaitan.
@. 8e;uential atterns0 data *uga +ditam!ang, untuk mengantisiasi erilaku dan trens. Ini
meruakan
langkah lan*utan dari )lusters dan asso)iations tadi.
5ata mining terdiri atas ima unsur !esar !erikut.
1. Men%arikan$ mengu!ah$ dan mengirimkan &e2tra)t$ transform$ dan load' data transaksi
ke data
"arehouse s%stem.
2. Men%iman dan mengelola &store dan manage' data terse!ut multidimensional data!ase
s%stem.
3. Mem!erikan data a))es keada !usiness anal%sts dan information te)hnolog% rofessionals$
termasuk
investigator dan )omuter 1nan)ial sesialist.
@. Menganalisis data dengan erangkat lunak alikasi.
A. Men%a*ikan informasi dalam format %ang teat guna$ seerti gam!ar$ gra1k$ ta!el$ dan
se!againn%a.
#erikut !er!agai tingkat analisis %ang daat digunakan.
1. Arti1)ial neural net"orks0 model/model rediktif non/linier %ang +!ela*ar, melalui
elatihan dan
men%eruai *aringan s%araf !iologis dalam strukturn%a.
2. 9eneti) algorithms0 Teknik/teknik otimisasi %ang menggunakan roses seerti geneti)
)om!ination$
mutation$ dan natural see)tion dalam ran)angan %ang didasarkan atas konse evolusi
alamiah.
3. 5e)iaion tress0 engungkaan struktur %ang !er!entuk ohon untuk menggam!arkan
suatu atau
!e!eraa set keutusan. Keutusan/keutusan ini akan menghasilkan aturan untuk
mengklasi1kasika
suatu dataset.
@. Nearest neigh!or method0 teknik ini menghasilkan setia re)ord dalam dataset !erdasarkan
kom!inasi
kelomok re)ord k di mana k re)ord memun%ai )iri %ang aling serua dalam histori)al
dataset. Teknik
ini terkadang *uga dise!ut k/nearest neigh!or te)hni;ue.
A. Rule indu)tion0 enemuan rumus,*ika/maka, %ang relevan dari dataset !erdasarkan
signi1kansi
statistikal.
F. 5ata visualization0 meruakan interrestasi dengan enginderaan mata dari hu!ungan
%ang rumit
dalam data multidimensional. .ntuk menggam!arkan hu!unagn ini$ eralatan gra1s
lazimn%a
digunakan.
In5rastru$tur Te$nologi A'a Aang &ii(utu$an
8ekarang$ data mining ali)ations tersedia dalam sistem untuk semua ukuran !agi
mainframe$
)lient-server$ dan (6 latforms. Terdaat dua hal kun)i %ang menetukan teknologi$ %aitu
!esarn%a
data!ase dan rumit atau komleksn%a serta !esarn%a ;ueries&ertan%aan %ang akan dia*ukan si
emakai
dalam memro!e data'.
Suatu Arsite$tur untu$ &ata Mining
.ntuk menerakan tenik/teknik data mining %ang mutakhir denagn !aik$ eralatan ini
se!aikn%a
terintegrasi enuh dengan data "arehouse dan alat analisis !isnis interaktif. #an%ak data
mining tools
%ang !eroerasi di luar data "arehouse sehingga mem!utuhkan langkah/langkah tam!ahan
untuk data
e2tra)ing$ dan imorting$ dan data anal%zing. Ketika ada insight !aru %ang memerlukan
imlementasi
oerasioanl$ alat %ang terintegrasi dengan "arehouse memudahkan alikasi dari aa %ang
diahasilkan dari
data mining.
&ata Interrogation =Interogasi &ata7
5alam data interrogation$ seorang investigator &auditor' menganalisis data %ang
tersiman dalam
!erma)am/ma)am media en%imanan data untuk menemukan sesuatu %ang di)arin%a. Tidak
!er!eda
dengan seorang auditor %ang dalam sistem manual$ misaln%a men)ari aakah ada faktur
en*ualan ganda.
>an%a sa*a data$ data tersiman se)ara digital$ tidak langsung daat di!a)a$ dan *umlahn%a
!an%ak.
5isinilah eluang untuk menggunakan erangkat lunak untuk melakukan data interrogation.
(erangkat
lunak sema)am A6: daat mem!antu kita memilih +kolom/kolom, dari sread sheet$ tana
mengganggu
integritas data. (erangkat lunak mem!antu auditor atau investigator melakukan data
interrogation atau
menim!a data %ang dierlukan dari sumur %ang !esar dan dalam.
8e!elum erangkat lunak menghasilkan informasi$ investigator sudah harus meran)ang
!entuk dari
laoran %ang diinginkann%a. Tidak *arang$ investigator harus mengu!ah +ertan%aan, %ang
dia*ukann%a.
Karena itu$ erangkat lunak mendokumentasikan seluruh langkah ini %ang dise!ut
)ommand log.
(erangkat lunak mendokumentasikan seluruh langkah ini dalam aa %ang dise!ut
)ommand log.
(erangkat lunak !erikut daat melakukan data interrogation lainn%a %ang !erguna untuk
audit atau
investigation lainn%a %ang !erguna untuk audit dan investigasi.
1. Meng/e2tra)t data tertentu. 6ontohn%a ada investigasi utang$ data %ang di e2tra)t
adalah nama
en%ulai$ alamat en%ulai$ tanggal dan *umlah invoi)e$ serta tanggal em!a%aran. 5alam
1le utang$
data terse!ut dise!ut re)ord atau 1eld seerti kolom dalam sread sheet.
2. Meng/e2ort re)ord %ang kita ilihuntuk men)itakan 1le !aru %ang akan kita gunakan
dengan
rogram lain seerti Eord atau 72)el.
3. Men/short data$ misaln%a 8ort menurut nama kota menun*ukan ada uluhan en%ulai di
suatu kota
%ang memenuhi ers%aratan tender engadaan emerintah. Namun$ han%a dua dari
mereka %ang
mengikuti tender terse!ut.
@. Meng/)lassif% dan men/summarize. 6ontoh )lassif%0 dari !uku em!elian diketahui
em!elian er
transaksi lengka dengan nomor faktur dan nilai erfaktur. Kita!isa meng/)lassif% data
em!elian
untuk tahun 2CCF$ misaln%a menurut en%ulai. Kita akan mendaat !an%akn%a &lem!ar' dan
nilai total
faktur dari setia en%ulai$ dengan angka ersentase &lem!ar dan nilai faktur'.
A. Men/summarize. 6ontoh0 ersediaan suku )adang di suatu erusahaan ener!angan terdiri
atas *utaan
item dengan nilai total hamir men)aai triliunan ruiah. Kita!isa men/summarize
ersediaan ini
!erdasarkan nilai er unit. >asil summarize menun*ukan dua ekstrim. (ertama$ ada
!e!eraa item
%ang niali er unitn%a miliaran. 8e)ara total$ mereka meliuti @CI dari nilai total ersediaan.
Kedua$
ada *utaan item %ang nilai er unitn%a han%a ratusan ri!u ruiah$ dan se)ara total meliuti
3AI dari
nilai total ersediaan. 8ementara itu$ ersediaan lainn%a terletak di antara kedua ekstrim.
F. Men/stratif%. 6ontoh0 direktorat <enderl (a*ak ingin mnstrati1kasi ara em!a%ar a*ak
enghasilan di
seluruh indonesia. 5ata em!a%aran a*ak daat distrati1kasi$ misaln%a !erdasarkan
in)ome ta2
!ra)ket atau kelomik enghasilan %ang memun%ai tarif a*ak tersendiri.
H. Melakukan analisis umur &aging anal%sis'. 6ontoh analisis umur iutang$ utang$ ersediaan
!arang$ dan
lain/lain.
G. Mengga!ungkan 1les$ istilah tekns %ang diakai !isa !erma)am/ma)am$ seerti *oining$
relating$
merging$ dan lain/lain. Mengga!ungkan 1les memungkinkan kita menghu!ungkan data %ang
!erada
dalam !e!eraa 1les sehingga kita memun%ai le!ih !an%ak data untuk di/+maniulasi, le!ih
lan*ut.
5alam mengga!ungkan 1les$ *uga ada kemungkinan data terkait tidak dieroleh dalam 1les
lainn%a.
.nmat)hed re)ords ini !isa kita teliti le!ih lan*ut. 6ontoh dari suatu )urrent 1le %ang akan
diga!ung
dengan master 1le ditemukan uluhan en%ulai %ang aktif memasok !arang$ tetai
mereka tidak
memun%ai data dasar dalam master 1le.
B. Melakukan samling. 5ari data %ang !an%ak$ erlu diam!il )ontoh &samles' untuk
dieriksa. >asil
emeiksaan samle diakai untuk menarik kesimulan mengenai seluruh data &oulation'.
(erangkat
lunak daat digunakan untuk emlakukan samling dengan !erma)am teknik$s eerti random
samling$
statisti)al samling dan lain/lain. 5alam statisti)al samling$ kita *uga daat menaksir *umlah
kesalahan
&error' dalam oulation dengan mengevaluasi kesalahan dalam samle.
1C. Melakukan digital anal%sis !erdasarkan #enfordRs :a". Ini adalah data interogasi %ang
amuh$ tetai
hamir tidak dikenal aalagi dirakktikan di Indonesia. >al ini akan di*elaskan dengan
)ontoh
engungkaan fraud melalui mark/u.
Analisis #engan Mengguna$an Ben5or#DS "a)
Frank #enford$ seorang ahli 1sika %ang !eker*a di 97 Resear)h :a!oratories$ Ne" Dork
mem!uat
engamatan sederhana ada tahun 1B2C/an. #enfordR8 :a" sangat mem!antu auditor ada
umumn%a
dan investigator ada khususn%a dalam melihat indikasi ter*adin%a fraud dari suatu daftar
!ilangan.
(erangkat lunak %ang mene%diakan #enford anal%sis memungkinkan investigator memusatkan
erhatian
ada otensi en%imangan atau anomali. (erangkat lunak ini tidak mem!uktikan !ah"a fraud
memang
ter*adi. Ia han%a menun*uk ada hal/hal %ang erlu engka*ian le!ih lan*ut atas dasar
erhitungan/
erhitungan satistik. Terdaat erangkat lunak dengan fungsi #enfordR8 :a" %ang mem!a)a nilai
dalam
kolom %ang kita temukan$ dan meme!eri tahu aakah deretan !ilangan +"a*ar, dalam suatu
daftar %ang
men%eruai naturall% o))uring data. Makin !an%ak *umlah !ilangan$ makin !an%ak
#enfordR8 :a"
!erfungsi. (erangkat lunak men%ediakan eng*ian digit ertama &1rst/digit test'$ digit kedua
&se)ond/digit
test'$ dan engu*ian dua digit ertama &1rst/t"o/digits test'. (engu*ian atas digit ertama &1rst/
digit test'
digunakan untuk menentukan kela%akan &reasona!leness' data %ang akan diu*i. Artin%a$ aakah
data %ang
kita eriksa umumn%a memenuhi +norma, &#enfordR8 :a"' atau erlu dika*i le!ih mendalam.
(erangkat
lunak ini menun*ukan hal dalam angka dan gra1k.



BAB 2*
UN&ANG>U&ANG BI&ANG KEUANGAN NEGARA

Ada tiga undang/undang enting %ang meruakan satu aket erundang/undangan dalam
!idang
keuangan negara$ %aitu 0
.ndang/undang Nomor 1H tahun 2CC3 tentang Keuangan Negara?
.ndang/undang Nomor 1 tahun 2CC@ tentang (er!edaharaan Negara?
.ndang/undang Nomor 1A tahun 2CC@ tentang (emeriksaan (engelolaan dan Tanggung
<a"a!
Keuangan Negara.

Un#ang>U#ang Keuangan Negara
&asar Pe%i$iran
.a%a men%usun undang/undang %ang mengatur engelolaan keuangan negara telah dirintis
se*ak a"al
!erdirin%a negara Indonesia. =leh karena itu$ en%elesaian undang/undang tentang
Keuangan Negara
meruakan kelan*utan dan hasil dari !er!agai ua%a dalam rangka memenuhi ke"a*i!an
konstitusional
%ang diamanatkan oleh .ndang/.ndang 5asar 1B@A.
2al>al Baru #anEatau Peru(aan Men#asar
>al/hal #aru dan-atau (eru!ahan Mendasar dalam ketentuan negara %ang diatur dalam undang/
undang
ini meliuti
(engertian dan ruang lingku keuangan negara
Asas/asas umum engelolaan keuangan negara
Kedudukan residen
(endelegasian kekuasaan residen
8usunan A(#N A(#5
Ketentuan en%usunan dan entaan A(#N dan A(#5
(engaturan hu!ungan keuangan antara emerintah dengan erusahaan negara$ erusahaan
daerah$
erusahaan s"asta$ dan !adan engelola dana mas%arakat
(enetaan !entuk dan !atas "aktu en%amaian laoran ertanggung*"a!an elaksanaan
A(#N A(#5
Pengertian #an Ruang "ing$u' Keuangan Negara
(endekatan %ang digunakan dalam merumuskan keuangan negara adalahdari sisi o!*ek$ su!*ek$
roses$
dan tu*uan
8isi o!*ek 0 meliuti semua hak dan ke"a*i!an negara %ang daat dinilai dengan uang$
termasuk
ke!i*akan dan kegiatan dalam !idang 1skal$ moneter dan engelolaan keka%aan
negara %ang
diisahkan.
8isi su!*ek 0 meliuti seluruh o!*ek %ang dise!utkan diatas %ang dimiliki negara dan-atau
(emerintah
uat$ emerintah daerah$ erusahaan Negara-daerah dan !adan lain %ang ada kaitann%a
dengan
keuangan negara.
8isi roses 0 men)aku seluruh rangkaian kegiatan %ng !erkaitan dengan engeloaan o!*ek
mulai dari
erumusan ke!i*akan dan engam!ilan keutusan samai dengan ertanggung *a"a!an.
Asas>asas U%u% Pengelolaan Keuangan Negara
Asas/asas umum %ang meliuti asas tahunan. Asas universitas$ asas kesatuan$ dan asas
sesialitas serta
asas asas !aru se!agai en)erminan eneraan kaidah/kaidah %ang !aik$ antara lain 0
Akunta!ilitas !erorientasi aa hasil?
(rofesionalitas?
(roorsionalitas?
Keter!ukaan dalam engelolaan keuangan negara?
(emeriksaan keuangan oleh !adan emeriksa %ang !e!as dan mandiri.
Ke$uasaan atas Pengelolaan Keuangan Negara
(residen selaku keala emerintahan memegang kekuasaan engelolaan keuangan negara
se!agai
!agian dari kekuasaan emerintahan. .ntuk mem!antu residen dalam en%elenggaran$
se!agian dari
kekuasaan dikuasakan keaa menteri keuangan.
PenAusunan #an Peneta'an APBN #an APB&
Ketentuan mengenai en%usunan dan enetaan A(#N-A(#5 dalam undang/undang meliuti
enegasan
tu*uan dan fungsi enganggaran emerintah$ enegasan eran 5(R-5(R5 dan emerintah
dalam roses
en%usunan dan enetaan anggaran.
2u(ungan Keuangan Antarle%(aga
8emakin luas dan komleksn%a kegiatan engelolaan keuangan negara$ erlu diatur ketentuan
mengenai
hu!ungan keuangan emerintah dan lem!aga suranasional %ang meliuti hu!ungan
emerintah usat
dan !ank sentral$ emerintahan daerah$ emerintah asing$ lem!aga asing$ serta hu!ungan
keuangan
antara emerintah dan erusahaan negara$ erusahaan daerah$ erusahaan s"asta$ dan !adan
engelola
ana mas%arakat.
Pela$sanaan APBN #an APB&
A(#N ditetakan dengan undang/undang. (elaksanaann%a diatur le!ih lan*ut dengan Keutusan
(resien
se!agai edoman !agi kementrian negara. (enuangan dalam keutusan residen terse!ut
men%angkut
hal/hal %ang !elum dierin)i dalam .ndang/.ndang A(#N.
Pertanggungan 4a)a( Pengelolaan Keuangan Negara
:aoran ertanggung*a"a!an elaksanaan A(#N-A(#5 setidak/tidakn%a terdiri atas laoran
realisasi
anggaran$ nera)a$ laoran arus kas$ dan )atatan atas laoran keuangan %ang disusun sesuai
standar
akuntansi emerintah.

Un#ang>U#ang Per(en#aaraan Negara
&asar Pe%i$iran
(engelolaan keuangan negara %ang diatur dalam .ndang/.ndang 1B@A erlu dilaksanakan
se)ara
rofesional$ ter!uka dan !ertanggung*a"a! untuk se!esar/!esarn%a kemakmuran rak%at %ang
di"u*udkan dalam A(#N dan A(#5.
Pengertian:Ruang "ing$u': #an Asas U%u% Per(en#aaraan Negara
.ndang/.ndang (er!endaharaan Negara dimaksudkan untuk mem!erikan landasan hukum di
!idang
administrasi keuangan negara. .ndang/undang terse!ut menetakan !ah"a (er!endaharaan
Negara
adalah engelolaan dan ertanggung*a"a!an keuangan negara$ termasuk investasi dan
keka%aan %ang
diisahkan dan ditetakan dalam A(#N dan A(#5.
Pe.a(at Per(en#aaraan Negara
8esuai ketentuan %ang diatur dalam .ndang/.ndang Keuangan Negara$ Menteri Keuangan
se!agai
em!antu (residen dalam !idang keuangan ada hakikatn%a adalah 6hief Finan)ial
=J)er &6F='
(emerintah Reu!lik Indonesia$ sementara setia iminan lem!aga ada hakikatn%a
adalah 6hief
=erational =J)er &6==' untuk !idang tertentu emerintahan.
Penera'an Kai#a Pengelolaan Keuangan Aang Seat
Fungsi er!endaharaan dalam rangka engelolaan sum!er da%a keuangan emerintahan %ang
ter!atas
se)ara e1sien meliuti eren)anaan kas %ang !aik$ en)egahan sua%a tidak ter*adi
ke!o)oran dan
en%imangan $ en)arian sum!er em!ia%aan %ang termurah dan emanfaatan dana %ang
menganggur
untuk meningkatkan nilai tam!ah sum!er da%a keuangan.
Penatausaaan #an Pertanggung.a)a(an Pela$sanaan
.ntuk me"u*udkan transaransi dan akunta!ilitas engelolaan keuangan negara erlu
ditetaakan
ketentuan %ang mengatur mengenai hal/hal terse!ut agar0
5ihasilkan melalui roses akuntansi
5isa*ikan sesuai standar akuntansi emerintahan
5isa*ikan se!agai "u*ud ertanggung*a"a!an setia entitas elaoran
5isamaikan keada 5(R-5(R5 selam!at/lam!atn%a F !ulan setelah tahun anggaran %ang
!ersangkutan !erakhir
5aat menghasilkan statistik keuangan %ang menga)u ada manual 8tatistik Keuangan
(emerintah
PenAelesaian Kerugian Negara
.ndang/.ndang (er!endaharaan Negara menegaskan !ah"a setia kerugian
negara-daerah %ang
dise!a!kan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus diganti oleh
ihak %ang
!ersalah. 5engan en%elesaian kerugian terse!ut$ negara-daerah daat diulihkan dari
kerugian %ang
ter*adi.
Pengelolaan Keuangan Ba#an "aAanan U%u% =B"U7
#:. !ertugas mem!erikan ela%anan keada mas%arakat !erua en%ediaan !arang dan-atau
*asa %ang
dierlukan dalam rangka mema*ukan kese*ahteraan umum dan men)erdaskan kehiduan
!angsa.

Un#ang>U#ang Pe%eri$saan Keuangan Negara
&asar Pe%i$iran
.ntuk me"u*udkan engelolaan keuangan negara sesuai dengan ketentuan %ang telah di
tetakan dalam
.ndang/.ndang Keuangan Negara dan .ndang/.ndang (er!endaharaan Negara$ erlu
dilakukan
emeriksaan oleh suatu !adan emeriksa keuangan %ang !e!as dan mandiri$ se!agaimana
ditetakan
dalam (asal 237 .ndang/.ndang 5asar Negara Reu!lik Indonesia Tahun 1B@A.
"ing$u' Pe%eri$saan BPK
#(K di!eri ke"enangan untuk melakukan tiga *enis emeriksaan$ %aitu 0
(emeriksaan keuangan 0 emeriksaan atas laoran keuangan emerintah usat dan
emerintah daerah
(emeriksaan kiner*a 0 emeriksaan atas asek ekonomi dan e1siensi serta emeriksaan
atas asek
efektivitas %ang lazim dilakukan !agi keentingan mana*emen oleh aarat enga"asan
intern
emerintah.
(emeriksaan dengan tu*uan tertentu 0 emeriksaan %ang dilakukan dengan tu*uan khusus
di luar
emeriksaan keuangan dan emeriksaan kiner*a.
Pela$sanaan Pe%eri$saan
#(K memiliki ke!e!asan dan kemandirian dalam ketiga taha emeriksaan$ %aitu
eren)anaan$
elaksanaan$ dan elaoran hasil emeriksaan.
Ke!e!asan dalam taha eren)anaan men)aku ke!e!asan dalam menentukan o!*ek
%ang akan
dieriksa.
Ke!e!asan dalam elaksanaan kegiatan emeriksaan antara lain meliuti ke!e!asan dalam
enentuan
"aktu elaksanaan dan metode emeriksaan.
Ke!e!asan dalam elaoran hasil emeriksaan men)aku #(K daat memanfaatkan hasil
eker*aan %ang
dilakukan oleh aarat enga"asan intern emerintah.
2asil Pe%eri$saan #an Tin#a$ "an.ut
>asil setia emeriksaan %ang dilakukan oleh #(K disusun dan disa*ikan dalam laoran hasil
emeriksaan
&:>(' setelah kegiatan emeriksaan selesai. 8etia laoran hasil emeriksaan #(K disamaikan
keada
5(R-5(R5 sesuai dengan ke"enangann%a ditindaklan*uti$ antara lain dengan mem!ahasn%a
!ersama
ihak terkait

Pengenaan Ganti Kerugian Negara
#(K mener!itkan surat keutusan enetaan !atas "aktu ertanggung*a"a!an
!endahara atas
kekurangan kas-!arang %ang ter*adi$ setelah mengetahui ada kekuranga*n kas-!arang dalm
ersediaan
%ang merugikan keuangan negara-daerah.

Un#ang>U#ang BPK
.ndang/.ndang #(K !erisi ketentuan tentang #adan (emeriksaan Keuangan
#(K meruakan suatu lem!aga negara %ang !e!as dan mandiri dalam memeriksa
engelolaan dan
tanggung *a"a! keuangan negara &(asal 2'
#(K !erkedudukan di i!ukota negara dan memiliki er"akilan di setia rovinsi &(asal 3'
Keanggotaan/ #(K memun%ai B anggota dengan seorang Ketua merangka anggota$ dan
seorang Eakil
Ketua merangka anggota &(asal @'
Anggota #(K men*a!at selama A tahun &(asal A'
Tugas dan "e"enang #(K &(asal F/12'


BAB 2,
UN&ANG>UN&ANG TIN&AK PI&ANA PEN/U/IAN UANG

Indonesia ernah dimasukkan ke dalam daftar )onCooperative Countries and (erritories &N66Ts'
dengan
ertim!angan tidak adan%a undang/undang %ang menetakan en)u)ian uang se!agai
tindak idana$
tidak adan%a ketentuan (rinsi Mengenal Nasa!ah untuk lem!aga keuangan non/!ank$
rendahn%a
kualitas 85M dalam enanganan ke*ahatan en)u)ian uang$ dan kurangn%a ker*a sama
internasional. Atas
dasar terse!ut emerintah mengam!il langkah dan mengesahkan .ndang/.ndang Nomor 1A
Tahun 2CC2
tentang Tindak (idana (en)u)ian .ang. (usat (elaoran dan Analisis Transaksi Keuangan
&((ATK'
di!entuk se!agai lem!aga indeenden dalam melaksanakan tugas dan ke"enangann%a untuk
men)egah
dan mem!erantas tindak idana en)u)ian uang. 8elain itu emerintah *uga mengeluarkan
ketentuan
(rinsi Mengenal Nasa!ah !agi lem!aga keuangan non/!ank$ termasuk erusahaan sekuritas.
UU No.3, Taun 2992
>arta keka%aan %ang dieroleh dari !ar!agai tindakan ke*ahatan !iasan%a tidak langsung
digunakan agar
tidak mudah dila)ak oleh enegak hukum. .a%a untuk men%em!un%ikan atau men%amarkan
asal/usul
keka%aan %ang dieroleh dari tindak idana ini dikenal se!agai en)u)ian uang. Ada tiga
taha dalam
roses en)u)ian uang0
Placement
Meruakan ua%a menematkan uang tunai hasil ke*ahatan ke dalam sistem keuangan
atau ua%a
menematkan kem!ali dana %ang sudah !erada dalam sistem keuangan ke dalam sistem
keuangan$
terutama er!ankan.
'ayering
Meruakan ua%a mentransfer harta keka%aan dari hasil ke*ahatan %ang telah !erhasil masuk
dalam
sistem keuangan melalui taha placement.
Integration
Meruakan ua%a menggunakan keka%aan %ang !erasal dari tindak idana %ang telah !erhasil
melalui
placement dan layering. seolah/olah meruakan keka%aan halal. .ang %ang di)u)i melalui
placement
dan layering dalam taha ini digunakan untuk kegiatan %ang seolah/olah tidak !erkaitan
dengan
ke*ahatan %ang men*adi sum!ern%a.
UU No.2, Taun 299!
(er!edaan .. No. 1A tahun 2CC2 dengan .. No. 2A tahun 2CC3
(engertian )akuan en%edia *asa keuangan
6akuan engertian en%ediaan *asa keuangan dierluas tidak han%a !agi setia
orang %ang
men%ediakan *asa di!idang keuangan tetai *uga meliuti *asa lainn%a %ang terkait dengan
keuangan.
Ma)am/ma)am Transaksi
(engertian transaksi keuangan men)urigakan dierluas dengan men)antumkan transaksi
keuangan
%ang dilakukan atau !atal dilakukan dengan menggunakan harta keka%aan %ang diduga
!erasal dari
tindak idana.


(em!atasan *umlah hasil tindak idana
em!atasan *umlah hasil tindak idana se!esar lima ratus *uta ruiah atau le!ih$ atau nilai
%ang setara
dieroleh dari tindak idana dihaus$ karena tidak sesuai dengan rinsi %ang !erlaku umum
!ah"a
untuk menetukan suatu er!uatan daat diidana tidak tergantung ada !esa atau ke)iln%a
hasil tindak
idana %ang dieroleh.
(erluasan tindak idana asal
6akuan tindak idana asal dierluas untuk men)egah !erkem!angn%a tindak idana
%ang
menghasilkan harta keka%aan dimana elaku tindak idana !erua%a
men%em!un%ikan atau
men%amarkan asal/usul hasil tindak idana namun er!uatan itu tidak diidana.
UU No.6 Taun 2939 Tentang Pen0egaan #an Pe%(erantasan Tin#a$ Pi#ana
Pen0u0ian Uang
.ntuk memenuhi keentingan nasional dan men%esuaikan standar internasional$ erlu disusun
.ndang/
.ndang tentang (en)egahan dan (em!erantasan Tindak (idana (en)u)ian .ang se!agai
engganti
.ndang/.ndang Nomor 1A Tahun 2CC2 tentang Tindak (idana (en)u)ian .ang se!agaimana
telah diu!ah
dengan .ndang/.ndang Nomor 2A Tahun 2CC3 tentang (eru!ahan atas .ndang/.ndang Nomor
1A Tahun
2CC2 tentang Tindak (idana (en)u)ian .ang.
Materi muatan %ang terdaat dalam .ndang/.ndang ini$ antara lain0
Rede1nisi engertian hal %ang terkait dengan tindak idana (en)u)ian .ang?
(en%emurnaan kriminalisasi tindak idana (en)u)ian .ang?
(engaturan mengenai en*atuhan sanksi idana dan sanksi administratif?
(engukuhan eneraan rinsi mengenali (engguna <asa?
(erluasan (ihak (elaor?
(enetaan mengenai *enis elaoran oleh en%edia !arang dan-atau *asa lainn%a?
(enataan mengenai (enga"asan Keatuhan?
(em!erian ke"enangan keada (ihak (elaor untuk menunda Transaksi?
(erluasan ke"enangan 5irektorat <enderal #ea dan 6ukai terhada em!a"aan uang
tunai dan
instrumen em!a%aran lain ke dalam atau ke luar daerah a!ean?
(em!erian ke"enangan keada en%idik tindak idana asal untuk men%idik dugaan tindak
idana
(en)u)ian .ang?
(erluasan instansi %ang !erhak menerima hasil analisis atauemeriksaan ((ATK?
(enataan kem!ali kelem!agaan ((ATK?
(enam!ahan ke"enangan ((ATK$ termasuk ke"enangan untuk menghentikan sementara
Transaksi?
(enataan kem!ali hukum a)ara emeriksaan tindak idana (en)u)ian uang? dan
(engaturan mengenai en%itaan >arta Keka%aan %ang !erasal dari tindak idana.

Pelin#ungan Sa$si: Pela'or: #an Pia$ Pela'or
(asal GF a%at &1' .. T((. men%e!utkan !ah"a setia orang %ang mem!erikan
kesaksian dalam
emeriksaan T((. "a*i! di!eri elindungan khusus oleh negara dari kemungkinan
an)aman %ang
mem!aha%akan diri$ *i"a$ dan-atau hartan%a$ termasuk keluargan%a. Adaun *enis/*enis
elindungan %ang
dikenal dalam elaksanaan .. T((. se!agai !erikut 0
(elindungan karena *aminan .ndang/.ndang$
(elindungan karena elaksanaan .. T((.$ dan elindungan khusus.

BAB 28
PER2ITUNGAN KERUGIAN

Akuntansi !erurusan dengan )atat men)atat dan hitung menghitung. 5alam akuntansi forensik$
urusan
hitung menghitung le!ih mengemuka. 5ikaitkan dengan disilin ilmu$ akuntansi !erurusan
dengan
erhitungan mengenai kerugian %ang dituntut atau digugat suatu ihak dari ihak lain.
Tuntutan terse!ut harus ada dasar hukumn%a. (ertama/tama dasar hukum terenting %ang
dimuat
dalam (asal 13FA Kita! .ndang/.ndang >ukum (erdata. 5engan dimuatn%a asal ini dalam
undang/
undang di !ana%k negara menandakan !ah"a gagasan ini !ersifat universal.
(ara akuntan menhitung la!a dan rugi se)ara eriodi) dengan standar akuntansi keuangan.
Akuntansi
!ukan satu/satun%a sum!er untuk menghitung kerugian. Ilmu ekonomi *uga mengenal gagasan
mengenai opportunity cost atau opportunity lost. (erhitungan akuntansi dan ekonomi
menghasilkan
angka %ang !er!eda. Kerugian %ang men)erminkan keadaan n%ata se!agai konsekuensi
er!uatan
mela"an hukum. >al ini !erarti !ah"a erhitungan aaun &ekonomi$ akuntansi dan lain/lain'
ada
akhirn%a harus diu*i dengan ketentuan hukum.
5alam men%a*ikan erhitungan kerugian$ akuntan forensik harus mulai melihat konteks hukum
%ang
men*adi a)uan tuntutan kerugian. Aakah ia sedang menghitung kerugian %ang tim!ul karena
salah satu
ihak tidak memnuhi kontrak dagang$ atau kerugian terhada negara diaku!atkan kelalaian
ega"ai
negeri siil dalam konteks hukum administrasi negara atau kerugian terhada negara %ang
diaki!atkan
tindak idana korusi.
Kerugian #an Per(uatan Mela)an 2u$u%
5i !idang hukum kerugian dikaitkan dengan er!uatan mela"an hukum. Ada !an%ak arti %ang
ditulis
oleh ara ahli hukum. 5alam !a! ini menggunakan menggunakan a)uan disertasi 5r. Rosa
Agustina.
(emikiran %ang menghu!ungkan kerugian dengan er!uatan mela"an hukum
&onre#smatigedaad'
ter)antum dalam (asal 13FA Kita! .ndang/.ndang >ukum (erdata &K.>(er'. (asal ini !er!un%i0
Tia er!uatan %ang melanggar hukum dan mem!a"a kerugian keada orang lain$ me"a*i!kan
orang
%ang menim!ulkan kerugan itu karena kesalahann%a untuk menggantikan kerugian terse!ut.
(asal 13FA K.>(er meruakan ketentuan Skeran*ang samahR &all catc#es'. (erumusan ini
mendorong
ter*adin%a enemuan hukum &rec#tsvinding' %ang !erkesinam!ungan. Artin%a$ melalui asal ini
hukum
%ang tidak tertulis dierhatikan oleh undang/undang.
Makna (er!uatan Mela"an >ukum menurut Mariam 5arus #adrulzaman merumuskan0
1. 8uatu er!uatan mela"an hukum %ang mengaki!atkan kerugian keada orang lain$
me"a*i!kan
orang %ang karena kesalahan atau kelalaiann%a mener!itkan kerugian itu mengganti kerugian
terse!ut.
2. Melanggar hukum adalah tia er!uatan %ang melanggar hak orang lain atau !ertentangan
dengan
keutusan %ang harus diindahkan dalam ergaulan kemas%arakatan terhada ri!adi atau
harta
!enda orang lain.
3. 8eseorang %ang senga*a tidak melakukan suatu er!uatan %ang "a*i! dilakukann%a$
disamakan
dengan seseorang %ang melakukan suatu er!uatan terlarang %ang melanggar hukum.
(erumusan norma dalam konse diatas telah menga!sorsi erkem!angan emikiran %ang !aru
mengenai er!uatan mela"an hukum. 5alam konse ini engertian mela"an hukum men*adi
tidak
han%a diartikan se!agai mela"an undang/undang &hukum tertulis'$ tetai *uga !ertentangan
dengan
ketuhan %ang harus diindahkan dalam ergaulan mas%arakat &hukum tidak tertulis'.
.ntuk menentukan aakah suatu er!uatan daat digugat dengan dalil er!uatan mela"an
hukum
dierlukan unsure/unsur0
1. (er!uatan terse!ut mela"an hukum
2. >arus ada kesalahan ada elaku
3. >arus ada kerugian
@. >arus ada hu!ungan kausal antara er!uatan dan kerugian.
Rosa Agustina mem!andingkan kerugian dalam er!uatan Mela"an hukum dan tort$ serta
men)atat
ersamaan !erikut0
1. .nsur kerugian er!uatan Mela"an >ukum dan (ort erlu di!uktikan$ hal ini enting untuk
menentukan ganti rugi %ang akan di!erikan aki!at ter*adin%a sesuatu (er!uatan Mela"an
>ukum
2. #esarn%a kerugian tidak ditentukan oleh ihak sendiri$ tetai ditentukan oleh ara hakim atau
engadilan sesuai dengan keadaan ara ihak
3. Tu*uan ganti rugi %ang di!erikan ada dasarn%a adalah sedaat mungkin mengem!alikan
keadaan
seerti semula se!elum ter*adin%a (er!uatan Mela"an >ukum.
Rosa Agustina *uga mem!andingkan tuntutan ganti rugi dan teori klasik tort la" dengan tuntutan
ganti
rugi !erdasarkan hu!ungan kontraktual.
(ort 'a" memberikan perlindungan #ukum ter#adap berbagai kepentingan. seperti keamanan
pribadi.
#arta benda. dan kepentingan ekonomi+ Perlindungan tersebut diberikan melalui sistem
kompensasi
berupa ganti rugi secara perdata+ Berdasarkan teori klasik tort la" ganti rugi diberikan untuk
mengembalikan penggugat kepada posisi ketika perbuatan mela"an #ukum itu ter*adi+
7al ini berbeda dengan tuntutan gantu rugi berdasarkan #ubungan kontraktual dimana ganti
rugi itu
bertu*uan untuk menempatkan di penggugat pada posisinya seandainya per*an*ian itu
terlaksana+
Berdasarkan #ubungan kontraktual. penggugat dapat menuntut ke#ilangan keuntungan yang
di#arapkan atau expectation loss+ (eori klasik ini tela# mengalami peruba#an. karena sekarang
gugatan
tort *uga dapat dia*ukan untuk economic lost+
>u!ungan kausalitas antara (er!uatan Mela"an >ukum dengan Kerugian sering kali meruakan
erde!atan antara (enuntut .mum dan Tim (em!ela dalam tindak idana korusi. Kalau
ersoalan
kausalitas dalam hukum idana adalah khusus mengenai ertan%aan aakah telah dilakukan
delik$maka
ersoalan kausalitas dalam hukum erdata terse!ut terutama mengenai ersoalan aakah
terdaat
hu!ungan kausal antara er!uatan %ang dilakukan dan kerugian.
Be(era'a Gagasan Mengenai Kerugian
8esuai dengan "ila%ah hukum %ang !ersangkutan$ emikiran tentang kerugian dan tuntutan
ganti rugi
akan !er!eda ula. >ukum erdata masuk ranah hukum rivat$ sedangkan hukum administrasi
negara
dan hukum idana masuk dalam ranah hukum u!li).
(erdata !agian @ men)aku asal 123@ samai asal 12A2$ selengkan%a !er*udul +(enggantian
#ia%a$
Kerugian dan #unga karena Tidak 5ienuhin%a 8uatu (erikatan,. <udul ini menun*ukkan dua hal0
1. (ertama$ ungkaan +enggantan #ia%a$ Kerugian dan #unga, memun%ai makna khas .
2. Kedua$ ungkaan +Karena Tidak 5ienuhin%a 8uatu (erikatan, memun%ai makna ganti rugi
%ang
tim!ul aki!at )edera *an*i &"anrestatie'. 5alam asal/asal terse!ut akan ditemuka istilah
de!itur$
kreditur$ atau erserikatan lainn%a &se"a$ uah$ !unga sean*ang hidu dan lain/lain'. Ini
er!edaan
enting antara kerugian negara &dalam >ukum Administrasi Negara' dan kerugian keuangan
negara
&dalam .ndang/.ndang (em!erantasan Tiikor' %ang meruakan kerugian di sektor u!li).
.ngkaan +(enggantian #ia%a$ Kerugian dan #unga, mengandunga makna +kerugian, %ang
diungkakan
dalam tiga istilah %aitu #ia%a$ Kerugin dan #unga. .ndang/.ndang tentang (er!endaharaan
Negara
&.ndang/.ndang No 1 Tahun 2CC@' mem!erikan de1nisi tentang kerugian dalam konteks
kerugian
negara-daerah.
+Kerugian Negara-5aerah adalah kekurangan uang$ surat !erharga dan !arang$ %ang n%ata dan
asti
*umlahn%a se!agai aki!at er!uatan mela"an hukum !aik senga*a mauun lalai.,
Kerugian negara-daerah %ang tim!ul karenan keadaan di luar kemamuan manusia &for)e
ma*eure'
tidak daat dituntut. Kerugan negara-daerah se!agai aki!at er!uatan mela"an hukum daat
dituntut.
Makna +Kerugian, %ang diter!itkan oleh #(K dalam arti Kerugian Negara.
1. Kerugian Negara
Kerugian negara adalah !erkurangn%a keka%aan Negara %ang dise!a!kan oleh sesuatu
tindakan
melanggar hukumm-kelalaian sesorang dan-atau %ang dise!a!kan suatu keadaan di luar
dugaan dan
diluar kemamuan manusia &for)e ma*eure'
2. #esarn%a <umlah Kerugian Negara
5alam masalah kerugian negara ertama/tama erlu diteliti dan dikumulkan !ahan !ukti
untuk
menetakan !esarn%a kerugain %ang diderita oleh Negara. 5alam enelitian ini erlu
dierhatiakn
!ah"a tidak dierkenankan melakukan tuntutan ganti rugi untuk *umlah %ang le!ih !esar
dariada
kerugian sesungguhn%a diderita &8urat 9ouvernement 8e)retaris 3C Agustus 1BB3 No.
2@BG-#'.
Karena itu ada dasarn%a !esarnta kerugian negara tidak dengan dikira/kira atau ditaksir.
8amai saat ini ada dua asal %ang aling sering digunakan untuk memidanakan korutor$
menurut
.ndang/.ndang Nomor 31 Tahun 1BBB *o. .ndang/.ndang Nomor 2C Tahun 2CC1.
>akim dan *aksa selalu !erendaat !ah"a %ang diangga se!agai kerugian negara adalah
kerugian
%ang !ersifat riil$ engungkaan kerugian %ang !ersifat otensial haruslah teta dilakukan
oleh #(K(.
Alasan utaman%a adalah mengondisikan dan men%adarkan ara enegak hukum !ah"a suatu
kerugian negara %ang !enar/!enar merugikan negara adalah sedemikian luas tidak ter!atas
ada
engerian kerugian menurut asas kas$ tetai *uga !erdasarkan akuntansi lain %ang dianut oleh
suatu
entitas.
(etun*uk #(K( menun*ukkan langkah ma*u dalam emikiran dan emahaman mengenai
kerugian
negara %ang dikem!angkan oleh #(K(. (etun*uk #(K( mengarahkan ara auditor dan akuntan
forensik #(K( ke engungkaan kerugian negara %ang !ersifat otensial disaming kerugian
%ang
n%ata atau riil.

Tuntutan atas kerugian &keuangan' negara melalui mekanisme !erikut0
1. >ukum Administrasi Negara &dalam hal ini .ndang/.ndang tentang (er!endaharaan Negara'0
nilai
kerugian %ang dituntut se!esar kerugian %ang ter*adi tidak !oleh kurang atau tidak !oleh
le!ih. 8ifat
kerugiann%a adalah n%ata dan asti &telah ter*adi'
2. >ukum (idana &dalam hal ini .ndang/.ndang tentang (em!erantasan Tindak (idana Korusi'0
nilai
kerugian %ang dituntut maksimum se!esar kerugian %ang ter*adi. 8ifat kerugiann%a adalah
n%ata
telah ter*adi atau !erotensi untuk ter*adi.