Anda di halaman 1dari 49

BAB III

PERHITUNGAN CADANGAN
Sebelum kita masuk ke dalam rumus untuk menghitung jumlah minyak
mula- mula, ada baiknya kita mengetahui beberapa istilah, yaitu:
1. Original Oil In Place (OOIP), adalah jumlah miyak mula- mula yang terdapat
di suatu reservoir
2. Estimate Ultimate Recovery (EUR), adalah estimasi dari jumlah minyak yang
dapat diproduksikan ke permukaan sampai batas ekonomisnya
3. Recoverable Reserve, adalah jumlah minyak yang mungkin dapat
diproduksikan sesuai dengan teknologi pada saat itu tanpa memperhatikan
keekonomisannya. Tapi dalam perhitungan ini, yang kita hitung adalah jumlah
minyak yang dapat kita produksikan dengan memperhatikan batas
keekonomiannya.
4. Recovery Factor (RF), adalah perbandingan antara estimate ultime recovery
(EUR) dengan original oil in place (OOIP)
3.1. Metode Volumerik
adangan atau estimated ultimate recovery !"#$% adalah &adangan minyak
yang dapat diproduksikan ke permukaan berdasarkan mekanisme pendorong atau
dengan kata lain merupakan jumlah minyak yang berada didalam reservoir yang
memungkinkan untuk diproduksikan selama life time-nya.
'esarnya &adangan atau estimated ultimate recovery !"#$% menggunakan metode
volumetrik dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan:
"#$ ( )
i
* $+ ,..........,,,..,,,,,,,,,..,,,..,,!4--%
.imana :
#$ ( Estimate Ultimate Recovery, ST'.
$+ ( Recovery +a&tor, /raksi.
)
i
( 0umlah minyak mula-mula ditempat !1123%, ST'.
3.1.1. Penentuan Original Oil In Place !!IP"
4al pertama sebelum menghitung besarnya jumlah &adangan minyak
menggunakan metode volumetrik, adalah menghitung besarnya jumlah minyak
mula-mula ditempat !1123% dengan menggunakan persamaan berikut :
)
i
(
( )
Boi
! "b
avg avg
1 . . --56
,,,,,.....,,,.......,,.....
!4-3%
.imana :
)
i
( 0umlah minyak mula-mula ditempat, !ST'%.
--56 ( 7onversi a&re-/t ke barrel !a&re-/t8bbl%.
9b ( 9olume bulk, dihitung berdasarkan peta net oil isopa&h !a&re-/t%.
:
avg
( 3orositas batuan rata-rata, !/raksi%.
S;
avg
( saturasi air rata-rata, !/raksi%.
'oi ( /aktor volume /ormasi minyak mula-mula, !'bl8ST'%.
3arameter untuk menghitung besarnya Original Oil In Place !1123% atau
perkiraan jumlah minyak mula-mula di peroleh berbagai metode penilaian /ormasi
yaitu meliputi analisa cutting, analisa core, logging, !ell testing dan analisa 39T.
#$ 9olume bulk !9b%, diperoleh dari peta isopa&h net oil sand
%$ 3orositas batuan !<%, diperoleh dari analisa logging dan analisa core
&$ Saturasi air mula-mula !S;
i
%, diperoleh dari analisa logging dengan
menggunakan rumus dasar 'rc(ie.
)$ +aktor volume /ormasi minyak mula-mula !'o
i
%, diperoleh dari 39T analysis.
3.1.1.1. Peta Subsurface
3ada peta subsurface akan berhadapan dengan berbagai ma&am bidang
permukaan maupun interval antara dua bidang permukaan. 'idang permukaan ini
adalah bidang perlapisan, ketidakselarasan dan patahan.
Salah satu &iri khas dari ubsurface *apping adalah garis iso atau yang
lebih dikenal dengan garis kontur. =aris ini menyatakan adanya titik-titik yang
mempunyai si/at tertentu dan terdapat pada suatu bidang permukaan !perlapisan%.
ubsurface tructure *ap merupakan suatu peta yang memegang
peranan penting dalam kegiatan eksplorasi hidrokarbon. 3eta struktur tersusun
dari peta kontur dan memiliki in/ormasi lebih akurat daripada tipe peta lainnya
Struktur kontur adalah garis yang mele;ati titik pada lapisan hori>on dan
elevasi yang sama. 4ori>on yang dipilih bisa top atau bottom dari lapisan /ormasi
atau dengan kata lain kontur struktur garis yang menunjukkan kedalaman yang
sama. Struktur kontur menunjukkan arah dan jumlah dip, arah stri+e dan
perbedaan elevasi dari +ey (ori,on pada dua titik dalam peta.
3.1.1.1.1. Peta I#o$a%&
3eta isopac( adalah peta yang menggambarkan garis-garis yang
menghubungkan titik-titik pada ketebalan yang sama pada lapisan suatu reservoir.
3eta ini dapat menunjukkan struktur geologi suatu reservoir. 3eta isopa&h
merupakan peta dasar kontur untuk menentukan batas didistribusi suatu ;ilayah.
data ketebalan /ormasi dari kontur se&ara interprerative dapat dilihat pada
Gam'ar 3.1.
Gam'ar 3.1.
Peta I#o$a%&.
1("
.ata yang berperan dalam pembuatan peta ini diantaranya data dari !ell
log yang digunakan untuk mengetahui net sand suatu reservoir kemudian data
seismik yang digunakan dalam penentuan interval peta isopa&h. 3eta isopa&h
dikontruksi hampir sama dengan pemetaan kontur struktur. ?angkah a;al
pembuatan peta ini adalah memilih unit stratigra/i yang akan dipetakan, observasi
ketebalan diplot pada titik kontrol, sehingga garis kontur isopa&h dapat digambar
berdasarkan ketebalan yang sama. 2nterval vertikal antar isopa&h dari beberapa
ratus feet pada regional map sebesar 1@ feet untuk keperluan studi dari satuan
stratigra/i yang ke&il. .ata-data yang diperoleh dari peta isopa&h meliputi
ketebalan reservoir, luas dari reservoir dan besar &adangan se&ara volumetris dari
reservoir tersebut. 3eta isopa&h terdiri dari a%. peta net sand isopac(, b%. peta net
oil isopac(, &%. completed isopac( map of oil reservoir.
a. Peta net #and i#o$a%&.
3eta net sand isopac( adalah peta yang menggambarkan garis-garis
ketebalan bersih lapisan produkti/ yang sama, dimana ketebalan bersih merupakan
ketebalan total dari lapisan produkti/ yang telah dikoreksi terhadap litologi &ut-
o//. ?ithologi cut-off dapat berupa lapisan sisipan yang berada diantara lapisan
produkti/ dan hal ini dapat diketahui dari hasil analisa logging. 3rosedur tersebut
dia;ali dengan menghubungkan titik-titik yang mempunyai ketebalan lapisan
total produkti/ sama dan dilanjutkan dengan penentuan batas minyak-air !kontur
pada nol /eet% serta koreksi ketebalan yang diperlukan. .ari data log akan
diketahui pun&ak /ormasi, kedalaman dasar /ormasi, batas gas-minyak atau air-
minyak dan ketebalan lapisan yang mengandung minyak. 'erdasarkan hal-hal
tersebut diatas maka dapat dibuat kontur pun&ak /ormasi, kontur dasar /ormasi
termasuk batas-batas fluida net sand isopac( dan net pay isopac(nya. .engan
menghubungkan titik-titik ketebalan bersih lapisan produkti/nya serta mengikuti
pola kontur batas minyak-air maka akan didapatkan dan peta net sand isopac(
dari suatu reservoir. 3eta net sand isopac( dapat dilihat pada Gam'ar 3.)a".
'. Peta net oil isopach
=aris kontur pada peta ini menunjukkan tempat yang memiliki ketebalan
minyak yang sama. 3embuatan peta net oil isopac( didasarkan pada ketebalan
>ona minyak e/ekti/ !net oil%, jumlah sumur yang ada dan batas minyak air serta
minyak-gas. 'atas minyak-air dan minyak-gas merupakan tempat dengan
ketebalan minyak nol, sehingga kontur dengan ketebalan minyak nol dapat
diambil pada batas ini. Sebelum pembuatan peta net oil isopac( maka harus
menentukan dulu batas minyak-air dan minyak-gas dari reservoir tersebut. 3eta
net oil isopac( dapat dilihat pada Gam'ar 3.*' dan %".
Gam'ar 3.*.
Peta I#o$a%& a". Peta net #and i#o$a%&+ ' dan %".$eta net oil i#o$a%&.
3"
3.1.1.1.*. Peta I#o$oro#ita#
3eta isoporositas adalah peta yang garis konturnya menunjukkan tempat-
tempat dengan harga porositas yang sama. 3ola pembuatan peta ini biasanya
mengikuti pola ketebalan pasir dengan memperhatikan harga porositas dari
masing-masing sumur. 3rosedur pembuatan peta isoporositas dengan menentukan
harga porositas dari lapisan produkti/ yang belum atau tidak terdapat sumur-sumur
produksi kemudian menghubungkan titik-titik yang memiliki porositas sama.
4arga porositas dari lapisan produkti/ dapat ditentukan dengan korelasi harga
porositas dari lapisan yang sama. 3eta isoporositas dalam pengembangan suatu
lapangan minyak digunakan untuk melokalisir oil pool artinya yaitu untuk
mengetahui lokasi dalam reservoir yang mempunyai harga porositas sehingga
penentuan letak sumur pengembangan dapat dilakukan lebih baik.
Selain itu peta ini juga dapat digunakan untuk memperlihatkan arah dan
ke&epatan perubahan porositas rata-rata pada area reservoir. 3eta isoporositas
suatu reservoir dapat dilihat pada Gam'ar 3.3.
Gam'ar 3.3.
Peta I#o$oro#ita#.
1("
3.1.1.1.3. Peta I#o#atura#i
3eta isosaturasi merupakan peta dengan garis kontur menunjukkan lokasi
dengan harga saturasi yang sama. 3embuatan peta isosaturasi ini dilakukan
dengan memperhatikan batas minyak-air dan saturasi air dari masing-masing
sumur yang ada. 3embuatan peta ini akan mengikuti pola batas minyak-air,
disebabkan daerah dengan saturasi air yang besar terletak dekat dengan batas
minyak-air. 4arga kontur terbesar dari peta isosaturasi terletak pada batas air-
minyak. 3eta isosaturasi ditunjukkan pada Gam'ar 3.,.
Gam'ar 3.,.
Peta I#o#atura#i.
1("
3.1.1.1.,. Peta I#o$ermea'ilita#
3eta isopermeabilitas merupakan peta dengan garis kontur yang
menunjukkan lokasi harga permeabilitas sama. 3embuatan peta ini dilakukan
dengan memperhatikan harga permeabilitas dari masing-masing sumur
penyebaran. .ata permeabilitas yang digunakan pada peta isopermeabilitas
diperoleh dari korelasi data logging masingAmasing sumur.
3enyajian peta dapat dalam bentuk total kontur maupun average
permeability contour dan perbandingan antara permeabilitas vertikal dan
hori>ontal. 3eta isopermeabilitas suatu reservoir ditunjukkan pada Gam'ar 3.).
Gam'ar 3.).
Peta I#o$ermea'ilita#.
1("
3.1.1.*. Penentuan Volume Bulk
Sebelum mendapatkan harga 9b, harus mengetahui dahulu harga B !luas
reservoar% yang didapat dari net oil isopac( yang diperoleh dari data sumuran
yang kemudian dikembangkan untuk mendapatkan peta-peta subsurface yang lain
!isopa&h%. .engan alat yang disebut CplanimeterD dapat di&ari luas reservoar !B%,
sedangkan ketebalan lapisan !h% merupakan interval antara garis isopa&h atas dan
ba;ah. Eetoda yang umum digunakan untuk penentuan volume bulk, yaitu :
3.1.1.*.1. Horizontal Slice Method
Terdapat dua persamaan yang umum digunakan untuk menghitung
volume net oil isopac( map yang telah di-planimeterkan !ra/t and 4a;kins-
1F5F% pada Gam'ar 3.-. merupakan peta net oil isopac(. Bdapun kedua
persamaan (ori,ontal slice met(od seperti di ba;ah ini :

3ersamaan 3yramidal
( ) % 1 3 ....! .......... .......... .......... ,
3
1 1
+ +
+ +
ft acre ' ' ' '
(
"b
n n n n
Sehingga
"b "b
n n
n

@
.imana :
9b ( volume bulk batuan, a&re-/t
B
n
( luas yang dibatasi oleh garis isopa&h terendah, a&re
B
nG1
( luas yang dibatasi oleh garis isopa&h diatasnya, a&re
h ( interval antar garis isopa&h, /t
Eetode ini digunakan apabila perbandingan luas kontur yang berurutan
kurang dari @,5 atau 5 , @
1

+
n
n
'
'
.

3ersamaan Trape>oidal
( ) % 2 3 ....! .......... .......... .......... .......... .......... .......... ,
2
1 1
+
+
ft acre ' '
(
"b
n n
9olume pun&ak dapat dihitung melalui persamaan berikut :
n
'
(
"b
3
2

, Sehingga akan didapat volume bulk reservoir

+
n n
n
n n
n
"b "b "b
@
2 1
@
.imana :
9b ( volume bulk per-segmen, a&re-/eet
Bn ( luas area dari suatu isopa&h, a&re
h ( interval antara garis isopa&h, /eet
Eetode ini digunakan apabila perbandingan luas kontur yang berurutan lebih
dari @,5 atau
5 , @
1
>
+
n
n
'
'
.
Gam'ar 3.-.
Peta net oil i#o$a%&.
1."
ontoh perhitungan 4ori>ontal sli&e method dapat dilihat pada Ta'el III.1.
Ta'el III/1
Per&itun0an V' den0an Hori1ontal 2lide Met&od.
1."
3.1.1.*.*. Graphic Method
Bda dua ma&am .rap(ic met(od yang dapat dilakukan untuk
menentukan bulk volume reservoir !9b% yaitu :
1. 9b ditentukan dengan &ara membuat plot antara ketebalan yang ditunjukkan
oleh tiap-tiap garis net oil isopac( !pada Gam'ar 3.*% terhadap luas
daerahnya masing-masing, seperti yang ditunjukkan oleh Gam'ar 3...
Gam'ar 3...
Ti$e Gra3ik Volume untuk Menentukan
Bulk Volume Re#er4oir dari Peta Net !il I#o$a%&.
3"
2. 3eta struktur dari kontur area yang tertutup berdasarkan lapisan paling atas
dan ba;ah yang di ukur menggunakan planimeter luas daerah ini merupakan
plot dari /ungsi kedalaman. ?uas daerah antara batas air-minyak dan batas gas-
minyak menunjukkan volume gross reservoir yang mengandung hidrokarbon.
9olume gross batuan di tentukan oleh integrasi gra/is dari area antara dua
kurva atau oleh pengukuran planimeter. .alam beberapa &ontoh diinginkan
untuk mengetahui distribusi volume batuan sebagai /ungsi dari kedalaman. 2ni
bisa di hitung dengan memisahkan area antara dua kurva dalam batas yang
ke&il dan menghitung area dari bagian-bagian yang ke&il !B
@
,B
1
,B
2
, et&,.,
dari Gam'ar 3.(%. Bkumulasi distribusi volume dengan kedalaman kemudian
dapat dinyatakan dalam volume batuan diatas di berikan beberapa kedalaman
atau volume batuan di ba;ah kedalaman. 3emilihan sistem ini tergantung oleh
energi yang dominan yaitu gas cap atau !ater drive. .istribusi volume gross
untuk data dari Gam'ar 3.(. di tunjukan dalam Gam'ar 3.5+ kumulasi
volume.
Gam'ar 3.(.
Gra3ik Volume Ideal untuk Men0&itun0
Gro## Volume Batuan.
3"
Gam'ar 3.5.
Di#tri'u#i Volume Batuan Re#er4oir ter&ada$ 6etin00ian 7ater 8e4el.
3"
3.1.*. Recovery Factor
Recovery Factor, adalah perbandingan antara minyak yang dapat di
produksikan sampai batas economic limit rate !H
limit
% dengan jumlah mula-mula
minyak di dalam reservoir !)i%. 3ersamaan umum untuk men&ari harga Recovery
Factor adalah :
Place in .as atau Oil Initial
ery Ultimate
RF
&ov $e
,,,,,,,,,,,,,, !3-4%
#ntuk menghitung Recovery Factor dari metode volumetrik kita menggunakan
metode 0.0.Brps ! C'pplied Reservoir EngineeringD harles $. Smith% yaitu:
#ntuk reservoir dengan mekanisme pendorong solution gas drive:
$+ ( 41.615
@.1I11
ob
;
'
% S 1 .!
1
]
1


@.@F-F
ob
k
1
]
1

!S
;
%
@.3-22
@.1-41
ob
pb
1
]
1

,,,,
!3-5%
#ntuk reservoir dengan mekanisme pendorong !ater drive :
$+ ( 54.6F6
@422 . @
ob
;
'
% S 1 .!
1
]
1


@.@--@
;i
ob
. k
1
]
1

!S
;
%
-@.1F@3
-@.215F
pa
pi
1
]
1

,,,!3-
I%
.imana :
< ( 3orositas, /raksi
S; ( Saturasi air, /raksi
'oi ( +aktor volume minyak mula-mula, bbl8ST'
'ob ( +aktor volume /ormasi minyak pada tekanan gelembung, bbl8ST'
7 ( 3ermeabilitas rata-rata, m.
J
ob
( 9iskositas minyak di reservoir pada saat bublepoint, rb8ST'
J
;i
( 9iskositas air /ormasi pada kondisi mula-mula, &p
J
oi
( 9iskositas minyak di reservoir pada kondisi mula-mula. &p
3i ( Tekanan reservoir mula-mula, psia
3a ( Tekanan abandon di reservoar, psig
3b ( Tekanan gelembung, psig
Metode Gut&rie dan Green'er0er
=uthrie dan =reenberger memberikan persamaan Recovery Factor untuk
reservoir ;ater drive yaitu :
$+ ( @.114 G @.2-2 log k G @.25I S; A @.13I log J
o
A 1.536@ < A @.@@@35 h !3--%
.imana :
$+ ( Recovery factor
k ( 3ermeabilitas, m.
S; ( Saturasi air, /raksi
J
o
( 9iskositas minyak, &p
< ( 3orositas, /raksi
h ( 7etebalan, /t
3.*. Metode Material Balance
3ersamaan material balance telah lama dikenal sebagai salah satu &ara
bagi para ahli untuk meginterpretasikan dan meramalkan kondisi reservoir.
3ersamaam material balance dapat digunakan untuk:
1. Eemperkirakan initial (ydrocarbon volumes in place$
2. Eeramalakan kondisi reservoir di masa datang.
3. Eemperkirakan initial (ydrocarbon volumes in place pada berbagai tipe
mekanisme pendorong.
3ada persamaan ini juga digunakan beberapa asumsi, yaitu:
1. Temperatur di dalam reservoir selama produksi dianggap konstan
2. 7esetimbangan temperatur, dimana setiap bagian reservoir dianggap
mempunyai tekanan yang sama sehingga fluid properties juga sama
3. 9olume reservoir dianggap konstan, dimana tidak ada pengurangan dan
penambahan /luida sebagai akibat adanya reaksi antara batuan dengan /luida
atau /luida dengan /luida
4. $eservoir tidak punya dimensi !dimensi(@%, dimana reservoir dianggap
homogen !porositas, permeabilitas dan ketebalan yang seragam% sebagai suatu
tangki
3.*.1. Per#amaan Material Balance
7onsep dasar dari persamaan material balance diperkenalkan oleh
S&hilthuis, bentuk sederhana dari persamaan ini adalah:
Initial volume / volume remaining 0 volume removed$$$$$$$$$$$$$$$$$$!3-F%
3ersamaan material balance dapat digunakan pada semua /luida reservoir
!gas,minyak ataupun air%.
'eberapa perhitungan material balance membutuhkan total volume pori
!39% seperti yang dinyatakan dalam hubungan antara initial oil volume dan
volume gas cap$ total volume pori dapat dinyatakan dengan parameter m.
'oi )
'gi =
mula mula minyak volume
mula mula &ap gas volume
m

...................................!3-1@%
dimana:
= ( gas-&ap gas mula- mula, s&/
'gi ( /aktor volume /ormasi gas mula- mula, bbl8s&/
) ( initial1original oil in place !1123%, ST'
'oi ( /aktor volume /ormasi minyak mula- mula, bbl8ST'
- 9olume gas &ap mula- mula ( = *'gi ( m * ) * 'oi
- Total volume dari sistem 4:
9olume minyak mula-mula G volume gas cap mula- mula ( !39% !1-S;i%
!) * 'oi% G !m ) 'oi% ( !39% !1-S;i%
atau
;i
S 1
m% 'oi!1 * )
39

...................................................................!3-11%
dimana:
39 ( total volume pori, bbl
) ( initial oil in place, ST'
'oi ( /aktor volume /ormasi minyak mula-mula, bbl8ST'
m ( perbandingan antara gas-cap reservoir gas mula- mula dengan
volume minyak reservoir mula-mula, bbl8bbl
3erlakuan dari reservoir diidealkan kondisinya seperti yang diilustrasikan
pada Gam'ar 3.19 untuk semua perubahan volume yang terjadi selama produksi
se&ara alami didalam reservoir8tan+ dapat dihitung dengan persamaan material
balance yang se&ara umum dapat ditulis sebagai berikut :
volume pori yang diisi oleh minyak pada kondisi mula-mula saat 3i
G
volume pori yang dissi oleh gas di gas cap saat 3i
(
volume pori yang diisi minyak sisa saat 3
G
volume pori yang diisi gas di tudung gas saat 3
G
volume pori yang dissi evolved solutin gas saat 3
G
volume pori yang dissi net !ater influ2
G
perubahan volume pori karena ekpansi connate !ater dan penurunan
volume pori karena ekspansi batuan
G
volume pori yang dissi oleh gas injeksi saat 3
G
volume pori yang diisi air injeksi saat 3..........................................!3-12%
Gam'ar 3.19.
6on#e$ Model Tank
1"
.ari F terminologi yang telah disebutkan diatas mengubah persamaan
material balance yang dapat ditentukan dari 39T hidrokarbon dan properti
batuan, sebagai berikut :

9olume pori yang diisi oleh minyak pada kondisi mula- mula( ) * '
oi

9olume pori yang diisi oleh gas di gas cap ( m * ) * '


oi

9olume pori yang diisi oleh minyak sisa ( !)-)


p
% '
o

9olume pori yang diisi gas di tudung gas saat 3 ( g


gi
'
'
m)'oi
1
1
]
1

9olume pori yang diisi evolved solutin gas (Kvolume gas mula- mula in
solutionL- Kvolume gas yang telah diproduksikanL- Kvolume gas sisa in
solutionL( K).$
si
- )
p
.$
p
- !)-)
p
%$
s
L '
g

9olume pori yang diisi oleh net !ater influ2 ( M


e
A !M
p
'
;
%

3erubahan volume pori karena ekpansi connate !ater dan penurunan volume
pori karena ekspansi batuan ( ).'
oi
!1Gm%

,
_

+
!i
f ! !i

3 3
1
.
N3

9olume pori yang diisi oleh injeksi gas dan air ( =


inj
.'
g inj
G M
inj
.'
;
0ika disusun kembali, maka akan diperoleh persamaan umum dari
material balance, yaitu:
P

3 3
m B
B
B
B m B R R B B
B 4 B . B 4 4 B R R B 5
5
!i
f ! !i
oi
gi
g
oi g s si oi o
!i in6 gin6 in6 4 p e g s p o p

1
]
1

+
+ +
1
1
]
1

+ +
+

.
1
.
% 1 ! 1 . %. ! % !
. . % . ! L % ! K
..
...................!3-13%
.imana :
) ( 0umlah minyak mula-mula di tempat, !ST'%
)
p
( 3roduksi minyak kumulati/, !ST'%
= ( 0umlah gas mula-mula, !S+%
=p ( 3roduksi gas kumulati/, !S+%
M
e
( 3erembesan air, !bbl%
M
p
( 3roduksi air kumulati/, !bbl%
'
ti
(+aktor volume /ormasi total mula-mula, 'ti('
oi
G !'
g
!$
si
-$
si
%%,
!bbl8ST'%
'
t
( +aktor volume /ormasi total, '
t
( 'o G !'g !$si-$s%%, !bbl8ST'%
'
o
( +aktor volume /ormasi minyak, !bbl8ST'%
'
oi
( +aktor volume /ormasi minyak mula-mula, !bbl8ST'%
'
gi
( +aktor volume /ormasi gas mula-mula, !bbl8S+%
'
g
( +aktor volume /ormasi gas, !bbl8S+%
'
;
( +aktor volume /ormasi air, !bbl8ST'%
$
si
( 0umlah gas yang terlarut dalam minyak mula-mula, !S+8ST'%
$
s
( 0umlah gas yang terlarut dalam minyak, !S+8ST'%
$
p
( 3erbandingan produksi gas kumulati/ dengan produksi minyak
kumulati/, =
p
8)
p
, !S+8ST'%
m ( 3erbandingan antara volume gas-&ap reservoir gas mula- mula dengan
volume minyak reservoir mula-mula, bbl8bbl

;
( 7ompressibilitas air, !psi
-1
%

/
( 7ompressibilitas /ormasi batuan, !psi
-1
%
=
inj
( =as injeksi kumulati/, !S+%
M
inj
( Bir injeksi kumulati/, !ST'%
'entuk yang lebih baik dari persamaan material balance dapat ditentukan
dari konsep /aktor volume /ormasi total !dua /asa% !'t% :
't ( 'o G !$si A $s% 'g
7emudian memasukan 't ke dalam persamaan !3-13% yang merupakan persamaan
umum dan digunakan dalam perhitungan reservoir combination drive dengan
asumsi tanpa injeksi air dan injeksi gas:

[ ]

,
_

+
+ +
1
1
]
1

+
+

N 1 $
#
3 3 $
m) (# B
B
B
mBti B B
) 4 B (4 B ) R (R B 5
5
!i
f ! !i
ti
gi
g
ti t
p ! e g si p t p
,...................!3-14%
rive Inde!
.alam sebuah reservoir combination drive sangat penting untuk
menentukan kontribusi produksi dari setiap mekanisme pendorong maka
diperlukan penentuan harga drive inde2 dari masing-masing jenis tenaga
pendorong reservoir dengan parameter B, dimana parameter B dirumuskan
sebagai berikut :
' / 5
p
7 B
t
0 ( R
p
- R
si
) B
g
8
.ari persamaan !3-14% yaitu :
1
1
]
1

+
+
+

'
9P
#
3 3 $
m) (# B 5$
'
) B $ 4 (4
'
)1B B (B B m$ 5$
'
) B (B 5$
!i
f ! !i
oi
! p e gi gi g ti
ti t
...............!3-15%
sehingga didapat harga drive inde2 yaitu :
::I0.:I 0 4:I 0 E:I / #...,...,,...........................................!3-1I%
.imana :
..2 ( :epletion :rive Inde2.
=.2 ( .as-cap :rive Inde2.
M.2 ( 4ater :rive Inde2.
".2 ( "kspansi !batuan dan &airan% :rive Inde2
7eempat istilah di sebelah kiri dari persamaan !3-1I% menunjukan
mekanisme pendorong yang utama dimana minyak dihasilkan dari reservoir
minyak. Seperti ang dijelaskan pada 'ab 22, mekanisme pendorongnya adalah:
a" epletion rive
:epletion drive adalah mekanisme pendorong dimana produksi minyak
dari reservoir didapat dari ekspansi voume minyak mula- mula bersamaan
dengan keralutan gas mula- mula. Eekanisme pendorong ini dinyatakan se&ara
matematis dengan:
..2 ( ) ! 't A 'ti %8 B ......................................................................!3-1-%
b" Segregation rive
egregation atau gas cap drive adalah mekanisme dimana dalam
pemindahan minyak ke /ormasi dilakukan oleh ekspansi dari tudung gas bebas.
Tenaga pendorong ini dinyatakan se&ara matematis dengan:
S.2 ( K) m 'ti ! 'g A 'gi % 8 'gi L8 B. . .............................................!3-16%
c" #ater rive
4ater drive merupakan mekanisme dimana dalam pemindahan minyak
yang dikarenakan aliran air yang menuju ke >ona minyak. Eekanisme
pendorong ini dinyatakan se&ara matematis dengan:
M.2 ( ! Me A Mp'; %8 B....................................................................!3-1F%
d" $!spansion rive
#ntuk reservoir minyak undersaturated tanpa !ater influ2, sumber
energinya berasal dari ekspansi batuan dan /luida. .imana ketiga mekanisme
pendorong berperan dalam memproduksikan minyak dan gas dari reservoir,
kontribusi dari ekspansi batuan dan /luida terhadap perolehan minyak terlalu
ke&il sehingga dapat diabaikan.
Gam'ar 3.11 menunjukan berbagai driving inde2 untuk reservoir
combination drive. 3ada poin B, beberapa sumur dengan struktur rendah
digunakan lagi untuk mengurangi produksi air, hal ini dihasilkan dengan naiknya
!ater drive inde2$ 3ada poin ', operasi !or+over telah diselesaikanO laju produksi
air, gas dan minyak relati/ stabil dan driving inde2es tidak menunjukan perubahan.
3ada poin , beebrapa sumur yang telah berproduksi relati/ besar, tetapi konstan,
volume dari air ditutup, sehingga !ater drive inde2 meningkat. 3ada ;aktu yang
sama, beberapa sumur srtuktur tinggi denngan =1$ besar telah ditutup dan
sehingga dapat megalirkan ke sumur yang strukturnya lebih rendah untuk
berproduksi dengan denagn =1$ normal. 3ada poin ., gas telah dikembalikan ke
reservoir dan gas cap drive inde2 menunjukan kenaikan yang pasti.
4ater drive inde2 relati/ konstan, meskipun sedikit mengalami penurunan
dan depletion drive inde2 menunjukan penurunan yang pasti. 2ni menunjukan
operasi reservoir yang lebih e/isien dan apabila depletion drive inde2 dapat
diturunkan menjadi nol, perolehan minyak yang relati/ baik dapat diharapkan dari
reservoir. Tentunya, untuk mendapatkan nol depletion drive inde2 diperlukan
pera;atan untuk mempertahanakan tekanan reservoir yang biasanya sulit untuk
dilaksakan. .ari Gam'ar 3.11 dapat di lihat bah;a jumlah berbagai indeks dari
mekanisme pendorong adalah satu.
Gam'ar 3.11.
Dri4in0 Inde:e# $ada Re#er4oir Com'ination Dri4e
1"
.ari drive inde2es di atas maka kita dapat menghitung besarnya 1123 !)%
dari masing- masing mekanisme pendorong.
a. epletion rive Reservoir ;
.imana harga m ( @, ;
e
( @, ;
p
( @ serta e/ek pengembangan dari air konat
dan penge&ilan volume pori diabaikan, sehingga persamaan menjadi :
Bti Bt
Bg Rsi Rp Bt 5p
5

% % ! !
................................................!3-2@%
'. Gas %ap rive Reservoir ;
.imana harga m P @ dan ;
e
( @, ;
p
( @ serta e/ek pengembangan dari air konat
dan penge&ilan volume pori diabaikan, selanjutnya persamaan material balance
untuk reservoir ini adalah :
% ! % 8 !
% % ! !
Bgi Bg Bgi mBti Bti Bt
Bg Rsi Rp Bt 5p
5
+
+

,,,,.....,..!3-21%
%. 7ater Dri4e Re#er4oir :
.imana harga m ( @ dan ;
e
P @

,;
p
P @ serta e/ek pengembangan dari air konat
dan penge&ilan volume pori diabaikan, maka persamaannya dapat ditulis:
Bti Bt
B! 4p 4e Bg Rsi Rp Bt 5p
5

% % ! % ! !
..............!3-22%
d. %o&bination rive Reservoir
.imana e/ek pengembangan dari air konat dan penge&ilan volume pori
diabaikan, maka persamaannya aeperti pada persamaan !3-14%.
3ada persamaan umum material balance ada 2 parameter yang tidak
diketahui yaitu nilai M
e
dan )i. 4ater influ2 dapat dihitung dengan pendekatan
model /isik a;uifer !aliran rejim% dikarenakan si/at /isik dari a;uifer sulit
diketahui dengan pasti maka diperlukan model aliran yang mendekati si/at-si/at
aHui/er sebenarnya.
3.*.*. Per#amaan Material Balance #e'a0ai Per#amaan Gari# 8uru#
Eenurut Tarek Bhmed, ada tiga hal yang tidak diketahui dari persamaan
!3-13%, yaitu:
a. Original oil in place !)%
b. 7umulati/ !ater influ2 !Me%
&. #kuran sebenarnya dari ukuran gas cap berbanding dengan ukuran >ona
minyak !m%
4avlena dan 1deh mengembangkan suatu metodologi untuk menentukan ketiga
hal yang tidak diketahui di atas, 4avlena dan 1deh menjadikan persamaan !3-13%
menjadi:
( ) [ ] ( )
Bgin6 .in6 B! 4in6 4e p
!i
3f !i 3!
Boi m 5
Bgi
Bg
Boi 5 m Bg Rs Rsi Boi Bo 5 B! 4p Bg Rs Rp Bo 5p
+ + +
1
]
1

+
+
+ +

,
_

+ + + +
1
% 1 !
1 L % ! K
!3-23%
3ersamaan di atas disingkat menjadi:
+ ( ) K"o

G m "g G "
/;
L G !M
e
G M
inj
'
;
G =
inj
'g
inj
% .......................!3-24%
.iasumsikan bah;a tidak ada injeksi gas dan air, sehingga persamaan menjadi:
+ ( ) K"o G m "g G"/;L G Me...........................................................!3-25%
+, "
o
, "
g
, dan "
/;
di dapat dari:
Q + merupakan volume hidrokarbon yang dapat diproduksikan
+ ( )
p
K'
o
G ! $
p
A $
s
% '
g
L G M
p
'
;

( )
p
K'
t
G !$
p
A $
si
% 'gL G M
p
'
;.................................................................................................
!3-2I%
Q "o merupakan ekpansi dari minyak dan gas terlarut mula- mula
"o ( !'
o
A '
oi
% G !$
si
A $
s
% '
g
( '
t
- '
ti
.....................................................!3-2-%
Q "g merupakan ekspansi dari gas-cap
"g ( '
oi
K!'
g
8 '
gi
% A 1L ( '
ti
K!'
g
8 '
gi
% -1 L. .............................................!3-26%
Q "/; merupakan ekspansi air mula- mula dan penge&ilan volume pori
"/; ( !1 G m% 'oi
1
]
1

+
+
!i
3f !i 3!
1
R3.................................................!3-2F%
4avlena dan 1deh menguji berbagai ma&am tipe reservoir dengan persamaan !3-
25% dan menyatakan bah;a persamaan tersebut dapat di ubah ke bentuk garis
lurus. #ntuk reservoir tanpa gas &ap mula- mula !m( @%, tanpa !ater influ2 !Me(
@% dan mengabaikan kompresibiltas /ormasi dan air !
/
(
;
( @%, persamaan !3-25%
menjadi:
+ ( ) "o
3ersamaan di atas dengan persamaan + akan di plot sebagai /ungsi dari ekspansi
air "o akan menghasilkan garis lurus dengan sebuah slope ) dan inter&ep bernilai
nol.
Metode 2olu#i Gari# 8uru# $ada Per#amaan Material Balance
Bspek paling penting dalam metode solusi ini adalah metode ini
memberikan urutan yang berarti dari nilai- nilai yang di plot, arah plot dan bentuk
dari hasil plot. Sang paling penting dari pendekatan garis lurus adalah urutan dari
memplot dan apabila data yang di plot menyimpang dari garis lurus, maka akan
ada alasannya. 3engamatan ini akan memberikan in/ormasi pada reservoir
engineering untuk menentukan:
- initial oil in place !)%
- ukuran tudung gas !m%
- !ater influ2 !Me%
- mekanisme pendorong
Eetode ini digunakan untuk menentukan ), m dan Me untuk berbagai jenis
reservoir.
1. 'olu&etric (ndersaturated) Oil Reservoir
.engan asumsi tanpa injeksi air dan gas, persamaan material balance menjadi
seperti persamaan !3-25%. #ntuk reservoir ini kondisinya adalah:
- reservoir volumetrik, Me( @
- reservoir undersaturated !1 /asa, 3i T 3b%, m ( @
- gas yang terproduksi terlarut dalam minyak, $s ( $si ( $p
Sehingga persamaan !3-2I% menjadi:
+ ( ) !"
o
G "
/,;
%.................................................................................!3-3@%
) (
! f o
E E
F
,
+
..................................................................................!3-31%
dimana:
) ( initial oil in pla&e, ST'
+ ( )p 'o G Mp ';
"o ( 'o A 'oi
"
/, ;
( 'oi
1
]
1

+
+
!i
3f ! 3!
1
R3..........................................................!3-32%
dimana:
Rp ( p
i
A p
r
pi ( tekanan reservoir mula- mula
p
r
( tekanan reservoir rata- rata volumetrik
?alu memplot +8!"o G "/,;% pada setiap tekanan dan ;aktu vs )p or time, seperti
yang ditunjukan di Gam'ar 3.1*.
Gam'ar 3.1*.
6la#i3ika#i Re#er4oir
1"
Q =aris B, berarti rerervoir dapat diklasi/ikasikan sebagai reservoir volumetrik
!Me( @%, dimana reservoir ini berjenis depletion- drive reservoir
Q 7urva ' dan , mengindikasikan bah;a reservoir dipengaruhi oleh !ater
influ2, kompaksi pori abnormal atau kombinasi dari keduanya. 7urva
menyatakan reservoir stong !ater drive, dimana a;uifer memindahkan
perilaku tak terbatas. 7urva ' menyatakan bah;a a;uifer telah habis seiring
dengan reservoir diproduksi, kurva ' yang bergerak turun menandakan tenaga
a;uifer berkurang.
3ersamaan !3-3@% dapat juga digunakan untuk menentukan jenis tenaga
dorong suatu reservoir dan 1123. 3lot antara underground !it(dra!al + vs
e2pansion term !"
o
G "
/,;
% akan menjadi gra/ik garis lurus dengan 1123 !)%
sebagai slope, seperti pada =am'ar 3.13.
Gam'ar 3.13.
Gra3ik < 4# E
o
= E
3+>
1"
*. 'olu&etric Saturated) Oil Resevoir
Eekanisme pendorong yang utama dari jenis reservoir ini berasal dari
pembebasan dan ekspansi solution gas seiring dengan menurunnya tekanan
sampai di ba;ah 3b. Satu- satunya hal yang tidak diketahui dari reservoir jenis ini
adalah nilai ), dengan mengasumsikan "
/,;
( @, maka persamaan !3-3@% menjadi:
+ ( ) "
o
..............................................................................................!3-33%
dimana:
+ ( )p K't G !$p A $si% 'gL G Mp ';
"o ( 't A 'ti
Gam'ar 3.1,.
< 4# E
o
1"
3. Gas %ap rive Reservoir
#ntuk reservoir dengan dominan mekanisme pendorong ekspansi gas tudung
gas dan mengasumsi Me( @, e/ek dari
/,;
( @, sehingga persamaan material
balance 4avlena- 1deh:
+ ( ) K"o G m "
g
L
..
............................................................................!3-34%
3ersamaan !3-34% dapat digunakan tergantung dari parameter apa yang tidak
diketahui, ada tiga parameter yang mungkin tidak diketahui, yaitu:
a. ) tidak diketahui, m diketahui
3ersamaan !3-34% mengindikasikan bah;a plot + vs !"o G m "g% pada skala
artesian akan menghasilkan garis lurus dengan slope ) seperti pada Gam'ar
3.1).
.alam membuat plot, + dihitung dari berbagi ;aktu sebagai /ungsi dari masa
produksi )p dan $p.
Gam'ar 3.1).
Gra3ik < 4# E
o
= mE
0
1"
b. m tidak diketahui, ) diketahui
3ersamaan !3-24% dapat di ubah menjadi:
1
]
1

o
E
5
F
( m "
g
...............................................................................!3-35%
3ersamaan di atas memplot !+8)- "o% vs "g dengan menghasilkan garis lurus
dengan slope m, seperti pada Gam'ar 3.1-.
Gam'ar 3.1-.
Gra3ik <?N / E
o
" 4# E
0
1"
&. ) dan m tidak diketahui

,
_

+
o
g
o
"
"
) m )
"
+
.........................................................................
...............................................!3-3I%
3lot +8"o vs "g8"o akan menjadi garis lurus dengan intercept ) dan slope m),
seperti Gam'ar 3.1..
Gam'ar 3.1..
Gra3ik <?E
o
4# E
0
?E
o
1"
,. #ater rive Reservoir
.engan asumsi, "
/,;
( @
+ ( ) !"o G m "g% G Me....................................................................!3-3-%
Bpabila reservoir tanpa gas &ap mula- mula, maka persamaan di atas menjadi:
+ ( ) "o GMe. ...................................................................................!3-36%
#ntuk reservoir !ater drive tanpa gas cap, persamaan di atas menjadi:
o
"
e
M
)
o
"
+
+
..................................................................................!3-3F%
Model #ater Influ!
3ada persamaan umum material balance ada 2 parameter yang tidak
diketahui yaitu nilai M
e
dan )
i
. 4ater influ2 dapat dihitung dengan pendekatan
model /isik a;uifer !aliran rejim% dikarenakan si/at /isik dari a;uifer sulit
diketahui dengan pasti maka diperlukan model aliran yang mendekati si/at-si/at
aHui/er sebenarnya, pendekatan ini dapat dibagi tiga yaitu :
a. Pot) *+uifer Model
Bsumsikan bah;a !ater influ2 digambarkan dengan model pot- a;uifer
M e ( !&
;
G &
/
% M
i
/ !p
i
A p%..............................................................!3-4@%
/ (
o
3I@
U
M
i
(
I15 5.
< h %
2
e
r -
2
a
!r V

dimana:
r
a
( jari- jari a;uifer, /t
r
e
( jari- jari reservoir, /t
h ( ketebalan a;uifer, /t
( porositas a;uifer
( encroac(ment angle
&
;
( kompresibilitas air a;uifer, psi
-1
&
/
( kompresibilitas batuan a;uifer, psi
-1
Mi( volume air di a;uifer mula- mula, bbl
'iasanya data &
;
, &
/
, h, r
a
dan tersedia, dan dapat kita kombinasikan sebagai 7:
M
e
( 7 p........................................................................................!3-41%
Eengkombinasikan persamaan !3-4@% dan !3-41%
o
"
+
( ) G 7

,
_

o
"
Np
........................................................................!3-42%
!+8"o% vs !p8"o% diplot dan menghasilkan garis lurus dengan intercept ) dan
slope 7 seperti pada Gam'ar 3.1(.
Gam'ar 3.1(.
Gra3ik <?E
o
4# $?E
o

1"
'. Model Steady)state 2%&ilt&ui#"
.engan asumsi :
?aju perembesan sama dengan laju pengosongan reservoir sehingga pada laju
produksi tetap tekanan reservoir akan tetap.
Tekanan akan konstan bila air yang masuk dari a;uifer ke reservoir selalu
digantikan dengan tambahan air dari luar hampir konstan bila ukuran a;uifer
sangat besar dibandingkan dengan ukuran reservoirnya. S&hilthuis
memberikan persamaan perembesan air yaitu :
4e (
dt ) P Pi ( 3
t
<


........................................................................................!3-
43%
.imana :
Me( 4ater influ2 kumulati/, bbl
( 7onstanta !ater influ2, !'bl8day8psi%
3i ( Tekanan reservoir a;al, !psi%
3 ( Tekanan reservoir saat kondisi t, !psi%
t ( Maktu, hari.
Eengkombinasikan persamaan !3-3F% dengan persamaan !3-43%:

Eo
F
( 5
i
G
%
% !
!
Eo
dt P
3
t
o


.........................................................
...........................................................!3-44%
#ntuk penentuan konstanta !ater influ2 !% dapat diplot antara
Eo
F
vs
Eo
P
,
sehingga hasil dari plotting diatas akan membentuk garis straig(t line dengan )
i
merupakan intercept !perpanjangan garis hingga memotong sumbu y dengan * (
@% dan slope merupakan seperti yang terlihat pada Gam'ar 3.15.
.
Gam'ar 3.15.
Gra3ik $enentuan N dan C
1"
%. Model (nsteady)state Van e4erdin0en / Hur#t".
3enurunan tekanan di setiap tangki a;uifer tidaklah sama tapi tergantung
dari ;aktu dan &ara memproduksi /luida. Se&ara teoritis unsteady-state hanya
berlaku untuk reservoir bulat yang dibatasi a;uifer hori>ontal atau tak terhingga
!infinite% dan ketebalan a;uifer, porositas, permeabilitas dan kompressibilitas air
e/ekti/ konstan. 9an everdingen dan hurst memberikan persamaan diba;ah :
4e / B = 9p 4e:,.................................................................................!3-45%
.imana :
B / #$##> 2 ? 2 3t 2 re
%
2 ( 2
3I@

9an "verdingen and 4urst menghadirkan dimensionless !ater influ2 !Me.%


sebagai sebuah /ungsi dari dimensionless time !t.% dan dimensionless radius !r.%,
untuk harga Me. dapat ditentukan dengan gra/ik plot antara r.

dan t. yang
diberikan pada Gam'ar 3.*1 dan persamaan t. dan r. dapat dijelaskan pada
persamaan diba;ah :
t
d
/ @$%&A$#<
-&
2
e t !
r 3
t +

, r
d
( e
a
r
r
, dan 3
t
/ 3
!
0 3
f
.imana :
t ( ;aktu, !day%
k ( permeabilitas dari a;uifer, !md%
< ( porositas dari a;uifer, !/raksi%
W
;
( viskositas dari a;uifer, !&p%
r
a
( radius dari a;uifer, !/t%
r
e
( radius dari reservoir, !/t%

;
( kompressibilitas dari air, !psi
-1
%

/
( kompressibilitas dari /luida, !psi
-1
%
' ( !ater influ2 konstan, !bbl8psi%
Np ( perbedaan tekanan, !psi%
Me. ( dimensionless !ater influ2
U ( ?ingkaran penuh U ( 3I@X dan

semi lingkaran dengan ada patahan U (16@X.
Eengkombinasikan persaman !3-3F% dengan persamaan !3-45%
"o
+
( ) G '

,
_

"o
e.
M Np Y
...............................................................!3-4I%
3ersamaan di tas dapat diselesaikan dengan beberapa tahapan, yaitu:
1. .ari data produksi lapangan, hitunglah nilai underground !it(dra!al + dan
ekspansi minyak "
o.
2. Eenentukan jenis aliran a;uifer, radial atau linear.
3. Bsumsikan radius a;uifer r
a
dan hitung dimensionless radius r
.
.
4. 3lot
"o
+
vs

,
_

"o
e.
M Np Y
pada skala 3artesian, apabila parameter a;uifer
asumsi benar, plot akan berbentuk garis lurus, dengan ) sebagai intercept dan
konstan !ater influ2 ' sebagai slope. .ari asumsi-asumsi r
.
dapat dihasilkan
hasil plot yang berbeda.
- =aris kurva yang terlalu bergerak naik, menandakan bah;a asumsi r
a
terlalu ke&il
- =aris kurva yang bergerak turun menandakan bah;a asumsi r
a
terlalu
besar
- 7urva berbentuk S menandakan bah;a nilai asumsi r
a
mendekati
kebenaran jika !ater infu2 linear diasumsikan.
Gam'ar 3.*9 menunjukan ilustrasi skematis 4avlena 1deh dari metodologi
untuk menentukan a;uifer fitting parameter. #ntuk menentukan harga M
e.
pada
beberapa nilai r
a
8r
e
dapat dilihat pada Gam'ar 3.*1.
Gam'ar 3.*9.
Met&odolo0@ in Determainin0 T&e AAui3er <ittin0 Parameter#
1"

Gam'ar 3.*1.
Har0a Dimen#ionle## 7ater In3lu: Untuk Be'era$a Nilai r
a
?r
e


1"
3.*.3. Recovery Factor
#ntuk menghitung re&overy /a&tor pada perhitungan &adangan dengan
metode material balance, dapat digunakan metode ra>e and 'u&kly:
!i
or !i
#
#
RF

. ................................................................................ !3- 4-%


7eterangan :
$+ ( Recovery fa+tor, /raksi
S
or
( Saturasi minyak sisa, /raksi
S
;i
( Saturasi air mula-mula, /raksi
3.*.,. (lti&e Recovery
'esarnya adangan atau ultimate recovery dapat ditentukan dengan
menggunakan persamaan:
#$ ( ) * $+.......................................................................................!3-46%
dimana:
#$ ( Ultimate recovery
) ( 1123
$+ ( Recovery factor
3.3. Metode ecline %urve
#ntuk menentukan &adangan dengan mengggunakan metode decline
curve harus dipenuhi beberapa syarat, yaitu:
1. 3roduksi telah mengalami penurunan
2. Sumur berproduksi pada kapasitasnya
3. Tidak terjadi perubahan metode produksi
Eenurut Tarek Bhmed, penurunan kurva produksi dipengaruhi oleh tiga
/aktor yaitu :1%. ?aju aliran a;al atau laju aliran pada suatu ;aktu tertentu, 2%.
'entuk kurva, 3%. ?aju !ke&epatan% penurunan. Se&ara umum, decline dapat dibagi
menjadi 3 jenis yaitu (yperbolic decline, e2ponential decline dan (armonic
decline berdasarkan harga eksponen decline-nya atau lebih dikenal dengan CbD.
4arga b berkisar @ sampai dengan 1. 0ika harga b(@ maka disebut sebagai
e2ponential decline, jika harga !@ZbZ1% maka disebut (yperbolic decline dan jika
harga b(1 disebut dengan (armonic decline. #ntuk harga b(@ !e2ponential
decline% dan b(1 !(armonic decline% merupakan kasus yang khusus dan jarang
ditemukan, tipe (yperbolic decline !@ZbZ1% merupakan kasus yang umum.
.e/inisi dari e+sponen decline !b% adalah /ungsi turunan pertama dari loss ratio.
#ntuk menentukan harga e+sponen decline harus mengetahui rate of decline (:),
karena loss ratio merupakan /ungsi invers dari rate of decline. .e/inisi dari rate
of decline !.% adalah perubahan dalam laju relati/ dari produksi per unit ;aktu,
tanda !-% menunjukkan arah slope yang dihadirkan plot antara laju produksi dan
;aktu dari kurva logaritma. Eenentukan harga rate of decline menggunakan
persamaan diba;ah ini :
;
dt
d;
:

,
_


......................................................................,,,,......!3-4F%
.imana :
H ( laju produksi, !ST'8day%
t ( ;aktu, !day%
dH8dt ( perubahan laju produksi terhadap ;aktu, '13.
.e/inisi dari loss ratio !a% adalah /ungsi inverse dari rate of decline.
#ntuk menentukan harga loss ratio menggunakan persamaan diba;ah ini :
a (
(d;1dt)
;

...............................................................................................!3-5@%
.e/inisi dari e+sponen decline !b% adalah /ungsi turunan pertama dari
loss ratio$ #ntuk menentukan harga e+sponen :ecline menggunakan persamaan
diba;ah ini :
b ( -
dt
dt d;
;
d

,
_

8 ..............................................................................................!3-51%
#ntuk menentukan persamaan umum metode decline curve diperoleh dari
persamaan hyperboli& de&line !@ZbZ1%
3.3.1. Beni#/ Beni# ecline %urve
A. E:$onential De%line 'C 9" Menurut Ro'ert 2.T&om$#on D Bo&n D.
7ri0&t"
3ersamaan garis lurus pada kertas semilog dapat ditulis dengan:
; / ;
i
e
-:t
...........................................................................................!3-52%
dimana:
H ( laju produksi pada saat t, '13.
H
i
( laju produksi mula- mula, '13.
e ( bilangan natural !2, -16%
. ( nominal e2ponential decline rate, /raksi8time
t ( ;aktu, hari
3ersamaan !3-4F% merupakan persamaan untuk menentukan besarnya nominal
decline rate !.%. #ntuk menentukan besarnya efe+tif decline rate !.
e
% yaitu sesuai
dengan persamaan diba;ah ini:
i
i
e
;
; ;
:

,,,,,,..,..,,,,,,,....,,...,,..!3-53%
4ubungan antara . dan .
e
ditunjukkan pada persamaan diba;ah ini sebagai
&ontoh diambil ;aktu pada periode t !misal 1 tahun% dan besar H adalah sama
sehingga persamaan !3-52% dan !3-53% dapat disederhanakan menjadi :
; / ;
:t
i
e ;

.
/ ;
i
B ;
i
$:
e
,,,,,,,.,,,,,,,.............!3-54%
:
i
e ;

.
/ ;
i
(# B :
e
)
5ominal decline rate merupakan /ungsi dari efe+tif decline, sehingga :
: / - ln(# B :
e
),,,,,,,,,,..,,,,,,,..,.!3-55%
atau
Efe+tif decline sebagai /ungsi dari nominal decline :
:
e
/ # B e
-:

#ntuk menentukan besarnya kumulati/ produksi minyak pada setiap ;aktu
dapat dilihat dalam persamaan diba;ah :

t
;dt 5p
@
,......................................................................................!3-5I%
Eensubstitusikan persamaan 3-52, untuk harga H :


dt e ; 5p
:t
i
Eengintegralkan,

t
:t i
e
:
;
5p
@

[ ]
@
e e
:
;
5p
:t i


Sehingga menghasilkan :

:
e ; ;
5p
:t
i i

.imana
:t
i
e ; ;


:
; ;
5p
i

,..................................................................................!3-5-%
B. Hyperbolic ecline 9 E ' E1"
Bdanya data-data produksi kumulati/ terhadap ;aktu yang diplot pada
kertas semi-log tidak membentuk garis tegas lurus tapi sebagai gantinya akan
melengkung atau &ekung keatas, situasi ini biasanya dimodelkan dengan
persamaan (yperbolic. .alam kasus tipe ini dikatakan sebagai (yperbolic decline
dengan harga !@ZbZ1%.
3ersamaan (yperbolic decline dapat diuraikan seperti diba;ah ini :
;
dt d;
; C :
b
8
.

( C ;
b
(
dt ;
d;

C (
dt ;
d;
dt ; ;
d;
# b b +

.imana :
7 ( konstanta
#ntuk kondisi a;al :
b
i
i
;
:
C
(
dt ;
d;
# b+

,,..,..,,,,,,,,.........................,,,,!3-
56%
?alu mengintegralkan persamaan !3-5I% :
+

t
i
;
;
# b
t
<
b
i
i
;
d;
$dt
;
:

+

t
i
;
;
#) (b
b
i
i
d; ;
;
t :

+ +
+ +

t
i
;
;
# #) (b
b
i
i
d; ;
# #) (b
#
;
t :
]
;t
;i
b
b
i
i
;
b ;
t :

1

b
i
b
t
b
i
i
; ;
;
t : b


b
i
b
t
b
i
i
;
#
;
#
;
t : b

7edua ruas dikali H
i
b

b
t
b
i
;
;
t :i b
- #
#0 b :
i
t /
b
t
i
;
;

,
_

.imana : a
*
( n (# 0 b :
i
t)
#1b
/
t
i
;
;
a ( n
18*
)ilai rate of decline !.% dapat ditentukan menggunakan rumus :
: (
bt
#
;
;i
b

,
_

,,,,,,.,,,,,,,,,,,,...,.....,.......!3-5F%
Sehingga diperoleh persamaan umum metode decline curve adalah :
b
#
i i
$t) b$: (# ; ;

+
,,,,,,,,,,,......,,..,.,,..,...........!3-
I@%
.imana :
H ( laju produksi pada ;aktu t, !'13.%
H
i
( laju produksi minyak pada saat terjadi decline !initial%, !'13.%
b ( e2ponent decline !turunan pertama dari loss ratio%.
.
i
( initial nominal decline rate, !/raksi8;aktu%
t ( ;aktu, !day%
4arga kumulati/ produksi pada (yperbolic decline didapat dari
mengintegrasikan persamaan rate B time :

t
;dt 5p
@
,,,,,,,,.........................................................................!3-I1%
Eensubstitusikan persamaan !3-I@%, untuk harga H :


+
t
<
#1b
dt b:t) (# ;i 5p
2ntegralkan !b 1 %, menjadi :
t
<
#
b
#
i
i
i
t) b$: (#
b$:
;
#
b
#
#
5p
+
+
+


?alu disederhanakan menjadi :
t
<
b
b #
i
i
i
t) b$: (#
) (b$:
;
# b
b
5p


( )
1
]
1

# t b$: #
#): (b
;
5p b
b #
i
i
i

7emudian substitusikan H
i
b
.H
i
1-b
untuk H
i
, menjadi :
( )
1
]
1

# t b$: #
#): (b
$; ;
5p b
b #
i
i
b #
i
b
i

3indahkan H
i
1-b
ke tanda kurung:
1
]
1

b #
i
b
b #
i
b #
i
i
b
i
; t) b$: (# ;
#): (b
;
5p

3ersamaan a
*
.b
*
( !ab%
*
, dan a
*y
( !a
*
%
y

1
1
]
1

'

b #
i
b #
b
#
i i
i
b
i
; t) b$: (# ;
#): (b
;
5p
dimana harga
b
#
i i
$t) b$: (# ; ;

+ +

[ ]
b #
i
b #
i
b
i
; ;
#): (b
;
5p

,.......................................................................!3-I2%
.engan mengalikan dan membagi persamaan !3-I2% dengan !-1% , maka
hasil persamaan kumulati/ produksi untuk (yperbolic decline adalah :
[ ]
b # b #
i
i
b
i
; ;
b): (
;
5p

1
,.......................................................................!3-I3%
t ( ;aktu, hari
C. Har&onic ecline ' C 1 "
3ada (armonic decline ini penurunan laju produksi persatuan ;aktu
berbanding lurus terhadap laju produksinya sendiri. 'entuk (armonic curve
merupakan bentuk khusus dari bentuk (yperbolic, yaitu untuk harga b ( 1. Se&ara
matematis bentuk persamaan dari (armonic decline dapat ditulis :
$t b: #
;
;
i$
i
+

,..,,,.,,,,,,,,...,,,,,,.....,........!3-I4%
4arga kumulati/ produksi pada (armonic decline didapat dari
mengintegrasikan persamaan rate B time :

t
dt ; 5p
@
.

t
< i
i
dt
t : #
;
5p
( ) dt t : # ; 5p
#
t
<
i i

+
Eengintergralkan variabel yang sama dan menggunakan rumus intergral :

3 2 d2 2 ln
1
t) : (# ln
:
;
5p
i
i
i
+
,..................................................................................!3-I5%
.imana :
;
;
t) : (#
i
i
+
Sehingga persamaan (armoni+ decline untuk kumulati/ produksi adalah :
;
;
ln
:
;
5p
i i

,,,,,.......................................,,,...,....,...!3-II%
7urva penurunan !decline curve% biasanya dikenal ada tiga tipe. 3embagian
setiap kurva tersebut memiliki /ormula matematika yang merupakan karakteristik
dari sebuah de&line &urve. Tipe-tipe ini berupa e2ponential decline, (armonic
decline dan (yperbolic decline. Setiap tipe dari de&line &urve memiliki kelengkun
gan yang berbeda seperti pada Gam'ar 3.**.
Gam'ar 3.**.
Ti0a Ti$e Dari 6ur4a De%line Dalam 6oordinat+ 2emilo0 dan 8o0/lo0
1,"
Ta'el II, meringkas pengembangan hubungan untuk tiga tipe dari kurva
decline yang telah didiskusikan.
Ta'el III/ *.
Per#amaan 6ur4a De%line
*("
3.3.1.1. $!ponent ecline '"
[ #ntuk penentuan jenis CbD terdapat 3 metode yaitu :
A. Metode ,oss Ratio
Brp\s 0.0. !1FF4% mengembangkan teknik ekstrapolasi decline curve
dengan menggunakan Eetode Doss-Ratio !a%. Doss ratio dide/inisikan sebagai laju
produksi pada akhir periode ;aktu produksi dibagi dengan kehilangan produksi
!loss% selama periode tersebut !H8!dH8dt%%, yaitu merupakan kebalikan dari decline
rate dan disajikan dalam bentuk tabulasi untuk keperluan ekstrapolasi dan
identi/ikasi daripada jenis decline curve.
?angkah-langkah perhitungan e2ponen decline !b% dengan metode loss
ratio adalah sebagai berikut:
1. 'uat tabulasi yang meliputi: nomor, ;aktu !t%, Nt, H
o
, NH
o
, a !loss ratio%,
Ra, dan b !e+sponen decline%.
2. #ntuk kolom Rt !month%, perhitungan :
Rt ( t
@
- t
1

3. #ntuk kolom RH !bbl8month%, perhitungan :
RH
n
( H
@
A H
1
4. #ntuk kolom a !loss ratio%, perhitungan :
a
n
( -

,
_

t
H
H
5. #ntuk kolom Na, perhitungan :
Na
n
( a
2
- a
1
I. #ntuk kolom b !e+sponen decline%, perhitungan :
b
n
(
t
a


-. #langi prosedur perhitungan pada langkah 3 sampai langkah I untuk
menghitung data-data selanjutnya.
6. 7emudian untuk penentuan jenis kurva yaitu :
data 6umla(
b

B. Metode -rial and $rror


3enentuan nilai b !e+sponen decline% dengan menggunakan Eetode Erial
and Error, prosedur perhitungannya sebagai berikut:
1. 'uat tabulasi yang meliputi: nomor, ;aktu !t%, Nt, H
o
, NH
o
, . !rate of
decline%, incremental recovery dan )p !produksi kumulati/%.
2. #ntuk kolom Rt !month%, perhitungan :
Rt ( t
@
- t
1

3. #ntuk kolom RH !bbl8month%, perhitungan :
RH
n
( H
@
A H
1
4. #ntuk kolom . !18month%, perhitungan :
.
n
(
H
t
H

,
_

5. #ntuk kolom incremental recovery !bbl%, perhitungan :


!incremental recovery%
n
( !H
o
% !Rt%
I. #ntuk kolom )p !bbl%, perhitungan :
!)p%
n
( !incremental recovery%
n


!)p%
nG1
( !incremental recovery%
n
G !incremental recovery%
1


-. #langi prosedur perhitungan pada langkah 3 sampai langkah I untuk
menghitung data-data selanjutnya.
6. 7emudian ambil harga pada kondisi yaitu :
H
1
!pada a;al produksi% dan t
1
!;aktu mulai produksi% dan H
2
!pada akhir
produksi% dan t
2
!;aktu akhir produksi% kemudian harga N)p !kumulati/
produksi% pada tabulasi.
F. 3erkirakan harga b dengan memplot harga ] dan S diplot ke gra/ik
semilog, !dimana harga estimasi bisa didapat dari kurva .entry pada
Gam'ar 3.*3 dan Gam'ar 3.*,, dimana harga b ini merupakan harga b
a;al untuk perhitungan:
a. ] (
% !
1 2 1
t t ;
5p

dan S (
2
1
;
;
,any time on decline.
atau
b. ] ( !.
i
t% dan S (
2
1
;
;
,any time on decline.
dimana : .
i
(
data jumlah
.
n
Gam'ar 3.*3.
Hu'un0an Antara 8aFu Produk#i Dan 6umulati3 Produk#i.
1,"
Gam'ar 3.*,.
Hu'un0an Antara 8aFu Produk#i Dan 7aktu.
1,"
1@. 4arga b pada langkah F bukanlah harga yang paling fit untuk me;akili titik-
titik data yang sedang dianalisa, maka perlu pertimbangan yaitu mengasumsi
harga b dari @ sampai 1 untuk menghitung harga H yang mendekati H
a&tual.
4itung harga . dan H
!t%
dengan rumus :
0ika nilai b ( @, maka persamaannya:
.
i
(
t
;
;
i
t

,
_

ln
, dan Ht( Hi. e
-..t
, bbl8month.
0ika nilai b dari @.1 sampai @.F, maka persamaannya:
( )
1 2
b
1
2
i
t t b
1
H
H
.

,
_

, /raksi8month
dan
( )
b 8 1
i i !t%
t b. 1 H H

+
,bbl 8 month.
0ika nilai b ( 1, maka persamaannya:
.
i
(
t
;
;
i
t
1

,
_

, H
t
(
t :
;
i
i
. 1+
, bbl 8month.
C. Metode %his+uare)-est G
*
"
Eetode trial and error tidak &ukup untuk menghitung nilai b, maka
digunakan metode F
%
3(i-;uare. 3ada metode ini memperkirakan harga H
o
pada
asumsi berbagai ma&am harga b, dan kemudian menentukan selisih terke&il dari
H
a&tual
dengan H
/ore&ast
yang sudah dihitung sebelumnya. 3rosedur perhitungannya
sebagai berikut :
1. 'uat tabulasi yang meliputi: nomor, ;aktu !t%, Ho actual, kemudian Ho
forecast serta . !rate of decline% dengan berbagai harga b, dan terakhir ]
2
!selisih antara Ho actual dengan Ho forecast%.
2. Bsumsikan harga b mulai @ sampai 1 !b ( @ untuk e+sponential, b ( @,1 A @,F
untuk (yperbolic, b ( 1 untuk (armonic%.
3. 4itung .i dengan perumpamaan :
3ada b ( @, hitung .
i
:
. (
t
t
i
t
H
H
ln

,
_

3ada b ( @.1 A @.F, hitung .


i
:
t
b
t i
n
t b
1 % 8H !H
.


3ada b ( 1, hitung .i :
. (
t
t
i
t
1
H
H

,
_

4. 4itung Ho forecast yaitu :


3ada b ( @, hitung Ho forecast :
H
n
( H
i
e
-..t

3ada b ( @.1 A @.F, hitung Ho forecast :
H
n
( H
i
!1Gb ..t%
-18b

3ada b ( 1, hitung Ho forecast :
H
n
( H
i
!1 G ..t%
-1

dimana untuk harga H
i
( harga Ho a&tual, harga . didapat dari langkah 3 dan harga
dari t ( Rt.
5. 4itung ]
2
!selisih antara Ho actual dengan Ho forecast% dengan menggunakan
rumus 3(i-;uare Eest, seperti persamaan diba;ah ini:
( )
1
]
1

+i
+i /i
]
2
2
n

dimana :
/i ( data laju produksi observasi !aktual%, bbl8month.
+i ( data laju produksi forecast !perkiraan%, bbl8month.
untuk setiap harga dari :
b ( @
( )
1
]
1

+i
+i /i
]
2
2
n

b ( @.1 A @.F
( )
1
]
1

+i
+i /i
]
2
2
n

b ( 1
( )
1
]
1

+i
+i /i
]
2
2
n

I. #langi prosedur perhitungan pada langkah 3 sampai langkah 5 untuk
menghitung data-data selanjutnya.
-. Tentukan Y harga ]
2
yang paling ke&il. 4arga ]
2
yang paling ke&il
menunjukkan kurva yang paling fit untuk me;akili titik-titik data yang sedang
dianalisa dengan harga :
"ksponensial de&line : b ( @
4iperbolik de&line : b T @, b P 1
4armonik de&line : b (1
D. Metode <etko4i%&
4arga b !e+sponen decline% dalam decline curve dapat juga ditentukan dengan
menggunakan metode Fet+ovic(. ?angkah-langkah untuk perhitungan nilai b
dengan menggunakan metode Fet+ovic( adalah sebagai berikut :
1. 'uat tabulasi meliputi: nomor, ;aktu !t%, Nt, H
o
, NH
o
, dan . !rate o/
de&line%.
2. #ntuk kolom Rt !month%, perhitungan :
Gt / t
<
- t
#

3. #ntuk kolom RH !bbl8month%, perhitungan :
G;
n
/ ;
<
B ;
#
4. #ntuk kolom . !18month%, perhitungan :
:
n
/
;
9t
9;

,
_

5. #langi prosedur perhitungan pada langkah 3 sampai langkah 4 untuk


menghitung data-data selanjutnya.
I. 7emudian tentukan harga H
.d
dan t
.d
dengan rumus :
;
:d
(decline curve dimensionless rate) /
;i
;(t)
t
:d
(decline curve dimensionless time) ( :
i
t
dimana :
H!t% ( laju produksi pada ;aktu t, bbl8month.
Hi ( laju produksi a;al, bbl8month.
t ( ;aktu, month.
.
i
( rate of decline, 18time.
(
data 6umla(
:


7emudian harga ] dan S diplot ke gra/ik log-log pada Gam'ar ,.19.
H / ;
:d
(
;i
;(t)

F / t
:d
( :
i
t
sehingga nilai b didapat dari hasil perpotongan antara harga H
.d
dan t
.d.

Gam'ar 3.*).
<un0#i 8aFu Alir Dimen#ionle## Ter&ada$ 7aktu dimen#ionle## a3ter
3etko4i%&"
1,"
3.3.1.*. Rate o3 De%line D"
Setelah mendapatkan nilai b dan jenis kurva decline, langkah selanjutnya
adalah menghitung nilai . !Rate of :ecline%, menggunakan persamaan yang
sesuai dengan jenis :ecline 3urve-nya.
0ika nilai b ( @, maka persamaannya:
:
i
(
t
;
;
ln
t
i

,
_

, fra+si1time....................................................................!3-I-%
0ika nilai b dari @.1 sampai @.F, maka persamaannya:
t
b
t
i
i
bt
#
;
;
:

,
_

, fra+si1time.................................................................!3-I6%
0ika nilai b ( 1, maka persamaannya:
:
i
(
t
#
;
;
t
i

,
_

, fra+si1time .................................................................!3-IF%
3.3.*. (lti&ate Recovery UR"
Ultimate recovery adalah jumlah keseluruhan !kumulati/% minyak yang
akan dapat diproduksikan sampai batas ekonomisnya . .engan demikian ultimate
recovery merupakan jumlah antara kumulati/ produksi minyak yang sudah
diperoleh !
t
)p
% dengan kumulati/ produksi minyak yang akan datang sampai
batas ekonomisnya
( )
a t
)p

. #ntuk penentuan
a t
)p

menggunakan persamaan
yang sesuai dengan tipe :ecline 3urve. 3ersamaan-persamaannya sebagai berikut:
Tipe E2ponential :ecline:
:
;l ;
5p
i
a t

................................................!3--@%
Tipe Iyperbolic :ecline: [ ]
b
l
b
i
i
b
i
a t
; ;
: b
;
5p

1 1
% 1 !
.......................!3--1%
Tipe Iarmonic :ecline:
;l
;
:
;
5p
i i
a t
ln

..........................................!3--2%
Ultimate Recovery !#$% (
t
)p G
a t
)p

....................................................
..................................................................!3--3%
.i mana:
#$ : Ultimate recovery,ST'.
)p
t
: 0umlah antara kumulati/ produksi minyak yang sudah di peroleh,ST'.
)p
t^a
: 7umulati/ produksi minyak yang akan datang sampai batas
ekonomisnya,ST'.
3.3.3. Recovery Factor
Recovery factor adalah angka perbandingan antara hidrokarbon yang dapat
diproduksikan !#$% dengan jumlah minyak mula-mula ditempat dalam suatu
reservoir !)i%, atau dapat ditulis dengan persamaan sebagai berikut :
2 #<< J ..................................................................................!3--4%
.imana :
$+ ( Recovery factor, /raksi
#$ ( Ultimate recovery, ST'
)i ( Original oil in place, ST'
5i
UR
RF