Anda di halaman 1dari 19

BAB III

FORMATION COMPLETION
3.1. Pengertian dan Tujuan Well Comletion
Well Completion adalah pekerjaan tahap akhir atau pekerjaan
penyempurnaan untuk mempersiapkan suatu sumur pemboran menjadi sumur
produksi. Untuk mendapatkan hasil produksi yang optimum dan mengatasi efek
negatif dari setiap lapisan produktif maka harus dilakukan pemilihan metode well
completion yang tepat dan ukuran peralatan yang sesuai untuk setiap sumur. Tidak
ada dua jenis well completion yang sama persis antara sumur satu dengan yang
lainnya, tetapi selalu bervariasi tergantung dari faktor yang dipertimbangkan.
Tujuan dari well completion adalah mengatur aliran fluida dari formasi produktif
dasar sumur ke permukaan sebaik mungkin.
3.!. "eni#$"eni# Formation Comletion
Metoda well completion terbagi atas tiga bagian utama, yaitu bottom hole
(formation) completion, tubing completion dan wellhead completion. ottom hole
completion dapat dilakukan secara open hole completion, perforated casing
completion dan liner completion.
!ada tubing completion diusahakan agar mampu mengangkat fluida yang
telah berada dalam lubang sumur ke permukaan dengan semaksimal mungkin.
Tubing completion berdasarkan jumlah production string yang digunakan dalam
satu sumur, dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu single completion, commingle
completion, dan multiple completion.
Wellhead completion dimaksudkan untuk memberikan keselamatan kerja
pada waktu penggantian atau pemasangan peralatan produksi dibawah permukaan
dan juga berfungsi untuk mengontrol aliran fluida dari sumur.
"ari semua jenis tipe komplesi secara umum, adapun halnya yang akan
dibahas lebih terperinci hanya Bottom hole (Formation) Completion.
3.!.1. Bottom %ole &Formation' Comletion
Merupakan jenis komplesi yang berfungsi untuk memaksimalkan aliran
fluida dari reservoir ke dalam lubang sumur. erdasarkan pemasangan peralatan
dan fungsinya maka formation completion dapat dibagi menjadi beberapa metode
yaitu open hole completion, perforated casing completion dan Liner completion.
3.!.1.1. Oen %ole Comletion
Merupakan metode yang paling sederhana dan paling murah yaitu
dengan membuka seluruh formasi produktifnya, casing dipasang dan disemen di
atas lapisan produktifnya sehingga formasi produktif tidak tertutup secara
mekanis, sehigga aliran fluida reservoir dapat langsung masuk ke dalam lubang
sumur tanpa penghalang. #ambar $.% menunjukkan penampang metode open hole
completion.
Metode ini hanya dipakai untuk formasi yang terkosolidasi dengan baik,
sehingga tidak mudah gugur. Ciri formasinya adalah tebal dan tekanan formasinya
relatif rendah.
"alam mengevaluasi well performance standart yang dipakai ialah !& dari
open hole yang menembus seluruh 'ona atau lapisan produktif dimana tidak ada
gangguan permeabilitas di sekitar lubang sumurnya.
Metoda ini merupakan metoda paling sederhana dan termurah, dimana
casing dipasang hanya sampai puncak formasi produktif (#ambar $.%), sehingga
formasi produktif tidak tertutup secara mekanis. Metoda ini hanya cocok untuk
formasi yang kompak (tidak mudah gugur, harga factor sementasi *m* + sampai
+.+). Misalnya limestone, dimana tidak dikhawatirkan adanya keguguran,
kemudian 'one lapisan produktifnya hanya satu tetapi tebal dan tekanan
formasinya relatif cukup rendah.
#ambar $.%.
,pen -ole Completion
+)
.aktor yang perlu diketahui dan diperhatikan dalam perencanaan open
hole completion adalah kestabilan formasi, dimana hal ini sangat berkaitan dengan
terjadinya keruntuhan lubang bor pada saat operasi dilakukan, baik pemboran
maupun produksi. .aktor/faktor yang berpengaruh terhadap kesetabilan formasi
pada batuan karbonat adalah sementasi batuan dan kekuatan formasi.
A. Per(itungan Rate Produ)#i Pada Full* Penetrating Well
Tingkat kedalaman pemboran sangat berpengaruh terhadap besarnya rate
produksi yang di hasilkan. .ully penetrating well merupakan sumur dimana
pemboran menembus seluruh ketebalan formasi produktif.
Untuk kondisi ini dimana aliran fluida membentuk aliran radial, maka
penentuan rate produksi dengan menggunakan persamaan yang dikemukakan oleh
"arcy, sebagai berikut 0
( )
( )
w e
wf e
r r B
P P kh
q
1 ln
23+ . 4

..................................................................... ($/%)
B. Per(itungan Rate Produ)#i Pada Partiall* Penetrating Well
!artial penetration well merupakan sumur dengan lubang pemboran hanya
mencapai sebagian dari ketebalan formasi produktif sebagaimana terlihat dalam
#ambar $.+.
#ambar $.+.
!artially !enetration Well
3)
Muskat menyatakan bahwa kapasitas produksi pada partially penetration
well adalah berbanding lurus terhadap fraksi penembusan1penetrasi dari ketebalan
total formasi produktif.
Untuk sumur/sumur open hole completion, dimana sumur hanya
menembus sebagian formasinya (partially penetrating wells) seperti ditunjukkan
pada #ambar $.+, maka produktivitas sumur dapat ditentukan sebagai berikut 0
( )
( )
( )
1
]
1

2
52 cos
+
4 %
1 ln
23+ . 4
f
fh
r
r r B
P P khf
q
w
w e
wf e

.................................. ($/+)
dimana 0
f 6 fraksi penetrasi ("1h), tanpa satuan
" 6 jarak kedalaman penetrasi, ft.
!artial penetration well dipengaruhi beberapa faktor sebagai berikut 0
!engaruh coning.
7danya pengaruh coning dalam hubungannya dengan partial penetration akan
menggangu effisiensi pengurasan sumur. #ambar $.+ menunjukkan jenis cone
yang terjadi pada suatu sumur akibat berkurangnya tekanan disekitar sumur.
Cone akan bertambah dengan bertambahnya tekanan drawdown sumur.
Tekanan drawdown maksimum tanpa menyebabkan air masuk ke dalam sumur
dapat diperkirakan dengan rumus 0
!
ma8
6 2.9$$ (
w
:
o
) h
ma8
................................................................ ($/$)
!engaruh berkurangnya tekanan dasar sumur (!
wf
).
Tekanan dasar sumur pada partially penetrating adalah lebih kecil dari pada
kondisi totally penetration.
!engaruh skin damage.
7danya perubahan aliran fluida secara radial menjadi spherical karena
pengaruh partial penetration ini akan menyebabkan bertambahnya pressure
drop disekitar lubang bor yang dinyatakan dengan e8tra skin faktor. Menurut
rons dan Marting, besarnya pseudo skin dapat ditentukan dan merupakan
fungsi dua parameter, yaitu fraksi penetrasi (b) dan perbandingan ketebalan
lapisan produktif terhadap jari/jari sumur, atau 0
produktif formasi total ketebalan
penembusan eral total
b
int

sumur !ari !ari


produktif lapisan ketebalan
r
h
w

;enis komplesi sangat cocok diterapkan pada reservoir solution gas drie.
!emakaian open hole completion pada suatu formasi mempunyai beberapa
keuntungan dan kelemahan.
eberapa keuntungan metoda open hole completion adalah 0
%. <aju produksi dapat mencapai harga maksimum, karena diameter lubang
sumur yang terbuka adalah lebar didepan formasi produktifnya.
+. =umur mudah dilakukan pemboran yang lebih dalam saat workover.
$. Tidak memerlukan biaya perforasi dan mengurangi kerusakan formasi.
9. !enggantian sistem komplesi mudah dilakukan, seperti memasang liner atau
perforated completion.
>. &ntepretasi log memberikan hasil yang cukup baik.
=edang kelemahan open hole completion adalah sebagai berikut 0
%. !roduksi air dan gas sulit dikontrol.
+. =umur lebih banyak memerlukan pekerjaan workover atau clean/out.
$. =ukar dilakukan stimulasi secara selektif.
9. !emasangan casing dilakukan dengan cara coba/coba sebelum pemboran
terhadap formasi produktif.
3.!.1.!. Per+orated Ca#ing Comletion
"alam metoda ini casing produksi dipasang menembus formasi produktif
dan disemen. =elanjutnya dilakukan perforasi pada interval/interval yang
diinginkan. "engan adanya casing, maka formasi yang mudah gugur dapat
ditahan. Metoda ini banyak diterapkan pada sumur/sumur dengan formasi
produktif kurang kompak dan banyak fracture atau porositas bergoa, yang dapat
menyebabkan keruntuhan formasi. Untuk komunikasi antara formasi produktif
dengan lubang sumur dilakukan perforasi sebagai saluran masuknya minyak ke
lubang sumur. !erforated casing completion umumnya digunakan pada formasi/
formasi dengan faktor sementasi (m) lebih kecil dari %.4.
!erforated casing completion merupakan metode completion yang paling
umum diterapkan dilapangan minyak, karena adanya beberapa faktor yang
menguntungkan, yaitu0
%. Memberikan kemungkinan paling baik untuk pekerjaan/pekerjaan yang akan
datang (workover dan stimulasi sumur).
+. Memungkinkan memproduksi beberapa 'ona secara bersama/sama melalui
tubing yang terpisah.
$. ?ona/'ona dapat distimulasi secara selektif.
9. Memungkinkan pemboran melalui 'ona produktif untuk pemasangan casing
jika diperlukan.
>. 7danya keruntuhan formasi dapat ditahan oleh casing.
"alam metoda perforated casing completion ini, terlebih dahulu harus
dipahami mengenai teknik perforasi, interval perforasi, pressure drop pada
perforasi dan pemilihan jenis perforator yang sesuai agar pekerjaan ini berhasil
dengan baik.
A. Te)ni) Per+ora#i
!ada umumnya teknik perforasi secara konvensional dilakukan dengan
menggunakan wireline, dimana kedalaman perforator ditentukan dengan
mengukur panjang kabel dan penyalaannya dilakukan dipermukaan. =elama
pengerjaan diperlukan lumpur bor untuk mengimbangi tekanan sumur agar tidak
terjadi blow out. "isini ada dua macam perforasi yang umum, yaitu perforasi
overbalance dan perforasi underbalance.
%. !erforasi ,verbalance
Teknik perforasi ini dilakukan pada kondisi dimana tekanan dasar sumur lebih
besar dari tekanan formasi, sebagaimana ditunjukkan pada #ambar $.$. "ari
hasil penelitian diketahui bahwa cara ini tidak menguntungkan, dikarenakan
lubang hasil perforasi akan tersumbat oleh partikel/partikel, seperti lumpur
dan serpih pecahan batuan sebagai akibat aliran fluida pemboran dari lubang
sumur ke dalam formasi pada saat pelubangan. -al ini terjadi karena tekanan
dasar sumur lebih tinggi dari tekanan formasi, sehingga pada saat sumur
diproduksikan, aliran fluida akan terhalang oleh partikel padatan yang
menyumbat lubang perforasi.
+. !erforasi Underbalance
!erforasi underbalance merupakan kebalikan dari teknik perforasi
overbalance, yaitu tekanan dasar sumur lebih kecil dari tekanan formasi. !ada
dasarnya secara teknik perforasi teknik underbalance dapat digolongkan
menjadi dua metoda, yaitu metoda wireline dan tubing conveyed (#ambar
$.9).
#ambar $.$.
Metoda !erforasi ,verbalance
%@)
#ambar $.9.
Metoda !erforasi Underbalance
%@)
Aarena perforasi dilakukan pada tekanan formasi lebih tinggi dari tekanan
dasar sumur, maka saat setelah perlubangan akan terjadi aliran fluida kedalam
sumur, dimana aliran ini akan membersihkan lubang perforasi dari pecahan
batuan, semen dan padatan lumpur pemboran.
B. Penentuan Inter,al Per+ora#i
!enentuan interval perforasi dimaksudkan untuk mendapatkan suatu posisi
dan panjang rangkaian perforasi optimum yang memberikan laju produksi
maksimum tanpa ikut terproduksinya air dan gas. Chierici menggunakan model
potentiometric dalam mencari hubungan antara laju produksi kritis dengan
parameter/parameter reservoir serta produksi untuk menentukan interval perforasi
serta posisinya.
7nggapan/anggapan atau asumsi yang digunakan dalam perhitungan
Chierici ini adalah sebagai berikut 0
Beservoir homogen.
Aontak antar muka fluida adalah hori'ontal pada kondisi statik.
!engaruh tekanan kapiler diabaikan.
.luida reservoir bersifat incompressible.
Colume aDuifer terbatas dan tidak memiliki kontribusi sebagai mekanisme
dorong reservoir.
#as cap berkembang dengan kecepatan yang relatif kecil, sehingga gradient
potensialnya diabaikan.
<aju produksi minyak yang melalui sumur produksi tidak boleh melebihi harga 0
( ) h h f r
B
k h
"
cw b #e
o o
h wo
w oc
, , %2 24$ . $
+
$
,

1
]
1




.......................... ($/9)
( ) h h f r
B
k h
"
cg b #e
o o
h og
g oc
, , %2 24$ . $
+
$
,

1
1
]
1




........................... ($/>)
dimana 0
E
oc,w
6 laju produksi maksimum sebelum terjadi water coning, stb1hari
E
oc,g
6 laju produksi maksimum sebelum terjadi gas coning, stb1hari

wo
6 selisih berat jenis air/minyak, gr1cc

og
6 selisih berat jenis minyak/gas, gr1cc
k
h
6 permeabilitas horisontal, m"
kv 6 permeabilitas vertikal, m"

o
6 viskositas minyak, cp

o
6 faktor volume formasi minyak, bbl1stb
r
"e
6 parameter jari/jari pengurasan, ft 6
) 1 ( 1
h e
k k h r
f
b
6 fraksi total kolom minyak yang dikomplesi
h
cg
6 jarak dari batas gas/minyak ke puncak interval perforasi, ft
h
cw
6 jarak dari batas air/minyak ke dasar interval perforasi, ft
h 6 total ketebalan kolom minyak, ft.
erdasarkan persamaaan ($/9) dan ($:>), maka bila laju produksi minyak
(E
o
) lebih besar dari (E
oc,w
) akan terjadi water coning sehingga akan menyebabkan
terproduksinya air. "emikian pula bila E
o
lebih besar dari E
oc,g
maka akan terjadi
gas coning yang akan menyebabkan terproduksinya gas. 7gar tidak terjadi coning
secara simultan, maka E
o
harus memenuhi persamaan 0
E
o
E
ow
dan E
o
E
og
........................................................................ ($:@)
"engan diketahuinya harga/harga r
e
, h, k
h
, k
v,

o
, r
w
, r
e
, F
o
dan
o
, maka
dengan menggunakan bantuan #ambar $.> dapat ditentukan interval perforasi dan
posisinya dengan prosedur sebagai berikut 0
a. -itung harga r
"e
.
b. Tentukan harga
og
1
ow
.
c. Misalkan kemungkinan harga f
b
.
d. "engan menggunakan salah satu #ambar $.> yang sesuai dengan harga r
"e
,
salah satu dari beberapa kemungkinan harga f
b
, dan harga
og
1
ow
, maka
akan diperoleh harga .
7pabila terdapat aDuifer dan gas cap, maka kondisi maksimum laju produksi
kritis secara teoritis adalah memenuhi kondisi berikut 0
E
optimum
6 E
oc,g
6 E
oc,w
e. -itung harga/harga E
optimum
dengan persamaan ($/9) dan ($/>) dengan
menggunakan harga/harga yang telah diperoleh pada langkah d.
f. "engan mengetahui kemampuan sumur pada berbagai interval perforasi, maka
dari berbagai harga E
optimum
yang telah dihitung pada langkah e dapat
ditentukan harga E
optimum
yang sesuai atau laju kritis yang sesuai dari sumur
yang bersangkutan.
g. "ari harga E
optimum
yang diperoleh pada langkah f, maka harga f
b
untuk
sumur yang bersangkutan dapat diketahui, sehingga harga/harga berikut
ini diperoleh 0
b 6 f
b
h 6 panjang interval perforasi
h
cg
6 d
g
h 6 jarak antara batas gas/minyak sampai puncak perforasi
h
cw
6 h : b : h
cg
6 jarak antara batas air/minyak, sampai dasar perforasi.
#ambar $.>.
Aurva .ungsi Terhadap r
"e
Untuk Menentukan &nterval !erforasi
3)
C. Pre##ure -ro Per+ora#i
Carl #ranger dan Aermit rown menggunakan analisa nodal untuk
mengevaluasi penurunan tekanan (pressure drop) yang melalui lubang perforasi,
pada berbagai harga density perforasinya. 7nalisa nodal ini, diterapkan untuk
standart perforated well, dengan menganggap perforated hole turun sebesar 52
o
dan tidak terjadi adanya damage 'one disekeliling lubang bor.
7nggapan/anggapan lain yang digunakan dalam mengevaluasi pressure
drop melalui lubang perforasi ini adalah 0
%. permeabilitas dari crushed 'one atau compact 'one adalah 0
+. %2G dari permeabilitas formasi, apabila diperforasi dengan tekanan
overbalanced (tekanan hidrostatik dalam lubang bor lebih besar dari pada
tekanan formasi).
a. 92G dari permeabilitas formasi, apabila diperforasi dengan tekanan
underbalanced (tekanan hidrostatik dalam bor lebih kecil dari pada
tekanan formasi).
$. Aetebalan crushed 'one adalah H inchi.
9. &nfinite reservoir, sehingga !
wfs
tetap pada sisi dari compact 'one. ;adi pada
closed outer boundary, konstanta :I pada persamaan "arcy dihilangkan.
>. Untuk mengevaluasi pressure drop melalui lubang perforasi digunakan
persamaan dari ;ones, lount dan #al'e.
!ersamaan yang digunakan untuk open perforation drop sumur/sumur
minyak, yaitu 0
!
wfs
: !
wf
6 aD
+
J bD 6 !................................................................... ($/4)
7tau 0
q
k L
r
r
B
q
L
r r
B
P
p p
p
e
o o
p
c p
o o
1
1
1
1
1
]
1

,
_

+
1
1
]
1

,
_

$
+
+
%9
%2 23 . 4
ln
% %
%2 $2 . +
........... ($/3)
dimana 0

o
6 faktor volume formasi, bbl1stb

o
6 densitas minyak, lb1cuft
<
p
6 perforation length, ft
k
p
6 permeabilitas compact 'one, m" (k
p
6 2.% k formasi, jika overbalance
dan k
p
6 2.9 k formasi jika kondisi underbalanced)
r
p
6 jari/jari lubang perforasi, ft
r
c
6 jari/jari compacted 'one, ft (r
c
6 r
p
J 2.> inch)

o
6 viskositas minyak, cp.
-. "eni# Per+orator
;enis perforator ada dua macam, yaitu bullet perforator dan shape charge
(jet) perforator.
%. ullet (#un) !erforator
#ambar $.@ memperlihatkan bentuk irisan melintang dari gun perforator.
#un body terdiri dari silinder panjang yang terbuat dari besi, sejumlah gun
ditempatkan pada gun body dengan interval tertentu. Masing/masing gun berisi
sebuah *bullet* (peluru) yang terbuat dari baja.
#ambar $.@.
entuk &risan Melintang =uatu #un !erforator
+)
Bangkaian gun body yang berisi beberapa gun diturunkan ke dalam sumur
dengan bantuan wire line. Melalui wire line arus listrik dialirkan dari permukaan
menuju igniter (penyala1pematik api) untuk menyalakan propellant (bahan
pembakar) yang terdapat di dalam catridge tube (tempat peluru). Terbakarnya
propellant disertai dengan timbulnya ledakan yang mampu melontarkan bullet
dengan kecepatan yang sangat tinggi, hingga dapat menembus casing, semen dan
formasi yang ditargetkan. Tembakan gun dapat dilakukan secara satu per satu atau
secara serentak. !roses perforasi dengan gun perforator dapat dilihat pada #ambar
$.4.
#ambar $.4.
!roses !erforasi "engan #un !erforator
+)
erikut beberapa keuntungan penggunaan bullet perforator 0
Kkonomis untuk interval perforasi kecil.
"apat menimbulkan rekahan pada formasi, sehingga dapat memperbesar
permeabilitas didepan lapisan produktifnya.
<ubang yang dihasilkan bulat, sehingga apabila sewaktu/waktu diperlukan
dapat disumbat dengan klep bola.
!ada formasi yang lunak, lubang yang dihasilkan lebih dalam dibandingkan
dengan jet perforator.
esarnya *stand off* (jarak perforator dengan casing) tidak begitu
berpengaruh terhadap kekuatan penembusan.
=edangkan kerugian dari penggunaan gun perforator adalah0
Tidak dapat digunakan untuk formasi bertemperatur tinggi (lebih dari +>2
o
.).
!ada lapisan tipis, terbentuknya rekahan dapat menyebabkan ikut terproduksinya
air ataupun gas.
Aurang baik untuk casing yang berlapis/lapis dan formasi yang keras, juga
jenis ini tidak dapat digunakan untuk perforasi pada permanent type
completion, karena tidak dapat diturunkan melalui tubing (diameternya lebih
besar dari diameter tubing).
+. ;et !erforator
!rinsip kerja jet perforator berbeda dengan bullet perforator. "isini bukan
gaya e8plosive (bahan peledak berkekuatan besar1propellant) yang
melontarkan bullet, melainkan e8plosivenya sendiri yang diarahkan oleh
bentuk e8plosive charge menjadi arus berkekuatan besar ke sasaran yang telah
ditentukan. !roses perforasi dengan menggunakan jet perforator dapat dilihat
pada #ambar $.3.
#ambar $.3.
!roses !erforasi "engan ;et !erforator
+)
"alam hal ini liner (penyekat) dan case (tempat bahan peledak) yang
hancur akibat ledakan e8plosive, akan menyatu dengan arus jet berkekuatan tinggi
(t $222 feet1detik) dan secara bersama/sama menembus casing, semen dan
lapisan produktif yang telah ditargetkan. Masuknya pecahan liner dan case yang
terbawa oleh arus jet (disebut dengan carrot) ke dalam lapisan produktif dapat
menutup perforasi yang telah dibuat. Tetapi disain jet perforator yang baru mampu
mengatasi masalah seperti ini.
;et perforator ada yang diturunkan pada alat retrievable (yang dapat
diambil kembali) seperti halnya gun perforator, ada pula yang setelah penembakan
dapat hancur dengan sendirinya. eberapa keuntungan penggunaan jet perforator
adalah sebagai berikut 0
"apat digunakan untuk formasi dengan temperatur tinggi, yaitu hingga 922
o
..
Tidak menimbulkan rekahan yang besar pada semen dan formasi, sehingga
terproduksinya air dapat dicegah.
<ebih murah untuk interval perforasi yang panjang karena dapat menghasilkan
lubang yang banyak untuk sekali pengoperasian.
!enembusan pada formasi yang keras lebih baik dari pada gun perforator.
Cocok untuk perforasi pada permanent type completion, karena dapat
diturunkan melalui tubing (diameternya lebih kecil dari pada diameter tubing).
Aerugian jet perforator adalah sebagai berikut 0
Bekahan yang dihasilkan kecil, sehingga tidak dapat menaikkan harga
permeabilitas pada lapisan yang tebal.
Aarena lubang yang dihasilkan runcing/runcing dibagian dalam dan
tidak bulat, maka klep/klep bola tidak dapat digunakan untuk menutupnya
bila diperlukan.
=tand off (jarak perforator dengan casing) yang besar akan mengurangi
kecepatan jet.
3.!.1.3. Liner Comletion
Metoda ini biasa digunakan untuk formasi produktif dengan faktor
sementasi antara %.9 sampai %.4. <iner completion dapat dibedakan menjadi dua
berdasarkan cara pemasangan linernya, yaitu screen liner completion dan
perforated liner completion.
%. =creen <iner Completion
"alam metoda ini casing dipasang sampai puncak dari lapisan1'ona
produktif, kemudian liner dipasang pada formasi produktif yang dikombinasikan
dengan screen, sehingga pasir yang terproduksi tertahan oleh screen. Aomplesi
jenis ini ditunjukkan pada #ambar $.5 (a).
Aeuntungan screen liner completion adalah sebagai berikut 0
%. .ormation damage selama pemboran melewati 'ona produktif dapat dikurangi
karena tidak dilakukan penyemenan.
+. !engurangan biaya karena tidak perlu memasang production casing sampai
permukaan dan tidak melakukan perforasi.
$. "apat disesuaikan dengan cara khusus untuk mengontrol pasir.
9. !ekerjaan pembersihan lubang dapat dihindarkan.
Aerugian screen liner completion adalah sebagai berikut 0
%. !roduksi air dan gas sulit dikontrol.
+. =timulasi tidak dapat dilakukan secara selektif.
$. Big time bertambah dengan digunakannnya cable tool.
9. =umur tidak mudah ditambah kedalamannya.
>. .luida tidak mengalir dengan diameter penuh.
(a) (b)
#ambar $.5
<iner Completion
+)
(a) =creenliner completion L (b) !erforatedliner completion
+. !erforated <iner Completion
"alam metoda ini casing dipasang sampai di atas 'ona produktifnya,
kemudian disambung dengan casing liner yang disemen dan diperforasi. ;enis
komplesi ini diperlihatkan pada #ambar $.5 (b).
Aeuntungan metoda perforated liner completion adalah sebagai berikut 0
%. !roduksi gas atau air dapat dikontrol.
+. =timulasi dapat dilakukan secara selektif.
$. =umur dapat ditambah kedalaman dengan mudah.
Aerugian metoda perforated liner completion adalah sebagai berikut 0
%. .luida mengalir kelubang sumur tidak dengan diameter penuh.
+. &nterpretasi log kritis, karena perlu dilakukan gamma ray log agar tidak salah
memilih lapisan pasir dan menghindari 'ona sub margin pada saat akan
dilakukan perforasi.
$. !enyemenan liner sulit dilakukan.
9. 7da tambahan biaya untuk perforasi, penyemenan dan rig time.