Anda di halaman 1dari 5

Sedimentasi Pada Industri Kertas

16.52

Hima Tekkim Unnes
Sedimentasi adalah salah satu operasi pemisahan campuran padatan dan cairan (slurry)
menjadi cairan beningan dan sludge (slurry yang lebih pekat konsentrasinya), Pemisahan dapat
berlangsung karena adanya gaya gravitasi yang terjadi pada butiran tersebut. Proses sedimentasi dalam
industri kimia banyak digunakan ,misalnya pada proses pembuatan kertas dimana slurry berupa bubur
selulose yang akan dipisahkan menjadi pulp dan air, proses penjernihan air (water treatment),dan
proeses pemisahan buangan nira yang akan diolah menjadi gula.

Proses sedimentasi dalam dunia industri dilakukan secara sinambung dengan
menggunakan alat yang dikenal dengan nama thickener,sedangkan untuk skala laboratorium
dilakukan secara batch. Data-data yang diperoleh dari prinsip sedimentasi secara batch dapat
digunakan untuk proses yang sinambung (Fourst, 1980).
Pabrik kertas menghasilkan limbah cair yang mengandung logam berat jenis Hg dan
Cu. Limbah cair tersebut berupa bubur kertas encer yang apabila dibuang sembarangan akan
mengakibatkan pencemaran lingkungan.Bahan kimia dalam air limbah pabrik kertas seperti
sulfite, fenol, klorin, metal merkaptan sangat membahayakan kehidupan biota perairan, dapat
mengendap ke dasar perairan dan mengganggu keseimbangan dan kelestarian kehidupan
perairan. Tingginya kebutuhan oksigen untuk menguraikan limbah pabrik kertas akan
menurunkan kadar oksigen terlarut (DO) dalam air dan dapat menyebakan kondisi anoksik di
perairan, sehingga tidak dapat dihuni lagi oleh biota alami.
Industri kertas menggunakan air dalam jumlah yang sangat besar, sehingga dapat
mengancam keseimbangan air pada lingkungan sekitarnya karena akan mengurangi jumlah
air yang diperlukan makhluk perairan sungai dan mengubah suhu air. Limbah pabrik kertas
dapat menyebabkan kelainan reproduktif pada plankton dan invertebrate yang menjadi
makanan ikan serta kerang-kerangan. Sludge pabrik kertas yang dibuang ke Kali
menimbulkan pendangkalan sungai dan membunuh tumbuhan air di tepi sungai karena
tumbuhan tersebut tertutupi oleh lapisan bubur kertas. Limbah sludge tersebut mestinya tidak
dibuang ke sungai bersama air limbah tetapi diendapkan dan dikeringkan untuk kemudian
dibuang secara sanitary land fill atau dibakar agar tidak mencemari tanah, air dan udara.
Sludge pabrik kertas sebenarnya dapat di tangani dengan cara air limbah tersebut
diendapkan terlebih dahulu dan kemudian dikeringkan untuk selanjutnya dibuang secara
sanitary land fill atau dibakar agar tidak mencamari tanah, air dan udara. Ada juga Limbah
pabrik kertas dapat didaur ulang menjadi karton yang memiliki nilai jual tinggi.Karton hasil
pengolahan limbah pabrik kertas ini disebut dengan kertas gembos. Proses pembuatannya
relative sederhana. Sludge dan kertas pemulung diproses menjadi bubur kertas. Kemudian
dicetak menjadi lembaran dengan ukuran 66 x 78 cm. Setelah itu, dijemur di bawah terik
matahari selama empat jam.Kemudian dihaluskan dengan rol kalender.Kemudian di pak
dengan berat 25 kg.Hal ini tentu saja terasa lebih bernilai ekonomis serta dapat mengurangi
dampak terhadap lingkungan.
Pencemaran lingkungan yang disebabkan industri kertas antara lain :
Membunuh ikan, kerang dan invertebrata akuatik lainnya
Memasukkan zat kimia karsinogen dan zat pengganggu aktivitas hormon ke dalam
lingkungan
Menghabiskan jutaan liter air tawar
Menimbulkan risiko terpaparnya masyarakat oleh buangan zat kimia berbahaya dari
limbah industri yang mencemari lingkungan.
Zat pencemar dari proses pembuatan kertas yang berpotensi mencemari lingkungan
Limbah cair industri pulp and paper tersebar ke seluruh ekosistem di
sekitarnya.Dalam percobaan laboratorium, efluen industri kertas menyebabkan
penyimpangan reproduktif pada zooplankton dan invertebrata yang merupakan prey dari ikan
serta kerusakan genetik dan reaksi sistem kekebalan tubuh pada ikan.Hal ini menyebabkan
penurunan keanekaragaman hayati sungai dan berkurangnya sumber pangan hewani
masyarakat di sekitar sungai.
Sebagian besar industri kertas menggunakan pemutih yang mengandung klorin.
Klorin akan bereaksi dengan senyawa organik dalam kayu membentuk senyawa toksik
seperti dioksin. Dioksin ditemukan dalam proses pembuatan kertas, air limbah (efluen),
bahkan di dalam produk kertas yang dihasilkan (Alfyan, 2012).
Pembuatan kertas merupakan proses yang melibatkan beberapa langkah dalam membuat
perubahan pada kayu hingga akhirnya menjadi kertas. Industri kertas juga merupakan industri
manufaktur besar yang juga tentunya memiliki proses pengolahan limbah. Indutsri pulp dan kertas
berusaha untuk meminimalisasi dampak limbah industri dengan cara mengusahakan penggunaan air
secara efektif dan juga menggunakan proses modeling dan teknologi kidney dalam proses pengolahan
air internal. Anak sungai yang dihasilkan dari penggilingan pulp dan kertas mengandung material padat.
Dan metode utama yang digunakan untuk menyingkirkan material tersebut adalah penyaringan,
klarifikasi, dan flotasi. Metode yang dipilih tergantung dari karakter material padat yang dihasilkan oleh
limbah industri tersebut.
Proses sedimentasi pada industri kertas merupakan teknologi paling sederhana dan
paling ekonomis dalam memisahkan substansi padat dari limbah cair. Efisiensi yang tinggi
dapat dicapai pada proses pengolahan anak sungai ketika material padat disaring sebelum
menuju anak sungai dan dialirkan menuju tangki sedimentasi. Peralatan sedimentasi berupa
lintasan berbentuk lamella biasanya sering digunakan untuk mengelola limbah industri kertas,
khususnya pada aliran limbah dengan konsentrasi serat yang tinggi dan logam berat seperti
Cu dan Hg (Euni, 2013).
Lamella Classifier merupakan teknologi sedimentasi yang terkemuka, ekonomis, dan
hemat lahan. Alat ini terbuat dari baja tahan karat yang pada umumnya berfungsi untuk
penjernihan dan mendaur ulang air, serta memisahkan partikel dan kekeruhan dari air kotor
(Lawrence dkk, 2005).
Sistem Lamella Classifier terdiri dari serangkaian incline plate yang dipasang dengan
sudut kemiringan 600 yang tersusun berjajar dan berfungsi untuk membentuk ruangan atau
sel sel sedimentasi yang terpisah di tiap pasang plat yang saling berdekatan. Selsel ini
merupakan faktor bertambahnya luas area sedimentasi yang sebanding dengan jumlah plat
yang digunakan sehingga seluruh flok yang terbentuk pada unit flokulasi akan terendapkan di
permukaan incline plate.
Air dialirkan melalui bagian bawah incline plate, perlahan air mengalir ke atas,
kemudian gumpalan flok akan jatuh menempel pada bagian bawah tiap plat sedangkan air
yang terolah mengalir keatas dan meluber menuju saluran weir yang akan mengalir menuju
outlet tangki sedimentasi.
Gumpalan dari kumpulan flok flok yang menempel pada plat akan semakin banyak
dan berat sehingga dapat meluncur kebawah pada permukaan plat yang miring. Selanjutnya
kompulan flok mengendap secara gravitasi menuju dasar tangki sedimentasi.
Lumpur flok yang telah terbentuk secara periodik dibuang dengan membuka katup
penguras (sludge drain) pada bagian bawah tangki sedimentasi. Direkomendasikan dilakukan
pengeluaran lumpur secara kontinu yang tergantung pada pada beban suspended solid, untuk
meningkatkan keefektifan volume zona pengendapan. Selama periode air baku dengan
kekeruhan rendah, sebagian lumpur yang terbentuk dikembalikan pada tangki flokulasi-
koagulasi untuk meningkatkan efisiensi sistem (Aquarion, 2003).

Lamella Separator
http://www.himprotekkimunnes.com/2013/10/sedimentasi-pada-industri-kertas.html
PROSES PEMISAHAN ZAT

Dalam Kimia dan teknik kimia, proses pemisahan digunakan untuk mendapatkan dua atau
lebih produk yang lebih murni dari suatu campuran senyawa kimia.
Sebagian besar senyawa kimia ditemukan di alam dalam keadaan yang tidak murni.
Biasanya, suatu senyawa kimia berada dalam keadaan tercampur dengan senyawa lain. Untuk
beberapa keperluan seperti sintesis senyawa kimia yang memerlukan bahan baku senyawa kimia
dalam keadaan murni atau proses produksi suatu senyawa kimia dengan kemurnian tinggi, proses
pemisahan perlu dilakukan. Proses pemisahan sangat penting dalam bidang teknik kimia. Suatu
contoh pentingnya proses pemisahan adalah pada proses pengolahan minyak bumi. Minyak bumi
merupakan campuran berbagai jenis hidrokarbon. Pemanfaatan hidrokarbon-hidrokarbon penyusun
minyak bumi akan lebih berharga bila memiliki kemurnian yang tinggi. Proses pemisahan minyak
bumi menjadi komponen-komponennya akan menghasilkan produk LPG, solar, avtur, pelumas, dan
aspal.
Secara mendasar, proses pemisahan dapat diterangkan sebagai proses perpindahan massa.
Proses pemisahan sendiri dapat diklasifikasikan menjadi proses pemisahan secara mekanis atau
kimiawi. Pemilihan jenis proses pemisahan yang digunakan bergantung pada kondisi yang dihadapi.
Pemisahan secara mekanis dilakukan kapanpun memungkinkan karena biaya operasinya lebih
murah dari pemisahan secara kimiawi. Untuk campuran yang tidak dapat dipisahkan melalui proses
pemisahan mekanis (seperti pemisahan minyak bumi), proses pemisahan kimiawi harus dilakukan.
Proses pemisahan suatu campuran dapat dilakukan dengan berbagai metode. Metode
pemisahan yang dipilih bergantung pada fasa komponen penyusun campuran. Suatu campuran
dapat berupa campuran homogen (satu fasa) atau campuran heterogen (lebih dari satu fasa). Suatu
campuran heterogen dapat mengandung dua atau lebih fasa: padat-padat, padat-cair, padat-gas,
cair-cair, cair-gas, gas-gas, campuran padat-cair-gas, dan sebagainya. Pada berbagai kasus, dua
atau lebih proses pemisahan harus dikombinasikan untuk mendapatkan hasil pemisahan yang
diinginkan.
Untuk proses pemisahan suatu campuran heterogen, terdapat empat prinsip utama proses
pemisahan, yaitu:
a) Sedimentasi
Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material yang ditransport oleh media air,angin, es,
atau gletser di suatu cekungan. Delta yang terdapat di mulut-mulut sungai adalah hasil dan proses
pengendapan material-material yang diangkut oleh air sungai, sedangkanbukit pasir (sand dunes)
yang terdapat di gurun dan di tepi pantai adalah pengendapan dari material-material yang diangkut
oleh angin.
b) Flotasi
Flotasi adalah suatu proses pemisahan mineral secara kimia-fisika berdasarkan pada sifat
permukaan mineral yang tidak bisa dibasahi oleh air (hidrophobic) maupun yang bisa dibasahi air
(hidrophilic) dengan bantuan gelembung udara pada bidang batas antara fase padat, cair dan gas.
Keberhasilan flotasi sangat ditentukan oleh ketepatan penggunaan reagen yang digunakan, baik
jumlah maupun jenisnya. Reagen flotasi ditambahkan pada tahap penyesuaian ("conditioning")
dengan tujuan menciptakan suatu pulp yang kondisinya sesuai agar pada saat dilakukan flotasi
mineral-mineral yang diinginkan dapat mengapung sebagai konsentrat dan mineral-meneral yang lain
tetap tinggal/mengendap sebagai tailing (Wills, 1979).
c) Sentrifugasi
Sentrifugasi adalah pemisahan dengan menggunakan gaya putaran atau gaya sentrifugal. Partikel
dipisahkan dari liquid dengan adanya gaya sentrifugal pada berbagai variasi ukuran dan densitas
campuran larutan. Peralatan sentrifugasi terdiri dari :
pengendapan sentrifugal/centrifugal settling
- tubular : pemisahan liquid-liquid emulsion
- disk bowl : pemisahan liquid-liquid
filtrasi sentrifugal
gaya sentrifugal digunakan untuk mendapatkan perbedaan tekanan sehingga slurry dalam filter akan
mengalir ke penyaring.
pada operasi sentrifugasi dengan cara pengendapan, kecepatan pengendapan dipengaruhi oleh :
kecepatan sudut () disamping faktor-faktor lain seperti pada perhitungan kecepatan sedimentasi.
laju alir volumetrik umpan dipengaruhi oleh kecepatan sudut (), diameter partikel (Dp), densiti
partikel dan cairan, viskositas dan diameter tabung centrifuge.
d) Filtrasi
Filtrasi atau penyaringan merupakan metode pemisahan untuk memisahkan zat padat dari cairannya
dengan menggunakan alat berpori (penyaring). Dasar pemisahan metode ini adalah perbedaan
ukuran partikel antara pelarut dan zat terlarutnya. Penyaring akan menahan zat padat yang
mempunyai ukuran partikel lebih besar dari pori saringan dan meneruskan pelarut.
Proses filtrasi yang dilakukan adalah bahan harus dibuat dalam bentuk larutan atau berwujud cair
kemudian disaring. Hasil penyaringan disebut filtrat sedangkan sisa yang tertinggal dipenyaring
disebut residu. (ampas).
Metode ini dimanfaatkan untuk membersihkan air dari sampah pada pengolahan air, menjernihkan
preparat kimia di laboratorium, menghilangkan pirogen (pengotor) pada air suntik injeksi dan obat-
obat injeksi, dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula. Penyaringan di laboratorium
dapat menggunakan kertas saring dan penyaring buchner. Penyaring buchner adalah penyaring yang
terbuat dari bahan kaca yang kuat dilengkapi dengan alat penghisap.
http://kimiarif.blogspot.com/2013/01/pemisahan-zat.html