Anda di halaman 1dari 3

Hidrolisis Sukrosa dan Pati (Kanji)

Teori yang mendasari hidrolisis pati menurut Feseenden adalah, pati (starch) atau amilum
merupakan polisakarida yang terdapat pada sebagian besar tanaman, terbagi menjadi dua
fraksi yaitu amilosa dan amilopektin. Amilosa (+- ! ") memilki strusktur linier dan dengan
iodium memberikan #arna biru serta larut dalam air. Fraksi yang tidak larut disebut
amilopektin (+- $! ") dengan struktur bercabang. %engan penambahan iodium fraksi
memberikan #arna ungu sampai merah. &atai dalam suasana asam bila dipanaskan akan
terhidrolisis menjdi senya#a-senya#a yang lebih sedrhana. 'asil hidrolisis dapat dengan
iodium dan menghaislkan #arna biru samapi tidak ber#arna. 'asil akhir hidrolisis dapat
ditegaskan dengan uji (enedict.
)ksperimen yang pertama kami lakukan adah penentuan p' optimum untuk hidrolisis pati
atau kanji dengan amylase air ludah. *ebelumnya kami mengumpulkan air ludah atau liur
terlebih dahulu dari salah seorang praktikan. &enambahan air liur pada pati di a#al sebelum
proses ini berfungsi sebagai en+im yang akan mengkatalisis proses hidrolisa senya#a pati,
karena pada air liur terdapat en+im amylase yang akan mengubah amilum menjadi maltosa,
dan pati merupakan amilum. Amylase pada air ludah ini juga sering disebut dengan en+im
ptialin. &roses perubahan amilum menjadi maltosa merupakan hidrolisis. *eperti pada
#ebsite rismakafiles #ordpress, bah#a (ila amilum ditambahkan air liur (amilase) maka
molekul-molekulnya akan terhidrolisis manjadi maltosa dengan (, -.! dan glukosa.
Amilosa merupakan suatu polimer linear yang terdiri dari unit-unit %-glukosa dalam ikatan
/,0 glukosida. (erbeda dengan amilopektin, amilosa merupakan suatu polisakarida yang
bercabang dan terdiri dari unit-unit %-glukosa dalam ikatan. Tanpa adanya en+im amylase
pati akan susah untuk terhidrolisis menjadi komponen sakar 1 sakarnya.
%isini kami memakai 0 tabung reaksi yang telah diisi dengan - m2 larutan kanji pada setiap
tabungnya. &ada tabung pertama kami menambahkan / m2 '3l !.4 ,, kemudian kami
mencampurnya dengan cara mengocok tabung reaksi. *etelah kami kocok, terdapat banyak
butiran putih dan #arna sedikit keruh. 5arna keruh ini disebabkan karena #arna larutan kanji
yang keruh itu sendiri.
&ada tabung kedua dengan perlakuan yang sama, hanya saja '3l !.4 , kami ganti dengan
'3l !.!4 ,. *etelah dikocok didapat #arna yang juga keruh, tetapi butiran 1 butiran terdapat
sedikit jika dibandingkan dengan tabung reaksi /. 6emungkinan ini terjadi karena adanya
perbedaan konsentrasi. *emakin besar konsentrasinya maka butiran akan semakin banyak.
Tetapi banyak sedikitnya butiran disini bukanlah masalah karena tidak berpengaruh terhadap
reaksi hidrolisis nantinya.
&ada tabung ketiga dengan perlakuan yang sama pula, hanya saja '3l diganti dengan
a7uades. *etelah dikocok #arna menjadi keruh dengan butiran yang jauh lebih kecil dan
sedikit.
&ada tabung keempat dengan perlakuan yang sama, dengan '3l diganti dengan 8a39- !.4
,. *etelah dikocok #arna menjadi keruh keunguan, terdapat banyak butiran yang lebih besar.
*etelah tabung 1 tabung reaksi diberi reagen yang berbeda 1 beda, tabung 1 tabung itu
kemudian diberi air ludah encer sebanyak / m2. Air ludah encer ini didapat dari pengenceran
dengan penambahan a7uades secukupnya.
*etelah semua tabung reaksi diberi air ludah, larutan dari keempat tabung reaksi ini
diteteskan beberapa tetes pada pelat tetes yang telah diberi iodine. :odine yang kami gunakan
ber#arna kuning, dan encer karena latutan iodine yang lebih pekat akan menyulitkan
praktikan dalam membedakan perubahan #arna yang terjadi. %ari pencampuran antara
larutan kanji dengan larutan iodine kami mengamati perubahan #arna yang terjadi dari
keempat larutan yang berasal dari empat tabung rekasi dengan komposisi yang berbeda.
6ami mengamati mulai dari -! detik pertama hingga tiap menit dengan memberi larutan
kanji pada larutan iodine yang lain. 6ami mengamati hingga /! menit.
&ada tabung /. 'ingga /! menit tetap tidak terjadi perubahan pada #arna. 5arna larutan
iodine yang diberi larutan kanji ini tetap ber#arna hitam pekat. :ni berarti pada tabung ini
tidak ada reaksi hidrolisis, karena adanya reaksi hidrolisis ditandai dengan berubahnya #arna
hitam menjadi bening. 'al ini dikarenakan adanya pencampuran dengan '3l. '3l
merupakan reagen, dengan adanya reagen reaksi hidrolisis menjadi terhambat. Adanya #arna
hitam pekat itu dikarenakan amilosa, yang tersusun atas !" pati, daan unit-unit glukosa
membentuk rantai lurus yang berikatan menurut /,0 glikosida. %alam larutan rantai ini
berbentuk heliks (spiral) karena adanya ikatan dengan konfigurasi a pada setiap unit glukosa.
(entuk tabung dari molekul spiral ini yang menyebabkan amilosa dapat berikatan kompleks
dengan molekul iodium yang masuk membentuk senya#a ber#arna biru tua atau hitam
pekat.
&ada tabung . 'ingga /! menit tetap tidak terjadi perubahan #arna seperti pada tabung /.
:ni dikarenakan adanya '3l meskipun konsentrasi yang dipakai lebih kecil, namun tetap saja
'3l merupakan reagen yang akan menghambat reaksi hidrolisis pati oleh en+im amylase.
&ada tabung -. *etelah / menit mulai terjadi perubahan pada larutan kanji yang diberi
a7uades ini. 2arutan ini semakin bening, dan #arna hitam pekat yang diakibatkan
pencampuran antara larutan iodine dengan larutan kanji mulai menghilang. *etelah 4 menit
larutan ini menjadi bening, tanpa adanya #arna hitam sama sekali. :ni terjadi karena yang
dicampurkan dalam larutan kanji adalah a7uades. A7uades bukanlah reagen, dan a7uades
memiliki p' netral, tidak asam maupun tidak basa. *ehingga pencampuran a7uades tidak
akan menghambat reaksi hidrolisis pati yang dibantu oleh en+im amylase.
&ada tabung 0. 'ingga /! menit tetap tidak terjadi perubahan #arna seperti pada tabung /.
:ni dikarenakan adanya 8a39- merupakan reagenyang akan menghambat reaksi hidrolisis
pati oleh en+im amylase. Adanya #arna hitam pekat itu dikarenakan amilosa, yang tersusun
atas !" pati, daan unit-unit glukosa membentuk rantai lurus yang berikatan menurut /,0
glikosida. %alam larutan rantai ini berbentuk heliks (spiral) karena adanya ikatan dengan
konfigurasi a pada setiap unit glukosa. (entuk tabung dari molekul spiral ini yang
menyebabkan amilosa dapat berikatan kompleks dengan molekul iodium yang masuk
membentuk senya#a ber#arna biru tua. 8amun pada menit pertama terlihat #arna ungu
muda, hal ini mungkin terjadi karena iodine yang diberikan hanya sedikit, sehingga
perubahan #arna tidak sepekat yang lainnya selain itu larutan kanji yang dipai juga hanya
sedikit sehingga tidak dapat membuat #arna yang pekat karena larutan kanji yang sedikit
berarti amylum yang terdapat disana juga sedikit.
%ari eksperimen ini dapat disimpulkan bah#a yang mengalami hidrolisis ada pada tabung -,
kemudian kami menghitung p' tabung - dengan menggunakan p' paper. p' yang diperoleh
adalah 4. (erarti p' optimum untuk hidrolisi kanji (pati) adalah 4, yaitu pada kondisi asam.
)ksperimen kedua adalah menentukan temperatur yang optimum untuk hidrolisis kaji atau
pati dengan amylase air ludah. Adapun proses yang dilakukan adalah dengan menambahkan
kurang lebih - ml larutan kanji atau sebanyak -! tetes pada setiap tabung reaksi. 6ami
memakai - tabung reaksi yang diletakkan pada kondisi yang berbeda. (erikut hasil percobaan
yang telah kami lakukan;
&ada tabung /. 6ami meletakkan tabung ini pada suhu kamar yaitu 4!3, kami meletakkan
tabung ini pada suhu kamar hingga 4 menit. *etelah itu kami memberi larutan kanji dengan
air ludah yang telah diencerkan yang telah kita ketahui bah#a airt ludah ini mengandung
en+im amylase. 6emudian kami memperlakukan seperti pada percobaan pertama, yaitu
meneteskan larutan kanji ini pada pelat tetes yang telah diberi iodine, tapi kami
melakukannya hingga 4 menit. 'asil yang kami peroleh adalah tabung / tetap ber#arna
pekat. :ni berarti suhu 4!3 bukanlah temperatur yang optimal untuk membuat en+im
amylase bekerja dengan baik dalam membantu reaksi hidrolisis.
&ada tabung . 6ami meletakkan tabung ini pada suhu 0!!3, kami meletakkannya pada gelas
kimia dengan air yang bersuhu 0!!3, dan kami menjaganya agar suhunya tetap. *etelah 4
menit kami memberi larutan kanji ini dengan air ludah. 6emudian kami memperlakukan
seperi pada tabung /. 'asil yang diperoleh adalah terjadi reaksi hidrolisis sejak menit
keempat, rekasi ini dapat diketahui oleh adanya perubahan #arna dari pekat ke bening.
&ada tabung -. 6ami meletakkan tabung pada a7uades yang mendidih. *etelah 4 menit kami
memberi larutan kanji ini dengan air ludah. 6emudian kami memperlakukan sama seperti
pada tabung 1 tabung yang lain. 'asil yang diperoleh adalah tidak terjadi reaksi hidrolisis
bahkan hingga 4 menit, #arna tetap pekat. Tidak ada perubahan sedikit pun. :ni berarti
meletakkan pada air yang mendidih bukanlah temperatur yang optimum.
%ari percobaan pada ketiga tabung reaksi ini, dapat diketahui bah#a yang merupakan kondisi
temperatur optimum adalah pada suhu 0!!3.
*etelah kami memperoleh p' optimal dan temperatur optimal, kami melakukan eksperimen
berikutnya. <aitu mencari kecepatan hidrolisis kanji dengan amylase Air ludah pada kondisi
optimum, dengan membandingkan antara p' optimal dengan temperatur optimal.
&erlakuan yang kami lakukan sama seperti pada eksperimen sebelumnya, yaitu dengan cara
uji iodine. 8amun, kami tidak meletakkannya pada plat tetes tetapi kami langsung
meneteskan iodine pada tabung reaksi. 6arena keduanya merupakan kondisi yang optimum,
tentu saja kedua tabung reaksi ini akan mengalami hidrolisis yang membuat #arna menjadi
bening. 6ami memperkirakan reaksi hidrolisis akan terjadi hanya dalam hitungan detik,
karena keduanya merupakan kondisi optimum. &erkiraan kami ternyata benar. %alam 0-
detik saja tabung reaksi dengan temperatur yang optimum yaitu 0!!3 telah mengalami
hidrolisis, dapat dibuktikan dengan berubahnya #arna kanji menjadi bening. 6emudian
setelah /= detik berlalu, sehingga total .! detik, larutan kanji pada tabung reaksi dengan p'
optimal menyusul menjadi bening juga.
%ari percobaan ini dapat diketahui bah#a, temperatur optimal 0!!3 membuat en+im amylase
lebih cepat dalam membantu proses hidrolisis pada kanji. 6emudian barulah p' optimal.
8amun keduanya tentu membantu encim amylase dalam mempercepat kerjanya, karena
kondisi optimal juga mempengaruhi kinerja en+im.