Anda di halaman 1dari 65

1

SKENARIO 2
KEHAMILAN
Ny 35 th G5 P2 A2 datang ke dokter dengan keluhan mules disertai keluar darah lendir
sejak 1 jam. Pasien mengaku hamil 9 bulan dan belum pernah memeriksakan
kehamilannya. Pasien dengan suami seorang tukang ojek. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan ibu tampak astenikus TB 155 cm BB 40 kg. Status generalis: TD 110/80
mmHg, FN 90x/menit, konjuntiva pucat.
Pada palpasi abdomen didapatkan tinggi fundus uteri 34 cm, his 2x/10/20 detak jantung
janin 140 dpm. Pada pemeriksaan ginekologi didapatkan genitalia eksterna normal. Pada
pemeriksaan Vaginal Toucher didapatkan : porsio lunak, aksial, pembukaan 2 cm,
selaput ketuban (+), kepala H I. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia
dengan Hb 8 g/dL. Pasien diberikan garam Fe. Pasien mengaku saat ini sedang berpuasa
Ramadhan dan bertanya apakah puasanya boleh diteruskan atau tidak.


















2

KATA KATA SULIT
1. Astenikus :
a. Bentuk tubuh yang tinggi, kurus, dada rata, otot tidak berkembang dengan baik.
b. Berkurangnya atau hilangnya kekuatan dan energy, angulus costae tidak
berkembang dengan baik.
2. His 2x / 10 / 20 :
a. His : gelombang kontraksi ritmis otot polos dinding uterus yang dimulai dari
daerah fundus uteri, dimana tuba fallopi memasuki dinding uterus. Atau awal
gelombangnya didapat dari pace maker yang terdapat di dinding uterus pada
gelomvang tsb
b. 2x / 10 / 20 : dalam 10 menit, terdapat His 2x selama 20 detik.
3. Hodge 1 : Dibentuk pada lingkaran PAP dengan bagian atas symphisis pubis dan
promontorium
4. G5 P2 A2 : Kehamilan ke-5, partus atau persalinan ke-2, abortus 2 kali.
5. Vaginal toucher : Suatu tindakan untuk menilai pembukaan. Penipisan serviks,
penurunan bagian terbawah janin, ketuban, keadaan panggul dan kelainan pada jalan
lahir.
6. Portio : Bagian serviks yang menonjol ke dalam puncak vagina.




























3

PERTANYAAN
1. Kenapa bisa mules dan keluar darah lender?
2. Apa hubungan seorang suami yang berprofesi sebagai tukang ojek dengan status
kehamilan istri?
3. Apa penyebab anemia pada kehamilan?
4. Adakah hubungan jumlah kehamilan dengan anemia yang diderita pasien tersebut?
5. Mengapa dokter memberikan garam Fe?
6. Apa pengaruh puasa pada keadaan kehamilan? Dan apa yang terjadi apabila puasanya
diteruskan?
7. Apa yang dimaksud dengan selaput ketuban (+)?

JAWABAN
1. Mules karena adanya His. Keluar darah lender karena adanya proses kelahiran
2. Hubungannya bisa karena masalah ekonomi yang berpengaruh pada status gizi yang
dimana status gizi penting untuk ibu hamil
3. Karena kurang asupan gizi pada ibu hamil
4. Ada, karena dilihat dari asupan gizi ibu hamil
5. Karena dari kurangnya nutrisi jadi diberi garam Fe. Lebih dari 60% ADB pada ibu
hamil harus diberikan garam Fe
6. Pengaruhnya dari asupan nutrisi yang didapat dan puasa tidak boleh diteruskan
karena Hb sudah 8
7. Ketuban (+) dimana menandakan adanya kehamilan













4

HIPOTESA
Puasa menyebabkan terjadinya malnutrisi, dari malnutrisi dapat terjadinya astenikus yang
menyebabkan timbulnya anemia. Dengan adanya anemia dokter memberikan garam Fe.
Kehamilan juga
























5

SASARAN BELAJAR
LI.1 Memahami dan Menjelaskan Proses Terjadinya Kehamilan
LO 1.1 Fertilisasi, Implantasi, Plasentasi
LO 1.2 Fisiologi Ibu Hamil
LO 1.3 Fisiologi Janin

LI.2 Memahami dan Menjelaskan Kehamilan Dengan Anemia
LO 1.1 Pengaruh Kehamilan Pada Anemia
LO 1.2 Jenis Anemia Pada Kehamilan

LI.3 Memahami dan Menjelaskan Proses Persalinan Normal
LO 3.1 Mekanisme Proses Persalinan Normal
LO 3.2 Pimpinan Persalinan

LI.4 Memahami dan Menjelaskan Gizi Pada Ibu Hamil
LI.5 Memahami dan Menjelaskan Puasa Pada Kehamilan



















6

LI.1 Memahami dan Menjelaskan Proses Terjadinya Kehamilan
LO 1.1 Fertilisasi, Implantasi, Plasentasi
Kehamilan adalah suatu keadaan dimana janin dikandung di dalam tubuh wanita, yang
sebelumnya diawali dengan proses pembuahan dan kemudian akan diakhiri dengan
proses persalinan. Untuk terjadinya kehamilan butuh adanya spermatozoa,ovum,
pembuahan dan nidasi hasil pembuahan.
Setiap spermatozoa terdiri atas tiga bagian yaitu kaput atau kepala
berbentuk lonjong agak gepeng dan mengandung bahan
nukleus,ekor dan bagian silindris leher menghubungkan kepala
dengan ekornya spermatozoa dapat bergerak cepat. Kepala
sperma tebal mengandung inti haploid yang ditutupi badan khusus
yang disebut akrosom. Akrosom mengandung enzim
Hyaloronidase / Protease yang membantu sperma menembus sel
telur. Bagian tengah sperma mengandung mitokondria spiral yang
berfungsi menyediakan energi untuk gerak ekor sperma. Setiap
melakukan ejakulasi, seorang laki-laki mengeluarkan kurang
lebih 400 juta sel sperma.
Dalam pertumbuhan embrional spermatozogonium berasal dari
sel-sel primitif tubulus-tubulus testis. Setelah janin dilahirkan, jumlah spermatogonium
yang ada tidak mengalami perubahan sampai masa
pubertas tiba. Pada masa pubertas sel-sel
spermatogonium tersebut dalam pengaruh sel-sel
intertisial leydig mulai aktif mengadakan mitosis, dan
terjadilah proses spermatogenesis yang masih sangat
kompleks. Setiap spermatogonium membelah dua dan
menghasilkan spermatosit primer. Spermatosit primer
ini membelah dua menjadi spermatosit sekunder ;
kemudian spermatosit sekunder membelah dua lagi
dengan hasil dua spermatid yang masing-masing
memiliki jumlaah kromosom setengah dari jumlah yang
khas unutuk jenis itu. Dari spermatid ini kemudian
tumbuh spermatozoa.
Pertumbuhan embrional oogonium yang kelak menjadi
ovum terjadi di genital ridge janin, dan didalam janin
jumlah oogonium bertambah terus sampai pada usia
kehailan enam bulan. Pada waktu dilahirkan, bayi
mempunyai sekurang-kurangnya 750.000 oogonium.
Jumlah ini berkurang akibat pertumbuhan dan
degenerasi folikel-folikel. Pada anak berumur 6-15
tahun ditemukan 439.000 oogonium dan pada umur 1-24 tahun hanya 34.000 oogonium
pada masa menopouse oogonium menghilang.
7


Sebelum janin dilahirkan , sebagian besar oogonium mengalami perubahan-perubanhan
pada nukleusnya. Terjadi pula migrasi dari oogonium kearah korteks ovariumsehingga
pada waktu dilahirkan korteks ovarium terisi dengan folikel ovarium premordial.
Padanya dapat dilihat bahwa kromosom telah berpasangan, DNAnya berduplikasi yang
berrti bahwa sel menjadi tetraploid. Pertumbuhan selanjutnya terhenti oleh sebab yang
belum diketahui sampai folikel terangsang dan berkembang lagi kerarah kematangan.
Sel yang terhenti selama profase mieosis dinamakan oosit primer . olah rangsangan FSH
mieosis brlangsung terus. Benda kutub (polar body) pertama disishkan dan hanya sedikit
sitoplasma yang cukup bnyak. Poses pembelahan ini terjado sebelum ovulai. Proses ini
disebut pematangan ovum; pematangan kedua terjadi spermatozoa membuahi ovum.
FERTILISASI (PEMBUAHAN)
Untuk terjadinya kehamilan butuh adanya spermatozoa,ovum,pembuahan dan nidasi hasil
pembuahan. Setiap spermatozoa terdiri atas tiha bagian yaitu kaput atau kepala berbentuk
lonjong agak gepeng dan mengandung bahan nukleus,ekor dan bagian silindrik leher
menghubungkan kepala dengan ekornya spermatozoa dapat bergerak cepat.
Dalam pertumbuhan embrional spermatozogonium berasal dari sel-sel primitif teubulus-
tubulus testis. Setelah janin dilahirkan, jumlah spermatogonium yang ada tidak
mengalami perubahan sampai masa pubertas tiba. Pada masa pubertas sel-sel
spermatogonium tersebut dalam pengaruh sel-sel intertisial leydig mulai aktif
mengadakan mitosis, dan terjadilah proses spermatogenesis yang masih sangat kompleks.
Setiap spermatogonium membelah dua dan menghasilkan spermatosit primer.
Spermatosit primer ini membelah dua menjadi spermtsit sekunder ; kemudian spermatsit
sekunder membelah dua lagi dengan hasil dua spermatid yang masinh-masing memiliki
jumlaah kromosom setengah dari jumlah yang khas unutuk jenis itu. Dari spermatid ini
kemudian tumbuh spermatozoa
Pertumbuhan embrional oogonium yang kelak menjadi ovum terjadi di genital ridge
janin, dan didalam janin jumlah oogonium bertambah terus sampai pada usia kehailan
enam bulan. Pada waktu dilahirkan, bayi mempunyai sekurang-kurangnya 750.000
8

oogonium. Jumlah ini berkurang akibat pertumbuhan dan degenerasi folikel-folikel. Pada
anak berumur 6-15 tahun ditemukan 439.000 oogonium dan pada umur 1-24 tahun hanya
34.000 oogonium pada masa menopouse oogonium menghilang.
Sebelum janin dilahirkan , sebagian besar oogonium mengalami perubahan-perubanhan
pada nukleusnya. Terjadi pula migrasi dari oogonium kearah korteks ovariumsehingga
pada waktu dilahirkan korteks ovarium terisi dengan folikel ovarium premordial.
Padanya dapat dilihat bahwa kromosom telah berpasangan, DNAnya berduplikasi yang
berrti bahwa sel menjadi tetraploid. Pertumbuhan selanjutnya terhenti oleh sebab yang
belum diketahui sampai folikel terangsang dan berkembang lagi kerarah kematangan.
Sel yang terhenti selama profase mieosis dinamakan oosit primer . olah rangsangan FSH
mieosis brlangsung terus. Benda kutub (polar body) pertama disishkan dan hanya sedikit
sitoplasma yang cukup bnyak. Poses pembelahan ini terjado sebelum ovulai. Proses ini
disebut pematangan ovum; pematangan kedua terjadi spermatozoa membuahi ovum.
Pembuahan (fertilisasi)
Ovum yang dilepas oleh ovarium disapu olah mikrofilamen-mikrofilamen fimbira
infundibulum tuba kearah osteum tuba abdominalis. Dan dislaurkan kearah medial.
Ovum yang mempunyai diameter 100 mikron (0.1 mm) ditengah-tengahnya dijumpai
nukleus yang berada dalam metafase pembelahan pertama dan kedua, terapung-apung
dalam sitoplasma yang kekuning-kuninganyaitu vitelus. Vitelus ini mengandung banyak
zat karbohidrat dan asam amino.
Ovum dilingkari oleh zona pelusida. Diluar zona pelusida ini ditemukan sel-sel korona
radiata, dan didalamnya terdapat ruang perivitelina, tempat benda-benda kutub. Bahan-
bahan dari sel-sela korona radiata dapay disalurkan ke ovum melalui saluran-saluran
halus di zona pelusida. Jumlah sel korona radiata dalam perjalanan ovum diampula tuba
makin berkurang, sehingga ovum hanya dilingkari oleh zona pelusida pada waktu dekat
perbatasan antara isthmus dan ampula tuba, tempat pembuahan umumnya terjadi.










Keterangan :
A, B, C dan D : Ovum dengan korona radiata
E : Ovum dimasuki spermatozoa
9

F dan G : Pembentukan benda kutub kedua dan akan bersatunya kedua pronukleus
yang haploid untuk menjadi zigot

Hasil utama pembuahan :
1. Penggenapan kembali jumlah kromosom dari penggabungan dua paruh haploid
dari ayah dan dari ibu menjadi suatu bakal baru dengan jumlah kromosom diploid.
2. Penentuan jenis kelamin bakal individu baru, tergantung dari kromosom X atau Y
yang dikandung sperma yang membuahi ovum tersebut.
3. Permulaan pembelahan dan stadium stadium pembentukan dan perkembangan
embrio (embriogenesis)

Jutaan spermatozoa ditumpahkan di forniks
vaginae dan disekitar portio pada waktu koitus.
Hanya beberapa ratus ribu yang spermatozoa
ayng dapat terus ke cavum uteri dan tuba dan
hanya beberapa ratus yang sampai ke bagian
ampula tuba dimana spermatozoa dapat
memasuki ovum yang siap dibuahi. Hanya satu
psermatozoa yang mempunyai kemampuan
(kapasitas) untu membuahi. Pada spermatozoa
ditemuakn penigkatan konsentrasi DN
dinukleusnya, dan kaputnya lebih mudah
memebus dinding ovum oleh karena diduga
dapat melepaskan hialurodinase. Fertilisasi
adalah penyatuan ovum (oosit sekunder) dan
spermatozoa yang biasanya berlangusung di ampula tuba. Fertilisasi meliputi penitrasi
spermatozoa ke dalam ovum, fusi spermatozo dan ovum , dan diakhiri dengan fusi materi
genetik. Hanya satu spermatozia yang telah mengalami proses kapasitas mampu
melakukan penitras membran sel ovum. Untuk mencapai ovum spermatoza harus
melewati korona radiata (lapisan sel diluar ovum) dan zona pelusida (suatu bentuk
glikorotein ekstrseluler), yaitu dua lapisan yang menutupi dan mencegah ovum
mengalami fertilisasi lebih dari satu spermatozoa. Suatu molekul komponen khusus di
permukaan kepala spermatozoa kemudian mengikat ZP3 glikoprotein di zona pelusida.
Pengikatan ini memicu akrosom melpaskan enzimyang membantu spermatozoa
menembus zona pelusiza.
Pada saat spermatozoa menembus zona pelusida terjadi reaksi kosterks ovum. Granula
korteks di dalam ovum (oosit sekunder) berfusi dengan membaran palsma sel, sehingga
enzim di dalam granula-granula dikeluarkan secara ekositosis ke zona pelusida berkaitan
berkaitan satu sama lain membentuk suatu materi yang keras dan tidak dapat ditembus
oleh spermatozoa. Proses ini mencegah ovum dibuahi oaleh labih dari satu spermatozoa.
Spermatozoa yang telah masuk ke vitelus kehilangan membran nukleusnya; yang tinggal
hnay pronukleusnya, sedangkan ekor dan mitokontria dari spermatozoa berdegenarasi.
10

Itulah sebabnya sleuruh mitokondria pada manusia barasal dari ibu (maternal). Masuknya
spermatozoa ke dala vitelus membangkitkan nukleus ovum yang masih dalam metafase
untuk prosen pembelahan selanjutnya (mieosis kedua) . sesuah anafase kemudia telofase
dan benda kutub (polar body) kedua menuju ruang perivitelina. Ovum sekarang hanya
mempunyai pronukleus haploid. Pronukleus spermatozoa juga telah mengandung jumlah
kromososm yang haploid.






Kedua pronukleus dekat mendekat dan bersatu membentuk zigot yang terdiri atas bahan
genetik dari perempuan dan laki-laki. Pada manusia terapat 46 kormosom, ialah 44
kromosom aotsom dan 2 kormosom kelamin; pada laki-laki terdapat satu kromosom X
dan satu kromosom Y. Sesudah pembelahan kematangan maka ovum matang mempunyai
22 kromosom otosom serta 1 kromorom X, dan suatu spermatozoa mempunyai 22
kromosom aotosomal dan 1 kromosom X dan 22 kromosom otosomal dan 1 kromosom Y
. zigot sebagi hasil pembuahan yang memiliki 44 kromosom otosom seta 2 kromosom x
anak menjadi janin perempuan, sedangkan yang memiliki 44 kromosom otosom serta
kromosom X dan 1 kromosom Y akan tumbuh sebagai janin laki-laki.
Dalam beberapa jam setalah pembuahan terjadi, mulailah pembelahan zigot. Hal ini
dapat berlangsung oleh akrena sitoplasma ovum mengandung banyak asama amino dan
enzim. Segera setelah pembelaha ini terjadi, pembelahan-pembelahan selanjutnya
berjalan lancar, dalam 3 hari terbentuk suatu kelompok sel yang sama besarnya. Hasil
konsepsi berada dalam satium morula. Energi untuk pembelahan ini diperolah dari
vitelus, sehingga volume vitelus semakin berkurang dan terisi spenuhnya oleh morula.
Dengan demikina zona pelusida tetap utuh, atu dengan perkataan lain, besarnya hasil
konsepsi tetap sama. Dalam ukuran yang sama ini hasil konsepsi diteruskan ke uterus ke
pars ismika dan pars intertisialis tuba (bagian bagian tuba yang sempit) dan terus
disalurkan kearah cavum uteri oleh arcus serta serta getaran silia pada permukaan sel-sel
tuba dan kontraksi tuba.
PEMBELAHAN
Zigot mulai menjalani pembelahan awal mitosis sampai beberapa kali. Selsel yang
dihasilkan dari setiap pembelahan berukuran lebih kecil dari ukuran induknya yang
disebut blastomer. Sesudah 3 4 kali pembelahan : zigot memasuki tingkat 16 sel,
disebut stadium morula (kira kira pada hari ke 3 sampai ke 4 pasca fertilisasi). Morula
terdiri dari inner cell mass (kumpulan sel sel di sebelah dalam, yang akan tumbuh
menjadi jaringan jaringan embrio sampai janin) dan outer cell mass (lapisan sel di
sebelah luar, yang akan tumbuh menjadi trofoblast sampai plasenta). Kira kira pada hari
11

ke 5 sampai ke 6, di rongga sela sela inner cell mass merembes cairan menembus zona
pelusida, membentuk ruang antar sel. Ruang antar sel ini kemudian bersatu dan
memenuhi sebagian besar massa zigot membentuk rongga blastokista. Inner cell mass
tetap berkumpul di salah satu sisi, tetap berbatasan dengan lapisan sel luar. Pada stadium
ini disebut embrioblas dan outer cell mass disebut trofoblas.

IMPLANTASI
Implantasi atau nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam
endometrium.
Pada akhir minggu pertama (hari ke 5 sampai ke 7) zygot mencapai cavum uteri. Pada
saat itu uterus sedang berada dalam fase sekresi lendir di bawah pengaruh progesteron
dari korpus luteum yang masih aktif. Sehingga lapisan endometrium dinding rahim
menjadi kaya pembuluh darah dan banyak muara kelenjar selaput lendir rahim yang
terbuka dan aktif.
Kontak antara zygot stadium blastokista dengan dinding rahim pada keadaan tersebut
mencetus berbagai reaksi seluler, sehingga sel-sel trofoblas zygot tersebut akan
menempel dan mengadakan infiltrasi pada lapisan epitel endometrium uterus (terjadi
implantasi).
Setelah implantasi, sel-sel trofoblas yang tertanam di dalam endometrium terus
berkembang membentuk jaringan bersama dengan sistem pembuluh darah maternal untuk
menjadi plasenta, yang kemudian berfungsi sebagai sumber nutrisi dan oksigenasi bagi
jaringan embrioblas yang akan tumbuh menjadi janin.












12



PLASENTASI
Plasentasi adalah proses pembentukan struktur dan jenis plasenta. Setelah nidasi embrio
kedalam endometrium, plasentasi dimulai. Pada ,manuisa plasentasi berlangsung sampai 12-
18 minggu setelah fertilisasi.
Untuk mempertahankan pertumbuhan mudigah/janin selama kehidupan intrauterinya, segera
terbentuk plasenta yaitu organ khusus pertukaran antara darah ibu dan janin. Plasenta berasal
dari jaringan trofoblas dan desidua.














13

Pembentukan plasenta dan kantung amnion
Pada hari ke-12, mudigah telah terbenam total didalam desidua. Pada saat ini lapisan
trofoblas telah memiliki ketebalan 2 lapisan sel yang disebut korion. Seiring dengan terus
berkembang dan dihasilkan enzim-enzim oleh korion, terbentuk anyaman rongga-rongga
yang extensive didalam desidua. Korion yang meluas menggerus dinding kapiler desidua,
menyebabkan darah ibu bocor dari kapiler dan mengisi rongga-rongga ini. Darah dicegah
membeku oleh suatu antikoagulan yang dihasilkan oleh korion. Tonjolan-tonjolan
jaringan korion berbentuk jari menjulur kedalam genangan darah ibu. Segera mudigah
yang sedang tumbuh ini mengirim kapiler kedalam tonjolan korion untuk membentuk
vilus plasenta. Sebagian vilus menjorok menembus ruang yang berisi darah untuk
melekatkan plasenta bagian janin ke jaringan endomentrium, tetapi sebagian besar hanya
menjulur kedalam genangan darah ibu.
Setiap villus plasenta berisi kapiler mudigah (kemudian janin) yang dikelilingi oleh 1
lapisan tipis jaringang korion, yang memisahkan darah mudigah/janin dari darah ibu
diruang antarvillus. Darah ibu dan janin tidak benar-benar bercampur tetapi sawar
diantara keduanya sangatlah tipis. Hanya jaringan korion yang tipis (plus dinding kapiler
janin) yang memisahkan darah janin dan ibu. Semua pertukaran antara kedua aliran darah
berlangsung menembus sawar yang sangat tipis ini, keseluruhan system struktur ibu
(desidua) dan janin (korion) yang saling terkait ini membentuk plasenta.
Meskipun belum sempurna, plasenta telah terbentuk dan bekerja pada 5 minggu setelah
implantasi. Pada saat ini, jantung mudigah sudah memompa darah kedalam villus
plasenta serta ke jaringan mudigah. Sepanjang gestasi, darah janin secara terus-menerus
mengalir antara vilus plasenta dan system sirkulasi janin melalui arteri umbilikalis dan
vena umbilikalis yang terbungkus didalam korda umbilikalis (tali pusat) suatu
penghubung antara janin dan plasenta. Darah ibu didalam plasenta secara terus-menerus
diganti oleh darah segar yang masuk melalui arteriol-arteriol uterus, darah ibu lalu
mengalir melalui ruang antarvillus, tempat darah tersebut bertukar bahan dengan darah
janin di villus sekitar kemudian keluar melalui vena uterine.
LO 1.2 Fisiologi Ibu Hamil
Kehamilan menyebabkan banyak perubahan pada tubuh, kebanyakan perubahan ini akan
menghilang setelah persalinan. Jantung dan pembuluh darah. Selama kehamilan, jumlah
darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung)
meningkat sampai 30-50%. Peningkatan ini mulai terjadi pada kehamilan 6 minggu dan
mencapai puncaknya pada kehamilan 16-28 minggu. Karena curah jantung meningkat,
maka denyut jantung pada saat istirahat juga meningkat (dalam keadaan normal 70
kali/menit menjadi 80 90 kali/menit).
Setelah mencapai kehamilan 30 minggu, curah jantung agak menurun karena rahim yang
membesar menekan vena yang membawa darh dari tungkai ke jantung. Selama
persalinan, curah jantung meningkat sebesar 30%, Setelah persalinan curah jantung
menurun sampai 15-25% diatas batas kehamilan, lalu secara perlahan kembali ke batas
kehamilan.
14

Peningkatan curah jantung selama kehamilan kemungkinan terjadi karena adanya
perubahan dalam aliran darah ke rahim. Karena janin terus tumbuh, maka darah lebih
banyak dikirim ke rahim ibu. Pada akhir kehamilan, rahim menerima seperlima dari
seluruh darah ibu.
Ketika melakukan aktivitas/olah raga, maka curah jantung, denyut jantung dan laju
pernafasan pada wanita hamil lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak sedang
hamil. Rontgen dada dan EKG menunjukkan sejumlah perubahan dalam jantung, dan
kadang terdengar murmur jantung tertentu serta ketidakteraturan irama jantung. Semua
perubahan tersebut adalah normal terjadi pada masa hamil, tetapi beberapa kelainan
irama jantung mungkin akan memerlukan pengobatan khusus.
Selama trimester kedua biasanya tekanan darah menurun tetapi akan kembali normal
pada trimester ketiga.
Selama kehamilan, volume darah dalam peredaran meningkat sampai 50%, tetapi jumlah
sel darah merah yang mengangkut oksigen hanya meningkat sebesar 25-30%. Untuk
alasan yang belum jelas, jumlah sel darah putih (yang berfungsi melindungi tubuh
terhadap infeksi) selama kehamilan, pada saat persalinan dan beberapa hari setelah
persalinan, agak meningkat.
PERUBAHAN PADA ORGAN-ORGAN SISTEM REPRODUKSI
Uterus
Tumbuh membesar primer, maupun sekunder akibat pertumbuhan isi konsepsi
intrauterine. Estrogen menyebabkan hiperpliasi jaringan, progesteron berperan untuk
elastisitas atau kelenturan uterus.
a. Ukuran
Untuk akomodasi pertumbuhan janin, rahim membesar akibat hipertrofi dan hiperplasi
otot polos rahim, serabut serabut kolagennya menjadi higroskopik endometrium
menjadi desidua ukuran pada kehamilan cukup bulan 30 x 25 x 20 cm dengan kapitasi
lebih dari 4000 cc. Taksiran kasar pembesaran uterus pada perabaan fundus:
Tidak hamil: sebesar telur ayam (+ 30 g)
Kehamilan 8 minggu: sebesar telur bebek
Kehamilan 12 minggu: sebesar telur angsa
Kehamilan 16 minggu: pertengahan simfisis pubis
Kehamilan 20 minggu: pinggir bawah pusat
Kehamilan 24 minggu: pinggir atas pusat
Kehamilan 28 minggu: sepertiga pusat-xyphoid
Kehamilan 32 minggu: pertengahan pusat-xyphoid
Kehamilan 36-42 minggu: 3-1 jari di bawah xyphoid

b. Berat
Berat uterus naik secara luar biasa dari 30 gram menjadi 1000 gram pada akhir kehamilan
(40 pekan).
c. Bentuk dan Konsistensi
15

Pada bulan bulan pertama kehamilan bentuk rahim seperti buah alpokat. Pada
kehamilan empat bulan berbentuk bulat dan akhir kehamilan bujur telur. Rahim yang kira
kira sebesar telur ayam, pada kehamilan dua bulan sebesar telur bebek dan kehamilan
tiga bulan sebesar telur angsa. Pada minggu pertama, isthmus rahim mengadakan
hipertrofi dan bertambah panjang sehingga bila diraba terasa lebih panjang sehingga bila
diraba terasa lebih lunak (soft) disebut tanda hegar. Pada kehamilan lima bulan, rahim
teraba seperti berisi cairan ketuban, dinding rahim terasa tipis, karena itu bagian bagian
janin dapat diraba melalui dinding perut dan dinding rahim
d. Posisi Rahim
1) Pada permulaan kehamilan, dalam letak anteflexi atau retroflexi.
2) Pada 4 bulan kehamilan, rahim tetap berada dalam rongga pelvis
3) Setelah itu, mulai memasuki rongga perut yang dalam pembesarannya dapat mencapai
batas hati.
4) Rahim yang hamil biasanya mobilitasnya, lebih mengisi rongga abdomen kanan atau
kiri. Rustam Mochtar, 1998 : 36)


e. Vaskularisasi
Aa.uterin dan aa. Ovarika bertambah dalam diameter panjang dan anak anak
cabangnya. Pembuluh darah balik (vena) mengembang dan bertambah

f. Gambaran besarnya rahim dan tuanya kehamilan
1) Pada kehamilan 16 minggu, kavum uteri seluruhnya diisi oleh amnion dimana
desidua kapsularis dan desidua vera (parietalis) telah menjadi satu. Tinggi fundus uteri
terletak antara pertengahan simphisis dan pusat. Plasenta telah terbentuk seluruhnya.
2)Pada kehamilan 20 minggu, tinggi fundus uteri terletak 2 3 jari di bawah pusat.
3)Pada kehamilan 24 minggu, tinggi fundus uteri terlatak setinggi pusat.
4)Pada kehamilan 28 minggu, tinggi fundus uteri terletak 2 3 jari di atas pusat. Menurut
Spiegelberg dengan mengukur tinggi fundus uteri dari smpisis adalah 26,7 cm diatas
smpisis.
5) Pada kehamilan 36 minggu, tinggi fundus uteri terletak 3 jari di bawah processus
xiphoideus.
16

6) Pada kehamilan 40 minggu, tinggi fundus uteri terletak sama dengan 8 bulan tapi
melebar ke samping yaitu terletak diantara pertengahan pusat dan processus xiphoideus. (
Rustam Mochtar, 1998 : 52)


Serviks uteri (leher rahim) mengalami hipervaskularisasi akibat stimulasi estrogen dan
perlunakan akibat progesteron, warna menjadi livide / kebiruan.
Sekresi lendir serviks meningkat pada kehamilan memberikan gejala keputihan.
Vagina / vulva
Terjadi hipervaskularisasi akibat pengaruh estrogen dan progesteron, warna merah
kebiruan (tanda Chadwick).
Ovarium (Kantong Telur)
Sejak kehamilan 16 minggu, fungsi ovarium diambil alih oleh plasenta, terutama fungsi
produksi progesteron dan estrogen.Selama kehamilan ovarium tenang/beristirahat.Tidak
terjadi pembentukan dan pematangan folikel baru, tidak terjadi ovulasi, tidak terjadi
siklus hormonal menstruasi.
Payudara
Akibat pengaruh estrogen terjadi hiperplasia sistem duktus dan jaringan interstisial
payudara.Hormon laktogenik plasenta (diantaranya somatomammotropin) menyebabkan
hipertrofi dan pertambahan sel-sel asinus payudara, serta meningkatkan produksi zat-zat
kasein, laktoalbumin, laktoglobulin, sel-sel lemak, dan kolostrum.Mammae membesar
dan tegang, terjadi hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi kelenjar Montgomery, terutama
daerah areola dan papilla akibat pengaruh melanofor. Puting susu membesar dan
menonjol. Meskipun kolustrum dapat dikeluarkan tetapi ASI belum dapat produksi
karena ditekan PI H.
17



Sistem respirasi/Pernapasan
Kebutuhan oksigen meningkat sampai 20%, selain itu diafragma (otot pernapasan) juga
terdorong ke atas menyebabkan napas cepat dan dangkal (20-24x/menit).Inilah yang
menyebabkan wanita hamil merasa napasnya sesak.


Sistem gastrointestinal
Estrogen dan hCG meningkat dengan efek samping mual dan muntah-muntah, selain itu
terjadi juga perubahan peristaltik dengan gejala sering kembung, konstipasi (susah BAB),
lebih sering lapar / perasaan ingin makan terus (mengidam), juga terjadi peningkatan
18

asam lambung. Pada keadaan patologik tertentu dapat terjadi muntah-muntah banyak
sampai lebih dari 10 kali per hari (hiperemesis gravidarum).
Sistem sirkulasi / kardiovaskular
Perubahan fisiologi pada kehamilan normal, yang terutama adalah perubahan
HEMODINAMIK calon ibu, meliputi :
1. retensi cairan, bertambahnya beban volume dan curah jantung
2. anemia relatif
3. tekanan darah arterial menurun
4. curah jantung bertambah 30-50%, maksimal akhir trimester I, menetap sampai
akhir kehamilan
5. volume darah maternal keseluruhan bertambah sampai 50%
6. volume plasma bertambah lebih cepat pada awal kehamilan, kemudian bertambah
secara perlahan sampai akhir kehamilan.
Leukosit meningkat sampai 15.000/mm3, akibat reaksi antigen-antibodi fisiologik yang
terjadi pada kehamilan.Infeksi dicurigai bila leukosit melebihi 15.000/mm3.Trombosit
meningkat sampai 300.000-600.000/mm3, tromboplastin penting untuk hemostasis yang
baik pada kehamilan dan persalinan.Fibrinogen juga meningkat 350-750 mg/dl (normal
250-350 mg/dl).Laju endap darah meningkat.Protein total meningkat, namun rasio
albumin-globulin menururn karena terjadi penurunan albumin alfa-1, alfa-2 dan beta
diikuti peningkatan globulin alfa-1, alfa-2 dan beta.Faktor-faktor pembekuan meningkat.
Metabolisme
Basal metabolic rate meningkat sampai 15%, terjadi juga hipertrofi tiroid.Kebutuhan
karbohidrat meningkat sampai 2300 kal/hari (hamil) dan 2800 kal/hari
(menyusui).Kebutuhan protein 1 g/kgbb/hari untuk menunjang pertumbuhan janin.Kadar
kolesterol plasma meningkat sampai 300 g/100ml. Kebutuhan kalsium, fosfor,
magnesium, cuprum meningkat. Ferrum dibutuhkan sampai kadar 800 mg, untuk
pembentukan hemoglobin tambahan.

Khusus untuk metabolisme karbohidrat, pada kehamilan normal, terjadi kadar glukosa
plasma ibu yang lebih rendah secara bermakna karena :
1. ambilan glukosa sirkulasi plasenta meningkat
2. produksi glukosa dari hati menurun
3. produksi alanin (salah satu prekursor glukoneogenesis) menurun
4. aktifitas ekskresi ginjal meningkat
19

5. efek hormon-hormon gestasional (human placental lactogen, hormon2 plasenta
lainnya, hormon2 ovarium, hipofisis, pankreas, adrenal, growth factors, dsb).
Traktus urinarius/saluran kemih
Ureter membesar, tonus otot-otot saluran kemih menururn akibat pengaruh estrogen dan
progesteron. Kencing lebih sering (poliuria), kadar kreatinin, urea dan asam urat dalam
darah mungkin menurun namun hal ini dianggap normal.
Kulit
Peningkatan aktifitas melanocyte stimulating hormon menyebabkan perubahan berupa
hiperpigmentasi pada wajah (kloasma gravidarum), areola payudara, linea alba (-> linea
grisea), striae lividae pada perut. Diduga Esterogen dan Progesteron memiliki peran
melanogenesis dan menjadi faktor pendorong.


Peningkatan Berat Badan Selama Hamil
Normal berat badan meningkat sekitar 6-16 kg, terutama dari pertumbuhan isi konsepsi
dan volume berbagai organ / cairan intrauterin.
20

Berat janin + 2.5-3.5 kg, berat plasenta + 0.5 kg, cairan amnion + 1.0 kg, berat uterus +
1.0 kg, penambahan volume sirkulasi maternal + 1.5 kg, pertumbuhan mammae + 1 kg,
penumpukan cairan interstisial di pelvis dan ekstremitas + 1.0-1.5 kg.

Peningkatan Berat Badan Selama Hamil
Normal berat badan meningkat sekitar 6-16 kg, terutama dari pertumbuhan isi konsepsi
dan volume berbagai organ / cairan intrauterin.
Berat janin + 2.5-3.5 kg, berat plasenta + 0.5 kg, cairan amnion + 1.0 kg, berat uterus +
1.0 kg, penambahan volume sirkulasi maternal + 1.5 kg, pertumbuhan mammae + 1 kg,
penumpukan cairan interstisial di pelvis dan ekstremitas + 1.0-1.5 kg.







Faktor-faktor Hormonal dalam kehamilan
Pada kehamilan, plasenta membentuk sejumlah besar Human chorionic gonadotropin,
estrogen, progesteron, dan human chorionic somammotropin, dengan tiga hormon
21

pertama, dan mungkin juga yang ke empat, semua penting untuk kepentingan
berlangsungnya proses kehamilan normal.

1. Human chorionic Gonadotropin
Normalnya menstruasi terjadi pada wanita yang tidak mengalami proses kehamilan,
dalam waktu kira-kira 14 hari setelah ovulasi, pada saat sebagian besar endometrium
uterus terlepas dari dinding uterus dan di keluarkan. Bila hal ini terhenti maka akan
terjadi suatu proses kehamilan, tapi jika hal ini (menstruasi) terjadi setelah Ovulasi atau
terjadi implantasi maka proses kehamilan akan terhenti, Akan tetapi hal ini dapat di
hambat dengan dengan cara mensekresikan human chorionic gonadotropin yang
terbebentuk saat masa embiologi berlangsung. Sejauh ini HCG memiliki fungsi yang
terpenting ialah mencegah inovulasi korpus luteum pada siklus seksual bulanan wanita.
Sebaliknya hormon ini akan menyebabkan korpus luteum mensekresi lebih banyak lagi
hormon-hormon kelamin progesteron dan estrogen untuk beberapa bulan berikutnya.
Hormon-hormon kelamin ini mencegah menstruasi dan menyebabkan endometrium terus
tumbuh dan menyimpan nutrisi dalam jumlah besar dan tidak di buang menjadi darah
menstruasi. Akibatnya sel-sel yang menyerupai desidua yang berkembang dalam siklus
seksual wanita normal akan berubah menjadi sel-sel desidua sesungguhnya dengan
bentuk sangat membengkak dan banyak mengandung nutrisi kira kirabertepatan pada
saat Blastokista beimplantasi di daerah endometrium. di bawah pengaruh HCG korpus
luteum terus di dalam ovarium terus tumbuh menjadi kira-kira lebih besar dari entuk
yang awalnya yaitu menjelang satu ulan atau lebih setelah kehamilan di mulai estrogen
dan progesteron yang terus-menerus di sekresi akan mempertahankan sifat asli desidua
endometrium uterus, yang di perlukan pada awal pekembangan fetus.
Efek HCG pada testi janin pada bayi laki-laki
Human chorionic gonadotropin juga menimbulkan efek perangsangan sel-sel intertitisial
testis fetus pria, sehingga mengakibatkan pembentukan testoteron pada festus pria sampai
waktu lahir. Sekresi testosteron dalam jumlah sedikit ini selama kehamilan merupakan
faktor yang menyebabkan tumbuhnya organ-organ kelamin pria dan bukan merupakan
organ kelamin wanita pada festus. Mendekati akhir kehamilan, testoteron yang di
sekresikan oleh testis fetus juga menyeakan densus testis ke dalam skrotum.

2. Fungsi estrogen dalam kehamilan
Plasenta, seperti korpus luteum mensekresikan estrogen dan progesteron. Penelitian
secara histokimia dan fisiologi menunjukan bahwa kedua hormon ini memiliki sifat
seperti hormon yang lain yaitu sinsial trofoblas. Sedang padahormon estrogen memliki
fungsi proliferatif pada sebagian organ reproduksi dan organ penyertanya. Selama
kehamilan jumlah estrogen yang sangat berlebihan akan menyebabkan (1) oerbesaran
uterus, (2) perbesaran payudara dan pertumbuhan struktur ductus payudara ibu, (3)
perbesaran genitalia eksterna wanita. Estrogen juga memiliki fungsi untuk
merelaksasikan liganmentum pelvis, sehingga persendian sakroiliaka menjadi relatif
lentur dan simpisis pubis menjadi elastis. Perubahan ini akan membuat pase festus
melalui jalan lahir.
Sekresi progesteron oleh plasenta
Progesteron juga penting untuk berhasilnya proses kehamilan pada seorang wanita,
dengan sifat adanya kesamaan dengan hormon esterogen. Progesteron di hasil oleh di
22

dalam korpus luteum dengan jumlah yang cukup serta progesteron juga di hasilkan oleh
plasenta dalam jumlah yang anyak selama masa kehamilan. Pengaruh pengaruh
progesteron dalam kemajuan kehamilan normal ialah sebagai berikut :
Progesteron menyebabkan tumbuhnya sel-sel desidua di endometrium uterus, dan
sel-sel ini memainkan peranan penting dalam nutrisi embrio awal.
Progesteron menurunkan kontraktilitas uterus, jadi mencegah kontraksi uterus
yang menyebabkan abortus sepontan.
Progetseron juga membantu perkembangan hasil konsepsi bahkan sebelum
implantasi, karena progesteron secara khusus meningkatkan sekresi tuba fallopi dan
uterus ibu untuk menyediakan bahan nutrisi yang sesuai untuk meneyediakan bahan
nutrisi yang sesuai untuk perkembangan morula dan blastokista.
Progesteron yang di sekresikan selama kehamilan juga membantu estrogen
mempersiapkan payudara ibu untuk laktasi.

3. Human chorionic somatomammotropin
Hormon ini memiliki fungsi penting di antaranya :
Bila di berikan kepada beberapa jenis hewan tingkat rendah yang berbeda, human
choronic somamtrommopin sedikitnya akan menyebabkan perkembangan sebagian
payudar hewan dan pada beberapa ke adaan menyebabkan laktasi. Karena ini merupakan
fungsi hormon yang pertama di temukan maka hormon ini pertama kali di namakan
human placenta lactogen dan di yakini memiliki fungsi yang sama denga prolactin.
HCS memiliki sensistivitas terhadap insulin dan menurunkan penggunaan glukosa
ibu, sehingga membuat glukosa yang tersedia untuk festus lebih besar. Karena glukosan
merupakan zat utama yang di pakai festus untuk meningkatkan pertumbuhannya, maka
arti pengaruh hormon ini menjadi jelas. Lebih lanjut hormon ini meningkatkan pelapasan
asam lemak bebas dari cadangan lemak ibu, sehingga menyediakan sumer enrgi
pengganti untuk metabolisme pengganti ibu selama masa kehamilan. Oleh karena itu
HCS merupakan hormon metabolik umum yang mempunyai implikasi nutrisi khusus
untuk ibu dan fetus.

Faktor-faktor Hormonal lain dalam kehamilan
Sekresi Hypofisis
Kelenjar hypofisis ibu membesar paling sedikit 50 persen selama kehamilan dan
meningkatkan produksi kortikotropin, triptopin, dan prolaktin. Sebaliknya sekresi
hypofisis untuk hormon perangsang folikel dan hormon lutein hampir secara total di
tekan akibat efek penhambat estrogen dan progesteron dari plasenta.
Sekresi kortikosteroid
Kecepatan sekresi gluko kortikoid korteks adrenal mengalami peningkatan sedang selama
kehamilan. Mungkin bahwa glukokortikoid memmabantu mobilisasi asam-asam amino
dari jaringan ibu sehingga asam-asam amino ini dapat di pakai untuk sintesis jaringan
pada fetus.
Sekresi kelenjar tyroid
Kelenjar tyroid biasanya membesar sapai 50 persen selam masa kehamilan dan
meningkatkan produksi tiroksin yang sesuai dengan pembesaan tersebut

23

LO 1.3 Fisiologi Janin
Tahap Perkembangan Prenatal
A. Periode Pre-embrionik (selama 2 minggu pertama setelah fertilisasi) Zigot
mengalami pembelahan mitosis (dari 2 sel 4 sel 8 sel) bergerak kearah
uterus,hingga zigot menjadi 16 sel (morula),didalam rongga uterus membentuk blastosit.
Blastosit akan berimplantasi ke dinding uterus pada hari ke-6 setelah ovulasi
B. Tahap Embrionik (selama minggu ke-2 hingga minggu ke-8) Setelah selesai
implantasi, terbentuk lapisan germ,membran embrionik, dan plasenta, diikuti dengan
perkembangan organ-organ internal major serta pembentukan tampilan struktur eksternal
Pembentukan germ :
- ektoderm : membentuk keseluruhan sistem saraf,indera khusus,kulit dan beberapa
kelenjar endokrin
- mesoderm : membentuk sistem rangka, sistem urinaria, sistem sirkulasi, dan
sistem reproduksi
- endoderm : membentuk saluran cerna dan pernafasan serta bagian2 sistem
reproduksi
Pembentukan membran janin (ekstra-embrionik) :
lapisan2 sel yang tidak bergabung dalam tubuh embrio.Fungsinya melindungi & memberi
nutrisi embrio dan janin yg sedang berkembang
Plasenta :
Berasal dari penggabungan vili chorionik dan endometrium uterus. Plasenta berperan
dalam fungsi pencernaan, pernafasan, ekskretori, dan fungsi metabolik, serta merupakan
organ endokrin
C. Tahap Perkembangan Janin (akhir minggu ke-8 trimester 1/minggu pertama-12
dan berlanjut hingga partus) semua sistem tubuh terbentuk setelah minggu ke-8

Minggu pertama :
8 hari selepas proses persenyawaan berlaku, blastocyst (kini mengandungi 200 sel)
merembeskan mukus untuk memberitahu kehadirannya di dalam rahim.
Minggu ke-2 :
Blastocyst menggelembung dan sel-sel mula berkembang dan terbahagi kira-kira 2 kali
sehari sehinggalah pada hari yang ke-12 jumlahnya telah bertambah & membantu
blastocyst terpaut/disauh dengan kukuh pada endometrium.
Minggu ke-3 :
Saiz embrio terbentuk dan saiznya hanyalah sepanjang 0.08 inci/2 mm. Gen janin mula
hendak membentuk dalam 3 lapisan benih (sel) daripada organ badan yang akan
bergabung.
Minggu ke-4 :
Janin sudah mulai membentuk struktur asas manusia dimana sel-sel mula bergabung dan
pada masa itu embrio sudah mulai memanjang kira-kira 1/4 inci (6 mm = sebesar biji
tembikai).
Pada masa ini sudah kelihatan pembentukan otak dan tulang belakang serta anggota lain
seperti jantung yang mengepam darah ke paru-paru dan aorta (urat besar yang membawa
darah daripada jantung).
Minggu ke-5 :
24

Embrio akan terus membesar. Terdapat 3 lapisan iaitu ectoderm, mesoderm dan dan
endoderm. Sistem peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi.
Akhir sekali ialah lapisan endoderm iaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk
organ dalaman seperti usus, hati, pankreas dan pundi kencing.











Minggu ke-6 :
Sekiranya pemeriksaan secara ultrasound dilakukan, kita akan dapat melihat janin sudah
membentuk kepada dan badan. Biasanya getaran jantungnya juga sudah dapat dikesan.










Minggu ke-7 :
Pembentukan bayi semakin jelas terbentuk. Kepala bayi seolah-olah tertunduk dan berada
dalam cecair (air ketuban atau amnotic sac) yang akan memberikan keperluan
tumbesaran bayi semasa dalam kandungan.
J anin usia 8 Minggu :
Seluruh organ tubuh utama bayi telah terbentuk meskipun belum berkembang sempurna.
Mata dan telinga mulai terbentuk. Jantung berdetak kuat. Dengan ultrasound kita dapat
melihat jantung janin berdenyut.


25

Minggu ke-9 :
Telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan terus berkembang berikut jari kaki
dan tangan mulai tampak. Ia mulai bergerak walaupun Anda tak merasakannya. Dengan
Doppler, Anda bisa mendengar detak jantungnya. Minggu ini, panjangnya sekitar 22-30
mm dan beratnya sekitar 4 gram.

Minggu ke-10 :
Semua organ penting yang telah terbentuk mulai bekerjasama. Pertumbuhan otak
meningkat dengan cepat, hampir 250.000 sel saraf baru diproduksi setiap menit. Ia mulai
tampak seperti manusia kecil dengan panjang 32-43 mm dan berat 7 gram.

Minggu ke-11 :
Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya
mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap.
Gerakan demi gerakan kaki dan tangan, termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh
dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa
mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan
yang kerap terasa menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri.
26


J anin usia 12 Minggu
Panjang janin sekarang sekitar 6,5 cm dan bobotnya sekitar 18 gram. Kepala bayi
menjadi lebih bulat dan wajah telah terbentuk sepenuhnya. Jari-jari tangan dan kaki
terbentuk dan kuku mulai tumbuh. Bayi mulai menggerak-gerakkan tungkai dan
lengannya, tetapi ibu belum dapat merasakan gerakan-gerakan ini.

Minggu ke-13 :
Pada akhir trimester pertama, plasenta berkembang untuk menyediakan oksigen , nutrisi
dan pembuangan sampah bayi. Kelopak mata bayi merapat untuk melindungi mata yang
sedang berkembang. Janin mencapai panjang 76 mm dan beratnya 19 gram.
Kepala bayi membesar dengan lebih cepat daripada yang lain. Badannya juga semakin
membesar untuk mengejar pembesaran kepala.

Minggu ke-14 :
Tiga bulan setelah pembuahan, panjangnya 80-110 mm dan beratnya 25 gram. Lehernya
semakin panjang dan kuat. Lanugo, rambut halus yang tumbuh di seluruh tubuh dan
melindungi kulit mulai tumbuh pada minggu ini. Kelenjar prostat bayi laki-laki
berkembang dan ovarium turun dari rongga perut menuju panggul.Detak jantung bayi
mulai menguat tetapi kulit bayi belum tebal karena belum ada lapisan lemak.
27



Minggu ke-15 :
Tulang dan sumsum tulang di dalam sistem kerangka terus berkembang. Jika bayi Anda
perempuan, ovarium mulai menghasilkan jutaan sel telur pada minggu ini. Kulit bayi
masih sangat tipis sehingga pembuluh darahnya kelihatan. Akhir minggu ini, beratnya 49
gram dan panjang 113 mm
Bayi sudah mampu menggenggam tangannya dan mengisap ibu jari. Kelopak matanya
masih tertutup
J anin usia 16 Minggu
Panjang janin sekarang sekitar 16 cm dan bobotnya sekitar 35 gram. Dengan bantuan
scan, kita dapat melihat kepala dan tubuh bayi, kita juga dapat melihatnya bergerak-
gerak. Ia menggerak-gerakkan seluruh tungkai dan lengannya, menendang dan
menyepak. Inilah tahap paling awal di mana ibu dapat merasakan gerakan bayi. Rasanya
seperti ada seekor kupu-kupu dalam perutmu. Tetapi, ibu tidak perlu khawatir jika belum
dapat merasakan gerakan ini. Jika si bayi adalah anak pertama, biasanya ibu agak lebih
lambat dalam merasakan gerakannya.









Minggu ke-17 :
Dengan panjang 12 cm dan berat 100 gram, bayi masih sangat kecil. Lapisan lemak
cokelat mulai berkembang, untuk menjada suhu tubuh bayi setelah lahir. Tahukah Anda ?
Saat dilahirkan, berat lemak mencapai tiga perempat dari total berat badannya. Rambut,
kening, bulu mata bayi mulai tumbuh dan garis kulit pada ujung jari mulai terbentuk.
Sidik jari sudah mulai terbentuk.
Minggu ke-18 :
Mulailah bersenandung sebab janin sudah bisa mendengar pada minggu ini. Ia pun bisa
terkejut bila mendengar suara keras. Mata bayi pun berkembang. Ia akan mengetahui
adanya cahaya jika Anda menempelkan senter yang menyala di perut. Panjangnya sudah
14 cm dan beratnya 140 gram. Bayi sudah bisa melihat cahaya yang masuk melalui
dinding rahim ibu. Hormon Estrogen dan Progesteron semakin meningkat.
28


Minggu ke-19 :
Tubuh bayi diselimuti vernix caseosa, semacam lapisan lilin yang melindungi kulit dari
luka. Otak bayitelah mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu membuat
gerakan sadar seperti menghisap jempol. Beratnya 226 gram dengan panjang hampir 16
cm.
J anin usia 20 Minggu :
Bayi masih berenang-renang dalam lautan air ketuban. Ia tumbuh dengan pesat, baik
dalam bobot maupun panjangnya yang sekarang telah mencapai 25 cm, yaitu separuh dari
panjangnya ketika ia dilahirkan nanti dan bobotnya sudah sekitar 340 gram. Bayi
membuat gerakan-gerakan aktif yang dapat dirasakan ibu. Mungkin ibu memperhatikan
ada saat-saat di mana bayi tampaknya tidur, dan saat-saat lain di mana ia melakukan
banyak gerak.

Minggu ke-21 :
Usus bayi telah cukup berkembang sehingga ia sudah mampu menyerap atau menelan
gula dari cairan lalu dilanjutkan melalui sistem pencernaan manuju usus besar. Gerakan
bayi semakin pelan karena beratnya sudah 340 gram dan panjangnya 20 cm.
Minggu ke-22 :
Indera yang akan digunakan bayi untuk belajar berkembang setiap hari. Setiap minggu,
wajahnya semakin mirip seperti saat dilahirkan. Perbandingan kepala dan tubuh semakin
proporsional


29

Minggu ke-23 :
Meski lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh bayi, kulitnya masih kendur sehingga
tampak keriput. Ini karena produksi sel kulit lebih banyak dibandingkan lemak. Ia
memiliki kebiasaaan berolahraga, menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki, lengan
dan kaki secara teratur. Beratnya hampir 450 gram. Tangan dan kaki bayi telah terbentuk
dengan sempurna, jari juga terbentuk sempurna.
J anin usia 24 Minggu :
Sekarang panjang bayi sekitar 32 cm dan bobotnya 500 gram. Ibu dapat merasakan
bagian-bagian tubuh bayi yang berbeda yang menyentuh dinding perutnya. Otot rahim
ibu meregang dan terkadang ibu merasakan sakit di bagian perutnya.

Minggu ke-25 :
Bayi cegukan, apakah Anda merasakannya? Ini tandanya ia sedang latihan bernafas. Ia
menghirup dan mengeluarkan air ketuban. Jika air ketuban yang tertelan terlalu banyak,
ia akan cegukan. Tulang bayi semakin mengeras dan bayi menjadi bayi yang semakin
kuat. Saluran darah di paru-paru bayi sudah semakin berkembang. Garis disekitar mulut
bayi sudah mulai membentuk dan fungsi menelan sudah semakin membaik. Indera
penciuman bayi sudah semakin membaik karena di minggu ini bagian hidung bayi
(nostrils) sudah mulai berfungsi. Berat bayi sudah mencapai 650-670 gram dengan tinggi
badan 34-37 cm.
Minggu ke-26 :
Bayi sudah bisa mengedipkan matanya selain itu retina matanya telah mulai terbentuk.
Aktifitas otaknya yang berkaitan dengan pendengarannya dan pengelihatannya sudah
berfungsi. Berat badan bayi sudah mencapai 750-780gram, sedangkan tingginya 35-38
cm.
Minggu ke-27 :
Minggu pertama trimester ketiga, paru-paru, hati dan sistem kekebalan tubuh masih harus
dimatangkan. Namun jika ia dilahirkan, memiliki peluang 85% untuk bertahan. Indra
perasa mulai terbentuk. Bayi juga sudah pandai mengisap ibu jari dan menelan air
ketuban yang mengelilinginya. Berat umum bayi seusia si kecil 870-890 gram dengan
tinggi badan 36-38 cm.
Minggu ke-28 :
Minggu ini beratnya 1100 gram dan panjangnya 25 cm. Otak bayi semakin berkembang
dan meluas. Lapisan lemak pun semakin berkembang dan rambutnya terus tumbuh.
Lemak dalam badan mulai bertambah. Walaupun gerakan bayi sudah mulai terbatas
karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila
melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah.
Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil
kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup.
30

Minggu ke-29 :
Kelenjar adrenalin bayi mulai menghasilkan hormon seperti androgen dan estrogen.
Hormon ini akan menyetimulasi hormon prolaktin di dalam tubuh ibu sehingga membuat
kolostrum (air susu yang pertama kali keluar saat menyusui).
Sensitifitas dari bayi semakin jelas, bayi sudah bisa mengidentifikasi perubahan suara,
cahaya, rasa dan bau. Selain itu otak bayi sudah bisa mengendalikan nafas dan mengatur
suhu badan dari bayi. Postur dari bayi sudah semakin sempurna sebagai seorang manusia,
berat badannya 1100-1200 gram, dengan tinggi badan 37-39 cm.
J anin usia 30 Minggu
Kepala bayi sekarang sudah proporsional dengan tubuhnya. Ibu mungkin mengalami
tekanan di bagian diafrakma dan perut. Sekarang bobot bayi sekitar 1700 gram dan
panjangnya sekitar 40 cm.
Minggu ke-31 :
Plasenta masih memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Aliran darah di plasenta
memungkinkan bayi menghasilkan air seni. Ia berkemih hampir sebanyak 500 ml sehari
di dalam air ketuban. Perkembangan fisik bayi sudah mulai melambat pada fase ini,
hanya berat badan bayilah yang akan bertambah. Selain itu lapisan lemak akan semakin
bertambah dibawah jaringan kulitnya. Tulang pada tubuh bayi sudah mulai mengeras,
berkembang dan mulai memadat dengan zat-zat penting seperti kalsium, zat besi, fosfor.
Berkebalikan dengan perkembangan fisiknya, pada fase ini perkembangan otaknyalah
yang berkembang dengan sangat pesat dengan menghasilkan bermilyar sel. Apabila
diperdengarkan musik, bayi akan bergerak. Berat badan bayi 1550-1560 gram dengan
tinggi 41-43 cm.
Minggu ke-32 :
Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula dengan bulu mata, alis dan
rambut di kepala bayi yang semakin jelas. Lanugo yang menutupi tubuh bayi mulai
rontok tetapi sebagian masih ada di bahu dan punggung saat dilahirkan. Dengan berat
1800 gram dan panjang 29 cm, kemampuan untuk bertahan hidup di luar rahim sudah
lebih baik apabila di dilahirkan pada minggu ini. Kulit bayi semakin merah, kelopak
matanya juga telah terbuka dan system pendengaran telah terbentuk dengan sempurna.
Kuku dari jari mungil tangan dan kaki si kecil sudah lengkap dan sempurna. Rambutnya
pun semakin banyak dan semakin panjang. Bayi sudah mulai bisa bermimpi .

Minggu ke-33 :
Bayi telah memiliki bentuk wajah yang menyerupai ayah dan ibunya. Otak bayi semakin
pesat berkembang. Pada saat ini juga otak bayi sudah mulai bisa berkoordinasi antara
lain, bayi sudah menghisap jempolnya dan sudah bisa menelan. Walaupun tulang-tulang
bayi sudah semakin mengeras tetapi otot-otot bayi belum benar-benar bersatu. Bayi sudah
bisa mengambil nafas dalam-dalam walaupun nafasnya masih di dalam air. Apabila
31

bayinya laki-laki maka testis bayi sudah mulai turun dari perut menuju skrotum. Berat
badan bayi 1800-1900 gram, dengan tinggi badan sekitar 43-45 cm.
Minggu ke-34 :
Bayi berada di pintu rahim. Bayi sudah dapat membuka dan menutup mata apabila
mengantuk dan tidur, bayi juga sudah mulai mengedipkan matanya. Tubuh bunda sedang
mengirimkan antibodi melalui darah bunda ke dalam darah bayi yang berfungsi sebagai
sistem kekebalan tubuhnya dan proses ini akan tetap terus berlangsung bahkan lebih rinci
pada saat bunda mulai menyusui. Berat Badan bayi 2000-2010 gram, dengan tinggi badan
sekitar 45-46 cm.
Minggu ke-35 :
Pendengaran bayi sudah berfungsi secara sempurna. Lemak dari tubuh bayi sudah mulai
memadat pada bagian kaki dan tangannya, lapisan lemak ini berfungsi untuk memberikan
kehangatan pada tubuhnya. Bayi sudah semakin membesar dan sudah mulai memenuhi
rahim bunda. Apabila bayi bunda laki-laki maka di bulan ini testisnya telah sempurna.
Berat badan bayi 2300-2350 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-47 cm.

J anin usia 36 Minggu
Bayi sudah hampir sepenuhnya berkembang. Sewaktu-waktu ia dapat turun ke rongga
pinggul ibu. Kulit bayi sudah halus sekarang dan tubuhnya montok. Apabila ia bangun,
matanya terbuka dan ia dapat membedakan antara terang dan gelap. Sekarang panjang
bayi sekitar 50 cm dan bobotnya berkisar antara 2500 hingga 4500 gram.
J anin usia 37 hingga 42 Minggu
Kepala bayi turun ke ruang pelvik. Bentuk bayi semakin membulat dan kulitnya menjadi
merah jambu. Rambutnya tumbuh dengan lebat dan bertambah 5cm. Kuku terbentuk
dengan sempurna. Bayi sudah bisa melihat adanya cahaya diluar rahim. Bayi pada saat
ini sedang belajar untuk mengenal aktifitas harian, selain itu bayi juga sedang belajar
untuk melakukan pernafasan walaupun pernafasannya masih dilakukan di dalam air.
Berat badan bayi di minggu ini 2700-2800 gram, dengan tinggi 48-49 cm
Bayi siap lahir. Ibu tidak perlu khawatir jika bayinya tidak lahir tepat pada waktu yang
telah diperkirakan. Persentasenya hanya 5% bayi lahir tepat pada tanggal yang
diperkirakan.
Proses Terbentuknya janin laki-laki dan perempuan
Proses terbentuknya janin laki-laki dan perempuan dimulai dari deferensiasai gonad.
Awalnya sel sperma yang berkromosom Y akan berdeferensiasi awal menjadi organ
jantan dan yang X menjadi organ betina. Deferensiasi lanjut kromosom Y membentuk
testis sedangkan kromosom X membentuk ovarium. Proses deferensiasi menjadi testis
dimulai dari degenerasi cortex dari gonad dan medulla gonad membentuk tubulus
semineferus. Di celah tubulus sel mesenkim membentuk jaringan intertistial bersama sel
leydig. Sel leydig bersama dengan sel sertoli membentuk testosteron dan duktus muller tp
duktus muller berdegenerasi akibat adanya faktor anti duktus muller, testosteron
berdeferensiasi menjadi epididimis, vas deferent, vesikula seminlis dan duktus
mesonefros. Karena ada enzim 5 alfareduktase testosteron berdeferensiasi menjadi
dihidrotestosteron yang kemudian pada epitel uretra terbentuk prostat dan bulbouretra.
Selanjunya mengalami pembengkakan dan terbentuk skrotum. Kemudian testis turun ke
pelvis terus menuju ke skrotum. Mula-mula testis berada di cekukan bakal skrotum saat
skrotum mkin lmamakin besar testis terpisah dari rongga pelvis.
32

Sedangkan kromosom X yang telah mengalami deferensiasi lanjut kemudian pit primer
berdegenerasi membentuk medula yang terisi mesenkim dan pembuluh darah, epitel
germinal menebal membentuk sel folikel yang berkembang menjadi folikel telur.
Deferensiasi gonad jadi ovarium terjadi setelah beberapa hari defrensiasi testis. Di sini
cortex tumbuh membina ovarium sedangkan medula menciut. PGH dari placenta
mendorong pertumbuhan sel induk menjadi oogonia, lalu berplorifrasi menjadi oosit
primer. Pada perempuan duktus mesonefros degenerasi. Saat gonad yang berdeferensiasi
menjadi ovarium turun smpai rongga pelvis kemudian berpusing sekitar 450 letaknya
menjadi melintang.
Penis dan klitoris awalnya pertumbuhannya sama yaitu berupa invagina ectoderm.
Klitoris sebenarnya merupakan sebuh penis yang tidak berkembang secara sempurna.
Pada laki-laki evagina ectoderm berkembang bersama terbawanya sinus urogenitalis dari
cloaca.

Tabel Embriologi

Minggu Perkembangan Embrio
1 Morula awal, tidak ada diferensiasi organ
3 Double heart recognized
4 Organogenesis awal dimulai
6 Penentuan sex genetik
8 Perkembangan organ sensorik dan perkembangan gonad yang tidak
terdiferensiasi
12 Pembentukan otak lengkap, organ sex intrnal spesifik, uterus tidak
bicornus memanjang dan pembentukan darah di sum-sum tulang.
Pembentukan genitalia eksternal (9-12 minggu)
16 Fetus sudah aktif, penentuan sex dengan inspeksi visual (ultrasound)
memungkinkan karena genitalia eksternal sudah terbentuk.
Mielinisasi saraf, otot jantung sudah berkembang baik, vagina dan
anus terbuka dan ischium terklasifikasi.
20 Klasifikasi sternum
24 Pergerakan respirasi primitif
28 Tampak kuku dan testes pada / dibawah cincin inguinal
33

36 Lubus telinga lunak dengan sedikit kartilago, testis di canal inguinal
dan skrotum kecil dengan sedikit rugal.
40 Lobus telinga kaku dengan kartilago tebal dan skrorum berkembang
dengan baik

NUTRISI INTRAUTERIN
Pertumbuhan janin ditentukan sejumlah faktor genetik dan lingkungan. Faktor
lingkungan yang penting adalah perfusi plasenta dan fungsi plasenta. Faktor gizi ibu
bukan faktor terpenting, kecuali pada keadaan starvasi hebat. Gangguan gizi menahun
dapat menyebabkan terjadinya anemia dan BBLR berat badan lahir rendah
Energi yang diperoleh janin dipergunakan untuk pertumbuhan dan terutama berasal
dariglukosa.
Kelebihan pasokan karbohidrat di konversi menjadi lemak dan konversi ini terus
meningkat sampai aterm.
Sejak kehamilan 30 minggu, hepar menjadi lebih efisien dan mampu melakukan konversi
glukosa menjadi glikogen yang ditimbun di otot jantung otot gerak dan plasenta. Bila
terjadi hipoksia, janin memperoleh energi melalui glikolisis anerobik yang berasal
dari dari cadangan dalam otot jantung dan plasenta.
Cadangan lemak janin dengan berat 800 gram (kehamilan 24 26 minggu) kira 1% dari
BB ; pada kehamilan 35 minggu cadangan tersebut sekitar 15% dari BB.
Plasenta memiliki kemampuan untuk clears bilirubin dan produk metabolit lain
melalui aktivitas dari enzym transferase.
Janin menghasilkan protein spesifik yang disebut sebagai alfafetoprotein - AFP dari
hepar. Puncak kadar AFP tercapai pada kehamilan 12 16 minggu dan setelah itu terus
menurun sampai aterm. Protein tersebut disekresi melalui ginjal janin dan ditelan kembali
untuk mengalami degradasi dalam usus. Bila janin mengalami gangguan menelan
(misalnya pada janin anensepalus atau kelainan NTDs lain) maka kadar serum AFP
tersebut meningkat.
CAIRAN AMNION
Volume cairan amnion saat aterm kira-kira 800 ml dan pH 7.2
Gambar dibawah menunjukkan jalur pertukaran dalam cairan amnion:
34


Gambar 1. Pertukaran bahan terlarut dan air dalam cairan amnion
Polihidramnion (hidramnion) : volume air ketuban > 2000 ml, dapat terjadi pada
kehamilan normal akan tetapi 50% keadaan ini disertai dengan kelainan pada ibu atau
janin.
Oligohidramnion secara objektif ditentukan dengan pengukuran kantung terbesar
dengan ultrasonografi yang menunjukkan angka kurang dari 2 cm x 2 cm atau jumlah
dari 4 kuadran total kurang dari 5 cm ( amniotic fluid index ).
Oligohidramnion sering berkaitan dengan :
Janin kecil
Agenesis renal
Displasia traktus urinarius
Amniotic fluid marker
Alfafetoprotein berasal dari janin, kadar AFP dalam cairan amnion dan serum maternal
mempunyai nilai prediktif yang tinggi dalam diagnosa prenatal NTDs dan kelainan
kongenital lain.
Kadar MS-AFP yang tinggi menunjukkan adanya peningkatan kadar protein cairan
amnion dan kemungkinan adanya NTDs
SISTEM KARDIOVASKULAR
Perubahan mendadak dari kehidupan intrauterine ke ekstrauterin memerlukan
penyesuaian sirkulasi neonatus berupa :
pengalihan aliran darah dari paru,
penutupan ductus arteriosus Bottali dan foramen ovale serta
obliterasi ductus venosus Arantii dan vasa umbilikalis.
Sirkulasi bayi terdiri dari 3 fase :
35

1. Fase intrauterin dimana janin sangat tergantung pada plasenta
2. Fase transisi yang dimulai segera setelah lahir dan tangisan pertama
3. Fase dewasa yang umumnya berlangsung secara lengkap pada bulan pertama
kehidupan
Fase intrauterin
Vena umbilikalis membawa darah yang teroksigenasi dari plasenta menuju janin (gambar
2 dan 3 )
Lebih dari 50% cardiac out-put berjalan menuju plasenta melewati arteri umbilikalis.
Cardiac out-put terus meningkat sampai aterm dengan nilai 200 ml/menit. Frekuensi
detak jantung untuk mempertahankan cardiac output tersebut 110 150 kali per menit.
Tekanan darah fetus terus meningkat sampai aterm, pada kehamilan 35 minggu tekanan
sistolik 75 mmHg dan tekanan diastolik 55 mmHg
Sel darah merah, kadar hemoglobin dan packed cell volume terus meningkat selama
kehamilan. Sebagian besar eritrosit mengandung HbF
Pada kehamilan 15 minggu semua sel darah merah mengandung HbF. Ada kehamilan 36
minggu, terdapat 70% HbF dan 30% Hb A.
HbF memiliki kemampuan mengikat oksogen lebih besar dibanding HbA. HbF lebih
resisten terhadap hemolisis namun lebih rentan terhadap trauma.

Gambar 2. Sirkulasi janin
36


Gambar 3. Transfer O2 dan CO2 plasenta
Fase transisi
Saat persalinan, terjadi dua kejadian yang merubah hemodinamika janin
1. Ligasi talipusat yang menyebabkan kenaikan tekanan arterial
2. Kenaikan kadar CO
2
dan penurunan PO
2
yang menyebabkan awal pernafasan
janin
Setelah beberapa tarikan nafas, tekanan intrathoracal neonatus masih rendah (-40 sampai
50 mmHg) ; setelah jalan nafas mengembang, tekanan meningkat kearah nilai dewasa
yaitu -7 sampai -8 mmHg.
Tahanan vaskular dalam paru yang semula tinggi terus menurun sampai 75 80%.
Tekanan dalam arteri pulmonalis menurun sampai 50% saat tekanan atrium kiri
meningkat dua kali lipat.
Sirkulasi neonatus menjadi sempurna setelah penutupan ductus arteriousus dan foramen
ovale berlangsung, namun proses penyesuaian terus berlangsung sampai 1 2 bulan
kemudian.
Fase Ekstrauterin
Ductus arteriousus umumnya mengalami obliterasi pada awal periode post natal sebagai
reflek adanya kenaikan oksigen dan prostaglandin.
Bila ductus tetap terbuka, akan terdengar bising crescendo yang berkurang saat diastolik
(machinery murmur) yang terdengar diatas celah intercosta ke II kiri.
Obliterase foramen ovale biasanya berlangsung dalam 6 8 minggu. Foramen ovale tetap
ada pada beberapa individu tanpa menimbulkan gejala. Obliterasi ductus venosus dari
37

hepar ke vena cava menyisakan ligamentum venosum. Sisa penutupan vena umbilikalis
menjadi ligamentum teres hepatis.
Hemodinamika orang dewasa normal berbeda dengan janin dalam hal :
1. Darah vena dan arteri tidak bercampur dalam atrium
2. Vena cava hanya membawa darah yang terdeoksigenasi menuju atrium kanan,
dan selanjutnya menuju ventrikel kanan dan kemudian memompakan darah kedalam
arteri pulmonalis dan kapiler paru
3. Aorta hanya membawa darah yang teroksigenasi dari jantung kiri melalui vena
pulmonalis untuk selanjutnya di distribusikan keseluruh tubuh janin.
FUNGSI RESPIRASI
Pada kehamilan 22 minggu, sistem kapiler terbentuk dan paru sudah memiliki
kemampuan untuk melakukan pertukaran gas.
Pada saat aterm, sudah terbentuk 3 4 generasi alvoulus. Epitel yang semula berbentuk
kubis merubah menjadi pipih saat pernafasan pertama.
Pada kehamilan 24 minggu, cairan yang mengisi alvolus dan saluran nafas lain. Saat ini,
paru mengeluarkan surfactan lipoprotein yang memungkinkan berkembangnya paru janin
setelah lahir dan membantu mempertahankan volume ruangan udara dalam paru. Sampai
kehamilan 35 minggu jumlah surfactan masih belum mencukupi dan dapat menyebabkan
terjadinyahyalin membrane disease.
Janin melakukan gerakan nafas intrauterin yang menjadi semakin sering dengan
bertambahnya usia kehamilan
Pertukaran gas pada janin berlangsung di plasenta. Pertukaran gas sebanding dengan
perbedaan tekanan partial masing-masing gas dan luas permukaan dan berbanding
terbalik dengan ketebalan membran. Jadi plasenta dapat dilihat sebagai paru janin
intrauterin.
Tekanan parsial O
2
(PO
2
) darah janin lebih rendah dibandingkan darah ibu, namun oleh
karena darah janin mengandung banyak HbF maka saturasi oksigen janin yang ada sudah
dapat mencukupi kebutuhan.
PCO
2
dan CO
2
pada darah janin lebih tinggi dibandingkan darah ibu sehingga CO
2
akan
mengalami difusi dari janin ke ibu.
Aktivitas pernafasan janin intrauterin menyebabkan adanya aspirasi cairan amnion
kedalam bronchiolus, untuk dapat masuk jauh kedalam alveolus diperlukan tekanan yang
lebih besar. Episode hipoksia berat pada kehamilan lanjut atau selama persalinan dapat
menyebabkangasping sehingga cairan amnion yang kadang bercampur dengan
mekonium masuk keparu bagian dalam.
38

FUNGSI GASTROINTESTINAL
Sebelum dilahirkan, traktus gastrointestinal tidak pernah menjalankan fungsi yang
sebenarnya.
Sebagian cairan amnion yang ditelan berikut materi seluler yang terkandung didalamnya
melalui aktivitas enzymatik dan bakteri dirubah menjadi mekonium. Mekonium tetap
berada didalam usus kecuali bila terjadi hipoksia hebat yang menyebabkan kontraksi otot
usus sehingga mekonium keluar dan bercampur dengan cairan ketuban. Dalam beberapa
kadaan keberadaaan mekonium dalam cairan amnion merupakan bentuk kematangan
traktus digestivus dan bukan merupakan indikasi adanya hipoksia akut.
Pada janin, hepar berperan sebagai tempat penyimpanan glikogen dan zat besi
Vitamin K dalam hepar pada neonatus sangat minimal oelh karena pembentukannya
tergantung pada aktivitas bakteri. Defisiensi vitamin K dapat menyebabkan perdarahan
neonatus pada beberapa hari pertama pasca persalinan.
Proses glukoneogenesis dari asam amino dan timbunan glukosa yang memadai dalam
hepar belum terjadi saat kehidupan neonatus. Lebih lanjut, aktivitas kadar hormon
pengatur karbohidrat seperti cortisol, epinefrin dan glukagon juga masih belum efisien.
Dengan demikian, hipoglikemia neonatal adalah merupakan keadaan yang sering terjadi
bila janin berada pada suhu yang dingin atau malnutrisi.
Proses glukoronidasi pada kehidupan awal neonatus sangat terbatas sehingga bilirubin
tak dapat langsung dikonjugasi menjadi empedu. Setelah hemolisis fisiologis pada awal
neonatus atau adanya hemolisis patologis pada isoimunisasi nenoatus dapat terjadi kern
icterus.
FUNGSI GINJAL
Ginjal terbentuk dari mesonefros, glomerulus terbentuk sampai kehamilan minggu ke 36.
Ginjal tidak terlampau diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan janin.
Plasenta, paru dan ginjal maternal dalam keadaan normal akan mengatur keseimbangan
air dan elektrolit pada janin. Pembentukan urine dimulai pada minggu 9 12. Pada
kehamilan 32 minggu, produksi urine mencapai 12 ml/jam, saat aterm 28 ml/jam. Urine
janin adalah komponen utama dari cairan amnion.
SISTEM IMUNOLOGI
Pada awal kehamilan kapasitas janin untuk menghasilkan antibodi terhadap antigen
maternal atau invasi bakteri sangat buruk. Respon imunologi pada janin diperkirakan
mulai terjadi sejak minggu ke 20
39

Respon janin dibantu dengan transfer antibodi maternal dalam bentuk perlindungan pasif
yang menetap sampai beberapa saat pasca persalinan.
Terdapat 3 jenis leukosit yang berada dalam darah: granulosit monosit dan limfosit
Granulosit : granulosit eosinofilik basofilik dan neutrofilik
Limfosit : T-cells [derivat dari thymus] dan B-cells [derivat dari Bone Marrow]
Immunoglobulin (Ig) adalah serum globulin yang terdiri dari IgG IgM IgA - IgD dan
IgE
Pada neonatus, limpa janin mulai menghasilkan IgG dan IgM. Pembentukan IgG semakin
meningkat 3 4 minggu pasca persalinan.
Perbandingan antara IgG dan IgM penting untuk menentukan ada tidaknya infeksi intra
uterin. Kadar serum IgG janin aterm sama dengan kadar maternal oleh karena dapat
melewati plasenta. IgG merupakan 90% dari antibodi serum jain yang berasal dari ibu.
IgM terutama berasal dari janin sehingga dapat digunakan untuk menentukan adanya
infeksi intrauterin.
ENDOKRIN
Thyroid adalah kelenjar endokrin pertama yang terbentuk pada tubuh janin.
Pancreas terbentuk pada minggu ke 12 dan insulin dihasilkan oleh sel B pankreas. Insulin
maternal tidak dapat melewati plasenta sehingga janin harus membentuk insulin sendiri
untuk kepentingan metabolisme glukosa.
Semua hormon pertumbuhan yang disintesa kelenjar hipofise anterior terdapat pada janin,
namun peranan sebenarnya dari hormon protein pada kehidupan janin belum diketahui
dengan pasti.
Kortek adrenal janin adalah organ endokrin aktif yang memproduksi hormon steroid
dalam jumlah besar. Atrofi kelenjar adrenal seperti yang terjadi pada janin anensepali
dapat menyebabkan kehamilan postmatur.
Janin memproduksi TSH thyroid stimulating hormon sejak minggu ke 14 yang
menyebabkan pelepasan T
3
dan T
4 .

LI.2 Memahami dan Menjelaskan Kehamilan Dengan Anemia
LO 1.1 Pengaruh Kehamilan Pada Anemia
Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin (Hb) dalam darahnya
kurang dari 12 gr%. Sedangkan anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan
kadar haemoglobindibawah 11 gr% pada trimester I dan III atau kadar < 10,5 gr% pada
trimester II.
40

Bahaya selama kehamilan
a. Dapat terjadi karena abortus
b. Persalinan premature
c. Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim
d. Mudah terjadi infeksi
e. Ancaman decompensasi cordes (Hb<6gr%)
f. Mola hidatidosa
g. Hiperemesis gravidarum
h. Perdarahan antepartum
i. Ketuban pecah dini
Bahaya terhadap janin
a. Abortus
b. Terjadi kematian intra uteri
c. Persalinan prematur tinggi
d. Berat badan lahir rendah
e. Kelahiran dengan anemia
f. Dapat terjadi cacat bawaan
g. Bayi mudah terkena infeks
h. Ancaman decompensasi cordes (Hb<6gr%)
i. Mola hidatidosa
j. Hiperemesis gravidarum
k. Perdarahan antepartum
l. Ketuban pecah dini

LO 1.2 Jenis Anemia Pada Kehamilan
Anemia Defisiensi Besi
Definisi Etiologi
Anemia defisiensi besi merupakan tahap defisiensi besi yang paling parah, yang ditandai
oleh penurunan cadangan besi, konsentrasi besi serum, dan saturasi transferin yang
rendah dan konsentrasi hemoglobin atau nilai hematokrit yang menurun. Pada kehamilan,
kehilangan zat besi terjadi akibat pengalihan besi maternal ke janin untuk eritropoiesis,
kehilangan darah pada saat persalinan, dan laktasi yang jumlah keseluruhannya dapat
mencapai angka 900mg atau setara dengan 2 liter darah. Oleh karena sebagian besar
perempuan mengawali kehamilan dengan cadangan besi rendah, maka kebutuhan
tambahan ini berakibat pada anemia defisiensi besi.
Menurut Mochtar (1998), disebutkan bahwa penyebab terjadinya anemia adalah :
Kurang Gizi (Mal Nutrisi)
Disebabkan karena kurang nutrisi kemungkinan menderita anemia.
Kurang Zat Besi Dalam Diet
Diet berpantang telur, daging, hati atau ikan dapat membuka kemungkinan menderita
anemia karena diet.
Mal Absorbsi
41

Penderita gangguan penyerapan zat besi dalam usus dapat menderita anemia. Bisa terjadi
karena gangguan pencernaan atau dikonsumsinya substansi penghambat seperti kopi, teh
atau serat makanan tertentu tanpa asupan zat besi yang cukup.
Kehilangan banyak darah : persalinan yang lalu, dan lain-lain
Semakin sering seorang anemia mengalami kehamilan dan melahirkan akan semakin
banyak kehilangan zat besi dan akan menjadi anemia. Jika cadangan zat besi minimal,
maka setiap kehamian akan menguras persediaan zat besi tubuh dan akan menimbulkan
anemia pada kehamilan berikutnya.
Penyakit-Penyakit Kronis
Penyakit-penyakit kronis seperti: TBC Paru, Cacing usus, dan Malaria dapat
menyebabkan anemia.

Diagnosis
ANAMNESIS
Keluhan : lekas lelah, kurang konsentrasi, sulit bernafas, mengantuk
Anamnesis makanan : anemia nutrisional.
Pekerjaan pasien : kontak dengan zat-zat kimia, pekerja tani, penyemprot hama,
daerah malaria, alat-alat keselamatan kerja, lingkungan kerja dsb.
Riwayat ikterus ringan sampai kencing berwarna teh pekat, untuk mengetahui
apakah pasien mengalami anemia hemolitik.
Riwayat memakai obat-obatan tertentu, makan jamu, zat-zat pembersih rumah
tangga.
Riwayat penyakit seperti apakah menderita penyakit kronik seperti penyakit
ginjal, hati, tuberkulosis, diabetes.
Apakah ada penyakit-penyakit tertentu didalam keluarga seperti talasemia dan
penyakit-penyakit genetik lain.
Suku bangsa dan tradisi-tradisi tertentu.
PEMERIKSAAN FISIK
Tanda-tanda pucat, memar, bintik-bintik merah/biru dibeberapa bagian tubuh.
Kuku dapat dijumpai Koilonychia ( sudah jarang )
Perdarahan gusi, perdarahan gastrointestinal, respiratoar, urogenital. Wajah
tampak pucat, konjungtiva pucat.
Pemeriksaan limpa, hati dan ginjal.
Pemeriksaan gastrointestinal, apakah ada teraba massa.
Pemeriksaan thorax.
Apakah ada ulkus-ulkus kronik pada tungkai, tanda adanya penyakit talasemia,
anemia sel sabit dan adanya pembengkakan tanda trombosis vena dalam.
Keluhan-keluhan seperti kebas-kebas atau tanda-tanda neurologis yang jelas
seperti kelainan refleks yang dapat merupakan tanda kurangnya vitamin B12.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Terdapat 3 tahap diagnosis ADB:
Menentukan adanya anemia dengan mgnukur kadar hemoglobin atau hematokrit
Memastikan adanya defisiensi besi
42

Menentukan penyebab dari defisiensi besi yang terjadi

Anemia hipokromik makrositer pada hapusna darah tepi, atau MCV <80 fl dan MCHC
,31% dengan salah satu dari a,b,c,d:
Dua dari tiga parameter dibawha ini:
o Besi serum <50mg/dl
o TIBC >350mg/dl
o Saturasi transferin <15%
o Feritin serum <20mg/l
o Pengecatan sumsum tulang dengan biru prusia (Perls stain) menunjukan
cadangan besi (butir-butir hemosiderin) negatif
o Pemberian sulfas ferosus 3x200mg/hari selama 4 minggu disertai kenaikan kadar
hemoglobin lebih dari 2gr/dl.
Pencegahan
Kondisi anemia adalah suatu kondisi yang mudah dikendalikan dan diperbaiki bila
penyebabnya adalah kekurangan nutrisi atau bahan baku pembentukan hemoglobin. Bila
kondisi anemia yang terjadi pada ibu adalah akibat perdarahan, penyakit darah atau
kelainan tubuh lainnya, maka kondisi anemia membutuhkan perhatian lebih lanjut dan
advis dokter.
o Perbaikan diet/pola makan
Penyebab anemia terbanyak pada ibu hamil adalah diet yang buruk. Perbaikan pola
makan dan kebiasaan makan yang sehat dan baik selama kehamilan akan membantu ibu
untuk mendapatkan asupan nutrisi yang cukup sehingga dapat mencegah dan mengurani
kondisi anemia.
o Konsumsilah bahan kaya protein, zat besi dan Asam folat
Bahan kaya protein dapat diperoleh dari hewan maupun tanaman. Daging, hati, dan telur
adalah sumber protein yang baik bagi tubuh. Hati juga banyak mengandung zat besi,
vitamin A dan berbagai mineral lainnya. Kacang-kacangan, gandum/beras yang masih
ada kulit arinya, beras merah, dan sereal merupakan bahan tanaman yang kaya protein
nabati dan kandungan asam folat atau vitamin B lainnya. Sayuran hijau, bayam,
kangkung, jeruk dan berbagai buah-buahan kaya akan mineral baik zat besi maupun zat
lain yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel darah merah dan hemoglobin.
o Batasi penggunaan antasida
Antasida atau obat maag yang berfungsi menetralkan asam lambung ini umumnya
mengandung mineral, atau logam lain yang dapat menganggu penyerapan zat besi dalam
tubuh. Oleh karena itu batasi penggunaannya dan gunakan sesuai aturan pemakaian.
Pencegahan anemia defisiensi besi dapat dilakukan dengan suplementasi besi dan asam
folat. WHO menganjurkan untuk memberikan 60mg besi selama 6 bulan untuk
memenuhi kebutuhan fisiologik selama kehamilan. Namun banyak literatur
menganjurkan dosis 100mg besi setiap hari selama 16 minggu atau lebih pada kehamilan.
Di wilayah-wilayah dengan prevalensi anemia yang tinggi, dianjurkan untuk memberikan
suplementasi sampai tiga bulan post partum.

43

Tatalaksana
Saat hamil zat besi dibutuhkan lebih banyak daripada saat tidak hamil. Pada kehamilan
memerlukan tambahan zat besi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dan
membentuk sel darah merah janin dan plasenta, kebutuhan zat besi pada setiap trimester
berbeda. Terutama pada trimester kedua dan ketiga wanita hamil memerlukan zat besi
dalam jumlah banyak, oleh karena itu pada trimester kedua dan ketiga harus
mendapatkan tambahan zat besi. Oleh karena itu pencegahan anemia terutama di daerah-
daerah dengan frekuensi kehamilan yang tinggi sebaiknya wanita hamil diberi sulfas
ferrossus atau glukonas ferrosus, cukup 1 tablet sehari, selain itu wanita dinasihatkan pula
untuk makan lebih banyak protein dan sayur-sayuran yang banyak mengandung mineral
serta vitamin. Terapinya adalah oral (pemberian ferro sulfat 60 mg / hari menaikkan
kadar Hb 1,00 gr% dan kombinasi 60 mg besi + 500 mcg asam folat) dan parenteral
(pemberian ferrum dextran sebanyak 1000 mg (20 ml) intravena atau 2 x 50 ml gr
diberikan secara intramuskular pada gluteus maksimus dapat meningkatkan Hb relatif
lebih cepat yaitu 2,00 gr% (dalam waktu 24 jam). Pemberian parentral zat besi
mempunyai indikasi kepada ibu hamil yang terkena anemia berat). Sebelum pemberian
rencana parenteral harus dilakukan test alergi sebanyak 0,50 cc / IC.
Kebutuhan tablet besi pada kehamilan menurut Jordan (2003), dijelaskan bahwa : Pada
kehamilan dengan janin tunggal kebutuhan zat besi terdiri dari : 200-600 mg untuk
memenuhi peningkatan massa sel darah merah, 200-370 mg untuk janin yang bergantung
pada berat lahirnya, 150-200 mg untuk kehilangan eksternal, 30-170 mg untuk tali pusat
dan plasenta, 90-310 mg untuk menggantikan darah yang hilang saat melahirkan.
Dengan demikian kebutuhan total zat besi pada kehamilan berkisar antara 440-1050 mg
dan 580-1340 mg dimana kebutuhan tersebut akan hilang 200 mg (Walsh V, 2007)
melalui ekskresi kulit, usus, urinarius. Untuk mengatasi kehilangan ini, ibu hamil
memerlukan rata-rata 30,00-40,00 mg zat besi per hari. Kebutuhan ini akan meningkat
secara signifikan pada trimester terakhir, yaitu rata-rata 50,00 mg / hari pada akhir
kehamilan menjadi 60,00 mg / hari. Zat besi yang tersedia dalam makanan berkisar 6,00
sampai 9,00 mg / hari, ketersediaan ini bergantung pada cakupan diet. Karena itu,
pemenuhan kebutuhan pada kehamilan memerlukan mobilisasi simpanan zat besi dan
peningkatan absorbsi.
Komplikasi
Komplikasi anemia dalam kehamilan memberikan pengaruh langsung terhadap janin,
sedangkan pengaruh komplikasi pada kehamilan dapat diuraikan, sebagai berikut :
Bahaya Pada Trimester I
Pada trimester I, anemia dapat menyebabkan terjadinya missed abortion, kelainan
congenital, abortus / keguguran.
Bahaya Pada Trimester II
Pada trimester II, anemia dapat menyebabkan terjadinya partus premature, perdarahan
ante partum, gangguan pertumbuhan janin dalam rahim, asfiksia intrapartum sampai
kematian, gestosis dan mudah terkena infeksi, dan dekompensasi kordis hingga kematian
ibu.
Bahaya Saat Persalinan
44

Pada saat persalinan anemia dapat menyebabkan gangguan his primer, sekunder, janin
lahir dengan anemia, persalinan dengan tindakan-tindakan tinggi karena ibu cepat lelah
dan gangguan perjalanan persalinan perlu tindakan operatif (Mansjoer dkk, 2008).

Anemia Megaloblastik
Anemia megaloblastik biasanya disebabkan karena kekurangan asam folat, jarang sekali
karena kekurangan vitamin B12. Selama masa hamil asupan folat yang dianjurkan setiap
hari adalah 0,4 mg asam folat (Mochtar, 1998)
Gejala klinis anamia megaloblastik anatara lain mual muntah, cepat lelah, sering pusing,
dan sinkop. Terapi asam folat yang diberikan kepada ibu hamil yang menderita anemia
megaloblastik sebanyak 1gr/hari per oral (Manuaba, 1998)
Diagnosis anemia megaloblastik dibuat apabila ditemukan megaloblas atau
promegaloblas dalam darah atau sumsum tulang. Sifat khas makrositer dan hiperkrom
tidak selalu ditemukan, kecuali bila anemianya sudah berat. Sering kali anamianya
normositer dan normikrom karena biasanya berdampingan dengan defisiensi besi dalam
kehamilan. Peribahan dalam leukopoesis, seperti metamielosit datia dan sel batang datia
yang kadang-kadang diserta vakuolisasi, dan hiperpegmentasi grnulisit terjadi lebih dini
pada defisiensi asam folik dan B12. Diagnosis pasti baru dapat dibuat dengan percobaan
penyerapan (absorption test) dan pengeluaran (clearance test) asam folik.
Pengobatannya:
a. Asam folat 15 30 mg per hari
b. Vitamin B12 3 X 1 tablet per hari
c. Sulfas ferosus 3 X 1 tablet per hari
d. Pada kasus berat dan pengobatan per oral hasilnya lamban sehingga dapat diberikan
transfusi darah.
Prognosis untuk anemia megaloblastik cukup baik jika terapi diberikan secra rutin, dan
hampir selalu berhasil. Apabila penderita mencapai masa nifas dengan selamat dengan
atau pengobatan, maka anemianya akan sembuh dan tidak akan kambuh lagi, karena
kebutuhan asam folat jauh berkurang ketika bayi sudah lahir. Anemia megaloblastik yang
berat pada kehamilan dan tidak diobati memiliki prognosis yang buruk, angka kematian
bagi ibu mendekati 50% dan bagi anak 50%.
Anemia Hipoplastik (8%)
Anemia yang disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang, membentuk sel darah merah
baru.Untuk diagnostik diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan diantaranya adalah darah
tepi lengkap, pemeriksaan pungsi ekternal dan pemeriksaan retikulosit.

Anemia Hemolitik (0,7%)
45

Anemia yang disebabkan penghancuran atau pemecahan sel darah merah yang lebih
cepat dari pembuatannya.Gejala utama adalah anemia dengan kelainan-kelainan
gambaran darah, kelelahan, kelemahan, serta gejala komplikasi bila terjadi kelainan pada
organ-organ vital.Pengobatannya tergantung pada jenis anemia hemolitik serta
penyebabnya.Bila disebabkan oleh infeksi maka infeksinya diberantas dan diberikan
obat-obat penambah darah.Namun pada beberapa jenis obat-obatan, hal ini tidak memberi
hasil.Sehingga transfusi darah berulang dapat membantu penderita ini.

LI.3 Memahami dan Menjelaskan Proses Persalinan Normal
LO 3.1 Mekanisme Proses Persalinan Normal
Menurut Wiknjosastro, dkk (1999 : 186), hampir 96% janin berada dalam uterus
dengan presentasi kepala dan presentasi kepala ini ditemukan kurang lebih 58% ubun-
ubun kecil terletak terletak di kiri depan, kurang lebih 23% di kanan depan, kurang lebih
11% di kanan belakang, dan kurang lebih 18% di kiri belakang. Keadaan ini mungkin
disebabkan terisinya ruangan di sebelah kiri belakang oleh kolon sigmoit dan rektrum.
Menjadi pertanyaan mengapa janin dengan presentase berada dalam uterus dengan
presentase kepala ? Keadaan ini mungkin disebabkan kepala relatif lebih besar dan lebih
berat. Mungkin pula bentuk uterus sedemikian rupa, sehingga volume bokong dan
extremitas yang lebih besar berada di atas, di ruangan yang lebih luas, sedangkan kepala
berada di bawah, di ruangan yang lebih sempit. Ini stereometrik kepala janin dan ruang
panggul harus benar-benar dipahami.
Seperti telah dijelaskan terdahulu 3 (tiga) faktor penting yang memegang peranan
pada persalinan, ialah : 1) kekuatan-kekuatan yang ada pada ibu seperti kekuatan his dan
kekuatan mengedan; 2) keadaan jalan lahir; 3) janinnya sendiri.
His adalah salah satu kekuatan pada ibu seperti telah dijelaskan yang
menyebabkan serviks membuka dan mendorong janin kebawah. Pada presentasi kepala,
bila his sudah cukup kuat, kepala akan mulai turun dan masuk kedala rongga panggul.
Masuknya kepala melalui pintu atas panggul dapat dalam keadaan sinklitismus,
ialah bila arah sumbu kepala tegak lurus dengan bidang pintu atas panggul. Dapat pula
kepala masuk dalam keadaan asinklitismus, yaitu arah sumbu kepala janin miring dengan
bidang pintu atas panggul. Asinklitismus anterior menurut naegele ialah apabila arah
sumbu kepala membuat sudut lancip kedepan dengan pintu atas pinggul. Dapat pula
asinklitismus posterior menurut litzman : keadaan adalah sebaliknya dari asinklitismus
anterior.
Keadaan asinklitismus anterior lebih menguntungkan dari pada mekanisme
turunnyakepala dengan turunnya asinklitismus posterior karena ruangan pelvis di daerah
posterior adalah lebih luas dibandingkan dengan ruangan pelvis di daerah anterior. Hal
asinklitismus penting, apabila daya akomodasi panggul agak terbatas.
Akibat sumbu kepala janin yang eksentrik atau tidak simetris, dengan sumbu lebih
mendekati siboksiput, maka tahanan oleh jaringan dibawahnya terhadap kepala yang
akan menurun, menyebabkan bahwa kepala mengadakan fleksi didalam rongga panggul
menurut hukum Koppel : a kali b = c kali d. Pergeseran di titik B lebih besar dari titik A.
Dengan fleksi kepala janin memasuki ruang panggul dengan ukuran yang paling kecil,
yakni dengan diameter suboksipitobregmatikus (32 cm). Sampai di dasar panggul kepala
janin berada didalam keadaan fleksi maksimal. Kepala yang sedang turun menemui
diafragma pelvis yang berjalan dari belakang atas ke bawah depan. Akibat kombinasi
46

elastisitas diafragma pelvis dan tekanan intreuterin disebabkan oleh his yang berulang-
ulang, kepala mengadakan rotasi, disebut pula putaran paksi dalam. Di dalam hal
mengadakan rotasi ubun-ubun dibawah simfisis, maka dengan suboksiput sebagai
hipomoklion, kepala mengadakan gerakan defleksi untuk dapat dilahirkan. Pada tiap his
vulva lebih dan kepala janin makin tampak bregma, dahi, muka dan akhirnya dagu.
Sesudah kepala lahir, kepala segera mengadakan rotasi, yang disebut putaran paksi luar.
Putaran paksi luar ini ialah gerakan kembali sebelum putaran paksi dalam terjadi,
untuk menyesuaikan kedudukan kepala dengan punggung anak.
Bahu melintasi pintu atas panggul dalam keadaan miring. Di dalam rongga panggul
bahu akan menyesuaikan diri dengan bentuk panggul yang akan dilaluinya, sehingga
didasar panggul, apabila kepala telah dilahirkan, bahu akan berada dalam posisi depan
belakang. Demikian pula dilahirkan irokanter depan terlebih dahulu, baru kemudian
trokanter belakang, kemudian, bayi lahir seluruhnya.
Bila mekanisme partus yang fisiologik ini difahami dengan sungguh-sungguh,
maka pada hal-hal yang menyimpang dapat segera dikoreksi secara manual jika mungkin,
sehingga tindakan-tindakan operatif tidak perlu dikerjakan.
Apabila bayi telah lahir, segera jalan nafas di bersihkan. Tali pusar di jepit antara 2
cunam pada jarak 5 dan 10 cm. Kemudian di gunting antara kedua cunam tersebut, lalu di
ikat. Tunggul tali pusat dibei anti-septika. Umumnya bila telah lahir lengkap, bayi akan
segera menarik nafas dan menangis.
Resuitasi dengan jalan membersihkan dan menghisap lendir pada jalan nafas harus
segera di kerjakan. Pula cairan di dalam lambung hendaknya di isap untuk mencegahnya
masuk ke paru-paru ketika bayi muntah dan muntahnya terhisap masuk ke paru-parunya.
Bila bayi telah lahir, uterus mengecil. Partus berada dalam kala III (kala uri).
Walaupun bayi telah lahir, kala uri tidak kalah pentingnya dari pada kala I dan II.
Kematian ibu karena pendarahan pada kala uri tidak jarang terjadi sebab pimpinan kala
III kurang crmat di kerjakan. Seperti telah di kemukakan, segera setelah bayi lahir, his
mempunyai amplitude yang kira-kira sama tingginya hanya frekuensinya berkurang.
Akibat his ini, uterus akan mengecil, sehingga pelekatan plasenta dengan dinding uterus
akan terlepas. Melepasnya plasenta dari dinding uterus ini dapat di mulai dari 1) tengah
2) (sentral menurut schultze); 2) pinggir (marginal menurut Mathews Duncan); 3
kombinasi 1 dan 2. Yang terbanyak ialah menurut schultze. Umumnya kala III
berlangsung selama 6 sampai 15 menit. Tinggi fundus uteri setelah kala III kira-kira 2 jari
di bawah pusat

47


48



49



50




LO 3.2 Pimpinan Persalinan
Pembagian Fase/Kala Persalinan
Pembagian fase/kala persalinan menurut WIknyosastro, dkk (1999 : 181) sebagai berikut:
1. Kala 1 Pematangan dan pembukaan serviks sampai lengkap (kala pembukaan)
2. Kala 2 Pengeluaran bayi (kala pengeluaran)
3. Kala 3 Pengeluaran plasenta (kala uri)
4. Kala 4 Masa 1 jam setelah partus, terutama untuk observasi

Periode tahap-tahap persalinan normal menurut Kampono dan M. Moegni (1999)
sebagai berikut : Tabel 2.1. Periode Tahap-tahap Persalinan Normal

51

Tahap Persalinan Nullipara Multipara
Kala 1 fase laten
Fase aktif
Pembukaan serviks
Kala 2
Kala 3
Kurang dari 20 jam
5 8 jam
Rata-rata 1,2 cm/jam
Kurang dari 2 jam
Kurang dari 30 menit
Kurang dari 14 jam
2 5 jam
Rata-rata 1,5 cm/jam
Kurang dari 1 jam
Kurang dari 30 menit

Proses Berlangsungnya Persalinan Normal
Persalinan Kala 1 : Fase Pematangan/Pembukaan Serviks
Persalinan kala 1 dimulai pada waktu serviks membuka karena his : kontraksi uterus yang
teratur, makin lama, makin kuat, makin sering, makin terasa nyeri, disertai pengeluaran
darah-lendir yang tidak lebih banyak daripada darah haid. Persalinan kala 1 berakhir
pada waktu pembukaan serviks telah lengkap (pada periksa dalam, bibir porsio serviks
tidak dapat diraba lagi). Selaput ketuban biasanya pecah spontan pada saat akhir kala I.
Fase laten : pembukaan sampai mencapai 3 cm, berlangsung sekitar 8 jam.
Fase aktif : pembukaan dari 3 cm sampai lengkap (+ 10 cm), berlangsung sekitar 6 jam.
Fase aktif terbagi atas :
1. Fase akselerasi (sekitar 2 jam), pembukaan 3 cm sampai 4 cm.
2. Fase dilatasi maksimal (sekitar 2 jam), pembukaan 4 cm sampai 9 cm.
3. Fase deselerasi (sekitar 2 jam), pembukaan 9 cm sampai lengkap (+ 10 cm).

Peristiwa penting pada persalinan kala 1 :
1. Keluar lendir / darah (bloody show) akibat terlepasnya sumbat mukus (mucous plug)
yang selama kehamilan menumpuk di kanalis servikalis, akibat terbukanya vaskular
kapiler serviks, dan akibat pergeseran antara selaput ketuban dengan dinding dalam
uterus.
2. Ostium uteri internum dan eksternum terbuka sehingga serviks menipis dan mendatar.
3. Selaput ketuban pecah spontan (beberapa kepustakaan menyebutkan ketuban pecah dini
jika terjadi pengeluaran cairan ketuban sebelum pembukaan 5 cm).

52

Pematangan dan pembukaan serviks (cervical effacement) pada primigravida menurut
Wiknyosastro, dkk (1999 : 183) berbeda dengan pada multipara :
1. Pada primigravida terjadi penipisan serviks lebih dahulu sebelum terjadi pembukaan -
pada multipara serviks telah lunak akibat persalinan sebelumnya, sehingga langsung
terjadi proses penipisan dan pembukaan.
2. Pada primigravida, ostium internum membuka lebih dulu daripada ostium eksternum
(inspekulo ostium tampak berbentuk seperti lingkaran kecil di tengah) - pada multipara,
ostium internum dan eksternum membuka bersamaan (inspekulo ostium tampak
berbentuk seperti garis lebar).
3. Periode kala 1 pada primigravida lebih lama (+ 20 jam) dibandingkan multipara (+14
jam) karena pematangan dan pelunakan serviks pada fase laten pasien primigravida
memerlukan waktu lebih lama.

Persalinan Kala 2 : Fase Pengeluaran Bayi
Persalinan kala 2 dimulai pada saat pembukaan serviks telah lengkap dan berakhir
pada saat bayi telah lahir lengkap. His menjadi lebih kuat, lebih sering, lebih lama, sangat
kuat. Selaput ketuban mungkin juga baru pecah spontan pada awal kala 2.
Peristiwa penting pada persalinan kala 2 adalah :
1. Bagian terbawah janin (pada persalinan normal : kepala) turun sampai dasar panggul.
2. Ibu timbul perasaan / refleks ingin mengejan yang makin berat.
3. Perineum meregang dan anus membuka (hemoroid fisiologik)
4. Kepala dilahirkan lebih dulu, dengan suboksiput di bawah simfisis (simfisis pubis sebagai
sumbu putar / hipomoklion), selanjutnya dilahirkan badan dan anggota badan.
5. Kemungkinan diperlukan pemotongan jaringan perineum untuk memperbesar jalan lahir
(episiotomi).
Lama kala 2 pada primigravida + 1.5 jam, multipara + 0.5 jam.
Gerakan utama pengeluaran janin pada persalinan dengan letak belakang kepala :
1. Kepala masuk pintu atas panggul : sumbu kepala janin dapat tegak lurus dengan pintu
atas panggul (sinklitismus) atau miring/membentuk sudut dengan pintu atas panggul
(asinklitismus anterior/posterior).
53

2. Kepala turun ke dalam rongga panggul, akibat : 1) tekanan langsung dari his dari daerah
fundus ke arah daerah bokong, 2) tekanan dari cairan amnion, 3) kontraksi otot dinding
perut dan diafragma (mengejan), dan 4) badan janin terjadi ekstensi dan menegang.
3. Fleksi : kepala janin fleksi, dagu menempel ke toraks, posisi kepala berubah dari
diameter oksipito-frontalis (puncak kepala) menjadi diameter suboksipito-bregmatikus
(belakang kepala).
4. Rotasi interna (putaran paksi dalam) : selalu disertai turunnya kepala, putaran ubun-ubun
kecil ke arah depan (ke bawah simfisis pubis), membawa kepala melewati distansia
interspinarum dengan diameter biparietalis.
5. Ekstensi : setelah kepala mencapai vulva, terjadi ekstensi setelah oksiput melewati bawah
simfisis pubis bagian posterior. Lahir berturut-turut : oksiput, bregma, dahi, hidung,
mulut, dagu.
6. Rotasi eksterna (putaran paksi luar) : kepala berputar kembali sesuai dengan sumbu rotasi
tubuh, bahu masuk pintu atas panggul dengan posisi anteroposterior sampai di bawah
simfisis, kemudian dilahirkan bahu depan dan bahu belakang.
7. Ekspulsi : setelah bahu lahir, bagian tubuh lainnya akan dikeluarkan dengan mudah.
Selanjutnya lahir badan (toraks,abdomen) dan lengan, pinggul / trokanter depan dan
belakang, tungkai dan kaki.
Persalinan Kala 3 : Fase Pengeluaran Plasenta
Persalinan kala 3 dimulai pada saat bayi telah lahir lengkap dan berakhir dengan
lahirnya plasenta. Kelahiran plasenta : lepasnya plasenta dari insersi pada dinding uterus,
serta pengeluaran plasenta dari kavum uteri.
Lepasnya plasenta dari insersinya : mungkin dari sentral (Schultze) ditandai dengan
perdarahan baru, atau dari tepi / marginal (Matthews-Duncan) jika tidak disertai
perdarahan, atau mungkin juga serempak sentral dan marginal. Pelepasan plasenta terjadi
karena perlekatan plasenta di dinding uterus adalah bersifat adhesi, sehingga pada saat
kontraksi mudah lepas dan berdarah.
Pada keadaan normal, kontraksi uterus bertambah keras, fundus setinggi sekitar / di atas
pusat.
Plasenta lepas spontan 5-15 menit setelah bayi lahir (jika lepasnya plasenta terjadi
sebelum bayi lahir, disebut solusio/abruptio placentae - keadaan gawat darurat obstetrik).
54

Persalinan Kala 4 : Observasi Pasca Persalinan
Sampai dengan 1 jam postpartum, dilakukan observasi. Menurut Kampono dan
M. Moegni (1999) ada 7 (tujuh) pokok penting yang harus diperhatikan pada kala 4 :
1. kontraksi uterus harus baik,
2. tidak ada perdarahan pervaginam atau dari alat genital lain,
3. plasenta dan selaput ketuban harus sudah lahir lengkap,
4. kandung kencing harus kosong,
5. luka-luka di perineum harus dirawat dan tidak ada hematoma,
6. resume keadaan umum bayi,
7. resume keadaan umum ibu.

LI.4 Memahami dan Menjelaskan Gizi Pada Ibu Hamil
TRI MESTER PERTAMA

Minggu 1 sampai minggu ke-4
Ibu perlu mengonsumsi makanan berkalori tinggi untuk mencukupi kebutuhan kalori
yang bertambah 170 kalori. Tujuannya, agar tubuh menghasilkan cukup energi yang
diperlukan janin yang tengah terbentuk pesat. Konsumsi minimal 2000 kilo kalori per
hari. Penuhi melalui aneka sumber karbohidrat (nasi, mi, roti, sereal, dan pasta), lengkapi
sayuran, buah, daging-dagingan atau ikan-ikanan, susu dan produk olahannya.
Janin: Berbagai cikal bakal organ tubuhnya mulai terbentuk.

Minggu ke-5
Ibu dilanda mual dan muntah, tapi perlu makan dalam porsi kecil tapi sering. Konsumsi
makanan selagi segar atau panas. Contoh porsi yang dapat dikonsumsi untuk memenuhi
kebutuhan zat gizi per hari pada trimester 1, antara lain roti, sereal, nasi 6 porsi, buah 3 -
4 porsi, sayuran 4 porsi, daging, sumber protein lainnya 2 - 3 porsi, susu atau produk
olahannya 3 - 4 porsi, camilan 2 - 3 porsi.
Janin: Cikal bakal hati (liver) tampak di tubuhnya yang baru berukuran 1,25 mm.

Minggu ke-7
Ibu perlu mengonsumsi aneka jenis makanan berkalsium tinggi untuk menunjang
pembentukan tulang rangka tubuh janin yang berlangsung saat ini. Kebutuhan kalsium
Anda 1000 miligram/hari. Didapat dari keju 3/4 cangkir, keju Parmesan atau Romano 1
ons, keju cheddar 1,5 ons, custard atau puding susu 1 cangkir, susu (full cream, skim) 8
ons, yoghurt 1 cangkir.
Janin: Cikal bakal kedua lengan tampak, bentuknya bak sirip ikan.

Minggu ke-9
Ibu tak boleh lupa memenuhi kebutuhan asam folat 0,6 miligram per hari, diperoleh dari
hati, kacang kering, telur, brokoli, aneka produk whole grain, jeruk, dan jus jeruk.
Konsumsi juga vitamin C untuk pembentukan jaringan tubuh janin, penyerapan zat besi,
55

dan mencegah pre-eklampsia. Sumbernya: 1 cangkir stroberi (94 miligram), 1 cangkir jus
jeruk (82 miligram), 1 kiwi sedang (74 miligram), 1/2 cangkir brokoli (58 miligram).
Janin: Cikal bakal rongga mata terlihat sebagai 2 lekukkan di bola kepala. Kedua tunas
lengannya memanjang.

Minggu ke-10
Saatnya makan banyak protein untuk memperoleh asam amino bagi pembentukan otak
janin, diitambah kolin dan DHA untuk membentuk sel otak baru. Sumber kolin; susu,
telur, kacang-kacangan, daging sapi dan roti gandum. Sumber DHA: ikan, kuning telur,
produk unggas, daging, dan minyak kanola.
Janin: Bentuk tubuhnya mirip manusia hanya sangat kecil.


Minggu ke-12
Sejumlah vitamin yang harus ibu penuhi kebutuhannya adalah vitamin A, B1, B2, B3,
dan B6, semuanya untuk membantu proses tumbuh-kembang, vitamin B12 untuk
membentuk sel darah baru, vitamin C untuk penyerapan zat besi, vitamin D untuk
pembentukan tulang dan gigi, vitamin E untuk metabolisme. Jangan lupa konsumsi zat
besi, karena volume darah Anda akan meningkat 50%. Zat besi berguna untuk
memroduksi sel darah merah. Apalagi jantung janin siap berdenyut!
Janin: Jantungnya berdenyut

TRI MESTER KEDUA
Minggu ke-13
Anda: Kurangi atau hindari minum kopi. Sebab kafeinnya (juga terdapat di teh, kola dan
cokelat) berisiko mengganggu perkembangan sistem saraf pusat janin yang mulai
berkembang.
Janin: Perkembangan organ tubuhnya mengalami percepatan.

Minggu ke-14
Ibu: Anda perlu menambah asupan 300 kalori per hari untuk tambahan energi yang
dibutuhkan untuk tumbuh-kembang janin. Penuhi antara lain dari 2 cangkir nasi atau
penggantinya. Juga perlu lebih banyak ngemil, 3-4 kali sehari porsi sedang.
Janin: Cikal bakal telinga terbentuk, begitu juga telinga luar dan daun telinga.

Minggu ke-17
Anda: Jangan lupa makan sayur dan buah serta cairan untuk mencegah sembelit. Penuhi
kebutuhan cairan tubuh yang meningkat. Pastikan minum 6-8 gelas air setiap hari. Selain
itu, konsumsi sumber zat besi (ayam, daging, kuning telur, buah kering, bayam) dan
vitamin C untuk mengoptimal pembentukan sel darah merah baru, karena jantung dan
sistem peredaran darah janin sedang berkembang.
Ibu & Janin: Jantung dan sistem peredaran darah berkembang pesat

Minggu ke-24
Ibu: Batasi garam, karena memicu tekanan darah tinggi dan mencetus kaki bengkak
akibat menahan cairan tubuh. Bila ingin jajan atau makan di luar, pilih yang bersih, tidak
56

hanya kaya karbohidrat tapi bergizi lengkap, tidak berkadar garam dan lemak tinggi
(misal, gorengan dan junk food). Bila mungkin pilih yang kaya serat.
Janin: Pankreas mempersiapkan diri untuk bekerja membantu fungsi sistem pencernaan.

Minggu ke-28
Ibu: Konsumsi aneka jenis seafood untuk memenuhi kebutuhan asam lemak omega-
3 bagi pembentukan otak dan kecerdasan janin. Vitamin E sebagai antioksidan harus
dipenuhi pula. Pilihannya, bayam dan buah kering.
Janin: Retina atau selaput pelangi bola matanya terbentuk. Begitu juga bakal bulu mata
dan alis

TRI MESTER KETI GA
Pertumbuhan otak janin akan terjadi cepat sekali pada dua bulan terakhir menjelang
persalinan. Karena itu, jangan sampai kekurangan gizi.

Berikut ini sederet zat gizi yang sebaiknya lebih diperhatikan pada kehamilan trimester
ke III ini, tentu tanpa mengabaikan zat gizi lainnya:

Kalori. Kebutuhan kalori selama kehamilan adalah sekitar 70.000 -80.000 kilo kalori
(kkal), dengan pertambahan berat badan sekitar 12,5 kg. Pertambahan kalori ini
diperlukan terutama pada 20 minggu terakhir. Untuk itu, tambahan kalori yang
diperlukan setiap hari adalah sekitar 285-300 kkal.

Tambahan kalori diperlukan untuk pertumbuhan jaringan janin dan plasenta dan
menambah volume darah serta cairan amnion (ketuban). Selain itu, kalori juga berguna
sebagai cadangan ibu untuk keperluan melahirkan dan menyusui.

Agar kebutuhan kalori terpenuhi, Anda harus menggenjot konsumsi makanan dari
sumber karbohidrat dan lemak. Karbohidrat bisa diperoleh melalui serelia (padi-padian)
dan produk olahannya, kentang, gula, kacang-kacangan, biji-bijian dan susu. Sementara
untuk lemak, Anda bisa mengonsumsi mentega, susu, telur, daging berlemak, alpukat dan
minyak nabati.

Vitamin B6 (Piridoksin). Vitamin ini dibutuhan untuk menjalankan lebih dari 100 reaksi
kimia di dalam tubuh yang melibatkan enzim. Selain membantu metabolisma asam
amino, karbohidrat, lemak dan pembentukan sel darah merah, juga berperan dalam
pembentukan neurotransmitter (senyawa kimia penghantar pesan antar sel saraf).
Semakin berkembang otak jianin, semakin meningkat pula kemampuan untuk
mengantarkan pesan.

Angka kecukupan vitamin B6 bagi ibu hamil adalah sekitar 2,2 miligram sehari.
Makanan hewani adalah sumber yang kaya akan vitamin ini.

Yodium. Yodium dibutuhkan sebagai pembentuk senyawa tiroksin yang berperan
mengontrol setiap metabolisma sel baru yang terbentuk. Bila kekurangan senyawa ini,
57

akibatnya proses perekembagan janin, termasuk otaknya terhambat dan terganggu. Janin
akan tumbuh kerdil.

Sebaliknya, jika tiroksin berlebih, sel-sel baru akan tumbuh secara berlebihan sehingga
janin tumbuh melampaui ukuran normal. Karenanya, cermati asupa yodium ke dalam
tubuh saat hamil. Angka yang ideal untuk konsumsi yodium adalah 175 mikrogram
perhari

Tiamin (vitamin B1), Riboflavin (B2) dan Niasin (B3). Deretan vitamin ini akan
membantu enzim untuk mengatur metabolisma sistem pernafasan dan enerji. Ibu hamil
dianjurkan untuk mengonsumsi Tiamin sekitar 1,2 miligram per hari, Riboflavin sekitar
1,2 miligram perhari dan Niasin 11 miligram perhari. Ketiga vitamin B ini bisa Anda
konsumsi dari keju, susu, kacang-kacangan, hati dan telur.

Air. Kebutuhan ibu hamil di trimester III ini bukan hanya dari makanan tapi juga dari
cairan. Ari sangat penting untuk pertubuhan sel-sel baru, mengatur suhu tubuh,
melarutkan danmengatur proses metabolisma zat-zat gizi, serta mempertahankan volume
darah yang meningkat selama masa kehamilan.

Jika cukup mengonsumsi cairan, buang air besar akan lancar sehingga terhindar dari
sembelit serta risiko terkena infeksi saluran kemih. Sebaiknya minum 8 gelas air putih
sehari. Selain air putih, bisa pula dibantu dengan jus buah, makanan berkuah dan buah-
buahan. Tapi jangan lupa, agar bobot tubuh tidak naik berlebihan, kurangi minuman
bergula seperti sirop dan softdrink

Penambahan Berat Badan Status Gizi Ibu Sebelum Hamil
Kategori Berat
(BMI)
Total Kenaikan BB
(Kg)
Penambahan BB
TM I
(Kg)
TM II
(Kg)
Normal ( BMI
19,8-26)
12,5 13 2,3 0,49
Kurus ( BMI <
19,8 )
11,5 16 1,6 0,44
Lebih 7 11, 6 0,9 0,3
Obesitas ( BMI >
29 )
6

Penilaian nutrisi
IMT Prahamil Anjuran peningkatan BB total
58

Underweight (IMT < 19,8) 12,5 18 kg
Normal (IMT 19,8 26 ) 11,5 16 kg
Overweight (IMT 26 - 29) 7 -11,5 kg
Obesitas (IMT > 29) 6 kg

Lingkar Lengan Atas

Antropometri yang paling sering digunakan untuk menilai status gizi yaitu LLA (Lingkar
Lengan Atas). Pengukuran LLA adalah salah satu cara untuk mengetahui resiko
Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada Wanita Usia Subur (WUS). Tujuan pengukuran
LLA mencakup masalah WUS baik ibu hamil maupun calon ibu, masyarakat umum dan
peran petugas lintas sektoral (Depkes RI, 2008). Adapun tujuan tersebut adalah :
1. Mengetahui resiko KEK WUS, baik ibu hamil maupun calon ibu, untuk menepis
wanita yang mempunyai resiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR).
2. Meningkatkan perhatian dan kesadaran masyarakat agar lebih berperan dalam
pencegahan dan penanggulangan KEK.
3. Mengembangkan gagasan baru dikalangan masyarakat dengan tujuan peningkatan
kesejahteraan ibu dan anak
4. Meningkatkan peran petugas lintas sektoral dalam upaya perbaikan gizi WUS yang
menderita KEK.
5. Mengarahkan pelayanan kesehatan pada kelompok sasaran WUS yang menderita
KEK.

Ambang batas LLA WUS dengan resiko KEK di Indonesia adalah 23,5 cm. Apabila
ukuran LLA kurang 23,5 cm artinya wanita tersebut mempunyai resiko KEK dan
diperkirakan akan melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). BBLR mempunyai
resiko kematian, gizi kurang, gangguan pertumbuhan dan gangguan perkembangan anak
(I Dewa Nyoman, 2002).

Pengaruh Gizi Kurang pada Ibu Hamil
Bila ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil akan menimbulkan masalah, baik pada
ibu maupun janin, seperti diuraikan berikut ini.
1. Terhadap Ibu

Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antara
lain: anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal, dan terkena
penyakit infeksi.

2. Terhadap Persalinan

59

Pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit
dan lama, persalinan sebelum waktunya (prematur), pendarahan setelah persalinan, serta
persalinan dengan operasi cenderung meningkat (Poedji Rochjati).

3. Terhadap Janin

Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan
dapat menimbulkan keguguran, abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat
bawaan, anemia pada bayi, asfiksia intra partum (mati dalam kandungan), lahir dengan
berat badan lahir rendah (Nelson, 2000).
NUTRISI IBU HAMIL DAN PERTUMBUHAN JANIN
Pertambahan protein terutama selama trimester II dan III adalah sekitar 960 g, dan
kalau dihitung per hari adalah sebagai berikut:
960 g: 6 bulan = 960 g: 180 hari = 5,3 g/hari reference protein.
Bila diperhitungkan dalam protein makanan sehari-hari dengan efisiensi 60%,
maka diperlukan tambahan sekitar 8,8 g/hari. Sedangkan menurut Widya Karya Nasional
Pangan dan Gizi IV 1988 dianjurkan penambahan protein pada ibu hamil adalah sekitar
12 g/hari.
WHO menganjurkan intake protein untuk ibu hamil sekitar 1,01 g/kg.BB/hari dan
kalori sekitar 46 kkal/kg.BB/hari untuk rata-rata wanita dengan berat badan 55 kg. Oleh
karena itu tiap-tiap negara dapat membuat rekomendasi yang khusus yang sesuai dengan
pola makanan di negara tersebut dan keadaan masyarakatnya.
Jumlah protein yang dianjurkan dalam diet harus disesuaikan dengan nilai hayati
protein yang dimakan. Makin rendah nilai hayati protein, makin besar jumlah protein
dalam diet yang diperlukan. Nilai hayati protein nabati lebih rendah dan protein hewani.
Selama kehamilan kebutuhan akan vitamin dan mineral juga meningkat. Menurut
Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi IV 1988 kebutuhannya vitamin dan mineral
harus ditambah per harinya:

60

Tambahan makanan untuk ibu hamil dapat diberikan dengan cara meningkatkan
baik kualitas maupun kuantitas makanan ibu sehari-hari, bisa juga dengan memberikan
tambahan formula khusus untuk ibu hamil/menyusui, misalnya Prenagen, Laktamil,
Sustagen Mama, dll.
Pada kehamilan, adanya kenaikan volume darah akan meningkatkan kebutuhan
zat besi (terbanyak) dan asam folat (lebih sedikit). Jumlah elemental Fe pada bayi baru
lahir kira-kira 300 mg dan jumlah yang diperlukan ibu untuk mencegah anemia akibat
meningkatnya volume darah adalah 500 mg. Dengan perkataan lain kebutuhan Fe selama
kehamilan kurang dan dan 1 g, terutama dibutuhkan pada setengah akhir kehamilan. Pada
diet yang adekuat kandungan Fe sekitar 10-15 mg, dimana hanya sekitar 10-20% yang
diserap. Sehingga Fe pada diet hanya memenuhi sedikit kebutuhan Fe pada ibu hamil,
oleh karena itu diperlukan suplemen Fe.
TRANSPOR ZAT-ZAT MAKANAN BAGI JANIN
Untuk pertumbuhan janin yang memadai diperlukan zat-zat makanan yang
adekuat, dimana peranan plasenta besar artinya dalam transfer zat-zat makanan tersebut.
Pertumbuhan janin yang paling pesat terutama terjadi pada stadium akhir
kehamilan. Misalnya pada akhir bulan ketiga kehamilan berat janin hanya sekitar 30 g
dan kecepatan maksimum pertumbuhan janin terjadi pada minggu 32-38. Sehingga
dibutuhkan lebihbanyak zat-zat makanan pada stadium akhir kehamilan tersebut.
a. Protein
Transpor protein melalui plasenta terutama asam amino, yang kemudian disintesis oleh
fetus menjadi protein jaringan.
b. Lemak
Sebagian besar dan 500 g lemak tubuh janin ditimbun antara minggu 35-40 kehamilan.
Pada stadium awal kehamilan tidak ada lemak yang ditimbun kecuali lipid esensial dan
fosfolipid untuk pertumbuhan susunan saraf pusat (SSP) dan dinding sel saraf. Sampai
pertengahan kehamilan hanya sekitar 0,5% lemak dalam tubuh janin, setelah
itujumlahnya meningkat, mencapai 7,8% pada minggu ke-34 dan 16% sebelum lahir.
Pada bulan terakhir kehamilan sekitar 14 g lemak per hari ditimbun. Transport asam
lemak melalui plasenta sekitar 40% dan lemak ibu, sisanya disintesa oleh janin.Baik
lemak maupun protein meningkat dengan cepat pada 3 bulan terakhir kehamilan
bersamaan dengan meningkatnya BB janin. Sebagian besar lemak ditimbun pada daerah
subkutan, oleh karena itu pada bayi aterm 80% jaringan lemak tubuh terdapat
padajaringan subkutan.
c. Karbohidrat
Janin mempunyai sekitar 9 g karbohidrat pada minggu ke 33 kehamilan, dan pada
waktu lahir meningkat menjadi 34 g.Konsentrasi glikogen pada hati dan otot-otot skelet
meningkat pada akhir kehamilan.
61

AKIBAT GANGGUAN GIZI PADA PERTUMBUHAN JANIN
contoh akibat defisiensi gizi pada janin:
Kekurangan energi dan protein (KEP)
Meskipun kenaikan berat badan ibu, kecil selama trimester I kehamilan,
namunsangat penting artinya karena pada waktu inilah janin dan plasenta
dibentuk.Kegagalan kenaikan berat badan ibu pada trimester I dan II akan meningkatkan
bayiBBLR. Hal ini disebabkan adanya KEP akan mengakibatkan ukuran plasenta
kecildan kurangnya suplai zat-zat makanan ke janin. Bayi BBLR mempunyai
risikokematian lebih tinggi dan pada bayi cukup bulan. Kekurangan gizi pada ibu
lebihcenderung mengakibatkan BBLR atau kelainan yang bersifat umum
daripadamenyebabkan kelainan anatomik yang spesifik. Kekurangan gizi pada ibu yang
lamadan berkelanjutan selama masa kehamilan akan berakibat lebih buruk pada
janindaripada malnutrisi akut.
Pada saat ini dikembangkan penelitian tentang mekanisme selular
pertumbuhanorgan-organ tubuh, yaitu dengan cara mengukur banyaknya DNA dan organ
sebagaiindeks dan banyaknya sel dan kandungan protein untuk indeks dan besarnya sel.
Pertumbuhan organ tubuh pada awalnya dimulai dengan pembelahan sel,
kemudiandiikuti dengan pembesaran sel. Kalau terdapat gangguan gizi pada saat
pembelahan sel, maka secara bermakna akan mempengaruhi besarnya organ, dimana
perubahan inii tidak bisa normal kembali.
Akibat lain dan KEP adalah kerusakan struktur SSP terutama pada tahap
pertamapertumbuhan otak (hiperplasia) yang terjadi selama dalam kandungan.
Dikatakanbahwa masa rawan pertumbuhan sel-sel saraf adalah trimester III kehamilan
sampaisekitar 2 tahun setelah lahir. Kekurangan gizi pada masa dini perkembangan
otakakan menghentikan sintesis protein dan DNA. Akibatnya adalah
berkurangnyapertumbuhan otak, sehingga lebih sedikit sel-sel otak yang berukuran
normal. Dampaknya akan terlihat pada struktur dan fungsi otak pada masa kehidupan
mendatang,sehingga berpengaruh pada intelektual anak.
Pemberian suplementasi makanan kepada ibu hamil akan mengurangi
kematianperinatal dan menaikkan berat badan bayi.
Sedangkan mekanisme terjadinya BBLR pada ibu hamil yang menderita KEP
adalah sebagai berikut:

62





LI.5 Memahami dan Menjelaskan Puasa Pada Kehamilan
1. Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan Dirinya Saja
Bila Berpuasa
Bagi ibu, untuk keadaan ini maka wajib untuk mengqadha (tanpa fidyah) di hari yang lain
ketika telah sanggup berpuasa.
Keadaan ini disamakan dengan orang yang sedang sakit dan mengkhawatirkan keadaan
dirinya. Sebagaimana dalam ayat,
Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka),
maka wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang
lain.(Qs. Al Baqarah[2]:184)
63

Berkaitan dengan masalah ini, Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan, Kami tidak
mengetahui ada perselisihan di antara ahli ilmu dalam masalah ini, karena keduanya
seperti orang sakit yang takut akan kesehatan dirinya. (al-Mughni: 4/394)
2. Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan Dirinya dan
Buah Hati Bila Berpuasa
Sebagaimana keadaan pertama, sang ibu dalam keadaan ini wajib mengqadha (saja)
sebanyak hari-hari puasa yang ditinggalkan ketika sang ibu telah sanggup
melaksanakannya.
Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, Para sahabat kami (ulama Syafiiyah)
mengatakan, Orang yang hamil dan menyusui, apabila keduanya khawatir dengan
puasanya dapat membahayakan dirinya, maka dia berbuka dan mengqadha. Tidak ada
fidyah karena dia seperti orang yang sakit dan semua ini tidak ada perselisihan (di antara
Syafiiyyah). Apabila orang yang hamil dan menyusui khawatir dengan puasanya akan
membahayakan dirinya dan anaknya, maka sedemikian pula (hendaklah) dia berbuka dan
mengqadha, tanpa ada perselisihan (di antara Syafiiyyah). (al-Majmu: 6/177, dinukil
dari majalah Al Furqon)
3 .Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan si Buah Hati
saja
Dalam keadaan ini, sebenarnya sang ibu mampu untuk berpuasa. Oleh karena itulah,
kekhawatiran bahwa jika sang ibu berpuasa akan membahayakan si buah hati bukan
berdasarkan perkiraan yang lemah, namun telah ada dugaan kuat akan membahayakan
atau telah terbukti berdasarkan percobaan bahwa puasa sang ibu akan membahayakan.
Patokan lainnya bisa berdasarkan diagnosa dokter terpercaya bahwa puasa bisa
membahayakan anaknya seperti kurang akal atau sakit -. (Al Furqon, edisi 1 tahun 8)
Untuk kondisi ketiga ini, ulama berbeda pendapat tentang proses pembayaran puasa sang
ibu. Berikut sedikit paparan tentang perbedaan pendapat tersebut.
Dalil ulama yang mewajibkan sang ibu untuk membayar qadha saja.
Dalil yang digunakan adalah sama sebagaimana kondisi pertama dan kedua, yakni sang
wanita hamil atau menyusui ini disamakan statusnya sebagaimana orang sakit. Pendapat
ini dipilih oleh Syaikh Bin Baz dan Syaikh As-Sadi rahimahumallah
Dalil ulama yang mewajibkan sang Ibu untuk membayar fidyah saja.
Dalill yang digunakan adalah sama sebagaimana dalil para ulama yang mewajibkan
qadha dan fidyah, yaitu perkataan Ibnu Abbas radhiallahuanhu, Wanita hamil dan
menyusui, jika takut terhadap anak-anaknya, maka mereka berbuka dan memberi makan
seorang miskin. ( HR. Abu Dawud)
dan perkataan Ibnu Umar radhiallahuanhu ketika ditanya tentang seorang wanita hamil
yang mengkhawatirkan anaknya, maka beliau berkata, Berbuka dan gantinya memberi
64

makan satu mud gandum setiap harinya kepada seorang miskin. (al-Baihaqi
dalam Sunan dari jalan Imam Syafii, sanadnya shahih)
Dan ayat Al-Quran yang dijadikan dalil bahwa wanita hamil dan menyusui hanyaf
membayar fidyah adalah, Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika
mereka tidak berpuasa) membayar diyah (yaitu) membayar makan satu orang
miskin. (Qs. Al-Baqarah [2]: 184)
Hal ini disebabkan wanita hamil dan menyusui yang mengkhawatirkan anaknya dianggap
sebagai orang yang tercakup dalam ayat ini.
Pendapat ini adalah termasuk pendapat yang dipilih Syaikh Salim dan Syaikh Ali
Hasan hafidzahullah.
Dalil ulama yang mewajibkan sang Ibu untuk mengqadha dengan disertai
membayar fidyah
Dalil sang ibu wajib mengqadha adalah sebagaimana dalil pada kondisi pertama dan
kedua, yaitu wajibnya bagi orang yang tidak berpuasa untuk mengqadha di hari lain
ketika telah memiliki kemampuan. Para ulama berpendapat tetap wajibnya mengqadha
puasa ini karena tidak ada dalam syariat yang menggugurkan qadha bagi orang yang
mampu mengerjakannya.
Sedangkan dalil pembayaran fidyah adalah para ibu pada kondisi ketiga ini termasuk
dalam keumuman ayat berikut,
Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa)
membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin (Qs. Al-Baqarah [2]:184)
Hal ini juga dikuatkan oleh perkataan Ibnu Abbas radhiallahuanhu, Wanita hamil dan
menyusui, jika takut terhadap anak-anaknya, maka mereka berbuka dan memberi makan
seorang miskin. (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al Bani dalam Irwaul
Ghalil). Begitu pula jawaban Ibnu Umar radhiallahuanhu ketika ditanya tentang wanita
hamil yang khawatir terhadap anaknya, beliau menjawab, Hendaklah berbuka dan
memberi makan seorang miskin setiap hari yang ditinggalkan.
Adapun perkataan Ibnu Abbas dan Ibnu Umar radhiallahuanhuma yang hanya
menyatakan untuk berbuka tanpa menyebutkan wajib mengqadha karena hal tersebut
(mengqadha) sudah lazim dilakukan ketika seseorang berbuka saat Ramadhan.






65

DAFTAR PUSTAKA

Ganong, WF. 2003. Review Of Medical Physiology 21st Ed. United State of America: Lange
Medical Books/ McGraw-Hill
Francin, P. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. EGC, Jakarta, 2005.
Hanifa Wikjosastro. 1992. Ilmu Kebidanan. Bina Pustaka
Langman (2002). Embriologi Perkembangan. Penerbit EGC
Sherwood, Laralee. 2001. Fisiologi Manusia: Dari Sel ke Sistem. Edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku
kedokteran EGC.
Yahya Abdurrahman Al-Kitab. (2005) Fikih Wanita Hamil, Qisthi Press, Jakarta.