Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN TUTORIAL KELOMPOK 4 BLOK KEDOKTERAN

KOMUNITAS
SKENARIO 1
KASUS MALARIA DI INDONESIA MASIH TINGGI
AMALIA SALIM WIDYANI G0011017
DEVI RATNA SARI K. P G0011069
FILA APRILIAWATI G001109
NIA ANGGARANI G0011149
RE!!A DWI HARYANTO G0011169
WIDYA WIRA UTAMI SUWITO G0011"09
ARDIAN HIDAYAT G00110
DESVIAN ADI NUGRAHA G0011067
MUGI TRI SUTIKNO G0011141
RIF#I HADYAN G0011171
T$%&'(
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
"014
BAB I
PENDAHULUAN
Kedokteran komunitas (community medicine) adalah cabang
kedokteran yang memusatkan perhatian kepada kesehatan anggota-anggota
komunitas, dengan menekankan diagnosis dini penyakit, memperhatikan
faktor-faktor yang membahayakan (hazard) kesehatan yang berasal dari
lingkungan dan pekerjaan, serta pencegahan penyakit pada komunitas
Kedokteran komunitas memberikan perhatian tidak hanya kepada
anggota komunitas yang sakit tetapi juga anggota komunitas yang sehat.
Sebab tujuan utama kedokteran komunitas adalah mencegah penyakit dan
meningkatkan kesehatan anggota-anggota komunitas. Karena menekankan
upaya pencegahan penyakit, maka kedokteran komunitas kadang-kadang
disebut juga kedokteran pencegahan (preventive medicine). Kedokteran
komunitas memberikan pelayanan komprehensif dari preventif, promotif,
kuratif hingga rehabilitatif.
okus perhatian kedokteran komunitas adalah masalah kesehatan dan
penyakit yang terjadi pada komunitas di mana individu tersebut tinggal,
bekerja, atau bersekolah. !mplikasinya, kedokteran komunitas memberikan
prioritas perhatian kepada penyakit-penyakit yang menunjukkan angka
kejadian yang tinggi pada populasi, yang disebut "public health
importance#.
$ntuk itu seorang dokter yang berorientasi kedokteran komunitas
diharapkan memiliki kemampuan untuk menghitung frekuensi penyakit
dan angka kejadian penyakit pada populasi, mendiagnosis masalah
penyakit pada populasi (community diagnosis), membandingkan distribusi
penyakit pada populasi-populasi, lalu menarik kesimpulan tentang
penyebab perbedaan distribusi penyakit pada populasi, dan mengambil
langkah-langkah yang tepat untuk mencegah penyakit, melindungi,
memulihkan, dan meningkatkan kesehatan populasi. Selanjutnya, dalam
memandang kausa masalah kesehatan pada pasien maupun komunitas,
kedokteran komunitas mengakui kausa penyakit yang terletak pada level
populasi dan lingkungan. %rtinya, dokter komunitas tidak hanya
memperhatikan faktor-faktor penyebab yang terletak pada level individu,
tetapi juga determinan lainnya pada level keluarga, komunitas dan
lingkungan di mana pasien tersebut tinggal, bekerja, ataupun bersekolah.
&alam skenario ini terdapat kasus '
K)*$* M)+)',) -, I.-&./*,) M)*,0 T,.11,
(%K%)*% + &irektur ,engendalian ,enyakit -ersumber -inatang
Kementrian Kesehatan %ndi .uhadir mengatakan prevaleni penyakit malaria di
!ndonesia masih tinggi, mencapai /01.203 kasus positif pada 4504. %ndi mengatakan
saat ini 15 persen kasus malaria terdapat di 6ilayah !ndonesia *imur, terutama
diantaranya ,apua, ,apua -arat, .aluku, .aluku $tara, Sula6esi dan 7usa
*enggara. 8ilayah endemic malaria di !ndonesia *imur, ujar %ndi, tersebar di 2/
kabupaten9kota dengan jumlah penduduk berisiko 0: juta orang. %ndi menjelaskan
faktor geografis yang sulit dijangkau dan penyebaran penduduk yang tidak merata
merupakan beberapa penyebab sulitnya pengendalian malaria di 6ilayah itu. $ntuk
itu, menurut %ndi, pihaknya terus melakukan terobosan untuk mengatasi malaria di
6ilayah tersebut, diantaranya dengan melakukan pemeriksaan darah massal dan
membagikan kelambu berinsektisida kepada masyarakat. Selain itu, pihaknya juga
melakukan pemberdayaan masyarakat dengan pembentukan pos malaria desa yang
jumlahnya kini mencapai 0.;4< pos, ujar %ndi.
"(adi kalau dulu kita hanya menunggu penderitanya di pukesmas, sekarang
kita aktif surveillance dan kemudian kita angsung layani dan diberikan pengobatan.
,erlu dicatat obatnya sendiri gratis, jadi tidak ada persoalan. (adi kita akan
melakukan pemeriksaan seluruhnya, "ujarnya di Kementrian Kesehatan, Selasa
(4;9/). "=ang kedua, kita kampanyekan ke semua masyarakat yang masih ada
penularan harus menggunakan kelambu.#
Satu-satunya daerah bebas makaria di !ndonesia adalah Kepulauan Seribu.
,ada peringatan >ari .alaria Sedunia yang jatuh tanggal 4< %pril ini .enteri
Kesehatan 7afsiah .boi memberikan sertifikat bebas malaria untuk Kepulauan
Seribu di -alai Kartini, (akarta. Syarat sebuah daerah bebas malaria adalah Annual
Parasite Incident (%,!), atau insiden parasite tahunan, di ba6ah satu per 0555
penduduk dan tidak terdapat kasus malaria pada penduduk lokal selama ; tahun
berturut-turut.
Kepulauan seribu pada tahun 4550 menghadapi kejadian luar biasa (K?-)
malaria. Saat itu tercatat /41 jumlah kasus malaria positif dan 05 persen penderitanya
meninggal. %kan tetapi K?- tersebut cepat dapat ditangani dengan melakukan
langkah investigasi dan pengendalian 6abah. Kepala Seksi ,engendalaian .asalah
Kesehatan Kepulauan Seribu, Suhendro mengatakan, saat ini pihaknya melakukan
surveillance migrasi dengan penegakkan diagnosa dan pengobatan. >al ini untuk
mencegah adanya kembali malaria di Kepulauan Seribu, ujarnya. "(adi kita pastikan
dulu 6arga pulau sendiri yang baru pulang dari daerah endemis karena kan mayoritas
nelayan dan juga 6isata6an yang dari daerah endemis. Kalau 6isata6an inap dan
demam, maka pihak pemilik penginapan akan melaporkan ke dinas kesehatan
setempat lalu dinas kesehatan akan langsung mengambil sampel darahnya untuk
diperiksa,# ujarnya. ,emerintah menargetkan !ndonesia bebas malaria pada 45;5.
.alaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasite
plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia yang
ditularkan oleh nyamuk malaria betina.
BAB II
DISKUSI DAN STUDI PUSTAKA
A. 2$34 1 ( M/.15+)',6,5)*, I*%,+)0
1. ,revalensi' adalah gambaran frekuensi penderita lama dan baru yang
ditemukan dalam jangka 6aktu tertentu dan dalam populasi tertentu.
2. 8ilayah endemic' adalah suatu keadaan dimana penyakit secara konstan
selalu ada atau menetap pada suatu 6ilayah atau populasi tertentu.
3. ,os malaria desa' adalah 6adah pemberdayaan masyarakat dalam
pengendalian malaria yang dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat secara
mandiri dan berkelanjutan.
4. %ktif surveillance:adalah pengumpulan, analisis dan analisis data secara
terus- menerus dan sistematis yang dilakukan petugas khusus untuk
kunjungan berkala ke lapangan, desa-desa, tempat praktik dokter pribadi,
tenaga medis lain, puskesmas, klinik dan rumah sakit dengan tujuan untuk
mengidentifikasi kasus baru penyakit atau kematian dan konfirmasi laporan
kasus.
5. -ebas malaria' adalah keadaan dimana Annual Parasite Incident (%,!), atau
insiden parasite tahunan di ba6ah satu per 0555 penduduk dan tidak terdapat
kasus malaria pada penduduk lokal selama tiga tahun berturut-turut.
6. Kejadian luar biasa' adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan
atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam
kurun 6aktu tertentu dan dapat menjurus ke 6abah.
7. Surveillance migrasi' adalah kegiatan pencatatan dan pengambian sediaan
darah terhadap orang-orang yang baru dating daerah endemis malaria.
B. 2$34 " ( M/./%)45). -). M/.-/6,.,*,5). M)*)+)0
-erikut adalah permasalahan yang terdapat dalam skenario '
0. -agaimana upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah malaria@
4. -agaimana upaya masyarakat untuk mencegah malaria@
;. %pakah upaya pengendalian malaria di Kepulauan Seribu bisa diterapkan di
!ndonesia *imur@
/. -agaimana kriteria, cara untuk mendeteksi dini dan penanggulangan K?-@
<. %pakah arti epidemiologi, fungsi dan manfaat epidemiologi@
:. -agaimana cara mendiagnosis penyakit dengan epidemiologi suatu daerah@
1. -agaimana langkah investgasi dan pengendalian 6abah@
2. %pa saja jenis-jenis surveillance@
3. -agaimanakah ri6ayat alamiah penyakit malaria@
05. -agaimana karakteristik epidemiologi penyakit malaria@
00. Kenapa !ndonesia *imur menjadi daerah endemik malaria@
04. Kenapa prevalensi malaria di !ndonesia masih tinggi@
0;. -agaimanakah alur Public Health di masyarakat secara paripurna@
0/. %pa sajakah penyakit yang bisa menyebabkan 6abah@
0<. -agaimanakah cara penghitungan distribusi frekuensi penyakit@
)i6ayat alamiah
penyakit
.eningkatnya angka
kejadian malaria
Andemik malaria
,revalnsi malaria
tinggi
,encegahan primer,
sekunder, tersier
K?- malaria
?angkah penanganan
6abah
-ebas malaria
%ttack
case rate
SINTESIS SKENARIO 1
FAKTOR HOST, AGENT,
ENVIRONMENT