Anda di halaman 1dari 13

1

BAB I
PENDAHULUAN

Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP 11) tentang Laporan
Keuangan Konsolidasian merupakan acuan bagi Pemerintah Pusat/Daerah dalam
menyusun dan menghasilkan Laporan Keuangan Konsolidasian dimasing-masing
tingkatan entitas pelaporan. Pengertian Laporan Keuangan Konsolidasian dalam
PSAP 11 berbeda dengan Laporan Konsolidasian sektor swasta, karena
konsolidasian yang dilaksanakan bukan merupakan konsolidasian antara induk
dan cabang.
Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggabungkan laporan
antar entitas pelaporan dan ditambah laporan keuangan Badan Layanan Umum.
Laporan keuangan entitas akuntansi yang digabungkan pada tingkat entitas
akuntansi diatasnya bukan merupakan laporan keuangan konsolidasian, tetapi
hanya merupakan laporan keuangan gabungan antar entitas akuntansi. Untuk
laporan keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hanya dilampirkan dalam
laporan keuangan konsolidasian.
Tujuan PSAP 11 tentang Laporan Keuangan Konsolidasian adalah
memberikan acuan dan aturan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
pada unit-unit pemerintahan dalam rangka menyajikan laporan keuangan untuk
tujuan umum (general purpose financial statements) demi meningkatkan kualitas
dan kelengkapan laporan keuangan dimaksud. Yang dimaksud dengan laporan
keuangan untuk tujuan umum adalah laporan keuangan yang dapat memenuhi
kebutuhan dan memberikan informasi sebagian besar pengguna laporan termasuk
lembaga legislatif sebagaimana ditetapkan dalam ketentuan peraturan perundang-
undangan. Disamping itu diharapkan PSAP 11 dapat menjadi acuan akan
pentingnya penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang selama ini belum
dilaksanakan secara menyeluruh oleh entitas pelaporan.



2

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi
Tujuan PSAP 11 tentang Laporan Keuangan Konsolidasian adalah
memberikan acuan dan aturan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
pada unit-unit pemerintahan dalam rangka menyajikan laporan keuangan untuk
tujuan umum (general purpose financial statements) demi meningkatkan kualitas
dan kelengkapan laporan keuangan dimaksud. Yang dimaksud dengan laporan
keuangan untuk tujuan umum adalah laporan keuangan yang dapat memenuhi
kebutuhan dan memberikan informasi sebagian besar pengguna laporan termasuk
lembaga legislatif sebagaimana ditetapkan dalam ketentuan peraturan perundang-
undangan. Disamping itu diharapkan PSAP 11 dapat menjadi acuan akan
pentingnya penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang selama ini belum
dilaksanakan secara menyeluruh oleh entitas pelaporan.
2 2. .2 2 R Ru ua an ng g L Li in ng gk ku up p
Laporan Keuangan Konsolidasian akan dilaksanakan oleh masing-masing
tingkatan entitas pelaporan pemerintah pusat dan daerah. Didalam Sistem
Akuntansi Pemerintah dikenal adanya entitas yang melakukan tugas dan
fungsinya sesuai dengan perannya dalam menghasilkan laporan keuangan. Entitas
dimaksud adalah:
1. Entitas Akuntansi, yang terdiri dari:
1) Setiap kuasa pengguna anggaran di lingkungan suatu Kementerian
Negara/Lembaga yang mempunyai dokumen pelaksanaan anggaran
tersendiri, termasuk pengguna dana Anggaran Pembiayaan dan
Perhitungan
2) Bendahara Umum Daerah (BUD).
3

3) Kuasa pengguna anggaran di lingkungan Pemerintah Daerah bila
mempunyai dokumen pelaksanaan anggaran yang terpisah, jumlah
anggarannya relatif besar, dan pengelolaan kegiatannya dilakukan secara
mandiri.

2. Entitas Pelaporan, yang terdiri dari:
1) Pemerintah Pusat.
2) Pemerintah Daerah.
3) Kementerian negara/lembaga (KL).
4) Bendahara Umum Negara (BUN).

Dalam PSAP 11 paragrap 2. disebutkan bahwa Laporan keuangan untuk
tujuan umum dari unit pemerintahan yang ditetapkan sebagai entitas pelaporan
disajikan secara terkonsolidasi menurut standar ini agar mencerminkan satu
kesatuan entitas. Maksud terkonsolidasi adalah Laporan yang dihasilkan oleh
entitas pelaporan merupakan penggabungan dari entitas-entitas akuntansi yang
ada dibawah satu entitas pelaporan dengan proses berjenjang dalam wadah Sistem
Akuntansi Pemerintah Pusat/Daerah. Dalam Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat
pengelolaan transaksi keuangan Pemerintah Pusat dapat dibagi menjadi 2 kategori
utama yaitu:
1. Pengelola Transaksi Keuangan di lingkup Bendaharawan Umum Negara
yang sering disebut Sistem Akuntansi Pusat (SiAP).
2. Pengelola Transaksi Keuangan di lingkup Kementerian Negara/ Lembaga
yang sering disebut Sistem Akuntansi Instansi (SAI).
Dalam Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah pengelolaan transaksi
keuangan Pemerintah Daerah dapat dibagi menjadi 2 kategori utama yaitu:
1. Pengelola Transaksi Keuangan di lingkup Bendaharawan Umum Daerah.
2. Pengelola Transaksi Keuangan di lingkup Satuan Kerja Perangkat Daerah.
Disamping hal tersebut diatas dilingkup pemerintah pusat diwajibkan
untuk menyusun laporan keuangan konsolidasian tingkat pemerintah pusat sesuai
4

dengan PSAP 11 paragrap 3 yang mengatakan Laporan keuangan konsolidasian
pada pemerintah pusat sebagai entitas pelaporan mencakup laporan keuangan
semua entitas akuntansi, termasuk laporan keuangan badan layanan umum.
Laporan Keuangan Konsolidasian Pemerintah Pusat yang sering disebut Laporan
Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) merupakan laporan gabungan seluruh entitas
pelaporan ditingkat Kementerian Negara/Lembaga dan laporan yang berasal dari
entitas pelaporan Bendaharawan Umum Negara.
Laporan Keuangan Konsolidasian ini tidak mengatur:
1. Laporan keuangan konsolidasian perusahaan negara/ daerah;
2. Akuntansi untuk investasi dalam perusahaan asosiasi;
3. Akuntansi untuk investasi dalam usaha patungan (joint venture); dan
4. Laporan statistik gabungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
2.3 Entitas Pelaporan
Entitas pelaporan merupakan unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau
lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan
wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan.
Suatu entitas pelaporan ditetapkan di dalam peraturan perundang-undangan, yang
umumnya bercirikan:
1. Entitas tersebut dibiayai oleh APBN atau dibiayai oleh APBD atau
mendapat pemisahan kekayaan dari anggaran,
2. Entitas tersebut dibentuk dengan peraturan perundang-undangan,
3. Pimpinan entitas tersebut adalah pejabat pemerintah yang diangkat atau
pejabat negara yang ditunjuk atau yang dipilih oleh rakyat, dan
4. Entitas tersebut membuat pertanggungjawaban baik langsung maupun
tidak langsung kepada wakil rakyat sebagai pihak yang menyetujui
anggaran.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka Entitas pelaporan ditetapkan
berdasarkan pertimbangan:
5

1. kemandirian pelaksanaan anggaran,
2. pengelolaan kegiatan, dan
3. besarnya anggaran.
Entitas pelaporan tingkat kementerian Negara/lembaga mempunyai
tanggungjawab dalam penyusunan Laporan keuangan gabungan. Dalam
penyusunan laporan keuangan dimaksud selanjutnya Entitas Pelaporan dibantu
oleh Entitas akuntansi yang merupakan unit vertikal dibawah, seperti Eselon I,
Kanwil dan Satuan Kerja selaku Kuasa Pengguna Anggaran.
Entitas pelaporan pemerintah pusat mempunyai tanggungjawab untuk
menyusun laporan keuangan konsolidasian dari seluruh laporan keuangan
gabungan kementerian Negara/lembaga yang selanjutnya ditambah dengan
laporan yang berasal dari penyelenggara fungsi perbendaharaan.
Entitas pelaporan pemerintah daerah menyusun laporan keuangan
konsolidasian dari gabungan seluruh laporan keuangan gabungan satuan kerja
perangkat daerah yang selanjutnya ditambah laporan yang berasal dari
penyelenggara fungsi perbendaharaan. Entitas pelaporan satuan kerja perangkat
daerah menyusun laporan keuangan dari gabungan seluruh laporan keuangan
entitas akuntansi seperti Satuan Kerja selaku Kuasa Pengguna Anggaran.
2.4 Entitas Akuntansi
Setiap unit pemerintahan yang menerima anggaran belanja atau mengelola
barang adalah entitas akuntansi yang wajib menyelenggarakan akuntansi atas
transaksi keuangan, dan secara periodik menyiapkan laporan keuangan menurut
Standar Akuntansi Pemerintahan. Laporan keuangan tersebut disampaikan secara
intern dan berjenjang kepada unit yang lebih tinggi dalam rangka penggabungan
laporan keuangan oleh entitas pelaporan. Perusahaan negara/daerah pada dasarnya
adalah suatu entitas akuntansi, namun akuntansi dan penyajian laporannya tidak
menggunakan standar akuntansi pemerintahan, tetapi menggunakan standar
akuntansi keuangan yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.
6

Setiap unit pemerintah dapat ditetapkan menjadi suatu entitas akuntansi
apabila unit yang dimaksud mengelola anggaran sebagaimana yang dimaksud
dalam PSAP 11 paragrap 12 yang mengatakan Pengguna anggaran/pengguna
barang sebagai entitas akuntansi menyelenggarakan akuntansi dan
menyampaikan laporan keuangan sehubungan dengan anggaran/barang yang
dikelolanya yang ditujukan kepada entitas pelaporan. Selain itu apabila suatu
entitas akuntansi yang karena penetapan menurut peraturan perundang-undangan
yang berlaku, maka suatu entitas akuntansi tertentu yang dianggap mempunyai
pengaruh signifikan dalam pencapaian program pemerintah dapat ditetapkan
sebagai entitas pelaporan dan bukan sebagai entitas akuntansi seperti pengertian
diatas sebagai contoh BLU.
Badan Layanan Umum (BLU) adalah badan yang dibentuk pemerintah
untuk menyelenggarakan pelayanan umum, memungut dan menerima serta
membelanjakan dana masyarakat yang diterima berkaitan dengan pelayanan yang
diberikan, tetapi tidak berbentuk badan hukum sebagaimana kekayaan negara
yang dipisahkan. Termasuk dalam BLU antara lain adalah rumah sakit, universitas
negeri, dan otorita. Laporan keuangan BLU akan disampaikan ke entitas
pelaporan yang membawahi BLU dimaksud dan akan digabungkan dalam
Laporan Keuangan entitas pelaporan.
2.5 Komponen Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan pemerintah pusat/daerah untuk masing-masing entitas
pelaporan dan entitas akuntansi setidak-tidaknya terdiri dari:

1. Laporan Realisasi Anggaran (LRA),
2. Neraca,
3. Laporan Arus Kas (LAK), dan
4. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).


7

Khusus untuk Laporan Arus Kas hanya dihasilkan dan disusun oleh entitas
pelaporan yang menjalankan fungsi perbendaharaan. Laporan keuangan tersebut
diatas menurut PSAP 11 paragrap 6 menyebutkan bahwa Laporan keuangan
konsolidasian terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas
Laporan Keuangan, dimana laporan arus kas tidak dimasukkan dalam laporan
keuangan konsolidasian tetapi hanya merupakan laporan yang disusun oleh
BUN/BUD. Dari uraian tersebut yang termasuk dalam Laporan keuangan
konsolidasian adalah:
1. Laporan Realisasi Anggaran (LRA),
2. Neraca,
3. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).
2.6 Prosedur Konsolidasi
Konsolidasian yang dilakukan oleh entitas pelaporan pada instansi
pemerintah pusat/daerah berbeda dengan konsolidasian yang dilakukan oleh
perusahaan swasta, karena konsoliasian pada instansi pemerintah bukan
merupakan konsolidasi antara induk dan cabang. Konsolidasi sebagaimana
dimaksud oleh PSAP 11 paragrap 17 dilaksanakan dengan cara menggabungkan
dan menjumlahkan akun yang diselenggarakan oleh entitas pelaporan dengan
entitas pelaporan lainnya dengan atau tanpa mengeliminasi akun timbal balik.
1. Penggabungan ditingkat Kementerian Negara/Lembaga
Entitas pelaporan menyusun laporan keuangan dengan menggabungkan
laporan keuangan seluruh entitas akuntansi yang secara organisatoris berada di
bawahnya.
1. Satuan kerja
Satuan Kerja selaku Kuasa Pengguna Anggaran yang mengelola anggaran
adalah entitas akuntansi yang harus menyelenggarakan akuntansi atas
transaksi keuangan, aset, utang, dan ekuitas dana, termasuk transaksi
pendapatan dan belanja, yang berada dalam tanggung jawabnya.
8

Penyelenggaran akuntansi bertujuan untuk menghasilkan laporan
keuangan yang akan disampaikan kepada entitas pelaporan.
Penyelenggaran akuntansi mengacu kepada Sistem Akuntansi Pemerintah
yang sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah.
2. Wilayah
Wilayah selaku unit vertikal di Propinsi melakukan penggabungan laporan
keuangan yang berasal dari satuan kerja (entitas akuntansi) yang ada
dibawah tanggungjawab wilayah yang bersangkutan. Kantor wilayah
dalam tatanan Sistem Akuntansi Pemerintaha diperlakukan sebagai entitas
akuntansi untuk melakukan penggabungan ditingkat wilayah yang
berkewajiban menyampaikan laporan keuangan ke unit vertikal diatasnya.
Penggabungan dilakukan dengan menjumlahkan akun-akun yang sama
antar entitas akuntansi.

3. Eselon I
Eselon I dalam hal ini Direktorat Jenderal selaku unit vertikal Kementerian
Negara/lembaga melakukan penggabungan laporan keuangan yang berasal
dari wilayah-wilayah (selaku entitas akuntansi) yang ada dibawah
tanggungjawab Eselon I yang bersangkutan. Eselon I dalam tatanan Sistem
Akuntansi Pemerintaha diperlakukan sebagai entitas akuntansi untuk
melakukan penggabungan laporan keuangan ditingkat Direktorat Jenderal
yang selanjutnya disampaikan ke Kementerian Negara/lembaga yang
membawahinya. Penggabungan dilakukan dengan menjumlahkan akun-
akun yang sama antar entitas akuntansi pada tingkat wilayah.

4. Kementerian Negara/Lembaga
Kementerian Negara/lembaga sebagai entitas pelaporan melakukan proses
penggabungan laporan keuangan yang berasal dari entitas akuntansi yang
ada dibawah tanggungjawab kementerian negara/lembaga yang
bersangkutan. Kementerian Negara/lembaga akan menyampaikan laporan
keuangan gabungan ke Menteri Keuangan untuk dilakukan proses
9

konsolidasian ditingkat pemerintah pusat. Disamping itu kementerian
negara/lembaga berkewajiban menyampaikan laporan keuangan
konsolidasian ke BPK untuk diaudit.

2. Laporan Keuangan ditingkat Bendaharawan Umum Negara (BUN)
Menteri Keuangan selaku BUN menyusun Laporan Keuangan
menyangkut realisasi penerimaan dan pengeluaran anggaran yang berpengaruh
terhadap kas. Laporan keuangan yang di hasilkan oleh BUN berupa Laporan Arus
Kas dan Neraca. Laporan ini akan digabungkan dengan laporan kementerian
negara/lembaga. BUN dalam tatanan Sistem Akuntansi Pemerintah adalah entitas
pelaporan yang berkewajiban melakukan penggabungan laporan keuangan yang
berasal dari Kuasa Bendaharawan Umum Negara. Laporan tersebut akan
disampaikan ke Menteri Keuangan untuk dilakukan proses penggabungan
ditingkat pemerintah pusat.
3. Konsolidasi ditingkat LKPP
Menteri Keuangan selain sebagai BUN juga berfungsi sebagai penyusun
Laporan Keuangan Konsolidasian untuk disampaikan ke Presiden. Proses
penyusunan laporan keuangan konsolidasian dilakukan dengan
mengkonsolidasikan laporan keuangan gabungan yang berasl dari masing-masing
Entitas Pelaporan di tambah dengan laporan keuangan yang berasal dari Entitas
Pelaporan yang menjalankan fungsi Perbendaharaan. Menteri Keuangan selaku
entitas pelaporan akan menyampaikan Laporan Keuangan Konsolidasian ke
Presiden untuk diteruskan ke BPK dan DPR. Laporan Keuangan Konsolidasian
yang disusun pada tingkat Pemerintah Pusat sudah termasuk laporan keuangan
BLU.
4. Konsolidasi ditingkat Pemerintah Daerah.
Satuan Kerja selaku Kuasa Pengguna Anggaran yang mengelola anggaran
adalah entitas akuntansi yang harus menyelenggarakan akuntansi atas transaksi
keuangan, aset, utang, dan ekuitas dana, termasuk transaksi pendapatan dan
belanja, yang berada dalam tanggung jawabnya. Penyelenggaran akuntansi
10

bertujuan untuk menghasilkan laporan keuangan yang akan disampaikan kepada
entitas pelaporan. Penyelenggaran akuntansi mengacu kepada Sistem Akuntansi
Pemerintah Daerah yang sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah.
Kepala SKPD selaku pengguna anggaran menyusun laporan keuangan
gabungan dari satuan kerja yang berada dilingkup SKPD dan menyampaikannya
kepada gubernur/bupati/walikota melalui Pejabat Pengelola Keuangan Daerah
selaku entitas pelporan untuk dilakukan proses konsolidasian.
Pejabat Pengelola Keuangan Daerah selaku BUD menyusun laporan
keuangan sebagai pertanggungjawaban pengelolaan perbendaharaan daerah yang
selanjutnya akan digabungkan dengan laporan keuangan yang berasal dari SKPD.
Pejabat Pengelola Keuangan Daerah selaku entitas pelaporan melakukan
proses konsolidasian dan menyusun laporan keuangan PEMDA berdasarkan
laporan keuangan SKPD serta laporan pertanggungjawaban pengelolaan
perbendaharaan daerah dan disampaikan kepada gubernur/bupati/walikota untuk
selanjutnya disampaikan ke BPK dan DPRD.
Proses Konsolidasi diatas dapat dilaksanakan baik dengan mengeliminasi
akun-akun yang timbal balik (reciprocal) maupun tanpa mengeliminasinya.
Dalam hal konsolidasi dilakukan tanpa mengeliminasi akun-akun yang timbal-
balik, maka nama-nama akun yang timbal balik, dan estimasi besaran jumlah
dalam akun yang timbal balik dicantumkan dalam Catatan atas Laporan
Keuangan.
Selanjutnya perlu diketahui bahwa menurut PSAP 11 paragrap 21
dikatakan bahwa Laporan keuangan Badan Layanan Umum (BLU) digabungkan
pada kementerian negara/lembaga teknis pemerintah pusat/daerah yang secara
organisatoris membawahinya dengan ketentuan sebagai berikut:
(a) Laporan Realisasi Anggaran BLU digabungkan secara bruto kepada
Laporan Realisasi Anggaran kementerian negara/ lembaga teknis
pemerintah pusat/daerah yang secara organisatoris membawahinya.
11

(b) Neraca BLU digabungkan kepada neraca kementerian negara/ lembaga
teknis pemerintah pusat/daerah yang secara organisatoris
membawahinya.
Dengan kata lain bahwa laporan keuangan BLU merupakan laporan
keuangan yang sudah tergabungkan didalam laporan keuangan kosolidasian
Kementerian Negara/Lembaga dan Pemerintah Daerah yang membawahi BLU
dimaksud. Disamping BLU Pemerintah Pusat/Daerah juga memiliki Badan Usaha
Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD) dimana laporan keuangannya tidak
dikonsolidasikan dalam laporan keuangan Pemerintah Pusat/Daerah. Laporan
Keuangan BUMN/BUMD hanya dilampirkan dalam Laporan Keuangan
Konsolidasin Pemerintah Pusat dan Daerah.
2.7 Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
Pemerintah pusat/daerah menyampaikan laporan keuangan konsolidasian
dari gabungan semua laporan entitas pelaporan kepada lembaga legislatif.
Laporan keuangan konsolidasian tersebut disusun sesuai dengan periode
pelaporan masing-masing entitas pelaporan sebagaimana disebutkan dalam PSAP
11 paragrap 7 bahwa Laporan keuangan konsolidasian disajikan untuk periode
pelaporan yang sama dengan periode pelaporan keuangan entitas pelaporan dan
berisi jumlah komparatif dengan periode sebelumnya. Laporan keuangan
konsolidasian disusun sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan dan dirinci
menurut organisasi, fungsi, subfungsi, program dan jenis belanja sehingga dapat
diperbandingkan dengan anggaran dan realisasi tahun sebelumnya. Laporan
keuangan konsolidasian disusun dan disajikan secara komparatif sehingga dapat
dilakukan analisis trend perubahan kenaikan dan penurunan penggunaan
anggaran.
Disamping itu dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian harus
diikuti dengan proses eliminasi akun-akun yang saling timbal balik atau saling
menghapus (resiprocal accounts) sebagaimana disebutkan dalam PSAP 11
12

paragrap 8 yang berbunyi Proses konsolidasi diikuti dengan eliminasi akun-akun
timbal balik (reciprocal accounts). Namun demikian, apabila eliminasi dimaksud
belum dimungkinkan, maka hal tersebut diungkapkan dalam Catatan atas
Laporan Keuangan. Contoh akun timbal balik (reciprocal accounts) antara lain
sisa Uang Yang Harus Dipertanggungjawabkan yang belum
dipertanggungjawabkan oleh Bendaharawan Pembayar sampai dengan akhir
periode akuntansi. Perkiraan ini harus dieliminasi dengan perkiraan yang sama di
entitas pelaporan yang menyelengggarakan fungsi perbendaharaan.






















13

BAB III
KESIMPULAN

Tujuan dari Laporan Keuangan Konsolidasian adalah penyusunan
laporean keuangan konsolidasian pada unit pemerintahan dal;am rangka
menyajikan general purpose financialstatement demi meningkatkan kualitas dan
kelengkapan laporan keuangan.General purpose financial statement adalah
laporan keuangan untuk memenuhi kebutuhan bersama user termasuk lembaga
legislatif sesuai yang ditetapkan dalam ketentuan perundang-undangan .General
purpose financial statement yang ditetapkan sebagai entitas pelaporan di sajikan
secara terkonsolidasi agar mencerminkan satu kesatuan entitas .
Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian : Pemerintah pusat/daerah
menyampaikan laporan keuangan konsolidasian dari gabungan semua laporan
entitas pelaporan kepada lembaga legislatif.Laporan keuangan konsolidasian itu
disusun sesuai dengan priode pelaporan masing-masing entitas pelaporan
sebagaimana disebutkan dalam PSAP 11 paragraf 7 bahwa Laporan Keuangan
Konsolidasian disajikan untuk priode pelaporan keuangan entitas pelaporan dan
berisi jumlah komparatif dengan priode sebelumnya .Laporan keuangan
konsolidasian disusun sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan dan dirinci
menurut organisasi, fungsi, sub fungsi, program dan jenis belanja sehingga dapat
diperbandingkan dengan anggaran dan realisasi tahun sebelumnya.

Anda mungkin juga menyukai