Anda di halaman 1dari 29

B A B I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Indonesia adalah negara yang terkenal akan sumber dayanya yang
melimpah, termasuk di antaranya adalah tanaman-tanaman obat. Salah satu
tanaman obat yang pentting adalah kencur, dengan nama latin Kaempferia
galanga Linn. dan berasal dari suku Zingiberaceae. Tanaman ini banyak
tersedia di alam, mudah didapat, dan sejak dulu telah digunakan masyrakat
sebagai bumbu masakan serta telah dipercaya dapat menjadi obat dari
bermacam penyakit.
Senyawa-senyawa yang terkandung dalam tanaman ini mempunyai
banyak khasiat bagi tubuh diantaranya adalah untuk radang lambung, efek
dilatasi, vaso relaksan, anti bakteri, anti asma, terapi depresi, penolak
serangga, anti inflamasi, sakit gigi, antipiretik, flavor, dan lain-lainnya.
engan mengetahui banyaknya khasiat dari satu bahan alam saja, dapat
dibayangkan betapa banyak penyakit yang bisa disembuhkan dari ribuan
tanaman obat yang dimiliki Indonesia. !leh karena itu kita harus
mengetahui bagaimana cara mengekstraksi dan mengisolasi senyawa-
senyawa berkhasiat tersebut dari bahan alam. iharapkan setelah praktikum
dilakukan, kami memiliki pengalaman dalam proses isolasi dan sintesis
senyawa dari bahan alam.
1.2. Tujuan Percobaan
"reparasi dari rimpang kencur ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa
asam p-metoksisinamat dari etil p-metoksisinamat yang diekstraksi dari
rimpang kencur Kaempferia galanga L.
#
1.3. Tinjauan Tentang Kencur
1.3.1. Klai!ikai Kencur
$erdasarkan ciri " ciri yang diberikan tanaman kencur diklasifikasikan
sebagai berikut %
- ivisi % Spermatophyta
- Subdivisi % &ngiospermae
- 'elas % (onocotyledonae
- $angsa % Zingiberales
- Suku % Zingiberaceae
- (arga % 'aempferia
- Spesies % Kaempferia galanga Linn.
Tanaman kencur merupakan terna kecil yang tunbuh subur di daerah dataran
rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air.
$eberapa manfaat kencur bagi kehidupan manusia %
- menyembuhkan batuk
- meningkatkan nafsu makan
- mengatasi keracunan
- menghangatkan dan menambah daya tahan tubuh.
- rempah-rempah untuk pembuatan berbagai macam makanan.
1.3.2. #i$%ang Kencur
)impang kencur merupakan simplisia nabati dari tanaman kencur
dengan nama simplisia Kaempferia galanga Rhizomae. )impang kencur
memiliki aroma yang spesifik, berwarna putih, dengan rasa pedas, hangat,
agak pahit, dan akan menimbulkan rasa tebal. "ada musim kemarau panjang
daun kencur mengering akan tetapi rimpangnya tetap bertahan. aun akan
tumbuh lagi pada musim hujan.
*ara pembuatan simplisia tersebut yaitu sebagai berikut %
"engumpulan $ahan %
)impang dikumpulkan apabila batang dan daunnya mulai melayu atau
mengering. )impang-rimpang tersebut kemudian dicuci sampai bersih
+
dengan air bersih. ,alu ditiriskan hingga sisa-sisa air cucian dapat
dibebaskan.
"embuatan simplisia %
)impang yang sebelumnya sudah bersih dan ditiriskan, diiris-iris melintang
dengan ketebalan +-- mm. selanjutnya dikeringkan di bawah panas matahari
dengan alas tikar.
1.3.3. Kan&ungan Ki$ia
alam rimpang kencur mengandung beberapa senyawa kimia
diantaranya yaitu %
#. (inyak &tsiri .+,/0 - 1,203 yang terdiri dari 4
- $orneol
- 'amfer
- Sineol
- "entadecane
- 5til p-metoksisinamat .#,+60 - 103
- "-metoksistirena
+. "ati ./,#/03
1. (ineral .#1,7103
1.'. Tinajauan Ba(an Daar &an Hail Uta$a
1.'.1. )onogra!i Etil %*$etokiina$at
5til p-metoksisinamat merupakan hasil isolasi terbesar metabolit
sekunder rimpang kencur dengan variasi #,+60 - 10 dari berat serbuk
rimpang kering. 5til p-metoksisinamat ini akan mengalami reaksi hidrolisis
dalam suasana basa maupun asam menjadi &sam p-metoksisinamat.
Sebenarnya dalam rimpang kencur sendiri terkandung senyawa &sam p-
metoksisinamat tetapi dalam variasi yang sangat kecil yaitu 8,8-+0 - 8,7-0
.Sadono, Didik Hasmono3
)umus molekul 5til p-metoksisinamat adalah *#+9#1!1 dengan berat
molekul +8-. Senyawa ini berbentuk kristal jarum berwarna putih, transparan,
dan mengkilat. Titik leburnya berkisar antara /7:* ; /6:*. Senyawa ini tidak
1
dapat larut dalam air, mudah larut dalam etanol 2<0, mudah larut dalam
metanol.
Senyawa p-metoksisinamat dapat digunakan sebagai anti fungi,
antiseptik, dan analgesik.
+a$bar 2. ,truktur Ki$ia Etil %*)etokiina$at
1.'.2. )onogra!i Aa$ %*$etokiina$at
&sam p-metoksisinamat merupakan senyawa hasil reaksi + tahap
dari etil p-metoksisinamat. )umus molekul &sam p-metoksisinamat adalah
*#892!1 dengan berat molekul ##7,#6, titik didih 1#7,+/:*. Senyawa ini
berbentuk kristal jarum berwarna putih, tidak larut dalam air, mudah larut
dalam etanol 2<0 dan metanol. Senyawa ini memilikititik lebur berkisar
antara #<6: ; #<6,-:*.
Senyawa &sam p-metoksisinamat dapat digunakan sebagai
antifungi, anti inflamasi, antirematik,analgesik, antipiretik, laksansia, dan
bahan baku untuk tabir surya.
+a$bar 3. ,truktur Ki$ia Aa$ %*)etokiina$at
1.-. Tinjauan Pelakanaan Praktiku$
1.-.1. Ektraki
5til p-metoksisinamat diambil dari rimpang kencur dengan cara
ekstraksi. 5kstraksi adalah teknik pemisahan senyawa dari cairan, suspensi,
atau padatan induknya dengan suatu pelarut yang dapat melarutkan senyawa
tersebut tetapi tidak saling campur dengan bahan induk. "elarut ini akan
/
menarik senyawa tersebut dari bahan induknya. Tujuan dari proses ekstraksi
berkaitan dengan praktikum ini adalah untuk mengisolasi kandungan senyawa
bhan alam dari tanaman. itinjau dari kontak antara pelarut dengan bahan
induk, ekstraksi ada dua macam, yaitu %
#. 5kstraksi kontinyu
"ada ekstraksi jenis ini, pelarut terus menerus mengalami kontak
dengan bahan induk. "elarut dapat digunakan lagi untuk ekstraksi tetapi
dalam proses pendaurulangan pelarut dibutuhkan panas. !leh karena itu,
dapat dilakukan ekstraksi habis-habisan tanpa membutuhkan banyak pelarut.
Tetapi ekstraksi ini tidak dapat dilakukan bila senyawa-senyawa yang akan
diekstraksi bersifat thermolabil atau mudah menguap.
+. 5kstraksi iskontinyu
"ada ekstraksi diskontinyu, pelarut selalu diganti pada setiap satu
tahap ekstraksi terlampaui dan tidak memrlukan panas selama prosesnya.
Sehingga dapat dilaksanakan untuk senyawa-senyawa thermolabil atau
mudah menguap.
ua macam ekstraksi diskontinyu adalah maserasi dan perkolasi.
Teknik maserasi dilakukan dengan merendam bahan-bahan alam yang masih
segar dengan pelarut yang sesuai selama beberapa waktu lalu hasil
perendaman diambil. Sedangkan teknik perkolasi dilakukan untuk
mengekstraksi bahan-bahan alam yang sudah diserbuk dan dikeringkan
dengan merendamnya dalam pelarut yang sesuai selama beberapa waktu lalu
ekstraknya diteteskan dari perkolator.
1.-.2. #ekritaliai
)ekristalisasi merupakan proses pembentukan kembali kristal yang
bertujuan untuk mengendalikan pembentukan kristal sehingga didapat kristal
yang baik dan juga untuk memurnikan kristal. "rinsip rekristalisasi adalah
melarutkan senyawa dengan pelarut yang sesuai di dekat titik didih pelarut
lalu didinginkan untuk membentuk kembali kristal. Syarat utama pelarut yang
-
digunakan adalah melarutkan senyawa pada titik didih pelarut tetapi sedikit
atau sama sekali tidak melarutkan senyawa pada suhu kamar dan tidak
bereaksi dengan senyawa. "elarut campuran digunakan apabila tidak ada
pelarut tunggal yang benar-benar sesuai untuk senyawa tersebut. Syarat
pelarut campuran, salah satu pelarut harus dapat melarutkan senyawa
sedangkan pelarut yang lain sama sekali tidak dapat melarutkan dan kedua
pelarut harus saling campur.
Tahapan kerja rekristalisasi %
- (emilih pelarut yang sesuai
- (elarutkan senyawa di dekat titik didih pelarut
- &pabila terdapat kotoran berwarna .larutan tidak jernih3, ditambah karbon
lalu disaring panas
- "endinginan pada susu kamar agar terbentuk kristal
- (enyaring kristal dan menghilangkan sisa pelarut
- (engeringkan kristal
B A B II
,INTE,I, P#EPA#AT
2.1. Proe&ur Ali
Ta(a% I .
<
Siapkan perkolator, kontrol krannya apakah ada kebocoran. Timbang #88
gram serbuk kering rimpang kencur. (asukkan kedalam perkolator. Tuang
#88ml etanol sampai semua serbuk terendam.
Ta(a% II .
Teteskan ekstrak pelan ; pelan, tampung dalam labu erlenmeyer #88ml
tertutup. &pabila sudah tidak menetes lagi, tuangkan etanol kedalam
perkolator sampai semua serbuk terendam. $iarkan # jam, setelah # jam
teteskan lagi ekstrak, tampung dalam labu erlenmeyer. Setelah tidak menetes
lagi, keluarkan serbuk dari perkolator, apabila masih ada cairan ekstrak
jadikan satu dengan yang ada dalam labu erlenmeyer. 'umpulkan ekstrak,
uapkan dalam )otary =acuum 5vaporator>)otavapor .temperatur dijaga
?/8
o
*3 sampai volumenya menjadi sepertiga dari volume semula.
'umpulkan destilat rotavapor yang diperoleh dalam botol yang telah
disediakan .untuk digunakan lagi sebagai perkolasi3. (asukkan residu
kedalam gelas beker dan tambahkan -8ml larutan '!9 -0 dalam etanol.
&duk di atas penangas air selama #8 menit, kemudian dinginkan. Saring
kristal yang terbentuk dengan corong $uchner. ,arutkan kristal dalam +-ml
air dan asamkan dengan penambahan 9*l pekat. Saring kristal yang
terbentuk dengan corong $uchner, dan dicuci beberapa kali dengan air.
,akukan rekritalisasi kristal yang terbentukdengan cara dilarutkan dalam
pelarut campuran etanol ; air .78%183 yang dipanaskan, kemudian biarkan
dingin pada suhu kamar. Saring kristal yang terbentuk .jernih, tak berwarna3
dengan corong $uchner, keringkan dalam oven dan timbang serta tentukan
titik lelehnya. 'umpulkan semua filtrat hasil penyaringan .jangan dibuang3,
masukkan dalam botol yang telah disediakan.
2.2. )ekani$e #eaki
2.2.1. #eaki Ki$ia &an Hail ,a$%ing
7
5til p-metoksisinamat 'alium 'alium 5tanol
hidroksida p-metoksisinamat
'alium &sam &sam 'alium klorida
p-metoksisinamat klorida p-metoksisinamat
+a$bar '. #eaki Ki$ia &an Hail ,a$%ing
2.2.2. )ekani$e #eaki
9idrolisis basa .saponifikasi>penyabunan3 @ reaksi bersifat irreversible
Tahap I . adisi !9
A
,lambat 3

Tahap II .eliminasi ;!*
+
9
-
3
6
+a$bar -. )ekani$e #eaki
2
2.3. Ba(an &an Alat
2.3.1. Ba(an
#. Serbuk rimpang kencur ( Kaempferia galanga L. )
Bumlah % #88 gram
"emerian % Carna coklat, bau khas, rasa khas pedas, hangat, agak
pahit, dapat menimbulkan rasa tebal
'egunaan % obat batuk, diforetikum . peluruh keringat 3, dioleskan
pada bengkak-bengkak . menurut de $ie3, dan obat
rematik
+. 5tanol 2<0 . *
+
9
-
!9 3
"emerian % *airan mudah menguap, jernih, tidak berwarna, bersifat
mobile>dapat bergerak>mengalir, mudah terbakar, bau
penenang, rasa membakar, padat pada suhu kurang dari
-18D*
'elarutan % *ampur dengan air dan pelarut organik umunya
Titik didih % 76,-D*
Titik leleh % -#/#,-D*
n
+8

% #,1<#
$B % 8,728/-8,721-
$( % /<,87
'egunaan % Sebagai pelarut untuk alkohol terdenaturasi
$ahaya % (enyebabakan mual, muntah, depresi, mengantuk,
menggangu persepsi, pingsan dan kematian
1. 'alium 9idroksida . '!9 3 -0 dalam -8 ml etanol
Bumlah % .->#83 E - garm @ +,- gram
"emerian % 'ristal putih, higroskopik, deliFuescent, menyerap
karbondioksida
'elarutan % larut dalam 8,2 bagian air% +,1 bagian gliserin. Saat
dilarutkan dalam air dan alkohol dan larutan asam akan
menghasilkan panas
Titik lebur % 1<8D*
$( % -<,#8
#8
'egunaan % (embentuk garam kalium dari ester yang larut dalam
air
$ahaya % 'orosif, mengiritasi kulit, mata, dan membran mukosa,
dapat merusak saluran cerna, berbahaya bagi pernafasan
/. &sam klorida . 9*l 3
"emerian % *airan tidak berwarna, berasap, bau merangsang. Bika
diencerkan dengan + bagian air bau dan asap akan
menghilang
'elarutan % ,arut dalam air, dietil eter, etanol .2-03, metanol
Titik didih % ##8D*
n
+8

% #,1/+
$B % #,#6
$( % 1<,/<
'egunaan % Sebagai pereaksi . donor 9
G
3 dalam pembentukan asam p-
metoksi-sinamat
$ahaya % 'orosif, sangat mengiritasi, menurunkan tekanan darah
dengan cepat
-. 5til p-metoksisinamat
"emerian % 'ristal jarum warna putih
'elarutan % Tidak larut dalam air, larut dalam etanol.2-03 p dan
metanol panas.
Titik didih % /7-/6D*
<. &sam p-metoksisinamat
"emerian % 'ristal jarum warna putih
'elarutan % "raktis tidak larut dalam air, alkohol, eter
Titik leleh % #<6-#<6,-D*
7. &Fua destilata
"emerian % *airan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa
$( % #6,8+
'egunaan % Sebagai pelarut dan pencuci kristal
##
2.3.2. Alat
&lat ; alat yang digunakan pada praktikum dapat dilihat pada tabel berikut %
No. Na$a Alat /u$la(
#. "erkolator #
+. ,abu 5rlenmeyer #88 ml #
1 5rlenmeyer Tertutup #88 ml #
/. )otavapor #
-. 5ksikator #
<. *orong $uchner G labu hisap # set
7. *awan petri +
6. Helas Ikur #88 ml #
2. $eaker Hlass #88 ml #
#8. Cater $ath #
##. $atang "engaduk #
#+. 'ertas Saring 1
#1. !ven #
Tabel 1. Da!tar alat 0ang beerta 1olu$e &an ju$la(
2.'. 2ara Kerja
Iolai Etil %*)etokiina$at
Ta(a% 1 .
#. isiapkan perkolator, dikontrol krannya apakah ada kebocoran
+. itimbang #88 gram serbuk kering rimpang kencur, dimasukkan ke dalam
perkolator
1. ituang #88 ml etanol samapi semua serbuk terendam, dibiarkan semalam
Ta(a% II .
#. iteteskan ekstark perlahan-lahan, ditampung dalam labu erlenmeyer #88
ml bertutup
+. &pabila sudah tidak menetes lagi, dituangkan etanol ke dalam perkolator
sampai serbuk terendam, dibiarkan selama # jam
1. Setelah # jam, diteteskan lagi ekstrak, ditampung dalam labu erlenmeyer
/. Setelah tidak menetes lagi, dikeluarkan serbuk dari perkolator, apabila
masih ada cairan ekstrak dijadikan satu dengan yang ada dalam labu
erlenmeyer
-. ikumpulkan ekstark, diuapkan pada )otary =acuum 5vaporator
.)otavapor3. Temperatur dijaga kurang dari /8D*, sampai volumenya
sepertiga volume awal
#+
<. ikumpulkan distilat dari )otavapor yang diperoleh dalam botol yang
telah disediakan .untuk digunakan lagi sebagai perkolasi3
7. imasukkan residu dalam beaker glass dan ditambahkan -8 ml '!9 -0
dalam etanol
6. iaduk di atas penangas air selama #8 menit kemudian didinginkan
2. isaring kristal yang terbentuk dengan corong $uchner
#8. ilarutkan kristal dengan +- ml air dan diasamkan dengan penambahan
9*l pekat
##. isaring kristal yang terbentuk dengan corong $uchner dan dicuci
beberapa kali dengan air
#+. ilakukan rekristalisasi dengan cara dilarutkan dalam campuran etanol-air
.78%183 yang dipanaskan, kemudian dibiarkan dingin pada suhu kamar
#1. isaring kristal yang terbentuk .jernih, tak berwarna3 dengan corong
$uchner
#/. ikeringkan dengan eksikator dan ditimbang serta ditentukan titk lelehnya
#-. ikumpulkan semua filtrat hasil penyaringan .jangan dibuang3,
dimasukkan dalam botol yang telah disediakan
2.-. Bagan Alir
Serbuk rimpang kencur>etanol
5kstrak
5til p-metoksisinamat
#1
dipekatkakan di )otavapor sampai
volumenya #>1 volume awal
5til p-metoksisinamat

G '!9>etanol
disaring
5ndapan Jiltrat
'alium p-metoksisinamat 5tanol .*
+
9
-
!93
G air dan diasamkan dengan 9*l pekat
5ndapan Jiltrat
&sam p-metoksisinamat '*l,9
+
!
)ekristalisasi
&sam p-metoksisinamat
+a$bar 3. Bagan Alir ,intei Aa$ %*$etokiina$at
2.3. ,ke$a 2ara kerja
#/
#-
#<
+a$bar 4. ,ke$a 2ara Kerja
2.4. Hail Percobaan
"enimbangan %
$erat wadah G Kat @ <7,28 gram
$erat wadah @ <<,-6 gram
-
$erat Kat @ #,1+ gram
"ersentase 9asil %
"ersen hasil yang diperoleh pada percobaan adalah %
5Berat aa$ %*$etoiina$at6 berat ri$%ang kencur7 8 199:
@ .#,1+ gram > 7-gram3 E #880
@ #,7<0
"engukuran Titik ,ebur %
#. #<--#<6L*
+. #<<-#<6,-L*
1. Titik lebur rata ; rata @ #<<-#<6L*
#7
BAB III
U/I KE)U#NIAN
Pe$urnian Aa$*%*)etokiina$at
#ekritaliai
"emurnian suatu senyawa dapat dilakukan dengan beberapa metode
salah satunya yaitu dengan rekristalisasi. )ekristalisasi ini dilakukan unutk
menghilangkan pengotor yang terjebak dalam kristal yang didapatkan dari
hasil reaksi. )ekristalisasi ini tidak hanya dilakukan satu kali, namun dapat
dilakukan berkali-kali untuk mendapatkan kristal yang benar-benar murni.
&dapun tahapan dari proses rekritalisasi adalah sebagai berikut %
#. 'ristal dilarutkan dalam etanol-air yang telah dipanaskan ad tepat
larut
+. $ila perlu ditambahkan karbon untuk menghilangkan kotoran
berwarna kemudian disaring panas dan didnginkan pada suhu
kamar sampai terbentuk kristal
1. 'ristal yang terbentuk disaring dengan corong $uchner kemudian
dikeringkan di dalam oven
Secara skematis proses rekrisatlisasi dapat digambarkan sebagai berikut %
'ristal G pengotor

5tanol panas G air panas .78%183 ad tepat larut
'ristal murni 'ristal tidak murni
itentukan titik lelehnya )ekristalisasi tahap II
dst.
#6
3.1.2. Penentuan Titik Lebur
"emanasan yang dilakukan pada suatu Kat padat pada tekanan
atmosfer akan menyebabkan perubahan wujud Kat tersebut menjadi bentuk
cair. "erubahan wujud tersebut dapat diamati dari titik lebur maupun dari
jarak leburnya. Bika pengamatan yang dilakukan adalah titk lebur maka
suhu yang diamati adalah ketika senyawa tersebut melebur. Sedangkan
untuk pengamatan jarak lebur maka suhu yang diamati adalah rentang
suhu mulai saat sampel mulai melebur sampai saat padatan terakhir
melebur.
Suatu Kat dikatakan murni bila jarak leburnya tajam yaitu kuarang
dari +D*, jarak lebur lebar menunjukkan bahwa senyawa tidak murni.
Barak lebur suatu Kat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, ukuran
partikel, kecepatan pemanasan, adanya pengotor, jumlah Kat yang diukur
dan alat yang dipakai. Mamun adanya pengotor merupakan penyebab
utama penurunan atau peningkatan titik lebur dan melebarnya jarak lebur
dibandingkan dengan literatur.
alam praktikum kali ini asam-p-metoksisinamat ditentukan jarak
leburnya menggunakan metode tabung kapiler dengan alat 5lectrothermal
(elting "oint. *aranya adalah dengan memasukkan kristal asam-p-
metoksisinamat ke dalam pipa kapiler setinggi #-+ mm lalu dimasukkan ke
dalam tempat pemanasan .5lectrothermal (elting "oint3. "engamatan
dilakukan melalui kaca pembesar saat kristal mulai meleleh. "engamatan
dihentikan begitu kristal talah selesai meleleh semuanya, dari sini dapat
ditentukan jarak lebur asam-p-metoksisinamat.
ari pengamatan yang dilakukan didapatkan hasil seperti pada
tabel %
Tabel 2. Penentuan titik lebur aa$ %*$etoiina$at
'ristal yang didapatkan dapat dikatakan belum murni karena titik leburnya
yang berubah-ubah dengan jarak yang lebar.
#2
)eplikasi Barak ,ebur
#
+
)ata-rata
#<-D-#<6D*
#<<D-#<6,-D*
#<<D-#<6D*
BAB I;
IDENTI<IKA,I ,T#UKTU#
'.1. I&enti!ikai &engan )eto&e ,%ektro!oto$eter U;*;i
Spektroskopi I=-=is adalah suatu metode analisis spektroskopi dengan
sumber radiasi elektromagnetik ultraviolet dan sinar tampak. &nalisisnya
berdasarkan dari serapan dari molekul senyawa terhadap energi dari cahaya
radiasi elektromagnetik pada panjang gelombang tertentu. Spektrofotometri
I=-=is hanya memberikan
&nalisis secara spektroskopi dapat digunakan sebagai analisis kualitatif
maupun analisis kuantitatif. Intuk analisis kualitatif, spektroskopi I=-=is
hanya dapat digunakan sebagai data pendukung saja karena profil spektra
I=-=is yang karakteristik tapi tidak spesifik. Sebagai data pendukung profil
spektra I=-=is dapat digunakan untuk menentukan panjang gelombang
tertentu dari suatu senyawa.
Identifikasi asam p-metoksisinamat hanya dilakukan dengan metode
spektrofotometri I= karena hanya diukur pada daerah I= yaitu antara
+88nm-/88nm. *ara pengukuran yaitu kristal dilarutkan dengan etanol 2-0
kemudain diperiksa serapannya pada daerah panjang gelombang I=,
+88nm-/88nm. (etode ini dilakukan untuk mengetahui profil spektra dan N
maksimumnya.
Spektrum asam p-metosisinamat pada gambar menunjukkan serapan
maksimum pada panjang gelombang ++/nm dan +28nm dengan absorban
8,/861< dan 8,<2<##

+a$bar =. ,%ektru$ U;*;i Aa$ %*$etokiina$at
+8
'.2. I&enti!ikai &engan )eto&e ,%ektro!oto$eter <T*I#
Spektrofotometri infra merah dapat digunakan untuk mengidentifikasi
gugus fungsi suatu senyawa berdasarkan pada profil spektranya. "ancaran
infra merah akan diserap oleh molekul organik dan diubah menjadi energi
vibrasi molekul. "enyerapan ini akan nampak sebagai pita-pita pada profil
spektra infra merah. aerah infra merah dibedakan menjadi 1 daerah, daerah
infra merah dekat pada bilangan gelombang kurang dari <-8 cm
-#
,
daerah infra
merah tengah pada bilangan gelombang antara <-8 cm
-#
-/888 cm
-#
, daerah
infra merah jauh pada bilangan gelombang lebih dari /888 cm
-#.
Identifikasi asam p-metoksisinamat dengan spektrofotometer JT-I)
dilakukan dengan menggerus sedikit kristal asam p-metoksisinamat yang
ditambahkan '$r sebagai pembawa. "enggerusan dilakukan dalam mortir
&gate sampai halus dan homogen untuk dijadikan pellet. *ampuran
dikompresi dengan kekuatan sekitar #-88 ton pada ruang hampa #8-#- menit
sampai didapatkan lapisan tipis .pellet3 yang transparan. "ellet tersebut
kemudian dimasukkan ke dalam spektrofotometer infra merah. 9asil spektrum
yang didapatkan berupa puncak-puncak serapan antara lain %
&bsorbsi uluran yang kuat pada bilangan gelombang #<67,87 cm
-#
menunjukkan adanya gugus * @ ! karbonil
&bsorbsi uluran yang lebar pada bilangan gelombang 1/#/,-6 cm
-#
menunjukkan adanya gugus ! ; 9 asam karboksilat
&bsorbsi uluran yang sedang pada bilangan gelombang #<++,/6 cm
-#
menunjukkan adanya ikatan * @ * aromatik
&bsorsi uluran yang kuat pada bilangan gelombang #-26,// cm
-#
menunjukkan adanya ikatan * ; * aromatik
+a$bar >. ,%ektru$ <T*I# Aa$ %*$etokiina$at
+#
'.3. I&enti!ikai ,truktur &engan #eonani )agnetik Inti
Spektroskopi M() berdasarkan pada penyerapan gelombang radio oleh
inti-inti tertentu dalam molekul organik, apabila molekul ini berada di dalam
medan magnetik yang kuat.
Spektrum M() merupakan grafik yang menunjukkan banyaknya energi
yang diserap oleh kuat medan magnet. Spektrum M() merupakan spektrum
M() karbon-#1 .
#1
*3 yang

menghasilkan informasi struktur mengenai
karbon-karbon dalam sebuah molekul organik dan merupakan spektrum
M()
#
9 yang memberikan informasi struktural atom 9 dimana dapat
diketahui bahwa letak atom 9 berbeda-beda dalam suatu molekul akan
memberikan puncak spektrum yang berbeda bergantung pada kuatnya medan
magnet lokal yang mengitarinya.
"ada penentuan M(), kristal asam p-metoksisinamat dianalisis dengan
pembawa *d*l
1
. Spektra M()
#
9 dapat dilihat pada gambar di bawah ini %
+a$bar 19. ,%ektru$ N)#
1
H Aa$ %*$etokiina$at
++
Spektrum M()
#
9 menunjukkan bahwa asam p-metoksisinamat
mengandung < macam atom 9 dengan jumlah #8, yaitu%
"osisi proton Bumlah atom 9 "ergeseran kimia .ppm3
9a # #+,8-
9b + 7,<-#
9c # 7,-77
9d + <,26/
9e # <./8-
9f 1 1,62<
Tabel 3. Inter%retai ,%ektru$ N)#
1
H Aa$ %*$etokiina$at
SpektrumM()
#1
* dapat dilihat pada gambar berikut ini %
+a$bar 11. ,%ektru$ N)#
13
2 Aa$ %*$etokiina$at
Spektrum M()
#1
* terdiri dari puncak spektrum yang menunjukkan
adanya %
* aromatik dan alkena pada m>K @ ##8 ; #-8 ppm
* karboksilat pada m>K @ #<8 ; #78 ppm
* ; ! pada m>K @ -8 ; <8 ppm
'.'. I&enti!ikai ,truktur &engan ,%ektro$eter )aa
+1
Spektrum massa adalah alur kelimpahan dengan nisbah massa>muatan
.m>e atau m>K3. ari fragmen-fragmen itu, suatu spektrum massa dipaparkan
sebagai grafik batangan. Setiap peak dalam spektrum menyatakan suatu
fragmen molekul. Jrragmen-fragmen disusun sedemikian rupa sehingga peak-
peak ditata menurut kenaikan m>e dari kiri ke kanan dalam spektrum.
Suatu molekul atau ion pecah menjadi fragmen-fragmen bergantung pada
kerangka karbon dan gugus fungsional yang ada. !leh karena itu struktur dan
massa fragmen memberikan petunjuk mengenai struktur molekul induknya.
9asil spektrometer massa menunjukkan bahwa asam p-metoksisinamat
mempunyai berat molekul #76.
+a$bar 12. ,%ektru$ )aa Aa$ %*$etokiina$at ,tan&ar
BAB ;
+/
PE)BAHA,AN
Senyawa asam p-metoksisinamat .&"(S3 merupakan senyawa golongan
karboksilat yang dapat disintesis dari bahan alam. Senyawa ini disintesis dari
senyawa golongan ester, etil p-metoksisinamat .5"(S3 yang terkandung dalam
rimpang kencur .Kaempferia galanga L.3.
5til p-metoksisinamat diekstraksi dari rimpang kencur dengan cara
perkolasi. "erkolasi merupakan teknik ekstraksi diskontinu atau bertahap dengan
cara merendam suatu bahan dengan pelarut yang sesuai sehingga substansi yang
terkandung dalam bahan tersebut tertarik ke dalam pelarut. "erendaman bertujuan
untuk membuka dinding sel rimpang kencur sehingga pelarut dapat masuk ke
dalam sel dan menarik substansi keluar dari dalam sel. Semakin lama
perendaman, maka semakin banyak pula substansi yang tertarik ke dalam pelarut.
Intuk ekstraksi etil p-metoksisinamat digunakan etanol 2<0 sebagai pelarut.
"emilihan etanol 2<0 sebagai pelarut dalam perkolasi didasarkan pada kelarutan
etil p-metoksisinamat yang tinggi dalam etanol. (etode perkolasi dipilih
berdasarkan sifat etil p-metoksisinamat yang thermolabil .tidak stabil dengan
adanya pemanasan3.
Setelah proses ekstraksi, ekstrak yang didapatkan dipekatkan untuk
menghilangkan sebagian besar pelarut sampai volumenya sepertiga dari volume
awal. 'arena sifat dari etil p-metoksisinamat yang thermolabil maka digunakan
alat )otary =acuum 5vaporator .)otavapor3 dengan suhu yang dijaga tidak lebih
dari /8D*. Selain dengan alat )otavapor, untuk memekatkan ekstrak dapat
dilakukan dengan peguapan biasa, tetapi hal tersebut tidak dilakukan karena
memakan waktu yang lama.
)eaksi pembentukan asam p-metoksisinamat dari etil p-metoksisinamat
tidak dapat langsung dilakukan dalam satu tahap. Hugus etoksi yang terikat pada
gugus karbonil memiliki ikatan yang sangat kuat sehingga dia sulit pergi
meninggalkan gugus karbonilnya. Hugus etoksi ini lalu diusir dengan cara
menyerang gugus karbonilnya terlebih dulu dengan adanya nukleofil kuat berupa
basa. !leh karena itu reaksi pembentukan asam p-metoksisinamat berlangsung
dalam + tahap.
+-
"ada reaksi tahap pertama, ekstrak etil p-metoksisinamat yang sudah
dipekatkan direaksikan dengan '!9 -0 dalam etanol. 'alium 9idroksida .'!93
bertindak sebagai nukleofil yang menyerang gugus karbonil pada etil p-
metoksisinamat. )eaksi yang terjadi adalah reaksi hidrolisis basa
.saponifikasi>penyabunan3 yang bersifat irreversible. 9al ini disebabkan karena
gugus karbonil pada ion karboksil yang terbentuk mengalami resonansi sehingga
atom karbonnya selalu bermuatan negatif. Tidak didapat atom karbon bermuatan
positif yang mudah diserang kembali membentuk reaktan awal. (ekanisme reaksi
tahap pertama ini juga mirip dengan reaksi substitusi nukleofilik .SM3 tetapi tidak
dapat dikatakan sebagai reaksi SM-# ataupun reaksi SM-+. Calaupun mula-mula
terjadi adisi gugus !9
-
pada gugus karbonil dan kemudian gugus etoksi akhirnya
melepaskan diri, tetapi ternyata tidak benar-benar terjadi eliminasi. Hugus etoksi
yang pergi, tidak stabil, kembali menyerang gugus !9
-
untuk mengambil 9
G
.
!leh karena itu terbentuk etanol dan ion karboksil yang akan berikatan secara
ionik dengan ion 'alium dari '!9 membentuk garam 'alium p-metoksisinamat.
Haram kalium p-metoksisinamat bersifat larut dalam air tetapi tidak larut
dalam etanol. Sehingga garam kalium ini akan membentuk endapan dalam larutan
'!9 -0 dalam etanol. Haram kalium ini lalu disaring untuk dipisahkan dari
filtratnya .etanol3 dan direaksikan dengan asam klorida pekat .9*l p.3 pada reaksi
tahap +. "enambahan asam dilakukan hingga larutan memberikan warna biru pada
lakmus merah. )eaksi dengan asam bertujuan untuk mengganti ion kalium dengan
9
G
sehingga terbentuk asam p-metoksisinamat. Ion *l
-
akan menarik ion '
G
lalu
berikatan secara ionik membentuk '*l. ,alu ion karboksil akan berikatan dengan
ion karboksil membentuk asam p-metoksisinamat. 'ristal yang terbentuk disaring
dengan corong $uchner dan harus dicuci beberapa kali dengan air untuk
menghilangkan sisa-sisa asam dan garam.
Intuk mendapatkan kristal yang murni, maka kristal asam p-
metoksisinamat harus direkristalisasi menggunakan pelarut campur etanol%air @
78%18. 'ristal asam p-metoksisinamat memiliki sifat larut dalam etanol panas
tetapi tidak larut dalam etanol dingin dan air. engan adanya air dalam pelarut
camput, maka air akan menurunkan kelarutan asam p-metoksisinamat dalam
etanol sehingga lebih mudah terbentuk kristal. Saat kristal dilarutkan, ternyata
+<
terdapat pengotor karena larutan tidak jernih. "engotor ini dihilangkan dengan
penambahan norit .karbon3 yang berfungi untuk menarik kotoran tersebut.
&pabila ditambah norit, maka norit harus disaring dengan cara saring panas. ,alu
filtrat didiamkan pada suhu kamar hingga kristal terbentuk. ,arutan tidak boleh
didinginkan mendadak dengan perendaman dengan air es, karena inti kristal yang
terbentuk akan kecil-kecil dan bersifat metastabil. Setelah kristal terbentuk,
disaring dengan corong $uchner lalu dikeringkan dalam oven.
9asil praktikum didapatkan kristal asam p-metoksisinamat berwarna
kuning pucat sebanyak #, 1+ gram dengan jarak lebur #<<:-#<6:*. 'ristal asam p-
metoksisinamat seharusnya berwarna putih, tetapi kristal yang didapatkan ternyata
berwarna kuning puca. 9al ini dapat disebabkan karena kurangnya pencucian
pada 'ristal untuk menghilangkan pelarut ataupun senyawa-senyawa hasil
samping. (enurut literatur, jarak lebur kristal asam p-metoksisinamat adalah
#<6:-#<6,-:*. 9asil praktikum menunjukkan perbedaan yang cukup jauh, maka
kristal yang kami dapatkan adalah asam p-metoksisinamat yang tidak murni.
BAB ;I
KE,I)PULAN
+7

3.1. Kei$%ulan .
ari ekstraksi 7- gram serbuk rimpang kencur didapatkan kristal asam p-
metoksisinamat %
'ristal berwarna kuning pucat
Sebanyak #,1+ gram
engan presentase hasil #,7<0
Barak lebur % #<<D-#<6D*
3.2. ,aran
Setelah melakukan tahap rekristalisasi kristal yang didapatkan disaring
dengan corong $uchner. 'etika melakukan penyaringan dengan corong
$uchner kristal yang didapatkan sebaiknya dicuci dengan air berkali-kali
untuk mendapatkan kristal yang benar-benar murni dan berwarna putih.
DA<TA# PU,TAKA
+6
Bu&a1ari? ,.? The Merck Index, An Encyclopedia of Chemical Drugs and
Biological? #+
th
ed, Mew Oork% (erc P *o Inc, #22<.
De%arte$en Kee(atan #.I. 1>>-. Farmakope Indonesia edisi IV,
epartemen 'esehatan ).I. Bakarta
Anoni$. 1>>4. Maeria Medica Indonesia, =ol.#. epartemen 'esehatan ).I.
Bakarta
<een&en @ <een&en? !imia "rganik, 5disi ketiga, jilid #, &irlangga,
Bakarta, #26+.

+2