Anda di halaman 1dari 17

Tugas Instrumentasi dan Teknik Pengukuran

Pengukuran Ketinggian (level)



Disusun Oleh
Kelompok III
Anggik Pratama (061330400289)
Intan Nevianita (061330400300)
Nola Dwiayu Adinda (061330400304)
R.A. Rifka Fadillah (061330400308)
Dosen Pembimbing : Yohandri Bow, S.T, M.S

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Tahun Akademik 2013/2014

Kata pengamtar


Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa karna atas berkat rahmat
nya kami dapat menyelesaikan makalah Instrumentasi dan Pengukuran dengan judul
Pengukuran Ketinggian (level) dengan lancar. Makalah ini kami buat sebagai
pendukung dan media alat dalam program belajar diperkuliahan . Ucapan terima kasih
tak lupa kami haturkan kepada :

Yth. Bapak Yohandri Bow, S.T.,M.S selaku dosen pembimbing kami yang telah
banyak memberikan arahan dan motivasi demi kelancaran pembuatan makalah ini

Tak lupa kepada teman-teman yang telah banyak membantu dan memberi saran
untuk perbaikan


Akhirnya kami selaku penulis berharap, semoga makalah ini dapat bermanfat bagi kita
khususnya bagi proses belajar dan mengajar. Tak lupa kami juga meminta saran dan
kritik dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini


Palembang, Oktober 2013



Tim Penulis










PENGUKURAN TINGGI PERMUKAAN (LEVEL) PADA INSTRUMENTPENGENDALIAN PROSES
Maksud dari pengukuran tinggi permukaan cairan (level) di dalam suatutangki adalah
untuk mengetahui volume atau berat dari cairan yang ada di dalamtangki tersebut.Ada dua cara
utama untuk mengukur ketinggian permukaan (level) cairan, yaitu:
1. Pengukuran secara langsung.
2. Pengukuran tidak langsung.Untuk menentukan tinggi permukaan atau level
permukaan zat padat, dapat juga dipergunakan cara:
a. Listrik.
b. Isotop.
c. Ultrasonik.
A. Pengukuran Langsung
Banyak cara yang dapat dipakai untuk mengukur tinggi permukaan cairansecara
langsung.; tetapi hanya akan dibahas dua cara yang penting dansederhana, yaitu:
1. Pengukuran permukaan dengan gelas penunjuk.
2. Pengukuran permukaan dengan pelampung.
a. Pengukuran permukaan dengan gelas penunjuk
Gelas penunjuk ini berhubungan dengan cairan di dalam tangki dan diletakkan disamping
tangki yang berisi cairan. Menurut hokum bejana berhubungan, tinggi tangki dan padagelas
penunjuk selalu sama. Jadi dengan mengatur tinggi cairan di dalam tangki. Untuk dapatmelihat
tinggi ini, cairan yang akan diukur harus bening dan tidak boleh keruh karena akanmengganggu
pengelihatan pada gelas petunjuk. Tentunya gelas petunjuk ini adalah bila gelas petunjuk ini
pecah maka cairan di dalam akan tumpah ke luar. Selainitu biasanya batas ukurnya hanya sampai
kira-kira satu meter. Pada gambar 2.1terlihat cara pengukuran dengan gelas petunjuk.
b. Pengukuran permukaaan dengan pelampung
Pada gambar 2.2 terlihat salah satu dari banyak cara-cara pengukuran dengan palempung
ini.Di sini pelampung yang ringan selalu begerak megikuti permukaan. Karena adanya pemberat
Wmaka katrol berputar menggerakkan jarum petunjuk. Dengan kalibrasi maka tentunya angka-
angka pada skala merupakan tinggi cairan atau sudah langsung manunjukkan volume atau
massadari cairan tersebut.Banyak sekali cara-cara pengukuran dengan pelampungini, tetapi pada
dasarnya mempunyai prinsip yang sama, yaitu gerakana permukaan cairan diikuti dengan
gerakan pelampung yangselanjutnya dihubungkan pada jarum skala. Hubungan antara
pelampung jarum petunjuk bias berupa tali, kawat dengan katrol atau batang kaku dengan suatu
engsel.Dengan menggunakan pelampung, daerah kerja pengukurpermukaan dapat diperbesar
(lebihdari 1 meter). Skala pembacaan dapat diletakkan pada tempat yang tinggi atau
rendah, atauterpisah jauh dari tangki cairan. Untuk memperoleh ketelitian yang
baik, pelampung harustercelup sampai batas penampang yang terbesar.
B. Pengukuran Tidak Langsung
Meskipun pengukuran secara tidak langsung ini banyak jenisnya tetapi hanya akan dibahasempat
macam, yaitu:
1. Sistem gelembung suara.
2. Sistem kotak diafragma
3. Sistem jebakan udara



BAB I
PENDAHULUAN

Instrumentasi merupakan suatu alat yang sangat penting dalam suatu sistem pengukuran yang
salah satunya pengukuran besarnya tinggi permukaan cairan, alat ini harus dapat berfungsi dengan baik
sesuai dengan kebutuhan instrumentasi di pabrik. Alat instrumentasi ini merupakan salah satu faktor yang
menentukan hasil produksi, dimana alat instrumentasi yang mengukur, mengontrol, mendeteksi,
menganalisa, baik secara manual maupun secara otomatis. Diferensial transmitter elektrik merupakan
salah satu dari instrumentasi proses control yang terdapat pada suatu pabrik.
Alat-alat instrumentasi yang dipergunakan untuk mengukur dan menunjukkan besarnya tinggi
permukaan cairan digunakan diferensial transmitter elektrik yang dilengkapai dengan instrumentasi lain
seperti control valve, pressure gauge, pompa recorder controller dan tangki.
Tujuan pengukuran tinggi permukaan cairan pada proses adalah untuk :
1. Mencegah kerusakan equipment dan kerugian akibat cairan bahan untuk proses industri
terbuang.
2. Pengontrolan jalannya proses.
3. Mendapatkan spesifikasi yang diinginkan seperti pada Evaporator-evaporator hydrocarbon.
Diferensial transmitter elekrtik merupakan sensor yang dipergunakan untuk mengukur besarnya
tinggi permukaan cairan (Level pada tangki) sebagai alat untuk dapat di baca ke controller hingga ke
pengaturan akhir. Setiap proses selalu mempunyai keadaan yang sedang berlangsung. Agar keadaan yang
diinginkan sama dengan keadaan yang berlangsung maka pengontrolan harus dilakukan dengan
memerlukan suatu alat pengukuran. Adapun gambaran permasalahan yang di peroleh sebelum merancang
instrumentasi pengukur besarnya tinggi permukaan cairan (Level pada tangki) dalam tangki dengan
menggunakan diferensial transmitter elektrik dan keterpasangan instrumentasi pengukuran pada posisi
masing-masing. Guna mendapat ketelitian atau keakuratan dalam memberikan hasil yang diinginkan.
Pentingnya peranan kendali pengukuran besarnya tinggi permukaan cairan pada sebuah tangki
dengan menggunakan diferensial transmitter elektrik pada sistem proses, maka perlu diambil langkah-
langkah agar pengukuran besarnya tinggi permukaan cairan pada tangki tersebut sesuai dengan keadaan
yang sebenarnya, dengan mengetahui besar tinggi permukaan cairan pada tangki kita dapat
mengontrolnya agar sesuai dengan kebutuhan.
Setiap alat instrument yang dipergunakan untuk mengukur dan menunjukan tinggi permukaan
cairan disebut sebagai alat ukur level, baik pada tangki tertutup maupun terbuka. Tujuan dari pada
pengukuran tinggi permukaan cairan adalah untuk :
1. Mencegah kerusakan equipment akibat kekosongan level serta kerugian akibat cairan
terbuang.
2. Pengontrolan jalannya proses.
3. Mendapatkan kwalitas produksi yang diinginkan.

Tujuan

Mengklasifikasikan jenis pengukuran ketinggian cairan
Menjelaskan prinsip kerja instrumen pengukuran ketinggian cairan
Mengetahui alat-alat pengukuran ketinggian cairan
Mengkalisifikasikan jenis pengukuran ketinggian padatan
Menjelaskan prinsip kerja instrumen pengukuran ketinggian padatan
Mengetahui alat-alat pengukuran ketinggian padatan
Manfaat
Dapat mengetahui jenis pengukuran ketinggian cairan dan padatan dan
mengaplikasikannya di industri.
Rumusan Masalah
1. Apa itu pengukuran ketinggian (level)?
2. Apa saja jenis-jenis pengukuran ketinggian?
3. Bagaimana prinsip kerja instrumen pengukuran ketinggian cairan?
4. Bagaimana prinsip kerja instrumen pengukuran ketinggian padatan?















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Metoda Pengukuran Tinggi Permukaan Cairan
Pengukuran permukaan, volume, berat cairan pada bahan kering dalam bejana atau tabung sering
kali dijumpai. Pengukuran yang teliti seringkali sulit dicapai. Luasnya variasi karat dan sifat cair dan
besarnya ukuran bejana penyimpanan yang diperlukan untuk pengukuran isi di dalam fraksi satu liter
adalah halangan yang harus diatasi. Metode umum yang digunakan untuk melaksanakan pengukuran ini
termasuk teknik langsung dan tidak langsung.
Pengukuran langsung tinggi permukaan cairan dapat dilihat dari penggunaan gelas penglihat atau
gelas ukur biasa dalam bejana dianggap merupakan metode yang paling sederhana untuk mengukur tinggi
permukaan cairan. Metode ini sangat efektif digunakan dalam pengukuran langsung.
Metoda yang digunakan secara luas untuk langsung mengukur permukaan adalah pelampung
sederhana, yang dapat dihubungkan dengan transduser gerakan sesuai untuk menghasilkan sinyal listrik
yang sebanding dengan permukaan cairan.
Beberapa metode tidak langsung meliputi pengukuran (permukaan), tekanan, pengukuran
kerapatan (densitas), pengukuran tinggi permukaan dengan pemberat, dan lain-lain.
Pada pabrik kimia, banyak tangki dan tabung dipakai untuk menyimpan bahan baku dan produk
berupa cairan. Penyimpanan perlu diketahui volume dan inventarisnya. Proses fluida dalam fase cair
terus-menerus ditampung atau dialirkan ke tangki atau tabung penyimpanan.
Permukaan cairan dalam tangki harus dibuat setabil agar operasi dalam pabrik dapat setabil.
Banyaknya cairan yang terdapat dalam tangki dapat diketahui dengan mendeteksi tinggi dari permukaan
cairan dalam tangki proses. Permukaan cairan dibuat tetap dengan mengendalikan laju arus cairan yang
dilakukan dari dasar tangki menggunakan control valve. Rangkaian kendali permukaan cairan terdiri atas
detektor, controller, converter dan control valve.
Metoda pengukuran tinggi permukaan cairan ada dua yaitu :
1. Pengukuran dilihat langsung: Tinggi permukaan cairan dapat dilihat langsung dan diduga
kedalamannya dan ditunjukkan dalam satuan pengukuran panjang (meter). Dengan diketahuinya tinggi
permukaan cairan maka volume dari cairan yang diukur dapat dicari bila dikehendaki.
2. Metoda mekanik: Gaya pada cairan menghasilkan gerak mekanik. Pergerakan mekanik ini
kemudian dikalibrasi kedalam bentuk skala angka-angka.
Gambar 2.1. Metoda dilihat langsung
Gambar 2.2. Metoda mekanik
2.2 Jenis-jenis Alat Ukur Tinggi Permukaan Cairan.
Dalam mengukur tinggi permukaan cairan dalam suatu tangki pemrosesan maupun dalam tangki
penimbunan dipergunakan alat ukur tinggi permukaan cairan yang sesuai dengan bentuk penggunaannya.
Alat ukur permukaan cairan terdiri dari beberapa jenis diantaranya :
1. Mistar Ukur
Suatu batang dengan skala yang telah dikalibrasi dicelupkan secara vertikal dari atas ke dalam
cairan yang akan diukur, atau dimasukkan sampai terjadi sentuhan antara permukaan cairan dan ujung
mistar ukur. Ketinggian permukaan pada hal pertama dibaca pada batas pembasahan mistar, pada hal
kedua pada suatu titik acuan tertentu (misalnya pinggiran wadah).
Nilai ukur tergantung pada besar dan bentuk wadah. Mistar ukur hanya boleh digunakan untuk
wadah yang sebelumnya dipakai untuk mengkalibrasi mistar yang bersangkutan. Apabila digunakan
mistar ukur yang salah atau cara pencelupan yang tidak betul (misalnya miring), nilai ukur akan menjadi
salah pula.
Mistar ukur merupakan alat ukur yang paling sederhana untuk cairan dalam wadah terbuka yang
tidak terlalu tinggi. Tidak cocok untuk pengukuran yang harus dilakukan seringkali dan menuntut
ketelitian tinggi. Juga tidak cocok untuk pengukuran dalam bejana bertekanan atau vakum atau berisi
cairan berbusa.
2. Gelas Penduga (Level glass)
Gelas penduga dapat menunjukkan tinggi permukaan cairan dalam suatu bejana atau container secara
langsung. Prinsip yang dipergunakan pada gelas penduga adalah prinsip bejana berhubungan.
Gelas penduga (Level glass) terdiri dari dua jenis yaitu :
Gelas penduga ujung terbuka
Gelas penduga ujung tertutup
Gambar 2.3. Gelas penduga ujung terbuka
Gambar 2.3. Menunjukkan skematik dari sebuah bejana dan gelas penduga ujung terbuka. Pemasangan
dari gelas penduga ini sangat sederhana. Pada bejana disediakan suatu pipa pengambilan dimana gelas
penduga ditempatkan. Seal (Packing) disediakan agar sambungan jangan sampai bocor. Klem juga
disediakan agar gelas menduga tetap pada posisinya. Sebagian cairan dalam bejana, akan mengalir
kedalam Gelas penduga. Tinggi permukaan cairan pada Gelas penduga dan bejana biasanya sama, karena
bejana dan Gelas penduga adalah merupakan dua bejana berhubungan. Gelas penduga ujung terbuka
dipergunakan pada tangki-tangki tidak bertekanan yang tingginya tidak melebihi 1,5 meter, seperti tangki-
tangki penampung minyak diesel motor bakar dan lain-lain.
Gambar 2.4. Gelas penduga ujung tertutup.
Gambar 2.4. Menunjukkan gelas penduga ujung tertutup dengan bejana bertekanan tinggi. Bahwa kedua
ujung gelas penduga dihubungkan dengan bejana. Ujung bagian bawah tersambung dengan bagian bejana
berisi uap (kosong). Level glass yang dipergunakan untuk cairan yang bertekanan tinggi harus diberi
pelindung kaca tahan banting dan harus dilengkapi dengan kerangan-kerangan isolasi yang
memungkinkan level glass dilepas dari sistem sewaktu perbaikan atau pembersihan.
Level glass yang dipergunakan untuk cairan dengan temperature yang tinggi harus dilengkapi dengan
saluran buangan. Saluran ini berfunngsi untuk mencegah thermal shock yang dapat memecahkan level
glass sewaktu menjalankan kembali sesudah perbaikan. Level glass juga sering diperlengkapi dengan
lampu penerang untuk mempermudah pemeriksaan terutama pada malam hari.
3. Pemberat dan Pita.
Gambar 2.5. Pemberat dan Pita
Cara termudah untuk mengukur tinggi permukaan cairan dalam tangki-tangki ialah dengan
menggunakan sebuah pipa pengukur yang diberi bobot pemberat. Bobotnya diturunkan kedalam tangki
dan tinggi permukaan cairan dilihat langsung pada pita pengukuran (pita ini telah diberi skala). Sistem
pengukuran seperti ini sering dilakukan pada tangki-tangki yang mengandung cairan yang bisa melengket
dan memberikan bekas warna pada pengukuran Crude oil, Condensate Hydrocarbon dan lain-lain.
Disamping itu pada tangki harus disediakan lubang agar bobot dapat masuk dan diturunkan.
4. Alat Ukur Dengan Penggeser.
Disebut Displacer adalah karena pada prinsipnya nilai gerak apung yang dihasilkan oleh displacer
didesain untuk menggantikan (displacement ) nilai volume cairan yang menghasilkan gerak apung
tersebut.
Prinsip ini dapat dibuktikan seperti pada gambar 6
Gambar 2.6. Penggeser.
Gambar 3.6, Menunjukkan sebuah penggeser didalam silinder kosong, digantung pada sebuah dacing
(timbangan).
Penunjuk pada timbangan menunjuk 3 Ib.
Pada gambar B, air setinggi 7 inchi pada silinder mengurangi berat penggesser sebesar 1 Ib dan
pada gambar C, air setinggi 14 inchi menggantikan (mengurangi) berat dari penggeser sebesar 2 Ib
sehingga berat dari penggeser kini hanya sebesar 1 Ib. Padahal penggesernya tidak diapa-apakan.
Ada 3 hal yang penting untuk diperhatikan pada kejadian ini yaitu :
1. Penggeser tidak akan terapung diatas cairan, melainkan sebagian akan terbenam, karena
penggeser itu sendiri mempunya berat tertentu dan terikat pada gantungan (support arm).
2. Naiknya tinggi permukaan cairan akan membuat penggeser naik, karena adanya gaya apung yang
lebih besar dari cairan. Akan tetapi pergerakan dari penggeser hanya kecil sekali dibandingkan
dengan naiknya tinggi permukaan cairan.
3. Perubahan pada kedudukan penggeser akan mengakibatkan perubahan pada kedudukan penunjuk
dari timbangan.




Gambar 2.7. Penggeser dengan Meteran
Gambar 2.7. menunjukkan disain dari penggeser dengan meteran penunjuk. Perhatikan bahwa
tabung pemuntir dipergunakan langsung untuk menggerakan penunjuk (pointer). Penggeser selalu
dihubungkan dengan transmitter sinyal. Output dari transmitter kemudian dikirimkan ke meteran
penunjuk. Output ini bisa berupa sinyal pneumatic maupun sinyal listrik.
Prinsip kerja dari alat ukur dengan penggeser pada umumnya dapat dikatakan sebagai berikut :
1. Perubahan pada tinggi permukaan cairan yang diukur akan mengakibatkan perubahan pada gaya
apung dari cairan tersebut. Ini akan membuat penggeser bergerak turun atau naik.
2. Pergerakan penggeser akan menghasilkan gerak memuntir pada tabung pemuntir.
3. Pergerakan pada tabung pemuntir kemudian dipergunakan untuk menghasilkan sinyal
pneumatic atau listrik. Kemudian sinyal ini dikirimkan kemeteran penunjuk. Meteran penunjuk dapat
berupa meteran dengan Tabung Bourdon.
5. Alat Ukur Tinggi Permukaan Cairan Dengan Beda Tekanan.
Diafragma dan pengembus seperti yang dibicarakan pada alat-alat ukur tekanan dapat
dipergunakan untuk mengukur tinggi permukaan cairan. Akan tetapi, sama halnya dengan Penggeser
maka diafragma dan pengembus selalu dihubungkan dengan transmitter, baik pneumatik atau listrik.
Kemudian, tekanan sinyal pneumatik atau tegangan listrik ini diturunkan ke meteran penunjuk yang telah
dikalibrasi sebelumnya.
Gambar 2.8. Pengembus untuk Transmitter Tinggi Permukaan Cairan.
Gambar 2.8. menunjukkan skematik dari pengembus yang dipergunakan dalam pengukuran tekanan.
Pengembusan seperti ini juga dapat dipergunakan untuk pengukur Tinggi Permukaan Cairan.
6. Alat ukur dengan sistem gelembung.
Gambar 2.9. Sistem Gelembung.
Gambar 2.9. Menunjukkan skematik dari alat ukur tinggi permukaan cairan dengan sistem gelembung.
Meteran penunjuk untuk alat ukur ini umumnya adalah pressure gage dengan tabung bourdon yang telah
dikalibrasi sebelumnya kedalam bentuk skala proses. Alat ukur Tinggi Permukaan Cairan dengan sistem
gelembung dipergunakan pada tangki-tangki air, tidak bertekanan (tekanan statis). Sistem gelembung
memerlukan catu udara bertekanan yang kontinu. Biasanya tekanan udara ini maxsimum 50 psi. Udara ini
dimasukkan kedalam tabung yang terbenam (tegak) pada cairan yang akan diukur. Semakin tinggi
permukaan cairan yang akan diukur semakin besar tekanan udara yang dibutuhkan untuk dapat mengatasi
tekanan statis yang diberikan cairan. Dengan demikian, tinggi permukaan cairan dapat diukur melalui
besaran tekanan udara yang dibutuhkan.

7. Radar Tank Gauge
Gambar 2.10. Radar Tank Gauge
Radar Tank Gauge atau disingkat RTG adalah jenis ATG yang digunakan untuk mengukur
ketinggian suatu permukaan dengan metode radar. Metode pengukuran dengan level untuk jenis ATG ada
dua yaitu RTG dan Servo Tank Gauge. Sesuai dengan namanya, RTG menggunakan radar untuk
pengukuran, dan STG menggunakan servo (motor) untuk pengukuran level.
ATG adalah pengukuran level dengan presisi yang tinggi. Tingkat presisi ini digunakan untuk
mencapai standar minimum untuk custody transfer (untuk jual beli dengan pihak ketiga). Selain kegunaan
tersebut, RTG bisa juga digunakan untuk inventory calculation, oil movement, losses control, operational
and blending control, dan leak detection & overfill protection. Untuk mendapatkan nilai dengan presisi
yang tinggi, banyak parameter yang harus diukur seperti level minyak, temperature minyak, water level,
dan tinggi tanki. Variable ini digunakan untuk menghitung net volume minyak dalam suatu tanki dengan
perhitungan tertentu.
Untuk mendapatkan level minyak secara tepat harus di kompensasi dengan level air yang ada di
dalam tanki. Karena SG Air dan minyak berbeda pasti air akan berada dibawah dan membentuk suatu
lapisan tersebut. Oleh karena itu, lapisan air dapat diukur dengan mudah untuk mendapatkan ketinggian
air dari dasar tanki. Radar digunakan untuk mengukur ketinggian ruang kosong antara fluida dan tempat
radar tersebut dipasang (di atap tanki). Level minyak murni = tinggi tanki hasil pengukuran radar
ketinggian level air.
Pengukuran level dengan radar memiliki 2 metode yatu pulse method dan Frequency modulated
Continuous Wave (FMCW). Pulse method adalah pengukuran dengan menghitung waktu tempuh sinyal
yang dikirim kemudian dipantulkan oleh fluida dan diterima kembali oleh antena. Total waktu yang
digunakan untuk merambat dari awal sampai kembali lagi itulah yang disensing sebagai waktu.
Pengukuran dengan metode ini memiliki akurasi yang rendah.
Gambar 2.11. Pengukuran dengan Radar
FMCW adalah pengukuran dengan menghitung delta frekuensi dari frekuensi yang dikirimkan
dan frekuensi yang diterima saat itu. Pengukuran ini dilakukan dengan memvariasikan frekuensi yang
ditransmisikan. Frekuensi ini memiliki sifat semakin besar dalam setiap waktu sampai saat tertentu dia
akan kembali mulai dari awal lagi. Jika digambarkan spektrum seperti gelombang gigi gergaji. Waktu
tempuh frekuensi pertama tersebut akan memiliki waktu yang sebanding dengan jarak antara transmitter
dan sisi pemantul. Semakin besar jaraknya maka semakin lama pula frekuensi pertama tersebut ditangkap.
Pada saat yang bersamaan, radar tersebut juga mengirimkan sinyal yang semakin naik seiring
bertambahnya waktu. Ketika frekuensi pertama ditangkap oleh radar, frekuensi tersebut dibandingkan
dengan frekuensi yang dikirim saat ini. Delta frekuensi ini akan ditransformasikan dengan FFT menjadi
frekuensi spektrum. Dari situlah bisa ditentukan jarak pengukuran. Dengan perhitungan tertentu, delta f
ini memiliki hubungan sebanding dengan jarak yang diukur.
Pengukuran level air dilakukan secara lebih sederhana. Pengukuran ini hanya menggunakan
komponen kapasitif yang akan berubah kapasitansinya ketika terkena fluida. Output yang dihasilkan dari
pengukuran ini adalah sinyal elektrik 4-20mA.
Gambar 2.12. Pengukuran Level melalui Temperatur didalam Tangki
Pengukuran temperature dilakukan secara kontinu dengan interval jarak 3 meter. Pengukuran
temperature ini menggunakan MST (multiple spot temperature) sebagai tempat untuk meletakkan
termometer. Setiap element termometer ini akan dikirimkan nilainya ke RTG untuk dikalkulasi menjadi
volume netto. Harus ada kompensasi temperature karena minyak itu bisa mengembang dan menyusut
sesuai dengan temperaturenya. Jika temperature tinggi, maka minyak akan mengembang dan sebaliknya
jika temperature rendah maka minyak akan menyusut.
RTG ini memiliki presisi yang tinggi karena dia memiliki ketelitian pengukuran kurang lebih 0.5 mm.
RTG menggunakan frekuensi 10GHz dengan mode frequency modulation. Digunakan mode FM karena
kebanyakan noise itu terletak pada amplitude modulation.
2.3 Jenis Lain dari Alat Ukur Tinggi Permukaan Cairan.
1. Meteran Tangki Penyimpanan (Storage Tank Gages)
Gambar 2.13. Meteran tangki penyimpanan.
Gambar 2.13. Menunjukkan skematik dari meteran tangki penyimpanan. Alat ini terdiri dari pelampung
dan pita baja. Bila tinggi permukaan cairan naik maka pelampungpun turut naik. Angka yang ditunjuk
oleh ujung pita baja menunjukkan tinggi permukaan cairan yang diukur. Angka ini biasanya dalam satuan
panjang, akan tetapi dapat diperhitungkan menjadi satuan isi. Meteran tangki penyimpanan seperti ini
sering disebut seperti ini sering disebut dengan nama pelampung dan pita (float and tape) dan
dipergunakan dalam pengukuran cairan pada tangki penimbunan yang tidak bertekanan.
2. Kotak diafragma
Gambar 2.14. Kotak diafragma
Gambar 2.14. Menunjukkan skematik dari alat ukur tinggi permukaan cairan yang disebut kotak
diafragma. Alat ini terdiri dari meteran penunjuk, pipa dan diafragma dan sistem ini diisi udara
bertekanan setara dengan tekanan atmosfir. Meteran penunjuk, biasanya adalah jenis Presure gage dengan
tabung bourdon yang dikalibrasi kedalam bentuk skala proses. Bila tinggi permukaan cairan naik maka
tekanan dalam sistem pengukuran akan naik. Ujung pipa pada kotak dibuat bengkok 90 supaya saluran
pengukuran jangan tersumbat oleh diafragma.

2.4 Penyebab Kesalahan Dalam Proses Pengukuran
Kesalahan atau penyimpangan pengukuran dalam suatu proses pengendalian adalah terjadi
perbedaan antara harga yang terukur dalam hasil proses dengan harga yang ditentukan sebelumnya ( set
point ).

Adapun kesalahan pengukuran level ini dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu:
1. Adanya gelembung udara (jebakan udara) dalam rangkaian perpipaan. Rangkaian perpipaan
pada sebuah sistem kendali memegang peranan penting yaitu sebagai lajur transportasi fluida yang
menghubungkan seluruh peralatan kendali dan peralatan pengolah menjadi suatu kesatuan dalam sistem
produksi. Dalam kegiatan proses pengendalian level cairan, rangkaian perpipaan harus benar-benar bebas
dari gelembung udara, karena dapat membuat kerja dari transmitter tidak dapat bekerja dengan maksimal
sehingga kinerja dari peralatan pengontrol lainnya juga tidak maksimal, hal ini dapat menyebabkan hasil
pengendalian pengukuran tidak akurat. Gelembung udara dalam rangkaian perpiaan ini dapat dihilangkan
dengan melakukan tubing pada rangkaian perpiaan tersebut.
2. Head Lossis
Head lossis adalah rugi-rugi tekanan yang terjadi pada seluruh rangkaian perpioaan serta peralatan
kendali serta proses. Rugi-rugi tekanan ini terjadi pada saat peralatan bekerja mentransportasikan. Rugi-
rugi ini dapat menyebabkan berkurangnya kwantitas hasil proses.
Head lossis ini dipengaruhi oleh beberapa hal seperti ;
1. Faktor gesekan
2. Kekerasan relative (relative rockness)
3. Ekivalensi tahanan pada sambungan pipa (fitting) dan katup (valve)
KESIMPULAN
1. Metoda pengukuran tinggi permukaan cairan ada dua yaitu :
1. Pengukuran dilihat langsung.
Tinggi permukaan cairan dapat dilihat langsung dan diduga kedalamannya dan ditunjukkan dalam satuan
pengukuran panjang (meter).
Dengan diketahuinya tinggi permukaan cairan maka volume dari cairan yang diukur dapat dicari bila
dikehendaki.
2. Metoda mekanik.
Gaya pada cairan menghasilkan gerak mekanik. Pergerakan mekanik ini kemudian dikalibrasi kedalam
bentuk skala angka-angka.
2. Pengukuran langsung tinggi permukaan cairan dapat dilihat dari penggunaan gelas penglihat atau
gelas ukur biasa dalam bejana dianggap merupakan metode yang paling sederhana untuk mengukur tinggi
permukaan cairan. Metode ini sangat efektif digunakan dalam pengukuran langsung.
3. Beberapa metode tidak langsung meliputi pengukuran (permukaan), tekanan, pengukuran kerapatan
(densitas), pengukuran tinggi permukaan dengan pemberat, dan lain-lain.
4. Metoda yang digunakan secara luas untuk langsung mengukur permukaan adalah pelampung
sederhana, yang dapat dihubungkan dengan transduser gerakan sesuai untuk menghasilkan sinyal listrik
yang sebanding dengan permukaan cairan.
5. Permukaan cairan dalam tangki harus dibuat setabil agar operasi dalam pabrik dapat setabil.
Banyaknya cairan yang terdapat dalam tangki dapat diketahui dengan mendeteksi tinggi dari permukaan
cairan dalam tangki proses. Permukaan cairan dibuat tetap dengan mengendalikan laju arus cairan yang
dilakukan dari dasar tangki menggunakan control valve. Rangkaian kendali permukaan cairan terdiri atas
detektor, controller, converter dan control valve.














Pengukuran ketinggian padatan
Pengukuran ketinggian padatan merupakan pengukuran yang cukup banyak digunakan
antara lain untuk penyimpanan bahan baku, produk dan material lainnya yang menunjang suatu
proses industri. Adapun kalasifikasi padatan yaitu:
Pengukuran kontinyu
Pengukuran level padatan kontinyu menggunakan pengendalian dengan bsistem
pneumatik dan listrik dan cocok untuk apikasi proses kontinyu. Pengukuran kontinyu meliputi:
a. Grid

Jenis grid memberikan indikasi dinamis dan kontinyu ketinggian padatan. Grid
dimasukkan dalam bentangan (bed) padatan bergerak, mengukur secara langsung gaya
internal yang berhubungan dengan densitas padatan dan kedalam bentangan (bed).
Ukuran maksimal matreial tidak boleh melebihi 1/3 diameter bukaan grid. Grid terdiri dari
cincinmetal tipis yang dihubungkan dengan poros membentuk silinder vertikal. Grid biasanya
hanya sebagianterendam pada bentangan padatan, dan level naik atau turun sebanding
dengan kenaikan dan penurunan grid.

Batasan aplikasi :
Hanya untuk bed yang bergerak
Menentukan kalibrasi sendiri
Dirancang untuk aplikasi spesifik

b. Gamma-ray detector

Radiasi nuklir dari sumber tertentu dapat dihubungkan dengan lvel solid dalam vessel
dimana detektor mengkonversikan radiasi nuklir ke kuantitas listrik berhubungan dengan
level. Detektornya disebut geiger counter. Ada dua variasi sitim yaitu :
Variasi intensitas sebanding dengan ketebalan material interpose antara detektor
dan sumber.
Variasi intensitas berbanding terbalik terhadap jarak kuadrat antara sumber dan
deteksi.

Untuk pengukuran level padatan, sumber dapat diletakkan sedemikan rupa sehingga
padatan itu sendiri membentuk ketebalan yang bervariasi dimana sinar gamma harus
menembus untuk mencapai detektor.

c. Noise level

Pegendalian noise untuk pengoperasian dalam grinding mill adalah aplikasi pengukuran
level yang berhubungan dengan variasi suara yang di produksi dalam bola, batang atau
tabung grinding mill . sebuah mikrofon diletakkan dekat grinding mill yang diaktifkan oleh
suara, dan sistim pengendalian dikalibrasikan untuk mempertahankan laju umpan yang juga
mempertahankan tingkat suara yang optimum untuk aksi grinding maksimum.

Biasanya alarm juga dipasang bersamaan, sehingga operator dapat mengetahui
terjadinya ketidakberesan seperti loncatan buga api, atau penyumbatan dengan menyalanya
lampu alarm. Perfalatan ini digunakan untuk peralatan bergerak dan dibatasi pada aplikasi
dimana tingkat suara adalah fungsi suara yang dihasilkan.
Pengukuran titik tetap
a. Diafragma
Jenis ini menggunakan diafragma fleksibel yang berhubungan dengan
material, dalam vessel (bin). Saat level padatan naik, tekanan akan menekan
diafragma terhadap mekanisme level pengukuran berat. Saat level tersentuh,
skala listrik diaktifkan. Indicator level diafragma biasanya dipasang pada bagian
luar bin. Keuntungannya adalah biaya murah namun terbatas pada vessel
terbuka dan untuk pengendalian tinggi dan rendah ( 2 posisi ).
b. Kerucut Pendan
Alat ini terdiri atas saklar yang sensitive di dalam wadah anti debu yang
menggerakkan pivot tempat kerucut pendan terpasang. Batang pendan
tersambung ke bola apung plastic atau kerucut logam. Ketika kerucut atau bola
apung terjungkit oleh material padat, saklar di bagian atas diaktifkan alat ini
dapat dipasang di bagian atas, bawah atau variasi level tertentu dimana ingin
dilakukan pengukuran 2 pengendalian.
c. Defleksi probe
Alat ini menggunakan kontak listrik yang tertutup (mati) saat material
padat mendefleksikan (membengkokkan) batang baja tirus yang dihubungkan
dengan diafragma kuningan.
Banyak digunakan pada oprasi penimbunan batu baradan penggunaan
dibatasi untukpemasangan pada bagian top(pengukuran permukaan) dan vessel
terbuka.
d. Pedel berputar
Alat ini digunakan untuk indikasi dan pengendalian level material yang
kering, butiran atau hancur. Poros pedel digerakkan oleh motor, ketika rotasi
(putaran) pedel tertahan oleh material padatan akan menyebabkan pendukung
motor dan rumah gigi bergerak pada permukaan horizontal. Putaran tersebut
mengaktifkan 2 saklar roller mini dalam putaran berlawanan. Saklar pertama
untuk mengaktifkan alat seperti sirkuit aliran, sedangkan saklar kedua
mematikan daya ke roda pedel yang lalu berhenti berputar. Ketika material
levelnya turun, sebuah pegas akan mengembalikan keadaan ke posisi semula
dan kedua saklar terbebaskan dan pedel berputar lagi.
Kesimpulan
Level adalah alat untuk mengukur ketinggian dengan batasan ketinggian tertentu. Misalnya, level meter
pada tangki air, berguna untuk mengukur ketinggian air dalam tangki dengan satuan panjang (meter)
maupun prosentase.
Jenis jenis lever meter:
Manual, dengan alat ukur manual/penggaris/tabung ukur.
Pelampung, dengan bantuan tali.
Ultrasonic, dengan bantuan pantulan signal gelombang ultra sonic.
Leser, dengan bantuan gelombang leser.
Tekanan, dengan mengukur tekanan pada dasar pengukuran.
Electrik, dengan mencelupkan dua buah konduktor, dan dihitung resistansinya.
Pengukuran ketinggian terbagi menjadi dua yaitu pengukuran ketinggian padatan dan pengukuran
ketinggian cairan. . Metoda pengukuran tinggi permukaan cairan ada dua yaitu :
1. Pengukuran dilihat langsung.
Tinggi permukaan cairan dapat dilihat langsung dan diduga kedalamannya dan ditunjukkan
dalam satuan pengukuran panjang (meter).
Dengan diketahuinya tinggi permukaan cairan maka volume dari cairan yang diukur dapat dicari
bila dikehendaki.
2. Metoda mekanik.
Gaya pada cairan menghasilkan gerak mekanik. Pergerakan mekanik ini kemudian dikalibrasi
kedalam bentuk skala angka-angka.
2. Pengukuran langsung tinggi permukaan cairan dapat dilihat dari penggunaan gelas
penglihat atau gelas ukur biasa dalam bejana dianggap merupakan metode yang paling
sederhana untuk mengukur tinggi permukaan cairan. Metode ini sangat efektif digunakan dalam
pengukuran langsung.
3. Beberapa metode tidak langsung meliputi pengukuran (permukaan), tekanan, pengukuran
kerapatan (densitas), pengukuran tinggi permukaan dengan pemberat, dan lain-lain.
4. Metoda yang digunakan secara luas untuk langsung mengukur permukaan adalah
pelampung sederhana, yang dapat dihubungkan dengan transduser gerakan sesuai untuk
menghasilkan sinyal listrik yang sebanding dengan permukaan cairan.
5. Permukaan cairan dalam tangki harus dibuat setabil agar operasi dalam pabrik dapat
setabil. Banyaknya cairan yang terdapat dalam tangki dapat diketahui dengan mendeteksi tinggi
dari permukaan cairan dalam tangki proses. Permukaan cairan dibuat tetap dengan
mengendalikan laju arus cairan yang dilakukan dari dasar tangki menggunakan control valve.
Rangkaian kendali permukaan cairan terdiri atas detektor, controller, converter dan control
valve.