Anda di halaman 1dari 6

EKO ARSITEKTUR

Aplikasi dan Hubungan Antar a E nam Logika dalam E ko Ar sitektur dengan


Sustainable Built E nvir onment
Noni Septiani
1207113586
2014












Eko Arsitektur
Enam Logika Arsitektur Berwawasan Lingkungan
Enam Logika Arsitektur Berwawasan Lingkungan
1. Eko Teknik
Logika eko-teknik, mendasarkan kepada pengembangan teknologi yang
mengutarakan tentang perubahan inkremental pada tekno ekonomi dan bahwa ilmu
pengetahuan dan teknologi dapat menyediakan solusi bagi masalah lingkungan. Sementara
membatasi emisi merupakan cara terbaik untuk menghentikan pemanasan global, para
peneliti di seluruh dunia sedang mencoba untuk menemukan cara yang lebih efisien untuk
menyelamatkan planet ini dari ujung kehancuran yang tidak jauh lagi jika emisi karbon
dioksida global terus meningkat dengan kecepatan yang sama.
Pembangkit Listrik Gedung Pencakar Langit
Sebuah bangunan yang unik telah dirancang oleh arsitek David Fisher di Dubai, di
mana setiap lantai dapat berputar pada sumbu sentral independen dari lantai lain gedung.
Bentuk bangunan ini terus-menerus berubah dengan rotasi lantai nya. Bangunan ramah
lingkungan ini dilengkapi dengan turbin angin di antara setiap lantai yang menghasilkan
sejumlah besar energi yang dapat daya 10 bangunan berukuran serupa. Setelah merancang
bangunan hijau untuk Dubai, Fisher adalah merancang menara yang sama untuk London,
New York dan Moskow.

















Eko Arsitektur
Enam Logika Arsitektur Berwawasan Lingkungan
Pearl River Tower








Bangunan yang dirancang oleh Skidmore, Owings & Merril (SOM) untuk kantor pusat
perusahaan tembakau (CNTC=China National Tobacco Corporation) ini dijadikan percobaan
untuk "net"-zero energy building. Caranya dengan memanfaatkan orientasi bangunan
(timur), selimut bangunan, pencahayaan dan sistim pengendalian gedung. Bangunan yang
mempunyai selimut bangunan yang berbeda, dimana bagian selatan dibuat 2 lapis untuk
menghemat pemakaian sistim HVAC (Heating, Ventilating and Air Conditioning). Pada
bagian atas bangunan digunakan skylight yang dapat dipergunakan sebagai ventilasi.Turbin
menghasilkan hampir 15 kali lebih tenaga listrik daripada generator biasa.
2. Eko sentris
Logika eko-sentris, muncul dari sudut pandangan tentang alam, melalui paradigma-
paradigma analisis ilmiah menekankan pada dua hal yaitu holistik epistemologi
(epistemological holism) yang mempengaruhi ekologi dan realitas metafisika (metaphysical
reality) secara menyeluruh. Wacana ini menekankan interaksi dinamik antara yang hayati
dan non hayati sebagai sebuah komunitas dari bagian-bagian yang interdependen. Eko-
sentris mengombinasikan ilmu pengetahuan dan ekologi dengan kerangka etis eko-sentris
atau bio-ekosentris yanag mengemukakan pertimbangan moral.

3. Eko Estetik
Mengedepankan tentang apa yang disebut konsep wacana baru, yang menekankan
spiritualitas dalam hubungan sosial dan lingkungan dan dimensi-dimensi New Age. New Age
adalah sebuah teori tentang perubahan sosial, yang menggambarkan tentang visi idealis
kesadaran global, yang bermula dari refleksi individual dan kesadaran ekologi, serta yang
Eko Arsitektur
Enam Logika Arsitektur Berwawasan Lingkungan
kemudian bisa mengantarkan pada kemantapan peradaban dan kebudayaan baru secara
menyeluruh.
4. Eko Kultural
Ekologi Budaya adalah sebuah cara pandang memahami persoalan lingkungan
hidup dalam perpektif budaya. Atau sebaliknya, bagaimana memahami kebudayaan dalam
perspektif lingkungan hidup. Ekologi budaya mempelajari bagaimana manusia beradaptasi
dengan lingkungan alamnya.
Suatu ciri dalam ekologi budaya adalah perhatian mengenai adaptasi pada dua
tataran: pertama sehubungan dengan cara system budaya berdaptasi terhadap lingkungan
totalnya, dan kedua sebagai konsep adaptasi sistemik, perhatian terhadap cara institusi-
institusi dalam suatu budaya baradaptasi dan saling menyesuaikan diri. Ekologi budaya
menyatakan bahwa diperlukannya proses-proses adaptasi akan memungkinkan kita melihat
cara kemunculan, pemeliharaan dan transformasi sebagai konfigurasi budaya.
Unit adaptasi makhluk manusia meliputi organisme dan lingkungan yang merupakan
suatu ekosistem; yaitu system atau kesatuan yang berfungsi, dan terdiri atas lingkungan fisik
berikut berbagai organisme yang hidup di dalamnya. Proses adaptasi telah menghasilkan
keseimbangan yang dinamis karena manusia sebagai bagian dari salah satu organisme
hidup dalam lingkungan fisik tertentu. Melalui kebudayaan yang dimilikinya ia mampu
mengembangkan seperangkat system gagasannya, dengan kata lain manusia sebagai
salah satu bentuk organisme, melalui system gagasan yang dikembangkan dan dimilikinya,
mampu menyesuaikan diri dengan bagian dari ekosistem.
Dalam berdaptasi dengan lingkungan, menurut Steward, manusia memiliki corak
yang khas dan unik, salah satunya adalah, proses perkembangan kebudayaan. Proses
perkembangannya di berbagai belahan bumi tidak terlepas antara satu dan lainnya; dan
bahkan ada beberapa diantaranya yang tampak sejajar terutama pada system mata
pencaharian hidup, system kemasyarakatan dan system religi.
Ekologi budaya adalah studi tentang adaptasi manusia dengan lingkungan sosial dan
fisik. Adaptasi manusia mengacu pada kedua proses biologis dan budaya yang
memungkinkan masyarakat untuk bertahan hidup dan bereproduksi dalam diberikan atau
perubahan lingkungan.
Hal ini dapat dilakukan secara diakronis (memeriksa entitas yang ada di zaman yang
berbeda), atau secara sinkron (memeriksa sistem sekarang dan komponen-komponennya).
Argumen utamanya adalah bahwa lingkungan alam, dalam skala kecil atau masyarakat
subsisten tergantung di bagian atasnya - merupakan kontributor utama organisasi sosial dan
lembaga manusia lainnya. Ini adalah pernyataan ini - bahwa lingkungan fisik dan biologis
mempengaruhi budaya - yang telah terbukti kontroversial, karena menyiratkan unsur
Eko Arsitektur
Enam Logika Arsitektur Berwawasan Lingkungan
determinisme lingkungan atas tindakan manusia, yang beberapa ilmuwan sosial
menemukan bermasalah, terutama yang menulis dari perspektif Marxis. Ekologi budaya
lokal mengakui bahwa ekologi memainkan peran penting dalam membentuk budaya dari
suatu daerah

5. Eko Medical
Logika eko-medikal, mengetengahkan retorika medis, untuk memfokuskan perhatian
pada dampak merugikan dari lingkungan binaan (built environment) dan penyebab-
penyebab stres yang menimbulkan masalah kesehatan, baik fisik maupun psikis. Hal ini
menunjuk antara lain kepada simdrom bangunan sakit (sick bulding symdrom), yang
berpotensi mendegradasikan lingkungan.
Eko medical dapat memberikan citra ruang yang tercemar dan berbahaya
dikarenakan efek yang dapat diberikan kelingkungan sekitar yang dapat merusak
lingkungan bila tidak dapat mengolah dan mengaturnya dengan baik dan benar. Tapi logika
eko medical dapat memberikan citra bangunan yang sehat dan terpelihara karena pada
umumnya tempat ini memiliki fungsi medis dan kesehatan dan beberapa tempat lain yang
memerlukannya (tidak hanya pelayanan medis tapi juga tempat umum lainnya) . oleh karena
itu logika eko medical harus bisa membuat lingkungan yang natural dan teraba yang dapat
menjamin kesehatan, kesejahteraan dan kualitas kehidupan individu.

6. Eko sosial
Dalam membangun, manusia menciptakan perlawanan (bersifat mendua), yaitu
dalam dan luar, massa dan isi, pemusatan dan pengasingan. Manusia hanya mampu
menerima aturan masyarakat (adat istiadat). J ika hal itu tidak mungkin, maka manusia
menderita karena aturan tersebut dan membangun agresi.
Membangun kota merupakan pemadatan ruang dan waktu yang menuntut
sosialisasi. Penggunaan masa sosial (bersama keluarga, sahabat, suku) yang
melambangkan sebuah perkotaan. Meskipun demikian, manusia menciptakan dinding,
semacam batasan yang memadatkan ruang. Walaupun jaraknya kecil, dinding pembatas
menciptakan jarak yang jauh. Manusia dapat menciptakan suatu simbosis antara masa
sosial yang padat dan yang tersebar.
Secara logika eko sosial pada pendekatan ini menyarankan desentralisasi dari
masyarakat industri yang menjadi unit komunitas lebih kecil, yang dapat mencukupi diri
sendiri (self-sufficient) dan menggunakan teknologi rendah dan menengah yang
berdasarkan pengertian tentang hukum-hukum ekologi. Logika eko-sosial menyarankan
penciptaan bangunan-bangunan, yang mengekspresikan gagasan tentang komunitas sosial
Eko Arsitektur
Enam Logika Arsitektur Berwawasan Lingkungan
dan yang berwawasan lingkungan dimana nilai-nilai demokrasi seperti partisipasi penuh dan
kebebasan yang merupakan norma yang harus diikuti.
Dalam ekologi sosial pendukung pandangan rekonstruksi dan transformatif pada isu
-isu sosial dan lingkungan, dan juga mempromosikan, langsung dari demokrasi politik
konfederasi. Sebagai tubuh ide, ekologi sosial membayangkan suatu ekonomi moral yang
bergerak melampaui kelangkaan dan hirarki, menuju dunia yang reharmonizes komunitas
manusia dengan alam, saat merayakan keragaman, kreativitas dan kebebasan.
Banyak kalangan arsitek dan desainer industri memiliki motivasi yang kuat untuk
melayani kepentingan publik dan kebutuhan penduduk pengguna. Selain itu, kesadaran
sosial dan nilai-nilai sosial di dalam arsitektur dan desain mencerminkan, sampai taraf
tertentu, penekanan nilai-nilai ini diberikan dalam masyarakat pada umumnya.
Perlu dicatat bahwa nilai-nilai sosial dapat memiliki dampak estetika, tetapi aspek
tidak akan dieksplorasi sebagai dampak estetika utama yang ditemukan dalam desain telah
dibahas dalam bagian sebelumnya. Nilai desain sosial di kali bertentangan dengan nilai-nilai
desain lainnya. Konflik jenis ini dapat memanifestasikan dirinya antara gerakan desain yang
berbeda, tetapi juga bisa menjadi penyebab konflik dalam sebuah gerakan desain yang
diberikan. Hal ini dapat dikatakan bahwa konflik antara nilai-nilai sosial dan nilai-nilai desain
lainnya sering mewakili perdebatan berkelanjutan antara Rasionalisme dan Romantisisme
umum ditemukan dalam arsitektur dan desain industri .