Anda di halaman 1dari 10

Mohammad Edy Nurtamam

BAB II
Sifat-sifat Aljabar pada Bilangan Riil
2.1 Sifat-sifatAljabar pada R
Pada himpunan bilangan riil terdapat dua operasi biner yang
dilambangkan dengan + dan ., dimana masing-masing disebut
penjumlahan dan perkalian. Operasi itu memenuhi sifat-sifat sebagai
berikut:
(A1) a + b = b + a, a, b di R (sifat komutatif +)
(A2) (a + b) + c = a + (b + c), a, b, c di R (sifat asosiatif +)
(A3) 0 di R 0 + a = a dan
a + 0 = a, a di R (keberadaan/eksistensi sebuah elemen nol)
(A4) a di R a di R a + (-a) = 0 dan
(-a) + a = 0 (keberadaan/eksistensi elemen negatif)
(M1) a.b = b.a, a, b di R (sifat komutatif dari perkalian)
(M2) (a.b).c = a.(b.c), a, b, c di R (sifat asosiatif dari perkalian)
(M3) 1 di R yang berbeda dengan 0, 1.a = a dan a.1 = a
(keberadaan/eksistensi sebuah elemen satuan)
(M4) a 0 di R, di R sedemikian hingga a. = 1 dan .a = 1
(keberadaan/eksistensi elemen kebalikan pada perkalian)
(D1) a.(b + c) = (a.b) + (a.c), a, b, c di R
(sifat distributif kiri perkalian terhadap penjumlahan)
(D2) (b + c).a = (b.a) + (c.a), a, b, c di R
(sifat distributif kanan perkalian terhadap penjumlahan)
Untuk menggambarkan dasar-dasar dari sifat-sifat pada daftar diatas, berikut
diturunkan beberapa akibat yang penting.
2.1.2 Teorema
(a) z, a R sedemikian sehingga jika z + a = a maka z = 0.
(b) u, b R, u 0, b 0 sedemikian sehingga jika u.b = b maka u = 1.
Bukti:
(a) a + (-a) = 0 (A4)
(z + a) + (-a) = 0 (hipotesis z + a = a)
z + (a + (-a)) = 0 (A2)
z + 0 = 0 (A4)
z = 0 (A3)
(b) Silahkan dicoba sendiri!
2.1.3 Teorema
(a) a, b R sedemikian hingga jika a + b = 0 maka b = -a.
(b) a, b R, a 0 sedemikian hingga jika a.b = 1 maka b = .
Bukti:
(a) Silahkan dicoba sendiri!
(b) b = b.1 (M3)
b = b.(a. ) (M4)
b = (b.a). (M2)
b = (a.b). (M1)
b = 1. (hipotesis)
b = (M3)
Jika diperhatikan sifat-sifat yang dipergunakan pada pembuktian teorema
di atas maka sifat A4 dan M4 memungkinkan untuk memecahkan
persamaan a + x = 0 dan a.x = 1 (a 0) untuk x, sedangkan penggunaan
teorema 2.1.3 mengakibatkan pemecahannya unik (tunggal), yaitu
(i) Misalkan a + x = 0, maka menurut teorema 2.1.3(a), x = -a.
Jadi a + x = 0 pemecahannya adalah x = -a.
Kemudian akan ditunjukkan ketunggalannya, misalkan ada
pemecahan lain x
1
, yaitu a + x
1
= 0, maka menurut teorema 2.1.3(a),
x
1
= -a.
Jadi x = x
1
= -a adalah tunggal.
(ii) Misalkan a.x = 1, maka menurut teorema 2.1.3 (b), x = . Jadi a.x = 1
pemecahannya adalah x = . Kemudian akan ditunjukkan
ketunggalannya, misalkan ada pemecahan lain x
1
, yaitu a.x
1
= 1,
maka menurut teorema 2.1.3 (b), x
1
= . Jadi x = x
1
= adalah
tunggal.
2.1.4 Teorema
Misalkan a, b sembarang elemen di R. Maka
a) persamaan a + x = b mempunyai penyelesaian tunggal
x = (-a) + b.
b) jika a 0, persamaan a.x = b mempunyai penyelesaian tunggal
x = .b.
Bukti: Silahkan dicoba
2.1.5 Teorema (Penggunaan Sifat Distributif)
Misalkan a sembarang elemen di R, maka
(a) a.0 = 0.
(b) ( 1). a = a.
(c) ( 1) = 1
(d) ( 1).( 1) = 1.
Bukti:
Pembuktian teorema ini hanya pada point (b), selain itu dipersilahkan
untuk mencoba sendiri.
a + (1)a = 1.a + (1)a (M3)
a + (1)a = (1 + (1))a (D2)
a + (1)a = 0.a (A4)
a + (1)a = 0 (teorema 2.15 (a))
(1)a = (a) + 0(teorema 2.1.4 (a))
(1)a = a (A3)
2.1.6 Teorema (Hasil Penting dari Sifat Aljabar)
Misalkan a, b, dan c sembarang elemen di R.
a) jika a 0 maka 0 dan = a.
b) jika a.b = a.c, a 0 maka b = c.
c) jika a.b = maka a = 0 atau b =0.
Bukti:
Silahkan dicoba!
Beberapa Catatan Penting
(i) Operasi pengurangan didefinisikan sebagai berikut
a b = a + (-b), a, b R
(ii) Operasi pembagian didefinisikan sebagai berikut
a, b R, b 0, = a.
(iii) Untuk selanjutnya:
a.b ditulis ab
a.a ditulis a
2
(a
2
)a ditulis a
3
(iv) a
n+1
= (a
n
)a, n N
(v) a
0
= 1 dan a
1
= a, a R
(vi) a 0, ditulis a
1
(vii) n N, ditulis a
n