Anda di halaman 1dari 15

1

1

No. ID dan NamaPeserta : dr.Ayu Merdekawaty
No. ID dan NamaWahana: RSUD Sayang Rakyat
Topik:EpisodeDepresi Ringan
Tanggal (kasus) :3 Mei 2014
Nama Pasien :Ny. N No. RM :000790
Tanggal presentasi : 7 Juni 2014 Pendamping: dr. Sukriyah Sofyan
dr. Ilham Iskandar
Tempat presentasi: RSUD Sayang Rakyat
Obyek presentasi :
Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan pustaka
Diagnostik Manajemen Masalah Istimewa
Neonatus Bayi Anak Remaja Dewasa Lansia Bumil
Deskripsi: Pasien wanita 25 tahun, datang ke poliklinik umum dengan keluhan sulit tidur.
Dialami sejak 1 tahun yang lalu, dimana pasien sulit memulai tidur dan bila tertidur sering
terbangun pada malam har i . Saat bangun pagi i a mer as a l emas . Pas i en j uga
mengel uh s er i ng mer as a pus i ng, l eher t er as a t egang, punggung dan lengan sering
kesemutan serta mudah lelah. Selain itu pasien menjadi mudah emosi walaupun untuk hak-hal
kecil yang tidak disukai, jantung berdebar-debar dan ker i ngat di ngi n s aat s hol at at au
s aat mendengar s i r ene ambulans, pasien membayangkan bagaimana dirinya bila
meninggal. Kadang-kadang ia merasa ketakutan ketika bila ditinggal sendiri yang penyebabnya
tidak diketahui. Setiap gejala ini muncul, ia selalu berteriak memanggil orang-orangdi rumahnya
atau memanggil suaminya dan setelah suaminya datang, pasien merasa tenang kembali. Awa l n y a
p a d a t a h u n 2 0 0 8 , a n a k p e r t a ma n y a meninggal saat melahirkan. Setahun
kemudian ibunya juga meninggal karena sakit. Pada tahun yang sama usaha toko sembako
yang dirintis oleh ia dan suaminya mengalami k e b a n g k r u t a n . S e j a k s a a t i t u
p a s i e n me r a s a t i d a k bersemangat, dimana ia merasa mudah lelah, nafsu makan
berkurang, serta merasa malas untuk melakukan kegiatan diluar rumah. Akhirnya, untuk
mengurangi keluhan tersebut pasien menyibukkan diri dengan membantu suaminya
membuka usaha baru. Pada tahun 2010 usaha bengkel mulai ia rintis bersama suaminya.
Keluhan yang dulunya dirasakan mulai berkurang, tetapi pasien merasa terganggu dengan
2

2

keluhan yang dialaminya sekarang.
Tujuan: menegakkan diagnosis penyakit kejiwaan
Bahan
bahasan:
Tinjauan
pustaka
Riset Kasus Audit
Cara
membahas:
Diskusi Presentasi dan
diskusi
E-mail Pos

Data Pasien: Nama: Ny. N No.Registrasi: 000790
Nama klinik RSUD Sayang Rakyat
Data utama untuk vahan diskusi:
Pasien wanita 25 tahun, datang ke poliklinik umum dengan keluhan sulit tidur. Dialami
sejak 1 tahun yang lalu, dimana pasien sulit memulai tidur dan bila tertidur sering
terbangun pada malam har i . Saat bangun pagi i a mer as a l emas . Pas i en
j uga mengel uh s er i ng mer as a pus i ng, l eher t er as a t egang, punggung dan
lengan sering kesemutan serta mudah lelah. Selain itu pasien menjadi mudah emosi
walaupun untuk hak-hal kecil yang tidak disukai, jantung berdebar-debar dan ker i ngat
di ngi n s aat s hol at at au s aat mendengar s i r ene ambulans, pasien
membayangkan bagaimana dirinya bila meninggal. Kadang-kadang ia merasa
ketakutan ketika bila ditinggal sendiri yang penyebabnya tidak diketahui. Setiap gejala ini
muncul, ia selalu berteriak memanggil orang-orang di rumahnya atau memanggil
suaminya dan setelah suaminyadatang, pasien merasa tenang kembali. Awa l n y a p a d a
t a h u n 2 0 0 8 , a n a k p e r t a ma n y a meninggal saat melahirkan. Setahun kemudian
ibunya juga meninggal karena sakit. Pada tahun yang sama usaha toko sembako yang
dirintis oleh ia dan suaminya mengalami k e b a n g k r u t a n . S e j a k s a a t i t u
p a s i e n me r a s a t i d a k bersemangat, dimana ia merasa mudah lelah, nafsu makan
berkurang, serta merasa malas untuk melakukan kegiatan diluar rumah. Akhirnya, untuk
mengurangi keluhan tersebut pasien menyibukkan diri dengan membantu suaminya
membuka usaha baru. Pada tahun 2010 usaha bengkel mulai ia rintis bersama suaminya.
Keluhan yang dulunya dirasakan mulai berkurang, tetapi pasien merasa terganggu dengan
keluhan yang dialaminya sekarang.
1. Riwayat pengobatan: Tidak pernah berobat sebelumnya
3

3

2. Riwayat kesehatan/penyakit: pasien sering menderita penyakit serupa sebelumnya.
3. Riwayat keluarga: Tidak ada keluarga yang menderita penyakit sama dengan pasien
4. Riwayatpekerjaan: Ibu Rumah Tangga dan wiraswasta
5. Lain-lain:
Daftar Pustaka:
a. Mansjoer, A., dkk. Obat-obatanantidepresi. Dalam: KapitaSelektaKedokteran,
EdisiKetiga. Jilid 2. Jakarta: Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia, 2000 : 434-437
b. Maslim, Rusdi. Episode Depresi Ringan. Dalam : Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa
Rujukan Ringkas dari PPDGJ III Jakarta: Bagian Ilmu Kesehatan Jiwa UNIKA
Atmajaya , 2001: 64-65
Hasil pembelajaran:
1. Menegakkan diagnosis GangguanJiwa
2. MemberikanpenangananPasiendengangangguanjiwa

A. SEBAB BERKUNJUNG KE RUMAH SAKIT
Pasienmerasa terganggu dengan sikapnya seperti itu. Dan dengan pertimbangan
keluarga serta keinginan dari pasien sendiri agar kehidupannya dan kepribadiannya
sekarang kembali seperti dahulu sebelum anaknya meninggal, maka pasien datang
memeriksakan dirinya ke rumah sakit.
B. HAL HAL YANG MENDAHULUI SAKIT
1. Psikiatri
Sekitar1tahun yang lalupasiensudahmengalamikesulitan memulai untuk tidur,
perubahantingkahlakumenjadipendiam dan kurangbersemangat.
2. Faktor Organis
Trauma kapitis (-)
Pasientidakpernahmengalamikecelakaan yang menyebabkan trauma pada
kepala.
Kejang (-)
Pasientidakmempunyairiwayatkejang.

4

4

Panas tinggi yang lama (-)
Pasien tidak mempunyai riwayat panas tinggi sebelum sakit.
Keracunan (-)
Pasien tidak pernah keracunan.
3. Penyalahgunaan alkohol dan NAPZA
Pasientidakmempunyairiwayatmenggunakanalkohol dan NAPZA. Pasien
juga tidak merokok.

4. Faktor Psikososial
a. Faktor Predisposisi
1. Kepribadian premorbid
Pasien tergolong orang yang baik dengan anggota keluarga yang lain,
mudah bergaul dan senang bersosialisasi.

2. Kasih sayang
Pasien cukup mendapatkan kasih sayang dari keluarganya.
3. Sosial ekonomi
Keadaan sosial ekonomi menengah. Pasien menjual sembako dan jatuh
bangkrut kemudian berusaha membuat usaha bengkel bersama suaminya.

b. Faktor Pencetus
Awa l n y a p a d a t a h u n 2 0 0 8 , a n a k p e r t a ma n y a meninggal
saat melahirkan. Setahun kemudian ibunya juga meninggal karena sakit. Pada
tahun yang sama usaha toko sembako yang dirintis oleh ia dan suaminya
mengalami k e b a n g k r u t a n . S e j a k s a a t i t u p a s i e n me r a s a
t i d a k bersemangat, dimana ia merasa mudah lelah, nafsu makan berkurang,
serta merasa malas untuk melakukan kegiatandiluar rumah.Akhirnya, untuk
mengurangi keluhan tersebut pasienmenyibukkan diri dengan membantu
suaminya membuka usaha baru. Pada tahun 2010 usaha bengkel mulai ia
rintis bersama suaminya. Keluhan yang dulunya dirasakan mulai berkurang,
tetapi pasien merasa terganggu dengan keluhan yang dialaminya sekarang.
5

5

D. RIWAYAT KELUARGA
a. Pola Asuh Keluarga
Pasienadalahanakketigadari 5 bersaudara. Pasien dibesarkan dalam keadaan
kedua orang tua harmonis dan cukup mendapat perhatian.

b. Silsilah Keluarga
Pasien adalah anak ke 3 dari 5 bersaudara. Pasien memiliki 2 orang kakak
laki-laki dan 2 orang adik perempuan. Tidak ada keluarga pasien yang memiliki
keluhan yang sama dengan pasien atau yang mengalami gangguan jiwa

E. RIWAYAT PRIBADI (Autoanamnesis dan Alloanamnesis)
1. Riwayat Kelahiran
Pasien lahir di rumah, ditolong oleh dukun, cukup bulan, spontan, langsung
menangis, dan tidak terdapat kelainan. Berat badan tidak diketahui. Pada saat bayi,
pasien tidak pernah mengalami panas tinggi dan kejang serta minum ASI cukup.

2. Masa Anak Anak Awal (0-3 tahun)
Pasien diasuh oleh keluarganya sendiri. ASI diberikan sampai umur 2 tahun.
Tidak ada riwayat kesulitan dalam pemberian makanan. Perkembangan pasien pada
masa anak anak awal sesuai dengan perkembangan anak seusianya. Tidak ada
masalah perilaku yang menonjol. Waktu kecil mampu bermain bersama kakaknya
dan teman-teman sebayanya.

3. Masa Anak Pertengahan (3-11 tahun)
Pada usia 5 tahun pasien mulai masuk TK. Pada usia 6 tahun pasien
melanjutkan sekolah ke SD. Dalam pergaulan dengan teman main, teman sekolah
dan saudara-saudaranya dinilai masih wajar. Prestasi di sekolah dalam rata-rata.
Orangtua menanamkan nilai-nilai budi pekerti dan agama tidak terlalu ketat,
dalam mengasuh mendapatkan kasih sayang yang cukup dan tidak membedakan
dengan kakak dan adiknya.

6

6

4. Masa Anak Anak Akhir (11-18 tahun)
Pada usia 12 tahunpasienlulus SD dan melanjutkan ke SMP. Pasien mampu
bergaul dengan teman-temannya dan saudara-saudaranya.
5. Masa Remaja
Pasien kemudian melanjutkan pendidikan ke SMA pada saatusia 15 tahun.
Pasien termasuk orang yang mudah bergaul dan punya banyak teman. Pasien tidak
melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah karena tidak memiliki biaya.

6. Perkembangan Jiwa
Pasien dibesarkan dalam keluarga harmonis, kasih sayang cukup,
mendapatkan pendidikan agama yang cukup dari kedua orang tuanya.

7. Riwayat Pendidikan
Pendidikan terakhir pasien adalah SLTA. Prestasi pasien dalam rata-rata.

8. Riwayat Pekerjaan
Ibu rumah tangga, sebelumnya membuka toko untuk menjual sembako dan
sekarang memulai kembali bisnisnya dengan membuka bengkel bersama suaminya.

9. Riwayat Perkawinan/Riwayat Psikoseksual
Pasien sudah menikah. Mempunyai hubungan yang harmonis dengan
suaminya.

10. Hubungan Sosial
Sebelum dan setelah terjadi perubahan perilaku, hubungan pasien dengan
keluarga, saudara, tetangga baik. Pasien terkadang keluar rumah dan mengobrol
dengan tetangganya dan teman sebayanya.

11. Kegiatan Moral Spiritual
Pasien adalah penganut agama Islam dan sejak kecil rajin melaksanakan
ibadah yang bersifat Islamik dan kegiatan Islamik lainnya.
7

7

12. Kebiasaan
Pasien tidak memiliki kebiasaan yang merugikan kesehatan dan
menyebabkan kelainan otak seperti penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang
lainnya.

13. Gambaran Kepribadian
Sebelum dan setelah terjadi perubahan perilaku, pasien merupakan orang
yang ceria dan aktif tetapi jarang sekali menceritakan masalah pribadi kepada orang
lain. Pasien dapat bergaul sehingga mempunyai banyak teman..

III. PEMERIKSAAN FISIK
A. Status Internus
Keadaan Umum : baik
Kesadaran : compos mentis
Vital Sign
* Tensi : 110/70 mmHg
* Nadi : 76 x/menit
* Suhu : afebris
Kepala : mesocephal, tidak bekas luka (jahitan)
Mata : bola mata tampak sejajar, conjungtiva anemis (-/- ),
sklera ikterik (-/-), pupil kanan dan kiri isokor
Lidah : tidak kotor
Leher : deviasi trakhea (-), struma (-)
Dada
* Paru : simetris, vesikular, ronkhi (-/-), wheezing (-/-)
* Jantung : ictus cordis tak tampak, gallop (-)
Abdomen : Nyeri tekan, Massa Tumor hepar dan lien tidak teraba,
bising usus (+) normal
Ekstremitas : tonus dan pergerakan normal


8

8

B. Status Neurologik
Nervus Cranial : dalam batas normal (dbn)

Reflek reflek
14. Reflek Fisiologis
* Reflek Patella : (+) dbn
* Reflek Bisep : (+) dbn
* Reflek Trisep : (+) dbn
* Reflek Brakhioradialis : (+) dbn
* Reflek Tendo Archiles : (+) dbn
15. Reflek Patologis : (-)
Sensorik : dbn
Motorik : dbn
Vegetatif : dbn

C. Status Psikiatrik
1. Deskripsi umum
Kesan Umum : tampak wanita sesuai umur, penampilan cukup bersih,
perawatandiricukup, sedih dan tampaktertekan.
Kesadaran : compos mentis
Perilaku : hipoaktif
Pembicaraan : Sedikit berbicara, menjawab spontan dan volume suara yang
rendah.
Sikap terhadap pemeriksa : kooperatif
2. Keadaan afektif
Mood : Distimic
Afek : depresif

3. Fungsi kognitif
- Taraf pendidikan, pengetahuan dan kecerdasan
9

9

Tingkatkecerdasansesuaidenganpendidikan dan intelegensia, mampuberhitung dan
menjawabpertanyaan-pertanyaanumum.
- Daya konsentrasi : cukup
- Orientasi
Orang : cukup
Waktu : cukup
Tempat : cukup
Situasi : cukup
- Daya ingat
Jangka pendek : cukup
Jangka menengah : cukup
Jangka panjang : cukup
- Pikiran abstrak : cukup
- Kemampuan menolong diri sendiri : cukup
4. Gangguan persepsi
- Halusinasi dan ilusi
Halusinasi visual : tidak ada
Halusinasi auditorik : tidak ada
Halusinasi olfaktori : tidak ada
Halusinasi taktil : tidak ada
Ilusi : tidak ada
- Depersonalisasi dan derealisasi
Depesonalisasi : tidak ada
Derealisasi : tidak ada

5. Proses pikir
- Arus Pikir
Kuantitatif : Normal
Kualitatif : Normal
- Isi pikir
Preokupasi : tidak ada
10

10

Obsesi : ingin bisa membahagiakan orang tuanya
Gangguan pikiran
o Waham bizzare
Siar pikir : (-)
Sisip pikir : (-)
Kendali pikir : (-)
Sedot pikir : (-)
o Waham magic mistic : (-)
o Waham curiga : (-)
o Waham kebesaran : (-)
o Waham kejar : (-)
o Waham cemburu : (-)
o Waham bersalah : (-)
o Waham tak berguna : (-)
o Waham somatik : (-)
o Waham nihilistik : (-)
- Bentuk pikir : realistik
6. Pengendalian impuls
Pasien dapat mengendalikan diri saat pemeriksaan
7. Daya nilai
Penilaian realitas : derealistik (-), depersonalisasi (-)
8. Persepsipasiententangdiri dan kehidupannya
Pasieningin membahagiakan keluarganya dan membahagiakanorangtuanya.
9. Tilikan (insight)
Pasien merasa dirinya sakit.

IV. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA
Pasien wanita 25 tahun, datang ke poliklinik umum dengan keluhan sulit tidur. Dialami
sejak 1 tahun yang lalu, dimana pasien sulit memulai tidur dan bila tertidur sering
terbangun pada malam har i . Saat bangun pagi i a me r as a l emas . Pas i en j uga
mengel uh s er i ng mer as a pus i ng, l eher t er as a t egang, punggung dan lengan
11

11

sering kesemutan serta mudah lelah. Selain itu pasien menjadi mudah emosi walaupun
untuk hak-hal kecil yang tidak disukai, jantung berdebar-debar dan ker i ngat di ngi n
s aat s hol at at au s aat mendengar s i r ene ambulans, pasien membayangkan
bagaimana dirinya bila meninggal. Kadang-kadang ia merasa ketakutan ketika bila
ditinggal sendiri yang penyebabnya tidak diketahui. Setiap gejala ini muncul, ia selalu
berteriak memanggil orang-orang di rumahnya atau memanggil suaminya dan setelah
suaminya datang, pasien merasa tenang kembali. Awa l n y a p a d a t a h u n 2 0 0 8 , a n a k
p e r t a ma n y a meninggal saat melahirkan. Setahun kemudian ibunya juga meninggal
karena sakit. Pada tahun yang sama usaha toko sembako yang dirintis oleh ia dan
suaminya mengalami k e b a n g k r u t a n . S e j a k s a a t i t u p a s i e n me r a s a
t i d a k bersemangat, dimana ia merasa mudah lelah, nafsu makan berkurang, serta merasa
malas untuk melakukan kegiatan diluar rumah. Akhirnya, untuk mengurangi keluhan
tersebut pasien menyibukkan diri dengan membantu suaminya membuka usaha
baru. Pada tahun 2010 usaha bengkel mulai ia rintis bersama suaminya. Keluhan yang
dulunya dirasakan mulai berkurang, tetapi pasien merasa terganggu dengan keluhan yang
dialaminya sekarang.
GEJALA YANG DIDAPAT
Kesanumum : composmentis, perawatandiricukup, tampaksedih
Sikap dan tingkah laku : hipoaktif dan kooperatif
Afek dan mood : depresif dan dysmistic

V. GEJALA YANG DIDAPAT

Afek depresif
Kehilangan Minat dan kegembiraan
Konsentrasi dan perhatian berkurang
Tidur terganggu
Nafsu makan berkurang

VI. DIAGNOSIS
Episode Depresif Ringan
12

12

VII. PEMBAHASAN
1. Gangguan Depresi Ringan (F 32.0)
No Episode Depresif Pada
Pasien


1.

2.
3.
Gejala Utama

Afek Depresif

Kehilangan minat dan kegembiraan
Berkurangnya energi yang menuju meningkatnya keadaan
mudah lelah (rasa lelah yang nyata sesudah kerja sedikit
saja) dan menurunnya aktifitas


Terpenuhi

Terpenuhi



No Kriteria Diagnosis Pada
Pasien

1
2.
3.
4.
5.


6.
7.
GejalaLainnya
Konsentrasi dan perhatianberkurang
Hargadiri dan kepercayaandiriberkurang
Gagasantentang rasa bersalah dan tidakberguna
Pandangan masa depan yang suram dan pesimistis
Gagasanatauperbuatanmembahayakandiriataubunuhdiri

Tidur terganggu
Nafsu makan berkurang

Terpenuhi






Terpenuhi
terpenuhi

Episode Depresi Ringan

1. Sekurang-kurangnyaharusada 2 dari 3 gejalautamadepresisepertitersebut di atas
13

13

2. Ditambahsekurang-kurangnya 2 darigejalalainnya : (a) sampaidengan (g)
3. Tidakbolehadagejala yang berat di antaranya
4. Lama seluruh episode berlangsung sekurang-kurangnya sekitar 2 minggu
5. Hanyasedikitkesulitandalampekerjaan dan kegiatansosial yang biasadilakukannya

VIII. PENATALAKSANAAN

Obat yang diberikan adalah amitryptilin 25 mg 0-0-1

PEMBERIAN OBAT-OBATAN ANTI DEPRESAN:
Obat anti depresan mempunyai beberapa sinonim, antara lain timoleptik atau psychic energizers.
Dalam membicarakan obat antidepresi yang menjadi obat acuan adalah amitriptilin.

EFEK SAMPING

Efek antikolinergik (mulut kering, retensi urin. penglihatan kabur, konstipasi, sinus
takikardi, dll)
Efekantiadrenergik alfa (perubahan EKG, hipotensi)
Efekneurotoksis (tremor halus, gelisah, agitasi, insomnia)
Sedasi
Efek samping yang tidak berat biasanya berkurang setelah 2-3 minggu bila tetap diberikan
dengan dosis yang sama.
Pada keadaan overdosis/intoksikasi trisiklik dapat terjadi Atropine Toxic Syndrome dengan gejala
eksitasi susunan saraf pusat, hipertensi, hiperpireksia, konvuisi, toxic consumed state (confusion,
delirium, disorientation).
Tindakan untuk keadaan ini:
1. Bilas lambung
2. Diazepam 10 mg, im untuk mengatasi konvuisi
3. Prostigmin 0,5-1,0 mg im untuk mengatasi efek antikolinergik (dapat diulangi setiap 30-
45 menit sampai gejala mereda)
4. Monitoring EKG untuk deteksi kelainan jantung.
14

14

Cara Penggunaan
Pemilihan jenis obat berdasarkan toleransi pasien terhadap efek samping dan penyesuaian efek
samping terhadap kondisi pasien (usia, penyakit fisik tertentu. jenis depresi).
Tabel 32.2. Sediaanobatantidepresi dan dosis anjuran
No Nama Generik Dosis Anjuran
1. Amitriptilin 75-150 mg/hari
2. Amoksapin 200-300 mg/hari
3. Klomipramin 100-200 mg/hari
4. Imipramin 75-150 mg/hari
5. Moklobemid 300-600 mg/hari
6. Maprotilin 75-150 mg/hari
7. Aminiptin 75-150 mg/hari
8. Mianserin 30-60 mg/hari
9. Opipramol 50-150 mg/hari
10. Sertralin 50-100 mg/hari
11. Trazodon 100-200 mg/hari
12 Paroksetin 20-40 mg/hari
13. Fluvaksamin 50-100 mg/hari
14. Fluoksetin 20-40 mg/hari
Untuk sindrom depresi ringan dan sedang yang datang berobat jalan, pemilihan terbaiknya
mengikuti urutan:
Langkah 1 : golongan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor)
* Citalopram (Celexa)
* Escitalopram (Lexapro)
* Fluoxetine (Prozac, Prozac Weekly, Sarafem)
* Paroxetine (Paxil, Paxil CR, Pexeva)
* Sertraline (Zoloft)
* Fluoxetine combined with the atypical antipsychotic olanzapine (Symbyax)
Langkah 2 : golongan trisiklik
* Amitriptyline
Langkah 3 : golongan tetrasiklik. golongan atypical, golongan MAOI (Mono Amine
15

15

Oxydase Inhibitor) reversibel
* Bupropion (Wellbutrin, Wellbutrin SR, Wellbutrin XL)
* Mirtazapine (Remeron, RemeronSolTab)
* Nefazodone
* Trazodone (Oleptro)
* Isocarboxazid (Marplan)
* Phenelzine (Nardil)
* Selegiline (Emsam, Eldepryl, Zelapar)
* Tranylcypromine (Parnate)
Litium digunakan pada unipolar recurrent depression. Untuk mencegah kekambuhan digunakan
litium 0,4-0,8 mEq/1 (profilaksis).

Kontraindikasi
Penyakit jantung koroner
Glaukoma, retensi urin, hipertensi prostat, gangguan fungsi hati, epilepsi
Pada penggunaanlitium, kelainanfungsijantung. ginjal. dankelenjartiroid.

Prognosis : dubia ad bonam

Pendidikan:
Kitamenjelaskan prognosis daripasien, sertakomplikasi yang mungkinterjadi.

Konsultasi:
Dijelaskanmasalah yang sebenarnya pasien alami dan memberikan advise kepada
keluarga pasien agar lebih memberikan perhatian terhadap pasien. Konsultasikan ke
dr.Sp.JK agar dilakukan penanganan lanjut.

Rujukan:
Diperlukanjikaterjadiperkembangan penyakit kejiwaan yang lebih serius dan komplikatif,
dimotivasikan kepada pasien dan keluarga pasien agar ditangani oleh Spesialis Jiwa dan
Psikiatri.