Anda di halaman 1dari 11

INDEKS DMF-T

Untuk menilai status kesehatan gigi dan mulut mengenai karies gigi
digunakan nilai DMF-T (Decay Missing Filled Teeth). Nilai DMF-T adalah
angka yang menunjukkan jumlah gigi dengan karies pada seseorang atau
sekelompok orang. Angka D (Decay) adalah gigi yang berlubang karena karies
gigi, angka M (Missing) adalah gigi yang dicabut karena karies gigi, angka F
(Filled) adalah gigi yang ditambal atau di-tumpat karena karies dan dalam
keadaan baik. DMF-T dimaksudkan karies dihitung per gigi, artinya gigi yang
memiliki karies lebih dari 1 (misal pada gigi molar 1 permanen terdapat karies di
oklusal dan di bukal maka karies tetap dihitung satu). Pada indeks DMF-T juga
tidak membedakan kedalam karies, misalnya karies superficial, media atau
profunda.
Untuk mengukur derajat keparahan penyakit gigi dan mulut masyarakat
diperlukan indikator dan standart penilaian. Menurut WHO, indikator utama
pengukuran DMF-T adalah anak usia 12 tahun, yang dinyatakan dengan indeks
DMF-T yaitu 3. Artinya pada usia 12 tahun jumlah gigi yang berlubang (D),
dicabut karena karies gigi (M), dan gigi dengan tumpatan yang baik (F), tidak
lebih atau sama dengan 3 gigi per anak. Sehingga pada anak usia 12 tahun yang
diperkirakan telah memiliki gigi permanen yang cukup lengkap, tidak terdapat
permasalahan gigi yang berarti. Sehingga WHO mengkategorikan derajat
keparahan indeks DMF-T sebagai berikut :
0,0 1,1 = sangat rendah
1,2 2,6 = rendah
2,7 4,4 = sedang
4,5 6,5 = tinggi
6,6 > = sangat tinggi
Seangkan cara pengukuran indeks DMF-T adalah dengan menggunakan
rumus sebagai berikut :


DMF-T = D + M + F
DMF-T rata-rata =





TABEL DATA
Responden Usia Jenis Kelamin Alamat Pekerjaan D M F DMFT
1 28 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 2 0 2
2 30 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 1 2 0 3
3 30 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 0 0 0
4 30 L RT 02 RW 03 Petani 1 1 0 2
5 30 P RT 03 RW 03 Buruh Tani 1 0 0 1
6 31 L RT 01 RW 03 Wiraswasta 0 0 0 0
7 31 P RT 01 RW 03 Ibu Rumah Tangga 1 3 0 4
8 31 P RT 01 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 0 0 0
9 31 L RT 03 RW 03 Nelayan 2 0 0 2
10 31 L RT 03 RW 03 Petani 3 0 0 3
11 32 L RT 01 RW 03 Petani 3 3 0 6
12 32 P RT 01 RW 03 Ibu Rumah Tangga 1 2 0 3
13 32 P RT 01 RW 03 Ibu Rumah Tangga 4 1 0 5
14 32 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 2 2 0 4
15 32 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 0 0 0
16 32 L RT 02 RW 03 Petani 3 0 0 3
17 32 P RT 03 RW 03 Ibu Rumah Tangga 1 5 0 6
18 33 P RT 01 RW 03 Buruh Tani 1 0 0 1
19 33 P RT 01 RW 03 Penjahit 1 2 0 3
20 33 P RT 01 RW 03 Ibu Rumah Tangga 1 1 0 2
21 33 P RT 01 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 4 0 4
22 33 P RT 01 RW 03 Ibu Rumah Tangga 2 1 0 3
23 33 P RT 03 RW 03 Ibu Rumah Tangga 3 0 0 3
24 33 L RT 03 RW 03 Nelayan 0 1 0 1
25 33 P RT 03 RW 03 Ibu Rumah Tangga 1 6 0 7
26 33 P RT 03 RW 03 Petani 0 0 0 0
27 33 L RT 03 RW 03 Nelayan 2 2 0 4
28 34 P RT 01 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 0 0 0
29 34 P RT 01 RW 03 Wiraswasta 6 4 0 10
30 34 P RT 03 RW 03 Buruh Tani 2 1 0 3
31 35 P RT 01 RW 03 Ibu Rumah Tangga 6 2 0 8
Jumlah D + M + F
Jumlah orang yg diperiksa
32 35 L RT 01 RW 03 Petani 5 2 0 7
33 35 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 1 3 0 4
34 35 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 2 0 2
35 35 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 2 0 2
36 35 P RT 03 RW 03 Petani 1 0 0 1
37 35 P RT 03 RW 03 Petani 0 9 0 9
38 35 P RT 03 RW 03 Ibu Rumah Tangga 2 0 0 2
39 36 P RT 01 RW 03 Guru 4 3 0 7
40 36 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 0 0 0
41 36 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 3 0 3
42 36 P RT 03 RW 03 Ibu Rumah Tangga 2 0 0 2
43 37 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 4 0 4
44 37 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 6 0 6
45 38 P RT 01 RW 03 Petani 3 6 0 9
46 38 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 0 0 0
47 38 L RT 02 RW 03 Wiraswasta 1 0 0 1
48 38 P RT 03 RW 03 Ibu Rumah Tangga 3 6 0 9
49 38 P RT 03 RW 03 Ibu Rumah Tangga 1 3 0 4
50 38 L RT 03 RW 03 Nelayan 2 5 0 7
51 39 L RT 03 RW 03 Nelayan 1 0 0 1
52 39 L RT 03 RW 03 Nelayan 4 5 0 9
53 40 P RT 03 RW 03 Buruh Tani 2 2 0 4
54 40 P RT 03 RW 03 Petani 5 6 0 11
55 40 P RT 03 RW 03 Ibu Rumah Tangga 4 4 0 8

Dari data tersebut akan didistribusikan menurut usia untuk melihat
bagaimana usia mempengaruhi karies gigi.

Responden Usia
Jenis
Kelamin
Alamat Pekerjaan D M F DMFT RATA-RATA
1 28 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 2 0 2 2
Jumlah 2
2 30 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 1 2 0 3
1,5
3 30 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 0 0 0
4 30 L RT 02 RW 03 Petani 1 1 0 2
5 30 P RT 03 RW 03 Buruh Tani 1 0 0 1
Jumlah 6
6 31 L RT 01 RW 03 Wiraswasta 0 0 0 0
1,8 7 31 P RT 01 RW 03 Ibu Rumah Tangga 1 3 0 4
8 31 P RT 01 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 0 0 0
9 31 L RT 03 RW 03 Nelayan 2 0 0 2
10 31 L RT 03 RW 03 Petani 3 0 0 3
Jumlah 9
11 32 L RT 01 RW 03 Petani 3 3 0 6
3,9
12 32 P RT 01 RW 03 Ibu Rumah Tangga 1 2 0 3
13 32 P RT 01 RW 03 Ibu Rumah Tangga 4 1 0 5
14 32 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 2 2 0 4
15 32 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 0 0 0
16 32 L RT 02 RW 03 Petani 3 0 0 3
17 32 P RT 03 RW 03 Ibu Rumah Tangga 1 5 0 6
Jumlah 27
18 33 P RT 01 RW 03 Buruh Tani 1 0 0 1
2,8
19 33 P RT 01 RW 03 Penjahit 1 2 0 3
20 33 P RT 01 RW 03 Ibu Rumah Tangga 1 1 0 2
21 33 P RT 01 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 4 0 4
22 33 P RT 01 RW 03 Ibu Rumah Tangga 2 1 0 3
23 33 P RT 03 RW 03 Ibu Rumah Tangga 3 0 0 3
24 33 L RT 03 RW 03 Nelayan 0 1 0 1
25 33 P RT 03 RW 03 Ibu Rumah Tangga 1 6 0 7
26 33 P RT 03 RW 03 Petani 0 0 0 0
27 33 L RT 03 RW 03 Nelayan 2 2 0 4
Jumlah 28
28 34 P RT 01 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 0 0 0
4,3 29 34 P RT 01 RW 03 Wiraswasta 6 4 0 10
30 34 P RT 03 RW 03 Buruh Tani 2 1 0 3
Jumlah 13
31 35 P RT 01 RW 03 Ibu Rumah Tangga 6 2 0 8
4,4
32 35 L RT 01 RW 03 Petani 5 2 0 7
33 35 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 1 3 0 4
34 35 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 2 0 2
35 35 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 2 0 2
36 35 P RT 03 RW 03 Petani 1 0 0 1
37 35 P RT 03 RW 03 Petani 0 9 0 9
38 35 P RT 03 RW 03 Ibu Rumah Tangga 2 0 0 2
Jumlah 35
39 36 P RT 01 RW 03 Guru 4 3 0 7
3
40 36 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 0 0 0
41 36 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 3 0 3
42 36 P RT 03 RW 03 Ibu Rumah Tangga 2 0 0 2
Jumlah 12
43 37 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 4 0 4 5
44 37 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 6 0 6
Jumlah 10
45 38 P RT 01 RW 03 Petani 3 6 0 9
5
46 38 P RT 02 RW 03 Ibu Rumah Tangga 0 0 0 0
47 38 L RT 02 RW 03 Wiraswasta 1 0 0 1
48 38 P RT 03 RW 03 Ibu Rumah Tangga 3 6 0 9
49 38 P RT 03 RW 03 Ibu Rumah Tangga 1 3 0 4
50 38 L RT 03 RW 03 Nelayan 2 5 0 7
Jumlah 30
51 39 L RT 03 RW 03 Nelayan 1 0 0 1
5
52 39 L RT 03 RW 03 Nelayan 4 5 0 9
Jumlah 10
53 40 P RT 03 RW 03 Buruh Tani 2 2 0 4
7,7 54 40 P RT 03 RW 03 Petani 5 6 0 11
55 40 P RT 03 RW 03 Ibu Rumah Tangga 4 4 0 8

GRAFIK INDEKS DMF-T MENURUT USIA


0
1
2
3
4
5
6
7
8
28 30 31 32 33 34 35 36 37 39 40
KETERANGAN
Dari data diatas dapat dilihat bahwa :
1. Usia 28 memiliki rata rata indeks DMF-T = 2 tergolong rendah
2. Usia 30 memiliki rata rata indeks DMF-T = 1,5 tergolong rendah
3. Usia 31 memiliki rata rata indeks DMF-T = 1,8 tergolong rendah
4. Usia 32 memiliki rata rata indeks DMF-T = 3,9 tergolong sedang
5. Usia 33 memiliki rata rata indeks DMF-T = 2,8 tergolong sedang
6. Usia 34 memiliki rata rata indeks DMF-T = 4,3 tergolong sedang
7. Usia 35 memiliki rata rata indeks DMF-T = 4,4 tergolong sedang
8. Usia 36 memiliki rata rata indeks DMF-T = 3 tergolong sedang
9. Usia 37 memiliki rata rata indeks DMF-T = 5 tergolong tinggi
10. Usia 38 memiliki rata rata indeks DMF-T = 5 tergolong tinggi
11. Usia 39 memiliki rata rata indeks DMF-T = 5 tergolong tinggi
12. Usia 40 memiliki rata rata indeks DMF-T = 7,7 tergolong sangat tinggi

















PEMBAHASAN

Dari data tersebut terlihat bahwa seiring dengan pertumbuhan usia terdapat
pula kenaikan skor DMF-T. Selain itu pula dapat terlihat bahwa masyarakat dalam
kelompok umur 40 tahun memiliki rata rata skor DMF-T 7,7 yang tergoloang
sangat tinggi. sedangkan kelompok umur 38 tahun yang pada tabel data ini paling
muda memiliki rata rata indeks DMF-T rendah yaitu 2.
Hal ini dapat disebabkan, semakin bertambahnya usia, tentunya semakin
lama gigi berada di dalam rongga mulut sesudah erupsi. Tentunya gigi akan
semakin sering digunakan, hal ini dapat menyebabkan gigi mengalami atrisi
fisiologis atau terkikisnya enamel sedikit demi sedikit akrena sering digunakan.
Dengan semakin tipisnya lapisan enamel yang merupakan lapisan terkuat dari
gigi, maka semakin besar pula kesempatan seorang individu terkena karies gigi.
Selain itu, semakin lama nya gigi berada di dalam rongga mulut maka semakin
lama pula gigi tersebut terkena makanan atau substrat yang dapat menyebabkan
karies gigi.
Kurangnya pengetahuan dan cara pembersihan gigi yang salah juga dapat
menyebabkan semakin besarnya resiko karies gigi. Ditambah semakin
bertambahnya umur dimana terjadi penurunan sistem kekebalan tubuh yang juga
menjadi salah satu faktor yang dapat memperbesar resiko karies gigi eiring
dengan pertumbuhan usia.










USAHA YANG DAPAT DILAKUKAN DOKTER GIGI

Pelayanan Kesehatan gigi dan mulut merupakan pelayanan kesehatan yang
dilakukan oleh pelaksana pelayanan medik ataupun kesehatan yang berwenang
dalam bidang kesehatan gigi dan mulut. Keiatan ini dilaksanakan sendiri atau
bersama menurut fungsinya masing-masing, guna mengantisipasi proses penyakit
gigi dan mulut dan permasalahannya secara keseluruhan.
Melihat keadaan di atas, dimana pada responden terdapat rata rata skor
DMF-T yang cukup bervariasi dari rendah hingga sangat tinggi. sebagai seorang
dokter gigi harus dapat melakukan upaya upaya guna menanggulangi
permasalahan tersebut. Usaha yang dapat dilakukan meliputi kegiatan promotif,
preventif, kuratif dan rehabilitatif.
Kegiatan promotif dapat berupa Dental Health Education atau DHE. DHE
dapat diberikan secara personal dari dokter gigi kepada pasiennya di dalam poli
gigi misalnya. Dapat pula diberikan secara masal melalui penyuluhan. Hal yang
perlu diperhatikan dalam penyuluhan ini adalah metode yang digunakan harus
sesuai dengan keadaan masyarakat tersebut. Selain itu sebagai seorang dokter gigi
harus pandai pandai dalam mengamati situasi dan memanfaatkan situasi tersebut
guna mempromosikan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat.
Kegiatan preventif dapat berjalan seiringan seusai kegiatan promotif,
kegiatan ini dapat berupa pemberian TAF atau topical aplikasi fluor. Kegiatan
preventif bertujuan untuk menjaga gigi yang masih baik dan mencegah terjadinya
penyakit gigi pada gigi gigi yang masih baik tersebut.
Kegiatan kuratif dilakukan untuk mengatasi permasalahan penyakit gigi
yang ada. Pemberian perawatan kuratif disesuaikan dengan diagnosa dari kelainan
gigi tersebut. Perawatan tumpatan sesuai klas kariesdapat langsung dilakukan
pada gigi gigi yang mengalami karies yang belum mencapai pulpa. Pada karies
yang iritasinya telah mencapai pulpa dapat dilakukan perawatan endodontik
selanjutnya dilanjutkan pada restorasi yang sesuai. Apabila terdapat gigi yang
indikasi pencabutan maka perlu diperhitungkan untuk memberikan gigi tiruan
apabila dibutuhkan dan sebagainya.
Upaya rehabilitatif dilaksanakan dengan tujuan mencegah timbulnya
masalah masalah baru dari gigi yang telah direstorasi. Hal ini penting dilakukan
agar tidak terjadi kenaikan skor DMF-T pada kelompok masyarakat ini.
Selain itu, secara garis besar usaha yang dapat dilakukan seorang dokter
gigi dapat dibagi menjadi 2 :
1. Pelayanan Kesehatan di dalam gedung
Berupa poliklinik gigi (pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut,
promotif, preventif, kuratif). Bersifat personal antara dokter gigi dan
pasiennya (self care).
2. Pelayanan Kesehatan di luar gedung
Berupa kegiatan yang bersifat masal seperti penyuluhan, ataupun
pelatihan. Ataupun berbagai kegiatan lainnya diluar poligigi yang
berhubungan dengan usaha peningkatan kualitas kesehatan gigi dan
mulut masyarakat.
Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat atau UKGM adalah suatu pendekatan
edukatif yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan peran serta
masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan gigi, dengan mengintegrasikan upaya
promotif, preventif kesehatan gigi pada berbagai upaya kesehatan bersumberdaya
masyarakat.
Tujuan UKGM yaitu meningkatkan kesadaran, kemauan, kemampuan, dan
peran serta masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan gigi. Program UKGM di
posyandu, dilaksanakan oleh tenaga kesehatan gigi dari puskesmas dan kader.
Kader kesehatan masyarakat adalah laki-laki atau perempuan yang dipilih oleh
masyarakat dan dilatih menangani masalah-masalah kesehatan perseorangan
maupun masyarakat serta bekerja dalam hubungan yang amat dekat dengan
tempat-tempat pemberian pelayanan kesehatan. Penggunaan kader kesehatan ini
ditujukan untuk memudahkan merubah pola pikir dan perilakuyang salah dari
masyarakat mengenai kesehatan gigi dan mulut, dimana kader kesehatan ini
merupakan orang yang dianggap berpengaruh di daerah tersebut yang dapat
mempersuasi orang orang disekitarnya. Kegiatan UKGM yang yaitu
pemeriksaan kesehatan gigi, memebrikan penyuluhan tentang pemeliharaan
kesehatan gigi dan mulut, dan pelatihan kader.





























KESIMPULAN
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa : rata rata skor DMF-T
tertinggi adalah pada golongan masyarakat berusia 40 tahun dimana golongan ini
merupakan golongan tertua. Upaya yang dapat dilakukan dokter gigi guna
menanggulangi permasalahan tersebut adalah dengan upaya promotif, preventif,
kuratif dan rehabilitatif misalnya UKGM.

Anda mungkin juga menyukai