Anda di halaman 1dari 8

MORFOLOGI BAKTERI DAN PEWARNAAN SECARA

GRAM PADA BAKTERI





LAPORAN
Untuk memenuhi tugas matakuliah Mikrobiologi
Yang dibina oleh Ibu Sitoresmi Prabaningtyas



Oleh :
Kelompok 4 / Offering A
Nanda Hilda Khimawati (120341421981)
Rosita Nur Fadila (1103414 )
Siti Mariana Anggraini (1203414 )
Siti Nur Arifah (120341400022)
Titis Nur Ilmi (120341400021)










PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
September 2014
A. Dasar Teori
Nama bakteri itu berasal dari kata Bakterion (bahasa Yunani) yang berarti
tongkat atau batang. Bakteria adalah nama salah satu jenis mikroorganisme yang
termasuk prokaryotae yang bersel satu, berkembang biak dengan membelah diri dan
bahan- bahan genetiknya tidak terbungkus dalam membran inti. Pada umumnya
bacteria tidak mempunyai klorofil, kecuali beberapa spesies tertentu yang
mempunyai pigmen fotosintesis. Salah satu karakteristik utama bakteri adalah
ukuran, bentuk,strruktur dan penataan selnya (Darkuni, 2001)
Koloni sel bakteri merupakan sekelompok masa sel yang dapat dilihat dengan
mata langsung. Semua sel dalam koloni itu sama dan dianggap semua sel itu
merupakan keturunan koloni itu sama dan dianggap semua sel itu merupakan
keturunan (progeny) satu mikroorganisme dan karena itu mewakili sebagai biakan
murni (Kusnadi. 2003)
Menurut Dwidjoseputro (1990), berdasarkan bentuk morfologinya, maka
bakteri dapat dibagi atas tiga golongan, yaitu golongan basil, golongan kokus, dan
golongan spiril.
a. Basil (dari bacillus) berbentuk serupa tongkat pendek, silindris. Basil dapat
bergandeng-gandengan panjang disebut streptobasil, bergandengan dua-dua
disebut diplobasil atau terlepas satu sama lain.
b. Kokus (dari coccus) adalah bakteri yang bentuknya serupa dengan bola-bola kecil.
Bentuk kokus ini ada yang bergandengan panjang yang serupa dengan tali leher
disebut streptokokus, ada yang bergandengan dua-dua disebut diplokokus, ada yang
mengelompok empat disebut tetrakokus, yang bentuknya mengelompok
merupakan untaian disebut stafilakokus, sedangkan kokus yang mengelompok
serupa kubus disebut sarsina.
c. Spiril (dari spirillum) adalah baktrei yang bengkok atau berbengko-bengkok serupa
spiral. Golongan ini paling sedikit ditemukan dibandingkan dengan golongan
kokus maupun golongan basil
Pengamatan bentuk dan ukuran sel bakteri akan tampak jelas jika dilakukan
pewarnaan terhadap sel. Metode pewarnaan sel bakteri ini pertama kali dikembangkan
oleh Christian Gram pada tahun 1884 yaitu seorang ahli bakteriologi Denmark. Dia
mengembangkan prosedur pewarnaan ini selagi mencari suatu metode untuk
memperlihatkan bakteri pneumokokus pada jaringan paru-paru pasien yang mati
karena pneumonia. Selain itu dia melihat bahwa beberapa spesies bakteri dapat
dibedakan dengan prosedur pewarnaan ini.
Ada dua teknik untuk membkukan prosedur warna Gram yang hasilnya setara
ialah teknik Hucker dan teknik Burke. Teknik Burke dalam prosedur ini dikenakan
pada sel bakteri yang telah difiksasi, hasil pewarnaan pada bakteri Gram positif
berwarna ungu, sedangkan pada bakteri Gram negative berwarna merah
Menurut Darkuni (2001) pada bakteri Gram positif ditemukan adanya
senyawa Mg-ribonukleat. Senyawa ini akan bereaksi dengan kristal-violet dan
menyebabkan tidak mudah dilarutkan oleh larutan pemucat. Senyawa ini tidak
ditemukan pada bakteri Gram negatif. Bakteri Gram negatif dan positif mempunyai
perbedaan yang jelas terhadap susunan komposisi dinding sel. Bakteri Gram negatif
mempunyai struktur dinding yang berlapis, sedangkan pada bakteri Gram positif
hanya terdiri atas satu lapis yang tebal.

B. Tujuan
1. Untuk mengetahui morfologi koloni bakteri.
2. Memperoleh keterampilan pewarnaan sel bakteri secara Gram.
3. Untuk menentukan sifatr Gram dari bakteri yang diperiksa.

C. Alat dan Bahan
Alat
1. Mikroskop
2. Kaca benda
3. Lampu spiritus
4. Mangkuk pewarna
5. Kawat penyangga
6. Pipet
7. Pinset
8. Botol semprot
9. Jarum (untuk mengambil bakteri)
10. Tabung reaksi yang berisi medium miring
Bahan
1. Biakan murni bakteri
2. Squads steril
3. Larutan ammonium oksalat kristal violet
4. Larutan iodium
5. Larutan safranin
6. Alcohol 95%
7. Lisol
8. Sabun cuci
9. Korek api
10. Lap
11. Kertas tissue
12. Kapas

D. Cara Kerja
Bakteri pada cawan
1. Menyediakan kaca benda yang bersih, lalu melewatkan di atas nyala api lampu
spiritus
2. Meneteskan setetes aquades di atas kaca benda tersebut
3. Secara aseptic kemudian mengambil inokulum bakteri yang akan diperiksa, lalu
meletakkan di atas tetesan aquades tersebut. Kemudian meratakan perlahan-lahan
kemudian menunggu hingga kering (memfiksasi).
4. Meneteskan larutan ammonium oksalat kristal kemudian menunggu selama 1
menit, lalu membuang lebihan larutan ammonium oksalat kristal violet,
membilasnya dengan air kran.
5. Meneteskan larutan iodium dan menunggu selama 2 menit, kemudian
membilasnya dengan menggunakan air kran.
6. Meneteskan alcohol 95% dan menunggunya selama 1 menit, kemudian
membilasnya dengan air kran.
7. Meneteskan larutan asfranin dan menungunya selama 30 detik, kemudian
membilasnya dengan air.
8. Mengeringkan menggunakan tissue kemudian mengamati di bawah mikroskop.
Bakteri pada Medium Miring
1. Menyiapkan tabung reaksi yang berisi medium miring dan menutupnya dengan
kapas.
2. Menyalakan lampu spiritus di dalam LAF (Laminar Air Flow) untuk mengurangi
terjadinya kontaminasi.
3. Membakar secara memutar cawan petri yang berisi inokulum.
4. Menstrilkan jarum dengan cara memanaskannya pada lampu spiritus, kemudian
menunggu selama 15 detik.
5. Mengambil inokulum menggunakan jarum yang telah di sterilkan tadi.
6. Menutup cawan petri kemudian membakar dengan cara memutarnya di atas lampu
spiritus.
7. Membuka kapas penutup tubung reaksi kemudian membakar mulut tabung di atas
lampu spiritus (sterilisasi).
8. Memindahkan bakteri yang telah diambil menggunakan jarum ke dalam medium
miring (menggariskan mulai dari ujung paling dalam).
9. Menutup dengan kapas kembali.
10. Menunggu setalah 24 jam kemudian mengamati koloni bakteri yang muncul
dalam medium miring.
E. Data dan Analisis
F. Pembahasan
G. Kesimpulan
H. Daftar Rujukan
I. Lampiran
Gambar Keterangan


Bakteri yang berasal dari lokasi 1
(lantai parkiran FMIPA)

Bakteri yang berasal dari lokasi 2
(sejajar dengan hidung di parkiran
FMIPA).

Fiksasi inokulum.





Meneteskan larutan ammonium
oksalat kristal violet kemudian
menunggunya selama 1 menit.

Membersihkan larutan yang
diberikan menggunakan air kran.









Meneteskan larutan iodium,
kemudian menunggu selama 2
menit





Meneteskan safranin kemudian
menunggunya selama 30 detik