Anda di halaman 1dari 5

Laboratorium Sedimentologi 2014

Nama: Erlangga Dwi P.


NIM : 111.120.016
Plug : 5

FASIES ESTUARIUM

Sifat alami material yang akan diendapkan ditentukan oleh proses fisika,
kimia dan biologi yang terjadi selama pembentukan, transportasi dan
pengendapan sedimen. Proses-proses ini juga mengartikan lingkungan
pengendapan.
I. Fasies
Menurut Selley, fasies sedimen adalah suatu satuan batuan yang dapat
dikenali dan dibedakan dengan satuan batuan yang lain atas dasar geometri,
litologi, struktur sedimen, fosil, dan pola arus purbanya.
Fasies sedimen merupakan produk dari proses pengendapan batuan
sedimen di dalam suatu jenis lingkungan pengendapannya. Diagnosa lingkungan
pengendapan tersebut dapat dilakukan berdasarkan analisa fasies sedimen, yang
merangkum hasil interpretasi dari berbagai data, diantaranya :
1. Geometri:
a. regional dan lokal dari seismik (misal : progradasi, regresi, reef dan
chanel)
b. intra-reservoir dari wireline log (ketebalan dan distribusi reservoir)
2. Litologi: dari cutting, dan core (glaukonit, carboneous detritus)
dikombinasi dengan log sumur
3. Paleontologi: dari fosil yang diamati dari cutting, core, atau side wall core
4. Struktur sedimen: dari core

Menurut Sam Boggs, ada dua tipe utama perubahan fasies vertikal yaitu:
1. Coarsening-Upward Succession
Coarsening-Upward Succession menunjukan adanya suatu peningkatan
dalam besar butir dari suatu dasar yang erosive atau tajam. Perubahan ini
mengindikasikan peningkatan dalam kekuatan arus transportasi pada saat
pengendapan.



Laboratorium Sedimentologi 2014

Nama: Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016
Plug : 5

2. Fining-Upward Succession
Fining-Upward Succession adalah perubahan besar butir ke arah atas
menjadi lebih halus ke top yang erosive atau tajam.Perubahan ini menunjukan
penurunankekuatan arus transportasi pada saat pengendapan.

II. Konsep fasies
Alat fundamental dalam deskripsi dan interpretasi batuan sedimen adalah
konsep fasies sedimen. Kata fasies diartikan sedikit berbeda oleh penulis-penulis
yang berbeda, tapi menurut konsensus adalah bahwa fasies dimaksud sebagai
penjumlahan atau gabungan karakteristik unit sedimen. Karakteristik ini
mencakup dimensi, struktur sedimen, ukuran butir dan tipenya, warna dan
kandungan biogenik batuan sedimen. Mengklasifikasikan batuan sedimen dengan
cara yang adaptif dan tak terbatas. Tidak semua aspek batuan perlu ditunjukkan
dalam nama fasies dan di lain hal mungkin penting untuk menegaskan
karakteristik yang berbeda. Banyak karakteristik batuan yang bisa disampaikan
dalam deskripsi fasies yang akan membentuk bagian dari semua studi batuan
sedimen.

III. Asosiasi Fasies
Setelah semua perlapisan di dalam suatu rangkaian ditentukan fasiesnya,
selanjutnya pola distribusi fasies-fasies ini dapat diselidiki.
Fasies yang jelas, dapat diinterpretasikan proses-proses yang mengawali
pembentukan sedimennya. Dalam melihat lingkungan pengendapan adalah
dengan memikirkan kombinasi proses-proses yang terjadi di dalam lingkungan
pengendapan. Asosiasi fasies mencerminkan kombinasi proses-proses yang terjadi
di dalam lingkungan pengendapan.
Selanjutnya prosedur analisis fasies dapat dibagi dalam dua tahap proses,
pengenalan fasies dapat diinterpretasikan ke dalam proses-prosesnya, dan
menentukan asosiasi fasies yang mencerminkan kombinasi proses-proses dan
selanjutnya lingkungan pengendapannya. Hukum Walther secara sederhana
diringkas sebagai pernyataan bahwa jika satu fasies ditemukan menindih fasies
Laboratorium Sedimentologi 2014

Nama: Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016
Plug : 5

lain tanpa jeda dalam rangkaian stratigrafi maka dua fasies itu telah diendapkan
berdekatan satu sama lain pada satu waktu.
Tidak semua litofasies dikelompokkan ke dalam asosiasi. Suatu fasies
tunggal mungkin telah dibentuk oleh proses-proses yang jelas berbeda maka
tidaklah tepat memasukkannya ke dalam asosiasi fasies lain.

IV. Fasies estuarium
Estuari adalah suatu daerah dimana air tawar dari sungai dan air asin dari
laut bertemu dan sebagai perairan semi tertutup yang mempunyai hubungan bebas
dengan laut. Di estuari pasut (pasang surut) sangat dominan pengaruhnya
dibandingkan dengan arus yg ditimbulkan oleh angin dan gelombang. Sehingga
perilaku estuari sangat tergantung pada aksi pasut dan aliran sungai, dimana
keduanya merupakan perubahan yang bebas.
Menurut Dyer, K.R (1973) estuari dapat dibagi dalam dua jenis, yaitu
estuari positif dan estuari negatif. Estuari positif adalah suatu estuari dimana air
tawar yang masuk dari sungai dan hujan lebih banyak dibandingkan dengan
penguapan, sehingga salinitas permukaan lebih rendah daripada laut terbuka.
Estuari negatif adalah kebalikannya, yaitu dimana penguapan lebih besar daripada
aliran sungai dan hujan, karena itu akan terjadi keadaan hypersaline (asin
berlebih).

Estuarium / estuarin menutupi lembah sungai hasil dari penarikan muka air
laut yang cepat pada kala Holosen. Tubuh pasir estuarin berlokasi dan berbatasan
Laboratorium Sedimentologi 2014

Nama: Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016
Plug : 5

dengan saluran utama dan terdiri dari sedimen yang dibawa ke bawah oleh sungai
dan disuplai dari batas marine shelf, mud flat dan rawa yang juga terbentuk pada
estuarin. Tubuh batupasir marin pada estuarin didominasi oleh gelombang yang
juga merupakan gabungan yang terdiri dari beberapa fasies yang berlainan. Pada
fase transgresif, beberapa atau semua kompleks bar tererosi di sepanjang
perulangan muka pantai dan ditutupi oleh permukaan ravinement. Lingkungan
pengendapan tersebut berhubungan sampai estuary mouth dan central basin area.
Tubuh pasir marin mungkin terlindungi lebih atau kurang lengkap pada saat
progradasi dengan sedimen muka pantai dan pantai melalui endapan washover,
flat tidal dan tidal inlet.
Pada profil vertikal, secara ideal endapan cekungan berbutir halus
memperlihatkan butiran yang simetris. Endapan yang halus terlihat pada tengah
cekungan. Pada estuarin, proses yang dominan adalah pasang-surut, tubuh pasir
seperti erosional truncation atau completely removed oleh migrasi headward dari
saluran pasang-surut (tidal channel) terpisah dari pasir bar (sand bar). Erosi oleh
saluran sepanjang transgresi juga menyebabkan silang siur atau laminasi sejajar
dari sand bar. Pola urutan pengendapan dari fasies sebagai hasil dari transgresi ini
akan menunjukkan kecenderungan menghalus ke atas.




















Laboratorium Sedimentologi 2014

Nama: Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016
Plug : 5


Daftar Pustaka

http://geofact.blogspot.com/2011/01/lingkungan-dan-fasies.html
http://bybudimanyusuf.blogspot.com/2010/06/lingkungan-pengendapan.html
http://blogsemaumu.blogspot.com/2013/10/facies-estuarium_31.html