Anda di halaman 1dari 24

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PENERAPAN CO-TEACHING DALAM PEMBELAJARAN SEBAGAI


UPAYA MENGATASI PERMASALAHAN IMPLEMENTASI
COOPERATIVE LEARNI NG PADA PELAJARAN KIMIA DI SEKOLAH
MENENGAH ATAS


BIDANG KEGIATAN :
PKM PENELITIAN


DIUSULKAN OLEH :
KETUA : MUHAMMAD MERLIS (06101010017 / Angkatan 2010)
ANGGOTA : MEY MELISA (06101010038 / Angkatan 2010)
ARDI WIRANATA (06111010044 / Angkatan 2011)














UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDERALAYA
2013

ii

HALAMAN PENGESAHAN
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
1. Judul Kegiatan : Penerapan Co-Teaching dalam Pembelajaran Sebagai
Upaya Mengatasi Permasalahan Implementasi Coope-
rative Learning pada Pelajaran Kimia di Sekolah
Menengah Atas.
2. Bidang Kegiatan : PKM-P
3. Ketua Pelaksana kegiatan
a. Nama Lengkap : Muhammad Merlis
b. NIM : 06101010017
c. Jurusan : Keguruan dan Ilmu Pendidikan
d. Universitas : Universitas Sriwijaya
e. Alamat rumah dan HP : Jln. Raya Lintas timur, KM.35 Komp.
Persada, Blok D I (Jln. Toman) Inderalaya,
Palembang, Sumatera Selatan.
HP. 085758612579
f. Alamat email : muhammad_merlis3@yahoo.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 2 (dua) orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama lengkap dan gelar : Dr. Hartono,M.A.
b. NIDN : 0017106703
c. Alamat Rumah dan HP : Perumahan Restu Iman Asri Jln. Sarjana
blok C No. 48 Km.32 kec. Inderalaya Kab.
Ogan Ilir Sumatera Selatan
Hp. 08127398227
6. Biaya Kegiatan Total : Rp 4.288.000,00
a. DIKTI : Rp 4.288.000,00
b. Sumber lain : Rp
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 3 (tiga) bulan

NIP. 196710171993011001
iii

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, rasa syukur yang tiada terkira senantiasa penulis ucapkan
untuk semua nikmatNya. Akhirnya penulisan karya Ilmiah dengan judul
Penerapan Co-Teaching dalam Pembelajaran Sebagai Upaya Mengatasi
Permasalahan Implementasi Cooperative Learning pada Pelajaran Kimia di
Sekolah Menengah Atas dapat diselesaikan.
Dalam menulis dan menyusun karya ini, penulis mendapatkan banyak
sekali dukungan dari semua pihak. Oleh karena itu dengan ketulusan hati, penulis
mengucapkan banyak terima kasih terutama kepada orang tua, selain itu dengan
segala kerendahan hati penulis mengucapkan terimakasih kepada Dr.
Hartono,M.A. yang telah memberikan begitu banyak masukan sebagai seorang
pembimbing. Selain itu, penulis juga mengucapkan terimakasih kepada Dra.
Trimurti Saleh, M.A. selaku Pembantu Dekan III Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Sriwijaya dan dr.Syarif Husin, M.S. selaku Pembantu
Rektor III Universitas Sriwijaya yang telah memberikan kesempatan kepada
penulis untuk berkarya. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada semua
pihak yang telah berperan dalam penulisan karya ini yang tidak mungkin
disebutkan satu persatu. Semoga ALLAH SWT membalas semua kebaikan yang
telah diberikan selama ini.
Dalam penyusunan karya tulis ini, penulis menyadari masih ada
kekurangan baik dari segi bentuk, isi, maupun penyusunannya. Oleh karena itu
masukan dari pembaca sangat penulis harapkan. Akhir kata, dengan senang hati
penulis mempersembahkan karya tulis ini kepada seluruh pembaca, semoga dapat
bermanfaat terutama dalam membangun pendidikan di Indonesia.

Inderalaya, Oktober 2013

Penulis









iv

DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. ii
KATA PENGANTAR ........................................................................................ iii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iv
DAFTAR TABEL ............................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... vi
RINGKASAN .................................................................................................... vii
BAB I .................................................................................................................. 1
PENDAHULUAN ............................................................................................... 1
Latar Belakang Masalah ................................................................................. 1
Tujuan Penelitian............................................................................................ 2
Luaran yang Diharapkan................................................................................. 2
Manfaat Penelitian .......................................................................................... 2
BAB II ................................................................................................................. 3
TINJAUAN PUSTAKA....................................................................................... 3
Hakikat Belajar Kimia .................................................................................... 3
Strategi dan Model Pembelajaran ................................................................... 3
Co-Teaching ................................................................................................... 5
One Teach, One Observe ................................................................................ 5
METODE PENELITIAN ..................................................................................... 7
Desain Penelitian ............................................................................................ 7
Tempat dan Waktu Penelitian ......................................................................... 7
Prosedur Penelitian ......................................................................................... 7
Teknik Pengumpulan Data.............................................................................. 8
Analisis Data .................................................................................................. 8
BAB IV ............................................................................................................... 9
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ................................................................. 9
Biaya Kegiatan ............................................................................................... 9
Jadwal Kegiatan ............................................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 10
LAMPIRAN ...................................................................................................... 11
v


DAFTAR TABEL
Tabel 1. Anggaran Biaya...................................................................................... 9
Tabel 2. Rencana Jadwal Kegiatan ....................................................................... 9





















vi

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Desain Eksperimen ............................................................................. 7
















vii

RINGKASAN
Belajar mengajar merupakan kegiatan utama dalam proses pendidikan,
belajar mengajar merupakan alat utama dalam mengembangkan diri peserta
didik. Seperti yang dikemukakan oleh Robert Gagne (dalam Rusman, 2011)
bahwa pembelajaran adalah faktor yang sangat penting dalam perkembangan.
Berubahnya paradigma pembelajaran yang awalnya pendekatan berpusat pada
guru menjadi pendekatan yang berpusat pada peserta didik membuat model-model
pembelajaranpun ikut berubah. Menurut Rusman (2011), pemilihan strategi dan
model yang tepat akan sangat mempengaruhi proses pembelajaran, salah satu
model pembelajaraan yang berkembang dari pendekatan berpusat pada peserta
didik adalah Cooperatif Learning. Menurut teori konstruktivisme Cooperatif
Learning akan meningkatkan proses pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran
dapat diperoleh. Sayangnya, berdasarkan fakta dilapangan masih banyak sekolah
yang dalam satu kelas terdiri lebih dari 30 peserta didik yang mengakibatkan
penerapan Cooperative Learning menjadi tidak maksimal. Kelas yang seharusnya
aktif lebih pantas disebut sebagai kelas yang ramai, karena ternyata tidak semua
peserta didik aktif bekerja dalam team, pada akhirnya ketika kegiatan belajar
mengajar selesai, tujuan pembelajaran tidak tercapai. Salah satu penyebabnya
adalah keterbatasan seorang guru untuk mengkontrol peserta didik yang lebih dari
30 orang dalam satu kelas. Kurikulum 2013 yang menekankan peserta didik untuk
aktif menjadi permasalahan baru bagi pendidik, dengan kenyataan bahwa masih
banyak sekolah yang tiap kelas terdiri lebih dari 30 peserta didik, membuat
pendidik sebagai fasilitator kewalahan jika harus memberikan perhatian kepada
setiap siswa ketika proses Cooperative Learning berlangsung. Penerapan
kurikulum 2013 yang menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada peserta
didik terutama jika pendidik menggunakan Cooperative Learning akan semakin
menurunkan kualitas proses pembelajaran jika masalah ini tidak segera diatasi.
Penelitian yang akan dilakukan bertujuan untuk mengatasi permasalahan
kekurangefektifan Cooperative Learning pada mata pelajaran Kimia yang
berdasarkan pendekatan ilmiah pada kelas besar dengan menerapkan Co-Teaching
tipe One Teach, One Observe. Dengan harapan dapat dijadikan solusi bagi para
pendidik untuk mengatasi permasalahan dalam mengimplementasikan Cooperatif
Learning pada pelajaran kimia.
Penelitian akan dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2014-2015
selama tiga bulan pada salah satu sekolah di kota Inderalaya. Metodologi
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu
desain penelitian Experiment tipe Pretest-Posttest Control Group Design, dengan
sampel berupa kelompok peserta didik yang terbagi menjadi kelas kontrol dan
kelas eksperimen yang dipilih secara acak. Sedangkan teknik pengumpulan data
adalah dengan cara tes dan observasi, kemudian data yang diperoleh akan diolah
dengan menggunakan statistik dengan melakukan uji-t. Lalu membandingkan
hasil antara kelas kontrol dan kelas eksperimen untuk melihat pengaruh yang
terjadi.
1



BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Belajar mengajar merupakan kegiatan utama dalam proses pendidikan,
belajar mengajar merupakan alat utama dalam mengembangkan diri peserta
didik. Seperti yang dikemukakan oleh Robert Gagne (dalam Rusman, 2011)
bahwa pembelajaran adalah faktor yang sangat penting dalam perkembangan.
Berubahnya paradigma pembelajaran yang awalnya pendekatan berpusat pada
guru menjadi berpusat pada peserta didik membuat model-model pembelajaran
pun ikut berubah. Menurut Rusman (2011), pemilihan strategi dan model yang
tepat akan sangat mempengaruhi proses pembelajaran, salah satu model
pembelajaraan yang berkembang dari pendekatan berpusat pada peserta didik
adalah Cooperatif Learning. Menurut teori konstruktivisme Cooperatif Learning
akan meningkatkan proses pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran dapat
diperoleh. Sayangnya, berdasarkan fakta dilapangan masih banyak sekolah yang
dalam satu kelas terdiri lebih dari 30 peserta didik mengakibatkan penerapan
Cooperative Learning menjadi tidak maksimal. Kelas yang seharusnya aktif lebih
pantas disebut sebagai kelas yang ramai, karena ternyata tidak semua peserta
didik aktif bekerja dalam team, pada akhirnya ketika kegiatan belajar mengajar
selesai, tujuan pembelajaran tidak tercapai. Salah satu penyebabnya adalah
keterbatasan seorang guru untuk mengkontrol peserta didik yang lebih dari 30
orang dalam satu kelas. Kelebihan kuantitas peserta didik di kelas membuat
pendidik sebagai fasilitator kewalahan jika harus memberikan perhatian kepada
setiap siswa ketika proses Cooperative Learning berlangsung. Penerapan
kurikulum 2013 yang menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada peserta
didik terutama jika pendidik menggunakan Cooperative Learning akan semakin
menurunkan kualitas proses pembelajaran jika masalah ini tidak segera diatasi.
Sebagai salah satu mata pelajaran di Sekolah Menengah, kimia merupakan
pelajaran yang bermakna jika dalam pengajarannya berlandaskan pada pendekatan
ilmiah yang dalam implementasikannya kebanyakan menggunakan model
Cooperative Learning. Proses pembelajaran yang efektif dan efisien akan sangat
mempengaruhi kecepatan peserta didik untuk dapat memahami konsep, salah satu
cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan proses pembelajaran Cooperative
2



Learning yang efektif dan efisien adalah dengan cara mempersempit daerah
perhatian pendidik ketika pembelajaran berlangsung, dengan demikian perhatian
pendidik terhadap peserta didik akan terasa lebih merata.
Co-Teaching adalah suatu model yang dalam kegiatan pembelajarannya
terdapat lebih dari satu orang pendidik di kelas, dengan demikian diharapkan tiap
pendidik dapat memberikan perhatian lebih kepada peserta didik dalam proses
pembelajaran, terutama dalam menjalankan perannya sebagai fasilitator sehingga
tujuan dari Kurikulum 2013 yang mengharuskan pembelajaran yang berpusat
pada peserta didik dapat terlaksana dengan kualitas proses pembelajaran yang
baik yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas peserta didik khususnya
dalam bidang ilmu kimia.
Tujuan Penelitian
Penelitian yang akan dilakukan bertujuan untuk mengatasi permasalahan
kekurangefektifan Cooperative Learning pada mata pelajaran Kimia yang
berdasarkan pendekatan ilmiah pada kelas besar dengan menerapkan Co-Teaching
tipe One Teach, One Observe.
Luaran yang Diharapkan
Setelah penelitian dilakukan, luaran yang diharapkan berupa artikel yang
dapat menjadi rujukan (baik sebagai acuan maupun gambaran) bagi pendidik
untuk menggunakan Co-Teaching dalam mengatasi permasalah dalam
mengimplementasikan Cooperative Learning pada pembelajaran, khususnya pada
pelajaran Kimia di Sekolah Menengah Atas.
Manfaat Penelitian
Manfaat dari dilakukannya penelitian adalah memberikan gambaran
kepada pembaca, terutama bagi para pendidik untuk menggunakan Co-Teaching
untuk mengoptimalkan peran Cooperatif Learning dalam pembelajaran yang
berbasis ilmiah khususnya mata pelajaran kimia pada kelas yang terdiri lebih dari
30 peserta didik.
3



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Hakikat Belajar Kimia
Menurut Bambang Sumintono (2009) di sekolah sains dipelajari baik
sebagai produk maupun sebagai proses. Sains sebagai produk adalah pengajaran
tentang fakta teori, prinsip, dan hukum alam, sedangkan sains sebagai proses
adalah pengembangan kemampuan peserta didik melalui model ilmiah dan
pemecahan masalah sains. Berdasarkan kurikulum 2013 yang menekankan
pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, maka kimia sebagai mata
pelajaran sains haruslah dilihat sebagai proses. Dengan demikian, pembelajaran
kimia dikelas harus dilakukan dengan menerapkan model ilmiah dan pemecahan
masalah, dengan kata lain pembelajaran harus berbasis inkuiri yang menekankan
pada pengalaman langsung peserta didik melalui proses kerjasama yang menuntut
peserta didik untuk aktif. Keaktifan peserta didik akan berpengaruh ke
perkembangan kompetensi afektif yang merupakan langkah utama agar
kompetensi kognitif peserta didik dapat berkembang. Seperti yang dikemukakan
oleh Popham (dalam Sudrajat, 2008), ranah afektif menentukan keberhasilan
belajar seseorang, orang yang tidak memiliki minat pada pelajaran tertentu sulit
untuk mencapai keberhasilan belajar secara optimal. Keberhasilan belajar pada
ranah kognitif dipengaruhi oleh kondisi afektif peserta didik. Ada lima
kompetensi afektif penting yang harus diperhatikan oleh pendidik agar tujuan
kognitif dapat diraih secara maksimal. Salah satu kompetensi afektif itu adalah
minat, menurut Getzel (dalam Sudrajat, 2008) minat adalah suatu disposisi yang
terorganisir melalui pengalaman yang mendorong seseorang untuk memperoleh
objek khusus, aktivitas, pemahaman, dan keterampilan atau suatu pencapaian.
Berdasarkan uraian diatas, untuk belajar kimia diperlukan strategi dan
model pembelajaran yang dapat membuat peserta didik aktif dan memiliki
kesempatan untuk mengungkapkan pemahamannya, menarik minat, dan perhatian
mereka selama proses pembelajaran.
Strategi dan Model Pembelajaran
Untuk mencapai suatu tujuan, perlu dirancang langkah-langkah strategis
4



yang harus dilakukan. Maka untuk mencapai tujuan pembelajaran juga diperlukan
langkah-langkah yang harus dilewati, dalam pembelajaran langkah-langkah ini
dikenal dengan istilah strategi dan model pembelajaran. Kemp (dalam Rusman,
2011) menyatakan Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan yang harus
dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif
dan efisien. Dick and Carey juga mengemukakan pendapat bahwa strategi adalah
suatu perangkat materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan bersama-sama
untuk menimbulkan hasil belajar pada peserta didik (Rusman, 2011). Sedangkan
model pembelajaran merupakan langkah-langkah kongkrit yang harus dijalani
untuk mencapai tujuan. Dengan kata lain, strategi pembelajaran merupakan
serangkaian rencana yang disusun sedemikian rupa untuk melaksanakan
pembelajaran, sedangkan model adalah langkah-langkah konkrit yang harus
dilakukan untuk mewujudkan rencana yang telah disusun. Beberapa tahun
belakangan ini, strategi pembelajaran beralih ke pendekatan yang berpusat pada
siswa yang membuat begitu banyak model-model pembelajaran yang
berkembang, salah satunya adalah model pembelajaraan kooperatif (Cooperative
Learning). Sayangnya keterbatasan guru dalam memberikan perhatian terhadap
peserta didik yang dalam satu kelas lebih dari 30 orang peserta didik membuat
pembelajaran kooperatif tidaklah berjalan dengan maksimal, proses pembelajaran
menjadi tidak efektif dikarenakan banyaknya peserta didik yang tidak tertarik
untuk aktif dalam pembelajaran, bahkan ketika mereka aktif, keaktifan peserta
didik menjadi tidak terarah untuk mencapai tujuan pembelajaran dikarenakan
rendahnya perhatian pendidik kepada peserta didik selama proses pembelajaran
kooperatif dilaksanakan. Oleh karena itu, perlu dicarikan jalan keluar agar proses
pembelajaran dapat efektif dan efisien, salah satunya ialah dengan menerapkan
Cooperatif Teaching. Jadi tidak hanya peserta didik yang melakukan
pembelajaran kooperatif, tetapi pendidik sebagai fasilitator juga melakukan
kegiataan secara bersama dengan pendidik yang lain dalam kegiatan belajar
mengajar, dengan tujuan mempersempit daerah perhatian pendidik terhadap
peserta didik sehingga perhatian pendidik terhadap peserta didik akan jadi lebih
merata.
5



Co-Teaching
Friend dan Cook (dalam Abbot L Packard, 2011) menyatakan Co-
Teaching adalah Two or more professionals jointly deliver(ing) sebstantive
instruction to a diverse, blended group of students in a single psycal space.
Senada dengan pendapat ini, Brown dan Evans (dalam David C Thompson, 2005)
menyatakan Co-Teaching adalah dua orang pengajar yang mengajar dalam suatu
kelas secara terus menerus. Artinya model pengajaran kelompok memiliki artian
bahwa ketika pembelajaran berlangsung di kelas, ada lebih dari satu orang
pengajar yang bekerjasama untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Dalam model Co-Teaching, pendidik bisa saja berasal dari satu bidang ilmu atau
berasal dari bidang ilmu yang berbeda. Menurut Larry K. Shumway (2011) untuk
mengaplikasikan Co-Teaching dalam pembelajaran, ada beberapa model yang
bisa diterapkan yaitu :
a. Parallel Teaching
b. Station Teaching
c. Teaming
d. Alternative Teaching
e. One Teach-One Observe.
f. One Teach-One Assist
Pada penelitian ini, yang akan digunakan adalah model One Teach, One
Observe karena menurut Larry K. Shumway (2011), model ini memiliki beberapa
kelebihan diantaranya adalah dapat memberikan perhatian lebih kepada peserta
didik, terutama jika mereka belum faham dengan pelajaran yang disampaikan,
selain itu guru dapat mendapatkan data mengenai kebiasaan peserta didik baik
kebiasaan sosial maupun kebiasaan akademisnya.
One Teach, One Observe
Sebagai salah satu tipe dari Co-Teaching, model ini mengharuskan kerja
sama antar guru. Menurut Marilyn Friend (2010) One teach, One Observe, in
which one teacher leads instruction while the other circulates among the students
to observe. Selanjutnya Larry K. Shumway (2011). One Teach, One Observe
adalah model Co-Teaching yang satu guru berfungsi sebagai pusat perhatian
(penyampai materi) sedangkan yang lain berperan sebagai observer yang memiliki
6



peran sebagai pemerhati peserta didik selama proses pembelajaran yang juga
berperan memberikan perhatian kepada peserta didik yang mengalami kesulitan
belajar, dan mengumpulkan data-data yang dirasa perlu untuk bahan evaluasi pada
pertemuan yang akan datang.
Dengan menerapkan Co-Teaching dalam Cooperative Learning akan lebih
mudah mengkontrol kelas. Hal ini didasarkan pada penelitian sebelumnya yang
dilakukan oleh Syh-Jong Jang dengan judul penelitian Research Of The Effect of
Team teaching upon two secondary school teacher menunjukkan bahwa rata-rata
nilai yang didapat peserta didik yang mendapat perlakuan Co-Teaching lebih
tinggi dari pada yang belajar menggunakan cara tradisional. Penelitian lain yang
dilakukan Oleh Nancy Bacharach, dkk dengan judul Co-Teaching in Higher
Education didapat hasil respon dari calon guru yang menyatakan tertarik untuk
menggunakan model Co-Teaching dalam pembelajaran dimasa yang akan datang
mencapai 80 %. Artinya ada ketertarikan dari mereka ketika model ini diterapkan
selama proses pembelajaran. ketertarikan selama proses pembelajaran ini
merupakan syarat yang penting dalam penyampaian kimia dalam kegiatan belajar
mengajar.







7



BAB III
METODE PENELITIAN
Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini mengadopsi desain
penelitian True Eksperiment yaitu tipe Pretest-Posttest Control Group Design.
Dalam desain ini, ada dua kelompok yang dipilh secara acak (satu sebagai
kelompok eksperimen, sedangkan kelompok lainnya sebagai kelompok kontrol),
kemudian keduanya diberi Pre test untuk mengetahui kemampuan awal. Setelah
itu, kelompok eksperimen diberi perlakuan sedangkan kelompok kontrol tidak
diberi perlakuan, kemudian diadakan Post test untuk melihat perbedaan yang
terjadi (Sugiyono, 2013).
(Sugiyono, 2013)
Gambar 1. Desain Eksperimen
Keterangan : O
1
= Kelas Eksperimen ; O
3
= Kelas Kontrol
O
2
= Hasil Pengukuran ; O
4
= Hasil Pengukuran
X = Perlakuan (One Teach, One Assits)
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian akan dilaksanakan di SMA N 01 Inderalaya yaitu pada kelas XI
semester Genap tahun ajaran 2013/2014 selama jangka waktu tiga bulan.
Prosedur Penelitian
Penelitian akan dilakukan pada dua kelompok yang berasal dari kelas XI
yang dipilih secara acak. Dengan anggapan kemampuan peserta didik dari
masing-masing kelas homogen, maka satu kelas akan ditetapkan sebagai
kelompok kontrol dan kelas yang lain sebagai kelompok eksperimen. Penelitian
akan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan,
dan tahap penyelesaian.
a. Tahap Persiapan
Tahap ini meliputi tahap memilih kelas secara acak untuk menentukan
kelas eksperimen dan kelas kontrol dan menyiapkan perangkat pembelajaran,
R O
1
X O
2

R O
3
O
4

8



meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan instrumen Penilaian yaitu
instrumen tes hasil belajar, serta instrumen observasi.
b. Tahap Pelaksanaan Penelitian
Pelaksanaan penelitian meliputi pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas.
Pembelajaran akan dilakukan selama 8 kali pertemuan. Pada setiap awal
pembelajaran masing-masing kelas diberi pretest untuk melihat pemahaman
awal peserta didik, setelah itu dilakukan pembelajaran menggunakan model
Co-Teaching tipe One Teach, One Observe pada kelas eksperimen dan
pelaksanaan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol, selanjutnya
dilakukan Post Test.
c. Tahap Penyelesaian
Pada tahap ini, peneliti akan melakukan uji normalitas data hasil belajar,
dan melakukan uji-t untuk mengetahui pengaruh penggunaan Co-Teaching
tipe One Teach, One Observe, lalu dilakukan pembahasan hasil untuk
mendapatkan kesimpulan.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah
dokumentasi menggunakan intrumen berupa lembar observasi (untuk mengamati
perubahan dari sikap) dan instrument tes (untuk mengetahui hasil belajar peserta
didik dari segi kognitif). Khusus untuk tes, teknik yang digunakan adalah tes
tertulis yaitu soal essay dan pilihan berganda.
Analisis Data
Setelah diperoleh data yang diharapkan, dilakukan analisis data yang
meliputi Pengukuran hasil tes siswa dengan menggunakan rumus :
Hasil Belajar = Nilai tes akhir Nilai tes awal (i) (Arikunto, 2006)
Hasil belajar peserta didik lalu dibuat menjadi nilai rata-rata kelas menggunakan
rumus :

(ii) (Sudjana, 2005)


Keterangan : X = Rata-rata kelas ;

= Jumlah nilai siswa ; n = Jumlah siswa


Sedangkan untuk hasil observasi dianalisis dengan membandingkan antara
observasi di kelas kontrol dan kelas eksperimen. Untuk menarik kesimpulan,
dilakukan uji-t pada hasil tes dan observasi sikap peserta didik.
9



BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
Biaya Kegiatan
Tabel 1. Anggaran Biaya
No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1. Peralatan Penunjang Rp. 775.000
2. Bahan Habis Pakai Rp. 2.363.000
3. Perjalanan Rp. 1.050.000
4. Dokumentasi Rp. 100.000
Jumlah Rp. 4.288.000
Jadwal Kegiatan
Kegiatan Penelitian akan dilaksanakan selama 3 bulan, berikut rencana
jadwal kegiatan penelitian.
Tabel 2. Rencana Jadwal Kegiatan
No. Jenis Kegiatan
Bulan
1 2 3
1. Persiapan Pelaksanaan
a. Koordinasi team dan pembagian tugas

b. Persiapan pengambilan data penelitian
pendahuluan.

c. Observasi ke Sekolah
d. Pengiriman surat izin penelitian
e. Penentuan kelas kontrol dan kelas eksperimen

f. Persiapan instrumen dan perlengkapan
penelitian

2. Pelaksanaan Penelitian
a. Melaksanakan proses pembelajaran di kelas
b. Pengumpulan data
3. Tahap Penyelesaian
a. Pengolahan data yang diperoleh
b. Penyusunan Proposal Hasil Penelitian





10



DAFTAR PUSTAKA
Abbot L Packard, M. H. (2011). Academic Achievement of Secondary Students
with Learning Disabilities in Co-Taught and Resource Rooms. Jurnal Of
Research in Education Vol 21, Number 2 , 100-117.
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik . Jakarta :
Rineka Cipta.
Bambang Sumintono, M. A. (2009). Pengajaran Sains dengan Praktikum
Laboratorium : Perspektif dari Guru-Guru Sains SMPN di Kota Cimahi .
Jurnal Of Fakulti Pendidikan Universiti Teknologi Malaysia , 120-127.
David C Thompson, d. F. (2005). Fasilitating Effective Collaborative Team
Teaching : What Instructional Leader Need to Know. Annual Convention of
University Council of Educational Administrators (UCEA) (hal. 1-23).
Nashville, TN: University Of Wisconsin Milwaukee.
Jang*, S.-J. (2006). Research on The Effects of Team Teaching Upon Two
Secondary School Teachers. Educational Research Vol 48 No. 2 , 177-194.
Larry K. Shumway, G. G. (2011). Co-Teaching Handbook : Utah Guidlines. Salt
Lake City, Utah: Utah State Office of Education.
Marilyn Friend, L. C. (2010). Co-Teaching : An Illustration of the Complexity of
Collaboration in Special Education. Jurnal of Educatinal and sychologigal
Consultation No. 20 , 9-27.
Nancy Bacharach, T. W. (2008). Co-Teaching In Higher Education. Jurnal Of
College Teaching & Learning Vol. 5 No. 3 , 9-18.
Rusman. (2011). Model-Model Pembelajaran : Mengembangkan Profesionalisme
Guru. Jakarta : Rajawali Pers.
Sudjana. (2005). Metode Statistika. Bandung: Tarsito.
Sugiyono. (2013). metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R & D. Alfabeta Bandung: Bandung.







11



LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota
Biodata Ketua Pelaksana
A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap Muhammad Merlis
2. Jenis Kelamin Laki-laki
3. Program Studi Pendidikan Kimia
4. NIM 06101010017
5. Tempat dan Tanggal Lahir Baturaja, 22 Juni 1992
6. E-mail muhammad_merlis3@yahoo.com
7. Nomor Telepon/HP 0857 5861 2579
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama
Institusi
SD Negeri 9
Banding Agung
MTs N 1 Banding
Agung
SMA N 1
Banding Agung
Jurusan - - IPA
Tahun
Masuk-Lulus
1998 2004 2004 2007 2007 2010
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No
Nama Pertemuan
Ilmiah / Seminar
Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
1.
D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir
No Jenis Penghargaan
Institusi Pemberi
Penghargaan
Tahun
1. Juara II LCC tingkat
SMA se-Kabupaten
Diknas Daerah OKU
Selatan
2008
2. PKM-GT DIKTI 2011
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secaara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-Penelitian tahun 2013.


12




Biodata Anggota Pelaksana
A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap Mey Melisa
2. Jenis Kelamin Perempuan
3. Program Studi Pendidikan Kimia
4. NIM 06101010038
5. Tempat dan Tanggal Lahir Bukit Kemuning, 12 Mei 1992
6. E-mail mey_xinling@yahoo.co.id
7. Nomor Telepon/HP 0857 8878 6638
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama
Institusi
SD Negeri 2 Bukit
Kemuning
SMP N 1 Bukit
Kemuning
SMA N 1 Bukit
Kemuning
Jurusan - - IPA
Tahun
Masuk-Lulus
1998 2004 2004 2007 2007 2010
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No
Nama Pertemuan
Ilmiah / Seminar
Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
1.
D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir
No Jenis Penghargaan
Institusi Pemberi
Penghargaan
Tahun
1. PKM-GT DIKTI 2011
2. PKM-GT DIKTI 2013
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secaara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah Pekan Kreativitas Mahasiswa - Penelitian
tahun 2013.

13



A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap Ardi Wiranata
2. Jenis Kelamin Laki-laki
3. Program Studi Pendidikan Kimia
4. NIM 06111010040
5. Tempat dan Tanggal Lahir Lubuk Linggau, 14 April 1993
6. E-mail ardiwiranata0040@yahoo.co.id
7. Nomor Telepon/HP 081995153260
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama
Institusi
SD Negeri 53 Lubuk
Linggau
SMP N 3 Lubuk
Linggau
SMA N 7 Lubuk
Linggau
Jurusan - - IPA
Tahun
Masuk-Lulus
1999 2005 2005 2008 2008 2011
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No
Nama Pertemuan
Ilmiah / Seminar
Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
1.
D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir
No Jenis Penghargaan
Institusi Pemberi
Penghargaan
Tahun
1.
2.
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secaara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah Pekan Kreativitas Mahasiswa - Penelitian
tahun 2013.




14



Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan
a. Peralatan Penunjang
Material
Justifikasi
Pemakaian
Kuantitas
Harga Satuan
(Rp)
Keterangan
Insentif Observer 2 orang / 10
pertemuan
Rp. 15.000 Rp. 300.000
Reward untuk
Siswa
Rp. 75.000 Rp. 75.000
Fotocopy Rp. 100.000 Rp. 100.000
Sewa LCD 10 pertemuan Rp. 30.000 Rp. 300.000
SUB TOTAL (Rp) Rp. 775.000
b. Bahan Habis Pakai
Material
Justifikasi
Pemakaian
Kuantitas
Harga Satuan
(Rp)
Keterangan
Kertas A4 12 rim Rp. 40.000 Rp. 480.000
Karton 60 Lembar Rp. 5.000 Rp. 300.000
Spidol Warna 6 kotak Rp. 20.000 Ukuran Kecil
dan Besar
Rp. 120.000
Spidol papan
tulis
6 buah Rp. 10.000 Rp. 60.000
Tinta spidol 10 kotak Rp. 25.000 Rp. 250.000
Crayon 10 kotak Rp. 20.000 Rp. 200.000
Catridge hitam 5 Kotak Rp. 25.000 Rp. 125.000
Catridge warna 10 warna Rp. 25.000 Rp. 250.000
Lem Kertas 6 buah Rp. 10.000 Ukuran Besar
Rp. 60.000
Double tape 3 buah Rp. 10.000 Ukuran Besar
Rp. 30.000
Tali Rapia 1 roll Rp. 25.000 Ukuran besar
Rp. 25.000
Kertas
Origami (Full
Colour)
30 pack Rp. 7.000 Rp. 210.000
Sterofoam 10 buah Rp. 20.000 Rp. 200.000
Selotif 3 buah Rp. 5.000 Rp. 15.000
Penggaris 6 buah Rp. 3.000 Rp. 18.000
Jilid 1 buah Rp. 20.000 Rp. 20.000
SUB TOTAL (Rp) Rp. 2.363.000

15



c. Perjalanan
Material
Justifikasi
Pemakaian
Kuantitas
Harga
Satuan
(Rp)
Jumlah
pertemuan
(selama 3
bulan)
Keterangan
Palembang
Inderalaya
(PP)
3 orang Rp. 20.000 10 Rp. 600.000
Ke Sekolah
untuk
observasi (PP)
3 orang Rp. 15.000 7 Rp. 315.000
Ke Sekolah
untuk
penelitian
3 orang Rp. 15.000 10 Rp. 135.000
SUB TOTAL (Rp) Rp.1.050.000
d. Lain-Lain
Material
Justifikasi
Pemakaian
Kuantitas
Harga Satuan
(Rp)
Keterangan
Dokumentasi - Rp.100.000
SUB TOTAL (Rp) Rp. 100.000
TOTAL Rp. 4.288.000

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas
No Nama / NIM Program
Studi
Bidang
Ilmu
Alokasi
Waktu (Jam
/ Minggu)
Uraian Tugas
1. Muhammad
Merlis /
06101010017
Pendidikan
Kimia
Kimia 48 jam a. Menyediakan
Observer
b. Menyediakan
Fasilitas untuk
observer
c. Melakukan
observasi ke
Sekolah
d. Menyusun
instrumen
penelitian
e. Melakukan
penelitian
2. Mey Melisa /
06101010038
Pendidikan
Kimia
Kimia 48 jam a. Mempersiapkan
surat menyurat
(administrasi)
b. Menyusun
16



instrumen
penelitian
c. Melakukan
penelitian
3. Ardi
Wiranata /
06111010040
Pendidikan
Kimia
Kimia 48 jam a. Mengantar surat
menyurat ke
dinas terkait
b. Menyusun
instrumen
penelitian
c. Melakukan
penelitian

















17