Anda di halaman 1dari 26

DIAGRAM FASA

DIAGRAM FASA M A T E R I K U L I A H K E

M A T E R I K U L I A H

K E - 5

M E T A L U R G I FISIK

D O S E N

A B D U L

K A R I M ,

S T

SIFAT BAHAN

SIFAT BAHAN Yang mempengaruhi sifat suatu bahan:  Jenis fasa  Jumlah/banyaknya fasa  Bentuk fasa

Yang mempengaruhi sifat suatu bahan:

Jenis fasa

Jumlah/banyaknya fasa

Bentuk fasa

Sifat bahan akan berubah bila hal-hal tersebut diatas berubah

Pada transformasi cair-padat ada beberapa

kemungkinan yang dapat terjadi pada paduan

ada beberapa kemungkinan yang dapat terjadi pada paduan Kedua komponen tetap larut tak terbatas pd keadaan

Kedua komponen tetap larut tak terbatas pd keadaan padat

Kedua komp saling tidak melarutkan pd keadaan

padat (terjadi reaksi eutektik)

Kedua komp saling melarutkan secara terbatas

pd keadan padat

Kedua komp mengalami reaksi peritektik

1.

2.

3.

4.

Pada keadaan padat mungkin jg sudah tdk ada lagi perubahan fase, ttpi pd bberapa sistem

Pada keadaan padat mungkin jg sudah tdk ada lagi

perubahan fase, ttpi pd bberapa sistem paduan dpt

terjadi transformasi padat-padat, antara lain:

Transformasi allotropik

Reaksi eutektoid

Reaksi peritektoid

1. Diagram fase 2 komp larut padat tak terbatas
1. Diagram fase 2 komp larut padat tak terbatas

Manfaat diagram fasa

Manfaat diagram fasa  Dapat mengetahui fase/struktur apa yg akan terjadi pd suatu paduan dg komposisi

Dapat mengetahui fase/struktur apa yg akan terjadi

pd suatu paduan dg komposisi tertentu pd

temperatur tertentu

Untuk memperkirakan komposisi kimia suatu fase dari suatu paduan tertentu pd temperatur tertentu

Cara mencari komposisi kimia suatu fase pd temperatur tertentu
Cara mencari komposisi kimia suatu fase pd
temperatur tertentu
 Berat fase cair : berat fase padat = mn : no  Berat fase

Berat fase cair : berat fase padat = mn : no

Berat fase cair (persen) = mn/mo x 100%

Berat fase padat (persen) = no/mo x 100%

Panjang mn = 20 10 = 10

Panjang no = 26 20 = 6

Panjang mo = 26 6 = 16

Berat fase padat = 6/16 x 100% = 37,5%

Diagram fase 2 komp tidak saling melarut

padatkan

Diagram fase 2 komp tidak saling melarut padatkan  Raoult : “ titik beku suatu zat

Raoult: “titik beku suatu zat murni akan menurun

bila ditambahkan zat lain, asalkan zat lain itu dapat

larut dlm keadaan cair ttp tdk larut dlm keadaan padat.

Diagram fase terdiri dari 4 daerah: 1 daerah di atas garis likuidus (fase cair, kedua logam membentuk larutan), 3 daerah lainnya adl daerah 2 fase (lihat gambar)

Diagram fase eutektik

Diagram fase eutektik
REAKSI EUTEKTIK Reaksi eutektik adl perubahan dr liquid dg komposisi eutektik menjadi dua fase solid
REAKSI EUTEKTIK
Reaksi eutektik adl perubahan dr liquid dg
komposisi eutektik menjadi dua fase solid pd
temperatur tetap
Cooling
liquid
Solid A + solid B
Heating

Diagram fase 2 komp dg kelarut-padatan terbatas

Diagram fase 2 komp dg kelarut-padatan terbatas  Jarang terjadi paduan antara dua logam yg sama

Jarang terjadi paduan antara dua logam yg sama

sekali tidak melarutkan dlm keadaan padat, saling

melarutkan dg kelarutan tak terbatas

Yg sering terjadi adl kedua logam dpt saling melarut- padatkan scra terbatas, logam A dpt melarutkan logam B sampai jumlah tertentu atau sebaliknya

Di luar batas tsb akan terbentuk eutektik.

Diagram fase u/ sistem paduan ini spt pd gambar:

Partial solid solubility

Partial solid solubility
Partial solid solubility
Partial solid solubility
 Garis liquidus adl daerah fase tunggal larutan cair (liquid)  Krn A dpt melarut-padatkan

Garis liquidus adl daerah fase tunggal larutan cair

(liquid)

Krn A dpt melarut-padatkan B dan B dpt melarut- padatkan A, maka liquid tidak akan dpt terbentuk krista logam A dan/atau logam B murni, ttp akan terbentuk larutan padat atau campuran larutan padat

Daerah di bawah TA-F adl fase tunggal larutan padat α

Daerah di bawah TB-G adl fase tunggal larutan padat β

Garis yg membatasi daerah fase tunggal larutan padat dg daerah campuran larutan padat disebut garis SOLVUS

Garis solvus mrpkan garis yg menunjukkan batas

kelarutan logam B pd logam A (larutan padat α) dan batas kelarutan logam B pd logam A (larutan padat β)

Paduan 1 (95A 5B)

Paduan 1 (95A – 5B)  Titik T1 mulai terjadi pembekuan mjd larutan padat α yg

Titik T1 mulai terjadi pembekuan mjd larutan padat

α yg sangat kaya A, pembekuan berlanjut dg

pembentukan kristal yg makin kaya B (mengikuti garis solidus) dan larutan cair yg kaya B (mengikuti

garis liquidus)

Titik T4 pembekuan selesai dan kristal larutan padat α bertumbuh dan difusi terus berlangsung hingga kristal mjd homogen. Pada temperatur kamar diperoleh kristal larutan padat α dg 5%B yg homogen

Paduan 2

Paduan 2  Merupakan komposisi eutektik  Eutektik yg terjadi antara larutan padat α dan larutan

Merupakan komposisi eutektik Eutektik yg terjadi antara larutan padat α dan larutan padat β. Perbandingan berat larutan pd tem eutektik TE dpt dihitung dg lever rule, yaitu EG: FE

Pendinginan lebih lanjut pd α dan β terjadi perubahan komposisi krn perubahan batas elarutan (ditunjukkan garis solvus)

Pd temperatur di bawah TE terjadi perubahan perbandingan berat α : β

Reaksi peritektik

Reaksi peritektik  Pembahasan sebelumnya telah membahas menenai reaksi eutektik, reaksi yg terjadi pd liquid dari

Pembahasan sebelumnya telah membahas menenai

reaksi eutektik, reaksi yg terjadi pd liquid dari

komposisi eutektik

Liquid

Cooling

yg terjadi pd liquid dari komposisi eutektik Liquid Cooling Heating Solid 1 + Solid 2 
yg terjadi pd liquid dari komposisi eutektik Liquid Cooling Heating Solid 1 + Solid 2 

Heating

Solid 1 + Solid 2

Pada reaksi peritektik, dua fase yg berbeda (liquid +

solid) bereaksi menjadi suatu solid baru. Biasanya

solid baru ini berupa intermediate phase alloy

 Reaksi peritektik secara umum dituliskan sebagai berikut Cooling Heating Liquid + Solid New Solid

Reaksi peritektik secara umum dituliskan sebagai berikut

Cooling

 Reaksi peritektik secara umum dituliskan sebagai berikut Cooling Heating Liquid + Solid New Solid
 Reaksi peritektik secara umum dituliskan sebagai berikut Cooling Heating Liquid + Solid New Solid

Heating

Liquid + Solid

New Solid

Transformasi allotropik

Transformasi allotropik  Beberapa logam tertentu dpt memiliki struktur kristal yg berbeda tergantung pd temperaturnya,

Beberapa logam tertentu dpt memiliki struktur

kristal yg berbeda tergantung pd temperaturnya,

biasa disebut memiliki sifat allotropi

Beberapa logam yg mempunyai sifat allotropi: besi, timah, mangan, cobalt Yg dimaksud dg transformasi allotropi adl:

perubahan dr satu bentuk kristal ke bentuk kristal lain pd keadaan padat

Pd diagram fase, perubahan alotropi ditunjukkan o/ sebuah atau beberapa titik pd garis vertikal yg menyatakan logam murni

Reaksi eutektoid

Reaksi eutektoid  Mirip dengan reaksi eutektik, reaksi eutektoid tidak melibatkan fase cair. Cooling H e

Mirip dengan reaksi eutektik, reaksi eutektoid tidak

melibatkan fase cair.

Cooling

reaksi eutektoid tidak melibatkan fase cair. Cooling H e a t i n g Solid 1
reaksi eutektoid tidak melibatkan fase cair. Cooling H e a t i n g Solid 1

Heating

Solid 1

Solid 2 + solid 3

Eutektoid mixture

Paduan dg komposisi di sebelah kiri komposisi eutektoid disebut paduan hipoeutektoid Sebelah kanan disebut paduan hipereutektoid

Reaksi peritektoid  Suatu reaksi yg mirip dg reaksi peritektik tetapi tidak menyangkut fase cair.
Reaksi peritektoid
Suatu reaksi yg mirip dg reaksi peritektik tetapi tidak
menyangkut fase cair.
Cooling
Solid 1 + solid 2
New solid 3
Heating
Pd reaksi peritektik seringkali reaksi yg terjadi tidak
selesai karena tidak cukupnya waktu u/ berdifusi,
maka pada reaksi ini akan lebih sulit lagi
 Karena semuanya adl fase padat yg mana lebih sulit
terjadi difusi
TERIMA KASIH

TERIMA KASIH

TERIMA KASIH