Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL PEMBUATAN ALAT MIKROPROSESOR

AUTOMATHIC DISHWASHER MACHINE


SISTEM MICROPROSESSOR
Dosen: Drs. Jusuf BintoroM.T

N!"! : UMMU #ANI
No Re$ : %&'%()*((%
Jurus!n : Te+ni+ E,e+tro
Pro-i : Pen-.S' E,e+troni+! S' NR
PEND TEKNIK ELEKTRONIKA
.AKULTAS TEKNIK
UNI/ERSITAS NE0ERI JAKARTA
&('&
K!t! Pen$!nt!r
Assalamualaikum Wr. Wb.
Segala puji bagi Allah SWT yang senantiasa memberikan anugerah dan kenikmatan
bagi kehidupan manusia, khususnya penulis sehingga dapat menyelesaikan pembuatan alat
mikroprosesor dengan judul Automathic Dishwasher Machine sebagai salah-satu syarat
dalam mata kuliah mikroprosesor.
Dalam penyelesaian proposal ini, penulis banyak mendapat bantuan dan dorongan
dari berbagai pihak, baik yang berupa moril maupun materil yang sangat berarti bagi
penyelesaian proposal ini. Untuk itu saya uapkan terima kasih kepada!
". #apak Drs. $usu% #intoro, &.T selaku dosen &ikroprosesor
'. (ekan-rekan mahasis)a yang turut membantu dalam penyelesaian proposal ini
*. +edua orang tua yang telah mengajarkan ilmu untuk dapat dikembangkan agar menjadi
orang yang berman%aat
Serta berbagai pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu namanya. Semoga amal
baik yang telah membantu dan mendukung saya dapat diterima Allah SWT.
,enulis mengakui proposal ini masih terdapat kekurangan yang tidak terlepas dari
kekurangan penulis sendiri. -leh karena itu, kritik dan saran yang si%atnya membangun
sangat penulis harapkan agar dalam kesempatan selanjutnya penulis dapat memperbaiki
kesalahan-kesalahan dan dapat menyusun proposal dengan lebih baik lagi.
$akarta, Desember '."'
,enulis
BAB I
PENDA#ULUAN
'. L!t!r Be,!+!n$
Dalam era globalisasi seperti saat ini manusia telah menapai perkembangan yang
luar biasa pesatnya. Terutama ,erkembangan teknolgi yang sangat pesat. ,erkembangan
teknologi ini membuat semua pekerjaan yang dirasakan sulit dilakukan oleh manusia menjadi
sangat mudah dilakukan. Seperti sistem mikroprosesor dalam membuat Automathic
Dishwasher Machine akan mudah dilakukan dengan menggunakan /0 mikroprosesor
pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan e%ekti% dan e%isien. Untuk itu penulis menoba
membuat suatu alat yang dapat mempermudah dalam melakukan pekerjaan tersebut.
&unulnya teknologi komputer sebenarnya bera)al dari kebutuhan akan suatu alat
yang dapat dijalankan seara otomatis, memiliki kemampuan untuk mengerjakan hal yang
diinginkan. ,erkembangan teknologi semikondoktor dengan dia)ali penemuan transistor,
telah memba)a pada kemajuan teknologi elektronika sampai saat ini.
Seperti halnya mikroprosesor memegang peranan penting untuk kelanaran proses
produksi pada dunia industri. ,engendalin 1ontroler2 dengan menggunakan sistem
mikroprosesor dijalankan seara otomatis sesuai dengan program yang telah dibuat dalam
sistem mikroprosesor tersebut. +egunaan lain dari sistem mikroprosesor salah satunya
sebagai alat Automathic Dishwasher Machine.
BAB II
PEMBA#ASAN MATERI
A. Pen$erti!n Mi+ro1rosessor
Sebelum masuk lebih jauh tentang penerapan Sistem &ikroprosessor penulis akan lebih
dulau menjelaskan apa sebenarnya &ikroprosessor tersebut.&ikroprosessor adalah suatu unit
pemroses sentral yang memiliki kemampuan dalam perhitungan aritmatik 1penjumlahan,
penguranagn, perkalian, pembagian, perpangkatan, akar dan lain-lain2 dan logika 1A3D, -(,
3-T, 45--(, 45-3-(, perbandingan, mengambil keputusan dan lain-lain2 untuk mengolah
data dan mengendalikan peralatan yang berhubungan dengannya.&ikroprosessor
menyebabkan perubahan besar terhadap industri elektronika karena peralatan elektronik
bukan lagi hanya perangkat keras 1hard )are2, tetapi juga perangkat lunak 1so%t )are2
&ikroprosessor memiliki si%at yang sangat %leksibel karesa dapat diprogram dalam
pemakaiannya dalam berbagai bidang aplikasi suatu peralatan elektronik, selain itu
mikroprosessor juga memiliki beberapa keuntungan, yaitu!
&empermudah peranangan suatu sistem
&engurangi pemakaian komponen
+ebutuhan daya relati% lebih keil
&udah dirakit dan %leksibel
Dimensi peralatan menjadi lebih keil
/nterkoneksi ka)at berkurang sehinnga meningkatkan kehandalan sistem
#iaya relati% lebih ekonomis
+arena si%atnya yang %leksibel pemakaian mokroprosessor menjadi sangat luas dan
hampir tak terbatas. &ikroprosessor telah dipakai dalam berbagai bidang seperti dalam
bidang /n%ormatika 1,06,ersonal +omouter2, +omunukasi 1satelit,telepon2, /ndustri 1alat
kontrol mesin2, 7iburan, dan lain-lain.
B. MP.2' 3Mi+ro1rosessor Tr!iner2'4
&,8-" adalah alat teknik mikroprosessor dan pemrogramannya dengan menggunakan /0
mikroprosessor unit 1&,U2 9-:..+ita dapat membagi rangkaian &,8-" menjadi * blok
rangakaian, yang pertama adalah blok 0,U yang terdiri dari rangkaian lok sebagai
pembangkit isyarat lok, rangkaian reset yang membuat mikroprosessor menjadi reset ketika
tombol (ST ditekan, dan rangkaian break yang membuat 0,U melaksanakan rutin pelayanan
interupsi 3&/ 13on-&askalbel /nterrupt2 jika dilakaukan operasi langkah tunggal
#lok kedua adalah sistem /6- yang terdiri dari /0 /6- paralel ,,/ :';;, 9-:. ,/- dan 9-
:. 0T0, serta dekoder addres untuk /6-.#lok ketiga adalah sistem memori yang terdiri dari
(-&, (A& dan rangkaian dekoder addres untuk memori
C. MIKROPROSESSOR 526(
&ikroprosessor hip merupakan otak dari suatu sistem mikroprosessor. Unit pemroses
sentral 10,U2 9-:. merupakan sebuah mikroprosessor yang dibuat dalam serpih rangkaian
terpadu dalam kemasan D/, <. pin6kaki. 9-:. merupakan sebuah mikroprosessor hip
tunggal, didalamnya terdapat rangkaian lok generator, sistem ontroler dan mampu
melakuakn dynami memory re%resh seara otomatis
Didalam mikroprosessor 9-:. terbagi dalam tiga bagian utama yaitu!
(egister-register dalam 1storage registers2 0,U
Unit Aritmatik dan =ogika 1A=U2
(egister /nstruksi dan kendali 0,U
D. Ti"in$ CPU 526(
0,U 9:. memiliki * buah operasi dasar !
> &emori read6)rite
> /6- De?ies read6)rite
> /nterrupt
Suatu instruksi yang dimiliki 9:. sebenarnya hanyalah pengembangan dari ketiga operasi
dasar tersebut. Setiap opersi tersebut membutuhkan * sampai @ periode lok untuk dapat
menyelesaikan tugasnya, atau bias juga diperpanjang untuk mengupayakan sinkronisasi 0,U
dengan peralatan luar. Dalam opersi program, siklus mesin yang pertama dari setiap instruksi
adalah %eth yle 1pengambilan -p0ode untuk di deode /. siklus ini membutuhkan <
sampai @ siklus, terkeuali bila ontrol WATT diakti%kan. Siklus mesin berikutnya biasanya
adalah perpindahan data antara 0,Udengan memori atau peralatan /6-, meskipun ada pula
pada instruksi Ainstruksi tertentu yang siklus mesin berikutnya adalah -p0ode %eth lagi.
E. INTERUPT CPU 526(
/nterrupt adalah proses sisipan pelaksanaan suatu subroutine dalam suatu program, yang
tidak dilakukan seara perangkat lunak 1tidak disisipkan dalam bentuk instruksi di dalam
program2, tetapi dilakukan melalui perangkat keras dengan pengakti%an sinyal-sinyal
interrupt.
Dalam praktik, kegunaan dari suatu interrupt adalah untuk mengiBinkan suatu peralatan
peripheral /nput6-utput ,ort atau suatu system rangkaian yang terhubung ke system 0,U
yang utama untuk menunda operasi yang sedang dijalankan oleh 0,U se)aktu-)aktu pada
saat proses sedang berjalan, dengan maksud meminta atau memerintahkan 0,U untuk
mengeksekusi program-program rutin dari pheripheral-pheripheral tersebut sesuai dengan
?etorC dari interrupt yang telah dide%inisikan sebelumnya.
F. A,!t -!n Ko"1onen
!. A,!t
7.Ko"1onen
No. N!"! Ko"1onen Unit
8u",!9 s!tu!n
1 ,0# &etriD " ps
2 ,in header " D "" " pin
3 =ed ;mm ' ps
4 (esistor ''. E F ) ' ps
5 #lak 7ousing "., " ps
6 #lak 7ousing " , ' ps
7 #lak 7ousing ' , ' ps
8 #lak 7ousing * , ' ps
G. C!r! Ker8! A,!t -en$!n Site" Mi+ro1rosesor MP.2'
Sitem mikroprosesor &,8-" adalah merupakan sisem mikroprosesor dimana piranti-
pirantinya dirangkai dalam suatu unit terpadu dalam papan rangkaian teretak 1,0#2 dengan
komponen utama sebuah mikroprosesor 9-:.. &,8-" memiliki kon%igurasi unit-unit
No. N!"! A,!t Unit
". Adaptor "'G " ps
'. A?o &eter " ps
*. Solder H Timah "ps H " roll
<. +abel $umper ". m
;. Iergaji " ps
@. +omputer " unit
J. &,8 " " unit
:. 0on?eyor " unit
K. &otor " unit
".. =4D /ndikator : Unit
"". 8an 1+ipas2 " Unit
komponen, ini merupakan sebuah kon%igurasi standar dari mikroprosesor &,8-". kon%igurasi
&,8-" terdiri atas!
,engolah mikro 1mikroprosesor60,U2. $enis yang digunakan adalah Bilog-:.
,iranti memori yang terdiri dari (A& 1random aes memori2 dan (-& 1(ead only
memori2 yang memiliki : data dan "@ bit alamat.
,iranti masukan dan keluaran 1input6 output2 yang ber%ungsi sebagai peng-hubung
antara 0,U dengan piranti luar - jalur data 1data #us2, jalur alamat jalur data 1data
bus2 jalur alamat 1adress #us2 dan jalur kendali 1ontrol bus2.
Sebuah sistem standar mikroprosesor &,8-" seluruh proses pertunjukan alamat yang
akan memilih perngkat mana yang akan diakti%kan, dilakukan oleh mikroprosesor 9-:.
melalui jalur kendali. $alur alamat ber%ungsi memba)a alamat yang umumnya berasal dari
suatu register yang bernama program ounter atau alamat dari program sendiri. $alur data
ber%ungsi untuk memba)a data. &isalnya dari prosesor, dari memori, dan dari perangkat /6-
H. Proses Ker8! Automathic Dishwasher Machie
,ada pembuatan alat Automathic Dishwasher Machie, pertama kali motor
menyala untuk menjalankan kon?eyor, lalu kon?eyor berhenti dan =4D indikator menyala
sebagai tanda penyemprotan air. Setelah penyemprotan selesai sekian detik, motor bekerja
kembali sampai titik penempatan pengeringan sekian detik lalu kon?eyor berhenti kemudian
%an bekerja sebagai pengeringan piring sampai piring kering setelah itu kon?eyor kembali
bekerja sampai penurunan piring hingga akhir proses 1%inishing2 selanjutnya kembali pada
proses a)al hingga akhir.
"K.. "K." .@ .. =D #, .. 7 D4=AL
"K.' "K.* .4 .. =D 0,.. 7 =--,"
"K.< "K.; "@ .. =D D,.. 7 =--,'
"K.@ "K.J "4 .. =D 4,.. 7 =--,*
"K.: "D D40 4 =--,<
"K.K,"K.A,"K.# 0D .: "K $, 39, =--,< $ump ke
adress "K.:
"K.0 "; D40 D =--,;
"K.D,"K.4,"K.8 0D .0 "K $, 39, =--,; $ump ke
adress "K.0
"K". .D D40 0 =--,@
"K"","K"',"K"* 0D ". "K $, 39, =--,@ $ump ke
adress "K".
"K"< .; D40 # =--,J
"K";,"K"@,"K"J 0D .@ "K $, 39, =--,* $ump ke
adress "K.@
"K": .. 3-,
"K"K 0K (4T
Pro$r!" Siste" Mi:ro1rosesor
Me"or;
Lo:!tion
O78e:t
Co-e
Sour:e
Co-e
Co""ent
":.. ":." *4 -8 =D A, .8
/nisialisasi port A
sbg output
":.' ":.* D* :' -ut:',A +endalikan port A
":.< ":.; *4 :. =D A, :.
/si (eg A dengan
data :.
":.@ ":.J D* :. -ut:.,A ,ort A sbg data
":.:,":.K,":.A 0D .. "K 0A== D4=AL &emanggil delay
":.# ":.0 *4 @. =D A, @.
/si (eg A dengan
data @.
":.D ":.4 D* :. -ut:.,A ,ort A sbg data
":.8,":".,":"" 0D .. "K 0A== D4=AL &emanggil delay
":"' ":"* *4 ". =D A, ".
/si (eg A dengan
data ".
":"< ":"; D* :. -ut:.,A ,ort A sbg data
":"@,":"@,":"J 0D .. "K 0A== D4=AL &emanggil delay
":": ":"K *4 '. =D A, '.
/si (eg A dengan
data '.
":"# ":"0 D* :. -ut:.,A ,ort A sbg data
":"D,":"4,":"8 0D .. "K 0A== D4=AL &emanggil delay
":'. ":'" *4 .: =D A, .:
/si (eg A dengan
data .:
":'' ":'* D* :. -ut:.,A ,ort A sbg data
":'<,":';,":'@ 0D .. "K 0A== D4=AL &emanggil delay
":'J ":': *4 '. =D A, '.
/si (eg A dengan
data '.
":'K ":'A D* :. -ut:.,A ,ort A sbg data
":'#,":'0,":'D 0D .. "K 0A== D4=AL &emanggil delay
":'4 ":'8 *4 .< =D A, .<
/si (eg A dengan
data .<
":*. ":*" D* :. -ut:.,A ,ort A sbg data
":*',":**,":*< 0D .. "K 0A== D4=AL &emanggil delay
":*; ":*@ *4 .' =D A, .'
/si (eg A dengan
data .'
":*J ":*: D* :. -ut:.,A ,ort A sbg data
":*K,":*A,":;8 0D .. "K 0A== D4=AL &emanggil delay
":*0,":*D,":*4 =* .. ": $, ":.<
$ump ke Address
":<.
S+e"! R!n$+!i!n Siste" Mi:ro1rosessor
&
&
/0 ='K*D
%an
/0 ='K*D
0-3G4L-
(
BAB III
PENUTUP
<.' Kesi"1u,!n
,eman%aatan sistem mikroprosesor &,8-" yang komponen utamanya adalah
mikroprosesor 9-:. merupakan salah satu alternati% untuk dijadikan pengendali alat produksi.
Untuk mengendalikan alat produksi otomatis tersebut diperlukan rangkaian inter%ae yang
dirangkai dari komponen-komponen berupa kon?eyor, motor serta komponen pendukung
lainnya dan untuk mengakti%kan dari alat ini digunakan bahasa pemrograman bahasa
mahine.
Setelah pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bah)a, dengan adanya
mikroprosessor akan memudahkan dalam membuat suatu peralatan elektronik yang bisa
berjalan seara otomatis. 7al ini dikarenakan si%at mikroprosesor yang didalamnya terdapat
komponen elektronik yang sudah terintegrasi. Sehingga pengguna hanya membuat suatu
program dan mikroprosesor yang akan menjalankannya. Tidak seperti menggunakan
komponen /0 TT= yang harus dirangkai dengan menggabungkan beberapa /0, sehingga hal
ini dirasa tidak e%isien dibandingkan dengan menggunakan mikroprosessor.
DA.TAR PUSTAKA
/nstrution &anual. 4D =aboratory.=o)enberg, 0 4d)in. "KK;. (angkaian 4lektronik.
$akarta! 4rlangga.
Tokhem, (oger =. "KK.. 4lektronika Digital. $akarta! 4rlangga.Luliatmojo, ,itoyo dan
&uhammad Lusro. '..K. &odul ,raktikum Sistem &ikroprosesor. $akarta! 8akultas Teknik
U3$.