Anda di halaman 1dari 2

BAB III

PEMBAHASAN
A. METODE
B. HASIL

Dari Tabel 1. Penelitian-penelitian Pengaruh Coklat Terhadap Kardiovaskuler dapat
dijelaskan bahwa jenis penelitian yang diambil adalah Retrospektif, Randomized Controlled Trial
(RCT), dan Meta-Analisis.
Jenis penelitian Retrospektif (Alonso dkk), menggunakan 5580 sampel dengan metode
wawancara makanan sehari-hari menunjukkan bahwa coklat tidak berpengaruh terhadap
tekanan darah.
Terdapat enam buah yang menggunakan jenis penilitian Randomized Controlled Trial
(RCT). RCT pertama (Taubert dkk), menggunakan 13 sampel selama 14 hari dengan
mengkonsumsi 100 g coklat hitam dan 90 g coklat putih menunjukkan bahwa coklat dapat
menurunkan tekanan darah. RCT kedua (Engler dkk), menggunakan 21 sampel selama 2 Minggu
dengan mengkonsumsi coklat hitam tinggi flavonoid dan tanpa flavonoid menunjukkan bahwa
coklat dapat meningkatkan fungsi endotel. RCT ketiga (Faridi dkk), menggunakan 45 sampel
dengan mengkonsumsi 22 g bubuk kakao dan placebo bebas kakao menunjukkan bahwa coklat
dapat meningkatkan fungsi endotel dan menurunkan tekanan darah. RCT keempat (Crews dkk),
menggunakan 101 sampel selama 6 minggu dengan mengkonsumsi 37 g coklat hitam + 8 ons
kakao manis dan placebo menunjukkan bahwa coklat tidak ada efek kardiovaskuler dan dapat
meningkatkan denyut nadi. RCT kelima (Grassi dkk), menggunakan 19 sampel selama 15 hari
dengan mengkonsumsi 100 g coklat hitam tinggi flavanol dan 100 g coklat putih tanpa flavanol
menunjukkan bahwa coklat dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan fungsi endotel,
dan menurunkan kolesterol total dan LDL. Dan RCT keenam (Al-Faris dkk), menggunakan 89
sampel selama 15 hari dengan mengkonsumsi 100 g coklat hitam dan 90 g coklat putih
menunjukkan bahwa coklat dapat menurunkan tekanan darah dan tidak ada efek profil lemak.
Terdapat dua buah yang menggunakan jenis penelitian Meta-analisis. Meta-analisis
pertama (Ding dkk), menggunakan 7 penelitian. Sedangkan Meta-analisis kedua (Hooper dkk),
menggunakan 11 penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coklat dapat menurunkan
mortalitas penyakit jantung koroner, meningkatkan FMD pada pemberian akut dan kronis,
menurunkan tekanan darah dan berpengaruh terhadap profil kolesterol.
C. DISKUSI
1. Efek Terhadap Fungsi Endotel
Pada hasil penelitian RCT kedua (Engler dkk) menunjukkan bahwa terdapat
peningkatkan fungsi endotel setelah mengkonsumsi coklat hitam tinggi flavonoid
dibandingkan mengonsumsi coklat tanpa flavonoid. RCT ketiga (Faridi dkk) menunjukkan
bahwa terdapat peningkatkan fungsi endotel setelah mengkonsumsi bubuk kakao (bubuk
kakao mengandung flavonoid) dibandingkan mengkonsumsi placebo tanpa kakao. RCT
kelima (Grassi dkk) menunjukkan bahwa terdapat peningkatkan fungsi endotel setelah
mengkonsumsi coklat hitam tinggi flavonoid dibandingkan mengkonsumsi coklat putih tanpa
flavonoid.
Pada hasil penelitian Meta-analisis kedua (Hopper dkk) juga menunjukkan bahwa coklat
meningkatkan Flow Mediated Dilation (FMD).FMD adalah ukuran yang biasa dipakai untuk
mengukur fungsi endotel.
Berdasarkan hasil penelitian-penelitian tersebut, terdapat hasil konsisten bahwa coklat
(coklat hitam tinggi flavonoid) dapat meningkatkan fungsi endotel.
2.