Anda di halaman 1dari 12

REFERAT FARMASI

INFLUENZA
OLEH :
ANNISA BUDIASTUTI
G99131017
KEPANITERAAN KLINIK LAB/SMF ILMU FARMASI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNS / RSUD Dr. MOEWARDI
SURAKARTA
201
0
BAB I
TIN!AUAN PUSTAKA
1.1. DEFINISI
Influenza atau yang lebih dikenal dengan sebutan flu, adalah infeksi virus
yang menimbulkan gejala terutama menggingil, demam, nyeri tenggorokan,
nyeri otot, nyeri kepala berat, batuk, lemah lesu, dan rasa tidak nyaman secara
umum.
Influenza merupakan penyakit menular yang dapat ditularkan dari orang
yang terinfeksi lewat batuk atau bersin yang akan menimbulkan aerosol yang
mengandung virus. Seseorang dapat menularkan influenza sejak 1 hari
sebelum muncul tanda dan gejala hingga hari setelahnya. Influenza juga
dapat ditularkan melalui kontak dengan feses unggas atau permukaan yang
telah terkontaminasi.
1.2. ETIOLOGI
Influenza disebabkan oleh orthomy!ovirus golongan "#$. %irus influenza
memiliki & tipe, yaitu tipe $, ', dan (. )ipe $ menyebabkan pandemi flu
yang mematikan dan menyerang setiap 10 sampai *0 tahun. )ermasuk dalam
jenis ini adalah flu burung dan flu babi. )ipe ini merupakan tipe yang paling
virulen. )ipe ' dapat menyebabkan pandemi dalam skala yang lebih kecil.
)ipe $ dan )ipe ' dapat menyebabkan sirkulasi flu setiap musim dingin. )ipe
( tidak berkaitan depan epidemi yang luas karena sifatnya yang cukup stabil.
1.3. PATOGENESIS "#$ PATOFISIOLOGIS
%irus influenza $, ' dan ( masing+masing dengan banyak sifat mutagenik
yang mana virus tersebut dihirup lewat droplet mukus yang terarolisis dari
orang+orang yang terinfeksi. %irus ini menumpuk dan menembus permukaan
mukosa sel pada saluran napas bagian atas, menghasilkan sel lisis dan
kerusakan epithelium silia. #euramidase mengurangi sifat kental mukosa
sehingga memudahkan penyebaran eksudat yang mengandung virus pada
saluran napas bagian bawah. ,i suatu peradangan dan nekrosis bronchiolar
1
dan epithelium alveolar mengisi alveoli dan eksudat yang berisi leukosit,
erithrosit dan membran hyaline. -al ini sulit untuk mengontrol influenza
sebab permukaan sel antigen virus memiliki kemampuan untuk berubah.
Imunitas terhadap virus influenza $ dimediasi oleh tipe spesifik
immunoglobin $ .lg $/ dalam sekresi nasal. Sirkulasi lg 0 juga secara efektif
untuk menetralkan virus. Stimulus lg 0 adalah dasar imunisasi dengan vaksin
influenza $ yang tidak aktif.
Setelah nekrosis dan des1uamasi terjadi regenerasi epithelium secara
perlahan mulai setelah sakit hari kelima. "egenerasi mencapai suatu keadaan
maksimum dalam 2 sampai 13 hari, pada saat produksi mukus dan silia mulai
tampak. Sebelum regenerasi lengkap epithelium cenderung rentan terhadap
invasi bakterial sekunder yang berakibat pada pneumonia bakterial yang
disebabkan oleh Staphiloccocus $ureus.
4enyakit pada umumnya sembuh sendiri. 0ejala akut biasanya 5 sampai
hari diikuti oleh periode penyembuhan kira+kira seminggu. 4enyakit ini
penting karena sifatnya epidemik dan pandemik dan karena angka kematian
tinggi dengan infeksi sekunder. "esiko tinggi pada orang tua dan orang yang
berpenyakit kronik.
1.. GE!ALA KLINIS
Influenza ditandai dengan demam tinggi mendadak, batuk .biasanya
kering/, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, perasaan lemas dan tidak enak
badan, nyeri tenggorokan, dan pilek. 'atuk dapat menjadi parah dan
berlangsung 5 minggu atau lebih. 6ebanyakan orang sembuh dari demam
dan gejala lainnya dalam 1 minggu tanpa pengobatan medis. $kan tetapi
influenza dapat menyebabkan penyakit yang serius atau bahkan kematian
pada orang yang berisiko tinggi. "isiko komplikasi tertinggi terjadi pada
anak di bawah 5 tahun, orang dewasa di atas 73 tahun, ibu hamilm dan
orang dengan penyakit tertentu seperti penyakit jantung kronis, 4486,
gagal ginjal kronis, kelainan darah dan metabolisme .termasuk diabetes/,
dan kondisi imunodefisiensi .-I%9$I,S, pasca transplantasi organ, dan
lain+lain/.
5
1.%. KOMPLIKASI
:ntuk anak+anak dan orang dewasa, influenza adalah penyakit yang bisa
sembuh sendiri dalam satu minggu. #amun untuk orang yang tidak sehat atau
daya tahannya menurun, influenza bisa berakibat fatal.
)anda+tanda yang disebutkan di atas bisa menjadi sangat parah, dan
mungkin terjadi komplikasi seperti pneumonia, sinusitis, dan radang dalam
telinga. 6ebanyakan komplikasinya adalah infeksi kuman karena daya tahan
tubuh menjadi menurun untuk melawan kuman+kuman yang masuk.
1.&. MANA!EMEN TERAPI
4reventif
)indakan pencegahan yang paling efektif adalah dengan vaksinasi. 4ada
orang dewasa yang sehat, pemberian vaksin dapat mencegah timbulnya
penyakit. 4ada lansia, vaksinasi memang tidak dapat memberikan
kekebalan yang efektif, akan tetapi dapat mencegah perkembangan
keparahan penyakit, komplikasi, dan kematian.
%aksinasi dianjurkan bagi orang yang memiliki risiko tinggi tertular
penyakit dan mengalami komplikasi serius bisa terinfeksi, seperti ibu
hamil, anak+anak, lansia, orang dengan penyakit imunodefisiensi, dan
tenaga kesehatan.
#on ;edikamentosa
8rang yang menderita flu disarankan untuk banyak beristirahat, meminum
banyak cairan, menghindari penggunaan alkohol dan rokok.
6ausatif
8bat antiviral dapat diberikan pada kasus yang berat untuk mencegah
komplikasi dan kematian. $kan tetapi resistensi terhadap antivirus
sangatlah tinggi. Idealnya obat ini diberikan dalam *< jam setelah
munculnya gejala. )erdapat dua golongan obat antivirus, yaitu=
' $damantanes .amantadine dan rimantadine/
' Inhibitor #euraminidase .oseltamivir, zanamivir, peramivir, dan
laninamuvir/
&
$ntibiotik dapat diberikan bila terdapat infeksi sekunder misalnya pada
pneumonia bakterialis.
Simptomatik
4engobatan simptomatik diberikan bila timbul gejala, seperti demam,
hidung tersumbat, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, nyeri otot dan
sendi.
*
BAB II
SIMULASI KASUS
1.1. ANAMNESIS
A. I"($)*)#+ P#+*($
#ama = )n. $
:mur = &0 )ahun
>enis 6elamin = laki+laki
$gama = Islam
$lamat = >ebres
4ekerjaan = 4edagang
Status pernikahan = ;enikah
B. K(,-.#$ U)#/# = ,emam
0. R*1#2#) P($2#3*) S(3#r#$4
,emam dirasakan sejak & hari yang lalu. ,emam timbul
mendadak disertai sakit kepala. ,emam menetap, tidak hilang timbul.
4asien sudah membeli obat penurun panas tetapi keluhan belum
hilang. 4asien juga merasa menggigil. Sakit kepala terasa cekot+cekot.
#afsu makan menurun. Saat ini pasien juga merasakan pilek, bersin+
bersin, dan batuk. 'atuk tidak berdahak. 4asien merasa badan lemas
dan malas beraktivitas.
D. R*1#2#) P($2#3*) D#.-,-
"iwayat -ipertensi = ,isangkal
"iwayat ,; = ,isangkal
"iwayat trauma = ,isangkal
"iwayat kejang = ,isangkal
"iwayat alergi = ,isangkal
E. R*1#2#) P($2#3*) K(,-#r4#
"iwayat -ipertensi = ,isangkal
"iwayat ,; = ,isangkal
"iwayat trauma = ,isangkal
"iwayat kejang = ,isangkal
3
"iwayat alergi = ,isangkal
F. "iwayat 6ebiasaan dan 0izi
"iwayat merokok = .?/ 1 bungkus tiap hari
"iawayat minum alkohol = disangkal
G. "iwayat Sosial @konomi
4asien sehari+hari merupakan pedagang makanan keliling
1.2. PEMERIKSAAN FISIK
4emeriksaan fisik yang dilakukan
A. K(#"##$ U/-/
6eadaan umum sedang, 0(S @
*
%
3
;
7
, gizi kesan cukup
B. T#$"# 5*)#,
), = 1509<0 mm-g
# = << !9A
"" = 50 !9A
) = &2
0
(
0. K-,*)
Barna sawo matang, luka .+/, ikterik .+/, petechiae .+/
D. K(6#,#
'entuk mesocephal, luka .+/
E. M#)#
(onjunctiva pucat .+/, sklera ikterik .+/, reflek cahaya langsung dantak
langsung .?9?/, pupil isokor .&mm9&mm/
F. T(,*$4#
'entuk normal, darah .+/
G. H*"-$4
'entuk normal,nafas cuping hidung .+/, darah.+/, sekret .?/ jernih
H. M-,-)
Sianosis .+/, bibir kering .+/, mukosa pucat .+/
I. L(.(r
4ulsasi arteri carotis tidak tampak, simetris, trakea ditengah
!. T($447r73#$
7
)onsil membesar .+/, hiperemi faring.?/
K. T.7r#3
"etraksi .+/, nafas tipe torakoabdominal, ginekomasti .+/
L. !#$)-$4
Inspeksi = ictus cordis tidak tampak
4alpasi = ictus cordis tidak kuat angkat
4erkusi = konfigurasi jantung tidak melebar
$uskulasi = 'unyi jantung I+II intensitas normal, bising .+/
M. P#r-
Inspeksi = 4engembangan dada kanan dan kiri simetris
4alpasi = Cremitus kanan Dkiri
4erkusi = sonor9sonor
$uskultasi = suara dasar vesikuler .?9?/, suara tambahan .+/
N. A8"7/($
Inspeksi = dinding perut
$uskultasi = bising usus normal
4erkusi = timpani, pekak beralih .+/
4alpasi = nyeri tekan abdomen .+/
O. E3+)r(/*)#+
@dema akral dingin
+ +
+ +
1.3. DIAGNOSIS
Influenza non spesifik
1.. TU!UAN PENGOBATAN
4engobatan 6ausatif =
4ada kasus ini belum diperlukan pengobatan kausatif berupa
antivirus maupun antibiotik.

+ +
+ +
4engobatan Simptomatik =
;enurunkan demam
;engurangi nyeri akibat sakit kepala.
;engurangi keluhan hidung tersumbat
;engurangi keluhan nyeri tenggorokan dan memperbaiki nafsu
makan
;engurangi batuk
4emberian multivitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh.
1.%. PENATALAKSANAAN
)erapi medikamentosa
R(+(6=
"9 Cicolsin cap #o E
S & dd cap I
"9 'ecefort tab #o. %
S 1 dd tab I
4ro= )n. $ .&0 tahun/
<
BAB III
PEMBAHASAN
#. F*97,+*$
Setiap kapsul CicolsinF mengandung 4aracetamol 300 mg,
dekstrometorfan -'r 10 mg, klorfeniramin maleat 1 mg, pseudoefedrin
-(l &0 mg.
1/ 4aracetamol
4aracetamol adalah derivat p+aminofenol yang mempunyai
sifatantipiretik9analgesik. Sifat antipiretik disebabkan oleh gugus
aminobenzen dan mekanismenya diduga berdasarkan efek sentral.
Sifat analgesik parasetamol dapat menghilangkan rasa nyeri ringan
sampai sedang. Sifat anti inflamasinya sangat lemah sehingga tidak
digunakan sebagai antirematik.
Indikasi= Sebagai antipiretik 9 analgesik, termasuk bagi pasien yang
tidak tahan asetosal. Sebagai analgesik, misalnya untuk
mengurangi rasa nyeri pada sakit kepala, sakit gigi, sakit waktu
haid dan sakit pada otot.menurunkan demam pada influenza dan
setelah vaksinasi.
6ontraindikasi= -ipersensitif terhadap parasetamol dan defisiensi
glokose+7+fosfat dehidroganase. )idak boleh digunakan pada
penderita dengan gangguan fungsi hati.
5/ ,ekstrometorfan -'r
,ekstrometorfan adalah obat yang secara kimiawi mirip dengan
kodein dan bertindak pada otak untuk menekan batuk, namun tidak
memiliki sifat menghilangkan rasa sakit dan adiktif seperti kodein
Indikasi= 'atuk tidak berdahak
6ontraindikasi= -ipersensitif terhadap dekstromethrofan. )idak
boleh diberikan bersama dengan monoamine o!idase inhibitors
.;$8I/.
2
&/ 6lorfeniramin maleat
6lorfeniramin maleat adalah turunan alkilamin yang merupakan
antihistamin dengan indeks terapetik .batas keamanan/ cukup besar
dengan efek samping dan toksisitas yang relatif rendah.
6lorfeniramin maleat merupakan obat golongan antihistamin
penghambat reseptor -1 .$-1/. ;ekanisme kerja klorfeniramin
maleat adalah sebagai antagonis reseptor -1, klorfeniramin maleat
akan menghambat efek histamin pada pembuluh darah, bronkus
dan bermacam+macam otot polosG selain itu klorfeniramin maleat
dapat merangsang maupun menghambat susunan saraf pusat
Indikasi= ;enghentikan bersin+bersin dan hidung berair karena flu
6ontraindikasi= -ipersensitif terhadap klorfeniramin maleat atau
komponen lain dalam formulasiG glukoma sudut sempitG gejala
hipertrofi prostatG sewaktu terjadi serangan asma akutG ulkus
peptikG obstruksi pyloroduodenal. -indari penggunaan pada bayi
prematur atau baru lahir karena kemungkinan mengalami SI,S
*/ 4seudoefedrin -(l
;erupakan dekongestan yaitu agen simpatomimetik yang bekerja
pada reseptor adrenergik dalam mukosa nasal yang menyebabkan
pembuluh darah mengecil .vasokonstriksi/, selain itu juga dapat
mengurangi pembengkakan mukosa hidung dan melegakan
pernapasan.
Indikasi= ;enghilangkan selesma dan alergi .bersin+bersin dan
hidung tersumbat karena pilek/.
6ontraindikasi= -ipersensitif terhadap komponen obat ini. 4eka
terhadap obat simpatomimetik lain, hipertensi berat, bersamaan
dengan terapi yang menggunakan obat+obat penghambat mono
amin oksidase .;$8I/
8. B(9(r:7r)
'erisi vitamin ' plek, vitamin ( 300mg, dan %itamin @ yang dapat
meningkatkan pertahanan tubuh.
10
DAFTAR PUSTAKA
(,(. 501*. Influenza .Clu/ %iruses. http=99www.cdc.gov9flu9about9viruses9
diakses tanggal & >uli 501*
;ayo (linic. 501*. Influenza .Clu/. http=99www.mayoclinic.org9diseases+
conditions9flu9basics9definition9con+500&3101 diakses tanggal 5 >uli 501*
B-8. 501*. Influenza .Seasonal/.
http=99www.who.int9mediacentre9factsheets9fs5119en9 diakses tanggal 5 >uli
501*
B-8. 501*. Influenza http=99www.who.int9topics9influenza9en9 diakses tanggal 5
>uli 501*
11