Anda di halaman 1dari 135

MENGAMBIL CONTOH

BAHAN PADATAN, CAIRAN


DAN
SEMIPADAT























BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN
MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2003



MENGAMBIL
CONTOH
BAHAN PADATAN,
CAIRAN
DAN
SEMIPADAT














Penyusun:
!"#y$n$

E%#&$':
I'( H( S$es!'s$n$ #)!n%#, MS*(


BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN
KURIKULUM
DIREKTORAT PENDIDIKAN
MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN
DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN
NASIONAL
2003



KATA PENGANTAR


Salah satu tantangan pendidikan, termasuk pendidikan menengah
kejuruan adalah bagaimana membuat pendidikan itu, terutama tamatannya
selalu mutahir sesuai dengan perkembangan dan tuntutan dunia kerja.
Menghadapi tantangan untuk selalu menyesuaikan pendidikan dengan dunia
kerja itu telah ditanggapi oleh Depertemen Pendidikan Nasional, khususnya
Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan (Dit Dikmenjur), Direktorat Jendral
Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) melalui berbagai kebijakan
dan kegiatan termasuk upaya standarisasi kompetensi proesi dan
memutakhirkan kurikulum Pendidikan Menengah Kejuruan (SMK) berdasarkan
pada kompetensi (!ompeten"y#based !urri"ulum).
Kurikulum berdasarkan kompetensi yang dikembangkan juga didasarkan
pada pertimbangan aktor sosial ekonomi bangsa, sehingga berisat lu$es multi
entry dan multy exit. Kurikulum yang demikian itu memungkinkan peserta
didik bukan hanya dapat masuk dan keluar saat# tertentu, tetapi juga setiap
saat keluar telah memiliki satu atau lebih keterampilan untuk hidup (lie
skills). Salah satu sarana penting yang mutlak diperlukan untuk mencapai
tujuan pendidikan tersebut adalah ketersediaan bahan ajar berupa modul
untuk proses belajar dan berlatih.
Melalui bantuan Pemerintah Jerman melalui %&% dan pinjaman 'D( pada
tahun )**+ antara lain untuk (idang Pertanian telah dibuat tambahan )* modul
(idang Keahlian (udidaya %kan, ,- modul (idang Keahlian (udidaya .ernak dan
,/ modul (idang Keahlian .0P ('groindustri). Diharapkan agar bah an ajar
modul tersebut dapat dimanaatkan oleh sis$a dan guru SMK, sehingga
memberikan kontribusi pada upaya peningkatan mutu SMK Pertanian.

Jakarta,
Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan



( )
i

DA+TAR ISI
0alaman
KATA PENGANTAR i
D'1.'2 %S% .. ii
P3.' K345MP5K D'N S6( K345MP5K K5MP3.3NS%
... i7
S3N'2'% 8.. i9
I PENDAHULUAN ,
A Des-'#.s# /(( ,
B P'!sy!'!& /((////(///(( 2
C Pe&un)u- Pen""un!!n M$%u0 / 2
, Pe&un)u- B!"# S#s1! /((////( 2
2 Pe&un)u- B!"# Gu'u /(////(( 3
D Tu)u!n A-2#' ((/ 3
E K$3.e&ens# (( 4
+ U)# Ke3!3.u!n M!n%#'# /(//( 5
II PEMBELAJARAN /(( 6
A Ren*!n! Ke"#!&!n Be0!)!' S#s1! /(( 6
B Ke"#!&!n Be0!)!' ,0
, Ke"#!&!n Be0!)!' , Men"!37#0 C$n&$2 Bu&#'!n Cu'!2
,0
a .ujuan Kegiatan Pembelajaran ,. ,*
b. 6raian Materi ,. .. ,*
" 2angkuman Materi ,. )*
d .ugas ,. Mengambil !ontoh (ahan (utiran "urah 8..
))
e .est 1ormati ,. 8 )+
Kun"i Ja$aban .est 1ormati ,. .. ):
g 4angkah Kerja ,. Mengambil !ontoh dalam (netuk Padatan
!urah dalam &udang Penyimpanan8.. 88.. 88 );
h Prosedur 5perasional Standard ( S5P ) 8. +,
,) S5P Mengidentiikasi Populasi (ahan (utiran !urah 8
+,
2 Ke"#!&!n Be0!)!' 2( Men"!37#0 C$n&$2 P!%!&!n
Te'-e3!s 38
a .ujuan Kegiatan Pembelajaran ). 8... +;
b 6raian Materi ). ... +;
" 2angkuman Materi ). .. +<
d .ugas ). Mengambil !ontoh Padatan .erkemas ..
:*
e .est 1ormati ). 8. :,
Kun"i Ja$aban .est 1ormati ). 8 :)
g 4angkah Kerja ). Mengambil !ontoh (ahan Padatan
.erkemas :+
2( S&!n%!' O.e'!&#$n!0 P'$*e%u'e /(( 45

3 Ke"#!&!n Be0!)!' 3( Men"!37#0 C$n&$2 C!#'!n %!n Se3#
P!%!& ((( 8,
' .ujuan Kegiatan Pembelajaran +. . ;,
( 6raian Materi +. 8 ;,
! 2angkuman Materi +. ... ;;
D .ugas +. Mengambil !ontoh !airan dalam .angki
Kendaraan 8 ;=
3 .est 1ormati +. ;-
Kun"i Ja$aban .est 1ormati +. ;/
ii
g 4angkah Kerja +. Mengambil !ontoh !airan Dalam
.angki 8 ;<
h S5P Pengambilan !ontoh !airan dan semi Padat =:
C E9!0u!s# Pe37e0!)!'!n :0
, 37aluasi Peragaan -*
) 37aluasi 4isan -,
+ 37aluasi .ertulis -,
: 37aluasi Dokumen -)

III PENUTUP :3
A Re-$3en%!s# :3
B Se'&#;#-!s# :3
DA+TAR PUSTAKA :8

iii
PETA KELOMPOK DAN SUB
KELOMPOK KOMPETENSI
BIDANG KEAHLIAN THP
<AGROINDUSTRI=
KELOMPOK SUB KELOMPOK

UMUM UMUM ,


6M6M )


Keamanan Pangan
INTI

%dentiikasi



Penanga nan


Pengeringan


Pen"ampuran



Pengemasan


Penyimpanan



Penge"ilan 6kuran


3kstraksi


Penga$etan



Proses .ermal



Distilasi


1ermentasi



(isnis Mandiri



Satu > 4ebih Sub Kelompok
PILIHAN
i7

JUDUL UNIT STANDAR
KOMPETENSI
BIDANG KEAHLIAN: THP <A"'$#n%us&'#=
NO KODE INDONESIA JUDUL UNIT STANDAR
KOMPETENSI
'&%&3N K5MP3.3NS% 6M6M
, '&%&3N!5M **,.' Mengkomunikasikan %normasi .empat
Kerja
) '&%&3NM. **).' Menggunakan Konsep Matematis Dasar
+ '&%&3N%D'& **+.' Mengidentiikasi (ahan > Komoditas
Pertanian
: '&%&3N%D3? **:.' Mengidentiikasi Peralatan Digunakan
; '&%&3N(S **;.' Mengumpulkan Data>%normasi 0arga (ahan
= '&%&3N&MP **=.' Mengikuti Prosedur Kerja Menjaga Praktik
Pengolahan yang (aik (&MP)
- '&%&3N50S **-.' Mengikuti Prosedur Menjaga Kesehatan dan
Keselamatan (Kerja) K+
/ '&%&3NMP **/.' Mengikuti Pemeriksa dan Pemilahan
(ahan>Produk
< '&%&3N?! **<.' Mengikuti Prosedur Kerja Menjaga Mutu
,* '&%&3N?! *,*.' Menerapkan Sistem dan Prosedur Mutu
,, '&%&3N%P *,,.' Membersihkan Peralatan di .empat
,) '&%&3NS' *,).' Membersihkan dan Sanitasi Peralatan
,+ '&%&3N&MP *,+.' Mengimplementasikan Prosedur Praktik
(erproduksi
yang (aik (&MP)
,: '&%&3N50S *,:.' Menerapkan Sistem dan Prosedur
Keselamatan dan
Kesehatan (K+)
,; '&%&3N50S *,;.' Memantau Penerapan Kebijakan dan
Prosedur K+

'&%!52 K5MP3.3NS% %N.%
'&%!521S Kompetensi %nti untuk keamanan Pangan
,= '&%!521S *,=.' Mengikuti Prosedur Kerja Menjaga Keamanan
Pangan
,- '&%!521S *,-.' Menerapkan Program dan Prosedur Keamanan
Pangan


'&%!52%D Kompetensi %nti untuk %dentiikasi
,/ '&%!52%D14 *,/.' Mengidentiikasi (ahan>Komoditas !urai
,< '&%!52%DN1 *,<.' Mengidentiikasi (ahan>Komoditas
Non"urai
)* '&%!52%D@& *)*.' Mengidentiikasi (ahan>Komoditas
Sayuran Segar
), '&%!52%D1A *),.' Mengidentiikasi (ahan>Komoditas (unga
Segar
)) '&%!52%D12 *)).' Mengidentiikasi (ahan>Komoditas (uah
#buahan
Segar
)+ '&%!52%D'N *)+.' Mengidentiikasi (ahan>Komoditas 0asil
.ernak
): '&%!52%D1S *):.' Mengidentiikasi (ahan>Komoditas %kan
); '&%!52%D(B *);.' Mengidentiikasi (ahan>Komoditas 0asil
Samping

'&%!520D Kompetensi %nti untuk Penanganan
)= '&%!520DMN *)=.' Melaksanakan .ugas Penanganan se"ara
Manual
)- '&%!520D2M *)-.' Memproses '$al (Pre#pro"ess) (ahan
Mentah
7
NO KODE INDONESIA JUDUL UNIT STANDAR
KOMPETENSI
)/ '&%!520D02 *)/.' Menerima dan Mempersiapkan (ahan
)< '&%!520D0! *)<.' Memilah dan Membersihkan
+* '&%!520D0P *+*.' Menangani dan Menumpuk>Menimbun
(ahan
+, '&%!520D0S *+,.' Mengemas dan Menyimpan (ahan

'&%!52D2 Kompetensi %nti untuk Pengeringan
+) '&%!52D2D5 *+).' Mengoperasikan Proses Pengeringan
++ '&%!52D2DN *++.' Mengoperasikan Pengeringan 'lami
+: '&%!52D2D' *+:.' Mengoperasikan Pengeringan (uatan
+; '&%!52D2D3 *+;.' Mengoperasikan Proses 37aporasi
+= '&%!52D2D! *+=.' Mengoperasikan Pengeringan Modiikasi
6dara
+- '&%!52D21D *+-.' Mengoperasikan Pengeringan (eku

'&%!52MC Kompetensi %nti untuk Pen"ampuran
+/ '&%!52MCM( *+/.' Mempersiapkan !ampuran Dasar
+< '&%!52MCMA *+<.' Men"ampur (ahan (asah>Semi (asah
:* '&%!52MCM( *:*.' Men"ampur (ahan Kering
:, '&%!52MCMM *:,.' Memilih (ahan, !ara dan Peralatan
Pen"ampuran

'&%!52PK Kompetensi %nti untuk Pengemasan
:) '&%!52PKPN *:).' Mengidentiikasi (ahan Kemasan 'lami
:+ '&%!52PKP' *:+.' Mengidentiikasi (ahan Kemasan (uatan
:: '&%!52PKPM *::.' Memilih !ara, (ahan Kemasan dan 'lat
Pengemasan
Manual
:; '&%!52PKPM *:;.' Mengemas Se"ara Manual
:= '&%!52PKP5 *:=.' Mengoperasikan Proses Pengemasan
:- '&%!52PKP! *:-.' Menerapkan Prinsip Pengemasan
Komoditas
Pertanian
:/ '&%!52PKP3 *:/.' Memilih !ara, (ahan Kemasan dan 'lat
Pengemasan
Masinal
:< '&%!52PKPS *:<.' Mengoperasikan Proses Pada Sistem
Pengemasan
;* '&%!52PK&D *;*.' Membuat Desain &rais Kemasan

'&%!52S. Kompetensi %nti untuk Penyimpanan
;, '&%!52S.S5 *;,.' Mengoperasikan Proses Penyimpanan
;) '&%!52S.SP *;).' Menentukan !ara dan Peralatan Perlakuan
Prapenyimpanan Dingin
;+ '&%!52S.SD *;+.' Mengidentiikasi dan Memantau Serangan
2odenta
&udang
;: '&%!52S.SD *;:.' Mengendalikan 0ama .ikus>2odenta
&udang
;; '&%!52S.S% *;;.' Mengidentiikasi dan Memantau Serangan
Serangga>.ungau &udang
7i
NO KODE INDONESIA JUDUL UNIT STANDAR
KOMPETENSI
;= '&%!52S.S1 *;=.' Mengidentiikasi !enda$an dan
Serangannya pada
Komoditas> Produk
;- '&%!52S.SN *;-.' Menentukan !ara dan Peralatan
Penyimpanan 'lami

'&%!52D2 Kompetensi %nti untuk Penge"ilan 6kuran
;/ '&%!52D2D! *;/.' Melakukan Proses Pemotongan
;< '&%!52D2D4 *;<.' Melakukan Proses Pengirisan
=* '&%!52D2D5 *=*.' Melakukan Proses Pen"a"ahan
=, '&%!52D2DS *=,.' Melakukan Proses Pemarutan
=) '&%!52D2DM *=).' Melakukan Proses Penggilingan
=+ '&%!52D2D& *=+.' Mengoperasikan Proses &rinding

'&%!523C Kompetensi %nti untuk 3kstraksi
=: '&%!523CS4 *=:.' Melakukan Proses 3kstraksi Padat#!air
=; '&%!523C44 *=;.' Melakukan Proses 3kstraksi !air#!air

'&%!52D. Kompetensi %nti untuk Distilasi
== '&%!52D.DA *==.' Melakukan Distilasi (iasa
=- '&%!52D.AD *=-.' Melakukan Distilasi 6ap
=/ '&%!52D.@D *=/.' Melakukan Distilasi .ekanan 2endah


'&%!521. Kompetensi %nti untuk 1ermentasi
=< '&%!521.15 *=<.' Mengoperasikan Proses 1ermentasi
-* '&%!521.%D *-*.' Mengidentiikasi (ahan, !ara dan
Peralatan
1ermentasi
-, '&%!521.S1 *-,.' Mengoperasikan Proses 1ermenta si pada
Media
Padat
-) '&%!521.41 *-).' Mengoperasikan Proses 1ermentasi pada
Media !air

'&%!52(S Kompetensi %nti untuk (isnis Mandiri
-+ '&%!52(S(% *-+.' Mengumpulkan (erbagai Data> %normasi
(isnis
-: '&%!52(S(5 *-:.' Menge7aluasi Diri dan Menentukan Jenis
(isnis akan
Digarap
-; '&%!52(SSM *-;.' Mengadakan>Membeli Stok (ahan (aku
dan (ahan
4ain
-= '&%!52(SPD *-=.' Mengoperasikan Proses Produksi
-- '&%!52(S(P *--.' Mengemas dan Menyiapkan Produk untuk
Dipasarkan
-/ '&%!52(S(D *-/.' Menyiapkan (erbagai Dokumen untuk
4aporan (isnis
-< '&%!52(S(3 *-<.' Menyiapkan Dokumen untuk 37aluasi
(isnis

'&%5P. K5MP3.3NS% P%4%0'N
/* '&%5P.1.P( */*.' (erpartisipasi se"ara 3ekti di Pabrik
2erotian
/, '&%5P.1PMC */,.' Melakukan Proses Pen"ampuran (ahan
'donan
7ii
NO KODE INDONESIA JUDUL UNIT STANDAR
KOMPETENSI
/) '&%5P.1.D& */).' Mengoperasikan Proses Pembentukan
'donan
/+ '&%5P.1.1P */+.' Melakukan Proses Pengembangan 'khir
dan
Pemanggangan 2oti
/: '&%5P.1.(K */:.' Melakukan Proses Produksi 2oti
/; '&%5P.3CS4 */;.' Melakukan Proses Produksi Pati
/= '&%5P.3CNM */=.' Melakukan Proses 3kstraksi Minyak (iji
Pala
/- '&%5P.3C@& */-.' Melakukan Proses Membuat Susu Kedelai
// '&%5P.1.N! *//.' Memproduksi Nata de !o"o
/< '&%5P.1..P */<.' Melakukan Proses Membuat .empe
<* '&%5P.1.@& *<*.' Memproduksi 'sinan Sayuran
<, '&%5P.P2'N *<,.' Memproduksi .eri Medan
<) '&%5P.P2'N *<).' Memproduksi .elur 'sin
<+ '&%5P.P2D2 *<+.' Memproduksi Pisang Sale
<: '&%5P.P212 *<:.' Memproduksi Manisan (uah
<; '&%5P.P212% *<;.' Memproduksi Selai (uah (Jam)
<= '&%5P.D2D ( *<=.' Melakukan Proses Penghan"uran
<- '&%5P.D2D& *<-.' Melakukan Proses Produksi .epung
</ '&%5P.D2DP *</.' Mengoperasikan Proses Pelleting
<< '&%5P.(S(D *<<.' Menyerahkan Konsep laporan Kepada
Pihak
(erkepentingan
,** Membuat 4aporan .eknis dan Keuangan (isnis
'&%5P.(S(K ,**.' Mandiri
,*, '&%5P.(S(2 ,*,.' Melakukan Persiapan untuk Presentasi
,*) '&%5P.(S((2 ,*).' Melakukan Presentasi 4aporan dan
Men"atat 6mpan
(alik

KeteranganE 6nit Kompetensi untuk kelompok Proses .ermal dan
Penga$etan
belum ter"antum karena baru diusulkan pada saat
4okakarya
Nasional

7iii
SENARAI

Populasi> tandning > party 'dalah sekelompok barang atau bahan baik
dalam terkemas atau "urah,
padat, "airan atau semi padat yang
merupakan jumlah keseluruhan
bahan. (entuk#bentuk populasi barang
atau bahan misalnya segudang
beras, setangki minyak goreng, setumpuk
gabah, dan satu truk sayuran
kol .
(!urai) 1lo$ing material (ahan yang mudah melun"ur jika di"urahkan,
"ontohnya butiran,
Aceptable quality level Tingkat penerimaan mutu, yaitu besarnya
toleransi yang masih dapat
diterima sebagai suatu yang belum
berpengaruh se"ara nyata pada suatu
kegiatan, baik berkaiatan dengan
sumberdaya, proses dan hasilnya.
'kurasi ,ketepatan yaitu sesuai dengan nilai yang sebenarnya
'nggota populasi 'dalah indi7idu atau beberapa indi7idu atau sebagian
dari indi7idu
yang menyusun suatu populasi dan dapat
dijadikan sebagai satu satuan
"ontoh.
'septis, kondisi yang bebas dari kontaminasi mikroorganisme
(entuk "urah padatan yang berbentuk serbuk atau butiran (SN% ,<#
*):/#,<</)
(entuk terkemas 'dalah padatan atau "airan yang terkemas dalam
kemasan ke"il. (SN%
,<#*):/#,<</)
(SN (adan Standardisasi nasional, Baitu (adan Pemerintah yang
bertanggung ja$ab atas standadisasi untuk
produk dan akreditasi untuk
lembaga dan laboratorium pengujian dan
kalibrasi di %ndoensia
!ontoh gabungan kumpulan dari "ontoh#"ontoh primer
(composite sample)
!ontoh laboratorium "ontoh yang diba$a ke laboratorium untuk
keperluan pengujian.
( laboratory sample)
!ontoh primer 'dalah "ontoh yang diambil dari populasi (tanding)
!ontoh sekunder !ontoh yang diambil dari "ontoh "ampuran
(seconadry sample )
!ontoh 6ji (test sample) "ontoh yang dgunakan untuk keperluan suatu
jenis pengujian di
laboratorium.
!ontoh>sampel 'dalah sejumlah tertentu barang atau bahan yang berasal
dari suatu
populasi yang diambil dengan menggunakan
metode tertentu dan
digunakan sebagai $akil dari populasi
tersebut.
3lektrolit !airan yang bersiat dapat mengahantarkan arus listrik (dapat
dile$ati
elektron)
1londer >palet alat yang berungsui sebagai alat untuk suatu tumpukan
barang yang
terkemas
1oo grade standar untuk makanan, diberikan untuk alat atau bahan
&rain tryer, alat pengambil "ontoh berbentuk pipa ujungnya tertutup
merun"in,
terdiri dari dua lapis pipa, terdapat beberapa
lubang untuk masuknya
bahan, dua pipa dapat diputar untuk
membuka dan menutuplubang pada
sisi silinder pipa, terbuat dari aloy
( "ampuran logam ) kuningan, panjang
,*" m,lubang = dan diameter + "m
0omogenitas atau 'dalah siat khas barang atau bahan dari masing#
masing indi7idu dalam
keseragaman suatu kelompok yang sama atau sejenis
Kedap >kekedapan F tidak tembus atau kemamapuan untuk tidak tembus
Kemasan karton atau peti $adah yang mengemas beberapa kemasan ke"il.
(SN% ,<#*):/ #,<</)
Kemasan kecil adah yang mengemas produk langsung. (S!" #$%&'()%
#$$))
4ot adalah kumpulan bahan atau barang yang memiliki kartaktersitik
yang
sama dan dapat di$akili oleh satu "ontoh
no n#"urai (*n#lo$ing , bahan yang tidak mudah melun"ur jika
di"urahkan, "ontohnya serpihan
material)
*etugas *engambil Adalah petugas dari laboratorium pengu+i yang
diserti,ikasi oleh
-ontoh .embaga Serti,ikasi *ersonel **- untuk melaksanakan
pengambilan
"ontoh sesuai pedoman (SN
i9
?uartering , pembagi "ontoh untuk menjadi : bagian sama setiap kali
proses,
berbentuk dua buah papan dirangkai
saling tegak luru, memebentuk :
kuadran yang saling berhadap#hadapan
se"ara diagonal.
2elati7e 0uminidity (20) artinya kelembaban udara relati, ukuran
yang menunjukkan banyaknya
uap air di udara
Serti,ikasi Serangkaian proses penerbitan serti,ikasi
Sertiikat , pengakuar orm,al se"ara tertulis terhadap seseorang
atau lembaga atas
suatu kemampuan, yang diberikan oleh
lembaga yang berkompeten
.endensius adalah ke"enderungan memihak atau bersikap bias
6kuran "ontoh 'dalah banyak "ontoh yang diambil dari suatu
populasi, besarnya
biasanya ditentukan berdasarkan
ukuran mpopulasi atau lot, beriksar
,** G hingga akar pangkat dua
ukuran populasi






9
I( PENDAHULUAN

A( Des-'#.s#

6nit kompetensi ini meliputi kemampuan keterampilan,
pengetahuan
dan perilaku yang disyaratkan untuk mengerti, memahami dan
menerapkan
suatu ren"ana pengambilan "ontoh ampling plan8, bagi "alon
petugas
pengambil "ontoh (PP!). Kandidat yang akan mempelajari
kompetensi ini
harus disiplin terhadap prosedur teknis dan instruksi kerja dalam
modul ini serta
bersedia mengembangkan pengetahuannya dalam bidang teknologi
penanganan, pengolahan, pengemasan, penyimpanan dan distribusi
barang atau
produk.
Prosedur 5perasional Standard (S5P) yang ada di bagian
akhir setiap
kegiatan pembelajaran harus dipahami dan dimengerti lebih dahulu
sebelum
melaksanakan tugas atau jika akan melaksanakan kegiatan yang mirip
atau
sejenis dengan tugas. 0al#hal penting, prinsip dan hal#hal yang
bersiat kritis
ada pada kegiatan atau tugas tersebut telah ditetapkan dalam S5P.
Selanjutnya para pelaksana pengambil "ontoh menjabarkannya
menjadi
langkah#langkah kerja yang lebih bersiat teknis dan spesiik dalam
suatu
dokumen %nstruksi Kerja atau apapun istilahnya.
Materi pembelajaran tentang pengambilan "ontoh meliputi
prinsip
pengambilan "ontoh, populasi, karakteristik bahan, aktor yang
berpengaruh,
petugas pengambil "ontoh dan inormasi lainnya yang diperlukan
dalam
kegiatan pengambilan "ontoh bentuk "urah (butiran, "airan, semi
padat) dan
bahan bentuk terkemas ( karung, drum, kardus, peti, botol ). Pada
bagian akhir
berisi e7aluasi yang harus dilaksanakan bersamaan dengan kegitan
pelaksanaan
tugas oleh peserta didik (Penilaian Kinerja >Peragaan) atau setelah
melaksanakan tugas (lisan dan tertulis).













B( P'!sy!'!&

Sis$a atau peserta didik yang akan mempelajari kompetensi
dalam modul
ini adalah mereka yang telah menguasai kompetensi yang menjadi
prasyarat
sebelum menguasai kemampuan sebagai petugas pengambil "ontoh.
6nit
kompetensi yang sudah harus dikuasai adalahE
Kompetensi (ekerja dengan penerapan konsep Keamanan dan
Keselamatan
Kerja (K+) pada industri.
Kompetensi penanganan dan pengolahan komoditas pertanian.
Kompetensi pengemasan dan penyimpanan komoditas pertanian
dan
produk agroindustri
Kompetensi dalam pengangkutan atau transportasi barang.
Kompetensi (ekerja sesuai dengan Standard 5perating Pro"edure
( S5P )
Kompetensi Menangani !ontoh (ahan
Kompetensi Perubahan Mutu bahan atau produk se"ara isis,
kimia dan
mikrobiologis.

C( Pe&un)u- Pen""un!!n M$%u0
Modul ini merupakan modul untuk men"apai Kompetensi
%nti menyangkut
Kegiatan Pengambilan !ontoh padatan, !airan dan Semi Padat,
terdiri dari
beberapa Kegiatan (elajar yang se"ara total memerlukan ,* Jam
untuk
kegiatan >kerja 1isik

,. Petunjuk (agi Sis$a
H (a"a modul ini sampai anda mengerti dan paham untuk setiap
bagian
sehingga anda mengerti apa yang harus anda pelajari atau
apa yang harus
dilakukan atau tidak dilakukan.
H Materi atau tugas yang belum dimengerti, konsultasikan pada
guru.
H Pahami kemampuan prasyarat dan pastikan anda telah
mampu.
H Kegiatan belajar dimulai dari kemampuan yang belum di
kuasai.
H Jika hasil belajar anda belum memenuhi syarat minimal, anda
diberi
kesempatan mengulangi sebelum mempelajari kemampuan
berikutnya.
6ntuk itu, pastikan dulu pada aspek apa anda tidak lulus
(
pengetahuan, keterampilan, sikap atau pada aspek
dokumen ).

H 'nda akan mendapat bukti tertulis tentang kompetensi yang
sudah
dikuasai berupa sertiikat atau apapun namanya dari guru
atau lembaga
yang ber$enang.

). Petunjuk (agi &uru
H Mengorganisasi kegiatan belajar sis$a se"ara indi7idu atau
kelompok.
H Membantu sis$a dalam meren"anakan proses belajar.
H Membimbing dan melayani sis$a saat memulai tugas belajar.
H Melayani sis$a berkonsultasi mengenai proses belajarnya.
H Menasilitasi sis$a dalam upaya penentuan dan akses asilitas.
H Meren"anakan dan menyiapkan instrumen penilaian hasil
belajar sis$a.
H Melaksanakan penilaian kegiatan belajar sis$a.
H Menginormasikan temuan hasil penilaian kepada sis$a dan
menugaskan
pada sis$a yang bersangkutan untuk program perbaikan.
H Merekam kegiatan belajar sis$a dalam ormat kegiatan belajar
sis$a dan
menyusun proses penerbitan sertiikat kompetensi.



D( Tu)u!n A-2#'

Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta didik (sis$a)
dapat
melakukan tugas mengambil "ontoh sesuai dengan prosedur yang
ditentukan
dan bertanggung ja$ab atas pekerjaan tersebut dalam halE
,. Kemampuan mengidentiikasi populasi bahan, persiapan
bahan, perala#
tan, dokumen yang berkaitan dengan kegiatan pengambilan
"ontoh.
). Mengambil "ontoh bahan padatan "urah dan terkemas.
+. Mengambil "ontoh bahan "airan dan semi padat "urah dan
terkemas.
:. Menangani "ontoh, men"ampur, homogenisasi, menge"ilkan
ukuran
"ontoh, mengidentiikasi, mengemas dan menyimpan
"ontoh.
;. Menyusun laporan pengambilan "ontoh dan menyampaikan
se"ara tepat
dan "epat atas pelaksanaan tugasnya.



E( K$3.e&ens#

Mengambil "ontoh bahan padatan, bahan "airan dan semi
padat
men"akup beberapa subkompetensi sebagai berikutE

K$%e Un#& :
1?!!52SMP*,.'
Ju%u0 Un#& :
Menyiapkan Sampel 6ji
U'!#!n Un#& :
6ntuk kompetensi ini meliputi kemampuan untuk mengambil dan
mengirim
sampel sesuai dengan prosedur perusahaan yang didesain untuk
menjamin
bah$a hasil pengujian selanjutnya men"erminkan produk yang ada
pada saat
diambil sampelnya. Personil yang memba$a (tran sport) sampel tidak
bertanggung ja$ab terhadap pengambilan sampel (sampling) dan
pengujian
"ontoh. 6nit ini tidak men"akup penanganan dan pengangkutan
he$an hidup.
Su7 K$3.e&ens# K'#&e'#! Un)u- Ke')!
,. Memiliki kesiapan untuk mengambil ,., 6rutan pengambilan
sampel. dikonirmasikan dengan super7isor.
,.) Kendaraan dan
sarana transportasi
diperiksa dan
dipastikan dapat
berungsi
dengan baik.
,.+ Aadah #$adah
(kontainer) untuk
mengangkat
sampel atau
bahan #
bahan yang
dipergunakan
telah
diperiksa dan
ada dalam
kendaraan.

). Mengambil sampel. )., Jumlah dan keadaan (siat#siat)
sampel yang
akan diambil
dikonirmasi
pada saat tiba
ditempat tujuan.
).) Sampel dijamin
sesuai dengan
kertas kerja
(dokumen
sampel).
).+ Persyaratan
perusahaan dalam
transportasi
biologis
diperhatikan
dan digunakan.
).: Personil
laboratorium
diingatkan
terhadap
perlakuan#
perlakuan
khusus yang
diperlukan
seperti
ter"antum dalam
dokumen
laboratorium.



).; Dokumen#
dokumen yang
diperlukan pada
titik
pengambilan
dilengkapi.
).= Sampel disimpan
pada suhu yang
diperlukan
menggunakan
$adah
pengangkutan
yang khusus.


+. Mengangkut atau mengirim +., Kendaraan diba$a dengan "ara
sampel. hati#hati sepanjang perjalanan.
+.) Keadaan sampel diperiksa selama
pengangkutan
jika diperlukan,
mengh indari
penanganan
yang
tidak perlu.
+.+ Sampel dikirim
ketempat
penerimaan
sesuai dengan
prosedur
perusahaan.
+.: Kerahasiaan
semua inormasi
dijaga.
+.; .umpahan atau
"e"eran sampel
atau produk
dibersihkan
dengan
"ara yang sesuai
untuk
melindungi
karya$an,
tempat kerja dan
lingkungan.
+.= &angguan
perjalanan yang ada
dilaporkan pada
super7isor .

:. Memelihara peralatan sampling. :., Kendaraan dipelihara sesuai
dengan prosedur
perusahaan.
:.) Kondisi $adah
(kontainer) dan
sarana
transportasi
dipelihara
untuk menjamin
selalu dapat
digunakan
dalam kondisi
yang
baik.
:.+ Stok peralatan
pengumpulan
sampel
dilengkapi .
















K$%e Un#& : +>CCORSMP02(A
Ju%u0 Un#& :
Mendapatkan Sampel yang Me$akili 4ot atau Populasi
U'!#!n Un#& :
6nit kompetensi ini meliputi kemampuan untuk mendapatkan
sejumlah sampel
yang me$akili populasi (lot atau bat"h) dan kondisi sampel tersebut
dalam
keadaan sesuai untuk pengujian atau pengolahan lebih lanjut.
Su7 K$3.e&ens# K'#&e'#! Un)u- Ke')!
,. Melakukan persiapan ,., %nstruksi dari sampling plan yang
pengambilan sampel (sampling). sesuai, prosedur keamanan dan
prosedur pelaporan
didapatkan dan
dikonirmasi.
,.) Perlengkapan
sampling dan kondisi
untuk memelihara
keadaan sampel
selama
pengumpulan,
penyimpanan
dan transit telah
dipilih.
,.+ Perlengkapan
tersebut dijamin dapat
bekerja dengan baik.
,.: Prosedur dan
rekuensi pengambilan
"ontoh (sampling)
sesuai dengan
persyaratan
perusahaan dan>atau
standar#standar yang
rele7an telah
dikonirmasi.

). Mendapatkan sampel. )., (ahan diperiksa dan dipastikan bah$a
bahan tersebut sesuai
untuk diambil
sampelnya.
).) 0asil pengamatan
yang tidak biasa
yang terjadi selama
pengambilan
sampel dikenali dan
dilaporkan.
).+ Sampel dikumpulkan
dan dipastikan
bah$a jenis sampel,
lokasi sampling
dan $aktu sampling
sesuai dengan
ren"ana pengambilan
sampel
(sampling plan).
).: Semua inormasi
di"atat dan dapat
ditelusur
).; %ntegritas sampel
dijaga dan sumber
sampelnya
(populasi) selama
melakukan
pengambilan sampel
+. Menyiapkan sampel untuk +., Sub sampel disiapkan untuk
pengujian. menjamin bah$a sampel me$akili
populasi.
+.) Prosedur keamanan
diikuti untuk

membatasi bahaya
atau kontaminasi
ke lemari>rak,
tempat kerja dan
lingkungan.
+.+ Sampel disiapkan
untuk diangkut
(ditransportasi) dan
disesuaikan
dengan periIinan
pengan gkutan
bahan berbahaya
(jika disyaratkan).

:. Menyimpan ba"k up (arsip) :., Sub sampel disimpan sebagai
arsip
sampel. atau ba"k up sampel.
:.). 4abel diberikan pada
sub sampel dan
di"atat untuk
menjaga rantai
ketertelusurannya.

;. Membuang sampel yang tidak ;., Sampel yang tidak terpakai
dan
terpakai dan sampel sisa. sampel sisa dibuang sesuai dengan
prosedur
perusahaan.
;.) Peralatan, $adah
dan tempat kerja
dibersihkan sesuai
dengan prosedur
perusahaan.






























+( U)# Ke3!3.u!n M!n%#'#

M!&e'# P'!sy!'!& Y! T#%!-
,. 'pakah 'nda telah mengerti yang dimaksud prinsip#prinsip
dasar pengambilan "ontoh H
). 'pakah 'nda mengerti yang dimaksud dengan "ontoh yang
representati H
+. 'pakah 'nda tahu dan memahami karakteristik dari
populasi bahan "air dan bahan padatan H
:. 'pakah 'nda telah memahami pengujian pada "ontoh dan
persiapan "ontoh uji H
;. 'pakah 'nda telah memahami karakterisitik populasi
bahan padatan "urah dan padatan terkemas H
=. 'pakah 'nda telah memahami karakteristik populasi
bahan bentuk "air dan semi padat yang "urah dan
terkemas H
-. 'pakah 'nda telah memahami aktor kritis dari populasi
bahan yang diambil "ontohnya H
/. 'pakah 'nda telah mampu mengidentiikasi karakterisitik
suatu populasi bahan H
<. 'pakah 'nda telah pah am atau mampu menggunakan
dokumen#dokumen yang perlu pada pengambilan "ontoh H
,*. 'pakah 'nda telah menguasi kemamapuan untuk
menangani "ontoh dan pengirimannya H

Ja$aban atas pertanyaan tersebut di atas hendaknya dilakukan se"ara
jujur dan
apa adanya, sebab penilan terhadap hasil ja$aban tersebut akan
digunakan
sebagai pertimbangan untuk penetapan materi diklat dalam modul ini
yang
harus anda pelajari.


















II( PEMBELAJARAN

A( Ren*!n! Ke"#!&!n Be0!)!' S#s1!

A0!s!n T!n%!
Jen#s -e"#!&!n T!n""!0 !-&u Te3.!& Pe'u7!2 T!n"!n
Be0!)!'
!n Gu'u
,. Mengidentiikasi kareakterisaitik bahan, populasi>lot bahan yang
akan diambil "ontohnya
). Mengenal, mengidentiikasi dan menyiapkan dokumen mutu untuk
pelaksanaan pengambilan "ontoh
+. Mengidentiikasi perlengkapan kerja, peralatan kerja yang
digunakan dalam pelaksanaan pengambilan "ontoh
:. Mempelajari dan memahami dokumen mutu pengambilan "oontoh,
dari prosedur kerja, instruksi kerja dan ormat#ormat, serta tata
"ara merekam kegiatan.

;. Mengimplementasi dan mengikuti prosedur pengambilan "ontoh
untuk mengambil "ontoh bahan "urai dan nir"urai dalam keadaan
tidak terkemas dan terkemas
=. Mengimplementasi dan mengikuti prosedur pengambilan "ontoh
untuk bahan "ontoh bahan padatan terkemas
-. Mengimplementasi dan mengikuti prosedur pengambilan "ontoh
untuk bahan "airan dan semi padat
/. Merekam, mendokumentasikan dan melaporkan hasil pelaksanaan
peng#ambilan "ontoh.

B( Ke"#!&!n Be0!)!'
Ke"#!&!n Be0!)!' ,( Men"!37#0 C$n&$2 B!2!n Bu&#'!n Cu'!2
!( Tu)u!n Ke"#!&!n Pe37e0!)!'!n ,
Setelah melakukan kegiatan belajar ini diharapkan sis$a mampu mejadi petugas pelaksana pengambil "ontoh
bahan butiran "urah, yang mampuE
1. Mengidentiikasi karakteristik bahan butiran "urah, "ara penanganan, penyimpanan, jenis pengujian
mutunya, perlengkapana KKK, dan dokumen mutu untuk mengambil "ontoh bahan butiran "urah.
2. Menyiapkan dokumen mutu,perlengkapan KKK, bahan #bahan, dan peralatan
3. Melaksanan proses mengambil "ontoh butiran "urah sesuai dengan prosedur operasional yang standar.
4. Menangani "ontoh butiran "urah mulai dari "ontoh primer menjadi "ontoh gabungan, menentukan jumlah
"ontoh, mengemas sehingga siap untuk dikirim atau disimpan.

7( U'!#!n M!&e'#
Pen"!n&!' Pen"!37#0!n C$n&$2
Pengambilan "ontoh atau penarikan "ontoh adalah mengambil sejumlah atau sebagian bahan atau barang
yang dilakukan dengan menggunakan metode tertentu sehingga bagian barang atau bahan yang diambil bersiat
me$akili (representati) keseluruhan barang atau bahan. Sampel me$akili adalah suatu sampel yang
diperoleh dengan menggunakan teknik sampling yang sesuai, yang dapat meliputi sub sampling, untuk
menghasilkan keberhasilan yang tepat terhadap sumber sampel atau populasi produk. Dalam hal#hal tertentu
(seperti analisis orensik), "ontoh bisa saja tidak representati tapi ditentukan oleh ketersediaan. Pengambilan
"ontoh juga diperlukan untuk melakukan pengujian atau kalibrasi substansi, bahan atau produk terhadap
spesiikasi tertentu yang menjadi standar atau a"uan.
Pengambilan "ontoh atau penarikan kegiatan yang harus dilakukan terhadap suatu barang atau
sekelompok barang, jika barang atau kelompok barang tersebut diperlukan inormasi tentang karakteristiknya.
Pengambilan "ontoh dapat dilakukan pada barang yang berada di line produksi, alat transportasi, pada gudang
bahan baku atau pada gudang penyimpanan hasil (produk) dan barang yang ada di tempat#tempat distribusi atau
pemasarannya.
Program Pengambilan !ontoh adalah program yang memuat tata "ara dan persyaratan atau kualiikasi
petugas. Di dalamnya terdapat prosedur tertentu yang harus diikuti, bahan dan alat yang harus digunakan serta
dokumen#dokumen yang yang hurus dilengkapi. Pengambilan "ontoh harus didasarkan pada metode statistik
dan ditujukan pada aktor#aktor yang harus dikendalikan untuk memastikan keabsahan hasil pengujian dan
kalibrasi. (ila dikehendaki, penyimpangan, penambahan atau penge"ualian dari prosedur pengambilan "ontoh
yang ditetapkan, hal tersebut harus direkam se"ara rin"i.
Pelaksanaan pengambilan "ontoh berdasarkan peren"anaan harus memperhatikan aktor#aktor yang
berpengaruh pada proses, kondisi barang dan hasil dari pengambilan "ontoh. Metode, peralatan dan "ara
penanganan "ontoh harus dapat menjamin bah$a kondisi "ontoh pada saat diambil di lapangan harus tetap
sama sampai dengan proses pengujian atau pengamatan dilakukan. Kesalahan atau penyimpangan dalam
proses pengambilan "ontoh berakibat pada hasil uji atau pengamatan "ontoh tidak sesuai dengan keadaan
bahan atau populasi.
.ujuan dan "ara pengambilan "ontoh harus jelas. (erisi antara lain untuk apa "ontoh diambil ( diuji,
diamati, dijadikan arsip, dijadikan pembanding), bagaimana "ara "ontoh "ontoh duambil, "ara "ontoh
ditanangai ( dikemas, disimpan dan dikirim). %nromasi yang penting ter"antum dalam ren"ana pengambilan
"ontoh dan pelaksanaan pengambilan "ontoh antara lain adalah E
1. .ujuan dari pengujian atau pemeriksaan termasuk inormasi tentang komponen bahan atau mikroganisme
yang akan ditetapkan.
2. Pihak#pihak terkait, pelanggan, petugas pengambil "ontoh, laboratorium dll.
3. Siat bahan "ontoh, lokasi dan $aktu pengambilan "ontoh.
4. Jumlah "ontoh, metode pengambilan "ontoh, pengemasan dan "ara transportasi. .ermasuk di dalamnnya
persyaratan "ontoh aseptis.
5. (erbagai persyaratan untuk prapenanganan "ontoh dan pemilihan metode pengujian.
6. Aaktu dan biaya yg diperlukan ( termasuk biaya pemeriksaan, pengambilan "ontoh J biaya analisa lab).
7. Persyaratan legal ormal dan kesepakatan internasional untuk obser7asi dll.
8. Persyaratan untuk dokumentasi.
9. 'spek jaminan mutu penyelidikan atau pengujian ( akti7itas pelanggan pemilik "ontoh, persyaratan
petugas pengambil "ontoh, dan pihak#pihak yang terlibat).
(eberapa istilah digunakan dalam pengambilan "ontoh, diantaranya adalah menga"u pada SN% ,<#*:)/ K
,<</ tentang Petunjuk pengambilan !ontoh Padatan. Penggunaan istilah se"ara khusus penting agar diperoleh
persepsi atau pemahaman yang sama dari semua pihak dalam kegaiatan pengambilan "ontoh.
Populasi> tanding > party adalah sekelompok barang atau bahan baik dalam terkemas atau "urah, padat,
"airan atau semi padat yang merupakan jumlah keseluruhan bahan. (entuk#bentuk populasi barang
atau bahan misalnya segudang beras, setangki minyak goreng, setumpuk gabah, satu truk sayuran kol
dan sejenisnya.
4ot adalah kumpulan barang atau bahan yang bersiat homogen dan dapat di$akili oleh satu "ontoh.
!ontoh>sample adalah sejumlah tertentu barang atau bahan yang berasal dari suatu populasi, diambil
menggunakan metode tertentu dan digunakan sebagai $akil dari populasi tersebut.
'nggota populasi adalah indi7idu atau beberapa indi7idu atau sebagian dari indi7idu yang menyusun
suatu populasi, dapat sebagai satu satuan "ontoh.
6kuran "ontoh adalah banyak "ontoh yang diambil dari suatu populasi.
!ontoh primer adalah "ontoh yang diambil dari populasi (tanding).
!ontoh gabungan ("omposite sample)F kumpulan "ontoh#"ontoh primer.
!ontoh sekunder (se"onadry sample)F "ontoh yang dari "ontoh "ampuran.
!ontoh laboratorium ( laboratory sample)adalah "ontoh yang diba$a ke laboratorium untuk keperluan
pengujian.
!ontoh 6ji (test sample) adalah "ontoh yang dgunakan untuk keperluan suatu jenis pengujian di
laboratorium.
Kemasan besar ( karton atau peti atau kotak)F kemasan yang mengemas beberapa kemasan ke"il).
Kemasan ke"il adalah $adah yang mengemas produk langsung.
(ahan (entuk "urah adalah padatan berbentuk serbuk atau butiran, glondongan, batangan, serpihan
atau gumpalan dalam keadaan tidak dikemas.
(entuk kemasanF padatan atau "airan yang terkemas baik dalam kemasan besar maupun dalam kemasan
ke"il.
'"eptable Luality le7el , adalah tingkat penerimaan mutu, yaitu besarnya toleransi yang masih dapat
diterima sebagai suatu yang belum berpengaruh se"ara nyata pada suatu kegiatan, baik berkaitan
dengan sumber daya, proses dan hasilnya.
P'#ns#. Pen"!37#0!n C$n&$2
4ingkup pengambilan "ontoh padatan adalah barang atau bahan yang berupa padatan baik terkemas atau
"urah yang telah terkemas dalam kemasan ke"il. Padatan dapat dibedakan berdasarkan siat partikelnya, yaitu
partikel bahan atau produk atau komoditas yang mudah melun"ur disebut bahan "urah (lo$ing material) dan
bahan yang partikelnya tidak mudah melun"ur disebut no#"urah (nonlo$ing material ). (ahan padatan yang
bersiat "urah antara lain tepung#tepungan, butiran berukuran ke"il atau butiran yang siat permukaannya rata
(halus) dan siat partikelnya keras. Permukaan butiran yang halus dan butiran keras, akan meningkatkan daya
lun"ur partikel. Partikel yang mudah melun"ur adalah partikel yang tidak saling berikatan atau "enderung saling
menjauh, jika pada kumpulan partikel dikenakan gaya mekanis seperti getaran, dorongan atau goyangan.
Selain padatan, semua bahan berbentuk "air bersiat "urah (lo$ing).
Siat "urah air disebabkan karena partikelnya sangat ke"il dan antar partikelnya tidak terjadi ikatan yang
kuat. Siat "airan yang mudah melun"ur, menyebabkan bentuk "airan adalah menyerupai bentuk tempat atau
$adahnya. (ahan bersiat "urah posisi partikelnya mudah mengalami perubahan jika terjadi gerakan
mekanis baik terjadi pada partikel langsung atau pada kemasannya.
Dengan demikian siat homogenitasnya mudah mengalami perubahan dibandingkan dengan bahan
non"urah. Peralatan pengambil "ontoh untuk bahan padatan "urah dapat berupa tombak pengambil "ontoh
khusus untuk butiran dan sekop. (ahan non#"urah adalah bahan yang partike lnya tidak mudah melun"ur.
Padatan yang termasuk non#"urah antara lain bentuk lembaran, bentuk serpihan, bentuk belondongan, bentuk
bongkahan dan bentuk serat atau benang. (ahan non#"urah akan "enderung tidak mudah berubah posisi
partikelnya. Dengan demikian proses pembauran atau homogenisasi partikel tidak mudah terjadi. Peralatan
untuk pengambil "ontoh bahan non#"urah antara lain berupa alat pemotong untuk partikel berukuran besar,
sekop, garpu atau alat pengambil khusus untuk bentuk serat atau serpihan dan mungkin harus se"ara manual
untuk bahan berbentuk lembaran atau berbentuk batangan.
6ntuk bahan non#"urah dengan ukuran partikel yang sangat besar, pengambilan "ontoh tidak harus satu
partikel utuh, tetapi dapat dilakukan hanya dengan ,mengambil sebagian ke"il partikel. 6ntuk pekerjaan ini,
diperlukan ukuran dan jenis alat bantu yang akan digunakan sesuai dengan keperluan. .entunya juga akan
berbeda manakala bahan non#"urah sudah dalam bentuk kemasan, dimana siat non"urah nya telah dapat
di$akili oleh satu atau beberapa kemasan yang se"ara tranaransi maka kondisi homogenitas Prinsip proses
yang harus diikuti dalam pengambilan "ontoh padatan dapat dilihat dalam skema berikut.

(ahan .erkemas (ahan !urah
P$.u0!s#



C$n&$2
P'#3e'


C$n&$2
C!3.u'!n
C$n&$2
L!7$'!&$'#u3
Diagram Proses Pengambilan !ontoh padatan
&ambar ,. Populasi Keadaan !urah
I%en&#;#-!s# P$.u0!s#
Sesuai dengan tujuan yang hendak di"apai, yaitu mendapatkan bagian bahan yang benar#benar sama atau
mendekati sama dengan siat populasi. Prinsip pengambilan "ontoh adalah mengambil bagian dari populasi
bahan dimana tiap anggota populasi berpeluang sama untuk terambil menjadi "ontoh. Siat#siat yang tidak
diketahui dari populasi disebut parameter#parameter populasi. Dengan mengambil "ontoh dari populasi
adalah usaha untuk menduga parameter#parameter tersebut. Penga"akan adalah suatu "ara untuk memperoleh
"ontoh yang me$akili populasi. Penga"akan dapat dilakukan dengan mengundi setiap anggota populasi untuk
dijadikan "ontoh atau dengan menggunakan tabel bilangan a"ak.
!ara penggunaan .abel bilangan a"ak adalah dengan menentukan lebih dahulu ukuran anggota populasi
bahan (N) dan ukuran "ontoh yang akan diambil (n). Misal suatu populasi ukuran N M :; dan akan diambil
"ontoh sebanyak - buah, maka bilangan a"ak diba"a dua#dua angka. Sehingga hasil pemba"aannya adalah *,,
*), *+ 8.<<, **. Setiap pemba"aan yang bilangan lebih dari ) (:;) M<* harus dile$ati karena angka <* adalah
kelipatan :; tersebar yang nilainya di ba$ah ,**. Selanjutnya adalah "ara menentukan titik a$al pada table
bilangan a"ak. Dengan menggunakan pensil dan mata terpejam, tunjuk di atas satu angka dan ba"a + angka
berikutnya, pada datar bilangan a"ak. Misalnya hasil angkanya /:-) ini dapat diartikan pemba"aan dimulai
pada baris ke /:#;* M +: , lajur ke -)#(,**#:*) M,). Dengan demikian didapatkan bah$a titik a$al dimulai
dari baris ke +: dan lajur ke ,) sehingga didapat deretan angka =*, =+, -+, ;-, */, =/, =*, =/ ,), dan ;: .
Dengan "ara mengurangi dengan kelipatan dari :; akan didapat angka sebagai berikut E =* K :; M ,;F =+#:; M
,/ F -+ K :; M )/ F ;- K :; M ,) F */# * M / F =/ K :; M )+ F =* ( dile$at )F =/ (dile$at) F ,)
(dile$at) F ;: K :; M < . 0asilnya adalah - "ontoh yang harus diambil adalah anggota populasi dengan nomor
/F <F ,)F ,;F ,/F )+F dan )/. (Datar yang digunakan .abel , SN% *:)/#,<</ atau .abel ). SN% *:)<#,</<#
')
Me&$%e Pen"!37#0!n C$n&$2
Metode pengambilan "ontoh a"ak yang sering digunakan adalah pengambilan a"ak sederhana.
Pengambilan "ontoh pada metode ini tidak menghiraukan susunan anggota populasi. Setiap anggota populasi
merupakan satuan penarikan "ontoh. Dengan demikian jumlah satuan penarikan "ontoh sama dengan jumlah
populasi M N dan jumlah "ontoh yang akan diambil M n anggota populasi. Suatu datar yang memuat semua
satuan penarikan "ontoh se"ara jelas disebut kerangka penarikan "ontoh. Selain metode pengambilan "ontoh
a"ak sederhana yang biasa digunakan adalah pengambilan "ontoh a"ak berlapis. Metode ini digunakan jika
ukuran populasi terlalu besar, dan diperkirakan terdapat keragaman yang sangat besar antar anggota populasi,
sehingga populasi perlu dipe"ah menjadi beberapa subpopulasi atau disebut lapisan. .iap#tiap lapisan atau
subpopulasi dilakukan sampling dengan "ara yang prinsipnya sama dengan a"ak sederhana. Dengan "ara
demikian diharapkan dapat diperke"il keragaman antar anggota populasi, karena telah terjadi
pengelompokkan sebelumnya. (erdasarkan kondisi bahan saat diambil "ontohnya, metode pengambilan "ontoh
dapat berupa prosedur yang harus digunakan pada $aktu E
Men"!37#0 C$n&$2 B!2!n y!n" Be'!%! D# L#ne P'$%u-s#
Proses pengambilan "ontoh bahan berbentuk "urah yang sedang berada dalam alur proses produksi (line
produksi) dan dalam alat angkut (dalam system distribusi), "ontoh diambil pada $aktu bahan sedang bergerak
melalui saluran yang mengangkut bahan atau dari ruang produksi ke gudang atau sebaliknya. !ontoh diambil
beberapa kali yang masing#masing bobotnya kira#kira sama pada periode $aktu yang sama. Jumlah "ontoh
yang diambil ditentukan oleh banyaknya bahan yang harus di$akili atau banyaknya jenis pengujian yang akan
dilakukan. Semakin sering atau semakin singkat periode pengambilan "ontoh, semakin ke"il jumlah "ontoh
yang diambil.
Men"!37#0 C$n&$2 B!2!n Bu&#'!n Cu'!2 D!0!3 Gu%!n" Peny#3.!n!n !&!u Gu%!n" D#s&'#7us#
Pengambilan "ontoh bahan "urah yang ada di dalam gudang atau tumpukan dilakukan pada beberapa titik
dari keseluruhan lapisan tumpukan se"ara a"ak. 6kuran bobot yang diambil dari tiap#tiap titik kira#kira sama.
6kuran "ontoh yang diambil disesuaikan dengan ukuran populasi, jenis uji yang dilakukan, rekuensi
pengambilan "ontoh dan nilai ekonomi barang.
Men"!37#0 C$n&$2 B!2!n Bu&#'!n Cu'!2 y!n" Be'!%! D!0!3 A0!& An"-u& !&!u D#s&'#7us#


Pengambilan "ontoh yang dilakukan pada populasi bahan
yang sedang
dalam alat angkutan baik kondisi bongkar atau kondisi muat
prinsipnya hampir
sama dengan bahan yang ada dalam ini produksi. (ahan diambil
dalam jumlah
sama untuk tiap periode yang sama sampai diperoleh jumlah "ontoh
dianggap
"ukup me$akili.

+!-&$' ?+!-&$' y!n" Be'.en"!'u2:
,( Tu)u!n Pen"!3!&!n !&!u Pen"u)#!n
.ujuan pengamatan biasanya untuk mengetahui
keseragaman atau nilai
rata#rata mutu bahan, dan dapat juga bertujuan untuk menerima atau
menolak
suatu bahan. Pengamatan atau pengujian yang bertujuan untuk
menerima atau
menolak suatu bahan menuntut "ontoh yang benar#benar akurat
sebagai $akil
populasi. 6ntuk pengambilan "ontoh yang demikian memerlukan
tingkat
ketetilian yang tinggi atau jumlah "ontoh yang ukurannya besar.





2( S#;!& B!2!n y!n" A-!n D#u)# !&!u D#!37#0 C$n&$2ny!
Siat bahan hasil pertanian atau hasil olahannya yang penting
dalam
pengambilan "ontoh adalah siat isis dan mekanisnya. Siat isis
yang harus
diperhatikan adalah bentuk bahan dan ukuran partikel bahan. (entuk
isik
bahan yang menyebabkan bahan tidak mudah bergerak baik dalam
tumpukan
atau dalam kemasan adalah bentuk seperti serpihan, bongkahan,
serabut,
batangan, dan lembaran. Kelompok bahan yang bersiat tidak
mudah bergerak
disebut juga non#lo$ing material atau non#o7erlo$.
Kelompok bahan yang mempunyai siat mudah bergerak atau
mengalir baik
dalam tumpukan atau dalam kemasan disebut juga lo$ing material
atau o7er
,lo. Termasuk dalam kelompok ini adalah bahan % bahan yang
berbentuk
butiran ke"il atau besar, tepung, pasta dan "air.
(ahan yang termasuk lo$ing material dalam kondisi terkemas atau
"urah mudah untuk dihomogenkan dan mudah juga berubah ho
mogenitasnya
akibat selama penyimpanan maupun selama distribusi. Kelompok
non#lo$ing
material si,atnya tidak mudah untuk dihomogenisasikan dan +uga
tidak mudah
berubah jika telah homogen. 0al yang paling kritis dalam
pengambilan "ontoh
berkaitan dengan siat bahan seperti tersebut adalah penentuan
jumlah dan
titik pengambilan "ontoh.

3(
S#;!&
Me&$%
e
Pen"u
)#!n
Setiap pengujian yang diputuskan harus dilakukan terhadap
suatu
bahan atau barang hendaknya dianggap pengujian tersebut penting,
utama dan
juga kritis. 'papun siat dan jenis pengujian pada akhirnya akan
digunakan
sebagai dasar untuk pengambilan kesimpulan akhir suatu mutu.
Siat metode
pengujian ditinjau pengaruhnya terhadap bahan "ontoh sesudah
pengujian
adalah siat pengujian yang merusak (destru"ti7e) bahan "ontoh dan
pengujian
yang tidak merusak ( non#destru"ti7e) bahan "ontoh.
Pengujian yang tidak merusak bahan "ontoh seperti uji 7isual
tertentu,
uji isis tertentu memungkinkan dilakukan terhadap jumlah "ontoh
yang
ukurannya besar. Dengan demikian kemungkinan terjadinya bias
akibat jumlah
"ontoh yang tidak bersiat me$akili populasinya dengan mudah dapat
diatasi.

Pengujian "ontoh yang merusak bahan menuntut jumlah
"ontoh yang
seeisien mungkin terutama untuk jenis bah an atau barang yang
memiliki nilai
ekonomi tinggi. Siat representati "ontoh dapat dipertahankan
dengan
menerapkan prinsip kehati#hatian, terutama jika jumlah "ontoh yang
diambil
jumlahnya sangat terbatas ( sedikit).

4(
Pe&u"!s
Pen"!37#0
C$n&$2
Petugas Pengambil !ontoh ( PP! ). 'dalah seseorang yang
bertugas
mengambil "ontoh bahan atau barang, untuk keperluan pengujian
atau
pengamatan. Kualiikasi petugas pengambil "ontoh (PP!) adalah
seseorang
kompeten. Kemampuannya telah dinyatakan kompeten se"ara teknis
dan hukum,
oleh suatu lembaga yang ber$enang, dalam bentuk sertiikat sebagai
Petugas
Pengambil !ontoh (ahan .ertentu. (adan yang ber$enang
mengeluarkan
sertiikat adalah badan atau lembaga sertiikasi personal atau badan
sertiikasi.
Persyaratan seseorang untuk dapat mengikuti seleksi
menjadi PP!,
disesuaikan dengan bidang pekerjaannya minimal telah lulus atau
berpendidikan
S4.'. 6ntuk menjadi proesi sebagai PP!, dapat ditempuh melalaui
pelatihan
khusus tentang pengambilan "ontoh pada lembaga diklat. Sedangkan
untuk
mendapatkan sertiikasi harus menempuh proses ujian proesi yang
dilakukan
oleh badan sertiikasi. Materi diklat khusus untuk PP! antara lainE
pengetahuan
komoditi, Pengetahuan teknik pengambilan "ontoh, Pengetahuan
sistem
standarisasi dan penga$asan mutu, mengetahui sistem mutu
pengambilan
"ontoh, Pengetahuan sertiikasi > registrasi PP!, dan Praktek
pengambilan
"ontoh komoditi tertentu.











*( R!n"-u3!n M!&e'#

Pengambilan "ontoh adalah kegiatan yang harus dilakukan
terhadap suatu
barang > bahan uji dengan tujuan untuk mengetahui data
tentang barang
tersebut, dan dilakukan dengan berbagai ma"am metode
sehingga bagian
bahan > barang yang diambil bersiat me$akili keseluruhan
bahan>barang.
Jaminan mutu pengambilan "ontoh adalah metode, peralatan
dan "ara
penanganan "ontoh harus dapat menjamin bah$a kondisi
"ontoh pada
saat pengambilan sample di lapangan harus tetap sama
sampai dengan
proses pengujian atau pengamatan.
Kesalahan pada $aktu penyimpanan dan pengambilan "ontoh
akan
berpengaruh pada hasil uji dan pengamatan.
Pengambilan "ontoh dibedakan berdasarkan kondisi atau
tempat bahan,
seperti E
# Pengambilan "ontoh dari populasi berbentuk "urah.
Pengambilan "ontoh dilakukan pada $aktu proses
atau dalam
angkutan dan pengambilan "ontoh dilakukan dengan
"ara
mengambil "ontoh melalui pipa penyalur, 7olume
yang diambil
harus sama dengan periode $aktu yang sama.
# Pengambilan "ontoh dari populasi berbentuk terkemas.
'pabila proses produksi masih berjalan atau dalam
alat angku t
yang bergerak maka pengambilan "ontoh diambil
pada periode
$aktu yang sama dan jumlah kemasan yang diambil
tergantung
selang $aktu pengambilan "ontoh.
%stilah K istilah dalam pengambilan "ontoh E Populasi, "ontoh,
anggota
populasi, ukuran "ontoh, "ontoh primer, "ontoh gabungan,
"ontoh
sekunder, "ontoh laboratorium, "ontoh uji, kemasan karton
atau peti,
kemasan ke"il, bentuk "urah, bentuk kemasan dan a"eptable
Luality
level.
.ujuan pengambilan "ontoh adalah mendapatkan bagian
bahan yang
siatnya hampir sama mendekati siat populasi.
Prinsip pengambilan "ontoh adalah mengambil bagian dari
populasi bahan
dimana setiap anggota populasi mendapatkan kesempatan
yang sama
untuk terambil dalam pengambilan "ontoh.

Siat terpenting dalam "ontoh bahan > barang uji adalah siat
isis
( bentuk dan ukuran partikel bahan ) dan mekanis.
Kelompok bahan yang bersiat tidak mudah bergerak disebut
juga non K
flowing material atau non over flow.
Metode destrukti adalah metode pengujian yang bersiat
merusak bahan
"ontoh yang diuji.
Parameter mutu adalah karakteristik bahan atau populasi
nyang tidak
dapat di ukur se"ara langsung, tetapi dapat diduga dengan
pengujian
pada karakteristik "ontoh.
'"ak sederhana adalah metode pengambilan "ontoh yang
prinsipnya
tidak ada seleksi, untuk anggota "ontoh.
'"ak berlapis metode uji untuk populasi yang berukuran
sangat besar
dan memiliki keragaman dan mutu sangat besar ( -; G )
dan
kemungkinan terjadinya penyimpangan jika diambil "ontoh
se"ara
langsung sangat besar.
(erdasarkan keberadaan bahan, bahan diambil dalam kondisi
di line
produksi atau berada di dalam gudang dan dalam alat
angkut.
1aktor yang berpengaruh dalam pengambilan "ontoh adalah
tujuan, siat
bahan , metode pengujian dan petugas pengambil "ontoh.
Petugas pengambilan "ontoh adalah orang yang se"ara teknis
mampu dan
memiliki ke$enanagan se"ara legal dalam bentuk pengakuan
tertulis
yang diberikan oleh suatu badan atau lembaga sertiikasi
untuk petugas
pengambil "ontoh.













%( Tu"!s ,( Men"!37#0 C $n&$2 B!2!n Bu&#'!n Cu'!2

L#n"-u. Tu"!s :

,. .ugas ini mengharuskan anda untuk menyiapkan diri dan
bersedia
melakukan kegiatan mulai dari menyiapkan diri untuk
mulai bekerja,
menyiapkan bahan, prosedur atau metode, menyiapkan
peralatan yang
diperlukan untuk mengambil "ontoh bahan butiran "urah.
). Melakukan proses pengambilan "ontoh dengan
menggunakan prosedur
dan instruksi kerja seperti yang dituangkan dalam langkah
kerja dan
sesuai dengan S5P untuk pengambilan "ontoh padatan.

A*u!n:
,. Prosedur 5perasional Standar (S5P) (ekerja sesauai KKK
). Prosedur 5perasional Standar (S5P) Mengambil !ontoh






















e( Tes& +$'3!&#;

,. Jelaskan singkat tujuan utama pengambilan "ontoh N
). 'pa yang dimaksud dengan jaminan mutu pengambilan "ontohH
+. (agaimana bahan yang sedang berada dialur produksi diambil
"ontohnyaH
:. Jelaskan apa yang dimaksud denganE
a. ukuran "ontoh
b. "ontoh laboratorium
". menangani "ontoh
;. (agaimana pengujian yang bersiat destrukti mempengaruhi
biaya
pengambilan "ontoh H
=. 'pa yang dimaksud dengan persyaratan legal bagi petugas
pengambil
"ontohH
-. Dapatkah petugas pengambil "ontoh melakukan pengujian
terhadap "ontoh
yang mereka ambilH (erikan alasannyaN
/. Pada kondisi populasi yang bagaimana metode pengambilan
"ontoh se"ara
a"ak sederhana tidak dapat digunakanH
<. Sebutkan kegiatan#kegiatan mengidentiikasi populasi atau lot
barang N
,*. 'pa akibat dari perbedaan siat bahan yang "urah dan non "urah
terhadap
"ara mengambil "ontohH















;( Kun*# J!1! 7!n Tes& +$'3!&#;
,. Mendapatkan sejumlah bahan yang bersiat me$akili
(representati) lotnya.
). 'dalah keseluruhan yang terdiri dari petugas, metode, peralatan
dan "ara
penanganan "ontoh yang dapat menjamin bah$a kondisi "ontoh
pada saat
pengambilan sampel di lapangan sampai dengan sampel
tersebut digunakan
(diuji atau diamati atau dibasarlkan.
+. Pengambilan "ontoh dilakukan pada saat bahan tersebut berada
di aliran
proses ( saat bergerak ) setiap jangka $aktu tertentu dengan
jumlah
(ukuran) "ontoh yang sama setaip untuk tiap periodenya.
:. Bang dimaksud denganE
a. 6kuran "ontoh adalah banyaknya bagian lot yang dijadikan
"ontoh.
b. !ontoh laboratorium yaitu "ontoh yang dikirim ke
laboratorium untuk
uji.
". Menangani "ontoh adalah kegiatan mulai men"ampur
(menghomogenkan)
"ontoh, memperke"il ukuran "ontoh, mengemas, mengirim
sampai
menyimpan "ontoh sebelum dilakukan pengujian dan
menyimpan "ontoh
arsip sisa pengujian.
;. Pengujian destrukti adalah pengujian yang bersiat merusak
"ontoh, se#
hingga setiap "ontoh yang diuji akan rusak (tidak dapat
dimanaatkan lagi),
berarti pengaruhnya pada biaya sangat besar dan langsung,
karena tidak
ada nilai manaat sama sekali dari "ontoh bekas pengujian.
=. Persyaratan legal bagi petugas pengambil "ontoh adalah
persyaratan yang
se"ara hukum diakui atas kemampuannya atau atas
pekerjaannya dalam
mengambil "ontoh. (entuknya sertiikat kompetensi
(pengakuan tertulis)
dari badan yang ber$enang.
-. Dapat jika petugas tersebut kompeten dalam pengujian dan
memahami
tugas dan tanggung ja$ab sebagai pengambil "ontoh dan
penguji atau
analis dimana kedua ungsi tersebut tetap bebas pengaruh.
/. Jika populasi terlalu besar dan diduga memiliki tingkat
keragaman yang
tinggi diantara anggota populasinya.
<. Menghitung jumlah anggota populasi atau lot, mengukur 7olume
tumpukan,
memeriksa keadaan tumpukan, memberi kode pada tiap lot,
populasi dan
tiap anggota lot atau anggota populasi
,*. 'kibat siat bahan yang berdeda tersebut, jenis alat, "ara yang
digunakan
dan titik#titik pengambilan "ontoh berbeda.


"( L!n"-!2 Ke')! , Men"!37#0 C$n&$2 %!0!3 7en&u- P!%!&!n
Cu'!2 %# %!0!3
Gu%!n" Peny#3.!n!n

,= Meny#!.-!n %#'# un&u- Be-e')! Men"!37#0 C$n&$2
a) Men"u"i tangan sebelum mengganti pakaian dengan pakaian
kerja
khusus. &unakan sabun, bilas dengan air bersih, dan
keringkan.
b) Pada saat dilapangan ( di gudang, di pabrik memakai pakaian
kerja
khusus, yaitu $earpa"k

dapat juga
jas
laboratorium.
") Memakai sarung tangan
dari kain atau kulit atau
glo7e, topi dan masker
debu, jika perlu juga
ka"a mata untuk
melindungi pengaruih
debu bahan atau debu
kotoran yang terdapat
pada bahan bentuk
&ambar +.
Perlengkapan Kerja
butiran.

2= Meny#!.-!n 7!2!n?7!2!n
Semua jenis dan jumlah bahan yang diperlukan pada saat
pengambilan
"ontoh didentiikasi dengan baik dan benar, sehingga pada saat
dilapangan
(digunakan ) tidak ada kekurangan atau kekeliruan. Minimal
tersedia bahan #
bahan seperti ter"antum dalam .abel ,. berikut.
.abel ,. (ahan Penunjang dalam Sampling
N$ N!3! B!2!n @Jen#s B!2!n Ju30!2 K$n%#s#ny!
, Dokumen SamplingE
a. Surat .ugas dari Pimpinan , set Semua terkemas
d
a
m

s
a
t
u

m
a
p

y
a
n
g

b. Surat Permohonan Sampling dari Pe
b
e
r
i
d
e
n
t
i
t
a
s

o
k
u
#
milik (ahan (perusahaan)
m
e
n

s
a
m
p
l
i
n
g
8

b. Program Sampling , set

". Prosedur 5p. Standar sampling , ekp
d. 1ormat >blangko untuk identitas , set
"ontoh
e. Kertas kosong , set
. (lo"k note , buah
g. ball point dan pensil masing# , buah
masing
) (ahan #Kemas dan Aadah !ontoh
a. kantong plastik steril , set .erkemas dalam
b. kantong plastik , set $adah tas atau
a
t
a
u

k
o
t
a
k

k
a
r
t
o
n

". karung plastik steril , set
y
a
n
g

d
i
l
a
p
i
s
i

p
l
a
s
t
i
k

d. karung plastik , set
e. tali atau benang jahit karung , set
g. tali raia> karet gelang , set
h. Kardus kosong bersih ) buah
i. 4a"kband >adesi , roll
j. Spidol permanent ) buah
k. alkohol -* G untuk sterilisasi alat , liter


3= Meny#!.-!n Pe'!0!&!n -e')!

Semua peralatan yang diperlukan untuk persiapan,
pelaksanaan
pengambilan "ontoh dan penangan an "ontoh diidentiikasi jenis
dan
jumlahnya se"ara benar.

4angkah#langkah persiapan

adalah E
,. Menge"ek jenis dan jumlah
alat sesuai datar kebutuhan
alat.
). Membersihkan alat dan
men"oba penggunaannya
&ambar +. Peralatan
pengambil "ontoh
untuk memastikan alat
butiran
dapat berungsi baik.

+. Merakit atau menginstal untuk alat yang biasanya disimpan
dalam kondisi
terkemas.
:. Mengemas semua alat menggunakan $adah yang dapat
menjamin alat
aman selama perjalanan.

Datar alat berikut, dapat digunakan sebagai patokan akan
kebutuhan alat
atau alat yang seharusnya tersedia.
.abel ). Peralatan Pengambilan !ontoh
N$( N!3! A0!& @B!2!n S.es#;#-!s# Ju3
,. Meteran gulung Kap. ; m., roll plat baja ,
). !ounter (penghitung) Kapasitas : digit ,
+ &rain .ryer (brass ) PE ,*:"m Dia.+ "m = holes ,
: Skop gagang panjang .angkai ,)* "m )
; Skop gagang pendek )* "m bahan SS )
= .imbangan ; #,* kg O *,*; kg ,
- Penutup kantong plastik Sealer, %mpuls system, ,
/ Sample de7ider uar# Papan dibentuk silang , p ,/* "m ,
,
tering tools8 tM+* "m
< 4ampu gas 6ntuk mensterilkan alat ,


4= P'$ses Men"!37#0 C$n&$2 B!2!n Bu&#'!n Cu'!2 %# Gu%!n"

a). Dengan berbekal surat tugas , perlengkapan bahan dan
peralatan, anda
(petugas) menuju ke lokasi barang yang harus diambil
"ontohnya.
&udang produk adalah sebuah ruang dimana produk hasil
proses
produksi dismpan sementara menungggu distribusi.
b) .unjukkan pada pihak yang bertanggung ja$ab atas barang di
lokasi,
surat tugas dan surat permohonan untuk pengambilan
"ontoh dari
perusahaan atau pemilik barang., berikan inormasi
se"ukupnya tentang
tujuan dan kegiatan yang akan anda laksanakan. Dalam
hal ini, anda
akan bekerja mengambil "ontoh harus dalam kondisi
obyekti. Petugas
(anda) dapat menolak melakukan pengambilan "ontoh jika
ternyata

pihak pemilik barang tidak memungkinkan anda bekerja
obyekti.
Misal, ada permintaan khusus yang tendensius, dalam upaya
untuk
menutupi kelemahan atau kekurangan.
") Jika telah beres urusan admi#

nistrasi anda langsung

menuju ke lokasi barang
yang akan di sampling.
'mati keadaan barang, buat
sketsa bentuk tumpukan.
.entukan titik#titik

untuk pengambilan

"ontoh ampling
spot area/.
d) Mintalah data tertulis
tentang populasi
barang dari petugas
untuk mengetahui
&ambar :. .itik
sampling pada
populasi
ukuran populasi,
keadaan
!urah
berapa lama barang
ditumpuk dan asal#usul barang.

e) !o"okan data tertulis dengan keadaan barang se"ara isik. Di
sini anda
(petugas) harus dapat mendeteksi apakah se"ara teknis ada
perlakuan
khusus yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam
pengambilan
"ontoh atau tidak. Jika anda simpulkan tidak ada masalah
se"ara teknis
tugas dapat dilanjutkan.

) Prediksi 7olume tumpukan untuk menentukan jumlah "ontoh
yang harus
diambil. 6kuran "ontoh biasanya akar pangkat dua ( H )
dari ukuran
anggota populasi.

g) &unakan alat dan $adah yang paling tepat, untuk mengambil
"ontoh
barang. 6ntuk "ontoh aseptis, alat yang akan dipakai harus
steril. Sekop
atau grai trier sebelum dipakai disterilkan "aranya dilap
dengan alkohol

-* G atau dipijarkan denganlampu gas. pa da semua bagian
aalat yang
akan bersentuhan dengan bahan. Jika memungkinkan, aduk
tumpukan
bahan dengan menggunakan sekop sebelum "ontoh diambil.

h) Mengumpulkan "ontoh#"ontoh "omot
s
pot sample8 yang
berasal dari
beberapa titik sampling
dan
"ampurkan hingga
homogen. 0asilnya
adalah "ontoh gabungan
("omposite
sample).


&ambar ;.
Mengumpul
kan !ontoh

i) Jika ukuran "ontoh gabungan masih

terlalu besar dari kebutuhan, perke"il
ukurannya dengan "ara E
H (entuk gundukan yang kira#kira
simetris bentuknya "urahan
"ontoh gabungan.
H &unakan alat pembagi, berupa
kayu uartering8 sehingga
&ambar
=.
Membag
i !ontoh
gundukan bahan terbagi :
kuadran se"ara merata.
H Satukan masing#masing

bahan pada kuadran yang
saling berhadapan.
Sehingga diperoleh dua
ukuran "ontoh gabungan.
Salah satu dapat
digunakan untuk "ontoh
&ambar -.
Men"ampur
"ontoh
pengujian dan lainnya
sebagai arsip. Jika ukuran "ontoh masih terlalu
besar, ulangi
proses pembagian seperti sebelumnya.

j) Mengemas dan memelihara "ontoh

untuk laboratorium dan
untuk

'rsip. Memberi label atau


identitas pada kemasan "ontoh.



!onto
h No.
)+

&abah
Kering
.glE
,;
Des.)*
*+


(erat
E );
kg
Sur7ey
orE

SMK
N ,
!bk



&ambar /.
Mengemas
"ontoh


k) Dokumentasikan semua kegiatan dengan lengkap dan jelas.
Dalam ormat
atau dalam bentuk laporan pelaksanaan pengambilan "ontoh.

L!.$'!n Pe0!-s!n!!n Pen"!37#0!n C$n&$2

N$( SPK :

N!3! P'$%u- :

N!3! Pe3#0#- P'$%u- :

L$-!s# .'$%u- :

T!n""!0 S!3.0#n" :

U-u'!n C$n&$2 : ,( B$7$& -"

2( Ju30!2 Ke3!s!n 7u!2

C!&!&! :(/((

Pe&u"!s Pen"!37#0
C$n&$2,

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
AAAAAA



T!7e0 3( H!s#0 Pen"!37#0!n *$n&$2 .!%!&!n
Cu'!2
P$s#s# 0$& !&!u &u3.u-!n &e3.!&
*$n&$2 %#!37#0
N$( L$&@P$.u0!s#
A&!s Ten"!2 B!1!2 Te.# Ju30!2
, kg kg kg kg
) bh (h bh bh
+ kt Kt kt kt
: dus Dus Dus dus

2( P'$se%u' O.e'!s#$n!0 S&!n%!'% @S&!n%!'% O.e'!&#$n!0 .'$*e%u'e <SOP=
,= T!7e0 4( P'$se%u' O.e'!s#$n!0 S&!n%!'% < SOP = I%en&#;#-!s# P$.u0!s# 7!2!n Bu&#'!n Cu'!2
K$3.e&ens#@
K'#&e'#! Un)u- -e')! T#&#- K'#&#s
Su7-$3.e&ens#
,. Menumpuk (ahan ,.,. 6kuran tumpukan tidak dibatas se"ara khusus, tetapi ,. 4antai atau bagian dasar tempat
(utiran "urah harus tersisa ruang yang dimungkinkan petugas untuk bahan ditumpuk yang tidak bersiat
mengamati dan me njangkau pada semua sisi tumpukan. kedap, dapat menyebakan serapan
,.). Setiap tumpukan bahan harus tersedia dokumen tertulis udara atau uap air oleh bahan
berisi inormasi (data) lengkap baik kualitati maupun lebih tinggi atau sebaliknya
kuantitatiE dbandingkan bagian lain.
# jumlah bahan ( ukuran 7olume >ukuran bobot)
# $aktu E sejak kapan tumpukan ). .inggi dan lebar tumpukan yang
# data kontrol lingkungan E suhu, 20 ruang terlalu besar, menyebabkan
,.+. Di tempat penyimpanan tersedia perlengkapan kerja kesulitan dalam kontrol kondisi
yang memenuhi standar kesehatan dan keselamatan bahan .
kerja.
,.:. .ersedia alat untuk mengatur posisi tumpukan +. Kelengakapan dokumen tertulis ten#
( sekop, atau alat lain yang ungsinya sama). Dan dapat tang barang.
menjangkau titik#titik terjauh dari tumpukan. :. Kejelian petugas pengambil "onntoh
,.;. .umpukan bahan harus dikondisikan sama ( suhu, 20, dalam memba"a kondisi isik barang
"ahaya) pada semua bagian. atau tumpukan barang.
,.=. .umpukan harus ditutup dengan alat pentup yang ;. 'kurasi alat ukur atau alat
memeiliki kekedapan yang sama atau sesuai dengan pengambil "ontoh pada saat
tingkat kekedapan lantai atau dasar tumpukan. digunakan, termasuk kualitas
,.-. .ersedia alat kontrol ruang dan berungsi dengan kesterilan alat dan $adah untuk
baik, jika dimungkinkan telah dikalibrasi. "ontoh aseptis.

).Mengidentiikasi ).,. (entuk tumpukan diidntiikasi untuk menentukan ).,.%normasi yang tidak akurat tentang
tumpukan bahan titik#titik pengambilan "ontoh (sampling spot area). ri$ayat tumpukan dapat menghasil#
butiran "urah ).). 6kuran dan 7olume tumpukan diukur atau diprediksi, kan pendugaan yang jauh dari
dengan menggunakan metode matematis sesuai keadaan yang sebenarnya.

bentuk.tumpukan. ).).'lat ukur dan kemampuan prediksi
).+. Semu kegiatan direkam dalam ormat dokumen yang yang tidak akurat dapat
tepat se"ara lengkap. menghasilkan bias pada hasil
identiikasi
+. Menyiapkan peralat# +.,. 'lat mengambil "ontoh mikrobiologis (aseptis), harus +.,.'lat yang terkontaminasi dapat
an untuk mengam# diterilkan dengan "ara dipijarkan, dilap dengan berakibat perhitungan analsisi
bil "ontoh butiran larutan desinektan. 4arutan etannol min. -* G dapat menyimopang jauh dari kenyataan.
"urah digunakan sebagai alat sterilisasi sederhana.
+.). Jika $adah steril yang digunakan bukan jenis sekali
pakai, dilakukan sterilisasi dengan "ara yang sesuai
dengan jenis bahan untuk $adah. Aadah terbuat dari
logam atau gelas tahan panas, dilakukan dengan udara
panas kering (o7en) pada suhu ,/* o! selama =* menit
dalam keadaan terbungkus kertas 'luminium oil.
Aadah yang terbuat dari bahan plastik atau kerta
berlapis ilm, dilakukan dengan menggunakan auap
air panas bertekanan .
:. Mengambil "ontoh :.,. Kondisi "ontoh dipertahankan tidak dipengaruhi oleh :.,. titik pengambilan yang salah
"omot pot alat yang digunakan. adalah titik yang paling tidak mirip
sample/ pada (.'. 0adah yang digunakan harus tidak berpengaruh pada dengan kondisi tumpukan secara
tumpukan bahan karakteristik "ontoh se"ara isik, kimia$i, dan umum.
mikrobiologisnya. :.).1rekuensi titik pengambilan yang
:.+. 'lat dan bahan $adah digunakan se"ara tepat dan tinggi dapat meningkatkan
benar. representasi "ontoh yang diambil
a. alat steril untuk "ontoh keperluan uji mi#krobilogis terhadap populasi.
b. skop dengan tangkai panjang dipakai untuk
menjangkau sisi jauh dari tumpukan.
". .idak menggunakan alat yang telah rusak, dan
alat yang terkontaminasi.
d..idak menelantarkan atau memaksakan penggunaaan
se"ara isik , sehingga hasil ukur alat diragukan.


e. 'lat yang menimbulkan keraguan pada hasil
pengukuran tidak digunakan.
. 6kuran "ontoh tiap titik tumpukan diambil harus
sama anatara satu dengan lainnya.
g..idak ada "ontoh yang diambil dengan "ara memilih
yang baik saja atau sebaliknya.
h. Petugas harus mengenakan baju dan perlengkapan
khusus, yaitu yang dapat melindungi pekerja dari
pengaruh debu, kelembaban udara dan aroma yang
mungkin menyengat.
;. Menangani !ontoh ;.,. !ontoh untuk uji mikrobiologis ditangani se"ara ;.,. %dentitas yang tidak lengkap dapat
(utiran !urah aseptis, alat pengambil "ontoh harus steril dan $adah membingungkan penguji atau
untuk kemasan "ontoh juga steril. analis dan data analisis atau data
;.). !ontoh yang sudah ditangani harus memenuhi kriteriaE "ontoh tertukar
a. memilki ukuran yang sesuai dengan populasinya ;.). Kemasan yang tidak baik, dapat
b. memiliki homogenitas tinggi menyebabkan perubahan keadaan
". memiliki inormasi >identitas yang lengkap "ontoh selama pengakutan dan
d. dilengkapi dokumen yang "ukup penyimpanan.
e. Dikemas yang dengan "ara dan bahan kemas yang
aman untuk mempertahankan kestabilan selama
penyimpanan atau pengangkutan.
=. Menyiapkan diri =., Mengenakan pakaian dan perlengkapan kerja se"ara Semua menggunakan perlengkapan
untuk bekerja lengkap seperti E sepatu kerja yang alasnya dari karet itu kondisinya harus bersih, benar
mengambil "ontoh bagian atasnya dari kain , masker, topi dan pakaian "ara pemakaiannya dan jika salah
kerja dari kain , tangga untuk memudahkan mengambil satu tidak digunakan dapat
tumpukan kemasan besar yang diambil dari atas menyebabkan pekerjaan tidak
sempurna.
-. Menyiapkan (ahan# -., Semua jenis dan jumlah bahan yang diperlukan saat #Semua dokumen diarsipkan agar
bahan pengambilan "ontoh disiapkan se"ara baik dan benar tidak hilang.
seperti E #(ahan kemas dan $adah harus
# Dokumen sampling ( Program sampling, bersih > steril karena jika kotor
ormat, prosedur S5P standar "ontoh P akan menyebabkan terjadinya

# (ahan kemas dan $adah "ontoh ( kantong plastik, kontaminasi.
karung, spidol permanen, kardus )
/. Menyiapkan /., 'lat yang diperlukan untuk pengambilan "ontoh meliputi # Jika salah satu alat tidak berungsi ,
peralatan kerja E pisau "utter, gunting, lakban maka dapat menyebabkan pekerjaan
+.) 'lat#alat yang diperlukan untuk membuka peti tersedia tidak sempurna.
meliputi E paku, obeng, klam, kakatua, linggis ,tang. # Kemasan kardus akan rusak jika
dibuka dengan alat yang tidak sesuai.
<. Proses pengambilan <., Semua bahan yang dipersiapkan dan perlengkapan
"ontoh pakaian kerja digunakan. <.,. Pengalaman petugas pada saat
<.) Jumlah kemasan yang diambil sebagai "ontoh sesuai dilapangan .
dengan perhitungan. <.). Kejelkian petugas untuk memba"a
<.+ Setiap kemasan besar yang terambil dibuka sesuai data tertulis dan membandingkan
dengan tabel . dengan kodisi barang.
<.: Kemasan # kemasan ke"il yang terambil dikemas dalam <.+. Kehandalan petugas dalam menen#
kemasan diambil sebagai "ontoh diaduk di"ampur dan tukan titik sampling dan ke"er#
dijadikan "ontoh gabungan sedangkan sisa kemasan matannya untuk mendeteksi ada#
ke"il yang tidak terambil sebagai "ontoh disatukan nya karakteristik terselubung yang
kembali dengan kemasan besar dan dikembalikan ke dapat diungkap melalui "ontoh
populasi semula. yang terambil.

Ke"#!&!n 7e0!)!' 2( Men"!37#0 C$n&$2 P!%!&!n Te'-e3!s
!( Tu)u!n Ke"#!&!n Pe37e0!)!'!n
Setelah melakukan kegiatan belajar ini sis$a diharapkan mampu mejadi
petugas pelaksana pengambil "ontoh bahan butiran "urah, yang mampuE
,. Menyiapkan diri untuk bekerja mengambil "ontoh sesuai prosedur
standar yang
ditetapkan dalam S5P Keselamatan dan Kesehatan Kerja (KKK).
). Menyiapkan bahan, peralatan dan dokumen mutu pengambil "ontoh
untuk
bahan padatan terkemas
+. Mengambil "ontoh sesuai dengan prosedur standar yang digunakan.
:. Menangani "ontoh mulai dari menghomogenisasi "ontoh primer
menjadi "ontoh
gabungan, menentukan ukuran "ontoh gabungan, mengemas dan
mengkondisikan "ontoh siap untuk dikirim atau untuk disimpan.



7( U'!#!n M!&e'#
Pengambilan "ontoh untuk bahan padatan berdasarkan kondisi atau tempat
bahan dibedakan menjadi barang terkemas dalam kemasan besar (kemasan
kardus,keranjang, peti atau karung) dan dalam kemasan ke"il, yaitu kemasan
yang
langsung kontak dengan bahan ( kantung plastik, sa"heet, botol, "up, ilm
$rap ,
karton sot, besek). (arang yang terkemas biasanya disusun dalam bentuk
tumpukan.
Penumpukan bahan yang dikemas harus memperhatikan karakteristik bahan
dari
karakteristik kemasannya. .ujuan penumpukan adalah menempatkan barang
pada
suatu tempat se"ara terpusat, sehingga memudahkan untuk tindakan
selanjutnya.
(esarnya jumlah barang yang harus ditempatkan memerlukan tempat atau
ruang yang
besar. 6ntuk menekan kebutuhan ruang, maka perlu penumpukan, yaitu
penggunaan
ruang kearah 7ertikal sehingga kapasitas ruang menjadi lebih besar. 0al yang
harus
diperhatikan pada tumpukan barang adalah bah$a kondisi barang yang
ditumpuk tidak
boleh berubah siatnya atau rusak.
(entuk kemasan, ukuran tiap kemasan, bahan kemas yang digunakan
adalah
aktor yang harus diperhitungkan pada menumpuk barang. (entuk kemasan
berpengaruh pada kestabilan tumpukan terhadap goyangan atau getaran.
(entuk
kemasan balok atau kubus memiliki kestabilan tinggi pada tumpukannya
dibandingkan dengan bentuk kemasan lainnya. (entuk silinder akan lebih
stabil jika

penumpukannya dilakukan se"ara 7ertikal dibandingkan dengan "ara
tumpukan
horiIontal. Kemasan karung atau kantong yang leksibel menghasilkan
tumpukan
stabil jika disusun antara kemasan saling membentuk kun"i.
.inggi rendahnya tumpukan kemasan yang dapat menjamin
keutuhan barang
sangat ditentukan oleh jenis bahan kemas. (ahan kemas leksibel sangat
rendah
bahkan tidak memiliki eek melindungi isi kemasan terhadap gaya tekan
atau
himpitan. Kemasan ini biasanya dipakai untuk bahan yang toleran terhadap
tekanan
atau himpitan. (entuk tepung atau biji#bijian ke"il dan berstekstur keras
"o"ok
dikemas dalam kemasan leksibel. .ermasuk kemasan leksibel adalah
karung plastik,
karung goni, kantong plastik dan kantung dari anyaman bahan serat lainnya.
Kemasan dari bahan kardus memiliki eek melindungi isi kemasan terhadap
gaya tekan tetapi sangat terbatas. Ketebalan kardus dan jenis kardusnya (hard
atau
so,t) menentukan kemampuan untuk menahan gaya tekan vertikal. Setiap
+enis
kemasan kardus biasanya telah diuji "oba dan dites ketahannnya baik tahanan
banting
maupun tahanan tekan. 6ntuk itu pada label kemasan biasanya terdapat
peringatan
atau pentunjuk "ara penumpukan, misalnya aksimum tumpukan / susun8.
(agi petugas pengambil "ontoh, keadaan tumpukan harus menjadi
perhatian
utama sebelum pengambilan "ontoh dilakukan. Pertama dengan mengetahui
jenis
atau bentuk kemasan maka harus dapat disimpulkan dahulu bah$a tumpukan
tersebut
telah menyalahi aturan atau tidak. Jika tumpukan tersebut mengindikasikan
adanya
ketidaksesuaian, misalnya terlalu tinggi dari yang direkomendasikan dalam
tabel
kemasan atau posisi tumpukkannnya tidak beraturan. Petugas harus ekstra
hati#hati
pada $aktu mengambil "ontoh untuk menjamin bah$a "ontoh yang terambil
benar#
benar representati. .itik ra$an terjadinya kerusakan isi, pada tumpukan
kemasan
kardus yang utama adalah pada bagian ba$ah. Dalam hal ini petugas jangan
sampai
terke"oh terhadap kemungkinan se"ara periodik dilakukan perubahan posisi
tumpukan
yang telah menjadi program penanganan barang bagian gudang.
%dentiikasi kondisi barang yang paling tepat adalah terhadap
masing#masing
kemasan. (entuk simetris dengan garis#garis lipatan yang tampak tajam
menunjukkan
bah$a kemasan tidak mengalami perubahan bentuk. Kemasan yang tampak
tidak
simetris, lipatan tampak tumpul, sedikit "embung pada satu sisi dan "ekung
di sisi
lainnya menunjukkan bah$a kemasan tersebut telah mengalami tekanan
baik
himpitan atau tindihan.

(ahan yang dikemas dengan kemasan leksible akan memiliki area
yang mudah
rusak (titik ra$an) pada tumpukan yang lebih luas dibandingkan jenis
kemasan yang
tidak leksible. (agian ba$ah tumpukan kemungkinan terjadi kemasan
yang pe"ah,
sedangkan pada bagian #bagian lainnya peka terhadap serangan hama
gudang. 0ama
gudang yang berhasil masuk dalam gudang dapat melakukan penetrasi pada
tumpukan melalui berbagai titik permukaan tumpukan. (inatang pengerat
(tikus)
biasanya senang merusak bahan pada sisi yang membentuk sudut atau "elah
yang
sempit dan relati terlindung. Serangga pada umumnya sangat responsip
terhadap
"ahaya, sehingga kemungkinan besar serangan pada bagian yang sering
menerima
"ahaya.
0al yang lebih penting untuk diketahui oleh petugas pengambil
"ontoh adalah
dokumen yang berisi inormasi tentang ri$ayat atau "atatan tentang
tumpukan
bahan. .erhadap tumpukan yang sudah berumur lama memerlukan kehati#
hatian yang
lebih tinggi dibandingkan dengan tumpukan yang masih baru. Kemasan
terbuat dari
kayu dalam bentuk peti, adalah salah satu jenis kemasan yang sangat tinggi
eek
melindungi isi kemasan.
U-u
'!n
C$n&
$2
6kuran "ontoh yang harus diambil dari suatu populasi barang,
ditentukan oleh
ukuran populasinya. Jika ukuran populasi lebih dari ,*** kemasan besar,
populasi
harus dibagi menjadi dua dengan jumlah yang sama. Selanjutnya diambil
"ontohnya
sebanyak akar pangkat dua dari jumlah kemasan, dengan jumlah "ontoh
maksimum
+* karung>peti. Jumlah kemasan dalam populasi kurang dari ,**, digunakan
tabel
berikutE



.abel ;. Jumlah "ontoh yang harus diambil
Ju30!2 -e3!s!n %!0!3 .$.u0!s# Ju30!2 *$n&$2 y!n" 2!'us
%#!37#0
<-!'un" @.e&#= <-!'un"@.e&#=
, Sampai dengan ,* Semua kemasan
,, s.d. ); ;
)= s.d. ;* -
;, s.d. ,** ,*
H ,** 'kar pangkat dua dari jumlah kemasan
(SN% ,<#*:)/#,<</)

b. 6ntuk barang yang terkemas dalam kemasan ke"il pengambilan "ontoh
dilakukan
dengan menggunakan tabel K tabel berikut.

.abel =. Jumlah kemasan ke"il yang harus diambil dari jumlah yang
ada
Ju30!2 -e3!s!n -e*#0 %!0!3 Ju30!2 *$n&$2 -e3!s!n -e*#0
y!n"
.$.u0!s# 2!'us %#!37#0 < B =
<7$&$0@s!*2e&@.0!s&#-=
,*.*** )**
)*.*** );*
:*.*** +**
=*.*** +;*
:**
H ,**.***
(SN% ,<#*:)/#,<</)

.abel -. Jumlah kemasan ke"il yang diambil untuk setiap
karton
Ju30!2 -e3!s!n -e*#0 %!0!3 Ju30!2 *$n&$2 -e3!s!n -e*#0
y!n"
-!'&$n @.e&# 2!'us %#!37#0 < y =

H ): ,=
,) s.d.): ,*
H ,) Semua
(SN% ,<#*:)/#,<</)
.erhadap "ontoh yang masih dalam bentuk kemasan besar, selanjutnya
harus
dibuka untuk diambil "ontoh dalam kemasan ke"ilnya dengan ormula
sebagai
berikutE
Jumlah peti>karton yang dibuka M C > B
C M nilai pada tabel )
B M nilai pada tabel +
Selanjutnya kemasan peti>karton yang harus dibuka dipilih se"ara a"ak.
'pabila bahan atau barang berada dalam alat angkut atau berada dalam suatu
alur
proses produksi dan sedang bergerak, "ontoh bahan diambil beberapa
kemasan pada
periode $aktu yang sama. Jumlah kemasan yang diambil sangat tergantung
selang
$aktu pengambilan "ontoh. Semakin sering atau semakin singkat periode
pengambilan "ontoh, semakin ke"il jumlah "ontoh yang diambil.
Pengambilan "ontoh
pada produk yang masih dalam lini produksi ditujukan untuk pengendalian
proses.
!ontoh yang diambil bisa produk yang masih belum selesai proses atau
produk jadi
sebelum masuk ke gudang.



*( R!n"-u3!n M!&e'#

Pengambilan "ontoh untuk bahan padatan berdasarkan kondisi atau
tempat
bahan dibedakan menjadi barang terkemas dalam kemasan besar
(kemasan
kardus,keranjang, peti atau karung) dan dalam kemasan ke"il.
.inggi rendahnya tumpukan kemasan yang dapat menjamin keutuhan
barang
sangat ditentukan oleh jenis bahan kemas
Kemasan leksibel tidak memiliki eek melindungi isi terhadap
adanya tekanan
dari luar kemasan yang dapat melindungi tetapi tergantung jenis
kemasan untuk
makanan adalah ood grade 8.
%dentiikasi tumpukan harus dilakukan sebelum pengambilanm
"ontoh
dilakukan. Selama identiikasi Petugas pengambil "ontoh harus tetap
obyekti
dan bebas tekanan atau pengaruh.
.itik ra$an terjadinya kerusakan isi, pada tumpukan kemasan kardus
yang
utama adalah pada bagian ba$ah.
Petugas harus berhati#hati sehingga tidak terke"oh oleh tampilan
tumpukan
yang permukaannya rapi, sebab ada program pengaturan posisi bahan
dalam
tumupkan.
.anda kemasan terganggu keadaaanya adalah tidak simetris, sudut
lipatan
tampak tumpul, "embung atau "ekung sisi kardus.
Kemasan leksible ra$an kerusakan bahan jika ditumpuk.
(agian ba$ah tumpukan adalah titik ra$an bahan rusak.
Kemasan kakau, sangat tinggi ungsi pelrindungannnya pada bahan
se"ara isik.
6kuran "ontoh ditentukan dari jumlah total kemasan, diakarkan. Jika
kemasan
lebih dari ,*** dilakukan pembagian populasi menjadi subpopulasi
yang harus
diambil "ontoh se"ara tersendiri.









%( Tu"!s Pe37e0!)!'!n 2( Men"!37#0 C$n&$2 B!2!n P!%!&!n Te'-e3!s
%# Gu%!n"
L#n"-u. Tu"!s :

,. .ugas ini mengharuskan anda untuk menyiapkan diri dan bersedia
melakukan
kegiatan mulai dari menyiapkan diri untuk mulai bekerja, menyiapkan
bahan,
prosedur atau metode, menyiapakan peralatan yang diperlukan untuk
mengambil
"ontoh bahan padatan terkemas di dalam gudang .

). Melakukan proses pengambilan "ontoh dengan menggunakan prosedur
dan instruksi
kerja seperti yang dituangkan dalam langkah kerja dan sesuai dengan
S5P untuk
pengambilan "ontoh padatan.

A*u!n:
,. Mengikuti Prosedur Menjaga Kesehatan dan Keselamatan kerja (K+)
'&%&3N50S,'
). Menyiapkan sample uji ( 1?!!52SMP*,#')
+. Mendapatkan sampel uji yang me$akili lot atau populasi
(1?!!52SMP*)#')






e( Tes& +$'3!&#; Pe3e7e0!)!'!n 2(

,. Sebutkan 'pa yang dimaksud dengan bahan padatan terkemas N
). !ontoh yang diambil dari bahan terkemas harus bersiat representati,
dalam
hal ini "oba anda jelaskan singkat N
+. 'pa "iri dari kemasan kardus yang sudah tidak sempurna lagi H
:. (erapa persen jumlah maksimum "ontoh yang harus diambil dari
suatu populasi
dan berapa minimumnya H
;. Sebutkan nomor SN% yang berisi tentang penggambilan "ontoh
padatan N
=. Populasi bahan terdiri dari tumpukan berisi kemasan kardus sebanyak
-;* buah.
Jika isi kemasan ke"il tiap kardus :* buah, tentukan jumlah kemasan
ke"il yang
harus diambil sebagai "ontohN
-. Kait atau gan"u adalah 'lat yang biasanya dipakai untuk menjangkau
atau
menarik kemasan dalam tumpukan, 'pa kelemahan penggunaan lat
tersebutH

/. (agian mana saja yang harus diperhatikan pada tumpukan bahan yang
dikemas
sebelum diambil "ontohnya H
<) jika kesulitan untuk menentukan kemasan mana yang harus diambil,
karena tidak
boleh dipiloih#pilih, adakan "ara yang lebih netral atau obyekti untuk
menentukan kemasan ayang harus diambil H
,*) (agiamana menangani "ontoh kemasan ke"il yang sudah dihasilkan
dan sisa
kemasan ke"il yang tidak dijadikan "ontohH













;( Kun*# J!1!7!n Tes& +$'3!&#; Pe37e0e)!'!n 2(

,. 'dalah bahan bakau atau hasil olahan yang berbentuk padat dikemas
dalam
ben#tuk kemasan ke"il atau kemasan besar.
). 2epresentati nya berarti me$akili bahan untuk semua kondisi
kemasan yang
ada dalam tumpukan atau populasi, yaitu harus ada $akil dari
kemasan yang
utuh, kemasan yang sedikit berubah bahkan mungkin kemasan yang
rusak.
+. Jika kemasan kardus menunjukkan adanya salah satu dari hal berikutF
lipatan
sudut kemasan tumpul, sisi kemasan "embung atau "ekung,
kemasan tampak
kotor, bahan kemasan tampak lembab, bahan kemasan sobek,
terbuka .
:. Jumlah maksimum adalah ,** G artinya bah$a semua bahan harus
diambil se#
bagai "ontoh, jika jumlah kemasan atau jumlah bahan kurang dari ,*
buah dan
maksmimum adalah +* buah atau "ontoh untuk setiap populasi
bahan dengan
hitungan dasarnya adalah akar pangkat dua dari jumlah populasi.
;. SN% ,<#*:)/#,<</
=. # .otal kemasan besar -;* buah dianggap , lot, "ukup satu "ontoh.
# .otal kemasan ke"il M -;* 9 :* M +*.*** .
# Sesuai tabel ) dan tabel +, jumlah kardus harus diambil M 7 -;* M
)-
buah
# Jumlah kemasan diambil M ();* O +** ) > ) M )-;
# Jumlah kemasan ke"il diambil tiap kardus maksimalM ,= buah
Jumlah kardus terambil yang harus dibuka minimal M )-;> ,= M
,- buah
-. Kait batau gan"u beresiko untuk merusak kemasan dan dapat pula
merusak isi
kemasan. Karena "ontoh yang "a"at atau rusak pada saat sampling,
harus
diganti resiko berikutnya adalah biaya akibat bahan rusak dan
penggunaan
sum7berdaya menjadi tinggi.
/. Minimal adalah bagian atas, tengah, ba$ah, sisi terkena "ahaya, sisi
yang
berhimpitan dengan dinding.
<. 'da, yaitu dengan menggunakan tabel bilangan a"ak, sehingga nomor
kemasan
yang harus diambil se"ara a"ak sesuai nomor#nomor yang ada dalam
tabel hasil
pemba"aan, bukan berdasarkan pemilihan kemasan pada tumpukan.
,*. !ontoh terambil dikemas dengan menggunakan kemasan besar yang
ada( bekas)
atau kemasan yang baru dan ditutup, disegel. Sedangkan sisa
kemasan ke"il
dikemas dalam kemasan yang ada dan dikembalikan pada tumpukan
bahan
(populasinya)


"( L!n"-!2 Ke')! 2: Men"!37#0 C$n&$2 B!2!n P!%!&!n Te'-e3!s

,= Meny#!.-!n %#'# un&u- Be-e')! Men"!37#0 C$n&$2
a) Men"u"i tangan sebelum mengganti pakaian dengan pakaian kerja
khusus.
&unakan sabun atau larutan yang mengandung desinektan dan
bilas dengan
air bersih. Keringkan tangan sebelum melakukan kegiatan
berikutnya.
b) Memakai pakaian kerja khusus, yaitu 7erpa"k atau jas laboratorium.
Jika
memamakai $earpa"k, buka pakain luar anda dan kenakan $earpa"k.
Jika
menggunakan jas labaortaorium, tidak perlu membuka pakian luar
anda,
dalam kondisi bersih.
") Memakai sarung tangan dari kain, kulit atau glo7e, topi dan masker
debu,
jika perlu juga ka"a mata untuk mereduksi pengaruh debu yang
dihasilkan
bahan di gudang .
.abel /. %dentiikasi Perlengkapan Kerja
N$ N!3! B!2!n@A0!& S.es#;#-!s# Ju30!2
, (aju kerja @erpa"k> jas 4aboratorium
) .opi Kerja Kain, berlidah di sisi depan
+ Sarung .angan Kain, karet, kulit
: Masker Kain atau khusus . Debu
; Sepatu Kerja (oot atau sepatu karet
= Ka"a mata Dengan bingkai khusus,
sehingga menutup bidang sisi
mata se"ara rapat

2= Meny#!.-!n B!2!n
Semua jenis dan jumlah bahan
yang diperlukan pada saat

pengambilan "ontoh
disiapkan se"ara baik dan
benar.
.ermasuk
dalam
kelompok ini
adalah bahan
yang
digunakan
untuk $adah.
"ontoh dan
semua
dokumen .
&ambar <.
Perlengkapan
Dokumen





.abel <. (ahan Penunjang ampling8
N$ N!3! B!2!n @Jen#s B!2!n Ju30!2 K$n%#s#ny!
, Dokumen SamplingE
a. Surat .ugas , set Semua terkemas dan
b. Program Sampling , set satu map yang
berid
entita
s
okum
en
". Prosedur 5p. Standar sampling , ekp
Samp
ling8
d. 1ormat >blangko , set
e. Kestas kosong >blo"k note , spidol , set
) (ahan#Kemas dan Aadah !ontoh
a. kantong plastik steril >bersih ,set .erkemas dalam $adah
". karung plastik steril , set tas atau atau kotak
karto
n
yang
dilapi
si
d. karung plastik dan tali raia atau , set
plasti
k
h. Kardus kosong bersih ) buah
i. 4a"kband >adesi , roll


3= Meny#!.-!n Pe'!0!&!n Ke')!

Menentukan jenis alat yang digunakan untuk mengambil "ontoh
sesuai dengan
kemasan E E
a. alat untuk menjangkau tumpukan paling tinggi
b. alat untuk memindahkan tumpukan
". alat untuk membuka kemasan kardus, peti kayu, keranjang kayu atau
kemasan
kaleng.
Semua peralatan atau mesin atau apapaun instrumen yang
diperlukan untuk
persiapan, pelaksanaan pengambilan "ontoh dan penanganan "ontoh
diidentiikasi
jenis dan jumlahnya se"ara benar. Kemudian diperiksa kondisinya, dirakit
atau
diinstall, dan diuji "oba sebelum diputuskan untuk digunakan atau tidak
digunakan.
Jika semuanya beres, selanjutnya dilakukan pengemasan semua peralatan
untuk
diba$a ke lokasi pengambilan "ontoh. Pastikan tiap jenis alat dikemas
dengan
$adah yang berungsi melindungi alat.












.abel ,*. Peralatan Sampling

N$( N!3! A0!& @B!2!n S.es#;#-!s# Ju30!2
,. Meteran gulung Kap. ; m., roll plat baja
). &unting>"utter Pembuka kardus
+ 5beng,gegep, Kakatua Pembuka peti kayu
: Pembuka kaleng
















&ambar ,*. (erbagai alat pembuka
kemasan

Kardus, peti kayu, atau
keranjang kayu

4= P'$ses Men"!37#0 C$n&$2 B!2!n P!%!&!n Te'-e3!s
a) Dengan memba$a semua perlen gkapan yang terdiri dari dokumen,
bahan dan
peralatan, petugas berangkat menuju lokasi barang yang akan diambil
"ontohnya.
b) Menyerahkan dokumen surat tugas dan memberikan penjelasan
se"ukupnya
tentang pekerjaan yang akan dilakukan kepada petugas atau pemilik
barang yang
akan diambil "ontohnya.

") Menghitung se"ara

pasti atau dengan
prediksi kasar pada
ukuran tumpukan
dengan menghitung
jumlah kemasan
susunan 7ertikal dan
&ambar ,,. (ahan terkemas
dalam kardus
horisontalnya.

Perhatikan inormasi penting pada masing#masing kemasan. Misalnya
saran
untuk penumpukan baik tinggi atau jumlah dan posisi kemasan pada
tumpukan.











&ambar ,). berbagai kondisi jenis bahan terkemas
tumpukan dan jenis inormasi yang ada pada kemasan

d) Memprediksi bagian#bagian atau area tumpukan bahan yang akan diambil
"ontoh.
'nda dapat mengikuti petunjuk berikutE
,. .etapkan kemasan yang harus diambil itu berdasarkan nomor urut
dalam
tumpukan sesuai dengan nomor yang didapat melalui penggunaan
bilangan
a"ak.
). Jika tidak menggunakan bilangan a"ak, posisi tumpukan yang diambil
adalah E
a. (agian atas tumpukan.
b. (agaian sisi ba$ah, agak tengah tumpukan (dibongkar sebagian).
". (agian sisi ba$ah agak tepi tumpukan (bongkar sebagian).
d. (agian tengah keempat sisi tumpukan.
Masing#masing bagian diambil dengan jumlah proporsional, yaitu
diusahakan
sama atau sesuai dengan tingkat kesulitannya pada saat menjangkau
atau
mengambil bahan. .ingkat kesulitan dalam mengambil "ontoh akan
sebanding
dengan tingkat ketidakstabilan bahan dalam tumpukan terhadap
pengarug
lingkungannya.
+. 0arus diperhatikan kondisi#kondisi khusus tumpukan atau tempat
penyimpanan
bahan ( gudang ). Perhatikan bagian bahan yang paling mudah atau
sering
terkena "ahaya dan sebaliknya. (agian yang mungkin sering kontak
dengan
udara bebas dan bagian yang sebaliknya. Perhatikan kemungkinan
hama gudang
bisa masuk pada tumpukan, terutama hama primer seperti tikus.

e) Mengeluarkan atau mengambil kemasan bahan dalam tumpukan yang
sudah
ditentukan posisinya sampai jumlah kemasan yang dibutuhkan untuk
"ontoh
terpenuhi.








&ambar ,+. Mengambil
Kemasan Ke"il

) Mengambil isi kemasan besar

(kemasan ke"il) sejumlah yang
harus diambil sebagai "ontoh
dengan menggunakan tabel ) dan
.abel + .


&ambar ,:. Jumlah
kemasan ke"il yang
diambil

g) Mengemas kembali



sisa "ontoh bahan


dan mengemas


kembali se"ara



rapi dan


dikembalikan pada
populasi atau
tumpukan bahan .
&ambar ,;. Mengemas !ontoh
!ontoh gabungan
dikemas dalam kardus bekas kemasan atau kardus baru dan diidentiikasi
(diberi
label) sesuai ormat label yang berisi inormasi kualitati dan kuantitati
dari
"ontoh .

2( P'$se%u' O.e'!s#$n!0 S&!n%!' @S&!n%!'% O.e'!&#$n!0 P'$*e%u'e@ SOP
,= T!7e0 ,,( SOP I%en&#;#-!s# P$.u0!s# 7!2!n P!%!&!n Te'-e3!s
K$3.e&ens#@ K-'#&e'#! Un)u- -e')! T#&#- K'#&#s
Su7-$3.e&ens#
,. Mengidentiikasi tum# ,.,..iap peti terdapat label atau tulisan yang jelas dan benar ,.Kondisi isik gudang.
pukan barang yang berisi inormasi ukuran (dimensi peti), rekomendasi
dikemas dalam peti jumlah tumpukan maksimum dan "ara menumpuk ( posisi )..inggi dan lebar tumpukan yang
kayu. peti). terlalu besar, menyebabkan
,.).Setiap tumpukan bahan harus tersedia dokumen tertulis kesulitan dalam kontrol kondisi
berisi inormasi (data) lengkap baik kualitati maupun bahan .
kuantitatiE +. Jenis kayu untuk peti dan berat
# jumlah bahan ( ukuran 7olume >ukuran bobot) isi tiap peti.
# $aktu E sejak kapan tumpukan :. Kelengakapan dokumen tertulis
# data kontrol lingkungan E suhu, 20 ruang. tentang barang.
,.+. Di tempat penyimpanan tersedia perlengkapan kerja yang ;.Kejelian petugas pengambil
memenuhi standar kesehatan dan keselamatan kerja. "ontoh dalam memba"a kon#disi
,.:. .ersedia alat pemindah barang ( orklit, kereta dorong) isik barang atau tumpukan.
yang dapat menjangkau semua posisi tumpukan barang. =. 'kurasi alat ukur atau alat.
,.;. .erdapat alat kontrol kondisi ruangan ( termometer,
higrometer, "ahaya) dan alat tersebut dikalibrasi.
,.=. Setiap tumpukan beralas (londer>pallet) yang se"ara
teknis dapat berungsi sebagai penyekat barang dengan
lantai dan sebagai penyangga barang pada $aktu diangkat
dengan alat.
,./ .umpukan harus ditutup dengan alat pentup yang me#
miliki kekedapan yang sama atau sesuai dengan tingkat
kekedapan lantai atau dasar tumpukan.
). Mengidentiikasi tum# ,.,..iap kardus terdapat label atau tulisan yang berisi E ,.Kondisi isik gudang.
pukan barang dike# a. ukuran (dimensi peti)
mas kardus b. rekomendasi jumlah tumpukan maksimum. )..inggi tumpukan.
". "ara menumpuk ( posisi peti)

,.).Setiap tumpukan bahan harus tersedia dokumen tertulis +.Jenis kardus atau karton untuk
berisi inormasi (data) lengkap baik kualitati maupun kemasan dan dan berat isi tiap
kuantitatiE kardus.
# jumlah bahan ( ukuran 7olume >ukuran bobot)
# $aktu E sejak kapan tumpukan :. Kelengakapan dokumen tertulis
# data kontrol lingkungan E suhu, 20 ruang ten#tang barang.
,.+.Di tempat penyimpanan tersedia perlengkapan kerja yang
memenuhi standar kesehatan dan keselamatan kerja ;.Kejelian petugas pengambil
,.:. .ersedia alat untuk mengatur posisi tumpukan ( orklit, "ontoh dalam memba"a kondisi
kereta dorong). isik barang atau tumpukan.
,.;.'lat yang tersedia harus dapat menjangkau semua posisi
tumpukan barang. =. 'kurasi alat ukur atau alat.
,.=..erdapat alat alat kontrol kondisi ruang penyimpanan dan
berungsi ( termometer, higrometer, "ahaya) dan alat
tersebut dikalibrasi.
,.-.Setiap tumpukan diberi landasan (londer>pallet) yang
se"ara teknis dapat berungsi sebagai penyekat barang
dengan lantai dan sebagai penyangga barang pada $aktu
diangkat dengan alat.
,./ .umpukan harus ditutup dengan alat pentup yang memiliki
kekedapan yang sama atau sesuai dengan tingkat
kekedapan lantai atau dasar tumpukan.
+.Mengidentiikasi +.,..iap keranjang terdapat label atau tulisan yang berisi E ,.Kondisi isik gudang.
tumpukan ba#rang a. ukuran (dimensi peti).
dikemas dalam keran# b. rekomendasi jumlah tumpukan maksimum. )..inggg tumpukan.
jang plastik bertutup ". "ara menumpuk ( posisi peti).
>atau tidak bertutup Jika label tertulis tidak ada pada keranjang, terdapat +.Jenis kardus atau karton untuk
aturan tertulis yang tersedia diruang penyimpanan, kemasan dan dan berat isi tiap
diletakkan pada beberapa tempat agar petugas bagian kardus.
penumpukan tahu.
+.).Setiap tumpukan bahan harus tersedia dokumen tertulis :. Kelengakapan dokumen tertulis
berisi inormasi (data) lengkap baik kualitati maupun tentang barang.

kuantitatiE
# jumlah bahan ( ukuran 7olume >ukuran bobot)
# $aktu E sejak kapan tumpukan ;.Kejelian petugas pengambil
# data kontrol lingkungan E suhu, 20 ruang "ontoh dalam memba"a kondisi
+.+.Di tempat penyimpanan tersedia perlengkapan kerja yang isik barang atau tumpukan.
memenuhi standar kesehatan dan keselamatan kerja.
+.:. .ersedia alat untuk mengatur posi#si tumpukan ( orklit,
kereta dorong). =. 'kurasi alat ukur atau alat.
+.;.'lat yang tersedia harus dapat menjangkau semua posisi
tumpukan barang.
+.=..erdapat alat alat kontrol kondisi ruang penyimpanan dan
berungsi ( termometer, higrometer, "ahaya) dan alat
tersebut dikalibrasi.
+.-.Setiap tumpukan diberi landasan (londer>pallet) yang
se"ara teknis dapat berungsi sebagai penyekat barang
dengan lantai dan sebagai penyangga barang pada $aktu
diangkat dengan alat.
+./ .umpukan harus ditutup dengan alat pentup yang memiliki
kekedapan yang sama atau sesuai dengan tingkat
kekedapan lantai atau dasar tumpukan.

Ke"#!&!n Be0!)!' 3( Men"!37#0 C$n&$2 C!#'!n

!( Tu)u!n Ke"#!&!n Pe37e0!)!'!n
Setelah melakukan kegiatan belajar ini sis$a diharapkan mampu mejadi
petugas
pelaksana pengambil "ontoh bahan butiran "urah, yang mampuE
,. Menyiapkan diri untuk bekerja mengambil "ontoh sesuai prosedur
standar yang
ditetapkan dalam S5P Keselamatan dan Kesehatan Kerja (KKK).
). Menyiapkan bahan, alat dan dokumen mutu pengambil "ontoh untuk
bahan
!airan dan Semi Padat.
+. Mengambil "ontoh sesuai dengan prosedur standar yang digunakan.
:. Mengemas dan menangani "ontoh yang dijadikan "ontoh lapangan dan
"ontoh
laboratorium yang memenuhi aspek higienitas dan estetika.
;. Menyiapkan dan menggunakan semua dokumen yang diperlukan
dalam
pembelajaran !(. ( prosedur, instruksi kerja dan ormat ).
=. Merapikan kembali ruangan kerja yang telah dia"ak atau digunakan
pada
kegiatan pembelajaran.
-. Mengolah data dan menyusun laporan hasil pengujian kepada
Penanggung
ja$ab Pengujian.



7( U'!#!n M!&e'#
Men"#%en&#;#-!s# P$.u0!s# B!2!n C!#'!n
%!n Se3# P!%!&
Pengambilan "ontoh "airan dan semi padat merupakan hal penting yang
harus
dilakukan pada pengujian mutu barang > produk baik yang bersiat "airan atau
semi
padat. Pengambilan "ontoh "airan dan semi padat ini bisa dilakukan pada
barang atau
bahan yang terkemas atau yang "urah. Pengambilan "ontoh barang > bahan ini
dilakukan di tempat yang terlindung dari hal K hal yang dapat mempengaruhi
"ontoh.
Menurut SN% ,<#*:)<#,</< tentang pengambilan "ontoh "airan dan semi
padat, partai
barang dibedakan menjadi bahan "airan atau semi padat "urah dan bahan
"airan
atau semi padat terkemas.
P$.u0!s#
D!0!3
Ben&u-
T!n"-#
!ontoh bahan uji yang bila kemasan > tanding dalam bentuk "urah maka
pengambilan dilakukan pada $aktu pengaliran bahan ( pengambilan diambil
pada
saluran > pipa pengalur ). Pengambilan "ontoh ini dilakukan dengan
menggunakan pipa
yang berkran dan ke"epatan aliran diatur sedemikian rupa sehingga bisa
membuat

gerakan yang mengaduk "airan, pengambilan "ontoh diambil pada rentang
$aktu dan
7olume "ontoh yang tertentu dan diatur sedemikian rupa sehingga "ontoh
yang
terambil memenuhi syarat representati terhadap jumlah jumlah bahan.
Pengambilan "ontoh bahan semi padat yang disimpan > dikemas dalam
bentuk
"urah atau bulky, bisa dilakukan dengan "ara mengambil semi padat pada
dasar,
tengah, atas "urahan atau posisi bahan. (ahan semi padat seperti lemak
padat,
margarin, mentega, hanya akan dijumpai dalam kemasan "urah umumnya
pada saat
dibagian produksi (line produksi). Di bagian ini biasanya bahan dikondisikan
tetap
dalam bentuk "air atau agak men"air, sehingga masih dapat bergerak
membentuk
aliran. !aranya adalah dengan memepertahankan suhu bahan di atas titik
bekunya.
Dengan demikian prosedur pengambilan "ontohnya sama dengan bahan "air.
Produk#
produk lemak, margarin, mentega dan sejenisnya umumnya produk
akhirnya dalam
bentuk kemasan dan kondisinya bisa berbentuk padat, agak padat (pasta).
Jumlah
7olume "ontoh setiap pengambilan harus sama dan seluruh "ontoh
dihomogenkan atau
dijadikan satu "ontoh bahan uji.
!ontoh yang homogen dan disimpan pada tangki, pengambilannya
dilakukan
dengan "ara mengambil dari lima tempat ketinggian. Satu kali pada jarak
sepersepuluh
tinggi "airan dari dasar, tiga kali dari pertengahan tinggi "airan, dan satu kali
dari <>,*
tinggi "airan dari dasar. !ontoh dari masing#masing bagian di"ampur
menjadi satu
sebagai satu "ontoh. 'pabila "ontoh dikemas dalam tangki silinder horiIontal
maka
pengambilan "ontoh ditentukan oleh berapa persen tangki terisi "airan, maka
7olume
perbandingannya sebagai berikut E
.abel ,,. Penentuan titik#titik Pengambilan !ontoh !airan dalam
.angki
.inggi "airan terhadap .empat "ontoh diambil @olume tiap pengambilan
(G
tinggi tangki ( G ) (tinggi dari dasar, G dari seluruh 7olume "ontoh)
terhadap tinggi tangki)
4apisan "airan
'tas .engah (a$ah 'tas .engah (a$ah
,* # # ; # # ,**
)* # # ,* # # ,**
+* # )* ,* # =* :*
:* # ); ,* # -* +*
;* # +* ,* # /* )*
=* ;; +; ,* ,* /* ,*
-* =; :* ,* ,* /* ,*
/* =; :; ,* ,* /* ,*
<* /; ;* ,* ,* /* ,*
,** <* ;* ,* ,* /* ,*



P$.u0!s#
Be'7en&u-
Te'-e3!s
!ontoh yang bersiat "air > semi padat mungkin dikemas dalam tangki ke"il
atau drum berkapasitas besar, untuk bahan yang dikemas dalam kemasan
ke"il seperti
sacheet atau botol kecil metode pengambilan contohnya tidak termasuk pada
metode
ini dan lebih jelas diterangkan pada pengambilan "ontoh padatan.
Pengambilan
"ontoh yang dikemas dalam drum yang berkapasitas )* K )** 4 , sesuai
dengan siatnya
bahan tersebut bila perlu digoyang atau diaduk hingga bahan tersebut
homogen.
Pengambilannya dilakukan dengan "ara E
.abel ,). 6kuran !ontoh dalam kemasan drum
Ju3!2 %'u3 %!0!3 &!n%#n" Ju30!2 %'u3 y!n" %#!37#0
*$n&$2ny!
Kurang dari : Semua drum.
: K ,** )* G dari jumlah drum, minimum :
4ebih dari ,** ,* G dari jumlah drum, minimum )*

Pemilihan drum K drum yang akan diambil "ontoh dilakukan dengan "ara
bilangan a"ak. Misal tanding terdiri dari ;* drum dan telah diberi no *, K ;*
dan
berdasarkan a"uan diatas "ontoh yang diambil sebanyak : drum maka dengan
menggunakan Datar Nomor '"ak ternyata drum yang diambil drum no *:,
)=, :<, ,-,
maka dari tiap drum ini diambil "airannya dengan 7olume yang sama setiap
drumnya
dan dijadikan satu "ontoh ( homogenisasi ). (atas satu tanding maksimum
;** ton dan
di$akili oleh satu "ontoh, bila tanding lebih dari ;** ton maka kelebihannya
dianggap
tanding lain.


P
e
n
!
n
"
!
n
!
n
C
$
n
&
$
2
Penanganan pada "ontoh bahan uji dilakukan sesuai dengan siat dan
karakteristik bahan tersebut dan diusahakan pada $aktu penyimpanan >
penanganan
siat dan karakteristik bahan tersebut dipertahankan supaya mendapatkan data
hasil
pengujian yang maksimal mau mendekati kebenaran. Menurut SN% ,<#*:)<#
,</<
tentang pengambilan "ontoh "airan dan semi padat dijelaskan bah$a
penanganan dan
penyajian "ontoh bahan uji yang bersiat "airan dan semi padat
diklasiikasikan seperti
berikut ini E

!( T!n%#n" Be'7en&u- Cu'!2
Pada tanding yang berbentuk "urah, yaitu bahan "airan ditempatkan
dalam
$adah yang sangat besar (tangki penyimpanan), perlu dilakukan pengadukan
agar

bahan uji yang diambil "ontohnya dapat me$akili seluruh bahan "ontoh uji.
.e knis
pengambilannya dilakukan se"ara a"ak dan untuk beberapa jenis bahan "air
telah
ada aturan khususnya. Misalnya untuk jenis minyak atsiri dan pelumas.
Penyimpanan
pada $adah yang tertutup > bersumbat rapat yang bersih dan kering serta
terbuat dari
bahan yang tidak mempengaruhi "ontoh bahan uji se"ara kimia$i.
Pembuatan data
"ontoh bahan uji seperti $aktu dan tanggal pengambilan, petugas yang
melaksanakan,
badan yang menugaskan, dan identiikasi dari "ontoh bahan tersebut.
Pengangkutan harus didesain sedemikian rupa sehingga "ontoh bahan
yang
diangkut tidak mengalami penyimpangan > kerusakan selama pengangkutan.
Penyiapan dan penyajian "ontoh untuk keperluan pengujian dilakukan di
laboratorium
dengan tindakan pertama melakukan identiikasi "ontoh. Kemudian "ontoh
dibagi
menjadi dua bagian yang sama, satu bagian untuk keperluan pengujian dan
sebagian
lainnya untuk arsip "ontoh. Masing#masing bagian "ontoh dikemas dengan
"ara yang
sesuai standar, yaitu yang dapat menjamin keutuhan karakteristik "ontoh.
Jika
diperlukan uji mikrobiologi, penanganan mulai dari pembagian dan
pengemasan
kembali harus dilakukan se"ara aseptis. Selanjutnya pendistribusian "ontoh
dalam
laboratorium diutamakan >didahulukan untuk uji mikrobiologis. 'khirnya
setelah
pengujian selesai maka "ontoh bahan yang telah digunakan harus
dimusnahkan dan
arsip "ontoh bahan uji dan data hasil pengujian yang telah diolah disimpan
pada
tempat dokumen yang mudah untuk didapatkan bagi pihak yang
berkepentingan.
7( T!n%#n" Be'7en&u- Te'-e3!s
Pengangkutan "ontoh bahan yang akan diuji harus diperhatikan,
jangan sampai
pada $aktu pengangkutan terjadi hal K hal yang dapat merubah kondisi
bahan
tersebut. Pe$adahan isi dari kemasan pada $aktu akan dilakukan pengujian
yaitu
dengan "ara mengeluarkan semua isinya dan ditampung dalam satu $adah
dan
dijadikan satu "ontoh yang homogen. %n7entaris "ontoh bahan uji yang akan
disimpan
dilakukan sesuai dengan siat dan karakteristik "ontoh bahan tersebut
sehingga kondisi
"ontoh bahan a$al pengujian sampai akhir pengujian selesai tetap sama.
Setelah
pengujian selesai maka "ontoh bahan yang telah digunakan harus
dimusnahkan dan
arsip tentang "ontoh bahan uji dan data hasil pengujian yang telah diolah
disimpan
pada tempat tertentu yang aman dan mudah didapatkan bagi petugas yang
memerlukannya.



*( R!n"-u3!n M!&e'#
'lat yang digunakan harus bersih dan kering, "ontoh diambil dari
tumpukan
dan tidak dibiarkan terjemur atau kehujanan, yang dapat
mempengaruhi
"ontoh.
'pabila proses produksi masih berjalan maka pengambilan "ontoh
dilakukan
melalui pipa penyalur yang diberi kran dan pengambilannya
dilakukan pada
setiap periode tertentu dengan jumlah ukuran "ontoh yang sama.
(atas ukuran tanding maksimum ;** ton untuk satu "ontoh yang
me$akili
semua bahan yang u kurannya sesuai dengan jenis barangnya.
Pengambilan "ontoh pada tangki berbentuk silinder 7ertikal maka
"ontoh
diambil pada setiap jarak +* "m dengan 7olume yang sama. 6ntuk
populasi yang
homogen "ontoh diambil pada lima tempat yaitu E jarak ,* G dari
dasar ( , 9
), ;* G dari dasar (pertengahan tinggi "airan ) ( , 9 ), pada posisi <*
G dari
dasar ( + 9 ).
!airan yang dikemas dalam drum dilakukan dulu pengadukan >
penggoyangan
supaya bahan ter"ampur rata > homogen sebelum "ontoh diambil.
Jumlah drum yang diambil sebagai "ontoh, akar kuadrat jumlah
populasi
besar, dilakukan dengan a"ak sederhana dan bilangan a"ak.
Ketentuan titik#titik pengambilan "ontoh yang dikemas dalam tangki
adalah E

















%( Tu"!s 3( Men"!37#0 C$n&$2 C!#'!n

L#n"-u. Tu"!s :
,. .ugas ini mengharuskan anda untuk menyiapkan diri dan bersedia
melakukan
kegiatan mulai dari menyiapkan diri untuk mulai bekerja,
menyiapkan bahan,
prosedur atau metode, menyiapkan peralatan yang diperlukan
untuk
mengambil "ontoh bahan "airan dan semi padat.
.
). Melakukan proses pengambilan "ontoh dengan menggunakan
prosedur dan
instruksi kerja seperti yang dituangkan dalam langkah kerja dan
sesuai dengan
S5P untuk pengambilan "ontoh "airan dan semi padat serta sesuai
dengan SN%
,<#*:)/#,</- (').
A*u!n:
,. Prosedur 5perasional Standar (S5P) (ekerja sesauai KKK
). Prosedur 5perasional Standar (S5P) Mengambil !ontoh






























E( Tes& +$'3!&#; -e"#!&!n 7e0!)!' 3

,) Jelaskan, bagaimana "ara pengambilan "ontoh berbentuk "urah
yang
homogen yang disimpan pada tangki N
)) Disebut apakah "ontoh yang diambil dari lima tempat ketinggian
pada tangki
homogen H
+) (agaimana "ara penyajian "ontoh berbentuk "urah H
:) 'pakah yang dimaksud dengan homogen H
;) 'pakah alat yang digunakan untuk pengambilan "ontoh "airan
"urah pada
tangki H dan jelaskan "ara pengambilannya N
=) 'pa yang dimaksud dengan "ontoh aseptis H
-) Sebutkan nama alat#alat yang mungkin digunakan untuk
mengambil "ontoh
berbentuk "airan N
/) Jika dilapangan sulit menyiapkan alat sterilisasi $adah dari
botol gelas
dan alat sampler dari bahan logam atau p7", sebaiknya apa yang
harus
dilakukan petugas pengambil "ontoh sebagai antisipasinyaH
<) 'pa yang dimaksud dengan penyimpanan dingin untuk "ontoh
keperluan uji
mikrobiologisH
,*) (erap a lama suatu "ontoh arsip harus disimpan dilaboratorium
uji mutuH


;( Kun*# J!1!7!n Tes& +$'3!&#;


,) !ontoh diambil pada ; titik yaitu , kali bagian atas, + kali bagian
tengah dan
, kali bagian ba$ah tangki.
)) Disebut spot sample atau termasuk "ontoh primer.
+) Dengan menghomogenkan "ontoh, men"apur dari spot sample,
kemudian dibagi
dengan ?uartering sampai diperoleh ukuran "ontoh yang dibutuhkan.
:) .idak dapat dibedakan jenis partikel penyusun "ampuran, terutama
se"ara
7isual.
;) (otol sa mpler, botol pengambil "ontoh, yaitu botol logam yang
dilengkapi dengan
katup penutup yang dapat dikendalikan dengan tali, sehingga pada
saat
di"elupkan dalam "airan dapat diatur aliran masuk "airan dalam botol
tersebut.
Dapat juga menggunakan jenis botol yang memiliki tutup klep pada
bagian dasar
sehingga pada saat di"elupkan dalam "airan, tutup klep akan terbuka
karena
adanya gaya tejab je atas dari "airan.
=) !ontoh aseptis adalah "ontoh yang diambil dengan "ara aseptis, yaitu
"ara yang
dapat mempertahankan kondisi mikrobiologisnya tetap. 'tau
diupayakan
selama proses pengambilan "ontoh, tidak terkontaminasi se"ara
mikrobiologis.
-) (otol logam bertutup, pipa gelas atau pipa logam, pipa logam atau pipa
P@! ber
klep akses pada ujungnya
/) Menggunakan $adah steril sekali pakai dan sterilisasi alat
menggunakan "airan
desinektan.
<) 'dalah penyimpanan menggunakan suhu rendah Q ,*o ! s.d. * o! dan
penyimpanan suhu beku ( suhu yang dapat membekukan bahan yang
disimpan,
umumnya Q #, o !).
,*) 4ama penyimpanan adalah selama + bulan atau berdasarkan
pesanan
pelanggan atau pemilik "ontoh (produsen).









"( L!n"-!2 Ke')! 3( Men"!37#0 C$n&$2 C!#'!n
< SNI ,6 C 0426 C ,65: =

,= Meny#!.-!n %#'# un&u- Be-e')! Men"!37#0 C$n&$2
a) Membersihkan untuk kesiapan bekerja, men"u"i tangan dan kaki sampai
bersih
dengan menggunakan desinektan dan pembilasan se"ara benar.
b) Mengenakan pakaian dan perlengkapan kerja se"ara lengkap dan benar,
jas lab,
sepatu kerja bersih, sarung tangan, masker, topi yang kondisinya bersih
dan
benar "ara pemakaiannya. (ahan "airan umumnya menyebabkan
dikemas dengan
$adah yang dapat diisi berulang#ulang dalam ukuran besar, misal drum.
Dan ini
menyebabkan sejumlah "airan tertumpah pada lantai, dan lantai li"in
untuk pilih
sepatu dengan hak karet anti slip, sarung tangan yang "o"ok adalah
yang terbuat
dari bahan kedap "airan ( karet).
2= Meny#!.-!n B!2!n
Semua jenis dan jumlah bahan yang diperlukan pada saat pengambilan
"ontoh
disiapkan se"ara baik dan benar.
.abel ,+. (ahan #(ahan Penunjang ampling8
N$ N!3! B!2!n @Jen#s B!2!n Ju30!2 K$n%#s#ny!
, Dokumen SamplingE
a. Surat .ugas (SPK) , set Semua terkemas
d
a
l
a
m

s
a
t
u
m
a
p
b. Program Sampling , set
y
g
b
e
r
i
d
e
n
t
i
t
a
s
". Prosedur 5p. Standar sampling , ekp

o
k
u
m
e
n
d. 1ormat >blangko , set
s
a
m
p
l
i
n
g
8

e. Kertas kosong , set

. blok note , buah

g. ball point dan pensil masing#masing , buah
) (ahan#Kemas dan Aadah !ontoh .erkemas dalam
$
a
d
a
h
t
a
s
a
t
a
u
a. botol gelas bersih dan steril ,set
k
o
t
a
k
k
a
r
t
o
n
b. botol plastik bersih dan steril , set
y
a
n
g
d
i
l
a
p
i
s
i
d. Kardus kosong bersih ) buah
p
l
a
s
t
i
k
. 4a"kband >adesi , roll
g. Spidol permanent ) buah

3= Meny#!.-!n Pe'!0!&!n -e')!


Semua peralatan atau mesin atau
apapaun
instrumen yang diperlukan
untuk persiapan,
pelaksanaan pengambilan
"ontoh dan
penanganan "ontoh
diidentiikasi jenis dan
jumlahnya se"ara benar.
Kemudian
diperiksa kondisinya, dirakit
atau diinstall,
dan diuji "oba sebekum diputuskan
&ambar ,=.
(otol untuk
$adah "ontoh
untuk digunakan atau tidak digunakan.
Jika semuanya beres, selanjutnya
dilakukan pengemasan semua peralatan untuk diba$a ke lokasi
pengambilan
"ontoh. Pastikan tiap jenis alat dikemas dengan $adah yang berungsi
melindungi alat.










&ambar ,-. 'lat Kalat pengambil "ontoh "airan dan semi
padat


.abel ,:. Peralatan ampling8 !airan
N$( N!3! A0!& @B!2!n S.es#;#-!s# Ju30!2
,. (otol logam bertatup 6ntuk "airan dalam tangki
(steril>tidak steril) dalam
). Pipa logam dengan klep 6ntuk "airan dalam drum atau
akses atau pipa P@! tangki ukuran ke"il
dengan kelpe akses
+ &ayung logam SS 6ntuk "airan dangkal
: Skop gagang pendek 6ntuk Iat semi padat atau
(steril>tidak steril) pasta
;


4= P'$ses Men"!37#0 C$n&$2 B!2!n C!#'!n %!0!3 Ke3!s!n Bes!'
<D'u3@T!n"-#=

a) Dengan memba$a semua perlengkapan dari dokumen, bahan dan
peralatan,
petugas berangkat menuju lokasi barang yang akan diambil "ontohnya.

b) Menyerahkan dokumen surat tugas dan memberikan penjelasan
se"ukupnya tentang
pekerjaan yang akan dilakukan kepada petugas atau pemilik barang
yang akan
diambil "ontohnya.

") Menghitung se"ara pasti atau dengan prediksi kasar pada ukuran tangki
atau
drum dan ukur permukaan "airan dalam tangki atau drum.



.itik Sampling bagian 'tas <* G








.itik Sampling bagian tengah ( ;*


G)








.itik Sampling (agaian (a$ah ,*
G


&ambar ,/. !ara menentukan titik
pengambilan "ontoh
bahan "airan dikemas dalam
drum atau tangki


d) Dengan menggunakan alat yang sesuai dengan $adah populasi, ambil
"ontoh
"airan dengan ukuran miminal akar pangkat dua dari total 7olume
bahan.




e) .erhadap populasi yang dikemas

dalam tangki
gunakan
prosedur

yang ditentukan dalam tabel di

ba$ah.


) Jika tersedia alat pengambil
"ontoh (thu sampler), masukkan

botol logam tersebut dalam
&ambar ,< . !ontoh
minyak goreng "urah
tangki atau drum sedemikian
koleksi
salah satu dristributor di
rupa dalam posisi tutup botol !ibadak, Sukabumi
terbuka. 'tur ke"epatan
dalam pen"elupan sehingga 7olume "airan dalam botol pada saat
diangkat dari
dalam drum atau tangki amksimum -; G dari "olume botol.
g) Jika menggunakan alat berbentuk pipa ( dari logam ss, gelas atau Iat
plastik lain
yang tahap "airan), tanpa dilengkapi klep akses pada ujung pipa,
masukkan pipa
tersebut ke dalam drum atau tangki dalam keadaan terbuka dari
permukaan
"airan sampai titik terba$ah yang sudah ditetapkan ( biasanya minimal
,* "m dari
dasar drum atau tangki. 'ngkat pipa dalam posisi ditutup (dengan
telapak
tangan), sehingga "airan yang ada dalam pipa tidak tertumpah dan
dijadikan
sebagai "ontoh. Jika menggunakan pipa yang dilengkapi dengan klep
akes pada
ujungnya, maka se"ara otomastis pada saat pipa di"eluplkan dalam
"airan klep
terbuka dan "airan se"ara bertahap masuk dalam pipa. Dengan demikian
semua
lapisan "airan dapat se"ara merata ter$akili dalam "airan "ontoh yang
masuk
dalam pipa. Setelah ujung pipa men"apai kedalaman yang ditentukan,
angkat
pipa dan se"ara otomatis klep akan menutup dan "airan dalam pipa
tidak keluar.
Proses pen"elupan pipa sampler diulangi hingga diperoleh 7olume
sample yang
ditetapkan.
h) 6langi pekerjaan pengambilan "ontoh berkali#kali sampai 7olume "ontoh
sesuai
dengan ketetntuan. $adah yang telah disiapkan sesuai dengan siat dan
tujuan
pengambilan "ontohnya .
i) Jika "ontoh yang diambil juga akan diuji se"ara mikrobiologi, maka yang
harus
disiapkan adalah $adah yang sudah steril dan "ara memasukkan "ontoh
dalam
$adah steril, yaitu se"epatnya begitu botol terangkat atau ujung pipa
terangkat

dari "airan, segera buka se"ara terbatas $adah steril, masukkan "auiran
se"epatnya dan tutup $ada se"ara "epat.
j) !ontoh yang dihasilkan segera dipindahkan ke tempat yang teduh,
diidentiikasi
(diberi label ) pada kemasannya. 6ntuk "ontoh uji mikrobiologis,
disimpan
dalam pendingin ( ; K / o !) sedangkan "ontoh untuk uji isik, organoleptik
dan
kimia "ukup dikemas dalam $adah yang steril atau bersih dan disimpan
dalam
suhu ruang atau pada kotak pendingin.

.abel .,:. 6kuran dan titik ampling8
Ju30!2 %'u3 %!0!3 &!n%#n" Ju30!2 %'u3 y!n" %#!37#0
*$n&$2ny!
Kurang dari : Semua drum.
: K ,** )* G dari jumlah drum, minimum :
4ebih dari ,** ,* G dari jumlah drum, minimum )*

.inggi "airan .empat "ontoh diambil @olume tiap pengambilan
(G
terhadap (tinggi dari dasar, G dari seluruh 7olume
tinggi terhadap tinggi "ontoh)
tangki ( G ) tangki)
4apisan "airan
'tas .engah (a$ah 'tas .engah (a$ah
,* # # ; # # ,**
)* # # ,* # # ,**
+* # )* ,* # =* :*
:* # ); ,* # -* +*
;* # +* ,* # /* )*
=* ;; +; ,* ,* /* ,*
-* =; :* ,* ,* /* ,*
/* =; :; ,* ,* /* ,*
<* /; ;* ,* ,* /* ,*
,** <* ;* ,* ,* /* ,*
Sumber E SN% ,<#*:)<#,</- .entang Pengambilan !ontoh !airan dan
Semi Padat.


2( S&!n%!'% O.e'!&#$n!0 P'$*e%u'e <SOP= Pen"!37#0!n C$n&$2 C!#'!n %!n Se3# P!%!&

T!7e0 ,8( SOP Pen"!37#0!n C$n&$2 C!#'!n %!n Se3# P!%!&
K$3.e&ens#@Su7-$3.e&ens# K'#&e'#! Un)u- Ke')! T#&#- K'#&#s
,.Menyiapkan diri untuk ,. Selama menyiapkan, melaksanakan pengambilan "ontoh ,. Pengetahuan tentang
bekerja mengambil "ontoh dan menangani "ontoh, petugas harus dilindungi dari keselamatan dan kesehatan
sesuai prosedur resiko negati karena bahan atau proses y ang terjadi. kerja.
). (ahan "ontoh yang diambil dan ditangani oleh petugas, ). Pengetahuan tentang ilmu bahan
harus tetap dipertahankan karakteristiknya ( isik, yang pernah dipelajari petugas
organoleptik, kimai dan mikrobiologis) sampai dilakukan khusus bahan yang ada
pengamatan atau pengujian terhadap "ontoh. hubungannya dengan tugas yang
+. 2esiko dan kesulitan yang terjadi pada proses pengambilan diterima.
"ontoh di lapangan harus dipahami dan antisipasi se"ara +. Kemampuan dalam memilih dan
baik dan benar oleh petugas. menggunakan peralatan kerja
:. Kebutuhan peralatan untuk mengambil "ontoh, mengemas :. Kemampuan dalam menggunakan
dan menangani "ontoh, jenis dan jumlahnya yang sesuai dan menangani bahan yang
dengan kondisi barang di lapangan, disiapkan se"ara tepat digunakan.
dan benar oleh petugas atau lembaga pengambil "ontoh. ;. Jumlah dan spesiikasi ungsi dari
;. Bang dimaksud disiapkan se"ara benar adalah alat dapat alat yang digunakan.
berungsi dan petugas kompeten dalam menggunakannya. =. Jumlah dan spesiikasi bahan
=. Kebutuhan bahan yang terkait dengan persiapan, pelaksa# yang digunakan.
naan dan penanganan "ontoh disiapkan dan dan -. Sistem manajemen yang terkait
diidentiikasi bah$a ungsi dan jumlahnya minimal "ukup dengan penyiapan, penggunaaan
untuk kebutuhan. dan pengarsipan dokumen mutu.
-. Dokumen yang diperlukan baik dari aspek legalitas ormal,
maupun dokumen aspek teknis disiapkan dan dipahami
ungsi dan "ara penggunaannya oleh petugas.
).Menyiapkan bahan, Perala# ,. (ahanKbahan diperlukan dan harus tersedia pada pe# ,. Jenis alat yang digunakan terkait
tan untuk pengambilan laksanaan pengambilan "ontoh untuk bahan "airan dan dengan dikalibrasi belum atau
"ontoh "airan dan semi semi padat adalahE tidak.
padat. a. bahan#bahan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan ). (ahan yang digunakan bahan

pekerja atau petugas. standar atau bukan.
b.(ahan #bahan untuk yang diperlukan agar "ontoh tetap da# +. Jenis bahan yang digunakan.
pat dipertahankan kondisinya sampai batas $aktu tertentu :. Jumlah bahan yang digunakan.
setelah pengambilannya dari populasi. ;. Jenis alat yang digunakan.
". (ahan dan alat tertentu harus disiapkan khusus, jika =. Jumlah alat yang digunkan.
digunakan atau diperlukan untuk tujuan khusus, seperti -. Siat bahan dan populasi yang akan
untuk penyidikan pihak ber$ajib, uji mikrobiologis, uji diambil "ontohnya.
daya ra"unnya atau untuk uji yang dapat membahayakan
petugas pelaksana. Misalnya uji kadar Iat ra"un yang
se"ara alami memang bera"un.
+. Mengambil "ontoh bahan ,.!airan en"er dan tidak berbahaya yang dimaksud adalah ,. 2en"ana pengambilan "ontoh.
bentuk "airan en"er dan dapat berupa air ( air minum, bahan baku air minum), ). Persiapan peralatan dan bahan.
tidak berbahaya minyak goreng atau bahan baku untuk minyak goreng), +. Persiapan petugas.
minuman dan "airan lain seperti susu, nira latek dan :. Persiapan dokumen mutu dan
sejenisnya. dokumen pendukung.
)..erhadap "ontoh "airan tersebut, proses pengambilan "on# ;. Spesiikasi bahan yang diambil "on#
tohnya dilakukan sesuai standar "airan pada umumnya, tohnya.
ke"uali "ontoh untuk tujuan tertentu. =. .ujuan pengambilan "ontoh.
+. !ontoh untuk tujuan tertentu anatar lainE -. Pengalaman petugas , sedikit
a. !ontoh untuk keperluan uji mikrobiologis prosesnya banyak sudah harus dapat
harus aseptis. menggunakan "ara#"ara eekti
b. !ontoh untuk keperluan penyelidikan atau dalam bekerja, diantaranya deteksi
penyidikan, jumlahnya tidak harus memenuhi kaidah dengan prediksi.
minimal , tetapi "ukup sampai syah bah$a "airan
"ontoh yang diperoleh adalah "airan yang benar
dimaksud menurut ketentuan hukum.
:.'lat yang digunakan, untuk proses pengambilan adalah alat
yang sesuai jenis dan ungsinya, dapat berungsi baik dan
penggunaannya benar.
;. 'lat khusus adalah alat yang disiapkan se"ara khusus agar
kualitasnya tinggiE
a. 'lat dapat mendeteksi bah$a terdapat "ontoh bahan

yang dimaksud pada tempat tertentu ( alat detektor).
b. 'lat biasa disiapkan menjadi alat yang steril.
;. (ahan $adah atau bahan kemas, ke"uali disebutkan
proses khusus, adalah bahan yang memenuhi kriteria atau
syarat sebagai pengemas ( melindungi, mempertahankan,
memudahkan dan meningkatkan nilai)E
a. melindungi bahan "ontoh dari pengaruh lingkungan
b. mempertahankan siat khas (karakteristik) "ontoh isik,
mekanis, kimia$i dan mikrobiologisnya selama
persiapan, pelaksanaan dan penanganan "ontoh.
=. (ahan atau $adah yang disebut khusus adalah $adah
yang se"ara teknis memenuhi syarat yang diminta oleh
karakteristik "ontoh yang diambil.
-. Jika kondisinya meragukan, maka proses pengambilan
"ontoh dapat dilakukan dengan proses#proses sebagai
berikutE
a. Menghomenghomogenkan "airan yang akan disampling .
b. Mengkondisikan sampai "airan layak atau memungkin#
kan untuk disampling ( jika sedang membeku, suhunya
terlalau tinggi dll.), proses a$al sesuai dengan
tujuannnya dapat dilaksanakan, tanpa mengubah
metode proses se"ara keseluruhan.

+. Mengambil "ontoh bahan ,. !airan pekat adalah "airan yang memiliki 7iskositas tinggi ,. 2en"ana pengambilan "ontoh.
bentuk "airan Pekat, dan biasanya "airan ini memiliki massa yang tinggi ((J# ). Persiapan peralatan dan bahan.
!airan (ergas atau !airan nya tinggi). +. Persiapan petugas.
yang berbahaya ). !airan yang termasuk katagori berbah aya adalah "airan :. Persiapan dokumen mutu dan
bergas ra"un, "airan yang 7ersiat korosi, "airan yang dokumen pendukung.
mudah terbakar dan "airan yang mempunyai aroma yang ;. Spesiikasi bahan yang diambil "on#
tajam sehingga dapat berpengaruh pada kesehatan atau tohnya.
"airan yang dapat menimbulkan polusi udara berupa bau =. .ujuan pengambilan "ontoh.
yang tidak sedap (bau busuk dan sejenisnya). -. Pengalaman petugas , sedikit

+. Proses pengambilan "ontoh yang memilki siat khusus ter# banyak sudah harus dapat
sebut harus dilakukan dengan prinsip lebih hati#hati pada menggunakan "ar#"ara eekti
semua aspek, sehingga kesalahan dapat diminimalkan. dalam bekerja, diantaranya deteksi
:. Petugas pengambil "ontoh harus dilengkapi dengan persi# dengan prediksi.
apan bahan dan alat yang se"ara spesiik dapat
mengantisipasi bahan yang akan disampling, terutama hal#
hal teknis. Di lokasi tempat sampling relati terbatas
sumberdaya dan akses pada pusat#pusat ( layanan
kesehatan yang lengkap, memperoleh barang atau alat
yang khusus).
;. !airan yang pekat, selain bobotnya tinggi, kandungan kom#
ponennya padatannya juga tinggi. !airan pekat ada yang
berbahaya tetapi ada yang tidak. Dalam hal "airan pekat
berbahaya, persiapan, pelaksanan dan penanganan harus
pada tingkat resiko tertinggi.
=. Dalam hal "airan pekat tidak berbahaya, aspek ekonomis
harus diperhatikan karena bahan bernilai eknomi tinggi.
:. 'lat yang digunakan, harus inert terhadap siat bahan yang
merusak. (alat dari gelas lebih baik dari jenis logam,
tetapi mudah rusak pada aspek isik dan mekanis).
;. (ahan kemas dipilih dari jenis yang tahan pada siat bahan
yang korosi, higroskopis, 7olatile dan elektrolit, basa,
asam, oksidator dll.).
=. 'lat khusus yang harus digunakan antara lain masker
khusus untuk gas ra"un, sarung tangan korosi dan
oksidasi, tahan asam dan basa.

:. Mengambil !ontoh (entuk ,. (ahan se mi padat (pasta> krim) adalah Iat "airan yang ,. 2en"ana pengambilan "ontoh yang
Semi Padat (Pasta) memiliki siat antara padat dan "airan. Dengan demikian tidak rin"i>lemngkap.
perlakukannya adalah dengan menggabungkan dua metode ). Persiapan peralatan dan bahan,
yang berbeda, yaitu metode untuk "airan dan untuk jenis dan jumlahnya.
padatan. +. Persiapan petugas , kesiapan teknis

). Pasta>krim, dikondisikan lingkungannya sehingga dapat di lapangan dan kemampuan
diperlakukan seperti padatan ( didinginkan) dan adminsitrasi dilapangan.
diperlakukan seperti "airan ( dihangatkan dan diberi :. Persiapan dokumen mutu dan
tekanan, sehingga dapat men"air atau mengalir). dokumen pendukung.
+. (entuk pasta atau krim umumnya dikondisikan seperti ;. Spesiikasi bahan yang diambil "on#
bentuk $adahnya ( siat Iat "air), bedanya tingkat tohnya ( kondisi karakteristiknya
kalisnya pada $adah dan alat sangat rendah. 'danya pada saat diambil "ontohnya)
bahan "ontoh yang menempel atau tersisa dalam $adah =. .ujuan pengambilan "ontoh.
atau alat diperhitungkan dan diperhatikan se"ara tepat -. Pengalaman petugas , seikdit
untuk menghindari bias atau kesalahan penilaian. banyak sudah harus dapat
:. Petugas pengambil "ontoh harus dilengkapi dengan persi# menggunakan "ar#"ara eekti
apan bahan dan alat yang se"ara spesiik dapat dalam bekerja, diantaranya deteksi
mengantisipasi bahan yang akan di#sampling, terutama dengan prediksi.
hal#hal teknis, di lokasi tempat sampling relati terbatas
sumberdaya dan akses pada pusat#pusat ( layanan
kesehatan yang lengkap, memperoleh barang atau alat
yang khusus).
;.'lat yang digunakan, harus inert terhadap siat bahan yang
merusak. (alat dari gelas lebih baik dari jenis logam,
tetapi mudah rusak pada aspek isik dan mekanis).
;. (ahan kemas dipilih dari jenis yang tahan pada siat bahan
yang korosi, higroskopis, 7olatile dan elektrolit, basa,
asam, oksidator dll.).
=. 'lat khusus yang harus digunakan antara lain masker
khusus untuk gas, sarung tangan tahan kedap "airan,
korosi dan oksidasi, tahan asam dan basa.
;.Menyiapkan dan menggu# ,. Dokumen dipilih dan disiapkan sesuai kebutuhan. # 'pabila dokumen tidak dipilah,
nakan dokumen mutu yang ). Dokumen yang penting untuk petugas pengambil "ontoh maka akan menghambat dalam
diperlukan proses adalahE surat tugas, surat permohonan dari pemilik barang, proses pembelajaran dan apabila
pengam#bilan "ontoh. ormat isian untuk data "ontoh dan laporan pelaksanaan dokumen tidak direkap
pengambilan "ontoh. kemungkinan dokumen hilang.
+. 6ntuk petugas yang berasal dari lembaga sertiikasi,

petugas harus menguasi instruksi kerja dan prosedur kerja
dan memahai isi dari pedoman mutunya.
:. Semua kegiatan pelaksanaan pengambilan "ontoh direkam
dan terdokumentasi dengan baik, tersedia bagi pihak#
pihak yang berkepentingan
=. Mengolah data dan ,. 4aporan .ertulis adalah dokumen penting yang berisi # 'pabila dokumen kurang lengkap,
menyusun laporan hasil tentang suatu proses yang se"ara lengkap disajikan akan mempengaruhi pada saat
pelaksanaan pengambilan tertulis, direkam dalam media "etak atau e lektronik. pembuatan laporan .
"ontoh ). Komponen utama yang harus dimuat dalam laporan
adalah latar belakang, tujuan, ruang lingkup,
pelaksanaan, hasil dan kesimpulan.
+. 4aporan disusun oleh petugas yang mendapat tugas dan
$e$enang untuk melaksanakan program kegiatan
tertentu. Dengan demikian aspek legalitas laporan sangat
oleh dua aspek, yaitu aspek subyekti, siap yang
ber$enang dan aspek obyekti7itas lebih terpusat pada isi
laporan tersebut.


III( E9!0u!s# Pe37e0!)!'!n

,( Ins&'u3en E9!0u!s# Pe'!"!!n

H!s#0 @
P'es&!s#
Un#& K$3.e&ens# K'u#&e'#! Un)u- -e')! D$3!#n As.e- Pen#0!#!n K$n%#s# Y!n" %##n"#n-!n
K BK
Melakukan %nstruksi dari sampling plan Skill Kemampuan Jenis dokumen lengkap
persiapan yang sesuai, prosedur menyiapkan Jumlah dokumen "ukup
pengambilan keamanan dan prosedur perlengkapan Semua dokumen dikemas
sampel (sampling) pelaporan didapatkan dan dokumen un dan diba$a kelokasi
dikonirmasi sampling
Pada saat digunakan,
dokumen "ukup jenis dan
jumlahnya
Perlengkapan tersebut Kemampuan Jenis pakaian kerja sesuai
dijamin dapat bekerja menyiapkan untuk kerja digudang
dengan baik perlengkapan kerja ($earpa"k)
digudang Mengenakan topi, ka"a
mata, sarung tangan
kasin>kulit, masker debu
dan sepatu boot
Mendapatkan (ahan diperiksa dan Kemampuan 6kuran tumpukan diukur
sampel. dipastikan bah$a bahan mengidentiikasi (7olumenya)
tersebut sesuai untuk populasi bahan berupa Jumlah kemasan dihitung
diambil sampelnya tumpukan bahan Kemasan dalam tumpukan
terkemas dikode a"ak
Posisi >area sampling pada
tumpukan ditentukan atau
berdasarkan nomor
kemasan a"ak




-*
2( Ins&'u3en E9!0u!s# L#s!n

H!s#0 @
P'es&!s#
Un#& K$3.e&ens# K'u#&e'#! Un)u- -e')! D$3!#n As.e- Pen#0!#!n K$n%#s# Y!n" %##n"#n-!n
K BK
Menyiapkan Sub sampel disiapkan untuk (agaimana 'nda Diantaranya yang harus segera
sampel untuk menjamin bah$a sampel Kno$ledge menyiapkan sample dilakukan adalahE
pengujian me$akili populasi. untuk keperluan di Mengidentiikasi sampel
laboratorium uji H lapangan
membagi sampel lapangan
dibagi menjadi dua bagian
sama dan homogen
menggunakan menggunakan
sample de7ider atau sample
spliter yang sesuai dengan
jenis bahan
mengidentiikasi sampel
hasi pembagian
menyerahlkan segera
sample untuk uji
mikrobiologi kepada analis
atau menyimpan sample
pada penyimpanan dingin

3( Ins&'u3en E9!0u!s# Te'&u0#s

H!s#0 @
K$n%#s# Y!n"
P'es&!s#
Un#& K$3.e&ens# K'u#&e'#! %##n"#n-!n@ P#0#2!n
Un)u- -e')! D$3!#n As.e- Pen#0!#!n @ S$!0 Te'&u0#s
J!1!7!n K BK
.ingkat ketepatan dan ketelitian "ontoh
Mendapatkan Jumlah a. meningkatkan
sebagai $akil populasi dapat
"ontoh yang "ontoh yang biaya untuk
Kno$ledge ditingkatkan dengan meningkatkan
me$akili lot diambil harus sampling
jumlah "ontoh yang diambil.
atau populasi sesuai dengan
Kelemahan "ara ini adalah 8.

-,
a. meningkatkan biaya untuk sampling
prosedur atau
b. meningkatkan biaya analisis karena
metode yang
jumlah uji menjadi banyak
duitetapkan
". meningkatkan biaya transportasi
d. $aktu pengujian menjadi lebih lama
e. diperlukan biaya tambahan in7estasi
b. membagi dua
6ntuk populasi lebih dari ,*** kemasan,
maka pengambilan "ontoh dilakukan8. populasi dengan
a. mengambil "ontoh dengan "ara jumlah yang sama
menghitung akar pangkat dua dari
jumlah populasi
Selanjutnya
b. membagi dua populasi dengan jumlah
digunakan "ara (a)
yang sama
". mengambil populasi dengan
menggunakan tabel a"ak
d. mengambil dengan "ara sembarang
e. mengambil "ontoh dari setiap populasi


4( E9!0u!s# D$-u3en

H!s#0 @
K$n%#s# Y!n"
P'es&!s# Un#& K$3.e&ens# K'u#&e'#!
%##n"#n-!n@ P#0#2!n
Un)u- -e')! D$3!#n D$-u3en Y!n" %#3#0-#
J!1!7!n K BK
Mengenali Prosedur Kno$ledge ,. Ser tiikat Diklat Pengenalan ,. 'da sertiksat aslinya
>Menyusun .eknis Dokumen Mutu SN% ,<#,-*);#)** di (SN ). 'ada naskahnya
dokumen mutu ). Menyusun dokumen E dengan bukti otenstik
untuk Sampling # Prosedur .eknis Penanganan !ontoh sebagai penyusun
# %nstruksi kerja pemusnahan !ontoh yang disahakan oleh
'rsip lembaga pengguna
# 1ormat laporan pengambilan !ontoh dokumen tersebut
(4ab. 6ji Mutu SMK >
4ab. uji Mutu Du>D%)

-)
PENUTUP

A( Re-$3en%!s#
Setiap selesai penggunaan modul ini maka harus dilakukan
7eriikasi
terhadap pelaksanaan dan hasil e7aluasi peserta didik. (agi perserta
didik yang
telah lulus terhadap semua kegiatan belajar, maka kepada yang
bersangkutan
dilanjutkan dengan proses sertiikasi. (agi sis$a yang belum dapat
menyelesaikan modul ini se"ara tuntas karena masih ada kompetensi
yang
belum lulus, kepada sis$a tersebut dilakukan langkah #langkah
sebagai berikutE
,. Memberi kesempatan kepada sis$a yang bersangkutan untuk
mengulang
kegiatan belajar pada kompetensi atau bagian kemampuan yang
belum lulus
paling banyak dua kali pengulangan. Jika pada pengulangan
yang
bersangkutan dapat dinyatakan lulus, berhak untuk
mendapatkan proses
sertiikasi. (agi yang sampai pengulangan yang kedua ( berarti
telah
men"oba sebanyak tiga kali), masih juga belum lulus, maka guru
dalam hal
ini berhak untuk menyartakan bah$a sis$a yang bersangkutan
tidak layak
lulus dan tidak berhak diberi kesempatan untuk mengulang
kembali (drop
out).
). (agi sis$a yang D5 tidak dapat melanjutkan kegiatan belajar
untuk
kompetensi yang kompetensi dalam modul ini sebagai prasyarat.
+. Sis$a yang drop out untuk kompetensi modul ini masih dapat
melajutkan
kegiatan belajarnya tentunya untuk komopetensi lain yang tidak
ada
keterkaitannya dengan kompetensi dalam modul ini dalam
bentuk prasyarat.

B( Se'&#;#-!s#
Seretiikasi adalah prosedur pemberian jaminan tertulis oleh
pihak
ketiga yang menyatakan suatu produk, proses, atatu jasa sesuai
dengan
persyaratan yang telah ditentukan. pemberian bukti tertulis atau
pengakuan
ormal se"ara tertulis terhadap personil atau lembaga yang diberikan
oleh suatu
lembaga yang ber$enang (lembaga sertiikasi). 6ntuk sertiikat
yang diberikan
kepada personal yang berhak memberikan sertiikat adalah lembaga
sertiikasi
personal atau untuk proesi tertentu adalah lembaga sertiikasi
proesi (4SP).
Peserta didik (sis$a) dapat menempuh proses sertiikasi dalam dua
bentuk,

-+
yaitu sertiikasi yang dikeluarkan oleh guru melalui audit
kemampuan sis$a
oleh guru se"ara internal di sekolah. (entuk sertiikat dari sekolah
dapat
berupa nilai pada transkrip hasil belajar atau seretiikat tersendiri.
Jika dirasa perlu dan memungkinkan, maka peserta didik
dapat
menempuh jenjang sertiikasi sebagai Panelis melalui audit oleh
asessor yang
ditugaskan oleh lembaga sertiikasi proesi. 6ntuk ini, maka
kemampuan dan
proses penguasaan kemampuan yang ada dalam modul ini harus
di7alidasi
dengan metode diklat raining8 yang berlaku atau yang diakui
oleh lembaga
sertiikasi proesi.






































-:
DA+TAR PUSTAKA


, (aedho$ie, M dan Panggono$ati, Sri, ,</). Petunjuk Praktek
Penga$asan Mutu hasil Pertanian, Depdikbud. Jakarta.
) Pedoman (SN. No. ,*:, ,<<) Pedoman untuk Penyajian 0asil
6ji, (adan Standardisasi Nasional, Jakrta
+ Pedoman (SN No. ) , ,<<; . %stilah 6um dan Deinisi yang
(erhubungan dengan Standardisasi dan Kegiatan yang
.erkait. (adan standardisasi Nasional, Jakarta
: Pedoman (SN No. ;*+ , )***, Kriteria Petugas Pengambil
!ontoh,
(adan Standardisasi Nasional, Jakarta
; Pearson, Sampling and analisys Method or 1oods .
= 2oger Aood, 'nders Nilsson and 0arriet Aallin, ,<</. ?uality in
the
ood 'nalysis 4aboratory. .he royal So"iety 51
!hemistry,
!ambridge, 6K.
- SN% ,<#*:)<#,<</. Petunjuk Pengambilan !ontoh !airan dan
Semi
Padat
/ SN% ,<#*:)/#,<</. Petunjuk Pengambilan !ontoh Padatan
< Syarie, 0. dan 'diati S., ,<--. Penga$asan Mutu 0asil Pertanian
,.
Direktorat Menengah Kejuruan , depdikbud. Jakarta
,* Aalla" 0., 'ndre$s dan &eraldine '. June, ,<<;. 1ood Sampling
and Preparation o sample homogenate.
(at"teriology"al
'nalyti"al Manual, '5'! %nternational, 1D', 6S'.


-;