Anda di halaman 1dari 12

TEORI AKUNTANSI

Pertemuan 2






Oleh:
Vazria Ulfa Liandini (1215351191)
















Program Ekstensi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana
2014
2.1 LEMBAGA-LEMBAGA YANG MENETAPKAN STANDAR AKUNTANSI
Lembaga-lembaga penyusun standar akuntansi di Indonesia
IAI (Ikatan Akuntan Indonesia)
Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) adalah organisasi profesi akuntan yang juga merupakan badan
yang menyusun standar akuntansi keuangan di Indonesia. Organisasi profesi ini terus berusaha
menanggapi perkembangan akuntansi keuangan yang terjadi baik tingkat nasional, regional maupun
global, khususnya yang mempengaruhi dunia usaha dan profesi akuntansi sendiri. Pengembangan
standar akuntansi keuangan sejak berdirinya IAI pada tahun 1957 hingga kini pengembangan standar
akuntansi ini dilakukan secara terus-menerus, pada tahun 1973 terbentuk Panitia Penghimpun Bahan-
Bahan dan Struktur GAAP dan GAAS. Kemudian pada tahun 1974 dibentuk Komite Prinsip Akuntansi
Indonesia (Komite PAI) yang bertugas menyusun standar keuangan. Komite PAI telah bertugas selama
empat periode kepengurusan IAI sejak tahun 1974 hingga 1994 dengan susunan personel yang terus
diperbarui. Selanjutnya, pada periode kepengurusan IAI tahun 1994-1998 nama Komite PAI diubah
menjadi Komite Standar Akuntansi Keuangan (Komite SAK), kemudian pada kongres VIII, tanggal
24-24 September 1998 di Jakarta, Komite SAK diubah menjadi Dewan Standar Akuntansi Keuangan
untuk masa bakti 1998-2000 dan diberikan otonomi untuk menyusun dan mengesahkan PSAK.
Sejak IAI berdiri telah dihasilkan tiga standar akuntansi keuangan sebagai berikut :
1. Pada tahun 1973 untuk pertama kali IAI menerbitkan suatu buku Prinsip Akuntansi Indonesia
(PAI) yang sebagian besar merupakan terjemahan buku Paul Grady. Penerbitan ini dipicu oleh
diaktifkannya pasar modal di Indonesia pada tahun 1973.
2. Pada tahun 1984 buku Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 yang menggantikan PAI 1973
diterbitkan. Komite PAI melakukan revisi secara mendasar terhadap PAI 1973.
3. Pada tahun 1994, IAI kembali melakukan revisi total PAI 1984 dan sejak itu mengeluarkan serial
standar keuangan yang diberi nama Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang diterbitkan sejak 1
Oktober 1994. Pengembangan standar akuntansi ketiga ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan
dunia usaha dan profesi akuntansi dalam rangka megikuti dan mengantisipasi perkembangan
internasional. Banyak standar yang dikeluarkan itu sesuai atau sama dengan standar akuntansi
internasional yang dikeluarkan oleh IASC.

Sekarang ini ada 2 PSAK yang dikeluarkan oleh 2 Dewan Standar Akuntansi Keuangan.
1. PSAK Konvensional
2. PSAK Syariah

Visi Misi IAI
Misi
1. Memelihara integritras, komitmen, dan kompetensi anggota dalam pengembangan manajemen
bisnis dan publik yang berorientasi pada etika, tanggung jawab, dan lingkungan hidup.
2. Mengembangkan pengetahuan dan praktik bisnis, keuangan, atestasi, nonatestasi, dan akuntansi
bagi masyarakat; dan
3. Berpartisipasi aktif di dalam mewujudkan good governance melalui upaya organisasi yang sah
dan dalam perspektif nasional dan internasional.

Visi
Visi IAI adalah menjadi organisasi profesi terdepan dalam pengembangan pengetahuan dan praktik
akuntansi, manajemen bisnis dan publik, yang berorientasi pada etika dan tanggung jawab sosial,
serta lingkungan hidup dalam perspektif nasional dan internasional.

Sejarah IAI
Pada waktu Indonesia merdeka, hanya ada satu orang akuntan pribumi, yaitu Prof. Dr. Abutari,
sedangkan Prof. Soemardjo lulus pendidikan akuntan di negeri Belanda pada tahun 1956.
Akuntan-akuntan Indonesia pertama lulusan dalam negeri adalah Basuki Siddharta, Hendra
Darmawan, Tan Tong Djoe, dan Go Tie Siem, mereka lulus pertengahan tahun 1957. Keempat akuntan
ini bersama dengan Prof. Soemardjo mengambil prakarsa mendirikan perkumpulan akuntan untuk
bangsa Indonesia saja. Alasannya, mereka tidak mungkin menjadi anggota NIVA (Nederlands Institute
Van Accountants) atau VAGA (Vereniging Academisch Gevormde Accountants). Mereka menyadari
keindonesiaannya dan berpendapat tidak mungkin kedua lembaga itu akan memikirkan perkembangan
dan pembinaan akuntan Indonesia.
Hari Kamis, 17 Oktober 1957, kelima akuntan tadi mengadakan pertemuan di aula Universitas
Indonesia (UI) dan bersepakat untuk mendirikan perkumpulan akuntan Indonesia. Karena pertemuan
tersebut tidak dihadiri oleh semua akuntan yang ada maka diputuskan membentuk Panitia Persiapan
Pendirian Perkumpulan Akuntan Indonesia. Panitia diminta menghubungi akuntan lainnya untuk mena-
nyakan pendapat mereka. Dalam Panitia itu Prof. Soemardjo duduk sebagai ketua, Go Tie Siem sebagai
penulis, Basuki Siddharta sebagai bendahara sedangkan Hendra Darmawan dan Tan Tong Djoe sebagai
komisaris. Surat yang dikirimkan Panitia kepada 6 akuntan lainnya memperoleh jawaban setuju.
Perkumpulan yang akhirnya diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) akhirnya berdiri pada 23
Desember 1957, yaitu pada pertemuan ketiga yang diadakan di aula UI pada pukul 19.30.
Konsep Anggaran Dasar IAI yang pertama diselesaikan pada 15 Mei 1958 dan naskah finalnya
selesai pada 19 Oktober 1958. Menteri Kehakiman mengesahkannya pada 11 Pebruari 1959. Namun
demikian, tanggal pendirian IAI ditetapkan pada 23 Desember 1957. Ketika itu, tujuan IAI adalah:
1. Membimbing perkembangan akuntansi serta mempertinggi mutu pendidikan akuntan.
2. Mempertinggi mutu pekerjaan akuntan.

IAI bermaksud menghimpun potensi Akuntan Indonesia untuk menjadi penggerak pembangunan
nasional dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. IAI
bertujuan mengembangkan dan mendayagunaakan potensi Akuntan Indonesia sehingga terbentuk suatu
cipta dan karya Akuntan Indonesia untuk didarmabaktikan bagi kepentingan bangsa dan Negara. IAI
berfungsi sebagai wadah komunikasi yang menjebatani berbagai latar belakang tugas dan bidang
pengabdiannya untuk menjalin kerjasama yang bersifat sinergi secara serasi, seimbang dan selaras.
Untuk mencapai maksud, tujuan, dan fungsinya, IAI melaksanakan beragam kegiatan diantaranya
pendaftaran dan pelayanan keanggotaan; pengembangan dan penyusunan standar akuntansi keuangan;
pengembangan dan penegakkan kode etik akuntan; pemberian konsultasi untuk pengembangan usaha
kecil, menengah dan koperasi; publikasi; hubungan internasional; menjadi pusat pengetahuan dan
pengembangan akuntansi; menjaga dan meningkatkan kompetensi akuntan melalui kegiatan pendidikan
dan pelatihan; melaksanakan sertifikasi di bidang akuntansi sebagai tolak ukur standar kualitas
keprofesian; serta menjaga kepercayaan pemakai jasa dan masyarakat luas atas hasil kerja profesi
akuntan yang tergabung dalam IAI.
Saat ini IAI merupakan satu-satunya wadah yang mewakili profesi akuntan Indonesia secara
keseluruhan. IAI merupakan anggota International Federation of Accountants, organisasi profesi
akuntan dunia yang merepresentasikan lebih 2,5 juta akuntan yang bernaung dalam 167 asosiasi profesi
akuntan yang tersebar di 127 negara. Sebagai anggota IFAC, IAI memiliki komitmen untuk
melaksanakan semua standar internasional yang ditetapkan demi kualitas tinggi dan penguatan profesi
akuntan di Indonesia. IAI juga merupakan anggota sekaligus pendiri ASEAN Federation of Accountants
(AFA). Saat ini IAI menjadi sekretariat permanen AFA.

Lembaga-lembaga penyusun standar akuntansi di USA
FASB (Financial Accounting Standard Board)
Pada tahun 1930 AICPA menunjuk TIM yang bekerja sama dengan SEC dan terbentuklah sebuah
komite yang disebut Committee on Accounting Procedures yang anggotanya terdiri dari praktisi di
bidang Akuntan publik. Komite ini selama masa kerjanya mengeluarkan 51 Accounting Reserch
Bulletins (ARB) dari tahun 1939 sampai tahun 1959.
Pada tahun 1971 karena kekhawatiran akan campur tangan pemerintah terhadap penyusunan
standar akuntansi, AICPA menunjuk Wheat Committee yang membubarkan APB dan membentuk FAF
(Financial Accounting Foundation) serta membawahi FASB,FASAC (Financial Accounting Standards
Advisory Council). FASB dibandingan dengan dengan APB mempunyai perbedaan sebagai berikut:
1. Anggota berjumlah 7 orang sedangkan dulu 18 sampai dengan 21 orang
2. Status anggota adalah full time
3. Posisinya lebih otonom
4. Kedudukannya lebih independen
5. Badan ini diwakili lebih luas dari kelompok profesi dan bisnis

Pronouncement (pengumuman hasil kerja) yang dikeluarkan FASB mencangkum standar dan konsep
akuntansi yang dikeluarkan berupa:
1. Standard & Interpretation
2. Financial Accounting Concept
3. Technical Bulletins

Ada 3 kelemahan APB yang mendorong didirikannya Financial Accounting Standart Board (FASB)
tahun 1973 :
1. Dasawarsa 1960-an penuh dengan perubahan yang pesat dalam perkembangan dunia usaha dan
lembaga-lembaga keuangan.
2. Muncul bermacam-macam kasus kecurangan dalam perusahaan-perusahaan yang akun publiknya
memberikan unqualified opinion
3. Ketidakmampuan APB untuk menciptakan aturan-aturan dasar yang tepat menjadi pedoman bagi
pembentukan Accounting Principles dan ketidakmampuan untuk mengintegrasikn hasil riset dasar
dalam pronouncementsnya.

Adapun pihak yang ikut serta menyusun standar akuntansi di Amerika adalah :
1. Kantor Akuntan Bersar yang dikenal dengan Big 8
2. American Institue of Certified Public Accountants (AICPA) Akuntan Publik
3. Financial Accounting Standard Board (FASB) Lembaga Penyusun Standar Akuntansi
4. Governmental Accounting Standard Board (GASB) Lembaga Penyusun Standar Akuntansi
Untuk Pemerintah
5. Securities and Exchange Commission (SEC ) Badan Pengawasan Pasar Modal
6. American Accounting Association (AAA) Organisasi Akademisi
7. Financial Executives Instiute (FEI) Para eksekutif Keuangan
8. The Institute of Management Accounting yang dahulu namanya National Association of
Accountant (NAA) Organisasi Akuntan Management
9. Dan lain-lain

Fungsi FASB dijelaskan secara jelas dalam Mission Statementnya, yakni untuk membentuk dan
mengembangkan standar-standar akuntansi dan pelaporan keuangan sebagai pedoman dan pen-
didikan bagi publik, termasuk penerbit laporan keuangan, auditor, dan pemakai laporan keuangan.
Sampai tahun 1990, FASB telah mengeluarkan 106 SAFS. Topik-topik yang pentingnya meliputi:
1. No. SAFS Tahun 2 Akuntansi Biaya Litbang 1974
2. 5 Akuntansi Kontijensi 1975
3. 14 Akuntansi Bagi Segmen-segmen Perusahaan Bisnis 1976
4. 52 Transaksi Valuta Asing 1981
5. 89 Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga (Pengganti no.33) 1986
6. 106 Akuntansi Pemberi Kerja Bagi Manfaat-Manfaat 1990

SEC (Securities and Exchange Commission)
SEC sebagai lembaga yang mengatur mengenai pasar modal d USA dibentuk tahun 1934. Lemaga
ini bertanggung jawab untuk mengatur dan menyusun undang-undang tentang bursa efek dan menjamin
bahwa laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan yang go public disajikan secara layak dan full
disclosure. Beberapa ciri dan peraturan SEC yang agak berbeda dengan yang lazim digunakan yaitu:
1. Regulation S-X
2. Accounting Series Release
3. SEC Decision dan Reports (Keputusan dan Laporan SEC)
4. The SEC Annual Report (Laporan Tahunan SEC)
5. Pidato, Makalah, Pimpinan dan staf SEC

AAA (The American Accounting Association)
The AAA adalah organisasi akuntan yang berkiprah dibidang akademik seperti profesor, dosen,
peneliti, staf, pengajar atau orang yang mempunyai perhatian terhadap pengembangan teori dan praktik
akuntansi. AAA juga melakukan kegiatan seminar, pertemuan, simposium, penelitian dan lain-lain
secara periodik untuk membahas bidang akuntansi.
Adapun upaya AAA dalam pengembangan standar akuntansi maupun kerangka teoritisnya adalah
sebagai berikut :
1. Pada tahun 1936 AAA menerbitkan hasil penelitian tentang A Tentative Statement of Accounting
Principles Underlying Corporate Financial Statement. Penerbitan ini telah direvisi pada tahun
1941, 1948, 1950, 1954, 1957, dan 1964.
2. Pada tahun 1940 melalui karya WA Paton dan AC Littleton yang bekerja dibawah naungan AAA
telah menerbitkan: An Introducing to Corporate Accounting Standards.
3. Pada tahun 1964 melalui karya Louis Golberg, AAA menerbitkan An Inquiry Into The Nature of
Accounting.
4. Pada tahun 1966 AAA menerbitkan A Statement of Basic Acoounting Theory.
5. Pada tahun 1977 AAA Menerbitkan A Statement on Accounting Theory and Theory Acceptance
(ASOATTA).

PCAOB (Public Community Accounting Oversight Board)
PCAOB adalah lembaga baru yang lahir dari UU Sarbanes Oxley Act (SOA) atau UU
Pertanggungjawaban Perusahaan Publik. Fungsi PCAOB ini disamping melakukan pengawasan
menyeluruh terhadap perusahaan yang mendaftar di pasar modal atau dikenal perusahaan publik
disamping pengawasan yang dilakukan SEC (Securities Exchange Commission) juga mengeluarkan
berbagai aturan yang harus diikuti perusahaan publik termasuk standar akuntansi dan ketentuan
penyajian laporan keuangan.

Organisasi/Badan Lain
Sebenarnya banyak lagi badan atau organisasi yang mempunyai peranan langsung atau tidak
langsung terhadap perumusan standar akuntansi. Di bawah ini beberapa contohnya :
1. The National Association of Accountant yang sekarang sudah berganti nama menjadi The
Institute of Management Accountant (IMA) merupakan organisasi profesi yang menggabungkan
para akuntan manajemen di USA. Organisasi ini menertbitkan majalah bulanan yang memuat
artikel artikel tentang akuntansi yang bernama Management Accounting.
2. The Cost Accounting Standard Board (CASB).
3. The Financial Executive Institute (FEI).
4. Intenational Accounting Standard Committe (IASC).
5. Badan badan/ organisasi luar negeri lainnya.

IASC (International Accounting Standard Committee) sekarang mengeluarkan standar
bernama IFRS (International Financial Reporting Standard)
Secara internasional profesi akuntan memiliki organisasi yang disebut dengan International
Federation of Accountant. IFAC ini memiliki badan khusus yang mengeluarkan standar akuntansi yang
disebut dengan IASC (International Accounting Standard Committee). IASC dikuasai pemikiran Eropa
dan bermarkas di London dan biasanya dalam beberapa hal, IASC ini selalu menjadi pesaing FASB
USA.

Lembaga-lembaga penyusun standar akuntansi di UK
Hanya ada dua standar akuntansi di UK, yaitu company act dan standar profesi akuntansi. Lima
prinsip akuntansi dasar yang tercantum langsung dalam perundang-undangan adalah sebagai berikut:
1. Matching concept dan beban berdasarkan accrual basis.
2. Penilaian akun aktiva dan kewajiban individual secara terpisah dalam masing-masing asset dan
kewajiban.
3. Penerapan prinsip-prinsip konservatifme, terutama dalam pengakuan realisasi laba dan semua
kewajiban dan kerugian yang diketahui.
4. Kewajiban penerapan kebijakan-kebijakan akuntansi secara konsisten dari tahun ke tahun.
5. Anggapan bahwa prinsip kelangsungan usaha dapat diterapkan pada entitas yang bersangkutan.

Beberapa perbedaan standar akuntansi yang umum di AS dan UK adalah:
1. Revaluasi tanah dan bangunan berdasarkan harga pasar juga diperbolehkan.
2. Beban depresiasi dan amortisasi harus sesuai dengan basis pengukuran yang digunakan untuk aset
yang bersangkutan.
3. Di UK memunglinkan untuk menilai semua asset berdasarkan biaya historis, current cost maupun
campuran dari kedua system tersebut.
4. Pengukuran persediaan, metode the lower of cost or net realizable value digunakan secara luas.
5. Penilaian LIFO tidak diperbolehkan oleh SSAP No. 9 atau untuk tujuan pajak.
6. Merger dan oposisi diperlakukan secara unik.
7. Metode polling of interest jarang dipergunakan.
8. H.Goodwill hasil pembelian biasanya langsung dihapus.




2.2 PROSES PENETAPAN STANDAR AKUNTANSI
Standar akuntansi adalah kerangka teori konseptual yang menjadi dasar pelaksanaan teknik-
tekniknya, kerangka dasar konseptual ini terdiri dari standar (teknik, prinsip) dan praktik yang sudah
diterima oleh umum karena kegunaannya dan kelogisannya.
Di Indonesia berlaku Prinsip Akuntansi Indonesia kemudian diganti menjadi Standar Akuntansi
Keuangan (SAK) Indonesia kemudian menjadi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).
Sedang di USA berlaku Generel Accepted Accounting Principle (GAAP), kemudian Accounting
Principle Board Statement (APBS), dan terakhir menjadi FASB Statement. SAK merupakan pedoman
bagi siapa saja dalam menyusun laporan keuangan yang akan diterima oleh umum.

Proses penyusunan standar akuntansi yang baik harus memiliki lima tahapan (ADB 2003) :
1. Design aspek khusus akuntansi tertentu diidentifikasi dan diteliti dan exposure draft disiapkan
2. Approval draft tersebut direview dan jika layak akan disetujui sebagai standar.
3. Education penjelasan kepada penyusun dan pemakai laporan keuangan tentang pengaruh dan
implementasi standar yang baru
4. Implementation ketentuan dalam standar terebut diaplikasikan dalam perusahaan.
5. Enforcement pengawasan dan pemberian sanksi bagi yang tidak menerapkan.
Penyusunan standar akuntansi Indonesia pada dasarnya mengacu pada model Amerika dengan
sedikit modifikasi.

Process Prosedur Penyusunan SAK
1. Due Process Prosedur penyusunan SAK sebagai berikut :
a. Identifikasi issue untuk dikembangkan menjadi standar
b. Konsultasikan issue dengan DKSAK
c. Membentuk tim kecil dalam DSAK
d. Melakukan riset terbatas
e. Melakukan penulisan awal draft
f. Pembahasan dalam komite khusus pengembangan standar yang dibentuk DSAK
g. Pembahasan dalam DSAK
h. Penyampaian Exposure Draft kepada DKSAK untuk meminta pendapat dan pertimbangan
dampak penerapan standar
i. Peluncuran draft sebagai Exposure Draft dan pendistribusiannya
j. Public hearing
k. Pembahasan tanggapan atas Exposure Draft dan Masukan Public Hearing
l. Limited hearing
m. Persetujuan Exposure Draft PSAK menjadi PSAK
n. Pengecekan akhir
o. Sosialisasi standar

2. Due Process Procedure penyusunan Interpretasi SAK, Panduan Implementasi SAK dan Buletin
Teknis tidak wajib megikuti keseluruhan tahapan due process yang diatur dalam ayat 1 di atas,
misalnya proses public hearing.

3. Due Process Prosedure untuk pencabutan standar atau interpretasi standar yang sudah tidak
relevan adalah sama dengan due process prosedures penyusunan standar yang diatur dalam ayat
1 di atas tanpa perlu mengikuti tahapan due process e, f, i, j, dan k sedangkan tahapan m dalam 1
ayat di atas diganti menjadi : Persetujuan pencabutan standar atau interpretasi.

Standar Akuntansi di Indonesia
Saat ini dengan adanya rencana IAI untuk mengadopsi semua IFRS maka standar akuntansi di
Indonesia menjadi terbagi atas :
1. Standar Akuntansi Umum yang akan mengadopsi IFRS dan hanya berlaku wajib bagi
perusahaan public atau Tbk
2. Standar akuntansi ETAP atau Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik
3. Standar Akuntansi Syariah yang berlaku untuk semua transaksi yang dilakukan secara syariah
oleh lembaga dan pihak manapun.

Penyusunan Standar Akuntansi di Amerika Serikat (AS)
Dalam Penyusunan standar akuntansi keuangan AS sangat berpegang pada kerangka teoritis
konseptual yang ditetapkan oleh FASB sebagai berikut:
1. Tujuan pelaporan keuangan oleh Perusahaan yang bertujuan mencari laba yang diterbitkan
November 1978
2. Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi yang diterbitkan Mei 1980 kemudian direvisi
dengan Statement Nomor 6, Desember 1980
3. Tujuan pelaporan Keuangan Organisasi Nonprofit diterbitkan Desember 1980
4. Pengakuan dan Pengukuran Dalam Laporan Keuangan Perusahaan Bisnis diterbitkan Desember
1984
5. Elemen-Elemen Laporan Keuangan yang diterbitkan pada Desember 1985
Penyusunan standar akuntansi Indonesia pada dasarnya mengacu pada model Amerika dengan
sedikit modifikasi. Menurut aturan yang dibuat Dewan Standar Akuntansi Keuangan, proses
penyusunan standar akuntansi keuangan melibatkan delapan tahap berikut ini (ADB 2003) :
1. Issue Identification. Kongres IAI yang bertemu setiap 4 tahun mengeluarkan resolusi tentang
program kerja strategi DSAK. DSAK ini memonitor dan mempertimbangkan pengumuman resmi
yang dikeluarkan International Accounting Standar Board (IASB) dan badan perumus standar
akuntansi lainnya serta mereview masukan yang diberikan secara langsung oleh pihak tertentu.
2. Preliminary Consideration. DSAK mendiskusikan isu yang ada dan komisi yang diperlukan serta
melakukan penelitian terhadap isu yang ada sebelum isu tersebut dimasukkan dalam program kerja
DSAK.
3. Preparation of Accounting Discussion Paper. Untuk setiap topic yang diterima, DSAK
membentuk Komite Khusus untuk menyiapkan topic outline dan Accounting Discussion
Paper (ADP) yang secara rinci menjelaskan dan menganalisa topik tersebut.
4. Preparation of Exposure Draft (ED). Atas dasar pertimbangan yang terdapat dalam ADP, DSAK
menyiapkan ED awal yang harus konsisten dengan kerangan standar akuntansi internasional. ED
awal ini didistribusikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk mendapatkan tanggapan.
5. Publication of ED. ED dipublikasikan di Media Akuntansi Majalah IAI dan didistribusikan
kepada pihak yang berkepentingan paling lambat 1 bulan sebelum Public hearing.
6. Public Hearings. Public hearing diselenggarakan untuk memeberi kesempatan pada pihak yang
berkepentingan untuk menyampaikan pandangan mereka terhadap ED tersebut. Atas dasar masukan
tersebut, DSAK akan berkonsultasi dengan pemerintah, organisasi dan individu lain yang relevan
sebelum disyahkan menajadi PSAK.
7. PSAK Preparation. Jika perlu, DSAK mengubah ED untuk merefleksikan hasil konsultasi yang
telah dilakukan.
8. Approval and Promulgation. DSAK menyetujui PSAK untuk diterbitkan sebagai pedoman resmi
praktik akuntansi tertentu. PSAK yang disetujui dipublikasikan melalui Media Akuntansi dan
Website IAI.



DAFTAR PUSTAKA


Harahap,Sofyan Syafri.2011.Teori Akuntansi.Jakarta:Rajawali Pers
Riahi,Ahmed dan Belkaouli.2006.Accounting Theory.Jakarta selatan :Salemba Empat
Journal seminar akuntansi,Sunardi,fakultas ekonomi,universitas panca sakti tegal
http://fathir32.wordpress.com/2011/04/01/konvergensi-standar-akuntansi-di-indonesia-ke-ifrs/
http://setya-wa2n.blogspot.com/2010/07/sejarah-perkembangan-akuntansi.html
http://cholil145.blogspot.com/2012/04/penyusunan-standar-akuntansi-di_26.html
http://www.slideshare.net/rose_mia/kuliah-teori-akuntansi-6-7-standar-akuntansi