Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TERNAK

ACARA 2
SACCUS PNEUMATICUS



Disusun oleh :
Kelompok V

Farah Siti Zakiyyah PT/06241
Nanda Primadani PT/06261
Yunengsih PT/06279
M. Yuda Pradana PT/06313
Galih Praditya PT/06323
Hikbal Fauzi PT/06375
Indah Hidayati PT/06377
Evi Lisa T.W PT/06385
Asisten : Romy Widiyatmoko


LABORATORIUM FISOLOGI DAN REPRODUKSI TERNAK
BAGIAN PRODUKSI TERNAK
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2013




TINJAUAN PUSTAKA

Respirasi adalah pertukaran gas, yaitu oksigen yang dibutuhkan
tubuh untuk metabolisme sel dan karbondioksida yang dihasilkan dari
metabolisme tersebut dikeluarkan oleh tubuh melalui paru-paru. Sistem
respirasi terdiri atas paruh dan saluran-saluran yang memungkinkan atau
meninggalkan paruh. Saluran tersebut mencakup nostri (lubang), rongga
hidung, faring, dan trakea (Frandson,1992)
Bangsa burung, udara dihirup mencapai paru-paru dan dilanjutkan
ke kantong udara menyebabkan keluar masuk paru-paru. Gerakan otot
pernafasan secara aktif akan menyebabkan terjadinya penghirupan udara
dan penghembusan udara (Frandson,1992). Tempat berdifusinya gas
pernafasan pada burung hanya terjadi di paru-paru. Paru-paru burung
berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh
tulang rusuk (Frandson,1992)
Jalur pernafasan pada burung berawal di lubang hidung. Udara
masuk kemudian diteruskan pada celah tekak yang terdapat pada dasar
faring yang menghubungkan trakea. Trakeanya panjang berupa pipa
bertulang rawan yang berbentuk cincin dan bagian akhirnya bercabang
menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Bronku pada
pamgkal trakea terdapat syrinx yang pada bagian dalamnya terdapat
lipatan-lipatan berupa selaput yang dapat bergetar. Bergetarnya selaput
itu menimbulkan suara. Bronkus bercabang lagi menjadi mesobronkus
yang merupakan bronkus sekunder dan dapat dibedakan menjadi
ventrobronkus dan dorso bronkus. Ventrobronkus dihubungkan dorso
bronkus oleh banyak parabronkus (Frandson,1992)
Parabronkus berupa tabung-tabung kecil. Banyak kapiler yang
bermuara di parabronkus sehingga memungkinkan udara berdifusi. Selain
paru-paru, burung memiliki 8-9 perluasan paru-paru atau pundi-pundi
hawa ( saccus pneumaticus) yang menyebar sampai keperut, leher dan
sayap. Pundi-pundi hawa berhubungan dengan paru-paru dan berselaput
tipis. Pundi-[undi hawa tidak terjadi difusi gas pernafasan. Pundi-pundi
hawa hanya berfungsi sebagai penyimapan cadangan oksigen dan
meringankan tubuh. Pundi-pundi terdapat di pangkal leher, ruang dada
bagian depan, antar tulang selangka, ruang dada bagian belakang dan di
rongga perut (Frandson,1992).


























Materi dan Metode

Materi
Alat. Alat yang digunakan dalam parktikum antara lain penjepit,
selang, dan spuit.
Bahan. Bahan yang digunakan dalam praktikum adalah preparat
Columba livia.

Metode
Langkah kerja dalam praktikum adalah Preparat Columba livia yang
telah disembelih dan dikuliti bagian dadanya diamati bagian-bagian dan
letak dari saccus pneumaticus dan diamati mekanisme kerja serta
fungsinya. Setelah itu, sistem respirasi digambar pada lembar kerja
dsertai dengan keteranganya.






















Hasil Dan Pembahasan

Sistem respiratoria pada burung terdiri dari lubang hidung, nares
pasteriores, glotis, laring, trakea, pulmo (berhubungan dengan saccus
pnematicus), dan syrinx. Saccus pnemuaticus terdiri atas saccus
cervicalis, saccus inter clavicularis, saccus axilaris, saccus thoracalis
anterior, saccus thoracalis posterior, dan saccus abdominis.

Saccus pnemuaticus pada burung terbagi menjadi 6 macam yaitu
saccus cervicalis (sepasang, pada pangkal leher), saccus inter clavicularis
(tunggal, terletak anatra coracoid dan bercabang), saccus axilaris
(sepasang, pada pangkal sayap), saccus thoracalis anterior (sepasang,
pada rongga dada depan), saccus thoracalis posterior (sepasang, pada
rongga dada belakang), dan saccus abdominis (sepasang, dikelilingi
intestinum).
Saccus pneumaticus memiliki beberapa fungsi yaitu membantu
pernafasan burung saat terbang. Rongga dada mengalami kontraksi saat
burung terbang bertujuan untuk memperkuat kepakan sayap burung
sehingga burung tidak mengunakan tulang rusuk untuk mekanisme
pernafasan melainkan menggunakan saccus pneumaticus. Fungsi saccus
yang kedua melindungi alat-alat dalam yang dilakukan oleh saccus
abdominis untuk melindungi organ-organ pernafasan dan saccus inter
clavicularis untuk melindungi paru-paru. Fungsi saccus yang ketiga adalah
menjaga supaya panas tubuh tidak hilang secara berlebihan. Fungsi
selanjutnya memperbesar atau memperkecil berat jenis tubuh. Berat jenis
berbanding terbalik dengan volume. Oleh karena itu ketika volume saccus
pnumaticus meningkat mengakibatkan penurunan berat jenis tubuh
burung sehingga dapat memudahkannya saat terbang. Fungsi yang
terakhir yaitu membantu memperbesar syrinx. Suara terjadi saat ekspirasi
dimana syrinx berfungsi sebagai katup penjaga keseimbangan tekanan
udara.
Ada beberapa fase mekanisme penafasan pada burung yaitu fase
inhalasi dan fase exhalasi. Fase inhalasi 1 terjadi ketika udara masuk
langsung menuju ke saccus abdominis dan saccus thoracalis posterior,
uadara dalam fase ini juga masuk ke pulmo. Kemudian terjadi fase
exhalasi 1 yaitu udara dari saccus abdominis dan saccus thoracalis
posterior keluar menuju pulmo. Fase inhalasi 2 terjadi ketika udara dari
pulmo masuk ke dalam saccus interclavicularis dan saccus thoracalis
anterior. Selanjutnya fase terakhir yaitu fase exhalasi 2 udara yang kaya
karbondioksida dari saccus interclavicularis dan saccus thoracalis anterior
keluar melalui lubang hidung.
Menurut Radiopetra (1991), pernafasn pada burung memiliki
mekanisme yang dibebaskan atas pernafasan pada waktu istirahat dan
pernafasan pada waktu terbang . Pernafasan waktu istirahat terdiri atas
fase inspiratio dan fase expiratio. Pernafasan pada waktu terbang
dipengaruhi oleh saccus pneumaticus.
Menurut Swenson (1993), sistem pernafasan dimulai dari nares
yang keluar dan membuka melewati mulut melalui sebelah celah. Trakea
dibagi dan membentuk dua bronkus utama. Prcobaannya merupakan
syrinx yang menghasilkan suara yang memiliki karakter yang berbeda-
beda. Saccus pneumaticus terletak diluar paru-paru didalam rongga
badan yang berfungsi sebagai jalan udara dan arena hampir ovazkuler
maka dapat sedikit mengadakan pertukaran udara.
Bangsa aves, selain burung yang bisa terbang yaitu ayam, burung
onta, pinguin saccusnya tidak berkembang atau tidak difungsikan seperti
burung (bisa terbang) karena memiliki lingkungan atau habitat yang
berbeda.
Pernafasan pada burung memiliki mekanisme yang dibedakan atas
pernafasan pada waktu istirahat dan pernafasan pada waktu terbang.
Pernafasan pada waktu istirahat terdiri atas fase insipratio dan expiratio.
Fase inspiratio, costak bergerak kearah carnio ventral cavum sehingga
thoracalis membesar, pulmo mengembang dan udara masuk kedalam
pulmo. Sedangkan pernafasan pada waktu terbang dipengaruhi oleh
fungsi saccus pneumaticus yang berupa saccus inter clvicularis dan
saccus axilaris (Schmidt dan Nielsen,1997).
Udara pada pundi-pundi hawa dimanfaatkan hanya pada saat
udara di paru-paru berkurang, yakni saat burung mengepakan sayapnya.
Saat sayap mengepak atau diangkat keatas maka kantong hawa di tulang
coracoid terjepit sehingga oksigen pada tempat itu masuk keparu-paru.
Sedangkan, ekspirasi terjadi apabila otot intercostal relaksasi maka tulang
rusuk dan tulang dada kembali ke posisi semula, sehingga rongga dada
mengcil dan tekanan menjadi lebih besar dari tekanan di udara diluar
akibatnya udara dari paru-paru yang kaya karbondioksida keluar.
Bersamaan dengan mengcilnya rongga dada udara dari kantong hawa
masuk keparu-paru dan terjadi pelepasan oksigen pada pembuluh kapiller
di paru-paru. Jadi, pelepasan oksigen di paru-paru dapat terjadi pada saat
ekspirasi maupun inspirasi (Schmidt dan Nilesen, 1997).
Masuknya udara yang kaya oksigen ke paru-paru disebabkan
kontrkasi otot antar tulang rusuk sehingga tulang rusuk bergerak keluar
dan tulang dada bergerak kebawah. Dengan kata lain, burung menghisap
udara dengan cara memperbesar rongga dadanya sehingga tekanan
udara di rongga dada menjadi kecil yang mengakibatkan masuknya udara
luar. Udara luar masuk sebagian kecil tinggal diparu-paru dan sebagian
besar akan diteruskan ke pundi-pundi hawa sebagai cadangan udara
(Frandson,1992).









































Kesimpulan

Saccus pneumaticus adalah salah satu organ respirasi pada
bangsa burung yang berfungsi untuk membantu pernafasan terutama saat
terbang, menjaga supaya panas tubuh tidak berlebihan, melindungi alat-
alat dalam, memperbesar atau memperkecil berat jenis tubuh, dan
membantu memperbesar syrinx. Saccus pneumaticus terdri atas saccus
cervicalis, saccus interclavicularis, saccus axilaris, saccus thoracalis
posterior, saccus thoracalis anterior, dan saccus abdominis. Mekanisme
pernafasan burung terdiri atas empat tahap, yaitu fase inhalasi 1, fase
fase exhalasi 1, inhalasi 2, dan fase exhalasi 2.





























Daftar Pustaka

Frandson, R.D.1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Yogyakarta : Gdajah
Mada University Press.
Radiopetra.1991. Petunjuk Praktikum Zoologi. Yogyakarta : Fakultas
biologi Universitas Gadjah Mada.
Schmidt, Knut and Nielsen. 1997. Anatomi Phisiologi,fiveth edition.
Australia, Canbridge University Press..
Swenson, M.J. 1993. Duke

s Phisiology Of Domestic Animal, sixth edition.


Comstrood Publishing Inc. West Past Conectial Washington.