Anda di halaman 1dari 64

Mekanisme Penyerapan Hara

20 Desember 2008 oleh 9fly


Unsur hara dapat tersedia disekitar akar melalui 3 mekanisme penyediaan unsur hara,
yaitu: (1) aliran massa, (2) difusi, dan (3) intersepsi akar !ara yan" telah berada
disekitar permukaan akar tersebut dapat diserap tanaman melalui dua proses, yaitu:
1 #roses $ktif, yaitu: proses penyerapan unsur hara den"an ener"i aktif atau proses
penyerapan hara yan" memerlukan adanya ener"i metabolik, dan
2 #roses %elektif, yaitu: proses penyerapan unsur hara yan" ter&adi se'ara selektif
#roses $ktif:
#roses penyerapan unsur hara den"an ener"i aktif dapat berlan"sun" apabila tersedia
ener"i metabolik (ner"i metabolik tersebut dihasilkan dari proses pernapasan akar
tanaman %elama proses pernapasan akar tanaman berlan"sun" akan dihasilkan ener"i
metabolik dan ener"i ini mendoron" berlan"sun"nya penyerapan unsur hara se'ara
proses aktif $pabila proses pernapasan akar tanaman berkuran" akan menurunkan
pula proses penyerapan unsur hara melalui proses aktif )a"ian akar tanaman yan"
palin" aktif adalah ba"ian dekat u&un" akar yan" baru terbentuk dan rambut*rambut
akar )a"ian akar ini merupakan ba"ian yan" melakukan ke"iatan respirasi
(pernapasan) terbesar
#roses %elektif:
)a"ian terluar dari sel akar tanaman terdiri dari: (1) dindin" sel, (2) membran sel, (3)
protoplasma Dindin" sel merupakan ba"ian sel yan" tidak aktif )a"ian ini
bersin""un"an lan"sun" den"an tanah %edan"kan ba"ian dalam terdiri dari
protoplasma yan" bersifat aktif )a"ian ini dikelilin"i oleh membran +embran ini
berkemampuan untuk melakukan seleksi unsur hara yan" akan melaluinya #roses
penyerapan unsur hara yan" melalui mekanisme seleksi yan" ter&adi pada membran
disebut seba"ai proses selektif
#roses selektif terhadap penyerapan unsur hara yan" ter&adi pada membran
diperkirakan berlan"sun" melalui suatu 'arrier (pemba,a) -arrier (pemba,a) ini
bersenya,a den"an ion (unsur) terpilih %elan&utnya, ion (unsur) terpilih tersebut
diba,a masuk ke dalam protoplasma den"an menembus membran sel
+ekanisme penyerapan ini berlan"sun" seba"ai berikut:
(1) %aat akar tanaman menyerap unsur hara dalam bentuk kation (./, -a2/, +"2/,
dan 0!1/) maka dari akar akan dikeluarkan kation !/ dalam &umlah yan" setara,
serta
(2) %aat akar tanaman menyerap unsur hara dalam bentuk anion (023*, !2#21*,
%21*) maka dari akar akan dikeluarkan !-23* den"an &umlah yan" setara
3ulkifli
http:449fly,ordpress'om420084124204mekanisme*penyerapan*hara4
+(.$05%+( #(06(7$#$0 !$7$ 28(! $.$7, 2010
.ebanyakan unsur diserap akar tanaman dalam bentuk an or"anik %etelah men'apai
akar, ion hara dian"kut sampai ke ba"ian daun melalui seran"kaian tahapan, yaitu
penyerapan pasif (passive root uptake), penyerapan aktif (active root uptake), alih
tempat (translocation)
Struktur akar
5on harus ber"erak mele,ati atau men"elilin"i se&umlah lapisan &arin"an akar
epidermis 9 lapisan terluar dari sel
korteks 9 sel besar ukuran tidak beraturan den"an ruan" antara sel diantara
mereka
endodermis 9 lapisan sel den"an suberin band, casparian strip, men&adi
pen"halan" "erakan ion masuk ke stele
stele 9 men"andun" pembuluh xylem yan" men"an"kut air dan ion menu&u
batan"
Gerakan pasif
Difusi dan pertukaran ion
epidermis :; menembus kortek :; ke endodermis
Apoplast (apparent free space)
ruan" di antara sel (extracellular within and between cell walls)
.#. akar ada pada dindin" sel
Gerakan aktif
!arus menembus membran sel
Symplast: Intracellular interconnected cytoplasmic pathway between cells
pen"an"kutan aktif mele,ati membran
pen"ambilan unsur hara se'ara selektif
Pengambilan ion secara aktif
diperlukan ener"i untuk mele,ati membran sel
konsentrasi di dalam sel lebih besar dibandin" di luar sel
"erakan untuk men"atasi "radien elektrokimia
ener"i berasal dari metabolisme sel
Ion carriers
pen"an"kutan mele,ati membran di&embatani oleh karier
karier berada di dalam membran
men"ikat ion di ba"ian luar dari batas :; ber"erak mele,ati membran :;
melepas ion ke dalam sitoplasma
karier bersifat selektif, masin"*masin" ion punya karier tersendiri
Pengangkutan aktif (active transport)
+emun"kinkan tanaman memilih hara yan" masuk ke akar, men&a"a netralitas
muatan di dalam sel akar, akar melepas !
/
and 2!
*
#en"ambilan kation: melepas
!
/
, pen"ambilan anion: melepas 2!
*
#en"ambilan kation umumnya ;; dibandin"
pen"ambilan anion sehin""a p! risosfer turun
+emun"kinkan tanaman menimbun hara esensial, tanaman memiliki kemampuan
yan" berbeda dalam menimbun hara pada tanah yan" memilik kadar hara yan"
rendah %ifat "enetik mempen"aruhi pen"ambilan hara, alih tempat, pertumbuhan
akar, metabolisme akar, lin"kun"an risosofer
Rhizosphere (rhizo = akar)
<ilayah tanah yan" bersin""un"an lan"sun" den"an akar, &araknya 1*1 mm =empat
ke"iatan mikrobia: eksudat or"anik dari akar merupakan 'adan"an makanan %uasana
p! risosfer dan akti>itas mikrobia mempen"aruhi ketersediaan hara melalui proses
pelarutan dan khelasi, p! lebih rendah dan adanya asam or"anik menin"katkan
kelarutan $kar dan mikrobia di risosfer dapat men"hasilkan khelat, akar dan akti>itas
mikrobia &u"a mampu menurunkan redoks potensial sehin""a menin"katkan
ketersediaan hara
$kar tanaman tidak terlihat karena tersembunyi dalam tanah dan sukar untuk diteliti,
sehin""a serin" diabaikan %ifatnya tidaklah pasif, tetapi aktif men"an"kut hara dan
men"ambil se'ara selektif den"an men"ubah suasana tanah di sekitarnya sehin""a
menin"katkan ketersediaan hara tersebut
http:44nasih,ordpress'om420104114014mekanisme*penyerapan*hara*oleh*akar4
amis! "# September $#%#
M&'(ISM& P&()&R'P'( H'R'
Unsur hara dapat tersedia disekitar akar melalui 3 mekanisme penyediaan unsur hara,
yaitu: (1) aliran massa, (2) difusi, dan (3) intersepsi akar !ara yan" telah berada
disekitar permukaan akar tersebut dapat diserap tanaman melalui dua proses, yaitu:
(1) #roses $ktif, yaitu: proses penyerapan unsur hara den"an ener"i aktif atau proses
penyerapan hara yan" memerlukan adanya ener"i metabolik, dan
(2) #roses %elektif, yaitu: proses penyerapan unsur hara yan" ter&adi se'ara selektif
#roses $ktif:
#roses penyerapan unsur hara den"an ener"i aktif dapat berlan"sun" apabila tersedia
ener"i metabolik (ner"i metabolik tersebut dihasilkan dari proses pernapasan akar
tanaman %elama proses pernapasan akar tanaman berlan"sun" akan dihasilkan ener"i
metabolik dan ener"i ini mendoron" berlan"sun"nya penyerapan unsur hara se'ara
proses aktif $pabila proses pernapasan akar tanaman berkuran" akan menurunkan
pula proses penyerapan unsur hara melalui proses aktif )a"ian akar tanaman yan"
palin" aktif adalah ba"ian dekat u&un" akar yan" baru terbentuk dan rambut*rambut
akar )a"ian akar ini merupakan ba"ian yan" melakukan ke"iatan respirasi
(pernapasan) terbesar
#roses %elektif:
)a"ian terluar dari sel akar tanaman terdiri dari: (1) dindin" sel, (2) membran sel, (3)
protoplasma Dindin" sel merupakan ba"ian sel yan" tidak aktif )a"ian ini
bersin""un"an lan"sun" den"an tanah %edan"kan ba"ian dalam terdiri dari
protoplasma yan" bersifat aktif )a"ian ini dikelilin"i oleh membran +embran ini
berkemampuan untuk melakukan seleksi unsur hara yan" akan melaluinya #roses
penyerapan unsur hara yan" melalui mekanisme seleksi yan" ter&adi pada membran
disebut seba"ai proses selektif
#roses selektif terhadap penyerapan unsur hara yan" ter&adi pada membran
diperkirakan berlan"sun" melalui suatu 'arrier (pemba,a) -arrier (pemba,a) ini
bersenya,a den"an ion (unsur) terpilih %elan&utnya, ion (unsur) terpilih tersebut
diba,a masuk ke dalam protoplasma den"an menembus membran sel
+ekanisme penyerapan ini berlan"sun" seba"ai berikut:
(1) %aat akar tanaman menyerap unsur hara dalam bentuk kation (./, -a2/, +"2/,
dan 0!1/) maka dari akar akan dikeluarkan kation !/ dalam &umlah yan" setara,
serta
(2) %aat akar tanaman menyerap unsur hara dalam bentuk anion (023*, !2#21*,
%21*) maka dari akar akan dikeluarkan !-23* den"an &umlah yan" setara
$.)$7?01?58+U?=$0$!?U08$+
Diposkan oleh $kbar http:44akbar*
bubuhanban&ar&ua&ulakaeblo"spot'om420104094mekanisme*penyerapan*harahtml
@2003 Di"itiAed by U%U di"ital library 1
%=7(% B$7$+ D$0 +(.$05%+( =28(7$0%5 =$0$+$0

72%5=$ %5#$6U0B

Cakultas #ertanian
Durusan )udidaya #ertanian
Uni>ersitas %umatera Utara

5 #(0D$!U8U$0

%tres "aram merupakan salah*satu dari antara enam bentuk stres tanaman
yaitu stres suhu, stres air, stres radiasi, stres bahan kimia dan stres an"in, tekanan,
bunyi dan lainnya %tres "aram termasuk stres bahan kimia yan" meliputi "aram,
ion*ion, "as, herbisida, insektisida dan lain seba"ainya (!ar&adi , %% dan % 6ahya,
1988)
%tres "aram ter&adi den"an terdapatnya salinitas atau konsentrasi "aram*
"aram terlarut yan" berlebihan dalam tanaman %tres "aram ini umumnya ter&adi
dalam tanaman pada tanah salin %tres "aram menin"kat den"an menin"katnya
konsentrasi "aram hin""a tin"kat konsentrasi tertentu yan" dapat men"akibatkan
kematian tanaman
Baram*"aram yan" menimbulkan stres tanaman antara lain ialah 0a-l,
0a%2
1
, -a-l
2
, +"%2
1
, +"-l
2
yan" terlarut dalam air Dalam larutan tanah, "aram*
"aram ini mempen"aruhi p! dan daya hantar listrik +enurut Collet et al, (1981),
tanah salin memiliki p! E 8,F den"an daya hantar listrik ; 1 mmhos4'm
#ada kebanyakan spesies, pen"aruh &enis*&enis "aram umumnya tidak khas
terhadap tumbuhan tanaman tetapi lebih ter"antun" pada konsentrasi total "aram
%alinitas tidak ditentukan oleh "aram 0a -l sa&a tetapi oleh berba"ai &enis "aram
yan" berpen"aruh dan menimbulkan stres pada tanaman Dalam konteks ini
tanaman men"alami stres "aram bila konsentrasi "aram yan" berlebih 'ukup tin""i
sehin""a menurunkan potensial air sebesar 0,0F @ 0,1 +pa %tres "aram ini berbeda
den"an stres ion yan" tidak be"itu menekan potensial air (8e,it, 1980)
=oleransi terhadap salinitas adalah bera"am den"an spektrum yan" luas
diantara spesies tanaman mulai dari yan" peka hin""a yan" 'ukup toleran Collet et
al, (1981) men"a&ukan lima tin"kat pen"aruh salinitas tanah terhadap tanaman,
mulai dari tin"kat non*salin hin""a tin"kat salinitas yan" san"at tin""i, seperti
diberikan pada =abel 1

=abel 1 #en"aruh =in"kat %alinitas terhadap =anaman (Collet et al, 1981)
=in"kat
%alinitas
.ondukti>itas
(mmhos)
#en"aruh =erhadap =anaman
0on %alin 0 @2 Dapat diabaikan
7endah 2 @ 1 =anaman yan" peka ter"an""u
%edan" 1 @ 8 .ebanyakan tanaman ter"an""u
=in""i 8 @ 1G =anaman yan" toleran belum ter"an""u
%an"at
tin""i
; 1G !anya beberapa &enis tanaman toleran yan"
dapat tumbuh

@2003 Di"itiAed by U%U di"ital library 2
%pesies*spesies tanaman yan" hanya mentoleransi konsentrasi "aram rendah
termasuk dalam kelompok tanaman "likofita, dan spesies*spesies tanaman yan"
mentoleransi konsentrasi "aram tin""i termasuk kelompok tanaman halofita
#en"enalan pen"aruh tin"kat salinitas merupakan bahan yan" san"at
ber"una sehubun"an den"an berba"ai akibat kerusakan ataupun "an""uan yan"
ditimbulkannya terhadap pertumbuhan tanaman +elalui pen"enalan "e&ala*"e&ala
yan" timbul pada tanaman akibat tin"kat salinitas yan" 'ukup tin""i, perbaikan
struktur tanah akan dapat diupayakan seperlunya, ataupun pemilihan &enis tanaman
yan" 'o'ok untuk lokasi pertanian yan" bermasalah
.erusakan yan" timbul akibat stres dapat dikelompokkan dalam 3 &enis
kerusakan seba"ai berikut : (!ar&adi , %% dan % 6ahya, 1988)
a .erusakan stres lan"sun" primer
b .erusakan stres tak lan"sun" primer
' .erusakan stres sekunder (dapat ter&adi &u"a stres tersier)

55 =50B.$= %$8505=$% =$0$! D$0 $57

%alinitas pada umumnya bersumber pada tanah dan air tanah %alin atau
tidaknya suatu tanah ataupun air diukur berdasarkan daya hantar listriknya yan"
ter"antun" pada kadar "aram yan" terlarut dalam air ataupun dalam larutan yan"
berhubun"an den"an pertumbuhan tanaman
Collet et al (1981) men"klassifikasikan tanah menurut salinitas atas ti"a
kelompok berdasarkan hasil pen"ukuran daya hantar listrik seba"ai berikut :
1) =anah salin den"an daya hantar listrik ; 1,0 mmhos4'm, p! E 8,F dan 0a*dd
E 1FH den"an kondisi fisik normal .andun"an "aram larutan dalam tanah
dapat men"hambat perke'ambahan, penyerapan unsur hara dan
pertumbuhan tanaman
2) =anah sodik den"an daya hantar listrik E 1,0 mmhos4'm, p! ; 8,F dan 0a*
dd ; 1FH den"an kondisi fisik buruk Baram yan" terlarut dalam tanah
relatip rendah, dan keadaan tanah 'enderun" terdispersi dan tidak permeable
terhadap air hu&an dan air iri"asi
3) =anah salin sodik den"an daya hantar listrik ; 1,0 mmhos4'm, p! E 8,F dan
0a*dd ; 1FH den"an kondisi fisik normal .eadaan tanah umumnya
terdispersi den"an permeabilitas rendah dan serin" ter"enan" &ika diairi
Untuk air, salinitas berdasarkan U%D$ (19F1) ditentukan dalam empat
tin"kat seba"ai berikut :
1) %alinitas rendah den"an daya hantar listrik E 2F0 mmhos4'm
Dapat di"unakan untuk men"airi semua tanaman
2) %alinitas sedan" den"an daya hantar listrik 2F0*IF0 mmhos4'm
Dapat di"unakan untuk men"airi tanaman yan" taraf kepekaannya rendah
sampai sedan"
3) %alinitas tin""i den"an daya hantar listrik IF0*22F0 mmhos4'm
Dapat di"unakan untuk men"airi tanaman yan" toleran
1) %alinitas san"at tin""i den"an daya hantar listrik E 22F0 mmhos4'm
#ada umumnya tidak di"unakan untuk men"airi tanaman
U%D$ &u"a men"klassifikasikan air menurut nisbah &erapan 0a atas empat
kelompok seba"ai berikut :
1) $ir berkadar 0a rendah den"an nilai nisbah &erapan 0a E 10
Di"unakan untuk men"airi semua tanaman
2) $ir berkadar 0a sedan" den"an nilai nisbah &erapan 0a antara 10*18
Di"unakan untuk men"airi tanaman pada tanah bertekstur halus atau ber
.=. tin""i

@2003 Di"itiAed by U%U di"ital library 3
3) $ir berkadar 0a tin""i den"an nilai nisbah &erapan 0a antara 18*2G
Di"unakan untuk men"airi tanaman yan" toleran
1) $ir berkadar 0a san"at tin""i den"an nilai nisbah &erapan 0a ; 2G
=idak di"unakan untuk men"airi tanaman
%edan"kan untuk salinitas air tanah akibat intrusi air laut, =odd (19F9)
men"klassifikasikan air tanah atas enam tin"kat instrusi air asin yaitu :
1) =anpa intrusi 0isbah -l4(-23/!-23) E 0,F +utu air baik
2) %edikit intrusi 0isbah -l4(-23/!-23) : 0,F @ 1,3 +utu air 'ukup baik
3) 5ntrusi sedan" 0isbah -l4(-23/!-23) : 1,3 * 2,8 +utu air sedan"
1) 5ntrusi tin""i 0isbah -l4(-23/!-23) : 2,8 @ G,G +utu air buruk
F) 5ntrusi san"at tin""i 0isbah -l4(-23/!-23) : G,G @ 1F,F
+utu air san"at &elek
G) $ir laut 0isbah -l4(-23/!-23) : 200

555 #(0B$7U! %=7(% B$7$+
Baram*"aram atau 0a/ yan" dapat dipertukarkan akan mempen"aruhi sifat*
sifat tanah &ika terdapat dalam keadaan yan" berlebihan dalam tanah .ekuran"an
unsur 0a
/
dan -l
*
dapat menekan pertumbuhan dan men"uran"i produksi
#enin"katan konsentrasi "aram terlarut di dalam tanah akan menin"katkan tekanan
osmotik sehin""a men"hambat penyerapan air dan unsur*unsur hara yan"
berlan"sun" melalui proses osmosis Dumlah air yan" masuk ke dalam akar akan
berkuran" sehin""a men"akibatkan menipisnya &umlah persediaan air dalam
tanaman (Collet et al, 1981)
Dalam proses fisiolo"i tanaman, 0a
/
dan -l
*
didu"a mempen"aruhi
pen"ikatan air oleh tanaman sehin""a menyebabkan tanaman tahan terhadap
kekerin"an %edan"kan -l
*
diperlukan pada reaksi fotosintetik yan" berkaitan den"an
produksi oksi"en %ementara penyerapan 0a
/
oleh partikel*partikel tanah akan
men"akibatkan pemben"kakan dan penutupan pori*pori tanah yan" memperburuk
pertukaran "as, serta dispersi material koloid tanah
+enurut %i"alin""in" (198F), salinitas akan mempen"aruhi sifat fisik dan
kimia tanah, yaitu 1J tekanan osmotik yan" menin"kat, 2J penin"katan potensi
ionisasi, 3J infiltrasi tanah yan" men&adi buruk, 1J kerusakan dan ter"an""unya
struktur tanah, FJ permeabilitas tanah yan" buruk, GJ penurunan kondukti>itas
%alinitas atau konsentrasi "aram*"aram terlarut yan" 'ukup tin""i akan
menimbulkan stres dan memberikan tekanan terhadap pertumbuhan tanaman
+enurut +aas dan 0ieman, (19I8) salinitas dapat berpen"aruh men"hambat
pertumbuhan tanaman den"an dua 'ara yaitu :
a Den"an merusak sel*sel yan" sedan" tumbuh sehin""a pertumbuhan
tanaman ter"an""u
b Den"an membatasi &umlah suplai hasil*hasil metabolisme esensial ba"i
pertumbuhan sel melalui pembentukan tyloses

%alinitas menekan proses pertumbuhan tanaman den"an efek yan"
men"hambat pembesaran dan pembelahan sel, produksi protein serta penambahan
biomass tanaman =anaman yan" men"alami stres "aram umumnya tidak
menun&ukkan respon dalam bentuk kerusakan lan"sun" tetapi pertumbuhan yan"
tertekan dan perubahan se'ara perlahan
Be&ala pertumbuhan tanaman pada tanah den"an tin"kat salinitas yan" 'ukup
tin""i adalah pertumbuhan yan" tidak normal seperti daun men"erin" di ba"ian
u&un" dan "e&ala khlorosis Be&ala ini timbul karena konsentrasi "aram terlarut yan"

@2003 Di"itiAed by U%U di"ital library 1
tin""i menyebabkan menurunnya potensial larutan tanah sehin""a tanaman
kekuran"an air %ifat fisik tanah &u"a terpen"aruh antara lain bentuk struktur, daya
pe"an" air dan permeabilitas tanah %emakin tin""i konsentrasi 0a-l pada tanah,
semakin tin""i tekanan osmotik dan daya hantar listrik tanah (0assery, 2"ata dan
+aas dalam )asri, 1991)
%elain pen"aruh tersebut diatas, kandun"an 0a
/
yan" tin""i dalam air tanah
akan menyebabkan kerusakan struktur tanah p! tanah men&adi lebih tin""i karena
kompleks serapan dipenuhi oleh ion 0a
/
!al ini akan menin"katkan persentase
pertukaran 0atrium ((K'han"eable %odium #er'enta"e, (%#) %e'ara drastis
pertumbuhan tanaman akan menurun bila (%# men'apai 10H (%in"h, -habra dan
$brol dalam )asri, 1991)
#ertumbuhan sel tanaman pada tanah salin memperlihatkan struktur yan"
tidak normal #enyimpan"an yan" ter&adi meliputi kehilan"an inte"ritas membran,
kerusakan lamella, keka'auan or"anel sel, dan akumulasi .alsium 2ksalat dalam
sitoplasma, >akuola, dindin" sel dan ruan" antar sel .erusakan struktur ini akan
men""an""u transportasi air dan mineral hara dalam &arin"an tanaman (+aas dan
0ieman, 19I8)

5L +(.$05%+( =28(7$0%5 =$0$+$0
+ekanisme toleransi tanaman terhadap "aram dapat dilihat dalam dua bentuk
adaptasi yaitu den"an mekanisme morfolo"i dan mekanisme fisiolo"i +ekanisme
toleransi yan" palin" &elas adalah den"an adaptasi morfolo"i

1 +ekanisme +orfolo"i
)entuk adaptasi morfolo"i dan anatomi yan" dapat diturunkan dan unik dapat
ditemukan pada halofita yan" men"alami e>olusi melalui seleksi alami pada ka,asan
pantai dan ra,a*ra,a asin %alinitas menyebabkan perubahan struktur yan"
memperbaiki keseimban"an air tanaman sehin""a potensial air dalam tanaman
dapat mempertahankan tur"or dan seluruh proses biokimia untuk pertumbuhan dan
akti>itas yan" normal #erubahan struktur men'akup ukuran daun yan" lebih ke'il,
stomata yan" lebih ke'il per satuan luas daun, penin"katan sukulensi, penebalan
kutikula dan lapisan lilin pada permukaan daun, serta li"nifikansi akar yan" lebih
a,al (!ar&adi dan 6ahya, 1988)
Ukuran daun yan" lebih ke'il san"at pentin" untuk mempertahankan tur"or
%edan"kan li"nifikansi akar diperlukan untuk penyesuaian osmose yan" san"at
pentin" untuk memelihara tur"or yan" diperlukan untuk pertumbuhan tanaman dan
akti>itas normal
7espon perubahan struktural dapat bera"am pada berba"ai &enis tanaman
dan tipe salinitas %alinitas klorida umumnya menambah sukulensi pada banyak
spesies tanaman %ukulensi ter&adi den"an menin"katnya konsentrasi %2
1
Den"an
adaptasi struktural ini konduksi air akan berkuran" dan mun"kin akan menurunkan
kehilan"an air pada transpirasi 0amun pertumbuhan akar yan" terekspos pada
lin"kun"an salin biasanya kuran" terpen"aruh dibandin"kan den"an pertumbuhan
ta&uk atau buah !al ini didu"a ter&adi akibat perbaikan keseimban"an den"an
mempertahankan kemampuan menyerap air

@2003 Di"itiAed by U%U di"ital library F
2 +ekanisme Cisiolo"i
)entuk adaptasi den"an mekanisme fisiolo"i terdapat dalam beberapa
bentuk, antara lain seba"ai berikut :
a 2smore"ulasi (pen"aturan potensial osmosis)
=anaman yan" toleran terhadap salinitas dapat melakukan penyesuaian
den"an menurunkan potensial osmosis tanpa kehilan"an tur"or 8a&u
penyesuaian ini relatip ter"antun" pada spesies tanaman #enyesuaian
dilakukan den"an penyerapan ataupun den"an pen"akumulasian ion*ion dan
sintetis solute*solute or"anik di dalam sel Dua 'ara ini dapat beker&a se'ara
bersamaan ,alaupun mekanisme yan" lebih dominan dapat bera"am
diantara berba"ai spesies tanaman (+aas dan 0ieman, 19I8 dalam )asri,
!, 1991)
2smore"ulasi pada kebanyakan tanaman melibatkan sintetis dan akumulasi
solute or"anik yan" 'ukup untuk menurunkan potensial osmotik sel dan
menin"katkan tekanan tur"or yan" diperlukan ba"i pertumbuhan %enya,a*
senya,a or"anik berbobot molekul rendah yan" sepadan den"an akti>itas
metabolik dalam sitoplasma seperti asam*asam or"anik, asam*asam amino
dan senya,a "ula nampaknya disintesis seba"ai respon lan"sun" terhadap
menurunnya potensial air eksternal %enya,a*senya,a tersebut &u"a
melindun"i enAim*enAim terhadap pen"hambatan atau penonaktipan pada
akti>itas air internal yan" rendah 2smotika or"anik yan" utama dalam
tanaman "likofita tin"kat tin""i ternyata asam*asam or"anik dan senya,a*
senya,a "ula $sam malat palin" serin" menyeimban"kan pen"ambilan
kation yan" lebih Dalam tanaman halofita, oksalat adalah asam or"anik yan"
menyeimban"kan akibat kelebihan kation Demikian &u"a pada beberapa
tanaman lainnya, akumulasi sukrosa yan" berkontribusi terhadap
penyesuaian osmotika merupakan respon terhadap salinitas (!ar&adi dan
6ahya, 1988)

b .ompartementasi dan %ekresi Baram
#roses*proses metabolisme dari halofita biasanya dapat toleran terhadap
"aram .emampuan men"atur konsentrasi "aram dalam sitoplasma melalui
transpor membran dan kompartementasi merupakan aspek terpentin" ba"i
toleransi "aram .ondisi in >i>o men&a"a enAim terhadap penonaktipan oleh
"aram den"an memompakan "aram ke luar dari sitoplasma Baram disimpan
dalam >akuola, diakumulasi dalam or"anel*or"anel atau diekskresi ke luar
tanaman
)anyak halofita dan beberapa "likofita telah men"emban"kan struktur yan"
disebut "land "aram dari daun dan batan" Den"an mendesak ion*ion
bera'un dalam >isi'le untuk keperluan penyesuaian osmotik tanpa
men"hambat metabolisme, sel tanaman men&adi dapat toleran terhadap
&umlah "aram yan" lebih besar Dalam beberapa hal, daun halofita dan
"likofita berkayu merupakan bentuk kompartementasi yan" dapat di"u"urkan
untuk men'e"ah translokasi "aram ke dalam &arin"an yan" lebih sehat
#enyesuaian osmotik dan keseimban"an "aram dalam tanaman terus
menerus berubah responnya terhadap lin"kun"an, dan merupakan inan"
faktor*faktor internal yan" men'akup potensial air, pertumbuhan dan
differensiasi, metabolisme mineral dan hormon


@2003 Di"itiAed by U%U di"ital library G
Caktor @ faktor yan" mempen"aruhi mekanisme pen"endali meliputi :
1) #enyerapan ion se'ara selektif oleh akar
2) =ransport ion*ion yan" dibedakan ke ta&uk
3) (kstrusi "aram se'ara aktif dari akar dan struktur khusus tanaman
1) =ranslokasi ion dan solute lainnya ke dalam berba"ai or"an dan
kompartemen*kompartemen sel

' 5nte"ritas +embran
%istem membran semi permeable yan" membun"kus sel, or"anel dan
kompartemen*kompartemen adalah struktur yan" palin" pentin" untuk
men"atur kadar ion sel 8apisan terluar membran sel atau plasmalemma
memisahkan sitoplasma dan komponen*komponen metaboliknya dari larutan
tanah salin yan" se'ara kimia,i tidak 'o'ok
+embran semi permeable men"halan"i diffusi bebas dari "aram ke dalam sel
tanaman, sementara memberi kesempatan untuk penyerapan aktif atas hara*
hara esensial +embran lainnya men"atur transfer ion dan solute lainnya dari
sitoplasma dan >akuola atau or"anel*or"anel sel lainnya termasuk
mikotondria, kloroplas dan seba"ainya #lasmalemma yan" berhadapan
lan"sun" den"an tanah merupakan membran yan" se"era menderita
pen"aruh*pen"aruh salinitas Den"an demikian maka ketahanan relatif
membran ini men&adi unsur pentin" lainnya dalam toleransi "aram (!ar&adi
dan 6ahya, 1988)

.(%5+#U8$0
1 .onsentrasi "aram*"aram terlarut yan" 'ukup tin""i dalam tanaman dan tanah
salin akan menimbulkan stres "aram dalam tanaman =in"kat stres yan"
dialami tanaman adalah berbeda pada berba"ai spesies den"an toleransi yan"
tidak sama terhadap konsentrasi "aram yan" berbeda
2 #en"aruh stres "aram akibat salinitas tidak menun&ukkan respon dalam bentuk
kerusakan lan"sun" tetapi pertumbuhan yan" tertekan den"an perubahan
se'ara perlahan
3 Dalam men"hadapi pen"aruh salinitas, berba"ai tanaman melakukan berba"ai
bentuk adaptasi den"an mekanisme morfolo"i dan mekanisme fisiolo"i
$daptasi terhadap salinitas diperlukan terutama untuk memperbaiki
keseimban"an air "una mempertahankan potensial air dan tur"or, serta seluruh
proses biokimia untuk pertumbuhan dan berba"ai akti>itas normal

@2003 Di"itiAed by U%U di"ital library I
D$C=$7 #U%=$.$

)asri, !, 1991 #en"aruh %tres Baram =erhadap #ertumbuhan dan #roduksi (mpat
Larietas .edelai =hesis #ro"ram #as'asar&ana 5#), )o"or
Citter, $! dan 7. + !ay, 1991 Cisiolo"i 8in"kun"an =anaman Ba&ah +ada
Uni>ersity #ress, Do"yakarta
!ar&adi , %% dan % 6ahya, 1988 Cisiolo"i %tres =anaman #$U 5#), )o"or
+en"el, . dan ($ .irkby, 198I #rin'iples of #lant 0utrition 1
th
(dition
5nternational #otash 5nstitute, %,itAerland
%oepardi, B 1983 %ifat dan -iri =anah Durusan =anah Cakultas #ertanian 5#),
)o"or
=isdale, % 8, D D )eaton, < 8 0elson, D 8 !a>lin, 198F %oil Certility and
CertiliAers Cifth (dition +a'+illan #ublishin" -ompany, 0e, 6ork
http:44repositoryusua'id4bitstream41231FGI894I93434bdp*rosita2pdftKt
*umat! "% +esember $#%#
Mekanisme Penyerapan Unsur Hara Pada Tanaman atau
Tumbuhan
Mekanisme Penyerapan Unsur Hara Pada Tanaman atau
Tumbuhan Mekanisme Penyerapan Unsur Hara Pada Tanaman
atau Tumbuhan Mekanisme Penyerapan Unsur Hara Pada
Tanaman atau Tumbuhan Mekanisme Penyerapan Unsur Hara
Pada Tanaman atau Tumbuhan Mekanisme Penyerapan Unsur
Hara Pada Tanaman atau Tumbuhan
Unsur hara dapat tersedia disekitar akar melalui 3 mekanisme penyediaan
unsur hara, yaitu: (1) aliran massa, (2) difusi, dan (3) intersepsi akar. Hara
yang telah berada disekitar permukaan akar tersebut dapat diserap
tanaman melalui dua proses, yaitu:
1. Proses ktif, yaitu: proses penyerapan unsur hara dengan energi aktif
atau proses penyerapan hara yang memerlukan adanya energi metabolik,
dan
2. Proses !elektif, yaitu: proses penyerapan unsur hara yang ter"adi
se#ara selektif.
Proses ktif:
Proses penyerapan unsur hara dengan energi aktif dapat berlangsung
apabila tersedia energi metabolik. $nergi metabolik tersebut dihasilkan
dari proses pernapasan akar tanaman. !elama proses pernapasan akar
tanaman berlangsung akan dihasilkan energi metabolik dan energi ini
mendorong berlangsungnya penyerapan unsur hara se#ara proses aktif.
pabila proses pernapasan akar tanaman berkurang akan menurunkan
pula proses penyerapan unsur hara melalui proses aktif. %agian akar
tanaman yang paling aktif adalah bagian dekat u"ung akar yang baru
terbentuk dan rambut&rambut akar. %agian akar ini merupakan bagian
yang melakukan kegiatan respirasi (pernapasan) terbesar.
Proses !elektif:
%agian terluar dari sel akar tanaman terdiri dari: (1) dinding sel, (2)
membran sel, (3) protoplasma. 'inding sel merupakan bagian sel yang
tidak aktif. %agian ini bersinggungan langsung dengan tanah. !edangkan
bagian dalam terdiri dari protoplasma yang bersifat aktif. %agian ini
dikelilingi oleh membran. (embran ini berkemampuan untuk melakukan
seleksi unsur hara yang akan melaluinya. Proses penyerapan unsur hara
yang melalui mekanisme seleksi yang ter"adi pada membran disebut
sebagai proses selektif.
Proses selektif terhadap penyerapan unsur hara yang ter"adi pada
membran diperkirakan berlangsung melalui suatu #arrier (pemba)a).
*arrier (pemba)a) ini bersenya)a dengan ion (unsur) terpilih.
!elan"utnya, ion (unsur) terpilih tersebut diba)a masuk ke dalam
protoplasma dengan menembus membran sel.
(ekanisme penyerapan ini berlangsung sebagai berikut:
(1) !aat akar tanaman menyerap unsur hara dalam bentuk kation (+,,
*a2,, (g2,, dan -H.,) maka dari akar akan dikeluarkan kation H,
dalam "umlah yang setara, serta
(2) !aat akar tanaman menyerap unsur hara dalam bentuk anion (-/3&,
H2P/.&, !/.&) maka dari akar akan dikeluarkan H*/3& dengan "umlah
yang setara.
'iposkan oleh ahmadi muslim bukan ahli0kir
http:44sterilisasimediakultur&arin"anin>itroblo"spot'om420104124mekanisme*
penyerapan*unsur*hara*padahtml
Sabtu! $, (o-ember $#%#
Mekanisme penyerapan nutrisi mineral tanaman
1. Defnisi dan Klasifkasi.
!uatu #iri khas dari mahluk hidup adalah kemampuan atau kapabilitas sel
1 sel untuk mengambil 2at&2at makanan dari komponen sel itu sendiri
sebagai sumber energi. !uplai dan absorpsi dari senya)a&senya)a kimia
yang diperlukan untuk proses pertumbuhan dan metabolisme disebut
nutrisi. 'an senya)a kimia yang diperlukan oleh organisme disebut
nutrien (unsur hara). (ekanisme bagaimana unsur hara dikon3ersi
men"adi material selular atau digunakan sebagai sumber energi dikenal
dengan proses metabolisme. 4stilah metabolisme men#akup berbagai
reaksi yang ter"adi pada sel hidup untuk mempertahankan hidup dan
untuk pertumbuhan. 'engan demikian nutrisi dan metabolisme
mempunyai hubungan timbal balik.
Pada dasarnya tanaman sangat berbeda dengan manusia, binatang dan
mikroorganisme lainnya yang membutuhkan senya)a organik dari luar.
$lemen esensial adalah elemen yang harus ada agar siklus hidup yang
normal dari organisme bisa ter"adi dan fungsinya tidak bisa diganti oleh
senya)a kimia lainnya. 5ambahan pula unsur&unsur itu harus men#akup
nutrisi sebagai bahan pokok untuk proses metabolisme yang diperlukan
dalam akti3itas en2im.
!uatu elemen dapat dikatakan sebagai hara essensial "ika memenuhi
kriteria berikut,
1. 6ika tanaman kekurangan suatu unsur hara , tanaman tersebut
tidak dapat menyelesaikan seluruh siklus hidupnya.
2. 'e0siensi dari unsur hara tersebut sangat spe#i0k dan tidak
digantikan oleh unsur hara lain.
3. $lemen tersebut terlibat se#ara langsung dalam nutrisi tanaman,
sebagai #ontoh terlibat langsung dalam proses metabolisme dan
sangat esensial, dan atau "uga terlibat dan dibutuhkan untuk
proses en2imatik.
%erikut ini adalah beberapa unsur kimia yang diperlukan oleh tumbuhan
tingkat tinggi yakni :
+arbon * Potassium +
7ink 7n
Hidrogen H *alsium *a (olibdenum
(o
/ksigen / (agnesium (g
%oron %
-itrogen - 4ron 8e
*lorin *l
Posphor P (angan (n !odium
-a
!ulfur ! *uprum *u
!ilikon !i
*obalt *o
-a merupakan unsur dasar untuk tumbuhan tingkat tinggi. +arena itu
pada daftar unsur yang diperlukan untuk tanaman tingkat tinggi diberi
tanda kurung. 'alam hal ini -a untuk beberapa spesies tanaman,
khususnya *henopodia dan adaptasi spesies terhadap kondisi saling
mengambil unsur ini dalam "umlah yang relatif tinggi. -a mempunyai
manfaat dan sangat esensial. Hal yang sama "uga pada !i, yang dari
beberapa penelitian tampak merupakan nutrisi pokok untuk tanaman padi
( %royer, dkk. 19:.) dalam penemuannya yang baru menyatakan bah)a
+lorin "uga merupakan unsur pokok untuk pertumbuhan tanaman tingkat
tinggi. Hal ini sangat diperlukan pada proses fotosintetis .'ari daftar unsur
pokok lainnya yang belum terdaftar untuk tumbuhan tingkat tinggi,
misalnya sa"a ;anadium "uga merupakan elemen yang sangat penting .
-utrisi tanaman dibagi atas dua yaitu makronutrien dan mikronutrien.
(akronutrien dibutuhkan oleh tumbuh&tumbuhan dalam "umlah yang
relatif tinggi ketimbang unsur hara mikronutrient. +andungan unsur hara
makro pada "ariingan tanaman, seperrti -, 1<<< kali lebih besar daripada
kandungan unsur hara mikro 7n. %erikut ini adalah klasi0kasi dari unsur
hara makro yakni : *, H, /, -, P, !, *a, (g, (-a, !i). !edangkan yang
termasuk unsur&unsur hara mikro adalah : 8e, (n, 7n, (o, %, *l.
Pembagian nutrisi tanaman atas makro dan mikronutrient bersifat relatif
dan kadang&kadang dalam kasus&kasus lainnya kandungan makronutrient
dan mikronutrient ternyata lebih mudah daripada yang ter#antum diatas.
(isalnya sa"a kandungan nutrisi dari 8e atau (n ternyata hampir sama
atau sebanding dengan kandungan unsur hara dari ! atau (g. +andungan
unsur hara mikro sering melampui kebutuhan 0siologisnya. Hal ini "uga
ter"adi pada (n. +lorida "uga dibutuhkan dalam "umlah yang #ukup tinggi
pada beberapa spesies tanaman yang dibutuhkan pada proses
fotosintetis.
*ontoh&#ontoh diatas menun"ukkan bah)a adanya kandungan hara
tanaman pada organ&organ tanaman seperti daun, batang, buah dan akar
tidak mengindikasikan kuantitas yang efektif untuk proses 0siologis dan
biokimia. 5anaman dalam situasi tertentu "uga mengandung elemen yang
sebenarnya bukan elemen yang dibutuhkan tumbuhan. Hal ini bisa
merupakan toksik bagi tanaman itu sendiri, misalnya lumunium (l),
-ikel (-i), !elenium (!e) dan 8lorin (8).
'itin"au dari segi 0siologis, sebetulnya #ukup sulit untuk
mengklasi0kasikan nutrisi tanaman dalam makronutrien dan mikronutrien,
apabila dilihat dari konsentrasi "aringan tanaman itu sendiri. +lasi0kasi
berdasarkan tingkah laku biokimia dan fungsi 0siologis lebih sesuai.
'itin"au dari segi 0siologis nutrisi tanaman dapat dibagi atas empat
kelompok (lihat 5abel 1.1).
1. Kelompok pertama, men#akup unsur&unsur pokok dari bahan
organik tanaman yakni : *, H, /, -, dan !. +arbon diperoleh dalam
bentuk senya)a */2 dari atmos0r dan bisa "uga dari senya)a H*3
dalam larutan tanah. !enya)a ini diasimilasikan oleh karboksilase
membentuk gugusan karboksilase baru. Proses asimilisasi * se#ara
simultan "uga diikuti oleh proses asimilasi /, "adi tidak hanya *
sendiri tetapi "uga */2 atau H*/3. Hidrogen diambil dari air pada
larutan tanah atau di ba)ah kondisi atmos0r yang humid. 'alam
proses fotosintetis H2/ direduksi men"adi H (fotolisis). Proses
tansfer ini melalui beberapa proses dan menggunakan senya)a
organik yang menghasilkan reduksi nikotinamida adenin
dinukleotida (-'
,
) yang kemudian direduksi men"adi senya)a
-'PH. 4ni merupakan koen2im yang sangat penting dalam proses
reduksi&oksidasi, seperti -'PH dapat ditansfer dalam bentuk H
men"adi se"umlah senya)a yang berbeda&beda. -itrogen diperlukan
tanaman dalam bentuk nitrat atau ion amonium dari larutan atau
gas -2 dari atmos0r. Proses yang terakhir disebut 8iksasi molekular
-2 dan melalui beberapa organisme (Rhizobium, Actinomyces alni)
yang bersimbiosis pada tumbuhan tingkat tinggi. similasi -
men"adi -/3& ter"adi akibat proses reduksi dan proses
persenya)aan. monium &- dalam proses asimilasi "uga melibatkan
proses persenya)aan. Proses Persenya)aan - dari molekul -2
tergantung pada proses a)al dari -2 men"adi -H3 yang selan"utnya
dimetabolisme oleh proses persenya)aan. similasi sulfat (!)
men"adi -/3 &- seperti pada reduksi !/.
2&
men"adi gugus &!H. !ulfur
tidak sa"a diperoleh dari larutan tanah dalam bentuk !/.
2
& tetapi
"uga diabsorpsi dari !/2 dari atmos0r. =eaksi *,H,/,-,dan ! men"adi
molekul merupakan proses metabolisme 0siologis yang sangat
penting bagi tumbuhan. Hal ini akan diuraikan se#ara mendalam.
'alam bagian ini hanya disebutkan beberapa unsur pokok dari
material organik tumbuhan yang diasimilasi dalam reduksi 0siologis
yang kompleks.
2. Kelompok kedua, adalah gugusan P, %, dan !i serta gugusan
lainnya, menun"ukkan kesamaan tingkah laku biokimia, semuanya
mengabsorbsi anion organik atau 2at asam.
'alam sel tumbuhan unsur&unsur ini dalam bentuk bebas atau diabsorbsi
tidak dalam bentuk difusi anion organik. (isalnya absorbsi *a
2,
oleh
gugusan pepsin karboksilik.
3. Kelompok ketiga, adalah +, -a, (g, (n, *l. +elompok ini diambil
dari larutan tanah dalam bentuk ion. 'alam sel tanaman ion&ion ini dalam
bentuk ion bebas atau dapat diadsorbsi dan men"adi ion tidak bebas yaitu
dalam bentuk anion organik, sebagai #ontoh penyerapan *a
2,
oleh group
karboksil dari pektin. (agnesium "uga terikat dengan kuat dalam molekul
kloro0l. 'i sini (g
2,
adalah dalam bentuk #helat yang diikat oleh ikatan
ko3alen maupun ikatan koordinat ( akan diuraikan lebih lan"ut pada hal
selan"utnya). 'alam hubungannya dengan (g
2,
, elemen ini sangat erat
dan mirip dengan kriteria pada group keempat: 7n, 8e, *u,(o. $lemen ini
se#ara umum berada dalam bentuk #helat dalam tanaman. Pembagian
antara group ketiga dan keempat tidak se#ara "elas dapat dibagi&bagi
untuk (g
2,
, elemen (n dan *a
2,
didalam tanaman "uga berada dalam
bentuk #helat.
Unsur& unsur yang dibutuhkan tanaman se#ara umum dibagi kedalam 2
kelompok, yaitu unsur hara makro dan mikro. !elain unsur hara makro
dan mikro "uga terdapat unsur hara yang tidak essensial menurut de0nisi
essensial tetapi dapat menstimulasi pertumbuhan atau dapat "uga
essensial hanya pada beberapa tanaman atau men"adi essensial pada
beberapa kondisi. (ars#hner menyebut dengan benefcial element.
!ebagai #ontoh adalah -a, !i, *o, -i, !e, l.
5abel 1.1 +lasi0kasi Hara 5anaman
Unsur Hara Penyerapan 8ungsi %iokimia
+elompok 4
*,H,/,-,!
'alam bentuk */2,
H*/3
1
, H2/,H2,
-/3&,-H.&,-2,!/.
2&
,!/2.4o
n dalam larutan tanah,
gas&gas dari atmos0r
!umbangan utama dari bahan
organik.Unsur&unsur esensial
dari kelompok&kelompok
atomik dalam proses
en2imatik.similasi oleh reaksi
melalui reaksi 1 reaksi oksidasi
1 reduksi
+elompok 44
P , %, !i
'alam bentuk fosfat
,asam %orik>%orat,
!ilikat berasal dari
larutan tanah
$steri0kasi dengan kelompok
alkohol dalam tanaman. $ster 1
ester 8osfat terlibat dalam
reaksi transport energi
+elompok 444
+,-a, (g, (n,
*l
'alam bentuk ion 1 ion
dari larutan tanah.
8ungsi ion spesi0k membentuk
potensial osmotik.=eaksi reaksi
yang lebih spesi0k melalui
kon0rmasi protein en2im
men"adi siklus optimum
(akti0tasi en2im).(embatasi
reaksi &reaksi
berpasangan.(enyeimbangkan
anion 1 anion yang dapat larut
dan yang tidak dapat larut.
+elompok 4;
7n, 8e, *u,(o
'alam bentuk ion
#helate berasal dari
larutan tanah
!ebagian besar berada dalam
#helate tergabung dalam
kelompok prostetik.
(emungkinkan transport
elektron melalui pertukaran
3alensi.
.
Unsur hara makro, biasanya diatas :<< ppm dalam tanaman. Untuk hara
mikro diperlukan hanya dalam "umlah sedikit, biasanya kurang dari :<
ppm dalam tanaman.
Unsur& unsur yang diklasi0kasikan essensial ada 1? untuk seluruh
tanaman budidaya. +husus -a, !i, dan kobalt hanya essensial untuk
beberapa tanaman, +lorin adalah unsur yang paling akhir dinyatakan
esensial.
5abel 1... %eberapa unsur hara esensial dan peranannya dalam tanaman.
Unsur Peranan dalam tanaman
-itrogen (-) Penyusun semua protein. +loro0l, dan peranan
koen2im, dan asam& asam nukleat.
Phospor (P) 5ransfer energi, bgn dari 'P, 5P, penyusun
beberapa protein, koen2im, asam nukleat, dan
substrat metabolisme
+alium (+) !edikit peranannya sebagai penyusun komponen
tanaman. %erfungsi dalam pengaturan metabolisme
sprt fotosintesis, translokasi karbohidrat, sintesis
protein dll.
+alsium (*a) +omponen dinding sel. %erperan dalam struktur dan
permeabilitas membran.
(agnesium ((g) Penyusun kloro0l dan en2im akti3ator.
%elerang (!) %agian penting dari protein tanaman.
%oron ( %o) 5idak pasti, tetapi diper#aya penting dalam
translokasi gula dan metabolisme kabohidrat.
%esi (8e) !intesis kloro0l dan en2im& en2im untuk transfer
elektron.
(angan ( (n) Pengendali beberapa sistem oksidasi& reduksi,
pembentukan /2 dalam fotosintesis.
5embaga ( *u) +atalisator untuk respirasi, penyusun en2im.
!eng ( 7n) 'alam sistem en2im, yang mengatur berma#am&
ma#am akt3. metabolik.
(olibdenum
((o)
'alam nitrogenase dibutuhkan untuk 0ksasi nitrogen.
+obalt (*)@ Penting untuk 0ksasi - se#ara simbiotik oleh
rhi2obium.@ tidak penting untuk semua tanaman
berpembuluh menurut batasan suatu unsur penting
oleh rnon.
+lorin (*l) kti3ator sistem untuk menghasilkan /2 dalam
fotositesis.
1.2. Peranan unsur hara.
!eperti telah disebutkan diatas *, H, /, - dan ! adalah bagian dari bahan
organik tumbuhan. !elain hal tersebut unsur& unsur tersebut "uga terlibat
dalam proses en2imatik, * dan / adalah komponen utama group
karboksil, H dan / pada proses oksidasi 1 reduksi, - pada pembentukan
-H2& , -H A, dan "uga 1 -B dan ! dalam pembentukan group !H. Unsur
tersebut "uga adalah pereaksi dari berbagai proses biokimia.
+elompok ketiga dan keempat dari nutrisi tanaman ( 5abel 1.1. ), tidak
mempunyai fungsi khusus di sel, hanya menentukan potensial osmotik di
sel organel atau dalam keseimbangan ion. 6uga di"elaskan unsur hara ini
dapat mempengaruhi fungsi khusus. +elompok ketiga dan keempat dari
kelompok unsur hara yang telah di"elaskan didepan , dibagi lagi men"adi
empat kategori. Caitu:
1. Merangsang dan mengontrol mekanisme ( -a,, +,, *a,,, *l&),
dengan mengontrol potensial osmotik, permeabilitas membran,
elektro potensial dan ketahanannya.
2. Mempengaruhi struktur sel ( +,, *a D,, (gD,, (nD,) dengan
mengikat (binding) dengan molekul organik terutama molekul
en2im dan ikut dalam proses pembentukan.
3. Membentuk asam Lewis ( (g D,, *aD,, (nD,, 8eD,, *uD,, 7nD, ).
4on& ion ini dapat menerima pasangan elektron oleh karena itu
dapat mengkatalisis atau merangsang suatu reaksi.
.. Reaksi redoks ( *uD,, 8eD,, *oD,, (nD,). 4on& ion ini adalah
komponen essensial dari group prostetik yang bertanggung "a)ab
terhadap transport elektron.
*a dan (g mempunyai aEnitas yang tinggi untuk group karboksil dan
group fosfat, dimana unsur metal seperti 8e, (n , *u dan 7n lebih #epat
ditarik dan spe#i0k dibandingkan - dan !. *a oleh karena itu pada
umumnya terikat di dinding sel dan membran dan konsentrasinya di
sitoplasma relatif rendah dibandingkan (g D,. pabila terikat dengan
molekul organik , bentuk (gD,, mengikuti kelompok pyropospat dari
#oen2ym 5P, untuk membentuk kompleks (g 5PD&, yang kemudian
terikat dengan en2im protein. (g D,, dapat "uga membentuk kompleks
dengan koen2im 'P )alaupun aEnitas 5P untuk (g lebih besar. Pada
beberapa reaksi kompleks (n 5PD&, lebih aktif dibandingkan (g 5PD&.
Pada beberapa reaksi en2imatik dimana 5P adalah penyumbang atau
donor pospat, (g 5PD&.
Froup terakhir dari unsur hara tanaman ( 5abel 1.1) adalah logam berat.
Unsur&unsur ini paling sering tampak dalam bentuk #helat didalam
tanaman. tom dari logam #helat adalah salah satu yang terikat dalam
bentuk ikatan ma"emuk organik ( ligand) dengan dua atau lebih ikatan.
*aD,, terikat dengan ethylene diamine tetraa#etate ( EDTA), dengan #ara
ini dua group karboksil dari asam terikat dengan *aD,, melalui ikatan
elektrostatis, sedangkan dua koordinat terikat dalam bentuk antara *aD,,
dan dua atom -. +ompleks yang sangat stabil yang terbentuk, yang
kelarutannya sangat tinggi dalam air dan relatif stabil untuk berubah
dalam pH.
Cang terpenting dan ter"adi ikatan #helate se#ara alamiah dalam tanaman
adalah dari kelompok haem dan #hlorophyl. +elompok haem adalah 8e
porphyrin. %esi diikat dengan -&atom dari dua ikatan phyrol dengan ikatan
koordinat . +elompok haem dalam bentuk group prostetik beberpa en2ym
( katalase, peroksidase, #yto#hrome, #ytho#rome oksidase). +ehadiran
besi ( 8e) dalam ikatan haem 3alensi dapat berubah i dari 8eD,, men"adi
8e3,.
Fe+ G Fe+ + e
4ni memungkinkan transfer elektron, fungsi prinsip dari group prostetik ini.
%entuk yang tereduksi ( 8eH) kelompoknya disebut haem dan didalam
bentuk oksidasi ( 8eHI) disebut haemin . tom logam yang lain seperti *u,
*o dan (o "uga berfungsi dalam sistem en2ym analogi #ara seperti yang
disebutkan pada 8e.
1.3. Kandungan Mineral .
(aterial atau bahan tumbuhan hidup terdiri dari bahan organik, air dan
mineral. 6umlah relatif dari ketiga komponen tersebut dapat ber3ariasi,
tetapi untuk material tumbuhan hi"au, air selalu ada dalam proporsi
tertinggi dan mineral dalam proporsi terendah. 'istribusi prosentasi dari
tiga komponen ini berdasarkan besarnya adalah J
ir K< L
%ahan /rganik 2K L
(ineral 3 L
data yang lebih rin#i yang menun"ukkan kandungan tingkat mineral
tumbuhan dapat dilihat dalam 5abel 1.2 dan 1.3 .
-amun, air mempunyai peranan yang sangat penting karena
memampukan tanaman membuat bahan organik hasil fotosintetis.
'engan adanya air, kandungan mineral pada tumbuhan dan organ
tumbuhan men"adi sangat penting se#ara 0siologis dan praktis.
5abel 1.2. +andungan air dari beberapa "aringan tanaman dalam persen
berat basah.
-o 6enis tanaman Persen
1 %ahan tanaman muda 9< 1 9:
2 kar muda 92 1 93
3 'aun tua K: 1 M:
. 6erami bi"i&bi"ian tua 1: 1 2<
: %atang 1:
? %i"i #ereal 1< 1 1?
K %i"i masak K 1 1<
M %uah tomat 92 1 93
9 6eruk M? 1 9<
1< pel K. 1 M1
11 %uah pisang K3 1 KM
12 Umbi kentang K: 1 M<
13 kar bit gula K: 1 M<
8aktor utama yang mengendalikan kandungan mineral tumbuhan adalah
potensial pengambilan hara yang tetap se#ara genetis dan spesi0k, bagi
hara mineral yang berbeda. Hal ini men"adi dasar kandungan - dan +
pada bahan tumbuhan hi"au yang 1< kali lebih tinggi dari P dan (g, dan
pada dasarnya 1<<&1<<< kali lebih tinggi dari kandungan mikronutrient.
Pola umum ter"adi pada semua spesies tumbuhan tinggi. -amun demikian
dalam satu spesies pun terdapat perbedaan yang nyata dalam
kandungan mineral, yang "uga ditentukan se#ara genetis.
8aktor kedua yang mengontrol kandungan mineral adalah ketersediaan
hara tanaman dalam medium hara. +onsentrasi dari mineral tertentu
dalam tanaman meningkatkan bentuk kur3a ke"enuhan seiring dengan
meningkatnya ketersediaannya dalam medium hara. Pertumbuhan dalam
keadaan ketersediaan hara yang rendah sangat terhambat dan bila ada
peningkatan dalam suplai hara akan mendorong pertumbuhan. 'engan
demikian )alaupun ada peningkatan pengambilan hara sebagai hasil dari
bertambah banyaknya hara yang tersedia, konsentrasi hara dalam
tanaman tetap konstan.
Hubungan antara ketersediaan hara dalam medium pertumbuhan dan
kandungan hara tanaman digunakan dalam metode analisis daun dan
tanaman untuk mendiagnosis ketersediaan hara dalam tanah. 5umbuhan
memerlukan tingkat tertentu dari tiap hara dalam "aringannya, dan "ika
tidak tersedia akan menggangu pertumbuhan tanaman. 5ingkat kritis
kebutuhan hara berbeda untuk tiap tanaman. !angat "elas bah)a hara
makro biasanya hadir dalam konsentrasi yang lebih tinggi dibanding hara
mikro.
+andungan mineral berbeda se#ara nyata antara organ 1 organ
tumbuhan. Umumnya bagian 3egetatif tumbuhan seperti daun, batang,
dan akar ber3ariasi sangat tinggi dalam komposisi mineral dibandingkan
buah, umbi dan bi"i. 5anaman memasok hara dan mineral serta bahan
organik dari bagian 1 bagian lain tumbuhan dan hal ini umumnya
menyebabkan ter"adinya 3ariasi yang hanya sedikit dalam kandungan
antar organ reproduktif dan organ penyimpan. Hubungan ini untuk (g
dapat dilihat dalam
+andungan hara tanaman "uga sangat tergantung dari umur. 5umbuhan
muda dan "aringan tumbuhan muda mempunyai kandungan -, P, + yang
tinggi. !ementara dibagian tanaman yang lebih tua dan lebih masak,
kandungan *aD,, (nD,, 8e dan % lebih tinggi lagi
+arena pengambilan hara yang relatif tinggi dibanding la"u pertumbuhan.
!egera setelah fase pertunasan berakhir la"u pertumbuhan sangat tinggi
dari perpan"angan batang dimulai. Pertumbuhan yang aktif menyebabkan
reduksi dramatis dalam kandungan mineral tanaman karena
pengen#eran. %ila tanda&tanda bunga telah berkembang sempurna, hanya
sedikit perubahan dalam kandungan -, P dan + dalam semua "aringan
tumbuhan. 6umlah tersebut dalam tumbuhan itu sendiri ter"adi
perubahan yang #ukup berarti antara "aringan, karena selama periode
pemasakan ini se"umlah besar - dan P ditranslokasikan dari daun dan
batang ke bi"i.
+andungan mineral tumbuhan biasanya dinyatakan dengan dasar berat
kering, dimana bahan tumbuhan segar dikeringkan pada suhu 1<:N *
sampai semua air keluar hingga tersisa .L + dalam bahan kering atau 3
mg P per gram bahan kering atau 2K ppm (n dalam bahan kering. 4stilah
ppm berarti part permillion, 2K bagian (n ( berat ) per 1.<<<.<<< bagian
(berat) bahan kering. +adang 1 kadang ug>g atau mg>kg lebih digunakan
dibanding ppm. 4stilah ini berlaku bila kuantitas ke#il dihitung seperti
dalam kasus hara mikro. Untuk hara makro kandungan mineral biasanya
dinyatakan dalam L atau mg>gram bahan tanaman. 5abel 1.3. menya"ikan
hasil sur3ei dari kandungan mineral dari berbagai tumbuhan dan organ
tumbuhan. ngka 1 angka yang disa"ikan hanyalah petun"uk. +andungan
mineral bisa ber3ariasi se#ara nyata tergantung dari kondisi pengambilan
dan faktor lain termasuk yang disebut diatas.
Untuk tu"uan praktis seperti perkiraan pengambilan hara total tanaman
atau penggunaan analisis tumbuhan sebagai alat mendiagnosis
ketersediaan hara dalam tanah, kandungan mineral berdasarakan dasar
bahan kering adalah paling #o#ok untuk pertimbangan 0siologis, lebih
tepat untuk menyatakan konsentrasi hara pada tanaman dengan dasar
bahan segar dalam bentuk million (mm) atau mili ekui3alen (me), 2,: me
*a>1<<g bahan segar. Hal ini akan memberi kesan yang lebih realistik dari
konsentrasi mineral aktual dalam sel tanaman. 6uga penting kalau
menyatakan konsentrasi atau molekul organik seperti asam amino bebas,
asam organik dan gula. !ebagai tanaman, dengan mendasarkan
konsentrasi atas bahan segar dan menyatakan nilainya dalam mm atau
me, sering lebih muda untuk mengenal hubungan 0siologis. !atu #ontoh
adalah pengaruh umur terhadap kandungan mineral "aringan tumbuhan
Umumnya kandungan air pada bahan tanaman lebih tinggi pada "aringan
yang lebih muda sehingga "aringan tumbuhan muda tidak terlalu kaya
akan -, P dan + seperti diketahui dari analisis bahan kering. 6ungk (19K<),
menun"ukkan bah)a dalam kasus Sinapsis alba kandungan +
,
dan -/3O
yang didasarkan pada berat segar tetap konstan pada seluruh musim
tumbuh, asalkan tumbuhan #ukup tersuplai kedua hara ini. %uah
berdaging dan organ penyimpanan "uga mempunyai kandungan air yang
tinggi dibandingkan buah&buahan dan bi"i&bi"ian. 'engan demikian
perbandingan komposisi mineral dari bahan kering diperoleh dari sampel
bahan segar dengan kandungan air yang sangat berbeda harus dilakukan
dengan lebih teliti.
5abel 1.3. +andungan mineral pada beberapa bahan tanaman.
$lemen Fandum pada
fase akhir
pembentukan
bulir
%i"i
gandum
6erami
gandum
%atang
pada fase
3egetatif
- 39 1K ..: :?
P ... ..3 1.2 ..9
! 3.2 2.M 3.3 9.3
*l 1: 2.K 1. 12
+ .3 ?.. 1. .?
-a :.3 <.2 3 1.3
*a 9.. 2.2 9.< 29
(g 2.1 1.2 1.< 2.<
!i 3.: 1.M 3.3 3..
8e K. :3 M: ::<
(n 13< M< :< 2:<
*u K 3 2.3 K
% ? 1.1 K 3:
(o 2 1.? 1.< &
1.4 Pengambilan hara dan status hara di tanaman.
Perlu pendekatan se#ara 0sika dan kimia ke akar agar dapat dilakukan
pengambilan unsur hara. kar dan ion hara saling berinteraksi untuk
pengambilan hara melalui beberapa #ara:
Pertukaran kontak
Pertukaran ion tanah dengan H dalam mu#igel.
'ifusi ion sebagai respon terhadap potensial kimia
liran massa ion kedalam akar sebagai respon terhadap perubahan
kelembaban
Peman"angan akar ke sumber ion.
Peman"angan akar menempatkan "aringan yang baru terbentuk terutama
daerah rambut akar, kedalam medium yang tidak tereksploitasi,
meningkatkan kemampuan menyerap ion. Hoaland ! 1"#$%& melakukan
penelitian tentang proses pengambilan ion oleh tanaman. 'alam
per#obaan dengan alga air segar nitella dan alga laut valonia, mereka
menemukan konsentrasi ion dalam 3akuola pada kedua alga. ;akuola
nitella terdapat beberapa "enis ion terutama +, dan *lO pada konsentrasi
yang tinggi, demikian "uga pada valonia, namun pada 3alonia karena alga
laut maka banyak "uga terdapat -a,.'ari penelitian tersebut disimpulkan
bah)a,
1. 5anaman dapat mengambil ion se#ara selekti'. +arena + berada
pada konsentrasi yang paling rendah dari antara semua kation
yang berada pada air kolam, "uga merupakan kation yang paling
banyak terakumulasi di 3akuola itella. 'i lain pihak konsentrasi
dari -a di 3akuola !alonia se#ara relatif rendah )alaupun
konsentrasi -a di air laut tinggi. 8enomena ini mendukung konsep
bah)a sel tanaman mengambil ion tertentu dari lingkungannya dan
mentranspornya ke sel interior sedangkan ion&ion spe#ies yang lain
dengan "alan yang sama tidak dapat masuk ke sel. 8enomena ini
disebut pengambilan ion se#ara selektif.
2. +esimpulan yang lain adalah kosentrasi beberapa ion spesies "uga
di"umpai didalam 3akuola dalam konsentrasi tinggi dibandingkaan
di medium luar. Hal ini mengindikasikan bah)a akumulasi
memegang peranan penting dan berla)anan dengan gradient
konsentrasi.
3. Hal lain yang penting yang perlu dipertimbangkan dari fenomena
ini adalah kenyataan bah)a proses pengambilan itu sendiri
memerlukan energi. $nergi ini dihasilkan dari metabolisme sel.
=espirasi aerobik dari organisme berhubungan langsung dengan
pengambilan ion. Pasokan /2 sangat essensial untuk pengambilan P dari
akar barley, hal tersebut "uga sama untuk semua "enis tanaman.
Pengambilan unsur hara "uga ditemukan dapat meningkatkan se#ara
bersamaan dengan peningkatan karbohidrat di akar se"ak karbohidrat
berperan sebagai sumber energi untuk pengambilan ion selama respirasi.
!angat menarik untuk di#atat bah)a tegangan /2 pada pengambilan
pospat maksimum, di#apai pada kandungan /2 yang agak rendah (( 2&3
L).
8ungsi 0siologis utama dari respirasi adalah mensintesis 5P, dari 'P dan
pospat anorganik. !emua proses biokimia yang memerlukan energi
termasuk sintesis molekul dan pengambilan dan "uga transpot beberapa
spe#ies ion bergantung pada suplai 5P atau persenya)aan yang serupa.
5P mengandung adenin ( -&base), ribosa ( pentosa) dan 3 grup pospat.
1. Pen!erapan "nsur #ara Dari Tanah
ir dan unsur hara dapat kontak dengan permukaan akar melalui 3 #ara,
yaituJ se#ara difusi dalam larutan tanah J se#ara pasif terba)a oleh oleh
aliran air tanah J karena akar tumbuh kearah posisi hara tersebut dalam
matriks tanah.
!etelah akar berada pada permukaan akar (kontak dengan akar), barulah
unsur hara tersebut dapat diserap tanaman.
ir masuk kedalam tanah sebagai air murni tanpa memperhatikan setiap
bahan yang terlarut didalamnya. (asuknya sebuah unsur hara merupakan
suatu proses yang terpisah. /leh karena itu, bila air bergerak kearah akar
untuk menggantikan apa yang telah diambil oleh tanaman, suatu
pertambahan unsur hara dipindahkan kedekat akar. (eskipun kegiatan ini
ter"adi hanya pada "arak pendek, hasilnya adalah unsur hara masuk
kedalam tanaman.
5erdapat dua hal penting yang harus diingat untuk mengetahui
bagaimana tanaman menggunakan unsur hara dalam tanah dengan
begitu efektif. Pertama& perluasan akar menembus tanah se#ara
kesinambungan menun"ukkan akar&akar sampai pada persediaan unsur
hara baru. Kedua, setelah akar menembus tanah, aliran massa dan difusi
berperan dalam gerakan unsur hara dalam "arak pendek kepermukaan
akar. !elama air diabsorbsi, gradient potensial air dan air bergerak
lambat kepermukaan akar. Unsur&unsur hara terurai dalam air diba)a
bersamanya oleh aliran massa. !e"umlah unsur hara bergerak ke akar
melalui aliran masa tergantung pada "umlah air yang bergerak ke akar
dan konsentrasi unsur hara dalam air.
'alam beberapa situasi unsur hara masuk ke tanaman tidak melalui aliran
massa tetapi dengan difusi. 'ifusi termasuk pergerakan ion hara
menembus air. %ila pergerakan unsur hara ke akar melalui aliran massa
tidak #ukup, difusi akan berperan penting. 'alam hal ini , pengambilan
ion mengurangi konsentrasi ion pada permukaan akar, memantapkan
suatu gradien difusi keluar dari permukaan akar dan menyebabkan difusi
ion&ion ke arah akar.
Pada beberapa hasil penelitian tentang unsur hara, diketahui bah)a :
liran massa biasanya berperan dan dominan dalam gerakan
kalsium dan sulfur ke permukaan akar dan
'ifusi berperan dominan dalam gerakan pospor kepermukaan akar.
Unsur& unsur hara lain seperti +, (g, dan -itrogen, dapat melalui aliran
massa ataupun difusi, tergantung kepada konsentrasi larutan tanah dan
ratio transpirasi.
Pada tempat& tempat tertentu sepan"ang permukaan, ter"adi suatu
kontak yang erat dengan permukaan tanah sehingga ion&ion ditukar
langsung dari partikel tanah ke permukaan akar oleh proses yang
disebut contact e"change.
+etersediaan unsur hara dalam tanah sangat menentukan status nutrisi
dalam tanaman. pH tanah merupakan faktor utama yang mempengaruhi
ketersediaan nutrisi. +ebanyakan unsur hara tersedia pada pH tanah
antara ?,< sampai K,<. *a dan (g, + dan (o lebih banyak tersedia dalam
tanah yang basa, sedangkan 7n, (n, dan % kurang tersedia. %esi, (n, l
dapat larut sampai ketingkat yang sangat tinggi dan bera#un dalam tanah
yang sangat asam.
!erapan hara bersifat akumulatif, selektif, satu arah, dan tidak dapat
"enuh. Akumulati#. artinya konsentrasi hara essensial dalam sel dapat
men"adi "auh lebih tinggi dibandingkan konsentrasi pada larutan diluar sel.
Penyerapan hara yang lama menyebabkan konsentrasi hara dalan sel "auh
lebih tinggi, ini dikenal dengan akumulasi hara. -amun se#ara alamiah
tumbuhan mempunyai mekanisme sendiri untuk menghambat ter"adinya
akumulasi unsur hara, dengan #ara memompakan hara tersebut keluar
dari sitosol, yakni keluar dari sel atau dipompa masuk ke 3akuola sel.
Proses pemompaan ini memerlukan energi metabolik ( 5P).
bsorbsi unsur hara oleh tanaman menurut (engel dan +irkby ( 19MK),
ditentukan oleh dua hal utama yaitu:
1. energi metabolik, hal ini sangat berhubungan dengan respirasi akar.
'an
2 . selekti'& semua proses pengambilan unsur hara adalah selektif.
rtinya tanaman mempunyai kemampuan untuk menyeleksi ion&ion
tertentu pada kisaran yang luas. !ebagai #ontoh serapan ion +
,
tidak
dipengaruhi oleh kehadiran ion lain dengan muatan yang sama, seperti
ion -a
,,
apalagi ion&ion yang berbeda 3alensinya seperti *aD, atau (gD,.
Hal yang sama "uga dibuktikan bah)a serapan ion *lO tidak dipengaruhi
oleh -/PO, H2P/.O, dan !/.DO.
!ifat selekti0tas ini "uga berlaku untuk senya)a organik seperti asam
amino dan gula. !ifat selekti0tas ini terlihat pada semua bagian tanaman.
8akta ini mendukung teori bah)a protein pemba)a pada membran
mengangkut ion kedalam sel, karena en2im yang "uga adalah protein
dapat mengenal se#ara selektif dan diaktifkan atau dihambat oleh ion
atau senya)a tertentu, tidak sembarangan.
kar&akar tanaman dikelilingi oleh larutan tanah dan kontak erat dengan
partikel&partikel tanah pada berbagai tempat sel&sel akar dan mempunyai
suatu ruang disebelah luar dimana ion&ion dari larutan tanah maupun dari
tempat pertukaran ion dari dinding tanah dapat berdifusi. 'ifusi ion dalam
ruang ini dapat bolak&balik. +eadaan ini ter"adi tanpa memperhatikan
proses metabolik tanaman. kti0tas ini pasif. +eadaan ini merupakan a)al
sampai pengangkutan ion yang sifatnya bolak&balik melintasi suatu
membran yang tidak dapat ditembus dan memerlukan penggunaan
energi.
8aktor&faktor yang mempengaruhi metabolisme, dan karena itu
penggunaaan energi respirasi akan langsung mempengaruhi pengambilan
unsur hara. Penyerapan unsur hara yang memerlukan energi biasanya
berhubungan dengan penyerapan aktif. 'alam penyerapan ini ion
melintasi membran sitoplasma, plasmalema dengan menggunakan energi
dari 5P yang dihasilkan dalam respirasi ( pompa ion). Perpindahan aktif
antar sel ter"adi melalui plasmodesmata. ;akuola disini bertindak sebagai
reser3oar #adangan didalam sel untuk air dan ion&ion
Penyerapan pasif merupakan proses 0sika yang dapat dilukiskan seperti
penyerapan air oleh sepon ( bunga karang) . 4on berpindah bersama air
tanpa menggunakan> melibatkan proses metabolik.
(ineral dengan konsentrasi tinggi #enderung bergerak dengan #epat
dalam ruang bebas (apoplasma), mele)ati endodermis dan memasuki
aliran transpirasi Qilem. $ndodermis merupakan penghalang penyerapan
pasif didalam apoplasma karena adanya #asparianstrip, yaitu timbunan
suberin dalam endodermis yang menyebabkan endodermis tidak
permeabel terhadap perpidahan air se#ara bebas.
!e#ara umum dikenal $ua teori mengenai perpindahan ion&ion hidro0lik
melintasi membran lipoprotein yaitu
1. Teori $arrier yaitu molekul di dalam plasmalema mempunyai sisi
pengikat yang khusus untuk ion&ion tertentu, yang menyebabkan
ter"adinya seleksi. +ompleks ion #arier terbentuk pada perbatasan
membran, memba)a ion&ion melintasi membran dan kemudian
melepaskannya kedalam sel. Proses ini dikendalikan oleh 5P dan en2im
kinase. 'alam sistem #arrier ini diperlukan beberapa syarat yaitu : 1.
(embran sel tidak permeabel terhadap ion&ion bebas, 2. Perlu adanya
transpor elektron, 3. respirasi akar harus ber"alan lan#ar. 'engan
demikian pengambilan ion&ion, tidaklah dengan mudah masuk kedalam
sel, tetapai berhubungan dengan metabolisme tanaman.
2. .Teori pompa ion yaitu energi yang dilepaskan karena kon3ersi 5P
men"adi 'P oleh 5Pase memba)a ion&ion kedalam sebuah sel sebagai
reaksi terhadap perubahan keseimbangan yang ter#ipta pada saat ion&ion
lain meninggalkan sel. Pompa -a&+ merupakan #ontoh yang umum. 4on&
ion lain memasuki sel karena adanya perubahan kimia)i. Ra"u penyerapan
ion ternyata berkorelasi tinggi dengan akti0tas 5P.
3.1.$. Mekanisme (erapan Hara
Unsur hara akan diserap se#ara difusi "ika konsentrasi diluar sitosol ( pada
dinding sel) lebih tinggi daripada konsentrasi didalam sitosol. Proses difusi
ini dapat berlangsung karena konsentrasi beberapa ion didalam sitosol
dipertahankan untuk tetap rendah, karena begitu ion&ion tersebut masuk
kedalam sitosol akan segera dikon3ersi kebentuk lain, misalnya -/3O
segera direduksi men"adi -H.O, yang selan"utnya digunakan dalam
sintesis asam amino dan protein. !edangkan H2P/.O, dikon3ersi men"adi
gula fosfat, nukleotida, =-, atau '-. 'engan demikian, konsentrasi
ketiga anion ini didalam sitosol #enderung untuk tetap rendah dan
menyebabkan proses difusi dapat berlangsung.
4on menembus membran se#ar difusi melalui protein integral pada
membran, dimana protein ini memper#epat la"u difusi tersebut. %eberapa
antibiotik polipetida (protein berukuran ke#il), telah terbukti dapat
memper#epat pengangkutan kation. !enya)a antibiotik ini disebut
ionophor karena kemampuannya untuk mengangkut kation menembus
membran.
%eberapa ion tidak segera atau tidak sama sekali dikon3ersi kebentuk lain
setelah masuk dalam sitosol, misalnya ion +,, -a,, *lO, H2%/3O. +ation&
kation ber3alensi 2 seperti kalsium. (g, 8e, (n, dan *u dapat segera
terikat pada gugus bermuatan negatif dari molekul protein, sehingga
mengurangi "umlah kation&kation tersebut yang dalam bentuk bebas pada
sitosol.
6ika konsentrasi ion didalam sitosol lebih tinggi dari diluar, maka proses
difusi tidak dapat berlangsung. Pada kenyataannya, )alaupun konsentrasi
didalam sitosol lebih tinggi, proses serapan ion masih terus berlangsung.
Pada kondisi seperti ini serapan ion akan tergantung pada ketersediaan
5P, berarti pula tergantung pada kemapuan sel untuk melangsungkan
respirasi agar menghasilkan 5P.
5P terhidrolisis untuk menghasilkan energi (sebesar K,? k#al per
molekul). Proses hidrolisis ini akan menguntungkan dalam pengangkutan
ion. Pertama, akan menyebabkan sitosol lebih bermuatan negatif,
sedangkan diluar sitosol akan lebih bermuatan positifJ dan kedua, akan
menyebabkan pH sitosol meningkat, sedangkan diluar pHsitosol akan
menurun. (uatan lebih negatif akan merangsang kation masuk kedalam
sitosol.
Perubahan muatan dan pH sitosol diluar sitosol sebagai akibat dari
hidrolisis 5P. Hal dikarenakan molekul air yang digunakan tersebut
terbentuk dari /H O dari luar sitosol, sedangkan H , beasal dari dalam
sitosol. Perbedaan muatan akibat hidrolisis 5P mema#u masuknya kation
kedalam sitosol, tetapi tidak mema#u masuknya anion.
(asuknya anion kedalam sitosol dapat berlangsung melalui beberapa
#ara yaitu,
%erlangsung secara di#usi, telah di"elaskan terdahulu, yaitu karena
konsentrasi didalam sitosol di"aga tetap rendah.
'apat berlangsung secara symport atau co&transport yaitu diangkut
oleh protein pemba)a bersamaan dengan masuknya ion H,. 4on
hidrogen ini diangkut untuk men"aga stabilitas sitosol.
'ergerakan ion () dari konsentrasi tinggi * luar sitosol) ketempat
dengan konsentrasi rendah * sitosol) , akan menghasilkan energi
dan energi ini akan digunakan untuk mengangkut ion lain misalnya
anion mela)an arus perbedaan konsentrasi ( dari konsentrasi
rendah ke konsentrasi tinggi).
Pengangkutan ion H
,
kedalam sitosol oleh protein pemba)a dapat "uga
se#ara bersama dengan pengangkutan kation lainnya( misalnya -a
,
)
keluar sitosol. Proses ini disebut sebagai antiport atau #ountertransport.
1.% &entuk "nsur #ara 'ang Diabsorsi Tanaman
itrogen+ ,os#or $an %elerang
-itrogen umumnya diserap oleh tanaman dalam bentuk -H. atau -/3,
tergantung dari keadaan tanah, "enis tanaman dan stadia tumbuh. 5etapi
bentuk urea ( H2-*/-H2) dapat "uga dimanfaatkan tanaman, karena
urea se#ara #epat dapat diserap melalui epidermis daun. %entuk -/2
terdapat dalam "umlah yang sedikit dan aerasi baik, mudah dioksidasikan
men"adi nitrat.
5anaman biasanya mengabsorbsi P dalam bentuk ion orthofosfst primer
H2P/. dan sebagian ke#il bentuk sekunder HP/.. bsorbsi kedua ion
tersebut oleh tanaman sangat dipengaruhi oleh pH tanah sekitar akar.
Pada pH rendah diabsobsi bentuk H2P/. yang lebih dominan. !elain kedua
bentuk tersebut mungkin "uga bentuk pirofosfat dan metafosfat dapat
diambil oleh tanaman.
%elerang diserap tanaman dalam bentuk sulfat ion ( !/.). !ebagian ke#il
diambil dalam bentuk !/2 melalui daun. !/2 adalah sangat bera#un bagi
tanaman )alaupun dalam "umlah yang sangat rendah. %entuk !/3 akan
segera dioksidasikan men"adi bentuk sulfat.
-nsur (ara Lain
Unsur +, *a, (g, 7n, %,dan *l diserap dalam bentuk kation, tetapi besi,
mangan , tembaga berbeda, +eadaan redoks tanah mempengaruhi
bentuk unsur yang diambil. 6ika tanah beraerasi baik maka ion yang
ber3alensi tinggi akan dominan, tetapi dalam keadaan yang anerobik, ion
ber3alensi rendah yang akan dominanan
'iposkan oleh !etiono
http:44setionoII1blo"spot'om420104114mekanisme*penyerapan*nutrisi*mineralhtml
Unsur hara dalam tanah dapat diserap (absorpsi) oleh tanaman, syaratnya
adalah unsur hara tsb harus terdapat pada permukaan akar. Penyerapan
unsur hara melalui 3 #ara, yaitu: (1) intersepsi akar, (2) aliran masa (mass
So)), dan (3) difusi.
T 4ntersepsi kar
kar tanaman tumbuh memasuki ruangan&ruangan pori tanah yang
ditempati unsur hara, sehingga antara akar dan unsur hara ter"adi kontak
yang sangat dekat (kontak langsung), yang selan"utnya ter"adi proses
pertukaran ion. 4on&ion yang terdapat pada permukaan akar bertukaran
dengan ion&ion pada permukaan komplek "erapan tanah. 6adi absorpsi
unsur hara (ion) langsung dari permukaan padatan partikel tanah. 6umlah
unsur hara yang dapat diserap melalui #ara intersepsi akar dipengaruhi
oleh sistim perakaran dan konsentrasi unsur hara dalam daerah
perakaran. Hampir semua unsur hara dapat diserap melalui intersepsi
akar, terutama *a, (g, (n, dan 7n.
T liran (asa
ir mengalir ke arah akar atau melalui akar itu sendiri. !ebagian lagi
mengalir dari daerah sekitarnya akibat transpirasi maupun perbedaan
potensial air dalam tanah. Ferakan air ini dapat se#ara horinsontal
maupun 3erti#al. ir tanah yang mengalir ini mengandung ion unsur hara.
6adi unsur hara mendekati permukaan akar tanaman karena terba)a oleh
gerakan air tsb atau disebut aliran masa, yang selan"utnya diserap
tanaman. Penyerapan melalui aliran masaa dipengaruhi oleh: (1)
konsentrasi unsur hara dalam larutan tanah, (2) "umlah air yang
ditanspirasikan (3) 3olume air efektif yang mengalir karena perbedaan
potensial dan berkontak dengan akar. liran masa dapat men"adi
kontribusi utama untuk unsur *a, (g, 7n, *u, %, 8e. Unsur + "uga dapat
diserap melalui aliran masa, meskipun tidak terlalu besar.
T 'ifusi
Proses penyerapan berlangsung akibat adanya perbedaan tegangan
antara tanaman dan tanah karena perbedaan konsentrasi unsur hara.
8aktor yang mempengaruhi difusi adalah konsentrasi unsur hara pada titik
tertentu, "arak antara permukaan akar dengan titik tertentu, kadar air
tanah, 3olume akar tanaman. Pada tanah bertekstur halus difusi akan
berlangsung lebih #epat daripada tanah yang bertekstur kasar. 'ifusi
meningkat "ika konsentrasi hara di permukaan akar rendah>menurun atau
konsentrasi hara di larutan tanah tinggi>meningkat. Unsur P dan + diserap
tanaman terutama melalui difusi.
http:44idans,ersyahoo'om4Muestion4indeK@Mid920101010023810$$LkIMk
##=
http:44handirifiles,ordpress'om420104104kesuburan*tnh*ke*11ppt
Penaruh Tekanan )kar terhadap Proses *aiknya
)ir pada Tanaman
1K 'e#ember 2<<9
Dudul: #en"aruh =ekanan $kar terhadap #roses 0aiknya $ir pada =anaman
=u&uan per'obaan: Untuk men"etahui ba"aimana pen"aruh
tekanana akar terhadap >olume,,arna,kekeruhan,p!,rasa dari air
suatu tanaman
0ama tanaman:
1 8abu ( Cucurbita maxima)
2 $ir +ata #en"antin (Antigonon leptopus)
3 )ayam (Amaranthus sp)
8andasan =eori
#otensi air di atmosfer umunya lebih rendah daripada potensi air dalam tanah
#erbedaan potensi air ini menimbulkan daya doron" terhadap translokasi air dari
larutan tanah, mele,ati tanaman ke atmosfer #enyerapan air berkaitan den"an
metabolisme dan faktor lain yan" berpen"aruh pada metabolisme seba"ai pen"aruh
tidak lan"sun" 7endahnya suhu, kuran"nya oksi"en dan senya,a toksik akan
menekan penyerapan air, karena akan men""an""u metabolisme Demikian halnya
aliran air antara >akuola dan sitoplasma dikendalikan oleh perbedaan potensi air
Caktor yan" mempen"aruhi penyerapan air yaitu: faktor lin"kun"an seperti
ketersediaan air, aerasi, konsentrasi larutan tanah, suhu dan faktor tanaman seperti
la&u transpirasi tanaman, sistem perakaran, metabolisme
=ekanan akar adalah tekanan yan" ter&adi pada Kylem seba"ai hasil proses aktif
+ekanisme tekanan akar dapat ditun&ukkan adanya eksudasi 'airan pada suatu
tanaman yan" dipoton" pu'uknya 8a&u eksudasi ini san"at ter"antun" dari kondisi
metabolisme umumnya, misalnya suasana anaerob $naerob akan menurunkan
eksudasi dan akan menekan metabolisme yan" diperlukan seba"ai mediasi
penyerapan ion Du"a dipen"aruhi oleh adanya ion tertentu dalam larutan nutrien,
misal : eksudasi tertin""i bila .-l diberikan dalam larutan eksternal, sehin""a .
/
dan
-l
*
diserap den"an 'epat (ksudat terendah bila larutan eksternal berupa air murni
#ada tanaman muda, kontribusi tekanan akar terhadap translokasi bahan or"anik dan
anor"anik terlarut dapat dilihat bila transpirasinya rendah, misal peristi,a "utasi pada
pa"i hari, di mana suhu rendah dan transpirasi rendah Butasi men"indikasikan betapa
intensifnya metabolisme dan tin""inya tekanan akar #enyerapan nutrien (air dan ion
terlarut) ke dalam &arin"an pembuluh akan menin"katkan kepekatan, pada sel
umumnya akan menin"katkan tur"or, tetapi pada &arin"an pembuluh yan" dindin"
selnya men"alami penebalan akan menin"katkan tekanan hidrostatik dan air akan
men"alir ke atas
=ekanan akar dan daya kapileritas masih terlalu lemah dalam upaya transport air
mele,ati Kylem ke ba"ian atas tanaman, terutama pada tanaman den"an ketin""ian
yan" 'ukup (hampir men'apai 100 m) =ekanan akar maksimum yaitu 2 atm, yan"
artinya hanya mampu menaikkan air sampai ketin""ian 21 m $ir dalam medium
tanah berhubun"an den"an air dalam &arin"an tanaman dan batas permukaan daun*
atmosfer #ada beberapa tanaman seperti "ymnospermae, tekanan akar yan"
merupakan penyerapan katif tidak ter&adi =ekanan akar &u"a tidak ter&adi pada
tanaman yan" transpirasinya berlan"sun" 'epat =ekanan akar pada setiap tumbuhan
berbeda*beda )esarnya tekanan akar dipen"aruhi besar ke'il dan tin""i rendahnya
tumbuhan (0,I * 2,0 atm) )ukti adanya tekanan akar adalah pada batan" yan"
dipoton", maka air tampak men""enan" dipermukaan tun""aknya
'ari hasil pengamatan terhadap tanaman Rabu, terlihat bah)a ada
perbedaan yang #ukup signi0kan antara 3olume air pada bagian
pangkal, tengah dan u"ung batang. ;olume air pada bagian pangkal
yang ber"umlah .:< ml merupakan 3olume air tertinggi yang diperoleh
pada tanaman Rabu. Hal ini karena air yang melalui pangkal tanaman
ber"umlah #ukup banyak sebab air dan garam& garanm mineral belum
didistribusikan ke seluruh tubuh tanaman seperti pada #abang& #abang
tanaman maupun daun& daun tanaman. %egitu pula sebaliknya, pada
bagian u"ung tanaman, air yang diperoleh #ukup sedikit karena
distribusi air sebelum men#apai daun sudah terlebih dahulu
didistribusikan ke #abang& #abang tanaman sehingga 3olume air pada
bagian u"ung tidak terlalu banyak.
Hal inipun ter"adi pada tumbuhan ir (ata Pengantin. Pada bagian
pangkal tumbuhan diperoleh 3olume air yang terbanyak. -amun pada
bagian u"ung 3olume air tidak dapat diukur, karena air yang diperoleh
berupa air yang menguap karena "umlahnya yang sangat sedikit. Hal
ini disebabkan oleh diameter batang tumbuhan ini yang ke#il, sehingga
penyerapan ait tidak begitu banyak seperti tanaman Rabu.
Pada tanaman bayam, pada bagian pangkal tidak diperoleh air karena
salah satu penyebabnya yaitu kesalahan dalam praktikum (posisi
batang tegak).
dapun faktor lain yang mempengaruhi besarnya 3olume air yaitu
fa#tor eksternal (lingkungan seperti kandungan air dalam tanah,
#ahaya, suhu,dll). 'an fa#tor internal (tumbuhan itu sendiri seperti
struktur anatomi tumbuhan antara lain besarnya batang,dll).
!emua air yang diperoleh pada bahan yang dipraktikumkan ber)arna
bening dan tidak keruh. Hal ini sangat tergantung terhadap air kapiler
yang terdapat di dalam tanah yang diserap oleh tumbuhan tersebut.
!emua air yang diperoleh pada bahan yang dipraktikumkan memiliki
rasa ta)ar. Hal ini sangat terkait dengan pH dari air yang diperoleh, pH
ber"unlah K artinya tingkat keasamannya netral sehingga rasanya
ta)ar.
!emua air yang diperoleh pada bahan yang dipraktikumkan memiliki
pH K. "umlah pH ini "uga tergantung dari pH tanah dari tumbuhan itu
sendiri karena air dan garam& garam mineral diperoleh dari dalam
tanah.
!impulan:
1. da perbedaan yang #ukup signi0kan antara 3olume air pada
bagian pangkal, tengah dan u"ung batang.
2. !emua air yang diperoleh pada bahan yang dipraktikumkan
ber)arna bening dan tidak keruh.
3. !emua air yang diperoleh pada bahan yang dipraktikumkan
memiliki rasa ta)ar.
.. !emua air yang diperoleh pada bahan yang dipraktikumkan
memiliki pH K.
'aftar Pustaka
http:>>2<9.M:.1K:.132>sear#hU
VA#a#he:%tF1;yyPC6:elearning.une".a#.id>#ourses>(%1:<.>do#u
ment>(ateriW+uliahW4r.W!umadiW(!>(ateriW!umadi>PhysiologiW1W(ba
bW3).do#L38#id=eV
L3'(%1:<.,tekanan,akarXhlAidX#tA#lnkX#dA2XglAid yang
diakses tanggal 2 (aret 2<<9.
http:>>id.ans)ers.yahoo.#om>Vuestion>indeQU
VidA2<<9<22:<.<1<2g-CyY yang diakses tanggal 2 (aret
2<<9.
http:>>b<#ah.org>indeQ2.phpU
optionA#omW#ontentXdoWpdfA1XidA?3. yang diakses tanggal 2
(aret 2<<9.
http:>>earlmate.0les.)ordpress.#om>2<<M><?>mekanisme&air&pada&
tumbuhan1.pdf yang diakses tanggal 2 (aret 2<<9.
http:>>books.google.#o.id>booksU
idA2%o5%neYnZ*XpgAP51?9XlpgAP51?9XdVAtekanan,akarXso
ur#eAblXotsA*ef<drRa$XsigA)bm/l/f&
kf6UVaa+.-%/=)WKF24XhlAidXeiA;#ur!byrpyu?g/'&
.2<%gXsaAZXoiAbookWresultXresnumAKX#tAresult yang diakses
tanggal 2 (aret 2<<9.
http:>>books.google.#o.id>booksU
idA(mtCV/gh38C*XpgAP32KXlpgAP32KXdVAtekanan,akarXso
ur#eAblXotsAtr$n[Mo.tQXsigAHkf%h7.W%hsdel?1;p2[mm&
HU1oXhlAidXeiA;#ur!byrpyu?g/'&
.2<%gXsaAZXoiAbookWresultXresnumA1X#tAresult\PP32.,(1
yang diakses tanggal 2 (aret 2<<9.
http:>>books.google.#o.id>booksU
idA249n93Hh+=)*XpgAPK3XlpgAPK3XdVAtekanan,akarXsour#
eAblXotsA&tu462/;6aXsigA27m*;e2&
rCr*lY?a$b./en$/Ve)XhlAidXeiA;#ur!byrpyu?g/'&
.2<%gXsaAZXoiAbookWresultXresnumA1<X#tAresult yang diakses
tanggal 2 (aret 2<<9.
http:>>one.indoskripsi.#om>"udul&skripsi&makalah&tentang>hubungan&
antara&serapan&hara&dan&kerapatan&akar yang diakses tanggal 2
(aret 2<<9.
http:>>tedbio.multiply.#om>"ournal>item>1K yang diakses tanggal 2
(aret 2<<9.
!arna, +etut, dkk.2<<K. A.AR ,/S/0L01/ 2-M%-(A %3RM-A2A
L04AL 13/-S. !ingara"a: 6urdik. %iologi
+etut "uliantara http:>>edukasi.kompasiana.#om>2<<9>12>1K>pengaruh&
tekanan&akar&terhadap&proses&naiknya&air&pada&tanaman>
Gerakan hara .alam tanah
#osted by nasih pada 1 0o>ember 2010
5on di dalam tanah tanah akan ber"erak menu&u permukaan akar den"an mekanisme
berikut: root inter'eption, mass flo, atau diffusion
#emasokan dan pen"an"kutan hara:
1 intersepsi akar semata*mata berkaitan den"an pemasokan hara (solely a
supply mechanism)
2 aliran massa dan difusi merupakan pemasokan dan pen"an"kutan hara
(mechanisms of supply and transport)
3 memahami ba"aimana hara ber"erak, san"at pentin" untuk memahami
dampaknya ba"i lin"kun"an, &u"a dalam penyerapan hara

Intersepsi akar
$kar tumbuh menembus tanah, bersin""un"an den"an permukaan partikel tanah,
permukaan akar bersin""un"an den"an ion hara yan" ter&erap, kemudian ter&adi
pertukaran se'ara lan"sun" (contact exchange) +eskipun an"kanya ke'il, tetapi
sumban"annya pentin" a"ar hara men'apai akar !al ini nampak &elas terutama ba"i
hara den"an kadar tin""i dalam tanah misalnya -a dan +", atau hara yan"
dibutuhkan dalam &umlah ke'il ba"i tanaman seperti 3n dan +n dan hara mikro
lainnya
5ntersepsi dipen"aruhi oleh semua yan" mempen"aruhi pertumbuhan akar: tanah
yan" kerin", tanah mampat, p! tanah yan" rendah, kera'unan $l dan +n, kekahatan
hara, ke"araman, aerasi buruk, penyakit akar, seran""a, nematoda, temperatur san"at
tin""i atau san"at rendah #ertumbuhan tanaman berpen"aruh palin" besar terhadap
proses intersepsi, meskipun &u"a berpen"aruh terhadap dua mekanisme lainnya
!ara yan" masuk melalui intersepsi ter"antun" pada kadar hara dalam tanah,
>olume tanah yan" di&ela&ahi akar, akar menempati 1 : 2H >olume tanah, pada
permukaan tanah akar lebih rapat
#roses intersepsi atau pertukaran lan"sun" dapat di"ambarkan seba"ai berikut:
Nrambut akarJ !
/
den"an

.
/
Nlempun"4)2J
pertukaran 9; 9; 9;
Nrambut akarJ .
/
den"an !
/
Nlempun"4)2J
!al ini ter&adi karena akar &u"a memiliki .#. yan" berumber dari "u"us karboksil
(seperti dalam bahan or"anik): -22! E:; -22
*
/ !
/
)esarnya kpk akar pada
monokotil 10 : 30 meM4100 " den"an sifat kation mono>alen lebih 'epat diserap,
sedan"kan akar dikotil memiliki .#. 10 : 100 meM4100 " den"an sifat kation
di>alen lebih 'epat diserap

'liran masa (mass flow)
!ara terlarut terba,a bersama aliran air menu&u akar tanaman, aliran air dipen"aruhi
oleh transpirasi, e>aporasi dan perkolasi Dumlahnya proporsional den"an la&u aliran
(>olume air yan" ditranspirasikan) dan kadar hara dalam larutan tanah
$liran masa memasok hampir seluruh hara mobil yan" diperlukan tanaman yaitu:
023
*
, %21
2*
, -l
*
, and !3)23 %erin"kali memasok hara -a dan +" yan" berlebihan
Den"an demikian dapat memenuhi kebutuhan -u, +n, and +o, serta memenuhi
seba"ian kebutuhan Ce and 3n
Caktor yan" mempen"aruhi aliran masa adalah :
1 kadar len"as tanah: tanah yan" kerin" tidak ada "erakan hara,
2 temperatur: temperatur yan" rendah men"uran"i transpirasi dan e>aporasi,
3 ukuran sistem perakaran: mempen"aruhi serapan air
#en"aruh kerapatan akar terhadap pasokan hara oleh aliran masa lebih rin"an
dibandin" terhadap intersepsi akar dan difusi

+ifusi (diffusion)
5on ber"erak dari ,ilayah yan" memiliki kadar hara tin""i ke ,ilayah yan" lebih
rendah kadar haranya $kar menyerap hara dari larutan tanah .adar hara di
permukaan akar lebih rendah dibandin"kan kadar hara tersebut larutan tanah di
sekitar akar 5on ber"erak menu&u permukaan akar +ekanisme ini san"at pentin"
ba"i hara yan" berinteraksi kuat den"an tanah =erutama untuk memasok hara # dan
., &u"a hara mikro Ce dan 3n
8a&u difusi proporsional den"an "radien konsentrasi, koefisien difusi dan ,ilayah
yan" tersedia untuk ter&adinya difusi #ersamaan difusi O!ukum Ci'kP:
./0.t = +e1 '1./0.2
d-4dt 9 la&u difusi (perubahan konsentrasi antar ,aktu)
De 9 koefisien disfusi efektif
$ 9 luas penampan" difusi
d-4dQ 9 "radien konsentrasi (perubahan konsentrasi antar &arak)
.oefisien difusi efektif (effective diffusion coefficient)
+e=+314(%05)1(%0b)
D, 9 koefisien difusi dalam air
R 9 kadar air tanah >olumetrik
= 9 faktor kelikuan (tortuosity)
b 9 daya san""a tanah (soil buffering capacity)
.oefisien difusi dalam air dipen"aruhi temperatur, &ika din"in difusi lebih lambat
.adar air tanah, &ika kerin" difusi lebih lambat, kuran" air, ,ilayah yan" dile,ati
difusi lebih sempit .elikuan (tortuosity), &alur dalam tanah tidak lurus, tetapi melalui
sekelilin" partikel tanah yaitu lapisan air yan" san"at tipis !al ini dipen"aruhi oleh
tekstur tanah dan kadar airnya Dika lebih banyak lempun" maka &alur difusi lebih
pan&an" 8apisan air lebih tipis, &alur difusi lebih pan&an" Daya san""a tanah
(buffering capacity): hara dapat diambil melalui &erapan tanah selama ber"erak
tersebut, hal ini akan menurunkan la&u difusi
Darak difusi hara san"atlah pendek yaitu: . S 0,2 'm, sedan"kan # S 0,02 'm
Ukuran dan kerapatan akar san"at mempen"aruhi pasokan hara oleh mekanisme
difusi !al ini harus men&adi pertimban"an dalam penempatan pupuk
http:>>nasih.)ordpress.#om>2<1<>11><1>gerakan&hara&dalam&tanah>
Minggu! #6 +esember $##7
Mekanisme Penyerapan Hara
Mekanisme Penyerapan Hara
Unsur hara dapat tersedia disekitar akar melalui 3 mekanisme penyediaan
unsur hara, yaitu: (1) aliran massa, (2) difusi, dan (3) intersepsi akar. Hara
yang telah berada disekitar permukaan akar tersebut dapat diserap
tanaman melalui dua proses, yaitu:
(1) Proses ktif, yaitu: proses penyerapan unsur hara dengan energi aktif
atau proses penyerapan hara yang memerlukan adanya energi metabolik,
dan
(2) Proses !elektif, yaitu: proses penyerapan unsur hara yang ter"adi
se#ara selektif.
Proses ktif:
Proses penyerapan unsur hara dengan energi aktif dapat berlangsung
apabila tersedia energi metabolik. $nergi metabolik tersebut dihasilkan
dari proses pernapasan akar tanaman. !elama proses pernapasan akar
tanaman berlangsung akan dihasilkan energi metabolik dan energi ini
mendorong berlangsungnya penyerapan unsur hara se#ara proses aktif.
pabila proses pernapasan akar tanaman berkurang akan menurunkan
pula proses penyerapan unsur hara melalui proses aktif. %agian akar
tanaman yang paling aktif adalah bagian dekat u"ung akar yang baru
terbentuk dan rambut&rambut akar. %agian akar ini merupakan bagian
yang melakukan kegiatan respirasi (pernapasan) terbesar.
Proses !elektif:
%agian terluar dari sel akar tanaman terdiri dari: (1) dinding sel, (2)
membran sel, (3) protoplasma. 'inding sel merupakan bagian sel yang
tidak aktif. %agian ini bersinggungan langsung dengan tanah. !edangkan
bagian dalam terdiri dari protoplasma yang bersifat aktif. %agian ini
dikelilingi oleh membran. (embran ini berkemampuan untuk melakukan
seleksi unsur hara yang akan melaluinya. Proses penyerapan unsur hara
yang melalui mekanisme seleksi yang ter"adi pada membran disebut
sebagai proses selektif.
Proses selektif terhadap penyerapan unsur hara yang ter"adi pada
membran diperkirakan berlangsung melalui suatu #arrier (pemba)a).
*arrier (pemba)a) ini bersenya)a dengan ion (unsur) terpilih.
!elan"utnya, ion (unsur) terpilih tersebut diba)a masuk ke dalam
protoplasma dengan menembus membran sel.
(ekanisme penyerapan ini berlangsung sebagai berikut:
(1) !aat akar tanaman menyerap unsur hara dalam bentuk kation (+,,
*a2,, (g2,, dan -H.,) maka dari akar akan dikeluarkan kation H,
dalam "umlah yang setara, serta
(2) !aat akar tanaman menyerap unsur hara dalam bentuk anion (-/3&,
H2P/.&, !/.&) maka dari akar akan dikeluarkan H*/3& dengan "umlah
yang setara.
'iposkan oleh 4r.Hudaini Hasbi,(!#.gr
http:>>uday&
pusatpenelitiana2olla"ember.blogspot.#om>2<<9>12>mekanisme&
penyerapan&hara.html
31F Pengambilan hara .an status hara .i tanaman
#erlu pendekatan se'ara fisika dan kimia ke akar a"ar dapat dilakukan pen"ambilan
unsur hara $kar dan ion hara salin" berinteraksi untuk pen"ambilan hara melalui
beberapa 'ara:
#ertukaran kontak
#ertukaran ion tanah den"an ! dalam mu'i"el
Difusi ion seba"ai respon terhadap potensial kimia
$liran massa ion kedalam akar seba"ai respon terhadap perubahan
kelembaban
#eman&an"an akar ke sumber ion
#eman&an"an akar menempatkan &arin"an yan" baru terbentuk terutama daerah
rambut akar, kedalam medium yan" tidak tereksploitasi, menin"katkan kemampuan
menyerap ion !oa"land ( 1918), melakukan penelitian tentan" proses pen"ambilan
ion oleh tanaman Dalam per'obaan den"an al"a air se"ar nitella dan al"a laut
valonia, mereka menemukan konsentrasi ion dalam >akuola pada kedua al"a
Lakuola nitella terdapat beberapa &enis ion terutama ./ dan -lT pada konsentrasi
yan" tin""i, demikian &u"a pada valonia, namun pada >alonia karena al"a laut maka
banyak &u"a terdapat 0a/Dari penelitian tersebut disimpulkan bah,a,
1 =anaman dapat men"ambil ion se'ara selektif .arena . berada pada
konsentrasi yan" palin" rendah dari antara semua kation yan" berada pada air
kolam, &u"a merupakan kation yan" palin" banyak terakumulasi di >akuola
!itella Di lain pihak konsentrasi dari 0a di >akuola "alonia se'ara relatif
rendah ,alaupun konsentrasi 0a di air laut tin""i Cenomena ini mendukun"
konsep bah,a sel tanaman men"ambil ion tertentu dari lin"kun"annya dan
mentranspornya ke sel interior sedan"kan ion*ion spe'ies yan" lain den"an
&alan yan" sama tidak dapat masuk ke sel Cenomena ini disebut pen"ambilan
ion se'ara selektif
2 .esimpulan yan" lain adalah kosentrasi beberapa ion spesies &u"a di&umpai
didalam >akuola dalam konsentrasi tin""i dibandin"kaan di medium luar !al
ini men"indikasikan bah,a akumulasi meme"an" peranan pentin" dan
berla,anan den"an "radient konsentrasi
3 !al lain yan" pentin" yan" perlu dipertimban"kan dari fenomena ini adalah
kenyataan bah,a proses pen"ambilan itu sendiri memerlukan ener"i (ner"i
ini dihasilkan dari metabolisme sel
7espirasi aerobik dari or"anisme berhubun"an lan"sun" den"an pen"ambilan ion
Ci" 38 dari hasil ker&a !opkins mendemonstrsikan bah,a pasokan 22 san"at
essensial untuk pen"ambilan # dari akar barley !al tersebut &u"a sama untuk semua
&enis tanaman #en"ambilan unsur hara &u"a ditemukan dapat menin"katkan se'ara
bersamaan den"an penin"katan karbohidrat di akar se&ak karbohidrat berperan
seba"ai sumber ener"i untuk pen"ambilan ion selama respirasi %an"at menarik untuk
di'atat bah,a te"an"an 22 pada pen"ambilan pospat maksimum, di'apai pada
kandun"an 22 yan" a"ak rendah (( 2*3 H)
Cun"si fisiolo"is utama dari respirasi adalah mensintesis $=#, dari $D# dan pospat
anor"anik %emua proses biokimia yan" memerlukan ener"i termasuk sintesis
molekul dan pen"ambilan dan &u"a transpot beberapa spe'ies ion ber"antun" pada
suplai $=# atau persenya,aan yan" serupa $=# men"andun" adenin ( 0*base),
ribosa ( pentosa) dan 3 "rup pospat
Brup pospat terikat satu den"an yan" lain den"an suatu ener"i yan" disimbolkan
den"an (U) 5ni adalah ikatan ener"i yan" tin""i dan selama hidrolisis dilepaskan
sebesar 32 .D permol $=#
B$+)$7 !$8 121, )U.U +en"el and .irkby
$=# tidak hanya disintesis selama respirasi ( oksidasi posporilation) tetapi &u"a pada
proses "likolisis ( posphorilasi anaerob) dan pada fotosintesis (
#erlu diin"at bah,a $=# yan" diatas tampaknya menyediakan ener"i untuk proses
pen"ambilan ion Dadi apabila pembentukan $=# di'e"ah misalnya oleh inhibitor
atau un'ouplers seperti -2, -0*2,1* Dinitrifenol (D0#) atau arsenat, pen"ambilan
ion terhambat 7espirasi akar memberikan4 menyediakan sumber utama $=#, tetapi
pada posporilasi &arin"an tanaman yan" hi&au( lih !al 1FF) 5ni adalah sebab utama
kenapa 'ahaya se'ara lan"sun" berpen"aruh pada pen"ambilan ion melalui &arin"an
yan" aktif melakukan fotosintesis !al ini ditun&ukkan oleh beberapa pen"aran"
( Des'hke, 19GI dan 0obel , 19I0) %ekaran" sudah diterima se'ara umum bah,a
pen"ambilan ion berhubun"an lan"sun" den"an aktifitas $=#*ase $=#ase adalah
enAim di membran yan" men"uraikan $D# / #V, Dadi menyediakan ener"i untuk
proses pen"ambilan )eberapa hal yan" perlu dipertimban"kan adalah seba"ai
berikut
$da dua yan" utama ,alaupun tidak keseluruhan tidak ber"antun" atau
men"arahkan pen"ambilan ion %uatu hal yan" pentin" bah,a metabolisme
men"atur pen"ambilan ion #endapat lain menun&ukan bah,a ini adalah pen"ambilan
se'ara 'arrier dan dikenal den"an teori 'arrier 6an" lain yan" &u"a pentin" adalah
pompa ion mele,ati membran, .edua konsep ini akan dibi'arakan diba,ah ini
'+P8a.enosin .ifosfat1
Pi8 fosfat organik
"1%161 Pompa ion .an '5Pase
+ekanisme pompa ion didu"a menentukan &umlah ener"i yan" ter"antun" dari
transport ion melalui membran makhluk hidup %el binatan" biasanya men"andun"
konsentrasi . dan -l yan" tin""i, yan" mana pada larutan luar men"andun" 0a yan"
tin""i %uatu 'ontoh yan" mirip adalah distribusi ion di darah
%el darah putih men"andun" banyak . dan konsentrasi 0a yan" rendah, yan" mana
pada plasma adalah kebalikannya Distribusi se'ara asimetris dari 0a dan .
berhubun"an den"an aktifitas enAim $=#ase $=#ase adalah "roup dari enAim yan"
berperan untuk men"uraikan $=# men&adi $D# dan pospat anor"anik dan
melepaskan ener"i untuk transpor ion
#ada sel he,an, pompa ion diketahui untuk men"ikat protein di membran yan"
men"andun" $=#ase dan "likoprotein Du"a didu"a bah,a hidrolisis $=#
menyebabkan perubahan konformasi dari protein yan" memba,a transpor kation
mele,ati membran $=#ase plasma membran dari tanaman, fun"i dan ba'teria
distimulasi oleh Cusi'o'in, diterpene "lukosida dihasilkan oleh #ungi #usicocum
amygdali del (+arre, 19I9) Didu"a aktifitas Cu''o'ins $=#ase diindu'e oleh
perubahan konfirmasi enAim +embran $=#ase mempunyai p! optimum G,0 dan
distimulasi oleh . ( )riskin dan #oole, 1981) dan dihambat oleh Lanadin ( Balla"her
dan 8eonard, 1982)
%e'ara umum sekaran" telah diterima bah,a plasma membran sel tanaman men"ikat
$=#ase dan, khususnya $=#ase plasmalema, keadaan ini yan" menyebabkan sel
bernilai ne"atif 0ilai ne"atif ini "ambaran umum untuk semua sel tanaman dan
dapat dibandin"akan den"an $=# yan" men&adi sumber utama ener"i disel
( +it'hell, 19I8) !ipotesis tersebut ditun&ukan oleh skema diba,ah, yan"
menun&ukkan mekanisme yan" palin" mum"kin dari $=# ase,
(nAim meran"san" "radient p! untuk mele,ati membran den"an memompa !
keluar dari sel Den"an proses ini sel men&adi lebih ne"atif dan lebih alkalin
dibandin"kan larutan diluar medium #otensial yan" dihasilkan dan komponen kimia
dan elektrik dapat di&abarkan den"an persamaan berikut
Pmf = pH +
dimana:
pmf 9 tena"a untuk men""erakan proton atau "radien elektrokimia dari ion !/
untuk melintasi membran
$p% 9 perbedaan dari konsentrasi !/ dari sisi yan" lain dari membran
& 9 perbedaan potensial elektrik untuk melintasi membran
=ena"a pen""erak proton ( 9 pmf ) adalah tena"a yan" mendoron" transpor proton
mela,an "radient elektrokimia melintasi membran #roses transpor seluruh
karakteristiknya adalah aktif transpor, akan dibahas kemudian (ner"i yan"
dibutuhkan berasal dari dari $=#, dan telah ditun&ukkan bah,a potensial pompa
proton ( !/) san"at ber"antun" den"an suplai dari $=# Didu"a keluarnya 2 molekul
!/ men""unakan 1 molekul $=#
Dasarnya, pompa proton menyebabkan "radient p! melintasi membran dan proses
ini adalah kebalikan dari yan" sebelumnya dan men"hasilkan 1 $=# di membran
tilakoid dari kloroplas atau diba"ian dari membran mito'ondria
#rinsip dari pompa proton ditun&ukkan dalam skema pada Ci" 39, yan"
berhubun"an erat den"an proses kemoosmotik posporilasi dari +it'hell ( 19GG),
yaitu:
'angkah pertama menun&ukkan reaksi hipotetikal, membran men""erakkan molekul
QWdan D2Wden"an 2 !
/
dari sitoplasma 7eaksi tsb men"hasilkan !Q dan D2! yan"
menyebabkan hidrolisis $=# (reaksi () melalui pembentukan kompleks Q*D
.ompleks ini men"alami hidrolisis (reaksi )) men&adi 2 senya,a !Q dan D2!, yan"
deprotonated diba"ian luar dari membran( reaksi * ) QW dan D2Xdibentuk kembali
dan siklus baru dimulai kembali !asil bersih dari reaksi ini adalah ditransfernya 2
molekul !
/
mele,ati membran yan" men"hubun"kan den"an hidrolisis dari satu
molekul $=#
+elalui proses ini potensial kimia elektro dibutuhkan untuk melintasi membran,
ba"ian dalam dari membran men&adi lebih ne"atif dibandin"kan den"an membran
luar #en"ambilan kation ini san"at ber"antun" kepada permeabilitas membran yan"
san"at berbeda untuk setiap spe'ies yan" berbeda Untuk men"in"atkan kembali
bah,a ionopors mempunyai kemampuan seperti >alinomy'in yan" dapat mele,atkan
kation se'ara selektif difusi, sistem per"erakan $=#ase yan" berhubun"an den"an
ionopores dapat men"indu'e pen"ambilan kation se'ara selektif #roses difusi selektif
tipe seperti ini disebut den"an proses difussi yang difasilitasi
)eberapa hasil per'obaan oleh 7atner dan 6a'oby (19IG), ditemukan bah,a ada hasil
yan" konsisten, pen"ambilan yan" tin""i dari ./ oleh sel tanaman dapat men&elaskan
fenomena bah,a $=#ase men"fasilitasi difusi ./ +ekanisme pen"ambilan ini
dikenal den"an proses downhill 0amun ./ &u"a dapat diambil se'ara aktif ( uphill)
#en"ambilan anion tidak dapat di&elaskan seba"ai proses downhill, untuk kasus ini
muatan ne"atif dapat ber"erak memasuki sel dan menyebabakan sel bermuatan
ne"atif Du"a didu"a ,alaupun anion dimedium luar dapat diambil keatas dan dapat
ditukar untuk 2!W atau !-2
3*

!od"es (19I3), men"a&ukan suatu model hipotetis untuk men"hitun" kation maupun
anion yan" diabsorbsi oleh sel tanaman +odel tersebut, dapat dilihat pada Ci" 310
per"erakan $=#ase dan anion 'arrier $=#ase menyebabkan sitoplasma men&adi lebih
alkalin, dan 2!W di sitoplasma menuntun ke anion 'arrier 5on*ion hidroksil &adi
keluar dan anion seperti %21 diabsorsi oleh sel $pakah $=#ase se'ara lan"sun"
meran"san" pen"ambilan ion se'ara aktif belum sepenuhnya dimen"erti
+enurut =hibaud dan Bri"non (1981), yan" meneliti pada akar &a"un", ditemukan
bah,a pen"ambilan 023W men"hasilkan suatu polarisasi di plasma membran dan
sehubun"an den"an hal tersebut dapat dihitun", pen"ambilan 023W adalah dua kali
lebih tin""i dari 2!W yan" dilepaskan Den"an penambahan fusi'o''in yan"
diketahui untuk men"stimulasi $=#ase ( +arre, 19I9), ditemukan dapat meran"san"
pen"ambilan 023W, peneliti tersebut menyimpulkan bah,a pen"ambilan 023W dapat
se'ara lan"sun" atau tidak lan"sun" berhubun"an den"an akti>ias $=#ase
#en"ambilan nitrat tampaknya mempunyai hubun"an den"an sistem yan" indu'ible
se&ak akar tanaman tidak mempunyai kontak den"an 023W membutuhkan la" period
sebelum pen"ambilan 023W dimulai (=hibaut dan Bri"non, 1981) Didu"a la"i
period tsb dibutuhkan untuk sintesis protein membran yan" turut terlibat dalam
pen"ambilan 023W
31I Penyerapan 9nsur Hara +ari 5anah
$ir dan unsur hara dapat kontak den"an permukaan akar melalui 3 'ara, yaituY se'ara
difusi dalam larutan tanah Y se'ara pasif terba,a oleh oleh aliran air tanah Y karena
akar tumbuh kearah posisi hara tersebut dalam matriks tanah
%etelah akar berada pada permukaan akar (kontak den"an akar), barulah unsur hara
tersebut dapat diserap tanaman
$ir masuk kedalam tanah seba"ai air murni tanpa memperhatikan setiap bahan yan"
terlarut didalamnya +asuknya sebuah unsur hara merupakan suatu proses yan"
terpisah 2leh karena itu, bila air ber"erak kearah akar untuk men""antikan apa yan"
telah diambil oleh tanaman, suatu pertambahan unsur hara dipindahkan kedekat akar
+eskipun ke"iatan ini ter&adi hanya pada &arak pendek, hasilnya adalah unsur hara
masuk kedalam tanaman
=erdapat dua hal pentin" yan" harus diin"at untuk men"etahui ba"aimana tanaman
men""unakan unsur hara dalam tanah den"an be"itu efektif Pertama! perluasan akar
menembus tanah se'ara kesinambun"an menun&ukkan akar*akar sampai pada
persediaan unsur hara baru Kedua, setelah akar menembus tanah, aliran massa dan
difusi berperan dalam "erakan unsur hara dalam &arak pendek kepermukaan akar
%elama air diabsorbsi, "radient potensial air dan air ber"erak lambat kepermukaan
akar Unsur*unsur hara terurai dalam air diba,a bersamanya oleh aliran massa
%e&umlah unsur hara ber"erak ke akar melalui aliran masa ter"antun" pada &umlah air
yan" ber"erak ke akar dan konsentrasi unsur hara dalam air
Dalam beberapa situasi unsur hara masuk ke tanaman tidak melalui aliran massa
tetapi den"an difusi Difusi termasuk per"erakan ion hara menembus air )ila
per"erakan unsur hara ke akar melalui aliran massa tidak 'ukup, difusi akan berperan
pentin" Dalam hal ini , pen"ambilan ion men"uran"i konsentrasi ion pada
permukaan akar, memantapkan suatu "radien difusi keluar dari permukaan akar dan
menyebabkan difusi ion*ion ke arah akar
+enurut )aker (19I8), lintasan apoplas dan simplas san"at berpen"aruh dalam
pen"an"kutan ion ke Kylem
+enurut !enry dan Coth (1982), pada beberapa hasil penelitian tentan" unsur hara,
diketahui bah,a :
$liran massa biasanya berperan dan dominan dalam "erakan kalsium dan
sulfur ke permukaan akar dan
Difusi berperan dominan dalam "erakan pospor kepermukaan akar
Unsur* unsur hara lain seperti ., +", dan 0itro"en, dapat melalui aliran massa
ataupun difusi, ter"antun" kepada konsentrasi larutan tanah dan ratio transpirasi
#ada tempat* tempat tertentu sepan&an" permukaan, ter&adi suatu kontak yan"
erat den"an permukaan tanah sehin""a ion*ion ditukar lan"sun" dari partikel
tanah ke permukaan akar oleh proses yan" disebut contact exchange
.etersediaan unsur hara dalam tanah san"at menentukan status nutrisi dalam
tanaman p! tanah merupakan faktor utama yan" mempen"aruhi ketersediaan
nutrisi .ebanyakan unsur hara tersedia pada p! tanah antara G,0 sampai I,0 -a dan
+", . dan +o lebih banyak tersedia dalam tanah yan" basa, sedan"kan 3n, +n, dan
) kuran" tersedia )esi, +n, $l dapat larut sampai ketin"kat yan" san"at tin""i dan
bera'un dalam tanah yan" san"at asam
%erapan hara menurut )aker (19I1), adalah bersifat akumulatif! selektif! satu
arah! .an ti.ak .apat :enuh1 Akumulatif artinya konsentrasi hara essensial dalam
sel dapat men&adi &auh lebih tin""i dibandin"kan konsentrasi pada larutan diluar sel
#enyerapan hara yan" lama menyebabkan konsentrasi hara dalan sel &auh lebih tin""i,
ini dikenal den"an akumulasi hara 0amun se'ara alamiah tumbuhan mempunyai
mekanisme sendiri untuk men"hambat ter&adinya akumulasi unsur hara, den"an 'ara
memompakan hara tersebut keluar dari sitosol, yakni keluar dari sel atau dipompa
masuk ke >akuola sel #roses pemompaan ini memerlukan ener"i metabolik ( $=#)
$bsorbsi unsur hara oleh tanaman menurut +en"el dan .irkby ( 198I), ditentukan
oleh dua hal utama yaitu:
11 energi metabolik, hal ini san"at berhubun"an den"an respirasi akar Dan
2 selektif! semua proses pen"ambilan unsur hara adalah selektif
$rtinya tanaman mempunyai kemampuan untuk menyeleksi ion*ion tertentu pada
kisaran yan" luas %eba"ai 'ontoh serapan ion .
/
tidak dipen"aruhi oleh kehadiran
ion lain den"an muatan yan" sama, seperti ion 0a
/,
apala"i ion*ion yan" berbeda
>alensinya seperti -aZ/ atau +"Z/ !al yan" sama &u"a dibuktikan bah,a serapan
ion -lT tidak dipen"aruhi oleh 02[T, !2#21T, dan %21ZT
%ifat selektifitas ini &u"a berlaku untuk senya,a or"anik seperti asam amino dan "ula
%ifat selektifitas ini terlihat pada semua ba"ian tanaman Cakta ini mendukun" teori
bah,a protein pemba,a pada membran men"an"kut ion kedalam sel, karena enAim
yan" &u"a adalah protein dapat men"enal se'ara selektif dan diaktifkan atau
dihambat oleh ion atau senya,a tertentu, tidak sembaran"an
$kar*akar tanaman dikelilin"i oleh larutan tanah dan kontak erat den"an partikel*
partikel tanah pada berba"ai tempat sel*sel akar dan mempunyai suatu ruan"
disebelah luar dimana ion*ion dari larutan tanah maupun dari tempat pertukaran ion
dari dindin" tanah dapat berdifusi Difusi ion dalam ruan" ini dapat bolak*balik
.eadaan ini ter&adi tanpa memperhatikan proses metabolik tanaman $ktifitas ini
pasif .eadaan ini merupakan a,al sampai pen"an"kutan ion yan" sifatnya bolak*
balik melintasi suatu membran yang tidak dapat ditembus dan memerlukan
penggunaan energi
Caktor*faktor yan" mempen"aruhi metabolisme, dan karena itu pen""unaaan ener"i
respirasi akan lan"sun" mempen"aruhi pen"ambilan unsur hara #enyerapan unsur
hara yan" memerlukan ener"i biasanya berhubun"an den"an penyerapan aktif Dalam
penyerapan ini ion melintasi membran sitoplasma, plasmalema den"an men""unakan
ener"i dari $=# yan" dihasilkan dalam respirasi ( pompa ion) #erpindahan aktif antar
sel ter&adi melalui plasmodesmata Lakuola disini bertindak seba"ai reser>oar
'adan"an didalam sel untuk air dan ion*ion
#enyerapan pasif merupakan proses fisika yan" dapat dilukiskan seperti penyerapan
air oleh sepon ( bun"a karan") 5on berpindah bersama air tanpa men""unakan4
melibatkan proses metabolik
+ineral den"an konsentrasi tin""i 'enderun" ber"erak den"an 'epat dalam ruan"
bebas (apoplasma), mele,ati endodermis dan memasuki aliran transpirasi Kilem
(ndodermis merupakan pen"halan" penyerapan pasif didalam apoplasma karena
adanya 'asparianstrip, yaitu timbunan suberin dalam endodermis yan" menyebabkan
endodermis tidak permeabel terhadap perpidahan air se'ara bebas #erpindahan
melalui endodermis tampaknya aktif didalam simplasma, seperti yan" dilukiskan oleh
!aynes( 1980)
-(- akar mempen"aruhi pen"ambilan hara ber>ariasi ter"antun" spe'ies, >aritas
dan umur
%e'ara umum dikenal ( teori men"enai perpindahan ion*ion hidrofilik melintasi
membran lipoprotein yaitu
1 Teori carrier yaitu molekul di dalam plasmalema mempunyai sisi pen"ikat yan"
khusus untuk ion*ion tertentu, yan" menyebabkan ter&adinya seleksi .ompleks ion
'arier terbentuk pada perbatasan membran, memba,a ion*ion melintasi membran dan
kemudian melepaskannya kedalam sel #roses ini dikendalikan oleh $=# dan enAim
kinase Dalam sistem 'arrier ini diperlukan beberapa syarat yaitu : 1 +embran sel
tidak permeabel terhadap ion*ion bebas, 2 #erlu adanya transpor elektron, 3 respirasi
akar harus ber&alan lan'ar Den"an demikian pen"ambilan ion*ion, tidaklah den"an
mudah masuk kedalam sel, tetapai berhubun"an den"an metabolisme tanaman
2 Teori pompa ion yaitu ener"i yan" dilepaskan karena kon>ersi $=# men&adi $D#
oleh $=#ase memba,a ion*ion kedalam sebuah sel seba"ai reaksi terhadap
perubahan keseimban"an yan" ter'ipta pada saat ion*ion lain menin""alkan sel
#ompa 0a*. merupakan 'ontoh yan" umum 5on*ion lain memasuki sel karena
adanya perubahan kimia,i 8a&u penyerapan ion ternyata berkorelasi tin""i den"an
aktifitas $=#
"1%1;1 Mekanisme Serapan Hara
Unsur hara akan diserap se'ara difusi &ika konsentrasi diluar sitosol ( pada dindin"
sel) lebih tin""i daripada konsentrasi didalam sitosol #roses difusi ini dapat
berlan"sun" karena konsentrasi beberapa ion didalam sitosol dipertahankan untuk
tetap rendah, karena be"itu ion*ion tersebut masuk kedalam sitosol akan se"era
dikon>ersi kebentuk lain, misalnya 023T se"era direduksi men&adi 0!1T, yan"
selan&utnya di"unakan dalam sintesis asam amino dan protein %edan"kan !2#21T,
dikon>ersi men&adi "ula fosfat, nukleotida, 70$, atau D0$ Den"an demikian,
konsentrasi keti"a anion ini didalam sitosol 'enderun" untuk tetap rendah dan
menyebabkan proses difusi dapat berlan"sun"
5on menembus membran se'ar difusi melalui protein inte"ral pada membran, dimana
protein ini memper'epat la&u difusi tersebut )eberapa antibiotik polipetida (protein
berukuran ke'il), telah terbukti dapat memper'epat pen"an"kutan kation %enya,a
antibiotik ini disebut ionophor karena kemampuannya untuk men"an"kut kation
menembus membran
)eberapa ion tidak se"era atau tidak sama sekali dikon>ersi kebentuk lain setelah
masuk dalam sitosol, misalnya ion ./, 0a/, -lT, !2)23T .ation* kation ber>alensi
2 seperti kalsium +", Ce, +n, dan -u dapat se"era terikat pada "u"us bermuatan
ne"atif dari molekul protein, sehin""a men"uran"i &umlah kation*kation tersebut
yan" dalam bentuk bebas pada sitosol
Dika konsentrasi ion didalam sitosol lebih tin""i dari diluar, maka proses difusi tidak
dapat berlan"sun" #ada kenyataannya, ,alaupun konsentrasi didalam sitosol lebih
tin""i, proses serapan ion masih terus berlan"sun" #ada kondisi seperti ini serapan
ion akan ter"antun" pada ketersediaan $=#, berarti pula ter"antun" pada kemapuan
sel untuk melan"sun"kan respirasi a"ar men"hasilkan $=#
$=# terhidrolisis untuk men"hasilkan ener"i (sebesar I,G k'al per molekul) #roses
hidrolisis ini akan men"untun"kan dalam pen"an"kutan ion #ertama, akan
menyebabkan sitosol lebih bermuatan ne"atif, sedan"kan diluar sitosol akan lebih
bermuatan positifY dan kedua, akan menyebabkan p! sitosol menin"kat, sedan"kan
diluar p!sitosol akan menurun +uatan lebih ne"atif akan meran"san" kation masuk
kedalam sitosol
#erubahan muatan dan p! sitosol diluar sitosol seba"ai akibat dari hidrolisis $=# !al
dikarenakan molekul air yan" di"unakan tersebut terbentuk dari 2! T dari luar
sitosol, sedan"kan ! / beasal dari dalam sitosol #erbedaan muatan akibat hidrolisis
$=# mema'u masuknya kation kedalam sitosol, tetapi tidak mema'u masuknya
anion
+asuknya anion kedalam sitosol dapat berlan"sun" melalui beberapa 'ara yaitu,
+erlangsung secara difusi, telah di&elaskan terdahulu, yaitu karena
konsentrasi didalam sitosol di&a"a tetap rendah
Dapat berlangsung secara symport atau co,transport yaitu dian"kut oleh
protein pemba,a bersamaan den"an masuknya ion !/ 5on hidro"en ini
dian"kut untuk men&a"a stabilitas sitosol
-ergerakan ion %. dari konsentrasi tinggi ( luar sitosol) ketempat dengan
konsentrasi rendah ( sitosol) , akan men"hasilkan ener"i dan ener"i ini akan
di"unakan untuk men"an"kut ion lain misalnya anion mela,an arus
perbedaan konsentrasi ( dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tin""i)
#en"an"kutan ion !
/
kedalam sitosol oleh protein pemba,a dapat &u"a se'ara
bersama den"an pen"an"kutan kation lainnya( misalnya 0a
/
) keluar sitosol #roses
ini disebut seba"ai antiport atau 'ountertransport
"1%171 <entuk 9nsur Hara )ang +iabsorsi 5anaman
!itrogen/ #osfor 0an +elerang
0itro"en umumnya diserap oleh tanaman dalam bentuk 0!1 atau 023, ter"antun"
dari keadaan tanah, &enis tanaman dan stadia tumbuh =etapi bentuk urea
( !20-20!2) dapat &u"a dimanfaatkan tanaman, karena urea se'ara 'epat dapat
diserap melalui epidermis daun )entuk 022 terdapat dalam &umlah yan" sedikit dan
aerasi baik, mudah dioksidasikan men&adi nitrat
=anaman biasanya men"absorbsi # dalam bentuk ion orthofosfst primer !2#21 dan
seba"ian ke'il bentuk sekunder !#21 $bsorbsi kedua ion tersebut oleh tanaman
san"at dipen"aruhi oleh p! tanah sekitar akar #ada p! rendah diabsobsi bentuk
!2#21 yan" lebih dominan %elain kedua bentuk tersebut mun"kin &u"a bentuk
pirofosfat dan metafosfat dapat diambil oleh tanaman
)eleran" diserap tanaman dalam bentuk sulfat ion ( %21) %eba"ian ke'il diambil
dalam bentuk %22 melalui daun %22 adalah san"at bera'un ba"i tanaman ,alaupun
dalam &umlah yan" san"at rendah )entuk %23 akan se"era dioksidasikan men&adi
bentuk sulfat
1nsur %ara 'ain
Unsur ., -a, +", 3n, ),dan -l diserap dalam bentuk kation, tetapi besi, man"an ,
temba"a berbeda, .eadaan redoks tanah mempen"aruhi bentuk unsur yan" diambil
Dika tanah beraerasi baik maka ion yan" ber>alensi tin""i akan dominan, tetapi dalam
keadaan yan" anerobik, ion ber>alensi rendah yan" akan dominanan
"1$1 =otosintesis .an 'ssimilasi />$
"1$1%1 Pan.angan 9mum
0utrisi telah didefinisikan seba"ai pasokan makanan yan" essensial untuk or"anisme
Untuk semua binatan" dan kebanyakan mikroor"nisme makanan ini, tidak hanya
men"andunh elemen kimia yan" esesensial tetapi &u"a sumber ener"i kimia untuk
memenuhi kebutuhan ener"i kimia tanaman Untuk tanaman hi&au situasinya sedikit
berbeda, karena sumber nutrientnya yan" berbeda -22, !22 dan ion*ion anor"anik,
yan" status ener"inya rendah dan oleh karena itu tidak dapat memenuhi kebutuhan
ener"i tanaman #roses assimilasi yan" dilakukan dari hara anor"anik, padaa
kenyataannya memerlukan ener"i #ada tanaman hi&au kebutuhan ener"i dapat
terpenuhi den"an adanya penyerapan 'ahaya .emampuan yan" unik dari sel
tanaman hi&au untuk men"absorbsi 'ahaya dan men"kon>ersikan men&adi ener"i
kimia adalah proses biolo"i yan" terpentin" %emua or"anisme den"an pen"e'ualian
beberapa or"anisme san"at ter"antun" kepada ener"i kon>ersi ini
.on>ersi dari ener"i 'ahaya ke ener"i kimia san"at berhubun"an erat den"an
kon>ersi -22 men&adi ikatan ma&emuk Untuk beberapa dekade kedua reaksi yaitu
kon>ersi ener"i dan fiksasi -22, dikenal den"an den"an satu reaksi sesuai den"an
persamaan:
G-22 / G!22 li"ht ener"i -G!122G / G 22
\:]
%ekaran" sudah dapat dibedakan den"an &elas antara kon>ersi ene"i dan assimilasi
-22
#ada terminolo"i modern, istilah fotosintesis telah di"unakan untuk suatu proses
dimana sistem pi"ment menyerap radiasieletroma"netik dan men"ubahnya men&adi
suatu bentuk ener"i kimia yan" dapat di"unakan untuk pertumbuhan di dalam suatu
lin"kun"an tumbuh
33 'similasi (itrogen .an <elerang
33 1 9mum
#erolehan -02 tidak hanya berasal dari asimilasi yan" dilakukan oleh
tumbuh*tumbuhan yan" mampu mensintesis -02 dalam bentuk or"anik dari bahan
anor"anik !al ini sama den"an asimilasi unsur 0 dan % yan" merupakan unsur
esensial ba"i semua or"anisme 0itro"en ada dalam bentuk asam*asam amino,
protein, koenAimY beleran" terdapat dalam beberapa protein asam amino dan
koenAim #roses*proses yan" dilakukan tersebut oleh tumbuhan yaitu perubahan dari
bahan anor"anik 0 (003*, 0!1
/,
02) dan bahan anor"anik % (%02
*2
) men&adi bentuk
or"anik yan" san"at pentin" dalam kehidupan #ada he,an, kebutuhan unsur*unsur
or"anik 0 dan % berasal dari bahan makanan berupa trumbuh*tumbuhan dan
mikroor"anisme
"1"1$1 Re.uksi (itrat
0itrat merupakan sumber terbesar 0 ba"i tumbuhan %ebelumnya 0 bisa berperan
dalam metabolisme, harus di reduksi pada 003 #roses ini disebut reduksi nitrat yan"
pada dasarnya ter&adi dalam dua tahapY reduksi dari 003
*
men&adi 002
*
, dan
dilan&utkan den"an reduksi 002* men&adi 023 #ada umumnya mekanisme dasar dari
asimilasi 003 pada &arin"an tumbuhan hi&au ter&adi pada sian" hari =erdapat dua
enAim yan" terlibat dalam proses tersebut adalah enAim nitrat dan nitrit reduktase
(!e,itt, 19IF , )ee>ers, 19IG)
+enurut )ee>ers (19IG), dalam beberapa kasus katalisis nitrat reduktase adalah
lan"kah pertama perubahan 023* men&adi 022*, yan" ter&adi disiplasma 7eduksi
kemudian dari 022* ke 0!3 ter&adi di kloroplas .edua enAym, nitrat reduktase dan
nitrit reduktase, fun"sinya dapat ter&adi den"an baik dan tidak ter&adi akumulasi
(nAim nitrat reduktase merupakan enAim yan" mudah larut, berat molekulnya
kira*kira F00000 * G00000 ()ee>ers, 19IG) (nAim ini diyakini men"andun"
kombinasi 2 sub unitY suatu komponen yan" mentransfer elektron dan^ 0$D! ke
fla>in yan" berada dalam protein dan sub unit yan" lain mentransfer elektron melalui
+o ke nitrat (nAim ini tidak memun"kinkan ter&adi pemisahan se'ara fisis dari
kedua komponen tersebut +eskipun ketika +o men"alami pen"uran"an atau tidak
aktif la"i namun enAim tersebut masih dapat: mentransfer elektron dari 0$D! untuk
men"uran"i sitokrom ', ,alaupun enAim tersebut t1dak mampu mereduksi nitrat !al
ini menun&ukkan tidak adanya peranan se'ara aktif 'larl fla>in $da suatu hal yan"
luar biasa dari enAim nitrat reduktase adalah pada kenyataanya adalah enAim ini
merupakan enAim yan" 5'husus dan hanya dapat di sintesis ketika nitrat sudah berada
dalam sitoplasma %ifat ini yan" di"unakan oleh )ar*$ki>a (19I0) seba"ai metode
dasar dalam menilai status nitrisi 0 pada tumbuhan
$ktifitas nitrat reduktase telah dideteksi terdapat didalam beberapa or"anisme
tanaman termasuk bakteria, al"a biru*hi&au, al"a hi&au, fun"i dan tanaman tin"kat
tin""i (Buerrero et al1981), ,alaupun be"itu berat molekul berbeda ter"antun"
kepada tipe tanaman 0itrat reduktase yan" terdapat di bayam mempunyai berat
molekul sekitar 200k dalton =erdapat ti"a "rup prostetikY C$D, 'ytho'rom b dan +o
yan" fun"sinya berturut*turut tertera pada "ambar 328 #en"uran"an po,er ter&adi
pada 0$D! yan" berasal dari glikolisis 0$D! dapat &u"a se'ara tidak lan"sun"
dapat disuplai dari kloroplas melalui oKsaloa'etat*malat ( "ambar 19) 2kssaloa'etat
diambil dari kloroplas dan men"alami pen"uran"an oleh proses fotosintesis pada
pensuplaian 0$D#! ke malat 5ni selan&utnya di ekspor ke dalam sitoplasma dan
disisni dioksidasi ke oKsaloa'etat melalui proses reduksi 0$D/ ke 0$D!
+ekanisme %huttle ini terutama ter&adi dan men&adi hal yan" pentin" pada tanaman
-*1, yan" merupakan rantai akti>itas fotosintesis den"an reduksi nitrat
#ada bakteri, beberapa al"a dan fun"i 0$D#! seperti &u"a 0$D! dapat berfun"si
seba"ai sumber untuk men"uran"i po,er dari enAim <alaupun be"itu &u"a
dilaporkan pada beberapa spe'ies dari tanaman tin"kat tin""i 0$D#! &u"a
ter"antun" pada nitrat reduktase
0itrat reduktase dari al"a biru*hi&au terikat san"at kuat pada klorofil yan"
men"andun" fraksi membran dan pen""unaan elektron se'ara lan"sun" di suplai
melalui ferredoksin pada reduksi nitrat 2leh karena itu disini terdapat hubun"an
yan" san"at erat antara fotosintesis dan reduksi nitrat pada or"anisme ini
(nAim nitrat reduktase se'ara terus menerus tersedia dari akti>itas 0$D! (Bambar
321) 5ni dihasilkan dalam sitoplasma dimana tempat reduksJ 003* oleh oksidasi dari
"liseraldehid*3* phospat men&adi asam 3 * phospo"liseral dalam proses "likolisis atau
oleh oksidasi malat men&adi oksaloasetat %ubstrat untuk proses "likolisis adalah "ula
pospat yan" disintesis se,aktu teradi fotosintesis dan ditranslokasikan ke dalam
sitoplasma yan" kekuran"an "ula pospat D5 sini ada suatu keterkaitan yan" erat
antara reduksi 003* den"an asimilasi -02 (akti>itas fotosintesis) dalam sel tumbuhan
hi&au
=ahap kedua dari proses*proses asimilasi nitrat adalah reduksi 002* men&adi 023
002* / G!/ / Ge* _ ion 0!3 / !20 / 2!*
!al ini ter&adi di dalam kloroplas dan dikatalisis oleh adanya enAim nitrat reduktase,
reaksi ini berlan"sun" pada ba"ian luar membran tilakoid #ada tahap ini hasil
reduksi san"at sempurna, dan dalam sel tumbuhan hi&au yan" dilen"kapi den"an
molekul berat, Ce yan" rendah yan" berisi 'ampuran bahan ferredoksin Cerredoksin
menerima elektron se'ara lan"sun" dalam ran"kaian transpor elektron dalam proses
fotosintesis (nAim nitrat reduktase pada saat im diyakini berupa, suatu protein
tun""al dalam kelompok Ce porpirin prostetik oleh fun"si*fun"si enAim dalam
transfer G elektron sekali"us se'ara lan"sun" (+urphy et al 19I1) !al ini
bertentan"an den"an laporan penemuan terdahulu dimana hiponitrit dan
hidroksilamin dibuktikan seba"ai intermediet dalam perubahan 002 men&adi 0!3*
7eduksi nitrat dapat ter&adi dalam akar tumbuhan 0$D! tersedia dalam tahapan
reduksi pada 002* akibat adanya respirasi oleh akar 7eduksi 002T ter&adi dalam
proplastid (Dallin" et al, 19I2), ,alaupun mekanisme reduksi belum &elas Dimana
ferredoksin belum dildentifikasidalam akar dan pemberi elektron untuk enAim nitrat
reduktase belum diketahui Dalam reduksi ini menun&ukkan adanya keterlibatan
0$D! dan &u"a ran"kalan $=# (!e,itt, 19IF) 5ni merupakan hasil pen"amatan
obser>asi yan" menun&ukkan bah,a proplastid san"at berpotensial seba"ai sumber
yan" baik untuk 0$D#! , dapat men"indikasikan adanya enAim pada pentosa pospat
()ee>ers, 19IG) %elan&utnya ditambahkan pula bah,a 0$D#! mun"kin di produksl
di dalam akar oleh transhidro"enase ( 0$D! ] 0$D#! ), yan" dihubun"kan
den"an fiksasi -02 pada ,aktu "elap dan dekarboksilase (=in" dan Du""er, 19GF)
!asil kombinasi antara nitrat dan nitrit reduktase dapat ditulis seba"ai berikut:
003
*
/ 8!
/
/ 8e
*
_ 0!3
*
/ 2!20 / 2!*
%etiap reduksi 023* dapat men"uran"i 8 !* dan 8 e* untuk men"hasilkan 1 0!3 dan
1 2!* %eperti yan" telah di&elaskan diatas ini dapat meran"san" akumulasi anion
or"anik
-ahaya san"at berperan dalam asimilasi 023*, se,aktu tumbuhan hi&au mentransfer
elektron dari ,aktu teran" ke "elap, aktifitas enAim nitrat reduktase ditekan, bahkan
se,aktu nitrat dalam &umlah yan" sama &u"a ada ()ee>ers dan !u"eman, 19I2 Y
!u"eman dan Cleser, 19G0) Den"an adanya akumulasi 023* di &arin"an tanaman
tidak men"indikasikan adanya kekuran"an atau tidak hadirnya enAym protein tetapi
mun"kin ber"antun" kepada la'k dari pen"uran"an po,er
#ada tanaman barley mutan, yan" mempunyai aktifitas nitrat reduktase yan" san"at
rendah &u"a dapat men"uran"i 023* dalam &umlah yan" 'ukup a"ar dapat tumbuh
normal <arner dan .leihofs, 1981)
%elan&utnya $slam dan !uffaker 1981), menemukan tanaman barley yan" mendapat
'ahaya yan" penuh dan permanen dapat men"uran"i hampir seluruh 'ahaya yan"
diterimanya
<alaupun dalam &umlah intensitas 'ahaya yan" rendah, hanya 2FH, 023* yan"
diabsorbsi &u"a dapat berkuran" -ontoh ini men"indikasikan bah,a reduksi 023*
lebih sensitif kepada intensitas 'ahaya yan" rendah daripada pen"ambilan nitrat
#enambahan "ula dan malat mempromote reduksi 023* %umber ener"i untuk
reduksi 023* adalah dari 0$D! 5ni &u"a dihasilkan dari reduksi "ly'eraldeyde
phospat atau dari malat
Bly'eraldehida phospat / 0$D/ ] #hospho"ly'erate / 0$D! / !/
+alat / 0$D ] 2Kaloa'etat / 0$D! / !
#ada tanaman -1, malat adalah sumber utama untuk pen"uran"an po,er, sedan"kan
pada tanaman -3 adalah pospat "ly'erat #ada tanaman -3, pada kondisi ada 'ahaya
kloroplas men"hasilkan dihydroKya'eton pospat dan pada keadaan "elap
men"hasilkan pospo"liserat ( Ci" 330) .e'epatan reduksi 023* &adi rendah dan
023* dapat terakumulasi 5ni didemonstrasikan pada =abel 38 yan" menun&ukkan
pen"aruh dari ,aktu 4 hari pada kandun"an 023*dari bayam
=abel 38 #en"aruh ,aktu penyinaran terhadap kandun"an 023* dari bayam
?aktu0 Hari <atang +aun! Mg (>"@( g
=M
Petiole
830 3I2 228 830
1330 20I 101 F1G
1I30 189 91 F01
$similasi nitrat oleh tanaman dipen"aruhi oleh nutrisi, mineral dan se'ara fakta
dipen"aruhi oleh +o $pabila kekuran"an +o, akumulasi nitrat yan" ter&adi dan
kandun"an amino yan" dapat larut tertekan ( #ossin"ham, 19FG), karena la'k dari
0h3 yan" tersedia untuk asam amino +an"an dapat mempen"aruhi se'ara tidak
lan"sun" assimilasi nitrat 5ni san"at essensial pada fotosistem 55 dan karena itu &u"a
pada aliran eletron dari air >ia ferredoksin ke 022* reduktase
0(7 ( nitrat reduktase), terdapat terutama terdapat didalam sitoplasma dari sel
merismatik Daun muda dan u&un" akar oleh karenanya kaya akan enAim selan&utnya
dilaporkan bah,a aktifitas nitrat reduktase ter&adi be"itu sempurna pada daun bit
yan" muda dimana kira*kira 10 kall lebih tin""i daripada daun*daun tua +enurut
!e,itt (19I0), dan beberapa peneliti melaporkan enAim 0(7 'enderun" untuk
menin"kat dan men'apai maksimum pada daun yan" muda sampai sedan" Di akar,
aktifitas maksimum ter&adi pada &arin"an muda dan menurun den"an ta&am pada
ba"ian yan" tua (!e,itt, 19I0) %iklus perputaran enAim san"at 'epat (2aks et al/
19I2)
+enurut %'hrader et al (19G8), seba"ian siklus hidup enAim lebih dari 1 &am =empat
ter&adinya reduksi 003* berbeda antara spesies tanaman #ada tomat antara 80 * 90
H dari 0 yan" terdapat dalam 'airan Kilem berbentuk 003 : 0 (8orens, 19IG), oleh
karena itu reduksi 023, pertama harus ter&adi pada ba"ian hi&au tanaman !al yan"
sama dilaporkan oleh <alla'e dan #ate (19GI), pada 2anthium pensylvaticum, pada
spesies ini aktifitas enAim nitrat reduktasenya tidak terdapat pada akar +eskipun
banyak spesies tanaman mampu men"uran"i 003*pada akar tanaman dan ba"ian atas
tanaman +enurut #ate (19I1), reduksi 02 *$ dalam suatu spesies tanaman pan"an,
seberapa besar pen"uran"an 003* sesuai urutan berikut
Bandum ; &a"un" ; bun"a matahari ; &elai ; lobak
#ada daun dan rantin" tanaman tidak terdapat nitrat dan menurut %anderson dan
-o'kin", (19G1) reduksi nitrat ter&adi den"an san"at banyak di akar tanaman 0amun
beberapa peneliti &u"a dapat mendeteksi 0(7 pada pohon apel yan" diberi dosis
pupuk nitrat yan" tin""i )eberapa peneliti &u"a mendeteksi adanya akumulasi nitrat
didalam buah yan" tanaman an""urnya diberi nitrat dalam &umlah yan" banyak
$ktifitas 0(7 san"at potensial untuk mempen"aruhi hasil tanaman (lri'h dan
!a"eman ( 19I3), melaporkan bah,a aktifitas 0(7di daun bendera dari "andum
san"at ter"antun" pada le>el pasokan nitrat #enin"katan aktifitas enAym
berhubun"an den"an kandun"an protein bi&i yan" tin""i Dilain pihak -roy dan
!a"eman ( 19I0), menemukan aktifitas 0(7 didaun dari 32 kulti>ar "andum tidak
mempunyai hubun"an antara aktifitas enAym dan kandun"an protein bi&i #eneliti ini
mendu"a disampin" aktifitas 0(7 di daun bendera, ke'epatan translokasi asam
amino ke bi&i adalah faktor utama yan" mempen"aruhi kandun"an protein di bi&i
333 #iksasi !itrogen
`````````` ambil bahan dari buku #rin'iples of plant nutrien, +en"el
and .irkby
331 Asimilasi amonia
)aik assimilasi dari nitrat dan fiksasi 02 menin"katkan ammonia Untuk assimilasi
ini terdapat 3 enAim yan" pentin"Y
a Blutamat dehydro"enase
a Blutamin synthetase
a Blutamat synthase
Blutamat dehydro"enase akan men"katalisis reaksi antara 0!3 dan aokso"lukterat
(nAim ini telah ditun&ukkan sebelumnya bah,a ada dibanyak tanaman tin"kat tin""i
dan men"andun" 3n (Lallee dan <a'ker, 19I0) Didu"a pada reaksi ini substrat
berkombinasi untuk men"hasilkan a* asam imino yan" kemudian berkuran" dan
men&adi "lutamat, yan" dalam reaksi ini membutuhkan 0$D(#)!
Blutamine synthetase di"unakan pada reaksi dimana "lutamate berfun"si seba"ai
penerima 0!3 untuk men"hasilkan "lutamine 7eaksi ini disebut proses ender"oni'
memerlukan $=# dan &u"a 2/+" $=# dilen"kapi den"an photosynthetis
phosphorylation Dalam kehadirannya akan men"uran"i sumber dari "lutamine
berpindah keten"ah kelompok a* oAo"lutarela (nAim yan" ter"olon" dalam reaksi ini
ialah "lutamate synthesa ("lutamineNamidel*2*oKo"lutarate aminotransferase)#ada
tanaman yan" tin""i akan men"hasilkan ferredoKin pen"uran" kekuatan (elektron)
6an" diperlukan pada reaksi ini
Dua reaksi dapat ditulisY
Blutamat / 0!2 / $=#_ 0 / $D# / #*1
Blutamat / a*oKo"ulate / 2e_ p, 2 Blutamat
0!3 / (K*oKo oKo"ulate / 2e _ Blutamate /
http:>>madeM.)ordpress.#om>