Anda di halaman 1dari 25

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat dan rahmat-Nyalah penulis dapat menyelesaikan paper Manajemen Pemasaran, dengan
judul Pengertian Manajemen Pemasaran Pariwisata Dan Prinsipnya. Dalam penulisan paper
ini penulis berharap semoga isi dalam paper ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, terutama
bagi para pembaca yang ingin mengetahui serta memahami lebih dalam mengenai dasar dari
Manajemen Pemasaran itu sendiri. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih
kepada segenap pihak yang turut membantu dalam menyelesaikan paper ini, baik secara
langsung maupun tidak langsung. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa apa yang dipaparkan
dalam paper ini masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu kritik dan saran yang membangun dari
pembaca sangat penulis harapkan guna penyempurnaan paper ini.










Denpasar, 20 September 2012

Penulis

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan pariwisata dari tahun ke tahun mulai meningkat, banyak negara
menyadari bahwa pariwisata ternyata sangat berpotensi bukan hanya sebagai pencitraan tetapi
yang terutama adalah mendatangkan income yang tinggi bagi suatu negara itu sendiri. Bahkan
pariwisata itu sendiri sangat membantu perekonomian negara karena dapat menyedot ataupun
memakai jasa banyak tenaga kerja. Semakin tingginya tingkat wisatawan yang datang ke suatu
destinasi ternyata sangat terkait dengan seberapa baik ataupun seberapa gencar destinasi tersebut
memasarkan destinasinya.
Pemasaran pariwisata jauh lebih kompleks sifatnya dibandingkan dengan memasarkan
produk perusahaan manufaktur,yang umumnya berbentuk atau berwujud. Manajemen Pemasaran
pariwisata itu sendiri, memiliki sifat ,karakter dan tantangan yang berbeda dari yang lain.
Setiap negara di dunia berkompetensi untuk merebut pangsa pasar wisatawab mancanegara,
termasuk negara kita. Dengan mengkibarkan semangat VISIT INDONESIA 2012 YEARS.
Hampir semua media komunikasi digunakan bangsa Indonesia untuk mempromosikan pariwisata
Indonesia. Masalah pemasaran pariwisata, bukan sebuah tantangan yang ringan, karena para
penikmat wisata akan dengan mudah untuk melupakan Indonesia, jika Indonesia tidak
memberikan high quality value bagi konsumennya. Kita sadar, sektor pariwisata memberikan
lapangan pekerjaan serta sumbangan devisa yang besar bagi Indonesia. Oleh karena itu, perlu
adanya ataupun membuat sebuah manajemen pemasaran pariwisata karena sangat
diperlukan,agar citra Indonesia tetap melekat di hati wisatawan.

1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dari manajemen pariwisata?
2. Bagaimana fungsi dan tujuan dari manajemen pemasaran?
3. Apa-apa saja prinsip dari pemasaran pariwisata?
4. Bagaimana konsep pemasaran pariwisata?
5. Bagaimana perkembangan dari pariwisata saat ini?
6. Bagaimana hubungan kegiatan pemasaran dengan kegiatan yang lainnya?

1.3 TUJUAN
Adapun tujuan dari penulisan paper ini adalah sebagai berikut :
1. Agar lebih bisa mempelajari terlebih dahulu dasar-dasar dari manajemen pemasaran itu
sendiri.
2. Salah satu syarat untuk kelulusan mata kuliah ataupun tugas dalam mengikuti mata kuliah
Manajemen Pemasaran

1.4 MANFAAT PENELITIAN
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
1. Manfaat Akademis
Melalui penelitian ini mahasiswa diharapkan mampu untuk menerapkan konsep-konsep
ataupun dasar-dasar yang didapat di bangku kuliah khususnya dalam paper ini, terlebih
lagi dalam mata kuliah Manajemen Pemasaran

2. Manfaat Praktis
Penulisan paper ini diharapkan dapat memberikan informasi terkait dengan Manajemen
Pemasaran sehingga sangat membantu mahasiswa untuk memperdalam lagi ataupun lebih
mengerti lagi dalam mempelajari Manajemen Pemasaran itu sendiri.

PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN MANAJEMEN PEMASARAN PARIWISATA
Pada dasarnya manajemen itu terdiri atas perancangan dan pelaksanaan rencana-rencana.
Dalam membuat suatu perencanaan, dibutuhkan kemampuan untuk membuat strategi dan
rencana. Untuk rencana jangka panjang maka dibutuhkan waktu yang lebih banyak. Sedangkan
untuk pelaksanaan rencana tersebut, dia harus mendelegasikan keputusan-keputusannya yang
rutin dilakukan setiap hari kepada para bawahan.
Secara umum manajemen mempunyai tiga tugas pokok, yaitu :
1. Mempersiapkan rencana/strategi umum bagi perusahaan
2. Melaksanakan rencana tersebut
3. Mengadakan evaluasi, menganalisa dan mengawasi rencana tersebut dalam pelaksanaannya.
(untuk mengukur hasil dan penyimpangannya serta untuk mengendalikan aktivitas).
Sehingga yang dimaksud dengan manajemen pemasaran, menurut Philip Kotler adalah :
Penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang ditujukan
untuk mengadakan pertukaran dengan pasar yang dituju untuk mencapai tujuan organisasi.
Untuk membuat suatu rencana, fungsi penganalisaan sangat penting agar rencana yang
dibuat dapat lebih matang dan tepat. Penerapan merupakan kegiatan untuk menjalankan rencana.
Fungsi pengawasan adalah untuk mengendalikan segala macam aktivitas agar tidak terjadi
penyimpangan.
Menurut J. Krippendorf, dalam bukunya Marketing Et Tourisme merumuskan pemasaran
pariwisata sebagai berikut Marketing in tourism to be understood as the systematic and
coordinated execution of business policy by tourist undertaking whether private or state owned at
local, regional, national and international level to achieve the optimal of satisfaction of the needs
of identifiable consumers group and in doing so to achieve an appropriate return. Pemasaran
Pariwisata adalah suatu sistem dan koordinasi yang harus dilakukan sebagai kebijaksanaan bagi
perusahaan-perusahaan kelompok industri pariwisata, baik milik swasta maupun pemerintah,
dalam ruang lingkup lokal, regional, nasional, atau internasional untuk mencapai kepuasan
wisatawan dengan memperoleh keuntungan yang wajar.
Menurut Prof. Dr. Salah Wahab, L.J Crampon, Ma, dan LM Rothfield, Ma dalam buku
Tourism Marketing merumuskan pengertian pemasaran pariwisata sebagai berikut: Pemasaran
Pariwista adalah suatu proses manajemen yang dilakukan oleh organisasi pariwisata nasional
atau perusahaan-perusahaan termasuk dalam kelompok industri pariwisata untuk melakukan
identifikasi terhadap wisatawan yang sudah punya keinginan untuk melakukan perjalanan wisata
dan wisatawan yang mempunyai potensi akan melakukan perjalanan wisata dengan jalan
melakukan komunikasi dengan mereka, mempengaruhi keinginan, kebutuhan, dan
memotivasinya, terhadap apa yang disukai dan tidak disukainya, pada tingkat daerah-daerah
lokal, regional, nasional mapun internasional dengan menyediakan obyek dan atraksi wisata agar
wisatawan memperoleh kepuasan optimal.
Menurut Yoety dalam bukunya Tourism Marketing : Pemasaran Pariwisata (Tourism
Marketing) adalah suatu sistim dan koordinasi yang dilaksanakan sebagai suatu kebijakan bagi
perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang kepariwisataan, baik milik swasta maupun
pemerintah, dalam ruang lingkup lokal, regional, nasional dan internasional untuk dapat
mencapai kepuasan.
2.2 FUNGSI DAN TUJUAN

Menurut Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata dalam websitenya menyebutkan tujuan
pemasaran pariwisata adalah sebagai berikut:
1. Melakukan promosi, pemasaran, atraksi wisata dan penyuluhan, pelayanan informasi
wisata
2. Penyusunan program kerja di bidang pemasaran;
3. Perumusan petunjuk teknis pelaksanaan pengembangan promosi, pemasaran, atraksi
wisata serta penyuluhan dan pelayanan informasi;
4. Pelaksanaan publikasi dan pelayanan informasi wisata;
5. Pembinaan dan pengembangan tenaga pemasaran dan pengembangan usaha pemasaran;
6. Pelaksanaan promosi tempat pariwisata, seni dan nilai budaya dalam rangka
pengembangan kepariwisataan;
7. Pelaksanaan koordinasi dengan instansi dan pihak terkait lainnya dalam rangka
pengembangan pemasaran dan promosi kepariwisataan;

Menurut Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata dalam websitenya menyebutkan tujuan
pemasaran pariwisata adalah sebagai berikut:

1. Menjadikan pemasaran kegiatan utama pembangunan kepariwisataan yang dilakuan
secara terpadu dan berkesinambungan.
2. Mendukung pengembangan pariwisata sebagai sector penghasil devisa negara ketiga
setelah sektor minyak dan gas, serta minyak kelapa sawit
3. Mewujudkan pergerakan penduduk dan perjalanan wisatawan yang lebih merata di
seluruh Indonesia

2.3 PRINSIP PEMASARAN PARIWISATA
Adapun prinsip-prinsip pemasaran adalah sebagai berikut:
1. Ulasan Mengenai Produk
Kemudian suatu produk jika ditinjau dari sudut pandang konsep yang dikemas, maka kiat
akan mengenal produk dengan kategori produk dengan kualitas tinggi, produk jenis ini juga
dapat dibilang dengan istilah produk yang memiliki klasifikasi fitur dengan disain unik, dan
biasanya ditujukan untuk kalangan atas, sehingga wajar jika produk dengan konsep seperti ini
dibandrol dengan harga diatas rata-rata dan biasanya manajemen pemasaran ditujukan untuk
kalangan menengah ke atas. Jika kita membandingkan produksi mobil dari Jepang dengan
produksi Eropa, maka akan terlihat jelas dari segi kualiats, sehingga hal ini menyebabkan adanya
margin dari segi harga. Ada juga produk yang ditinjau dari sudut pandang konsep dimana dapat
dikategorikan ke dalam kategori me too. Produk me too ini dapat didefinisikan sebagai produk
yang menggunakan disain dari produk yang terlebih dahulu ada dipasaran dengan merek yang
berbeda. Dengan kata lain produk me too dapat dikatakan sebagai produk jiplakan dari produk
pendahulunya dengan disain yang agak beda sedikit. Sebagai contoh, produk minuman mineral
Aquades merupakan produk me too dari produk Aqua. Suatu perusahaan jika memproduksi
produk me too, maka akan diperlukan usaha yang agak keras dalam pengelolaan manajemen
pemasaran. Manajemen pemasaran untuk produk me too harus dilakukan dengan cermat agar
produk me too dapat bersaing dengan produk dengan produk pendahulunya.

2. Kegiatan Promosi
Ketika suatu produk telah dilepas di pasaran maka tujuan utama pemasaran agar
terjadinya penjualan adalah dengan adanya konsumen. Untuk merangkul konsumen agar
mendukung terjadinya penjualan maka diperlukan juga manajemen pemasaran yang terorganisasi
dengan baik. Salah satu manajemen pemasaran yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan
kegiatan promosi. Promosi sendiri dapat didefinisikan sebagai daya upaya atau kegiatan yang
dilakukan oleh perusahaan untukmengenalkan produk kepada konsumen dengan tujuan utama
untuk membujuk konsumen agar mendukung terjadinya transaksi penjualan. Dalam melakukan
suatu promosi diperlukan strategi pemasaran yang optimal agar didapatkan hasil yang maksimal
pula. Dalam melakukan kegiatan promosi yang saat ini sedang ng-trend digunakan oleh
kebanyakan perusahaan adalah dengan malakukan kombinasi teknik promosi yang terdiri atas
penjualan yang dilakukan secara pribadi atau sering lebih dikenal dengan istilah personal
selling, promosi yang dilakukan dengan cara melalui iklan yang dapat dilakukan baik dengan
media elektronik da media cetak, promosi dengan jalan publikasi yang biasanya dilakukan pada
event-event tertentu yang biasanya bersifat dapat mengkumpulkan masa yang besar, dan terakhir
adalah promosi dengan cara door to door dimana hal ini lebih dikenal dengan istilah sales
promotion.

3. Perencanaan Distribusi yang Tepat
Faktor lainnya yang perlu dipertimbangkan dalam merancang manajemen pemasaran
adalah tak lain adalah dengan mempertimbangkan daerah atau place tempat produk yang akan
dipasarkan. Dengan menimbang dan menganalisis tempat pemasaran, maka akan sangat
membantu untuk menentukan strategi apa yang dipakai dalam proses pendistribusian. Dengan
menggunakan distribsi yang benar, maka akan sangat membantu dalam menghemat biaya
transportasi distribusi, sehingga akan sangat mempengaruhi keuntungan atau laba yang akan
diperoleh oleh perushaan. Pada dasarnya terdapat tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam
melakukan kegiatan distribusi agar dapat dilakukan dengan efisien. Ketiga faktor penting
tersebut adalah distribusi yang sifatnya intensif, kemudian distribusi yang menggunakan metode
eksklusif, serta terakhit type distribusi dengan menggunakan konsep selektif.
Distribusi dengan metode eksklusif, adalah distribusi yang sangat mementingkan gensi,
kualitas dan prestisius. Biasanya type distribusi ini digunakan untuk manajemen pemasaran bagi
perusahaan yang memang memiliki merek dagang yang cukup berkualitas tinggi. Sebagai contoh
adalah distribusi yang hanya dilakukan untuk memilih outlet pemasaran yang hanya berada
ditempat-tempat yang terpilih, tempat-tempat tersebut biasanya terletak di kawasan elite yang
ramai dikunjungi oleh konsumen. Tempat-tempat yang dimaksud dapat berupa gerai took yang
berada di mall, plaza, dan tempat elit lainnya. Pemilihan tempat-tempat terpilih ini guna
mempertimbangkan untuk menjaga agar produk yang dipasarkan terkesan berkualiat tinggi dan
memiliki prestisius yang tidak dimiliki oleh produk lainnya. Umumnya jika menggunakan
metode ini, penjualan yang dihasilkan tidak bisa dicapai dengan hasil yang besar jika dinilai dari
satu per satu tidak secara keseluruhan. Namun tetap menghasilkan keuntungan yang amat tinggi,
karena harga produk yang ditawarkan memiliki manajemen dengan harga yang relatif tinggi dan
stabil.
Kemudian type distribusi yang ke-dua adalah distribusi dengan menggunkan konsep
selektif. Konsep distribusi ini hamper mirip jika dibandingkan dengan konsep distribusi dengan
menggunakan konsep distribusi eksklusif. Namun cakupan dari distribusi selektif biasanya
memiliki menajemen pemasaran yang lebih luas jika dibandingkan dengan distribusi dengan type
eksklusif. Sebagai contoh untuk distribusi selektif adalah produk yang hanyak dipasarkan di
tempat yang sudah terpilih, seperti indomart, alfamart, carefour, maka produk ini biasanya tidak
dapat ditemukan di pasar tradisional. Konsep produksi ini biasanya banyak memilki
kelemahannya jika dibandingkan dengan type distribusi lainnya. Namun poin positif yang akan
didapatkan dengan mengadopsi distribusi selektif adalah terbantunya dalam mengontro harga,
sehingga suatu produk akan berharga sekian rupiah dimanapun daerah produk itu dipasarkan
selama pemasarannya berada pada outlet-outlet yang telah terpilih.
Terakhir adalah metode distribusi yang bersifat intensif, type distribusi ini biasanya akan
memiliki pasar yang paling luas jika dibandingkan dengan metode distibusi lainnya baik
distribusi dengan konsep eksklusif maupun distribusi dengan menggunakan metode selektif.
Karena manajemen pemasaran produk akan meliputi pasar yang tidak pandang bulu, baik itu
pasar tradisional, pasar menengah, pasar modern, atau bahkan pasar elelite yang hanya dapat
terjangkau oleh kalangan tertentu. Kelemahan dari distribusi ini adalah tidak dapat mengontrol
harga untuk dijadikan secara homogen. Misal untuk suatu produk yang sama namun karena
dipasarkan pada dua tempat yang memiliki kualitas margin yang besar, maka harganya-pun juga
akan berbeda.

4. Penetapan Harga atau Price
Penenetapan harga dari suatu produk merupakan hal yang sangat strategis untuk
diperhatikan oleh suatu perusahaan. Jika menyinggung dengan harga dari suatu produk, maka
biasanya akan sebanding dan sejalan dengan kualitas dari produk itu sendiri. Secara umum,
biasanya jika harga suatu barang tinggi, maka hal itu disebabkan karena kualitas yang dimiliki
dari suatu produk itu juga tinggi pula.Namun terkadang hal itu tidak berlaku jika konsumen jeli
dalam memilih barang. Karena terkadang harga dari suatu barang mahal disebabkan oleh merek
dari barang itu sendiri yang memang sudah diakui dipasaran. Tidak semua orang atau konsumen
memiliki argumen bahwa semakin bagus suatu produk maka akan memiliki harga yang tinggi.
Beberapa konsumen menyakini bahwa harga murah bukan berarti kualitas rendah. Hal ini
tentunya adalah sebuah peluang bagi suatu perusahaan yang baru dalam membidik segmen pasar
tertentu. Dengan memanfaatkan argument tersebut, maka dengan pengelolaan manajemen
pemasaran yang tepat sasaran, maka tidak menutup kemungkinan produk yang ditawarkan
mampu bersaing di pasar.
Harga yang tinggi identik dengan menghasilkan keuntungan yang tinggi. Pernyataan ini
memang layak untuk dibenarkan. Namun penetapan harga yang murah juga identik dengan
keuntungan yang besar juga suatu pernyataan yang dapat dibenarkan. Sebagai contoh produk
jasa dibidang telekomunikasi yang saat ini berlomba-lomba untuk menawarkan produk jasa yang
dimiliki dengan kecenderungan bersaing dengan harga yang rendah. Contoh real operator
CDMA menawarkann harga yang relatif murah dibandingkan dengan GSM. Dan GSM
menawarkan produk jasa dengan harga yang relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan
operator CDMA tapi dengan kualitas pelayanan jaringan yang lebih baik. Denga kata lain, dalam
memilih manajemen pemasaran harus disesuaikan dengan produk yang dimiliki. Kemudian
dengan mampu menganalisis dan melihat kelebihan dari suatu produk, maka akan sangat
membantu dalam menentukan manajemen pemasaran yang tepat terutama dari segi harga.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan yang dapat membantu untuk menentukan harga
dari suatu produk dengan tepat agar dapat bersaing dipasaran dan menghasilkan keuntungan
yang tinggi bagi perusahaan:
1. Sebaiknya menetapkan harga berdasarkan dari biaya produksi yang dikeluarkan oleh
perusahaan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis biaya produksi suatu
produk dapat meliputi; biaya pokok, biaya overhead dan biaya penunjang lainya. Dengan
menganalisis biaya produksi dalam menentukan harga suatu produk, maka akan membatu
perusahaan untuk terhindar dari jurang kerugian.
2. Menetapkan harga berdasarkan permintaan. Oleh karena itu sebelum menetapkan harga
dari suatu produk ada baiknya perusahaan terlebih dahulu untuk melakukan riset seberapa
besar tingkatan permintaan pasar terhadap produk yang akan dipasarkan. Manajemen
pemasaran dalam hal ini akan memilki peran penting dalam menganalisis kebijakan ini.
Semakin besar tinggi pertmintaan dari suatu produk, maka akan semakin tinggi
kecenderungan harga yang akan dimiliki dari produk itu sendiri.
3. Menetapkan harga dari suatu produk dengan melihat harga persaingan yang ada di
pasaran. Jika memungkinkan maka kenapa tidak membandrol harga dari suatu produk
dibawah harga persaingan yang ada di market. Hal ini akan sangat membantu penjualan
produk tersebut di pasar agar diburu oleh konsumen. Selain itu penetapan harga dari
suatu produk juga dapat dilakukan dengan memasang dengan harga cantik. Misal jika
keputusan perusahaan berniat menjual produk dengan harga dua ratus ribu rupiah, maka
tidak ada salahnya dalam pemasarannya produk tersebut dijual dengan harga Rp
195.000,00. Percaya atau tidak permainan angka ini sangat mempengaruhi penjualan
suatu produk untuk jangkan panjang dan dalam jumlah besar.
Sedangkan prinsip dari pemasaran pariwisata itu sendiri menurut Kotler adalah sebagai
berikut:
Menjelaskan perencanaan strategis perusahaan, berikut empat langkah-langkahnya
Membahas bagaimana merancang portofolio bisnis, dan strategi pertumbuhannya
Menjelaskan strategi perencanaan fungsional, serta menilai peran pemasaran dalam
perencanaan strategis
Menggambarkan proses pemasaran, serta kekuatan yang mempengaruhinya
Menguraikan fungsi manajemen pemasaran, termasuk unsur-unsur dari suatu
perencanaan pemasaran
2.4 KONSEP PEMASARAN PARIWISATA
Di dalam pemasaran pariwisata diperlukan adanya pemahaman yang mendalam terhadap
produk yang dimiliki dan dijual. Demikian pula persepsi dan preferensi wisatawan atau calon
wisatawan. Persepsi dan preferensi wisatawan ini akan menimbulkan perilaku yang mendorong
proses pembelian. Dikenal ada beberapa konsep pemasaran, yang dapat dipergunakan untuk
menjual produk pariwisata sebagai berikut:
a) Konsep produksi
Konsep ini menempatkan pertimbangan bahwa konsumen hanya mau membeli barang
yang bisa dibeli dengan harga murah dan mudah didapat. Untuk pariwisata yang memenuhi dua
criteria ini adalah produk pariwisata buatan atau kemasan baru dan untuk mass
production. Taman rekreasi , resort wisata buatan, souvenir buatan pabrik dan event olahraga
dan convention dapat menggunaan pendekatan produksi ini.
b) Konsep produk
Konsep produk ini menggunakan asumsi bahwa konsumen hanya akan membeli barang
yang memiliki keunikan , inovatif dan superioritas. Produk pariwisata yang dapat dijual dengan
pendekatan ini adalah pariwisata minat khusus yang bertemakan budaya (heritage dan living
culture), alam (ekowisata, wisata pendidikan dan penelitian) dan souvenir kerajinan tangan.
c) Konsep penjualan
Pemasaran yang yang bertjuan untuk menjual produk untuk mendapatkan laba dari
penjualan yang banyak volumenya an dengan promosi yang agresif. Produk pariwisata yang
dapat dijual dengan pendekatan ini adalah bentuk pariwisata profane misalnya taman rekereasi,
souvenir produksi masal buatan pabrik, event olah raga , exhibition dan convention.
d) Konsep pemasaran
Suatu konsep yang diterapkan dengan mempertimbangkan bahwa keuntungan akan
dicapai melalui upaya memberikan kepuasan pada konsumen yang terlebih dahulu melakukan
pengidentifikasian kebutuhan dan keinginan wisatawan. Seluruh produk wisata seharusnya
menggunakan pendekatan ini.
e) Konsep pelanggan
Konsep ini merupakan pengembangan dari konsep pemasaran, dimana kepuasan
konsumen harus diusahakan tercapainya kepuasan setiap pelanggan secara individual. Seluruh
produk wisata hendaknya menggunakan konsep ini dalam pemasaran pariwisata.
f) Konsep ekologikal dan humanistik
Konsep yang mempertimbangkan adanya profit dicapai melalui kepuasan konsumen
dengan cara pengidentifikasian kebutuhan wisatawan dengan pengintegrasian kegiatan
pemasaran dengan mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
Pemasaran yang demikian ini diperankan oleh pemerintah untuk produk produk pariwisata
kawasan yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah seperti halnya kawasan taman nasional dan
taman hutan raya.

2.5 PERKEMBANGAN PARIWISATA
2.5.1. Sejarah Pariwisata Dunia
Perkembangan pariwisata dunia secara umum dibagi menjadi 3 tahap yaitu ; Jaman pra
sejarah ( pre history), jaman sejarah dan jaman setelah sejarah ( post history ).
1. Sebelum jaman Modern (sebelum tahun 1920) :
Adanya perjalanan pertama kali dilakukan oleh bangsa bangsa primitif dari satu tempat
ke tempat lain dengan tujuan untuk kelangsungan hidup.
Tahun 400 sebelum masehi mulai dianggap modern karena sudah mulai ada muhibah
oleh bangsa Sumeria dimana saat itu juga mulai ditemukan huruf, roda, dan fungsi uang
dalam perdangangan.
Muhibah wisata pertama kali dilakukan oleh bangsa Phoenesia dan Polynesia untuk
tujuan perdanganan.
Kemudian Muhibah wisata untuk bersenang senang pertama kali dilakukan oleh
Bangsa Romawi pada abad I sampai abad V umumnya tujuan mereka bukan untuk
kegiatan rekreasi seperti pengertian wisata dewasa ini, tetapi kegiatan mereka lebih
ditujukan untuk menambah pengetahuan cara hidup, sistem politik, dan ekonomi.
Tahun 1760 1850 terjadinya revolusi industri mengakibatkan perubahan dalam
kehidupan masyarakat antara lain :
a. Dalam struktur masyarakat dan ekonomi Eropa terjadi pertambahan penduduk,
urbanisasi, timbulnya usaha usaha yang berkaitan dengan pariwisata di kota
kota industri, lapangan kerja meluas ke bidang industri, pergeseran penanaman
modal dari sektor pertanian ke usaha perantara seperti Bank, termasuk perdangan
Internasional, Hal hal inilah yang menciptakan pasar wisata.
b. Meningkatnya tehnologi transportasi/sarana angkutan.
c. Munculnya Agen Perjalanan. Biro Perjalanan pertama kali di
dunia adalah Thomas Cook & Son Ltd. Tahun 1840 (Inggris) & American
Express Company Tahun 1841(Amerika Serikat).
d. Bangkitnya Industri Perhotelan.
e. Munculnya literatur literatur mengenai usaha kepariwisataan, antara lain :
Guide du Hotels to france oleh Michelui ( 1900), Guide to Hotels oleh
Automobile Association (1901).
f. Berkembangnya daerah daerah wisata di negara Mesir, Italia, Yunani, dan
Amerika. Perjalanan tersebut diatur dan dikoordinasikan oleh Thomas Cook &
Son Ltd. Pada sekitar permulaan abad ke 19 yaitu tahun 1861.

2. Pariwisata Dalam Dunia Modern
Yang dimaksud dengan dunia modern adalah sesudah tahun 1919. Hal ini ditandai
dengan pemakaian angkutan mobil untuk kepentingan perjalanan pribadi sesudah perang dunia I
(1914 1918). Perang Dunia ini memberi pengalaman kepada orang untuk mengenal negara lain
sehingga membangkitkan minat berwisata ke negara negara lain. Sehingga dengan adanya
kesempatan berwisata ke negara lain maka berkembang pula arti pariwisata Internasional sebagai
salah satu alat untuk mencapai perdamaian dunia , dan berkembangnya penggunaan sarana
angkutan dari penggunaan mobil pribadi ke penggunaan pesawat terbang berkecepatan suara.
Pada tahun 1914 Perusahaan Kereta Api di Inggris mengalami keruntuhan dalam
keuangan sehingga diambillah kebijaksanaan:
kereta api yang bermesin uap diganti menjadi mesin diesel dan mesin bertenaga listrik
pengurangan jalur kererta api yang kurang menguntungkan
Pada masa ini pula timbul sarana angkutan bertehnologi tinggi seperti mobil, pesawat sebagai
sarana transportasi wisata yang lebih nyaman dan dan lebih cepat.

3. Perkembangan Sarana Angkutan di Abad XX
Pada abad ini perkembangan pariwisata banyak dipengaruhi oleh perkembangan saran
angkutan :
a. Motorisasi yaitu sarana angkutan yang berkekuatan motor tenaga listrik sebagai
pengganti mesin bertenaga uap. Akibat dari motorisasi ini adalah : galaknya wisata
domestik, tumbuhnya penginapan penginapan di sepanjang jalan raya, munculnya
pengusaha pengusaha bus wisata ( coach) tahun 1920, dan munculnya undang undang
lalu lintas di Inggris tahu 1924 1930.
b. Pesawat udara
Sebelum perang dunia II pesawat udara dipakai hanya untuk kepentingan komersial
seperti pengangkutan surat surat pos, paket- paket, dan lain lain tetapi sejak tahun
1963 mulai diperkenalkan paket perjalanan wisata dengan menggunkan pesawat terbang
seperti pesawat supersonik dan concorde dimana poerjalanan dapat ditempuh
dengannyaman dan waktu yang relatif singkat.


c. Timbulnya Agen perjalanan, Agen perjalanan umum, dan Industri Akomodasi.
Hal ini banyak disebabkan karena meningkatnya pendapatan per kapita
penduduk terutama di negara negara maju seperti : Eropa, Amerika, Jepang, dan negara
lainnya, naiknya tingkat pendidikan masyarakat yang mempengaruhi rasa ingin tahu
terhadap negara negara luar.

2.5.2. Pariwisata Di Indonesia
Sejarah Pariwisata Di Indonesia dibagai menjadi 3 bagian yaitu :

1. Masa Penjajahan Belanda
Kegiatan kepariwisataan masa itu dimulai sejak tahun 1910 1920, sesudah keluarnya
keputusan Gubernur Jendral atas pembentukan Vereeneging Toesristen Verker (VTV) yang
merupakan suatu badan atau official tourist bureau pada masa itu. Kedudukan VTV selain
sebagai tourist goverm,ent office juga bertindak sebagai tour operator atau travel agent.
Meningkatnya perdanganan antara Benua eropa dan negara negara di Asia dan
Indonesia pada khususnya, mengakibatkan ramainya lalulintas orang orang yang bepergian ke
daerah ini dengan motif yang berbeda beda sesuai dengan keperluan masing masing. Untuk
dapat memberikan pelayanan kepada mereka yang melakukan perjalananmaka berdirilah suatu
Travel Agent di Batavia pada tahun 1926 yaitu Linssonne Lindeman (LISLIND) yang berpusat
di Negeri Belanda dan sekarang dikenal dengan nama NITOUR (Netherlanshe Indische
Touristen Bureau). Pada masa penjajahan Berlanda dapat dikatakan bahwa kegiatan
kepariwisataan hanya terbatas pada kalangan orang orang kulit putih saja, sehingga perusahaan
perusahaan yang bergerak dalam bidang kepariwisataan adalah juga monopoli Nitour, KLM,
dan KPM masa itu.
a. Keadaan Akomodasi
Walaupun kunjungan wisatawan pada masa itu masih sangat terbatas, anamun di
beberapa kota dan tempat di Indonesia telah didirikan hotel untuk menjamin akomodasi bagi
mereka yang berkunjung ke daerah Hindia Belanda.Pertumbuhan usaha akomodasi baru dikenal
pada abad ke 19, itupun terbatas pada kota kota besardekat pelabuhan. Fungsi hotel yang utama
hanya melayani tamu tamu atau penumpang yang kapal yang baru datang dari Belanda ataupun
negara eropa lainnya yang kemudian dibawa dengan menggunkan kereta kereta yang ditarik
dengan beberapa kuda karena belum ada kendaraan bermotor atau mobil.
Menginjak abad ke 20 barulah hotel hotel mulai berkembang ke kota daerah pedalaman
seperti losmen atau penginapan . Semenjek itulah fungsi hotel mulai dirasakan oleh masyarakat
banyak dan orang orang menempatkan dirinya sesuai dengan kemampuan dan
derajatnyamasing masing. Kemudian dari hal itu kita mengenal istilah penginapan besar (hotel)
dan penginapan kecil (losmen).

Berikut ini dapat dilihat jumlah hotel dan kamar yang tersedia di beberapa kota penting di
Indonesia tahun 1933 :
Tabel 1.1.
Jumlah Hotel dan Kamar Pada Beberpa Kota penting di Indonesia
KOTA HOTEL KAMAR JENISKAMAR
Medan 10 353 Double/Single
Jakarta 37 1.601 Double/Single
Bandung 26 999 Double/Single
Surabaya 39 1.123 Double/Single
Denpasar 2 63 Double/Single
Jumlah 114 4.139 Double/Single
Sumber : Himpunan Perintis Kepariwisataan Indonesia

b. Keadaan Transport
Satu satunya airlines yang menghubungkan Indonesia dengan Belanda waktu itu adalah
KLM yang mempunyai kedudukan monopoli untuk operasi membawa penumpang antara kedua
daerah ini. Seperti halnya dengan KLM, dalam tahun 1927 angkutan laut juga dimonopoli oleh
KPM. Sedangkan angkutan penumpang dengan menggunkan kereta api baru efektif di Pulau
Jawa pada tanggal 1 Oktober 1927. Pada waktu itu para penumpang yang hendak bepergian ke
Pulau Jawa harus melakukan reservasi tempat duduk tiga jam sebelum kereta api berangkat.
Pada tahun 1927 kegiatan tour sudah mulai dikembangkan terutama di Pulau Jawa dan Sumatra
yang diorganisir oleh LISLIND (Lissonne Lindeman) seperti misalnya :
Fourteen days in Java motor ar and train combination tour operated by LSLIND
Fourteen days in Sumatra.

c. Kebudayaan
Dalam tahun 1927 ternyata sudah datang ke daerah ini orang orang penting yang
kenamaan untuk mempelajari kebudayaan Indonesia, terutama tentang kesenian Jawa dan Bali,
antara lain :
Mr. Leopold Chaikoswky, Conductor of syimphony orchestra Philadelpia is expected to
arrive at Java shortly for the purpose of making a study of Javanesse music.
Dr. Rabindranath Tagore is expected to visit Java early in August, wit the object of
studying the influence of Hinduism on javanese religious concepts.

d. Promosi
Tahun 1913
Dalam tahun ini Vereneging Teoristen Verker (VTV) menerbitkan sebuah Guide Book
yang bagus sekali mengenai daerah daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,
Bali,Lombok, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, banten, dan Tanah Toraja di
Sulawesi.
Tahun 1923
Pada tahun ini beredar surat kabar mingguan yang merupakan Java Touriost Guide
yangisinya antara lain mengenai Express Train Service, News from abroad in Brief, who-where-
when to hotels, postal news, dan sebagainya.
Tahun 1926
Pada tahun ini sudah banyak promotion materials yang telah dipersiapkan oleh badan
badan atau perusahaan yang bergerak dalam bidang kepariwisataan. Di luar negeri, yakni di
Belanda pernah diterbitkan sebuah majalah Tourism yang banyak mempromosikan Indonesia
antara lain :
o come to Java, yang merupaan complete guide to Java
o Bandung, the mountain city to Netherland India
o Bandoeng
o Batavia, queen city of east
o The wayang wong or wayang orang
o Dan sebagainya

Dalam tahun 1926, berdasarkan catatan yang ada, diketahui bahwa jumlah wisatawan
yang mendatangi kantor VTV Batavia untuk meminta informasi mengenai tour adalah sebagi
berikut :
Tabel 1.2
Statistik kunjungan wisatan tahun 1926
NO BULAN JUMLAH WISATAWAN
(orang)
1 Juni 391
2 Juli 466
3 Agustus 1.259
4 September 2.070
5 Oktober 1.820
6 November 1.271
7 Desember 870
Sumber : Himpunan Perintis Kepariwisataan Indonesia

2. Masa Pendudukan Jepang
Berkobarnya perang dunia II yang disusul dengan pendudukan tentara Jepang di
Indonesia, menyebabkan kedaan kepariwisataan menjadi terlantar. Dapat dikatakan bahwa orang
orang tidak ada gairah atau kesempatan untuk mengadakan perjalanan. Objek obje wisata
tinggal terbengkalai, jalan jalan rusak karena ada penghancuran jembatan jembatan untuk
menghalangi musuh masuk. Perhotelan sangat menyedihkan karena banyak hotel yang
diambiloleh pemerintah Jepang untuk dijadikan rumah sakit, dan asrama sebgai empat tinggal
perwira perwira Jepang. Setelah jatuhnya bom di Hiroshima dan Nagasaki, inflasi terjadi di
mana mana yang mengakiatkan keadaan ekonomi rakyat tambah parah.

3. Setelah Indonesia Merdeka
Pada tahun 1946, sebagai akibat perjuangan bangsa Indonesia untuk membebaskan Tanah
Air Indonesia dari cengkraman penjajahan Belanda, maka pemerintah menghidupkan kembali
industri industri yan mendukung perekonomian. Demikian juga di bidang pariwisata,
perhotelan mendapat perhatian dari pemerintah, sehingga dikeluarkanlah Surat Keputusan Wakil
Presiden RI waktu itu (DR. Moch. Hatta) tentang pendirian suatu badan yang bertugas unytuk
melanjutkan perusahaan hotel bekas milik Belanda. Badan ii bernama HONET (hotel national &
Tourism). Semua hotel yang berada di bawah manajemen HONET diganti namanya menjadi
Hotel MERDEKA.
Dengan adanya perjanjian KMB (konfrensi Meja Bundar) dalam tahun 1949 maka
menurut perjanjian itu semua harta kekayaan harus diembalikan kepada pemiliknya. Karena itu
HONET dibubarkan dan dibentuklah satu satunya badan hukum milik Indonesia sendiri yang
bergerak dalam bidang pariwisata yaitu NV HONET. Pad tahun 1953 dibentuklan oranisasi yang
bernama Serikat Gabungan Hotel dan Tourisme Indonesia (SERGAHTI) yang beranggotakan
hampir seluruh hotel di Indonesia namun keberadan badan ini tidak berlangsung lama karena
tidak terlihat kemungkinan penerobosan dari peraturan pengendalian harga. Pada thun 1955 oleh
Bank Industri Negara didirikan suatu Perseroan Terbatas dengan nama PT. NATOUR Ltd.(
National Hotel & Tourism Corp.). Natour ini memiliki anggota antara lain : Hotel Transaera
(Jakarta), Hotel Bali dan Sindhu Beach, Kuta Beach, dan Jayapura Hotel.`

4. Babak Baru Dalam Kepariwisataan Nasional
Banyak usaha kegiatan kepariwisataan yang telah dirintis pleh Lembaga Pariwisata
Nasional, walaupun lembaga ini sendiri banyak mengalami kesukaran sebgai akibat penyesuaian
dengan struktur organisasi kepariwisataan yang coba coba dalam penerapannya. Di sini kita
dapat melihat kegairahan untuk berusaha dalam industri pariwisata yang ditandai dengan
dibangunnya hotel hotel baru atau memperbaiki yang telah bobrok di masa lalu. Lines
penerbangan domestik mulai beroperasi mulai meningkatkan mutu pelayanan , pengusaha Travel
Agent mulai membuka operasi tournya di dalam maupun di luar negeri, yang diikuti dengan
bertambah banyaknya wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia.
Kunjungan Wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia dari tahun ke tahun
cenderung, terus meningkat. Kalau kita perhatikan sejak pelita I tahun 1969 jumlah wisatawan
relatif masih rendah yaitu 86.100 saja. Di akhir tahun 1973, jumlah wisatawan meningkat
menjadi 270.300 orang. Jadi dalam pelita I sudah terjadi peningkatan sebesar 214 %. Pada akhir
pelita II tahun 1978 jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 468.600 orang, dan
akhir pelita III tahun 1983 meningkat lagi menjadi 638.000 orang. Hal yang sama terjadi pada
pelita IV tahun 1989 wisman yang berkunjung tercatat 11.626.000 orang. Peningkatan yang
sangat mencolok terjadi antara tahun 1984 1988 dengan pertumbuhan rata rata 15 % tiap
tahunnya, kemudian pertumbuhan yang lebih besar terjadi pada periode 1989 1991 dengan
kedatangan wisman rata rata sebesar 36,2 % tiap tahunnya. Kunjungan wisatawan ke Indonesia
tahun 1992 ternyata melebihi target 3 juta orang dengan demikian kunjungan wisman ke
Indonesia meningkat 16,7 %.

2.5.3. Sejarah Pariwisata Bali
Kalau pada zaman Romawi orang melakukan perjalanan wisata karena kebutuhan praktis,
dambaan ingi tahu dan dorongan keagamaan maka pada zaman Hindu di Nusantara/Indonesia
khususnya di Bali telah terjadi pula perjalanan wisata karena dorongan keagamaan. Perjalanan
Rsi Markandya sekitar abad ke 8 dari Jawa ke Bali telah melakukan perjalanan dengan
membawa misi misi keagamaan, demikian pula Mpu Kuturan yang mnegmbangkan konsep Tri
Sakti di Bali datang sekitar abad ke 11 kemudian Dang Hyang Nirartha ( Pedanda Sakti wawu
Rauh) pada abad ke 16 datang ke Bali sebagai misi keagamaan dengan titik berat pada konsep
upacara.
Perjalanan wisata Internasional di Bali telah dimulai permulaan abad ke-20 dimana
sebelumnya Bali diketem7kan oleh orang Belanda tahun 1579 yaitu oleh ekspedisi Cornelius De
Houtman dalam perjalananya mengelilingi dunia untuk mencari rempah rempah lalu sampai di
Indonesia. Dari pulau Jawa misi tersebut berlayar menuju ke timur dan dari kejauhan terlihatlah
sebuah pulau yang merimbun. Setelah mereka mendarat, ternyata mereka tidak menemukan
rempah rempah tetapi suatu kehidupan dengan kebudayaan yang menurut pandangan mereka
sangat unik, tidak pernah dijumpai di daerah lain selama mereka mengelilingi dunia , alamnya
sangat indah dan mempunyai daya tarik tersendiri. Pulau ini dinamakan Bali oleh penduduknya.
Inilah yang mereka laporkan kepada raja Belanda pada waktu itu.
Kemudian pada tahun 1920 mulailah wisatawan dari eropa datang ke Bali. Al ini terjadi berkat
kapal kapal dagang Belanda yaitu KPM (Koninklijke Paketacart Maatsckapy) yang dalam
usahanya mencari rempah rempah ke Indonesia, lalu mereka memperkenalkan Bali di eropa
sebagai The Island Of God. Dari para wisatawan yang mengunjunfi Bali terdapat pula
beberapa seniman baik seniman sastra, seniman lukis, maupun seniman tari antara lain :
1. Seniman Sastra :
a. Dr. Gregor Krause adalah orang jerman yang dikirim ke Indonesia bertugas ke Bali tahun
1912 yang ditugaskan untuk membuat tulisan tulisan dan foto foto mengenai tata
kehidupan masyarakat Bali. Bukunya telah menyebar ke seluruh dunia pada tahun 1920,
dan pada waktu itu Dr. Gregor Krause tinggal di Bangli.
b. Miguel Covarrubias dengan bukunya The Island Of Bali ( 1930)
c. Roelof Goris dengan bukunya Prasasti Bali.
d. Lovis Conperus (1863 1923) dengan bukunya easwords ( melawat ke timur) memuji
tentang Bali terutama Kintamani.
e. Magaret Meat
f. Collin Mc. Phee
g. Jone Bello

2. Seniman Lukis :
a. R. Bonet mendirikan useum Ratna Warta
b. Walter Spice (1925) bersama Tjokorda mendirikan yayasan Pita Maha. Disamping
dikenal sebagai pelukis ia juga mengarang buku dengan judul Dance and Drama in Bali.
c. Arie Smith yang membentuk aliran Young Artist
d. Le Mayeur dari Belgia (1930) mengambil istri orang Bali dan mendirikan Museum Le
Mayeur
e. Mario Blanco (Spanyol) mengambil istri orang Bali dan menetap di Ubud.
Banyak lagi seniman seniman baik asing maupun nusantara yang yang mengambil
objek baik lukisan maupun tulisan mengenai Bali. Penyebaran informasi mengenai Bali baik
melalui tulisan maupun serita dari mulut ke mulut menyebabkan Bali dikenal di mancanegara.
Untuk mengantisipasi kedatangan wisatawan yang datang ke Bali, pada tahun didirikanlah hotel
pertama di Bali yaitu Hotel Bali yang terletak di jantung kota Denpasar. Nama Bali semakin
terkenal setelah pada tahun 1932 rombongan Legong Peliatan melanglang buana ke eropa dan
Amerika atas prakarsa orang orang asing , dan pada tahun tahun berikutnya makain banyak
seniman seniman tari Bali yang diajak melanglang buana ke mancanegara sehingga hal ini
membuat kesenian Bali semakin dikenal di luar negeri. Berbagai julukan diberikan kepada Bali
antara lain :
The Island of Gods
The Island of paradise
The Island of Thousand Temples
The Morning of The world oleh Pandit Jawahral Nehru
The Last Paradise on Earth
dan lain sebagainya.
Kesemarakan pariwisata Bali pernah terhenti karena meletusnya Perang Dunia I tahun
1939 1941 dan Perang Dunia II tahun 1942 1945 dan dilanjutkan dengan Perang
Kemerdekaan RI tahun 1945 1949. Baru pada tahun 1956 kepariwisataan Bali dirintis
kembali, pada tahun 1963 didirkan Hotel Bali Beach dan diresmikan pada Bulan November
1966. Hotel ini dibangun sebelum ada ketentuan bahwa bangunan di Bali tingginya maksimal 15
meter atau setinggi pohon kelapa. Hotel Bali Beach dibangun atas biaya dari rampasan perang
Jepang. Hotel ini pernah terbakar tanggal 20 Januari 1993, tetapi terjadi suatru keanehan yaitu
kamar nomor 327 satu satunya kamar yang tidak terbakar sama sekali. Hotel Bali Beach
diresmikan pada Bulan November 1966, maka Bulan Agustus 1969 diresmikan Pelabuhan
Udara Ngurah Rai sebagai pelabuhan Internasional. Kepariwisataan di Bali dilaksanakan secara
lebih intensif, teratur, dan terencana yaitu ketika mulai dicanangkan Pelita I pada tanggal 1 April
1969.

2.5.4. Tren Pariwisata Dunia 2012
1. Berkembangnya wisata pesiar
Pada pertengahan 2011, perekonomian dunia mengalami krisis finansial yang cukup berat
terutama krisis yang melanda wilayah daratan Eropa. Hal ini berpengaruh pada harga tiket kapal
pesiar mewah yang menukik tajam, dan sepertinya akan berlangsung setidaknya dalam bulan-
bulan pertama 2012. Namun hal ini akan berdampak cukup signifikan dengan keadaan ini karena
dengan tiket kapal pesiar yang jauh lebih murah dari biasanya akan meningkatkan kunjungan
wisatawan untuk berwisata dengan kapal pesiar dan wisata pesiar diprediksi akan berkembang
pada tahun ini. Selain itu berkembang pulalah rute-rute wisata yang dilalui kapal pesiar ini.

Pada tahun 2012 ini, kapal pesiar akan mengambil rute dan jalur yang tidak biasa, bahkan
wilayah pulau-pulau terpencil di Indonesia masuk dalam bagian rute pesiar impian tersebut.
Walaupun harga tiket kapal pesiar menjadi jauh lebih murah, Anda harus tetap berhati-hati pada
biaya tambahan seperti layanan spa di kapal, wisata pantai tambahan, biaya resort atau hotel.
2. Tarif baru penerbangan
Di setiap negara pasti memiliki tarif penerbangan yang berbeda-beda hal ini dikarenakan
kebijakan di setiap maskapai penerbangan dengan melihat kondisi perekonomian di setiap negara
atau terjadinya pengurangan maskapai penerbangan. Seperti yang terjadi di Amerika Serikat,
pada tahun ini diprediksi akan terjadi pengurangan jumlah maskapai penerbangan di negara ini
akibat krisis finansial yang dihadapi oleh maskapai. Hal ini akan berpengaruh terhadap tidak
akan ada lagi perang tarif antarmaskapai penerbangan dan membuat harga tiket pesawat kembali
naik di Amerika Serikat. Sebaliknya di kawasan Asia akan semakin banyak maskapai-maskapai
penerbangan yang baru karena kawasan ini terhindar dari krisis finansial global. Namun hal ini
akan berdampak negatif terhadap banyaknya perang tarif di sana-sini. Selain itu, pembangunan
bandara baru di China juga membuat perjalanan menggunakan transportasi udara menjadi
trendsetter di Asia pada 2012 ini.
3. Munculnya destinasi wisata baru
Selain krisis finansial yang dihadapi dunia, banyak negara-negara di dunia ini yang
dihadapi oleh konflik dan gejolak politik sehingga memperburuk keadaan perekonomian negara
tersebut seperti halnya negara Afganistan, Irak, Mesir, Tunisia, Kuba, dan negara-negara lainnya.
Untuk memperbaiki kondisi perekonomian maka negera tersebut pun membuka diri untuk para
wisatawan mancanegara . Hal ini menjadikan negara-negara ini dijadikan sebagai destinasi
wisata petualangan baru yang ditunggu-tunggu para wisatawan penikmat petualangan dari
seluruh dunia.


2.6 HUBUNGAN KEGIATAN PEMASARAN DENGAN KEGIATAN YANG LAIN
2.6.1. Hubungan Pemasaran Dengan Kegiatan Lain
Dalam kegiatan pemasaran yang sangat kompleks dan saling berkaitan yang satu dengan
yang lainnya, seperti promosi dan penjualan hendaknya dikelola dengan baik untuk mencapai
tujuan perusahaan, yaitu laba. Promosi berfungsi untuk meningkatkan volume penjualan juga
sebagai strategi untuk menjangkau pembeli untuk melakukan pertukaran. Sedangkan penjualan
adalah pemindahan barang dan jasa yang dilakukan oleh penjual. Pada umumnya perusahaan
yang ingin mempercepat proses peningkatan volume penjualan akan melakukan untuk
mengadakan kegiatan promosi melalui iklan, personal selling, dan publisitas.
Apabila volume penjualan dirasakan cukup besar sesuai dengan yang diinginkan serta cukup
mantap, maka umumnya perusahaan menurunkan kegiatan promosi atau sekedar
mempertahankannya. Meskipun demikian seringkali perusahaan dalam menurunkan kegiatan
promosi diikuti pula oleh penurunan penjualan. Hal ini disebabkan oleh karena beberapa
kemungkinan, misalnya penurunan promosi tersebut perlu ditinjau kembali. Peninjauan tentang
keputusan promosi tersebut hendaknya dilakukan dalam skop yang luas, dengan demikian
penyajian penetapan kebijakan promosi yang kurang tepat dapat dihindarkan.
2.6.2. Hubungan Pemasaran Dengan Pasar
Pemasaran merupakan proses kegiatan dari produsen ke tangan konsumen. Kegiatan
tersebut berhubungan dengan pasar di mana produsen yang menawarkan barang akan bertemu
dengan konsumen yang membutuhkannya. Disinilah letak kegiatan pemasaran dilakukan dan
kegiatan pemasaran tersebut mencakup strategi-strategi pemasaran yang baik, cara-cara yang
dilakukan perusahaan maupun saat kapan kegiatan tersebut dilakukan.

Jadi hubungan antara pemasaran dan pasar sangat erat, karena pasar merupakan tempat
terjadinya transaksi jual beli, sedangkan pemasaran merupakan kegiatan bagaimana agar hasil
produksi dapat terjual dan dapat memuaskan keinginan pembeli sehingga pembeli akan membeli
lagi setelah merasa cocok dan puas akan produk yang bersangkutan.















DAFTAR PUSTAKA
http://infopariwisata.wordpress.com/2011/12/29/pariwisata-indonesia-2011-tahun-pembuktian-
dan-harapan-perubahan/
http://www.anneahira.com/pemasaran-pariwisata.htm
http://id.shvoong.com/business-management/marketing/2169162-teori-pemasaran/
http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=perkembangan+pemasaran+pariwisata&source=web
&cd=1&cad=rja&ved=0CB0QFjAA&url=http%3A%2F%2Fwww.bappenas.go.id%2Fget-file-
server%2Fnode%2F6437%2F&ei=m4FYUN7ZAYmIrAf7noCwBw&usg=AFQjCNGYuuS4-
cwQnvYR6bgw5ZETx6LdUA
http://irwan-cahyadi.blogspot.com/2012/06/sejarah-dan-perkembangan-pariwisata.html
http://tourismbali.wordpress.com/bahan-kuliah-manajemen/
http://ml.scribd.com/doc/81294420/BAB-I-III-Proposal
http://www.dokumen.org/browse/pemasaran-pariwisata
http://yuliarahmiaccountingunand08.blogspot.com/2010_04_01_archive.html
http://digilib.petra.ac.id/viewer.php?page=33&submit.x=12&submit.y=9&submit=next&qual=hi
gh&submitval=next&fname=%2Fjiunkpe%2Fs1%2Fjdkv%2F2007%2Fjiunkpe-ns-s1-2007-
42403015-9885-cheng_hoo-chapter3.pdf
http://ariszone78.blogspot.com/2010/10/prinsip-dalam-manajemen-pemasaran.html
http://budpar.sabangkota.go.id/unit-kerja/bidang-pemasaran/tugas-pokok-dan-fungsi-pemasaran/
http://elqorni.wordpress.com/2008/05/03/konsep-pemasaran-dan-penjualan/
http://www.bappenas.go.id/get-file-server/node/6437/
http://noviantoblogs.blogspot.com/2011/09/analisis-pasar-dan-pemasaran-pariwisata.html
http://moryaritonang.wordpress.com/2011/01/16/defenisi-pemasaran-jasa-bauran-pemasaran-
jasa/
http://traveltourismindonesia.wordpress.com/2010/01/25/arah-pemasaran-pariwisata-2010-2014/
http://tourismbali.wordpress.com/2012/02/10/komunikasi-pemasaran-pariwisata-dan-perhotelan/
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/pengantar-industri-pariwisata-definisi.html
http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND._KESEJAHTERAAN_KELUARGA/196005041
986012-ADE_JUWAEDAH/MODUL_MP_Parwisata.pdf
http://id.berita.yahoo.com/tren-pariwisata-dunia-di-2012-111621749.html